31 Desember 2016

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 - Part 4 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2
BAB II
(PART 4)

Panah yang di lesatkan mengenai sasaran sesuai dengan yang di rencanakan. Tapi targetnya tidak bergerak sama sekali sesuai dengan yang di rencanakan juga. Tanpa menurunkan busurnya, Archer mengisi dengan anak panah selanjutnya.
“Apakah kamu mengenainya?”
Archer menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan masternya.
“Tidak. Sayangnya, Saber berhasil menghindar serangan barusan. Dia memang pantas menyadandang anggota Class terkuat.
“dan Assassin—?”
Assassin juga berhasil menghindari serangan mematikan juga. Aku juga sempat melukai Saber.”
Menara jam yang terkenal di Sighisoara merupakan bangunan tertinggi di kota, dengan tinggi enam puluh empat meter, dan, satu-satunya bangunan yang dapat melihat seluruh isi kota jika berada diatasnya, menara jam juga dapat di lihat dari berbagai penjuru di kota.
Terdiri dari satu puncak yang di kelilingi empat menara kecil. Di atasnya bahkan ada lorong yang merupakan ruang tertinggi di atasnya, Archer dan Fiore berdiri diatas pijakan tipis yang bahkan tidak layak di sebut pijakan.
Alasan kenapa Archer bisa dengan tenangnya berada dimana orang biasa tidak dapat bertahan meski hanya beberapa detik, mungkin karena dia mempunyai keseimbangan yang tinggi. Hal ini sudah tidak mengejutkan lagi bagi orang seukuran dia.
Masalahnya adalah Masternya, Fiore. Kaki-kakinya sudah lumpuh karena kerusakan sirkuit sihirnya. Normalnya dia bahkan tidak bisa berdiri, dan pijakannya tidak cukup lebar untuk menopang kursi rodanya. Meskipun begitu, dia terlihat sedang berada di pijakan, teetapi dia tidak sedang berdiri juga.
Kakinya melayang di udara. Logam panjang menjulur dari belakang punggungnya  dan menopang badanya pada pijakan yang sangat kecil.
“—Master. Sepertinya Assassin Hitam memilih untuk mundur.”
“Kalau begitu kita yang akan melawan Saber Merah seperti yang telah di rencanakan. Archer, tolong lawanlah Saber. Aku akan melawan Masternya Shishigou Kairi.”
Jika memungkinkan, dia meminta agar membunuh Assassin Hitam dan Saber Merah bersamaan dengan serangan seperti barusan. Jika seseorang bertanya siapa yang akan mereka prioritaskan antara Assassin Hitam atau Saber Merah, jawabanya sudah pasti Saber Merah. Karena sekarang kubu mereka sudah kehilangan Sabernya, dia merupakan Servant yang mutlak harus dikalahkan disini sekarang juga.
Master, tolong jangan terlalu memaksakan diri.”
“Baik,… aku tahu itu.”
Menurut penilaian Archer, Master dari Saber, Shishigou Kairi dan Masternya Fiore terlihat setara kemampuanya. Shishigou lebih unggul ke pengalamannya dan Fiore lebih unggul ke inderanya. Dan faktor yang tersisa hanyalah seberapa tenang mereka menghadapi situasi perang seperti ini.
Tatapan marah Saber menusuk Archer. Wajahnya yang terlihat sangat mengejutkan terlihat muda dan cantik. Tapi, Archer yang sudah melihat berbagai macam pahlawan, tahu. Dia pasti mempunyai watak sebagai pahlawan.
Merasakan perasaan mengagungkan seakan bagian dalam perutnya membara—Archer tersenyum sepat. Sepertinya dia sendiri juga masih sangat muda. Atau mungkin karena dia dipanggil dalam wujud masa mudanya. Seperti saat dia sekarang saat ini, Archer dengan cerobohnya menyondongkan tubuhnya kedepan dan itu mengejutkan dirinya juga.
Saber bertukar tatapan dengan Masternya Shishigou dengan sekejap, dan langsung menyerang menuju arah  Archer  berada. Hal itu tidak sampai sepuluh detik untuk mencapai menara jam.
Fiore bersamaan dengan Saber menuju Shishigou selagi dia menghindar dari jalan Sabe.
Tatapan Saber berpaling ke arah Fiore untuk sesaat. Seketika, Archer menembakkan panah ke arahnya untuk mencegah dia dari melakukan sesuatu ke Fiore.
Saber membelah menjadi dua anak panah dari Archer dengan sekali serangan. Dan saat itu telah di putuskan di dalam pikiran Saber. Tanpa memperhatikan lagi Fiore lebih jauh, dia menyerang menuju langsung ke arah Archer


Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 - Part 4 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.