21 Desember 2016

Date A Live Jilid 12 Bab 2 LN Bahasa Indonesia


BARISAN RAJA

Bagian 1
Di ruang bawah tanah milik <Ratatoskr>.
Kotori menghadap boneka yang ada di meja bundar.
Dan tentu saja, bukan berarti dia berbicara dengan boneka itu. Ada speaker di bawah bonekanya dan semuanya tersambung pada pemimpin tertinggi <Ratatoskr> di dunia.
“-------Komandan Itsuka. Apa maksudnya ini?”
Spekaer yang diletakkan di bawah tikus yang menangis, mengeluarkan suara yang menyedihkan sesuai dengan wajah bonekanya.
“Bukankah kemungkinan Itsuka Shidou lepas kendali sangatlah rendah?”
“………………..datanya benar. Hal ini harusnya tidak terjadi. Semuanya adalah tanggung jawabku”
“Ini bukan sesuatu yang bisa kita selesaikan dengan kau yang bertanggung jawab”
Anjing buldog yang terus ngeces mengangkat suaranya.
“Dia saat ini memiliki 8 Reiryoku Roh di dalam tubuhnya. Jika kontrolnya lepas maka………..seberapa besar kerusakan yang akan terjadi!”
Boneka kucing yang jelek mencoba menekannya.
“Tenang.-----kita menyiapkan <Dainsleif> untuk ini, kan?”
“………………..uh”
Kotori mengerutkan alisnya dan ekspresinya menjadi benci saat mendengar perkataannya.
Sekarang dia memikirkannya, kucing jelek inilah yang meletakkan [Kondisi] saat rencana untuk menggunakan kemampuan Shidou untuk menyegel Roh dipahami.
“……..namun, para Roh menganggap Itsuka Shidou sebagai kesayangan mereka. Jika kita membunuhnya sekarang, para Roh akan mengamuk dan mungkin berakhir menjadi Inverse adalah skenario terburuk, kan?”
“Aah, itu mungkin saja terjadi. Tapi, sekarang ceritanya lain, kan?”
“Itu………..tapi tidak peduli bagaimanapun, kita akan kehilangan semua kekuatan Roh yang sudah kita kumpulkan jika ini terjadi, kan?”
“Aku tahu. Tapi, itu lebih baik daripada skenario terburuk, kan?”
Si anjing bodoh diam setelah mendengar perkataan si kucing jelek. Dalam situasi ini, itu jelas menunjukkan tindakan persetujuan.
“………………”
Kotori menggertakkan giginya. ------semuanya membuat kesal Kotori.
Bukan berarti emosi Kotori ketahuan tapi, si kucing jelek melanjutkan perkataannya pada Kotori.
“Dengan begitu, Komandan Itsuka. Aku akan mengandalkanmu dalam menyelesaikannya, jika terjadi sesuatu. Itulah tugasmu”
“……………..”
Kotori mencoba merespon selagi menekan ujung tongkat di sisi lain speaker untuk memukul orang sombong yang menyuarakan si kucing jelek.
Tapi, lebih cepat dari balasan Kotori, boneka tupai yang duduk di belakang meja bundar-----ketua pertemuan ini-Eliot Woodman mengeluarkan suaranya sendiri.
“------Jangan salah paham, Komandan Itsuka”
“Eh………..?”
“Tugasmu yang paling penting adalah untuk tidak memberikan penilaian saat waktunya datang. Giatlah bekerja untuk mencegah [Saat waktunya datang] terjadi”
“…………….!”
“Aku mengandalkanmu, Komandan Itsuka”
“……….Baik!”
Kotori memperbaiki posturnya dan memberi hormat.

Bagian 2
Setelah beberapa jam Shidou pingsan. Para gadis berada area ruangan istirahat sebesar selagi masih dalam seragam mereka.
Itu adalah bagian dari fasilitas bawah tanah milik <Ratatoskr>. Ada beberapa mesin penjual otomatis, monitor, dan tanaman hias di samping dinding, selagi meja dan kursi berada di tempat yang acak.
Biasanya, tempat ini dimana anggota organisasi saling mengobrol santai saat istirahat tapi-----ruangannya saat ini penuh dengan atmosfir kelam seolah ini ruang tunggu operasi.
Setelah peristiwa itu, para gadis menggendong Shidou keluar dan setelah bertemu dengan orang yang dikirim <Ratatoskr>, mereka menemani Shidou ke fasilitas ini.
Karena perawatan dan analisis menghabiskan waktu, mereka disuruh untuk pulang tapi, Tohka, Origami, dan Yamai tidak mempedulikannya. Jika sesuatu terjadi pada Shidou setelah mereka pergi………….hanya berpikir seperti itu, membuat mereka enggan untuk pulang ke rumah.
“Apa Shidou akan baik-baik saja………”
Entah sudah berapa kali Tohka menggumamkan kalimat tersebut di ruangan yang sunyi ini.
Namun, tidak ada yang menyalahkannya. Itu normal. Semuanya juga merasakan kegelisahan yang sama.
“Dia pasti…………bisa”
“Ya ya, dia akan bangun dan penuh energi jika kita menjaganya. Ah, atau kita malah akan menambah demamnya?”
Yang membalas Tohka adalah perempuan kecil yang duduk berlawanan dengan Tohka dan boneka kelinci yang ada di tangan kirinya.
Yoshino dan temannya [Yoshinon]. Seperti yang lain, dia adalah Roh yang tinggal di mansion sebelah rumah Itsuka. Dia juga mendengar kabar Shidou pingsan dan langsung datang kesini.
“I-Itu benar………….Kotori dan Reine ada disini. Jadi pasti tak apa……….”
Namun, setelah Tohka mengangguk, perempuan dengan ekspresi jelek yang duduk di sebelah Yoshino, membuka mulutnya dengan wajah yang gelap.
“……….tidak, aku meragukannya. Pasti ada peristiwa yang tidak mungkin. Aku pikir lebih baik untuk bersiap jaga-jaga……..”
Dan sebagainya, dia mengatakannya dan membuat situasi yang kelam menjadi lebih kelam. Tohka terlihat terkejut setelah mendengar perkataan yang tidak ada harapannya itu.
“Ti-tida mungkin……………”
“Hei! Jangan berkata buruk seperti itu!”
“Tegur. Itu benar Natsumi. Tohka akan mempercayainya”
Yamai mengangkat suaranya. Saat mereka melakukannya, Natsumi mengangkat bahunya dan mengecilkan bungkukannya lebih lagi.
“…………..tapi berdasarkan pengalamanku, daripada terbanting jatuh setelah bergantung pada harapan dan bersiap-siap untuk skenario terburuk sebelum terjatuh; pilihan terakhir masih lebih baik, kan?”
“Tidak, seperti yang kita bilang, bisakah kau berhenti bicara buruk seperti itu?”
“……..Ma-maaf……….”
Setelah Kaguya mengatakannya dengan melengking, Natsumi berpaling dan meminta maaf.
Setelah sesaat, kesunyian mengalir. Suara jam analog yang ada dinding entah kenapa terdengar keras.
“----Tapi walau begitu”
Origami berbicara seolah mematahkan kesunyian.
“Tidak peduli bagaimana sakit dia, kondisi Shidou hari ini normal saja. Seperti------Roh yang tidak dapat mengendalikan kekuatannya”
“………………………”
Mendengar perkataan Origami, Tohka, Yamai, semua yang melihat tindakan Shidou, *Muu* menggerakkan tenggorokannya.
Memang benar Shidou jatuh sakit berkali-kali sebelumnya. Terutama, dia cukup terlihat kesakitan saat dia terbaring tidur setelah terkena campak.
Tapi, seperti yang Origami bilang, hari ini Shidou jelas berbeda dari saat itu.
“Maksudmu………Shidou juga Roh?”
“Aku tidak tahu”
Origami menggelengkan kepalanya tanpa mengubah ekspresinya. Tapi setelah sesaat, dia melanjutkannya dengan [Tapi].
“Aku tidak bisa membayangkan Shidou sebagai manusia biasa. Kesampingkan masalah pertama, bahkan alasan kenapa Shidou dapat menyegel kekuatan Roh juga tidak dijelaskan pada kita”
“…………apa itu artinya, entah Shidou atau <Ratatoskr> menyembunyikan sesuatu dari kita?”
Orang yang mengatakannya adalah Natsumi yang bersembunyi di bawah bayangan Yoshino.
“Aku tidak berpikir sejauh itu. Ada kemungkinan bahwa <Ratatoskr> dan Shidou tidak sepenuhnya menggenggam alasan kenapa orang yang dipertanyakan ini memiliki kemampuan ini dan identitas aslinya.-------tapi, dalam kasus lain, organisasi <Ratatoskr> memiliki banyak misteri”
Origami melanjutkan dengan lancar.
“Aku berterima kasih mereka menyelamatkanmu. Aku sangat berterima kasih sampai tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Tapi, kenapa <Ratatoskr> mau melindungi Roh? Tidakkah kalian berpikir bahwa tindakan berbahaya ini tanpa imbalan apapun hanya buang-buang tenaga?”
“Itu……………”
Tohka menarik bibirnya.
Tidak, Tohka tidak sendiri. Kaguya, Yuzuru, Yoshino dan Natsumi melihat Origami selagi terus diam.
Mungkin seperti yang Origami katakan. Pertama Tohka, yang tidak tahu dunia ini tidak akan mempertanyakan ini sebelumnya tapi, setelah hidup dengan gaya manusia, dia entah bagaimana mengerti betapa gilanya kekuasaan yang dimiliki <Ratatoskr>.
Organisasi seperti ini melakukan segalanya untuk para gadis. Dan biasanya, mereka tidak sadar karena merekalah yang merasa diberkati tapi, tanpa <Ratatoskr> mereka tidak akan pernah bisa pergi ke sekolah.
Kenapa mereka bertindak terlalu jauh untuk menyediakan berbagai keramahan pada mereka-----sekarang mereka bertanya lagi, faktanya mereka tidak bisa langsung menjawabnya.
“Muu…………….”
Di saat Tohka mengerang kesakitan, pintu ruangan terbuka dan Kotori dan Reine masuk ruangan.
“-----Kotori!”
“Hai Tohka. Maaf gangguanku telah menyusahkanmu”
Setelah Tohka berteriak, Kotori mengangkat bahunya selagi melihat sekitar ruangan.
“…….? Ada apa?”
Kotori memiringkan kepalanya seolah dia merasakan atmosfir yang aneh. Origami kemudian mengganti topiknya dan menggelengkan kepalanya.
“Tidak ada. Lebih penting lagi, bagaimana kondisi Shidou?”
“……………..?”
Kotori melihat wajah semua orang sekali lagi dengan heran tapi, dia langsung mengangguk.
“Kalau begitu akan kujelaskan…………sepertinya Miku masih belum ada disini”
Setelah Kotori mengatakannya, Reine yang berdiri di sebelahnya mengeluarkan suaranya.
“…….Aku sudah memanggilnya tapi; sepertinya dia di Kansai karena pekerjaannya”
“Uuuuunn, kalau begitu tidak ada pilihan. Yah, hal ini akan bekerja jika dia ada disini hari ini. Aku akan memberitahukannya pada semuanya pertama---“
Tepat saat Kotori sampai disana, langkah kaki yang berisik dapat terdengar bergema dari koridor.
“-----------daaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinngggggggggggg!!”
“Eh?”
Setelah Kotori membuka lebar matanya, sebuah bayangan datang melompat dari pintu yang terbuka dan memeluk Kotori yang berdiri disana, dengan erat.
Dia adalah perempuan berbadan tinggi berambut ungu kebiru-biruan. Dia mengenakan make-up, dan mengenakan pakaian yang indah yang sepertinya kostum panggungnya; sebuah jas ada di atas kostumnya.
“Mi-Miku!?”
Kotori berteriak tapi, Miku menguatkan kedua tangannya seolah dia tidak menyadarinya dan memeluk erat Kotori selagi menggesekkan pipinya.
“Kau tak apa Darling!? Aku tidak bisa berdiam diri saat mendengarmu pingsan, Mikumu lah yang memesan helikopter dan kembaliiiii!”

“Hei………tenanglah-----“
“Aaah, kasihan sekali kamu darling! Kau menjadi sekecil ini………! Bukannya tangan, kaki dan bagian lainnya lembek!? Sekarang aku memikirkannya, kulitmu sangat lembut seperti Kotori-san!”
“Bukan “Seperti” Ini memang aku!”
Setelah Kotori berteriak, Miku akhirnya membuka lebar matanya.
“Oh, Kotori-san. Apa yang kamu lakukan disini? Kamu muncul di tanganku sebelum aku menyadarinya. Kufufu, Kotori ternyata suka dimanja ya”
“Kau sengaja melakukannya, kan!? Malahan, bisakah kau hentikan tanganmu yang menggeliat!?”
“Aaahhnn, kejamnya”
Setelah Kotori mendorong Miku agar lepas dari pelukannya, Miku mengerutkan bibirnya dengan enggan.
“Seriusan………..duduklah dimanapun kau mau. Aku akan menjelaskan kondisi Shidou”
“Baiklaaaahh”
Miku mengangkat tangannya dengan patuh dan duduk di dekat kursi. Natsumi mengangkat tubuhnya dan memindahkan posisinya dimana Miku tidak bisa melihatnya.
Kotori menghela nafas setelah melihatnya, sebelum melihat ke arah Reine.
“Kalau begitu, Reine, aku mengandalkanmu”
“……….Baik”
Setelah Reine mengatakannya, dia menaruh terminalnya di meja dan mulai mengoperasikan sesuatu.
Saat dia melakukannya, monitor besar yang dipasang di dinding ruangan, menunjukkan gambar yang sama dengan terminal Reine.
“Itu…………..”
Tohka bergumam dengan lembut selagi melihat monitor.
Ada beberapa nomor di sekitar tubuh Shidou juga diagram dan grafik ada disana.
“Grafik ini dibuat setelah menganalisis kondisi Shidou. ------akan lebih cepat selesai dilakukan jika di <Fraxinus> tapi seseorang sedikit merusaknya”
“Ada beberapa orang jahat di luar sana”
Setelah Kotori mengatakan sesuatu dengan ironi, Origami langsung membalas dengan santai. Kotori tersenyum kecut selagi mengangkat bahunya.
“------Kita kesampingkan itu, inilah kondisi Shidou saat ini. Lihat garis merah pada grafik. Ini menunjukkan Reiha Shidou. Singkatnya, itu jumlah yang sangat besar………tapi yah, fakta bahwa kita dapat mengamati Reiha pada tubuh manusia juga aneh”
“Muu………..aku tidak terlalu mengerti, tapi kenapa ini terjadi?”
Setelah Tohka bertanya, Kotori berbicara pada Reine. Reine kemudian merespon dan mengubah grafik menjadi sesuatu yang lain.
Di gambar, para Roh ditempatkan di sekitar Shidou yang berada di tengah. Ada garis bercahaya redup antara Shidou dan masing-masing Roh; cahayanya bergerak maju dan mundur di setiap garis.
“………Pikirkan ini sebagai kondisi normalnya. Shin memiliki kemampuan untuk menyegel Reiryoku Roh tapi, bukan berarti dia sepenuhnya mengambil kekuatan atau mengisolasinya di suatu tempat dari Roh; celah yang kasat mata terbentuk antara dia dan Roh, dan selagi mempertahankan banyak Reiryoku di dalam dirinya, aku ingin kalian berpikir bahwa kekuatan ini terus berputar-putar sedikit demi sedikit”
Reine menekan kunci selagi mengatakannya. Saat dia melakukannya, cahaya datang dari Shidou didistribusikan ke arah Shidou melewati celah.
“……….Gambar ini menunjukkan apa yang terjadi saat Roh memiliki mental yang tidak stabil, rasio Reiryoku di dalam diri kalian dan Shin akan berubah, memberikan kalian semua kemampuan untuk mengeluarkan Angel dan Astral Dress terbatas”
“Fumu……….begitu”
“Menunjukkan. Kaguya berpura-pura mengerti”
“A-Aku tidak pura-pura! Aku benar-benar mengerti!”
Kaguya dan Yuzuru mulai sedikit bertengkar. *Kohon* Reine kemudian sedikit terbatuk.
“………..Bisa aku lanjutkan?”
“Y-Ya……………”
“Meminta maaf. Tolong dilanjutkan”
Setelah mereka berdua menurunkan bahunya, Reine mengoperasikan terminalnya lagi dan kembali ke gambar sebelumnya.
“…………..Dan, ini yang terjadi pada tubuh Shidou”
Di saat Reine mengatakannya, jalur antara Shidou dan para Roh kali ini mengecil dan gerakan cahaya pun melambat.
“I-Itu………….”
“……………setelah melihat hasil analisis kami menemukan jalur yang menghubungkan kalian dengan Shidou tiba-tiba mengecil dan menghambat perputaran Reiryoku”
“Apa………maksudnya itu?”
Selagi alisnya berbentuk  karena gelisah, Yoshino bertanya; Reine kemudian mengangguk sembari tergoyang-goyang.
“……………..aah, Reiryoku yang biasanya berputar, terhenti pada Shin-----dan menyebabkan situasi berlebihan. Itulah penyebab gejala Shin. Karena Reiryokunya tidak dapat keluar, muncullah di tubuh Shin dan mungkin menunjukkannya sebagai kemampuan fisik yang berlebihan”
Setelah Reine menekan kunci, Shidou digambar menjadi merah.
“Ya ampun………….bukankah itu bencana!?”
Setelah Tohka berdiri selagi membanting meja, Kotori menegakkan Chupa Chups di mulutnya selagi melipat tangannya.
“Ya. Ini bukan situasi gembira. Jika kondisi ini berlanjut, ada kemungkinan Reiryoku yang terjebak di dalam tubuh Shidou akan tidak terkendali. Ledakannya setara dengan Reiryoku 8 Roh. Memikirkannya saja sudah membuatku merinding”
“A-Apa ada cara untuk menyelamatkan Shidou!?”
Tohka mendekat Kotori seolah mengandalkannya. Kotori kemudian, *Pon**Pon* membelai kepala Tohka untuk menenangkannya.
“Tentu saja ada.----------itulah alasan kenapa aku memanggil kalian semua”
“Mu…………….?”
Setelah Tohka membuka lebar matanya, Kotori berdiri dari kursinya dan melanjutkan.
“Pada dasarnya, kita hanya harus mengembalikan jalur antara Shidou dan kita, menjadi normal lagi. Setelah kita melakukannya, Reiryoku akan kembali berputar, dan kondisi Shidou akan bertambah”
“Be-begitu!”
“Tapi, apa yang harus kita lakukan untuk melebarkannya?”
Miku meletakkan jarinya pada dagunya dan memiringkan kepalanya.
Dan untuk beberapa alasan, Kotori meraba-raba mulutnya dengan keraguan.
“Errrr, yah itu……………”
“…………..eh, jangan bilang, kita akan melakukannya tanpa mengetahui caranya?”
Natsumi mengatakannya dengan setengah mata terbuka.
“Ka-kau salah. Kita tahu caranya”
“……………err, kalau begitu caranya sangat sulit atau sesuatu………..begitu?”
“Tidak…………bukan seperti itu”
“Kalau begitu beritahu. Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan darling?”
“Y-Yah………….”
Setelah Kotori kehilangan kata-kata selagi pipinya memerah, Reine tidak bisa menahannya lagi dan membuka bibirnya.
“………..Dengan ciuman”
“Eh?”
“Apa katamu……..?”
Reine mengangguk untuk menjawab terkejutnya semua orang.
“…………Shidou akan mencium Roh untuk menyegel Reiryokunya. Yang artinya, jalurnya akan terkunci antara satu sama lain dengan tindakan itu. Jadi untuk melebarkan jalurnya, kalian semua harus mencium Shin lagi”
“Be-begitu…………”
Tohka mengangguk sebelum menyentuh bibirnya dengan jarinya.
Sekarang dia memikirkannya, Tohka dan Shidou berciuman saat kekuatan Tohka disegel. Jika itu alasan kenapa bisa terbentuk jalur di antara mereka, masuk akal jika untuk membukanya lagi dia harus menciumnya lagi.
Tapi. Setelah berpikir sejauh itu, Tohka [Mu?] memutar lehernya.
“Tunggu sebentar Reine……….yang artinya, mungkinkah, Shidou mencium semuanya?”
“………? Ya, itu benar”
Tohka membuka lebar matanya saat mendengar perkataan Reine.
“A…………I-Itu benar!?”
“Eh, mungkinkah Tohka-san tidak tahu?”
“Errrr…………..Memangnya kau pikir bagaimana dia menyegelnya”
“Mu………..? Err, seperti……….”
Setelah Kaguya berkata demikian, Tohka meletakkan tangannya di dagunya untuk berpikir dan mengerang. Kesampingkan masalah pertama, Tohka tidak bisa menyambungkan menyegel = mencium di dalam kepalanya.
“Begitu…………jadi begitu caranya”
Tohka bilang pada Shidou bahwa dia ingin menyelamatkan Roh. Tapi di saat yang sama, dia bilang untuk tidak mencium orang lain selain dirinya.
“Muu………………”
Dia akhirnya mengerti kenapa Shidou terlihat kewalahan saat itu. Itu karena, berciuman itu penting untuk menyegel kekuatan Roh. Tanpa Tohka tahu, dia sepertinya meminta hal yang tidak masuk akal pada Shidou.
“Err, Tohka-san?”
Miku bertanya selagi mengintip wajah Tohka. Untuk meresponnya, Tohka tiba-tiba mengangkat wajahnya.
“Baiklah……..Akan kulakukan! Akan kulakukan! Shidou menyelamatkanku. Sekarang waktunya aku menyelamatkan Shidou!”
Setelah Tohka berkata demikian, para Roh disekitarnya mengikutinya mengangkat suaranya.
“Aku……….akan bekerja keras……..!”
“Fuun………….pada akhirnya dia juga penuh gangguan”
“Kaka! Mencium seseorang untuk membangunkannya, ini seperti dongeng!”
“Setuju. Ini seperti putri tidur bersama Putri Shiori!”
“Eh, apa itu? Hei, bisakah kalian beri penjelasan pada pembicaraan itu?”
“……….Jadi itu bagian kau kecanduan”
“Aku tidak peduli apa itu. Aku dapat menyelamatkan Shidou dan menciumnya di saat yang sama; ini seperti pepatah “Satu kali dayung dua pulau terlampaui”. Aku tidak keberatan”
Reine perlahan mengangguk setelah mendengar jawaban para Roh.
“……..Terima kasih. Kalau begitu langsung kita mulai; Aku akan mengantar kalian ke ruang perawatan Shin. Jika ini terus berkepanjangan, mungkin akan menyakitkan untuknya”
“Umu, ayo!”
Selagi mengatakannya, Tohka *Bam* memukul dadanya dan berdiri. Yang lain mengangguk untuk menunjukkan determinasi mereka dan mengikutinya.
Tapi, tepat saat Reine akan meninggalkan ruangan untuk mengantar semuanya, dia tiba-tiba berhenti.
“…….Oh, ngomong-ngomong. Jika salah satu dari kalian takut untuk menciumnya di depan semuanya, silahkan untuk masih ke ruang perawatan bergantian dan………….bagaimana?”
Setelah mendengar perkataan Reine,        para Roh *fuumu* mengerang setelah membayangkan adegan ciuman mereka-------dan langsung tersipu malu.
“Mu……….kami merasa sangat tertolong”
“I-Itu benar…………..”
“Fu…………mata orang yang melihat ciumanku akan mendapatkan kutukan yang tak dapat disembuhkan”
“Terjemahan. Kaguya bilang dia malu”
“A-Aku tidak bilang begitu!”
Seperti yang diduga, semuanya malu membiarkan ciuman mereka dilihat. Satu perempuan [Ehhhh, aku tidak keberatan. Malahan, aku berpikir aku mencium darling yang sedang tidur dan mencium semuanya sebagai tambahan] berkata demikian, yah dia memang langka.
“………..Fumu. Ayo kita lakukan. Tolong pilih giliran kalian”
“Ya, ayo kita lakukan”
Para Roh setuju setelah mendengar perkataan Kotori.
Tapi.
“Aku tidak keberatan terakhir. Juga, aku ingin tahu apakah ruang perawatannya ada kunci atau tidak. Bahkan lebih baik jika ruangannya kedap suara”
Saat Origami berkata demikian, semuanya mengangkat alisnya.
“…………seperti yang kuduga, aku pikir lebih baik jika semuanya masuk ruangan”
“Benar, sepertinya itu lebih baik”
“Kenapa?”
Origami memiringkan kepalanya tapi, semuanya mengabaikannya dan mengikuti Reine.
Mereka berjalan ke koridor panjang dan sampai di sebuah pintu sebelum Reine berhenti.
“……………..disana. Aku pikir dia sedang tidur jadi harap tenang”
“Umu, aku mengerti”
Setelah Tohka memajukan kepalanya, dia perlahan membuka pintunya.
Di dalam ruangan, di dalamnya dibuat persis seperti ruang perawatan sungguhan. Di dalam ruangan putih berukuran 12 tatami, terdapat sebuah kasur besar.
Dan di atasnya, Shidou yang sedang tidur kesakitan--------
Tidak ada disana.
“Nu…………?”
“Ah-re………dimana Shidou-san……..?”
Semua membuka lebar matanya setelah mereka memasuki ruangan.
Tapi itu normal. Di kasur yang seharusnya ada Shidou, sebuah lekukan menunjukkan seseorang baru saja terbaring, dengan santainya melepas 4 jarum infus dan beberapa elektroda yang melekat pada dirinya, tersebar di sekitar kasur.

Bagian 3
Di sebuah pulau kecil-Pulai Neryl yang mengambang di samudera pasifik, sebuah hiruk-pikuk berkunjung hari ini.
20 tahun yang lalu, sejak pulau tak berpenghuni ini dibeli industri DEM Inggris Raya, fasilitas laboratorium besar di bangun di bawah tanah.
Namun, keberadaannya tidak diketahui publik dan letak pulau ini tidak ada di peta. Pada dasarnya, fasilitasi ini dibuat untuk melakukan eksperimen yang pasti akan membawa krisis yang tak terelakkan pada dunia jika pulau ini diketahui publik.
Karena itu, orang-orang yang ada hanyalah peneliti yang sampai 50, sekitar 30 anggota staff untuk rutinitas sehar-hari dan beberapa Wizard sebagai penjaga.------Yah, jika eksperimen di dalam dihitung sebagai manusia, maka jumlahnya akan bertambah sampai ratusan.
Bagaimanapun juga, Pulau Neryl terlihat dari atas akan mendapatkan bantuan seminggu sekali, dan karena bidikan besar dari cabang utama tidak akan berkunjung bahkan dengan kemauannya, pulai ini tidak biasanya tenang.
---saat ini di pulau itu, sekitar 100 Wizard berkumpul disana. Lebih lagi, mereka semua sedang menggunakan CR-Unit mereka, dan bersiap-siap untuk pertarungan. Ditambah, lebih dari 300 remot mengendalikan <Bandersnatch> yang tersebar di pulau. Jika pemandangan ini dilihat oleh orang yang tidak melihat pemandangan biasa pulau itu, orang itu mungkin mengira perang akan dimulai.
“………………….Ini cukup berbahaya”
Selagi melihat landasan pacu yang penuh dengan Wizard dari transporter kokpi, Knox *Fuu* menghela nafas. Seolah meresponnya, kopilot yang duduk di sebelahnya-Burton mengangguk.
“Itulah betapa pentingnya [Material A]”
Setelah berkata demikian, dia menunjuk jempolnya ke belakang kokpit.
Ya, mereka diberi misi untuk mengantarkan benda paling penting----Dengan julukan [Material A] yang disimpan dalam-dalam di pulau Neryl.
“Yah itu normal. Tapi walau begitu, ini agak berlebihan. Apa-apaan jumlah Wizard ini? Memangnya kita akan menyerang armada ketujuh atau apa?”
Burton tersenyum kecut mendengar candaan Knox.
Dan saat itu, Knox mengedipkan matanya.
Tepat di depan transporter-----figur seorang manusia kecil tiba-tiba muncul di tengah landasan.
“Hn…………?”
Para Wizard bepikir dia adalah peneliti dari pulau Neryl tapi-----mereka salah. Perempuan muda berdiri disana.
Dia mengenakan gaun yang terlihat seperti tertutupi dengan darah dan bayangan, bergaya rambut tidak biasa dan mata yang berbeda. Juga-----mata kirinya terlihat seperti jam.
“Apa……..apaan itu. Halloween sudah berakhir beberapa bulan yang lalu”
Saat Knox bergumam dengan curiga, sepertinya Wizard di landasan menyadari keberadaan gadis itu sesaat kemudian. Mereka mengarahkan senapan mereka pada gadis itu dan berteriak.
“Siapa kau!? Darimana kau datang!?”
Suara Wizard dapat terdengar dari alat penghubung.
Tapi saat berikutnya.


“-----Kihihi, akhirnya aku menemukanmu, nona Roh-san kedua
Saat dia berpikir suara gadis itu bergema lewat alat penghubung, bayangan yang ada di bawah perempuan itu memanjang ke arah kaki para Wizard. Beberapa tangan putih keluar dan menarik Wizard masuk.
“A……..Apa ini……….!?”
“Ba-Bayangan………..!?”
“Kau bodoh! Jangan gegabah mendekatinya! Dia-----<Nightmare>!”
Setelah 1 Wizard mengatakannya, perempuan itu *Nii* tersenyum.
Berikutnya, sekumpulan perempuan yang terlihat persis seperti <Nightmare> merangkak keluar dari bayangan yang seperti karpet.
“U-uwaaaahhh!”
“Tenang! Kita harus melindungi [Material A]!”
Para Wizard mempersiapkan CR-Unit mereka selagi sekumpulan <Nightmare> mengeluarkan pistol dan senapan tipe lama dari bayangan.
----pulau yang tenang benar-benar berubah dan dengan cepat berubah menjadi medan perang.
Pertahanan yang solid pun jatuh satu per satu. Itu karena, tidak peduli seberapa banyak musuh yang Wizard bunuh, jumlah perempuan yang tidak habis-habisnya terus keluar dari bayangan. Hanya masalah waktu sampai tangan iblis itu mencapai teleporter.
“------Pilot Knox! Kita tidak bisa menahannya lebih lama lagi! Gunakan Transporter!”
“Kau bercanda!? Masih ada beberapa Wizard penjaga yang belum naik! Juga, apa kau menyuruhku untuk berjalan di landasan ini!?”
“Tidak ada jalan lagi! Cepat!”
“Kuh………….!”
Setelah Knox mengerutkan wajahnya, dia memegang tongkat kendali.


---suara mesin bergema dari transporter semakin mengeras.
Memiliki telinga tajam, <Nightmare>-Tokisaki Kurumi mendengar suaranya dan tersenyum sebelum mengangkat pistolnya dan memerintah [Sekelompok Kurumi].
“Aku tidak akan membiarkanmu lari. Aku benar kan------diriku?”
Mendengar suara Kurumi, beberapa kloningannya terbang ke transporter.
Tapi berikutnya.
“------!”
Saat sentakan dapat terdengar, kepala 5 kloningan yang terbang ke arah transporter, terbang di langit di saat yang sama. Setelah sesaat, jumlah darah yang sangat banyak keluar dari tubuh selagi jatuh ke tanah dan sedikit tersentak.
“…….Oh?”
Selagi menajamkan pandangannya, Kurumi melihat Wizard yang muncul di tempat.
“……………………….”
Dia berbeda dari Wizard yang lain-----dia perempuan berambut pirang yang mengenakan unit yang sama dengan Ellen Mathers. Wajahnya masih memiliki kelembutan hati seorang anak kecil tapi dihiasi dengan ekspresi yang berbahaya.
Kurumi mendengus lembut. Dia dapat melihat bahwa dia hal yang berbeda dibanding Wizard lain dengan sekali tatapan. Teritori berkualitas tinggi. Tipu muslihat terlihat saat dia memotong kepala kloningan dengan sekejap. Dia jelas bukan orang biasa.
“Yang menyebalkan muncul huh………..tapi, kau pikir aku akan menyerah hanya karena sesuatu yang remeh seperti itu!?”
Dia tersenyum memprofokasi.
Tapi, perempuan itu tidak merespon dan mempersiapkan pedang Laser spesialnya di tangannya.
“--------<Arondight>”
Dalam sekejap, kloningan yang ada di sekitar Kurumi, terbang ke arah perempuan itu secara bersamaan.
Namun, sejak perempuan itu mengeluarkan Teritorinya, pergerakan para kloningan menjadi tumpul untuk sesaat, perempuan itu mengambil kesempatan untuk bergegas ke arah Kurumi sebelum menebas tubuhnya.
“Ah-------Gah……………”
Darah yang sangat banyak menyembur keluar dari dadanya dan selagi melihat langit yang biru, Kurumi terjatuh di landasan.
Setelah beberapa detik, dia dapat melihat transporter melayang pergi di ujung pandangannya.
“Oh………..Aku, benar-benar………..dijatuhkan huh………….”
Walaupun dia menderita karena hemoptisis, senyum Kurumi tidak hancur.
“Tapi………..ini bukanlah………..akhir, kau tahu? [Aku] akan mengambil……..nona Roh-san kedua……….”
“………………”
Perempuan itu mengayunkan <Arondight> ke atas.
Kesadaran Kurumi hilang saat itu.

Bagian 4
Dengan kesadaran yang berawan karena demamnya, Shidou perlahan berjalan di kota.
Dia mengalami perasaan yang tidak jelas seolah tubuhnya meleleh seperti boneka entah bagaimana mempertahankan tubuhnya. Sebenarnya, bahkan sebuah keajaiban dia dapat berjalan dengan kakinya selagi mempertahankan keseimbangannya. Tapi walau begitu, postur berjalannya menjadi lebih baik dari sebelumnya karena beberapa alasan. Orang-orang yang lewat tidak akan berpikir bahwa Shidou sedang sakit serius jika mereka melihatnya.
“E…………rrrr, apa yang aku lakukan………?”
Setelah berpikir jauh, Shidou berhenti di jalan dan memiringkan kepalanya. Dia tidak dapat mengingat kenapa dia ada disini dan kemana dia berjalan.
Dipikir kembali, dia bangun di ruangan yang tidak dia kenal dengan infus dan elektroda terhubung ke tubuhnya seperti pasien pada biasanya. Sekejap dia menyadarinya, Shidou merasa dia tidak seharusnya disana dan meninggalkan ruangan dan pergi ke luar.
Dan setelah beberapa saat berjalan, dia sampai pada barisan bangunan yang dia kenal. Disana ada jalan yang lebar dan beberapa jalan terbaris di sampingnya. Itu jalan utama Tenguu yang sering Shidou datangi untuk berbelanja.
Dia tidak tahu waktunya tapi, dia melihat murid-murid dimana-mana di kota mungkin karena mereka pulang ke rumah dari sekolah. Semuanya mengenakan mantel yang terlihat hangat dan berjalan selagi mengeluarkan nafas putih.
“………Hmm?”
Dia menyadari satu lagi keanehan.
Shidou melihat ke bawah untuk melihat penampilannya.-----itu biasa saja, sering dipakai, seragam SMA Raizen. Walaupun dia mengenakan jaket karena tergantung di samping kasur, dia tidak mengenakan pakaian musim dingin apapun seperti mantel.
Tapi walau begitu, Shidou tidak merasa dingin sama sekali. Dia sangat sampai dia baru menyadarinya saat melihat pakaian yang lain.
Tidak mungkin, apa karena dia demam………….tidak mungkin. Terasa seolah ada lapisan tak terlihat yang mengitari tubuhnya dan mempertahankan suhu tubuhnya.
Dan.
“Hmmmmm? Itsuka-kun? Bukannya kau pulang lebih awal hari ini?”
“Ah, itu benar dia. Lebih lagi, dia berlaga seperti remaja bersemangat karena dia tidak memakai mantel di bawah langit dingin ini”
“Jadi sepertinya dia membolos. Bersalah!”
Setelah Shidou berhenti, suara-suara itu dapat tersengar dari belakangnya.
Saat dia menoleh, Shidou menemukan teman sekelasnya-3 sekawan Yamabuki Ai, Hazakura Mai, dan Fujibakama Mii mengenakan mantel dengan warna berbeda berdiri disana.
“Selain itu, Itsuka-kun. Apa-apaan dengan tes fisik hari ini?”
“Benaarr. Trik macam apa itu? Mencoba untuk menjadi nomor 1?”
“Ya ya. Yah aku pikir kita bisa melupakannya karena Shidou bisa mengeluarkan topan degan bersin menggunakan keinginannya untuk melihat celana dalam perempuan”
Selagi mengatakannya, mereka bertiga berjalan ke arah Shidou. Shidou diam-diam berbalik pada mereka.
Dia kemudian melihat wajah mereka bergantian dan mulai berpikir dengan kepala demamnya.
Apa yang mereka inginkan dari Shidou. Mereka mengatakan banyak hal padanya tapi, mereka tidak akan sampai pada poin utamanya. Malahan, Shidou merasa dia hanya bisa mengenali setengah dari suara mereka.
Bagaimana Shidou harus membalas? Apa yang harus dia lakukan? Setelah berpikir panjang------
“Aaah…….Oh iya”
Dia sampai pada satu jawaban.
Perempuan di depannya.
Jika begitu, hanya ada satu hal yang harus Shidou lakukan.
Shidou diam-diam berbicara ke arah 3 perempuan itu yang masih mengobrol.
“-------Yamabuki, Hazakura, Fujibakama……….kalian, sekarang aku perhatikan baik-baik, kalian itu lucu”
Dia kemudian melihat mereka dengan mata seorang gentleman.
Ya. Ini yang harus Shidou lakukan di depan perempuan.
Tindakan yang dia lakukan berulang-ulang untuk menyelamatkan dunia.
Setiap dia bertemu perempuan, Shidou harus membuatnya jatuh cinta padanya.
Dan saat itu, perempuan itu menghentikan gerakannya seolah tombol berhenti di remot di tekan.
Dan setelah beberapa detik, alis mereka mendekat karena curiga.
“Hu…………..huh?”
“Apa-apaan lelucon itu……?”
“Lupakan kehilangan pikiranmu karena panas, kehilangan pikiranmu berkat dingin itu hal yang jarang………..”
Ai Mai Mii berkata demikian. Tapi Shidou tidak tertawa bahkan mereka main-main dan melanjutkan dengan nada serius.
“Aku tidak bercanda. Kalian semua super imut. Kenapa aku tidak sadar sampai sekarang.------Yamabuki, tidak, Ai”
“Heh!?”
Setelah dia memegang tangannya selagi memanggil nama pertamanya, Ai membuka lebar matanya karena terkejut. Dan setelah sesaat, dia tersentak seolah dia mengingat sesuatu dan menutupi bibirnya dengan tangannya yang satu lagi.
Namun, Shidou tidak mempedulikannya dan melanjutkan perkataannya selagi tersenyum lembut.
“Aku tahu betapa lemah lembutnya dirimu. Terima kasih sudah selalu mengurus Tohka. Tapi, aku akhirnya menyadarinya. Aku sadar aku akan berakhir melihat ke arah Ai di dekat bahu Tohka….”
“E-errr, Itsuka-kun, Aku err”
“Aah, aku tahu. Ai mencintai Kishiwada dari kelas sebelah. Memang benar gadis yang sedang jatuh cinta terlihat indah.-----Aku agak cemburu”
“Hidebuu!”
Ai mundur dengan wajahnya tersipu malu saat dia diberitahu seperti itu dengan tatapan serius.
Shidou tersenyum dan memegang tangan Mai karena dia disebelahnya.
“-----Mai”
“Y-Ya!”
Dia mungkin melihat apa yang terjadi dengan Ai. Mai mengeluarkan suara tinggi yang gugup.
“Kau selalu bilang kalau kau polos tapi, aku pikir tidak. Kau tidak harus berdandan dan membuat karaktermu sendiri. Mai, kau adalah kau. Itu saja; pada akhirnya, kau milikku yang spesial”
“Abeshi!”
Kata-kata itu sepertinya menyentuh hati Mai. Seperti Ai, pipi Mai memerah dan tubuhnya membengkok.
Setelah melihatnya, Shidou selanjutnya menyentuh tangan Mii.
“Mii”
“Apa”
Mii berekspresi rumit menunjukkan dugaan aneh tapi juga menunjukkan kewaspadaan pada Shidou.
“Sekarang aku memikirkannya, kau yang paling memiliki rahasia dibanding kalian bertiga. Awalnya jelas rasa penasaran. Tapi, setelah berbicara pada Mii, aku berhasil mengintip sisi lain dari topeng misteri sebelum aku mengetahuinya. -------aku ingin kau menunjukkanku segalanya”
“Tawabah!”
Untuk menyamai kalimat terakhirnya, dia mendekatkan wajahnya dan asap keluar dari telinga Mii.
Setelah melihat itu terjadi, Shidou tersenyum dan mengambil langkah mundur sebelum menjetikkan jarinya.
Dan untuk beberapa alasan, dia mengerti di dalam kepalanya sangat natural bahwa [Sesuatu akan terjadi] jika dia [Melakukan seperti ini].
Saat dia melakukannya, suhu yang sudah rendah menjadi lebih rendah dan membekukan partikel air di udara dan Shidou membuat kristal berkilauan di sekitarnya.
Seolah keajaiban terjadi, Shidou kemudian membalikkan tangannya dari bawah ke atas untuk membuat bunga es. Dia mengulanginya 3 kali dan memberikan bunga transparan itu pai Ai Mai dan Mii.
“Terimalah ini, putriku”
“A-Apa ini!?”
“Luar biasa…………trik sulap?”
“Dingin! Ini beneran!?”
Ai Mai Mii menunjukkan ekspresi terkejut. Setelah melihatnya, Shidou tersenyum selagi melanjutkan perkataannya.
“Bunga-bunga itu mewakiliku. Saat musimnya berubah-----tidak, ini adalah bunga yang rapuh yang meleleh oleh suhu tangan manusia tapi, jika penampilan itu dapat memasuki matamu bahkan walau hanya sesaat, dan berbekas dalam benakmul; aku tidak menyesal”
Setelah Shidou membuat satu jarinya berdiri, dia *fuu* meniupnya. Setelah menampilkannya, kelopak bunga es berkibaran.
“-------Aku mengerti kalian tidak merasakan apapun padaku. Aku tidak akan memaksa kalian semua jadi milikku. Tapi, apa kalian akan memaafkanku jika aku terus melabuhkan perasaanku untuk Ai, Mai, Mii di dalam hatiku?”
Setelah Shidou mengatakannya dan mengeluarkan tangannya; wajah Ai Mai Mii menjadi lebih merah dan berteriak dengan kebingungan.
“U-uwaaaaaaaaaaaahhhnnnnn!”
“I-Ingat ini kau sialan!”
“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan tapi, itu sangat sombong!”
Mereka berlari selagi memegang bunga esnya.
Shidou tidak mengejar mereka dan merilekskan dadanya.
“Fufu………..wajah polosmu itu sangat lucu”
Dan dia mengangkat bahunya saat itu.
“-----Tunggu, apa yang baru saja aku katakan……….?”
Shidou menekan jidatnya secara refleks. Saat dia melihat Ai Mai Mii, dia merasa dia harus merayunya untuk beberapa alasan.
Lebih lagi, Shidou menggunakan kekuatan Roh dengan sangat natural. Kemampuan untuk mengendalikan dingin dengan satu jari. Ini kekuatan Yoshino-<Hermit>.
“Apa yang baru saja terjadi? Apa yang terjadi padaku………”
Tapi, saat Shidou menggerakkan ekspresinya.
“Oh, Itsuka-kun? Apa yang kau lakukan disini?”
Perempuan lain yang berbeda dari tadi memanggilnya dari depan, dan membuat kesadaran Shidou kembali ke sana lagi.
Saat dia menoleh, dia menemukan perempuan kecil berkacamata. Dia adalah wali kelas Shidou Okamine Tamae alias Tama-chan.
Entah karena dia melihatnya atau tidak; Ekspresi Shidou menjadi kesakitan selagi berlutut di depan Tama-chan.
“Sensei, tolong maafkan aku!”
“Heh!? A-Apa yang terjadi disini”
Tama-chan menunjukkan keterkejutan dirinya karena hal yang tiba-tiba terjadi. Shidou mengangkat wajahnya tanpa merusak posturnya yang terlihat seperti ksatria yang sedang melayani ratunya dan mulai tepat di mata Tama-chan selagi melanjutkannya.
“Aku………ketakutan. Walau aku bilang ingin menikahi Sensei sebelumnya, aku kemudian meragukan diriku sendiri apa aku bisa membantu Sensei saat waktunya tiba”
“I-Itsuka-kun………….”
“Tapi, akhirnya aku membulatkan tekadku. Aku akan membuat Sensei mengenakan gaun pernikahan saat berusia 20-an”
“Hauuwaa!”
Setelah Shidou mengatakannya dengan nada bersemangat, Tama-chan memutar tubuhnya selagi menekan dadanya seolah dia ditembak menembus dadanya.
“Be-benarkah, Itsuka-kun…………….!? Saat, 20-an……………..artinya aku hanya punya 3 bulan tersisa kau tahu!?”
“Bahkan jika pendaftaran keluarga tidak memungkinkan, aku harusnya bisa memberikanmu upacara pernikahan! Ayo kita selenggarakan upacaranya di gereja saat kita ada kesempatan, setelah kita daftar disana, ayo tampilkan sebelum di altar!”
“Apa itu, itu terdengar luar biasa!?”
Tama-chan menekan pipinya selagi berteriak. Shidou kemudian mengambil batu kecil dari semak belukar dan memberikannya pada Tama-chan.
“Sensei-----bukan, Tamae, terimalah cintaku”
“Eh? Ini……..? Ini hanya batu, kan?”
Tama-chan terlihat ragu dan mengintip batu di tangan Shidou.
Setelah Shidou mengangkat bibirnya, dia menutupinya dengan kedua tangannya dan meniupnya.
Setelah Shidou membuka matanya, benda yang tadinya hanya batu dari tepi jalan beberapa saat lalu, berubah menjadi kotak cincin yang indah.
“Kya! Ini………….”
Tama-chan membuka lebar matanya. Shidou perlahan membuka kotaknya dan menunjukkan cincin pertunangan perak di dalamnya.
Dan di saat yang sama, dia berteriak keras untuk memanggil orang yang lewat.
“Ayo semuanya; berikan berkat kalian pada Tamae.-----Baiklah, semuanya!”
“””……………!”””
Setelah dia melakukannya, orang asing yang tadinya hanya berjalan melewatinya, tiba-tiba mengangkat bahunya. Mereka kemudian melihat ke arah Shidou dan Tama-chan sebelum mulai bertepuk tangan.
“Selamat!”
“Kalian berdua cocok!”
“Uooooonn! Berbahagialah!”
“Eh? Eh?”
Tama-chan terlihat kebingungan dan melihat sekitar dengan panik.
Setelah Shidou melihatnya selagi mengangkat tangannya yang satu lagi tinggi-tinggi, dia menjentikkan jarinya. Saat dia melakukannya, cermin yang bercahaya muncul di atas kepala Shidou dan memancarkan cahaya ke sekitarnya.
Berikutnya, tas dan payung pejalan kaki berubah menjadi instrumen seperti trompet dan biola-------sebelum memulai melodi yang luar biasa.
Sebuah lagu yang diciptakan oleh Felix Mandelssohn [The Wedding March]. Itu adalah lagu yang semua orang harus dengan setidaknya sekali; lagu yang setiap perempuan dambakan.
Bahkan Tama-chan yang awalnya kebingungan, mungkin mengerti bahwa Shidou sepertinya menyewa flash mob. Ekspresinya perlahan berubah menjadi terpesona.
“Tamae-------maukah kau menikahiku?”
“………..Ya!”
Setelah Tama-chan mengangguk dengan tersipu malu, dia mulai mencari di tasnya setelah mengingat sesuatu.
“Hah………oh bodohnya aku, aku lupa membawa lembaran pendaftaran pernikahan……..! Tu-Tunggu aku Itsuka-k-----Bukan, SUAMIKU!”
Setelah Tama-chan mengatakannya, dia lupa untuk mengambil cincinnya dan lari.

Bagian 5
“Kuh…………Apanya yang [Musim dingin Jepang bukan masalah besar]. Ini jelas dingin”
Kepala eksekutif kedua DEM-Ellen Mathers, sedang berjalan di jalan kota Tenguu selagi tubuhnya sedikit bergemetar.
Dia perempuan dengan rambut pirang dan kulit pucat. Tubuhnya saat ini sedang ditutupi oleh mantel yang nyaman, dan topi Rusia yang terlihat hangat terpasang di kepalanya.
Saat dia ada di negeri asalnya di Inggris, anak buahnya memberitahunya [Musim dingin Jepang bukanlah masalah besar] jadi dia menurunkan kewaspadaannya tapi, sekarang dia memiliki waktu untuk berpikir, anak buah yang memberitahukannya itu lahir di Alaska. Bukan berarti dia menyalahkan ini pada anak buahnya tapi, Ellen memutuskan untuk membuat kegiatan latihan spesial untuknya saat dia kembali ke negeri asalnya.
Ellen adalah Wizard terkuat, dikenali oleh dirinya dan dunia. Bahkan tanpa perlengkapannya, memungkinkan untuknya menggunakan Realizer; dengan itu, dia dapat dengan mudahnya mengatur suhunya dengan mengeluarkan Teritori di sekitar tubuhnya.
Namun, bukan hal yang membanggakan untuk menggunakan Realizer selain di misi dan lebih lagi, kebanggaan terkuat Ellen tidak akan membiarkannya menggunakan Realizer untuk alasan seperti itu.
Ya. Dia terutama tidak bisa melakukannya di Tokyo. Dia masih bisa beralasan jika di Hokkaido atau daerah Tohoku tapi, kota ini berlokasi cukup ke selatan bahkan di wilayah Kanto, dan diberikan iklim yang hangat dan lembab dalam Klasifikasi Köppen-Geiger. Tidak mungkin Ellen M Mathers akan kalah pada dingin di tempat seperti ini.
“Ha……….Achoooo!”
Saat dia pikir hidungnya gatal, dia mengeluarkan bersin yang keras.
“Ukuh…………..”
Ellen menekan mulutnya dan melihat sekitar untuk memeriksa jika semuanya mendengar dorongan tubuhnya yang aneh.
Beruntungnya, sepertinya tidak ada satupun yang melihat ke arah Ellen. *Houu* dia menghela nafas sebelum berjalan lagi.
“………Aku tahu aku harus menyiapkan sesuatu di kafe perusahaan”
Dia kemudian bergumam dengan suara lembut.
Ya. Setelah menyelesaikan pekerjaa sorenya lebih awal, bersamaan dengan istirahatnya, Ellen ingin menikmati teh sore jadi dia pergi ke kafe di kota.
Bukan berarti dia membenci kafe untuk anggota staff perusahaan tapi…….kesukaan Ellen-kue Stroberi tidak tersedia di kafe DEM.
Ellen mengangkat wajahnya dan melihat ke langit. Langit tertutupi oleh awan tebal yang terlihat seperti segumpulan salju yang melayang.
“………kalau begini, benar-benar akan bersalju di tengah bulan”
Selagi agak mendekatkan kedua alisnya, dia menenggelamkan dirinya sendiri dalam pikirannya.
Jika salju mulai menumpuk, jalan yang mengarah ke kafe dari perusahaan mungkin akan menjadi lebih sulit. Sebelum itu terjadi, mungkin ide bagus untuk meminta kue Stroberi ditambahkan ke menu perusahaan.
Dan, setelah Ellen berjalan selagi berpikir begitu, sesuatu menyerang tubuhnya tiba-tiba. Rupanya, dia menabrak pejalan kaki di depannya karena dia tidak berhati-hati.
“Maaf. Aku tidak berhati---------“
Setelah Ellen melihat ke depan, dia menghentikan kalimatnya setelah sampai disana.
Alasannya mudah. Orang itu adalah seseorang yang dia kenal.
“………….Itsuka Shidou”
Ellen menajamkan pandangannya setelah memanggil nama lelaki itu.
Orang disana-murid SMA Itsuka Shidou adalah sasaran strategis lainnya seperti para Roh.
Untuk beberapa alasan, dia terlihat linglung dan tidak menggunakan sehelai mantel di bawah musim dingin. Penampilannya terlihat begitu lepas sampai dia merasa sedikit kedinginan hanya dengan melihatnya.
“Hn……..Kau”
Shidou menggerakkan pandangannya pada Ellen untuk merespon suaranya. Di saat yang sama, dia menyadari sedikit perubahan pada ekspresi Shidou. Harus dia gambarkan sebagai “Cahaya menerangi matanya” atau sebagai “mesin dalam mode hibernisasi aktif”, entah yang mana, kondisi linglungnya tadi menghilang dan sedang menatap Ellen.
“A-Apa?”
Setelah Ellen mengatakannya dengan berhati-hati, dia mengambil langkah mundur.
Namun, Shidou memegang tangan Ellen seolah dia tidak ingin melepaskannya.
Dia kemudian membisikkan sesuatu dengan membasahi matanya.
“Ellen----Aku sudah rindu bertemu denganmu”
“Huh……………..?”
Ellen mengeluarkan suara bodoh setelah mendengar perkataan tak terduga itu.
“Kau Wizard DEM. Kita keberadaan yang bertentangan. Aku tahu itu. Kau bahkan berkali-kali mencoba membunuhku. ----Tapi, tidak aturan yang mengatakan bahwa kita tidak bisa mengerti satu sama lain bahkan jika kita adalah musuh”
“………apa yang kau katakan?”
Walau Ellen membalas dengan tatapan ragu, Shidou meneruskan perkataan penuh semangatnya.
“Sejak terakhir kali aku bertemu denganmu, Ellen, kau tidak pernah meninggalkan pikiranku. Tolong, Ellen. Datanglah ke <Ratatoskr> denganku”
Dia kemudian mengatakannya selagi melihat ke mata Ellen.
Ellen bengong karena dia tidak bisa menggenggam situasinya untuk sesaat tapi, dia langsung mengetahuinya. Kemungkinan besar, dia berakting buruk untuk menarik Ellen- Wizard terkuat ke <Ratatoskr> dari DEM.
“Ini tidak lucu; lepaskan aku”
Setelah Ellen mengeluarkan kata-kata itu, dia mencoba melepaskan genggaman Shidou.
Tapi, setelah Shidou menuangkan lebih banyak kekuatannya, dia menarik tangan Ellen dan menggerakkan tangannya yang lain ke pinggul Ellen. Para pejalan kaki tertarik melihat mereka.
“A…………….”
Bahkan dia tidak berpikir dia akan sejauh ini. Wajah terlihat terkejut secara refleks.
“Aku tidak bercanda. Aku------padamu……………”
“………..Tidakkan kau pikir leluconmu itu berlebihan?”
Setelah Ellen menyela perkataan Shidou, dia perlahan mendekatkan alisnya dan memfokuskan kesadarannya.
Setelah Ellen melakukannya, Realizer yang tersembunyi di kantungnya menerima perintah dan aktif; sebuah teritori kecil dengan radius 2 meter dengan Ellen sebagai tengahnya.
Seperti namanya Teritori, itu adalah ruang yang dapat dengan bebasnya mengubah sifat ruangan oleh keinginan pengguna. Setelah Ellen *Fuun* menghela nafas, dia membayangkan tubuh Shidou yang tertekan di dalam kepalanya.
Dalam sekejap, gravitasi di dalam Teritori bertambah dan menyebabkan Shidou tenggelam ke tanah.
Tapi-------
“A------“
Ellen membuka lebar matanya dengan kebingungan.
Alasannya mudah. Shidou yang seharusnya jelas dalam jangkauan Ellen, masih memeluk Ellen seperti tadi, dan menatap Ellen dengan mata yang menarik.
“Mustahil”
Untuk sesaat Ellen berpikir bahwa Realizernya rusak. Tapi-----dia salah. Dia jelas merasa Teritorinya tersebar dan lebih penting lagi, lengan baju Shidou agak gemetar seolah tertarik dengan kekuatan yang kuat. Bahkan retakan kecil dan suara retakan dapat terdengar dari tempat Shidou menginjakkan kaki.
Ya. Walaupun Shidou menerima efek Teritori, dia masih memeluk tubuh Ellen tanpa mengubah ekspresinya.
Itu jelas situasi yang aneh.
Tentu saja, dia tidak merasa apa-apa. Kepadatan Teritori Ellen adalah yang nomor 1 di dunia. Jika itu adalah sesuatu yang serius digunakan pada tubuh manusia, tubuh target akan langsung tertekan dan menjadi sekantung darah.
Tapi walau begitu, Teritori yang disebar oleh Ellen, jelas bukan sesuatu yang murid SMA biasa bisa tangani. Sebenarnya, saat Ellen menyelinap ke rumah Itsuka, Shidou tidak bergerak dengan level pengekangan ini.
Lalu kenapa--------
Saat Ellen heran kenapa, Shidou mengambil langkah ke depan selagi memegangi pinggul Ellen sebelu *Kui* mengangkat dagu Ellen sebelum sepenuhnya menyudutkannya.
“Ellen………Tolong mengerti. Aku mencintaimu”
“…………Uh!”
Setelah Ellen mengerutkan keningnya, dia meningkatkan kekuatan Teritori, meningkatkan kemampuan fisiknya dan menangkis tangan Shidou dengan memutar tubuhnya.
“Wow”
“Fuu-------“
Dia kemudian meluncurkan serangan telapak tangan pada kepala Shidou dengan momentum itu.
Itu adalah serangan yang disempurnakan oleh Teritori. Lupakan menangkis, mungkin sulit untuk melihat bahkan dengan refleks orang biasa.
Tapi, setelah Shidou dengan mudahnya menangkis serangan itu, dia mengulurkan lagi tangannya ke tubuh Ellen.
“Jangan memandang rendah padaku………!”
Dia menangkis tangan Shidou dengan ujung telapak tangannya dan meluncurkan tendangan ke arah perutnya. Tapi walau itu berakhir meleset dengan Shidou memutar tubuhnya di saat-saat terakhir.
Shidou menghindar, menahan dan menangani serangan Ellen; selagi Ellen menolak Shidou mendekat. Setelah beberapa detik, muncul serangan secepat kilat. Para pejalan kaki berhenti dan terpesona setelah melihat satu adegan yang akan muncul di film laga.
“Kuh-----“
Walau Ellen tidak mengenakan peralatannya, dia bahkan tidak bisa membayangkan bahwa ada manusia yang bisa mengimbangi pertarungan tinjunya dengan Ellen yang menggunakan Teritori. Setelah Ellen menggertakkan giginya dengan benci, dia mengambil topi Rusia yang dia pakai di kepalanya dan melemparnya ke wajah Shidou dengan segenap kekuatannya.
“-----------woah”
Tentu saja, Shidou mundur dan dengan mudahnya menghindarinya.
Tapi, tindakan itu termasuk dalam rencananya. Yang dia perlukan adalah sesuatu untuk menutupi pandangan Shidou walau hanya sekejap.
“Ha!”
Ellen meluncurkan tendangan memutar tajam dari titik buta Shidou.
Itu dilancarkan dengan waktu yang tepat. Di saat berikutnya, dia akan dapat mendengar erangan Shidou.
Namun.
“Eh………?”
Ellen melebarkan matanya secara tidak sengaja. Saat Ellen berpikir tendangannya mengenai Shidou, tubuh Shidou menghilang seperti cahaya.
Dan setelah sesaat, Shidou muncul di posisi yang dekat dengan Ellen yang kehilangan keseimbangannya setelah tendangannya dihindari.
“A-------“
“Jangan menyebabkan masalah untukku, Ellen”
Setelah Shidou mengatakannya dengan manis, dia mengembalikan topi Rusia yang dia pakai sebelum dia menyadarinya, kembali ke kepala Ellen sebelum menggerakkan tangannya ke sekitar kaki Ellen untuk mengangkat tubuhnya. Pada dasarnya, dia terlihat seperti diberi gendongan putri.
“Hyaaa!?”
Ellen mengeluarkan suara bernada tinggi karena hal yang tiba-tiba terjadi. Shidou tersenyum lembut penuh kasih sayang bahkan setelah direspon seperti itu.
“A….Apa yang kau lakukan”
Setelah Ellen menajamkan pandangannya untuk mendapatkan kesadarannya, dia mengeluarkan Teritori untuk mendorong Shidou. Tapi seperti yang baru saja terjadi, hanya seragamnya yang mengepak dan tubuh Shidou sama sekali tidak terpengaruh.
Jika dia mengenakan perlengkapannya, dia akan dapat mengeluarkan Teritori yang kuat dibanding dengan yang sekarang tapi, bukan ide bagus untuk menggunakan peralatan darurat dengan banyak orang melihat. Namun, agar memecah situasi ini-------
Saat Ellen ragu-ragu, Shidou memajukan bibirnya.
“-------Anak nakal butuh hukuman”
Setelah mengatakannya, dia perlahan mendekatkan bibirnya pada bibir Ellen.
“HUH……….!?”
Ellen tersentak setelah menebak tujuan Shidou.
“Eh, errr, tunggu…………….Sialan!”
Matanya berenang-renang dalam kebingungan dan dia menggerakkan tangan dan kakinya agar bisa kabur dari Shidou. Tapi, kekuatan Shidou sangat kuat membuatnya tidak dapat mengayun dengan bebas. Walau dia mencoba menambahkan kekuatan Teritori, pikirannya sedang kacau sampai dia tidak berkonsentrasi.
“Be-berhenti, aku---------“
“----Ellen”
Ellen mengangkat bahunya selagi menutup matanya saat namanya dipanggil dalam jarak dimana nafasnya dapat terasa.
Berikutnya, perasaan lembut muncul di jidat Ellen.
“……………..heh?”
Saat dia membuka matanya dengan takut, Ellen perlahan diturunkan ke tanah. Shidou melambaikan tangannya padanya.
“Hari ini aku sampai disini saja. Aku tidak tertarik untuk memaksa seorang perempuan. -----Sampai jumpa lagi. Ellenku yang imut”
Setelah meninggalkannya, Shidou pergi dengan acuh tak acuh.
“…………….”
Ellen duduk di tanah dengan bengong untuk sesaat tapi, wajahnya langsung memerah.
Dia kemudian menyeka jidatnya dengan lengan mantelnya sebelum mengepalkan tinjunya dan mengeluarkan suaranya dengan benci.
“Itsuka…………..Shidou, aku tidak akan pernah………melupakan penghinaan ini……..!”
Setelah Ellen mengatakannya dengan berlinang air mata, dia kembali ke bangunan perusahaan selagi kabur dari mata publik.

Bagian 6
“Shidou! Shidou! Dimana kamu!”
Tohka dan Roh yang lain berlarian dan berteriak di kota.
Pejalan kaki yang berjalan di dekat mereka melihat mereka dengan penasaran tapi, mereka tidak memedulikannya dan terus berteriak.
Sekitar 1 jam telah berlalu sejak pencarian dimulai. Pertama semuanya mencari di sekitar fasilitas bawah tanah <Ratatoskr> tapi, mereka menemukan jejak Shidou pergi ke luar; mereka kemudian pindah ke darat dan mencarinya disana.
“Muu…………Shidou, kemana dia pergi dengan kondisi seperti itu?”
“Mungkin……..tidak mungkin dia pingsan di suatu tempat kan……….?”
Setelah Tohka mengatakannya, Yoshino membalas selagi alisnya membentuk . Memang benar bahwa, mereka tidak bisa menghilangkan kondisi tubuh Shidou. Tohka menoleh ke Kotori dengan wajah khawatir.
Saat dia melakukannya, Kotori “Aku mengerti” mengangguk.
“Dengan kemungkinan itu untuk jaga-jaga, kita masuk ke rumah sakit terdekat untuk mencarinya. Reine akan menghubungi kita saat seseorang masuk sebagai kasus darurat dan terlihat seperti Shidou”
Dan saat Kotori mengatakannya, panggilan datang dari Incam di saat yang tepat.
“…………semuanya, kalian bisa mendengarku?”
Suara mengantuk Reine menggetarkan telinga kanannya. Semuanya, meletakkan tangan mereka di Incam untuk mencegah kehilangan informasi.
“Reine, ada apa?”
“………….Ya, aku menemukan Shin”
“! Benarkah!? Dimana dia? Apa dia pingsan dan dibawa ke rumah sakit seperti yang kuduga…….!?”
Setelah Kotori berteriak, Reine menggetarkan tenggorokannya yang bersuara seperti erangan.
“……..Tidak, sepertinya dia tidak pingsan. Lupakan itu-----“
“………..Lupakan apa?”
Wajah Natsumi menjadi ragu selagi menekan Incam setelah mendengar kalimat tersandung Reine.
“……….Lebih cepat jika kau lihat sendiri. Bagaimanapun, pergilah kesana, dia ada di jalan utama di distrik 3”
Setelah meninggalkannya, panggilannya berakhir. Natsumi memanyunkan bibirnya karena tidak puas.
“A-Apa-apaan itu, meninggalkan kalimat mengkhawatirkan seperti itu…”
“Tapi, berita bagusnya kita tahu tempatnya. Ayo kita kesana sekarang!”
Semuanya mengangguk. Tohka menendang tanah dan lari bergegas.
“Oke, ayo pergi! Ayo pergi ke Shidou!”
Tapi langsung saja, Kotori memanggilnya dari belakang.
“Tohka! Salah jalan! Distrik 3 lewat sini!”
“Mu! Oooh, oh iya!”
Setelah Tohka berteriak, tanpa mengurangi kecepatannya, dia menampilkan belokan yang indah dengan memutar ke samping dengan cekatan seolah menampilkan langkah dansa dan mengejar yang lain.
Dia menuju ke jalan dengan Yoshino yang tersenyum kecut, sedangkan yang lain hanya mengangkat bahunya------segera, mereka keluar ke jalan terbuka.
“Dia bilang jalan utama distrik 3 jadi harusnya di sekitar sini………”
“Aku penasaran dimana darling”
“……….! Se-semuanya, disana………..!”
Saat semuanya melihat sekitar dengan gelisah, Yoshino tiba-tiba berteriak dan menunjuk ke ujung jalan.
Semua Roh menarik perhatian mereka ke sana. Dan, mereka semua tersentak di saat yang sama.
Tapi itu normal. Itu karena, hanya ada satu tempat yang hujan salju yang lebih cepat dan permukaannya tertutupi dengan warna putih.
Tidak, bukan hanya itu. Saat mereka berpikir jatuhan es mengkilau dari udara kosong bersamaan dengan salju, ada beberapa lilin es yang indah berdiri di sisi jalan yang lebar.
Berikutnya, lilin yang berdiri mulai dari belakang jalan, *Bo**Bo* mulai menyala secara sistematis dan menarik bunga ajaib di jalan.
“I-Ini……..”
Saat Tohka terkejut karena adegan yang misterius, seorang pemuda dengan santainya berjalan di tengah jalan seolah dia pemiliki tempat itu.
Dia memakai seragam SMA Raizen dan berwajah netral.
---Tidak salah lagi. Itu Itsuka Shidou, orang yang mereka cari-cari. Dia tidak sempoyongan lagi seperti tadi dan wajahnya tidak terlihat sakit.
“Shi-Shidou………..?”
Dengan kesulitan, kedua alis Tohka mendekat. Setelah dia melakukannya, seolah meresponnya, pejalan kaki di sekitar mereka mulai menepuk tangan mereka. Waaaa, mereka bersorak dengan keras. ----seolah mereka menyambut kedatangan Shidou.
“Guh, dasar lancang. Apa-apaan gaya masuk itu. Itu terlihat keren”
“Menunjukkan. Kaguya, bukan itu masalahnya disini”
Yuzuru memberitahu Kaguya yang menggertakkan giginya dengan menyesal. Tapi di dalam percakapan yang santai itu, tangan Kotori bergetar karena terkejut.
“Ini……tidak mungkin, kekuatanku dan Yoshino-----juga, apa orang-orang di sekitar kita mematuhinya karena kekuatan Miku?”
Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Shidou. Tapi, dinilai dari reaksi Kotori, dia dapat membayangkan bahwa situasi ini bukanlah sesuatu yang layak diterima. Tohka melompat keluar ke Shidou dan berteriak keras.
“Shidou!”
“--------Hn?”
Shidou kemudian menoleh ke sana seolah dia akhirnya menyadari mereka sebelum perlahan berjalan ke sana.
“Aah, itu Tohka. Juga semuanya. Ada apa? Kalian terlihat sedang tergesa-gesa”
Shidou mengatakannya dengan nada lembutnya yang biasa. Setidaknya, tidak ada yang akan percaya jika mereka bilang bahwa pemuda ini pingsan karena sakit siang tadi.
Tapi, mereka sudah menerima penjelasan tentang kondisi Shidou dari Reine dan Kotori jadi, mereka sudah tahu keadaan aneh ini. Tapi lebih penting lagi, adegan aneh yang ada di depan mata mereka akan sangat mendukung penjelasan mereka.
Kotori mengikuti Tohka dan mengeluarkan suara tertutup yang gelisah.
“Jangan berikan aku “Ada apa”! Apa yang kau pikirkan; pergi dari rumah sakit dengan kondisi seperti itu!?”
“Aah……….maaf. Aku membuat khawatir kalian semua.-----tapi, tak apa. Tubuhku baik-baik saja. Lupakan itu, aku merasa penuh dengan kekuatan”
Setelah mengatakannya, Shidou mendirikan satu jari, dan meniup ujung jarinya. Saat dia melakukannya, muncul api dan berayun-ayun sebelum menghilang.
“Shidou, kau………….”
“Haha, luar biasa, kan? Aku bisa melakukan ini sekarang. Dengan ini, aku akan dapat bertarung dengan semuanya. Semua akan menempuh bahaya tidak akan-------“
“Shidou!”
Kotori berteriak keras dan Shidou menghentikan perkataannya.
“Tolong. Tenang dan dengarkan.-----Saat ini, celah di antara kita mengecil, kau dalam kondisi bahaya. Jadi tolong. Dengar apa yang akan kukatakan, oke?”
“Situasi berbahaya? Bagaimana cara kau akan menyembuhkanku?”
“Itu…………….”
“Kita akan memberikanmu ciuman yang panas dan bergairah”
Miku membengkokkan bibirnya dan menyela perkataan Kotori. Setelah itu, Shidou membuka lebar matanya untuk sekejap sebelum tersenyum berani.
“Benarkah? Bukannya itu hanya kebohongan yang dibuat Kotori untuk menciumku?”
Selagi mengatakannya, Shidou mengangkat dagu Kotori dengan gerakan tangan yang mempesona. Wajah Kotori memerah.
“A………!? Lelucon macam apa itu. Sekarang bukan waktunya-----“
“””””Ah~~”””””
Kaguya, Yuzuru, Miku, Natsumi, dan Origami mengangguk setuju.
“Tunggu, apa maksudnya [Ah~] kalian itu!?”
Setelah Kotori berteriak, wajah Shidou menjadi bahagia selagi memutar tubuhnya.
“Cuman bercanda. Tidak mungkin adikku yang imut ini akan berbohong untuk mendapatkan keuntungannya sendiri”
“…………uh, kau………..!”
Alis Kotori mendekat selagi wajahnya memerah. Shidou *Fumu* meletakkan tangannya pada dagunya.

“Tapi, agak menyesal juga untuk kehilangan semua kekuatan yang telah kudapatkan, lebih penting lagi, rasanya sia-sia untuk mencium semuanya dengan rasa semacam kerja. Karena kita punya kesempatan seperti ini, kenapa kita tidak membuat kenangan yang indah”
Setelah mengatakannya, Shidou mengedip pada mereka. Keringat bercucuran dari pipi Tohka saat dia melihat adegan yang tidak biasa ini.
“…………apa kau memang merasa sakit, Shidou?”
“Tidak mungkin. Aku sangat baik, Tohkaku sayang”
“M-Muu………..”
Dia masih berpikir sesuatu terasa aneh. Wajah Tohka menjadi cemberut seolah dia kebingungan.
Namun, Shidou mengabaikannya dan melanjutkan.
“Dengan begitu,     bagaimana kalau kita melakukannya? Semuanya akan mencoba menciumku tepat jam 12 tengah malam hari ini”
“12 tengah malam……………..?”
“---Bukankah sihir akan menghilang pada tengah malam?”
“………………………”
Kotori mulai berkeringat setelah dia melihat Shidou mengatakan hal memalukan seperti itu tanpa pura-pura. Namun, Shidou tidak menunjukkan tanda peduli dan melanjutkan.
“Tapi, dengan satu kondisi”
Shidou mendirikan jari telunjuknya.
Dan------memberitahu mereka sarannya.

“Sampai sekarang, aku sudah membuat semuanya jatuh padaku untuk menyegel Reiryoku mereka.------Dalam hal itu, sekarang waktunya semuanya membuatku jatuh pada kalian”

Para Roh membuka lebar matanya setelah mendengar perkataan Shidou.
“A…………….”
“Mu…………….?”
“Membuatmu jatuh pada kita……begitu?”
Shidou [aah] setuju pada respon semuanya.
“Yah, lebih tepat lagi, aku sudah mencintai semuanya jadi, [Membuatku jatuh pada kalian] mungkin bukan kata yang tepat-----“
Shidou mengangkat bahunya selagi tersenyum kecut dan melanjutkan.
“Aku tidak peduli cara apa yang kalian pakai. Yang harus kalian lakukan hanyalah membuatku jantungku berdebar-debar. Cara yang membuatku sulit untuk menolak dicium oleh semuanya”
Setelah mengatakannya, Shidou menaikkan jari telunjuk dan jempolnya sebelum [Bang!] membuat gerakan seolah dia menembak hati para perempuan.
Para Roh tercengang pada saran Shidou tapi-----langsung saja, Kotori berteriak dengan marah.
“Bukankah kau mendengarku!? Kita kehabisan waktu! Kita tidak bebas melakukannya!”
“Haha, aku pikir ini baik-baik saja kau tahu. Hidup itu singkat. Jadi mari kita bersenang-senang”
“Fuu………….Jangan main-main denganku!”
Setelah Kotori berteriak, dia mengulurkan tangannya.
“Kaguya! Yuzuru! Pegang Shidou! Kita akan menggunakan cara paksaan jika sudah seperti ini!”
“Kukuh, kau gugup untuk mencoba menggunakanku, Kotori. Tapi, aku salut padamu untuk memilih si cepat Yamai untuk situasi ini!”
“Tangkap. Shidou, persiapkan dirimu”
Bersamaan dengan perintah Kotori, Kaguya dan Yuzuru menendang tanah dan mereka berdua menahan tangan Shidou dengan erat.
“Oi oi, bukannya ini melawan cara <Ratatoskr>?”
“Diam! Itu karena kau tidak mau mendengar! Juga------“
Kotori berjalan dengan berat ke arah Shidou selagi berteriak dengan nada putus asa.
“Shidou, kau mencintaiku, kan!? Kalau begitu tidak ada masalah!”
Shidou terkejut tuk sesaat setelah mendengar perkataan Kotori sebelum merilekskan pipinya.
“Hahaha……….begitu. Itu benar. Aku mencintaimu Kotori”
“…………uh”
Wajah Kotori memerah. Mungkin karena mereka melihatnya, Kaguya dan Yuzuru yang menahan Shidou, tersenyum kecut.
“Dia menjadi malu padahal dia yang mengatakannya……….”
“Tersipu malu. Entah kenapa, aku merasa malu melihatnya untuk beberapa alasan”
“Di-diam! Bagaimanapun, aku yang pertama akan mengakhirinya!”
Kotori mengatakannya sebelum menghentikan kakinya, dan meletakkan kedua tangannya pada dada Shidou. Dia kemudian mendekatkan bibirnya dengan gugup.
“Fuuuun………….”
Dan. Saat Shidou tersenyum iseng, saat berikutnya, tubuhnya mulai bersinar.
“A--------“
“----Apa kau tetap akan lanjut dengan ini?”
Setelah cahayanya mulai habis, suara yang mengatakannya bukanlah milik Shidou.
Tidak, sebenarnya itu sedikit berbeda. Mereka pernah mendengar suara itu sebelumnya.
“Ka-Kau………….”
“----------Shiori”
Origami diam-diam menyebut nama perempuan yang muncul disana.
Ya. Tempat Shidou berada tadi, ada keberadaan perempuan disana. Walau wajahnya tidak terlalu berbeda dengan Shidou, rambutnya panjang dan mengenakan seragam perempuan.
Namanya Itsuka Shiori. Itu bentuk Shidou saat dia cross-dress lalu.
Tidak------bukan hanya itu. Di mata Tohka, dia tidak dapat melihat Shiori disana dan Shiori yang dia lihat terakhir kali, merupakan keberadaan yang sama.
Apa alasannya? Atmosfir dari Shiori yang di depan itu berbeda. Tubuhnya lebih bulat atau pahanya menyembul keluar dari ujung roknya yang secara aneh terlihat lembut-----
Saat Tohka berpikir seperti itu, wajah Kotori penuh dengan kejutan.
“Cross-dressing dalam sekejap……tidak, kekuatan ini, kekuatan berubah Natsumi…..!?”
“Benar. Tapi, hanya 50%”
“….! Ti-tidak mungkin----“
Kotori mengangkat bahunya sebelum menggunakan tangan kanannya untuk menggenggam bak elang pada dada Shiori.
“Yaaan”
“Hii…………!?”
Setelah Shiori mengeluarkan suara yang erotis, Kotori tersentak dan mengambil langkah mundur.
“Pe-perasaan ini………..”
“Yap. Ini milikku”
“Gyaaaa!?”
Selagi seluruh tubuhnya bergetar, Kotori berteriak keras. Shiori tersenyum lebar karena dia berpikir itu lucu dan tidak dapat menahannya.
“Fufu, itu tidak bagus Kotori. Itu karena kau memaksaku berciuman makanya ini terjadi”
“Ta-tapi walau begitu, kenapa kau…..!”
“Jadi, apa yang akan kau lakukan? Celahnya akan terus melebar bahkan jika kau melakukannya seperti ini, kan?”
Setelah mengatakannya, Shori tersenyum berani. Kotori [Uu……..] meragukan perkataannya untuk sesaat dan langsung mengepalkan tinjunya sebelum berteriak.
“Ja-jangan lihat--------“
“Kyaaa!”
Tapi. Di tengah perkataan Kotori, suara genit bernada tinggi datang dari belakang.-----itu adalah Miku.
“Eh, eh, mungkinkah ini benar mode perempuan!? Apa ini benar terjadi!? Ya! Aku tak apa dengan ini! Ayo berciuman sekarang!”
“Ahaha……..sekarang aku memikirkannya, Miku ada disini. Ini mungkin gerakan yang jelek?”
Shiori tersenyum kecut selagi dia menggaruk pipinya. Miku menggelengkan kepalanya.
“Tidaaaak! Malahan, ini kerja bagus! A-Aku akan bekerja keraaaaaaaaaaaaasss!”
Miku berteriak dan melompat kea rah Shiori dengan gestur seolah dia melompat ke dalam kolam.
Namun, Shiori *fuu* menggerakkan wajahnya dan menjentikkan jarinya.
Berikutnya, sebuah cermin bercahaya muncul di tangan Shiori dan menutupi sekitarnya dengan cahaya yang menyilaukan.
“Eh-------!?”
“Kuh……………!”
Tohka menutupi matanya karena silau.
“A-Apa ini? Apa yang terjadi…………..?”
Setelah beberapa detik, Tohka berkedip beberapa saat sebelum melihat sekitar.
Dia kemudian------membuka lebar matanya karena pemandangan yang tidak biasa.
“A!?”
Namun, normal baginya bereaksi seperti itu. Itu karena------para Roh yang berkumpul disana berubah menjadi Shiori.
“A-Ada banyak Shiori!?”
“Terjekut. Apa ini”
“Eh, A-Aku juga….!?”
Semuanya mungkin menyadari situasi aneh ini. Mereka semua menunjukkan kebingungan mereka. Yah, hanya ada satu orang [Kyaaaaa! Surgaaaaaa!] berteriak penuh energi.
Tohka melihat ke dirinya sendiri dan tersentak. Dia tidak dapat memastikan wajahnya tapi, baju dan rambutnya berubah persis seperti Shiori.
Lebih lagi, bukan hanya itu. Sekitar mereka *Dododo*……..tepat saat dia mendengar semacam gempa bumi, sekumpulan besar Shiori berlarian ke arah mereka.
“Ouuuu!”
“Semuanya!”
“Biarkan aku bergabung juga!”
“A……….!?”
Tohka mengangkat bahunya saat dia melihat pemandangan yang tak terduga. Sepertinya, para pejalan kaki disekitar juga berubah menjadi Shiori. Lebih lagi, mereka mematuhi Shiori berat [Suaranya]. Seolah menutupi Shiori yang asli, mereka berkumpul di satu tempat.
“Kuhh……….enyahlah!”
Walau dia menggunakan kekuatan Natsumi, Tohka cukup percaya diri menemukan yang asli jika dia mencari dengan teliti. Tapi, dalam jumlah yang banyak. Ada situasi permainan anak berkelompok jadi, dia tidak dapat melakukannya. Dalam situasi yang mengenali semuanya itu mustahil, mereka kehilangan pandangan pada Shiori yang asli.
“Se-semuanya, baik-baik saja!?”
“Y-ya…….entah bagaimana………”
“Balas. Tapi, dimana yang asli-----“
Dan saat Yuzuru (Terduga Shiori) mengatakannya.
Angin berayun, dan satu manusia terbang ke langit dari sekumpulan Shiori.
“Itu………..!”
“Shidou!”
Setelah melihat figur itu, Tohka berteriak.
Ya. Itu Shidou yang asli yang kembali ke bentuk pria yang terbang ke langit dengan menaiki [Angin].
“Haha, maaf semuanya. Tapi, aku tidak bohong saat aku bilang akan menciummu jika kau membuat jantungku berdebar”
Shidou *Nii* mengangkat bagian pinggir bibirnya.
“-----Kalau begitu, majulah dan buat aku jatuh pada kalian semua”
Setelah meninggalkan kata-kata itu---Shidou menghilang ke langit.

Date A Live Jilid 12 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.