20 November 2016

Samayou Shinki no Duelist Jilid 2 Pendahuluan & Prolog LN Bahasa Indonesia


PENDAHULUAN
Seorang anak laki-laki yang sejak dulu digunakan sebagai alat untuk melakukan pembunuhan.
Pertama kali dia tersenyum ialah sekitar satu bulan setelah pertama kali kami bertemu.
Kami berdua baru saja sampai di dunia ini, kami berusaha untuk memperoleh pemahaman lebih mengenai labirin – Gerbang Besar. Untuk itu, kami menyembunyikan identitas kami dan terus berkelana.
Suatu hari, kami mendapati seorang  petualang, diserang oleh Void Beast, yang kami selamatkan. Dia berterima kasih kepada kami, dan bersamaan aku melihat dia berlalu, aku menoleh ke belakang untuk melihat sisi bibir anak laki-laki itu telah sedikit melengkung.
“... Kau baru saja tersenyum!”
“...”
Senyum tersebut menghilang, dan dia menatapku kebingungan.
“ Kurasa kau tidak menyadari hal itu, huh? Baiklah kalau begitu, apa yang baru saja kau rasakan disini—“
Aku menepuk dadanya.
“ Itu adalah kecambah”
“Kecambah?”
“Ya, kecambah perasaan. Kau perlu untuk memeliharanya dan membantunya tumbuh.”
“Tumbuh?”
Dia bahkan terlihat lebih pusing  dari pada dirinya beberapa saat yang lalu.
Ekspresinya sangat menggemaskan dan aku tertawa dengan keras.
Sejak hari itu, kami mengakhiri banyak Void Beast, menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya dalam prosesnya. Orang-orang memberi nama “Raja Pedang Salju “, dan dia adalah pahlawan yang dihormati.
Itu adalah moment dimana semuanya bermula, ketika sebuah “alat” mengambil langkah pertamanya untuk menjadi “manusia”.
Sejak waktu itu berlalu, kami berdua terus maju, bersama. Tak terbatas, sebagai mana kami terikat oleh rantai waktu, kami sangat percaya hari-hari bahagia yang diberkahi itu tak akan berakhir.
Betapa bodohnya kami.




PROLOG
“Baiklah, kerja ya kerja,”  si pemuda kulit hitam - Jahar – berkata dengan senyuman. “ – Hanya itu, sejujurnya, ini adalah sedikit dari rasa sakit, kau tahu?”
Di dalam kuil Shinki, di dalam bagian yang terputus dari seluruh dunia, adalah ruang takhta.
Sekarang, ruang ini dikuasai oleh tiga orang, sang master dari ruangan ini dan pelayannya, demikian juga sebagai pengunjung, Jahar.
"Di saat hadiahnya sudah pasti besar, maukah kau berbagi pikiran denganku 'alasan ini harus dilakukan', O’ Shinki yang menaburkan bintang-bintang?”
“Alasannya? ‘Karena itu dibutuhkan’ – apakah alasan itu tidak cukup bagus bagimu?”
“Dibutuhkan menurut siapa?”
“Dunia”
“...Jelaskan”
“Tidak perlu bagimu untuk tahu lebih dari pada itu, Duelist bulan,” si gadis menjawab dengan tenang sambil duduk di takhta.
Dia terlihat berusia sekitar lima belas tahun dan membual semacam keindahan formal, demikian juga hasrat keinginan angkuh.
“Kedua hadiah dan tugas itu sendiri bermanfaat untuk mastermu, sang ‘Shinki dimahkotai bulan’. Kau tidak lebih dari seekor binatang peliharaan – untuk menyindirmu bahwa ada lebih banyak keinginan baik ku dibanding munculnya arogansi.”
“Beruntungnya jika memiliki hal seperti itu, aku jadi seperti sesuatu dari anjing liar yang senang menggigit orang. Adat dan apa yang kau punya – aku tidak pernah terganggu dengan hal tersebut.”
Nada ringan Jahar terlihat aneh mengingat nada yang sedang menghina Shinki – jika dia tidak juga menarik claymore merah besarnya dari pundaknya. Suasananya dengancepat menjadi tegang—
“Aku berharap bahwa komentar tentang menggigit hanya sebuah analogis, tuan Jahar, karena jika kau serius mencoba apapun seperti itu, aku harus memberi respon setimpal.”
Kata-kata itu bercampur dengan tawa yang membosankan.
Di samping “Shinki yang menaburkan bintang-bintang,” Elfiride, berdiri tegak seorang pemuda. Sekilas mengungkapkan dia tidak bersenjata, dan tidak sedikitpun hawa haus darah dapat dirasakan darinya.
“Bagaimanapun, akan cukup bermasalah jika kau merespon serius apa yang tuan Elfrida katakan. Cara dia berbicara agak menggigit; tak ada sesuatu yang benar-benar salah dari kepribadiannya. Meskipun jika apa yang dia katakan membuatmu marah, jangan masukkan itu ke hati.”
“Benarkah itu? Kau lihat, masalahnya adalah bahwa aku adalah tipe orang yang memasukkan semuanya ke hati; aku cukup menyukai dari hati ke hati, kau tahu? Jika kau memintaku, bahwa cara melakukan berbagai hal itu sedikit lebih mudah padaku.”
“Itu justru membuat berbagai hal menjadi sedikit lebih sulit untukku, Duelist dari bulan. - - Juga, Kai – tutup mulutmu.”
“Sebagaimana perkataanmu, permintaan maafku,” pria itu berkata dengan senyuman.
“Jika kau setuju dengan permintaanku, lalu kau akan cukup dihargai dengan uang atau Reliquia sesuai dengan preferensimu. Terlebih lagi, aku akan menolongmu dalam memulihkan sumpah legiun bulan, yang kali ini, akan mengizinkanmu untuk mengumpulkan energi ilahi sekali lagi. Apa yang kau katakan? Maukah kau menolong?”
Elfriede tersenyum.
Aku ingin, tapi aku harus bertanya – apa yang kau peroleh dari semua ini?”
Aku lebih memilih untuk mencegah konfrontasi langsung dengan Shinki lainnya bagaimanapun juga. Dalam artian sebuah aliansi akan lebih bermanfaat. – dalam peristiwa apapun, selesaikan tugas yang telah aku tetapkan sebelum kau menguntungkan dirimu lebih dari pada siapapun juga.”
“...Masalahnya adalah Shinki-ku. Aku tidak bisa melihat dia terus seperti ini, dan meyakinkan dia adalah sebuah masalah.”
“Itu bukan urusanku, benar kan? Jika sekarang kau menolak, lalu hubungan kita berakhir di sini. Lupakan hadiahnya, posisimu akan menjadi salah satu posisi yang berbahaya.”
“...”

Di lain pihak, jika kau melakukan hal ini, lalu aku akan terus melindungi dirimu dan Shinki-mu, meskipun harus dikatakan bahwa kita akan menjadi musuh cepat atau lambat. – Sekarang, pertimbangkan ini : apakah kalian berdua benar-benar memiliki peluang untuk menurunkanku?
Ekspresi Elfriede mengungkapkan ekspresi percaya diri salah satu pantas memegang semua kartu.
“Sejujurnya...tidak”
Jahar mengangkat bahu.
Meskipun dia tidak senang untuk mengakuinya, fakta dari masalah ini bahwa kata-katanya tak terbantahkan.
“Kau jauh lebih cocok untuk perjuangan mencapai kemenangan dari pada Kaya-chan. Jika  kita bermitra bersama, kemudian kesempatanku akan jauh lebih baik.”
Jika kau pernah merasa ingin meninggalkan bayi cengeng itu dan bergabung ke sisi ini, aku akan senang untuk menyambutmu. Kekuatan Duelist harus diapresiasi.”
“Lalu bagaimana denganku...?” Kai bertanya dengan senyum kaku.
Elfriede menatap Duelistnya melalui mata sinis.
“Sayangnya, Duelist tidak bisa bertukar tempat. Hanya terfokus untuk melindungiku, Kai; aku tahu lebih baik dibandingkan berharap apapun darimu."
“Baik, baik. Aku mengerti,” dia membalas.
“Ketika hal itu datang, kau harus memberiku beberapa waktu untuk berpikir.”
Jahar membalikkan rambutnya ke belakang sesuai dengan yang dibicarakannya.
Meskipun begitu, aku akan mengambil pekerjaan ini. Minat kami bertepatan kali ini, setelah semuanya.”
“Benarkah itu? Kalau begitu aku akan meninggalkannya untukmu. – ulangi permintaan kami secara penuh sekali lagi, jika kau mau, Kai.”
“Baiklah. Menurut informasi yang dibagikan oleh ‘Shinki dimahkotai bulan’ dan Duelistnya, mantan Duelist yang diketahui sebagai ‘Raja Pedang Salju’ yang juga Shinki keenam, dari sumber tidak pasti, sekarang tinggal di sebuah kota. Berkenaan dengan pihak tersebut, ‘Shinki yang menaburkan bintang-bintang’ meminta ‘Shinki dimahkotai bulan’ berikut.”
Kai menunda beberapa detik sebelum melanjutkan.
“Kau akan mengeksekusi Yuuki Takamigahara dan Albertina bagaimanapun juga”.

Samayou Shinki no Duelist Jilid 2 Pendahuluan & Prolog LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.