15 November 2016

Only Sense Online Jilid 3 Epilogue LN Bahasa Indonesia


GEL PEKERJA DAN AULA GUILD
Beberapa saat setelah dengan aman menyelesaikan quest dan mendapatkan Guild Emblem, kami menyerahkannya pada Cloude dan kami membagi rata hadiahnya di antara kami bertiga.
Myu menggunakan uang hadiahnya untuk memperbaiki equipment yang rusak saat pertempuran dengan bos dan meningkatkannya, dan Sei-nee menyimpannya untuk nanti.
Dan aku membuatnya menjadi pembayaran awal untuk tungku level yang lebih tinggi yang kuinginkan — lalu bersantai-santai memikirkan bagaimana menggunakan goldyang tersisa.
"Yun-san, aku sudah menyelesaikan panenan hari ini."
"Oh, terima kasih. Tinggalkan barangnya di dalam kotak seperti biasa."
"Ya."
Kyouko-san si NPC masuk dan memanggilku yang berdiri di dekat konter dan sedang menghitung jumlah uang yang perlu kubayar untuk tungku level lebih tinggi.
Dan di belakangnya, ada dua makhluk, sesosok Gel berwarna biru dan yang satu lagi berwarna cokelat.
"Kyouko-san."
"…? Ada apa, Yun-san?"
"Jadi, bagaimana dengan mereka?"
"Mereka benar-benar pekerja keras."
Berkata demikian, Kyouko-san kembali pada pekerjaannya sebagai penjual. Dia mengangkat Gel yang ada di kakinya dan menaruhnya di dalam pot di sebelah jendela. Gel tersebut gemetar dengan senang dan ujung tubuh mereka di dalam pot dapat terlihat, seakan-akan mereka sedang melihat keluar.
"Yah, mereka bisa dimanfaatkan seperti itu juga."
Mereka adalah Aqua Gel elemen air dan Earth Gel elemen tanah. Kedua Gel ini disintesiskan menjadi baru dengan menggunakan Slime yang selamat saat quest Guildsebagai dasarnya.
Karena aku tidak menggunakan Slime, aku mengubah mereka menjadi Gel, dan mensintesis mereka lebih jauh dengan Slime Nucleus yang kumiliki. Sebagai hasil dari menyerahkan mereka pada Kyouko-san si NPC, mereka berdua mulai bekerja sebagai bawahannya yang setia.
"Tidak mungkin, ternyata mereka memiliki manfaat seperti itu."
Meskipun aku menyerahkan perawatan ladang pada Kyouko-san, apa yang biasanya kulihat adalah Aqua Gel yang mengambil air sumur di dalam tubuhnya dan memercikkannya ke ladang. Itu adalah pemandangan yang mengagumkan saat dia membuat pelangi kecil di ladang. Juga, setelah panenannya selesai, Earth Gelmemasukkan Soil, Bone Powder, dan Mulch lalu mencampurnya dengan pupuk dengan rumput secara rata di dalam tubuhnya.
Melembapkannya dengan tepat dan dengan jumlah udara yang baik di dalamnya, tanah menjadi optimal untuk ditanami dan terus menghasilkan herba berkualitas tinggi.
Saat aku melihat ladang diolah dengan begitu mudah dan membandingkannya dengan usahaku yang sebelumnya dengan sebuah cangkul, aku merasa senang, tapi di sisi lain aku merasa ragu. Setelah melihat pemandangan fantasi dan menggelikan ini dua tiga kali, aku jatuh cinta dengannya dan sebelum aku menyadarinya aku sudah mengambil screenshot kedua Gel tersebut.
"Kalau aku bisa membuat monster humanoid sintetis, aku bisa menjual mereka pada Lyly."
Kurasa itu akan menarik untuk menyerahkan seekor monster seperti Golem untuk membantu Lyly menanam pohon di lahan pribadinya. Tidak, yang ada, aku akan membuat kota di lahan tersebut, memberi monster-monster sintetis itu perintah spesifik, membuat kota monster-tiruan. Itu adalah romansa, itu akan menyenangkan untuk disaksikan.
"Yah, itu bukan milikku jadi mustahil."
Aku tidak mempunyai lahan pribadi seperti Lyly, tapi membayangkannya bukanlah hal yang merugikan. Juga, semua potongan Slime Nucleus yang kupunya telah terpakai semua.
"Kau benar-benar suka Heat Gel itu ya, Zakuro."
Zakuro meletakkan dagunya di atas sebuah organisme elastis, sesosok Gel yang terus memancarkan hawa hangat. Terlebih lagi, kapan pun Zakuro bergerak, dia membawanya ke mana-mana seperti seekor hewan kecil yang membawa-bawa boneka atau bantal kesayangannya.
Dan karena bantalan Heat Gel itu memiliki Slime Nucleus yang disintesiskan di dalamnya, meningkatkan AI-nya, dari waktu ke waktu makhluk itu bergerak seakan mencoba melarikan diri. Pada saat-saat seperti itu, Zakuro mengejar Gel itu seakan makhluk itu adalah mangsa, tapi karena dia masih kecil dan memiliki kaki-kaki yang pendek, dia hanya terlihat seperti sedang bermain-main daripada sedang berburu.
Sepertinya dua Gel yang lain sedang melihat situasi tersebut, atau mungkin tidak. Sulit untuk diketahui.
Dan Slime Nucleus yang terakhir —
"Yun-san, halo."
"Selamat datang. Mami, Minute."
Setelah kenalanku yang mengunjungi Atelier memanggilku, topi segitiga Mami naik dan seekor Gel elemen angin menunjukkan dirinya seakan berkata 'aku juga ada di sini'. Yang satu ini juga, reaksi anorganiknya berubah setelah AI-nya disintesis, dan memenuhi perannya sebagai peliharaan sekarang.
"Jadi? Bagaimana setelah itu?"
"Aku sangat menyukainya. Dia terasa sangat lembut."
"Benar. Akhir-akhir ini dia menaruhnya di atas kepala untuk menikmati getarannya."
Aku membayangkan situasi di mana Minute tersenyum dengan anehnya, dan menanggapi dengan seulas senyuman juga.
"Juga, tentang Gantz. Dia terlihat iri karena kami bisa menyentuhnya. Kalau dia menyentuhnya, dia mungkin akan melukainya dan mengalami konflik. Lalu, kapan pun dia mencoba berkomunikasi dengan peliharaannya, dia ditelan oleh makhluk itu dan itu sangatlah menarik."
"Tidak bisakah dia lepas saja Sense Martial Artsnya…"
"'Kalau aku melepaskannya, itu akan seperti aku yang kalah' itulah yang dia katakan, 'kalau begitu, aku harus menguasai sebuah Art yang memungkinkan aku untuk tidak melukai', dan dia bergegas mencoba memenuhi berbagai persyaratan untuk menguasai Art yang berbeda."
Sebagai contoh, ada Art Finger Attack yang bisa dipelajari setelah melakukan seratus serangan dengan sebuah jari. Itu bisa dipelajari pada seekor slime sambil memastikan chain combo tidak terjadi.
Art yang memungkinkan untuk menyerang lawan dengan tangan terbuka Palm Strikes, adalah sebuah peningkatan dari jari dan bisa didapatkan dengan menyentuh Slime dengan tangan terbuka. Tapi alasannya untuk melakukannya sedikit aneh.
"Kami ingin menaikkan level kami sekarang, dan memerlukan item penyembuh. Tolong berikan kami item penyembuh yang biasa untuk mage."
Aku menjual item tersebut pada pelanggan setia Atelier dan mengantar mereka pergi dengan melambaikan sebelah tangan. Mungkin aku sebaiknya menaikkan level Sense pertarunganku juga. Dan setelah berpikir begitu, aku mengambil sedikit waktu untuk mempersiapkan equipment untuk berburu dan meninggalkan toko.
Untuk melakukan peningkatan level, aku pergi ke portal, sebuah alat transporta di pusat kota dan menghadap ke arah suara pembangunan yang dapat terdengar bahkan di antara keramaian.
Setelah akhirnya mendapatkan sebuah Guild Emblem, pembangunan aula guild pengrajin telah dimulai. Saat ini, itu hanyalah rangka bangunan, tapi karena jumlah ruang yang disiapkan sekitar tiga kali lebih besar daripada bangunan-bangunan di sekelilingnya, dadaku dipenuhi dengan harapan.
"Ada banyak perubahan yang terjadi, ya."
"Ohh! Onee-chan juga datang untuk melihatnya?"
Saat aku berbalik setelah mendengar suara yang akrab, aku melihat Myu dan Sei-nee di situ.
Sama sepertiku, mereka berdua datang untuk melihat aula guild pengrajin. Kami bertiga berbaris dan menatapinya.
"Aku menantikannya, guild yang Magi-san dan yang lainnya buat. Mereka akan melakukan banyak hal, 'kan?!"
"Itu benar. Ada pembicaraan bahwa akan ada pelelangan, jadi kami Eight Million Gods juga menantikan item-item yang akan dilelang. Semuanya sangat termotivasi."
"Kedengarannya menarik! Kita bertiga…tidak, tidak bisa. Setelah ini aku janji akan pergi bersama Luka-chan dan yang lainnya."
"Ehehe" setelah mengatakan itu pada dirinya sendiri, Myu teringat pada janji dengan Lucato dan yang lainnya dari party-nya, dan tertawa getir.
"Kita akan melakukan petualangan bertiga lagi, ya 'kan."
Setelah dia berkata begitu dengan mendadak, aku terpana sejenak tapi segera mengangguk.
"Tentu. Tapi sebelum itu, pergi dan janganlah membuat party-mu menunggu."
"Yup! Kalau begitu, Yun-oneechan, Sei-oneechan. Aku pergi dulu!"
Mendengar jawabanku, Myu melesat seperti sebutir peluru dan pergi sambil melambaikan tangannya lebar-lebar. Lari mundur seperti itu berbahaya, pikirku saat mengantarnya pergi, melambaikan sebelah tangan.
"Myu-chan pergi, tapi, mau pergi berburu bersama Onee-chan?"
"Hmm, bagaimana ya. Aku akan menahan diri kali ini. Aku ingin sedikit menaikkan Sense pertarunganku seorang diri."
Aku mengerti, sayang sekali. Dan meskipun aku merasa Sei-nee mengangkat bahu dengan penyesalan, aku berpisah dengannya.
Tidak hanya diriku sendiri, tapi sekelilingku juga berubah. Melatih Sense mereka, semua orang berkembang. Suara dari pembangunan, adalah suara perubahan.sambil mendengarkan suara menyenangkan itu, aku berpindah ke area berburu yang optimal untuk levelku.

—STATUS—
Nama : Yun
Senjata Utama : Black Maiden's Longbow
Senjata Cadangan : Magi-san's Kitchen Knife
Armour : CS No.6 Ochre Creator (Outerwear, Underwear, Torso, Waist).
Equipment Aksesoris : Batas 2/10 
§  Rugged Iron Ring (1) 
§  Substitute Gem's Ring (1)

 Possessed SP25
Bow Lv31】【Hawk Eyes Lv42 Speed Increase Lv23 Discovery Lv30 Magic Talent Lv42】【Magic Power Lv45 Enchant Arts Lv18 Dosing Lv24 Earth Element Talent Lv14 Cooking Lv22

Unequipped:
Alchemy Lv30 Synthesis Lv30 Engraving Lv1 Swimming Lv13 Crafting Knowledge Lv32 Taming Lv6 Linguistics Lv15

 Item yang didapat:
§  Sebuah beliung untuk menambang dan Mining EX-Skill
§  Synthesis Crafting Kit untuk 5 Items
§  Monster Sintetis tiga warna (Gel api, air, dan tanah)




Only Sense Online Jilid 3 Epilogue LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.