19 November 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXX


KEKACAUAN DUNIA VII - DUA MAKHLUK TERBUANG

Bagian Pertama:
“……..!!” Keisha dan Anggela saling menatap satu sama lain. Keduanya memperlihatkan ekspresi yang sama. Ekspresi kemarahan dan ketidakpercayaan satu sama lain. 
Halsy dan El hanya terdiam melihat Anggela dan Keisha yang berhadapan. Wajah keduanya terlihat khawatir karena aura negatif yang dikeluarkan oleh keduanya. 
“Salshabilla, kan? Maaf jika perkataanku sedikit sombong, tapi ...,” lirik Halsy pada Salsha. Dia tersenyum sambil mulai berdiri. 
“……!?” 
“Kalian tidak sepadan dengan kami …, apalagi mereka. Kalian hanya akan mati sia-sia jika bersikeras ikut serta dalam pertarungan ini. “ 
“Tu-tunggu, setidaknya kami bisa –“ Salsha terlihat khawatir, wajahnya terlihat ingin sekali membantu Halsy dan yang lainnya. Tapi perkataanya langsung terdiam ketika Halsy menunjuk kelompok Herliana yang sudah hancur. Beberapa dari mereka terlihat tergeletak diatas tanah tak sadarkan diri. 
“Asha, Silica?” Salsha terkejut tidak percaya, dia mulai menangis melihat putrinya yang terlihat memprihatinkan. 
“Ka-Kakak! –“ teriak Shana menangis khawatir, tapi langsung terpotong oleh perkataan Halsy yang memejamkan mata. 
“Tenang bibi, dia selamat. Mamah hanya –“ Halsy langsung terdiam terkejut karena perkataanya sendiri. 
“Bibi? Mamah?” semua orang terlihat kebingungan melihat Halsy. 
“Ma-maksudku Asha! Di-dia hanya pingsan, dia baik-baik saja,” Halsy membalikkan badannya dan berjalan cepat memasuki kembali pertempuran, wajahnya terlihat memerah karena malu. 
“…….” El hanya tersenyum melihat tingkah Halsy, setelah itu dia mulai berbalik melihat Salsha dan kelompoknya. 
“Kami serius, demi keselamatan kalian sendiri ….., kalian harus pergi dari sini,” El berwajah serius menatap Salsha. 
“Tapi bagaimana dengan Anggela dan Kakaknya?”  Arisa bertanya khawatir. 
“Kami akan menemukan cara untuk menghentikan mereka, meski dengan harus membunuhnya,” sedih El memejamkan mata. 
“Tu-tunggu dulu!! Kenapa kalian harus membunuhnya?! Dia hanya lepas kendali karena kehilangan seseorang, kan!? Aku benar-benar tidak setuju dengan rencana kalian untuk membunuhnya!” kesal Ai pada El, dia benar-benar menatap tajam El. 
“……..” El hanya tersenyum melihat Ai. 
“Kenapa kamu malah tersenyum! Aku tidak mengerti dengan ekspresi wajahmu!! –“ 
“Kamu menyukainya?” 
“…..!!” Ai terkejut mendengar pertanyaan El, wajahnya terlihat mulai memerah. 
“Ke-kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu, aku hanya tidak setuju dengan pilihan yang kalian ambil.“ 
“Hahahahaha, baiklah aku mengerti. Aku juga minta maaf atas kelancanganku, aku tarik pertanyaanku tadi. Tapi biar aku mengatakan ini, Ai.” 
“Aku tau kamu atau beberapa orang disini tidak bisa menerima keputusan berat itu, tapi jika dibiarkan seperti ini terus bukan hal yang mustahil bagi mereka untuk membuat kekacauan di dunia ini lebih jauh,” El terlihat serius melirik Anggela dan Keisha yang sudah saling bertarung, pertarungan yang mengerikan. 
“Tapi pasti ada jalan lain selain membunuhnya kan –“ 
“Dan juga ada orang lain yang lebih tersiksa karena harus mengambil keputusan berat itu,” sedih El melirik Halsy yang mulai melayang. Memasuki pertempuran dengan harapan dapat menghentikan keduanya. 
“Eh?” Ai terlihat terkejut melihat Halsy. 
“Memangnya hubungan apa yang dimiliki gadis itu dengan Anggela? Dan juga siapa sebenarnya gadis yang cukup sombong  it –“ Arisa terlihat kebingungan melihat Halsy. 
“Ap-apa itu dia?” tanya Ai terlihat terkejut, kedua tangannya terlihat bergemetar. 
“Setelah mendengar perkataannya barusan, aku baru menyadarinya. Dia gadis yang dirumorkan sudah mati itu, kan?” senyum khawatir Shana memejamkan mata. 
“Kamu mengenalnya, Shana?!” tanya Salsha penasaran. 
“Siapa dia?” lanjut Arisa memasang wajah yang sama. 
“Ehh, apa aku belum mengatakannya yah? Jika Anggela dan yang lainnya berasal dari masa depan.” 
“Ak-aku belum mendengarnya!” teriak Arisa dan Salsha. 
“Dia putri kedua Kak Asha sama Kak Haikal mah, Halsy Aeldra.” 
“Ehh putri kedua Asha?!” 
“Dan dia juga tunangan Anggela seperti yang sudah kamu duga, Ai,” senyum El memejamkan mata. Dia mulai berjalan dan memasuki pertempuran yang sudah dimulai dari tadi. 
“……..” 
“Tu-tunggu!! Bukankah tadi kamu bilang dia anak kedua, lalu dimana anak pertamanya!?” tanya Salsha terkejut, tubuhnya terlihat bergemetar seakan sulit untuk mempercayai perkataan putri bungsunya. 
“Ahh merepotkan, biar aku jelaskan langsung semuanya. Kakak sama Kak Haikal punya tiga anak perempuan …., Heliasha, Halsy, dan Alysha.” 
“Lalu dimana Heliasha dan Alysha, apa mereka berada di masa ini juga?” 
“Orang yang sedang di gendong Haikal adalah Heliasha Aeldra,” tunjuk  Shana pada Heliasha yang terlihat memprihatinkan. 
“…….!” Salsha terdiam sangat terkejut melihat salah satu cucunya di masa depan terlihat seperti itu. 
“Dan gadis muda yang sedang manatap tajam Anggela adalah Alysha Aeldra,” lanjut Shana menunjuk Alysha yang menatap tajam pertarungan Anggela dan Keisha. 
“…….!!” Salsha hanya menatap kosong kedua cucunya itu, kedua tangannya bergemetar seakan frustasi karena ketidaktahuan dan ketidakberdayaannya. 
“Salsha ….,” sedih Kei memegang pundak istrinya. 
“In-ini menjadi alasan kuat bagiku untuk ikut serta dalam pertempuran ini,” kesal Salsha memberanikan diri, wajahnya terlihat yakin atas keputusannya. 
“Ya, aku juga akan ikut. Lagipula di sini ada Alici –“ Kei berbalik melihat seorang gadis yang dijuluki putri salju. Tapi wajahnya langsung terdiam terkejut karena melihat gadis itu yang sudah menghilang. 
“Ee-ehh? Kemana Alicia?” 
“ ’Aku mau pulang, perbedaan kekuatan kita dengan mereka sangat jauh, mungkin amat sangat jauh ….,’ itu yang dia katakan sambil memasang wajah sangat kesal,” senyum Idian memejamkan mata. 
“……..” Semua orang terdiam terkejut melihat Idian. 
“Kita mundur, Mah Pah. Kalian pasti tidak tidak mempercayainya, tapi Alysha Kineser tingkat enam,” khawatir Shana. 
“Ti-tingkat …. –“ Arisa terlihat sangat terkejut. 
“Enam?!” Kei dan Salsha melanjutkan pernyataan Arisa sambil memasang wajah eskpresi yang sama. 
“Tidak hanya itu, katanya Heliasha malah jauh lebih kuat dari adiknya itu. Tapi lihat dia sekarang, dia sudah tidak berdaya dihadapan kedua mahluk itu,” kesal Shana menatap tajam Anggela dan Keisha. 
“…..!!!” Salsha hanya menundukkan kepala, dirinya sungguh terlihat frustasi karena ketidakberdayaanya. 
“Salsha ….,” bujuk Kei pada istrinya. Kedua tanganya juga terlihat bergemetar. 
“Sekarang bagaimana nyonya Salshabilla?” tanya komandan pasukan khawatir.
“Aku ingin pulang ….,” 
“Aku juga …!” 
“Mustahil kita menang melawan monster itu,” 
Para pasukan yang kelelahan terlihat jongkok ketakutan, mereka frustasi seakan akhir dunia sudah berada di depan mata mereka. 
“Yang ingin pergi dari sini, pergilah!! Aku tidak memaksa kalian untuk tetap disini. Tapi aku akan tetap disini melihat akhir dari pertarungan mereka!” kesal Salsha berteriak. 
“Mamah!” Shana terlihat sangat khawatir menatap ibunya. 
“Aku juga,” senyum Kei melihat Heliasha dan Alysha. 
“Eh? Pa-papah juga?” sedih Shana. 
“Ka-kalau begitu aku jug –“ Ai terlihat berjalan mendekati Salsha dan yang lainnya. 
“Tidak, kita pergi Ai,” Arisa menghentikan Ai. 
“……” Ai hanya menenundukkan kepala, setelah itu dia melirik Halsy yang terlibat pertarungan yang mengerikan. Dia mulai tersenyum memejamkan mata. 
“Ya, mungkin aku harus pergi,” 
Lalu beberapa menit kemudian, terlihat Salsha, Kei, dan Shana yang terlihat masih berdiri disana. Mereka berdoa berharap akan kemenangan dapat mereka raih, berharap Anggela dan Kakaknya dapat dihentikan oleh Halsy dan El yang bersusah payah.
Lalu beberapa meter yang cukup jauh dari mereka, terlihat Serraph yang berjalan pincang menghampiri Keina. Dia menundukkan kepala sambil terus menghampiri mantan kekasihnya yang tergeletak di atas tanah. 
Keina sadar akan kedatangan Serraph, dia mulai menolehkan kepalanya melihat Serraph. Tersenyum melihat Serraph yang juga tersenyum melihatnya. 
Serraph mulai memberikan bantuan tangan pada Keina yang terluka. 
“Tidak ada pilihan lain kan?” senyum Keina mulai berdiri, dia terlihat menutup matanya. 
“Ya,” jawab Serraph sambil menatap pertarungan Halsy dan yang lainnya. 
“Setelah masalah ini selesai, kita selesaikan masalah kita.” 
“Ya,” jawab kembali Serraph tersenyum melihat Keina. 
Lily maaf, aku punya permintaan ….,” gumam Keina dalam hati, dia mulai berbicara pada seseorang dalam hatinya. 
Yang Mulia, bisakah anda membantuku …?” Serraph terlihat bergumam dalam hati seperti Keina, nadanya yang terlihat sopan menandakan kalau dia sedang berbicara dengan mahluk yang memiliki kekuatan lebih besar darinya. 
Sudah kuduga akan jadi seperti ini, ” gadis bernama Lily mulai menjawab isi hati Keina. Nada suaranya terlihat mengeluh. 
 “Katakan, ” suara seorang lelaki muda terlihat menjawab isi hati Serraph. Terdengar sangat berwibawa. 
***

Bagian Kedua: 
BOAAM! BOAAAM!! BOAAMMM!!! 
Tiga buah Lasser keunguan besar yang diselimuti kegelapan ditembakkan oleh Dhrone milik Anggela. Ketiga Lasser tersebut melesat cepat menghampiri Keisha yang sedang merentangkan tangan kirinya sejajar dengan bahu. 
DUINGG!!! BOAAMM!! 
Tapi ketiga Lasser besar tersebut langsung dibelokkan oleh gravitasi di sekitar Keisha. Ketiga lasser itu langsung melesat cepat menghampiri Halsy. 
Molecular Steps: Decomposition!” gumam Halsy mengangkat tangan kanannya ke arah ketiga lasser itu. 
Ketiga Lasser besar itu secara perlahan diuraikan, terus diuraikan hingga menghilang. Tapi karena kecepatannya, salah satu lassernya tidak bisa diuraikan. Halsy cukup terkejut karena jarak lasser tersebut yang sudah dekat, hanya dalam hitungan detik saja sampai dia terkena serangan itu. 
Tapi pada waktu yang tepat, El terlihat menggunakan percepatan cahayanya untuk menyelamatkan Halsy. Dan pada akhirnya lasser tersebut membentur keras tanah hingga membuat ledakan yang hebat. 
DUAAARR!! 
Salsha membuat perisai magnet untuk melindungi keluarganya dari ledakan itu. Sedangkan Herliana membuat perisai sihir seperti sebelumnya. 
“Sampai kapan pertarungan ini berlanjut, hah hah hah ……,” Herliana mulai terlihat kelelahan seperti Evelyn. 
“Hah hah hah ….,” Salsha terlihat kelelahan karena menahan serangan sekuat itu, wajahnya mulai terlihat khawatir. 
“Kei, Shana, pergilah dari sini. Aku tidak yakin bisa menahan ledakan selanjutnya,” 
“Tidak!” jawab serentak mereka berdua. 
“….!” Salsha terlihat terkejut melihat keluarganya. Setelah itu dia mulai tersenyum memejamkan mata. 
Pertarungan kembali dimulai, kini Anggela terlihat terpojok karena mendapatkan serangan dari empat ekor Wyvern yang dipanggil Keisha. Mereka menyerang Anggela secara serentak. 
Tapi beberapa Atlantis Dhrone milik Anggela juga terlihat melayang di sekitar Keisha. Mereka mulai menyerang Keisha dengan tembakan Railgun secara bertubi-tubi. 
Disaat keduanya terpojok, disanalah Halsy dan El mulai bertindak. El terlihat mengepalkan kedua tangannya tepat di depan wajahnya. Setelah itu dia mulai berteriak. 
Light of The Morning Star!” 
WINK!!! WISHHHHHH!! 
Delapan bola cahaya keputihan bergerak serentak menghampiri Anggela yang sedang terpojok. Di sisi lain Halsy mulai berteriak sambil merentangkan kedua tangannya. 
Molecular Steps: Composition, Battalion of Death Weapon!!” 
CRINKKK!!! CRINKKK!! 
Dalam sekejap muncul ratusan bahkan ribuan senjata seperti kampak, gada, dan pedang berwarna hitam. Ribuan senjata itu bergerak cepat menyerang Keisha yang sedang terpojok. 
WUINGGGG!! 
BUARRRR!!! 
Kembali terdengar ledakan karena kemampuan Halsy dan El, ledakan yang tidak terlalu besar dan tidak mencapai kelompok Herliana dan Salsha. 
Tapi setelah ledakan itu menghilang terlihat Anggela yang baik-baik saja karena serangan El yang cukup kuat. Dia dilindungi oleh empat Wyvern yang menyerangnya. 
Begitupula dengan Keisha, seluruh tubuhnya tidak terluka sedikitpun. Dia dilindungi oleh perisai yang dibuat oleh Dhrone milik Anggela. 
Setelah kejadian itu, Anggela dan Keisha mulai melirik satu sama lain. 
Baiklah, hanya kali ini pengikut Asmodeus ….” 
Ya, hanya kali ini budak Belphegor. Kita selesaikan dua penganggu itu.” 
“Hati-hati dengan gadis berambut merah muda itu, dia benar-benar berbeda dengan yang lainnya.” 
“Aku tau. Meski hanya sedikit, aku merasakan kekuatan Saint mengalir dalam tubuhnya.” Jawab Angela dengan tegas. 
“Gawat –“ cemas Halsy, dia mengeluarkan Ancient weapon twin bladenya. Tapi dengan cepat, dia langsung terpental dan membentur tanah amat keras. 
DUAAKKK!! WUINGGG!!! BUAARRKGHH!! 
“Halsy –“ El sangat khawatir, dia berniat menggunakan percepatan cahayanya tapi tubuhnya langsung melesat jatuh kebawah. 
WUINGGG!! BUARRRR!!! 
Gravitasinya berubah menjadi sangat berat oleh Keisha. Kini El terlihat kesulitan bergerak karena gravitasi dan mendapatkan gigitan dari dua Wyvern di kedua tangannya. 
“Si-sial ….!” kesal El kesakitan. 
“Untuk saat ini, kamu tidurlah disana ….., keturunan Edward,” senyum mengerikan Keisha, dia mulai merentangkan tangan seperti saat dia menggunakan kemampuan mengerikan sebelumnya. 
Apocalypse Gravity …..” 
“Keisha!!” teriak kesal Heliasha, dia sungguh terlihat frusatasi melihat sahabatnya yang sudah berubah menjadi iblis. 
“Anggela ….,” sedih Halsy yang lehernya kembali diangkat oleh Anggela. Wajahnya terlihat kesakitan. 
Nama itu lagi …... Baiklah biar aku beri tahu, Anggela yang kamu maksud sudah tidak ada, menyerahlah,” senyum Anggela sambil menendang keras Halsy dengan kaki kanannya. Seluruh tubuh Anggela terlihat diselimuti kegelapan saat berkontak fisik dengan tubuh Halsy. 
DUAAKK!! 
BUARRGHHHH!! 
“Kak Halsy!” teriak Alysha menangis melihat Halsy yang disiksa. 
“Bedebah ….!” Haikal sungguh terlihat murka, urat kemarahan di kepalanya benar-benar terlihat. Dia mulai berdiri berniat memasuki pertempuran. 
“Papah!” Heliasha berusaha menghentikan ayahnya. 
“Diamlah! Mana bisa aku terus melihat putriku disiksa seperti itu!” 
“Haikal!” teriak Jeremy. 
“Apa?! Kamu mau menghalangiku juga?!“ 
“Ti-tidak, tolong tahan dia untuk sebentar lagi,” senyum Jeremy. 
“Eh?!” 
“Aku akan membantumu dari belakang.” 
“Kami juga!” teriak Gramior dan Lily bersamaan. 
“Terima kasih,” senyum Haikal. 
DREDEDEDEDDDDD!!!!!! 
Tanah mulai bergoncang hebat membuat kaget semua orang. Secara perlahan muncul retakan pada tanah, retakan yang secara perlahan manghancurkan daratan. Setelah itu tanah mulai terangkat ke atas, bergerak sangat lambat menghampiri Keisha. 
Tanah tersebut mulai menghampiri sebuah bola hitam yang melayang di dekat Keisha. Ya bola hitam itu memiliki gravitasi empat kali lebih kuat dari gravitasi bumi. 
Secara perlahan, pulau-pulau disekitarnya mulai bergerak mendekati gravitasi itu. Beberapa pulau saling bertabrakan mulai menyatu dengan pulau lainnya, menyebabkan gempa dahsyat hingga membuat milyaran orang meninggal. 
Semua orang hanya berpikir satu hal akan kejadian ini. “Apocalyse atau Akhir dunia.” 
Tidak hanya pulau saja yang mendekati gravitasi yang dibuat Keina, tapi laut juga mulai mengalir deras ke dataran Eropa. 
Seolah-olah malapetaka ini sedang melakukan reset tata letak pulau dan benua dari planet bumi. Semua orang jatuh dalam keputusasaan disaat Keisha dan Anggela tersenyum lebar karena kekacauan yang mereka berdua perbuat.
Jutaan bahkan miliaran orang meninggal karena kemampuan Keisha itu. 
Haikal berniat menggunakan percepatannya untuk menyelamatkan Halsy, tapi tubuhnya langsung terdiam terkejut ketika Jeremy berteriak kembali padanya. 
“Tunggu Haikal!” senyum Jeremy yang seolah mendapatkan harapan. 
“Kenapa?!” kesal Haikal tapi langsung terdiam ketika Jeremy menunjuk Keisha yang membatalkan kemampuannya. 
“……?!” semua orang terkejut melihat Anggela dan Keisha yang terdiam menundukkan kepala. 
Anggela terlihat sudah melepaskan cengkramannya dari Halsy, Keisha terlihat membatalkan pusat gravitasi dan melepaskan El yang terlentang tak berdaya. 
Anggela mulai mengangkat kepalanya, terlihat wajahnya yang amat cemas dan khawatir. Tubuhnya benar-benar begemetar ketakutan seakan telah merasakan sesuatu. 
Begitupula dengan Keisha, dia melayang turun sambil memasang ekspresi yang sama seperti Anggela. Setelah itu keduanya berbalik melihat arah yang sama, melihat kedua orang yang membuat mereka ketakutan seperti itu, Serraph dan Keina. 
Ah siaal!! Memang sungguh enak jika kita memiliki wadah untuk digerakkan!!” teriak Keina gembira merenggangkan kedua tangannya ke atas. Rambutnya berubah menjadi orange yang indah. Wajahnya terlihat semakin cantik seolah memancarkan aura penggoda yang amat kuat. 
Saat dia merenggangkan kedua tangannya ke atas, terihat juga sayap kelelawar putih yang maha besar. Sayap yang lima kali lebih besar dari sayap hitam milik Anggela. 
“Akhirnya muncul juga, dua mahluk yang terbuang. Sang penkhianat umat manusia, Queen of the Devil Lilith.” Gumam Jeremy ketakutan melihat Keina yang tersenyum melihat Anggela dan Keisha. 
Hey Luci, bisakah aku menggerakkan sayapk  –“ 
“Jangan terbang Lilith, apa kamu ingin membuat bencana di daerah ini?” seorang lelaki yang berwibawa berjalan mendekati pertempuran, dia berjalan melewati Lilith. 
Ya, lelaki itu adalah Serraph. Dia terlihat berambut panjang putih yang menyala, kulitnya berubah menjadi hitam dengan mata bersinar berwarna merah darah yang bersinar. 
“Baiklah …” Keina terlihat cemberut sambil memalingkan wajah. 
“Dan satu lagi yang paling mengerikan, salah satu dari dua iblis berkelas Double S, Sang Raja Iblis Kedua ….., –“ Jeremy tersenyum ketakutan melihat Serraph. 
Fallen Angel, Lucifer ……,” lanjut gadis yang dipanggil Putri sambil melihat Serraph dari kejauhan. Saat dia mengucapkan itu, Rina dan Almeera terlihat dibelakangnya sambil melihat ketakutan Serraph dan Keina. 
***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXX Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.