17 November 2016

Hyouka Jilid 3 Bab 1 LN Bahasa Indonesia

MALAM TANPA TIDUR

001 - ♥01
Karena tidak bisa tidur, aku memutuskan untuk pergi keluar rumah.
Kembali ke zaman Edo dimana sejarah keluarga Chitanda dimulai.
Tanah lapang yang luas di daerah utara kota Kamiyama digunakan untuk desa pertanian. Sebagai pemimpin desa, keluarga Chitanda bertani, merawat, dan menyewakan tanah di sekitarnya. Juga sebagai wakil desa, mereka bernegosiasi beban pajak kepada pemerintah feodal yang juga bertindak sebagai hakim. Mereka juga dilibatkan dalam proyek untuk menyempurnakan produk pertanian. Tentu saja, mereka juga mewakili desa dan mengambil bagian pada festival tahunan musim semi dan musim gugur.
Tanah disini tidak benar-benar diberkati. Walau tanah disini subur, daerah ini rawan akan bencana badai topan dan badai salju. Setelah semua itu, tanah disini tidak mendapat pengairan yang layak hingga zaman Edo berakhir. Dengan sedikit perubahan iklim, maka akan menyebabkan gagal panen. Hal itu membuat petani ketakutan dan menyembah dewa.
Sebagai keluarga yang terpandang, keluarga Chitanda mewakili masyarakat untuk ritual selama festival berlangsung. Mereka juga menyumbangkan harta benda kepada dewa yang berlokasi di kuil untuk kepentingan semua orang, sebelum menebar benih dan sesudah panen, selama upacara obon dan tahun baru, mereka mengumpulkan bahan makanan dan minuman dari seluruh desa. Ini dilakukan sebagai tanda pembayaran atas sewa tanah dari keluarga Chitanda. Karena pada akhirnya, dasar kekayaan keluarga Chitanda berasal dari sewa tanah.
Setelah perang, sebagian tanah direformasi, keluarga Chitanda dan pemilik tanah yang lain, hal ini memaksa mereka menjual tanah yang mereka punya kepada pemerintah. Bagi Chitanda Shounosuke, pemimpin keluarga berikutnya, melihat ini sebagai kesempatan untuk menggunakan uang dari penjualan tanah untuk memodernisasi peralatan pertanian dan secepat mungkin mendapat keuntungan dari teknik pertanian yang baru. Shounosuke dengan perlahan tapi pasti, membeli kembali tanah yang dijual dan seiring waktu menjadi kepala keluarga. Keluarga Chitanda mengklaim bahwa hampir setengah tanah di daerah itumilik mereka, dimana mereka menganggap itu cukup besar selama periode akhir Showa.
Mungkin aku terdengar sombong, tetapi Chitanda Shounosuke bukan orang yang mempunyai kecerdasan dalam berbisnis,tapi ia orang yang dapat dipercaya, dan juga sebagai kakekku. Walaupun ia sudah meninggal, aku tidak ingat banyak tentang dia.
Keluarga Chitanda mengatur dan menyelesaikan kerusakan yang diakibatkan selama dan sesudah perang dan menjaga status mereka.
Hal ini berkebalikan dengan perkataan Fukube-san, keluarga Chitanda bukan orang kaya yang memiliki gedung bertingkat diantara yang lain. Akibatnya, festival tahunan dikurangi dari empat tahun sekali menjadi dua kali, pada musim semi dan musim gugur, dan “pembayaran” dilakukan dengan simbolik dengan sebuah botol sake. Sepertinya, ritual itu hanya alasan semua orang untuk berkumpul dan berpesta. Karena aku tidak bisa minum sake, aku tidak bisa ambil bagian pada festival itu.
Festival musim semi dan musim gugur bertempat di kuil kecil tempat pemujaan dewa yang disebut “Desa Dewa”, yang mana ditempati seorang dewa. Disana biasanya terdapat ritual tarian singa dan membawa mikoshi[1]. Seseorang dari keluarga Chitanda akan memimpin peziarah kuil dan berdoa agar mendapat kedamaian sepanjang tahun pada festival musim semi, dan bersyukur pada festival musim gugur.
Aku juga mengikuti festival seperti ini sudah lama seingatku. Temanku disekitar rumah kadang bertanya atau pengunjung kuil selama ritual berlangsung, apa saja yang dilakukan selama festival. Lagipula, disana tidak banyak pemberitahuan untuk menarik perhatian, seperti membuat suara sampai akhir ritual doa selesai. Itu hanya kebiasaan bertepuk tangan selama berdoa.
Bagiku, aku bukan orang yang religius. Untuk beberapa hal, aku tidak berbeda dengan teman sekolahku. Mungkin ada sesuatu yang harus dilakukan dengan pengalamanku seperti saat festival. Walau itu membosankan, ketika aku mengunjungi kuil, aku membuat kebiasaan untuk menyembunyikan harapanku. Aku tidak yakin apakah ini berarti aku yakin kepada dewa, atau ini hanya cara sistematis untuk menenangkan diriku ketika aku dalam kesulitan. Dari waktu ke waktu, aku merasa penasaran tentang hal itu, tetapi aku tak pernah menemukan jawabannya.
Akhir-akhir ini, harapanku terkabul selama ujian masuk sekolah. Hal itu juga terjadi selama “Insiden Hyouka”, yang dinamai oleh Fukube-san.
Dan sekali lagi, malam ini aku menemukan diriku berhadapan didepan kuil.
Festival budaya SMA Kamiyama akan dimulai besok. Kami klub sastra klasik, salah satu dari banyak klub di SMA Kamiyama, berbagai masalah menanti kami, dan belum menemukan solusi untuk itu. Tetapi kami bermaksud untuk memberikan yang terbaik. …. Kami terlihat seperti membutuhkan keberuntungan.
Setelah menaruh uang koin 100 pada kotak yang disediakan, dibawah sinar bulan, aku menepukkan tanganku bersamaan dan menutup mata dan membayangkan temanku di klub sastra klasik.
Ibara Mayaka-san, Fukube Satoshi-san, Oreki Houtarou-san.
Aku ingin tahu apakah Mayaka-san dapat tidur dengan nyeyak?
Saat ini, dia harus menyalahkan dirinya sendiri karena klub sastra klasik saat ini sedang kesulitan. Tetapi bukan itu intinya. Dibanding Mayaka-san, aku tidak membantu sama sekali. Jika aku bisa memberikan bantuan bersama dengan Mayaka-san, kami dapat menyelesaikan masalah bersama. Jadi aku juga harus menanggung tanggung jawab itu.
Aku ingin tahu apakah Fukube-san dapat tidur dengan nyenyak?
Terkadang aku curiga terhadap sikap hedonistik Fukube-san, apakah itu datang dari lubuk hatinya. Pada akhirnya, dia tidak mementingkan dirinya sendiri, tidak terbayang bagaimana jika aku membayangkan Fukube-san tertawa diatas penderitaan Mayaka-san.
Aku ingin tahu apakah Oreki-san dapat tidur dengan nyenyak?
Ia mungkin tidur dengan nyeyak. Jika tidak, maka akan menjadi masalah.
Dari waktu ke waktu, aku seringkali menemukan Oreki-san memperhatikan sesuatu dengan tajam diluar kebiasaan. Aku mungkin akan berkata bahwa aku berubah karena hal itu. Tapi terkadang Oreki-san cenderung lambat saat menemukan sesuatu ketika aku ikut mencarinya. Jadi sulit untuk menentukan apakah ia orang yang dapat dipercaya atau tidak.
Aku berdoa untuk semuanya agar baik-baik saja.
Aku berdoa agar kami beruntung untuk tiga hari kedepan. Berharap kami dapat mengatasinya.
Saat kubuka mataku, aku merasa gelisah akan hal itu, jadi aku mengambil 50 yen dari kantungku dan memasukkannya kedalam kotak.

002 - ♣01
 Karena tidak bisa tidur, aku mengambil pamflet dari balik bantal.
Klub yang berpartisipasi (urutan berdasarkan pendaftaran):
Klub Kendo Pertandingan persahabatan: SMA Kamiyama vs Klub industry Kamiyama. Juga menampilkan persaingan antara kapten masing-masing klub.
Klub Breakdance Temui kami setelah upacara pembukaan. Kemampuan mumpuni anggota baru dibutuhkan saat ini, jadi ayo bergabung.
Klub Tari Sosial Bertempat di Gedung Olahraga pada hari kedua jam 3 sore. Siapapun diterima
Klub Paduan Suara Akan tampil di Gedung Olahraga pada hari kedua jam 10 pagi. Mencari anggota baru (lol)
Klub Drama Akan pentas pada hari ketiga jam 9 pagi, menampilkan skrip improvisasi dari anggota yang kompetitif.
Klub Penelitian Detektif Fiksi Akan memecahkan misteri pada hari pertama jam 11.30 .
Klub Fashion Akan mengadakan fashion show di ruang fashion setiap hari dari jam 1 siang sampai jam 2 siang. Kami membutuhkan model.
Klub Manga Menjual antologi di ruang persiapan no.1. Kami mereview 100 manga, baru dan lama. Ayo datang berkunjung.
Klub Kimia Hati-hati terhadap kekuatan sodium. Sangat berbahaya, jadi kami tidak bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi. Ruang kimia.
Klub Sorak Sorai Penampilan kombinasi di lapangan sekolah hari pertama jam 2 siang
Klub Upacara Teh Tradisi Festival Kanya akan diadakan terbuka seperti biasa di Taman Shiroyama!
Klub Seni Pemenang pameran seni The Eulogy of Blue sekarang ditampilkan di ruang seni. Mari datang dan lihat!
Marching Band Menggetarkan lantai Gedung Olahraga hari ketiga jam 2 siang
Klub Painting Pameran akan digelar bersama dengan klub seni di ruang seni.
Asosiasi sihir Di kelas 2-E kami akan melakukan semua sihir. Gratis lo!
Klub Literatur Menjual antologi Kodama di ruang persiapan no.3. 200 yen per volume
Klub Hyakunin Issu[2] Tolong kami….tak satupun yang mau bermain dengan kami…..
Klub Penelitian Ilmu Gaib Pameran di kelas 1-F. Ini penelitian serius, jadi tolong pikirkan dua kali jika kamu benar-benar tertarik.
Klub Quiz Mengadakan kontes kuis di lapangan sekolah pada hari pertama jam 1 siang. Kami menunggu partisipasimu. Ada hadiahnya juga.
Klub Astronomy Festival Kanya hanya berlangsung siang hari. Kita tidak dapat melihat bintang, jadi sebagai gantinya, kami menunjukkan permodelan tata surya.
Kelas 1-C Memainkan teatrikal Happy Tales of Hans Chistian Andersen di panggung Gedung Olahraga pada hari pertama pukul 2 siang.
Klub Siaran Mengabarkan peristiwa yang terjadi di Festival Kanya setiap hari dari jam 12.30 melalui siaran sekolah. Kamu harus mendengarnya walau tidak ingin.
Klub Sempoa Menampilkan perhitungan sempoa dengan cepat seperti yang terlihat di TV, diruang persiapan no.4, dengan rintangan spesial.
Klub Debat Kompetisi debat Bahasa Inggris dari hari pertama sampai hari ketiga, pukul 11 sampai 2 siang di kelas 3-B.
Klub Koto[3] Pertunjukkan diadakan dua kali setiap pagi dan satu kali di sore hari. Info lebih lanjut lihat jadwal di depan ruangan bergaya Jepang.
Klub Penelitian Rakugo[4] Tampil di panggung hari pertama jam 9 pagi. Kami seharusnya tampil pertama tetapi klub Breakdance….(T_T)
Klub Kaligrafi Mengadakan pameran di ruang kaligrafi.
Klub Kado[5] Pameran di koridor lantai 1. Ayo datang dan lihat…..
Klub Biologi Permodelan habitat asli Kamiyama. Karena ini diorama buatan sendiri, ini sedikit mengagumkan bahkan orang-orang tidak tahu dari klub mana ini berasal.
Klub Catur Shogi Turnamen Piala Kanya. Waktu tunggu per pemain 30 menit. Hadiah besar menanti. Dikelas 1-G.
Klub Miniatur Pameran di ruang belajar fisika. Menampilkan kapal perang USS Enterprise. Kami juga menjual replika lucu.
Klub Film Menyelesaikan film buatan sendiri. Di ruang Audio Visual. Jadwal lihat di halaman terpisah.
Klub Fotografi Pameran di kelas 3-G. juga menampilkan demonstrasi fotografi gaya lama menggunakan flash bubuk.
Klub Penelitian Film Menampilkan film sinema Paradiso[6] (Italia 1989) di ruang Audio Visual
Klub Sains Fiksi Menampilkan pemenang Seiun Award[7] tahun lalu. Pemenang media terbaik di ruang Audio Visual. Judulnya adalah….
Klub Fisika Kami membuat robot. Salah satunya berkaki satu. Walau begitu, robot kami bisa mendorong kereta bayi.
Klub Aksi Global Pameran di kelas 3-E. ayo datang dan lihat.
Klub Sejarah Membuat maket kastil Kamiyama, alias “Shiroyama”. Mari datang dan jelajahi bagaimana rasanya.
Klub Kerajinan Tangan Menampilkan karpet Mandala. Meskipun itu dibuat oleh kami, tetapi memancarkan aura dewa.
Klub Penelitian Manisan Kami akan menjual manisan “dalam batas-batas aturan sekolah”. Diruang ekonomi. Ayo datang!
Klub Musik Ringan Kami lebih dari sebuah band, saatnya daftarkan dirimu di klub musik ringan. Setiap hari di Dojo beladiri.
Klub Go Memulai seminar di ruang persiapan no.2. Juga akan ada tutorialnya.
Klub Accapella Bertempat di kelas 3-C. Akan tampil di halaman belakang sekolah hari pertama pukul 11. Ayo datang dan dengarkan!
Klub Majalah Dinding Edisi khusus terbit setiap 2 jam selama Festival Kanya. Menampilkan topik terhangat dan terupdate.
Klub Memasak Pertandingan masak “Wild Fire” di lapangan sekolah hari kedua pukul 11 ! Membutuhkan partisipan.
Klub Berkebun Memanen kentang……Tetapi ini bukan berkebun, ini bertani! Tak apa kan?
Klub Alat Musik Tiup Memainkan lagu yang berbeda setiap hari pukul 1 siang di Gedung olahraga.
Klub Sulap Berada di kelas 2-D. Tampil hari pertama pukul 11.30. Ayo lihat !
Ramalan Keberuntungan Di tangga berikutnya lantai 3.
Klub Sastra Klasik Mengapa Festival Budaya SMA Kamiyama disebut “Kanya Festival”? Jawabannya ada di antologi Hyouka, 200 yen per volume di ruang geologi.

Komite Pelaksana
Kugayama Muneyoshi (Ketua OSIS) Kalian semua bisa melakukannya. Itu yang ingin aku katakan.
Yazaki Keita (Wakil Ketua OSIS) Panitia berada di ruang OSIS. Datang saja jika membutuhkan sesuatu.
Shoukawa Harumi (Wakil Ketua OSIS) Semua melakukannya dengan baik.… Aku merasa senang. Mari jalani tanpa rasa penyesalan.
Funabashi Masaharu (Ketua Komite Budaya) Pada penghargaan Kanya, kami akan menambahkan klub terbaik tahun ini. Ayo semuanya bersaing!!
Tanabe Jirou (Ketua Komite Umum) Kami menyiapkan banyak tempat sampah, pastikan membuang sampah pada tempatnya.


Setelah membacanya satu persatu, aku menaruh kembali pamflet itu dibawah bantal. Pada sampul pamflet terdapat huruf besar dengan font gothic bertuliskan Panduan Festival Kanya, dan dibawahnya terdapat kalimat “Festival SMA Kamiyama ke 42”. Ini dibuat oleh OSIS, dimana Fukube Satoshi adalah salah satu anggotanya.
Lagipula, selain anggota komite, aku juga anggota klub kerajinan tangan dan klub sastra klasik. Dari kedua klub itu, aku lebih sibuk di klub sastra klasik.
Ketika aku membuat draf pamflet festival bersama ketua komite, kupikir itu merupakan tugas yang mudah karena hanya mengcopy format pamflet tahun kemarin. Tetapi, ini sangat bertolak balakang. Ini tugas yang sulit. Meskipun harus bekerja keras, aku selalu tertarik untuk terlibat didalamnya.
Sebagai orang yang mempunyai hak istimewa untuk menyetujui tugas sulit ini, aku memutuskan konten apa yang akan ditampilkan dibagian belakang agar lebih menarik. Hasilnya aku memutuskan dengan sedikit candaan pada bagian akhir pamflet yaitu “komentar klub partisipan”.
Pamflet tahun kemarin, klub diurut berdasarkan pengejaan hiragana. Tapi aku mengubah urutannya menjadi klub yang mendaftar pada OSIS. Saat aku membuat proposal untuk ketua komite, aku berkata “untuk panduan resmi, itu tidak adil karena klub Accapella selalu diurutan pertama setiap tahun”, motifku sederhana, sungguh. Akhirnya, aku memberi komentar untuk klubku, klub sastra klasik, ditempatkan di tempat yang terlihat. Meskipun ketua komite ragu-ragu dengan hal itu, ia akhirnya menyetujui dan memberi isyarat dengan penuh keyakinan. Dengan embel-embel “urutan pendaftaran”, klub kendo menjadi yang pertama dalam pendaftaran, jadi tidak ada cara lain untuk pindah urutan. Pada prakteknya, aku mencampur semua urutan. Setelah itu, semuanya jadi terlihat jika melihat “posisi tengah”.
Yah, itu bukan usaha yang baik. Sebaliknya, aku merasa senang karena bisa mempromosikan klub sastra klasik, aku sangat senang karena keunggulan yang kumiliki bisa memanipulasi sedikit konten pamflet.
Dan juga, pernyataan dari wakil ketua Shoukawa “Semua dilakukan dengan baik”. selain perkerjaan di OSIS, klub kerajinan tangan juga terkesan jahat. Entah siapa yang mulai mengusulkan membuat karpet Mandala? Awalnya aku menikmatinya. Aku juga tidak bisa protes, tetapi ini melelahkan mataku karena terus menjahit. Dengan banyak waktu yang dihabiskan di OSIS dan klub kerajinan tangan, waktuku di klub sastra klasik sangat singkat. Aku tidak bisa membuat kesimpulan dari data yang ada, setelah semuanya. Dengan sedikit waktu yang kupunya, terkadang aku berharap bisa menulis essay yang menarik seperti antologi.
Aku harap besok aku bisa datang. Dengan kemampuan yang ada, harus mengikuti kontes kuis, yang diadakan klub kuis, karena anggota mereka tidak bisa berpartisipasi di kompetisi, ini menjadi perhatianku.
Hari kedua, kontes memasak terlihat menarik, aku memutuskan untuk membuat hidangan nasi goreng seafood, aku tidak ingin kalah dengan siapapun.
Aku lebih khawatir kepada Mayaka yang merasa bersalah. Tapi dia gadis yang kuat. Berbicara dengan objektif, tanggung jawabnya relatif rendah. Chitanda-san mungkin lebih khawatir. Aku yakin akan hal itu. Kami mungkin tidak melakukan apapun sekarang, tetapi kami pasti akan melakukan sesuatu.
Oh, aku melihat terlalu jauh pada Festival Budaya ini. Dan klub sastra klasik berkesempatan untuk keluar dari penjara kegagalan.
Betapa fantastisnya menghadapi tantangan dimana kita harus memanjat untuk meraihnya!
Yah, lebih baik aku tidur dan bersiap untuk besok. Akan menjadi masalah serius untuk Fukube Satoshi jika ia kehabisan tenaga untuk acara ini.

003 - ♠01
Suara burung hantu diluar, membuatku sulit untuk tidur.
Aku pikir akan lebih baik jika aku membaca buku. Tetapi, aku tidak menemukan sesuatu yang menarik di rak buku. Jadi aku pergi ke ruang keluarga, mengambil remote televisi, dan menontonya, tapi, tidak ada yang menarik. Tak ada pilihan lain, aku pun pergi ke sudut ruangan, melepas penutup debu komputer dan menyalakannya.
Komputer ini milik kakakku. Sekarang menjadi komputer bersama keluarga Oreki. Hanya aku yang menggunakannya, aku juga tidak terlalu tertarik menghabiskan waktu di internet. Ini bukan barang antik, dan mempunyai kemampuan untuk menghitung dan menyimpan memori yang aku sendiri tidak bisa menyamainya, aku menggunakan komputer hanya untuk melihat berita satu atau dua kali dalam sepekan. Dengan kata lain, ini mesin yang menyedihkan.
Website mesin pencari muncul. Awalnya aku ingin mencari berita…. Tapi aku berubah pikiran dan mengetik “SMA Kamiyama” di kolom pencarian. Muncul beberapa link, dan aku masuk ke website sekolah. Ini bukan pertama kali aku melihat website sekolah, ini berbeda dengan website sekolah biasanya yang memuat profile sekolah dan aktiitasnya, website ini memiliki kolom chatting untuk para siswa, dimana aku pernah mencoba sebelumnya.
 Aku menemukan yang aku cari, Festival Budaya SMA Kamiyama. Aku dapat menemukan yang aku cari disana. Sesuai harapanku, pada bagian atas website terdapat banner dengan tulisan besar “1 Hari Lagi menjelang Festival Kamiyama”. Pada bagian sisinya ada animasi pasangan laki-laki dan perempuan SMA Kamiyama lengkap dengan seragam dan aksesorisnya. Konten lainnya yang ditampilkan yaitu jadwal festival, grup partisipan, trafik akses web, pemberitahuan bagi pengunjung dan toko online.
Aku tidak tahu berapa banyak grup yang berpartisipasi, tetapi di website tertulis beberapa. Halaman itu penuh dengan foto, ilustrasi, dan peta dengan informasi didalamnya, membuat navigasi menjadi mudah. Setelah melihat semua itu dengan sekilas, aku ingin melihat klubku, klub sastra klasik. Tiba-tiba koneksi terputus. Aku tidak tahu darimana datangnya masalah ini, tapi pada saat ini, koneksi internet komputerku menjadi tidak stabil.
Yah, aku putuskan untuk kembali tidur, aku mendengar seseorang menuruni tangga. Dengan langkah kaki yang lembut, aku tahu kalau itu adalah kakakku. Akan sulit kalau harus berurusan di tangga, lebih baik aku duduk di kursi dan menunggu dia turun.
Suara langkah kaki yang mendekati dapur, dan pintu lemari es dibuka, terdengar suara gelas yang diambil dari dalam lemari es.
Saat aku berencana kembali ke kamarku, terdengar panggilan “Houtarou.”
Aku menduga panggilan itu berasal dari pemilik suara langkah kaki tadi. Suara kakakku, dengan setengah tertidur.
“Besok Festival Budaya, kan?”
Aku menghadapkan wajahku ke arah dapur.
“Ya.”
“Lebih baik segera tidur.”
“Hah?”
Aku bersikap bodoh. Aku tidak ingin diberitahu kakakku bahwa aku ingin tidur sama dengan dia memarahiku ketika makan dan mengingatkanku untuk membawa tisu saat aku pergi. Aku tidak ingin mengatakan itu dengan suara keras, apabila aku melakukan itu, itu hanya menambah masalah.
Untuk beberapa alasan, dia tidak terlihat peduli apa yang diisi ke dalam gelasnya dan meminumnya dengan sekali teguk dan berkata, “…kau sepertinya memiliki beberapa masalah.”
Aku tidak menjawabnya.
Sekali lagi, dia mengisi gelasnya sedikit lebih banyak dan meminumnya.
“aku bisa melihat kau dari reaksi itu, omong-omong klub sastra klasik selalu mengalami masalah selama Festival Budaya. Kupikir itu sebuah tradisi.”
“Hmph, kutukan ya?”
“Kau sungguh masuk kedalam klub yang memiliki masalah.”
“Benarkah?”
Aku menjawab ketus, dia yang memintaku untuk bergabung dengan klub sastra klasik.

Sejak aku mendaftarkan diri di SMA Kamiyama, aku mendapat permintaan dari kakakku yang merupakan alumni klub sastra klasik, untuk tetap menghidupkan aktivitas klub yang berarti aku hanya mengisi namaku menjadi anggota klub. Aku sungguh berharap dapat menikmati klub dengan anggota diriku sendiri dan tidak melakukan aktivitas klub. Tetapi itu tidak terjadi, sejak gadis bernama Chitanda bergabung dengan klub untuk sebuah tujuan. Sejak menyelesaikan tujuannya, klub sastra klasik berakhir dengan mempunyai empat orang anggota. Kumpulan peristiwa yang dinamai “Insiden Hyouka” oleh Satoshi, dan berakhir dengan menulis sebuah antologi tentang itu.
Aku tetap tidak tahu apa tepatnya klub sastra klasik. Normalnya, sebuah klub disebut klub sastra klasik karena mempelajari literature klasik, tapi tidak ada anggota yang seperti itu. Kami juga tidak mempunyai senpai untuk memberitahu kami tentang klub ini, kami tidak punya alasan untuk ada disini. Tetapi, menurut pendapat pribadiku, aku bersyukur berakhir dengan cara itu.
Jadi, selain mempunyai anggota, kegiatan klub terus berlanjut dan harus tetap ada. Sebagai salah satu klub resmi sekolah, kami hanya mempunyai dana aktivitas klub yang sedikit untuk menerbitkan “Kompilasi Antologi”. Dan dengan menggunakan dana itu, kami dapat menerbitkan essay antologi “Hyouka”. Walau banyak hambatan selama proses pembuatannya, akhirnya kami dapat menyelesaikannya.
Dan kami akan menjual antologi “Hyouka” selama Festival Budaya, yang akan dimulai besok.
…jadi, disini kami mendapat beberapa masalah. Tebakan kakakku tepat seperti yang diucapkannya “kau terlihat sedang mendapat masalah.”
Kakakku ingin mengetahui aktivitas kegiatan klub. Belakangan ini, dia sering bepergian. Setelah beberapa lama, dia kembali. Aku tidak ingin membahasnya lagi kalau aku bertanya tentang klub sastra klasik.
Bagaimanapun juga, berbicara subjektif, aku tidak lagi membenci klub yang aku ikuti. Malah aku menjawab ketus kepadanya, aku bilang, “jika ada sebuah kutukan, kenapa kau tidak memberiku beberapa nasihat atau jimat atau apapun itu, kak?”
“Apakah kau mencoba memerasku?”
Setelah terdiam beberapa saat, aku merasakan sesuatu yang terbang mendekatiku dari balakang. Kupikir dia benar-benar memberiku sebuah jimat, sesuatu yang tidak bisa meramal. Itu adalah pena. Walaupun tidak bisa meramal, tetap mempunyai gaya, warna hitam gelap dengan lapisan warna silver mengkilap disisinya. Tentu itu tidak murah.
“Ambillah.”
“…Haruskah aku berterima kasih?”
“Oh ya, tintanya habis dan ujungnya penanya rusak.”
Berhentilah memberiku barang sampah! Setelah mendengar dia menaruh sesuatu di lemari es, langkah kakinya meninggalkan dapur dan pergi menuju lorong rumah, dia berkata,” aku akan datang lagi jika sempat !!”
“Tidak, tidak perlu” aku menjawab dengan seketika.
Jika itu adalah hal yang sebenarnya, kedatangannya membuatku tidak tahan. Aku tidak mendengar jawaban apapun darinya ketika berjalan menaiki tangga.
Aku berbaring di kasur.
Sejak aku berusaha untuk tidur, aku tidak memikirkan apapun. Sebelum menutup mata dan bernafas dengan dalam.
Hari ini, atau lebih tepatnya, kemarin, kami membuang waktu untuk persiapan Festival Budaya.
Sekarang, Festival Budaya SMA Kamiyama berjalan selama 4 hari, tapi hari pertama, biasanya untuk persiapan, jadi yang sebenarnya hanya 3 hari. Besok adalah hari yang sesungguhnya.
Satoshi terlihat senang. Itu yang kuharapkan, jadi itu tak mengejutkan. Akan tetapi, “menikmati Festival Budaya” mempunyai arti “aku harus melakukan sesuatu”. Aku akan tidur di beberapa sudut sekolah hingga semuanya selesai. Jadi, walaupun aku tidak ingin mengatakan sesuatu yang tidak kooperatif seperti “Festival Budaya yang membosankan”, aku akan tetap pada pendirianku: “Jika tidak ingin melakukan sesuatu, jangan lakukan. Jika melakukan sesuatu, maka lakukan dengan cepat”. Aku tidak banyak berpartisipasi.
Terus terang, aku tidak melakukan apapun, ini akan tetap dihitung bahwa aku “berpartisipasi”. Sejak itu, semuanya duduk disini sepanjang hari dan menjual antologi yang ditulis dengan sulit. Itu bukan ide yang buruk.
Secara alami, ketika masalah muncul, kami tidak menyalahkan siapapun. Jika ada yang harus disalahkan, maka kami semua bersalah. Jadi sebagian adalah salahku, untuk menutupi itu, maka aku harus “melakukan sesuatu”.
Masalahnya, apakah aku bisa “menyelesaikannya dengan cepat”?
Jika masalahnya tidak selesai, aku bisa mengatakan itu hanyalah hal kecil. Itu bukan sesuatu yang tidak bisa diselesaikan. Jadi Chitanda sangat khawatir tentang ini. Dia seharusnya berpikir dengan hemat energy.
Diantara pesimis dan optimis, seperti Que Sera Sera, aku menghadapinya dengan santai dan menunggu untuk tertidur lelap.

004 - ♦01
Aku terbangun pada tengah malam dan berpikir.
Perkiraan Oreki mungkin salah, tapi aku bukan orang yang perfeksionis. Kegagalan bisa terjadi karena kurang persiapan atau kurang teliti, tapi kegagalan mungkin terjadi ketika persiapan sudah dilakukan. Jadi ada kemungkinan kalau orang lain akan gagal, hal itu juga berlaku untukku. Jadi aku akan memaafkan kesalahan mereka, tapi aku tidak bisa memaafkan diriku. Aku merasa kesal. Saat semua orang dapat memaafkanku, terkadang aku tidak bisa memaafkan diri sendiri. Aku tidak melakukan apapun tapi aku kesal saat aku gagal. Tapi kenapa?
Beberapa saat lalu, Fuku-chan memberi tahuku: “Yah, Mayaka, jika kamu memikirkannya dengan santai, itu bukan masalah besar. Jadi kamu tak perlu khawatir.”
“Aku tidak apa-apa. Dan aku tidak ingin dengar alasan itu seperti biasanya.”
Fuku-chan menyilangkan tangannya dan terlelap dengan wajah menghadap bawah. Meskipun dia melakukan itu dengan sebuah tujuan, aku tidak suka bagian itu.
“…Sejauh yang kulihat, aku tidak berpikir kalau rasa kesal ini tidak menghiraukan sukses atau gagal, juga perfeksionis atau tidak.”
“Sungguh?”
Merasa tertarik, aku meregangkan badan dan bertanya, “Lantas, mengapa aku merasa kesal?”
“Sulit bagiku untuk menjelaskannya, meskipun kosakata yang kumiliki cukup banyak, pengetahuanku untuk menggunakan kata-kata sangat terbatas.”
“Jadi, kau tahu artinya tidak berguna?”
“Yah, itu seperti ‘tank desant’[8] dan ‘keberuntungan yang bodoh’ …Bukan, bukan itu intinya. Misalnya saja, kau tahu tentang prinsip ‘hemat-energi’ Houtarou, kan?”
Aku mengangguk jujur.
“Itu hanya sebutannya. Saat Oreki melakukan sesuatu, sulit untuk mengetahui apakah ia melakukan sesuatu untuk ‘hemat energinya’.”
“Walaupun kau sudah lama mengenalnya?”
“Aku memperhatikannya setiap waktu.”
Fuku-chan sedikit tersenyum.
“Bagaimanapun juga, terlepas dari sisi Houtarou, pada kasus tertentu, jika kau meyakini keyakinanmu, kemudian tidak keduanya ‘benar’ atau ‘sempurna’. Sekarang, aku tidak berkata untuk memancing amarahmu, maksudku ,itu ada-ada saja.”
Jadi, apapun yang dia pikirkan, aku tetap pada pemikiranku. Misalnya saja, aku tidak pernah menyukai percakapan yang melibatkan diriku, jadi percakapan itu berlalu begitu saja.
Toh, sekarang yang terpenting aku tidak bisa tidur karena rasa kesal ini.
Sungguh, walaupun aku memeriksanya dua kali setiap waktu, bagaimana mungkin aku mengabaikan sesuatu yang mendasar? Dan mengapa aku tidak diberi tahu kesalahan yang aku buat setelah semuanya terjadi?
Yang lebih menyebalkan, aku tidak bisa membantu memperbaiki kesalahan yang ada di Festival Budaya, karena tidak ada cara lain, aku meninggalkan aktivitas di klub Manga. Meskipun Fuku-chan mengatakan “Itu bukan masalah besar, jadi jangan dipikirkan.”
Argh, ini menyebalkan. Aku kesal terhadap ketidakpedulianku.
Walaupun terdengar menyebalkan, Oreki tetap pada prinsipnya, dengan sikapnya itu, dengan menghidari pandangannya saat kami bersama, “Ini bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan, jika kau tetap mempersalahkannya, maka tidak hanya Satoshi, tapi juga Chitanda akan membuatmu repot, kan?”
Meskipun aku tidak peduli, saat Chi-chan datang, wajahnya menjadi pucat karena tanggung jawab yang dimilikinya. Pada akhirnya, aku tidak ingin Chi-chan menghabiskan waktunya di Festival Budaya dengan wajah seperti itu.
Sedikit demi sedikit, aku mencoba memaafkan diriku. Aku mencoba yang kubisa, ketika aku teringat suasana itu, aku tidak bisa tenang.
Aku tidak punya pilihan.
Secara pribadi aku harus terlibat dengan Festival Budaya SMA Kamiyama yang akan membuatku tertekan. Akan buruk bila aku tidur seperti ini.
Aku kembali menggunakan futon dan mengambil pil tidur dari kotak p3k, walaupun aku tidak ingin mengambilnya.
Aku mengambil salah satu pil dan memotongnya menjadi dua bagian, lalu kutelan setengah bagian.


[1] Kuil Shinto kecil yang dapat dibawa/portabel
[2] Puisi tradisional Jepang, dimana 100 orang penyair menyumbang masing-masing satu puisi
[3] Alat musik tradisional jepang
[4] Cerita tradisional Jepang, dimana pembicara duduk di depan panggung dengan kipas kertas dan bercerita dengan panjang
[5] Merangkai bunga Jepang
[6] Film Italia
[7] Penghargaan untuk literature sains fiksi yang diterbitkan tahun lalu
[8] Tank tempur amphibi milik Rusia

Hyouka Jilid 3 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.