18 November 2016

Date A Live Jilid 12 Bab 1 LN Bahasa Indonesia

SERANGAN YANG LAIN DARI BIASANYA

Bagian 1
Orang bertanya “Jika musim dingin tiba akankah musim semi tertinggal jauh?” tapi, dinilai dari tanggal hari ini- 1 Desember, ini masih awal musim dingin dan musim semi masih lama datang.
Seolah menunjukkannya, mungkin karena langit berawan di pagi hari; sepertinya ini hari terdingin di musim ini. Setiap kali ranting pohon bergoyang, Itsuka Shidou terpaksa menutupi celah kerah lehernya.
Langitnya putih karena tertutupi oleh awan, dan nafas yang dia keluarkan juga putih. Saat temperaturnya rendah, alasan kenapa dia merasa atmosfirnya begitu terasa karena air beku begitu dingin hawanya-----atau, mungkin karena kuman dan zat-zat berbahaya melemah oleh hawa dingin. Yah tentu saja, cukup masuk akal berpikir demikian karena indranya yang menumpul.
Untuk menghangatkan tangannya yang kebas, Shidou *haaa* menghangatkannya dengan nafasnya. Jarinya yang dingin merasakan kehangatan untuk sesaat tapi-----partikel air yang ada di nafasnya membeku dan membuatnya jadi lebih dingin.
“Haaa………….tiba-tiba jadi terasa sangat dingin. Aku seharusnya membawa syal atau sarung tangan”
Selagi menggosok kedua tangannya bersamaan, Shidou menghembuskan nafasnya sekali lagi. Saat dia tahu kalau tidak berguna untuk menghembuskan nafas pada tangannya, hembusan nafas kali hanyalah helaan nafas.
Saat ini, Shidou sedang mengenakan seragam biasanya yang hanya ditutupi dengan satu mantel tebal. Dia meremehkan hawa dinginnya berpikir bahwa masih tak apa walaupun sudah memasuki Desember tapi, sepertinya pikirannya terlalu naif.
Lebih lagi, mungkin dia berjuang mengatasi perubahan temperatur dari malam ke pagi; sepertinya kondisi tubuh paginya benar-benar jelek. Mungkin ide bagus untuk kembali dan mengambil pakaian musim dinginku?
“Hnn…………….”
Tapi, Shidou sudah setengah jalan dari rumahnya ke sekolah. Dia mungkin akan terlambat jika dia kembali sekarang. Walaupun, masih banyak jarak ke sekolah. Posisi yang benar-benar mengesalkan.
“Mu, apa kau kedinginan, Shidou?”
Shidou berbalik pada Yatogami Tohka yang mengatakannya selagi berjalan di sebelahnya. Selagi angin musim dingin meniup rambut malamnya, mata kristal ajaibnya melihat ke arah Shidou.
Dia saat ini mengenakan mantel wol menutupi seragamnya, dan membungkus sekitar lehernya dengan syal kotak-kotak. Tak disengaja, dia mengenakan sarung tangan, dan aku pikir sepatu yang dia gunakan entah bagaimana sangat tebal. Pakaiannya jelas berhasil di musim dingin.
Sekarang dia memikirkannya, Tohka pergi dengan Spirit lain dan Reine untuk membeli pakaian musim dingin. Dia mungkin memilihnya saat itu. Mantel hitam dan syal merah benar-benar cocok dengan Tohka.
“Ya………..Sepertinya aku terlalu meremehkan bulan Desember. Aku akan pergi ke sekolah dengan pakaian yang lebih hangat besok”
Setelah Shidou mengatakannya, Tohka menatap wajah Shidou sambil [Fumu…….] meletakkan tangannya pada dagunya. Dia kemudian menunjuk syal yang mengitari lehernya.
“Oh ya Shidou, kau bisa menggunakan ini! Ini benar-benar halus dan hangat!”
“Eh? Tidak tidak tidak, kau akan kedinginan nanti”
“Mu………..Aku tidak terlalu merasakan apapun, kau tahu? Lagipula aku punya sarung tangan ini”
Setelah mengatakannya, dia menggerakkan sarung tangan lucunya untuk ditunjukkan padanya. Shidou tersenyum kecut.
“Tidak, aku pikir sarung tangan tidak akan bisa menghangatkan lehermu”
“Muu………….”
Setelah mendengar perkataan Shidou, Tohka berpikir untuk sesaat sebelum, *Pon* dia memukul kedua tangannya bersamaan seolah dia memikirkan sesuatu.
“Oh ya! Aku memikirkan sesuatu yang bagus!”
Tohka mengatakannya dengan riang selai melepaskan satu putaran syalnya sebelum memberikan tepi syalnya pada Shidou selagi setengah yang lain masih mengitari lehernya.
“Ini, pakailah. Kita berdua akan hangat seperti ini”
Setelah mengatakannya, Tohka tersenyum puas.
“Ti-tidak, tidak apa………..”
Namun, Shidou menolak dengan senyum kecut.
Itu normal. Memang benar bahwa metode Tohka mungkin dapat menghangatkan mereka bedua tapi, pandangan seperti apa yang akan diberikan teman sekelas mereka saat melihatnya, di hari mereka datang ke sekolah dengan satu syal bersamaan, bertingkah seperti pasangan yang ada di komik………..tidak, dia tahu akan seperti apa. Dia mungkin akan dikerumuni dengan rasa iri, cemburu dan hawa membunuh.
Tapi, Tohka tidak mundur. Dengan syal masih di dalam tangan Shidou, dia mendorongnya agar bisa mengitari lehernya.
“Apa yang kau katakan. Kau akan kena flu, kau tahu?”
“Tidak, yah itu mungkin benar tapi bukan itu yang aku maksud………”
Dan, saat wajah Shidou tampak kebingungan, *Dadadada* suara langkah kaki yang kasar bergema dari belakangnya.
“Kaka! Bodohnya! Kalian berdua masih disini huh!”
“Lewat. Kau tidak akan bisa menghentikan Yuzuru dan Kaguya”
Dan selagi meninggikan suaranya, kedua bayangan melewati Shidou dan Tohka.
Yamai Kaguya dan Yamai Yuzuru. Seperti Tohka, mereka tinggal di mansion Spirit dan spirit kembar dengan wajah yang identik. Mereka memakai mantel wol warna krem gelap di atas seragam mereka dan penutup telinga berbulu. Sepertinya, mereka memakainya untuk melawan dingin. Kebetulan, Yuzuru memakai sarung tangan biasa tapi Kaguya mengenakan sarung tangan kulit dengan jarinya yang menyembul keluar.
“Kaguya! Yuzuru!”
“Fuu, waktu itu berharga. Maaf tapi kami akan pergi duluan……….tunggu, apa yang kalian berdua lakukan?”
“Entahlah. Bermain adegan mengajak anjing jalan-jalan? Atau apakah itu pertunjukkan semacam itu walaupun ini masih pagi sekali?”
Yamai bersaudari sampai di depan Shidou dan Tohka tapi, mereka mengatakannya selagi mengerutkan keningnya.
Shidou menyentakkan bahunya saat itu. Karena Shidou memegang ujung syal Tohka, terlihat seperti Shidou sedang memegang tali anjing dari leher Tohka.
“Nu? Apa maksudmu?”

“Oi oi, jangan katakan hal yang menyebabkan kesalahpahaman. Ini…….”
Walau Shidou mencoba menjelaskan pada mereka, Kaguya dan Yuzuru membalikkan badannya di pertengahan kalimatnya.
“Aku tidak akan mengatakan apapun tentang selera seseorang tapi, aku rekomendasikan untuk tidak melakukan hal seperti itu di tempat umum”
“Setuju. Tolong pikirkan Tohka yang harus mengikuti fetish mu”
“Seperti yang kukatakan. Itu sa-------“
“Oke selamat tinggal! Aku bisa melihat tanah yang dijanjikan!”
“Berpisah. Yamai adalah anak angin dan anak kekuatan”
Setelah berkata begitu, Yamai bersaudari lari menuju sekolah.
“Ah! Oi, kalian masih salah paham…………….”
Mengenal mereka berdua, mereka tidak akan menyebarkan rumor jelek tentang Shidou tapi……..tidak ada jaminan mereka tidak akan membocorkan informasinya tanpa niat buruk. Mungkin ide bagus untuk membereskan kesalahpahaman ini secepat mungkin. Selagi mengikuti mereka dengan matanya, Shidou berbicara pada Tohka yang ada di sebelahnya.
“………hei Tohka. Aku memikirkan cara untuk menghangatkan diri tanpa meminjam sarung tanganmu” “Nu? Memangnya ada?”
“Ya……..LARI!”
Setelah mengatakannya, Shidou menendang tanah dan Tohka mengikutinya setelah berteriak [Ooh!].
Mereka terus berlari untuk beberapa menit selagi mengejar punggung Yamai bersaudari yang mulai mengecil------mereka sampai di sekolah lebih cepat dari yang mereka duga.
“Haaa…………..Haaa…………….”
Shidou terengah-engah selagi meletakkan tangannya pada lututnya saat dia sampai di pintu masuk. Di sebelahnya, Tohka baik-baik saja dan berbicara padanya.
“Kau tak apa, Shidou?”
“Y-ya………”
Shidou mengangguk selagi menyeka keringat di dagunya. Normal saja memiliki stamina yang berbeda karena Tohka adalah spirit tapi……..capeknya lebih buruk dari biasanya. Seperti yang diduga, dia mungkin flu karena pagi yang dingin.
“Kaka! Boleh juga kalian berdua”
“Selamat. Tapi, kitalah juaranya soal kecepatan”
Yamai bersaudari sampai di sekolah pertama tapi, mereka menyambut Shidou dan Tohka dengan pose keren yang tak penting. Dia awalnya kira akan mengejar tapi, beruntung mereka menunggunya di pintu masuk. Shidou memperbaiki pernapasannya dan mengangkat tubuhnya sebelum membuka mulutnya.
“Kalian berdua, aku akan memberitahu kalian karena kalian salah paham akan sesuatu, tadi-------“
“Un? Tohka akan meminjamkan syalnya padamu, kan?”
“Tentu saja. Kami tahu hanya dengan melihat”
Mereka berdua mengatakannya dengan terang-terangan. Shidou membuka lebar matanya.
“Tunggu, kalian menyadarinya!”
“Kaka, tentu saja. Kau pikir mata ajaibku tidak dapat melihatnya?”
“Setuju. Tadi, Kaguya menjahili Shidou karena cemburu”
“Tunggu………! Jangan berkata seenaknya! Bukannya aku cemburu!”
“Kabur. Hal terpintar yang harus dilakukan di sini adalah mundur”
“Tu-tunggu Yuzuru!”
Setelah mengatakannya dengan wajah tenang, Yuzuru kabur. Kaguya kemudian mengejarnya dan mereka masuk ke dalam sekolah.
Setelah melihat mereka pergi, Shidou mengeluarkan helaan panjang.
“Yang benar saja, mereka penuh semangat seperti biasanya………..”
“Shidou, ayo masuk ke sekolah juga. Tubuh kita yang akhirnya hangat mungkin akan dingin lagi”
“Ya, kau benar”
Setelah Shidou menyetujui perkataan Tohka, dia melepaskan sepatunya dan menaruhnya ke dalam kotak sepatu.
Dan, dia mengerutkan keningnya dengan ragu.
“Hn…………?”
“Oh, ada apa Shidou”
“Tidak………..Aku tidak melihat sepatu dalam ruanganku disini”
Ya. Tangan Shidou tidak memegang apapun saat dia mencoba mengambilnya seperti biasa.
“Apa seseorang salah memakainya?”
“Uuuun………..mungkin saja”
Shidou memberikan jawaban yang meragukan untuk merespon Tohka yang membuka lebar matanya.
Kehilangan sepatu dalamnya adalah bentuk utama bullying tapi…….Tohka akan merasa tidak aman jika diberitahu begitu.
Juga, memang benar Shidou tidak tahu siapa yang akan membullynya…….yah, reputasinya di sekolah memang turun akhir-akhir ini jadi dia tidak bisa menyangkalnya dan hanya bersedih.
“Tidak ada pilihan. Aku akan menggunakan sandal”
Setelah mengatakannya, Shidou meminjam sepasang sandal tamu dari kantor dan menuju ruang kelas 2-4 dengan Tohka.
Mereka kemudian membuka pintunya dan saat dia akan sampai di kursinya-----dia berhenti.
Alasannya mudah. Tempatnya sudah dipakai.
Itu adalah perempuan berciri khas dengan rambut sebahunya, dan berwajah seperti boneka.
Tapi, itu bukan bagian anehnya. Normal saja untuk perempuan meminjam kursi murid lain untuk berbicara dengan temannya.
Beda ceritanya jika perempuan itu ada di bawah kursi dengan lutut di lantai dan pipi di kursinya, menunggu Shidou. Dia bisa merasa teman sekelasnya berpura-pura tidak melihatnya.
“……………apa yang kau lakukan, Origami”
Shidou bertanya dengan setengah matanya terbuka.
Ya. Dia Tobiichi Origami. Teman sekelas Shidou---------spirit baru yang berhasil dia segel sebelun lalu.
Biasanya, para spirit akan berkumpul di mansion spirit di sebelah rumah Itsuka tinggal tapi, Origami bilang dia tidak bisa membuang rumah penuh kenangan orang tuanya jadi dia masih tinggal di rumahnya sendiri. Karena itu, waktunya bersama Shidou sedikit.
Setelah mendengar perkataan Shidou, Origami merangkak keluar dari bawah mejanya.
“Aku menghangatkannya”
“Kursiku!?”
“Bukan hanya itu”
Setelah mengatakannya, Origami mencari kantungnya dan mengeluarkan sepasang sepatu dalam.
---Itu adalah sepatu Shidou, dihangatkan dengan kehangatan tubuh Origami.
“Ini juga.”
“………Kaulah pelakunya!”
Setelah Shidou berteriak, Tohka melanjutkan dan mengangkat suaranya.
“Origami! Kau tidak bisa mengambil sepatu Shidou! Shidou harus menggunakan sandal karenamu!”
“……………….!”
Seolah dia terhantam oleh perkataan Tohka, Origami melihat kaki Shidou sebelum membungkuk.
“Aku minta maaf. Aku tidak berpikir sejauh itu”
“Ti-tidak, tolong hati-hati mulai sekarang………”
“Pagi ini, kepalaku dipenuhi dengan pikiran untuk bertindak sebagai sistem regulator pengatur suhu premium yang bisa menghangatkan sepatu dan kursi Shidou di saat bersamaan”
“Itu metode tertentu saat zaman Azuchi Momoyama, kan!?”
Setelah Shidou berteriak sesaat, dia menghela nafas dengan lelah dan mengganti sepatunya.
Dia kemudian meletakkan tasnya di mejanya dan akan melepaskan mantelnya.
“Tunggu.”
Saat itu, Origami berbicara pada Shidou untuk menghentikannya.
“Hn? Ada apa?”
“Sistem pengatur suhu Shidou Ver.0.”
Setelah Origami mengatakannya dengan nada datar, dia mendorong tangannya ke dalam mantel Shidou yang setengah terlepas, dan memeluk erat tubuh Shidou. Seolah, 2 orang memakai 1 mantel.
“A………………..!?”
“H-hei Origami! Apa yang kau lakukan pada Shidou!”
Tohka jadi kebingungan dan mencoba menarik Origami. Tapi, Origami memegang tubuh Shidou dengan kekuatan besar dan tidak membiarkannya pergi.
Tapi, setelah beberapa detik, Origami mengangkat wajahnya setelah menenggelamkan wajahnya ke dada Shidou saat dia menyadari sesuatu.
“Suhumu sudah tinggi. Shidou, apa kau demam?”
“Eh? Aah……..tidak, aku tadi lari jadi suhu tubuhku mungkin meningkat”
“Begitu. Itu bagus”
Setelah Origami mengatakannya, dia melepaskan tubuh Shidou. Dia kemudian berbalik dan mengubah arahnya.
“Origami! Kemana kamu pergi?”
“Suatu tempat.”
Setelah menjawab pendek, Origami meninggalkan ruang kelas.
Selagi membiarkannya pergi, Tohka *Pun* melipat tangannya.
“Serius, aku tidak punya waktu untuk lengah disekitarnya!”
“Haha………….bagaimana mengatakannya, Origami tetaplah Origami……..”
Shidou duduk selagi tersenyum lemas.
Sebenarnya, Origami saat ini agak berbeda dari Origami yang menghabiskan waktu bersama mereka sebelumnya.
Keberadaan Origami yang baru adalah gabungan dari Origami yang tenang setelah masa lalunya berubah dan Origami yang lama.
Tapi, menilai dari yang baru saja dia lihat, sifat Origami lama keluar lebih kuat daripada Origami setelah berubah masa lalunya.
“Mu?”
Namun, Tohka memiringkan kepalanya setelah mendengar perkataan Shidou.
“Apa yang kau katakan? Memang benar kelakukannya tak tertahankan tapi, ini benar-benar berbeda dari yang kau tahu”
“Benarkah? Aku pikir ini lebih serius dari sebelumnya…………”
“Tapi, Origami yang lama akan terus menempel pada Shidou bagaimanapun aku menariknya. Juga, wajah yang dia tunjukkan saat akan pergi………”
“Eh?”
Shidou membuka lebar matanya kebingungan.

“………………….”
Setelah meninggalkan kelas, Origami berjalan cepat di koridor dan setelah sampai di area kosong sebelum, bersandar pada dinding dan berjongkok.
“…….Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh”
Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menggetarkan tenggorokannya.
Kehangatan terasa di telapak tangannya. Dia tidak melihat cermin tapi, dia dengan mudah dapat membayangkan wajahnya benar-benar merah.
“Aku, kenapa aku melakukannya?”
Origami bergumam dengan suaranya yang gemetar dan mengacaukan rambutnya dengan menggaruknya sekuat tenaga.
Origami jelas datang ke sekolah dengan normal. Tapi, saat dia melihat kotak sepatu Shidou, Kinoshita Tobiichirou Hideyoshi dalam hari Origami, berteriak “Aku harus menghangatkan sepatu masterku”. Saat dia menyadarinya, dia sedang memeluk sepatu Shidou, dan meletakkan kepalanya di kursi Shidou seolah dia kriminal menunggu pisau guillotinenya. Sekarang dia memikirkannya kembali, apa yang baru saja terjadi?
Di sisi lain, tentu saja aksi sebelumnya juga tapi; lebih penting lagi, apakah salah untuk gagal menghangatkan pakaian olahraga Shidou dengan memakainya di dalam seragamnya? Aku puas jika Shidou hangat. Itu jelas situasi di mana keduanya senang. Seperti yang diduga, dia harus mendaftarkan tempat sebelum semuanya bisa mengambilnya. Namanya akan terdaftar dengan Origami Po-. Itu adalah penamaan yang cerdik terbentuk oleh Pot yang digunakan untuk merebus air dan Po yang berarti pipi merah. Pemikiran itu muncul di saat yang bersamaan.
Kekacauan ini terjadi karena kesadaran Origami dunia lama dan Origami setelah dunia dibentuk ulang tercampur bersama.
Dan, keduanya jelas Origami tapi, kapan pun Shidou di depannya, kepribadian kedua akan mengambil alih.
Tubuh ini milik Origami setelah dunia dibentuk ulang sejak awal. Itu karena keseimbangan yang tercipta adalah Origami yang lama tidak memiliki posisi dominan setelah penyatuan.
Tapi, kesadaran Origami yang baru adalah sekitar [Perasaan pada Shidou 30%: standar 70%] dan begitu sampai [Perasaan pada Shidou = 120%], keseimbangannya akan hancur.
“Apakah dia pikir aku perempuan aneh……”
Origami menggumam sambil menghela nafas dan *Kin kon kan kon*bel berbunyi seolah meresponnya.
“Ah………..Aku harus pergi sekarang”
Dia tidak bisa terus diam seperti ini. Setelah Origami sedikit membetulkan rambutnya dengan menyisir dengan jarinya, dia meletakkan tangannya pada lututnya dan berdiri.
Tapi, tepat saat Origami berbelok di sudut koridor *Bosuun* dia berpapasan dengan seseorang.
“Kyaa”
“Ah, maaf……tunggu, Origami?”
Orang yang ada di sana adalah Shidou yang dia tinggal di kelas tadi.
“Jadi kau di sini. Dan suara tadi………”
“Bukan apa-apa. Lebih penting lagi, kenapa Shidou di sini?”
Setelah Origami bertanya, Shidou menggaruk pipinya selagi menjawab.
“Tidak………….kau bertingkah sedikit aneh jadi, aku datang untuk melihat…..”
“…………………!”
Origami merasa hatinya meloncat. Shidou cemas pada Origami. Hanya pemikiran itu saja membuat hatinya hangat.
Tapi, tubuhnya bergerak lebih cepat dari perasaannya.
“Aku sangat senang. Sebenarnya, aku merasa sedikit sakit jadi aku ingin kau memeriksan diriku. Lebih spesifik lagi, dada dan bagian bawah tubuhku”
Selagi mengatakannya, dia menggenggam erat tangan Shidou. Shidou [Hii!] tersentak.
---Eh? Ehh? Apa yang aku lakukan!? Walaupun dia kebingungan, tubuh Origami terus bergerak tanpa ragu.
“Dokter, tolong. Lakukan dengan lembut tapi berani”
“Tohkaaaa! Tohkaaaaaa! Aku tahu, tidak ada yang berubaaaaaaaaahh!”
Teriakan Shidou bergema ke seluruh sekolah sebelum kelas dimulai.

Bagian 2
“……………………”
Di sudut fasilitas bawah tanah yang dimiliki oleh <Ratatoskr> dan bertempat di dalam kota Tenguu; sang Komandan- Itsuka Kotori sedang duduk sendirian.
Dia adalah seorang gadis dengan ciri khas rambutnya diikat 2 pita hitam, jaket merah tua yang diletakkan di atas bahunya dan chupa chups di dalam mulutnya. Wajah imutnya sesuai dengan kisaran usianya tapi, ekspresinya saat ini, terlihat kebingungan seperti veteran perang.
Namun, itu tidak bisa ditolong. Itu karena, dokumen tentang Spirit yang berhasil mereka segel bulan lalu — <Iblis> ada di tangan Kotori.
<Iblis>. Spirit Inverse adalah yang paling mereka waspadi, dan berdiri di samping Spirit terburuk — <Nightmare> Tokisaki Kurumi.
Identitasnya adalah mantan anggota AST Tobiichi Origami. Selain data rinci tentang <Iblis>, dokumen yang Kotori lihat memiliki hasil yang dia dapat setelah mendengarkan Origami dalam penyelidikan.
“………Fumu”
Selagi sedikit mengerang, dia melihat pada entri data.
Informasi tentang penggabungan sifat dan pembentukan ulang dunia benar-benar menarik tapi-------bagian yang sangat menarik perhatian Kotori, adalah tentang informasi dimana Origami menjelajah kembali ke kota Tenguu 5 tahun yang lalu dengan angel Kurumi <Zafkiel>.
Ya. Origami kembali ke 5 tahun yang lalu untuk menyelamatkan orang tuanya dengan menghadapi keberadaan tertentu.
-----<Phantom>. Keberadaan misterius yang memberikan kekuatan Spirit pada Kotori, Miku dan Origami.
“Kita dapat sebuah petunjuk………..kita masih tidak bisa menyebutnya begitu walau begitu.”
Kotori bergumam pada dirinya sendiri.
Kotori memiliki pengalaman berkontak dengan <Phantom> sebelumnya. Namun saat itu, tubuh <Phantom> tertutupi oleh noise dan karena suaranya terdengar seperti menggunakan pengubah suara; bentuk sebenarnya belum bisa dipahami sama sekali. Dan itu sama dengan yang dia dengar dari Miku.
Namun, Origami bertarung dengan <Phantom> ini dan melepaskan penghalang noisenya dengan kekuatan Angelnya, dan berhasil sampai suaranya meskipun hanya sesaat dan dapat melihat penampilannya.
Dalih--------<Phantom> adalah gadis muda.
Dia lalu mengatakan [Aku punya tujuan].
Kotori menatap pada sketsa yang digambar Origami berdasarkan ingatannya dan menggerakkan bibirnya.
“<Phantom>………siapa kau? Apa tujuanmu”
Dan, bersamaan dengan perkataannya, pintu kamar diketuk.
“Ya, siapa?”
“……..ini aku.”
“Aah, masuk.”
Di saat Kotori menjawab, pintu terbuka, dan seorang perempuan mengenakan seragam <Ratatoskr>, memasuki ruangan. Dia memiliki gaya rambut sederhana dan kantung mata yang tebal.-----analis <Ratatoskr> dan sahabat terbaik Kotori, Murasame Reine.
“Ada apa, Reine”
“………hnn, aku berpikir untuk menghubungimu lewat terminal tapi, aku dengar kau datang hari ini.”
“Ya.”
Kotori sedikit mengangguk. Hari ini hari biasa, pada dasarnya, Kotori seharusnya menghadiri sekolah seperti Shidou dan lainnya.
“Aku ada sesuatu yang ingin diselidiki. Ah, tentu saja, aku memperhatikan tingkat kehadiranku jadi tidak apa-apa.------jadi, apa yang kau inginkan?”
“……..Ahh. Aku sedikit khawatir tentang sesuatu.”
“Khawatir?”
Setelah Kotori memiringkan kepalanya, Reine menunjukkan tablet terminal di tangannya padanya.
Beberapa angka dan grafik tertutup dengan beberapa garis yang tampil di gambar.
“Ini………….”
“………ini grafik tentang Reiha semua orang. Lihat ini”
Setelah mengatakannya, Reine menunjuk satu garis. ---hanya satu yang yang meningkat ekstrim.
“Apa ini? Semua status mental sudah stabil selama beberapa hari, kan? Siapa-------“
Saat dia akan menyelesaikannya, Kotori menyentakkan bahunya.
“Tidak mungkin, apa itu Origami?”
Dia baru saja disegel dan keberadaanya yang menyebabkan kekacauan sebagai Spirit Inverse. Tidak aneh untuknya menjadi tidak beratur.
Namun, Reine perlahan mengayunkan kepalanya.
“……..tidak”
“Lalu siapa? Tohka? Yoshino? Jangan bilang itu aku?”
“……..tidak, kau salah. Ini---------“
Reine dengan tenang menyebut namanya.

Bagian 3
Kelas Matematika dan Bahasa Jepang Modern berakhir dan sekarang jam pelajaran ketiga.
Kelas selanjutnya untuk kelas 2-4 adalah kelas olahraga gabungan dengan kelas 2-3.
“Oiii, Itsuka, ayo siap-siap”
Orang yang mendekatinya selagi mengatakannya adalah murid laki-laki rambut wax pendek runcing. Teman dekat Shidou- Tonomachi Hiroto.
“Aah…………selanjutnya kelas olahraga, kan?”
Shidou mengangkat wajahnya dengan lelah. Setelah melihatnya melakukannya, Tonomachi berekspresi ragu.
“Huh? Apa yang terjadi padamu? Kau terlihat sakit? Apakah flu?”
“Hnn……….aku tidak tahu. Aku merasa lesu sejak pagi”
“Muu, kau tak apa Shidou?”
“Aku pikir kau harusnya hanya melihat saja jika kau merasa sakit”
Tohka dari kanan selagi Origami dari kiri, mereka bedua melihatku dengan cemas. Shidou *ahaha* tertawa selagi mengayunkan tangannya.
“Aku tak apa. Ini tidak parah.----Tonomachi, apa yang akan kita lakukan untuk olahraga hari ini?”
Setelah Shidou bertanya, Tonomachi [Kau lupa?] mengangkat bahunya.
“Kita akan melakukan pengukuran fisik hari ini. Lebih lagi, kita akan melakukannya berdampingan dengan perempuan jadi; itu prasmanan gratis bagi para laki-laki bertelanjang dada untuk menunjukkan daya tarik! Aku sudah mengangkat pantatku sedikit sepanjang pelajaran untuk hari ini!”
“Selama jam pelajaran!?”
“Tidak, rata-rata 5 detik per tes”
“Sebentar sekali!”
Walau Shidou membalasnya, Tonomachi bertingkah seolah dia tidak mendengarnya. Dia kemduan mengarah ke arah Tohka dan Origami dan *Bin* mengacungkan jempolnya.
“Dengan begitu, Nona-nona. Kalian punya waktu sampai sekarang untuk jatuh padaku. Jangan lwatkan sosok luar biasaku”
“Kau tak apa Shidou? Apa kau harus pergi ke UKS?”
“Jangan paksa dirimu sendiri Shidou. Tunggulah di UKS”
“Oh aku diabaikan? Mendengar sedikit tak apa kau tahu. Kau membuat Hiro-pon sebal.”
Tonomachi *Buu*, mencemberutkan bibirnya dan mengatakannya dengan tidak puas. Shidou tersenyum kecut mendengarnya dan perlahan berdiri dari kursinya.
“Ini pengukuran fisik jadi tak apa. Juga, akan menyebalkan jika aku melakukannya nanti-nati, jadi aku akan ikut. Aku akan di sana sebentar lagi, jadi kalian pergilah duluan.”
“Ou. Jangan paksakan dirimu. Kau khawatir pada yang lain tapi kau tidak peduli dengan kesehatanmu sendiri.”
“Haha, aku akan hati-hati. Aku diberitahu hal yang sama oleh Kotori juga”
“Eh, serius? Aku tahu aku dan Kotori cocok, ya kan saudara iparku.”
“Sudah pergi saja.”
Setelah Shidou mengayunkan tangannya seolah mengusir pergi anjing, Tonomacchi sedikit tertawa sebelum meninggalkan kelas.
“Baiklah………pengukuran fisik huh.”
Selagi mengatakannya, dia menggerakkan pandangannya pada Tohka dan Origami.
“………Aku akan mengatakan ini untuk berjaga-jaga, jangan terlalu serius. Walaupun kekuatanmu sudah disegel, kemampuan fisik kalian di atas manusia normal”
“Mu, aku tahu. Aku berencana untuk menahannya.”
“Aku akan mengaturnya dengan masuk akal.”
“Ou……….lagipula, aku seharusnya lebih khawatir pada Kaguya dan Yuzuru daripada kalian berdua. Peringatkan mereka berdua agar tidak membuat perbedaan besar saat mereka bertanding.”
Setelah Shidou mengatakannya, Tohka dan Origami mengangguk.
Setelah mengkonfirmasinya, mereka meninggalkan kelas dengan baju olahraga di tangan dan berpisah di tengah jalan untuk pergi ke ruang ganti masing-masing.
(Origami mengikuti arah Shidou untuk beberapa alasan tapi, dia ditarik oleh Tohka ke ruang ganti perempuan), dan setelah mereka selesai berganti. Mereka pergi ke lapangan sekolah.
Guru olahraga~Suganuma langsung muncul dengan kaosnya setelah bel sekolah berbunyi dan membuat para murid berbaris.
“………..ah, ini buruk”
Saat itu, Shidou mengerutkan alisnya.
Setelah sampai disini, rasa pusing yang kuat menyerangnya tanpa peringatan.
Seluruh tubuhnya terasa panas seolah dia terbakar dan kesadarannya perlahan menjadi hitam. Pak guru Suganuma sedang menjelaskan tentang pengukuran fisik dan bagaimana menggunakan dinamometer tangan tapi, kebanyakan tidak masuk ke telinga Shidou.
“Uu………….”
Dia menggaruk matanya. Dia tidak pernah membayangkan akan seserius ini………….apakah ide bagus untuk mendengarkan para gadis itu dan menuju UKS?
Dan, saat Shidou memikirkannya dengan kesadarannya terhalangi oleh awan., *Ton* punggungnya tiba-tiba ditepuk.
“Hnn……….apa……….?”
Saat dia berpaling, seorang murid yang berdiri di belakang Shidou menunjuk ke depan.
“Jangan “apa” padaku. Giliranmu untu dinamometer tangannya Itsuka”
“Eh? Aah……………………”
Dia menyadarinya saat dia didorong. Sepertinya, para murid di depan mereka sudah selesai mengukur kekuatan genggaman mereka saat Shidou bengong.
Shidou terhuyung maju dan memegang analog dinamometernya.
“Itsuka selanjutnya huh. Ini, mulai dari tangan kanan. Genggam sekuat mungkin”
Setelah mengatakannya, guru Suganuma dengan papan klip untuk merekam, menunjukkan gestur genggaman.
“43 kilo adalah rata-rata untuk murid SMA laki-laki. Dan, Yoshikawa memegang rekor tertinggi dengan 75 kilo. Apa kau bisa melewatinya?”
Setelah guru Suganuma bercanda, murid laki-laki berukuran besar-----anggota klub Judo Yoshikawa tersenyum kecut.
“Hentikan, Sensei. Tidak mungkin aku kalah dari Itsuka…….lagipula, jika kekuatan genggamanku kalah dari King Learaku akan mengalami krisis identitas.”
Kau mengerti itu.”
Murid laki-laki di sekitar *Ahahatertawa. Ini adalah fakta yang diketahui jadi mendeskripsikannya tidak berguna tapi, [King Lear] adalah salah satu dari 4 tragedi dalam Shakespeare dan kenapa nama itu muncul disiniDia tidak bisa menolongnya tapi merasa itu tidak digunakan dengan arti sesungguhnya.
Namun, karena kesadarannya sedang berawan saat ini, Shidou tidak bisa santai meresponnya.
Dalam situasinyamungkin akan sulit untuk melewati garis rata-rata, lupakan dalam mendapat nilai tertinggi……….dia harus melakukannyaDia menumpahkan kekuatan pada tangankanannya dan menggenggam dinamometer tangannya.
Dan, selanjutnya.
*Pan* saat dia mendengar suara, sesuatu yang keras menggaruk pipi Shidou.
“……………?”
“O-oi, Itsuka”
Setelah Shidou memiringkan kepalanya, murid disekitarnya berfokus pada tangan kanan Shidou.
“Ya…………..?”
Shidou mengikuti pandangan semua orang dan melihat ke arah dinamometer tangan di tangan kanannya. Saat dia melakukannya, dia mengetahui bahwa dinamometernya rusak. Pegas yang benar-benar terjepit ke arah genggaman yang hancur dan skala yang di atas, telah memantul. Sepertinya, itulah objek yang menggaruk pipi Shidou.
Tiba-tiba, para murid mulai ribut.
“A-Apa tadi itu?”
“Itsuka, berapa kilo kekuatan genggamanmu………”
“Tu-tunjukkan padaku”
Guru Suganuma mengambil dinamometernya dari tangan Shidou dan melihat dari berbagai sudut.
Dia kemudian *Haa* menghela nafasnya.
“Aah……….bagian pegas metalnya mungkin rusak. Kita sudah menggunakan ini untuk waktu yang lama jadi mungkin sudah usang. Kau tak apa, Itsuka?”
“Eh? Haa……………..”
Setelah Shidou menjawab, atmosfir tegang para murid, menjadi rileks.
“Aaaaah, apa yang kau tahu, itu mengejutkanku.”
“Yah, itu jelas, menghancurkan skalanya itu satu hal, tapi melepaskan pegasnya itu gila”
Para murid mengangguk dengan yakin.
“………………….”
Selagi mendengar suara-suara itu, Shidou diam-diam membuka dan menutup tangannya bergantian. 
……….Begitu, bisa dimengerti jika pegas metalnya rusak. Tidak mungkin Shidou dapat menghancurkan dinamometernya karena dia tidak melakukan semacam latihan otot khusus, dan juga dia sedang merasa sakit. Saat Shidou menggenggam dinamometernya, dia tidak menggunakan kekuatannya sama sekali.
Dan, saat Shidou sedang berpikir sendirian, suara guru Suganuma dapat terdengar lagi.
“Hei, sekarang lemparan bola tangan. Lempar bola dari sini, berdasarkan urutan. Rata-rata anak SMA adalah 26 meter. Mereka dari klub bola tangan dan baseball, jangan hancurkan rata-rata ini, oke?”
Setelah guru Suganuma mengatakannya, beberapa anggota klub di kelas tersenyum kecut.
Kita kemudian mengikuti urutan guru; dalam urutan acak, para murid berdiri di tempat yang ditentukan dan melempar bolanya.
“Tah!”
“Asai, 24 meter!”
“Toryaa!”
“Yoshikawa, 30 meter!”
“DARASHAAA!”
“Tonomachi, kau menyentuh garis”
Suara para murid dan tesnya bergema secara bergantian selama 10 menit. Dan sekarang giliran Shidou.
“Oke Itsuka! Bola tangan tidak akan hancur jadi lemparlah tanpa khawatir”
“………Baiklaaah”
Setelah Shidou membalas dengan nada kelelahan, dia mengambil bola secara acak dari tempatnya dan berdiri di dalam lingkaran kapur.
Dia kemudian memastikan tangan yang diangkat yang menandakan dimulainya pengukuran siap dengan pandangan yang kabur sebelum perlahan membawa tangan kanannya ke punggungnya.

“Touu!”
Tohka berteriak saat dia menendang tanah dan mendarat di depan di kotak pasir.
Kemudian, seorang murid perempuan dengan tali pengukur- Ai mendekatinya, dan mengukur jarak dari batas garis ke tempat mendarat.
“Tohka-chan 2,9 meter!”
“Ooh! Dia yang pertama!”
“Seperti yang diduga”
Seolah merespon suara Ai, teman baiknya Mai menepuk tangannya.
Menilai dari reaksi semuanya, dia melakukan hal yang baik meloncat untuk mencatat rekor yang masuk akal. Tohka mengangguk dengan puas.
Setelah menyelesaikan pengukuran genggaman dan lempar bola tangannya, para perempuan sekarang menuju pengukuran lompat jauh. Tohka keluar dari kotak pasir dan mendekati Yamai bersaudari yang sudah menyelesaikan pengukurannya.
“Kaka, tidak jelek Tohka”
“Setuju. Itu angka yang luar biasa”
“Ooh, Kaguya, Yuzuru. Bagaimana dengan kalian?”
Saat Tohka bertanya, Kaguya dan Yuzuru *fufun* membusungkan dadanya dan melipat tangannya.
“2,5 meter. Kuku, jika sang anak topan - aku menjadi serius, itu akan menyebabkan keributan. Kita mengubah format kompetisi hari ini”
“Setuju. Kita tidak akan bersaing dalam mendapatkan rekor, dan mencoba bersaing melihat bagaimana dekatnya kita dalam mencapai nilai yang ditentukan. Mudah pada pengukuran genggaman tapi, lempar bola tangan dan lompat jauh cukup menegangkan.”
“Ooh, begitu.”
Tohka memukul tangannya selagi matanya terbuka lebar. Memang benar bahwa, mereka bisa bersaing tanpa menimbulkan kecurigaan jika mereka melakukannya.
Saat Tohka dan Yamai bersaudari sedang mengobrol, murid selanjutnya setelah Tohka, menyelesaikan lompat jauhnya.
“---Tobiichi-san, 2,91 meter!”
“Ooooooooooooooo!?”
“Kekuasaan Tohka hanya bertahan selama 3 menit!?”
Tohka berputar setelah mendengar suara terkejut dari Ai, Mai, Mii.
Origami, berjalan ke arahnya dengan pandangan tak peduli. Mulut Tohka *mu* membentuk seperti 
“………Origami, apa kau melakukannya dengan sengaja?”
“Apa yang kau bicarakan?”
“Ini tentang rekornya. Kenapa itu tepat 1 sentimeter di atasku?”
“Kebetulan.”
“…………..benarkah? Aku pikir kau dapat 0,1 kilo lebih tinggi dariku pada pengukuran genggaman juga”
“Kebetulan.”
“Kau tepat 1 sentimeter di atasku di lempar bola tangan juga”
“Kebetulan.”
“Muu……………”
Karena dia membalas dengan datar seperti itu, dia merasa mungkin itu memang benar kebetulan tapi……….ini masih tidak masuk akal untuknya. Tohka kemudian melanjutkan perkataannya selagi melihat lurus pada Origami.
“Lalu selanjutnya, Origami kau mulai duluan. Maka aku akan mengakuinya itu hanya kebetulan.”
“Itu tidak bisa kulakukan.”
“Aku tahu itu sengaja!”
Dia tidak bisa menahannya dan berteriak. Origami tidak lagi melihat Tohka, dan mengarahkan pandangannya ke arah lapangan sekolah------ke arah di mana para murid laki-laki melakukan pengukuran mereka.
Dinilai dari yang dia lihat, para lelaki sekarang akan melempar bola tangan. Sekarang dia memikirkannya, para lelaki menyebabkan keributan saat pengukuran genggaman. Mungkin, sebuah masalah terjadi dan itu menyebabkan pengukuran memakan lebih banyak waktu?
“Nu?”
Saat itu, dia menyadari sesuatu. Sepertinya, ini waktunya Shidou melempar.
Namun, Tohka mengerutkan alisnya. Langkah kaki Shidou saat dia sampai di tempat gemetar seperti orang sakit.
“Muu, apa Shidou akan baik-baik saja?”
“Aku tahu dia sedang tidak dalam kondisi baik. Aku harus membawanya ke UKS. Dengan memberinya gendongan ala putri.”
“Tunggu, kenapa harus memberinya gendongan putri!?”
Dan, Tohka langsung menggenggam tangan Origami.
---*Hyuuuugooooo* tepat saat mereka pikir mereka mendengar suara angin terbelah; garis lurus terbentuk dari tangan Shidou ke arah langit.
“Huh………….?”
Suara heran seseorang dapat terdengar entah dari mana asalnya.
Tapi, itu normal. Itu bukan parabola; selagi menggambar garis lurus seolah digambar dengan penggaris, bola tangan memotong awan dan menghilang ke langit. Melihatnya, daripada menyebutnya bola, lebih tepat menyebutnya rudal balistik atau mesin tarung menembakkan catapult. Mungkin permukaan bola terbakar oleh gesekan atmosfir; meninggalkan garis asap seperti asap jet dan meleleh ke udara.
“………………”
Lapangan seolah menjadi sunyi.
Dalam kesunyian, Mii bergumam […………..Dadah *ting*] tapi, tidak ada yang membalasnya.

Pada akhirnya, lemparan Shidou yang sangat gila diselesaikan dengan “Itu karena arus udara ke atas yang kuat”. Lagipula, sepertinya lebih tepat mengatakannya seperti itu, semua orang tidak akan mengerti kecuali diatur seperti itu.
Bagaimanapun, 10 menit berlalu setelah keributan. Pengukuran fisik dilanjutkan dan waktunya pengukuran lari 50 meter.
“Baiklah, selanjutnya, perempuan Yatogami-san, Tobiichi-san, Yamabuki-san. Laki-laki- Tonomachi-kun, Asai-kun, Itsuka-kun. Tolong bersiap di posisi”
Beberapa murid pun diberi arahan. Tohka *umu*, mengangguk dan berdiri di depan garis putih. Berikutnya, Origami dan Ai mengikutinya; murid laki-laki berposisi di belakang mereka, dan Shidou gemetaran ke sana.
“Mu…….Shidou, kau gemetaran. Kau tidak harus memaksakan diri jika kau sakit, kan?”
“Hn, aah…….tak apa”
……….Tohka seharusnya tidak ikut campur karena orangnya sendiri bilang kalau dia baik-baik saja.
“-------Baiklah, kita akan mulai. Rata-rata laki-laki adalah 7,38 detik, rata-rata perempuan adalah 9,02 detik. Semuanya lakukan yang terbaik”
Setelah mengatakannya, para murid yang dipilih mengangkat tangannya. Mereka mendengarnya dan meletakkan tangannya di tanah, mengambil start jongkok.
“Sekarang……..mulai, *Don*!”
Para murid mengayunkan tangannya.
Tohka mengerahkan tenaganya ke kakinya dan menendang tanah untuk maju ke depan. Dia kemudian meninggalkan para lelaki dan berlari.
Tapi, tepat saat dia pikir dia berlari sendirian, satu bayangan muncul di sebelahnya.------itu adalah Origami.
“Kuh………….!”
Dia melihat Origami yang berlari sejajar dengannya. Dari ekspresi yang dia lihat, dia dapat melihat rasa santai tersembunyi darinya. Sepertinya, dia mungkin merencanakan untuk menang dengan melewati Tohka untuk tujuan perbedaan 0,1 detik.
“Aku tidak akan membiarkanmu………..!”
Tohka mengepalkan tinjunya dan menaikkan kecepatannya. Namun, Origami mengatur kecepatannya untuk menyamainya dan tidak membuat perbedaan. Kecepatan mereka terus bertambah seiring mereka bersaing.
Tapi------dia menyadari sesuatu.
Karena semangat berkompetisi Tohka pada Origami, dia berlari pada kecepatan yang benar-benar melewati rata-rata anak SMA perempuan.
“Sial…………..”
Jika dia membuat rekor baru, dia akan mengumpulkan perhatian yang aneh padanya. Artinya, dia akan menyebabkan masalah pada <Ratatoskr> yang menyediakan tempat untuknya tinggal. Apa yang harus dia lakukan-----
Tapi, saat Tohka memikirkannya.
*Bishuuuuuu* sebuah bayangan melewati Tohka dengan kecepatan yang sangat besar.
“Nu--------?”
---Dia menyadarinya setelah sesaat.
Itu adalah bayangan Shidou yang berlari seperti kecepatan roket kembang api.
“!? I-Itsuka-kun………waktunya- 4,38 detik…………..”
“Iiiii!?”
“Tunggu sebentar, bukankah rekor dunia itu 5,56 detik!?”
“Lebih lagi, Itsuka-kun sedikit tertinggal di awal, kan!?”
“Ehh, kalau begitu waktunya”
Para murid di garis finish mulai menjadi berisik.
“Hnn……….ada apa dengan kalian semua, terlihat terkejut dan……….”
Tapi, orang yang di khawatirkan- Shidou tidak terlihat khawatir………lagipula, kepalanya bergemetaran seolah kesadarannya hilang sebelum, dia pingsan lemas.
“! Shidou!”
“Shidou----“
Setelah Tohka dan Origami menaikkan kecepatannya lebih cepat, mereka melewati finis dan berlari menuju Shidou.

Bagian 4
………Sesuatu terasa aneh. Di dalam kesadarannya yang kabur, Shidou dalam pikirannya.
Shidou saat ini di atas kasur di UKS. Tubuhnya lesu jadi, dia dibawa ke sana untuk istirahat tapi, lupakan untuk membaik, malah yang ada semakin parah.
Matanya berawan, pikirannya kosong, tubuhnya panas dan rasa sakit yang tak terbayangkan menyerang tubuhnya. Seolah, dia menunjukkan gejala influenza yang jahat.
Tapi, masalahnya bukan itu.
“……….apa yang terjadi padaku”
Setelah Shidou bergumam dengan lembut, dia mengangkat tangan kanannya yang gemetar dan menatapnya.
---beberapa jam sebelumnya, dia menghancurkan dinamometer tangan, dan membuat bola menjadi bintang dengan tangan kanannya.
Seluruh kelas dan guru olahraga terkejut tapi, orang yang paling terkejut adalah Shidou. Shidou benar-benar tidak serius……….malahan, hasilnya seharusnya tidak keluar bahkan jika dia menggunakan seluruh kekuatannya.
Seolah dia--------
“……….Spirit…………..”
Dengan suara yang tidak jelas, dia bergumam.
Ya. Dia pikir kekuatannya mirip dengan yang dimiliki Spirit.
Memang benar bahwa Shidou memiliki kemampuan Spirit dengan menyegel Reiryoku Spiritnya yang telah membuka hatinya padanya.
Juga, walau hanya untuk waktu terbatas, dia mengeluarkan kekuatan Spirit yaitu Angel dan bertarung.
Tapi seperti hari ini, tidak seperti ada musuh dan tidak ada satupun yang sedang dalam bahaya; dari situasinya, ini pertama kalinya dia menunjukkan kekuatannya tanpa dia sadari.
“Apa ini…………………”
Dan, saat itu, tirai yang mengelilingi kasurnya ditarik secara kasar.
“Shidou!”
Dia pikir dokter sekolah yang pergi, datang kembali tapi-------dia salah. Orang itu adalah adiknya Kotori dalam seragam SMPnya.
“Hmm……..Kotori? Apa yang kau lakukan disini………….”
“Aku ditelepon oleh para perempuan. Mereka bilang Shidou demam dan pingsan-----lebih lagi, dia menggunakan kekuatan yang hanya dimiliki Spirit. Apa ada masalah dengan…….tunggu, aku pikir aku tida perlu bertanya”
Kotori melihat Shidou dan wajahnya menjadi serius.
“Mungkin……….kau tahu kenapa……? Tubuhnya sudah sangat aneh untuk beberapa jam………walau aku tidak tahu kenapa…………”
“……………..bagaimanapun, ayo memeriksakan dirimu di fasilitas <Ratatoskr>. Aku menyiapkan mobil di belakang sekolah. Kau bisa jalan?”
“Aah……….aku bisa melakukannya.”
Setelah Shidou mengatakannya, dia perlahan mengangkat tubuhnya dan memakai sepatu dalam yang disiapkan di sebelah kasur.
Dia kemudian keluar dari ruangan selagi memegangi tangan Kotori.
“Uu, kuh…………..”
Selagi terus gemetaran, dia berjalan ke koridor. Ternyata sudah waktu makan siang sebelum dia menyadarinya. Dia dapat melihat para murid dengan Bento mereka di mana-mana. Ada beberapa orang yang penasaran melihat Kotori dengan seragam SMPnya dan Shidou yang dibantunya tapi, dia tidak punya waktu untuk meresponnya.
Dia ingin kembali ke kelas untuk mengambil buku dan tasnya jika memungkinkan tapi, sulit untuk menaiki tangga sekarang. Mungkin lebih baik meminta tolong pada para gadis.
“---Shidou! Kotori!”
Saat Shidou berpikir selagi berjalan ke depan, suara Tohka dapat terdengar dari depan.
Setelah perlahan mengangkat wajahnya, dia menemukan yang lain yaitu Tohka, Origami dan Yamai bersaudari berlari ke arahnya.
“……….kalian. Kenapa kalian disini…………”
Saat Shidou bertanya, Yamai bersaudari menjawab.
“Itu jelas. Ini waktunya makan siang jadi kami menuju ke ruang UKS untuk melihat kondisimu”
“Pertanyaan. Aku ada pertanyaan untukmu juga Shidou. Bukankah kau harusnya beristirahat?”
“Aah…………..aku pikir hari ini………..aku akan pulang lebih awal………Kotori sudah menyiapkan mobil jadi, aku akan keluar……………”
Setelah Shidou mengatakannya, mereka berempat *Begitu* mengerti. Dan langsung saja, Origami melangkah maju.
“Lalu, aku akan meminjamkan bahuku sampai kita disana. Aku bisa meminjamkan pinggulku juga jika kau mau. Pegangan, Shidou”
“Mu………………..”
Tohka ingin mengatakan sesuatu saat dia mendengar perkataan Origami tapi, dia menghentikannya. Sepertinya, dia merasa menyesal karena Origami yang pertama mengatakannya tapi, setelah melihat Shidou kesakitan, dia mungkin menilai ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat.
“Hnn………….Maaf. Tapi, ini akan cepat jadi tak apa------Wah”
Dan, saat Shidou mengambil langkah ke depan dia terhuyung dan menjatuhkan tangannya pada jendela di sebelah kirinya.
Dan saat itu. Mulai dari tempat yang Shidou sentuh, retakan muncul di sekitar tangannya dan *Pan* pecahan kaca memantul keluar bersamaan dengan suara yang tumpul.
“Heh…………….?”
Shidou mengeluarkan suara bodoh, dan langsung menatap jendela yang memiliki peningkatan ventilasi. Para murid di sekitarnya melihatnya dengan mata terbuka. Ai Mai Mii kebetulan di sana dan mulai berteriak.
“Eh? Suara itu……………..”
“Uwah, Err, kacanya pecah!”
“Apa? Apa Itsuka-kun akan memecahkan seluruh kaca sekolah? Apa kau ingin lulus atau sesuatu?”
“Ti-tidak, bahkan aku…………..”
Shidou meninggalkan kacanya selagi kebingungan. Dan, dia berakhir meletakkan tangannya di dinding karena momentum yang tersisa.
Saat dia melakukannya, walaupun dia tidak mengerahkan tenaganya, dinding tebal itu penyok seperti kue bolu. Ai Mai dan Mii terkejut saat dia melihatnya.
“Wah! Eh! Apa itu!?”
“Semua yang dia sentuh jadi rusak!?”
“Itu seperti jantung Giza giza!?”
“Shi-shidou! Apa yang terjadi padamu! Apa yang----“
Tohka mengatakannya dengan cemas.
“Aku bahkan tidak tahu……….”
Shidou menajamkan matanya untuk sesaat. Debu bangunan yang keluar ketika Shidou menghancurkan temboknya merangsang hidungnya.
“-------A-Achoooooo!”
Dia bersin dengan sangat keras.
Dan saat itu, angin mengamuk seperti topan raksasa tertiup di koridor. Jendela berderik, kertas-kertas beterbangan, dan rok murid perempuan terangkat.
“Uwah!?”
“…………….”
“U-Ukyaaa!!”
“Gelisah. Apa itu tadi”
“Ba-bahkan aku………..Uguh……….”
Setelah Shidou menggetarkan kepalanya-----dia kemudian pingsan di koridor.

Bagian 5
“----Memikirkan bahwa <Iblis> bisa jatuh ke tangan <Ratatoskr>”
Di ruagan industri DEM cabang Jepang, manajer direktur-Isaac Westcott sedikit menghela nafas.
Dia adalah pria usia pertengahan 30 dengan ciri khas mata setajam pedang dan rambut pirang gelap. Dia mengenakan pakaian hitam gelap yang menunjukkan tidak adanya celah dan melihat ke bawah dokumen yang berserakan di mejanya.
“Aku minta maaf.”
Orang yang membalasnya adalah seorang perempuan Nordik berambut pirang yang berdiri di sebelahnya.
Ellen Mathers. Kepala eksekutif kedua DEM dan Wizard yang disebut berlebihan sebagai yang terkuat di dunia.
Setelah mengangkat bahunya yang besar, dia mengayunkan kepalanya.
“Kau tidak harus meminta maaf. Bahkan aku tidak memperkirakan masalah tentang <Iblis>.”
Tapi, dia menghela nafasnya.
“----Spirit Inverse yang tercipta secara alami; sungguh sebuah kekecewaan bahwa kita kehilangan sampel yang penting. Selain <Princess> aku belum melihat tipe Inverse yang sempurna”
Setelah mengatakannya, dia memutar kursinya dan melihat keluar jendela.
Westcott dan Ellen, 3 bulan lalu, menangkap Spirit <Princess> dan berhasil menjadikannya Inverse. Saat itu, mereka kehilangan bangunan cabang Jepang, fasilitas terdekat, dan banyak dari Wizard bersenjata mereka tapi-----itu semua hanyalah masalah sepele.
Perbaikan bangunan dan fasilitas yang setengah hancur berkat Realizer, dan dia dapat membuat <Bandersnatch> lagi. Wizard Sempurna adalah kehilangan yang besar tapi, dinilai dari dasarnya, ini adalah pengorbanan yang tidak bisa mereka apa-apakan lagi.
“Tentu saja, Spirit tidak selalu muncul dalam bentuk Inversenya. ----- Hanya saja, apakah alasan <Iblis> itu berdiri di jurang keputusasaan? Ketertarikanku tentang ini tidak berakhir. Sangat menarik sampai aku ingin ada kuliah tentang ini jika memungkinkan.”
Selagi mengatakannya, Westcott berdiri dari kursinya.
“Omong-omong----Ellen. Aku dapat telepon dari Pulau Neryl tadi”
Pulau Neryl. Ellen menghentakkan bahunya saat dia mendengar nama itu.
Nama itu menunjukkan, pulau milik DEM di Laut Pasifik, juga laboratorium bawah tanah.
Normal saja untuk Ellen merespon pada nama itu. Itu karena, rahasia terbesar DEM-----kehidupan Bencana Alam Khusus yang dia tangkap terkunci di dalam fasilitas itu.
“Sepertinya kita selesai memproses [Material A]. Inverse <Princess> sudah memberikan kita kemajuan besar. Kemungkinan keberhasilan 75%.-----Angka-angka itu tidak terlihat buruk, kan?”
“Lalu.”
Westcott menggerakkan bibirnya saat dia mendengar perkataan Ellen.
“Ya.----Ini waktunya kita mencoba membuat Inverse yang sempurna?”


TL Note :
1 = Riajuu King--- Raja yang hidup sepenuhnya dan terdengar seperti King Lear dari Shakespeare

Date A Live Jilid 12 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.