19 November 2016

Date A Live Jilid 11 Prologue LN Bahasa Indonesia


TOBIICHI ORIGAMI

Bagian 1
14 November. Shidou, yang pergi ke sekolah, sedang duduk di kursinya selagi melihat pintu masuk ruang kelas.
Pelajaran pagi akan mulai sekitar 5 menit lagi. Pintunya terkadang terbuka dan seseorang akan masuk.
“……………………………..”
Ini memang waktunya datang ke sekolah jadi, normal saja pintu itu terbuka tapi………..Shidou terus melihatnya dan bahkan tidak menggerakkan matanya sesenti pun.
Alasannya mudah. Sudah 3 hari sejak Reiryoku Origami disegel di taman dataran tinggi. Hari ini adalah hari dimana Origami, yang sudah menyelesaikan pemeriksaannya, akhirnya datang ke sekolah.
Para Roh dan kru mulai dari Kotori, entah kenapa terluka tapi semuanya masih tetap hidup. Mereka mengendalikan Inverse Roh yang berkekuatan besar. Hasilnya bisa dikatakan sebagai anugrah.
---yah, Kotori tidak senang dari awal sampai akhir karena <Fraxinus> kebanggaannya menjadi berantakan.
“Uuuuuuunnnnnnn……….”
Dia tidak bisa tenang. Shidou menggaruk pipinya selagi menghela nafasnya.
Dia tahu dia tidak perlu segugup itu.
Namun setelah penyegelan, tempat Origami dikirim oleh anggota <Ratatoskr> bukanlah <Fraxinus> yang rusak parah melainkan, dia dikirim ke institut bawah tanah yang dimiliki oleh organisasi jadi, Shidou belum bertemu sekalipun dengan Origami setelah itu.
Itu kenapa, ini akan menjadi pertama kali dia berbicara dengan Origami, yang memiliki ingatan dunia ini dan dunia sebelumnya, tapi lebih penting lagi----
“………………….”
Shidou menyentuh bibirnya.
Ya. Kebanyakan kekhawatirannya adalah karena ini.
Walaupun perlu menyegel Reiryokunya, menciumnya tepat setelah diberitahu [Perasaanku padamu bukanlah cinta] adalah sesuatu yang tak dapat dipikirkan. Origami tidak mengatakan apapun tapi, Shidou merasa canggung disana.
“Shidou, Origami masih belum disini?”
Tohka melihat ke arah pintu kelas seperti Shidou selagi melipat tangannya tapi, dia tiba-tiba menaikkan suaranya.
Sepertinya spekulasi Shidou benar; di saat Reiryoku Origami tersegel, Roh yang lain akan mendapatkan kembali ingatan mereka di dunia sebelumnya. Sejak saat itu, semua kembali mengingat Origami; mulai dari Tohka.
Semuanya tahu mengenai kejadian yang tidak terjadi di [Dunia ini]. Untuk beberapa alasan, rasanya aneh.
Tidak------bagaimanapun, bagus semuanya kembali normal.
“Tohka……….Akhirnya kau sekarang bisa memanggilnya Origami huh”
Shidou menahan wajahnya ke atas dengan tangannya selagi mengatakannya dengan santai.
Tohka kemudian membuka lebar matanya sebelum membalas dengan panik.
“Mu……….i-itu bukan masalah besar. Hanya kebetulan saja”
Dia mengalihkan wajahnya selagi melipat tangannya setelah mengatakannya.
Tohka selalu memanggil Origami dengan nama lengkapnya [Tobiichi Origami]. Dia tidak tahu apa yang mengubah hatinya tapi……..ini tidak membuat Shidou tidak nyaman.
“---Fumu, sepertinya Origami memang belum disini”
“Setuju. Kita datang terlalu cepat huh”
Saat Shidou dan Tohka sedang berbicara, ada suara yang terdengar dari belakang mereka.
Saat dia berbalik; dia melihat Yamai bersaudari dari kelas sebelah dan menemukan bahwa mereka sedang berpose keren yang tak diperlukan.
“……….Kaguya, Yuzuru. Apa-apaan pose itu. Lagipula, kalian dari kelas 3 kan. Apa yang kalian lakukan?”
Setelah Shidou mengatakannya, Kaguya *Baa* meletakkan tangannya di depan mukanya dan melihatnya melewati jarak antara jarinya.
“Kuku, aku tidak peduli. Aku dengar si bodoh itu menyelesaikan ujiannya dan akhirnya kembali ke sini. Jadi, aku disini untuk membalasnya untuk dunia sebelumnya”
Setelah mengatakannya, Kaguya *Kukuku* tersenyum jahat.
Sekarang dia memikirkannya kembali, mereka benar-benar dihajar oleh Origami di dunia sebelumnya saat dia berubah menjadi Roh. Sepertinya dia menahan dendamnya……….sepertinya mendapatkan kembali ingatan dunia sebelumnya tidak sebagus itu.
“………..Yuzuru disini untuk balas dendam pada Origami juga?”
Selagi tersenyum kecut pada Kaguya, yang mengayunkan jarinya dan menunggu Origami, Shidou melihat ke arah Yuzuru.
Namun, Yuzuru melakukan sebaliknya dengan mengayunkan kepalanya.
“Menyangkal. Yuzuru tidak terlalu keberatan. Lebih penting lagi, aku senang Master Origami sudah berubah pikirannya tentang Roh”
“Tunggu………….! Bukankah itu membuatku menjadi orang kecil!?”
Kaguya berteriak saat dia mendengar perkataan Yuzuru. Yah, mereka disini mungkin untuk menyambut Origami, walaupun perkataannya berbeda. Selagi melihat sedikit pertengkaran, Shidou *Fuu* menghela nafasnya dan kembali melihat pintu kelas.
“Walau begitu……..dia jelas terlambat. Pelajaran akan segera----“
Dan.
Shidou menghentikan perkataannya.
Itu karena, pintu terbka dan Origami masuk.
“Origami-----“
Dia langsung membuka lebar matanya saat dia melihatnya. Namun, itu normal. Rambut Origami harusnya panjang, dipotong sampai bahu dan dia kembali ke penampilan Origami yang Shidou kenal.
Tohka dan Yamai bersaudari bengong melihat perubahan Origami juga, tapi mereka kembali sadar dan berbicara.
“Nu…..kau disini huh, Origami!”
“Kuku, nyalimu hebat. Aku mengenali keberanianmu itu!”
Tohka dan Kaguya menyambut Origami dengan tegas. Namun,
“---Selamat pagi, semuanya”
Karena Origami mengatakannya dengan wajah yang tidak menunjukkan ketidaknyamanan, Tohka dan Kaguya ragu jika mereka lengah. Hanya Yuzuru [Balas. Selamat pagi, Master Origami] membalasnya.
“Origami, kau…………”
Shidou menghentikan perkataannya sebelum menyelesaikannya.
Perkataan itu bukanlah perkataan yang harus dia katakan sekarang; kembali berpikir.
Itu kenapa Shidou mengatakannya.
Tanpa perubahan sikapnya, dia mengeluarkan suara biasanya.
“Selamat pagi, Origami”
Untuk sesaat; dia mengatakan perkataan itu yang dia pikir tidak akan pernah dia katakan lagi.
Origami, mengangguk mendengar perkataan Shidou sebelum perlahan berjalan.
Dia kemudian berhenti tepat di sebelah kursi Shidou.
“Un…..Selamat pagi”
Dia sekali lagi melihat mata Shidou dan mengatakannya.
Setelah melihat wajahnya, Shidou diserang dengan perasaan aneh. Memang benar rambutnya menjadi pendek dan penampilannya kembali ke Origami dunia sebelumnya tapi; mungkin karena dia memiliki ingatan dunia ini atau mungkin karena dia mengubah emosinya terhadap Roh----atmosfir ekspresinya menjadi agak lembut.
Para perempuan juga mungkin merasakannya. Mereka terlihat sedikit kebingungan bagaimana meresponnya.
Tapi……..mereka mungkin akan langsung terbiasa.
Para perempuan dan Origami disini.
Pemandangan yang dia lihat berkali-kali di dunia sebelumnya membuatnya mengeluarkan air matanya secara refleks.
“Mu…….? Kau tak apa, Shidou”
Mungkin dia menyadari kondisi Shidou; Tohka mengintip wajah Shidou dan mengatakannya.
“Ah, tidak……….tidak apa-apa”
Shidou mencoba untuk memainkannya dan akan-------menghapus air matanya dengan punggung tangannya sebelum *Hashi*, Origami memegang tangannya.
“----Shidou. Kau bisa menggunakan ini untuk menghapusnya”
“A-ah……..maaf”
Setelah mengatakannya, dia memanjangkan tangannya ke arah Origami. Tapi, Origami tidak memegang sapu tangan maupun handuk.
“Origami? Apa yang……..”
Di saat berikutnya, kepalanya terdorong dan pemandangan Shidou berubah menjadi gelap.
“……………!?”
Sedikit kelembaban menyentuh pipinya dan berikutnya; bau sabun dan keringat bercampur menyentuh hidungnya.
Sesaat kemudian, Shidou mengerti kalau kepalanya masuk ke dalam rok Origami.
“uh………! Uh………..!”
Dia tercengang pada kejadian yang tak terduga dan walau dia mencoba untuk kabur, Origami akan memegang kepalanya dan tidak akan membiarkannya pergi. Lagipula, semakin dia berjuang, semakin keras wajahnya tertekan ke bawah perut Origami.
 Hnnn! Hnnnnnnnnnnnnnnnn!!”
“A-Apa yang kau lakukan sialan!!”
Suara panik Tohka bergema dan dia membuat Origami melepaskannya. Shidou, yang akhirnya kembali ke tempat terang, melihat ke sekeliling selagi menghembuskan nafasnya keras-keras.
“Ha-haaa………., haaa……”
“Origami! Apa yang kau rencanakan!”
“Aku hanya menyeka air matanya”
“Jangan bercanda denganku! Di-dimana kau menghapusnya!”
Setelah Tohka berteriak, Origami menarik roknya tanpa ragu.
“A………!”
Dia langsung tercengang. Tapi, Origami tidak memakai celana dalam di bawah roknya, malahan, dia memakai pakaian renang biru gelap sekolah.
“Penyerap air yang baik”
“…..tidak, bukan itu maksudku. Kenapa kau memakai itu……..ini sudah bulan November dan kita tidak ada kelas renang, kan…..?”
“Aku pikir Shidou ingin melanjutkan yang waktu itu”
Setelah mengatakannya, Origami mengeluarkan bando telinga anjing, ekor anjing dan juga leher berbulu. Semua yang ada di kelas mulai berbisik saat mereka melihat barang aneh tersebut.
“Eh…………Ah-re, apa yang Tobiichi-san lakukan?”
“Apa yang terjadi saat dia beristirahat….?”
“Omong-omong, temanku melihat Itsuka-kun dan Tobiichi-san berjalan bersama…….”
“Seriusan, ini adalah perempuan yang menjanjikan yang sampai di puncak yang kau inginkan menjadi kekasihnya di hari pertama dia pindah, kau tahu!?”
“Tapi, ini Itsuka-kun”
“Ah----“
Beberapa percakapan dapat terdengar. Walau dia tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan, perkataan berbahaya seperti [hukuman penjara], [Paksaan], [Penjinakan] dapat terdengar.
Namun, itu sesuatu yang tidak bisa ditolong. Para Roh mungkin dapat mengingat kembali ingatan dunia sebelumnya tapi, ini tidak mencakup teman sekelasnya. Mereka hanya tahu tentang Origami yang serius sebelum akhir pekan.
“E-err, Origami. Ada banyak orang jadi, kau seharusnya tidak berbicara seperti itu….”
“Jangan khawatir”
Setelah Origami mengatakannya, dia kemudian………..mendekatkan tubuhnya pada Shidou.
“A-aaaa………!”
“Ka-kau sialan!”
Tohka berteriak saat Shidou tercengang. Teman sekelasnya juga menjadi berisik. Di antara mereka, ada yang mengarahkan ponsel mereka padanya.
Namun, Origami menggerakkan bibirnya dengan sangat tenang.
“Lebih baik memberitahukan semuanya tentang hubungan kita. Serangga buruk tidak akan menyangkut padamu”
“Le-lepaskan Shidou”
Setelah Tohka berteriak, Origami diam-diam melihat ke sana.
“---Memang benar aku berhenti melihat Roh sebagai target pemusnahan. Namun, Tohka. Aku tidak akan menyerahkan Shidou padamu. Selama kau mengikuti Shidou, itu tidak akan mengubah fakta bahwa kau musuhku”
“Itu perkataanku! Cepat dan lepaskan Shidou!”
Tohka *Buun**buun* mengayunkan tangannya selagi berteriak. Tapi, Origami masih dekat dengan Shidou dengan wajah tenang.
“E-err…..Tobiichi-san?”
Walaupun dia merasakan pemandangan gatal dari sekitarnya, Shidou mengeluarkan suaranya dengan lembut.
Ada satu hal………..dia harus konfirmasikan pada Origami.
“Ya?”
“Tidak, jika ingatanku benar………kau bilang padaku kalau emosimu padaku bukanlah cinta saat itu, kan….?”
Shidou mengatakannya dengan keringat turun dari pipinya.
Origami kemudian mengangguk.
“Aku mengatakannya”
“Err……lalu apa itu”
Dia bilang bahwa ini merupakan bagaimana menunjukkan perhatian yang ada di sekitarnya betapa dekatnya mereka. Ini tidak ada bedanya dengan dunia sebelumnya………..malahan, ini terasa sedikit meningkat.
Origami kemudian melihat lurus pada Shidou.
“Emosiku pada Shidou bukanlah cinta, tapi kepercayaan”
“O-ou”
“Cinta yang sebenarnya mulai dari sekarang”
“………………………”
Shidou merasa sedikit pusing mendengar perkataan Origami. Itu bukan cinta. Seolah raja iblis sedang membuat pengumuman.
Dan ketika keributan itu terjadi, bel mulai berbunyi.
Tepat waktu. Shidou melepaskan diri dari Origami sebelum mengeluarkan suara untuk memberitahukan semuanya.
“Li-lihat! Pelajaran akan dimulai! Tohka dan Origami, kembali ke kursi kalian. Kaguya dan Yuzuru. Kembali ke kelas kalian!”
“Mu-muu……….”
“…………………”
“Fuun………tidak ada pilihan. Aku akan kembali saat istirahat!”
“Mundur. Sampai berjumpa lagi. Master Origami, mari berbicara lagi nanti”
Tohka dan Origami merendahkan senjata mereka, dan Yamai bersaudari kembali ke kelas 3, setelah mereka mendengar apa yang Shidou katakan. Mungkin mereka merasakan akhirnya; teman sekelas yang berkumpul mulai kembali ke kursi mereka masing-masing.
“Haa………..”
Shidou mengeluarkan helaan nafas yang besar selagi melihat Origami seolah dia tergelincir ke dalam kemacetan.
Ya. Karena Origami muncul dengan cara yang sangat tidak terduga, dia melewatkan waktu untuk mengatakan sesuatu.
“……Origami”
“Ya?”
“Err……begini,------terima kasih sudah mendengarkan suaraku saat itu. Aku senang kau kembali. Bagaimana mengatakannya……..aku merasa lega. Bahwa kamu menghadiri kelas dengan normal…….mungkin sulit menerima sepenuhnya bahwa kau saat ini adalah Roh tapi, kau bisa melakukannya karena itu kau jadi, itu kenapa……….Uuuunnnn”
Walaupun dia terus memikirkan adegan reuni mereka kemarin, dia tidak bisa mengatur perkataannya dengan benar saat itu benar-benar menjadi nyata. Shidou menggaruk kepalanya tak karuan.
“…………aah, lupakan. Aku akan meninggalkan pembicaraan ini nanti. Lagipula----“
Shidou mengangkat wajahnya dan melihat mata Origami.
“---------Aku akan mengandalkanmu mulai sekarang, Origami”
Mengarah perkataan Shidou.
“------un”
Origami membalas dengan senyum.

Date A Live Jilid 11 Prologue LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.