22 Oktober 2016

Only Sense Online Jilid 3 Bab 6 LN Bahasa Indonesia


GUILD EMBLEM DAN SLIME SERANGAN-BUNUH-DIRI

"Sekarang, waktunya telah tiba. Quest yang berkaitan dengan pendirian guild! Ayo semangat! Yeahhh‼"
Aku melihat Myu yang mengepalkan tinju dan mengangkatnya ke udara, heboh. Sei-nee tersenyum simpul.
"Ayolah, Yun-oneechan dan Sei-oneechan seharusnya mengikuti suasana. Petualangan yang panjang dimulai sekarang."
"Sekalipun kau berkata begitu, aku tidak masalah dengan petualangan singkat. Juga, jangan panggil aku 'oneechan'. Ya ampun …."
Aku menghela nafas dan saat mengalihkan tatapanku pada Sei-nee, dia telah mengambil peran sebagai si penasihat.
"Itu benar. Karena mulai sejak awal sekali itu merepotkan, ayo gunakan sebuah trik untuk langsung ke bagian akhirnya, Menaklukkan Mastil Dane dan menyelesaikannya."
"Mmgrr, ayo lebih bersenang-senang. Sudah lama sejak kita para bersaudari bertiga saja."
"Walau begitu, apa yang kuincar adalah item drop dari boss."
"Dan aku membutuhkan Guild Emblem."
Dengan begitu, Sei-nee dan aku bertukar pandang dan berkata "karena itulah kami tidak bisa".
"Tapi, apakah benar-benar ada sebuah trik untuk quest pendirian guild?"
"Yeah. Kenyataannya, ini adalah sebuah quest yang memiliki tiga tahap, tapi dua dari itu bisa dilompati selama kita memenuhi syarat tertentu. Karena itulah, ayo pergi dan lakukan dengan segera."
Tempat yang ditunjukkan oleh Sei-nee, adalah jalan utama dari Kota Ketiga di bagian dasar tambang. Di sana, berdiri tegap seorang pria paruh-baya yang terlihat seperti seorang ksatria. Dia terlihat sangat berbeda karena dia memiliki kumis seorang kaisar. (TL: Mungkin maksudnya yang seperti ini?http://www.hairaisersshop.com/v/vspfiles/assets/images/kaiser-wilhelm-moustache-mn-epf-em-179.jpg )
"Oooh?! Kalian bertiga, bisakah kalian mengalahkan Ghost Knight yang mengamuk di dalam tambang itu?! Aku ingin kalian melepaskan jiwa Grand Master yang merupakanGhost Knight terhebat, yang membusuk di dalam tambang; ksatria itu berkeliaran, mencari penerusnya."
—— Kau menerima guild quest: Taklukkan Appointer Mastil Dane
Itulah yang ditampilkan menu-ku, persiapannya sudah selesai.
"Sekarang kita telah menerima questnya dengan sukses. Ayo pergi ke dalam dungeon tambang. Apa yang kita incar adalah boss Tambang di lapisan kedua."
"Tambang di lapisan kedua, ya. Aku belum pernah ke sana sebelumnya, tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa. Musuhnya semua lemah."
Myu bilang 'lemah'. Tapi aku tidak berpikir 'lemah' untuk kriterianya juga 'lemah' untukku.
"Benar. Berbicara tentang prosedur quest, kalau kita pertama-tama mengalahkan keempat tipe Wandering Ghost Knightyang berbeda di lapisan kedua sebelum menuju ke Appointer Mastil Dane, kita  akan dapat masuk tanpa harus mendapatkan kunci.”
"Tapi musuh-musuh lainnya, HobgoblinMiddle Worm, dan Eye Ant itu lemah dibanding dengan para Ghost Knight."
"Hei, itu mudah untuk kalian berdua. Bisakah kalian membiarkanku mencoba melawan mereka? Aku belum menaikkan Sense pertempuranku sama sekali, jadi aku ingin meningkatkannya meskipun hanya sedikit."
Mendengar usulanku, wajah mereka berdua berekspresi terkejut, tapi segera sesudahnya mereka mengangguk.
"Tentu. Meski sekalipun kita bertempur, EXPnya tidak begitu bagus, jadi kami bisa menyerahkannya pada Yun-chan."
"Kalau Onee-chan akhirnya menemukan motivasi, kami akan mendukungmu."
Kurasa itu adalah yang patut disyukuri. Dan setelah bergegas menuju ke tambang, Myu mengaktifkan sihir Light dan kami maju setelah mendapatkan sumber penerangan.
Meskipun musuh di lapisan pertama dibuat supaya kau dapat mengalahkan mereka saat kau mendapatkan Ex-Skill Mining, aku menghadapi mereka.
Aku langsung menembakkan anak panah pada monster yang muncul saat kami mengarah ke lapisan kedua melewati rute terpendek.
"Enchant ——Attack."
Aku menaikkan stat-ku dengan menggunakan Boost Tablet peningkat ATK, ditambah lagi aku menambahkan lebih banyak kekuatan dengan memasangkan enchant pada diriku sendiri.
Setelah meningkatkan kekuatanku secukupnya, sebelum monster lawan menyadariku, aku menumpukkan skill satu demi satu.
"——Ingredients Knowledge"
Melihat menembus kegelapan dengan Hawk Eyes, aku melihat tanda merah yang muncul di bagian atas monster. Itu adalah titik kelemahan di bagian kepala dan torso organisme tersebut. Aku perlahan memposisikan busurku dan memasangkan anak panah.
Aku menarik mundur anak panah tersebut, dan setelah menarik tali busur hingga ke batasnya, aku memilih Art terakhir yang kupunya.
"——Bow Skill – Arrow Stitching"
Sebatang anak panah yang dilepaskan pada titik kelemahan monster tersebut telah merampas seluruh HPnya.
"Hoho, itu mudah. Bukannya itu overkill."
"Yup, tapi itu tidak efisien. Barusan aku menggunakan sebuah item sekali pakai, dua skill dan sebuah art."
Aku berkata demikian, dan di dalam pikiranku, aku menghitung waktu tunggu sampai aku bisa menggunakan Art lagi, dan tanpa istirahat melepaskan anak-anak panah. Menanggapi anak-anak panah yang kutembakkan dengan stat yang diperkuat, satu demi satu monster berjatuhan ke tanah dan menghilang, berubah menjadi partikel.
"Ya. Sepertinya meskipun sendirian, Yun-chan tidak akan mendapat masalah dengan lapisan pertama, 'kan?"
"Sepertinya Yun-oneechan lebih kuat daripada sebelumnya. Hebat!"
"Tapi ada banyak kelemahannya, 'kan. Caraku bertempur menggabungkan banyak hal yang harus kuandalkan. Serangan jarak jauh adalah kekuatanku, tapi jika berbalik, aku yang akan tidak diuntungkan."
Busur, dan lebih tepatnya longbow memiliki banyak kekuatan dan jarak. Akan tetapi, di sisi lain, sulit untuk melakukan manuver dalam jarak dekat. Ciri khas lainnya dari busur adalah serangannya yang menutupi titik yang sangat kecil saat anak panahnya menembus.
"Kau tidak perlu begitu khawatir tentang hal tersebut. Untuk dapat mengganti kekurangan itu, ada penyerang barisan depan sepertiku, ada banyak penyerang jarak dekat.”
"Pembagian peran dalam party. Tidak perlu menjadi seorang solo player yang serba bisa. Karena itulah, apa yang kau perlukan saat ini adalah bakat yang menjadi spesialisasimu."
Jadi, berjuanglah. Sei-nee mengingatkanku.
Aku pahan apa yang dia maksudkan, dan menggenggam erat-erat Black Maiden's Longbow yang kupegang.
Setelah memproses melewati lapisan pertama tanpa ada masalah, kami pergi menuju ke lapisan kedua.
"Sekarang, mulai dari sini adalah pertempuran Yun-chan yang sebenarnya. Kami akan mendukungmu, jadi berjuanglah sebaik mungkin."
Mendengar perkataan Sei-nee, aku berpikir bahwa meskipun aku memilih Sense-ku untuk menjadi support, saat ini aku begitu lemah sehingga akulah yang mendapatkansupport, dan tersenyum pahit.
Aku memperhatikan dengan seksama musuh pertama yang kami temui, dan membidik titik kelemahannya di kepala.
"——Bow Skill – Arrow Stitching!"
Hobgoblin yang berkulit kuning dan dengan tinggi tubuh setara anak SD dari kelas besar, kepalanya telah meledak, terjatuh ke tanah dan menghilang. Segera setelah itu, para Hobgoblin terhubung bersamaan – totalnya ada empat yang berkumpul.
Meskipun aku mengalahkan musuh-musuh dengan memulainya dari yang paling terdekat, lawan mendekat dengan kecepatan tinggi dan aku dapat menumbangkan hanya dua dari mereka. Tanpa Art, akan membutuhkan dua sampai tiga anak panah untuk menumbangkan mereka.
"Serahkan sisanya pada kami!"
"—— Aqua Bullet"
Myu melompat ke depan dan menebas salah satu dari mereka dengan one-handed sword-nya, dan Sei-nee meledakkan kepala monster itu dengan bola air.
"Itu seharusnya cu … tidak!"
Sekali lagi aku mengangkat busur yang hampir sepenuhnya kuturunkan, memasangkan sebatang anak panah dan mengarah ke dinding, aku menembakkan sebatang anak panah pada sebuah titik yang kuperhatikan dengan Sense Discovery. Segera sesudahnya, benda itu menembus Middle Worm yang telah melompat keluar dari lorong mini di dalam dinding, menghancurkannya.
"Nice, Yun-oneechan. Mencegat seekor Middle Worm yang menggunakan elemen kejutan untuk pertama kalinya, itu benar-benar bagus."
Sambil berkata demikian, Myu menghujamkan ujung pedang ke tubuh Middle Worm yang tertancap ke dinding dengan sebuah anak panah. Aku dapat merasakan perbedaan dasar kekuatan seranganku dengan serangan Myu.
"Sekalipun aku melihatnya lebih tinggi, aku tidak bisa melakukan apa-apa tentang itu."
Kata-kata meluncur keluar menanggapi perasaanku, tetapi itu tidak mencapai telinga Myu ataupun Sei-nee dan aku berjalan mencari monster berikutnya. Eye Ant yang muncul di lapisan kedua memiliki pertahanan fisik yang kuat pada torsonya, sekeras bijih besi. Akan teapi, sambungan sendinya lembut dan dapat dilukai dengan mudah. Aku berfokus pada bagian itu, tapi metode utama melawan monster ini adalah dengan menggunakan sihir. Aku menggunakan baik busur maupun sihir untuk mengimbanginya, dan mengalahkan dua dari empat Eye Ant yang mendekat, menyerahkan sisanya pada Myu dan Sei-nee.
Saat kami maju melintasi lapisan kedua, kami berpapasan musuh-musuh dan menemukan perangkap-perangkap dungeon.
"Perangkapnya ketemu, tunggu sebentar."
"Ehhh, lagi?! Perangkap-perangkap di area ini bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, jadi kita lari saja melewati mereka."
"Kita tidak bisa begitu. Kita harus melakukannya dengan hati-hati sehingga Yun-chan bisa berlatih."
Setiap kali aku menemukan perangkap yang tersebar di seluruh dungeon dengan Sense Discovery, aku menangani mereka dengan benar. Walau begitu, jika ini adalah area yang luas, kami bisa saja melintasinya sambil menghindar, tapi saat ini kami tidak dapat berjalan melewatinya karena jebakan-jebakan itu berlokasi di lorong yang sempit.
"Perangkap-perangkap di tempat ini kebanyakan adalah batu yang berjatuhan, racun, atau sihir. Kalau itu aku, aku akan melakukan ini."
"Ah, Myu!"
Sementara aku menatapi jalur yang kutemukan, Myu telah berlari di dinding dan melewati sisi lain. Ini hanya bisa dilakukan hanya karena Sense Action Restriction Release Myu, yang memungkinkan gerakan tiga-dimensinya. Itu mustahil untukku.
"Sei-nee, meskipun Myu menggunakan cara yang tidak jelas seperti itu, apa yang akan kau lakukan dalam hal ini?"
Myu melambaikan tangannya dengan bersemangat pada kami dari sisi lain jebakan. Sei-nee mengerutkan dahi saat dia kebingungan dan menjawab pertanyaanku.
"Hmm. Aku akan menyerang perangkap dengan sihir dari jarak jauh? Setelah jebakan itu aktif, aku seharusnya dapat lewat. Juga, jebakan fisik dapat dihancurkan seperti itu."
"Jadi dihancurkan dengan paksa kalau perlu, ya."
"Aku tidak benar-benar punya metode spesial apapun. Aku hanya menyerahkannya pada anggota party yang memiliki Sense Release…."
Dengan wajah yang sedikit bersemu merah, Sei-nee cepat-cepat mengumpulkan alasan. Dia adalah gadis yang cantik tapi kupikir itu imut. Akan tetapi, ayo gunakan cara penghancuran paksanya sebagai referensi.
Aku mengeluarkan sebuah item dari inventory dan menaruhnya di tanah.
"——SlimeSummon. Majulah pergi."
Apa yang kupanggil adalah slime level rendah. Kurasa aku sebaiknya memanfaatkan monster sintetis dalam situasi seperti ini. Slime itu terus menyeret dirinya melewati permukaan tanah, dan begitu dia berada di atas perangkap, makhluk itu dihancurkan oleh bebatuan yang berjatuhan kemudian menghilang. Kemudian, kami mengamati saat jebakan tersebut dilepaskan.
"Baiklah, kita bisa teruskan."
"Dengan kita bertiga, ternyata ada banyak metode untuk melepaskan perangkap, ya."
Sei-nee menghela nafas terkesan. Myu-san berlari di dinding, Sei-nee menghancurkan perangkap, dan aku memicu perangkap. Masing-masing dari kami memiliki metode sendiri untuk melepaskan perangkap. Tapi, tetap saja, kami tidak sebanding dengan orang-orang yang memiliki Sense yang memungkinkan mereka untuk melepaskan perangkap, pikirku dan memperluas area pencarian.
Dan, kami telah menemukan sasaran kami.
"Itu adalah satu Wandering Ghost Knight."
"Bukannya itu adalah bola api?"
"Itu benar. Setelah diserang, satu dari empat tipe akan muncul secara acak."
"Menyerangnya, ya. Kau bilang ada empat tipe, apa saja itu?"
"Ada para Knight yang memegang entah pedang, kapak, tombak, atau tongkat sebagai senjata mereka. Tapi seperti yang kukatakan, mereka muncul secara acak, jadi kita bisa mendapatkan bagian kunci yang sama, jadi bersabarlah."
"Acak, ya."
"Ada apa, Yun-oneechan?"
"Tidak, aku ada agak sedikit ragu, atau mungkin—aku penasaran, kurasa? Kupikir aku tahu cara untuk menentukan apakah itu acak atau tidak …."
Aku sudah menjual Search Orb yang kupunya dan tidak lagi memilikinya. Tidak mungkin saat ini untuk menentukan tipe apakah bola api itu.
"…, seandainya kita memiliki Search Orb."
Setelah datang ke tempat ini, aku menyesal telah menjualnya. Akan tetapi, orang lain yang tahu mengenai metode menggunakan Search Orb untuk menyelidik, Myu, mulai menarik keliman bajuku.
"Kalau Search Orb, aku punya satu di inventory-ku. Karena aku tidak memerlukannya, aku membiarkannya di situ. Haruskah aku menggunakannya?"
Myu menelengkan kepalanya, dan setelah datang mendekat, dia melihatku dengan mata yang mendelik ke atas. Aku membelalakkan mata terkejut.
"Apakah itu tidak apa-apa? Itu adalah bagianmu, 'kan?"
"Sejak awal, itu adalah sesuatu yang kami dapatkan karena Yun-oneechan ada di sana. Juga, aku telah mengatakan hal tersebut sebelumnya, dan mencoba menyerahkannya pada Yun-oneechan, 'kan."
"Terima kasih. Ayo kita gunakan."
Aku menerima bola kristal itu dari Myu. Melihat bahwa aku akan melakukan sesuatu, Sei-nee menyerahkan segalanya padaku.
Setelah diserahkan Search Orb oleh Myu, aku menggunakan benda itu untuk menghilangkan keraguanku sendiri.
"Sekarang, Search Orb, lihatlah identitas dari bola api itu."
Bola kristal itu berubah menjadi partikel yang mengitari bola api tersebut dan menghilang. Kemudian, informasi tentang bola api itu muncul di menu kami.
"——Wandering Ghost Knight (Axe), sesosok hantu seorang ksatria yang berkeliaran di dalam sebuah tambang. Menggunakan sebuah kapak. Hei, hanya itu? Ini tidak benar-benar acak kalau begitu."
"Kalau ini adalah kapak, maka ini adalah tipe-B. Selain dari itu, ada pedang, tombak, dan tongkat. Tapi, jika itu bisa ditentukan dengan cara seperti ini, daripada melakukannya secara acak, orang-orang mungkin akan mulai melakukannya dengan cara ini."
Daripada mengalahkan Ghost Knight secara acak begitu mereka muncul dari bola api, kami mempelajari bahwa adalah mungkin untuk mengetahuinya sejak awal, tapi apa gunanya. Memahami sepotong info itu, membuatku berekspresi rumit. Melihat ekspresiku, Sei-nee menanggapi.
"Tidak apa-apa, Yun-chan. Trik kecil ini pasti dapat digunakan dalam situasi yang berbeda. Ini tidak efisien hanya bagi Ghost Knight karena mereka lemah."
"Ini harus dipaksa lewat sejumlah percobaan! Tidak apa-apa, Yun-oneechan! Ghost Knight itu lemah!"
Hahaha, Myu dan Sei-nee memperlakukan Ghost Knight sebagai mangsa kecil tanpa keraguan sedikit pun. Haa, merasa bahwa tidak ada gunanya lagi mengulur-ulur waktu untuk bertempur, aku menyerang lebih dulu dengan menembakkan sebatang anak panah pada bola api itu.
Dan kemudian, kabut hitam berkumpul dengan bola api itu sebagai inti nukleusnya, dan penampilannya berubah menjadi seorang ksatria yang menggenggam kapak dan memakai baju zirah. Ingin tahu bagaimana kekuatanku dibandingkan dengan Ghost Knight, aku berdiri di depan sendirian. Bersama dengan munculnya si ksatria itu, aku menembakkan sebatang anak panah secepat mungkin.
Anak panah yang dilepaskan dipantulkan oleh kapak yang digunakan seperti sebuah perisai.
"Cih. Ini belum selesai!"
Aku menaikkan suara dan mencoba untuk menembak secepat mungkin. Sementara itu, aku mengambil jarak dengan bergerak secara diagonal ke belakang. Itu adalah sebuah trik yang memungkinkan untuk meningkatkan jarak sedikit dengan bergerak secara diagonal daripada mundur secara lurus. Aku tidak tahu seberapa efektif ini terhadap musuh, tapi sampai dia melancarkan serangan pertamanya, aku akan terus mengulur waktu seperti ini dan menyerang.
Saat Ghost Knight mendekatiku, kadang-kadang memukul mundur anak-anak panah dengan kapak tebalnya. Akan tetapi, sekalipun dia berbentuk mirip manusia, pola tindakannya berbeda dengan player, dan tidak ada kesan canggung. Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk menancapkan dua anak panah pada armornya. Meski demikian, serangan tersebut masih belum cukup.
Ghost Knight itu mendekat, mengabaikan HP-nya yang hilang, dan aku mundur saat melarikan diri. Aku dapat melihat penampilan Myu yang siap untuk melompat kapan saja, dan Sei-nee yang sedang menghentikan dia meskipun dia sudah siap melancarkan sihirnya kapan saja sehingga dia dapat turun tangan.
Dan aku menabrak dinding lorong di belakangku. Tidak ada jalan bagiku untuk meloloskan diri.
Saat aku melihat kapak yang diayunkan secara vertikal untuk memenggal kepalaku——
"Sekarang! ——Mud Pool!"
Aku melompat ke samping Ghost Knight, menghindari kapak yang mendekat dari atas kepala. Pada saat yang sama dengan tanah yang ada di kaki si Ghost Knight sebagai targetnya, aku melancarkan sihir.
Sihir yang bersifat menghalangi yang kupelajari pada level 10 sihir elemen tanah—— Mud Pool.
Ghost Knight yang mengayunkan kapaknya, tercemplung masuk ke dalam kolam lumpur yang muncul di bawah kakinya dan terjatuh.
Dia memelintir tubuhnya, mencoba untuk mengangkat kakinya keluar dari lumpur, tapi gerakan yang amat canggung itu terlihat seperti sebuah boneka tali.
"Sekarang, yang tersisa adalah game satu pihak."
Aku bergerak ke belakang Ghost Knight dan menembakkan anak-anak panahku. Setiap kali dia mencoba untuk mengatur kembali posturnya, aku menggunakan Bow Skill – Arrow Stitching yang memiliki efek terpental-mundur, dan membuat si ksatria berbaju-zirah terlihat seperti seekor landak.

Sejumlah kecil luka telah terakumulasi dan aku akhirnya mengalahkan Ghost Knight.
"Yun-oneechan, aku tidak menyangka kau akan mengalahkan dia dengan gabungan perangkap! Sejak kapan Onee-chan-ku menjadi begitu kejam?"
"Jangan panggil aku kejam."
Meskipun aku memprotes kata-kata Myu, aku tahu itu hanyalah sebuah candaan.
Karena stat dan levelku lebih rendah, aku harus mempersiapkan rencana cerdik dan item untuk mengalahkannya.
"Ngomong-ngomong Yun-chan, bagaimana kau akan menghentikan musuh yang melayang yang tidak terpengaruh Mud Pool untuk tidak bergerak?"
"Ah, iya. Sia-sia menggunakan Mud Pool pada musuh yang mengambang. Aku harus memikirkan cara menanggulanginya."
Saat hal tersebut ditanyakan Sei-nee, aku mulai bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukan.
"Jika musuh melayang di udara, kau hanya perlu menumbangkannya ke tanah, 'kan."
"Myu, itu kedengarannya sangat ekstrim."
"Tentu saja, dalam hal ini Yun-chan, kau pasti dapat menembaknya jatuh dengan busur, 'kan?"
Tidak, tidak, tidak, jangan ikut-ikutan menambahkan apa yang dia katakan, Sei-nee, pikirku. Yah, jika aku menemui musuh yang melayang, akan kupikirkan itu nanti. Sekali lagi, kami mulai berkeliling untuk mencari Ghost Knight.
Dan untungnya, kami menemukan sebuah bola api dekat situ. Terlebih lagi, ada dua.
"Jadi? Apa yang kita lakukan?"
"Apa yang kau tanyakan? Kita dapat dengan mudah mengalahkan mereka dalam waktu yang bersamaan. Aku akan menangani salah satu dari mereka, kuserahkan yang lain pada Myu-chan dan Yun-chan."
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan membuat mereka muncul. —— Rapid Fire Bow – Second Form."
Aku melepaskan dua anak panah secara bersamaan, dan mengenai kedua bola api itu di bagian tengah, memunculkan Ghost Knight.
Pola kali ini yang satu dengan pedang dan satu lagi tongkat. Jika kami menemukan yang memakai tombak setelah ini, kami akan dapat menghadapi boss.
"Baiklah, aku akan menghadapi ksatria yang memegang tongkat. Kalian berdua urus yang memakai pedang."
"Baik. Enchant —— Attack, Speed."
Myu mendapatkan enchant serangan dan kecepatan dariku dan melesat seperti sebuah peluru.
Longsword ksatria itu dan one-handed sword Myu berbenturan dengan kekuatan penuh, dan Myu menangkisnya. Di sisi lain, Sei-nee bergerak ke samping dan segera mengembalikan sebuah serangan sihir … atau tepatnya, memulai pertempuran sihir satu pihak. Dia menahan serangan kegelapan yang menekan dengan sebuah perisai air yang dia buat dengan satu tangan, dan sementara lawannya melepaskan satu serangan, dia menembakkan tiga peluru air. Sementara itu, di belakangnya menunggu sejumlah sihir yang dua kali lipat lebih banyak.
"Sei-nee kelihatannya tidak ada kesulitan. Daripada itu … Myu! Berapa lama lagi kau akan bermain-main!"
"Maaf! Aku ketahuan!"
Meskipun dia telah menghempaskan pedang Ghost Knight itu, dia tidak mengambil tindakan saat dia memiliki kesempatan untuk menyerang-balik. Ya ampun——
"Cepat selesaikan. Cursed —— Defence."
Saat aku melancarkan cursed yang merupakan sihir pelemah, bekerja secara kebalikan dari enchant pada Ghost Knight, Myu menyeimbangkan pedangnya.
"Aku tahu. —— Fifth Breaker!"
Dalam sekejap, dia melepaskan lima tebasan dan dapat menghabiskan seluruh HP Ghost Knight. Tidak peduli seberapa lemahnya makhluk itu, aku tidak akan dapat merobohkannya sampai aku melepaskan lusinan anak panah. Melihatnya rubuh semudah itu, menghilangkan rasa kepercayaan diriku yang tersisa.
"Selamat untuk kerja kerasnya. Sepertinya tidak ada yang bermasalah. Kalau kita menemukan Ghost Knight lain, ayo kita lakukan bertiga."
"Itu benar. Aku ingin cepat-cepat dan menghadapi boss, let's go!"
Aku tersenyum miris pada Myu yang mengacungkan pedangnya dan mulai mencari Ghost Knight lainnya. Setelah itu, kami menemukan duplikat dari pedang dan kapak. Saat kami mencapai yang keempat, kami telah terbiasa menghadapi Ghost Knight. Terlebih lagi, dengan support kuterapkan pada Myu dan Sei-nee, di hadapan kekuatan serangan mereka yang meningkat, Ghost Knight lenyap tidak dapat bertahan lebih daripada semenit.
·
Jauh di belakang dari lapisan kedua terdapat tangga yang menurun ke bawah. Di tempat yang tidak pernah kumasuki sebelumnya karena aku tidak ada keperluan, ada sesosok bos.
"Nah, sekarang, ayo mulai persiapannya."
Sei-nee yang memegang dua potong kunci, sementara Myu dan aku masing-masing memiliki satu potong, mencocokkan kuncinya bersama-sama.
Kunci itu mendapatkan kembali bentuknya yang semula, sebuah kunci berbentuk lingkaran.
"Apakah ini adalah kunci yang dibutuhkan untuk menghadapi bos?"
"Itu benar. Ini adalah Appointer's Key. Kau harus menaruhnya di dalam lubang ini."
Sei-nee menaruh kunci tersebut di dalam lubang berbentuk lingkaran dan membiarkannya. Kuncinya tidak jatuh dan malah mulai bergerak sendiri.
Sebuah suara berat dapat terdengar, seakan sesuatu bergerak di dalam dinding. Tembok batu di depan mata kami bergerak ke samping dan memperlihatkan kegelapan di baliknya.
"Bossnya, Appointer Mastil Dane adalah sebuah armor hidup yang sangat besar. Tangan kanannya memegang sebuah tongkat, di tangan kirinya sebatang tombak yang kokoh. Dia adalah musuh yang menggunakan serangan fisik sekaligus serangan sihir."
"Hei, sedikit telat untuk itu, tapi bukankah kita memerlukan tank?"
Kekhawatiranku adalah struktur party kami saat ini. Kami memiliki dua penyerang jarak jauh dan seorang penyerang jarak dekat. Alasan mengapa party dengan keseimbangan-buruk kami ini berkembang sejauh ini adalah berkat kemampuan dan level individual yang tinggi. Aku tidak berpikiran bahwa akan mudah untuk mengalahkan si boss walau begitu.
"Mungkin. Akan tetapi, mungkin saja kebalikkannya dan tidak memiliki tank bisa lebih baik."
Aku menelengkan leherku kebingungan setelah mendengarkan gumaman Sei-nee. Paling baik melawan musuh yang kuat dalam sebuah party dengan pembagian peran, kenapa yang sebaliknya itu lebih bagus? Aku ingin menanyakan hal itu, tapi kata-kata Myu menyelaku.
"Tapi sulit bagi Onee-chan dan aku untuk menaikkan level kami kalau musuhnya tidak begitu kuat. Kami harus menghadapi kesulitan secara langsung!"
"Walau begitu, kalau kita kalah kita akan harus mengalahkan para Ghost Knight dari awal lagi."
Saat Sei-nee berkata sambil tersenyum miris, aku menelan pertanyaan yang ingin kutanyakan dan membayangkan harus mengalahkan Ghost Knight demi potongan kunci yang tidak kami miliki duplikatnya.
"Ayo pergi kalau begitu."
"Sebelum itu, ini, gunakan ini."
Semuanya menelan Boost Tablet dan aku menerapkan enchant terlebih dahulu. Aku tidak berpikir bahwa kami akan menang dengan mudah, tapi aku tidak ada niat untuk kalah. Setelah aku melancarkan enchant ganda pada kami sendiri, kami maju lebih jauh.
Kami maju sambil bergantung pada cahaya yang dipancarkan oleh bola cahaya yang Myu ciptakan. Di belakang, bertumpu pada kedua lututnya adalah sebuah armor dengan sebatang tongkat dan sebatang tombak di kedua tangannya.
Tingginya tiga meter melampaui manusia. Tongkat hitam meliuk yang dipegangnya berkarat di permukaannya, dan sementara memegang sebatang tombak yang terlihat seperti diukir langsung dari batu, armor hidup itu berdiri.
Dari bagain terdalam di balik helmnya yang menutupi wajahnya, sepasang mata merah bersinar langsung terarah pada kami.
Penampilannya lebih mirip sesosok robot daripada Ghost Knight, rasanya seperti golem.
"K-kami adalah. Pejuang masa kuno, kuno, yang membusuk, loo …."
Menanggapi suara aneh Appointer yang terdengar seperti radio rusak——
"Hei, ini menyebalkan, jadi bisakah aku melakukan serangan kejutan dan melewati percakapan ini?"
"Sebaiknya tidak, oke? Kalau kau menyerangnya sebelum dia selesai, dia akan mendapatkan status Anger yang akan meningkatkan kekuatan serangannya, jadi kurasa itu tidak direkomendasikan?"
Karena percakapan Myu dan Sei-nee yang tidak cukup tegang, aku melewatkan kata-kata Mastil Dane yang sulit dimengerti.
"Jika kalian adalah orang yang pantas … aku akan mengangkat kalian!"
Mastil Dane mengacungkan tombaknya dan mulai berlari ke arah kami. Gerakkannya lebih halus daripada Golem. Myu dan Sei-nee berniat untuk melukai makhluk itu sebelum dia mendekat.
"—— Sol Ray!"
"—— Maelstrom!"
Laser Myu menembus tungkai Mastil Dane, dan pusaran air Sei-nee menghantam dari atas kepala, menelannya.
"Cursed ——Mind!"
Sementara itu, aku melancarkan Cursed, meningkatkan dampak serangan mereka berdua. Setelah tungkainya ditembak, Mastil Dane terheran-heran tapi mendesak keluar dinding pusaran air dengan kekuatan fisiknya, dan aku menembakkan sebatang anak panah ke arah lengannya yang menjulur keluar dari situ.
"Myu-chan, arahkan targetnya padamu! Aku akan mundur!"
Begitu pusaran air itu menghilang, seluruh tubuh Mastil Dane terlihat. Sei-nee melangkah mundur menjauh. Aku bergerak mengelilinginya dan mulai melukai bagian tubuh dari pinggang ke atas.
Dan, Myu berdiri di depan boss untuk menghadapinya. Menopang tangan di mana dia memegang one-handed sword­-nya, Myu menangkis tombak tersebut secara diagonal saat benda itu jatuh di atasnya karena perbedaan tinggi. Setelah mengirim tombak itu mundur, dia menendang tubuh Mastil Dane, menari di udara dan mengambil jarak. Juga, karena serangan-serangan Myu tidak dapat mencapai lokasi-lokasi yang lebih tinggi, Sei-nee dan aku membidiknya untuk mencegat peluru-peluru kegelapan yang muncul dari tongkat yang boss itu pegang di tangannya, menyebabkan sebuah ledakan dan memanfaatkan kesempatan itu untuk melukainya.
Tiga lawan satu, kami perlahan-lahan mencederainya. Dari waktu ke waktu, Myu tidak dapat menangkis sepenuhnya tombak ataupun tongkatnya, membuat sejumlah kecil cedera terkumpul, namun dia memulihkannya dengan sihir penyembuhan. HP Mastil Dane menurun sampai 70% dan kalau begini kami akan mengalahkannya. Saat aku mulai merasa begitu, makhluk tersebut menunjukkan gerakan yang berbeda. Dia sama sekali berhenti menggunakan sihir apapun, memanjangkan satu kakinya ke belakang dan membengkokkan yang satu lagi.
Apa yang dia lakukan? Apa yang kulihat dari belakang saat aku terus menembakkan anak-anak panah, adalah Mastil Dane menempatkan tombak kokoh itu di pundaknya. Dari belakang, jelas terlihat bahwa ujungnya diarahkan pada Sei-nee.
"Sei-nee! Menghindar!"
Mendengar suaraku, Sei-nee memahami niat makhluk itu dan dia mulai berlari ke samping. Tombak besar yang dilemparkan melewati atas kepala Myu menancap di dinding, dan menghancurkannya. Dan kemudian gerakan Mastil Dane tidak berhenti, dia menyerbu untuk mengambil kembali tombak itu menggunakan berat armornya yang besar.
Meskipun Myu yang berada dalam jarak yang dekat memusatkan diri untuk menahannya, karena perbedaan massa, dia tertendang menjauh dan menari di udara.
Aku melihatnya untuk sesaat menggunakan sihir pertahanan dan memperbaiki posturnya di udara.
"Yun-oneechan, tangga!"
"?‼ —— Clay Shield!"
Setelah dikatakan begitu oleh Myu, aku segera menciptakan dinding tanah tepat di depannya di mana dia akan mendarat.
Myu melambung dari dinding tanah itu dan menyambar Mastil Dane sekali lagii.
"HAAaaa‼"
Dia memanfaatkan momentum yang dimilikinya untuk menyerang Mastil Dane dari belakang, dan mengambil posisi ke arahnya. Dinding tanah yang kubuat tidak dapat bertahan dari momentum yang mengenainya dan kemudian hancur. Mastil Dane menggenggam tombak tersebut dan mengayunkannya kuat-kuat, menciptakan tekanan udara yang mencapai tempatku berada.
"Aku tidak menyangka bahwa dia akan tiba-tiba mengincar mage. Sei-nee, kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa. Myu-chan, apakah kau terluka?"
"Memulihkan pada saat ini. Aku mungkin sedikit lelah walau begitu."
Mereka berdua meminum MP Potion, memulihkan MP mereka yang hilang saat menggunakan skill, dan menatap Mastil Dane tanpa menurunkan kewaspadaan mereka.
Makhluk itu berbalik dan memposisikan tombaknya di samping, armor hidup itu mempersiapkan tongkatnya. Aku penasaran bagaimana caranya berhadapan dengan lawan yang HP-nya tersisa 70%. Kalau Myu terus menanggung beban penyerang jarak dekat seorang diri dan kehilangan konsentrasinya, dia mungkin menderita serangan langsung. Walau begitu, baik aku maupun Sei-nee tidak dapat menggantikan dia.
"Tidak ada pilihan lain. ——Sei-nee, kalau aku menghentikan dia untuk sesaat, bisakah kau menggunakan seranganmu yang terkuat padanya?"
"Aku bisa, tapi apakah kau akan baik-baik saja?"
"Aku akan baik-baik saja sampai Myu pulih."
Juga, karena aku memiliki Gem Substitute Ring, aku sudah pasti dapat bertahan dari satu serangan.
Nah sekarang, mulai kini, busur adalah 'tidak'. Sulit untuk bermanuver dengan benda itu, jadi aku tidak menggunakannya.
"Enchant ——Speed!"
Aku melancarkan enchant pada diriku sendiri, dan bergerak mendekati kaki Mastil Dane. Aku merendahkan tubuhku untuk meningkatkan kecepatannya.
Saat aku mendekat, makhluk itu mengayunkan tongkatnya seperti sebuah gada. Aku menghindarinya dan berlari lebih jauh, aku mengelilingi armor tersebut.
"Woah, bahaya!"
Saat aku berbalik, aku melihat ujung tombak batu itu melayang ke arahku. Bersama dengan sebuah lompatan untuk menghindarinya, aku menggunakan dasar dari rencanaku.
"Yun-chan, aku siap!"
"Sedikit lagi. ——Sekarang! Clay Shield!"
Aku memicu magic gem yang telah kutebarkan di sekitar Mastil Dane. Empat dinding tanah naik membentuk sebuah kotak dan mengepungnya. Itu berfungsi sebagai sebuah sangkar yang mengurung Mastil Dane. Dalam tempat yang sempit, makhluk itu tidak dapat cukup mengeluarkan kekuatan kemampuan tombak panjang dan tongkat tersebut.
"—— Ice Lance!"

Merespon rapalan mantera Sei-nee, lebih dari sepuluh tombak telah terbentuk dan melesat.
Saat aku kehabisan rute tembakan, tombak-tombak es mengoyak udara dan menembus kurungan tanah itu, menyerbu Mastil Dane.
Saat itulah aku memicu apa yang telah kupersiapkan bersama kurungan tanah itu.
"Meledaklah! —— Bomb!"
Sebuah rangkaian ledakan terjadi di sekitar Mastil Dane, semakin menambahkan cedera pada makhluk itu.
"Ohh, itu spektakuler. Apakah itu menghabisinya?"
"…‼ Kelihatannya tidak!"
Dinding tanah itu hancur, sebuah awan debu menyebar dan Mastil Dane muncul dari dalamnya. Makhluk itu melepaskan sejumlah besar peluru kegelapan, dan sebagai kelanjutannya dia melakukan postur tubuh untuk menyerang dengan tombak, mengarah pada Sei-nee.
Myu bergerak ke depan boss yang HP-nya tersisa 20%.
"Makan ini, Armor Brea——"
"Myu-chan!"
Mastil Dane mengangkat tombaknya sambil menyerbu, dan untuk sesaat memindahkan pusat gravitasinya di belakangnya. Aku segera melancarkan sebuah enchant.
"Enchant ——Defence!"
Sei-nee berhadapan dengan peluru kegelapan jadi tidak bisa melindungi Myu.
Aku menggunakan kemampuan menentukan target Hawk Eye untuk memilih Myu sebagai targetku, dan menerapkan sebuah enchant pertahanan padanya. Segera setelah Myu menerima serangan dari tombak kokoh itu secara langsung, dia jatuh berlutut. Dia menahannya. Segera setelah aku memikirkannya, Mastil Dane yang tombaknya kesulitan mengatasi Myu, menghunjamnya dengan ujung tongkatnya.
"U-khh …."
Dengan bahunya tertusuk tajam tongkat kayu, postur Myu hancur. Tongkat itu diayunkan ke arahnya dari atas, dan Myu terlempar ke tanah.
"Myu!"
"Itu … sakit‼"
Saat dia berdiri, dia secara refleks mengayunkan tongkatnya, dan terkena dampak dari serangan tombak itu, dia terhempas ke belakang.
Myu berguling di tanah untuk mengambil jarak. Setelah rangkaian serangan itu, HP Myu mencapai area bahaya. Biasanya Myu akan menggunakan sihir pemulih untuk segera menyembuhkan dirinya sendiri, tapi saat ini dia tidak dapat melakukannya, dan sambil bernapas berat, dia menyembuhkan dirinya dengan menggunakan High Potion dan MP Potion.
"Kenapa? Tidak hanya HP, MP-ku juga berkurang."
Myu bergumam, mengatakan alasan dia tidak dapat menggunakan sihir pemulihnya. Juga, satu hal lagi.
"Makhluk ini, pada saat yang sama dia mengenaimu, dia menjadi pulih."
Mastil Dane yang seharusnya memiliki 20% HP yang tersisa, telah pulih menjadi 30%.
"Itu adalah efek dari tongkat yang dia pegang di tangan kirinya. HP Absorption dan MP Absorption. Karena itulah, lebih baik untuk bertempur dengan menghindari serangannya daripada secara langsung."
Saat Sei-nee bergumam menjelaskan pada Myu dan aku, kami mengerti apa yang dia maksudkan.
Apa yang Myu hadapi sampai sekarang, adalah serangan tongkat. Dan penghisapan itu terjadi saat serangan tongkat. Juga, serangan utama dengan tongkat bersifat magis. Meskipun tidak ada dampak dari sihir yang mengenai kami karena Sei-nee dan aku mencegahnya, bila kami terkena sihir tersebut dan terluka, penghisapan itu akan terjadi.
Kalau kami punya seorang tank yang menahan serangannya, tank itu akan menjadi sumber HP musuh dan kemungkinan akan membuatnya menjadi pertempuran yang berlangsung lama.
Sekarang HP makhluk itu tinggal 30%, aku merasa ingin menanyakan beberapa pertanyaan.
"Aku menginginkan tongkat itu, karena ada efek tambahan absorption itu."
Mengetahui apa yang kukhawatirkan, Sei-nee bergumam riang, yang membuatku merespon dengan seulas senyum miris. Aku merasa khawatir karena aku lemah, tapi Sei-nee itu kuat dan tidak kelihatan cemas. Kalau begitu, aku akan mempercayainya dan bertempur.
"Sei-nee, tolong berikan arahan."
"Aku juga, Sei-oneechan."
Saat Myu dan aku meminta hal tersebut, dia menganggukkan kepala sambil tersenyum.
"Yun-chan, bisakah kau menahannya seperti yang kau lakukan sebelumnya?"
"Aku tidak ada lagi Magic Gem Clay Shield, tapi aku bisa melakukannya dengan cara yang berbeda. Kalau begitu, abaikan situasinya dan lepaskan saja sihirmu."
"Myu-chan, cobalah tahan dia sambil benar-benar memastikan kau tidak terkna tongkatnya. Aku akan menghabisinya."
Mengacungkan tombaknya yang kuat di hadapan kami, Mastil Dane mempersiapkan dirinya sendiri sambil menunggu percakapan kami selesai. Mengikuti arahan Sei-nee, aku mulai berlari bersama Myu. Myu bergerak ke samping mengarah ke tombak, dan aku membelok mendekati tongkat dari sebelah kanan.
Aku mengeluarkan busur yang kusimpan sebelumnya dan memasang sebatang anak panah. Aku berlari sambil menghindari peluru-peluru kegelapan, dan menggunakan anak panahku untuk menjatuhkan peluru yang tidak bisa kuhindari.
Myu yang mendekati Mastil Dane, mulai bertukar serangan dengan makhluk itu, dan begitu aku mendekati lawan, tongkat itu dihujamkan ke arahku bersama dengan tekanan angin yang kuat.
Itu tidak dapat dihindari. Yang ada, aku mengambil satu langkah maju mencoba untuk terjatuh menghindari serangan itu. Tapi tusukan tongkat itu menggores dahiku, dan sebuah suara seakan sebuah gelas hancur, serangan tersebut tidak berlaku.
Berkat Gem Substitute Ring, tanpa menerima cedera apapun, aku mendekati Mastil Dane, dan menyebarkan sejumlah besar Nucleus Stone yang kukeluarkan dariinventory.
"Datanglah, Slime! —— Summon!"
Menanggapi suaraku, organisme Slime berwarna-warni muncul. Aku memberikan instruksi pada para Slime itu yang tidak memiliki konsistensi dalam ukuran dan warnanya.
"Lekatkan diri kalian pada kaki kanannya!"
Mastil Dane mengayunkan tongkatnya pada Slime yang merangkak maju. Slime yang berada dalam jangkauan serangannya, nukleusnya dihancurkan dan menghilang. HP mereka terserap oleh Mastil Dane.
"Jumlah HP hanya sebatas beberapa slime! Aku bisa menggantinya dengan anak panahku saja!"
Menjadikan Slime berperan sebagai tank, aku terus melepaskan anak panah tanpa berhenti.
Karena Mastil Dane berhadapan dengan Myu dan aku, target utamanya adalah Myu, segerombolan Slime tiba di kaki kanannya. Bahkan saat makhluk itu mencoba untuk menyerang dan menghancurkan Slime yang membatasi tindakannya dengan tombak dan tongkat. Meskipun HP mereka rendah, Slime kebal terhadap serangan tumpul dan jumlah HP si boss yang pulih tidaklah banyak. Myu menggunakan kesempatan itu untuk menghujani Mastil Dane dengan serangan, dan jika makhluk itu terfokus pada Myu dan membiarkan Slime tanpa hambatan, mereka saling bertumpukkan di kakinya.
Dan aku——
"—— Mud Pool."
Sama dengan saat aku menghadapi Ghost Knight, aku menciptakan sebuah kolam lumpur di bawah kaki kiri Mastil Dane, mengunci gerakkannya.
Gerakan Slime terhenti, Mastil Dane memutar poros kaki kanan, dan begitu makhluk itu mengurangi tombaknya untuk bersiap-siap berbentrokan dengan Myu, kaki kirinya tercemplung semakin dalam ke kolam lumpur.
"Myu! Mundur!"
Untuk menghindari kegagalan dengan membuat seorang rekan terjatuh ke dalam Mud Pool, aku menyuruh Myu mundur.
Sementara itu, Mastil Dane tidak dapat mengendalikan momentum ayunan tombaknya dan tubuh bagian atasnya jatuh ke belakang. Sekarang, sentuhan akhir.
"Yang terakhir! Huge Slime —— Summon!"
Nucleus yang kulemparkan ke udara berubah bentuk menjadi Huge Slime dan jatuh di atas tubuh Mastil Dane.
"Sei-nee, sudah siap?!"
"Sedikit lagi!"
Armor hidup itu meronta, jumlah Slime di bawahnya perlahan berkurang. Tetap saja, Slime-slime itu dengan patuh mengikuti perintah dan nyawa mereka terbakar habis saat mereka tidak mundur. Para Slime ini pantas disebut 'bunuh diri', dan tidak peduli berapa banyak mereka dihancurkan oleh tongkat boss, pemulihannya tidak cukup.
Dan saat kekangan Slimes melemah, saat yang kami nantikan tiba.
"Yun-chan, siap!"
"Sei-oneechan, lakukan! Kalau tidak cukup, aku akan menghabisinya!"
"—— Diamond Dust!"
Untuk sesaat, dengan si boss sebagai pusatnya, segalanya berubah menjadi putih.
Mewarnai setiap Slime dengan warna putih, sebuah dunia es telah tercipta.
Tepat sebelum segalanya hancur, sebuah suara yang mengganggu terdengar. Gerakan tubuh Mastil Dane perlahan melambat. Para slime yang menahan lengan dan kakinya telah menjadi belenggu es dan serangan terus mengurangi HP-nya.
Akan tetapi, sihir Sei-nee hanya kurang sedikit lagi.
Myu dan aku mulai berlari, mendekati tubuh Mastil Dane.
"Sekarang, rasa terima kasihku karena telah menghantamkan tubuhku ke tanah, aku akan mengembalikannya padaku! —— Armour Breaker!"

One-handed sword-nya diayunkan dari ke atas, dan suara yang mirip seperti kaca yang pecah terdengar saat benda tersebut menembus dada Mastil Dane, membuka sebuah lubang menganga di armor tersebut. Tetap saja, aku membidikkan sebatang anak ke mata menyalanya yang tersembunyi  di balik helm yang menutupi seluruh wajah.
"Tamat sudah. —— Bow Skill – Arrow Stiching!"
Sebatang anak panah yang menembus kepalanya, mengakhiri semuanya. Tubuh Mastil Dane menghilang dan berubah menjadi partikel-partikel.

Slimenya membeku dan terbunuh oleh sihir Sei-nee, juga berubah menjadi kepingan-kepingan, dan menghamburkan cahaya menerangi tempat itu.
"NNNnnn! Yayy! Kita menangggg!”
Berseru nyaring, Myu berlari langsung ke arah Sei-nee yang menangkapnya dari depan. Dia membenamkan wajahnya di dada Sei-nee, dan setiap kali kepalanya bergesekkan, dia membuat ekspresi yang begitu santai. Karena Myu yang pertama kali berseru kesenangan, aku kehilangan momen untuk mengeluarkan suaraku juga.
"Yun-chan, kemari."
"Ya, ya, aku mengerti."
Setelah dipanggil Sei-nee, aku mulai berjalan ke arah mereka. Tidak mungkin, aku tidak berpikir bahwa kekuatanku akan membiarkanku untuk berdiri menghadapi si boss. Itu adalah kekuatan yang dipinjamkan, yang biasanya tidak terpakai, tapi itu karena kekuatanku sendiri tidaklah cukup. Kali berikutnya aku menghadapinya, aku ingin menang secara adil. Sambil berpikir begitu —— aku mengambil satu langkah ke dalam kolam lumpur.
"…, Aku malah masuk."
Mud Pool di mana aku menjejakkan kaki kiriku tidak menghilang bersama dengan slime sintetis, dan tetap di tempatnya. Setelah menginjak jebakan yang kupasang sendiri, aku bisa merasakan saat kakiku tenggelam ke dalamnya, kemudian melihat Myu dan Sei-nee, mencari pertolongan.
"…, Myu, Sei-nee, tolong."
"Yun-oneechan. Sama sekali tidak keren."
"Oh, Yun-chan. Mau bagaimana lagi."
Myu menatapku, dan sekalipun Sei-nee berkata demikian, dia senang bahwa aku mengandalkannya.
Dan saat aku menggenggam tangan mereka berdua yang mendekat, dan mencoba untuk keluar——
"T-tunggu! Kenapa tidak lepas? Nn!"
"W-woah, baha … kyaa!"
Meskipun Myu dan Sei-nee menarik tanganku, kekuatan penahan Mud Pool malah mengakibatkan mereka berdua jatuh ke arahku.
Aku menangkap mereka berdua, tapi tidak dapat menopang tubuhku sendiri. Aku terjatuh pada punggungku di kolam lumpur itu. Ditutupi dan tersangkut lumpur, saling menatap satu sama lain, mengerjap dan —— tertawa.
"Hahaha, apa-apaan ini. Payah sekali."
"Ayolah, ini salah Yun-oneechan. Aku ingin marah, tapi …, fufu, ahahaha!"
"Di detik-detik terakhir … jadi benar-benar menyenangkan. Terima kasih, Yun-chan."
Sei-nee mengusap air mata yang muncul di matanya karena terlalu banyak tertawa, dan alih-alih marah, dia berterima kasih padaku.
Dengan begini, quest untuk menaklukkan boss Appointer Mastil Dane telah selesai.
Meskipun berakhir dengan payah, syukurlah kami dapat menyelesaikan tujuan kami.
·
"Tidak mungkin, meskipun aku berniat untuk menggunakan dan menghabiskan mereka semua, ada beberapa yang selamat."
Setelah efek Mud Pool menghilang, apa yang menungguku setelah aku lepas dari kekangan adalah Slime yang diperintahkan untuk melakukan serangan bunuh diri pada boss. Kebanyakan dari mereka tersapu bersih setelah dihancurkan Mastil Dane dan terkena serangan tambahan sihir Sei-nee, tapi untungnya dua Slime selamat. Salah satu dari mereka adalah Blue Slime yang berelemen air dan yang lain adalah Mud Slime yang berelemen tanah.
"Apakah mereka beruntung, atau mungkin mereka terlambat menyerang?"
Untuk sementara ini, aku mengembalikan kedua Slime yang selamat itu menjadi Nucleus Stone, dan menyimpan mereka di dalam inventory. Saat aku membuat monster sintetis berikutnya, aku akan memulihkan HP mereka, meskipun aku harus melakukan penyesuaian pada skill Synthesis.
Dan, hasil dari topik item drop boss yang dinantikan Sei-nee——
"Haa, item drop normal. Yah, aku tidak berharap banyak, sih."
"Ah, aku dapat tongkat."
"Aku juga, aku juga!"
"Ini adalah kekuatan dari greed sensor (TL: sensor ketamakan)! Yun-chan, Myu-chan! Berikan aku salah satunya!"
Greed Sensor. Mudahnya, itu adalah sebuah fenomena di mana item yang paling diinginkan tidak muncul pada orang yang paling menginginkannya; sepertinya Sei-nee berada dalam situasi itu saat ini.
Ngomong-ngomong, kemampuan dari tongkat yang kudapatkan adalah ——

Staff of Mistletoe · Mastil Staff
INT+30 Additional Effect : HP Absorption, MP Absorption

Itu adalah efek sebenarnya yang Mastil Dane gunakan saat pertarungan.
Aku mengeluarkannya dan menunjukkan pada Sei-nee.
"Ini! Ini dia yang kumau!"
"Kalau begitu, tukarlah dengan item drop yang kau dapat."
"Apakah itu benar-benar tidak masalah?"
"Tentu saja, kau membantuku mendapatkan Guild Emblem bagaimanapun juga. Lagipula, aku sendiri tidak dapat menggunakannya."
"Kyaa! Yun-chan, gagah sekali!"
"Yah, aku ini laki-laki."
Aku menghentikan Sei-nee yang memelukku, menenangkannya. Seperti yang diduga, dipeluk oleh Sei-nee di umurku sekarang adalah hal yang memalukan.
Setelah dia tenang, kami saling tukar-menukar, dan Sei-nee benar-benar senang mendapatkan tongkat yang menjadi senjata miliknya.
"Dengan begini, koleski tongkat unikku bertambah lagi. Terima kasih, Yun-chan."
"Sayang sekali. Harga pasaran benda itu bisa dengan mudah mencapai 4mG."
“Tidak masalah karena aku juga tidak bisa menggunakannya. Ngomong-ngomong, apa yang akan kau lakukan dengan tongkatmu, Myu?"
"Aku? Hmm. Aku akan menunjukkannya pada Rirei dan Kohaku, dan berkonsultasi dengan mereka apakah benda ini bisa digunakan? Kalau mereka bisa menggunakannya, aku akan menjualnya pada mereka, kalau tidak bisa maka aku akan menyimpannya di dalam inventoryku dan menjualnya saat aku perlu uang."
Kupikir itu adalah cara berpikir terang-terangan yang aneh. Aku masih ada satu hal lagi untuk dilakukan sebelum kembali.
"Baiklah. Tidak ada musuh, jadi ayo menggali."
Aku mengeluarkan beliung untuk menambang dari dalam inventoryku.
"Yun-chan, apa yang kau lakukan?"
"Tidak, um, aku sudah berlarian ke sana ke sini saat bertarung, 'kan? Pada saat itu, di bagian terdalam, aku menemukan sebuah titik penambangan. Mungkin akan makan waktu, jadi bagaimana kalau kalian menikmati makanan kecil dan teh?"
Aku mengeluarkan dan menyerahkannya pada Sei-nee dengan paksa, kemudian dengan semangat tinggi mulai menggali titik penambangan.
"Sebuah titik penambangan di lokasi boss. Apa yang akan diberikan tempat itu?"
Apakah ini adalah titik penambangan yang dibuat secara acak, atau mungkin sebuah bonus di lokasi boss. Aku mengayunkan beliung, menggali dan dapat mengeluarkan material dengan kualitas terbaik yang pernah kudapatkan.
"Ohh?! Fine Iron Ore! Juga, ada Gemstone, dan Silver Ore."
Saat aku menggali titik tersebut dengan sepenuh tenaga, Myu dan Sei-nee beristirahat agak jauh.
"Haa, biasanya kita sudah kembali setelah itu. Kehidupan pengrajin Onee-chan benar-benar menyeluruh."
"Tapi, sepertinya Yun-chan bersenang-senang. Itu mungkin adalah senyum terbaiknya hari ini."
Aku mendengar gumaman mereka untuk sesaat, tapi kata-kata berikutnya tertelan oleh suara beliung yang kuayunkan. Setelah itu, yang dapat kudengar adalah potongan-potongan percakapan mereka.
Dan, titik penggalian boss menjadi sesuatu yang dapat disebut sebagai sumber yang besar. Ada 37 buah Fine Iron Ore, 17 Gemstone, dan pada akhirnya adalah 11 buahSilver Ore. Lalu, juga ada satu buah bijih logam berwarna hijau yang tak diketahui kegunaannya. Untuk bijih yang terakhir, aku memutuskan untuk menunjukkannya pada Magi-san, dan meningkatkan peralatan craftingku untuk dapat memproses Sliver Ore.
"Apakah hasilnya bagus?"
"Ya, aku puas."
"Kenapa kau lebih bersemangat daripada saat bertempur dengan boss?"
Seperti itulah kepribadianku jadi mau bagaimana lagi. Juga, aku membuat diriku santai dan saat kami kembali, aku menggali di titik penambangan di perjalanan sebelum keluar dari dungeon. Saat kami mencapai bagian luar dungeon, ekspresiku begitu senang dan puas hingga membuat Myu keheranan.
Meskipun kami berada di dalam dungeon yang redup sebelumnya, di luar sudah malam. Saat aku melihat ke atas, aku dapat melihat lautan bintang yang begitu sempurna. Di bawah langit berbintang itu, Kota Ketiga yang diterangi cahaya lentera-lentera kecil dapat terlihat.
"Sudah malam, ya."
"Maaf kalian jadi membantuku."
"Tapi, itu menyenangkan. Juga, karena aku mendapatkan apa yang kuinginkan, kau tidak perlu khawatir, Yun-chan."
Sei-nee merespon gumaman Myu dan permintaan maafku tanpa merasa keberatan sama sekali.
"Jadi, Myu-chan, bagaimana hari ini?"
Dia tiba-tiba menanyakan sebuah pertanyaan pada Myu, yang dijawab Myu setelah mengerjap beberapa kali.
"Itu super menyenangkan! Ini adalah pertama kalinya aku menghadapi Mastil Dane, benar-benar menyenangkan! Berikutnya, aku akan mengajak Luka-chan dan yang lainnya …, Ah, berikutnya aku mungkin terlalu kuat."
Saat dia berkata begitu dengan kepecayaan diri yang tinggi, aku tersenyum miris. Kalau itu Myu, maka kemungkinan besar akan seperti itu.
Lalu, Sei-nee menanyakan pertanyaan yang sama padaku.
"Dan, Yun-chan, bagaiamana hari ini? Apakah menyenangkan?"
"Kurasa begitu. Tujuanku adalah Guild Emblem, tapi aku dapat meningkatkan levelku dan menambang beberapa bijih. Ya, itu menyenangkan."
Aku menanggapi Sei-nee sekali, dan setelah memikirkan kembali perkataanku, aku sekali lagi berkata bahwa itu menyenangkan.
"Aku juga bersenang-senang. Aku dapat melakukan petualangan bersama Yun-chan dan Myu-chan, dan juga mendapat tongkat yang kuinginkan. Ini adalah hari yang bagus."
Aku berjalan menuju kota sambil mendengarkan perkataan Sei-nee.
Pertarungan sengit Myu dengan boss. Item drop tongkat langka Sei-nee. Dan Guild Emblemku. Tujuan kami dan bagian-bagian yang kami nikmati itu semuanya berbeda, tapi ini adalah petualangan yang memuaskan semua orang.
"Benar-benar Only——dan tidak kurang."
"Apa katamu barusan?"
"Bukan, bukan apa-apa."
Memang, sudut pandang, makna dari petualangan dan hal-hal yang Myu serta Sei-nee fokuskan itu berbeda. Tapi itu juga salah satu hal yang menyenangkan tentang itu.
Kami kembali ke NPC tempat kami menerima quest.
"Ohh! Kalian telah mengalahkan hantu Grand Master! Aku akan memberimu ini kalau begitu."
Aku meneriman hadiah questGuild Emblem, dan mendengarkan kelanjutan kata-katanya.
"Sebuah kelompok ksatia yang setara dengan Grand Master. Tidak, aku ingin kalian membentuk sebuah organisasi yang tidak terperangkap dalam batasan kesatriaan."
Itu adalah kata-kata yang sangat dalam. Saat aku berpikir begitu——
"Tapi ada orang-orang yang menjual itu, 'kan. Yun-oneechan juga dari kelompok pedagang."
"Dia mengatakannya! Gadis ini, dia menuangkan air dingin pada adegan emosional ini!"
Mungkin karena dia adalah NPC, bahkan sekalipun dia dipermainkan seperti itu, ekspresi muram si NPC tidak berubah sedikit pun. Aku menimpalinya, Sei-nee tersenyum miris dan setelah alasan Myu dikesampingkan, aku membenamkan diriku dalam rasa senang telah menyelesaikan sesuatu.
"Quest selesai, selamat!"
Kami bertiga melakukan tos. Yang pertama mengangkat kedua lengannya dan mendesak kami adalah Myu, kemudian Sei-nee mengikuti. Setelah terbujuk melakukan tos dengan kedua tangan, aku menatap tangan-tangan yang mengeluarkan suara tepukan itu, mengingat kembali rasa pencapaian yang kurasakan.



Only Sense Online Jilid 3 Bab 6 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.