20 Oktober 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXVIII


KEKACAUAN DUNIA V : TIM ΒETA VS KEISHA
Bagian Pertama:
SLASHHHHHH!!!!!
Tebasan maha besar langsung menyambar Keisha yang sedang melayang di atas langit. Awan hitam yang tebal di belakangnya langsung terbelah secara rapih oleh tebasan itu.
Keisha terlihat masih melayang kokoh tanpa luka sedikitpun. Tapi, wajahnya terlihat sangat kesal menatap gadis yang melayangkan tebasan padanya. Gadis tersebut adalah Halsy yang melayang lebih rendah darinya. Memejamkan mata, berkonsentrasi tinggi hingga memunculkan ketegangan di sekitar.
Sepasang pedang kembar berwarna abu-abu terlihat di masing-masing tangannya. Pedang indah dengan sebuah ukiran relik yang menganggumkan.
Anima Code: Gan Jiang & Mo Ye,” gumam Halsy membuka matanya. Menatap tajam Keisha, bersiaga dengan kuda-kuda yang elegan.
Bu-bukan Euryales bow?!” Heliasha terlihat sangat terkejut menatap adiknya itu.Bukan hanya dia saja yang terkejut dengan kemampuan transformasi pertama Halsy yang berbeda. Fie, Alysha, dan orang-orang yang pernah melihat dia menggunakan Euryales Bow dibuat terkejut olehnya.
“……!!” Keisha semakin mengkerutkan dahi, menunjukan amarah yang lebih besar. Mulai merentangkan kedua tangan sambil terus menatap tajam Halsy.
Venit ex servis meis vindicta, Wyvern!”  lanjutnya bergumam mengerikan. Dia melafalkan mantra pemanggilan yang cukup besar.
GWOARR!!! GWOAARR!!
Terdengar auman binatang buas yang datang dari langit hitam. Semua orang terdiam, memberikan tatapan khawatir pada langit gelap. Suasana cekam bertambah lebih berat.
Dia datang ….!?” batin Halsy memperbaiki posisinya menjadi bertahan, tapi.
WUASHHHH!!!!!!
Tubuhnya langsung terbelah tiga. Kepala, badan, dan kakinya benar-benar terpisah. Sambaran cepat dari mahluk seperti naga merah melayang jatuh dari atas langit. Kecepatan mahluk itu mambuat wajah Halsy cukup terkejut melebarkan mata.
“Kak Halsy!!” teriak Alysha ketakutan melihat kakaknya yang terbelah tiga. Semua orang juga terkejut melihat dirinya yang seperti.
“…..” Tak ada jawaban dari Halsy yang hanya memejamkan mata. Mulai membuka mata, berbalik, menatap datar monster itu yang mulai mendarat.
DARGGG!!! BRUSHH!!!
Monster itu mendarat di tanah dengan sempurna. Secara perlahan, mulai berbalik, memberikan  tatapan kemarahan pada lawannya. Mulutnya terbuka, berteriak, memberikan intimidasi mengerikan pada Halsy Aeldra.
”GWWOARRR!!!” teriakannya amat sangat keras, membuat semua orang menutup telinga. Bergemetar hatinya, ketakutan merasakan aura dari monster tak dikenal.
Monster yang berbentuk seperti naga kecil itu benar-benar menatap tajam Halsy. Permukaan tubuhnya ditutupi oleh sisik merah darah yang amat kuat. Sayapnya membentang berwarna putih keabu-abuan. Hanya memiki dua kaki yang memiliki cakar sangat tajam, tidak seperti naga dalam legenda.
“Wyvern …,”  senyum Halsy membuka matanya, membalas tatapan tajam musuhnya. Tubuhnya yang terbelah tiga mulai menyatu kembali. Bagaikan asap yang melayang di udara.
Semua orang yang melihat hal itu semakin dibuat terkejut olehnya. Beberapa ada yang bergemetar ketakutan menatap Halsy. Bertanya-tanya, akan peristiwa ganjil yang mereka saksikan.
Ha-Halsy …, mahluk apa sebenarnya kau saat ini?” lirik khawatir Heliasha melihat adiknya. Dia juga terlihat masih bertarung dengan Anggela yang lepas kendali.
“HHbmssss …..,” Wyvern merah terlihat bersiaga menatap Halsy. Mulutnya terlihat mengeluarkan asap yang amat panas. Tekanan udara tak mengenakkan lainnya kembali muncul.
“…..,” Halsy tersenyum berbalik pada Wyvern itu. Dia menyilangkan kedua tangannya ke arah Wyvern. Pedang ganda miliknya terlihat melayang di sekitarnya. Berisiaga akan serangan dadakan dari musuh utama.
BEBBB!!!!
Tekanan di sekitar Wyvern itu semakin berat saat dia berniat mengeluarkan sesuatu dari mulut. Tanah di sekitarnya bergemetar, berubah menjadi cekung tak karuan.
Laculat Astra …!” jelas Halsy menatap tajam Wyvern itu. Lalu beberapa detik kemudian muncul ‘lah tembakan laser berwarna bening dari kedua tangannya.
BOARSHHHH!!!
Wyvern tersebut juga terlihat mulai membuka mulutnya, lalu keluarlah tembakan laser panas berwarna merah terang.
BOAMMMMM!!!
BUARRRRRDDDDDDDD!!!! BOARDDD!!!
Ledakan hebat langsung terjadi ketika dua tembakan besar itu berbenturan. Semua orang terdiam terkejut melihat ledakan yang dahsyat itu. Bergemetar menyaksikan pemandangan mengerikan.
Tapi tanpa disangka semua orang di sana, Keisha juga melancarkan tembakan lasser kekuningan dari belakang Halsy. Tembakan yang lebih besar dari Wyvern dan Halsy.
Melihat tembakan kuning itu, Heliasha lekasberteriak ketakutan. Berteriak pada gadis bernama Evelyn.
“EVELYN!!!”
“Aku tau!!” teriak Evelyn lekas melompat, wajahnya terlihat sangat tekejut sambil mengeluarkan skill tingkat akhirnya.
Au-Aura Clarity Beholder: Heavenly Protection!!”
Tembakan Keisha tersebut melesat terus hingga menghancurkan kedua lasser Halsy dan Wyvern. Keduanya benar-benar disapu bersih oleh laser tersebut.
BOOOOOAAAAAMMMMMMMMM!!!!!
Ledakan maha besar yang menyapu semuanya, ledakan yang menyapu bersih sampai ke perbatasan dan kota lainnya mulai terjadi.  Setengah dataran Negara Jerman langsung tertutupi oleh ledakan besar itu.
Lalu beberapa menit kemudian setelah ledakan maha dahsyat itu terjadi, terlihat Alysha yang hanya terdiam menatap sekitar. Dia mulai mengingat pembicaraan di masa lalu bersama kakaknya, Heliasha.
Di sebuah tempat, dekat pantai setelah insiden penculikan Shina, Sylvia, dan kineser tingkat rendah lainnya. Alysha mulai bertanya penasaran pada Kakaknya.
“Kak? Apa Kak Keisha itu benar-benar kuat seperti yang Kakak katakan?”
“Ya, dia sangat kuat, Alysha.”
“Lalu kenapa saat melawan John dia terlihat sangat kesulitan. Lagipula peringkatnya dalam delapan kineser terkuat hampir terendah.”
“Tahukah kamu, Alysha. Keisha merupakan satu-satunya Kineser yang menentukan peringkatnya sendiri. Jika masalah kekuatan sudah jelas dia yang terkuat di era kita. Tapi karena kekuatannya yang mengerikan, dia tidak pernah mengeluarkan ilmu kinesis ketiganya atau bahkan menggunakan ketiga ilmu kinesisnya tersebut secara bersamaan.”
“Kinesis ketiga? Oh iya, dia kan tipe Astrokinesis, salah satu tipe Unique.
“Tapi apa pengaruhnya?” lanjut Alysha kebingungan.
“Ahahahaha, kamu akan tau ketika melihat Keisha yang serius bertarung.”
“…..” Alysha hanya memasang wajah cemberut.
Dan kembali ke waktu sebenarnya. Alysha kini mengerti maksud perkataan Kakaknya dulu. Seluruh tubuhnya bergemetar ketakutan. Wajahnya terlihat kosong melihat dataran kosong disekitarnya.  Bangunan, kendaraan berat, dan benda-benda lainnya terlihat menghilang.
Kota Berlin berubah menjadi dataran yang sangat tandus. Para mayat hidup dan monster lainnya terlihat ikut binasa setelah ledakan itu terjadi. Tapi tidak ada satupun korban di pihak Halsy dan yang lainnya.
Semuanya terlihat bercahaya karena kemampuan tingkat akhir milik Evelyn. Pasukan pertahanan negara dan anggota empat guild besar pun ikut bercahaya. Semua orang hanya terdiam terkejut melihat kejadian yang amat cepat terjadi pada mereka. Mereka benar-benar tampak kebingungan.
“Ap-apa yang sebenarnya terjadi disana,” Shalsabila melihat ke arah pertarungan Anggela, dia menelan ludahnya. Wajanya terlihat sangat khawatir ketakutan.
Heliasha hanya menatap tajam sahabatnya, tubuhnya masih terlihat bergemetar seperti yang lainnya.
“Tembakan yang menghancurkan sebuah peradaban tanpa sisa ….., tidak kusangka kau akan menggunakannya, Keisha.”
“…….!!” Serraph dan Keina pun dibuat terkejut oleh kemampuan putri tertuanya.
“Me-meriam Radiasi ….?” Silica bergemetar ketakutan melihat sekitarnya. Matanya melebar seperti yang lainnya. Menatap kosong sekitarnya yang tak tersisa.
“46? Tidak, mungkin 48.000 mSv. Tidak mengherankan jika apapun di sekitarnya lanyap tak bersisa,” Jeremy melebarkan mata. Bergemetar melihat sekitarnya yang terlihat mengerikan.
“Jika bukan karena kemampuan Evelyn, kita juga akan ikut lenyap ….,” khawatir Haikal melirik Evelyn yang terlihat sangat kelelahan. Matanya berat, hampir kehilangan kesadaran.
Memang benar tidak ada satupun korban di pihak Halsy, tapi jauh dari tempat pertarungan itu. Sebagian negara jerman, bahkan sampai negara tetangga mulai berjatuhan korban. Mereka batuk darah dan mendapatkan komplikasi penyakit mematikan. Ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang tak bersalah mulai berjatuhan karena mendapatkan radiasi tinggi.
Berita tentang pertarungan mereka juga benar-benar sudah tersebar luas. Semua orang, semua kalangan, ras manusia, dan yang lainnya hanya bisa berdoa, memohon pada apa yang mereka percayai. Mereka hanya menangis ketakutan, mengutuk atas apa yang Anggela dan kakaknya perbuat di dunia.
Orang-orang di sekitar wilayah negara Jerman juga sudah mulai terkena dampak dari pertarungan itu. Lebih dari jutaan orang meninggal seketika setelah tembakan radiasi Keisha menyebar. Tidak hanya itu, orang-orang yang selamat dari radiasi hanya bisa menangis karena waktu mereka yang terpangkas karena mendapatkan penyakit menyakitkan.
“Tapi sepertinya tembakan tadi bukan ancaman bagi mereka. Mereka bertiga benar-benar sudah melebihi monster, ” Jeremy terlihat khawatir menatap langit.
“Mereka bertiga?” Alysha terlihat kebingungan.
“Anggela, Keisha, dan ….., gadis benarnama Halsy itu.” Lagi-lagi, semua orang dibuat terkejut dengan sosok Halsy Aeldra.
Tidak seperti yang lainnya, Halsy tidak bercahaya mendapatkan perlindungan Evelyn.
“Mu-mustahil! Sudah jelas aku juga memberikan perlindungan padanya!” kesal Evelyn menatap ketakutan Halsy.
“Jadi hanya satu alasan kenapa dia tidak mendapatkan perlindunganmu meski kamu sudah memberikannya,” senyum khawatir Jeremy melihat Halsy.
“Y-ya, berarti dia sudah mati. Keberadaannya di dunia ini seharusnya tidak diperkenankan …,” jelas Evelyn berwajah ketakutan menatap Halsy.
“Eh?” Semua orang hanya terdiam terkejut melihat Evelyn.
Halsy terlihat menatap tajam Keisha, kewaspadaannya pada Keisha menjadi lebih tinggi. Di sekitar Keisha terlihat percikan listrik. Ya, Halsy menyadari jika Keisha yang saat ini sudah memasuki mode terkuatnya.
Area Gravitasi, medan listrik tinggi, dan radiasi tinggi. Begitulah urutan area pertahanan di sekitar Keisha menuju pusatnya yakni Keisha sendiri. Halsy sadar jika pertarungan jarak dekat hanya akan merugikan dirinya.
Molecular code: Euryales Bow …,” Halsy bergumam kembali, mengeluarkan kembali salah satu Ancient Weaponnya. Panah bercahaya yang amat indah.
Ancient Twin Blade masih terlihat di sekitar Halsy, seolah menjadi pelindung baginya. Dia mulai menarik anak panah ke arah Keisha. Wajahnya terlihat serius sambil bergumam.
“Maaf Kak Keisha, tapi mulai dari sekarang aku akan serius melawanmu.”
“……” Keisha semakin tersenyum bersemangat. Bola lacrima berbentuk tengkorak merah mulai muncul melayang di dekatnya. Dia benar-benar sudah terlihat seperti Necromancer.
***

Bagian Kedua:
SYUTT!! SYUT!! WUSHHH!
Holy Arrows …!”
Dua anak panah bercahaya terang melesat cepat ke arah area Keisha, terus melesat jauh menembus tiga pertahanan area terkuat Keisha. Jika serangan biasa, sudah dipastikan akan hancur atau dipantulkan.
Blackhole!” Keisha terlihat khawatir.
WUSSTTTT!!!! CRANK!
Salah satu anak panah Halsy terhisap dan menyebabkan retakan pada lubang hitam tersebut. Alhasil anak panah yang satunya menembus lubang hitam tersebut dan menggores tangan kiri Keisha.
“…..!!” wajah Keisha terlihat sangat kesal menatap tajam Halsy.
“BERANI-BERANINYA KAU!” lanjutnya berteriak sangat murka, menggema hingga menarik perhatian sekitar.
Angin berhembus semakin mematikan, kemarahan Keisha semakin terasa oleh sekitarnya. Semua orang semakin terdiam bergemetar melihat Keisha yang murka.
Tapi Halsy hanya terdiam, dia tidak gentar sedikitpun. Keseriusan bertarungnya membuat dia bisa mengatasi intimidasi yang dikeluarkan Keisha.
Wyvern!” geram kesal Keisha. Lalu muncul kembali dua mahluk mirip naga itu, mereka menyambar cepat Halsy yang bersiap menembakkan anak panahnya lagi.
SYAAAATTT!!! SYAAAATTT!!!
Tapi kedua Wyvern itu langsung terbelah dua secara vertikal, kedua mahluk itu terbelah secara rapih oleh Ancient twin sword milik Halsy.
Switch,” Halsy terlihat kembali menggunakan pedang kembarnya. Kali ini panah sucinya yang terlihat melayang di dekatnya.
Mereka jatuh kebawah yang menyebabkan getaran yang cukup hebat.
DRAAAGGGG!!!
SYUUUTTT!!!
Bersamaan jatuhnya Wyvern, Keisha sudah melayang cepat di dekat Halsy. Area gravitasi, elekromagnet, dan radiasi benar-benar sudah mengenai Halsy.
Halsy cukup terkejut melihat Keisha yang sudah dihadapannya. Keisha lekas mengangkat tangan kanannya yang dipenuhi oleh tegangan listrik tinggi, listrik berwarna hitam hingga membentuk pisau yang amat tajam.
SLASSSHHH!!
Keisha memberikan serangan mematikannya, menebas kepala Halsy secara horizontal. Kepala Halsy benar-benar terlihat terbelah tapi, tidak ada ekspresi kesakitan yang terlihat dari wajahnya.
Ketika kepalanya masih terlepas, Halsy mulai mengangkat kedua tangannya. Dia berniat menebas tubuh Keisha secara silang. Keisha hanya memasang wajah terkejut melihat Halsy yang masih bisa bergerak meski kepalanya sudah terlepas.
SLASSHHHHH!!
Keisha menahan serangan Halsy dengan kedua tangannya, dia juga terlihat melayang mundur cepat dengan gravitasinya. Wajahnya terlihat kesal sambil dihiasi dengan kesakitan karena luka yang cukup dalam.
Mo-monster ….,” khawatir Keisha yang terlihat kesal, dia benar-benar menatap tajam Halsy.
“Aku tau, tapi aku tidak ingin mendengar kata itu darimu, Kak Keisha.” Senyum Halsy memejamkan mata, kepalanya terlihat menyambung kembali bagaikan sebuah asap. Seperti sebelumnya.
“…..!!” Keisha berniat mengeluarkan kembali kemampuannya, memanggil pasukan mayat hidupnya, tapi.
Tarian pedang kembar, Twin Swords Honorary,” gumam pelan Halsy sambil melemparkan pedang kembarnya ke atas.
Dalam sekejap kedua pedang itu melayang cepat menuju Keisha. Menebas Keisha secara terus menerus dari berbagai arah.
Meski kedua pedang tersebut sudah masuk dalam area pertahanannya, pedang tersebut masih terlihat sangat cepat hingga Keisha tidak bisa mengikuti pergerakannya.
Keisha benar-benar terlihat terpojok saat ini, dia tidak bisa kemana-mana karena mendapat serangan beruntun dari pedang kembar yang bagaikan sedang menari.
Halsy mulai mengambil panah sucinya yang melayang didekatnya. Dia berniat kembali memanah Keisha. Kini cahaya anak panahnya lebih terang dari anak panah sebelumnya.
Keisha yang terlihat murka mulai merentangkan tangan kirinya ke samping hingga sejajar dengan bahu, mengangkat tangan kanannya ke atas, dan lacrima tengkoraknya mulai melayang tepat di depan dadanya. Dia melakukan hal tersebut meski tubuhnya sedang terkoyak-koyak oleh pedang kembar milik Halsy.
Ikazuchi no Yami …,” percikan listrik hitam terlihat muncul disekitar tangan kirinya, percikan dengan tegangan listrik amat tinggi yang bukan main-main.
Despaired Of The Horizon,” lubang hitam maha besar terlihat muncul di atas Keisha, lubang hitam yang lebih mengerikan daripada saat insiden penculikan siswa HoK.
Tembakan Penghancur Masal ...,” bola Lacrima di hadapan Keisha mulai bersinar terang, bersinar menyilaukan kekuningan yang mirip dengan tembakan mengerikan sebelumnya.
“……..!!!” semua orang terdiam tak berkata apapun, mulut mereka menganga seakan tak percaya apa yang ingin dilakukan gadis bernama Keisha itu.
Tiga skill tingkat akhir digunakan?! Kamu benar-benar sudah gila, Keisha! Apa kau berniat menghancurkan benua ini?” Heliasha terlihat bergemetar ketakutan, memberikan tatapan kosong pada sang sahabat.
Ga-gawat, mustahil bagiku untuk melindungi semuanya dari tiga serangan itu,” Evelyn terlihat khawatir kelelahan. Menutup sebelah mata.
Tapi dengan sangat cepat Halsy mengubah arah tembakan anak panahnya ke atas, dia menembak ke atas kepala Keisha sambil bergumam.
Prosperous Arrow ….”
SYUTTT!!! WUSHHH!!!
Tembakan anak panah yang lebih lambat dari sebelumnya. Saat Anak panah itu masih melayang. Terlihat Halsy yang menghilang dari tempat sebelumnya. Bukan kemampuan teleport, dimensi, dan percepatan mengerikan.
Dia hanya menghilang dan muncul di setiap sudut Keisha. Setiap dia muncul di berbagai tempat, dia menembakkan anak panah suci ke arah Keisha.
SYUT SYUT SYUT SYUT!!!
JLEB JLEB JLEB JLEB!!
Empat anak panah melesat cepat menancap ke setiap anggota tubuh Keisha, yakni kedua kaki dan tangannya. Menghentikan pergerakkan Keisha untuk mengeluarkan kemampuan mengerikannya. Lalu anak panah yang sebelumnya ditembakkan Halsy ke atas seketika bercahaya terang saat tepat diatas kepala Keisha.
Aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan ini,” sedih Halsy memejamkan mata. Euryales bow dan Ancient twins sword miliknya terlihat menghilang. Dia terlihat mengangkat tangan kanannya seolah berniat mengeluarkan sesuatu yang baru.
Welfare Crees ….,” senyum sedih Halsy. Lalu dalam sekejap muncul ‘lah pisau keris yang bercahaya terang dan menyilaukan.
Ketika pisau indah tersebut muncul, anak panah yang bercahaya di atas kepala Keisha lekas menyambar Keisha yang kesulitan bergerak. Seolah cahaya pemberkatan yang ditunjukkan pada Keisha dari atas langit.
“KYAAAAA!!!!” teriak Keisha kesakitan. Terlihat sangat tersiksa ketika mendapatkan cahaya tersebut.
Wahai engkau mahluk yang tersesat, yang tidak bisa menemukan jalan dengan benar. Ijinkan aku, diriku untuk membantumu. Ijinkan aku untuk memberikan jalan yang benar padamu, ijinkan aku untuk membimbingmu kembali ke dunia –“ Halsy bergumam seolah melafalkan mantra, dia terlihat memejamkan matanya yang dipenuhi konsentrasi tinggi. Tapi.
WUSSSHHHHH!!!
Tangan kanan Halsy yang memegang Welfare Kris langsung terbelah. Meski Halsy tak merasakan sakit apapun, konsentrasinya langsung pecah. Wajahnya terlihat terkejut melihat seseorang yang menyerang dirinya.
Sudah kuduga,” senyum mengerikan lelaki yang menyerangnya, Anggela. Wajahnya benar-benar dekat dengan wajah Halsy. Halsy mulai terlihat khawatir ketika Anggela berniat menyentuhnya.
…….!!”
“Astral Claw,” senyum mengerikan Anggela. Tangan kanannya yang berniat menyentuh Halsy mulai diselimuti oleh kegelapan.
Drag! WUINGGGG BUARRKKKK!!!
Dalam hitungan kurang dari satu detik, kini Halsy terlihat terkapar di atas tanah. Anggela terlihat mencengkram lehernya yang lembut.
Pada akhirnya kamu juga sama seperti kami ….,” senyum Anggela menatap tajam Halsy yang terlihat khawatir.
“Ang-Anggela ….,” Halsy terlihat kesakitan memegang tangan kanan Anggela dengan kedua tangannya. Wajahnya benar-benar terlihat sangat sedih karena dijatuhkan oleh orang yang ia sayang.
***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXVIII Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.