18 Oktober 2016

Date A Live Jilid 11 Bab 10 LN Bahasa Indonesia


MALAIKAT DI MALAM BINTANG JATUH

Bagian 1
Jam menunjuk 6:30 PM. Matahari turun lebih cepat di bulan November. Kota pun sudah tenggelam dalam kegelapan.
Atmosfirnya dingin seolah kehangatan siang tadi itu hanyalah kebohongan, dan jika dia *haa* menghembuskan nafasnya, kabut putih akan terbentuk dan menghilang. Angin yang tenang mengguncangkan pohon dan dedaunan yang jatuh terbang ke langit.
Dengan suara langkah kaki musim dingin, Shidou dan Origami mengunjungi taman dataran tinggi yang memiliki pemandangan kota yang jelas, <Ratatoskr> menyuruhnya untuk datang ke sana karena itu adalah tempat penuh dengan mood untuk mengakhiri kencan.
Banyak bintang dapat terlihat dari ujung taman.------Yah, cahaya elektronik yang bersinar di taman lebih lucu karena mereka lebih banyak daripada yang ada di langit.
“Sudah kuduga ini sedikit dingin di jam seperti ini”
Setelah Shidou mengatakannya, Origami, yang sedang melihat pemandangan malam, memiringkan kepalanya sedikit ke depan.
“Unn, aku tidak bersiap-siap karena tadi hangat. Aku seharusnya membawa sarung tanganku”
Origami mengatakannya sebelum tersenyum kecut selagi menggosokkan kedua tangannya bersamaan.
Dia mengamuk sore tadi tapi, dia akhirnya tenang…….Yah, dia terkadang mengarahkan lensa ponselnya ke arah Shidou, menciumi baunya leher Shidou, dan walaupun dia tidak sedang memegang apapun, dia berpostur seolah dia sedang menuangkan air ke gelas yang Shidou minum tapi………..Shidou tidak terlalu mengkhawatirkan itu. Dari yang dia dengar darinya, sepertinya tubuhnya bergerak dengan refleks. Seperti yang diduga, Origami tetaplah Origami huh; Shidou merasa sedikit lega mengetahuinya.
“Haha……….Itu benar. Ah, oh iya. Kita bisa menggunakan kaleng kopi dari mesin itu----“
Suara Kotori bergema di telinga kanannya tepat saat Shidou akan menyelesaikan kalimatnya.
“-------hei, itu pilihan yang salah, Shidou. Perempuan itu mengatakan kalau tangannya dingin kau tahu”
“……………………….”
Setelah melihat sekitar dengan diam, Shidou mengangguk untuk membuat kesimpulan dan meletakkan tangannya di atas tangan Origami.------entah itu karena kegugupan atau kedinginan; tangan Shidou sedikit gemetaran.
“Ehh-----“
Origami melebarkan matanya terkejut. Tapi, dia langsung menyadari maksud Shidou. Pipinya sedikit memerah dan sedikit melihat kebawah.
“FuFuun, kenapa tidak. Level kasih sayangnya tidaklah jelek. Kita mungkin berhasil mengakhirinya hari ini.----tapi, aku pikir kita memerlukan satu lagi dorongan untuk menyegelnya.”
Kotori mengatakannya dengan erangan. Balasan Reine kemudian bergema di Incam.
“……….aah, satu hal lagi, ada sesuatu di dalam dirinya yang menarik dirinya. Bacaan ini………dekat dengan kegelisahan. Aku pikir itu tentang dia yang tidak mengetahui akseptasi Shin padanya.”
“Kegelisahan……huh. Yah, itu benar karena setelah menyebabkan semua kejadian eksentrik itu…….”
Kotori tersenyum dan mengatakannya.
“Yah, itu membuatnya jadi lebih mudah. Yang harus kita lakukan adalah menghilangkan kegelisahannya, kan?”
“………..yah itu benar tapi……..apa yang harus kita lakukan?”
Kotori mendengus saat Shidou bertanya dengan suara lembut.
“Bukankah jelas? Origami merasa gelisah karena dia tidak tahu apakah Shidou menerimanya, kan? Maka, cara terbaik dan tercepat untuk memberitahukannya lewat perkataan”
“Yang artinya……….”
“Pengakuan cintalah satu-satunya pilihan”
Dia entah bagaimana bisa mengiranya. Keringat mengalir turun dari pipinya.
Dia mengingat kembali saat dia mengungkapkan cintanya pada Origami di dunia sebelumnya. Dipikir lagi, itu juga diperintah oleh Kotori sebagai tujuan dari latihannya.
Sekarang dia memikirkannya itulah alasan kenapa Origami di dunia sebelumnya menjadi tegas pada Shidou. Apa Origami yang ini sama?
Suara Kotori tiba-tiba bergema saat Shidou memikirkannya.
“Kenapa kau ragu? Ini adalah kesempatan terbaik untuk menyegel pemburu Roh <Iblis>? Jika kita kehilangan kesempatan hari ini; ada kemungkinan bahwa Roh lain mungkin akan menemui bahaya saat kesempatan berikutnya datang”
“Uuu---“
Kotori benar.
Membisikkan cinta walaupun Shidou belum memutuskannya adalah ketidakjujuran. Tapi, mungkin akan ada korban jika dia tidak menyegel Origami disini. Mereka mungkin perempuan yang sudah disegelnya, dan bahwa mungkin Roh yang belum pernah ditemuinya. Atau mungkin----ada kemungkinan Origami akan menyakiti dirinya sendiri.
Itu adalah sesuatu yang tidak bisa Shidou biarkan.
Setelah Shidou *Suuu* menghembuskan nafasnya, dia melihat ke arah Origami selagi terus memegangi tangannya.
“Heei-----------Origami”
“Ya? Itsuka-kun?”
“Err………..Ada sesuatu yang ingin kuberitahukan padamu”
Saat Shidou mengatakannya, Origami kembali melihat wajah Shidou dengan wajah yang lemah lembut.
Saat dia dan Origami saling melihat satu sama lain, dia menyadari bahwa jantungnya berdetak sangat kencang.
Dia sekali lagi menegaskan bahwa keindahannya adalah saat dia melihat wajahnya lagi. Poninya menutupi keningnya. Sepasang mata transparan yang cerah dengan bulu mata yang panjang. Bibi ceri yang mungkin mencuri hatinya hanya dengan menyentuhnya------betapa beruntungnya dia di dunia sebelumnya disukai oleh wanita seperti ini.
Tapi, Shidou tidak bisa asyik sendiri seperti ini. Setelah Shidou menelan ludahnya, dia mengesampingkan kegelisahan dalam hatinya dan akan membuka mulutnya.
Tapi, tepat sebelum Shidou akan mengatakannya.
“Sebenarnya, Aku……..ada yang ingin kukatakan padamu juga, Itsuka-kun”
Origami mengatakannya.
“A-Apa itu…….?”
Shidou kembali membalas karena waktu untuk pengakuan menjadi gagal.
Origami kemudian memalingkan wajahnya dengan ragu untuk sesaat sebelum perlahan membuka mulutnya.
“Kau tahu aku bagian dari tim Anti Spirit JGSDF-----AST, kan?”
“Ya…….Aku tahu”
“Tapi, aku baru-baru ini keluar dari AST”
“Itu……”
Shidou berbicara dengan ambigu. Dia sudah dengar dari Kotori bahwa Origami mengundurkan diri dari AST tapi, itu tidak normal untuk Shidou tahu itu.
“Begitu……….apakah karena kesadaranmu lenyap karena Anemia, seperti yang terjadi terakhir kali?”
Saat Shidou mengatakannya, Origami *Fuu* melihat ke bawah.
“Un. Itu salah satunya. Itu karena penyakit sangat penting dalam pekerjaan yang menggunakan senjata berbahaya. Tapi--------sejak aku kena penyakit tersebut. Aku, tidak lagi mengerti apapun”
“Tidak mengerti? Apa……..?”
Setelah Shidou mengatakannya, Origami tersenyum kecut dengan canggung.
“……….walaupun pekerjaan AST adalah untuk mengalahkan Roh, yang merupakan penyebab gempa luar angkasa…….aku penasaran, apakah itu hal yang benar dilakukan”
“A---------“
Shidou tercengang.
Itu normal. Berbicara tentang Origami, Shidou mengetahui tentang; dia membenci roh, dan hidup dengan tujuan membunuh roh.
Seperti yang diduga, mungkin karena orang tuanya tidak dibunuh oleh Roh atau mungkin, dia mulai merasa begitu karena dia menjadi Roh, walaupun secara tidak sadar------dia tidak mengetahui detilnya tapi; dia tidak pernah mengira akan mendengarnya dari dia, bahkan dalam mimpinya.
Namun, apa yang menjadi reaksi Shidou; Alis Origami mendekat dan meminta maaf.
“………..Aku minta maaf. Rohlah yang telah membunuh kakak Itsuka-kun”
“Ja-jangan minta maaf!”
“Eh…………”
Origami terkejut mendengar perkataan Shidou. Kakaknya------sebenarnya adalah Shidou-------yang terbunuh tapi, dia mungkin tidak mengira kalau dia akan berkata seperti itu.
“Aku tidak berpikir cara pikir Origami itu salah, tidak sedikitpun. Aku----bukan; kakakku pasti berpikir seperti itu juga!”
“Itsuka-kun………..”
Origami mengatakannya dengan suara gemetaran; bahunya sedikit bergemetar dan dia terlihat akan segera menangis.
“Ah, Ma-maaf…………….Apa yang sudah aku”
Setelah mengatakannya, dia memalingkan wajahnya untuk memainkannya. Shidou tidak mengungkit hal itu lagi dan menuangkan kekuatannya ke tangannya yang sedang memegang tangan Origami lebih keras.
Dan saat itu.
“…………!”
Keriuhan tiba-tiba terdengar dari Incam di telinga kanannya.
“----Level kasih sayang, tiba-tiba naik!”
“Poin, sudah sampai atas!”
“…………Fumu, sepertinya itulah alasan kegelisahannya”
Suara Reine dapat terdengar selanjutnya. Tidak heran; Origami khawatir tentang pemikiran Shidou mengenai perbedaan emosi Origami terhadap Roh yang tumbuh di dalamnya.
“Bagus………! Shidou, ini terasa bagus! Selesaikan dalam satu jalan!”
Kotori memberikan tanda Go……….ini entah kenapa mengacaukan moodnya. Shidou mengatur nafasnya untuk menenangkan detak jantungnya yang terus bertambah karena rasa gugup sebelum kembali melihat Origami.
“Origami, err---------“
“Ah! Itsuka-kun, lihat itu!”
Tapi, pengakuan Shidou kembali terhalang. Origami memegang papan kayu yang dipasang di tepi taman dan menunjuk jarinya ke lantai. Dari arah yang dia tunjuk, sebuah bintang yang berkilauan jatuh.
“Itu bintang jatuh, bintang jatuh. Aku harus membuat harapan”
“Eh? Ba-bahkan jika kau tiba-tiba bilang begitu---“
Walau dia bilang begitu, Shidou mulai membuat harapan di kepalanya.----dia berharap dapat menyegel Reiryoku Origami dengan benar. Dan juga, Origami dan para perempuan saling mengerti satu sama lain……yah, bintang jatuhnya sudah hilang saat dia sampai disitu tapi---
Dan, saat itu.
“…………..uh?”
Sejak kapan Origami, yang berpegang pada papan kayu untuk melihat ke atas langit, tiba-tiba tercengang; dia tiba-tiba menarik tangan yang sedang memeganginya.
“Shidou!”
Peringatan Kotori bergema di telinga kanannya.
Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi tuk sesaat. Tapi-----dia langsung mengerti.
Mungkin karena papannya sudah terlalu tua; bagian yang tertekan oleh berat tubuh Origami, *Meri* patah.
Tentu saja, tubuh Origami yang berpegangan jatuh dari ujung taman yang berlokasi di tempat yang tinggi.
“Kyaaa!?”
“Uwaaah!”
Origami berteriak keras. Shidou berteriak dan di saat yang bersamaan dia terkejut karena suaranya dan dengan yang baru saja terjadi.
Tapi, beruntung atau tidak; Shidou masih memegangi tangan Origami. Urat lengannya akan robek saat dia ditarik secara tiba-tiba tapi, dia entah bagaimana berhasil menuangkan seluruh tenaganya dan memegangi Origami. Saat dia melakukannya, tangan kirinya merasakan sakit yang tajam mungkin karena dia tergores pematang pagar yang rusak.
“………..Toaryaaa!”
Bersamaan dengan teriakan yang aneh, dia jatuh ke belakang bersama dengan Origami. Origami kemudian [Kyaa] mengeluarkan teriakan pendek sebelum menutupi Shidou, yang jatuh di atasnya.
“Ouch…..Ka-kau tak apa, Origami”
“U-un……….terima kasih, Itsuka-kun”
Origami membalasnya dengan suara yang gemetaran. Dia mungkin cukup terkejut; dia bisa merasakan detakan jantungnya berdetak sangat keras di dadanya yang merasakan dorongannya.
Shidou kemudian menyadari sesuatu.
Dia mengetahui bahwa dia sangat dekat dengan Origami sampai dia dapat merasakan nafasnya.
“……………!”
“----ini kesempatan, Shidou! Level kasih sayangnya cukup. Selesaikan!”
Suara Kotori bergema. Memang benar bahwa, posisi kepala Shidou dapat dicapai jika Shidou sedikit mengangkat kepalanya. Dinilai dari situasi dimana mereka baru saja selamat dari bahaya; ini adalah kesempatan terbaik.
“Origami…………”
Tapi--------
Shidou, merasakan sesuatu yang aneh saat dia akan mencium Origami.
Origami tidak melihat Shidou melainkan lebih bawah lagi………mengarah ke tangan kiri Shidou.
Shidou mengikutinya dan melihat ke tangan kirinya sebelum tercengang.
Ada luka pada tangan kiri Shidou saat dia akan menarik Origami tapi…….Api Reiryoku berkelip di lukanya seolah sedang menyembuhkannya.
Langsung saja------sirine keras bergema di Incamnya.
“………..!! Shidou! Lari!”
Disaat yang bersamaan Kotori berteriak pada telinga Shidou, Origami, yang menutupi Shidou perlahan terangkat seolah dia ditarik oleh tali dari atas langit.
Setelah dia berdiri, kesan matanya yang tak berjiwa tampak berbeda dari yang dia tunjukkan tadi dan menggumamkan sesuatu.
“--------Roh…………”
“………………!”
Shidou melebarkan matanya.
Itu adalah adegan yang sama dengan yang dia alami di atap sekolah beberapa hari yang lalu.
---waktu saat Origami melihat Roh-Kurumi.
[Spekulasi] yang Reine katakan, melintas dalam pikirannya.
Setiap kali Origami melihat Roh; dia akan mendapatkan lagi ingatan dunia sebelumnya---dan berubah menjadi Roh.
Dan, api yang berkelip di tangan Shidou, tidak lain adalah milik Roh <Efreet>.
“A-a-Aaaah-ah—Ahh…………..”
Origami melihat ke atas langit dengan matanya yang tak berjiwa selagi tubuhnya tersentak dengan adanya interval diantaranya. Air ludah mengalir dari tepi bibirnya dan itu menunjukkan sesuatu yang tidak biasa akan terjadi.
“O-Origami, tunggu……….”
Shidou mencoba memanggil Origami walau dia sedang kebingungan. Tapi, tepat sebelum dia akan menyelesaikan kalimatnya, Reiryoku kuat yang berbentuk cadar yang mengitari Origami dengan mudahnya menghempaskan Shidou ke belakang.
“Guh…………!?”
Walaupun punggung dan wajahnya jatuh ke tanah, dia entah bagaimana berhasil memecah momentum dan mengangkat wajahnya dengan kesulitan.
Dengan Origami di tengah, sarang laba-laba hitam keluar dari dirinya dan menyelimuti sekitar tubuhnya.
“Itu-----“
Astral Dress hitam seperti gaun pernikahan.
Penampilan itu------asli.
Itu bentuk Inversenya yang menginjak-injak dunia sebelumnya.
Bagian 2
“Mu………..”
Di ruangan mansion Roh; Tohka memeluk bantal besar selagi bergulingan di sofa.
Tohka bukan satu-satunya yang ada di ruangan. Saat dia melihat TV, dia bisa melihat Yamai bersaudari bersaing dalam sebuah permainan berhadiah es krim dan saat dia melihat ke belakang, dia bisa melihat Yoshino dan Natsumi mengobrol.
Ya. Rumah keluarga Itsuka kosong karena Shidou dan Kotori ada hal besar yang harus dihadiri jadi, mereka semua berkumpul di ruangan Tohka.
“Nuu…….”
Setelah mengerang untuk kesekian kalinya; Tohka mengganti sisi tidurnya di sofa.
Sepertinya dia tidak puas diam terus di rumah. Ini terjadi beberapa kali dulu.
Memang benar dia merasa sedikit kesepian karena dia tidak bisa makan makanan Shidou tapi, karena Shidou dan Kotori sibuk; Tohka tidak bisa menyultkan mereka dengan keegoisannya.
Namun……….apa yang terjadi? Hatinya mengamuk hari ini tuk beberapa alasan.
Tidak, untuk spesifiknya ini tidak mulai hari ini. Beberapa hari yang lalu-----sejak murid pindahan datang ke kelasnya, Tohka merasa ada sesuatu yang tidak jelas di sekitar dadanya dan tidak bisa melakukan apapun tentang itu.
Dan, saat Tohka menggetarkan tenggorokannya, *Nyuuu* kepala Miku muncul dari belakang sandaran sofa.
“Ufufu, ada apa Tohka-chan. Merasa ngambek karena darling tidak ada disini?”
“Itu tidak benar. Hanya saja…………”
Setelah Tohka cemberut, dia menenggelamkan dirinya dalam pikiran untuk menemukan kata-kata yang pas untuk perasaannya saat ini. Tapi, dia tidak bisa mengekspresikan apapun.
“…………muu”
[Aahnn] Miku merilekskan wajahnya selagi memerah sebelum dia melompat ke sofa seolah dia atlit loncat tinggi melewati palang; dia kemudian terjun diantara kesenjangan dibelakang Tohka.
“Hnnnmooou! Wajah kesusahan Tohka-san terlalu! *Cohoo*! *Cohoo*!”
Dia kemudian menggeliatkan tubuhnya selagi mengatakannya. Sesekali, suara misterius di akhir kalimat adalah suara nafas berat saat dia mendorong wajahnya ke punggung Tohka.

“Apa yang kau lakukan, Miku, geli!”
“Muuuun, kenapa tidak? Lagian ini bukan sesuatu yang akan berkurang”
Miku menyelimuti tangannya di sekitar Tohka dan dengan bersemangat mencubit pipinya. Setelah Tohka meletakkan tangannya pada kening Miku, dia kemudian mendorong Miku untuk menjauhkannya.
---saat itu.
“…………..!?”
Tohka mengangkat alisnya secara refleks.
Dia tidak tahu alasan tepatnya. Tapi-----tubuhnya merasakan sesuatu. Rasanya seperti kembang api berkilau di dalam kepalanya.
“A………..”
“Terkejut. Tadi itu----“
Sepertinya bukan hanya Tohka yang merasakannya. Yamai bersaudari, yang sedang bertanding, juga mengangkat wajahnya bersamaan. Saat mereka melakukannya, gambar mobil hancur ditampilkan di layar TV mungkin karena mereka membuat kesalahan.
Jauh dibelakangnya; Alis Yoshino dan Natsumi mendekat dan melihat sekitar; Miku yang menempel pada Tohka juga terlihat terkejut.
“A-Apa ini………..”
“-----------“
Setelah Tohka merasakan bahaya dengan instingnya, dia melompat dari sofa dan membukan jendela sebelum keluar ke beranda dengan telanjang kaki.
Dia kemudian memegang pagar pembatas dan melihat ke kiri dan kanan sebelum, dia melihat cahaya dim muncul dari sekitar tebing yang jauh di langit malam.
“Itu……….!”
Orang biasa tidak akan berhenti untuk mengkhawatirkan kecerahannya. Namun, Tohka sang Roh menyadari dalam sekali lihat. Cahaya tersebut dari Reiryoku. ------ada seseorang dengan kekuatan yang sangat besar disana.
“Fuun, sesuatu terasa mencurigakan. Perasaan ini……..”
“Persetujuan. Roh.”
Yang lain mengikuti Tohka keluar beranda. Mereka kemudian melihat ke arah Tohka merasa Reiryoku berasal, seolah sudah diatur sebelumnya.
“Err………tempat ini”
“Ahh, aku pikir taman di sekitar situ?”
“………….!”
Saat Miku mengatakannya; Shidou, yang tidak ada disana muncul di dalam pikiran Tohka.
Itu benar. Sekarang dia mengatakannya, Shidou terakhir kali membawa Tohka ke tempat itu.
Saat dia menyadarinya, hati Tohka berbunyi seperti bel.
Bukan berarti dia yakin Shidou ada di sana. Tapi, wajah Shidou melayang dalam pikirannya, bercampur dengan perasaan aneh yang sudah mengintai hatinya sampai sekarang dan menyebabkan detak jantung Tohka naik.
“Tohka!?”
“Tohka-san!”
“-----!”
Dengan setengah sadar, Tohka meletakkan kakinya pada pagar beranda sebelum melompat ke dalam kegelapan.
Bagian 3
“Jumlah Reiryoku, kategori E! Tobiichi Origami sudah inverse!”
“Kuh----Seperti yang kukira, spekulasi Reine benar huh……….!”
Suara Kotori, krunya dan suara alarm yang terus berbunyi yang menimbulkan bahaya secara naluriah, dapat terdengar dari incam di telinga kanannya.
“………………….”
Tentu saja, Shidou juga kacau. Origami inverse lagi saat dia akhirnya bisa diselamatkan dan dia takut pada akalnya.
Namun dengan emosi itu, penilaian situasi yang sangat tenang sedang dirumuskan di suatu tempat di kepalanya.
Shidou berlari ke arah Origami.
Tapi, dia dapat dihempaskan oleh dinding Reiryoku yang mengitari Origami, tepat sebelum dia sampai padanya.
“Kuh-------“
“Shidou!? Ada apa denganmu!”
“Aku harus menghentikan Origami…..sekarang, atau sesuatu yang buruk akan terjadi”
Ya. Origami inverse karena dia melihat api penyembuh yang aktif secara tidak sadar; jika begitu maka, inversenya tidak akan tenang kecuali targetnya Shidou menghilang di depannya.
Namun, tentu saja; Shidou tidak bisa membuat tiruannya sendiri seperti Kurumi.
Yang artinya-----Origami akan terus mengamuk sampai Shidou mati dan saat kondisi itu terpenuhi dan inverse Origami sudah tenang; metode untuk menyegel Reiryoku Origami akan selamanya hilang untuk memenuhi kondisi tersebut.
Tentu saja; Shidou memiliki perlindungan Kotori-kekuatan api penyembuh. Ini akan langsung mengobati luka.
Namun, ada batasnya juga. Memang benar bahwa Shidou menggantikan orang tua Origami dengan dirinya 5 tahun yang lalu tapi, masih belum diketahui bahwa dia selamat karena kekuatan penyembuh Reiryoku Kotori atau kekuatan [Yud Bet] habis tepat sebelum dia menerima serangannya.
Bahkan jika kekuatan penyembuhan mungkin; ada kemungkinan Origami akan terus inverse selama dia tahu kalau Shidou masih hidup.
Maka----hanya ini kesempatannya.
Inilah satu-satunya kesempatan untuk mendekati Origami karena dia belum mengeluarkan [Sayapnya].
“…………Origami!”
Selagi memanggil namanya-----Shidou mengingat kembali adegan yang pernah dia lihat.
Pemandangan sebuah kota yang hancur karena sinar kegelapan yang ditembak dari Inverse Origami.
Dia tidak bisa membiarkan itu terjadi lagi. Dia tidak bisa membiarkan Origami melakukannya lagi.
Setelah Shidou menguatkan tinjunya, dia sekali lagi berlari ke arah Origami.
“Berhenti, Shidou! Cepat dan pergi dari Origami!”
Tapi, saat itu, teriakan Kotori mengejutkan gendang telinganya dan Shidou menghentikan kakinya secara refleks.
“A-Apa yang kau katakan! Ini satu-satunya kesempatan----“
“Seperti yang kukatakan; pergilah darinya. Jangan bilang kau mencoba menembus dinding Reiryoku dengan tubuhmu?”
“----------eh?”
Shidou melebarkan matanya secara refleks.
Di saat yang bersamaan suara Kotori bergema di telinga kanannya; beberapa cahaya muncul di sekitar Origami dan diantara mereka, gugusan logam tajam muncul.
Itu membentuk seperti berlian logam dengan sisi yang membentang. Menggunakan kata-kata; terlihat seperti [daun] raksasa. Semuanya menyebarkan dinding yang tak terlihat dan mengelilingi Origami dengan ujung yang menunjuk ke arahnya.
“Ini………..”
“-------<Yggd Folium>, menyebar!”
Saat Kotori mengatakannya, [Daun] menambah ukuran dinding yang tak terlihat dan mengendalikan Origami dengan menghancurkannya, yang memakai Astral Dress hitam, dari 8 sisi berbeda.
“A---“
“<Yggd Folium>. Mereka adalah unit otomatis <Fraxinus> dengan wilayah masing-masing. Maaf tapi, kami memeasangnya di sekitarmu. Walau aku berpikir tidak akan memakainya.”
*Fuun* Kotori mendengus sebelum mengatakannya.
Selanjutnya, saat Shidou berpikir cahaya muncul jauh di atas taman yang tadi dikunjunginya dan Origami, pesawat <Fraxinus> muncul seolah seperti kulit cermin yang robek. Sebelum dia mengetahuinya, sepertinya sudah sampai di lokasi yang bisa dilihat oleh mata telanjang.
Biasanya, <Fraxinus> akan menggunakan kamuflase tidak terlihatnya dengan Realizernya dan menyembunyikan keberadaannya dari sekitarnya.
Satu-satunya waktu pesawat akan mengekspos dirinya sendiri adalah saat akan mengeluarkan Realizer ke Wilayah yang tersebar di sekitarnya.
Lebih spesifik lagi; untuk mengambil anggota atau benda luar dengan teleporter, atau mengirim <Yggd Folium> keluar.
Dan juga------saat akan menembakkan <Mystletainn>.
“Kotori, jangan bilang!”
Setelah Shidou berteriak, <Fraxinus> perlahan merendahkannya di langit sebagai respon dan menunjukkan meriamnya ke arah Origami. Hal ini tidak bisa dilakukan kecuali pesawatnya dikendalikan di Wilayah karena posisi yang tidak stabil.
Cahaya Maryoku bersinar di dalam Meriam.
“Tenang. Kita sudah mengatur kekuatannya. <Mystletainn> akan menghancurkan dinding Reiryoku untuk beberapa saat jadi, ambil kesempatan itu dan mendekatlah pada Origami!”
“………….! O-Oke!”
“-----Aku tidak ingin menjadi keras tapi, kita tidak bisa membiarkan kota dihancurkan”
“Komandan, pengisian Maryoku selesai, kita bisa menembak kapan saja!”
Suara para kru bergema dalam merespon suara Kotori.
“Baiklah. Target, Tobiichi Origami ada di tanah! Jangan meleset, Kannazuki!”
“Serahkan padaku”
Wakil Komandan <Fraxinus>-Kannazuki Kyouhei mengejutkan gendang telinga kanannya dengan suara yang tenang.
“<Mystletainn> tem-----------“
Namun, itu terjadi tepat sebelum Kotori memberikan perintah. Shidou tercengang secara refleks.
“Kotori! Lariiiiiiiiii!”
Dia kemudian berteriak sangat keras yang dapat menghancurkan tenggorokannya.
Alasannya mudah. Di atas pandangan Shidou-----beberapa [Sayap] mengeluarkan cahaya hitam yang mengelilingi <Fraxinus> yang melayang di atas langit yang gelap, seperti bagaimana mereka mengelilingi Origami dengan <Yggd Folium>-----<Satan> sudah muncul.
“Eh-----?”
Suara dari alarm bahaya dan suara lengah Kotori dapat terdengar dari Incam.
Setelah <Satan> menunjukkan ujungnya ke <Fraxinus>, benda itu menembak beam hitam yang sangat padat yang terlihat seperti kegelapan pekat, semua dalam satu tembakan.
Tubuh putih <Fraxinus> ditutupi dengan kegelapan dari semua arah; ada ledakan, ada yang menggores dan beberapa menusuk. Ledakan keras dan teriakan mereka bergema di Incamnya.
“Kyaaaaaaa!!”
“Kotori! Kotori………!!”
Tidak ada jawaban walaupun Shidou sudah berteriak. Malahan; asap keluar dari berbagai tempat di <Fraxinus> yang melayang di langit dan di saat bersamaan, <Yggd Folium> menahan Origami, berkelip dengan lemah sebelum jatuh di sekitarnya.
“Ah………..”
Shidou melebarkan matanya dengan horror selagi mengeluarkan suaranya.
<Fraxinus> jatuh dari langit malam. Adegan ini mewakilkan dengan yang pernah dia lihat di dunia sebelumnya.
Saat itu <Fraxinus> juga tertembak oleh Origami.
“Kenapa……..kenapa………..!”
Shidou berteriak setengah sadar.
Sejarah seharusnya berubah, dunia seharusnya sudah tertulis ulang, semuanya mengalir kembali ke aslinya, satu demi satu. -----seolah, ini memaksa Shidou untuk mengetahui bahwa bagaimanapun dia berusaha, akhirnya sudah ditentukan dan tidak bisa berubah.
“---------“
Setelah jeratannya keluar, Origami melayang dari tempatnya tanpa mengatakan apapun dan membengkokkan tubuhnya seperti embrio. -----sepertinya dia menjebak hatinya dari dunia luar.
Di saat yang bersamaan, ujung dari [Sayap] yang tak terhitung jumlahnya mulai penuh dengan kegelapan seolah akan melanjutkan penyerangan pada <Fraxinus> yang perlahan merendahkan ketinggiannya.
“…………! Origami!”
Shidou memanggil namanya, dan berlari ke tempatnya lagi. Tapi-------dia terhalang oleh dinding Reiryoku dan tidak bisa menyentuh Origami.
Saat dia melakukannya, [Sayap] hitam menunggu di langit, mengeluarrkan serangan pada <Fraxinus>.
<Fraxinus> sudah setengah hancur karena serangan sebelumnya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada kru dan <Fraxinus> jika menerima serangan selanjutnya.
“Berhenti, Origami! Tolong berhentiiiiiiiiiii!”
Namun, panggilan Shidou tidak sampai pada Origami.
Beam hitam keluar dari ujung [Sayap] yang tak terhitung.
“………………….!!”
Tapi-------saat itu.
Ketika dia berpikir ada hembusan angina tertiup; [Sayap] hitam terguncang dan sedikit membelokkan arahnya. Beam yang ditembak oleh <Satan> menggores tubuh <Fraxinus> sebelu menghilang ke langit kosong.
Tidak peduli seberapa kuat angin tersebut; tidak mungkin angin biasa dapat menggoyangkan <Satan>. Shidou menyadari identitas angin tersebut dan mengangkat bahunya.
“Ini………………..”
Di saat berikutnya, saat Shidou berpikir beberapa [Sayap] muncul di sekitar Origami, ujungnya menunjuk ke arahnya. Sepertinya dia menilai Shidou sebagai musuhnya.
“Kuh-----!?”
Dia tidak bisa menghindarinya. Shidou menyiapkan dirinya untuk serangan selanjutnya dan menjadi kaku.
Tapi; lebih cepat dari Origami bisa menembakkan Angelnya-[Sayap],
“-----Haaaaaaaaaaa!”
Saat suara itu menggema dari atas langit; Roh, yang mewujudkan Astral Dressnya, mengayunkan pedang raksasanya dan menghembuskan [Sayapnya].
“Kau tak apa, Shidou!”
“Tohka!”
Shidou menyebut nama perempuan itu. Ya. Itu adalah Tohka yang seharusnya ada di mansion di sebelah rumah keluarga Itsuka, yang muncul disini.
Tidak, dia bukan satu-satunya. Setelah Tohka, Roh dengan Astral Dressnya mulai muncul di taman satu per satu.
Yoshino duduk di belakang boneka kelinci raksasa, Natsumi dewasa, dan Miku, yang menampilka keyboard cahaya di sekitarnya. Dan di langit, Yamai bersaudari yang menyebabkan angin tadi untuk menyelematkan <Fraxinus> dari kerusakan besar.
“Kalian-----kenapa kalian disini!?”
“E-err………”
“Ufufu, normal saja aku akan berlari kesini untuk menyelamatkan darling dari bahaya”
“Yah, lagipula kau hanya mengikuti Tohka-chan”
“Ahhhhh, kau tidak harus mengatakan itu!”
Miku [Shhh] membuat satu jarinya berdiri. Kebiasaan versi dewasa Natsumi benar-benar berubah saat dia bersantai dengan mengangkat bahunya.
“Jadi------Shidou”
Setelah Tohka menyiapkan Angelnya <Sandalphon> untuk melindungi Shidou, dia menatap Origami tanpa merendahkan kewaspadaanya dan menggerakkan bibirnya.
“………..Aku merasakan Reiryoku yang sangat kuat. Siapa itu?”
Tohka bertanya padanya. Shidou mengepalkan tinjunya cukup kuat sampai dapat membuat kukunya menggigit dagingnya dan menjawabnya.
“Itu…………Origami”
“Apa………? Murid pindahan itu?”
Tohka bertanya dengan ragu. Namun, itu normal untuknya. Hari Tohka dan Origami bertemu di dunia ini sangatlah sedikit------lebih penting lagi, mungkin sulit untuk dipercaya jika dia diberitahu kalau itu adalah teman sekelasnya yang melayang di atas langit selagi mengenakan Astral Dress hitam.
Dia memiliki penampilan megah yang kuat yang dapat membuat siapapun membeku ketakutan bahkan hanya dengan sebuah pertemuan.
DEM Isaac Westcott menamakan Roh Inverse sebagai Raja Iblis tapi-----Itu saat ini di depan Shidou, memiliki kekuatan luar biasa yang tidak dapat membuat ekspresi itu benar.
“………………………uh”
Tapi. Setelah Shidou menggertakkan giginya, dia mengambil satu langkah ke depan.
“Shidou………?”
Tohka mengangkat alisnya saat dia melakukannya. Dia sepertinya memberitahunya bahwa ini berbahaya.
Dia menyadari itu sepenuhnya. Tapi, Shidou harus sampai pada Origami.
Jika Origami dibiarkan melepaskan serangannya di langit maka, kota Tenguu yang tersebar di depan matanya sekali lagi akan berubah menjadi reruntuhan seperti yang ada di dalam ingatan Shidou. Dan untuk Origami------dia mungkin tidak akan pernah bisa kembali ke dirinya yang sebenarnya lagi.
Itu harus dicegah bagaimanapun.
Walaupun hanya kemungkinan kecil; Shidoulah satu-satunya----yang harus memegang tangan Origami.
Namun-----kekuatan Shidou tidaklah cukup.
Kekuatan Shidou terlalu kecil di depan raja iblis yang ada di depannya.
“……………..semuanya”
Shidou menghadap ke semuanya yang terbang di atasnya; sebelum mengeluarkan suaranya.
---apakah dia akan memberitahukan semuanya untuk lari?
Apakah dia akan memberitahukan semuanya untuk menghindari bertarung dengan Origami?
Tapi, Shidou
“-----Tolong bantu aku……..menyelamatkannya……”
Walau dia merasa bersalah telah melakukannya, dia tidak punya pilihan lain untuk dikatakan.
Tohka, yang berdiri di depan Shidou, membuat wajah terkejut sebelum membalasnya.
“Apa yang kau katakan? Tentu aku akan membantu”
Setelah mengatakannya, dia mencengkram pegangan <Sandalphon> lebih keras.
“Shidou menyelematkanku. Kau mengajariku keindahan dunia ini. Shidoulah yang membuat dunia milikku----sekarang giliranku untuk membantu Shidou”
“Tohka…….”
Mengikuti Tohka, Roh yang lain pun mengangguk.
“Aku dan Yoshinon……….ingin berguna untuk Shidou-san………!”
“Ya ya, jujur saja dan serahkan pada Onee-san. Shidou-kun tidaklah terlalu kuat jadi kau tidak harus gegabah”
“Malahan, walau ini darling, aku akan marah jika kau bilang [Larilah] kau tahu?”
Yoshino, Natsumi dan Miku *Nii* tersenyum selagi mengatakannya. Suara Kaguya dan Yuzuru bergema dari atas langit.
“Kaka, sangat bagus! Aku sudah benar-benar menerima tekadmu! Anak angin-Kaguya akan meminjamkanmu kekuatannya!”
“Usaha. Serahkan langit pada Yuzuru dan Kaguya”
“Semuanya------“
Shidou mencengkram tinjunya saat dia mendengar perkataan semuanya.
“Terima kasih semuanya.-----Ayo selamatkan Origami”
Bagian 4
---[Origami] kehilangan ketenangannya.
Setelah diselamatkan oleh Shidou saat dia akan jatuh dari ujung taman, kesadarannya pergi jauh seperti biasanya saat dia melihat cahaya memercik di tangan Shidou tapi………
Saat disadari, dia sedang berdiri di tempat yang tak diketahui.
Sejauh yang bisa dia lihat, tempat kosong yang benar-benar putih. Apakah itu langit atau langit-langit yang ada di atas kepalanya? Dia bahkan tidak tahu apakah yang ada di depannya itu cakrawala atau bukan. Untuk sementara, dia sedang [Berdiri] di tempat itu tapi; perasaan menginjak tanah sedikit samar dan halusinasinya saat dia melayang akan menyerangnya saat dia sedang rileks. Seolah dia terselip pada lembar Manga yang masih belum digambar.
(Tempat apa ini……….)
Dia bergumam selagi melihat sekitar.
(Ini mimpi…….tidak peduli berapa kali aku berpikir)
Tidak makan waktu lama untuk Origami menilainya. Namun, itu tidaklah tidak mungkin. Tidak mungkin ada tempat semacam ini.
Dan------
(……….Eh?)
Origami melebarkan matanya secara tak terduga.
Itu karena, jauh di atas pandangan Origami. Seorang perempuan muncul di tempat yang tadinya kosong, sebelum dia menyadarinya.
Perempuan langsing yang mengenakan gaun hitam seperti kegelapan. Dia berjongkok selagi memeluk lututnya dan terlihat tidak berjiwa.
(Kau……….)
Origami menyadarinya saat dia mengatakannya.
(Aku-----?)
Ya. Karena pemandangannya terlihat sangat tidak mungkin untuk terjadi, dia tidak langsung mengerti tapi berapa kali pun dia lihat, perempuan terlihat mirip dengan Origami.
Tidak………….sedikit berbeda jika menggunakan kata-kata yang benar. Tidak seperti Origami, yang rambutnya sampai setengah punggungnya; rambut perempuan yang sedang berjongkok di depannya, hanya sampai pada bahunya.
Namun, dalam rasa yang berlawanan, itulah satu-satunya perbedaan mereka selain baju yang dia kenakan. Keringat turun dari pipi Origami saat dia merasakan perasaan aneh seolah dia sedang melihat kaca.
(Apa ini……….)
Walaupun dia menilai bahwa tempat dan perasaan ini hanyalah mimpi, Origami hanya bisa mengangkat alisnya dengan ragu.
Namun saat itu.
(------------!)
Adegan dan perkataan yang tak biasa mengalir ke dalam kepala Origami satu per satu.
Tidak………lebih spesifik lagi, itu sedikit berbeda.
Di saat yang bersamaan Origami menerima semua informasi itu, keyakinan lahir dari dalam dirinya.
(Ingatan ini……….milikku……….?)
Ya. Benar.
Beberapa tahun penuh dengan kenangan, mungkin adalah apa yang akan Origami alami jika berjalan ke jalur yang sedikit berbeda dengan yang satunya.

---[Origami] menutup hatinya.
Informasi lahir dari dalam Origami, saat dia melihat api Reiryoku. Mereka adalah ingatan Origami dari dunia sebelumnya, yang sudah dia lupakan.
Saat ingatan itu melahap kesadarannya, Origami merasa tubuh dan hatinya tercelup ke dalam sesuatu yang sangat hitam.
5 tahun yang lalu.
Ya, 5 tahun yang lalu di hari musim panas itu; orang tua Origami lah yang terbunuh di depan Origami
Dan-----Roh yang membunuhnya adalah Origami.
Saat dia mengingatnya, Origami tidak bisa berpikir apapun lagi.
Mungkin itu hanya insting bertahannya untuk melindungi dirinya sendiri.
Faktor fundamental yang menjadikan dirinya seperti saat ini.
Arti kehidupannya yang menjadi tujuan hidupnya.
Di dalam kepalanya yang pikiran itu terasa kembali ke dalam kekosongan dengan cara terburuk; Kenangan yang memisahkan dirinya sendiri dari Origami di dunia ini seolah egonya benar-benar hancur.
Itulah aturan dunia. Origami di dunia ini akan memiliki kesadaran yang terpisah saat Reiryoku muncul dan Origami dengan ingatan dunia sebelumnya yang akan mengambil kendali.
Origami tidak bisa merasakan apapun lagi. Dia tidak bisa memikirkan apapun lagi. Dia tidak bisa merasakan apapun lagi.
Hanya satu------Origami hanya akan menggunakan kekuatannya untuk membunuh Roh yang ada di depannya.
Tapi.
Cahaya kecil tiba-tiba muncul di dalam kepala Origami yang seharusnya sudah membuang semuanya.
Dia tidak tahu apa yang terjadi. Walaupun dapat dikenali, Origami saat ini tidak akan menyadarinya.
---Seharusnya begitu.
Ya. Itu.
Itu adalah ingatan Origami yang hidup di dunia dimana kedua orang tuanya tidak mati 5 tahun yang lalu di hari itu.
(---------ah-------------)
Origami mengeluarkan suara yang sangat lembut.
Dan saat itu.
Kesadaran antara [Origami] dan [Origami] mulai tercampur seperti pusaran air.
Bagian 5
“Kaka! Aku adalah anak topan yang dicintai oleh angin!”
“Respon. Tidak ada satupun di dunia ini yang bisa mengikuti kita”
Setelah mengatakannya, kedua Yamai itu menendang udara di saat yang bersamaan dan dengan mudahnya terbang ke langit. Berikutnya, beam menuju tempat dimana mereka berdua tadi. Sepertinya <Satan> yang menyerang <Fraxinus> mengidentifikasi mereka sebagai ancaman.
“Fuun! Tidak peduli seberapa kuat kekuatannya, tidak akan berarti jika tidak kena!”
Kaguya mengatakannya dengan bangga selagi menghindari beam yang mendekat dengan perbedaan setipis kertas menggunakan gerakan aerobik.
“Saran. Sekarang, Shidou. Pergi ke tubuh utama selagi kami menarik perhatian”
Yuzuru memberitahukannya selagi menghindari beam seperti Kaguya. Shidou mengangguk sebelum kembali melihat Origami.
“Aku mengandalkan kalian”
“Ya!”
Semua Roh membalasnya saat Shidou mengatakannya.
Namun di saat yang bersamaan, Origami, yang terlepas dari ikatan <Yggd Folium> perlahan naik ke atas langit.
Dia tidak bisa membiarkan Origami pergi. Shidou menggetarkan tenggorokannya.
“Miku!”
“Oke oke, serahkan padaku!”
Miku kemudian menggerakkan jarinya pada keyboard cahaya yang dia keluarkan di sekitarnya, dan mulai memainkan lagu yang elegan.
“<Gabriel>-----[Rondo]!”
Seolah menyamai aksinya, beberapa pipa muncul di sekitar Origami dan mengarahkan ujungnya ke arah Origami. Lagu Miku berubah menjadi kekuatan yang tak terlihat dan setelah membuat beberapa lapisan; Origami yang sedang naik ke atas langit, terdorong ke tanah.
“Fufu, tidak jelek Miku-chan”
Natsumi tersenyum mempesona saat melihatnya.
“Tapi, jika Miku-chan tertekan oleh perempuan itu; dia tidak akan bisa melakukan pekerjaan aslinya. Maka-----“
Natsumi mengangkat tangan kanannya dan mengeluarkan sapu Angel. Dia lalu----
“<Haniel>-----[Kaleidoskop]”
Saat Natsumi menyebut namanya, sapu di tangannya membengkok seperti tanah liat lunak dan membentuk pipa dan keyboard.
“Eh!? Itu……………..!”
Miku, yang sedang memainkan keyboardnya, terlihat terkejut. Itu normal untuknya seperti itu. Itu karena Angel Natsumi terlihat seperti <Gabriel> milik Miku.
“Aku akan meminjam ini, Miku-chan. Sebenarnya; aku ingin [Melakukan] ini sekali, sejak terakhir kali aku melihatnya”
Setelah mengatakannya, Natsumi menyilangkan kedua tangannya dan setelah bermain dengan penuh kekuatan; dia mulai memainkan lagu yang gagah.
“[March]!”
Kelompok ini penuh dengan energi saat mereka mendengar lagunya. Walaupun kekuatannya agak sedikit rendah, itu jelas [March] Miku.
“Ahhhhn! Natsumi-chan kau peniru!”
“Fufu, kenapa tidak. Ini untuk Shidou-kun”
“Buuu. Aku harus memintamu untuk membayar pelanggaran hak cipta nanti. Aku harus memberitahumu kalau hak seorang Idol itu sangatlah ketat”
Miku *Pukuuuu* menggembungkan pipinya. Sepertinya dia terlihat sedikit frustasi bahwa Angel esklusifnya telah ditiru. Namun, keberadaan <Gabriel> sangatlah penting untuk grup di pertarungan ini. Tohka dan Yoshino mengarah ke depan seolah mereka akan mengarah pada Origami.
Namun, beberapa [Sayap] muncul dari Origami saat ruang di sekitar mereka mulai kacau seolah menyerang mereka.
Semuanya terbang di lintasan yang acak dan menembakkan beam pada mereka.
“Kuh----!”
“Shidou-san!”
“Tooouuuu!”
Yoshino dan Angelnya-<Zadkiel> yang merupakan perubahan [Yoshinon]; mengeluarkan suaranya dan maju melindungi Shidou. Langsung saja, partikel air di udara mengental dan membeku untuk membelokkan lintasan beam Origami.
“Maaf, Yoshino, Yoshinon! Itu adalah bantuan yang hebat!”
“Tidak………lebih penting lagi, tolong hati-hati, lebih banyak lagi yang akan datang!”
Yoshino melihat ke arah [Sayap] yang terbang di langit tanpa menurunkan kewaspadaannya dan mengatakannya.
Yoshino benar. Masih ada [Sayap] kecil yang tak terhitung jumlahnya di sekitar Origami.
Bukan hanya mereka tidak mengeluarkan Astral Dress sempurna mereka, para Roh akan menerima luka fatal jika mereka ditembak dengan Astral Dress terbatas mereka saat ini. Yamai bersaudari dan Yoshino yang menghindari serangan dengan baik tapi dia berpikir itu tidak akan bertahan lama. Dia harus sampai ke Origami secepat mungkin-----
Dan, saat Shidou tenggelam dalam pikirannya, semua ujung [Sayap] menunjuk ke arah Shidou seolah mereka merasakan sesuatu padanya.
Namun.
“Haaaa!”
Sebuah cahaya muncul di pandangan Shidou bersamaan dengan teriakan keras dan semua [Sayap] terhempas jauh.
“Tohka!”
Shidou berteriak. Ya. Tohka menggunakan <Sandalphon> dan menyerang <Sayap> sebelum mereka menembak.
Tapi, kekuatan <Sandalphon> terbatas tidak akan cukup untuk menghancurkan [Sayap]. [Sayap] yang tidak rusak mulai mengumpulkan kegelapan pada ujungnya lagi dengan kebiasan seolah memiliki keinginan sendiri.
“--------Yoshino, aku serahkan Shidou padamu!”
“Y-ya……..!”
Yoshino menjawab pada Tohka yang mengatakannya selagi menghadapkan punggungnya pada mereka.
“Shidou-san, ayo! Pergi kebelakangku”
Setelah mengatakannya, Yoshino melindungi punggung <Zadkiel> dengan udara dingin seolah membuat armor.
“Y-ya…………..!”
Seperti mengendalikan sebuah boneka, Yoshino mendorong kedua tangannya dan <Zadkiel> bergerak maju. Shidou bersembunyi di belakang bayangan kelinci raksasa dan maju ke arah Origami.
Tapi, tanpa memberikan sedetik pun; gerakan <Zadkiel> terhenti. -----saat dia melihat ke sana, dia melihat [Sayap] baru keluar dari sekitar Origami dan tameng Reiryoku yang kuat tercipta di sekitar mereka. Yang harus mereka lakukan adalah menghindari lintasan [Sayap] yang akan menyerang mereka. Namun, mereka tidak punya pilihan selain memaksa masuk jika mereka menuju pertahanan.
“Uuu……….uuu-----“
“Uguooooo! Ini jelaslah keras!”
“Yoshino, Yoshinon! Kalian tak apa!”
“Aku………tak apa……!”
Yoshino membalas dengan kesakitan. Dia tidak terdengar tak apa berapa kalipun dia dengar.
Namun, setelah Yoshino menajamkan pandangannya, dia mengepalkan kedua tinjunya dan membengkokkan tubuh <Zadkiel>.
“Aku……….lemah dan cengeng tapi……….aku akan mengirim Shidou-san ke orang itu”
Tubuh <Zadkiel> bersinar.
“-------Kekuatan untuk menghancurkan dinding”
Yoshino menjulurkan tangannya. Tali kendali dari punggung <Zadkiel> memanjang ke 5 jarinya dan berkilauan.
“<Zadkiel>------[Siryon]………….!”
Saat dia menyebut namanya; tubuh besar <Zadkiel> berubah dan terserap melalui tali kendali yang terhubung ke jari Yoshino.
Lampu padat yang tersimpan dalam tali melilit Yoshino.
“Yoshino………!?”
Shidou mengeluarkan suara melengking secara refleks melihat adegan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
Namun, sebagai balasannya,
“---------Ya, Shidou-san”
Itu adalah suara Yoshino yang tegas dipenuhi dengan keinginan yang jelas.
Lampunya mulai meredup dan akhirnya dia bisa terlihat.
“Armor………?”
Dia bergumam.
Ya. Yoshino mengenakan armor putih.
Tidak-----jika menggunakan kata-kata, itu adalah pertanyaan apakah itu disebut armor atau bukan. Material aneh yang tidak bisa disebut sebagai logam atau getah bercampur bersama dengan es yang jelas untuk menutupi Astral Dress Yoshino; seolah mengenakan <Zadkiel>.
“Hnn………….!”
Setelah Yoshino dipenuhi dengan udara dingin, dia mendorong kedua tangannya ke depan dan menggabungkan jari-jarinya.
Sebuah badai salju menutupi tangannya yang tertutupi dengan armor putih dan membentuk kerucut raksasa.
“Aaaaaaaaahhhhhhhhhh……..!”
Yoshino memutarkan lengannya dengan segenap kekuatannya. Langsung saja, sebuah bor yang berisi udara dingin berputar-putar di sekitar lengan Yoshino, membuka jarak antara [Sayap] dengan [Sayap] lainnya seperti bor.
“Shidou-san…………sekarang……….!”
“A------aah!”
Setelah Shidou membalas pada Yoshino, dia menyelinap di antara jalur yang telah dibuka Yoshino dan berlari ke arah Origami.
Origami, yang terdorong oleh [Rondo] milik Miku masih berhenti 1 meter di atas permukaan tanah. Tentu saja, jika Inverse Origami menggunakan kekuatannya, dia dengan mudah dapat menyingkirkan suara Miku karena dia hanya bisa menggunakan kekuatan terbatasnya------tidak sedikitpun keinginan dan energi dapat terasa oleh Origami sekarang.
Karena serangannya menggunakan [Sayap] hitam juga, Origami tidak perlu mengeluarkan suaranya. Seolah mereka membasmi musuhnya dengan kehendak sendiri, seperti sistem imun tubuh.
“-------Origami!”
Shidou mengangkat suaranya dan memanggil nama Origami.
Tapi, Origami bahkan tidak menunjukkan sedikitpun respon seperti yang diduga. Matanya terisi dengan keputusasaan hanya terlihat tak berjiwa dan mengarah ke langit kosong.
“Kuh……..!”
Shidou mengingat kembali adegan dari dunia sebelumnya dan menggertakkan giginya.
Saat itu. Seperti yang terjadi disini, Shidou berhasil sampai pada Origami terima kasih pada kerja keras semuanya. Namun, hati Origami benar-benar tertutup dan tidak akan merespon pada apapun yang Shidou katakan.
Ini akan berakhir sama seperti sebelumnya jika begini terus.
Kekuatan Shidou tidaklah cukup.
Sesuatu--------dia membutuhkan sesuatu yang tidak dia miliki saat itu.
Shidou berteriak. Dia mengulurkan tangannya.
Itu kenapa, selanjutnya---------dia membutuhkan dampak di dalam Origami untuk membuatnya mengambil tangan Shidou.
Bagian 6
2 ingatan bercampur dalam pikiran Origami.
Ada orang lain dalam dirinya, terasa seperti dia melihat kedua sisi disaat yang bersamaan.
Harusnya seperti itu. Origami dari dunia sebelumnya dan Origami di dunia ini masihlah tetap Origami.
Dengan memiliki 2 ingatan di saat yang bersamaan, Origami mengerti semuanya.
Perasaan aneh yang terjadi pada kencan hari ini dengan Shidou. Perasaan saat tubuhnya dengan keinginan lain yang bukan miliknya. Itu terjadi karena tubuh dan kesadaran Origami bereaksi pada kehadiran Shidou.
Situasi ini juga sama. Seharusnya, Origami di dunia ini saat [Ini]------seharusnya tidak terbangun saat dia di kondisi dimana kekuatan Roh sedang aktif.
Namun, terima kasih pada pengaruh kehadiran Shidou, batas antara ingatan di dunia ini dan dunia sebelumnya tercampur----dan akhirnya, ketidakseragaman Origami datang dengan kontak di antara 2 ingatan terjadi.
Dan itu yang menyebabkan Origami sedang dalam keberadaan yang sangat kacau. Dengan hatinya yang tertutup, Origami yang sedang mencoba membuang semuanya dan Origami yang mencoba menghentikannya, berada di dalam satu wadah yang terjerat secara kompleks.
(Aku membunuh ayahku, dan ibuku, 5 tahun yang lalu----)
(----itu bahkan tidak terjadi di dunia ini! Kakak Itsuka-kun yang menyelamatkan ayah dan ibu 5 tahun yang lalu………..!)
Gambaran dari seorang pemuda yang menyelamatkan mereka dari beam yang melayang di saat bersamaan Origami mengatakannya. Aah, sekarang dia memikirkannya, itu bukanlah kakak Shidou melainkan Shidou sendiri. Dia dapat memastikannya karena dia saat ini memiliki ingatan dunia sebelumnya.
Berikutnya, 1 tahun yang tenang terlewati setelah kebakaran tersebut, mulai menyebar dalam otaknya. Senyuman ayah dan ibunya. Kehangatan berkumpul. Waktu yang tak tergantikan yang dihabiskan oleh mereka bertiga.
Jika dia memiliki ingatan tersebut. Jika adegan ini tertinggal dalam pikirannya. Maka, Origami mungkin akan hidup berbeda.
---namun.
(Lalu…….apa ini? Apa ingatan yang ada di dalam kepalaku………..!?)
Adegan disekitarnya menjadi api. Adegan dimana kota dipenuhi dengan percikan api yang keluar. Kawah muncul di jalanan. Tubuh manusia bertebaran di sekitarnya. Darah panas yang bahkan belum mengalir. Origami mudah melihat ke langit.
Itulah tepatnya apa yang dialami Origami 5 tahun yang lalu di dunia sebelumnya.
Origami merasakan sebuah rangkaian desakan untuk muntah dan mengantuk melihat ingatan neraka tersebut.
(Uu-ah………..ah…….)
Realitas yang jelas. Tentu saja itu nyata. Itu karena orang yang merasakannya tidak lain dan tidak bukan adalah Origami sendiri.
(Aku-------tidak bisa pergi lagi. Aku…….tidak bisa lagi………)
(Itu………tidak……….)
Walaupun dia akan hancur karena campuran emosi dari kesedihan, kemarahan dan kebencian yang mendalam; Origami mencoba untuk memanggilnya.
Namun, ingatan lain melayang mengganggunya.
Kejadian dunia sebelumnya, yang tidak diketahuinya. Pemandangan inverse. Kegelapan memanjang di langit. Kota yang hancur. Dia akan berteriak melihat adegan yang menyeramkan tersebut.
Itu tidak terjadi di dunia ini. Tapi adegan itu pastinya disebabkan oleh Origami.
Origami merasa pandangannya berubah. Itu menjadi sulit untuk mempertahankan kesadarannya dari halusinasinya seolah seluruh keberadaannya terkotori oleh warna hitam.
---tapi, tidak ada gunanya. Jika Origami kehilangan kesadarannya disini maka, tidak ada lagi yang bisa menghentikan Origami.
Dia tidak akan memberitahukannya untuk berhenti khawatir tentang itu hanya karena kejadian 5 tahun yang lalu yang telah dibuat menjadi [Tidak pernah terjadi].
Dia tidak akan memberitahukannya untuk melupakannya hanya karena bencana besar yang terjadi di dunia sebelumnya tidak terjadi.
Namun, jika Origami menyerah disini maka, dunia ini yang tidak pernah terjadi apa-apa akan berubah menjadi dunia sebelumnya.
Dia pasti menghancurkan beberapa kota. Banyak orang yang mati juga.
Jika itu benar terjadi maka, Origami tidak akan pernah bisa kembali normal. Ini harus dihentikan apapun yang terjadi.
Tapi,
(uu………A-aah--------)
Origami akhirnya jatuh berlutut karena derasnya emosi berat yang tertuang ke dalam dirinya, satu per satu.
Origami mungkin mengetahui ini juga. Kesalahan yang Origami lakukan tidak terjadi di dunia ini. Dan fakta bahwa dia mengubah hal di dunia ini juga. Itu karena bagaimana ingatan dunia sebelumnya terbagi padanya, Origami juga memiliki ingatan dunia ini.
Namun, walaupun dia mengenalinya, emosi dimana dia tidak bisa hidup di dunia ini, menyerang dalam diri Origami.
(He………..hentikan aku------A-aaaaaaaaaaaaahhhhhhh……………..!!)
Origami berteriak.
---Suara Origami tidaklah cukup.
Origami di dunia ini tidak bisa menyelamatkan Origami di dunia sebelumnya sendirian. Hal yang bisa dia lakukan hanyalah berbagi ingatan tentang dunia ini untuk membuka mata Origami.
Ya--------Origami tidak bisa mendorong punggung Origami.
Agar bisa menyelamatkan Origami, seseorang dari luar harus memanggilnya. Seseorang harus mengambil tangannya.
Tapi, siapa yang akan mengulurkan tangannya pada Origami, yang menjadi inverse dan menyebarkan keputus asaan pada dunia ini-------

“------Origami……..!”

(……………!)
Sebuah suara tiba-tiba bergema.
Origami mengangkat wajahnya.
(Shi-dou…….)
Ya. Suara yang bergema di dunia yang kosong ini adalah milik Itsuka Shidou.
*Creak* sebuah retakan terbuka di ruangan yang putih.
(Ke-napa-----)
Suara Origami tidak akan sampai pada Shidou. Namun, Shidou terus berteriak. Jadi dia memanggil Origami.
“Jangan simpan semuanya sendirian! Aku bilang padamu 5 tahun yang lalu, kan!? Bahwa, kau tidak sendirian……….!”
(Ah----)
Origami mengingat kembali ingatan 5 tahun yang lalu saat dia mendengar perkataan Shidou.
---Aku akan ambil kesedihanmu……….! Aku akan hentikan kemarahanmu…….! Jika kau tersesat, datanglah padaku! Gunakan aku jika kau terjebak dalam situasi yang sulit! Aku tidak keberatan jika kau melemparkan semuanya padaku! Jadi, jadi----
(A-aah………..)
“Apapun yang kau lakukan-----janganlah merasa putus asa……..!”
Suara Shidou dalam ingatannya, dan suara Shidou masuk ke telinganya, menumpuk.
Origami merasa retakan yang terbentuk di sekitarnya membesar.
“Tidak peduli berapa kali kau menghancurkan dunia ini, aku pasti akan melakukan sesuatu! Tidak peduli berapa kali kau jatuh ke dalam keputus asaan, aku pasti akan menyelamatkanmu….!”
(Aku----------)
“Itu kenapa, ulurkanlah tanganmu! Aku----membutuhkanmu!”
“-----------“
Saat dia mendengar perkataannya----
Origami merasa tubuhnya bergerak dari keinginan lain yang bukan miliknya.
Benar; sekarang dia memikirkannya.
Perasaan aneh yang cukup sama dengan yang dia rasakan saat berkencan dengan Shidou hari ini di dunia ini.
Saat itu, ingatan Origami dunia sebelumnya secara tidak sadar menggeser Origami di dunia ini.

Tapi, sekarang.
Di pihak lain, ingatan Origami di dunia ini yang membuat Origami mengulurkan tangannya pada Shidou.
Seolah------dia memberitahu Origami untuk hidup.
---dunia tanpa ada apapun di dalamnya, mulai hancur selagi membuat keributan.
Bagian 7
“--------Shi………dou………”
Cahaya kecil bersinar, di mata Origami yang berwajah seperti mayat. Shidou membuka matanya secara refleks.
“……! Origami!!”
Setelah Origami perlahan membuka matanya untuk melihat sekitarnya, dia membuka bibirnya yang bergemetar.
“Aku----Aku……….”
“………………………uu”
Shidou memeluk Origami saat mendengarnya.
Seperti hari itu 5 tahun yang lalu.
“Shi-dou……….”
Origami melanjutkannya dengan suara lembut.
“Terima………….kasih. Telah……….memanggilku”
“Origami------“
“Jika Shidou tidak ada di sana maka………kejadian yang tak dapat diubah akan terjadi lagi”
Air mata jatuh dari mata Origami dan dengan hangat membasahi bahu Shidou.
“Fakta bahwa aku……….membunuh ayah dan ibuku, tidak akan menghilang………kejahatan yang dimana aku membunuh penduduk kota di dunia sebelumnya juga……….tidak akan pernah menghilang.------walaupun dibuat menjadi [Tidak pernah terjadi]”
“……….uh, itu-----“
Dia tidak bisa semudah itu mengatakan “salah”.
Itu adalah kejadian yang tidak terjadi di dunia ini. Sepertinya; tidak ada satupun yang mengingat tragedi itu. -------itu adalah kejadian yang [Tidak pernah terjadi] berkat Shidou.
Shidou menggertakkan giginya sebelum mengerang mengeluarkan perkataannya.
“………….Itu benar. Itu………….sesuatu yang harus kau bawa mulai sekarang”
Itu adalah pengumuman paling kejam.
Shidou mungkin tidak berhak untuk mengatakannya. Walaupun berhasil menyelamatkan banyak kehidupan, itu adalah kejahatan Shidou mengubah sejarah dengan kehendak sendiri.
Namun, Shidou tidak bisa memalsukan perkataannya. Dia merasa berbohong pada dirinya sendiri membuatnya terdengar indah akan menjadi penghinaan yang mengerikan pada orang tua Origami, penduduk kota dan juga Origami.
“……………A-Aku……….”
Setelah tubuh Origami bergetar,
“…………Ah-yaaa………….AAaaaaaaaa…………….Aaaaaaaaaaaaaaa……………”
Dia melekat pada tubuh Shidou dan mulai menangis keras.
Seperti hari itu, 5 tahun yang lalu.
Jarak 5 tahun terlalu lama untuk perempuan berusia 10 tahun, dan selama 5 tahun, Origami terus mendisiplinkan dirinya sendiri.
Shidou berbicara dengan Origami beberapa kali sampai sekarang. Dia juga menghabiskan banyak waktu dengannya.
Namun, saat ini----------Shidou merasa dia akhirnya dapat melihat wajah asli Origami.
---Setelah entah berapa lama,
Origami cukup mengeluarkan suaranya selagi terus melekat pada Shidou.
“…………Shidou, aku ingin meminta maaf”
“Padaku……..? Apa itu?”
Origami melepaskan Shidou saat dia bertanya dan melanjutkannya selagi melihat wajahnya.
“Emosi……….yang aku miliki untuk Shidou jelaslah bukan------cinta ataupun kasih sayang……..sama sekali”
“Eh?”
“Aku………..hanya ingin sesuatu untuk diandalkan………aku hanya melempar peran itu padamu, karena kau secara kebetulan ada di tempat dimana aku kehilangan orang tuaku. Aku mengandalkanmu hanya agar aku bisa berbohong pada diriku sendiri tentang kelemahanku……….hanya emosi keegoisan, aku menyebabkan banyak masalah padamu………aku meminta maaf padamu dari hatiku yang terdalam”
“………………”
Shidou *Fuu* menghembuskan nafasnya sebelum mengangkat bibirnya.
“-----Yah itu sebuah kehormatan”
“Eh…………..?”
Origami secara tidak terduga membuka matanya mendengar balasan Shidou.
“Setidaknya, aku………..senang bertemu Origami………itulah bagaimana hatiku terasa. Yah, aku memang berjuang dalam beberapa masalah tapi……….jika alasan kenapa kau mengandalkanku adalah karena emosi itu, aku harus berterima kasih untuk itu”
“Shidou…………….”
Origami mengatakannya dengan suara gemetaran. Air mata keluar dari matanya lagi.
Setelah melihat air matanya-------Shidou sedikit mengangguk.
“Itu benar……….aku harus mengembalikannya padamu”
“Mengem…….balikan?”
Origami memiringkan kepalanya karena kebingungan mendengar perkataan Shidou. Shidou [Aah] membalas.
“Air matamu bukanlah satu-satunya-----yang kau tinggalkan denganku”
“Ah-----“
Sepertinya Origami mengingatnya saat dia mendengar perkataannya.
5 tahun yang lalu hari itu. Origami mengingat perkataan yang dia katakan. Dia mengingat hal yang dia tinggalkan pada Shidou.
“Err, aku”
“Origami”

Saat Shidou melihat mata Origami dan mengatakannya, bahu Origami tersentak untuk sesaat sebelum pipinya memerah karena malu dan-----

Sedikit canggung tapi jelas-----senyuman.

Langsung saja----
“………..!”
Setelah Origami membuka matanya karena terkejut, Astral Dress hitam yang menutupi tubuhnya mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan berubah menjadi putih.
Itu adalah penampilan asli dari Roh Origami, dia melihatnya di dunia sebelumnya.
Di saat yang bersamaan, beberapa [Sayap] yang melayang berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang.
“Shidou…………aku”
Penampilannya saat dia tersenyum selagi mengenakan Astral Dress,
Membuatnya terlihat seperti malaikat asli.
“-----------“
Shidou menggenggam tangannya untuk membantu bahu Origami dan mendorong Origami.
“Eh--------?”
Origami mengeluarkan suaranya.
[Ini] adalah tujuan akhir dari awal. Tidak peduli berapa banyak dia meningkatkan level kasih sayang Shidou; Roh Reiryoku tidak akan tersegel kecuali hal ini dilakukan.
Namun, mungkin Shidou lah yang menuangkan kekuatan pada tangannya tapi; itu karena rasa tanggung jawabnya untuk menyelesaikan misinya?----Atau karena keinginan sendirinya? Dia tidak bisa memutuskan mana yang benar.
Bibir Shidou tertumpuk pada bibir Origami.
“……………!”
Walaupun tubuh Origami bergetar untuk sesaat, dia mempercayakan tubuhnya pada Shidou dan menempatkan berat tubuhnya padanya.
Saat dia melakukannya; Astral Dress putih yang Origami kenakan menghilang ke langit.
“Ini………..”
Bibir mereka terpisah dan Origami melebarkan matanya melihat Astral Dressnya menghilang menjadi cahaya.
Setelah dia melakukannya; para Roh, yang bertarung melawan [Sayap] turun di belakangnya.
Dia sedikit mengangkat tangannya untuk memberitahu mereka semuanya sudah berakhir. Semua kemudian, menghembuskan nafasnya dengan lega.
“Mu………..”
Tohka sedikit mengerutkan keningnya saat dia melihat Origami setengah telanjang bersandar pada Shidou tapi, *Fuun* dia mendengus sebelum melipat tangannya.
“Fuun……..terserah. Ini hanya untuk hari ini, Origami”
“Hnn………….?”
Shidou tersenyum kecut pada Tohka tapi………dia langsung merasa sesuatu aneh.
Perkataan Tohka bukan untuk murid pindahan yang baru datang beberapa hari yang lalu----rasanya seperti rival yang sudah dia kenal lama.
“Tohka, kau………..mengingat Origami?”
“Mu? Hal aneh apa yang kau katakan…………Nu, tapi ya. Aku pikir aku lupa tentangnya untuk sesaat………”
Tohka memiringkan kepalanya kebingungan. Roh yang lain juga berekspresi sama.
“Mungkin………….”
Saat itu, Shidou mengingat saat dia menyegel Kotori. Saat dia mencium Kotori, dia kembali teringat dengan ingatan yang tersegel menggunakan celah.
Ada celah tak terlihat antara Roh yang disegel dan Shidou. Jika begitu maka, dengan menyegel Reiryoku Origami, mereka mungkin membagikan ingatan masa lalu menggunakan celah tersebut.
“………….haha”
Shidou tersenyum kecut di saat yang tak terduga. Tuk sesaat; akan lebih mudah untuk membangun lagi hubungan dengan Origami karena semuanya sudah kehilangan ingatan tentangnya………pikiran ini melintas dalam pikirannya tapi, dia mengayunkan kepalanya untuk membuang pikiran itu.
Dengan semua yang termasuk-------ini masih Origami. Yah………masa depan terlihat keras.
Saat Shidou sedang memikirkannya, Origami perlahan mengarahkan kepalanya ke arah Roh.
Dan,
“-----Terima kasih, Tohka, semuanya. Untuk bertarung untukku”
Origami mengatakannya.
“A------------!?”
“Eh……………..?”
“Kau, apa yang baru kau katakan?”
“Pertanyaan. Kau masih waras, kan?”
“Uuun, Origami-san yang jujur lucu juga”
“Oh, ini langka”
Mulai dari Tohka; para Roh (kecuali beberapa) terlihat terkejut.
Tapi…………cukup aneh, Shidou tidak terkejut.
Itu karena, Origami yang ada disini memiliki kedua ingatan, dunia sebelumnya-----dan dunia ini juga.
Namun, itu mungkin terlalu tidak terduga untuknya. Tohka mengalihkan pandangannya secara panik dan *Pui* melihat ke samping.
“Ja-jangan salah paham! Err, aku hanya, melakukannya! Aku melakukannya karena Shidou memintaku!”
Walau Tohka juga khawatir dengan Origami, dia mengatakannya dengan tidak jujur.
Tapi.
“----Begitu. Maka aku tidak akan berterima kasih padamu. Roh yang egois. Dasar jelek”
“A…………..!?”
Kedua alis Tohka mendekat mendengar perkataan Origami selagi membuka setengah matanya.
“Kau sialan, bukankah perkataanmu berbeda dari yang sebelumnya!”
“Tidak ada bedanya”
Origami mengalihkan pandangannya selagi Tohka berteriak.
Shidou tersenyum kecut dengan refleks melihat adegan ini.
Seperti yang diduga, masa depan terlihat keras.

Date A Live Jilid 11 Bab 10 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

2 komentar:

  1. mantep min, ditunggu kelanjutannya

    BalasHapus
  2. Min, bisa minta request Translate Date a Live jilid 2-7, di baka tsuki masih kurang lengkap terjemahannya...

    Please....

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.