22 September 2016

Only Sense Online Jilid 3 Bab 5 LN Bahasa Indonesia


PENJUALAN KEMBALI DAN KONSEP GUILD PENGRAJIN
Karena mencoba berbagai pola dan menciptakan sejumlah besar Slime dan Gel sintetis beberapa saat yang lalu, aku menggunakan banyak sekali bahan pada satu waktu dan sebuah masalah muncul.
"Haa, aku tidak mengira akan datang waktunya di mana aku kehabisan bahan dan harus mengambilnya sendiri."
Aku menginjakkan sepatuku pada Blue Slime, dan menghujamkan pisau pada nukleusnya. Kebanyakan dari slime ini menjatuhkan bahan Blue Jelly setelah hancur.
Karena Blue Jelly adalah item terpenting yang diperlukan untuk mensintesis slime, juga untuk membuat Blue Potion mulai sekarang, aku harus mendapatkan bahan tersebut tidak peduli bagaimana caranya.
Dibandingkan dengan sebelumnya, level dan equipmentku kini jauh lebih baik, dan kekuatan seranganku telah meningkat. Tetap saja, point attack busurku tidak cocok untuk memburuSlime. Diperlengkapi dengan Sense Cooking, aku terus memburu mereka dengan sebilah pisau.
Saat aku terus berburu dengan acuh tak acuh, kesenangan berada dalam pertarungan menghilang dan berubah menjadi tugas yang mudah. Awalnya, monster-monster level rendah memiliki jumlah dan tingkat kemunculan yang lebih tinggi daripada yang normal, jadi saat aku memburu mereka secara solo, sebelum aku menyapu habis monster yang baru muncul.
"…haa, aku mendapat 3 item drop langka dari Slime."
Meskipun yang kuincar adalah Blue Slime, ada sebuah item drop langka lainnya selain Blue Jelly yang jatuh dari monster itu. Itu adalah Slime's Nucleus, yang merupakan tetesan terbesar dari semua spesies Slime.
Itu adalah sebuah item bahan penguat, meskipun tidak memberikan efek apapun saat ditempatkan pada sebuah senjata; pada armor dan dan aksesoris hanya memiliki efek yang sangat kecil, Damage taken reduction (minimal). Tetapi——
"Setelah mengalahkan 378 Slime, aku mendapatkan 4 dari mereka, eh."
Kemungkinan mendapatkan item drop itu adalah sekitar 1%. Yah, karena itu adalah item drop langka dari monster-monster yang dikalahkan secara massal. Ini dapat ditemukan di penjual jalanan dan dibeli di pasar seharga 10kG. Aksesoris dengan efek tambahannya dijual seharga 100kG. Ini adalah kebutuhan mendasar yang menghubungkan banyak equipment para pemula.
"Haa, yah, ini mempunyai kegunaan lain selain untuk aksesoris."
Selain memberikan efek tambahan pada aksesoris, item ini adalah bahan sintetis penting untuk meningkatkan AI monster Slime dan Gel sintetis yang kuciptakan kemarin.
Dengan mensintesis Slime's Nucleus dengan entah monster Slime atau Gel, memungkinkan untuk meningkatkan mereka, tapi tidak level AI-nya sendiri. Dengan kata lain, itu adalah semacam AI musuh dalam game pertarungan, pertandingan serupa antara karakter yang sama. AI yang superior akan memiliki persentase kemenangan yang lebih tinggi. Itu sama untuk monster sintetis.
Yah, seperti yang kukatakan berkali-kali sebelumnya, makhluk itu akan menjadi lebih kuat, tapi itu terbatas unruk slime.
Dan karena itu, bahan yang kudapatkan setelah menghabiskan banyak waktu, dapat digunakan dalam berbagai cara, tapi sebagian besar efektivitasnya rendah.
"Fuu, mungkin aku sebaiknya selesai untuk hari ini dan beristirahat sedikit."
Karena arena berburu tidak jauh dari kota, aku kembali ke pintu masuk kota tanpa banyak terburu-buru. Di tengah perjalanan pulang, aku melihat para player di tangga perbatasan antara dataran rumput dan hutan yang ada di timur laut, dan paham bahwa itu adalah dungeon yang pintu masuknya berada dekat dengan kota. Meskipun secara garis besarnya aku tahu di mana dungeon itu berada, ini adalah pertama kalinya aku melihatnya.
Aku kembali ke kota, dan memutuskan untuk beristirahat di tempat Cloude Commonest Café & Clothier.  Aku mengarah ke sana.
Setelah update baru-baru ini, yang mengubah Sense Cooking, dia mendapatkan seorang pengrajin yang memiliki Cooking dan dengan bangga menyombongkan toko yang mulai beroperasi sebagai café. Bentuknya adalah usaha gabungan Cloude yang bertanggung jawab mengatur bagian toko baju dan player lain. Berbicara tentang kepemilikan toko, kurasa Cloude adalah pemiliknya. Aku berjalan menuju café yang bergaya teras terbuka.
"Selama datang. Berapa kursi?"
"Oh, hanya satu."
"Kalau begitu, akan kuantar kau ke kursi konter."
Karena aku sendirian, aku diantarkan ke tempat duduk konter. Ini adalah pertama kalinya aku menerima layanan kopi café setelah datang ke toko ini.
Aku penasaran apakah dia seorang NPC? Aku bertanya-tanya untuk sesaat ketika si player wanita dengan sopan memanduku ke kursi konter sebagai bagian dari pelayanan pelanggan.
Secara alamiah, tatapanku mengembara ke arah tertentu. Di kursi konter ada Cloude dalam pakaian pramusaji dengan desain bagus yang sesuai dengan suasana toko, dan Lyly.
Menyadari tatapanku, Lyly melambaikan tangan ke arahku, ingin aku mendatanginya. Itu tiba-tiba tapi aku meminta kursi yang terdekat dengannya.
"Baiklah. Silakan gunakan kursi konter ini kalau begitu."
Karena di sebelah kanan Lyly ada Cloude, seakan menghimpitnya, aku duduk di sebelah kiri Lyly dan menyapa mereka.
"Tidak biasanya kau datang ke toko Cloude, Yuncchi."
"Aku ingin melihat seperti apa cafénya. Juga, aku ingin membicarakan Search Orb dan pembiayaan guild."
Menciptakan monster sintetis atas permintaan seseorang, banyak gold yang dihabiskan. Seperti yang diduga dari party berkemampuan tinggi, ya. Hanya menghabiskan 500kG untuk menciptakan monster sintetis adalah hal yang cukup beralasan.
Uraiannya untuk itu, bayaran 150k yang mengejutkan untuk keberhasilan, 250k dari Mami untuk membayar peliharaan, dan bayaran dari Gantz untuk peliharaannya.
Aku akan menerima apa yang diberikan padaku, dan menggunakannya secara efektif.
"Dan begitulah, aku telah menyiapkan 500kG. Untuk harga berapa kau menjual Search Orb?"
"Khukhukhu, dengar dan terkejutlah! Entah bagaimana, itu terjual untuk 200kG."
"Heee, kau menjualnya sangat mahal."
Aku meninggalkan Search Orb】 yang  kupunya padanya, mengatakan padanya untuk mencari tahu harga dan menjualnya.
Taku juga mendapatkannya dari quest, tapi tidak akan melepaskannya. Ngomong-ngomong soal jumlah yang ada, bisa dibilang langka, tapi efeknya sangatlah tidak kentara. Tetap saja, sampai seharga 200kG… Kupikir 100kG adalah yang terbaik.
"Aku menunjukkannya pada beberapa party dan membuat mereka berkompetisi atas benda itu. Yah, ada beberapa party dengan reaksi yang bagus dan buruk terhadap hal itu. Juga, mereka berkata kalau yang lain muncul, mereka ingin bergiliran mendapatkannya."
"Itu mustahil. Aku mengerti. Itu menjadi gold, ya."
Kalau begitu, aku akan melakukan quest-nya setiap mal…tidak, mustahil! Bagaimanapun juga, aku tidak merasa akan pergi ke ruang bawah tanah perpustakaan yang dipenuhi hantu-hantu itu.
"Yuncchi? Apakah itu bukanlah barang buatan? Atau apakah itu item langka?"
"Aku akan meminta hal untuk tetap diam."
"Yah, jika informasi itu memberimu keuntungan, aku tidak akan bertanya."
Aku merasa sedikit lega saat Cloude menyelesaikan topik itu dengan perkataan ini. Akan tetapi, melihat hal itu, dengan jahil dia mengangkat jari telunjuknya dan mulai berbicara.
"Akan tetapi, jika ini adalah informasi, aku juga punya. Oh, iya. Lokasi yang kau datangi baru-baru ini——perpustakaan. Fuu, sepertinya aku tepat sasaran."
"Aku ingin tahu kenapa kau tahu tentang apa yang kulakukan akhir-akhir ini. Juga, bagaimana kau dapat mengatakannya dengan tepat."
"Hm, aku bisa bilang bahwa itu bukanlah item buatan karena fakta kau meminta hak untuk tetap diam. Terlebih lagi, saat aku menentukan harganya, tidak ada indikasi harga pada benda itu. Dan juga, kupikir itu mungkin bukan sesuatu yang bisa orang beli dari NPC. Jika itu adalah hasil dibeli, akan ada indikasi harga minimal. Kalau begitu, karena bukanlah sesuatu yang perlu mengumpulkan bahan ataupun bukan sesuatu yang membutuhkan kemampuan bertarung, itu pastilah sebuah quest di dalam kota. Dan memikirkan tindakanmu yang baru-baru ini kau lakukan, aku menduganya secara alamiah."
"Kurocchi, kau benar-benar seperti seorang detektif."
"Yang benar saja, bagaimana bisa kau mengetahui sebanyak itu?"
Dengan begini, aku mulai ragu, alih-alih karena pemikirannya yang brilian, dia tahu tentang hal itu karena aku telah diawasi. Yah, tidak mungkin begitu, 'kan.
"Yah, meskipun aku tahu lokasinya, aku tidak dapat menemukan questnya. Aku lebih baik mendapatkan informasi tanpa harus mencarinya."
Cloude menegaskan hal itu dengan hambar, menyerah.
Pada akhirnya, jumlah gold yang kuberikan untuk membiayai guild pengrajin adalah 500kG dan 200kG dari Search Orb.
"Haa, totalnya 700kG. Bantuan yang besar mendapatkan dana yang cukup banyak seperti itu. Dan kau dapat membantu mengembangkan café cosplayku —— "Tidak akan, dasar."——"
Aku menolak, tidak membiarkan Cloude menyelesaikan kalimatnya dan untuk sesaat menunjukkan ekspresi dingin.
"Kenapa! Aku bisa mempersiapkan kostum polisi dengan rok mini dengan segera! Kau akan berperan berpasangan dengan Lyly!"
"Kenapa kau memasangkan aku dengan Lyly? Dan kenapa kau memilih polisi wanita? Baik aku dan Lyly adalah laki-laki."
"Alasan kenapa aku memasangkan kalian, adalah karena memiliki duo polisi wanita be-rok mini adalah hal yang klasik. Sehelai dasi berwarna biru gelap pada kemeja putih, mengenakan ban lengan, rok mini biru gelap yang membuat wilayah absolut saat kau membungkuk, membuatnya tidak jelas apakah itu bisa dilihat atau tidak! Kemudian, menangkap penjahat, memasangkan borgol pada mereka…itu romansa!"
Dia menarik napas di bagian akhir, menghembuskan nafas, dan berbicara padaku dengan ekspresi percaya diri.
Wanita yang bertindak sebagai seorang pramusaji melihatnya. Player itu berkata, "Jangan terlalu mengganggu para pembeli." Kemudian dia menahan lengan Cloude di punggung, mengunci dengan sebuah cengkeraman.
"Uuoo?! Tunggu, itu sudah jelas terlalu kuat!"
"Ayolah, kau ingin ditahan oleh seorang polisi, 'kan. Penjahatnya sudah diamankan, kau lihat?"
"Aku menyerah!" Si orang dewasa besar itu menepuk kursi konter, dan akhirnya dilepaskan.
Si pramusaji wanita, bersikap seakan tidak ada yang terjadi dengan pakaiannya yang tak bernoda, menunggu kami untuk memesan. Layanannya terasa sangat profesional, dan aku merasakan sesuatu seperti salut melihatnya.
Mengesampingkan perlakuan Cloude, café itu memiliki suasana tenang bahkan di dalam VR, dan dapat menawarkan layanan yang sepatutnya. Aku juga, mulai merasa sedikit rindu terhadap jenis toko yang berbeda dengan Atelier.
"Apa yang kau pilih, Lyly?"
"Short cake dan tea set."
"Kalau begitu, aku akan memesan gâteau coklat dan café au lait. Kalau yang ini, kau seharusnya dapat memakannya."
"Terima kasih, Yuncchi."
"Shortcake set dan gâteau au chocolate set, ya? Baiklah."
Si pramusaji mengambil satu langkah mundur dan dengan ringan menundukkan kepalanya. Kemudian, saat persiapan yang dilakukan di balik konter sedang berlangsung, aroma teh dan kopi mencapai kami.
Kuenya, berada di dalam item box. Tidak, itu adalah item tipe showcase. Karena dipersiapkan sebelumnya, waktu untuk menunggunya tidaklah lama.
"Maaf membuat menunggu. Short cake set dan gâteau au chocolate set."
"Terima kasih banyak. Selamat makan."
Aku berterima kasih pada si pramusaji, memotong seukuran satu suap gâteau au coklat dengan garpu dan memasukkannya ke dalam mulutku. Aku menikmati rasa coklat yang sedikit manis dan teksturnya yang basah, kemudian membasuh rasa manis itu dengan café au lait yang rasa pahitnya dilembutkan oleh susu.
"Yuncchi, Yuncchi, ayo tukar."
"Tentu, silakan saja dan makanlah kueku."
"Terima kasih. Kalau begitu, aku makan."
Lyly memotong kueku dengan garpunya dan memakannya dengan lahap.
Melihat ekspresi senang di wajahnya adalah hal yang menenangkan.
"Kalau begitu, giliranmu, Yuncchi. Aaann."

Lyly memotong kuenya dengan garpuku dan mengarahkannya ke depan mulutku, dan aku secara reflek menggigitnya. Ada rasa asam stroberi dan rasa manis dari krim. Sambil menikmati kelembutan dari bolunya, aku menguyahnya. Aku menaruh sebelah tangan di mulutku dan menelan kue itu, setelahnya aku menikmati rasa yang tertinggal di mulutku dengan mata tertutup.
"…Kuro-san, apa-apaan gadis ini. Dia benar-benar berbahaya. Dia begitu mempesona, hanya dengan melihatnya membuat jantungku berdetak begitu keras."
"Tepat. Dia adalah salah satu model yang menarik perhatianku."
"Aku selalu berpikir bahwa kebiasaanmu itu sakit dan mengabaikannya, tapi barusan saja aku dapat merasa bersimpati."
Hei, kalian yang di situ, pemilik café dan karyawannya, apa yang kalian katakan? Dan aku menyadari bahwa pramusaji pria di sisi lain konter tersenyum miris.
"Kau pasti akan menjadi model yang menakjubkan dan tak terkalahkan. Karena itulah sebaiknya menggunakan equipment yang kubuat."
"Jangan berbicara seakan aku adalah seorang gadis sihir bodoh. Juga, aku bukanlah seorang model. Apa kau benar-benar mendapat pelanggan meskipun bertingkah seperti itu?"
Aku menghela nafas dan melihat Cloude, tapi dia sendiri bersikap seakan mengatakan padaku bahwa itu tidak mengganggunya.
"Setelah mengalami banyak masalah, toko ini mulai berfungsi sebagai café, tapi tidak ada orang yang datang. Sejujurnya, aku terus minum kopi di waktu senggangku, perutku mulai membengkak karenanya."
"Suasananya bagus, apakah benar-benar sedikit orang yang datang?"
Aku melihat ke sekitar toko dengan sangat sedikit orang. Aku juga telah merasa sangat kesepian di Atelier sampai barusan tadi, Cloude menyampaikan padaku tentang situasinya saat ini dengan tenang.
"Hmm. Sense Cooking menjadi semakin dikenal setelah diperkenalkan sistem satiety, tapi dengan kata lain, hanya itu perubahannya. Semua orang puas hanya dengan mendapat suplai makanan peningkat stat yang stabil."
"Sayang sekali. Padahal suasana modern ini bagus."
"Di sisi lain, para pelaku hobi yang menikmati suasana memang datang, tapi…jadi kau begitu mengkhawatirkan toko ini, ya. Kalau begitu, bagaimana kalau kau memakai pakaian pelayan dan menarik pengunjung?"
"Tidak akan kulakukan."
Melakukan percakapan seperti biasa, kami menikmati waktu kami sampai minuman kami tandas. Kemudian, secara tiba-tiba, saat aku melihat Cloude secara menyamping, aku merasa bahwa aku melihat sebuah bayangan di wajahnya.
"…hei, Cloude. Bagaimana persiapan untuk guild pengrajin? Apakah ada sesuatu yang kau khawatirkan?"
Bahkan sejak awal dia menutup-nutupinya dengan candaan, tapi bayangan itu ada di sana bagaimanapun juga.
"…haa, kupikir begitu. Kurasa tidak masalah untuk memberitahukannya padamu, Yun."
Cloude mendapat kontak mata dari Lyly, dan memalingkan muka dengan tidak nyaman, kemudian mengatakan alasannya.
"Untuk sementara ini, kami telah mencapai tujuan kami soal pendanaan guild. Kami telah mendapatkan lahan dan perekrutan NPC berjalan dengan baik. Akan tetapi, ada satu hal lagi, kami tidak dapat mempersiapkan hal yang paling penting."
"Hal paling penting yang tidak dapat kau persiapkan?"
Hal apakah yang sepenting itu?
"Itu adalah Guild Emblem. Itu adalah sebuah item khusus yang diperlukan untuk mendirikan sistem guild. Tanpa itu, kami tidak dapat memulai sebuah guild tidak peduli seberapa siap hal lainnya."
"Ah, benda yang kau bisa dapatkan dengan melakukan quest guild?"
Kurasa aku pernah mendengar sedikit tentang itu, dan menarik keluar ingatanku yang samar-samar.
Kalau mereka tidak memilikinya, mereka bisa saja melakukan questnya, 'kan? Meskipun aku mencoba untuk mengatakan itu, aku diinterupsi oleh perkataan Lyly.
"Yuncchi, kami adalah para pengrajin. Kami tidak terlalu baik dalam pertempuran. Karena itulah Magicchi mencoba untuk membeli Guild Emblem, tapi…"
"Itu dimulai dengan satu pengecer, dan kemudian dibeli oleh guild pengecer. Awalnya, harganya 1mG (Tl: 1 juta Gold). Harganya terus naik dan saat ini mencapai 4mG. Terlebih lagi, level semua player meningkat, dan komunitas yang terbentuk antara party-party meningkatkan permintaan membuat guild."
Lyly menatap khawatir Cloude yang meremas tinjunya dengan perasaan sedih dan kecewa.
"Jika aku membelinya sejak awal…tidak, jika aku mendapatkan Guild Emblem dari player yang menjualnya saat aku menyadari bahwa harganya mulai naik, pasti akan baik-baik saja. Tapi sekarang, kalau aku pergi ke player tersebut dan memintanya secara langsung, biaya permintaan itu agar dia mendapatkannya akan menjadi terlalu tinggi. Terlebih lagi, sulit untuk membelinya dari pasar. Akan tetapi, kita tidak dapat santai-santai menunggu supaya harganya turun."
Lyly dan aku menatapnya dengan cemas, tapi sepertinya Cloude belum menyerah.
"Karena itulah, Yun. Bantulah aku."
"Yup, ayo kita lakukan yang terbaik bersama-sama, Kurocchi."
"Kalau ada yang bisa kubantu, katakan saja."
Apa yang kukatakan pada Cloude bukanlah bohongan, seperti itulah yang benar-benar kurasakan. Aku juga menantikan terbentuknya guild pengrajin.
"Dana yang kita punya untuk dibelanjakan adalah 3mG. Untuk dapat membeli Guild Emblem yang harganya 4mG di pasaran dengan uang 3mG…kita perlu mencari dan menemukan lapak yang akan menjualnya lebih murah."
Cloude menyatakan dengan tegas.
"Dan yang pergi mencari adalah Lyly dan aku?"
"Itu benar. Aku juga termasuk, jadi aku, Yun dan Lyly. Aku akan menyerahkan kepemilikan pada si pramusaji wanita di situ untuk saat ini."
Setidaknya panggilah aku dengan namaku. Si pramusaji wanita mengeluarkan suaranya dari balik konter, yang diabaikan Cloude dengan hebatnya.
"Ayo lakukan serangan ke garis depan dan temukan Guild Emblem termurah sebisa mungkin. Anggaran yang bisa kita sediakan adalah 3mG termasuk dana dari Yun. Aku ingin membelinya semurah mungkin."
"Apakah kau tidak dapat membelinya dengan harga lebih tinggi sejak semula?"
Bahkan tanpa melakukan hal yang merepotkan seperti itu, kalian para pengrajin kelas atas seharusnya memiliki cukup uang? Pikirku, tapi perkataan berikutnya membuatku melihat ke langit.
"Kita tidak bisa membiarkan info semacam itu di luar. Guild pengecer akan menaikkan harga Guild Emblem jauh lebih tinggi. Sebelumnya, informasi bahwa kami ingin membelinya telah bocor keluar, dan guild-guild pengecer mulai menaikkan harganya. Kita masih belum berada dalam sebuah guild, dan karena itu kita kalah saat berkaitan dengan kekuatan keuangan. Hasilnya adalah harga terkini dari Guild Emblem."
"Walau begitu, untuk para guild pengecer terus tanpa henti membeli Guild Emblem…"
Itu mustahil. Aku ingin berkata demikian, tapi Cloude menatap langsung padaku, jadi aku menahan diri untuk berbicara.
"Tujuan dari guild pengecer bukanlah koleksi tanpa batas Guild Emblem, tapi menyabotase dan menghambat pendirian guild pengrajin kita. Sejak awal, guild pengecer membeli itemdengan murah dan menjualnya dengan harga mahal untuk mendapatkan keuntungan. Apa yang akan mereka lakukan jika sebuah guild pengrajin tiba-tiba muncul dan mulai menjual itemdi pasaran dengan harga yang masuk akal?"
"Yah, mereka tidak akan bisa menjual. Oh, jadi karena itulah mereka menyabotasenya?"
"Itu benar. Mereka mulai meningkatkan harga pasaran item itu saat mereka menyadari tujuan dari guild pengrajin. Awalnya mereka dapat menghasilkan keuntungan dari Guild Emblem, tapi saat ini mereka pasti mengalami kerugian akibat hal itu. Akan tetapi, sementara pendirian guild terhambat, mereka dapat mengkompensasinya dengan meraih keuntungan dari item lainnya, keuntungan pada akhirnya."
"Haa, benar-benar membingungkan."
"Dan, saat mereka memutuskan bahwa mereka tidak lagi mendapatkan keuntungan, mereka akan melakukan cuci gudang inventory menjual Guild Emblem dengan murah. Mungkin."
Setelah mengatakan apa yang mungkin terjadi di masa depan, "khukhukhu" Cloude mengeluarkan suara tawa teredam.
Lyly dan aku menatapnya saat dia tertawa sedikit menakutkan, dan dengan cepat mengalihkan tatapan kami. Cloude dalam sekejap mengganti subjek dan suasana pembicaraan.
"Y-yah, umm, apa. Sekalipun kita dikalahkan dalam peram ekonomi dan informasi, karena hanya ada sedikit dari kita, selama kita mendapatkan sebuah Guild Emblem, semua masalah akan selesai."
Sepertinya, kelihatannya dia mengkhawatirkan tentang kekalahan dalam perang informasi dengan guild pengecer. Tetap saja, itu terlihat cukup maju dalam mendapatkan informasi peperangan dalam sebuah game.
Antusiasmu Cloude tidak menghapus kesan yang masih berdiam dalam dadaku, dia mengepalkan tinjunya kuat-kuat dan meningkatkan semangatnya, dia menyatakan secara terbuka.
"Karena itulah, kita akan membeli Guild Emblem murah dalam kisaran anggaran di lapak-lapak!"
Sambil membuat pose yang cukup keren, Cloude mengatakan sesuatu yang menyakitkan, yang membuatku meneteskan air mata di dalam hatiku.
·
"Aku memegang uangnya, jadi beritahukan padaku lewat friend chat kalau kalian menemukan Guild Emblem yang murah."
Cloude berkata begitu pada kami, dan bersama dengan si pramusaji laki-laki, mereka telah menyebar ke arah yang berbeda.
Lyly dan aku segera mulai mengelilingi lapak-lapak bersama-sama.
"Oh, apa? Aksesoris ini…"
"Ah, itu adalah item drop langka dari boss. Itu adalah aksesoris yang meningkatkan serangan terhadap monster jenis serangga. Benda ini populer di kalangan para gadis."
"Dan ini?"
"Itu tidak ada gunanya. Ini adalah aksesoris tak bernama yang tersedia di quest biasa. Item ini ditujukan untuk para pemula, tapi kurasa itu tidak akan cukup untukmu."
Karena tujuan utama kami adalah menemukan Guild Emblem, teralih oleh beragam item adalah hal yang tidak efisien.
"Hmm. Aku lemah terhadap monster jenis serangga. Harganya——1mG, ya. Aku penasaran apakah aku bisa mendapatkan diskon?"
"Sayangnya, karena ada sesuatu yang kuinginkan juga, aku tidak memberikanmu diskon."
"Hei, sekalipun kau berkata begitu, kami tidak punya uang di tangan kami bagaimanapun juga."
Lyly menggoyangkan tangan mengingatkanku bahwa kami tidak memegang uang saat ini, jadi kami mengucapkan selamat tinggal pada player pemilik lapak yang tersenyum miris dan pergi melihat-lihat lapak yang berbeda.
"Hei, Lyly. Menemukan sesuatu?"
"Tidak sama sekali. Bagaimana denganmu, Yuncchi?"
"Aku tidak menemukan apapun juga."
Sudah lama sejak aku terakhir kali berjalan-jalan berkeliling lapak selain dari yang menjual makanan. Aku dapat melihat jumlah produk-produk yang berbeda telah meningkat drastis. Ada seorang player bertopeng yang mengkhususkan diri menangani item material.
Ada seorang player yang memegang sebuah pedang besar dan menjual dengan harga mahal material langka dan juga item drop langka.
Membual tentang senjata, armor dan aksesoris serta barang lainnya seperti potion dan masakan. Ada juga para pengrajin yang menjual item lelucon dan barang kerajinan tangan seperti kain untuk membungkus kepala untuk kelompok Skinhead.
Ada seorang pedagang bertubuh gembul dan berjenggot yang menikmati perdebatan seru dan berinteraksi dengan para player.
Lapak-lapak pengecer yang kekurangan semangat dan daya tarik, usahanya diserahkan kepada NPC.
Kami berjalan mengelilingi mereka perlahan-laha. Kadang-kadang membeli apa yang kami butuhkan dan mencoba menemukan Guild Emblem yang dijual lebih murah daripada yang ada di toko. Rasanya sedikit menyesal bahwa aku menikmatinya meskipun tidak dapat menemukannya.
Di antara lapak-lapak, ada seorang kenalan. Ada seorang player yang membuka sebuah lapak.
"Oh? Yun-kun dan Lyly. Tidak biasanya kalian berdua berkeliling lapak bersama-sama."

"Apa yang sedang kau lakukan, Magicchi?"
Sama seperti saat pertama aku bertemu dengannya, dengan sebuah lapak senjata yang membentang, kami menemukan Magi-san berinteraksi dengan para pembeli. Senjata-senjatanya adalah pedang panjang dan tombak ortodoks yang mudah digunakan yang dibuat dari bahan biasa, yang harganya biasa pula. Akan tetapi, di antara barang-barang itu, ada equipmentdengan kualitas tertinggi juga.
"Aku mengumpulkan informasi. Cloude memintaku untuk melihat-lihat lapak dengan Guild Emblem yang murah."
"Hee, begitukah. Jadi, apa kau menemukan sesuatu?"
"Hmm. Setelah berbicara dengan orang-orang, yang mendatangi kami, harga di pasaran telah meningkat lagi. Aku telah mengumpulkan beberapa informasi, tapi tidak mudah untuk menemukan orang yang menjualnya. Kau harus mencarinya dengan sabar. Selain itu, ada beberapa lapak di situ juga, bagaimana kalau kalian mencarinya di sana?"
"Terima kasih banyak untuk informasinya, Magi-san!"
Setelah mendengar saran Magi-san, Lyly menarik tanganku dan kami mulai berlari ke arah tertentu.
"Berjuanglah~ Demi guild pengrajin!"
Kami meninggalkan Magi-san yang melambaikan tangannya dan mulai mengelilingi lapak-lapak yang Magi-san tunjukkan, kemudian akhirnya menemukan sebuah Guild Emblem.
"…aku menemukannya, Yuncchi."
Seorang pria yang sedang duduk bersila yang melihat arus orang-orang di depannya dengan ekspresi bosan sedang menjualnya.
Aku bergerak maju dan memanggilnya.
"Halo, boleh melihat-lihat?"
"Ya, silakan saja."
Benar saja, ada sebuah Guild Emblem. Akan tetapi, harganya hampir-hampir lebih murah dari pasaran, harganya 3.98 mG.
"Hmm. Mendapatkan Guild Emblem dengan harga segini, mungkin tidak bisa 'kan? Tapi kita akan kehilangan apapun… Permisi, bisakah mengurangi harga Guild Emblem ini —— "Tidak mungkin kulakukan." —— kupikir."
Dia melotot tajam padaku. Aku penasaran, apakah aku membuatnya marah saat itu. Setelah akhirnya menemukannya, benda itu mustahil untuk dibeli dengan harga segitu. Terlebih lagi, suasanya tidak menunjukkan ruang untuk menawar. Lyly dan aku dalam diam pergi ke lapak lainnya, tapi karena kami tidak dapat menemukan apapun, kami kembali lagi dan benda itu sudah dibeli oleh seseorang.
"Kau serius? Apakah ada orang yang benar-benar membelinya dengan harga segitu? Tidak, harga pasaran untuk item itu sedikit spesial."
"Gawat. Sepertinya kita tidak akan bisa membelinya kecuali kita melampaui anggaran."
Lyly mendengarkan gumamanku dan menghela nafas kecil. Kami telah melihat lapak lainnya dan kami tidak akan menemukannya lagi sekalipun kami pergi berjalan-jalan mengelilingi lapak-lapak yang ramai lagi. Kalau seperti itu, kami sebaiknya kembali ke tempat Magi-san. Saat berpikir demikian, tiba-tiba aku melihat seseorang yang duduk di belakang gang yang suram lewat celah di antara lalu lintas pejalan kaki.
"Jadi ada lapak di tempat semacam itu."
"Ehh, ah, aku tidak menyadarinya."
Aku menuju ke sana bersama Lyly ke tempat remang-remang yang tersembunyi di antara bangunan-bangunan.
"Yō, selamat datang. Mau melihat-lihat?"
Dia terlihat periang dan cukup mencurigakan dengan kacamata dan rambut yang menakutkan. Pria itu memiliki banyak aksesoris metal yang kacau balau dan tertawa memperlihatkan gigi-geliginya yang putih di lokasi yang redup ini.
Di antara produk-produknya, kami menemukan sebuah Guild Emblem! Dan harganya adalah 3,5 mG, yang mana lebih murah daripada yang barusan. Item-item lainnya adalah item drop langka dari boss dan bahan-bahan kerajinan. Semuanya 10% lebih murah daripada yang kami lihat di lapak-lapak sebelumnya.
"Hei, bisakah aku bertanya sesuatu?"
"Ada apa? Tidak mungkin, pola yang terbalik? Tidak, aku menyerah. Tidak kusangka, akan ditanya oleh seorang gadis cantik."
Tidak ada hal semacam itu. Aku berkata datar. Orang itu sendiri bercanda, dan menyahut "arara", mencium pundaknya.
"Kenapa begitu murah? Ini lebih murah 10% daripada harga pasaran. Juga, kenapa kau berada di belakang gang begini, tidak akan ada orang yang datang, 'kan."
"Yah, itu tidak apa-apa, 'kan?"
Bersama dengan Lyly, kami merespon dengan 'Aku tidak mengerti', dan menelengkan kepala. Pria di depan kami menunjuk ke arah jalanan di depan.
"Tentunya, jika aku menaruh lapakku di sana, aku akan laku. Tapi, menjual tombakku bukanlah satu-satunya yang kuinginkan. Aku mau menjual barang langka dengan murah di gang gelap ini berperan sebagai pedagang gelap di belakang gang. Aku mendapat kepuasan pribadi dengan menghabiskan waktu dengan tidak adanya pembeli di gang yang gelap. Aku mengatakan kalimat-kalimat mencurigakan pada para player seperti kalian yang datang mendekat dan menjual itemnya."
Pria itu melepas kacamatanya dan mengedipkan mata. Meskipun dia terlihat mencurigakan, mendadak terasa menyegarkan di tengah-tengah percakapan.
Kurasa itu sangat menarik untuk bermain peran sebagai pedagang gelap. Aku melupakan tentang Guild Emblem karena melihat antusiasmenya memainkan peran sebagai pedagang gelap. Lyly dan aku mendengarkan dengan penuh perhatian.
Lyly sepertinya senang berbicara dengan player yang sangat antusias seperti Cloude dan si pedagang gelap saat mereka bermain peran. Dia mendengarkan orang itu dengan mata berbinar-binar. Aku juga mengaguminya dengan caraku sendiri dan kadang bertanya padanya. Aku ingin referensi tentang beragam cara memainkan game.
"Bagus, rasanya sangat bagus melihat orang yang mendengarkan romansa! Ini benar-benar menyenangkan."
Hehe, si pedagang gelap menggosok hidungnya dengan jari.
"Aku juga merasa senang. Terutama, bagian di mana kau berkeras pada crafting."
Aku terus meningkatkan potionku. Dan dia, menyutradarai perannya sendiri sebagai pedagang gelap. Kami dapat merasa berempati pada ketegasan satu sama lain, dan tertawa.
"Menarik. Aku ingin Treant Wood dan Ebony ini."
"Oh, baiklah. Tunggu sebentar…khukhukhu, ini adalah barang-barang selundupan yang diam-diam kutebang di tempat mereka tumbuh. Ada barang langka berkualitas tinggi yang dikelola negara, yang muncul sekali setiap 50 tahun. Masih ada bagian dasarnya, masih mau membelinya?"
Suara menyegarkan pemuda ini yang dia gunakan sampai sekarang, berubah menjadi suara pedagang yang mencurigakan. Aku menelan napasku, dan Lyly membayar sambil merasa terkesa, mendapatkan bahan untuk kerajinan kayunya.
"Maaf. Tunggu sebentar."
Terhanyut dalam percakapan itu, saat kami menyadarinya, pembeli lain datang ke belakang gang. Kami mundur selangkah.
"Ini murah. Aku akan membeli ini, dan ini."
"Khukhukhu, ayolah, Bung. Kau tidak jujur. Ada beberapa barang bagus yang kau dapat di sini."
Kali ini, si pedagang gelap pura-pura itu melakukan percakapan singkat dengan si pembeli, membuatnya terlihat seperti ada sesuatu yang tersembunyi dan kemudian mengucapkan selamat tinggal. Saat aku melihat ke arah barang-barang jualan——
"——Tidak ada Guild Emblem."
"Ah, orang yang barusan membelinya. Dia membayar dengan sebuah cengiran di wajahnya." <TL: Yun + Lyly = payah untuk urusan belanja…sigh… -_- >
"Apa kau masih punya stok?"
"Ahh, jadi kalian berdua mengincar Guild Emblem, ya. Sayangnya, itu adalah quest bulanan."
"Bulanan?"
"Itu hanya bisa dilakukan sebulan sekali, itu maksudnya, Yuncchi."
Bulanan. Jadi itu hanya bisa dilakukan sebulan sekali. Ngomong-ngomong, quest seperti mengantarkan barang atau quest ruang bawah tanah perpustakaan bersifat harian dan bisa dilakukan setiap hari. Ada batasan jumlah quest yang bisa dilakukan dalam suatu rentang waktu.
"A-ahahaha…sayang sekali."
"Aku mengerti. Yah, kalian bisa kembali untuk mencari barang lainnya lain kali. ——Khukhukhu. Nona, kau sebaiknya tidak berkeliaran di sekitar toko yang mencurigakan begini. Aku tidak akan mengatakan apa-apa, tapi kau sebaiknya segera pulang."
Tahu bahwa produk yang kami minati tidak ada lagi di situ, si pedagang gelap mulai bermain peran untuk pertama kalinya dengan kami, dan meskipun dia berkata-kata untuk mengusir kami, dia menyunggingkan senyuman di wajahnya. Kami meninggalkan lapak tersebut setelah itu.
Alasan macam apa yang harus kami katakan setelah kehilangan Guild Emblem barusan yang harganya 3,5 mG itu? Dan sementara berpikir, aku terus mencari Guild Emblemmurah, namun tidak dapat menemukan apapun. Kami bergabung kembali dengan Cloude dan menjelaskan padanya.
"…dan begitulah. Meskipun kami menemukan orang yang sepertinya dapat memberikan kami syarat yang bagus, kami telah membiarkan barang itu lewat begitu saja. Aku minta maaf."
"Itu bukan salah Yuncchi. Itu juga melampaui anggaran."
Lyly mencoba menghiburku, tapi setelah Cloude dan si pramusaji pria mendengar tentang penjual Guild Emblem dengan syarat yang bagus, Cloude menyilangkan lengan dan menutup mata, yang anehnya mengintimidasi. Dalam diam, aku menunggu balasannya.
"Yah, mau bagaimana lagi, kurasa."
"…tidakkah kau marah?"
"Anggaran kita kecil sejak awal. Juga, dalam hal ini juga telah dikalahkan oleh pengecer dan player biasa setiap kali dan tidak bisa mendapatkannya. Aku juga bersalah."
"Akan tetapi, sejauh yang kuingat, kita mungkin bisa mendapatkan lebih banyak dana untuk itu. Contohnya, kita bisa menjual potionku di tempat Magi-san atau Cloude…"
"Itu tidak ada gunanya berbicara menduga-duga. Juga, menjual barang-barang dengan diwakilkan akan berpengaruh buruk pada penjual toko pusatmu, 'kan. Melakukan hal itu dan menghancurkan sesama pengrajin dengan tindakan semacam itu, adalah hal yang sudah jelas tidak dapat dilakukan. Kalau sudah begini, kita perlu melakukan pendekatan secara langsung."
"Artinya, kita harus melakukan guild quest, ya."
"Tidak ada pilihan lain di sini. Jika tidak masalah, kita menggunakan 3mG untuk mendanai biaya permintaan."
Dengan demikian, quest bulanan. Tidak seperti quest biasanya, yang satu ini hanya dapat dilakukan sebulan sekali dan itu akan habis digunakan.
Aku bertanya-tanya apakah ada orang yang akan melakukan permintaan mendapatkan Guild Emblem untuk 3mG saat harga pasarannya 4mG. Menurut pendapatku, tidak ada.
"Bagaimana menurutmu jika kukatakan bahwa tidak ada kemungkinan sukses?"
Apa maksudmu? Saat aku bertanya, Cloude mengatakan sejumlah alasan.
"Pertama, sekalipun enam orang melakukan quest untuk mendapatkan Guild Emblem, hadiahnya hanya satu emblem."
"Yah, kalau begitu 3mG akan dibagi untuk mereka berenam."
"Dalam kasus ekstrim, quest itu bisa diselesaikan oleh satu orang, kemudian hadiah 3mG akan menjadi milik orang itu sendirian. Juga, ada item drop selain hadiah quest. Ada lebih banyak alasan mengincar boss yang hanya bisa dihadapi sekali sebulan."
Tentunya, ada orang-orang yang akan berpikir seperti itu, aku setuju.
"Kalau begitu, bagaimana kalau aku, Cloude, dan Lyly pergi melakukannya?"
"Tidak. Lyly dan aku tidak bisa pergi karena ada berbagai penyesuaian pendirian guild pengrajin. Karena itulah——"
*Pat*, Cloude menaruh tangannya di atas bahuku.
"——Kumpulkan beberapa anggota. Kuserahkan itu padamu."
"Yuncchi, berjuanglah!"
"H-HAAaaaa?‼"
Suaraku bergema di alun-alun. Para player menoleh ke arahku, tapi sebelum itu, apa-apaan yang pria ini paksakan padaku tanpa sedikit pun keraguan?
·
"Aku hanya harus mengumpulkan beberapa anggota, 'kan. Dasar…"
"Yah, aku akan mengusahakan yang terbaik. Hanya itu yang bisa kukatakan."
Cloude dan Lyly melakukan persiapan untuk mendirikan guild pengrajin dan tidak berada di dalam café Cloude. Magi-san yang telah membereskan lapaknya, kini menatapi permukaan cangkir teh.
Aku meletakkan wajahku di atas konter, berpikir dan menghela nafas lagi.
"Awalnya, aku membantu dengan mendanainya, jadi kenapa sekarang dia datang padaku dengan uang itu? Aku sama sekali tidak mengerti."
"Yah, uang itu sudah pernah meninggalkanmu sekali. Uangmu sendiri dan uang milik organisasi adalah dua hal yang berbeda."
Aku tidak tahu apakah Magi-san mencoba untuk menghiburku atau mungkin menyemangatiku. Aku bahkan tidak dapat merasakan teh yang sedang kuminum saat ini.
"Yun-kun, kau pasti memiliki kenalan yang dapat diandalkan, bukan? Entah bagaimana kau akan berhasil."
"Akan bagus kalau bisa begitu…"
Magi-san membayar tehku alih-alih aku. Maaf, kataku dengan suara kecil, tapi dia melambaikan tangan berkata bahwa tidak ada masalah.
"Anggaplah ini sebagai dukungan untuk saat kau melakukan guild quest itu."
"Uuu, itu berat. Tapi aku akan berusaha."
Setelah berkata demikian, aku mengucapkan selamat tinggal pada Magi-san, dan setelah kembali ke Atelier, aku menaruh kepalaku di konter sekali lagi dan mulai khawatir.
Tidak memiliki ide yang bagus, aku menghela nafas lagi.
Akan tetapi, sekalipun aku memusingkan diriku sendiri, tidak akan ada yang terjadi. Jadi, untuk sementara waktu, aku mencoba menghubungi kenalanku. Aku membuka friend list lewatmenu, dan menghubungi para player yang mungkin dapat berpatisipasi satu demi satu.
Meskipun aku berkata begitu, pada dasarnya itu hanyalah anggota party Taku dan Myu dan sesama pengrajin yang terdaftar dalam friend listku. Aku tidak mengharapkan respon yang positif.
Satu-satunya respon positif adalah "Hmm. Sebuah petualangan bersama dengan Onee-chan, ya. Yup, aku akan berunding dengan Luka-chan sebentar. Kalau itu bukannya bulanan, maka aku akan segera ikut." itulah yang dia katakan.
Alasan untuk itu adalah, mungkin Lucato dan yang lainnya dapat melakukannya dan pergi.
Kalau Myu yang melakukan quest bulanan itu, kali berikutnya dia mungkin dapat melakukan quest tersebut dan menghadapi boss bulan berikutnya.
Bagi Myu yang berpetualang dalam party yang tetap, menerima quest bulanan sendirian akan menghancurkan langkah Lucato dan yang lainnya. Karena itulah, kecuali ada alasan yang serius, aku akan meminta orang lain terlebih dahulu.
Kalau begitu, satu-satunya yang tersisa adalah —— seseorang yang sudah bergabung dengan guild Eight Million Gods, Sei-nee.
"Tidak ada salahnya mencoba. ——Ah, Sei-nee. Ada hal yang ingin kukonsultasikan denganmu."
"Yun-chan? Ini adalah hal yang langka, ternyata dihubungi olehmu?"
Sei-nee merespon dengan penasaran, dengan suara yang sedikit terkejut.
"Sebenarnya, aku sedang berpikir untuk melakukan sebuah quest untuk mendapatkan Guild Emblem. Aku bertanya-tanya apakah kau dapat memberikan bantuan untuk itu?"
"Tentu. Siapa anggota lainnya?"
"Haa, jadi tidak masalah kalau begitu… Hei, tidak masalah?! Benarkah?"
Karena aku pikir tidak akan berhasil, saat dia setuju dengan mudahnya, pikiranku berhenti. Sei-nee setuju untuk melakukannya.
"Yun-chan, kau terlalu sopan. Kau tidak membiarkanku memanjakanmu sama sekali."
"Tidak, tidak. Aku adalah seorang murid SMA sekarang, aku tidak bisa membiarkan kakak perempuanku memanjakanku."
"Sekalipun aku sedang bercanda tentang memanjakanmu, tapi sebagai Onee-chan-mu, aku akan lebih suka kalau kau lebih mengandalkanku. Kau sama sekali tidak bergantung padaku."
"Ah, tidak. Kau mungkin memiliki banyak hal yang kau pikirkan? Seperti guild atau kehidupan universitas."
"Menolong saudara adalah hal yang lebih penting daripada itu. Juga, melakukan banyak hal sendirian saja itu rasanya sepi. Kau setidaknya bisa berhenti menahan dirimu sendiri meminta Myu-chan. Itu akan membuatnya senang."
Di sisi lain percakapan, Sei-nee menghela nafas. Maaf. Saat aku menanggapi begitu, aku mendengar suara tawa geli meresponku.
"Juga, bukannya tidak ada untungnya untukku melakukannya. Aku menginginkan item drop dari boss Mastil Dane, itulah alasan yang lain. Karena itulah, aku akan melakukannya sebagai penasihat yang pernah sekali menyelesaikan guild quest itu."
"Baiklah. Juga, tidak ada anggota lainnya. Untuk sementara ini, aku menerima tanggapan samar dari Myu."
"Begitukah? Aku akan menghubungi Myu-chan, tunggu sebentar."
Sei-nee berkata demikian dan mengakhiri friend chat. Apa maksudnya itu? Dan saat aku menelengkan kepalaku kebingungan, segera setelah itu, sebuah friend call muncul.
"Yun-oneechan! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau Sei-oneechan ikut serta! Kalau seperti itu ceritanya, aku akan ikut serta meskipun aku harus meminta maaf pada Luka-chan sampai aku pingsan nantinya!"
"Tidak, tunggu sebentar. Kami baru saja memutuskannya, kenapa tiba-tiba…"
"Apanya yang tiba-tiba? Sudah lama aku ingin kita bertiga pergi berpetualang bersama, tapi tidak ada kesempatan untuk itu sama sekali! Aku tidak bisa membiarkan kesempatan ini! Juga, kita hanya pergi bertiga, jadi jangan tambahkan lebih banyak orang."
"Hei, tunggu sebentar. Kenapa kau malah memanfaatkan kesempatan ini? Apa kau mengatakan bahwa kita sebaiknya melakukan guild quest hanya dengan kita bertiga? Apakah kita memiliki kekuatan tempur yang cukup?"
"Itu…yup. Entah bagaimana kita akan menanganinya! Kalau begitu, sampai nanti!"
"H-Hei…Dia memutuskan panggilanku."
Myu secara sepihak memutuskan bahwa dia akan berpatisipasi. Tentunya, Sei-nee telah berbicara dengannya. Meskipun telah diputuskan bahwa Myu akan ikut serta, tapi apa yang harus kulakukan tentang dirinya karena dia ingin kami melakukannya hanya bertiga saja? Aku mulai merasa khawatir, tapi bukannya tidak mungkin kami bisa mengumpulkan lebih banyak orang. Kalau tidak berhasil dengan kami bertiga, kami bisa mempersiapkan lebih banyak orang dan menghadapinya lagi. Aku segera melanjutkan dengan melakukan persiapan untuk questtersebut.
Obat penyembuh yang fokus pada High Potion dan MP Potion.
Boost Tablet untuk peningkat stat.
Beragam obat pemulih status merugikan untuk menghadapi status abnormal. Terlebih lagi, beragam obat pemicu-status-merugikan yang kubuat dengan mengekstrak sejumlah herba beracun yang kudapat saat event musim panas.
Aku memeriksa persediaan anak panahku untuk busur dan senjata cadanganku, pisau dapur.
Barang sihir sekali pakai sederhana, Magic Gem dan Enchant Stone, juga mengisi ulang muatan Gem Substitute Ring.
Aku melakukan semua itu untuk bersiap-siap, tapi tetap saja tidak cukup.
Normalnya, ini dihadapi dengan enam orang anggota. Kami hanya memiliki setengah dari itu, dan di antara ketiganya aku adalah seorang pengrajin. Karena aku memiliki setengah potensi tempur daripada dua yang lainnya. Aku memperhitungkan bahwa kami tidaklah cukup kuat.
"Itu tidak cukup. Dan aku tidak bisa membiarkan Ryui dan Zakuro yang masih young beast untuk bertarung. Apa lagi yang bisa digunakan…"
Aku memastikan susunan Sense-ku, level dan gaya bertarung, dan melihat apa lagi yang bisa dimanfaatkan.

Possessed SP21
Bow Lv28】【Hawk Eyes Lv39 Speed Increase Lv22 Discovery Lv27 Magic Talent Lv42】【Magic Power Lv44 Enchant Arts Lv16 Dosing Lv23 Earth Element Talent Lv13 Cooking Lv22
Unequipped:
Alchemy Lv30 Synthesis Lv28 Engraving Lv1 Swimming Lv13 Crafting Knowledge Lv31 Taming Lv6 Linguistics Lv15

Setelah aku mengkonfirmasi Sense-ku yang tidak tumbuh banyak sejak event musim panas berakhir, aku mulai merasa cemas lagi.
"Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, ini tidaklah cukup. Kalau aku tahu hari ini akan tiba, di mana aku harus menghadapi boss quest, aku pasti akan menaikkan Sense bertempurku."
Sudah terlambat untuk menyesal. Meskipun sudah sangat terlambat, aku akan menggunakan apapun yang bisa kugunakan.
"Aku benar-benar tidak yakin tentang ini. Mengulur waktu akan diperlukan juga, 'kan. ——Ayo gunakan ini juga untuk saat ini."
Untuk dapat melakukan quest ini dalam keadaan yang sempurna, aku melanjutkan persiapanku.

Only Sense Online Jilid 3 Bab 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

2 komentar:

  1. wih next bab bakal seru ni :3
    thanks kak
    ditunggu upnya

    BalasHapus
  2. next bakal seru,,
    semangat untuk TLnya

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.