19 September 2016

Date A Live Jilid 11 Bab 9 LN Bahasa Indonesia


INSTING
Bagian 1
“…………..Haah?”
Suara Kotori yang curiga dapat terdengar dari seberang telepon.
Namun, itu sesuatu yang biasa. Shidou mungkin juga akan memberikan reaksi yang sama jika dia tiba-tiba ditelepon saat istirahat untuk memberitahukan tentang [Informasi itu].
Ya. Shidou menyelinap keluar dari kelas setelah waktu wali kelas berakhir dan menelepon Kotori setelah dia sampai di tempat yang kosong.
Kotori memberi jawaban yang menyenangkan ketika dia pertama kali menelepon tapi, suara gemerisik darinya yang merubah pitanya dapat terdengar dan dia mengatakannya.
Kotori menanggapinya dengan kebingungan.
“Tunggu sebentar. Apa yang terjadi? Tolong jelaskan secara detil”
“……Seperti yang kukatakan. <Iblis>, dipindahkan ke kelasku.”
Shidou dengan kesal mengatakan hal yang dia katakan sebelumnya pada Kotori, sekali lagi.
“Seperti yang kukatakan, aku tidak mengerti maksudmu. Bagaimana <Iblis> pindah ke sekolahmu………tidak, yang utama, <Iblis> adalah Roh yang tak teridentifikasi. Kami masih belum mengkonfirmasi nama maupun wajahnya. Bagaimana kau bisa tahu orang yang pindah itu adalah <Iblis>?”
“Itu…………”
Itu pertanyaan yang bagus. Shidou menjadi ragu.
“Aku tidak punya waktu sekarang jadi aku akan menjelaskannya saat aku sudah pulang. Tapi……….aku serius. Percayalah”
“………….”
Setelah Shidou mengatakannya, Kotori diam tuk sesaat sebelum *Haa* menghela nafasnya.
“…..Aku mengerti. Aku akan mengirim tim pengamat hanya untuk jaga-jaga. Selanjutnya, akan berdasarkan hasil yang kami dapat”
“………….! Kau mempercayaiku!?’
Itu sesuatu yang dikatakan tapi, ini sedikit tak terduga. Saat Shidou mengeluarkan suara terkejutnya, Kotori membalasnya dengan nada lelah.
“Sejujurnya, ini 50-50. -----tapi, tidak mungkin aku tidak melakukan apapun saat aku diberitahu identitas <Iblis> diketahui saat kita tidak tahu apapun tentangnya.”
Dia kemudian melanjutkan.
“Aku pikir tidak mungkin Shidou akan mengatakan apapun tanpa adanya bukti. Tidak……..bahkan jika itu hanya firasat, kau sudah cukup banyak melakukan sesuatu untuk membuatku mempercayai perkataanmu.”
“Kotori…………”
“Namun, jika kau berpikir untuk membuat <Ratatoskr> menyelidiki dan mendapatkan informasi tentang perempuan yang kau sukai; kau tidak akan bisa lari dengan mudah.”
“A-Aku tidak akan melakukannya!”
Setelah Shidou berteriak, Kotori [Unn] mengerang.
“Kalau begitu, kita akan mulai menyelidiki sekarang. Err, siapa nama murid perempuan itu?”
“Origami. Tobiichi Origami.”
“Tobiichi Origami. Tobiichi-----“
Kotori menghentikan perkataannya. Tenggorokannya terdengar lembut seolah dia mengingat sesuatu.
“Bukankah itu……..mungkinkah, Tobiichi Origami anggota AST?”
“Huh…….!?”
Shidou melebarkan matanya saat dia mendengar perkataan Kotori. AST. Singkatan dari Anti-Spirit Team, bahkan dalam JGDSF.
Memang benar Origami terikat dengan organisasi itu. Tapi, ini seharusnya terjadi di dunia sebelumnya. Tidak mungkin Kotori tahu itu---
Shidou mengangkat bahunya saat dia memikirkannya.
“Kotori, jangan bilang kau punya ingatan tentang dunia sebelumnya....?”
“Haah? Apa yang kau katakan? Kau masih menarik mimpi kemarin lagi?”
Namun, Kotori kembali membalas dengan nada tenang.
“Jika aku benar, ada anggota AST dengan nama itu. Dia bertarung dengan para gadis beberapa kali sebelumnya. Tapi, dia mengundurukan diri beberapa saat yang lalu.”
“A----“
Perkataan Shidou terhenti. Bukan berarti Kotori memiliki ingatan tentang dunia sebelumnya. Tapi walau begitu, Origami masih berhubungan dengan AST.
Realitasnya menunjukkan 2 fakta tersebut. Ini adalah sesuatu yang sangat simpel.
---Origami anggota AST di dunia ini juga.
“Kenapa………”
“Apa maksudmu kenapa……..maksudmu alasan kenapa dia keluar dari AST? Bagaimana aku bisa tahu”
Kotori mungkin salah mengerti gumaman Shidou; Kotori *fuun* mendengus selagi mengatakannya.
“Tapi sekarang kau menyebutkannya, waktu saat Tobiichi Origami mengundurkan diri dari AST dan waktu munculnya <Iblis>, cocok. Fumu, jika alasan kenapa dia berubah jadi roh adalah karena dia mengundurkan diri maka….”
Kotori mengerang selagi mulai menggumamkan sesuatu.
Tapi, hanya sebagian yang masuk ke telinga Shidou.----Di dalam kepala Shidou, fakta bahwa Origami masuk ke AST berputar di dalam kepalanya.
Alasan kenapa Origami masuk ke AST di dunia sebelumnya, adalah untuk membunuh Roh yang membunuh kedua orang tuanya. Di dunia ini dimana orang tuanya selamat, kejadian apa yang terjadi yang mendorong Origami melakukan hal seperti ini.
“----Hei Shidou, apa kau mendengarkan?”
“………! Y-ya……..maaf”
Shidou terkejut saat Kotori memanggilnya.
“Mouu, kendalikan dirimu. Bagaimanapun, kami akan menyelidiki apakah Tobiichi Origami adalah Roh atau bukan. Shidou, kau melapor pada kami juga jika kau menemukan sesuatu.----tapi, jika Tobiichi Origami benar seorang <Iblis> maka dia adalah tipe yang sangat berbahaya. Tolong jangan gegabah.”
“Y-Ya…. Maaf tentang itu”
Setelah Shidou mengatakannya, dia mematikan ponselnya.
“………………..”
Dia bersandar pada dinding setelah menaruh ponselnya ke dalam kantongnya. Informasi yang banyak dia dapatkan menjadi rumit di dalam kepalanya, dan dia tidak bisa menyusunnya.
Tapi, tidak akan ada yang terjadi jika seperti ini. Setelah Shidou mengambil nafas dalam-dalam, dia kemudian kembali ke kelas 2-4.
Saat dia memasuki kelas, dia menemukan kerumunan orang di dekat jendela. Sepertinya semua orang tertarik dengan murid pindahan yang imut. Wajah Origami menjadi kesusahan di tengah teman sekelasnya.
Dan tepat saat itu, bel berbunyi menandakan dimulainya kelas dan semuanya kembali ke tempat duduk masing-masing selagi melambaikan tangannya. Dia melihat Origami *Haa* menghela nafasnya, setelah dia melambaikan tangannya.
“………..haha”
Pipi Shidou menjadi lebih lembut saat dia melihat adegan tersebut. Jika itu adalah Origami yang dia tahu, dia tidak akan merubah ekspresinya.
Tapi…..ini adalah sesuatu yang tidak dia mengerti.
Kenapa Origami masuk AST di dunia ini? Kenapa dia menjadi Roh?Kenapa----dia menjadi inverse. Dan juga, bagaimana dia bisa kembali ke bentuk manusia dan mempertahankan kesadarannya walaupun dia Inverse. Ini hanyalah sebuah misteri berapa kalipun dia pikirkan.
Dan, guru pun memasuki kelas saat Shidou berpikir.
“Kelas akan dimulai. Duduk.”
“Ah…….maaf”
Setelah Shidou kembali ke tempat duduknya, dia mengeluarkan buku tulis dan catatannya ke atas meja.
Tapi, sebenarnya, dia tidak bisa fokus pada kelas. Pandangan Shidou teralihkan pada Origami.
---Seperti yang kukira, aku harus berbicara padanya walau hanya sekali. Shidou tidak tahu apapun tentang Orrigami di dunia ini.
Tapi, orang-orang mungkin akan mengerumuninya seperti tadi, jika saat waktu istirahat. Dilihat begini, akan sulit untuk Shidou berbicara padanya.
“………………….”
Setelah Shidou menenggelamkan dirinya sendiri dalam pikiran, dia menulis kata-kata pada ujung catatannya.
Dia kemudian merobeknya dan melipatnya sebelum meletakkannya ke dalam meja Origami tanpa guru menyadarinya.
“…………?”
Origami, yang menyadarinya, memiringkan kepalanya.
Setelah melihat kata-kata yang tertulis pada secarik kertas, Origami melebarkan matanya dengan terkejut.
***
Saat istirahat. Setelah Shidou menyelinap keluar dari kelas, dia mengnuju tangga ke atap.
Karena jauh dari ruang kelas, tidak banyak murid yang akan datang kesini. Sebenarnya, tangga begitu tenang hingga membuat hiruk pikuk yang bergema di sekolah hanyalah sebuah kebohongan.
Namun, itu bukan berarti tidak ada seorang pun disini.
Sudah ada satu perempuan yang berdiri disana.-----itu adalah murid pindahan, yang merupakan topik pembicaraan hari ini; Tobiichi Origami.
Bahkan dengan murid yang menghabiskan 3 tahun di sekolah ini; hanya sedikit yang mengetahui keberadaan tempat yang terisolasi ini. Aneh untuk memikirkan bahwa ada murid pindahan di tempat seperti ini.
Namun, Shidou tidak terkejut. Itu karena.
“Err, ini”
Origami mengambil secarik kertas dari kantungnya dan menunjukkannya pada Shidou. Benar itu memang tulisan tangan Shidou dan kata-katanya memang menyuruhnya untuk datang ke sini saat waktu istirahat.
Ya. Shidou memanggil Origami kesini.
“Aah, maaf. Memanggilmu tiba-tiba.”
“Uun. Tak apa……..jadi, apa yang kau inginkan?”
Origami bertanya dengan ekspresi sedikit kaku.
Tapi, itu mungkin biasa. Dia dipanggil ke tempat terpencil seperti ini oleh murid lelaki yang baru dia temui pertama kali. Tidak aneh untuknya merasa bahaya. Bahkan, Shidou seharusnya merasa bersyukur padanya karena sudah mendengarkan permintaannya untuk datang kesini sendirian.
Namun untuk beberapa alasan………..ini merupakan pengalaman baru bukannya Shidou yang berhati-hati terhadap Origami, melainkan Origami yang berhati-hati pada Shidou.
“Ah----………………”
Shidou menggaruk pipinya selagi memikirkan apa yang harus dia katakan. Ada segunung hal yang ingin dia tanyakan tapi, tiba-tiba menekannya dengan hal itu mungkin akan memperkuat kewaspadaannya.
“Hei, Origami”
“Ehh?”
Wajah Origami menjadi terkejut. Awalnya Shidou tidak mengerti tapi, dia tiba-tiba menyadari alasannya.
“Ma-maaf. Tobiichi……..san. Maaf memanggil namamu.”
“U-un, aku hanya sedikit terkejut. Err…….Itsuka-kun.”
Origami mengucapkan nama Shidou. Shidou tersenyum kecut saat dia mendengar panggilan yang tak biasa itu.
“Ada yang salah?”
“Tidak, tidak apa. Lebih penting lagi, Tobiichi-san. Kau mengatakan sesuatu saat kau melihat wajahku tadi pagi, kan? Tentang apa itu?”
“Aah……………”
Saat Shidou mengatakannya, Origami membuat ekspresi seolah dia mengingat sesuatu.
“Maaf mengganggumu. Itsuka-kun mirip sekali dengan orang yang aku temui lama sekali, aku terkejut”
“Eh…………?”
Shidou mengangkat alisnya dengan refleks.
“Itu------aku……….?”
“Uun, tidak mungkin. Itu karena, aku bertemu orang itu 5 tahun yang lalu. Itsuka-kun masih SD. Juga-----“
Origami melihat kebawah.
“-----Orang itu sudah meninggal. 5 tahun lalu, di depanku.”
“………….!”
Shidou menyadari sesuatu saat dia mendengar kata-kata itu. Identitias orang yang Origami katakan.
Orang itu pasti Shidou. Memang benar saat Shidou menyelamatkan orang tua Origami dari 5 tahun yang lalu; matanya bertemu dengan Origami walau hanya sesaat.
“Apa hanya itu saja? Aku ingin kembali ke kelas………”
“…………! Ah, tunggu sebentar”
Shidou cepat-cepat menghentikan Origami, yang menuruni tangga. Shidou masih belum mendapatkan informasi yang dia inginkan.
Namun, dia tidak bisa melihat kemajuan jika dia bertingkah seolah sebagai murid yang tidak tahu apapun. Dia membulatkan pikiran dan membuka mulutnya.
“Mungkin, orang yang kau temui 5 tahun yang lalu-----adalah saat kebakaran di kota Nankou?”
“Eh--?”
Origami melebarkan matanya saat dia mendengar perkataan Shidou.
“Bagaimana, kau tahu……….”
Saat dia akan mengakhirinya, wajah Origami menjadi terkejut.
“Mungkin---orang itu adalah kakak Itsuka-kun…….?”
“Heh?”
Shidou mengeluarkan suara yang bodoh saat dia mendengar perkataan Origami yang tak terduga. Sepertinya, dia mengira Shidou adalah adik dari orang yang dia temui 5 tahun yang lalu. Tapi itu normal untuknya. Dia akan percaya jika Shidou bilang bahwa itu adalah dia.
Dia tidak ingin dia sampai salah paham tapi……..jika dia bisa melanjutkan percakapannya dengan lancar maka akan mudah. Shidou mengiranya dan memiringkan kepalanya ke depan.
“Yah………begitulah aku pikir”
Saat Shidou mengatakannya, Origami tiba-tiba mengubah ekspresinya. Wajahnya terlihat seolah dia akan menangis.
“To-Tobiichi…….san?”
“……………!”
Origami berjalan ke arah Shidou dan setelah menggenggam tangannya, dia membungkuk hormat.
“Kakakmu menyelematkan ayah dan ibuku. Jika bukan karenanya, mereka akan mati di tempat. Mungkin tidak akan cukup bagaimanapun aku berterima kasih tapi, biarkan aku mengatakan ini. Terima kasih------Terima kasih banyak………!”
“A-aah……….”
Shidou melangkah mundur melihat reaksi Origami dan membalas dengan samar.
Tapi, kata-katanya dapat memberikan satu lagi informasi penting pada Shidou. Seperti yang diduga, Shidou berhasil menyelamatkan orang tua Origami 5 tahun yang lalu. Shidou menghela nafas dengan lega.
“Ah”
Origami menyadari sesuatu dan langsung melepaskan tangan Shidou sebelum dia merendahkan kepalanya sekali lagi dengan pipinya yang memerah.
“A-Aku minta maaf; tadi itu tiba-tiba”
“Tidak…..tidak apa”
Dia tersenyum kecut saat dia merasa emosi kuat yang aneh dari reaksinya yang tidak terlihat milik Origami.
Namun, di saat yang bersamaan dia memastikan satu realitas, masalah lain berubah menjadi lebih misterius.
“Err…………Tobiichi-san. Orang tua Tobiichi-san selamat, kan?”
“Ya”
Origami mengangguk. Shidou menghela nafas sebelum melanjutkan.
“Maka, apa kau tinggal bersama dengan mereka sekarang?”
“……….Tidak. Orang tuaku meninggal pada kecelakaan lalu lintas 4 tahun yang lalu.”
“--------!? Eh…………..!?”
Shidou berteriak secara refleks saat dia mendengar kata-kata yang Origami katakan selagi dia melihat ke bawah.
“Ti-tidak mungkin…………..”
Mengoreksi sejarah; kata tersebut melintas dalam pikirannya. Kurumi tidak menyangkal maupun menyutujui ini tapi-------pada akhirnya, perasaan tak berdaya bahwa tidak bisa mengubah akhir kematian orang tua Origami apapun yang dia lakukan, menyerang Shidou.
“Itsuka-kun………..?”
Origami mengerutkan alisnya dengan curiga saat dia merespon keterjutan Shidou. Itu normal. Biasa untuknya merasakan sesuatu jika lelaki yang dia temui pertama kali menunjukkan reaksi seperti itu.
Namun, dia mengayunkan kepalanya untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum merendahkan kepalanya.
“Aku minta maaf………walaupun, kakak Itsuka-kun menyelematkan mereka”
“Tidak, tidak apa”
“Tapi”
Origami mengangkat wajahnya dan melanjutkannya dengan penuh kepastian.
“Dalam 1 tahun setelah kakak Itsuka-kun menyelematkan ayah dan ibuku, aku mendapatkan berbagai hal dari mereka. Itu adalah sesuatu yang tidak akan aku dapatkan jika tanpa kakak Itsuka-kun; itu sesuatu yang berharga untukku. Aku-----sangat berterima kasih.”
Dia tidak bisa melihat kebohongan apapun pada wajah Origami saat dia mengatakannya.
“Be-begitu…………”
Shidou mengatakannya selagi mengalihkan pandangannya. Memang benar sedih bahwa orang tua Origami meninggal dan dia turut berduka cita untuknya tapi………….kata-kata yang dia dengar dari Origami tadi membantunya sedikit dari pikiran bahwa yang dia lakukan itu sia-sia.
Namun, Origami mengatakan bahwa orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil. Jika itu benar maka----
Setelah membuat kesimpulan, Shidou mengangkat wajahnya, menatap mata Origami dan membuka mulutnya setelah dia menelan ludahnya.
“Lalu-------kenapa Tobiichi-san masuk AST?”
“Eh--------“
Origami tersentak saat dia mendengar perkataan Shidou.
Ya. Itu pertanyaan Shidou. Orang tua Origami selamat dari serangan Angel di hari kebakaran itu. Jika itu terjadi maka, Origami seharusnya tidak memiliki rasa benci terhadap Roh….?
“Kenapa kau tahu AST---------“
Saat Origami akan menyelesaikannya, dia mengingat sesuatu dan mengangkat alisnya.
“Mungkinkah, Itsuka-kun sudah pergi keluar saat alarm gempa luar angkasa berbunyi?”
“Eh……………….? Ah---------“
Shidou mengeluarkan balasan yang singkat saat dia mendengar dan melihat perkataan dan ekspresi curiga Origami.
Itu benar. Origami bekerja sama dengan AST di dunia ini juga artinya bahwa ada kemungkinan kalau Shidou berlari ke suatu tempat untuk berbicara dengan Roh.
“A-aah……….sebenarnya”
“……….Seperti yang kukira, aku tidak salah sama sekali”
“Heh?”
“Topik ini dibicarakan beberapa kali oleh timku. Bahwa, ada penduduk yang masih berkeliaran di area berbahaya. ------Aku merasa orang itu mirip dengan [Orang waktu itu] tapi, aku pikir itu Itsuka-kun”
Setelah mengatakannya, pandangan Origami berubah menjadi tegas.
“Itu benar-benar berbahaya. Tolong hindari itu mulai sekarang.”
“E-errr………………”
Shidou membalas dengan ragu saat dia ditekan untuk menjawab. Walau dia diberitahu seperti itu; selama ada misi dari <Ratatoskr>, dia harus terus berdiri di depan Roh mulai dari sekarang juga.
Bagaimana reaksinya nanti? Origami menghela nafasnya.
Dia bersiap-siap jika dia ingin tahu lebih banyak tapi, Origami tidak terjebak dalam situasi ini.
Malahan, dia membuat ekspresi yang kuat dan kembali melihat Shidou.
“Kau bertanya…………kenapa aku bergabung dengan AST”
“Ya, bisakah kau beritahu padaku?”
Origami memiringkan kepalanya ke depan saat Shidou mengatakannya.
“Itsuka-kun, jika kau tahu AST maka, kau pasti tahu penyebab gempa luar angkasa, kan?”
“………Roh.”
“Benar. Penyebab bencana, Roh. -------Dan, kau mungkin sudah menyelidiki ini tapi, yang membunuh kakakmu pada kebakaran itu 5 tahun yang lalu, adalah Roh”
“Itu------“
Tenggorokan Shidou berdering seolah dia berbicara dengan ambigu. Shidou masih hidup dan sehat seperti ini tapi, dia mungmin terlihat sama dengan seseorang yang dihapus saat itu.
Origami mengeraskan tinjunya dan melanjutkan.
“Orang itu mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan ayah dan ibuku. Alasan untuk diriku saat ini, terima kasih padanya. -----itu kenapa, aku memikirkan ini. Aku ingin ada lagi yang berakhir sepertinya, Itu………aku akan menjadi pelindung semua orang dari Roh.”
“Ah…………….”
Suara yang tidak bermakna keluar dari tenggorokannya.
Rasanya seperti potongan puzzle yang berserakan berkumpul pada satu kerangka.
Di dunia sebelumnya, Origami membulatkan tekadnya untuk mengalahkan Roh karena kemarahan yang disebabkan oleh Roh yang membunuh orang tuanya.
Shidou kembali ke dunia 5 tahun yang lalu untuk menghindarinya dan berhasil menyelamatkan orang tua Origami.
Tapi, [kematian Shidou] yang kedua yang terjadi saat [orang tuanya meninggal] berhasil dihindari, menjadi bara api untuk tekad baru Origami.
Sungguh------ironi. Shidou merasa hatinya menjadi berisik karena nasib yang jahat ini.
“………..Itsuka-kun”
Origami memiringkan kepalanya mungkin karena dia merasa curiga karena Shidou menjadi terdiam. Jari Shidou menjadi berkedut.
“Aah, tidak, tidak apa………….”
Tentu dia tidak baik. Tapi, dia hanya bisa menjawab itu saat ini.
Shidou berhasil mengubah dunia. Tapi pada akhirnya, Origami menyaksikan sesuatu. Dia menyaksikan Roh-------membunuh seseorang.
Namun, maknanya itu tidak hanya menunjukkan keputus asaan.
Peristiwa yang terjadi di dunia sebelumnya dan dunia ini berbeda. Hasilnya sama pada pandangan pertama tapi, bukannya orang tuanya yang bersama dengannya selama bertahun-tahun yang terbunuh; Di dunia ini, satu-satunya orang yang dilihat Origami muda mati adalah pemuda yang dia tidak tahu sama sekali namanya.
Lebih penting lagi, pemuda itu hidup dengan normal saat ini. Jika dia bisa menjelaskan fakta itu dengan benar padanya maka, dia mungkin---
Tapi, Shidou menggigit bibirnya saat itu. Ada satu masalah besar yang dia lupakan.
Ya. Bukan hanya Origami di dunia ini yang berubah menjadi Roh, dia juga inverse.
Shidou tidak jelas dengan bagaimana membuat [Inverse] muncul. Tapi, dia sangat yakin bahwa Roh harus benar-benar putus asa agar itu terjadi.
“………………”
Shidou melihat Origami sekali lagi. Memang benar bahwa atmosfir dan pola bicaranya berbeda dari Origami yang dia kenal. Namun, perempuan yang berada tepat di depannya saat ini tidak terlihat seperti dia putus asa pada dunia ini setidaknya.
Kotori memberitahunya agar tidak gegabah. Namun-----dia harus menanyakan ini.
“Bisakah……..aku bertanya lagi?”
“Apa itu?”
Origami memiringkan kepala kecilnya. Shidou membulatkan tekadnya dan menanyainya.
“----kenapa Tobiichi-san…….berubah menjadi Roh”
Namun.
“Haii?”
Shidou membuka lebar matanya saat mendengar reaksi yang tak terduga itu.
Dia pikir dia pura-pura bodoh tapi……..dia salah. Origami benar-benar tidak tahu apa yang Shidou katakan.
“Apa maksudmu……? Jika aku benar, maka……….”
Dan, saat Shidou bergumam selagi memikirkan tentang sesuatu, bel berbunyi menandakan kelas akan segera dimulai, bergema di sekolah. Sepertinya istirahat makan siang akan berakhir.
“Sepertinya isitrahat makan siang akan berakhir. Aku akan kembali duluan.------Terima kasih banyak, Itsuka-kun. Aku sangat bahagia bisa berbicara denganmu.”
Dia pergi menuruni tangga setelah dia mengatakannya.
“Ah------“
Shidou mengeluarkan suaranya seolah dia bergantung pada itu. Masih ada segunung hal yang tidak dia ketahui. Dia merasa bahwa dia tidak bisa melepaskan Origami sekarang.
“Bisakah kita berbicara-----sedikit lebih lama?”
“Tapi, sudah waktunya masuk kelas, kau tahu?”
“Tidak harus hari ini! Jika kau punya waktu bebas----bisakah aku bertemu denganmu lagi?”
“Eh? Bukankah itu-------“
Wajah Origami menjadi terkejut dan pipinya memerah.
Setelah melihat reaksi itu, Shidou menyadarinya dan [Ah] wajahnya memerah.
---Caranya berbicara seperti sedang mengajaknya untuk berkencan……..!
“Err……….”
Saat Shidou kebingungan tentang bagaimana dia memperbaiki kata-katanya, Origami mengalihkan pandangannya selagi membuka bibirnya.
“………er, bisakah kau berikan aku waktu untuk memikirkannya?”
“Heh? Te-tentu saja……!”
Setelah Shidou membalas dengan refleks; Origami membungkukkan badannya.
“Kalau begitu, aku pergi sekarang”
Dia kemudian berlari menuruni tangga.
“……………………..”
……….Sejujurnya, itu adalah adegan yang tidak terduga. Dia feminim………….dia merasa bersalah pada Origami dunia sebelumnya karena mengatakan ini tapi, reaksinya tidak terlihat seperti milik Origami.
“Tidak…………”
Shidou perlahan mengayunkan kepalanya. Origami pasti perempuan seperti ini pada awalnya. Kepribadiannya berubah menjadi tenang dan sikap rasional karena kematian orang tuanya.
Tapi………….apa perasaan aneh ini. Dia merasa bahwa Origami saat ini menggemaskan tapi, hatinya merasa seperti kesepian atau sesuatu menghilang.
“……………..Aku mungkin terlalu terbiasa dengan Origami yang lama.”
Setelah Shidou mengejek dirinya sendiri, dia mengikuti Origami dan menuruni tangga.
Selagi bergumam kelelahan pada dirinya sendiri dan berjalan menyusuri koridor, dia sampai pada kelas 2-4. Guru bahasa Inggris memasuki kelas dan jam pelajaran kelima pun dimulai.
Dan----setelah siapa yang tahu berapa lama sejak kelas dimulai.
Tiba-tiba, Origami, yang duduk di sebelah kirinya, mulai membuat gerakan yang aneh.
“Hnn……………..?”
Merasakan ada sesuatu, Shidou melihat ke arah sana untuk melihat Origami merobek secarik kertas dari ujung catatannya dan menuliskan sesuatu.
Dia kemudian melipatnya setengah dan meletakkannya pada ujung meja Shidou selagi menghindari mata guru. Seperti yang dilakukan Shidou pada jam pelajaran pertama.
“Ini………………”
“…………………………!”
Setelah Shidou menerimanya, pipi Origami memerah dan setelah melihat sekitar dengan kacau, dia mendirikan buku catatannya dan menyembunyikan wajahnya.
Bagian 2
“………………………….”
Setelah sekolah hari itu. Shidou pergi ke atap sekolah dan selagi dia bersandar pada lantai, dia menatap awan yang melayang di langit.


---“Aku bebas Sabtu ini”


Kertas itu yang tadi diberikan Origami. Itu sepertinya balasan dari undangan Shidou. Ada alamat email kecil yang tertulis dibawahnya.
“Sabtu…….huh”
Setelah mengatakannya, dia menaruh kembali kertasnya ke dalam kantungnya dan sedikit menggaruk.
Dia berhasil membuat janji. Tanpa bantuan <Ratatoskr>, dan dinilai dari fakta bahwa itu adalah perempuan yang baru pertama kali dia temui; tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa dia mendapatkan bintang emas yang besar.
Namun, masih ada segunung masalah.
Pertama, apakah mungkin untuk Origami, yang berubah menjadi Roh dan inverse tidak mengetahui apapun yang terjadi.
Beberapa kemungkinan berpantulan dalam pikiran Shidou.
Paling bodoh dan yang paling memungkinkan, bahwa ini semua adalah kesalahpahaman Shidou.
Memang benar bahwa dia melihat Origami di video yang Kotori perlihatkan. Tapi, dia tidak bisa menyangkal fakta bahwa ada Roh lain yang mungkin memiliki Astral Dress yang terlihat persis seperti Origami.
Berikutnya adalah kemungkinan bahwa Origami berbohong. Memang tidak terlihat seperti itu untuk Shidou tapi, bukan berarti Shidou belajar psikologi kriminal atau dia adalah penjudi terkenal. Lebih dari cukup untuk memikirkan bahwa dia tertipu oleh akting Origami.
Atau mungkin------
“Jangan bilang, ada 2 Origami……….tidak mungkin kan…..?”
Shidou bergumam itu dan tertawa dengan lelah.
Bagaimanapun, dia harus konsultasi dengan <Ratatoskr> tentang masalah ini.
Tapi…………Shidou *Fuaaaaa* menguap saat dia akan mengangkat tubuhnya. Di saat yang bersamaan, dia merasa tubuhnya secara bertahap mulai santai.
Normal saja untuknya. Dia sudah mencari ke seluruh database semalaman kemarin jadi; dia tidak tidur dengan baik.
“Ori………gami………….”
Shidou menggumamkan nama itu sebelum menutup matanya.
Setelah beberapa saat berlalu.
“Hn…………….”
Shidou membuka matanya setelah sedikit mengerang.
Setelah beberapa saat, pikirannya terbangun dan dia sadar bahwa dia telah tertidur. Sepertinya dia kelelahan melewati dugaannya.
“Ah………ini buruk. Jam berapa sekarang?”
Shidou mengerutkan keningnya karena perasaan aneh saat dia mengeluarkan ponselnya dari kantungnya untuk melihat waktu.
“Hn…………..?”
Sesuatu terasa berbeda dari saat sebelum dia tertidur.
Setelah beberapa saat berpikir, Shidou menyadari permasalahannya----itu adalah bantal. Walau Shidou tidak meletakkan apapun dibawah kepalanya, dia bisa merasakan sesuatu yang lembut dibawah kepalanya saat ini.
Saat Shidou akan mengulurkan tangannya ke bawah kepalanya untuk memastikan benda itu, seorang perempuan tiba-tiba jatuh ke pandangan Shidou.
“----------Oh, leluconnya no no”
“Uwah!?”
Dia tiba-tiba melebarkan matanya karena terkejut.
Setelahnya, dia menyadari perasaan yang ada di bawah kepalanya.------dan juga seorang perempuan.

“Ku…Kurumi!?”
Dia menyebut nama perempuan itu dengan suara yang melengking.
Ya. Perempuan yang memasuki pandangan Shidou adalah Roh-Tokisaki Kurumi, yang mengirim Shidou kembali 5 tahun lalu.
Sepertinya Kurumi memberikan pangkuan sebagai bantal sebelum Shidou menyadarinya.
“Ufufu, senang berjumpa denganmu, Shidou-san. Wajah tidurmu itu sangat lucu”
“………………!”
Itu benar-benar memalukan jadi, Shidou langsung mengangkat kepalanya.
“Oh, oh”
Kurumi cekikikan karena reaksi Shidou lucu untuknya, sebelum berdiri dengan pergerakan yang elegan.
Pakaian Kurumi bukanlah Astral Dress merah-hitam yang biasa dipakainya. Itu adalah seragam SMA Raizen yang Shidou lihat saat pertama kali bertemu dengannya. Poninya yang panjang menutupi mata kirinya yang terukir dengan jarum jam.
“Kurumi, kau…………….”
Tubuh Shidou menjadi gugup saat itu juga.
Sekarang Shidou memikirkannya, ada kemungkinan bahwa Kurumi yang ada di dunia ini mungkin tidak memiliki ingatan yang sama dengan Kurumi yang Shidou kenal. Shidou terpaksa untuk mengetahuinya hari ini. Itu adalah prosedur normal untuk berhati-hati di sekitar Roh terburuk-Kurumi.
Tapi, setelah Kurumi melebarkan matanya, dia meletakkan tangannya pada mulutnya dan tertawa.
“Tidak apa, kau tidak harus terlalu berhati-hati, Shidou-san. Jika aku ingin [memakan] Shidou-san maka, aku akan melakukannya saat kau tertidur tadi”
“Uu………………..”
Seperti yang Kurumi katakan. Keringat bercucuran dari pipi Shidou.
Tapi, dia bukan seseorang yang kita bisa bersantai disekitarnya. Walau Shidou setuju dengan perkataan Kurumi, dia tetap memperhatikan kelakuannya tanpa menurunkan kewaspadaannya.
“Oh. Dasar tidak percayaan.-----------kita adalah kawan yang sudah merubah dunia”
Setelah mengatakannya, Kurumi mengangkat bahunya selagi bercanda.
Shidou melebarkan matanya saat dia mendengarnya.
“……………..! Kurumi, kau-------“
“Ya, aku ingat. Aku mengetahui dunia sebelumnya.---dan Origami-san juga.”
“…………………!”
Shidou merasa merinding saat Kurumi menyebut nama itu.
Itu jelas. Selain dirinya sendiri, dia adalah orang pertama di dunia ini yang dia temui yang mengetahui tentang Origami. Sepertinya seorang traveler yang terdampat di gurun dan menemukan sebuah petunjuk. Shidou menghentikan emosi yang menempel pada Kurumi dan membuka mulutnya.
“Kurumi, dengar ini. Ada yang salah dengan dunia ini. Origami-----“
“----Dia menjadi Roh, kan”
Kurumi mengatakannya seolah menutupi perkataan Shidou. Shidou melebarkan matanya dengan terkejut.
“………….Kau tahu?”
“Ya. Walau aku baru tahu tadi”
“Begitu…………..”
Shidou sedikit melihat ke bawah sebelum melanjutkannya.
“Apa……..yang sebenarnya terjadi? Apa sesuatu terjadi pada Origami?”
“Bahkan aku tidak tahu apa itu. Taapiiiiii-----“
Setelah mengatakannya, Kurumi pun berputar.
“Jika itu Origami-san maka……..bukan berarti tidak cara mencari tahunya”
“Be-benarkah?”
“Ya.”
Setelah Kurumi tersenyum, dia menggunakan tumit sepatunya dan melangkah ke atap. Saat dia melakukannya; bayangan yang bersembunyi di bawah kakinya menutupi tubuhnya dan membentuk pakaian merah-hitam.
Astral Dress. Kastil dan jubah yang melindungi Roh. Shidou menatapnya sembari berhati-hati saat Kurumi tiba-tiba menunjukkannya.
“Ufufu, jangan ketakutan”
Kurumi mengatakannya selagi memegang pistol di tangan kanannya. Pistol yang panjang keluar dari bayangan saat dia melakukannya sebelum dia meletakkannya pada tangannya.
Kurumi menjilati bibirnya dan melanjutkannya.
“Jika aku menggunakan [Yud] ini dan menembak Origami-san maka aku akan tahu kehidupan seperti apa yang dia lalui di dunia ini. Yah tentu saja, tidak semuanya tapi, jika aku berkonsentrasi pada poin dimana dia berubah menjadi Roh maka, aku pikir aku bisa mendapatkan informasi yang kau inginkan”
“[Yud]……………aku mengerti!”
Shidou melebarkan matanya. [Yud]. Jika dia benar, peluru itu akan memberikan Kurumi ingatan masa lalu target. Jika dia memakainya, dia mungkin bisa mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi pada Origami.
“Tapi………….jika begitu maka, kau bisa saja menggunakan [Yud] pada Inverse Origami di dunia sebelumnya untuk menemukan penyebabnya, kan?”
Saat Shidou bertanya padanya tanpa alasan yang jelas, Kurumi menaikkan bahunya dengan berlebihan.
“Yah------menurut teori itu akan terjadi. Itu hanya akan terjadi jika aku berdekatan dengan Origami-san itu dan menembaknya dengan [Yud]”
“Uu……………”
Pipi Shidou berkedut. Memang benar bahwa, dia tidak memiliki waktu untuk bersantai, jika dia berurusan dengan inverse Origami.
“La-lagipula, kita akan dapat menemukan penyebab inverse Origami di dunia jika kita memiliki itu, kan? Aku mengandalkanmu, Kurumi. Pinjamkan kekuatanmu”
“Ufufu, apa yang harus kulakukan”
Kurumi meletakkan mulut pistolnya pada bibirnya seolah dia menikmatnya.


Sepulang sekolah. Origami, yang sedang dalam perjalanan pulang sendirian, kembali ke SMA Raizen.
Ada satu alasan. Saat dia akan pulang ke rumah, dia menyadari hiasan rambut yang biasanya dia pakai, hilang.
Tidak benar-benar sakit untuk kehilangan satu pin kecil, tapi----------berbeda ceritanya jika itu adalah yang dibelikan oleh ibunya.
Namun, dia tidak tahu dimana dia menjatuhkannya. Pada akhirnya, Origami mengikuti jejak yang dia lalui dan setelah mencari di pintu masuk, koridor dan ruang kelas, dia sampai ke tangga menuju atap dimana dia berbicara dengan Itsuka Shidou siang tadi.
“Ah----ketemu”
Setelah Origami membungkuk, dia kemudian memungut pin yang terjatuh di lantai.
Sepertinya dia menjatuhkannya saat dia berbicara dengan Shidou. Mungkin terjadi saat dia memegang tangannya dengan gembira saat dia mengetahui bahwa dia adalah adik dari lelaki waktu itu.
“Aku harus berhati-hati…….”
Selagi bergumam, Origami memberishkan pinnya dengan jarinya sebelum mengenakannya pada rambutnya.
Dan saat itu.
“Eh…………..?”
Origami melihat 2 orang di atap lewat kaca.
Yang satu adalah teman sekelasnya, Itsuka Shidou.
Dan yang satu lagi---------adalah Roh <Nightmare> mengenakan Astral Dress merah-hitam.
“Ah------------“
Saat dia mengenalinya,
Kesadaran Origami menjadi hilang seolah kehabisan energi.


“Hn……..?”
Shidou merasa dia mendengar suara pintu terbuka dari arah pintu masuk ke atap.
Saat dia melihat ke arah sana, dia melihat perempuan disana melihat ke arah bawah.
“Ah-re…………..Origami?”
Ya. Dia tidak bisa melihat siapa itu untuk sesaat karena dia melihat ke bawah tapi-----itu pasti Tobiichi Origami. Walau kelas sudah berakhir, apa yang dilakukan disini?
Saat Shidou menanyakan itu, dia cepat-cepat menghentikan perkataannya.
Alasannya mudah. Shidou mengingat kembali Roh-Kurumi berdiri di sebelahnya saat ini.
Di dunia ini, Origami juga bekerja sama dengan AST sampai beberapa waktu yang lalu. Artinya, kemungkinan dia melihat Kurumi tidaklah nol. Setidaknya, dia mungkin melihatnya di video.
“O-origami, ini err”
Walaupun dia berhasil membuat janji dengannya, tidak bagus jika dia salah paham. Shidou menaikkan suaranya untuk mengelabuinya.
Namun, Origami terus melihat ke bawah seolah dia tidak bisa mendengar suara Shidou dan selagi kedua tangannya menjadi lemah, dia perlahan melangkah ke depan.
“Origami…….?”
“Oh?”
Saat Shidou memanggil namanya dengan curiga, Kurumi mengerutkan alisnya. Kemudian, setelah bayangan menutupi Kurumi dengan warna hitam, dia langsung kembali ke tampilan aslinya.
“Ini pertama kalinya bertemu denganmu di dunia ini……….benar kan, Origami-san? Yah, ada kemungkinan kau pernah bertemu denganku sebelumnya tapi----“
“Roh…………”
---dan.
Di tengah-tengah perkataan Kurumi, Origami bergumam sebelum kegelapan yang hitam muncul seperti jet dari tubuhnya seperti jaring laba-laba.
Terlihat seperti, hanya sekitar Origami berubah menjadi malam hari. Shidou melebarkan matanya karena terkejut saat dia melihat keanehan itu.
“A---------“
Berikutnya, kegelapan itu berputar-putar menjerat Origami dan membentuk gaun duka cita.
Itu sudah pasti-------
“Astral Dress…….!?”
Shidou mengeluarkan suaranya dengan terkejut.
Ya. Itu adalah armor Roh-Astral Drss Origami, yang muncul di atap, dipakai.
Lebih lagi, itu bukan pakaian pernikahan yang Shidou lihat tapi warnanya menjadi hitam setelah dia inverse.
Tiba-tiba, tempat tersebut dipenuhi dengan gravitasi yang kuat dan kegugupuan yang kuat sampai membuat bernafas menjadi sulit. Kakinya sedikit gemetar, dan dia hampir pingsan seolah dia ingin bersantai.
Namun, itu hal yang paling normal. [Raja Iblis] adalah lambang kehancuran dan memegang kekuatan yang sangat besar. Itu yang terwujud tepat di depan matanya saat ini.
“Seperti yang kuduga-----Kau adalah <Iblis>………!?”
Origami tidak menjawab meski Shidou bertanya.
Namun, itu satu-satunya jawaban yang dapat dia pikirkan sekarang dia melihat seperti ini. Setidaknya, ini bukan kesalahpahaman Shidou. Jika begitu maka, artinya Origami berbohong. Rasanya tidak seperti itu saat itu tapi---

“Shidou-san, berdiri disana mungkin berbahaya kau tahu”
Kurumi tiba-tiba berkata seperti itu saat dia berpikir dengan shock.
Berikutnya, beberapa kegelapan keluar dari diri Origami yang terdiam; lalu memanjang dan membentuk sebuah [Sayap] raksasa.
Dia pernah melihat itu sebelumnya. Itu adalah tampilan dari angel yang menghancurkan kotanya di dunia sebelumnya dengan hujan beam-----bentuk inversenya.
“……………<Raja Setan (Satan)>…………..”
Setelah Origami bergumam, [Sayap] yang tak terhitung menunjuk ke arah mereka.
“…………..……!”
Tubuhnya membeku karena peristiwa tersebut. Shidou *Don* terdorong ke samping.
Sedetik kemudian, dia menyadari bahwa Kurumi yang mendorongnya.
“Guh………………!”
Sudah terlalu lambat saat dia menyadarinya; Kurumi sudah melompat jauh ke langit. Beam yang ditembakkan oleh [Sayap] itu mengarah ke arah Kurumi berada tadi, menembus pagar sekolah, dan terbang ke langit.
“Itu--------salam yang cukup kejam!”
Setelah Kurumi berteriak, dia kemudian menarik pelatuk pistolnya. Saat dia melakukannya, peluru dengan bayangan yang mengeras ditembak ke arah Origami.
Tapi, [Sayap] yang melayang di sekitar Origami memanjang membentuk pertahanan dan dengan mudahnya menangkis serangan tersebut.
[Sayap] yang tersisa menunjuk ke arah Kurumi yang ada di langit dan---
“Kuh------“
Beam hitam ditembak ke arah Kurumi yang tidak ada pertahanan.
Beam itu menembus dada dan perut Kurumi; kepala dan anggota tubuhnya yang lain terpotong. Dalam sekejap, siluet seorang perempuan yang lembut berkurang menjadi mayat yang menyedihkan.
“Kurumi…………….!?”
Seolah bersamaan dengan teriakan Shidou, bagian tubuh Kurumi jatuh dari langit. Saat yang bersamaan mereka menyentuh tanah, mereka mulai hancur seperti debu.
“O-Origami, kau------------“
Shidou mengangkat wajahnya dan menghentikan perkataannya.
“Eh------?”
Dia kemudian mengeluarkan suaranya.
Jelas kenapa dia seperti itu. Origami, yang membunuh Kurumi, jatuh tak kuat dan [Sayap] yang melayang tak terhitung jumlahnya berubah menjadi partikel cahaya sebelum menghilang ke atmosfir.
Dan tepat setelah itu, Astral Dress hitam Origami terbuka dan dia kembali dengan seragamnya.
Seolah----------dia berhasil menyelesaikan tujuannya membunuh Kurumi.
“Apa…….ini………..”
Shidou tidak dapat mengerti kejadian yang terjadi tepat di depannya dan setelah beberapa saat, Origami perlahan mengangkat wajahnya.
Dan.
“………..Ah-re, Itsuka-kun? Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?”
Setelah dia mengenali Shidou, dia mengatakannya dengan terkejut.
“Huh……………?”
Mata Shidou menjadi hitam dan putih mendengar respon tak terduga itu.
Ekspresi datar dan polosnya itu membuatnya tidak menembak Kurumi. Jika itu hanya akting maka, dia akan menjadi aktris terkenal yang mencatatkan namanya dalam sejarah, atau kriminal jenius.
“Apa-apaan……..ini……..”
Saat Shidou bergumam dengan sikap tercengang, Origami memiringkan kepalanya kebingungan. Namun, daripada mengarah pada respon Shidou, sepertinya dia mencoba mengingat kenapa dia ada di atap.
“Mungkin, ini terjadi lagi………”
Setelah Origami mengatakannya dengan lembut, *Pan**pan* dia membersihka debu di pangkuannya selagi mencoba berdiri.
“Lagi? A-Apa yang lagi…….?”
“Eh? Ah………kau mendengarku?”
Origami menggaruk kepalanya dengan canggung saat dia mendengar perkataan Shidou.
“Sebenarnya, kesadaranku sering hilang akhir-akhir ini. Aku pikir ini anemia atau yang lain……”
“Kesadaranmu………..?”
Alis Shidou mendekat selagi dia menelan ludahnya.
Origami melihat Shidou dengan aneh sebelum [Ah] dia mengangkat suaranya seolah dia mengingat sesuatu.
“Err, sekarang aku memikirkannya; apa kau membaca kertas yang aku berikan tadi di kelas?”
“Heh……….? Y-ya………..aku membacanya”
Setelah Shidou menjawab, Origami berbalik dan menghadapkan punggungnya padanya.
“Err, jadi itu……..kau tahu”
Setelah mengatakannya, dia lari dari atap.
“Ah----------“
Sudah terlambat walaupun dia mencoba menghentikannya. Origami memasuki sekolah dan *Ton**ton* menuruni tangga.
Ditinggal sendirian di atap, Shidou berdiri bengong untuk sesaat.
Origami datang, berubah menjadi Inverse, membunuh Kurumi dan pergi tanpa tahu apapun. Seluruh kejadian mungkin terjadi hanya 5 menit. Namun, sekitar Shidou menjadi aneh dalam waktu yang pendek.
“Kurumi…………….”
Shidou memanggil namanya dan,
“---Ya ya, kau memanggilku?”
Saat Shidou merasa sebuah bayangan datang dari sebelahnya, Kurumi, yang baru saja dibunuh oleh Origami, mengeluarkan kepalanya dari situ.
“…………….”
“Oh, kau tidak terlihat terlalu terkejut?”
“……………Sesuatu yang sama pernah terjadi sebelumnya”
Shidou menggaruk kepalanya selagi menjawabnya. Sepertinya, dia mungkin berganti dengan tiruannya saat Origami muncul.
“……….Aku tidak suka caramu menggunakan dan membuang tiruanmu. Walau mereka tiruan, mereka masih tetap hidup, kan?”
“Ufufu, Shidou-san kau terlalu baik. Tapi kau tidak perlu khawatir. Memungkinkan bagiku untuk membuat ulang [Diriku] yang terbunuh tadi dengan [Peluru ke-8 (Het)]”
“…………………..”
Dia menghembuskan nafasnya diam-diam. Nilai kehidupannya dan Kurumi berbeda jauh.
Sepertinya Kurumi tidak akan berbicara mengenail hal itu lagi. Dia melihat ke arah dimana Origami pergi, untuk mengubah topik.
“Apa pendapatmu tentang Origami-san itu?”
“Apa…….bahkan jika kamu menanyaiku begitu”
Sejujurnya, dia tidak tahu. Ekspresinya menjadi kebingungan dan meletakkan tangannya pada dagunya.
“Yah, satu hal yang jelas. Menggunakan [Peluru ke-10 (Yud)] untuk mendapatkan informasi terlihat sulit……dan itu faktanya”
“Itu……….benar”
Dia tidak tahu bagaimana situasi Origami tadi tapi, tidak salah kalau dia berubah menjadi roh saat dia melihat Kurumi. Akan sulit mendekatinya seperti itu.
“Kenapa……………ini terjadi. Aku-------apa yang aku lakukan, sebuah kesalahan……….?”
Setelah Shidou mengatakannya dengan kesakitan, Kurumi *Fuu* menghela nafasnya.
“Aku pikir bukan begitu. Jika kau tidak menyelamatkan orang tua Origami saat itu maka, kota Tenguu di dunia ini akan diinjak-injak tanpa ampun oleh Inverse Origami. Situasinya bukanlah yang [Terburuk]…..bukankah kau pikir begitu?”
“I-Itu mungkin benar tapi………”
Shidou ragu-ragu saat dia dikatakan seperti itu.
Bukan berarti dia mengerti apa yang Kurumi maksud. Memikirkan apa yang terjadi di dunia sebelumnya, dunia saat ini bisa dikatakan damai.
Tapi……….Shidou tidak bisa setuju dengan ini. Apa yang terjadi dengan Origami setelah itu? Dia penasaran dengan itu.
Kurumi *Cekikikan* mungkin dia melihat ekspresi Shidou.
“Yah, aku tahu Shidou-san akan merasa seperti itu.--------memang benar bahkan aku juga penasaran dengan bagaimana dunia di tulis ulang hanya dengan satu kejadian”
“! Maka------“
Shidou menghentikan perkataannya saat dia sampai disitu. Kurumi menaikkan satu jarinya dan menghalangi bibir Shidou.
“Naaamuuuuunnnn………..aku tidak sebaik itu kau tahu. Apapun lagi disini, akan membutuhkan biaya tambahan oke?”
Setelah mengatakannya, *Nii* dia menggerakkan bibirnya. Dia menelan ludahnya saat melihat senyuman menyeramkan itu.
“Fufu---“
Kurumi mengangkat bahunya saat dia melihat penampilan Shidou dan berputar satu kali lagi.
“Baiklah kalau begitu, aku akan pergi sekarang.-----sampai bertemu lagi, Shidou-san”
Setelah pergi begitu saja, Kurumi menghilang dalam bayangan.
Bagian 3
“---Jadi”
Setelah Shidou pulang, Kotori, yang sudah menunggunya dengan pita hitam komandannya, berkata seperti itu selagi membuat batang chopa chops di dalam mulutnya berdiri.
“Bisakah kau jelaskan apa yang terjadi, Shidou”
Setelah dia mengatakannya, dia menatap Shidou.
Shidou jelas tahu apa alasannya.------ini semua tentang Origami.
Ada 3 orang saat ini di ruang keluarga Itsuka. Satunya Shidou, satunya Kotori dan yang terakhir adalah perempuan yang mengantuk, yang bersiap dengan tablet kecilnya. Itu adalah petugas analisis <Ratatoskr>-Murasame Reine.
“Ba-bahkan Reine-san”
“………Hnn, yah, anggap saja aku pengganti sekretaris. Aku akan pergi jika tidak nyaman untukmu”
“Ti-tidak itu tidak benar………”
Shidou menggaruk pipinya selagi mengatakan itu.
Tidak ada satupun Roh di sekitarnya dan mereka mungkin diberitahu untuk diam di mansion. Sepertinya mereka ingin mendengar pernyataan Shidou.
“Oke, lanjutkan Shidou”
Kotori menyentakkan dagunya untuk mendesaknya.
“Y-ya………….”
Namun. Walaupun dia menguasai atmosfir, Shidou masih ragu-ragu.
Memang benar bahwa, dia akan memberitahukan situasinya saat dia pulang ke rumah, agar mendapatkan bantuan dari <Ratatoskr>. Tapi, saat waktunya tiba, dia kebingungan bagaimana menjelaskan kejadian yang terjadi.
Kotori mendengus tidak senang mungkin dia mengira pikiran Shidou.
“…………Fuun. Apa, tidak bisa berbicara setelah sampai disini? Atau mungkin, apa kau merasa gelisah karena aku tidak mengerti apa yang Shidou katakan? Jangan meremahkanku. Aku penasaran apakah Shidou melihatku sebagai komandan yang tak dapat diandalkan?”
“Tidak, aku tidak berencana melakukan itu”
Setelah Shidou mengayunkan kepalanya, Kotori memanyunkan bibirnya seolah dia merajuk dan mengeluarkan suara yang lembut.
“……………Kenapa kau tidak bisa lebih mengandalkanku…..Onii-chan”
“………….!”
Shidou melebarkan matanya setelah Kotori berbicara seperti itu.
Dia kemudian menggaruk kepalanya sebelum menghela nafasnya.
“……………itu benar. Maaf soal itu, Kotori”
Setelah menasihati diri sendiri, Shidou perlahan merendahkan kepalanya.
---Kenapa, dia harus takut? Kotori, perempuan yang ada di depan Shidou lebih pintar darinya dan perempuan yang sangat kuat.
“Ini mungkin terdengar aneh tapi, apa yang akan aku beritahukan adalah kebenaran yang tak terbantahkan.----Maukah kau mendengarkan?”
Setelah Shidou mengatakannya, ekspresi Kotori langsung menjadi cerah. Tapi, dia cepat-cepat mengangkat alisnya dan kembali ke mode komandan sebelum mengangguk.
“Ya, tentu saja”
Setelah Shidou tersenyum kecut pada Kotori, dia mulai berbicara.
Tentang, fakta bahwa dia berteman dengan perempuan bernama Origami.
Tentang, fakta bahwa Origami berubah menjadi roh, inverse dan menghancurkan kota.
Tentang, fakta bahwa Shidou kembali ke waktu 5 tahun yang lalu menggunakan kekuatan Kurumi untuk mencegahnya, dan dengan menyelamatkan orang tua Origami, dia berhasil mengubah rute dunia ini.
Tentang, fakta bahwa Origami hadir di dunia ini sebagai roh bernama <Iblis>.
---Menghabiskan waktu 5 menit.
Shidou dengan tenang menjelaskan pengalamannya pada Kotori dan Reine.
“…..dan, itulah semuanya”
“………………..”
Setelah dia menyelesaikan ceritanya, Kotori *Guuu* mengerang sebelum sedikit mengangguk.
“----Menulis ulang dunia…….begitu. Akhirnya aku mengerti kenapa Shidou bersikap aneh kemarin”
Dia mengatakannya dan meletakkan tangannya pada dagunya.
“Yah, aku akan percaya padamu tuk saat ini. Tidak ada yang melintas dalam pikiranku kenapa Shidou berbohong padaku. Juga----“
Kotori memberikan isyarat pada Reine. Reine [………hn] membalas dengan pendek dan setelah dia menggunakan tablet di tangannya, dia mengarahkan layarnya ke arah mereka.
“Hnn………?”
Shidou melihat layarnya sebelum menganga.
Gambar yang ditunjukkan adalah tampilan dari Inverse Origami berdiri di atap SMA. Di ujung gambar, Shidou dan Kurumi ada disana. Itu adalah adegan yang benar dialami Shidou.
“Ini--------“
“Ya. Ini adalah gambar yang diambil dengan kamera otomatis siang tadi…..kami mengirimkan beberapa kamera untuk mencari informasi tentang Tobiichi Origami tapi, aku tidak pernah menyangka akan melihat momen yang menentukan ini”
Wajah Kotori terlihat sakit selagi *Fuumuu* mengerang.
“Tobiichi Origami jelas <Iblis>. Tapi, dia tidak tahu tentang itu…..sebenarnya, Reine memiliki analisis parameternya tapi, dia tidak berbohong sama sekali”
“Lalu, seperti yang diduga……….”
“Ya. Ada kemungkinan bahwa Tobiichi Origami tidak menyadari bahwa dia telah berubah menjadi roh”
Shidou menelan ludahnya saat dia mendengar perkataan Kotori.
“Apakah itu……mungkin?”
“Ini adalah pola yang belum pernah kita lihat tapi……..selama ada contohnya disini, kita tidak bisa menyangkal fakta tersebut. Aku tidak memiliki petunjuk kenapa hal ini bisa terjadi”
Saat Kotori mengatakannya, Reine, yang memainkan tabletnya sedikit menghela nafasnya selagi mengelus dagunya.
“……..boleh aku mengatakan sesuatu?”
“Hnn, ada apa Reine”
“……….Hn. Ini hanya spekulasiku atau alasanku tapi, ada hal yang ingin aku tanyakan dalam cerita Shin”
“Pertanyaan…….? Apa itu?”
Reine mengangguk sebelum melanjutkannya setelah mendengar perkataan Shidou.
“………….aah, Shidou berhasil mengubah dunia. Dan, semuanya tidak mengingat dunia sebelumnya……..kau bilang begitu, kan?”
“Ya. Yang tahu tentang dunia sebelumnya hanya aku dan Kurumi”
“……..Itu dia”
“Eh?”
Setelah Shidou memiringkan kepalanya, Reine menaikkan satu jarinya.
“…….Aku hanya penasaran kenapa hanya kau dan Kurumi yang memiliki ingatan tentang dunia sebelumnya. Kurumi mungkin oke karena kemampuannya tapi, aku tidak mengerti alasannya tentang Shin”
“Uuuuuun………”
Sekarang dia diberitahu begitu; dia benar. Shidoulah yang mengubah dunia jadi……….dia puas dengan itu tapi, memang benar dirinya saat ini adalah Shidou, yang tinggal di dunia baru yang dibuatnya. Dia tidak tahu jawaban yang jelas kenapa dia memiliki ingatan tentang dunia sebelumnya saat, dia seharusnya tidak memiliki ingatan tersebut”
“…………..sepertinya, ada semacam kondisi untuk menyimpan ingatan tentang dunia sebelumnya”
“Kondisi………seperti apa?”
“……….aku tidak tahu detilnya. Jika kita mengeluarkan Kurumi sebagai contoh maka sampelnya hanya sedikit. Tapi contohnya, mari kita katakan kondisinya adalah [Ditembak oleh Yud Bet milik Kurumi] dan [Memiliki Reiryoku]………..bagaimana?”
“? Dan itu………..”
Saat wajah Shidou kebingungan, Kotori yang duduk berlawanan [Ahh] melebarkan matanya”
“Begitu, jika beberapa kondisi dibutuhkan maka………saat Tobiichi Origami mendapatkan Reiryoku oleh <Phantom>, ada kemungkinan dia akan mengingat kembali ingatan tentang dunia sebelumnya. Tanpa memperhatikan fakta bahwa dia memiliki ingatan tentang dunia ini……!”
“Ah……….!”
Shidou akhirnya mengerti setelah dia mendengar penjelasan Kotori.
“Tu-tunggu dulu Reine-san. Artinya…….inverse Origami [adalah Origami yang mendapatkan kembali ingatan tentang dunia sebelumnya]……?”
Reine menutup matanya mendengar perkataan Shidou.
“……Aku sudah mengatakan ini. Ini hanya spekulasiku. Ini hanya kemungkinan. Tapi………….ini adalah fakta yang dapat membuat hal ini masuk akal.
“Ta-tapi……Origami biasa saja saat dia datang ke sekolah--------lupakan itu, dia harusnya Origami yang memiliki ingatan tentang dunia sebelumnya, kan?”
“………..Aku tidak akan bisa tahu detilnya kecuali kita bertanya pada Kurumi tapi, tidak seperti Shin, yang memang sudah memiliki ingatan tentang dunia sebelumnya; Origami memiliki ingatan tentang dunia ini. Apa yang akan terjadi jika ingatannya tentang dunia sebelumnya diberikan secara paksa kedalam pikirannya………..Aku tidak berpikir itu akan memberikan efek yang bagus terhadap pemilik ingatan tersebut, setidaknya. Agar bisa melindungi dirinya sendiri, mungkin untuk berpikir bahwa Origami yang memiliki ingatan tentang dunia ini dan Origami yang memiliki ingatan tentang dunia sebelumnya, terpisah”
Reine melanjutkan.
“……….tombol yang masuk akal yang akan memanggil Origami yang memiliki ingatan tentang dunia sebelumnya adalah---“
“----Kehadiran roh………bisa dikatakan begitu”
Kotori membuat batang Chupa Chupsnya berdiri dan mengatakannya. Reine [……..Sepertinya] setuju dengannya.
“…………dinilai dari reaksinya saat Tohka di kelas, dia mungkin hanya bereaksi pada Reiryoku. Jika begitu maka…….sangatlah berbahaya untuk menunjukkan batasan Astral Dress di depannya”
Memang benar bahwa Origami berubah menjadi roh saat dia melihat Kurumi. Dan, dia kembali normal setelah dia membunuh Kurumi.
“T-Tapi……….jika itu memang benar maka, apa yang harus kita---“
“Apa yang kau katakan”
Setelah Shidou mengatakannya dengan suara gemetaran, Kotori cepat-cepat menghentikannya.
“Mungkin memang benar bahwa lawan kita adalah roh inverse paling mematikan dan terburuk <Iblis>. Tapi, mengubahnya menjadi sisi yang lain, dia hanya akan berubah menjadi roh dalam kondisi tertentu walaupun dia memiliki Reiryoku yang besar”
“Itu…………..”
Shidou mengatakannya sebelum mengepalkan tinjunya.-----seperti yang Kotori katakan. Tidak ada yang akan mulai jika dia terus berlari.
“----Ini mungkin kasus yang tidak biasa tapi, selama kita tahu bahwa Tobiichi Origami adalah <Iblis>; hanya ada satu yang <Ratatoskr> akan lakukan”
Kotori melihat ke arah Shidou.
Tidak perlu dikatakan. Shidou menarik bibirnya dan mengangguk.
Filosofi <Ratatoskr>; untuk menenangkan roh yang menyebabkan Gempa Luar Angkasa dengan maksud damai.
Dan untuk mendapatkannya, hanya ada satu metode yang diperlukan.
Dan-----untuk [Mengencani mereka dan membuat mereka jatuh cinta].
Kotori mengangguk puas saat dia melihat respon Shidou sebelum meletakkan batang Chupa Chups di sela-sela jarinya dan menunjuknya ke arah Shidou.
“……..jadi sudah ditentukan, ayo mulai langsung bergerak besok. Shidou, entah bagaimana buatlah kontak dengan Origami dan ajak dia berkencan. Batasnya minggu ini”
“Aah……..itu benar”
Saat itu, Shidou mengingat sesuatu dan [Ah] mengeluarkan suara.
“? Ada apa?”
“Aku sudah melakukannya……….janji kencan. Dia bilang padaku dia bebas pada hari Sabtu……….”
“Haaaa!?”
Kotori berteriak keras mungkin karena jawaban Shidou sangatlah tidak terduga.
“A-Apa-apaan itu? Apa kau mengobrol cinta sebelum hasil observasi kami keluar? Shidou kau melakukannya?”
“Ti-tidak…….aku tidak mengobrol cinta dengannya…….”
“………..lalu kenapa topiknya berubah menjadi kencan”
“Yah itu karena………….”
Saat Shidou kesulitan menjawabnya, Kotori *Jii* menatapnya.
“Fuuun………sepertinya aku harus mendengar hubungan macam apa yang kau miliki dengan Tobiichi Origami di dunia sebelumnya”
“A-Apa yang……..”
Dengan gerakan tangan seperti kucing yang menyudutkan tikus, Kotori menepuk dagu Shidou. Wajah Shidou menjadi pucat dalam sensasi yang aneh.
Bagian 4
“……………….aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh”
Waktu malam. Selagi berbaring pada kasurnya, Origami memeluk guling panjangnya dan berguling-guling.
Alasannya mudah. Dia saat ini sedang malu karena hal yang dia lakukan hari ini.
Walaupun dia yang mengundangnya, balasannya terlalu rendah hati. Bukan hanya itu, dia bahkan bertemu lagi dengannya di atap. Karakter utama perempuan komik apa kau!? Itu adalah situasi dimana dia sendiri ingin menyangkalnya.
---tapi. Setelah Origami menghembuskan nafasnya, dia melihat ke atas kasurnya dan menatap langit-langit.
Pemuda itu……….saat dia melihat wajah Itsuka Shidou, dia benar-benar terkejut.
Pemuda yang terukir di dalam ingatan Origami. Shidou benar-benar terlihat mirip dengan pemuda yang mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan orang tua Origami 5 tahun yang lalu.
Mungkin itu alasannya; emosi yang aneh yang menyerang Origami saat dia melihat wajah Shidou.
Tidak-----bukan hanya itu.
Saat dia mendengar suaranya.
Saat dia mencium baunya.
Saat dia menyentuh tangannya.
---Origami merasakan emosi yang tak dapat diungkapkan dalam hatinya.
Apa itu? Itu tidak menjijikkan. Namun, perasaan aneh seperti dia merasa hatinya tergelitik.
“………..jangan bilang ini”
Origami mengeluarkan suara yang lembut. Emosi yang tak teridentifikasi. Perasaan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Kemungkinannya adalah---
Saat itu, ponselnya yang ada di sebelah bantalnya menerima pesan.
“……………!”
Ringtone yang tiba-tiba membuatnya terkejut.
Dia kemudian menenangkan dirinya sendiri dan menjulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya, dia menemukan bahwa pengirim pesannya adalah Shidou saat dia melihat ke layar.
“----!”
Saat dia menyadarinya, jantungnya mulai berdebar kencang yang membuatnya tidak tahu kenapa.
Tapi, dia tidak membeku seperti ini selamanya. Dia mengambil nafas dalam-dalam sebelum mengutak-atik ponselnya dan membaca pesannya.
Yang tertulis disana adalah permintaan maaf karena sudah tiba-tiba mengundangnya hari ini, pesan bahwa dia akan merasa senang untuk bertemu dengannya lagi dan juga, waktu dan tempat bertemu pada hari Sabtu.
“Wa-wawah”
Setelah Origami menjatuhkan ponselnya seperti dia sedang memegang batu panas, dia berguling di kasur dengan panik.
Dia tidak bisa tenang untuk beberapa alasan. Kepalanya sedang kacau walau dia hanya menerima pesan dari lelaki yang baru dia temui hari ini.
“……….! O-oh ya, balasan----“
Setelah 10 detik yang kacau, Origami akhirnya mengingat apa yang harus dia lakukan dan menumpahkan seluruh kekuatannya pada tombol ponsel.
“………waktu dan tempat janjian dimengerti. Oke……..”
Tapi, tangannya berhenti tepat sebelum dia mengirimkan pesannya.
---Apa balasan ini cukup? Apakah ini terlalu simpel?
“……………….”
Setelah Origami menghapus pesannya, dia memperbaiki posturnya dan menulis kembali.
Dia membalas pesan Shidou dengan tiap kata ditulis dengan hati-hati; dia mengekspresikan betapa bahagianya dia bisa berbicara dengannya, dia tidak bisa menunggu hari Sabtu nanti dan dia akan mendapatkan perasaan yang aneh setiap dia memikirkan Shidou. Tapi.
“………apa aku ini seorang gadis!”
Merasa malu, pipi Origami kembali memerah sebelum menghapus pesannya lagi.
Pada akhirnya, Origami hanya berhasil mengirim balasannya pada Shidou keesokan harinya.
Bagian 5
Sabtu, 11 November.
Shidou berjalan ke stasiun Tenguu sendirian.
Langitnya biru. Walaupun udaranya sedikit dingin, mataharinya sangat hangat dan tidak terasa bahwa temperatur hari ini mendekati musim dingin. Ini adalah cuaca terbaik untuk kencan.
“-------walau begitu, bukankah kau terlalu cepat? Waktu janjiannya jam 11, kan?”
Suara Kotori dapat terdengar dari Incam kecil yang dipakai Shidou pada telinga kanannya.
Incamnya tersambung pada pesawat udara <Fraxinus> yang melayang sekitar 15000 meter di atas Shidou dan seluruh kru dalam pesawat itu akan menyediakan bantuan untuk kencan Shidou.
“Tidak…………”
Shidou membalas dengan lembut selagi melihat layar ponselnya. 10:12 pagi. Masih ada 48 menit lagi sampai waktu yang dijanjikan.
“Tidak aneh jika Origami sudah ada disini. Tentu saja, aku tidak bisa bilang bahwa Origami benar-benar berbeda dari yang aku kenal tapi……..lebih baik daripada membuatnya menunggu lama, kan?”
Setelah Shidou mengatakannya, Kotori [Fuuunn……..] berbicara dengan maksud di belakang suaranya, melalui Incamnya.
“Kau cukup tahu banyak huh---hanya sebagai teman sekelas”
Kotori mengatakannya dengan duri dalam nadanya. Shidou tersenyum kering selagi keringat bercucuran dari dagunya.
Saat dia bertanya hubungannya dengan Origami di dunia sebelumnya, dia membalas itu sebagai jawabannya tapi…………sepertinya, Kotori tidak mempercayainya.
“……….perlu diketahui, karena kalianlah aku menjadi akrab dengan Origami.”
Shidou mengkedutkan pipinya selagi komplen pada Incamnya. Sebenarnya, walau ini semua bermula karena kejadian 5 tahun yang lalu, alasan kenapa Shidou sering berbicara pada Origami karena ini merupakan [Latihan] yang diajukan oleh Kotori. Dia bilang pada Kotori juga untuk jaga-jaga……….
“Siapa yang tahu~~aku tidak tahu apa yang kau bicarakan”
“Guh………….”
Realitasnya; Kotori di dunia mungkin tidak mengingat pernah mengatakannya. Shidou menggertakkan giginya, bingung bagaimana membalasnya.
Dia sampai pada loron stasiun tepat saat mereka sedang membicarakannya.
Tempat pertemuannya dengan Origami adalah tepat di depan air mancur lorong stasiun. Itu adalah tempat pertemuan yang sama saat dia harus berkencan tiga sekaligus dengan Tohka dan Kurumi juga.
“Ah------“
Setelah berjalan memasuki lorong, Shidou mengeluarkan kata pendek dan berhenti ditempat.
Alasannya mudah. Origami sudah ada di depannya.
Lagipula, dia terkejut bukan karena sudah melihat Origami di sana. Alasan kenapa Shidou berhenti disana untuk sesaat karena pakaiannya.
Dia mengenakan blus dengan desain yang lucu, dan sebuah cardigan. Rok dengan warna musim gugur. Mata Shidou langsung tertuju padanya saat dia melihat gaya perempuan yang tidak cocok dengan Origami yang ada dalam ingatannya.
“Shidou?”
“………..! Y-Ya.”
Dia mengangkat tubuhnya saat Kotori memanggilnya.
“Haa……..masa depan terlihat suram”
“Ma-maaf………….”
“Tolong fokus. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada dunia sebelumnya tapi, setidaknya, perempuan yang ada di depanmu saat ini adalah pemburu Roh <Iblis>. Kita tidak tahu apa yang dia lakukan jika kau menurunkan kewaspadaanmu. Tolong pergi dengan persiapan menghadapi Tokisaki Kurumi”
Kotori memperingatkannya. Shidou mengambil nafas dalam-dalam untuk mengatur detak jantungnya sebelum dia memiringkan kepalanya ke depan.
“Ya aku mengerti.”
“Bagus”
Kotori *suuu* menghembuskan nafasnya sebelum,
“Oke-------ayo mulai Perang kita”
Mengatakannya, dan mengumumkan mulainya rencana.
Di saat yang bersamaan, Shidou mulai menggerakkan kakinya, yang dia hentikan, mengarah kepadanya.
Dia mungkin menyadarinya saat dia melakukannya. Origami, yang berdiri di depan air mancur, mengangkat wajahnya dan terlihat terkejut.
“Itsuka-kun? Kau cepat sekali”
“Haha…….itu juga berlaku untukmu, kan?”
Setelah Shidou mengatakannya, Origami melihat ke arah jam yang ada disana, dan menyusutkan bahunya karena merasa malu.
“Err, aku tidak ingin membuatmu menunggu”
“Aah, aku berpikir begitu juga”
Origami melebarkan matanya setelah mengatakannya. Setelah sesaat, dia mengeluarkan senyumnya.
“Terima kasih sudah mengajakku hari ini, Itsuka-kun……..tapi err, ini mungkin terdengar memalukan tapi, aku tidak pernah pergi keluar sendirian dengan laki-laki jadi, mungkin akan terjadi masalah”
“Ti-tidak, bahkan aku juga tidak pernah”
Shidou mengayunkan kepalanya mendengar perkataan Origami. Saat dia melakukannya, suara Kotori bergema di telinga kanannya untuk menyangkalnya.
“Aku kagum kau bisa mengatakan itu setelah mengencani roh-roh itu”
“Di-diam”
“? Apa yang kau katakan, Itsuka-kun”
Origami memiringkan kepalanya penasaran. Shidou cepat-cepat [Tidak, tidak apa-apa].
“Lagipula……….kita teman sekelas jadi, bisakah kau berhenti menjadi formal?”
“Tapi”
“Ini, akan membuatku merasa canggung. Jadi tolong?”
Shidou mengatakannya sebelum menepuk kedua tangannya; Alis Origami menjadi berbentuk untuk sesaat tapi, dia mengangguk mengerti.
“Aku mengerti……….err………..baiklah”
Origami mengatakannya dengan sikap yang tak biasa. Shidou menyantaikan pipinya dan bernostalgia.
“Haha……….Origami memang seperti itu, seperti yang diduga”
“Heh?”
Origami mengeluarkan suaranya mendengar perkataan Shidou. Dia menyadari bahwa dia memanggilnya [Origami] secara tidak sadar lagi seperti beberapa hari yang lalu.
“Ah……….Maaf, aku memanggilmu secara refleks. Err……….hanya saja itu nama yang indah”
Shidou mencoba tuk memainkannya. Dia tidak berbohong tapi, sebenarnya, alasannya lebih kepada fakta bahwa dia memanggilnya begitu di dunia sebelumnya. Awalnya dia memanggilnya Tobiichi tapi, dia mulai terbiasa memanggil namanya sebelum dia sadar.
Origami terlihat gelisah tapi, dia tidak terlihat buruk. Mulutnya tersenyum lebar.
“Terima kasih. ------Ini nama yang diberikan ayah dan ibuku”
“Begitu………..”
Ayah dan ibu. Kata-kata itu membuat Shidou merasa sesuatu yang rumit di dalamnya.
Tapi, Origami sedikit berpaling selagi menggerakkan bibirnya. Mungkin karena dia menyadari apa yang Shidou pikirkan.
“Itu kenapa, aku tidak keberatan------jika Itsuka-kun memanggilku begitu”
“Eh?”
“Err, maksudku Origami”
Origami mengatakannya dengan pipi yang memerah. Jantung Shidou berdebar tak terduga saat dia melihatnya.
“Shidou, kenapa kau terus diam! Pasanganmu akhirnya menjadi dekat denganmu kau tahu?”
“Ah----“
Shidou cepat-cepat melanjutkan perkataannya saat dia mendengar perkataan Kotori.
“Te-terima kasih……..Origami”
Walau itu hanya nama yang dia katakan secara biasa, jadi memalukan sekarang saat dia mendapatkan izin untuk melakukannya. Seperti dirinya, Origami sedikit memalingkan muka dari matanya dan membalas.
“Un”
“Ah---tentang itu. Kau bisa memanggilku Shidou jika kau mau. Tidak adil jika kau tidak melakukannya”
“Eh?”
Origami melebarkan matanya secara refleks saat Shidou mengatakannya. Dan setelah menggumamkan sesuatu dengan lembut, dia mengeluarkan suaranya.
“Shid------,………”
Tapi, setelah dia menghentikannya di pertengahan, dia menggaruk pipinya dengan gelisah.
“………..aku tidak keberatan sampai kau terbiasa”
“Eh? Aah, te-tentu saja!”
Setelah Shidou setuju, beberapa detik berlalu dengan keheningan.
“Shidou, aku tidak menyarankanmu untuk diam terlalu lama. Apapun tak apa, tinggal sambungkan semuanya”
Perintah Kotori melayang padanya. Seperti yang dia katakan. Dia mencari topik dalam kepalanya sebelum menggerakkan mulutnya.
“Hei, err”
“Err”
Tapi, suaranya menutupi suara Origami juga. Perasaan malu yang aneh menyerang mereka.
Origamilah yang merusak situasinya. Dia kembali melihat Shidou dan bertanya.
“Sekarang aku memikirkannya, Itsuka-kun, apa yang akan kita lakukan hari ini?”
“Eh?”
“Maaf. Tapi, aku hanya mendengar tentang waktu dan tempat”
“Y-ya, aku lupa tentang itu. Hari ini--------“
Setelah Shidou mengatakannya, dia mendengar beberapa suara yang tidak dia dengar untuk waktu yang lama di telinga kanannya.

Saat ini di pesawat udara <Fraxinus> yang melayang 15000 meter di atas kota Tenguu, para elit <Ratatoskr> ada di sana.
Dibawah perintah Kotori, para elit ahli cinta mendukung Shidou. Semuanya mempertahankan situasi gugup yang ideal sambil melihat monitor utama yang dipasang di sana.
Gambar yang dikirim dari kamera otomatis ditampilkan di monitor. Seolah mengikuti pandangan Shidou, targetnya kali ini-gambar Tobiichi Origami diperbesar, beberapa sudut berbeda yang diambil dari berbagai kamera terdekat dan segala macam parameter.
Dan---saat ini. Saat Origami menanyakan pertanyaan, *Pikon!* sebuah suara bergema disana dan monitor menampilkan sebuah gambar.
“Pilihannya keluar…….!”
Kotori, yang duduk di kursi komandan di atas, menggerakkan batang Chupa Chupsnya naik turun selagi memukul pangkuannya.
AI yang terpasang di <Fraxinus>, akan memantau pergerakan emosi target dan akan menampilkan 3 pilihan yang harus Shidou pilih.
[Sebenarnya, ada film yang ingin aku lihat bersamamu] tonton film romantic di bioskop
[Aku berpikir untuk berbelanja] nikmati berbelanja
[Hentikanlah bagian yang menyebalkan] langsung ke hotel cinta
“Semuanya, pilihan kalian!”
Mematuhi perintah Kotori, para anggota mengklik tombol yang ada di depan tangan mereka secara bersamaan.
Langsung saja, total pilihan yang dipilih terpampang di monitor.
Yang paling banyak adalah---.
“Fumu……… huh. Itu rute yang aman huh”
Setelah Kotori mengelus dagunya, anggota kru di dek bawah; <Pernikahan Buruk> Kawagoe mengangkat suaranya.
“Sulit untuk membuang pilihan tapi, pergi ke suatu tempat tanpa obrolan tidak akan membuat hal menjadi mudah.
Selanjutnya, <Deprive> Minowa membuka bibirnya untuk menunjukkan persetujuannya.
“…….Lagipula, kenapa muncul tiba-tiba……”
Semuanya tidak ada yang tidak menyetujuinya dan mengangguk. Diantara mereka, keringat bercucuran pada pipi <Nail knocker> Shiizaki.
“Kita tidak akan tahu tanpa bertanya pada AI <Fraxinus>.”
Kotori mengangkat bahunya selagi mengatakannya. Sebenarnya, Kotori mencoba untuk memancing Shidou dan Tohka ke hotel saat penaklukan Tohka tapi, itu karena roh tidak tahu apapun tentang dunia ini (Ini adalah kebijaksanaan tapi, jika Shidou akan melakukan sesuatu lebih dari ciuman maka, direncanakan anggota organisasi akan menyamar sebagai pengumpul sampah yang akan masuk).
Tapi, targetnya kali ini sebelumnya adalah manusia. Yang artinya, kemungkinan dia tahu tentang apa [Itu] adalah tinggi. Jika seseorang membawanya ke tempat seperti itu pada kencan pertama maka ditampat tak dapat diperdebatkan lagi.
Setelah Kotori mendekatkan micnya, dia melemparkan perintah pada Shidou.
“Shidou, aku putuskan. ------“
“----tunggu sebentar”
Tapi, Shidou menyela perkataan Kotori dengan suara bisikan yang lembut untuk menghindari Origami mendengarnya.
“Ada apa”
“………….Ada sesuatu yang ingin aku coba”
“Eh?”
Dia melebarkan matanya mendengar suara serius tidak biasa Shidou. Ini pertama kalinya Shidou mengatakan itu.
Namun; dia menyadari sesuatu. Roh kali ini-------Tobiichi Origami adalah gadis spesial.
Jika perkataan Shidou benar; dunia ini adalah cabang dari dunia 5 tahun yang lalu-------------dan Shidou mungkin akrab dengan Origami di dunia parallel yang lain.
Jika begitu maka, tidak aneh untuk Shidou mengetahui selera Origami yang mereka belum ketahui.
Setelah beberapa saat, Kotori menjentikkan batang Chupa Chupsnya.
“-----aku mengerti. Kali ini spesial. Silahkan pilih apa yang kau suka, Shidou”
“………………..”
Setelah Kotori mengatakannya, Shidou mencolek Incamnya diam-diam untuk menunjukkan bahwa dia mengerti.
Monitor utama kemudian bergerak ke arah Origami.
“Hei, Origami. Ada suatu tempat yang ingin aku datangi, boleh?”
“Uh, oke”
Origami mengangguk dan mengikuti Shidou.
Dan, setelah berjalan beberapa saat, Shidou tiba-tiba berhenti.
“Ehhh?”
Origami melihat ke arah bangunan di depannya, dan bengong.
Namun, itu normal. Itu karena, tempat yang Shidou datangi dengan Origami adalah kastil-seperti bangunan dengan biaya penginapan dan biaya istirahat pada papannya.
Alarm yang sangat keras bergema di pesawat. Di saat yang bersamaan, <President> Mikimoto dan <Dimension Breaker> Nakatsugawa berteriak selagi mereka melihat monitor masing-masing.
“Emosinya tidak stabil”
“Tobiichi Origami! Perasaannya terguncang!”
“Jelas saja, apa yang kau pikirkan Shidouuuuuu!”
Setelah Kotori berteriak, dia menarik mic agar mendekatinya.
“Shidou! Mainkan sebelum Origami menjadi marah!”
“Eh? Tapi”
“Cepatlah sebelum terlambat!”
Setelah Kotori mengatakannya, Shidou pura-pura seolah tersesat untuk sesaat sebelum tersenyum pada Origami.
“Oke, disini, kemari”
“Ah……..ini bukan tempatnya”
Origami menghembuskan nafasnya merasa lega.
“Y-ya tentu saja. Ayo, kemari”
“U-un”
Shidou membawa Origami melewati hotel. Alarmnya akhirnya berhenti.
“Haa………….apa yang kau pikirkan Shidou. Sudah jelas dia akan menolak jika dia di bawa ke tempat seperti itu di kencan pertamanya.
Setelah Kotori menyeka keringat di dagunya, wajah Shidou menjadi kebingungan selagi mengeluarkan suara yang lembut.
“Maaf. Aku pikir ini tempat untuk Origami……….”
“Tidak, kenapa itu”
Dia tidak mengerti kenapa Shidou mengkombinasikan Origami dan hotel bersamaan. Dia membalas dengan pipi yang berkedut.
“Ya sudah, pilih . Pergilah berbelanja”
“………….Aku mengerti”
Shidou mengangguk dan memberitahu Origami bahwa mereka akan berbelanja.
Selagi melihat kejadian pada monitor, Kotori berbicara pada kru yang ada di dek bawah.
“Jadi, bagaimana level kasih saying Origami? Akan bagus jika tidak jatuh drastis…………”
“So-soal itu……….”
Nakatsugawa memperbaiki posisi kacamatanya dengan kesusahan.
“Emosinya memang sangat terguncang tapi…….level kasih sayangnya tidak turun sama sekali……..tidak, malahan, sedikit lebih tinggi……?”
“Apa yang kau bilang?”
Kotori mengeluarkan suara yang meragukan mendengar perkataan Nakatsugawa.

Selagi menemani Origami, mereka melewati gang belakang dan berjalan ke jalan utama.
Di tengah perjalanan, Origami tiba-tiba mengangkat suaranya.
“Jadi, kemana kita akan pergi?”
“Yah, aku berpikir untuk berbelanja”
Setelah Shidou bertanya, Origami memiringkan kepalanya.
“Apa yang akan kau beli?”
“Ah………..Errr………………”
Sekarang dia memikirkannya, mereka belum memutuskannya. Dia menggaruk pipinya selagi tenggelam dalam pikirannya.
“Berhenti. Pilihannya sudah keluar”
Suara Kotori muncul dari Incam yang ada di telinga kanannya dan pesan suara otomatis membacakan pilihannya.

3 pilihan terpampang pada monitor utama.
Atur pemilihan toko dengannya
Bermain dengan hewan di toko hewan peliharaan dan memperkecil jarak
Pergi ke apotek yang ada di gang belakang yang menjual obat kuat dan obat perangsang
“Semuanya, pilihan kalian!”
Total angka pilihan terpampang di monitar tepat setelah Kotori berteriak. Hasilnya adalah yang paling banyak sedangkan hanya berselisih sedikit.
huh. Sama denganku”
Para kru membalas suara Kotori.
“Yah, itu semua sesuai”
tidaklah buruk tapi, kita tidak tahu apa dia suka binatang atau tidak”
“………lagipula, apa-apaan itu? Ini terasa spesial tapi……..”
Kawagoe mengangkat alisnya dan bertanya. Memang benar hanya satu pilihan yang berbeda jenis. Apa yang AI pikirkan?..........apakah perbaikan besar diperlukan?
“Shidou, kau mendengarku? Jadi yang cocok adalah -----“
“Tidak, harus
Dari sisi berlawanan dengan Incam, Shidou mengeluarkan suaranya dengan biasa.
“Huh?”
Alisnya mendekat mendengar perkataan Shidou.
“Apa yang kau katakan Shidou. Tolong tenang. Itu jelas bukan tempat untuk dituju remaja!”
“Tidak, tapi ini Origami yang kita bicarakan……..”
“Apa maksudmu!?”
Dia tidak mengerti. Kotori berteriak.
“Walaupun kau tanya aku………..berbicara tentang Origami, itu pasti minuman kuat; berbicara tentang minuman kuat, itu pasti Origami”
Shidou mengatakannya seolah itu masuk akal. Kotori meletakkan tangannya di kepalanya secara langsung.
“Tidak, serius, aku tidak mengerti. Gadis seperti apa [Tobiichi Origami] yang kau tahu?”
“Eh………..? Hmm, dia seseorang yang akan membuatku meminum kombinasi dari minuman kuat yang dididihkan, dia akan memasang perangkap untuk mencegahku kabur dari rumahnya, dan dia akan menjilati leherku saat aku memberikan gendong punggung……”
“Haaa!? Kau bercanda? Tidak mungkin perempuan itu ada di dunia ini!”
“Wa-walaupun kau bilang begitu……….”
Shidou mengatur alisnya dengan kesusahan. Sepertinya dia tidak bercanda dan dia serius tentang ini.
Saat itu, Kotori mengingat kembali pergerakan level kasih sayang Tobiichi Origami tadi.
Walaupun dia terguncang dari pilihan yang tak terduga, kasih sayangnya tidak turun sama sekali. Kemungkinan ini……..
Setelah Kotori mengatur pikirannya dalam 2 detik, *Fuun* dia menghela nafasnya.
“……….oke. Cobalah.”
“Komandan!?”
Suara terkejut datang dari dek bawah. Namun, Kotori tidak mengalihkan pandangannya dari monitor dan melanjutkannya.
“Sebagai gantinya, jika level kasih sayangnya turun walau hanya sedikit atau emosinya jadi tidak stabil maka, cepat bergerak ke . Oke?”
“Y-ya, aku mengerti”
Setelah membalas padanya, Shidou membawa Origami kembali ke gang belakang.

“------oke, ini tempatnya kalau gak salah”
“Eh?”
Origami membuka lebar matanya terkejut saat Shidou menghentikan langkahnya di depan apotek di gang belakang.
Tapi itu normal. Terlihat seperti bangunan multi sewa pada pandangan pertama. Namun, setelah memasuki bangunan dan menuju lantai 2 , apotek dengan interior seperti rumah hantu. Itu adalah tempat rahasia yang tidak akan ditemukan jika seseorang hidup dengan normal. Jika Shidou tidak diberitahu tentang tempat ini oleh Origami di dunia sebelumnya maka, dia mungkin tidak akan bisa sampai disini.
Botol-botol kemas yang sulit ditemukan di toko obat sangatlah banyak di toko ini. Tulisan yang tertulis di label jelas bukan Bahasa Jepang membuat tempat ini 100% untuk orang aneh.
“Toko……….apa ini?”
Origami bertanya dengan ragu. Tapi, seperti yang diduga dia tidak bisa bilang bahwa [Origami adalah pelanggan tetap disini], dan membuat sesuatu.
“Yah, mari kita lihat. Kita pergi ke tempat lain jika kau tidak suka”
“U-un………”
Origami melihat ke sekitar obat-obatan aneh yang berbaris di toko dengan penasaran. Namun, beberapa tidak masuk akal untuknya dan terkadang membuatnya memiringkan kepalanya…….Apa seleranya berbeda dari Origami yang dia tahu?
Jika memang iya maka, mungkin lebih baik jika cepat-cepat mengubah tujuannya seperti yang Kotori katakan. Jika dia benar, perintah Kotori untuk membawa Origami melihat pakaian, begitu? Yah, pilihan itu memang tidak salah lagi benar untuk perempuan normal.
“Itsuka-kun”
Origami berbicara pada Shidou saat dia memikirkannya.
“Seperti yang kukira………Aku tidak mengerti apapun. Ayo pergi ke tempat lain?”
“Y-ya, begitu. Maaf---“
Tapi, Shidou menghentikan perkataannya.
Alasannya mudah. Alis Origami berbentuk karena dia kebingungan saat dia melihat produk yang berbaris di toko tapi………..dia memegang keranjang penuh dengan obat kuat paling efektif dan obat perangsang di toko.
“Origami, apa itu……..?”
“Ehh?”
Saat Shidou menunjuknya, Origami membuka lebar matanya terkejut seolah dia baru menyadarinya.
“I-Ini………kapan aku…….?”
Origami memegangi dahinya dan bergoyang-goyang seolah dia sakit kepala.
“Ka-kau tak apa?”
Saat Shidou cepat-cepat membantu tubuhnya, alarm keras bergema dalam Incam.
“Shidou! Emosi Origami jadi menguat!”
“A-Ayo keluar dari sini sekarang! Oke!?”
Shidou mendengar suara Kotori dan cepat-cepat membawa Origami yang mengerang keluar dari toko.
Setelah beberapa saat, Origami akhirnya menjadi tenang.
“Maaf, Itsuka-kun……….aku bingung apa yang baru saja terjadi padaku”
“Y-yah jangan terlalu khawatir. Ini salahku membawamu ke tempat seperti itu. ----oh iya, ayo kita lihat-lihat baju”
Origami mengangguk saat Shidou mengatakannya.
Mereka sekali lagi berjalan bersebelahan di jalanan
Tapi, Shidou menggaruk pipinya saat itu. Memang bagus untuk bilang kepadanya untuk melihat-lihat pakaian tapi, dia tidak tahu toko apa yang biasa Origami datangi. Jika dia benar, dia dengar bahwa Origami di dunia sebelumnya selalu membeli pakaiannya lewat paket udara.
“Omong-omong, toko seperti apa yang biasanya Origami datangi?”
“Uuuuun………Biasanya aku membelinya di dekat rumahku”
Setelah mengatakannya, dia tersenyum kecut dan terlihat sedikit malu.
“Sebenarnya, aku ingin membuatnya lebih teliti tapi…….aku buruk dengan hal seperti ini. Aku tidak memiliki ide untuk ini”
“Itu tidak benar. Pakaianmu hari ini benar-benar imut, kau tahu?”
“………….uh!”
Setelah Shidou mengatakannya, Origami terlihat terkejut dan cepat-cepat memalingkan wajahnya.
“Origami?”
“U-un…….tidak apa. Le-lebih penting lagi, jika kau ingin lihat-lihat pakaian, bisakah kita pergi ke bangunan di stasiun, walau kita harus sedikit berjalan jauh? Aku jarang pergi kesana”
“Aah, tentu saja”
Shidou menyetujui perkataan Origami. Mereka kemudian melewati jalan belakang dan berjalan ke arah jalan utama menuju stasiun.
“Fuuun………..Tadi aku khawatir tuk sesaat tapi sepertinya tidak buruk”
Di tengah perjalanan, suara Kotori bergema di telinga kanannya.
“Level kasih sayangnya bertambah. Jika ini terus berlanjut, mungkin kita bisa menyelesaikan ini hari ini juga.----tapi, jangan sampai lengah. Aku tidak tahu alasannya tapi, emosinya tiba-tiba berubah ekstrim. Perlu diketahui jangan mengejutkannya terlalu banyak”
“Dimengerti………”
Setelah mengatakannya dengan lembut, Shidou berjalan ke depan.
Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di bangunan kembar di depan stasiun. Bangunan itu dipenuhi oleh orang yang ingin berbelanja; mungkin karena ini hari libur.
Setelah sampai di lantai 3 dengan eskalator, Shidou dan Origami masuk ke toko gaya yang mereka temukan sebelum melihat-lihat pakaian yang berbaris di sana.
“Ayo Shidou, jangan hanya melihat”
Kotori mengatakannya dengan kesal. Setelah Shidou [Ah] menggerakkan alisnya, dia memanggil Origami, yang sedang menyentuh bulu mantel.
“Karena kita ada disini, aku akan membelikanmu satu sebagai hadiah. Apa yang kau mau?”
“Eh?”
Origami membuka lebar matanya.
“Tidak, aku merasa tidak enak………..lihat, ini cukup mahal”
Origami menunjukkan label harga mantel itu pada Shidou selagi berbisik. 39800 yen……..harga yang cukup mahal untuk murid lelaki SMA.
Tapi, <Ratatoskr> membantu Shidou sekarang. Shidou *Don* memukul dadanya.
“Serahkan padaku”
“Tapi”
“Saat pertama kali kau memakainya, tunjukkanlah padaku. Anggap itu sebagai pembayarannya. Sebagai tanda terima kasihmu”
Origami tersenyum kecut dengan malu mendengar perkataan Shidou.
“Itsuka-kun, kau sering membuat perempuan menangis?1
“Heh? Ke-kenapa…….?”
“Aku hanya penasaran, karena kau sepertinya terbiasa dengan hal ini”
Setelah mengatakannya, Origami melihat Shidou dengan matanya terbuka sebelah. Keringat turun dari pipi Shidou.
“O-oi oi……….”
Origami kemudian merilekskan pipinya.
“Fufu, hanya bercanda.---kalau begitu, aku pegang kata-katamu. Namun karena ini aku, bisakah kau membiarkanku melihat-lihat lagi? Karena harus menunjukkannya padamu pertama, aku ingin memilih yang dapat membuat Itsuka-kun senang”
Origami mengatakannya dengan bercanda.
“Y-ya”
Setelah Shidou mengangguk, Origami mulai melihat-lihat toko dengan langkah yang ringan.
“Upupu…….membuat perempuan menangis. Kau ketahuan, Shidou”
“Diamlah……”
Dia mencampurkan helaan nafasnya saat membalas perkataan Kotori saat dia mendengar suaranya di telinga kanannya.
“Aku tidak bilang kau tidak bisa menjadi seperti itu. Tentu saja, Shidou sudah terlalu biasa dalam menangani perempuan adalah sesuatu yang harus dipikirkan tapi, tak apa karena ini Shidou”
“…………..apa maksudmu”
“Kau anak bau ceri yang tak dapat dihapus”
“Maaf, jangan bilang begitu”
Shidou menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan sepertinya dia akan menangis dengan sedih. Helaan nafas Kotori *Haaa* dapat terdengar.
“Lebih penting lagi, jangan tinggalkan Origami sendirian”
“Ah………itu benar”
Dia melihat sekitar saat diberitahu itu. Tapi, kemana dia pergi? Origami tak dapat ditemukan dimanapun.
“Ah-re………kemana dia pergi?”
“Lihat, apa yang aku bilang………Reine, dimana lokasinya?”
“………..hnn, sekitar 20 meter di belakang Shin”
Reine berbicara untuk merespon perkataan Kotori. Sebagai analisis <Ratatoskr>, dia juga menyiapkan bantuan untuk Shidou.
“Maaf dan terima kasih”
Setelah mengatakannya, Shidou mendengar perkataan Reine. Dia kemudian berjalan ke arah sebaliknya.
Dia kemudian mengetahui bahwa tujuannya adalah ruang ganti yang dipisahkan oleh gorden.
“Aah, aku mengerti. Jadi itu yang terjadi”
Shidou mengangguk setuju. Tidak heran Origami tidak bisa ditemukan dimanapun. Sepertinya dia sudah memilih pakaiannya dan pergi mencobanya.
Selagi melihat produk yang dipasang di rak sekitar, dia menghabiskan waktunya secara acak sampai Origami keluar.
Tapi-----
“Kyaaaaaaaaaaaaa!?”
Teriakan Origami tiba-tiba bergema dari ruang ganti, dan menyebabkan Shidou tercengang.
“A-Ada apa Origami!”
“Ke-kenapa aku…………….”
Setelah Shidou berteriak, suara ketakutan Origami dapat terdengar dari arah berlawanan dari gorden.
Dia memiliki firasat yang buruk. Shidou membulatkan tekadnya dan meletakkan tangannya pada gorden.
“Maaf Origami! Aku membuka ini!”
“Eh……….? Ah, tidak, jangan, Itsuka-k--------------“
Origami mencoba untuk menghentikannya tapi, dia tetap membuka gordennya.
“…………….heh?”
Tapi, mulut Shidou terbuka dengan matanya yang terbuka lebar saat dia melihatnya.
Namun, itu normal. Itu karena, Origami, yang jatuh lemas di lantai ruang ganti saat ini mengenakan pakaian renang sekolah, secara tak sengaja; dia juga memakai aksesoris seperti bando telinga anjing di kepalanya, ekor anjing di pantatnya, dan kulit di lehernya. Semua orang pasti aka  bengong melihatnya.
“O-Origami……….? Penampilan itu………….”
Dia mengangkat bahunya saat Shidou mengatakannya.
“Ja-Jangan salah paham! Aku tidak---tidak…………!”
Mata Origami berenang dengan kacau. Seolah Origami juga tidak tahu kenapa dia memakainya.
“Aku tidak ingat mengambil pakaian ini dan kenapa aku…………! Kenapa aku memakai baju renang sekolah-------“
Selagi mengatakannya, Origami mengerutkan keningnya karena tiba-tiba sakit kepala.
“Baju renang sekolah…………telinga anjing……uu, kepalaku………”
Saat Origami mengatakannya dengan kesakitan selagi memegangi kepalanya, *Piii**piii* alarm dapat terdengar dari Incam.
“Shidou! Emosi Origami!”
“O-Origami! Ayo, ganti bajumu dan lihat yang lain! Oke!”
Shidou menjadi bingung dan berteriak sebelum menutup gorden ruang ganti.

“……………Aku minta maaf. Kau melalui semua ini untuk mengundangku juga. Aku agak aneh hari ini…….”
Sekitar 20 menit setelah mereka meninggalkan toko. Origami memegangi keningnya dengan tangannya selagi mengatakannya di restoran yang ada di lantai atas bangunan yang sama.
“Jangan khawatirkan itu. Lagipula aku yang mengajakmu. Jika kau merasa kita akhiri saja lebih cepat?”
Shidou mengatakannya seolah dia khawatir dengan Origami. Namun, Origami mengayunkan kepalanya ke samping.
“U-un, bukan itu. Hanya saja-----“
“Hanya?”
“………..Bukan apa-apa. Lagipula; aku tidak apa-apa. Maaf membuatmu khawatir”
Origami mencoba memainkannya sebelum tersenyum kecut. Shidou masih melihatnya khawatir tapi, dia tidak mengungkitnya lebih jauh lagi mungkin untuk menghormati perkataan Origami.
“…………………………”
Origami memastikan Shidou tidak menyadarinya sebelum sedikit menghela nafasnya.
Bukan berarti; berjalan dengan Shidou di kota membosankan. Lupakan itu, menjadi perasaan yang terangkat sangat nostalgia yang membuatnya menjadi menyenangkan sampai tak tertahankan.
Tapi walau begitu; terkadang……….perasaan aneh akan menyerangnya.
Dia tidak tahu alasannya juga tapi, saat dia melihat kostum aneh yang bisa membuat semua orang berpikir [Waktu seperti apa yang pas untukku memakai sesuatu seperti ini] di toko cosplay, gelombang yang kuat terdorong di dalam hatinya.
Seolah------ini adalah sesuatu yang dia pakai sebelumnya.
Tentu saja, tidak mungkin dia pernah melakukannya. Penampilan aneh dari baju renang sekolah + telinga dan ekor aning + kulit leher adalah sesuatu yang tidak pernah Origami pakai sebelumnya. Bahkan jika pistol ditunjukkan ke arahnya dan diperintah [Pakai ini atau akan kutembak], pakaian tak senonoh tersebut cukup untuk membuatnya ragu. Tidak aka nada yang suka memakai ini kecuali ada beberapa sekrup yang longgar di kepalanya.
Namun, bukan hanya itu. Ini terjadi juga saat dia di bawa ke toko obat aneh oleh Shidou. Saat itu, Origami setengah sadar memegang keranjang dan mulai mendorong botol yang berbaris di rak dengan lancar. Dia sangat bagus disitu sampai dia sendiri bingung mungkin ada kartu poin toko itu di tasnya tuk sejenak.
“Aku……………pernah ke toko itu sebelumnya?”
“Eh?”
Shidou membalas saat Origami bergumam.
Seolah bersamaan dengan aksinya, makanan yang mereka pesan tadi sudah disediakan sekarang. Origami melihat ke arah sana seolah memainkan perkataan yang baru dia katakan.
“Oh ini, Itsuka-kun. Makanlah sebelum dingin oke?”
“Hn? Y-ya”
Seolah dia didesak oleh Origami, Shidou mengambil sendok dan mulai memakan nasi omletnya. Origami juga mulai makan seafood dorianya.
“Maaf. Aku akan segera kembali”
“Ah, un”
Apa yang baru saja terjadi? Walaupun, mengungkitnya tidak akan berefek apa-apa padanya. Origami sedikit mengangguk sebelum melihat Shidou pergi.
Dia menghela nafasnya saat Shidou tidak terlihat.
“Haaaa………apa yang salah denganku”
Dia akan merasa tidak enak pada Shidou jika seperti ini, walaupun dia sudah melalui banyak masalah untuk mengajaknya. Dia harus lebih menguasai dirinya sendiri. Setelah Origami meletakkan sendoknya, dia sedikit memanjangkan pipinya untuk memberikan energy pada dirinya sendiri.
Tapi saat itu.
“Ah-------“
Suatu benda tertangkap di mata Origami.
Walaupun dia baru membuat penyelesaian, perasaan yang kacau menyerang hatinya lagi.
Objek yang Origami lihat. Itu--------
“Se-sendok………..I-Itsuka-kun……….”
Ya. Meninggalkan kursinya saat waktu makan berarti meninggalkan sendok yang baru saja dia gunakan.
Origami merasa jantungnya berdetak sangat kencang saat itu.
“Ti-tidak tidak tidak, apa yang aku pikirkan………”
Dia cepat-cepat menghentikan tangannya yang memanjang mengarah sendok dengan tangan lainnya. Itu berlebihan. Dia akan menjadi mesum yang sempurna jika dia melakukan sesuatu seperti itu. Ini akan menyebabkan kasus di pengadilan.
Tapi, walaupun dia waspada dengan itu, tangan kanannya memanjang dengan semangat. Seolah ada orang lain di dalam diri Origami dan memaksanya menggerakkan badannya.
“Kuh………tenanglah tangan kananku”
Walaupun dia mengatakannya, tidak ada efeknya sama sekali.
Kepalanya menjadi kacau saat itu dia tidak mengerti lagi apa yang terjadi. Apa yang benar? Apa yang salah? Fondasi benar dan salah berubah menurut umur dan apakah ada yang dapat mengataan bahwa aksi Origami itu salah? Tidak, tidak ada (Pertanyaan yang tak perlu dijawab). Kenapa ini salah? Filosofer Oririn Toviichi pernah mengatakan ini. Tidak yang bisa membuktikan kehadiranku tapi, aku bisa memperjelas kehadiranku dengan menjilat sendok Shidou. Artinya, Jilatanku membuktikan aku ada disini.
Di dalam kesadaran Origami yang mulai kabur, dia merasa tangan kirinya yang menghentika tangan kanannya, menjadi lemas.

“Ou, maaf Origami. Aku membuatmu menunggu----“
Dan. Shidou, yang kembali dari toilet, menghentikan kaki kanannya di depan mejanya.

Alasannya mudah. Shidou sudah melihat adegan Origami memegangi sendok dan memanjangkan lidahnya dengan ekspresi yang sangat mesum.
“O-Origami…..?”
Setelah mengatakannya, Origami mengangkat bahunya seolah dia baru saja menyadari kehadiran Shidou. Cahaya mengisi matanya saat kosong seolah dia kerasukan sesuatu dan keringat mulai turun dari wajahnya.
“Ja-jangan salah sangka! Ini……bukan seperti yang kau pikirkan!”
Dia tidak tahu dia salah apa tapi, Origami mengangkat suaranya dengan panik.
“Ti-tidak, tidak apa……aku sudah terbiasa”
“Dengar! Ini tidak seperti yang kau pikirkan! Y-ya, i-ini hanya itu! Sendokmu jatuh ke lantai saat kau berdiri dari kursimu! Dan aku mencoba untuk mengambilnya!”
Origami memohon pada Shidou dan *Gatan* berdiri.
Gelas yang ada di sebelah kiri meja berguncang karena dampak saat dia berdiri dan jatuh ke arah Shidou. Air memercik ke ujung pakaian yang dipakai Shidou.
“Oopps……..”
“Ah! A-Aku minta maaf, aku panik dan----“
“Haha, ini cukup tak apa. Ini akan cepat kering”
Setelah mengatakannya dengan tenang pada Origami, yang terlihat malu, Shidou mulai menyeka ujung pakaiannya untuk menghapus airnya. Pusar Shidou terlihat saat dia melakukannya.
Dan, saat itu.
“------------!”
Origami mengeluarkan ponsel dari kantungnya dengan kecepatan cahaya dan suara dari shutter yang terus berlanjut bergema setelah lensanya ditujukan pada Shidou dengan gerakan yang lancar.
“Eh?”
“Haah!”
Saat Shidou membuka matanya dengan terkejut, Origami juga terkejut di arah yang berlawanan. Seolah badannya tidak mematuhinya dan bergerak.
“Percaya aku, Itsuka-kun………! Tu-tubuhku………bergerak dengan sendirinya……..!”
Origami memohon padanya dengan mata yang berair. Namun, jarinya masih terus menekan shutternya.
“-------Kenapa!? Kenapaaaaaa!?”
Suara tangisan Origami dan shutter yang terus ditekan, bergema dalam restoran di sore hari.

 TL Note :

1 : Playboy

Date A Live Jilid 11 Bab 9 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

4 komentar:

  1. wah, tinggal bab ke 10 aja nih yg blom,
    di tunggu ya min ^_^

    BalasHapus
  2. wah yang di tunggu-tungu origami-san.:)

    BalasHapus
  3. Two in One
    Berasa Sar*imei isi 2 aja XD
    dtunggu 10hari lagi min ^^

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.