08 September 2016

1/2 Prince Jilid 2 Bab 7 LN Bahasa Indonesia


SEBUAH PERTEMPURAN TANPA PENYESALAN
 Online ….
Meskipun telah menyelesaikan sesi pelatihan akhir kami di malam sebelumnya, aku terus terganggu oleh perasaan bersalah—sebuah perasaan bahwa aku masih belum cukup kuat. Karena itu, aku memutuskan untuk mengambil izin sakit dan tinggal di rumah untuk latihan rahasia.
Sejujurnya, meskipun kami bertempur dalam banyak ronde di turnamen, aku tidak memikirkan kemungkinan kami kalah di pertandingan tertentu. Akan tetapi, aku tidak pernah mengira bahwa kami akan sampai sejauh ini di dalam turnamen juga.
Apakah aku benar-benar sekuat itu? Mau tidak mau aku merasa sedikit khawatir. Yang bisa kupikikan adalah melawan lebih banyak monster dan mendapatkan lebih banyak level. Apakah aku akan bisa selamat di tengah-tengah enam ratus orang dengan level enam puluh duaku saat ini? Aku tidak tahu! Tapi, pikiran tentang "Aku akan kalah" masih tidak terlintas di benakku.
Dengan sebuah tebasan horizontal, aku mengalahkan monster terakhir dan menyisiri rambutku yang basah oleh keringat ke belakang dari dahiku. Baru setelah itu aku menyadari bahwa seseorang mendekati.
"Gui?"
"Yah." Gui mendekatiku, dan ada suasana melankolis pada dirinya.
"Kau bisa online secepat ini hari ini?" tanyaku. Dalam kepalaku aku bertanya-tanya¸apakah profesor juga bolos dari kelasnya juga?
"Yah, aku biasanya punya lebih banyak waktu di hari Jumat. Di sisi lain, ini sepertinya adalah pertama kalinya kau online di hari Jumat pagi," kata Gui, sebuah senyum samar muncul di bibirnya.
Huh … yah, itu karena aku punya kelas lain untuk dihadiri! Aku membalas cepat dengan getir dalam kepalaku. "Yah, itu benar, haha."
Gui terus tersenyum, tapi dia tidak dapat menutupi tatapan sedih di kedalaman matanya.
Tatapan sedih itu seharusnya tidak muncul di wajah Gui. Ini bukanlah Gui yang kutahu; aku tidak ingin melihatnya seperti ini!
"Aku tidak suka melihatmu seperti ini, Gui. Aku jauh lebih suka dirimu yang biasanya, selalu bermuka tebal memanggilku 'Tuanku Yang Mulia Prince'." Saat aku selesai bicara, aku mengangkat dao-ku dan mengikuti beberapa monster yang baru saja muncul.
"Benarkah? Tapi aku…" alis Gui mengerut saat dia berseru dengan suara yang emosional, "Aku perlu jawabanmu. Hanya dengan begitu aku bisa melanjutkan!"
"Huh? Bukannya aku selalu menjawab dengan menghajarmu?" balasku. Aku begitu terhanyut dalam ketegangan mengayunkan pedangku untuk membunuh monster — berlari pendek, melompat, dan menghindar.
"Jawaban macam apa itu…"
Gui menyaksikanku dengan cermat, jelas-jelas terpukau. Matanya mengikuti gerakanku tanpa henti, memperhatikan cahaya yang menari-nari di bilah pedangku, dan senyuman riangku yang sedikit haus darah.
"Kau benar-benar suka bertarung, Prince."Gui mengamati.
Aku tertawa terbahak-bahak sambil terus bertarung. "Yep, aku menyukainya lebih dari apapun. Mengayunkan daoku, menendang, menghindar …, tidakkah kau rasa itu sangat menyenangkan?"
"Aku menemukan bahwa jauh lebih menyenangkan melihat senyumanmu," gumam Gui. Kemudian dia berkata, "Apakah kau benar-benar menyukai bagaimana aku biasanya sebelumnya?"
"Yeah!" Aku merunduk untuk menghindari sebuah serangan, tapi tepat saat aku mengangkat kepalaku, sebuah anak panah tak kasat mata berdesing di dekat telingaku. Membalikkan kepala untuk melihat anak panah itu, aku melihatnya mencuat dari dahi seekor monster yang hampir saja melancarkan serangan diam-diam padaku. Aku bersiul rendah dan mengacungkan ibu jari pada Gui.
Gui menyibakkan rambutnya ke belakang dengan sebelah tangan dan sengaja menampilkan pose menawan. "Untuk menyelamatkan Tuanku Yang Mulia Prince, Gui adalah seorang penembak-jitu-seratus-persen-akurat!"
Begitu dia selesai bicara, Gui dibuat terkapar di tanah oleh Meatbun yang kulemparkan kuat-kuat padanya. Dengan senyum puas, aku membalas, "Sudah kubilang, jangan panggil aku 'Tuanku Prince'! Juga, untuk menghajarmu, aku juga seorang penembak-jitu-seratus-persen-akurat!"
Tepat kemudian, suara Lolidragon terdengar di team channel. "Wah! Siapa yang online? Kau bahkan lebih awal dariku."
"Itu aku dan Tuanku Prince," balas Gui.
Aku, di sisi lain, membalas dengan ragu-ragu, "Apakah ada orang lain yang tidak lebih rajin darimu?"
"Wuah! Prince-gēge juga online?" suara terkejut Doll muncul di dalam channel juga.
"Sepertinya semua orang tiba," Yu Lian-dàsăo menambahkan, terdengar geli. "Saat ini, aku sedang istirahat sarapan dengan seekor serigala yang bolos kerja!"
"Yu Lian…" suara Wolf-dàgē memberikan kesan malu-malu saat muncul di channel.
Sebuah ide jahil muncul, dan aku berseru, "Cepat! Cepat! Semuanya berkumpul di toko sarapan, supaya kita bisa menjadi bohlam lima ratus watt1!" Dengan begitu, aku melesat secepat kilat ke kota, menyeret Gui di belakangku.

"Prince," kata Wolf-dàgē padaku dengan tak berdaya, "Aku tahu kau di sini untuk menjadi bohlam, tapi perlukah kau menatapku dan Yu Lian seperti itu?"
Dengan suara tegas, aku membalas, "Wolf-dàgē, aku takut aku akan gagal memenuhi tugasku sebagai bohlam kalau tidak seperti ini."
"…"
"Prince, apakah kau yakin bahwa kita akan menang?" Yu Lian-dàsăo bertanya dengan nada lembut.
"Sama sekali tidak," aku menjawab jujur, tapi melihat bagaimana anggot Odd Squad dengan segera menjadi sedikit gugup, aku menambahkan, "Tapi aku tidak pernah berniat kalah juga."
"Tidak yakin bahwa kita akan menang, tapi tidak berniat untuk kalah juga? Seperti yang kuduga, itu adalah sesuatu yang akan kau katakan," kata Lolidragon, dan kemudian tertawa terbahan-bahak.
Aku mengulurkan tangan kananku dan menyunggingkan senyuman percaya diri pada semuanya. Mereka membalas senyum dan kemudian menumpukkan tangan mereka di atas tanganku.
"Odd Squad, menang!" seruku.
"Odd Squad, MENANG!" anggota Odd Squad berseru serempak.
"Ayo pergi semuanya! Ronde final akan dimulai," kataku. Seperti biasa, aku berjalan menuju lorong yang menuju ke arena. Seperti biasa, aku tidak merasa takut. Seperti biasa, aku tidak memikirkan apakah aku akan kalah. Seperti biasa, anggota tim tersayangku mengikuti dalam diam di belakangku.
Begitu aku menginjakkan kaki di arena, aku merasa ragu-ragu dan kemudian melepas topengku lalu membuangnya ke lantai. Berbalik untuk melihat anggota timku, aku melihat mereka tertegun untuk sesaat. Akan tetapi, setelah melihat ketetapan hati yang tak tergoyahkan dalam tatapanku, mereka tersenyum sebelum melepaskan topeng dan membuangnya ke samping juga.
"Tidak peduli dengan hasilnya, selama kemampuan tinggi dalam pertempuran dan sikap pantang mundur kita terukir dalam pikiran semua orang yang hadir," kataku, nada suaraku terdengar muram seperti seseorang yang sedang membuat sumpah.
Tim-tim telah berkumpul di pusat arena yang bergaya colosseum, berdiri dalam grup-grup yang terpisah di sana dan di sini.
"Semuanya, seratus tim Second Life yang paling terkenal akan segera berpatisipasi dalam pertempuran hidup mati yang menegangkan. Jangan palingkan wajahmu atau kau akan ketinggalan melihat adegan yang mengasyikkan ini. Jangan tutup mulutmu — bersoraklah sepenuh hati untuk tim favoritmu! Aku ada Xiao Li, komentator yang akan melaporkan keseluruhan pertempuran hidup mati ini untuk kalian semua hari ini," Xiao Li berseru, dan dia bertingkah lebih jauh dengan berkeliling melompat-lompat seperti orang gila sambil mencengkeram mikorofonnya.
Suasana di stadion berkesan liar. Spanduk-spanduk dari berbagai tim bergantungan di sekitar pengunjung, sementara penonton sendiri meneriakkan nama-nama tim yang mereka dukung.
Aku menatap dengan mata lebar, memperhatikan bahwa keenam ratus orang tersebut benar-benar bukanlah orang biasa. Buruknya, enam ratus orang ini jelas-jelas membentuk tiga kumpulan besar.
Keberanian, kepercayaan diri, dan kebanggaan, aku … menyelinap ke sebuah sudut untuk menunggu. Yang benar saja! Kekuatan dari semangat tempur atau banyaknya keberanian seseorang bukanlah masalahnya; kalau kau menghantamkan sebutir telur pada sebuah batu, hasilnya tidak akan pernah berubah!
Aku melihat ke garis depan ketiga kumpulan tersebut. Di situ, di bagian paling depan ketiga kumpulan itu, berdiri pemimpin mereka: seorang warrior tigerman, seorang warrior human, dan seorang warrior holyman. Setiap dari mereka memiliki kesan seorang raja.
"Hmph. Berdiri di tempat sejelas itu, raja seharusnya berhati-hati agar tidak menjadi yang tewas."2 Siapa? Siapa yang mengatakannya dengan nada sirik?
Pada saat itu, anggota Dark Emperor berbaris untuk berdiri di samping kami.
"Bagaimana menurutmu tentang kesempatan menang kita?" Wicked bertanya padaku dengan tenang.
"Hmph, itu sama besarnya, kira-kira sebesar dadaku!" (Dada cup A … sakit untuk mengakuinya!)
Aku bahkan menyakiti egoku sendiri saat membuat analogi itu. Kelihatannya karakteristik kejam dalam diriku semakin bertumbuh setiap harinya, dan aku bahkan tidak membiarkan diriku sendiri.
Ming Huang melihat dadaku dengan mencemooh dan berkata, "Itu analogi yang payah. Kau begitu datar sampai kau bahkan tidak memiliki otot dada untuk dibicarakan."
Dasar bocah sialan; aku masih cup-A setidaknya, oke?
"Berhati-hatilah, pertempuran ini akan sangat berbahaya," Wicked berkata. Alisnya mengerut khawatir saat melihatku.
"Jangan khawatirkan aku; kau sebaiknya mengawasi Feng Wu Qing baik-baik sebagai gantinya!" Hah! Aku awalnya berniat untuk tidak memikirkannya lagi tentang masalah yang menghancurkan hati itu, tapi sekarang aku telah mengatakannya, kurasa tidak apa-apa. Kuharap Wicked akan memperhatikan saudaraku.
Aku membalikkan kepalaku dan melirik cemas pada Wu Qing, tapi dia dan Wicked sama-sama berpura-pura melihatku dengan tatapan tidak paham.
Mungkin mereka tidak ingin orang lain tahu? Bagaimana pun juga, hal seperti ini bukanlah hal yang biasa, dan tidak semua orang berpikiran terbuka sepertiku dan dapat menerima hubungan BL semacam ini.
Semoga beruntung, adikku! Kakak akan selalu mendukungmu diam-diam, pikirku saat melihat adikku dengan air mata di mataku. Aku melemparkan pandangan simpati pada Gui juga.Mau bagaimana lagi, siapa yang meminta adikku untuk jatuh cinta pada Wicked! Kasihan Gui.
Tanpa menunggu mereka bertiga untuk menanggapi, aku memberi isyarat pada Yu Lian-dàsăo. "Dàsăo, kau sebaiknya kemari! Sepertinya pertarungan akan dimulai. Begitu ini dimulai, kita harus memperhatikan baik-baik situasinya dan mencari tempat baru di mana kita bisa menghindari masalah sesuai situasi." Yu Lian-dàsăo mengangguk mengiyakan.
"Prince, baik kau dan Yu Lian harus berhati-hati. Ingat, kalian berdua sangat penting, jadi kalian berdua harus selamat sampai akhir." Wolf-dàgē melihatku, dan setelah aku memberi tanda "OK" padanya, dia berbalik pada Lolidragon dan Doll. "Lolidragon, kau harus memastikan bahwa musuh tidak dekat. Jika memungkinkan, hindari kemungkinan mengorbankan dirimu sendiri. Juga, Doll akan bergantung padamu, meskipun entah bagaimana sepertinya bagiku kaulah yang bergantung pada Doll…"
Lolidragon tersenyum, malu.
"Wolf-dàgē, Gui akan berada dalam perlindunganmu," kata Gui. Dia melihat Wolf-dàgē dengan ekspresi patuh, lembut dan rapuh di wajahnya … sebelum senyum bayangan Yu Lian-dàsăo menakutinya ke pojok untuk menyesali tindakannya.
"Pertempuran, dimulai." Si wasit sekali lagi berseru dengan kata-kata yang akrab.
Meskipun pertempuran telah dimulai, semuanya masih tetap berdiri di tempat dan diam. Penonton juga menghentikan sorakan mereka. Suasana begitu menegangkan sampai tidak ada seorang pun yang berani menghembuskan nafas, dan kesunyian memenuhi seluruh area pertempuran—jenis kesunyian yang datang sebelum badai.
Aku, juga, sama sekali tidak bergerak kecuali mataku. Pandanganku bergerak cepat dari kiri di mana si tigerman gagah berdiri — gawat, otot-ototnya begitu besar sampai terlihat menjijikkan — ke kanan, di mana si warrior human yang super tampan berada — bagus sekali, ekspresi dingin itu membuatku kesal — dan yang terakhir pada warrior holyman di tengah-tengah. Aku mengagumi rupa holyman yang cantik seperti perempuan ini untuk sesaat. Pria ini mungkin adalah seorang gay … 'kan? Aku berspekulasi.
Pada akhirnya, sepertinya si warrior beastman tidak dapat tahan dengan kesunyian ini lagi. Dia merentangkan kedua tangannya keluar dan membuat gestur kurang ajar pada si human dan holyman. Warrior human menatapnya tajam dengan tatapan dingin sebagai balasan, sementara si holyman hanya menyunggingkan senyuman tidak peduli. Beastman itu meraung, menudingkan jarinya pada si warrior human.
"SERANG MEREKA!" raungnya, memecahkan keheningan seluruh arena. Anggota-anggota dari aliansi tigerman itu mulai menyerang.
Kebalikannya, "Bunuh!" adalah apa yang warrior human katakan sebelum menyerang musuh yang datang.
Warrior human, walau begitu, mempertahankan pose santainya. Dia mengulurkan sebelah tangan untuk menghentikan anggota-anggota aliansi di belakangnya untuk bergerak maju bergabung dalam kehebohan itu. "Kerang dan bangau bertengkar; si nelayanlah yang menang3," katanya dengan santai.
Aku harus menangani orang ini; dia benar-benar si brengsek yang licik.
Aku sudah menetapkan pikiranku. Setelah menarik Yu Lian-dàsăo ke tempatku berada, aku mengambil kesempatan dari keributan itu untuk menyelinap diam-diam melintasi arena pertempuran dari belakang. Sementara orang-orang memperhatikan pertempuran antara human dan beastman, aku menyelinap dan bersembunyi di belakang aliansi holyman. Tempat ini seharusnya aman untuk sementara ini, pikirku.
Ada sebuah tepukan di bahuku, dan aku membalikkan kepala untuk melihat. Satu, dua, tiga … sepuluh orang. Luar biasa, anggota Odd Squad dan Dark Emperor telah datang semua ke sini untuk menghindari konflik. Sekali lagi, aku menantikan adegan pertarungan besar-besaran.
Ini benar-benar pertempuran yang kacau-balau4. Situasi di hadapan kami bisa digambarkan sebagai sesuatu yang minim dalam hal tekhnik. Yang sering terjadi, orang-orang tidak dapat membedakan siapa yang mereka serang, ataupun tidak tahu siapa yang menyerang mereka. Tetap saja, para player tidak bisa disalahkan atas kurangnya tekhnik tersebut dalam pertarungan mereka. Bagaimanapun juga, karena mereka dijejalkan seperti bola-bola daging yang kubuat, itu sudah merupakan keajaiban jika mereka menemukan ruang untuk mengayunkan senjata mereka. Tekhnik? Lupakan saja.
Tidak lama kemudian, sudah ada lusinan tiang cahaya putih yang melesat ke langit.
Tiba-tiba, si warrior human menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Dia mulai menggerung putus asa dan sepertinya dia mengarahkan anggota aliansinya untuk datang mendekat dan melakukan pertempuran dengan aliansi holyman. Aku mengerti apa yang sedang dia serukan saat aku melihat pertempuran semakin dekat dan dekat ke tempat si holyman berada. Pada saat yang bersamaan, si warrior human memimpin satu grup yang terdiri dari petarung terkenal tertentu untuk menyerang secara langsung si warrior holyman pemimpin aliansi. Mereka mulai bertempur!
Akhirnya, bahkan sisi arena ini tidak lagi aman. Aku melihat semua orang dari balik bahuku, dan berkata dengan suara rendah, "Setiap grup, berhati-hatilah! Jangan hadapi mereka secara langsung; tidak seorang pun diperbolehkan untuk melesat terbang, kalian mengerti?"
"Mengerti." Mereka semua menatap mataku dengan mantap.
"Berpencar," aku kemudian memerintahkan.
Memegang tangan Yu Lian-dàsăo erat-erat, aku menemukan sebuah tempat di belakang kehebohan utama yang tidak begitu diperhatikan orang lain, dan kami mulai berlari ke sana. Meskipun kami menarik perhatian yang tidak diinginkan beberapa kali, aku tidak pernah membalasnya. Sebaliknya, aku bergantung pada kegesitanku untuk menghindar seperti orang gila, atau menggunakan daoku untuk menangkis serangan sebelum melanjutkan melarikan diri. Untungnya bagi kami, situasi medan pertempuran benar-benar kacau balau, dan aku hanya perlu melarikan diri. Tidak ada orang yang benar-benar bebas untuk mengejarku dan Yu Lian-dàsăo, meskipun kadang-kadang ada seseorang yang meneriakkan hal-hal seperti "pengecut" atau "pecundang" mengejar kami. Hmph! Ini disebut "peliharalah kehijauan hutan dan kau tidak perlu takut kekurangan kayu bakar", kau mengerti?5
Yang tidak bisa kumengerti adalah mengapa semua orang ini bernafsu untuk bergegas menuju ke tengah-tengah bakso manusia seakan mereka puas hanya dapat menebas orang lain beberapa kali saja? Lihat, ketiga pemimpin aliansi, apakah ada satu pun dari mereka berada di dalam keramaian?
Ah, tidak bisa berbicara sekarang, ada pedang-pedang di setiap jalan dan tinju serta kaki melayang ke mana-mana; aku sebaiknya fokus menghindari semuanya itu.
"Para hadirin, lihatlah kekacauan medan pertempuran di mana semua peserta sibuk bertempur. Menurut data terbaru, sudah ada seratus tiga puluh satu … seratus tiga puluh lima peserta yang telah tereliminasi, dan sebelas tim yang telah tersapu habis. Saat ini, yang mengumpulkan paling banyak perhatian adalah ketiga pemimpin aliansi, bukan yang telah tereliminasi sampai sejauh ini. Akankah salah satu tim tempat mereka berada akan muncul menjadi pemenang? Ataukah ini akan menjadi kehancuran bersama?”
"Wuah, wuah, kapak besar si beastman telah sekali lagi bertemu dengan baja dingin pedang warrior human. Yang manakah dari mereka yang akan kalah dalam pertarungan ini?" Xiao Li begitu heboh sampai dia menyembur-nyemburkan ludah ke mana-mana, tapi berkat laporannya aku dapat mengatasi situasi saat ini.
Lebih dari seratus orang telah tereliminasi? Pantas saja langit seperti diterangi oleh kembang api. Kalau kita tidak terlalu sibuk lari menyelamatkan diri, aku pasti akan berhenti untuk mengagumi pemandangan itu, pikirku.
"Yu Lian-dàsăo, kau masih bisa melanjutkan?" tanyaku khawatir, karena dia telah kuseret-seret saat kami melesat gila-gilaan melintasi pertempuran selama ini.
"Aku baik-baik saja, dan sepertinya semua orang juga baik-baik saja," kata Yu Lian-dàsăo, kemudian dia menambahkan, "Maksudku, semua anggota Odd Squad baik-baik saja — tapi sepertinya Wicked dan Ming Huang berada dalam masalah!"
"Apa?" Alisku bertaut. "Di mana mereka?"
"Sebelah kiri kita. Itu sepertinya karena Ming Huang tidak bersedia untuk melarikan diri dengan patuh."
"Sialan!" Aku seharusnya memikirkan itu. Dengan kepribadian Ming Huang, kalau ada seseorang yang memanggilnya pengecut atau hal lain semacamnya, dia pasti akan tidak membiarkan penghinaan itu begitu saja. Ada kemungkinan delapan puluh persen bahwa dia akan menyeret Wicked dalam pertempuran dengan party lain.
Menyelamatkan atau tidak menyelamatkan? Bukankah itu sudah jelas! Aku mencubit pipiku keras-keras, berpikir, kalau aku tidak menyelamatkan mereka, bagaimana mungkin kami bisa disebut sekutu? Bahkan saat aku menggunakan daoku untuk menangkis pedang dari senjata terdekat, aku bertanya, "Dàsăo, grup mana yang terdekat dengan kita?"
"Wolf dan Gui ada di belakang kita."
"Bagus." Aku mendadak mengubah arah dan segera melihat Wolf-dàgē dan Gui berdiri tidak terlalu jauh dari kami. Aku bergegas menuju ke tempat mereka berada.
"Wolf-dàgē, Gui, kalian lindungi Dàsăo sebentar. Aku harus pergi melindungi orang-orang," kataku.
Melihat ke arah Ming Huang dan Wicked, aku melihat mereka telah dikepung empat player. Wicked mengalami kesulitan bertahan melawan tiga dari mereka seorang diri.
Pertama-tama, aku menyelinap ke belakang musuh. Seperti hantu yang muncul entah dari mana, aku menggorok mage terdekat, yang berdiri di belakang mereka. Dia bahkan tidak punya waktu untuk menjerit sebelum dia melesat terbang. Wicked melihatku kemudian, dan aku memberi tatapan memperingatkan supaya dia tidak mengatakan apapun. Aku kemudian melanjutkan dengan yang terkuat dari ketiga warrior itu, dan secara brutal menebas putus lengan kirinya. Terkejut, dia berbalik untuk melihatku, dan dengan satu tikaman, aku menghujamkan pedangku menembus jantungnya, membuatnya menjadi pembunuhanku yang kedua untuk pertempuran hari ini.
Dari dua warrior yang tersisa, salah satunya telah berbalik untuk menghadapiku. Aku berbalik dan mundur, memancingnya ke arah Gui dan yang lainnya. Aku membuat tanda di dahiku pada Gui, dan Gui memberi tanda balasan padaku untuk mengatakan bahwa itu bukan masalah.
Aku menyaksikan saat Gui memetik guqinnya, mengirimkan sebuah Supersonic Soul-chasing Arrow ke arahku, dan kemudian aku merunduk dan berguling ke depan untuk menghindari anak panah itu. Saat aku melihat ke belakang, aku melihat bahwa Gui menguatkan klaimnya sebagai seorang penembak-jitu-seratus-persen-akurat; anak panah tembus pandang itu terpancang kuat di dahi warrior yang tadinya mengejarku.
Wicked juga sudah menghabisi warrior yang tersisa setelah itu, dan dia sedang melihat ke arahku. Aku menyunggingkan seulas senyuman padanya dan dia memberiku acungan jempol sebagai penghargaan.
Kembali ke sisi Gui dan Wolf, aku menyambar tangan Yu Lian-dàsăo dan, sebelum menariknya menjauh, aku berkata, "Teman-teman, lanjutkan kerja keras dan larilah selamatkan diri kalian!"
"Prince, kau harus berhati-hati dengan warrior holyman itu. Aku punya firasat bahwa dia akan menjadi lawanmu pada akhirnya," Yu Lian-dàsăo memperingatkan dengan penuh pertimbangan.
Yu Lian-dàsăo benar-benar bukan orang biasa, pikirku. Dia diseret-seret olehku sambil berlari cepat, tapi dia tetap bisa berbicara dengan nada tegas. Aku terkesan!
"Baik. Aku akan berhati-hati, Dàsăo." Tapi pertama-tama, kita harus selamat dari keramaian yang tersisa. Dengan hanya lebih dari dua ratus player yang tersisa (menurut laporan Xiao Li), aku menemukan bahwa ini semakin sulit dan sulit memanfaatkan kekacauan untuk melarikan diri. Terlebih lagi, banyak musuh yang kami temui akan mengejar kami untuk waktu yang lama sebelum akhirnya mereka menyerah.
"Prince, warrior beastman telah melayang. Aliansi warrior human dan holyman telah mengepung sisa-sisa dari aliansi si warrior beastman. Sepertinya aliansi beastman itu akan tersapu habis. Kurasa aliansi warrior holyman mungkin akan menjadi yang terakhir bertahan dari mereka bertiga. Kalau kau ada kesempatan, kau sebaiknya membunuh beberapa anggota dari aliansi holyman; kalau tidak, akan ada terlalu banyak anggota mereka yang tersisa pada akhirnya. Kalau itu terjadi, akan sulit bagi kita untuk menang bahwa sekalipun kita menggabungkan kekuatan dengan Dark Emperor," kata Yu Lian-dàsăo, nada bicaranya mengkhianati kecemasannya.
"Huh …, tapi kedua tanganku sudah penuh, satu tangan untuk memegang Dàsăo, dan yang lain untuk memegang pedang," balasku tak berdaya. Dan kedua kakiku sibuk berlari, jadi tidak bebas untuk menendang siapapun juga.
"Prince, kau bisa meninggalkanku pada Lolidragon dan Doll!" Yu Lian-dàsăo tersenyum lembut padaku. "Kurasa lawan Lolidragon mungkin tidak punya waktu untuk memburunya, ditambah lagi kebanyakan player pria biasanya tidak terlalu senang menyerang gadis, jadi mereka berdua cukup santai."
"Tapi strategi kita…" Aku melihat Yu Lian-dàsăo dengan tidak setuju.
"Ini adalah taktik untuk mengelabui musuh kita." Sebuah senyum lebar merekah di wajah Yu Lian-dàsăo, tapi … aneh sekali, kenapa aku jadi merinding? "Pergi dan bantulah si warrior human sekarang juga — dan pastikan kau menyeimbangkan kesempatan antara aliansinya dengan si holyman. Kemudian, saat mereka berdua terluka parah, akan sangat baik kalau kau memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikam mereka dari belakang … hehe."
Yu Lian-dàsăo, kau benar-benar bukan orang biasa. Aku mulai penasaran tentang apa pekerjaan Yu Lian-dàsăo yang sebenarnya di dunia nyata, pikirku bahkan saat melesat menuju ke Lolidragon. Untung bagi kami, dia dan Doll tidak terlalu jauh.
"Jadi aku akan meninggalkanmu dengan Lolidragon? Berhati-hatilah, kalian semua," kataku cemas.
Yu Lian-dàsăo memberiku sebuah jitakan ringan dengan tinjunya. "Kaulah yang seharusnya perlu berhati-hati," ejeknya.
Aku nyengir saat menyentak lari, bersiap untuk melaksanakan strategi mengerikan Yu Lian-dàsăo.
"Bermainlah sepuas hatimu, Prince. Kalau kami membuatmu bersembunyi seperti seekor kura-kura sepanjang pertempuran ini, maka tidak akan ada artinya berpatisipasi dalam turnamen ini," Yu Lian-dàsăo bergumam sendiri.
Saat aku melihat sosok petempur panas warrior human dan si warrior holyman yang santai dan tidak terburu-buru, aku berpikir, Tolong si human? Ini akan sedikit menantang … tapi menarik!
Aku tersenyum samar, dan di dalam dadaku ada sedikit perasaan bersemangat yang menyengat. Dengan warrior human yang dikepung ketat oleh musuh, itu adalah kesempatan sempurna bagiku untuk berpura-pura menjadi salah satu aliansinya. Begitu aku melihat sebuah celah di dinding manusia yang mengepungnya, aku melesat. Dalam sekali gerak, aku menerjang dan berguling ke dalam batasan tersebut, dan kemudian mulai menikam ganas kaki-kaki mereka yang berkumpul. Dalam sekejap, banyak dari mereka yang jatuh berlutut dan mulai meraung kesakitan.
"Kau adalah?" Serangan terhadap si warrior human telah mereda dan dia melihatku dengan terkejut.
"Seorang teman!" Setidaknya untuk saat ini, pikirku, memberinya tepukan bersahabat di punggung.
"Kau bukan dari aliansiku; aku tidak mengingatmu," kata si warrior human dengan ragu-ragu saat dia mecoba mengingat, tapi mustahil baginya untuk mengabaikan orang semenarik perhatian itu.
"Memang benar bahwa dalam aliansimu tidak termasuk aku, tapi aku hanya ingin membantumu. Bisa 'kan?" Saat aku bicara, aku mengayunkan pedangku untuk menangkis seorang player yang akan melancarkan serangan diam-diam padanya. Aku memberi si pengecut itu sebuah tendangan, membuatnya kehilangan keseimbangan, dan kemudian menyayatkan pedangku pada tenggorokkannya. Masalah selesai, pikirku, dan sebelum aku menyadarinya, seulas senyuman haus darah sekali lagi muncul di bibirku.
"Nan Gong Zui." Dia mengajukan namanya dengan tenang, tapi matanya tidak dapat menutupi rasa keheranan.
"Prince." Mataku terus mengamati sekeliling kami dengan waspada, dan aku terus mempertahankan penjagaan terhadap musuh-musuh di sekitar kami bahkan pada saat aku menjawab.
"Sang Blood Elf?" Nan Gong Zui tidak dapat menahan seruan lembut terkejutnya.
Huh! Nama julukan yang paling kubenci itu lagi. Apakah aku benar-benar haus darah dan menakutkan seperti itu? Begitukah? Aku hanya—
Aku melompat dan, dengan sebuah tendangan terbang, memisahkan setengah bagian atas kepala seorang player dari seluruh tengkoraknya.
terbiasa menggunakan metode yang membuat orang-orang sedikit teringat dengan film horor. Ditambah lagi, aku selalu suka untuk —
Aku kemudian membelah player entah siapa menjadi dua dengan sebuah tebasan menyamping di pinggangnya.
membiarkan diriku bersimbah darah dan aku juga sangat sopan—
Berlumuran darah, aku tersenyum pada player musuh yang berdiri tertegun di depanku.
—dan suka tersenyum pada orang-orang. Hanya karena itu, mereka memberiku nama julukan menakutkan seperti itu. Blood Elf? Itu terlalu tidak masuk akal! Tidak peduli bagaimanapun, aku masih seorang wanita muda yang manis dan lembut!
"Zui, berhenti melamun, ayo nikmati kegembiraan pertempuran ini bersama-sama!" kataku, tertawa terbahak-bahak pada Zui yang terperangah.
Nan Gong Zui mengambil napas dalam-dalam dan berkata, "Reputasi sang Blood Elf bukanlah rumor kosong…"
Merasa tidak puas, aku menukas, "Panggil aku 'Prince'."
Seulas senyum tipis akhirnya muncul di wajah suram Nan Gong Zui. "Baiklah, Prince."

"Siapa orang itu?" Fan, yang awalnya berdiri di satu sisi dengan sikap yang cukup santai, menyaksikan dengan rasa tidak puas saat situasi perlahan berubah arah. Siapa sebenarnya elfdengan aura jahat itu? Dapat memutar balik situasi yang sama sekali tidak menguntungkan, seorang diri …, dia adalah ancaman! Rasa takut melanda pikiran Fan.
Wajahnya, dengan senyumnya tenang, tiba-tiba menjadi kasar dan kejam. Pada anggota aliansi yang berdiri di sebelahnya, dia memerintahkan, "Bunuh elf tersebut; bunuh dia dan Nan Gong Zui, dan pertempuran akan sama saja telah berakhir."

"Sial, kenapa jumlah musuh tiba-tiba meningkat?" Dengan musuh sebanyak ini, aku cukup sibuk hanya untuk melindungi diriku sendiri.
Sepertinya sebagian besar anggota dari aliansi warrior holyman secara khusus menyerangku dan Zui? Aku melirik sekilas dari bahuku dan melihat Zui sama-sama sedang menangkis dan menahan serangan.
"Prince, mundur ke barisan belakang bersamaku," Zui berseru, sebelum menarikku bersamanya ke tempat di mana aliansinya berada. Akhirnya, kami berhenti di tengah-tengah keramaian aliansi Zui, dan Zui tiba-tiba mengangkat pedangnya dan memposisikannya datar langsung ke arah si warrior holyman. "Fan, kalau kau punya nyali, maka berhentilah bersembunyi dan merajuk di belakang. Keluarlah dan hadapi aku dalam duel!"
Aku melihat Zui, yang memucat marah karena murka, dan kemudian pada Fan, si warrior holyman di seberang kami, tapi ekspresi orang tersebut acuh tak acuh …, jangan-jangan mereka kenal satu sama lain? Aku takut ini bukan sekedar dendam antara mereka saja, aku menerka-nerka.
"Nan Gong Zui, bukankah kau terlalu naif? Aku benar-benar penasaran bagaimana orang sepertimu, yang tidak peduli tentang garis besar situasinya, berhasil menemukan begitu banyak sekutu."
Fan menyunggingkan senyum yang terlihat damai dan baik, tapi rasa menggigil menuruni tulang punggungku. Aku merasa seakan aku baru saja menyaksikan senyum bayangan Yu Lian-dàsăo, atau melihat senyum polos Lolidragon saat dia sebenarnya diam-diam sedang mengasah cakarnya.
Fan ini benar-benar bukanlah orang biasa! Pengamatan Yu Lian-dàsăo tepat sasaran.
"Kau…" Ekspresi Zui menjadi semakin murka sekarang, benar-benar kehilangan ketenangannya yang semula. "Apakah kau benar-benar tidak peduli tentang Ice Phoenix?"
"Ice Phoenix? Siapa?" Senyuman di wajah Fan mencemooh menyebalkan, dan jelas-jelas menunjukkan bahwa dia sedang pura-pura tidak tahu.
"Kau…" Zui mengepalkan tinjunya dan kelihatannya dia akan maju menyerang Fan. Sekutu-sekutu yang sedang berdiri di dekatnya segera menangkapnya dan menolak membiarkan dia pergi, tapi Zui meraung menggila, "Lepaskan aku! Akan kubunuh si brengsek itu! Fan, sini kau!"
Kelihatannya situasi berada di ambang batas kendali. Kalau terus seperti ini, Nan Gong Zui pasti akan dihajar habis-habisan sampai akhir hayat. Aku mengatur ekspresiku dan, dengan tampang dingin, menjulurkan tangan dan mencengkeram kerah Nan Gong Zui. Dengan suara dingin dan tak ramah, aku berkata,"Aku salah menilaimu. Kupikir kau adalah jenis orang dengan penuh gairah namun berkepala dingin saat melakukan banyak hal. Fan memang benar; kau adalah tipe orang yang tidak mempedulikan gambaran besar situasinya. Tidak peduli dendam macam apa antara kau dan Fan, kau adalah pemimpin dari sebuah aliansi saat ini, dengan harapan begitu banyak orang berada di tanganmu. Dan kau akan pergi menyerang begitu saja dan membiarkan dirimu terbunuh?"
Nan Gong Zui perlahan menjadi relaks. Dia menggelengkan kepalanya seakan menjernihkan pikirannya dan akhirnya menjadi tenang. "Kau benar, Prince."
Setelah itu, dia segera mengumpulkan aliansinya. Setelah sesaat, mereka mulai mirip sebuah pasukan yang sedang dikerahkan ….
Mereka semua terlatih dengan baik; aku sedikit terkejut. Apakah aku telah melakukan sesuatu yang bodoh barusan? Kalau Zui berhasil mengalahkan Fan dengan mudah, bagaimana aku akan mengalahkan Zui? Haha …, aku akan memikirkannya saat waktunya tiba! Meskipun sepertinya anggota timku di Odd Squad dan anggota dari Dark Emperor sedang memelototiku dari sudut di sebelah situ…
"Terima kasih, Prince." Zui memberiku senyum yang tidak dibuat-buat.
Kenapa aku tiba-tiba merasa begitu bersalah?

"Sial, ternyata elf itu mengacaukan segalanya," kata Fan, memelototiku dengan mata yang dipenuhi kebencian. "Tidak masalah; aku tidak akan kalah dengannya sekalipun itu hanya masalah tentang kemampuan. Semuanya, bentuk formasi, ini akan mengakhiri segalanya."
Aku hanyut dalam pikiranku, kepalaku miring ke satu sisi saat aku berjalan kembali ke tempat di mana Odd Squad dan Dark Emperor berada. Saat aku menyaksikan pertempuran antara kedua aliansi tersebut, aku bertanya, "Lolidragon, semua masalah ini tidak ada hubungannya denganku, 'kan?"
"Jika ini adalah reaksi kimia, maka kau adalah katalisator terbesar di dalamnya," balas Lolidragon tak berdaya. Kedua tim, yang totalnya terdiri dari sebelas orang, menyaksikan tanpa daya dari samping saat aku mendorong seluruh situasinya menuju klimaks.
Dengan diam-diam aku berkata, "Lolidragon, aku ini mahasiswi sastra, jadi aku tidak mengerti hal-hal mengenai kimia yang kaubicarakan."
"Apakah kita tahu siapa yang akan menang?" tanyaku. Menyaksikan benturan antara pasukan Zui dan Fan, aku berpikir, mereka mungkin menggunakan semacam taktik perang, 'kan?Sayangnya, sama saja dengan reaksi kimia yang Lolidragon bicarakan, aku sama sekali tidak ada pengetahuan mengenai taktik perang untuk kukatakan, jadi aku harus menanyakan pertanyaan itu.
"Dalam hal kemampuan, kedua sisi berada di level yang sama. Kurasa Fan akan menang, walau begitu," Yu Lian-dàsăo menganalisa dengan kerennya …, "Bagaimanapun juga, Nan Gong Zui telah menghabiskan terlalu banyak pasukannya saat dia melawan si beastman di awal."
"Benarkah? Tapi aku lebih suka Nan Gong Zui." Aku menelengkan kepalaku ke satu sisi, merasa sedikit tidak puas dengan analisis bahwa Zui akan kalah.
"Lebih banyak alasan lagi untukmu berdoa bahwa Nan Gong Zui akan kalah, kalau tidak misalkan dia menang, kita akan harus menghadapinya. Kalau itu terjadi, bisakah kau membunuhnya?" Wicked memberiku tatapan tegas.
"Aku tidak tahu. Akan kupikirkan saat waktunya tiba," aku membalas pelan. Kenapa khawatir? Pada akhirnya, Yu Lian-dàsăo sudah berkata bahwa kemungkinan Zui untuk menang itu lebih kecil.
Sekali lagi, suara Xiao Li yang bersemangat terdengar. "Saat ini situasinya sangat kritis. Menurut data, di sini akhirnya ada kurang dari seratus orang yang tersisa. Kita bisa melihat dengan jelas bentrokan antara kedua aliansi, dan ini hampir seperti dua pasukan yang sedang bertarung di arena pertempuran. Dari jumlah orang yang dapat kita lihat bahwa player yang berada di bawah pimpinan Nan Gong Zui jumlahnya kurang daripada aliansi yang dipimpin oleh Fan, si warrior holyman. Situasinya terlihat tidak menguntungkn bagi Nan Gong Zui; apakah akhirnya telah ditentukan? Atau akankah ada perubahan?
"Kita dapat melihat Blood Elf – yang telah membantai begitu banyak player sebelumnya – dan rekan setimnya sedang menyaksikan dari samping. Apakah mereka hanya akan terus menonton? Atau apakah mereka akan ikut serta dalam kekacauan ini, mengubah situasi sekali lagi?"
Itu adalah pertama kalinya aku benar-benar ingin menghajar Xiao Li. Gara-gara dia, perhatian semua orang terfokus di tempat kami berdiri, dan bahkan Nan Gong Zui dan Fan mau tidak mau melihat ke arah kami. Bagaimanapun juga, masih-masing dari aliansi mereka memiliki kurang dari lima puluh anggota yang tersisa. Antara tim kami terdapat dua belas player, dan kalau kami memilih untuk ikut serta ke pihak tertentu, kemungkinan besar kami akan dapat membantu pihak tersebut untuk meraih kemenangan.
"Prince, tolong aku," Zui berseru padaku dari seberang tempat yang kosong di antara kami.
Ekspresiku jadi terlihat kebingungan. Aku benar-benar sadar bahwa ini bukanlah waktunya bagi kami untuk ikut campur, dan bahwa kami harus menunggu hingga kedua pihak mereka sama-sama terluka parah dan menjadi lemah karena saling bertempur. Itu akan menjadi sebuah kesempatan bagi kedua tim kami untuk masuk dan membereskan yang tersisa. Karena itu, aku hanya dapat menatap tanpa daya pada Zui, teman baruku.
"Haha, kau benar-benar masih naif, Nan Gong Zui. Apakah kau pikir dia benar-benar ingin membantumu?" Fan berkata dengan seringaian jahat di wajahnya.
"Dia hanya cemas bahwa kita mungkin tidak akan binasa dalam kehancuran bersama, jadi dia datang untuk ikut campur. Kau benar-benar berpikir bahwa dia melakukannya demi apa yang kau sebut "pertemanan"? Harus kukatakan, sayangnya, bahwa aku benar-benar menyampaikan pada mereka. Pemahaman mereka tentang konsep di balik makna pepatah 'Kerang dan bangau bertengkar, si nelayanlah yang menang' melebihi diriku sendiri, dan mereka bahkan lebih licik dariku," Fan berkata dengan dengki.
Zui melihatku dengan diam, kekecewaannya terlihat jelas dalam tatapannya. Pada akhirnya dia berbalik dingin dan tidak melihatku lagi.
Aku dipenuhi dengan rasa bersalah dan yang lebih penting, rasa sedih karena kehilangan teman yang baru kutemukan. Yang mana yang lebih penting, kemenangan atau pertemanan?
"Kemenangan hanya ada untuk sesaat saja, sementara persahabatan adalah hal yang kekal." Ini adalah sebuah keputusan yang sulit dibuat, tapi saat aku berbalik untuk menjelaskan pada semua orang, aku tiba-tiba teringat bahwa aku memikul harapan dari semua anggota Odd Squad juga.
Kami telah berkata bahwa kami akan menciptakan legenda bersama dan menang bersama-sama…
Apa yang harus kulakukan?
"Prince…" Anggota Odd Squad melihatku, saat aku dihadapkan pada situasi sulit tersebut, dengan campuran ketidakpastian dan belas kasihan.
"Pergilah, Prince. Aku akan pergi bersamamu," kata Wicked sambil melangkah maju.
Kami melihat Wicked dengan keheranan. Sebagai tambahan, aku merasa marah. Sekalipun Wicked adalah Zhuo-gēge, ini adalah sebuah kompetisi. Dia tidak dapat membantuku seperti ini, pikirku.
"Kau telah menolongku dan Ming Huang sebelumnya, Prince. Ditambah lagi, jika aku pergi denganmu, setidaknya pertarungan akhir antara Odd Squad dan timku akan jadi adil, dengan lima lawan lima." Nada bicara Wicked terdengar tegas.
"Apa yang sebenarnya kau katakan adalah, kita berdua sudah pasti mati," balasku, menggaruk-garuk kepala dengan tidak yakin.
"…Meteor Shower."
Tiba-tiba, sebuah suara menggelegar terdengar, dan kami melihat ke atas, terkejut, saat bintang-bintang jatuh turun bagai hujan dari langit satu per satu…
Cepat, buat permohonan! Oh, uups, maaf!
Aku menyadari bahwa sebagian besar meteor tersebut mendarat di sisi pasukan Fan. Tentu saja, dengan mantera skala-besar seperti itu, mustahil mantera tersebut hanya mengenai orang-orang Fan, jadi sejumlah orang-orang Nan Gong Zui juga kehilangan nyawanya di bawah mantera yang indah itu.
Sedangkan untuk yang melancarkannya … satu-satunya mage tipe api yang belum mati, dan memiliki banyak waktu senggang untuk merapalkan mantera skala-besar yang terpikir olehku tidak lain adalah Yu Lian-dàsăo kami yang mulia.
"…, Wrath of the Nine Heavens!" Bahkan saat meteor terus berjatuhan, aku mendengar sebuah suara yang menyebalkan dan akarab. Bahkan tanpa menggunakan otak dan hanya menggunakan tiaraku untuk berpikir, sudah jelas bahwa mantera itu telah dilancarkan oleh mage lain (tipe petir) yang memiliki banyak waktu untuk membunuh: si anak menyebalkan itu, Ming Huang.
Sudah sangat jelas bahwa bocah brengsek itu memiliki tujuan yang sangat berbeda dari Yu Lian-dàsăo, akan tetapi, saat dia melancarkan manteranya tepat di tengah-tengah arena, tidak memikirkan sedikit pun tentang keamanan temanku Nan Gong Zui. Dia hanya ingin menjadi pusat dari segalanya, pikirku.
"Apakah kita akan menjadi musuh mereka bersama?" tanyaku. Aku merasa sedikit khawatir karena pemandangan para player dari kedua sisi bergegas menjauh dari tempat kejadian kehancuran dan tiang-tiang cahaya putih yang melesat ke langit.
"Hmm, itu mungkin saja, tapi setelah terkena dua mantera skala-besar itu, kurasa tidak satu pun yang tersisa dengan lebih dari dua pertiga HP mereka untuk bertarung dengan kita." Yu Lian-dàsăo mengamati saat bebatuan yang membara dan halilintar terus menghujani dengan seulas senyuman di wajahnya.
Pada saat itu, aku berpikir, Siapa yang peduli dengan Fan? Dia bahkan tidak ada setengah menakutkannya dari Yu Lian-dàsăo kami.
"Nan Gong Zui!" Aku menyaksikan tanpa daya saat Zui terkena halilintar dan ambruk ke tanah, di mana dia terbaring tak bergerak…
Dia belum melesat pergi, jadi dia mungkin belum mati!
Melihat bahwa manteranya hampir berakhir, aku segera berlari cepat ke depan, mengelak ke kiri dan ke kanan untuk menghindari kelebatan halilintar. Kadang-kadang aku bahkan harus menebas mereka yang berani menghalangi jalanku, atau orang-orang yang menyambar kaki dan memohon bantuan.
Akhirnya aku mencapai Nan Gong Zui. Dalam sekali gerak, aku mengangkatnya ke lenganku dan mulai berlari cepat untuk kembali. Begitu aku menjauh, sebuah meteor mendarat di tempat tadinya Nan Gong Zui berbaring sebelumnya…
"Aku benar-benar tidak tahu apakah aku seharusnya menggambarkan Prince sebagai orang yang jahat atau baik. Dia sampai sejauh itu menyelamatkan Nan Gong Zui, tapi tetap saja di sepanjang jalan menebas sekumpulan orang sampai mati…" gumam Yu Lian-dàsăo.
"Dia bukannya baik ataupun jahat. Dia hanya benar-benar menghargai teman-temannya," kata Ugly Wolf, menyengir lebar saat dia menyaksikanku mengangkat Nan Gong Zui di lenganku dan berlari cepat gila-gilaan.
"Huff … huff." Akhirnya kembali, aku meletakkan Nan Gong Zui di tanah, sangat terengah-engah.
"Kenapa menyelamatkanku?" Ekspresi Nan Gong Zui terlihat dingin, tapi juga terdapat sedikit kekeras kepalaan saat melihatku.
"Karena aku tidak ingin melihat seorang teman mati tanpa memahami situasinya," aku membalas dingin.
Aku berbalik pada Wolf-dàgē dan meminta, "Wolf-dàgē, bisakah kau menyembuhkan dia?"
Wolf-dàgē memberiku sebuah anggukan.
Aku melesati ke arena pertempuran sekali lagi. Kali ini, aku berjalan menuju Fan, yang juga terlihat hampir ambruk. Dia memelototiku tanpa henti, seakan ingin mengulitiku hidup-hidup. Aku memberinya sebuah tinju di perut, dan kemudian mengangkatnya lalu membawanya kembali ke tempat Odd Squad berada. "Wolf-dàgē, tolong sembuhkan dia juga. Kurasa ada semacam dendam antara dia dan Zui yang harus diselesaikan."
Aku menyaksikan dengan rasa puas saat Zui dan Fan disembuhkan oleh Wolf-dàgē, dan kedua pria itu kelihatannya siap untuk berduel sampai mati. Kemudian aku berbalik untuk melihat anggota Odd Squad dan Dark Emperor, dan hanya berkata, "Ayo pergi. Ini waktunya untuk kita membersihkan arena."
Masih ada sekitar dua puluhan player yang tersisa di arena. Akan tetapi, ada seulas senyum percaya diri di wajahku yang menunjukkan bahwa aku bahkan tidak berpikir bahwa kedua puluhan player itu sebagai lawan untuk dua tim. Aku memberikan ayunan uji coba pada Black Daoku dan berkata, "Permainan, dimulai."
Sekali lagi, Xiao Li dengan kehebohan liar berkata, "Lihat, semuanya! Situasinya sekarang benar-benar mengherankan saat dua tim yang tadinya berdiri diam di satu sisi tiba-tiba melepaskan dua mantera skala-besar, Meteor Shower dan Wrath of the Nine Heavens. Kedua grup yang tadinya mencoba saling bunuh sekarang entah mati atau sekarat. Sang Blood Elf menyelamatkan Nan Gong Zui di saat-saat terakhir, dan kemudian menarik mundur Fan juga. Akan tetapi, sekarang mereka berdua sekali lagi bangkit berdiri untuk saling bertarung sampai mati! Apa yang sebenarnya sedang terjadi?”
"Berikutnya, mari lihat … whoa, whoa, whoa, Odd Squad dan Dark Emperor mulai bergerak! Mereka hanya memiliki dua belas orang berhadapan dengan sekitar dua puluh orang yang selamat di arena, tapi situasinya benar-benar memihak pada mereka. Ini adalah sebuah pembantaian! Ini jelas-jelas adalah pembantaian sepihak; kedua tim ini memiliki tiga warrior yang tidak terluka, dua thief yang sangat ahli dalam membunuh, dua penyerang jarak jauh – seorang archer dan seorang bard, sejumlah skeleton, dan akhirnya, mage yang amat sangat kuat dan mematikan! Hasil akhir dari turnamen ini sudah hampir dipastikan. Apa yang benar-benar kita ingin tahu adalah, siapakah dari kedua tim ini yang berhasil untuk merebut kemenangan?"
Bahkan saat aku menghadapi orang-orang selamat yang terluka di arena pertempuran, aku mengawasi pertarungan antara Zui dan Fan. Dalam hati aku berpikir dengan antusias,akhirnya aku bisa bertarung melawan Wicked dan melihat siapakah di antara kami yang lebih kuat. Pertarungan kami yang terakhir tidak meyakinkan, tapi kali ini kami bisa menyelesaikannya sepenuhnya. Bertarung benar-benar hal yang menarik.
Wicked menghabisi musuh yang tersisa terakhir, dan kemudian berkata, "Prince, apakah kau akan benar-benar menghadapiku dan Zui? Tidakkah kau merasakan itu adalah hal yang sulit karena kami adalah temanmu?"
Aku menolehkan kepalaku untuk melihat Wicked, mengangkat Black Dao yang kupegang padanya dan berkata, "Karena kita adalah teman, aku akan menghadapi kalian dengan adil dan jujur untuk menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang. Aku tidak akan ragu-ragu atau menahan diri, dan kuharap kau tidak akan menahan dirimu juga, Wicked. Ini adalah pertempuran, dan aku menikmatinya. Aku berdiri di arena ini saat ini, di depan begitu banyak orang. Ini adalah pertarunganku, legendaku, dan tidak peduli bagaimana akhirnya, aku tidak akan merasa menyesal!"
Dengan itu, aku mengangkat daoku ….

[ ½ Prince Jilid 2 Bab 7 Selesai]
Footnote
1.    Bohlam lima ratus watt : Dalam bahasa Cina, menjadi bohlam berarti menjadi tamu tak diundang atau perusak kencan. Di sini Prince pada dasarnya berkata bahwa mereka harus benar-benar menjadi bohlam SUPER besar.
2.    Raja…menjadi yang tewas : Ini adalah sebuah permainan kata. Dalam bahasa Cina, kata "raja" dan "yang tewas" sama-sama disebutkan sebagai "wáng zě".
3.    Kerang dan bangau bertengkar; si nelayanlah yang menang: Beberapa pepatah Cina biasanya berasal cerita-cerita. Lengkapnya seperti ini: seekor kerang sedang berjemur saat seekor bangau datang dan mencoba untuk memakannya. Kerang tersebut mengatupkan cangkangnya menutup, dan si bangau menolak untuk melepaskan daging lembut kerang di dalamnya. Karena beratnya, si bangau tidak dapat terbang dan si kerang tidak dapat bergerak. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyerah, keduanya ditangkap oleh si nelayan. Pepatah tersebut pada dasarnya berkata bahwa jika tidak ada seorang pun yang menyerah, maka orang lainlah yang akan mendapatkan untung.
4.    Grand melee/pertempuran kacau balau: Dalam bahasa Cina, grand melee disebut sebagai ” (hùn zhàn). Arti dari huruf pertama adalah "kacau" dan huruf kedua berarti "pertempuran".
5.    Peliharalah kehijauan hutan dan kau tidak perlu takut kekurangan kayu bakar : Maksud dari pepatah ini adalah jika kau menebang semua pepohonan di satu gunung dengan sekaligus, maka pastinya kau akan kehabisan kayu bakar nantinya. Di sisi lain, jika kau hanya mengambil apa yang kau butuhkan, maka kau tidak akan pernah kehabisan. Dengan demikian, adalah hal yang bijak untuk tidak berlebihan melakukan sesuatu dan seseorang sebaiknya selalu menetapkan rencana lebih dulu.


1/2 Prince Jilid 2 Bab 7 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.