10 Agustus 2016

1/2 Prince Jilid 2 Bab 6 LN Bahasa Indonesia


KEBENARAN, TERUNGKAP?
Online ….
"Prince! Prince, apa kau online? Cepat, datang ke tempat kita yang biasa. Kita mendapat masalah besar."
Begitu aku online, Lolidragon mem-PMku dengan nada suara yang begitu mendesak. Bahkan sebelum aku dapat memahami situasinya, aku telah mulai berlari ke tempat pertemuan.
"Apa yang terjadi?" tuntutku, saat aku menyerbu masuk ke dalam restoran dengan ekspresi risau.
"Baiklah, sekarang semua orang berada di sini, aku bisa mulai bicara. Petugas telah mengumumkan bahwa pertandingan hari ini akan dibatalkan," Lolidragon berkata dengan tenang. Semua orang di Odd Squad membelalakkan mata terkejut. "Kompetisinya ditunda sampai minggu depan, saat semua tim akan berpartisipasi dalam melee untuk menentukan tim pemenangnya."
"Apa yang saja yang ada di dalam melee? Dan kenapa mereka tiba-tiba mengubah metode kompetisinya?" selidik Wolf dengan penuh pertimbangan.
"Rumornya, mereka mengubahnya karena kompetisi ini memiliki terlalu banyak tim yang ikut serta, yang menyebabkan kompetisi memakan waktu terlalu panjang dan sangat berdampak pada permainan game yang normal. Jadi pengelolanya memutuskan untuk menyelesaikan semuanya dalam sekali jalan.”
"Melee adalah sebuah pertandingan saat semua tim berkumpul pada satu arena di saat yang sama. Satu-satunya tim yang bertahan sampai akhir akan dinyatakan sebagai pemenang. Pet tidak diperbolehkan untuk membantu dalam pertarungan." Lolidragon berhenti sejenak, kemudian menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Totalnya, akanada seratus tim, yang berarti akan menjadi melee dengan enam ratus peserta."
Semuanya kehilangan kata-kata untuk sesaat.
"Selamat dari antara enam ratus orang?" aku bergumam sendiri. "Kurasa dalam keadaan seperti itu, aku akan menjadi yang pertama ditebas sampai mati."
Mau bagaiman lagi, tapi … apakah ini nasibku karena menjadi begitu tampan sehingga setiap pria yang melihatku akan berkeinginan untuk mencincangku? Tidak bisakah aku pergi ke kompetisi dengan menggunakan topeng?
"Itu benar; sepertinya mustahil untuk mengharapkan keselamatan Prince," Wolf menghela nafas. "Karena dia adalah target yang besar, kemungkinan besar aku tidak akan bisa mempertahankannya untuk waktu yang lama. Harapan terbaik kita adalah Lolidragon, kurasa. Agility-nya sangat tinggi dan tubuhnya sangat ramping dan kecil."
Lolidragon tertawa kering. "Jangan menaruh harapan padaku. Kudengar sudah ada lima tim yang berkata bahwa mereka akan bersedia menyerahkan kesempatan mereka untuk menang hanya untuk menyaksikanku tewas dengan mengenaskan."
Ya ampun …, Lolidragon, seserius apa yang sebenarnya sudah kau lakukan hingga bahkan kecantikanmu tidak dapat menghindarkan masalah? Semua anggota Odd Squad menatap tidak percaya pada Lolidragon, tapi orang yang ditanyai itu hanya mengangkat bahu dengan santai. "Aku hanya terlalu bosan saat kalian tidak ada di sini, jadi aku menggunakan kemampuan Steal …, aku hanya ingin membantu mendapat sejumlah uang untuk tim."
Aku menudingkan jariku yang gemetar pada Lolidragon dan bertanya, "Berapa banyak sebenarnya yang kau curi?"
"Satu juta enam ratus lima puluh lima ribu tujuh ratus dua puluh satu dolar…, ditambah satu Soul-Heaven Royal Sword dan sebuah Taoist Robe yang belum dia jual," Yu Lian-dàsăo melaporkan dengan cermat. Setelah jeda sesaat dia menambahkan, "Itu hanya bagian yang  dia berikan pada kita untuk digunakan sebagai pengeluaran tim."
"Lolidragon, berapa banyak yang kau curi untuk dirimu sendiri?" Baik tatapan dan bilah pedang Black Dao-ku yang terlihat mengancam mengarah ke antara leher dan jantung Lolidragon.
"Tidak banyak…" Wajah Lolidragon terlihat polos dan lugu. Mendengar kata-katanya, aku merasa santai sedikit. Kalau tidak banyak, mungkin kita bisa kembalikan saja semua uang yang dia curi dari orang-orang itu ….
"Aku hanya membeli dua koper dari LV dan tiga gaun malam dari Chanel…"
"Dua koper dan tiga gaun malam? Itu tidak terlalu buruk. Kita berenam bisa patungan untuk menutupinya," Wolf dan Gui, keduanya tidak tahu perbedaan antara hidup dan mati, berkomentar dengan enteng.
"Kalian tidak mengerti!" keempat wanita yang mengerikan berseru bersamaan … dan semuanya menatapku aneh. (Kecuali Lolidragon, yang terlihat senang …, Grrr!)
Aku berdeham keras mencoba untuk menutupi kesalahanku. "Ahem, aku lumayan akrab dengan merek-merek populer…"
"Jadi berapa banyak sebenarnya untuk semuanya itu?" Gui bertanya tidak paham.
Alis Yu Lian-dàsăo mengerut saat dia menghitungnya. "Dua koper …? Satu koper kira-kira dua ratus ribu dolar, jadi sekitar empat ratus ribu dolar … dan kalau tiga gaun malamnya adalah yang terbaru…" Dia menekankan telapak tangannya ke dahi dan terlihat sepertinya dia akan pingsan. Wolf dengan menempatkan sebelah tanan ke bahu istrinya untuk menopangnya.
"LOLIDRAGON…" geramku, menaruh Black Dao-ku di lehernya lagi. "Berapa banyak sebenarnya?"
"Kurasa itu sekitar satu setengah juta untuk koper dan gaun malamnya," kata Lolidragon, mengerjapkan matanya dengan polos.
Ekspresi semua orang menghilang.
"Ayo menyerah soal Lolidragon kalau begitu. Kita harus memikikirkan cara untuk memastikan keselamatan keseluruhan tim; ada lebih banyak kemungkinan untuk itu terjadi," aku mengatakannya dengan lesu setelah beberapa saat. Yang lainnya menangguk lemah menyetujui.
"Yang tersisa hanya Yu Lian, Doll, dan Gui?" tanya Wolf sambil menggaruk bulu di kepalanya. "Yu Lian dan Gui sama dalam kelas berfisik lemah – mage dan bard – jadi akan sulit bagi mereka untuk selamat juga. Doll memiliki kesempatan yang lebih baik; dia memiliki banyak skeleton untuk melindunginya."
Kalau begitu, kesempatan menang kami berada pada Doll? Kami dengan serempak melihat Doll yang tersenyum lugu. Ya! Kesempatan kami kelihatannya sangat bagus. Doll sangat imut …, tentunya tidak ada seorang pun yang tega untuk mengerjainya, 'kan?
"Sudah diputuskan kalau begitu. Semuanya, lindungi Doll!" Wolf berkata memutuskan.
"Masih ada jalan lain, lho," Lolidragon berkata, menggoyangkan telunjuknya "Wicked dari Dark Emperor baru saja mem-PM-ku dan bertanya apakah kita mau membentuk aliansi dengan mereka."
"Aliansi?" aku bertanya tidak pasti.
Dengan ekspresi misterius, Lolidragon menjelaskan, "Sebenarnya, ini adalah rahasia umum bahwa banyak tim telah membentuk baik aliansi dalam skala besar maupun kecil untuk menang. Begitu kompetisi dimulai, aliansi akan bertempur satu sama lain, di mana aliansi akan memecah menjadi tim-tim. Akhirnya, sisa yang selamat dari timtersebut akan bertarung sampai akhir untuk menentukan pemenangnya."
"Karena itu, kalau kita membentuk aliansi dengan Dark Emperor, maka kita akan mulai kompetisi dengan menghadapi tim lain dulu. Kalau kedua tim kita selamat sampai akhir, maka konfrontasi terakhir adalah antara tim kita."
"Tapi tim yang beraliansi mungkin malah akan menjadi hambatan untuk rekan sesama aliansi mereka," ujar Wolf dengan nada khawatir.
"Karena itulah kenapa kita semua harus menentukan apakah kita dapat mempercayai Tim Dark Emperor atau tidak," Lolidragon berkata tegas seakan itu adalah hal yang sudah jelas.
"Kalau ingatanku tepat, kita ini adalah musuh bebuyutan," Gui membalas dengan dingin, pernyataan 100% tidak setuju terlihat jelas di wajahnya.
"Satu suara melawan, satu suara setuju, jadi itu seimbang sekarang. bagaimana dengan yang lainnya?" Lolidragon mulai menghitung suara dengan sangat antusias.
Kerutan di antara alis Wolf-dàgē menjadi semakin dalam, dan dalam, dan dalam, sampai akhirnya dia berkata dengan nada yang enggan, "Aku juga setuju. Kita tidak tahu timyang lain dan bertahan hidup sendirian itu terlalu berat."
"Aku sama dengan Wolf." Yu Lia-dàsăo melihat Wolf dengan mesra. Dia selalu mengikuti pendapat suaminya.
"Wow, itu sudah setengah dari kita yang menyetujui. Prince, Doll, bagaimana dengan kalian berdua?"
"Doll juga tidak keberatan," kata Doll, seulas senyum polos dan ringan terlihat di wajahnya.
"Prince." Semuanya menatapku. Tapi aku … aku benar-benar tidak ingin melihat Wicked saat ini, dan siapa yang tahu kalau tiba-tiba dia sadar dan mengenaliku sebagai FengLanAdikku yang bodoh telah mengatakan padanya bahwa aku adalah seorang transgender …, tapi, lebih daripada itu, aku tidak ingin dihancurkan menjadi daging giling saatmelee.
"Setuju."
"Kalau begitu sudah diputuskan!" Lolidragon berkata dengan senang. "Kita akan melakukan latihan khusus dengan Dark Emperor setiap hari minggu ini."
"Lolidragon, apa yang membuatmu begitu senang?" aku menanyai Lolidragon dengan kecurigaan di mataku.
Lolidragon mengedip padaku, kemudian mem-PM balasan padaku. "Feng Wu Qing akan ada di sana. Saat Wolf-gē dan Gui melihat saudaramu, kesalahpahaman akan selesai. Bukankah kau selalu ingin menyelesaikan kesalahpahaman itu? Lihat, betapa baiknya aku padamu?"
Masalahnya, setelah menyelesaikan masalah dengan adikku, akan ada masalah baru, kali ini melibatkan Zhuo-gēge …, Ya Tuhan, kenapa Engkau begitu tidak ingin membuatnya mudah untukku? Haah, aku tidak peduli lagi. Bagaimanapun juga, Wicked seharusnya tidak dapat mengenaliku … ya'kan?  Aku mencoba untuk menenangkan diriku sendiri dengan gelisah.

"Lama tidak bertemu, Prince." Zhuo-gēge … tidak, senyum tidak ramah Wicked muncul di hadapanku sekali lagi. Di belakangnya terlihat dengan jelas jengkel adalah Ming Huang, yang biasanya kupanggil Zhuo-xiăodìdi, dan di sebelahnya adalah Feng Wu Qing yang menawan dan ramah, yang sedang mengipasi dirinya sendiri dengan sebuah kipas bulu. Adikku yang bodoh ….
Pantas saja mereka adala musuh bebuyutanku!
"Feng Yang Ming?" Gui melihat Feng Wu Qing, kebingungan, sebelum berbalik untuk melihatku.
"Halo, profesor," Feng Wu Qing, nyengir. "Tidak terlintas di pikiranmu kalau aku ternyata adalah anggota dari Dark Emperor, ya 'kan?"
Dinilai dari ekspresi tidak percaya Gui, kurasa hal yang tidak dia perkirakan adalah kau sebagai anggota Dark Emperor, alih-alih Prince di Odd Squad.
"Kau — Apakah kau benar-benar Feng Yang Ming?" Gui masih ternganga heran, seakan sulit baginya untuk percaya bahwa dia ternyata telah salah orang.
"Ya?" Feng Wu Qing ragu-ragu, melihat dengan aneh pada profesor yang sepertinya sedikit sangat terkejut.
Sedangkan aku, menyadari bahwa aku telah menggagalkan rencanaku sendiri, karena tadinya aku ingin menghibur diriku sendiri dengan pemandangan Gui dan Wicked yang bertengkar memperebutkan saudaraku dan merasa cemburu. Sayang sekali! Tetap saja, melihat ekspresi terheran-heran Gui dan saudaraku yang jelas-jelas kebingungan, aku menemukan hiburan yang lain ….
Berjuang mati-matian, aku menahan tawaku dan berkata dengan serius, "Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Dark Emperor. Kuharap kedua tim dapat saling membantu hingga akhir."
"Mari berharap itulah yang terjadi," Wicked tersenyum samar.
"Saat waktunya tiba, jangan salahkan kami karena mengalahkan kalian dan memenangkan kompetisi," Ming Huang berkata dengan wajah yang dipenuhi dendam. Sudah jelas dia tidak menginginkan aliansi dengan Odd Squad sedikit pun.
Di permukaan, aku hanya melihat Ming Huang dalam diam, tapi dalam hatiku aku menghela nafas, merasakan penyesalam tanpa batas. Kenapa Ming Bin yang sebelumnya imut jadi sangat kurang ajar sekarang? Apakah sebaiknya aku membantu Zhuo-gēge mengajari adiknya yang tidak patuh ini?
Wolf-dàgē tiba-tiba menepukkan tangannya. "Oke, cukup sudah hal-hal yang tidak berkaitan dengan kompetisi! Yang paling penting untuk kita saat ini adalah pertandingan minggu depan."
Mendengar hal tersebut, Gui, Feng Wu Qing, Ming Huang, dan aku — yang sedang saling menatap atau memelototi — dengan enggan menarik pandangan kami dan memperhatikan Wolf-dàgē saat dia berbicara.
"Menurut pendapatku, kita sebaiknya melakukan praktek menyelamatkan diri dalam situasi di mana kita dikepung oleh musuh dari segala sisi. Karena itulah, aku mengusulkan supaya kita menemukan tempat berlatih yang dipenuhi dengan monster," kata Wolf-dàgē.
"Dàgē, akan sangat mudah menjadi pilar cahaya putih kalau kita melakukannya," kataku dengan khawatir, mengucurkan keringat dingin. Yang lain juga menelan ludah dengan gugup, terlihat mematung karena pemikiran tersebut.
"Untuk menang, seseorang harus selalu melakukan pengorbanan," Wolf-dàgē berkata tanpa ampun. "Tentu saja, yang terbaik adalah tidak menurunkan level tim kita sebisa mungkin."
Haah! Semenjak aku pertama kali bertemu Wolf-dàgē, aku mengerti pepatah "menyerahkan diri pada nasib". Karena Wolf-dàgē telah mempertimbangkan aku memiliki kesempatan selamat terendah di dalam tim, dia memerintahkanku (Ya, itu benar! Itu sudah jelas sebuah perintah!) untuk menggunakan saat-saat terakhirku untuk membunuh monster sebanyak mungkin, untuk memberi waktu luang bagi anggota tim lain melarikan diri. Dengan begini, level tim kami tidak akan turun karena kematian yang tidak perlu.
Dan begitulah, aku berakhir berlari menyelamatkan hidupku dengan sekumpulan besar monster mengejar-ngejarku sekarang ….
Waktu benar-benar terasa seperti berlalu untuk selamanya, dengan setiap detik terasa seperti setahun …, setelah beberapa ribu tahun, aku akhirnya menyelesaikan misiku yang mustahil dan memancing lusinan monster menjauh dari timku tanpa menyalakan kembang api sedikit pun (dengan kata lain maksudnya adalah berubah menjadi pilar cahaya putih).
Aku begitu letih sampai merangkak kembali ke timku dengan kedua tangan dan kakiku seperti seekor anjing. Tapi tepat saat aku baru akan duduk nyaman di samping untuk menyaksikan Flawless Frenzied Sword-Dance Wicked dan Flexible Sword Technique Feng Wu Qing ….
"Prince, ada terlalu banyak monster lagi. Cepat pancing mereka menjauh," Wolf-dàgē berseru padaku dari sisi lain Tembok Besar Monster.
Mataku menjadi buram seperti mata ikan dan aku kehilangan kata-kata ….
"Ayo cepat dan pancing mereka menjauh! Aku telah merapalkan mantara Wrath of the Nine Heavens dua kali dan kami masih belum dapat memusnahkan mereka!" Ming Huang berseru, wajahnya sangat terlihat kesal.
Aku melempar pandangan sengit pada Ming Huang, tapi mengeluarkan Meatbun dengan enggan. "Meatbun, gunakan Machine Gun Meat Attack."
"Apakah kita memanggang daging lagi, Mama? Tapi aku tidak melihat Burung Api," Meatbun berkata, dengan semangat melompat ke sana dan ke sini, mencari-cari Fire Phoenix.
"AYO CEPAT DAN TEMBAK!" kedua tim — dua belas orang totalnya — berseru bersama.
Aku sekali lagi menaiki bis nomor 112 dan mulai berlari, berlari, dan berlari …, gawaat! Sebuah ekspresi kacau terlintas di wajahku dan secara mental aku meratap nyaring dengan suara tragis: Ada. Jurang. Di. Depanku!
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku benar-benar merasa penyakit buta arahku adalah kriminal.
Apa yang harus kulakukan dengan sekumpulan besar monster yang mengincar punggungku dengan tatapan seekor predator? Aku memandangi jurang tersebut — kelihatannya cukup tinggi sehingga jatuh dari situ akan mengakibatkan kematian seketika …, — kemudian berbalik dan menatap sejumlah besar monster yang berada di belakangku.
Mereka kelihatannya akan menginjak-injakku sampai mati … mati karena jatuh? Atau diinjak sampai mati? Ini … kelihatannya sebuah pilihan yang sulit?
Bergantung pada seutas harapanku yang terakhir, aku berganti ke team channel dan bertanya, "Wolf-dàgē, berapa banyak monster yang tersisa di tempatmu?"  Apa kau ada waktu untuk datang dan menyelematkanku?
"Jumlah monster-monster ini cukup; kurasa kami dapat menyelesaikannya dalam setengah jam lagi." Setelah Wolf-dàgē selesai membalasku, tidak ada lagi kabar terbaru darinya.
Setengah jam? Bahkan mungkin tidak tersisa abuku kalau begitu ….
Aku menggenggam erat Black Dao kesayanganku dan bergumam rendah, "Datang dan dapatkan aku! Dasar monster-monster bodoh, bahkan sekalipun aku mati, aku akan menyeret beberapa dari kalian ke kubur bersamaku." Yang pertama kali menerjang ke arahku adalah seekor Bosilimi3, seekor monster laba-laba dengan kepala manusia, seekor monster slime besar, pemimpin suku pygmy yang sangat agresif, dan—
Mereka ada terlalu banyak! Aku menelan ludah dan mundur beberapa langkah, tapi aku tidak menyadari bahwa aku telah berada di tepi jurang, dan dalam sekejap kelengahan tersebut ….

"Akhirnya selesai!" Lolidragon mengerang saat dia terkapar di samping jalan. Dia sangat terengah-engah; jarak yang dia tempur tidak kurang dari Prince! Karena agilitynya yang tinggi tapi kurang kekuatan serangan jika dibandingkan dengan Playboy Lord yang bodoh, Lolidragon berakhir menjadi umpan untuk memancing monster untuk berlari dalam lingkaran.
Di sisi lain jalan, walau begitu, Wicked dan Feng Wu Qing bahkan lebih buruk lagi. Tidak hanya mereka harus menghalau monster, mereka juga harus menghadapi monster hingga lengan mereka berubah menjadi jeli. Mereka berdua begitu terengah-engah dan wajah mereka pucat.
"Oke, apakah ada yang tewas atau terluka?" Wolf bertanya sambil bangkit berdiri dan melihat semua orang. "Laporan!"
"1," kata si warrior Human, Feng Wu Qing.
"2," kata si warrior Dark elf, Wicked.
"3," kata si mage Human, Ming Huang
"4," kata si thief Human, Playboy Lord.
"5," kata si archer, Elf Ambusher.
"6," kata si priest, Angel, Black Lily.
"Mm … semua anggota Tim Dark Emperor ada di sini." Wolf berbalik untuk melihat anggota timnya sendiri." Lima orang? Prince belum kembali?"
"Prince, di mana kau? Kami sudah selesai bertarung‼ Berhenti bermalas-malasan dan cepat kembali," Lolidragon berteriak lewat team channel, tapi tidak ada respon bahkan setelah berlalu cukup lama.
"Apa yang terjadi? Jangan bilang kalau Prince tewas?" wajah Gui menjadi terlihat cemas.
"Mungkin saja," kata Lolidragon, mengingat kembali sejumlah besar monster yang Prince pancing menjauh terakhir kali …, dia mungkin benar-benar sudah tewas.
"Aku akan mem-PM-nya untuk melihat apakah dia online atau tidak."
"Jadi?" tanya Wolf, khawatir.
"Aneh, dia online, tapi tidak membalas." Lolidragon mengerutkan alisnya.
"Mungkin dia marah?" Wicked berkomentar tenang. "Kita memang memaksanya untuk memancing begitu banyak monster menjauh …, mungkin itu sedikit keterlaluan?"
Semua orang di Odd Squad memberikan Wicked tatapan aneh dan bekata serempak, "Orang itu telah menyerahkan dirinya pada nasib!"
"Ditambah lagi dia tidak akan marah pada kami; dia akan melampiaskan semua kemarahannya pada Gui," Lolidragon menambahkan.
"Kalau begitu, apa yang telah terjadi pada Prince-gēge?" Doll dengan khawatir bertanya.
"Siapa yang tahu? Tapi mungkin dia tidak sedang berada dalam masalah besar," balas Lolidragon. Ini adalah game online, hal terburuk yang dapat terjadi adalah mati, ya 'kan?Lolidragon mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri, tapi pada saat yang sama dia merasa sedikit cemas.

Aduh …, apakah aku tadi pingsan? Aku mencoba untuk mengangkat tangan kanan untuk menyentuh kepalaku, yang sakit karena nyeri yang seperti membelah kepalaku, hanya untuk menemukan …, kenapa aku tidak bisa menggerakkan tangan kananku?
Tentu saja aku tidak bisa, pikirku saat melirik lengan kananku. Itu dilumuri begitu banyak darah sehingga cocok saat dinilai sebagai hot dog yang dilumuri saus tomat.
Sedangkan untuk lengan kiriku … Aku mencoba untuk menggerakkannya, tapi rasa sakitnya hampir membuatku berlinang air mata. Aku melirik tangan kiriku dan berpikir, Oh, hebat sekali! Tulangku yang putih telah berada di luar, belanja.
Berikutnya, dengan lemah aku membuka mulutku untuk berteriak, tapi darah menyembur keluar dari mulutku seperti air dari keran. Aku tidak lagi berani untuk memastikan apakah kakiku mampu berjalan …, Ya Tuhan! Terbaring sekarat setengan mati di sini ini lebih menyakitkan daripada mati begitu saja ….
Sakit, ini benar-benar sakit! Aku melihat ke tebing jurang tempatku terjatuh, mencoba untuk menanamkan di dalam ingatanku pengetahuan bahwa jatuh dari ketinggian tersebut tidaklah cukup untuk membunuh, dan aku sebaiknya ingat untuk tidak lagi jatuh dari tebing lagi ….
Tidak! Apa yang sedang kupikirkan! Aku seharusnya cepat-cepat mem-PM orang lain untuk menyelamatkanku, sebelum aku pingsan lagi.
"Teman-teman … tolong … tolong aku …." Darah di mulutku … asin sekali ….
"Prince?" Semua orang di Odd Squad memucat. "Di mana kau?! Apa kau mati?"
"Urgh … sakit … datang dan selamatkan aku segera, atau kalian bunuh saja aku!" Rasa sakit membuatku jadi mengigau dan aku mulai berbicara tidak masuk akal.
Gui begitu khawatir sampai dia berteriak, "Prince, di mana kau?!"
"Jurang … jangan lompat untuk bersenang-senang … Sakit…!" Kepalaku berputar dan aku melihat bintang-bintang.
"Bertahanlah, Prince! Jangan offline dulu; kami akan segera menemukanmu." Apakah itu suara Wolf-dàgē? Rasanya terdengar sangat jauh.
Sakit … sa … Kesadaranku tidak lagi mengirimkan kata lain selain "sakit".

Semua anggota Odd Squad terlihat sepucat seprai.
"Kurasa Prince mungkin telah terjatuh dari jurang. Semuanya menyebar untuk menemukannya, cepat! Kabari aku begitu kalian menemukannya supaya aku bisa menyembuhkannya," Wolf-dàgē berteriak mendesak. Begitu dia selesai bicara, semua orang bergegas berpencar.
"Kami akan membantumu mencarinya," Wicked menawarkan bantuan, turut prihatin.
"Prince, di mana kau?" Gui berada dalam keadaan di mana dia terlihat seperti orang yang sedang kerasukan. Berteriak mati-matian, berlarian tak tentu arah saat mencari.
Setelah menginstruksikan anggota timnya untuk membantu pencarian, Wicked menelusuri sekelilingnya dengan cermat. Dilihat dari kecepatan dan arah Prince yang dia tuju sebelumnya, di mana kira-kira dia terjatuh?

Sementara itu, aku secara mental meratapi situasiku.
Kenapa aku tidak bisa mati saja? Apakah ini dapat diperhitungkan sebagai kesalahan perhitungan dari developer game? Aku harus terbaring di sini, dalam penderitan dan rasa sakit, hanya supaya orang lain dapat menemukanku? Aku pasti akan mengajukan keluhan pada Lolidragon — si GM tersembunyi — saat aku menemuinya nanti ….
Untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakitku, aku memikirkan berbagai macam hal dan ide yang tak masuk akal, tapi … kenapa tidak ada seorang pun yang datang menolongku? Wuuuh, sakit sekali! Seseorang, tolong aku! Tolong! Gui, di mana kau? Biar aku meninjumu untuk melampiaskan perasaanku, waaah …!
Tunggu, siapa? Siapa itu? Saat suara langkah kaki mendekatiku, aku merasa begitu terharu sehingga aku ingin melihat sendiri siapa yang mendekat ….
"Aku akhirnya menemukanmu," kata orang tersebut sambil berlutut di sebelahku. Dia mengeluarkan sebuah health potion dan mencoba meminumkannya padaku, tapi akususah payah untuk menelan dua tegukan.
"Apakah itu Gui?" Penglihatanku begitu kabur sampai aku tidak dapat mengenali orang di hadapanku …, Siapa itu?
"Bukan, ini Wicked. Aku kehabisan health potion, jadi aku harus membawamu kembali pada para priest untuk disembuhkan," Wicked berkata sambil mengangkatku dari permukaan tanah.
"Oh … jadi ini … ini Zhuo-gēge!" gumamku sendiri dengan lega.
Zhuo. Gē.Ge?! Pikir Wicked, tertegun. Dia menurunkan kepalanya untuk melihatku lebih dekat, tapi aku tidak menyadarinya karena aku telah mengigau karena rasa sakit.
Setelah mengamati baik-baik parasku, dia berbisik, "Sepasang mata yang persis sama … dan terakhir kali Yang Ming telah mengatakan padaku bahwa dia memainkan karakter pria di Second Life. Ditambah lagi dia memanggilku Zhuo-gēge … jangan-jangan kau adalah … Xiao Lan?!"
Wicked menatap wajahku yang memperlihat raut kesakitan dengan waspada.
"Xiao Lan, apakah itu kau?" Wicked bertanya dengan lantang, suaranya dipenuhi dengan rasa tertekan.
"Prince! Kami menemukan Prince!" Gui memanggil saat dia berlari tergesa-gesa ke arah kami. "Terima kasih, Wicked."
Gui mengulurkan tangan, berpikir untuk mengambilku dari pelukan Wicked, tapi Wicked memegangku erat-erat mendekat padanya. Dia mengabaikan Gui dan sebaliknya berjalan menjauh untuk menemui Ugly Wolf, yang sedang berlari mendekat.
"…" Gui hanya dapat menatap kebingungan saat Wicked tanpa emosi melangkah melewatinya, dengan hati-hati membopongku di lengannya.
Begitu Wolf-dàgē selesai melancarkan beberapa mantera penyembuhan kuat padaku, aku akhirnya bangkit dan kembali ke diriku yang biasanya — dan ya ampun, aku kesal!
"Kenapa kalian lama sekali menemukanku? Aku tadi merasa kesakitan sekali!" bentakku, teringat dengan situasi menyedihkanku sebelumnya dengan ngeri.
"Hei, kau sendiri yang terjatuh ke jurang! Kami harus mengerahkan begitu besar usaha ke semua tempat hanya untuk mencarimu. Beraninya kau masih mengeluh!"Lolidragon menukas tajam, dengan brutal menunjukkan faktanya.
"Aku…" Aku merasa cukup kasihan pada diriku sendiri. Itu bukannya aku jatuh ke jurang karena kemauanku sendiri, pikirku, cemberut marah. "Gui, Gui! Jelaskan padaku kenapa kau lebih lamban daripada Wicked saat menemukanku."
"Aku…" Gui menyunggingkan senyuman bingung dan lemah, tapi matanya dipenuhi dengan rasa bersalah.
Tidak berniat membuang-buang lebih banyak waktu untuk percakapan tidak berguna …, aku mulai hajar Gui saja!
"Xiao Lan?" Wicked mendadak mem-PMku, nada bicaranya tidak dapat dipahami.
Aku berhenti di tengah jalan begitu saja dan kemudian perlahan membalikkan kepalaku untuk melihat Wicked. Identitasku telah terungkap? Jadi pada akhirnya …, tidak ada pilihan lain, aku menjatuhkan Gui dan mem-PM Wicked dengan balasan, "Kau sudah mengetahuinya ya?"
"Mmhmm." Zhuo-gēge memiliki tatapan aneh di matanya, membuat tidak yakin dengan apa yang sedang dia rencanakan.
"Bisakah kau tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya pada yang lain, Zhuo-gēge?" Aku memohon, dan kemudian menambahkan, "Terutama pada adikku, Feng Wu Qing.Dia punya mulut yang seperti stasiun penyiaran."
Zhuo-gēge menatapku, mempertimbangkan permintaanku dalam diam.
Melihat situasinya, aku menemukan diriku sendiri terpaksa untuk menggunakan tekhnik hampir-dewaku yang teruji-dan-terbukti. "Pleeeease, Zhuo-gēge! Jangan bilang pada yang lainnya, okayyy?" Ewww … bahkan aku merasa ini menjijikkan mendengar diriku sendiri merayu orang lain dengan suara maskulin Prince.
"Mm." Zhuo Ling Bin dengan tak berdaya menganggukkan kepalanya. Sudah jelas dia tidak tahan dirayu oleh seorang pria juga.
“Kenapa mereka berdua saling memandang satu sama lain dengan mesra?" Lolidragon berujar licik. "Belum lagi Prince berekspresi sangat aneh …, sepertinya saingan cintamu telah muncul, Gui!"
Aku memberikan Lolidragon tatapan jahat karena ucapan tidak masuk akalnya dan kemudian berbalik ke Gui. Bard tersebut sedang melihatku dan Wicked tanpa emosi.Sejujurnya, wajah datarnya sebenarnya membuatku jauh lebih waspada daripada ekspresi lainnya.

Hari berikutnya tim kami memutuskan untuk berlatih secara terpisah. Seperti biasa, kami menunggu yang lain tiba sebelum mulai. Aku melirik Gui — dia sudah berada dalam kondisi depresi sejak kemarin, dan hanya berhenti sejenak untuk memiliki dua api setan4 melayang di sebelahnya.
Tidak dapat menahan keinginan lagi, aku memukul kepalanya dan berseru, "Apa yang sedang kau pikirkan? Kau kelihatan kacau."
Gui melihatku sambil mencari ekspresi untuk sesaat, sebelum membalas dengan suara berat. "Bukan apa-apa…"
Aku memikirkannya sesaat dan mengerti. "Apakah kau gelisah karena kompetisinya? Jangan khawatir soal itu; selama kita berusaha sebaik mungkin, hasilnya tidaklah penting. Yang bisa kita lakukan hanyalah bekerja keras, bagaimanapun juga," kataku sambil menepuk punggung Gui dengan riang.
Aku sebenarnya sangat gugup juga, tapi menang atau kalah bukanlah hal besar untukku. Tentu, tetap saja bagus kalau menang!
Lolidragon memutar bola matanya dan menatapku tajam yang jelas-jelas berkata bahwa dia berpikir kalau aku tidak menyadari penyebabnya. "Prince, otakmu benar-benar kehilangan satu ototnya!"
Mendengar komentarnya, aku membalas dengan serius. "Lolidragon, jangan pikir kalau aku benar-benar tidak menyadarinya!"
"Oh? Jadi kau memang tahu?" Rasa penasaran terlihat jelas di wajahnya.
"Aku mungkin bukan mahasiswa kedokteran, aku tetap tahu kalau tidak ada otot di otak manusia. Jangan coba menipuku!" aku membalas dengan marah.
"Dasar si bodoh otak-tumpul!" Sebuah urat syaraf muncul di kening Lolidragon.
"Prince." Tepat saat aku akan menukasnya, Gui tiba-tiba menyambar bahuku dan menatapku dengan penuh kekhawatiran. "Katakan padaku, siapa yang lebih penting bagimu: aku, atau Wicked?" tanyanya.
"Kau lebih penting bagiku, sudah jelas," aku membalas dengan mantap.
Begitu aku menjawabnya, seluruh tubuh Gui bersinar terang benderang. Berdiri di satu sisi, dia dengan penuh kegembiraan mengulang jawabanku lagi dan lagi di dalam kepalanya, bahkan saat aku lanjut bergumam sendiri.
"Bagaimanapun juga, kau adalah teman setimku! Dan meskipun Wicked adalah rekan, kita masih harus menghadapi dia pada akhirnya.”
Saat aku selesai bicara, aku tiba-tiba menyadari sesuatu. Eh? Kenapa suasana di sekitar Gui kembali gelap dan berat lagi? Aku menggaruk kepala, dan bertanya tidak yakin, "Lolidragon, apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?"
Lolidragon memberikan Gui sebuah tatapan simpati. "Tidak, tapi akan lebih baik kalau kau tidak mengatakan hal lainnya."
"Oh … ayo jangan hiraukan soal Gui kalau begitu. Wolf-dàgē, apa yang harus kita lakukan untuk latihan kita yang berikutnya?" aku bertanya dengan cemas. "Bahkan Dark Emperor telah melakukan pelatihan rahasia mereka, jadi bagaimana dengan kita?"
"Heh, heh…" tawa licik Wolf-dàgē membuatku merinding. "Kita juga akan melakukan latihan rahasia kita sendiri!"
Semuanya berkata *ohhh* dengan cemas dan mulai mendengarkan dengan seksama.
"Kalau tim lawan hanya terdiri atas enam orang, maka kita hanya perlu berlatih ke level lebih tinggi, kerja sama tim yang lebih baik, dan lain-lain. Akan tetapi, saat kita akan menghadapi enam ratus orang, hal yang terpenting adalah…" Wolf-dàgē menarik napas dalam-dalam. "Melarikan diri."
Aku jatuh ke lantai … tidak, semua orang jatuh ke lantai.
Melarikan diri? Kita ternyata perlu pelatihan rahasia untuk MELARIKAN DIRI?
"Jangan pandang rendah seni melarikan diri. Bahkan Thirty-six Stratagem5 mengatakan bahwa melarikan diri adalah strategi terbaik, jadi kalian dapat melihat bahwa melarikan diri bisa menjadi area ilmu yang sangat dalam. Tidak hahnya kalian harus memiliki kekuatan kaki sehingga kalian dapat berlari lebih cepat dari musuh, kalian juga harus memiliki penglihatan yang tajam, untuk dapat menemukan arah terbaik untuk melarikan diri. Sebagai tambahan, kalian harus memiliki penilaian yang baik untuk secara efisien menggunakan setiap trik yang mungkin dalam catatan kalian dalam proses melarikan diri, dan untuk mengurangi jumlah lawan yang mengejar kalian.”
"Yang terakhir, dan yang paling penting, kalian harus cakap dalam menyelinap dan mampu membaur dengan keramaian, sehingga orang lain tidak akan berpikir untuk membunuh kalian pertama kali." Wolf-dàgē berhenti sejenak untuk menarik napas sebelum menuding Gui, Lolidragon, dan aku.
"Akan tetapi," dia melanjutkan, "Tim kita memiliki ketidakberuntungan karena memiliki tiga individu yang begitu menarik perhatian sehingga tidak ada seorangpun yang dapat melupakannya, sekalipun mereka ingin … dan salah satu dari kalian telah menyebabkan lebih banyak masalah tepat sebelum kompetisi dan membuat dirinya jadi lebih menarik perhatian."
"Kalau begitu apa yang seharusnya kita lakukan, Wolf-dàgē?" aku bertanya cemas. Pada saat yang sama, aku berpikir muram, Sebenarnya, tim kami memiliki EMPAT individu yang menarik perhatian, termasuk seseorang yang tingginya dua meter.
"Aku sudah memikirkan sebuah solusi," balas Wolf-dàgē. Saat dia mengeluarkan sebuah karung yang dipenuhi dengan topeng, aku mulai bersorak dalam hati. Yaaaaay, pikirku, aku bisa bertopeng! Aku mengeluarkan sebuah topeng dan segera memakainya, merasa begitu senang karena aku tidak perlu ditebas sampai mati pleh makhluk hidup pengayun-senjata yang cemburu.
"Apakah ini terlihat bagus, Lolidragon?" aku berbalik dan menanyainya.
"Kalau kau berencana untuk merampok bank, maka topeng kain hitam yang menutupi seluruh kepalamu dengan hanya menampakkan tiga lubang ini akan jadi sangat cocok."
Aku mengeluarkan topeng lain dan memakainya.
"Kalau kau berpikir dapat berbaur dengan keramaian saat kompetisi sambil mengenakan helm pengaman, maka yang ini tidak masalah juga."
Berikutnya!
"Benar, kualitas dari stoking sutera ini sangat bagus."
Dan berikutnya!
"Bahkan aku tidak tahu kalau mereka menjual topeng Pikachu juga di Second Life…"
Mengenakan wajah Pikachu, aku menyaksikan tanpa daya saat Yu Lian-dàsăo menyambar dan menjewer telinga suaminya dan memperingatkannya untuk tidak membelikan barang secara sembarangan lagi. Tunggu sebentar; sepertinya aku teringat dengan yang kupunya…
Aku mengubek-ubek kantungku, akhirnya menemukan topeng pertama dalam hidupku — sebuah topeng masquerade. Aku melepaskan topeng Pikachu dan sebagai gantinya mengenakan barang lama tersebut yang menutupi setengah bagian atas dari wajahku.
"Bagaimana dengan yang ini?" aku berbalik untuk melihat semua orang.
"Jauh lebih baik," semua berkata bersamaan — kecuali Wolf-dàgē, yang terus bergumam keras kepala kalau topeng-topeng yang dia beli itu lebih baik, karena orang-orang di TV selalu mengenakan topeng semacam ini.
"Aku punya pertanyaan. Apakah kita akan melarikan diri secara terpisah atau sebagai sebuah tim?" tanya Gui. Dia mulai menganalisa situasi dengan ekspresi bersungguh-sungguh. "Kalau kita melarikan diri bersama, itu mungkin akan memiliki efek yang sebaliknya dari yang kita mau, 'kan? Tetapi, resikonya lebih tinggi kalau kita melarikan diri secara terpisah …, jadi bagaimana kalau kita berpencar menjadi tiga grup, dengan dua orang di tiap grup? Dengan begitu kita dapat tetap tidak menarik perhatian dan masih mendapatkan bantuan."
Ternyata Gui dapat mengatakan sesuatu yang masuk akal, pikirkudan tidak punya pilihan selain menanggapinya dengan serius. "Bagaimana kita akan membaginya kalau begitu?"
Gui memikirkan baik-baik untuk sejenak, kemudian berkata, "Prince dengan Yu Lian-dàsăo, Doll dengan Lolidragon, dan Wolf-gē denganku."
Aku mempertimbangkan kata-katanya, tapi dengan cepat menyadari bahwa aku tidak dapat memikirkan alasan apapun dari penyusunan barusan. "Alasan rasionalnya…?"
"Kau dan Yu Lian-dàsăo dapat diperhitungkan sebagai kombinasi yang sangat kuat, jadi kalian berdua seharusnya tidak akan dapat masalah kalau hanya melarikan diri.Kebalikannya, untuk dua grup kita yang lain, Doll dapat mengorbankan Lolidragon untuk melarikan diri jika diperlukan, sementara Wolf dapat mengorbankanku." Gui berkata dengan memberi penekanan. "Kekuatan seorang warrior, mantera area kuat dari mage, kumpulan skeleton dari necromancer, dan Priest yang harus-ada akan sangat berguna untuk tim kita. Seorang Thief dan Bard berada di peringkat kedua."
"Aku mengerti … lalu, antara Yu Lian-dàsăo dan aku, siapa yang harus dikorbankan?" aku berpikir aku sebaiknya menanyakannya dulu. Kalau tidak, bagaimana kalau orang yang salah yang mati?
Alis Gui mengerut sebentar, kemudian dia melihatku dan berkata mantap, "Aku yakin bahwa kau pasti akan melindungi Yu Lian-dàsăo dan pada saat yang sama melindungi dirimu sendiri, ya 'kan?"
Aku tersenyum. "Tidak masalah."
Setelah itu, Odd Squad mulai berlatih seni melarikan diri — strategi yang direkomendasikan Thirty-six Stratagems.
Untuk melatih kekuatan kaki, semua orang mencoba mendapatkan kemampuan yang mirip dengan Qing Gong6. Tentu saja, Lolidragon dan aku tidak perlu mempelajarinya, karena agility kami sudah sangat tinggi. Kemudian, semua orang bergiliran dikejar Lolidraon, yang memegang obor, mencoba untuk membakar kami …, Lolidragon, apakah hanya perasaanku atau kau memang tergoda untuk menghanguskan bokongku? Pada dasarnya, kami mencoba segala hal yang mungkin untuk membuat diri kami menjadi lebih gesit.
Berikutnya, untuk melatih penglihatan kami, kami pergi ke jalanan yang padat dipenuhi orang yang lalu-lalang di pasar teramai Sun City, kota terbesar di Second Life. Di situ, kami mencoba untuk mencari rute terbaik yang dapat membuat kami menemukan jalan melintasi jalan secepat mungkin.
Pemenang terakhir adalah Doll yang mungil. Aku berkesimpulan bahwa memiliki tubuh besar tidak selalu sebuah keuntungan, karena Wolf-dàgē tidak pernah menang.Malahan, dia tidak pernah mencapai titik akhir, tidak sekalipun.
Untuk melatih penilaian kami, kami awalnya mempertimbangkan untuk merampok bank; dengan begitu kami dapat meningkatkan penilaian kami dan juga pemasukan timkami, membunuh dua burung dengan satu batu. Nama buruk yang akan kami dapatkan saat melakukan tindak kriminal tidaklah masalah untuk kami — bagaimanapun juga, bahkan Yu Lian-dàsăo tidak melihat level kepopuleran kami lagi. (Kami semua tahu bahwa siapapun yang melihatnya akan merasa hancur hatinya…)
Rencana kami adalah merampok bank, terbagi menjadi beberapa grup, dan kemudian — menggunakan berbagai cara dan metode — kami akan menghindari penjaga saat melarikan diri …, Akan tetapi, setelah menyadari bahwa kami mungkin dipenjara lama sampai setelah kompetisi berakhir bila kami gagal, kami menyerah dengan bagian latihan yang ini.
Yang terakhir, melatih kemampuan untuk menyembunyikan diri sendiri adalah yang termudah. Semuanya hanya berjalan ke dalam toko, membayar satu koin emas untuk sebuah topeng masquerade, dan selesai.
Sisa dari pelatihan kami terdiri dari membunuh monster untuk menaikkan level. Setelah diskusi dengan Dark Emperor, mereka juga memutuskan untuk melakukan strategi kami. Karena rumor yang terbaru mengatakan bahwa semua sembilan puluh delapan tim yang tersisa telah membentuk aliansi, dengan setiap aliansi terdiri dari lima atau lebih tim, itu sepertinya adalah ide yang pintar ….
Dalam kondisi seperti ini, apalagi yang bisa kita lakukan selain melarikan diri? Menghadapi mereka secara langsung? Kita akan binasa!
Meskipun Ming Huang terus berteriak tentang kami sebaiknya membantai mereka semua dengan Wrath of the Nine Heavens, Wicked, Feng Wu Qing, dan aku setuju kalau kami tidak memiliki kemampuan untuk memukul mundur begitu banyak lawan sekaligus dalam satu waktu sambil melindungi mage kami. Dengan demikian, "usulan" Ming Huang ditolak.
Dark Emperor telah membagi tim mereka menjadi tiga grup — Wicked dengan Ming Huang, Feng Wu Qing dengan Black Lily, dan Ambusher dengan Playboy Lord. Jika diperlukan, tim akan saling melindungi satu sama lain.
Setelah mengetahui bahwa Wicked adalah Zhuo-gēge, aku semakin mempercayai Dark Emperor. Kalau Zhuo-gēge berani untuk melanggar janjinya, aku pasti akanmengirimnya ke neraka.
Hanya tinggal satu hari lagi sampai pertempuran melee ….
Dunia nyata ….
"Xiao Lan…" Zhuo-gēge berkata ragu-ragu.
Aku berhenti sejenak dari kegiatan makan mieku dan melihatnya dengan bertanya-tanya. Sekalipun aku tahu Zhuo-gēge akan datang menemuiku untuk mendiskusikan identitasku yang lain, aku tidak pernah mengira bahwa dia akan mengajakku makan siang sehari sebelum kompetisi.
"Mmff?"
"Kompetisinya akan sangat bahaya, jadi kau harus hati-hati," kata Zhuo Ling Bin. Ada kebimbangan dalam suaranya dan matanya dipenuhi dengan kekhawatiran.
"Pasti; mati tidak enak sama sekali!" balasku.
Apa yang tidak kukatakan pada Zhuo-gēge adalah bahwa aku telah memutuskan untuk melindungi Yu Lian-dàsăo dengan nyawaku jika perlu, bahwa sekalipun aku berkata pada Gui bahwa bertahan hidup itu "tidak masalah". Sementara aku tidak tahu apakah itu adalah keputusan yang tepat, setidaknya tanpa diriku mereka masih memilikiskeleton-skeleton Doll sebagai tameng hidup.
"Mm…"
Aku tersenyum pada Zhuo-gēge. "Aku akan ke kamar mandi sebentar."
Saat aku melangkah keluar dari wastafel beberapa menit kemudian, aku tersenyum senang. Alasan utama rasa senangku adalah makanan di restoran ini enak, dan selain itu, aku tidak perlu membayarnya.
Akan tetapi, saat aku berbelok ke sudut untuk ke tempat dudukku, wajah Profesor Min Gui Wen tiba-tiba memasuki pandanganku. Terkejut, aku segera bersembunyi di balik dinding dan kemudian diam-diam menguping dari belakangnya. Yang mengagetkanku, aku menemukan Gui dan Zhuo-gēge sedang menatap lekat-lekat satu sama lain.
Mereka tetap berdiri seperti itu untuk waktu yang terasa seperti limat menit, sampai akhirnya bahkan pelanggan di sekeliling mulai menatap curiga pada mereka. Tetap saja, mereka bertatapan tanpa mengatakan sepatah kata pun. Aku menjadi sangat lelah hanya dengan menyaksikan mereka sampai aku harus memijat leherku.
"Apa yang terjadi? Apakah mereka jatuh cinta pada pandangan pertama?" aku bergumam sendiri.
"Tunggu saja, aku akan mengalahkanmu," Gui akhirnya berkata.
"Oh? Dan bagaimana caranya kau akan mengalahkan aku? Dengan memainkan guginmu?" Zhuo Ling Bin menukas dengan nada menghina.
Gui tersenyum samar, tidak mundur sedikit pun. "Prince dan aku akan mengalahkanmu bersama-sama."
Aku segera menyembulkan kepalaku untuk menguping suara mereka.

Mendengar perkataan Gui, ekspresi Zhuo Ling Bin berubah dan dia berkata pedas, "Apa yang kau tahu? Kau sama sekali tidak mengerti dia."
"Sekalipun aku baru bertemu dia untuk waktu yang singkat, aku memahami kepribadian, kesukaan, dan kecenderungannya," balas Gui dengan serius.
"Kau memahami dia? Apakah kau memahami dia sebaik aku? Aku telah mencintai dia selama delapan tahun!" Terguncang, Zhuo Ling Bin mendadak berdiri, mengancam Gui.
Delapan tahun? Sekilas rasa sakit yang panas dan putih menghujam dada Gui, menghilang secepat datangnya. Dia mengenyahkan sensasi tersebut dan berhasil menyahuti, "Delapan tahun dan belum memenangkan hatinya … dan kau masih yakin bahwa kau memiliki harapan?"
Perkataannya mengiris tepat ke celah hati Zhuo Ling Bin. Kata-kata tersebut tepat sasaran, ke kelemahannya, dengan akurasi yang tidak meleset.
Kedua pria tersebut saling memelototi, tidak ada yang mau mundur pertama kali.

Sementara itu, aku berdiri dengan kebingungan di satu sisi, berpikir, Jadi mereka adalah saingan cinta? Siapa gadis yang beruntung itu?
Tunggu sebentar, Gui itu homo! Itu berarti mereka sedang memperebutkan seorang pria! Eh? Zhuo-gēge juga gay?! Ini terlalu rumit; aku tidak mengerti sama sekali!
Pada akhirnya, Gui menghela nafas berat. "Lupakan," katanya. "Kita bisa melanjutkan pembicaraan ini setelah kompetisi. Setidaknya, aku tidak ingin ini mempengaruhi kompetisi, karena begitu penting bagi Prince."
Zhuo Ling Bin melirik Gui sekilas. "Ya."
Setelah sepakat dengan Zhuo Ling Bin, Gui dengan cepat pergi sementara Zhuo-gēge kembali duduk.
Sepertinya ini waktunya aku untuk keluar? Aku segera kembali ke tempat dudukku, mencoba untuk bersikap santai, tapi Zhuo-gēge hanya tersenyum seperti biasa.
"Umm, aku akan terlambat untuk kelasku, jadi aku akan pergi duluan. Bye, Zhuo-gēge!"
Sesampainya di rumah, mengikuti sisa kelasku untuk hari itu, aku mau tidak mau memikirkan isi dari percakapan mereka. Itu berada dalam pikiranku bahwa saat aku memasakan makan malam.
Pertama-tama, itu adalah seseorang yang Zhuo-gēge kenal selama delapan tahun. Yang kedua, itu pasti laki-laki … ya 'kan? Gui adalah gay, jadi mustahil bahwa dia bertengkar dengan Zhuo-gēge demi seorang gadis. Harus kukatakan, walau begitu, mengetahui bahwa Zhuo-gēge adalah seorang gay itu sangat mengejutkanku. Aku tidak pernah berpikir bahwa dunia memiliki banyak homo sebelumnya. Yang ketiga, itu adalah seseorang yang Gui tidak kenal untuk waktu yang lama, tapi sangat memahaminya ….
Kira-kira siapa itu? Aku saaaaangat penasaran! Siapa kira-kira yang ternyata begitu menarik sampai menawan hati baik Gui dan Zhuo-gēge? Gara-gara dirinya, siapapun dia, aku merasa sedikit masam dan mungkin sedikit kesal.
"Kak, aku akan pergi keluar untuk membeli minuman; minuman apa yang kau mau?" Yang Ming bertanya sambil mendadak menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
Aku menatapi Yang Ming, dan segera terpikir percakapan mereka—
Laki-laki yang dikenal Zhuo-gēge selama delapan tahun, dan yang tidak Gui kenal dalam waktu yang lama tapi dipahami dengan sangat baik. Semua itu mengarah pada … adikku, Yang Ming?
Ya ampun, seharusnya aku menyadarinya sejak awal! Pantas saja, Zhuo-gēge tiba-tiba datang ke rumah kami. Mungkin dia tahu dari awal kalau Wu Qing adalah Yang Ming, dan karena itulah dia mengundangnya menjadi anggota tim?
Dan Gui … dia pasti jatuh cinta dengan Yang Ming saat mengira aku adalah Yang Ming! Karena itulah dia berkat dia tidak mengenalnya untuk waktu yang lama, tapi memahamidia.. seperti itukah kejadiannya?
Sesuatu terasa tidak pada tempatnya, tapi pada saat yang sama semuanya terasa pas. Aku memiringkan kepala ke satu sisi, mencoba meluruskan pikiranku dan memperkirakan apakah deduksiku benar atau salah.
"Kak, apakah kau harus berpikir begitu keras untuk memilih minuman?" Yang Ming melihatku dengan tidak sabaran, sekalipun kepalaku terasa akan meledak karena pikiran-pikiran tersebut.
Arghhh, aku tidak peduli lagi, akan lebih baik jika ditanyakan saja.
"Yang Ming, katakan padaku, apakah Zhuo-gēge menyukai…" aku kehilangan kata-kata, merasa sulit untuk mengatakan kata-kata tersebut. Bagaimanapun juga, bukankan ini seperti menanyakan tentang apa yang terjadi antara Zhuo-gēge dan saudaraku dengan cara yang berputar-putar? Pikirku, ragu-ragu.
Yang Ming terlihat begitu gembira. "Akhirnya kau menyadarinya? Kak, kupikir kau begitu lamban sampai kau tidak akan pernah menyadarinya!" Pada saat yang sama, dia berpikir, Kasihan Zhuo-gēge karena telah menyukaimu untuk waktu yang lama. Sekarang cinta bertepuk sebelah tangannya akhirnya akan berakhir bahagia.
Kepalaku berputar karena pernyataan kata-katanya. Tebakanku benar? Ya Tuhan! Dan saudaraku sangat gembira karenanya …, jangan bilang kalau dia tertarik dengan Zhuo-gēge juga?! Tapi bukannya dia selalu mengejar-ngejar gadis selama ini? Apakah itu hanya tipuan? Bahkan adikku adalah seorang gay?
Aku menatap Yang Ming, dengan perasaan yang tercabik. "Dik … biar kutanyakan padamu kalau begitu, apa yang kau pikirkan tentang Zhuo-gēge?"
"Zhuo-gēge adalah pria yang sangat baik, dan dia sangat setia dan lembut. Dia sudah jelas seseorang yang dapat kau percayakan masa depanmu," Yang Ming menjawab, nyengir.
"Kau menyukainya?" tanyaku, bergantung pada serpihan harapan terakhir.
"Yep, aku sangat menyukainya." Dengan ekspresi pasti, dia menambahkan, "Jangan khawatir, Ayah dan Ibu sangat menyukai Zhuo-gēge juga, mereka menerima dia."
Ya Tuhan! Mulutku terbuka lebar. Tak disangka adikku benar-benar seorang gay, dan kedua pria yang kukenal itu memperebutkan dia? Sebagai tambahan, orang tuaku telah memberikan persetujuan mereka? Dunia macam apa ini?! "Sejujurnya, kak, apakah kau tidak masalah dengan hal ini?" saudaraku bertanya dengan serius.
"Aku … bagaimana kalau aku tidak bisa menerimanya?" aku membalas dengan gugup. Tapi … bisakah aku memutuskan untuk tidak menerima kenyataan bahwa adikku adalah seorang gay?
"Maka seseorang akan patah hati." Dia menggelengkan kepala dengan raut wajah muram.
Aku melihat wajah sedih Yang Ming, dan dengan enggan berpikir, Haah! Adikku telah dewasa. Kalau begini, memilih orang yang disukainya tidak dapat diputuskan oleh saudarinya. Lebih baik memberinya restu daripada mengatakan "tidak" padanya, dan membuatnya tidak senang. Dan selain itu, Ayah dan Ibu tidak menolaknya juga.
"Haah. Selama kau benar-benar senang dengan hal itu…" Aku memutuskan setelah beberapa lama.
Aku meninggalkan kamarku dengan sedih, meratapi saudari ipar dan keponakanku yang imut yang tidak akan pernah kumiliki.
Yang Ming mengawasiku pergi dengan ekspresi kebingungan. Menggaruk kepalanya, dia berpikir sambil bersuara, "Aneh, tadi kenapa aku pergi ke kamar kakak ya?"
[ ½ Prince Jilid 2 Bab 6 Selesai]
Footnote
1.   Dollar : tidak begitu jelas mata uang apakah yang sedang dibicarakan di sini (maksudnya, apakah ini mata uang di dalam game atau di dunia nyata). Jika ini adalah mata uang dalam game, maka ini akan sekitar 1.655 crystals, 7 G (gold) dan 2 S (silver). Kalau ini di dunia nyata, maka dollar di sini merujuk pada Dollar Taiwan, dan secara keseluruhan sekitar 50,112 USD.
2.   Bus Nomor 11 : Ini adalah lelucon yang sangat umum… Pikirkan, seperti apakah kakimu kalau dilihat?
3.   Bosilimi : Monster berbadan laba-laba dan berkepala manusia yang tidak ada habisnya di kebanykan novel fantasi, meskipun nama mereka bervariasi dari satu buku dengan buku yang lainnya (nama lainnya termasuk Spidrens dan Dryders). Sebuah catatan tambahan menarik: ini mungkin adalah petunjuk paling pertama dari si penulis ½ Prince bahwa dia adalah penggemar dari R.A Salvatore. (Ya, Yu Wo sangat menyukai Drizzt. Dia begitu menyukainya sampai dia menciptakan karakter drow yang mirip dengan Drizzt di novel berikutnya.)
4.   Api setan : Kalian bisa melihatnya melayang di sebelah Gui kalau kalian pernah membaca versi manhua dari adegan ini, atau kalau kalian pernah membaca "Ghost Hunt". Makhluk ini disebut 鬼火” (guĭ huŏ) dalam bahasa Cina, "onibi" dalam bahasa Jepang, dan mereka pada dasarnya adalah roh.
5.   Thirty-Six Stratagems : Satu set literatur Cina yang berkaitan dengan strategi militer. Kata "stratagems" (muslihat; tipu daya) sebenarnya berarti "ruses" (kelicikan; tipu daya), jadi kalian bisa mengerti mengapa melarikan diri memainkan peranan besar di dalamnya. Karya tulis ini sering dihubungkan dengan Sun Tzu (dari Art of Waryang terkenal) atau Zhuge Liang (dari Three Kingdoms yang terkenal pula), tapi sejarawan masa kini yakin bahwa asal-usul dari Thirty-Six Stratagems tidak berasal dari era atau penulis tertentu.
6.   Qing Gong : Dua huruf dari 轻功” (qīng gōng) secara tertulis berarti "ringan" dan "kemampuan". Ini adalah jenis kemampuan khusus yang para pesilat kelas atas di novel wuxia dapat lakukan. Untuk mempelajarinya, tokoh tersebut sering harus melalui latihan yang sangat keras dan tidak biasa, dan selama itu mereka harus mempelajari untuk menghubungkan 'qi' mereka, sebuah bentuk energi, lewat saluran yang tepat. Sebagai contohnya adalah Gadis Naga Kecil dari Return of the Condor Heroes, yang dapat tidur dengan berbaring di seutas tali, seakan-akan itu adalah ranjang gantung. Qing Gong juga memungkinkan penggunanya untuk "terbang" dengan menapaki udara atau bergerak dengan sangat cepat. (TL : Mungkin lebih gampangnya lagi adalah jurus yang sering disebut-sebut sebagai "Ilmu meringankan tubuh" di drama-drama silat.)

1/2 Prince Jilid 2 Bab 6 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.