02 Juli 2016

Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bab Andai: Natsuki Rem Bagian 2 Bahasa Indonesia



REMKU TERSAYANG

Di sebuah distrik kota kecil negara Kararagi, di sebuah tempat yang mungkin saja bisa disebut sebagai taman, Subaru duduk di bangku terdekat.
Anak kecil dengan rambut pendek kebiruan bernama Rigel terlihat bermain riang bersama teman-temannya. Meski cara bicaranya kasar, Subaru berpikir mungkin saat seperti inilah seharusnya anak itu sedang dalam masa menmggemaskan.
"Andai saja kita bisa berbuat sesuatu terhadap matanya yang seolah menyiratkan dia bisa saja membunuh seseorang."
"Kita tidak bisa melakukan itu. Mata yang menyeramkan itu juga bagian dari Rigel. Tidak peduli terlihat seberapa senangnya dia saat ini, orang akan melihat matanya dan berpikir bahwa dia sedang marah atau seorang berandalan. Itulah Rigel."
"Aku bisa mendengar kalian. Dan juga, kenapa pembelaan mama lebih menyakitkan dari celaan ayah?!"
Rigel sedang bermain "Freeze Tag", game yang belakangan ini dipopulerkan Subaru. Mendapat hukuman untuk tidak boleh bergerak, Rigel hanya bisa berkomentar dari kejauhan. Subaru melambaikan tangan dengan kasar sementara Rem melambaikan tangan dengan lembut agar Spica tidak terbangun.
Rigel mengernyitkan dahi membuat kerutan terbentuk di wajahnya. Pada saat itu, Subaru teringat dirinya melakukan hal yang serupa pada album masa kecilnya.
"Dengan kata lain, sudah jaminan dia akan mirip sekali denganku. Jika aku adalah dia, aku pasti akan menyangkal... jika aku dibilang mirip dengan diriku sendiri yang berumur dua puluh tahun lebih tua."
"Memiliki kemampuan memasak dan melakukan pekerjaan rumah. Melayani suaminya dengan cinta dan kasih sayang. Memiliki istri yang ideal dan hidup bahagia... itukah yang kamu maksud?"
"Siapa orang brengsek yang beruntung itu, sialan, aku harap dia meledak dan hancur seketika, hah? Tunggu, itu aku!"
Rem tertawa ringan sata Subaru menampar wajahnya sendiri sambil menjulurkan lidah. Rem, mencoba menenangkan diri dengtan membersihkan tenggorokannya, menatap wajah Subaru.
"Jika kamu terus-terusan merayu Rem seperti itu, Rem bisa terbawa suasana."
"Hmm, jadi barusan aku merayumu ya? Apa yang kulakukan hanyalah membenarkan perkataanmu. Meski yang kamu katakan memang sebuah kenyataan."
Subaru sadar jika ia terlalu menyanjungnya, sikap Rem akan terbawa oleh pujian dan semua akan mernjadi berantakan. Di tempat umum dimana anak-anak berlarian, orang tua dan tetangga bercengkrama. Jika dia mulai berbicara manis kepada Rem, maka ia akan diperlakukan manja sampai-sampai kemesraan mereka akan menjadi buah bibir kota sampai esok hari.
Meskipun hal itu tidak buruk baginya, pikir Subaru saat menghirup udara siang yang hangat.
Ia menutup matanya, cahaya matahari yang hangat membuatnya merasa seolah sedang melayang. Rasa lelah dari hari-hari kerja yang panjang, beberapa jam seperti berlalu begitu saja sementara kepalanya mulai terasa berat.
"Hm?"
"Jika kamu mau, istirahat lah di bahu Rem. Pangkuan Rem sudah dikuasai oleh yang lain."
Membuka matanya, tubuh Subaru sudah beristirahat bersandar pada Rem. Ada perbedaan dari ketinggian mereka berdua saat duduk. Padahal jika Subaru menyesuaikan posisi lehernya, ia bisa beristirahat dengan nyaman di bahu Rem.
Sambil bersandar, Subaru melihat Spica beristirahat dengan tenang di pelukan Rem. Rambut hitam yang didapatkannya dari sang ayah, wajah cantik yang menyerupai ibunya. Eksistensi yang disayanginya, hidup dari hari ke hari, mengabaikan dunia di sekitarnya.
"Grrr, Spica. Padahal kamu itu anakku, beraninya mencuri tempat keramat milikku. Aku akan menghukummu dengan kelitikan nanti."
"Sayang, mohon menunggu sampai malam hari sebelum menguasai dada Rem."
"Hei, hati-hati membuat pernyataan di depan umum pada siang bolong, oke?"
Kata-kata Rem yang terlalu blak-blakan membuat Subaru panik. Tapi saat ia melihat ke wajahnya, yang merona merah. Masa sih sekarang, pikirnya.
"Istriku sangat imut."
"Karena Rem sangat disayang oleh suaminya setiap hari."
Sbaru dan Rem saling menggoda, mereka tersenyum satu sama lain. Cekikikan malunya Rem dan tertawa saltingnya Subaru dapat terdengar dari kejauhan.
Mengatasi rasa gugup, subaru menggaruk pipinya. "Kalau begitu aku akan menerima tawaran darimu." Katanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rem.
Sensasi tiupan angin yang melewati sela-sela rambut Rem membawanya mengenai pipinya, memberikan rasa nyaman bagi Subaru. Wanginya semakin tercium saat ia menempelkan wajah ke bahu Rem.
"Sayang, rasanya geli."
"Oh, maaf. Aku sedikit ternbawa karena rasanya sangat menyenangkan. Aku akan belajar dari Spica bagaimana caranya diam. Biarkan saja sifat terbawa suasana dimiliki oleh Rigel. WOw, Rigel anak yang nakal~"
"Aku bisa mendengarmu dasar ayah bego! Jangan terus-terusan membawa-bawa diriku."
"Rigel. Adikmu sedang beristirahat. Tolong pelankan suaramu."

"SIALAN!"
Rigel yang mematung berteriak seperti berandalan, tapi tak ada satupun yang peduli. Lebih miris lagi, tak ada satupun yang mencoba membatalkan hukuman diamnya, Rigel benar-benar sedang dikerjai.
Dengan kepribadian Rigel, cara bicara, dan kelakuan yang mirip dengan dirinya, sangat melegakan bagi Subaru ketika anak-anak lain tidak membulinya. Pada saat yang sama, sepertinya dia juga tidak dianggap sebagai bagian dari kelompok mereka, membuat masa depan Rigel terlihat tidak terlalu cemerlang.
"Kita harus memastikan Spica tidak tumbuh menjadi seperti itu. Walau Rigel seperti itu, tapi wajahmu canti seperti ibumu, jadi masa depan mu pasti cerah. Yang perlu kamu lakukan hanyalah jangan sampai terjebak dengan pria tidak berguna sepertiku."
"Tidak ada siapapun yang bisa menggantikanmu. Suami Rem adalah satu-satunya bagi Rem yang ada di dunia ini."
Tertawa ringan atas pernyataan istrinya, suasana sunyi canggung terbentuk diantara mereka. Angin sepoi menenangkan mereka sementara Subaru merebahkan kepalanya di tubuh Rem. Kemudian ia tertidur.

           

Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu Bab Andai: Natsuki Rem Bagian 2 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

4 komentar:

  1. kalau penasaran baca lengkap ny aj gan . susah emang cari terjemahannya nya
    https://drive.google.com/file/d/0B9jH1xgRDt1-clNZUk45bXJ1NU0/view

    BalasHapus
  2. masih ada lanjutannya? moga aja gak ada badai yg ngancurin nih keluarga cemara

    BalasHapus
  3. wuaah sumpah nih nge bawa perasaan banget, ane baca sampe senyum senyum seneng sendiri haha :D
    bener bener ngehealing, setelah lelahnya pulang kuliah hahaha

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.