11 Juli 2016

Kono Subarashii Sekai Ni Shukufuko o! Jilid 3 Bab 3 LN Bahasa Indonesia




MEMBERKATI WANITA BANGSAWAN DENGAN PERNIKAHAN!

“Hei, Aqua, jangan membuatku menghabiskan nafasku setiap saat dan berikan tempat duduk itu. Semenjak Darkness belum kembali, kita tak akan melakukan quest lagi hari ini. Aku harus mendesain barang dagangan untuk dijual di toko Wiz, pergi dari hadapanku.”
Mendengarku yang mengatakannya, Aqya yang membelit tempat duduk didepan perapian seperti biasanya memejamkan matanya seraya dirinya menguap dan berkata :
“Kenapa kau sangat pemarah? Kau terlalu histeris akhir – akhir ini, kau tak perlu bertingkah seperti ini karena Darkness tidak kembali bukan? Cukup sudah… Aku dengar gadis itu Yunyun berkata sesuatu pada Megumin. Kau harus membayar harga yang sebanding dengan semuanya. Jikalau kau ingin aku memberikan tempat yang hangat seperti ini padamu, kau harus memberikan sesuatu yang dapat memuaskanku. Biar kupikir, spesifiknya…”
Aqua berhenti dan merenung untuk sesaat.
“… Jika kau mengharapkan tempat dimana seorang dewi bersemayam… Tawarkan anggur kelas atas padaku. Dan kemudian cahaya hangat akan menunjukkan jalan kepada NEET yang tersesat.”
Aku harus memberikannya tamparan yang kuat.
Megumin juga, kenapa ia terlihat mengajarkan Aqua hal yang tidak perlu.
“Hei, Dewi jatuh, jika kau memiliki waktu untuk menanyakan anggur pada pagi – pagi seperti ini, kau seharusnya berpikir bagaimana cara mencari uang. Sungguh, kenapa aku harus bekerja keras, aku akan bekerja untuk hutang meledaknya mansion tuan tanah, kau urus biaya perbaikan karena banjir itu. Jika kau tak merasa bersalah sama sekali, maka pergilah.”
Mendengarku memanggilnya sebagai seorang Dewi Jatuh, Aqua melihatku dengan tak enak.
“Hei, berhenti memberikan nama yang aneh oke?  Dewi tak berguna, Dewi jatuh atau apapun. Jika kau tetap memanggilku seperti itu, kau akan menderita, oke? Seperti insiden dengan tuan tanah ini, mungkin ini adalah hukuman karena kau tak menjagaku, sang Dewi. Kazuma, jika kau merasa bersalah dengan caramu mengurusku, katakanlah ‘maafkan aku, Aqua-sama yang cantik’. Dan berikan anggur kelas atas untukku. Pergi sana, cepat…”
“Steal.”
Melihat Aqua yang terus duduk di kursi dan memeluk kakinya, aku menjulurkan tanganku dan mengatakannya.
Bersamaan dengan suara koin yang bergema, dompet Aqua telah berada di tanganku.
“…Apa yang kau lakukan, dasar maling! Yang kau lakukan ini kejahatan, jika aku mengirimmu ke pos, tanggal penundaan pengadilan akan di batalkan. Hee—Kazuma ini adalah perbuatan kiriminal-! Apakah kau berencana untuk membeli anggur dengan uangku? Maksudku adalah kau harus menggunakan uangmu sendiri…”
“Steal.”
Sebelum Aqua selesai, aku menggunakan ‘steal’ padanya.
Ditanganku ada satu dari kaus kaki Aqua.
Aqua lanjut memeluk kakinya, menggerakkan jarinya pada satu kaki telanjangnya memprotes.
“…Apa yang kau lakukan, aku merasa kedinginan. Kembalikan kaus kakiku, mesum. Jika kau tak mengembalikannya, aku akan memberitahu polisi bahwa orang mesum ini merasa senang setelah mencuri kaus kakiku, jika kau mengerti…”
“Steal.”
Aku tak mengerti kenapa Aqua masih saja membantah.
Setelah menggunakan ;steal’, sebuah benih emas muncul ditanganku.
Aqua terlihat taidak senang setelah melihatnya.
“Neh neh, Kazuma. Kalau ini hanyalah candaan ini tak lucu. Itu tak baik. Aku juga sudah bertindak terlalu jauh. AKu akan melupakannya. Jadi bagaimana kalau kita saling meminta maaf dan berbaikan?”
“Steal.””
Aku mencuri satu lagi kaus kaki Aqua yang kemudian kutaruh ke karpet.
Kemudian aku berbicara kepada Aqua dengan perlahan.
“…Aku akan membuat uang yang banyak sekarang. Bukankah kau berkata bahwa Hagoromo-mu ini adalah relic suci? Biar aku meminjamnya, aku akan menjualnya untukmu. Jika kau tak mau aku mengambilnya dengan cara yang kasar, pergi ke ruang lain dan ambil itu sendiri… Tapi kau mungkin berkata tidak, jadi aku hanya akan mengambilnya tepat disini.”
Aku menggerakkan jariku kepada Aqua untuk membesar – besarkannya, dan dia berkata dengan ekspresi yang tak enak :
“Apa yang kau katakan? Hagoromo ini membuktikan ke dewa-anku, bagaimana bisa kau menjualnya, bodoh. Candaan macam itu, ini tidaklah lucu…”
“Steal.”
“Ahhhh Kazuma-sama ahhhh! Aku salah, ini salahku, jangan, berhenti-!”
-Beberapa menit kemudian.
“Woo… Sniff…Boohoo…Wahh..”
Aqua masih menekuk tubuhnya di kursi layaknya bola, menyembunyikan wajahnya dibalik kedua kakinya.
Dan untuk penampilannya….
-Selain dari kaki telanjangnya sekarang, dia masih sama saja seperti biasanya.
“Sialan, kenapa keberuntunganmu sangat kuat ketika waktu seperti ini… Ah yang lebih penting, apa yang ingin kau lakukan dengan semua sampah ini…”
Sampah yang aku curi dari Aqua berserakkan didekat kakiku.
Semua barang itu terlihat semacam barang untuk trik sulap, seperti benih – benihan, gelas, kelereng…
Karpet yang penuh terisi benda seperti ini mungkin bisa kau temukan ketika menyerakkan barang anak – anak.
Karna gadis ini, aku membuang banyak manaku.
“Kenapa kau sangat ribut di pagi – pagi seperti ini, ada apa?”
Aku masih berdiri didepan Aqua yang tengah merengek ketika Megumin datang turun dari tangga dengan pakaian petualangnya.
“Hick… Kazuma, dia… Untuk membayar hutang… Ia bilang akan menjualnya… dan menelanjangiku secara paksa…”
“Hei, diam, jangan membuat kesalahpahaman dengan gaya bicaramu! Ya, ini keburukanku, aku minta maaf, dan jangan lihat aku seperti itu, Megumin! Aku hanya ingin menjual barang – barangnya!”
Aqua menangis, Megumin melihatku dengan penghinaan, ini masihlah pagi hari.
“Berita buruk, ini buruk! Kazuma, berita buruk!”
TIba-tiba, seorang wanita cantik menerobos masuk dan mengacaukan atmosfer yang tenang ini.
Cara berpakaiannya memberikan impresi yang suci, gaun yang terlihat mahal, high heels putih, dan rambut panjang yang di kepang menjulur kebawah melalui dadanya dari salah satu punggungnya. Ia terlihat seperti seorang anak dari keluarga bangsawan.
Namun walau begitu, pakaiannya tak bisa menyembunyikan lekuk tubuhnya.
Tapi perempuan ini aku belum pernah melihatnya itu memanggilku dengan namaku walau ini pertemuan pertama kami.
“…Siapa kau?”
“Hmmm…? Eh…! Kazuma! Ini bukan saatnya untuk bercanda! Bisakah kita memainkan permainan ini lain kali!?”
Perempuan suci itu mengatakan sesuatu semacam itu dengan wajah yang merona, membuatku sadar siapa dirinya.
“Apa, kau Darkness? Kau membuat kami sangat khawatir, jadi kau akirnya pulang!”
Mendengarku berkata demikian, Aqua yang merengek menangis tiba – tiba.
“Wahhh! Darkness, Kazuma Dia-! Kazuma dia ingin menelanjangiku dan menjual semua barang berhargaku…!”
“Hei! Perkataanmu bisa menimbulkan kesalahpahaman dengan mudah, jadi diamlah!”
Seraya Aqua dan aku bertengkar, Megumin berkata pada Darkness.
“Selamat datang kembali Darkness. Kau tak perlu menjelaskan apa yang terjadi. Ini, silahkan mandi yang lama untuk membersihkan badan dan jiwamu.”
“…? Mandi? Apa yang kau katakan Megumin? Ngomong – omong, aku lebih tertarik dengan permainan special yang Aqua katakan…”
Aqua yang menggunakan gaun itu melihatku dan Aqua dengan bersemangat dan antisipasi tinggi.
“Apa kau masih bermimpi? Berhentilah, istirahat saja hari ini. Ini adalah kabar baik kau kembali. Dengarkan aku, pergi dan nikmati kehangatan air itu dan menangislah dari hati terdalammu.”
“Apa yang kau katakan ini! Kenapa aku harus menangis? Dan kenapa harus mandi… Apa itu Aqua? Kenapa kau menarik rokku?”
Aqua berhenti merengek dan menempel pada gaun putih Darkness, mengkonfirmasi materialnya dia berkata:
“…Ini pasti dibuat dengan material berkualitas tinggi. Ini pasti adalah bonus dari tuan tanah untukmu.”
“Darkness… Kau bekerja keras… Untuk menyelamatkanku, ini pasti sangat berat…”
Aku berkata demikian pada Darkness dengan emosional.
“Bodoh! Apakah kalian salah paham! Tuan tanah tak melakukan yang aneh – aneh padaku, gaun ini milikku! Kenapa? Apa kau pikir aku tidak kembali lebih cepat karena di salah gunakan oleh tuan tanah!?”
“Apalagi yang bisa terjadi? Kami berpikir bagaimana buruknya mereka akan meladenimu… Namun jika ini tidak diberikan oleh tuan tanah, ada apa dengan gaun mahal ini? Kau bilang ini milikmu, apakah ini untuk cosplay? Apakah kau mencari tipe baru untuk bermain?”
“Tidak! Ini, ini bukan cosplay! Maaf membuatmu khawatir. Tapi tuan tanah itu tidak memiliki keberanian untuk memintaku melakukan sesuatu macam itu… Lupakan itu, lihat ini!”
Darkness kemudian memberikan album dengan sampul tipis padaku.
Daripada sebuah album dengan sampul tipis, ini jauh lebih terlihat…
“…Apa ini? Ohh, Lelaki tampan? Betapa tak menyenangkannya.”
Melihat foto dari seorang lelaki yang tampak bersinar dan bahagia, aku tak sengaja menyobek…
“Ahh! Lihat apa yang kau sudah lakukan pada foto interview pernikahan! Jika kau menangisinya seperti ini sekarang, bagaimana aku akan menolak perjodohannya sekarang!”
Hya!
“Ohh, maaf, aku sangat ceroboh! Aku tak tahu mengapa, tapi tanganku bergerak tanpa sadar, aku tak dapat mengontrolnya… Tunggu, apa, perjodohan?”
Aku menelengkan kepalaku bingung terhadap foto yang ada ditanganku.
“Itu benar! Alexei sialan itu, menggunakan trik murahan macam itu! Aku beranji untuk melakukan apapun, tapi ayahku akan menolaknya jika itu terlalu ofensif. Aku tahu itu, itulah kenapa aku menjanjikannya saat itu, tapi…”
Darkness yang panik berkata.
“Tunggu, pelan pelan dan katakanlah dengan tenang. Siapa lelaki tampan ini? Dan memaksamu untuk menikahi seseorang yang tak kau sukai jelas merupakan permintaan tak masuk akal bukan? Dan juga, bagaimana bisa tuan tanah itu berhubungan dengan lelaki tampan di foto ini? Darkness, jika kau tak mau, kenapa tak minta ayahmu untuk menolaknya? Aku akan coba untuk memperbaiki foro ini Aqua bisakah kau mengambil beberapa nasi untukku>”
“Okay—“
Aqua berlari, dan untuk menenangkan Darkness yang tengah akan menangis, aku membimbingnya ke bangku.
“Difoto ini ada anak Alexei. Alexei sialan itu, mungkin ia tahu bahwa jika ia yang melamar, ia pasti ditolak. Namun yang ayahku lihat baik adalah anak dari Alexei. Bagaimana aku harus menjelaskannya… Orang yang paling antusias tentang pernikahan ini adalah ayahku. Namun aku tak tahu kenapa Alexei ingin anaknya menikah denganku…”
Darkness berkata demikian seraya duduk di bangku dan memandang meja kopi yang berantakan.
Aqua kembali dengan beberapa nasi dan duduk disebelah Darkness, menaruh foto itu di meja dan memperbaikinya.
Aqua menggunakan sisi pojokan meja ketika desain barangku yang akan di jual di toko Wiz berantakan di sisi lain meja tersebut. Darkness mengambil satu dan bertanya dengan penasaran:
“… Ini. Sketsanya aneh. Apa ini?”
Megumin yang menaruh sepatunya didekat pintu masuk menjawab.
Sebenarnya, ketika Darkness pergi, kami memikirkan cara untuk mendapatkan uang lainnya. Ini adalah alat yang termudah yang Kazuma pikirkan. Ia berencana untuk menjualnya di toko Wiz.”
“Oh? Ya, Kazuma memiliki status keberuntungan yang tinggi. Ia mungkin akan cocok dengan bisnis.”
“Berhubungan dengan keberuntunganku sangat sial. Jika keberuntunganku bagus, aku pasti bisa menemukan rekan yang lebih berguna. Aku tak akan berhutang seperti ini, ikut masuk kedalam insiden penuh masalah, dan memiliki hidup yang indah.”
Ketiganya kemudian gemetar ketika mendengarku mengatakannya.
“A,Aku bersalah dengan perjodohan karena berbicara untuk Kazuma! Tidak, aku tidak memintamu untuk membayar balasan atau apapun! Kita adalah rekan setelah semuanya, yang paling penting adalah untuk saling menolong! Aku sudah membuat masalah untukmu, jadi sudah sepantasnya aku menolongmu!”
Darkness menjelaskan, tapi beberapa tetesan keringat dingin menetes di pipinya.
“A,Aku harus bertemu dengan Yunyun nanti! Ya, itu benar! Untuk membuktikan ketidakbersalahan Kazuma, aku akan memikirkan sesuatu dengan Yunyun…!”
Megumin mengalihkan pandangannya dan berkata demikian didepan pintu masuk.
Jadi itulah dimana ia akan pergi.
“Aku akan membersihkan nama Kazuma dari yang terdakwa kepada mereka dan membersihkan toilet! aku tak berpikir itu kotor, tapi aku prihatin dengan toilet itu! Dapur dan kamar mandi, serahkan tempat yang menggunakan air padaku!”
Berhenti mengerjakan perbaikan foto itu, dewi toilet itu menggunakan bersih – bersih sebagai alasannya untuk kabur.
-Seraya semuanya mencoba untuk kabur.
Darkness melambaikan tangannya, mengisyaratkan mereka untuk tinggal, dan meunjukkan wajah yang sedih pada kami dan kemudian berkata:
“Apa, apa yang harus kulakukan. Sebenarnya… Aku tidak kembali beberapa hari ini untuk memberhentikan proses dari sesi penjodohan itu.. Aku disini karena itu juga… Penjodohannya akan dilakukan siang ini. Tidak ada waktu lagi. Maafkan aku, tapi adakah orang yang bisa bersama denganku untuk meyakinkan ayahku?”

***

“…Singkatnya, ayah Darkness ingin kamu berhenti bekerja sebagai petualang yang berbahaya, jadi dia menjodohkan dirinya kapanpun ada kesempatan. Tapi Darkness tak berencana menikah dan menolak seluruh permintaan sebelumnya.”
Megumin yang sudah mengembalikan sepatunya berkata demikian seraya duduk didekat –pintu masuk.
Aqua kembali memperbaiki foto itu di meja.
Aku ingin memperbaiki foto yang kurusak sendiri, tapi karena Aqua senang melakukannya dan aku sedang melakukan pekerjaan lain, aku memutuskan untuk membiarkannya.
Gadis ini benar – benar bertalenta pada hal yang tak berguna…
“…Ya, kau benar.. Jujur saja, aku sangat senang dengan kehidupanku. Jika aku meneruskan karirku, seorang penyihir jahat atau kaki tangan dari pasukan raja iblis mungkin akan menargetkanku. Aku akan menahannya hingga saat – saat terakhir, tapi tetap tertangkap oleh mereka dalam kondisi yang sengsara. Pasti akan sangat bermasalah, aku akan diikat dan dikunci dan rantai, pakaianku akan dilepas semua..! Ugh…!Sto…Stahp…!”
“Aku pikir kau harus pensiun dan menikah segera.”
Darkness yang tersesat di fantasinya sendiri, membayangkan hal tersebut dengan wajah yang merona, membuatku kembali menjauh darinya.
Megumin mengayunkan tongkat di tangannya dan berkata dengan santainya:
“Aku mengerti, penjodohan sebelumnya adalah permintaan dari ayah Darkness, jadi kau tak bisa menolak. Tapi penjodohan itu di minta oleh tuan tanah, dan kau sudah berjanji padanya untuk melakukan satu permintaaannya. Ayah darkness itu menginginkannya, dan tuan tanah juga, jadi kau tak bisa menolaknya dibawah keadaan ini. tapi tuan tanah menginginkanmu dengan cara halus maupun kasar, kenapa dia sangat terobesesi dengan Darkness? Aku tak tahu kenapa dia menginginkanmu sebagai istri dari anaknya. Tapi dengan statusnya sebagai tuan tanah, jika ia mau, ia bisa memaksa Darkness untuk menjadi selir secara paksa.”
Mendengar apa yang Megumin katakan, Darkness menundukkan kepalanya.
Ia menaruh tangannya di depan dadanya, menggosok jarinya untuk beberapa saat dan kemudian berkata:
“…Na,nama asliku adalah Dustiness fon Lalatina. Aku adalah… Anak dari klan yang cukup terpandang…”
“”“Ehhh!”””
Melihat ekspresi bodoh kami, Darkness menunjukkan ekspresi kesepian untuk sesaat, dan terlihat sedih.
Ia pasti sudah mengagetkan banyak orang sebelumnya ketika ia memperkenalkan dirinya.
“Dustiness…! Itu bukan hanya terkenal, itu adalah klan yang super terpandang dan kuat! Penasihat tertinggi di negara ini, Dustiness ini? ada di kota ini?”
Darkness menjawab teriakan Megumin dengan lembut:


“…Ya.”
Selanjutnya, Aqua bertanya:
“Apa! Jadi jika aku menjadi anak dari keluarga Dustiness, aku bisa bermalas-malasan tiap hari dan hidup foya – foya?”
Untuk Aqua yang kehilangan arah permbicaraan, Darkness menjawab dengan nada yang sedikit kebingungan.
“Ya… Tapi, keluarga kami tidak ingin mengadobsi…”
Aku menjawab balas hal yang terpenting pada Darkness yang bermasalah.
“Darkness, kau…! Kau selalu berbicara mantap seperti “yeah’, ‘tentu saja’, bertingkah layaknya seorang kesatria pemberani! Tapi nama aslimu Lalatina itu terlalu imut!”
“Ja,Jangan panggil aku Lalatina…!”
Wajah Lalatina merona, dan dia berteriak dengan tangisan yang sudah berkumpul di pojok matanya.
Megumin yang berdiri karena terlalu terkejut duduk kembali di karpet dan berkata:
“Yah.. Ini mungkin mengejutkan, tapi Darkness adalah Darkness. Untukku, Darkness adalah Crusader yang tangguh, seorang rekan yang berharga. Itu saja.”
Ketika dia mendengar Megumin yang berkata demikian, Darkness menjawab dengan ekspresi yang bahagia.
“… Ya, tolong jaga aku mulai sekarang hingga kedepan juga..”
Ia kemudian tersenyum lega.
Melihat interaksi mereka, Aqua menunjuk dirinya dengna bahagia.
“… Neh neh, aku memiliki sesuatu yang mengejutkan untuk dikatakan padamu ya? Ya, Aku sudah mengatakannya sebelumnya, namun kau tak percaya… Sebenarnya, aku adalah serorang dewi!”
“”Wow, itu hebat!””
“Kenapa kau tidak mempercayaiku-!”
Aqua bergerutu sambal mulai memperbaiki foto dengan nasi itu lagi.
Melihat mereka bertiga seperti ini, aku mulai memikirkan sesuatu.
Aku mengerti, setelah semuanya sekarang ini jadi masuk akal.
Seperti kenapa Darkness lebih sedikit tahu tentang dunia ini dariku dan kenapa ia mengenakan cosplay yang sikapnya tidak seperti biasanya.
Tuan tanah ingin anaknya menikah dengan Darkness mungkin karena masalah politik.
Ada orang yang setidaknya ingin tinggal di rumah yang sama, walau jika mereka tak bisa mendapatkan perempuan itu sendiri.
Jika aku membiarkannya, member penting di party kami akan menikah.
Anggota… penting… hmmm?... hmmmm?
“Kita harus mengembalikkan foto ini dan meyakinkan ayah Darkness. Ini, lihatlah. Bagaimana? Bukankah perbaikan ini sempurna?”
Seraya aku sedang merenung, memikirkan sesuatu, Aqua memberikan foto kepadaku dengan wajah yang kikuk. Fotonya bagus seperti baru, kau bahkan tak bisa mengira bahwa foto itu robek sebelumnya.
….Tunggu, Darkness akan menikah?
Ini berarti seorang crusader yang tidak dapat mengenai musuhnya akan meninggalkan party karena pernikahan.
Menyerah dengan pernikahan… Itu benar, sebuah kesempatan yang hebat.
Aku tak menganggapnya sebagai seorang anak tak berguna dan mengejarnya selalu.
Aku tak membenci Darkness.
Ia memang sedikit aneh terkadang, namun ia bukanlah orang yang jahat.
Tapi prospek dari party kami tidak bagus dan Darkness adalah seorang putri bangsawan, apakah tak masalah membiatkannya menjadi seorang petualang?
-Tidak, itu tak baik.
Jika Darkness menikah, orang tuanya pasti akan tenang.
Sebenarnya, aku juga khawatir pada Darkness.
Jika ada sebuah kesempatan dimana kami berhasil mencapai kastil raja iblis dan berada dalam bahaya, perempuan ini pasti akan berteriak dengan antusias seperti ‘jangan khawatir kepadaku, Tinggalkanlah aku disini dan pergi.’
Setelah di tangkap, dia pasti akan kesenangan, berkata ‘Ugh…! Bunuh aku…!’ atau sesuatu perbuatan buruk yang ia nantikan.
Itu benar, dengan kata lain, ini adalah ide yang baik yang dapat memberikan kebahagiaan untuk semaunya!
“Sigh… Aku harus kembali dengan alasan dan mengembalikkan foto ini pada pesta yang lain. Aku akan minta maaf kemudian mencoba untuk membujuk ayahku… Itulah kenapa, aku berharap seseorang bisa menemaniku untuk melakukannya…” Darkness melihat foto perjodohan yang sudah diperbaiki di tanganku dan meminta bantuan dari kami. Dan kemudian…
“Itu diaaaa-!”
“””Ahhhh!”””
Aku merobek foto itu menjadi dua.

***

“Aku harus bertemu dengan Yunyun, jadi aku harus pergi sekarang. Aku memiliki perasaan yang aneh akan apa yang Kazuma pikirkan, apakah tak apa?.... aku akan mempercayakan Darkness padamu oke?”
Megumin melihatku dengan ragu – ragu untuk beberapa saat, dan kemudian meninggalkan tempat itu dengan ekspresi yang cemas.
Untuk ku, Megumin keluar itu bagus.
Diantara Megumin, Aqua dan Darkness, orang yang paling susah untuk diatasi mungkin adalah Megumin.
“Ughhh… Aku bekerja keras… Untuk memperbaikinya…”
Aqua duduk di kursi panjang, melampiaskan kemarahannya karena foto yang ia perbaiki di sobek lagi.
-Seraya aku melihat Megumin pergi, aku bisa merasakan tatapan yang kuat di belakangku.
Tatapan itu berasal dari Darkness, dia sedang menatapku dengan diam bersama dengan tangisan di matanya.
Aqua juga menatapku dengan tangisan.
Betapa, betapa mengerikannya.
“Te,Tenanglah. Ini untuk kebaikan kita di masa depan.”
Mendengar perkataanku ini, Darkness yang matanya masih dipenuhi air mata bertanya:
“..Bagaimana?”
Aku kemudian menjelaskan secara mendetail kepada Darkness dan Aqua.
Simpelnya saja, untuk menolong karirnya sebagi seorang petualang, tentu lebih mudah utnuk mengikuti sesi perjodohannya sekarang.
Mungkin saat ini dia bersama dengan anak tuan tanah, tapi jika dia ditolak, ayah Darkness pasti akan membuatnya lagi dalam waktu singkat.
Apakah Darkness perlu menolak semuanya pada waktu yang tepat?
Jika ayah Darkness tidak tidak dapat menahannya lagi, ia mungkin akan menyimpan tindakan yang lebih tegas.
Jika seperti itu kasusnya, Darkness harus menerimanya kali ini, dan kemudian mengacaukan semuanya. Itu adalah saran dariku.
Walaupun aku menyarankan penghancuran secara total, tidak ada gunanya untuk menghancurkan nama keluarga Darkness, jadi dia hanya perlu memaksa orang lain untuk menyerah dengan sendirinya.
Dengan begitu, orang tua Darkness akan lebih bijak lagi untuk menyusun sesi perjodohan berikutnya.
Setelah semuanya pasti memalukan bagi keluarganya jika keluarga lain menolak mereka setiap saat.
Dan tentu saja, Aqua dan aku akan menemaninya sebagai kedok rumah bantuan.
Kami akan mendukung Darkness dengan rahasia untuk membuat mereka tidak menyukainya.
Dan target kali ini adalah keluarga tuan tanah yang tak terkenal.
Walaupun mengacaukan sesi ini. Ayah Darkness akan terkena impact negative pada nama keluarganya, ini akan  jauh lebih baik dari pada perjodohan dengan clan ber aristokaratik bagus.
-Setelah mereka berdua mendengar penjelasanku…
“Itu, itu dia Kazuma! Ayo gunakan rencana ini! Jika ini berhasil, aku tak perlu pergi kerumah dan menjatuhkan ayahku setiap kali ia membuat sesi.”
A,Ayahnya benar – benar kasihan…
“Aku mengerti, ini adalah rencana yang bagus! Aku kira kau akan berkata ‘Jika satu dari anak bermasalah menikah, kau bisa mencari member yang baru dan relax, yahoo-!’ atau semacamnya!”
Perkataan Aqua membuatku merinding.
“Tidak, tidak mungkin! Mana mungkin aku akan membiarkan crusader sempurna seperti Darkness pergi?... Jangan lakukan itu, jangan lihat aku seperti itu, aku setengah serius tentang ini oke…”

***

Mansion Dustiness.
Bangunan ini terletak di jalan utama dari kota yang memiliki penampilan yang cocok dengan keluarga beraristokratik besar.
“Sungguh? Apa kita sungguh akan melakukannya, Lalatina? Apakah kau yakin ingin menerima sesi perjodohan ini sungguhan?”
Lalatina.. Maksudku, ayah Darkness menjulurkan tangannya seraya ia bicara demikian dengan senangnya.
Ini adalah rumah Darkness, terletak tepat di kota ini, dan kami berada didalam bangunan ini.
Darkness hanya memberi tahu ayahnya bahwa ia akan pergi ke sesi penjodohan.
“Ini benar, ayahanda. Lalatina ingin mencobanya.”
Ketika kami mendengar Darkness berkata demikian, Aqua dan aku menundukkan kepala kami.
“Neh neh, Kazuma-san, Kazuma-san, dia bilang ‘ayahanda’.”
“A,Apa kau bodoh, Lalatina itu lebih lucu, dia memanggil dirinya sendiri ‘Lalatina’.”
Melihat putri Lalatina berbicara dengan sikap yang berbeda dari biasanya, Aqua dan aku berbisik satu sama lain, pundak kami bergetar seraya kami berusaha untuk menahan tawa, dan ditatap oleh putri yang wajahnya sedang merona itu.
Ketika ayah Darkness melihat kami seperti ini, ia terlihat sedikit mengerut.
“Lalatina, siapa dua tamu ini?”
Mendengar ia bertanya demikian, Darkness menjulurkan tangannya pada Aqua dan aku.
“Mereka berdua adalah rekan petualanganku. Untuk sesi penjodohan ini, aku ingin untuk memperkerjakan mereka sebagai butler dan maid untuk mengikuti acara ini bersamaku.”
Ayahnya bergumam dan terlihat tak mudah akan hal ini.
“Erm… Tentang itu…”
Itu pasti penolakan.
Aku mengambil langkah kedepan, menaruh tanganku didadaku dan kemudian berdiri dengan gagah.
“Senang bertemu dengan anda. Saya adalah petualang Satou Kazuma, saya sudah dijaga dengan baik oleh Putri Lalatina. Jika penjodohan ini sukses, kami mungkin tidak akan bisa bertemu dengan Putri Lalatina karena perbedaan status kami. Saya tahu bahwa kami sedikit melanggar aturan, namun untuk momen yang sangat terakhir ini, kami memohon untuk bisa berada di sisi Putri Lalatina, dan melihat dengan langsung jika kami bisa mempercayakan rekan penting kami di pernikahan.”
Tanpa gugup sedikitpun, aku mengatakan hal tersebut dengan sangat lancar dan menunduk.
Aku sangat keren sekarang.
Jika aku bisa menikah dengan putri, aku merasa bisa menerima apapun,
Melihatku beraksi sangat berbeda, Darkness dan Aqua terdiam.
-Para maid membawa kami meuju ruang tamu.
“Tolong tunggu sebentar, Kami akan menyiapkan pakaian untuk tamu istimewa kami.”
Para Maid membinbingkami untuk duduk di kursi panjang dan menyediakan teh untuk kami. Setelah mengucapkan ‘nikmati tehnya’, mereka meninggalkan ruangan.
Seperti yang diduga dari ruang tamu keluarga beraritokrat besar.
Pada awalnya ruangan ini terlihat sederhana, namun sepertinya tempat ini menghabiskan banyak uang untuk membuatnya sekedemikian rupa.
Kami menunggu dengan patuh sebelumnya, namun kami cepat bosan.
Tidak bisa untuk tetap duduk, kami menelusuri seluruh ruang tamu ini, mengambil dan mengobservasi dekorasi-dekorasi yang ada.
Aku tak memiliki mata untuk menilai sebuah benda, tapi semua benda disini pastilah mahal.
Sebagai contohnya, lukisan yang digantung di tembok ini.
Ketika dipandang, terlihat seperti coretan anak -  anak, tapi ini pasti apa yang disebut sebagai karya seni modern.
Aku menggosok daguku seraya melihat lukisan itu, bergumam sedikit seraya berakting mengapresiasi lukisan ini.
“Kazuma, kau benar – benar suka graffiti itu huh?”
Aqua yang tak tahu tentang seni berkata demikian padaku yang sedang mengagumi karya seni itu.
“Hei, betapa tak beradapnya kau ini. Ini tuh yang dinamakan seni modern, orang yang mengerti pasti tahu betapa hebatnya ini. Ini pasti buatan pelukis yang hebat”
Mendengar omong kosongku, Aqua berkata dengan santainya dari kursi :
Tapi dimataku yang sudah mempelajari lukisan, ini hanyalah graffiti biasa.”
Aku mengangkat bahuku dan menggelengkan kepalaku pada Aqua:
“Yah, bisa  melukis dan berkemampuan menilai itu adalah dua permasalahan yang berbeda. Lihat bagian ini, mungkin itu terlihat seperti cakar ayam, tapi jika kau…”
Seraya aku membuat penjelasan yang tak masuk akal kepada Aqua, Darkness berjalan masuk ke ruang tamu.
“Maaf telah menunggu, kau.. Hei Kazuma, itu adalah lukisan ayahku yang kubuat ketika masih kecil. Ayah sangat menyukai gambar ini, jadi dia menggantungkannya disana kepada para tamu. Jangan lihat lukisan itu, kau membuatku malu… Hei, Apa yang kau lakukan! Jangan Tarik rambutku!”
Seraya Aqua tertawa padaku dengan senangnya, aku menarik rambut Darkness yang di kepang. Pada saat itu pula, maid masuk ke ruangan dan membawa baju untuk seorang butler dan seorang maid.
Kazuma-san, ini adalah pakaian untuk butler. Ukurannya pasti pas, silahkan dicoba.”
Aku menerima pakaian dari pelayan dan mengikutinya menuju ruang ganti di ruang sebelah.
…ya, ukurannya pas.
“Terlihat bagus.”
Mendengarku yang berkata seperti itu, maid itu menunduk dan kembali ke tengah tengah ruangan.
-Kau sukses untuk membuat ayah Darkness memperkerjakanku sebagai seorang butler sementara dan kembali kepada Darkness setelah memakai pakaian butler itu.
Aqua yang sudah menggunakan pakaian Maid ada disana.
Tak diduga, pakaian maid itu cocok dengan dirinya.
“Aqua, kau terlihat cocok dengan itu. Sekarang ini, kau terlihat seperti boneka kelas atas.”
“kau juga Kazuma, kau terlihat seperti seorang Butler yang senang bekerja keras, bagus. Kau terlihat seperti akan di bully oleh para senpai jahat dan menangis di pojokan, sangat bagus.”
“Ara, betapa lucunya itu. Jika kita tidak di dalam mansion dari orang besar sekarang, aku akan mengatakan sedikit isi hatiku sekarang.. Baiklah, apakah kau siap, putri Lalatina?”
“Jangan, Jangan panggil aku Putri Lalatina! Panggil saja ‘tuan putri’ jika yang lainnya ada disini!”
Darkness membentakku dengan gugup.
Pertemuannya akan diadakan di mansion ini.
Dan ayah Dakness meminta pertolognanku.
Ia sebenarnya memerintahkanku.
Ia memintaku untuk membantu anaknya agar tak melakukan hal kasar selama meeting.
Tidak hanya itu.
Ia juga berniat membayarku jika bantuanku di pertemuan ini berjalan dengan lancar.
Tidak hanya itu saja, ia bahkan memberikan bonus pada kami.
Pasti akan susah untukku agar tak di pecat.
Jika anak dari tuan tanah itu tak mengacau, aku akan ikut mengganggu pertemuannya. Tapi jika ia hanya sedikit saja menggacau, aku akan menutup mataku akan kejadian iu.
“Kalian berdua, kesini. Dengar baik – baik! Kau tahu apa yang harus dilakukan bukan? Aku bergantung padamu!”
Darkness menunjukkan wajah yang tak mudah seraya ia memimpin kami menuju pintu masuk untuk menerima pesta sesi perjodohan lainnya.
Dengan para maid dari rumah Dustineess mengapit dirinya dari kedua sisi, Darkness terlihat bagaikan putri dari sebuah rumah kerajaan.
Pada perjalanan masuk, Aqua menggunakan mata tajamnya dan mencari barang – barang berharga.
“Oh, benda itu terlihat cukup mahal…”
Aqua melihat sebuah pasu dengan sebuah pegangan seperti jika ia melihat sesuatu yang special.
Mau itu harga dari pasu itu ataupun tak berharganya graffiti tadi, gadis ini memiliki jiwa seni yang bagus.
Aku menjadi penasaran tentang pasu yang Aqua lihat dan mengangkatnya.
Berat.
“Apa ini mahal? Berapa harganya?”
“Hei.. jangan pegang benda – benda disini, itu adalah pasu ayahku yang mahal…”
Darkness mengambil pegangan dari pasu yang aku angkat.”
“Berdasarkan penilaian hebatku, pasu ini…”
Phuck!
“”Ah!””
Dengan suara retakan yang jelas, bersamaan dengan sahutan kami, hanya pegangan nya saja yang ada di tangan Darkness.
“…Pasu ini sekarang hanyalah sampah.”
“A,Apa yang harus kita lakukan! Ini adalah koleksi ayaku yang berharga, apa yang harus kita lakukan!”
“Tenang, Tenanglah! Ayahmu tak disini sekarang! Ada dua solusi! Pertama, anggap hal itu terjadi ketika orang perjodohan disini. Dengan begitu, ayahmu tak akan marah kepada tamu! Kedua! Gunakan nasi atau apalah untuk perbaikan darurat, dan letakkan pasu itu di posisi yang akan mudah jatuh ketika ayahmu mengambilnya!”
“A,Aku mengerti, kita lakukan itu! Seperti yang diharapkan dari Kazuma, pikiran licik yang sangat hebat! Walau aku mengatakan hal ini dilakukan oleh tamu, ia pasti masih akan menanyaiku ketika mereka pergi! Kita akan lakukan perbaikan, taruh diposisi dimana benda itu akan mudah jatuh, dan menginstruksi para pembantu untuk tak memegangnya, itu adalah jalan yang terbaik!
Ketika ia mendegar pembicaraanku dengan Darkness, maid Dustiness berkata:
“…maafkan aku, tamu yang terhormat.. Tolong jangan ajarkan hal semacam itu kepada tuan putri kami…”

***

-Para pengikut membentuk sebuah barisan didepan pintu masuk dengan Darkness dan ayahnya tepat di tengah.
Aqa dan aku tetap berada di sisi lain dari Darkness.
Aku tiba – tiba mengetahui jika aku tidak melihat ibu Darkness. Tapi sekarang bukan waktunya untuk itu.
Anggota lainnya akan datang segera.
“Tapi.. Mengetahui kau menyetujui perjodohan ini, aku sangat bahagia.. Ketika Alexei berkata ada sesuatu untuk dibicarakan denganku, aku berpikir apa yang ia inginkan. Ia juga merasa yakin kau tidak akan menolak juga. Lupakan Alexei, anaknya adalah lelaki yang baik. Kau akan memiliki hidup yang bahagia dengannya, Lalatina.”
Ayah Darkness berkata kepadanya dengan senang.
Tapi Darkness menjawab:
“Betapa jahatnya, ayahanda. Lalatina hanya berkata bahwa ia akan serius tentang pernikahan, fufufu… Setelah memikirkannya, aku pikir ini masih terlalu awal untukku menikah. Tapi ini sudah terlambat. Aku menerima sesi perjodohan ini, tapi aku masih tak mengatakan aku ingin menikah! Aku akan menghancurkan pertemuan ini. Aku akan benar – benar menghancurkan pertemuan penjodohan ini! Hmmm hahahaha!:
Darkness merasa tidak perlu berakring lagi dan menunjukkan kebenarannya.
Ayahnya menjadi pucat seraya menyadari maksud asli kami…
“Apakah, Apakah itu alasan mereka berdua disini..!”
Ayahnya melihat kami dengan ketakutan.
Oh tidak, Darkness terlalu senang sampai ia lupa untuk menjaga nama keluarganya tak dinodai.
Pada jeda waktu ini, ia pasti tidak peduli lagi.
Jika begitu, aku tak perlu berakting lagi.
“…Tuan putri, pilihan kata anda terlalu kasar, tolong jangan berbicara seperti itu.
Ketika mereka mendengarku berkata demikian, Darkness dan ayahnya melihat kami dengan terkejut.
Aqua terlihat sangat menyukai pakaian maidnya, mengibas –ngibaskan roknya dengan bahagia seraya ia menghiraukan atmosfir yang menekan ini.
Seolah mengetahui maksud asliku, wajah Darkness jadi berkeringat. Ayahnya berkedip penuh tangisan bahagia, melihatku seperti aku ini adalah seorang imam.
“Kazuma, kau, kau…! Apa ini, apakah kau ingin mengkhianatiku?”
“Tak ada yang namanya penkhianatan, Tuan Putri. Saat ini, saya adalah butler dari Dustiness, dan harapan terbaikku adalah kebahagiaan dari tuan putriku.”
Ayahnya menghela nafas lega dan menjawab.
Kau, Kau kazuma kan? Bahkan jika perjodohan ini gagal… Setidaknya, jangan biarkan Lalatina melakukan apapun yang aneh – aneh kepada orang lain! Aku akan membayarmu dengan baik! Jadi, Jadi…!”
Sebelum ayahnya bisa selesai, aku menunduk dalam – dalam.
“Serahkan pada saya, tuan. Saya akan menjaga tuan putri semampu saya…
-Pada saat ini.
Pintu dari mansion terbuka dengan bunyi yang cukup keras, dan lelaki yang kulihat di foto muncul di pintu tersebut.
Ia masuk bersama dengan penjaganya.
Darkness berencana membuat gerakan pertama, menyilangkan tangannya, menatap rombongan tersebut seraya ia berkata dengan keras!
“Jadi kau sialan yang akan bertemu denganku bukan? Aku adalah Dustiness fon Lalatina! Kau bisa memanggilku Ratu Dustiness…”
“Ara, hati – hati tuan putri! Ada serangga dibelakang kepala anda!”
Aku memukul belakang kepala Darkness keras – keras!

***

Setelah aku menghentikan Darkness dari membuat bencana.
Kami memohon permisi dengan berkata kami ingin mengecek jika seranga itu menyengat sang putri dan berpindah ke ruang sebelah. Ayah Darkness menemani tamu untuk membuang waktu.
“Hey, Apa yang kau pikirkan! Bukankah kau disini untuk menolongku?”
Darkness menarik kerah belakangku dan menyeretku menuju koridor
Aqua yang masih tak mengerti apa yang tengah terjadi mengikuti di samping Darkness. Ia terlihat ingin membelai rambut Darkness yang dikepang, dan memainkannya dengan tangannya.
-Kini, Darkness tengah menginterograsiku.
“Tenanglah, Tenanglah tuan putri. Anda sudah melupakan sesuatu yang penting.
“Jangan Panggil aku seperti itu ketika kita hanya sedang bertiga!.. Apa hal yang penting itu?”
Darkness membenarkan posturnya, sikapnya sudah cukup diperhalus untuk mendengarkanku.
“Kau melupakan bagian dimana tak menghancurkan reputasi keluargamu. Jika kau membuat masalah yang terlalu besar, kau akan menjadi orang yang paling banyak terkena imbasnya.”
Darkness mengerutkan keningnya ketika mendengarku mengatakannya.
“Bagaimana bisa? Jika berita buruk tersebar, aku tak akan bisa menikah dan melanjutkan karir petualanganku tanpa perlu khawatir! Yang terburuk ayahku hanya akan membuangku, dan aku sudah siap untuk itu.. Setelah dibuang, aku akan merasa tak mudah untuk masa depanku yang tak pasti… Lupakan itu, aku masih bisa bertahan hidup dan mengambil pekerjaan yang terlalu susah untukku. Pada akhirnya, tubuhku tak bisa menahanya dan akan tertangkap oleh pasukan raja Iblis, dan akan dibinasakan…! ……..! Aku ingin tinggal dan hidup seperti itu.”
Jadi akhirnya kau mengakuinya.”
Setelah menunjukkan harapannya yang sangat hebat di jalan yang lain, putri muda itu melanjutkan :
“Dan lelaki itu bukan type ku. Lelaki yang ayahku ingin aku menikah dengannya selalu buruk”
Aku bingung ketika ia mengatakannya.
Tapi lelaki itu tampan.
“Apakah lelaki itu seburuk yang kau katakan? Berdasarkan deskripsi ayahmu, iya terlihat seperti lelaki yang baik. Tapi aku hanya tahu bagaimana ia terlihat sih.”
Darkness menjawab pertanyaanku.
“Orang itu adalah Alexei Barnes Walther. Ia berbakat dan terlihat tidak seperti tuan tanah. Orang – orang memberikan sambutan hangat di review nya, ia adalah lelaki yang ceria.”
Aqua memberikan pendapatnya juga :
“Tentang Walther dari keluargaa Alexei, semua orang di kota Axel menghormatinya. Ia memberikan barang – barang untuk membantu yang susah, aku juga sudah mendapatkannya beberapa kali juga.”
Kau, kau….
Mendengar Aqua berkata demikian, Darkness berkata dengan tak senang:
“Itu tidak baik! Ayahku sudah cukup melakukan itu semua! Bagaimana bisa seorang calon seperti dia menikahiku!”
“A,Apa begitu? Ah, apakah mungkin dia terlihat baik di permukaan, tapi melakukan kejahatan diam – diam? Jika seperti itu, aku akan merasa buruk walau tak mengetahuinya…”
Ia adalah anak dari tuan tanah sih, aku terlalu terburu 0 buru. Seraya aku merasa menyesal, Darkness berkata:
“Tidak ada yang seperti itu! Pertama, aku dengar orang itu memiliki karakter yang sempurna. Ia tidak akan marah kepada siapapun, dan tidak akan mengomeli pegawainya ketika mereka membuat kesalahan. Ia akan berpikir dengan mereka kenapa kesalahan itu bisa terjadi, benar – benar orang yang aneh…”
…? Bukannya ia terdengar baik.
“Dan ia sangat pekerja keras, belajar tiap hari untuk membantu orang dengan pengetahuannya. Ia juga pintar dan hebat dalam seni pedang, seorang kesatria termuda yang pernah ada di sejarah. Aku tak pernah mendengar hal negative apapun tentangnya, seorang lelaki yang benar – benar sempurna. Ia juga selalu menasihati ayahnya, membuatnya mengganti peraturan yang meresahkan.”
“Neh, dari apa yang kudengar, bukankah dia adalah lelaki yang sempurna? Di bagian mana kau tak senang, Darkness?”
Aqua bertanya kebingungan.
“Bagian mana aku tak senang? Semuanya! Pertama, seorang bangsawan harus memiliki sifat seorang bangsawan, dan menggunakan senyuman jahat di setiap waktu! Ketika kita bertemu barusan, ada apa dengan mata jernih dan mata yang menatap masa depan itu? Seharusnya lebih seperti, seperti tatapan mesum. Kazuma, ketika aku berjalan dengan pakaian yang terbuka di mansion, mata yang ingin memperkosa setiap inci dari tubuhku!”
“Tidak, Tidak, tidak, aku tidak, a,a,aku tak menatapmu seperti itu!”
Seraya aku menyembunyikan keberdosaanku, Darkness melanjutkan :
“Ia tidak marah ketika pegawainya ngaco? Apakah ia idiot? Jika seorang maid membuat kesalahan, maka ia harus melakukan ini dan itu kepadanya untuk menggunakan kesempatan yang ada, itu adalah hal yang benar untuk bangsawan! Lelaki itu tak tahu apapun, pegawainya membuat masalah karena mereka ingin di teriaki! Sebagai seorang bangwsawan, ia tak memiliki keberanian untuk menghamili seluruh maid nya!”
“Kau adalah satu – satunya orang yang berpikir seperti itu.”
Tapi Darkness menghiraukan perlawananku dan menggenggam tangannya seperti tak mampu menahannya lagi dan berkata:
“Simpelnya saja, tipe orang yang kuinginkan benar – benar berkelainan dengan orang yang mendapatkan hal yang bagus bahkan jika aku meninggalkannya sendiri! Ia pasti tidak terlalu mencolok, entah terlalu gendut atau kurus. Pasti akan sangat bagus jika ia menyukaiku namun memiliki niat yang rendah, menembak gadis lain jika mereka sedikit lebih baik kepadanya. Sebuah kriteria wajib akan memiliki tampang mesum dan horny tiap tahun. Jika ia melihat kesusahan hidup dan hanya ingin hidup mudah seperti sampah pasti akan hebat. Jika ia memiliki hutang, pasti akan lebih bagus! Ia juga harus mabuk tiap hari dan menolak kerja, selalu bergumam bahwa ‘ini adalah salah masyarakat’. Ia kemudian memukulku dengan botol kosong bir dan mengatakan al ini padaku: ‘Hey Darkness, gunakan badan seksmu untuk mendapatkan uang!’….Hmmm….!”
Setelah mengatakan isi kepalanya, putri kami merona dan bergetar.
Sialan, perempuan ini sudah didalam khayalannya.
Di atmosfir tak mengenakan ini, Aqua dan aku berdiri mematung.
“…Cukup! Aku akan menghancurkan pertemuan ini sendiri! Kazuma, bersiaplah untuk konsekuensinya jika kau menghalangiku!”
Setelah mengatakannya, Darkness berjalan keluar dari ruangan dengan penuh amarah.
Aqua dan aku masih diam untuk sesaat.
Akhirnya, Aqua berkata padaku”
“…Kazuma, bagaimana rencanamu?”
Aku menjawab Aqua:
“Kau melihat wajah ayahnya juga kan, ia benar – benar khawatir tentang masa depan anaknya. Kau mendengar seperti apa reputasi lawannya kan?> Ini bukanlah pernikahan politik, tapi seorang ayah yang menginginkan kebahagiaan anaknya, sebuah meeting yang direncanakan dengan hati – hati.”
Terus gimana? Walau itu ayahnya, ia tak memiliki hak untuk mengatur hidupnya….”
Aqua berkata dengan keras.
Tapi aku tak membiarkannya menyelesaikan kata – katanya.
“Darkness itu seorang bangsawan. Bukankah itu normal untuknya jika tak dapat memutuskan pernikahannya sendiri? Bagi seorang aristocrat, mereka memiliki hidup mewah dan menerima pelajaran elit… Susah rasanya untuk memberitahu bagaimana Darkness terlihat. Semenjak mereka bergantung pada pajak dari para masyarakat, normal bagi kehidupan mereka memiliki kebebasan yang lebih sempit. Tinggal didalam kehidupan mewah dari kelahiran dan menginginkan kebebasan untuk memutuskan hdupnya sendiri, itu terlalu serakah… Ia sudah memiliki hidup yang bebas selama ini. Dan orang yang akan ia nikahi adalah orang yang sempurna. Jika kau masih ingin pilih – pilih tentang hal itu, pastinya nanti akan membuat rakyat marah.”
Setelah mendengar pidato panjangku, Aqua terlihat tidak percaya.
“…Tapi! Tapi itu terlalu!”
“Itu belum semuanya”
Aqua berhenti ketika mendengarku berkata demikian/
“….Eh?
Aku mengisyaratkan Aqua untuk jongkok.
Kemudian aku menanyakan sesuatu dengan ekspresi yang sangat serius padanya:
‘Aqua. Tugas kita adalah untuk mengalahkan raja Iblis dan pulang. Tapi apa harapan Darkness?”
Aqua jongkok seperti ku, ia tidak berpikir aku akan menanyakannya dengan serius, dan membingungkannya.
Yah, erm.. untuk tak menikah dan terus berkelana bersama kita…”
Aqua memberikan jawaban yang tak salah yang membuatku berteriak :
“Salah! Aku tak ingin mendengar sesuatu yang nyaman seperti itu! Kau tahu kenyataannnya! Cepat! Jangan malu, katakan, katakan itu keras keras! Kau ingin mengatakannya! Biarkan aku melihat ekspresi macam apa yang akan kau buat ketika mengatakannya!”
“U,Untuk di culik oleh monster kuat yang tak bisa ia tandingi, dan membiarkan musuh melakukan hal mesum padanya!... Ka,Kazuma, itu pelecehan seksual kan? Eh, ini pelecehan seksual kan?”
Aku terus berkata pada Aqua yang sudah hampir menangis:
“Ini bukan pelecehan seksual! Dengar baik – baik, jika kau adalah orang bodoh, maka gadis itu super bodoh melampaui batas! Mimpinya adalah untuk diculik oleh monster dan melakukan hal mesum padanya? Bodoh! Pergi, beritahu ayahnya tentang hal ini! Jika kau bisa, maka lakukan! Beritahu bahwa anaknya memiliki mimpi yang besar, sehingga ia lupa tentang menikah dan membiarkannya mewujudkan ambisinya. Jelaskan pada ayahnya sekarang!”
“Aku minta maaf! Aku tak bisa mengatakannya! Maaf!”
Aqua yang meminta maaf dengan panik berkata dengan ragu.
“Tapi.. tapi kau  pikir benar untuknya menikahi orang itu? Darkness harus memiliki keinginannya sendiri terhadap tipe lelaki lain.”
“Apakah kau berkata bodoh seperti rombongan yang barusan itu buruk karena dia bukan tipenya? Darkness mengatakan tipe lelaki yang ia suka, kau mendengarnya juga. Jika Darkness menemukan partner ideal dan ia persis seperti yang dijelaskan, apa yang akan kau lakukan? Dengar, paksa saja dia dengan Walther itu. Dia adalah lelaki yang baik, jadi kita bisa membebaninya sedikit. Darkness bisa buru – buru pada waktunya, jadi kita harus biarkan lelaki itu mengikatnya dan melihatnya. Dari apa yang kudengar, Walther berbeda dengan ayahnya, dan ia adalah orang yang hangat dan baik. Jika seperti itu, ia mungkin akan setuju untuk Darkness pergi keluar berpetualang. Kita bisa menemaninya dan melakukan quest untuk seterusnya. Ayahnya juga akan tenang, dan aku bisa santai, Darkness tidak akan bergabung didalam quest yang terlalu berbahaya, yang lebih penting aku bisa menolong satu dari tiga anak bermasalah.”
“Tiga anak yang bermasalah, apakah yang kau maksudkan diriku?”
Aku menggenggam tanganku dan berdiri.
“Pada akhirnya, Berpetualang bukanlah karir yang bisa kau lakukan selamanya! Pekerjaan ini yang membatasi kebebasan Darkness, jika aku bisa keluar maka aku akan keluar! Atau malah, aku siap untuk berhenti kapan saja! Kita buat ini jelas, gadis itu bodoh! Aku akan mendukungnya jika ia ingin melanjutkan karirnya sebagai petualang, tapi aku harus mengatakan bahwa ia itu orang bodoh! Orang lain harusnya tidak mengganggu permasalahan keluarganya, tapi tujuanku adalah Darkness menikah dengan sukses! Jika itu tak berhasil, setidaknya aku akan menjaga reputasi dari clan Dustiness…. Jadi dia bisa menikah dan pensiun kapanpun!”
(TL : Wuih baik banget ya, ini Kazuma sebenernya OwO)
“Tunggu Kazuma! Jawab pertanyaanku!”

***

“Maafkan saya karena sudah lama menunggu.”
“Kami kembali.”
Ketika Aqua dan aku kembali ke pintu masuk, Darkness dan ayahnya masih berbicara dengan senangnya bersama Walther. Darkness menatap resah pada kami yang berdiri di sebelahnya.
“Aku tahu perasaan Kazuma tentang ini. Aku juga ingin Darkness menikahi orang yang ia sukai, tapi setelah mendengar apa yang kau katakan, aku rasa akan ribet jika itu terjadi sungguhan.”
“Aku senang kau mengerti. Dengar, kau hanya bertindak berdasar keputusanmu. Coba untuk mendukung Darkness dari sisinya agar kita bisa memberikan kesan yang baik pada mereka, okay?”
Aku tak yakin jika Darkness mendengar apa yang kita katakan, ia merendahkan suaranya, dan berbisik padaku :
“…Hey, untuk kebaikanmu, menyerahlah. Jika tidak, kau akan mengalami sesuatu yang mengerikan yang membuatmu ingin mati.”
Apa yang kau katakan, itu terlalu menakutkan.
Tapi ancaman tak akan bekerja padaku sekarang.
Karena aku memiliki seseorang yang bisa melindungiku yang lebih kuat dari Darkness.
Itu benar…
“Permisi atas gangguan saya, Tuan. Bisakah kita memulai pertemuan diantara Tuan putri dan Tuan Walther? Tuan Putri sudah terllihat tak sabaran untuk sekarang.”
Mendengarku mengatakannya. Darkness menggertakkan giginya tanda memprotes permintaanku.
Ayahnya tidak mengetahui reaksi Darkness, dan menerima saranku.
Ayah Darkness tidak terlihat merasa terganggu aku yang memukul bagian belakang kepala Darkness agar ia diam.
Ia sepertinya berpikir aku melakukan pekerjaan yang bagus dan menghela nafas lega.
Ini tandanya aku memiliki persetujuan dari ayahnya, dan tak akan terlalu masalah jika aku mencampuri sedikit terlalu jauh.
“Baiklah, Tuan Walther, silahkan lewat sini. Lalatina, ikutlah bersama kami juga. Ayo kita pergi menuju ruang tamu.”
Darkness melompat turun ketika mendengar ayahnya berkata demikian.
“Sepatu hak tinggi saya mungkin rusak… Tuan Walther, bisakah anda menolong saya?”
Darkness mengulurkan tangannya pada Walther seraya ia mengatakannya.
Mungkin ia ingin mencegahku memukul kepalanya dan berbicara dengan sikap yang biasa bagi seorang putri.
Namun ini aneh, ia pasti merencanakan sesuatu.
Aku menggapai tangannya dengan cepat.
“Tuan putri, biarkan saya yang melakukannya. Tak peduli betapa banyak anda mengagumi tuan Walther, kau masih belum bertunangan, jadi anda tidak boleh menyusahkannya seperti ini. Maafkan saya Tuan Walther, Tuan Putri sangat senang ahh Owww owww owww bisa patah, patah tolong jangan bercanda dengan saya, tunggu, berhenti, tolong berhenti, aku meminta anda untuk menghentikannya Tuan Putri!”
Aku menghilangkan air mataku setelah aku memegang tanganku yang di hancurkan oleh Darkness dengan kekuatan penuhnya.
Pe, Perempuan ini, jika aku tak menghentikannya, ia pasti akan melakukannya pada Walther!
“Apa yang terjadi? Apa kau tak apa?”
Melihatku jongkok ketika mengelus tangan kananku kesakitan, Walther khawatir dan bertanya.
Betapa baiknya. Tolong, nikahi dia dan bawa mad dog ini bersamamu ya?
“Fufufu, tak ada apa – apa. Mari kita pergi, Tuan Walther.”
Darkness berjalan pergi, aku hanya bisa melihatnya pergi seraya masih jongkok menunggu Aqua untuk menyembuhkanku dengan sihir.
Ketika ayahnya melihat kami, ia menyatukan kedua tangannya dan menundukkan kepalanya untuk meminta maaf, ia merasa buruk akan hal ini.
“ – Kalau begitu, ijinkan saya memperkenalkan diri saya dengan baik sekali lagi. Saya Alexei Barnes Walther, anak dari keluarga Alexei, tugas saya adalah untuk mendukung ayah saya di dalam mengatur territorial.”
Darkness dan Walther duduk saling berhadapan satu sama lainnya dengan meja kopi putih di ruang tamu di antara mereka.
Walther adalah orang yang baik dan stylish.
Ia satu kepala lebih tinggi dariku.
Ia mungkin berlatih dengan giat, otornya bisa terlihat dari pakaiannya dan dia adalah sosok pemimpin yang baik.
Walther tersenyum hangat seraya ia melihat Darkness.
Aqua dan aku berada di sebelah Darkness, sedikit terlalu dekat dengannya.
Walther terlihat terganggu oleh kami, tapi karena ayah Darkness tidak mengatakan apapun, ia tidak mengatakan apapun tentang itu.
“Saya Dustiness fon Lalatina. Saya tidak merasa perlu untuk memperkenalkan keluarga saya. Walaupun anak dari tuan tanah baru pasti tahu ahhhhh!”
Darkness yang berbicara itu jadi gelisah dengan wajah yang memerah.
“A,Apa kau tak apa?”
Walther bertanya dengan serius, tapi Darkness melanjutkan:
“Sa,Saya baik baik saja… hanya saja melihat wajah Tuan Walther membuatku jadi tak nyaman nnnnnhhhh-!”
Sebelum selesai, Darkness menundukkan kepalanya ke meja dengan telinga yang memerah.
“Perut Tuan Putri Darkness sudah bermasalah dari pagi tadi. Iya kan, Darkness?! Jangan paksakan dirimu jika perut anda sakit.”
“Huh? Tidak, Aku tidak…!”


Darkness menolak seraya Aqua mencoba untuk mempermisikan dirinya.
Meninggalkan Aqua yang membuat masalah, aku berkata :
“Tuan Putri sangat menantikan untuk bertemu Tuan Walther dari tadi pagi, ia hanya sedikit terlalu bahagia. Seperti yang kau lihat, Tuan Putri sangat malu hingga semua mukanya merah.”
“Er, yah, wajahnya memang sangat merah.. Ini memalukan…”
Aku melangkah lebih keras dengan kakiku, dan membisikkan dengan suara yang hanya bisa didengar Darkness.
-Aku memutarkan kakiku yang sedang menginjak Darkness dibawah meja..
“…Hey, Tuan putri, saya akan menginjak lebih keras lagi jika kau mengatakan hal tak masuk akal lainnya lagi.
Aku tidak yakin apakah ia mendengar apa yang kukatakan, tapi wajah Darkness merona dan ia mulai terengah engah dan berkata dengan lembut:
“…Be,Benar – benar hadiah yang luar biasa…”
Tuan Putri kami bertingkah seperti biasanya.
Ketika ia melihat tingkah anaknya. Ayah Darkness sepertinya mengerti apa yang terjadi di bawah meja.
Karena ia mengerti situasinya, itu berarti ia tahu tentang fetish anaknya.
Aku ingin meneriakinya untuk membiarkan anaknya menjadi aneh, tapi tak ada waktu untuk itu sekarang.
Untuk melindungiku dan Darkness, ayahnya membawa topik baru untuk dibicarakan dengan Walther.
Tuan Walther, aku dengar mansionmu di hancurkan tak lama ini. Dimana kau tinggal sekarang? Bagaimana jika menginap di tempatku? Tentu saja, kau akan tinggal di dalam ruangan yang berbeda dengan anakku.”
Ayah Darkness berkata dengan sedikit bercanda dan Walther menjawab dengan senyuman:
“Hahaha! Tidak, jika aku tinggal di bawah atap yang sama dengan Putri cantik Lalatina, yang ada saya harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan diri…”
Dan begitulah, seraya Darkness menggurutu dengan wajah yang merona, keduanya bercaka – cakap…

***

-Setelah mengatakan se- orang tua tinggal di sekitar hanya akan menjadi halangan, Ayah Darkness memohon undur diri.
Seraya ia pergi, ia berbisik padaku ‘Aku berharap padamu’
Saat ini, Darkness dan Walther  bersama di taman keluarga Dustiness bersama Aqua dan aku di seret… Dan tempat ini besar, seperti yang kuduga dari clan ber aristrokrat bagus.
Di taman yang luas terdapat sebuah kolam, dan warna bunga yang sedang mekar menunjukkan bahwa ini masih musim dingin. Ini pasti benih yang berkualitas sangat tinggi.
Aqua bersiul dan menepuk tangan ketika ia melihat ikan – ikan di kolam.
Aku sangat penasaran apa yang ia lakukan, dan melihat banyak ikan datang ke Aqua…
… hebat, aku akan memintanya mengajariku nanti.
“Putri Lalatina, apa hobi mu?”
Seraya aku fokus pada kolam, Walther menanyakan sesuatu yang biasa dan tidak begitu berbahaya untuk perjodohan.
“Aku berburu Goblins ketika aku senggang… Ughh!”
Ketika Darkness mengatakan sesuatu yang tak enak, aku menyikut pinggangnya dari samping.
Walther tersenyum kecut, membelokkan kepalanya seraya bertanya padaku berapa dekatnya aku dengan Darkness:
“..Kalian berdua terlihat akrab.”
Wajahku menjadi pucat dan aku rasa itu benar terjadi,
Tidak, aku berlebihan, aku malah jadi faktor yang membuat image Darkness turun.
Pasti rasanya tak enak untuk melihat seorang butler dan putri terlihat sangat akrab ketika didalam sesi perjodohan.
Seraya aku berpikir bagaimana cara untuk mengakhiri hal ini, Darkness yang menyadari hal tersebut tersenyum dengan puas.
Apa yang gadis ini pikirkan…?
“Aku sangaat dekat dengan butler Kazuma ini, kami menghabiskan waktu kami bersama. Mau itu makan, mandi, bahkan tidur malam juga.. juga…Ugh….”
Darkness yang mengatakan sesuatu yang bodoh tidak bisa melanjutkan dan merona.
Benar deh, apakah ini standar untuk rasa malu mu?
“Tuan Putri senang bergurau. Dan itulah dia, seorang gadis cantik yang malu akan hal yang ia katakan sendiri. Benar, Tuan Putri Lalatina. Ada apa, Tuan Putri Lalatina? Wajah anda merona, Tuan Putri Lalatina.”
“Ugh.. Kau, aku akan membalasmu untuk ini…”
Mendengarku mengulangi nama yang lucu Lalatina, Darkness menggertakkan giginya dengan tangisan di matanya.
Bagus, dia tidak akan bertingkah untuk sementara.
Melihat interaksi kami, Walther menunjukkan siluet senyuman kesepian:
“…Kalian berdua akrab ya. Ini membuatku iri.”
“Tolong jangan bergurau, Tuan Walther. Ini hanyalah permainan kecil antara Tuan Putrid dan butler nya saja…”
Darkness kemudian berjalan menjauh dariku ketika dia mendengarku berkata demikian.
Ohh?
“Aku tak ingin bertele – tele lagi! Aku tak tahan!”
Aku tak tahu apa yang ia pikirkan ketika Darkneess menyobek rok dari pakaiannya.
Paha putihnya terlihat dari bagian yang tadi sobek, memperlihatkan tubuh Darkness pada sesaat.
Walther memalingkan matanya seraya Darkness berteriak padanya:
“Hey, kau itu Walther kan? Karena kau adalah seorang kesatria, kau pasti tahu bagaimana menggunakan pedang! Pekerjaanku adalah seorang crusader, ayo pergi ke dojo, aku akan melihat kemampuanmu disana. Ayo, ikuti aku!”
Darkness bertingkat tak karuan tiba – tiba dan tak dapat kuhentikan.
“…Walther, lihat baik – baik lelaki itu. Sebagai seorang bangsawan, kau harus belajar dari mata mesum kazuma itu, dan menggunakannya setiap hari!”
A,A,A,Aku tidak melihat!
Aku hanya menatapnya sedikit karena tercengang

***

“Kita bertarung sampai salah satu dari kita menyerah. Buat aku mengatakan ‘Aku tak dapat bertarung lagi’, atau ‘tolong berhenti menyerangku’! Jika kau bisa melakukannya, aku akan menikah denganmu atau mengikutimu kemana saja!”
Darkness membawa kami ke dojo.
Ditengah – tengah dojo, Darkness melemparkan sebuah pedang kayu ke arah Walther.
Walther menangkap pedang kayu itu dan mengayunkannya dengan wajah yang sedikit rumit, dan berkata:
“Erm… Putri Lalatina, aku adalah kesatria. Walau ini hanya latihan, aku tak dapat mengarahkan pedang pada seorang perempuan…”
Mendengar Walther berkata demikian, Darkness menunjuk dan berkata dengan tak senang:
“Betapa menyedihkannya. Kazuma itu berdiri disana berkata bahwa ada yang namanya kesamaan gender, ia bahkan memberitahu bahwa ia tidak akan ragu menendang seorang perempuan. Kau harus belajar darinya.”
Walther melihatku ketika Darkness berkata demikian. Pandangannya sangat menyakitkan.
Kemudian, Walther terlihat sudah memutuskannya, dan berkata dengan menghela nafas:
“…Aku mengerti. Jujur, ayahku memaksaku untuk datang, dan aku disini untuk menolak pernikahan.. Tapi setelah melihat mu, aku mengubah pikiranku. Kau berbeda dari para putri bangsawan, seperti yang kuduga dari seorang putri penasihan negara. Kau memiliki keberanian yang tinggi, tapi malu akan kata – katamu sendiri itu lucu. Caramu berbicara sangat terus terang , dan tidak semena – mena terhadap butler yang melayanimu, memperlakukannya seperti sesama. Aku sangat tertarik padamu… Aku datang, Putri Lalatina!”
Setelah pernyataan tiba – tba itu, ia menghempaskan pedangnya pada Darkness!
(TL : Aku memiliki perasaan buruk disini… Daya tahan tubuh Darkness itu benar – benar beda…)
Potongan cepat diarahkan ke Darkness menjatuhkan pedangnya dan mengenai mengenai  pundaknya.
Melihat serangan itu sukses, Walther menghela nafas dengan lega, mengira dirinya menang.
Tapi Darkness hanya mengambil pedang kayunya dan berbicara dengan santai:
“Bagus, berikutnya. Ayo bro.”
-Setelah lebih dari tiga puluh menit.
“Cukup! Pertarungan ini sudah cukup! Kenapa kau tak menyerah!”
Walau Walther memiliki keuntungan, ia malah terlihat terpojok.
Jika dilihat baik – baik, Walther mendominasi.
Sejak awal pedang Darkness tidak menyenduh Walther. Darkness terkena serangan berkali – kali dan menerima semuanya.
Namun bahkan kehabisan nafas, Darkness baik – baik saja dan matanya penuh akan kehidupan.
Dengan pipinya yang sudah kemerahan dan penuh dengan keringat, ia berteriak:
“Ada apa? Tak perlu malu, serang aku dengan semua yang kau bisa! Tunjukkan padaku niatmu hingga akhir!”
Melihat Darkness beraksi seperti ini, Walther membuang pedang kayunya.
Ia kemudian mengangkat kedua tangannya menyerah.
“…Aku menyerah, Putri Lalatina. Ini kekalahanku. Walau kemampuanku lebih baik darimu, mentalku tak sekuat milikmu.. Aku tak bisa menyerangmu lagi. Kau. Benar – benar orang yang kuat.”
Walther melihat Darkness dengan pandangan kagum dan tersenyum.
Darkness terlihat tak puas dan mengeluh.
“…Sudahan? Membosankan. Kembalilah lagi setelah kau berlatih lagi.”
Mendegnar Darkness mengatakan hal tersebut, Walther tertawa keras.
Ia tertawa bahagia tanpa penyesalan.
Walther kemudian berkata pada volume yang tak dapat Darkness dengar.
“… Aku benar – benar, jatuh cinta padamu…”
Ia bergumam.
-Tampilannya, itu adalah cerita yang indah dimana Darkness menang melawan Walther dengar determinasi nya.
Tapi aku tahu bagaimana Darkness itu sebenarnya, jadi aku tak dapat merasa enak akan hal ini…
Pada pandangan Walther, Darkness yang terengah – engah dan pipinya yang memerah terlihat seperti seorang crusader yang menahan rasa sakit yang luar biasa.
Darkness masih kehabisan nafas seraya Aqua datang ke sisinya untuk menyembuhkan lukanya.
Aku menghela nafas dalam, namun Darkness mengambil pedang kayu yang Walther jatuhkan…
“Sini, Kazuma, perlihatkan Walther sisi ketidak manusiaan dan kejammu itu, biar dia belajar.”
Setelah mengatakan hal yang bodoh itu, ia memberikanku yang sedang duduk di pojokan sebuah pedang.
… Apa yang gadis ini katakana.
Tidak, ia baru saja melawan Walther, ia mungkin masih terlalu bersemangat.
Lelucon macam apa itu, aku tak mau melakukannya.
“…Aku mau melihatnya juga. Bagaimana orang yang Putri Lalatina percayai di pertarungan.”
Walther menambahkan hal yang tak perlu.
Aqua yang menyembunyikan Darkness bergumam ‘Oh?. dan sangat tertarik dengan perputaran kejadian ini.
… Apa ini?
“Sigh… Sudahlah, aku mengerti. Perjodohannya juga sudah gagal. Dan kau mungkin tidak akan menyebarkan rumor buruk tentang Tuan Putri juga.”
Aku menghentikan aktingku kepada Walther, berbicara seperti biasa dan berdiri.
“Bagus, itu baru semangat Kazuma! Aku sudah lama ingin bertanding denganmu! Seorang lelaki jahat yang tega mencuri celana dalam seorang gadis yang baru kau temui! Tanpa rasa bersalah menggunakan trik kotor! Ayo sini, jangan menahan diri!”
Setelah mendengar apa yang dikatakan Darkness, pandangan dari Walther tambah menusuk.
Aku tak memiliki niat untuk bertarung dengan orang bodoh ini di suasana yang sedingin ini.
-Aku menjulurkan tangan kosongku…
“Create water!”
Dan menumpahkannya di atas kepala Darkness.
“Eh?”
Walther terlihat kaget, dan aku bertanya dengan bingungnya:
“?... Ada apa?”
Walther menjawab dengan panik :
“.. Ti,Tidak ada apa – apa, tapi pertarungan pedang kayu biasanya tak boleh menggunakan sihir…”
Huh? Oh gitu.
Ngomong – ngomong…
Ketika Aqua melihat penampilan Dakness, ia berkata:
“…Betapa kuatnya- seperti yang kuduga dari Kazuma-san yang hebat dalam melakukan pelecehan seksual, hebat – hebat-“
Dipacu olehnya, aku melihat Darkness. Pakaian dalamnya terlihat dari pakaian yang basah, Bersamaan dengan bajunya yang sobek, ini benar – benar… permen manis untuk mata.
Walau untuk Walther, ia tak bisa melihat Darkness lagi. Ia menundukkan kepalanya, tak bisa untuk tegap kembali.
“Fu, fufu… Lihatlah, Walther! Di pertarungan pedang kayu, ia bahkan tiba – tiba melecehkanku dengan trik. Betapa jahatnya orang ini!”
Darkness yang basah mengatakan sesuatu yang bisa mengakibatkan kesalah pahaman.
“A,Aku tak bermaksud untuk melakukan hal itu…! Ah- Aku tak peduli lagi!”
Ia ingin aku untuk tak menahan? Kalau gitu akan kulakukan semua yang kubisa.
Aku sudah menggunakan sihir, melakukannya lagi pasti tak apa – apa.
“Freeze!”
“Ugh…!”
Aku merapalkan sihir pembeku, membuat Darkness yang basah menjadi pucat dan memeluk bahunya.
“I, Iblis…! Di musim dingin seperti ini, kau tak hanya membasahinya dengan air, kau bahkan membekukannya juga…?!”
“Itu normal. Orang – orang di kota memanggilnya scumzuma atau trashzuma untuk beberapa alasan.”
Diam, penonton!
“”Fu, fuhahaha! Gaya yang tak berperi kemanusiaan ini! Ini, Ini…!”
Sebelum ia selesai, Darkness menebasku!

***

Ini buruk. Akan sangat buruk jika ini terus berlangsung.
Menghadapiku yang terlihat gelisah, Darknesss terlihat akan mengejekku seraya ia mengayunkan pedangnya tinggi – tinggi.
Serangannya sangatlah kuat, tapi ia selalu salah melihat jarak. Ia selalu hanya menyerang di garis lurus, jadi mudah untuk menghindarinya.
“Ada apa Kazuma, nafasmu mulai tak beraturan!”
Darkness menggigil sebelumnya, namun sekarang, kulitnya sudah berubah merah seraya berkeringat dan tertawa bahagia.
Aku sudah memukul Darkness beberapa kali, tapi ia bahkan tak membuat suara.
“Darkness, itu dia! Kazuma yang lunglit tak memiliki stamina, ia tak cocok untuk bertarung!”
Sialan, penonton itu berisik sekali!
(TL : lunglit : balung kulit : maksudnya tubuhnya terlalu kurus seperti badannya hanya terdiri dari balung (tulang) dan kulit. Yah, sebenarnya ini juga hanyalah kiasan yang Hiperbola sih xD)
Fufu, pergerakanmu mulai tumpul! Baiklah, ini saatnya untuk menyelesaikan pertandingan!”
Setelah mendengar Aqua yang berkata demikian, Darkness tersenyum dengan sombongnya, membuang pedangnya dan memululku.
Ini buruk, aku akan kalah di pertarungan murni kekuatan!
“Baiklah Darkness! Tangkap dia, lintir dia! Si lemah Kazuma tak akan pernah mengalahkanmu didalam gulat!”
Kampret, kenapa dia mendukung Darkness! Aku akan melilitnya setelah pertarungan ini selesai!
Seraya aku menggerutu pada Aqua, Darkness merentangkan kedua tangannya dan berlari kearahku dengan maksud ingin memelukku.
Aku membuang pedangku, mengangkat tanganku, membuat kuda – kuda untuk menangkap kepala Darkness.
“Kau pikir kau bisa menang melawanku dalam kekuatan? Kau meremehkanku!”
Darkness berteriak seraya ia dengan senangnya kepalanya di tangkap olehku.
“Aku tak tahu apa yang kau rencanakan, tapi perbedaan kekuatan diantara crusader seperti ku dan petualang seperti mu itu ahhhhhhhh!”
Darkness yang memegang tanganku dengan santai tiba – tiba berteriak.
Ia ingin menarik tangannya kembali, tapi aku menggenggamnya dengan kuat dan berkata:
“Ada apa? Bukankah kau percaya diri? Hey Darkness, katakan sesuatu! Wahaha, tak mungkin aku akan melawamu secara langsung, kau tak mengerti caraku bahkan setelah berparty denganku ahhhhhhhh!”
Aku kira kemenanganku bisa kupastikan ketika aku berteriak karena tanganku di remas.
Darkness yang meremas tanganku tertawa dengan suara yang serak.
“Fu,fufufu… ini ‘Drain touch’ kan…! Tapi, sebelum kau bisa menyerap semua tenagaku, aku akan menghancurkan tanganmu duluan!”
“Kukukuku.. Coba saja kalau kau bisa ahhhhh! Sakitttttt!”
Aku menyerap stamina Darkness dengan ‘Drain Touch’, ketika ia berencanakan untuk mengeluarkan kekuatan berlebih untuk melakukan perlawanan brutal.
Tidak ada salah satu dari kami yang menyerah.
Darkness menambah kekuatannya padaku sedikit demi seedikit, tapi ia semakin menunjukkan ekspresi kesakitan bersamaan.
Sialan, Aku mengurangi staminanya dengan ‘Drain touch’, tapi staminanya seperti infinity…!
“Ugh, hei Darkness! Ayo buat taruhan! Kau ingin melawanku karena aku melakukan banyak hal yang menyusahkanmu. Ayo kita buat kesepakatan, pemenang bisa meminta apapun kepada yang kalah…”
Aku menggertakkan gigiku untuk menahan sakit ketika Darkness menggunakan semua berat badannya untuk membantu penekanan seraya ia berkata”
“Kau, Ku ingin membuat taruhan…? Fu, fufu, mencuri waktu…? Oke aku ikuti, jika aku menang, kau akan…!
-Kesempatan!
“Deal…! Tidak ada, tidak ada Tarik kembali…!”
“Yeah, tentu saja…! Kau selesai! Menyerah! Atau tanganmu akan benar – benar…!”
Aku terkejut sedikit, tapi aku masih bisa berkata dengan ekspresi yang percaya diri :
“Aku serius! Jangan nenyesal! Janji! Setelah aku menang, aku tidak akan mengalah bahkan jika kau sampai menangis!”
Merasa tak diuntungkan, aku tersenyum sombong ke arah Darkness.
Ia pasti akan bingung dan mengurangi kekuatannya.
“…? Apa, apa yang kau ingin lakukan jika aku kalah?”
“Aku akan membuatmu merah dari telinga ke telinga, ini adalah permintaan yang bisa membuatmu menangis dan memohon…! Hehehe, ini taruhan! Ayo kita tentukan pertarungan ini! Aku bisa melihatmu memohon dan meminta ampun setelah kemenanganku…! Kau hanya perlu menunggu takdir dan berteriak untuk hal itu!”
Darkness gemetar ketika ia mendengarkannya.
Kekuatannya menjadi lemah.
“Ugh..! Apa, Apa yang kau rencanakan…! Beri tahu aku! Cepat!”
“Fuhehehehe, ini adalah sesuatu yang tak dapat kau bayangkan, hal yang sangat mengerikan…!”
“Wha…! Stop..! Ugh…! Wa, Walau aku bertahan, kekuatanku ini dihisap…! Kenapa ini terjadi, jika ini terus berlanjut…!”
‘Drain touch’ harusnya hanya menghisap stamina, tapi kekuatan Darkness menjadi semakin lemah dan menjatuhkan satu kakinya.
“Hah.. hah…! Kau, apa yang kau ingin lakukan padaku…! Hah, hah…! Ahh… Aku akan kalah kalau ini terus terjadi…!”
Nafas Darkness yang tengah merona menjadi berat seraya keringat menetes dari belakang lehernya.
“Aku akan tetap menghisap staminamu hingga kau pingsan! Lihatlah tatapan –penyesalanmu ketika bangun!”
“Ahhh! Kau..! Ugh…! Aku mungkin kalah di pertarungan ini, tapi tak peduli bagaimana penyiksaan yang akan kurasakan, Perasaanku tak akan menyerah..! Dan.. Hal mengerikan macam apa yang kau rencanakan…?”
Darkness yang masih mencengkram tanganku ia berlutut di lantai dojo, wajahnya memerah, kekuatannya di hisap semua.
Welther berteriak dengan terkejut :
“Membuat taruhan untuk kemenangan, betapa jahatnya..! Nama Trashzuma memang cocok…!”
“I, Itu kasar!”
Melihat Darkness pingsan, Aqua dengan cepat mengurusnya.
-Pada saat ini.
“Aku mendengar kau ada di Dojo, jadi aku membawakan beberapa minuman…”
Ayah Darkness muncul tepat setelah itu.
Sebuah ember penuh berisi minuman jatuh ke lantai.
Seraya aku berpikir apa yang sedang terjadi, pembantu di belakangnya juga terjatuh.
Aku mengikuti pandangan mereka dan…
Mereka melihat Darkness yang kumel dengan pakaiannya yang robek. Ia basah, membuat banyak tempat terlihat. Darkness yang didalam keadaan menyedihkan ini sedang dirawat oleh Aqua.
… Walther dan aku melihat satu sama lain.
Dan Aqua menunjuk kami berdua dan berkata:
“… Mereka melakukan ini.”
Baiklah, Tarik mereka keluar dan penggal kepala mereka.”
“”Tidak, ini kesalah pahaman!””
Walther dan aku berteriak pada saat yang bersamaan.

***

Setelah Walther dan aku menjelaskan dengan seluruh tenaga kami, kami berhasil membuat semuanya jelas dan melewati masalah ini.
Tapi pada akhirnya, identitas asli Aqua dan Aku diketahui oleh Walther.
Tapi Walther sepertinya sudah menduga bahwa aku bukanlah butler dari awal.
Darkness yang merupakan biang masalah tertidur karena skill ku.
Setelah dibawa ke ruang tamu, kami tetap berada di sebelah Darkness yang tertidur. Para Maid membantunya untuk menggantikan pakaiannya menjadi pakaian biasa ketika sedang berkelana, baju letat berwarna hitam dan sebuat rok.
Pada akhirnya, Ayah Darkness berbicara dengan matanya yang mengarah pada anaknya:
“Anakku tak baik dengan orang – orang. Walau ada orang yang dekat dengannya. Kazuma, kau ada di party yang sama dengan anakku kan? Ia pasti menolak menceritakan dirinya kan?
Mendengarnya berkata demikian, aku mengangguk.
-Rasanya susah untuk mengatakannya.
Aku tak begitu ingat, tapi aku sekarang menyadarinya, aku tak tahu banyak tentang Darkness.
Atau mungkin, ia tidak suka berbicara, dan ia tidak mengatakan sesuatu yang bagus.
“Walau sebagai seorang crusader, anakku selalu sendirian. Ia selalu pergi ke gereja Eris, berdoa, meminta teman yang bisa ia ajak berkelana. Suatu hari, anakku kembali dari gereja dan ia berkata bahwa ia menemukan rekan pertamanya dan membuat teman. Ia sangat senang seraya ia menceritakan teman thief nya itu…”
… Oh, seperti yang kuharapkan dari dewi yang asli. Performa Dewi Eris sangat bagus.
“Bagi keluarga kami, istriku meninggal ketika Darkness muda.. Aku tidak menikah lagi setelah itu, merawatnya sebagai seorang ayah. Aku selalu meminumkannya susu dan selalu memberikan kebebasan berlebihan kepadanya.. Mungkin aku melukainya karena itu…”
Ayah Darkness berkata dengan penyesalan.
Ia mungkin bermaksud pada fetish Darkness.
Mungkin dia memiliki banyak kebebasan ketika tumbuh, itulah kenapa ia mendambakan untuk diikat?
Tidak, aku pikir itu sudah ada padanya, Ayah Darkness.
“Aku pikir Lalatina adalah perempuan yang anggun dan cocok pada lelaki manapun. Jika bukan karena Kazuma, aku pasti mau menjadikannya istriku.”
Walther berkata sesuatu yang luar biasa keluar dari topik.
Apa yang lelaki ini katakana.
Darkness hanyalah rekanku.
Ia terlihat dekat padaku beberapa kali, tapi itu adalah hal yang berbeda.
Aku tak bisa berdiam diri melihat Tuan tanah ingin merusaknya, tapi jika orang baik ingin membahagiakannya, akau pasti akan mendoakan mereka. Itulah bagaimana hubunganku dengannya.
“… Maaf, aku tak mengerti apa yang kau katakan.”
Mendengarku berkata demikian, Walther membuat sikap yang bekata ‘aku tahu semua, tak perlu sembunyikan’ dan berkata:
“Tak apa, kau bisa membuat Putri Lalatina bahagia dari pada diriku. Aku bisa melihat betapa dalamnya kepercayaan kalian berdua, perasaanmu untuk satu sama lainnya pasti nyata, bukan?”
Baiklah, sini kau. Aku tak peduli kau anak tuan tanah, aku harus memberikanmu pelajaran.”
“Berhenti, Kazuma-san! Atau lakukan itu dimana aku tak melihatnya! Atau aku akan di tangkap juga!”
Aqua menahanku dari belakang, ketika memberontak melawannya, mencoba untuk menggunakan ‘Drain touch’ pada Walther.
“Keke, hhahaha!”
Ayah Darkness tiba – tiba tertawa keras.
Apa sekarang? Banyak hal yang terjadi hari ini, aku sudah mencapai batasku.
Tolong jangan berikan masalah lagi padaku oke?
“Ya, aku mengerti! Tuan Walther, jika tak ada satupun yang mau menikahi anakku, bisakah kau menjaganya?”
Menghadapi pertanyaan tiba – tiba dari ayah Darkness, Walther berkata dengan wajah yang rumit”
“Yah. aku tak masalah dengan ini, tapi…”
Welther terlihat ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi ayah Darkness memotongnya dan melanjutkan:
“Dan, Kazuma.”
“Eh? Aku? Ya, ada yang bisa kubantu?”
Topik yang tiba – tiba berganti membuatku bingung.
“Tolong jaga anakku. Tolong lihat dia, dan jangan biarkan dia melakukan sesuatu yang bodoh. Aku mempercayakannya padamu.”
Apa yang orang tua ini katakan ?
Maksudnya sebagai seorang petualang, kan?
Baiklah kalau begitu, itulah apa yang selalu kulakukan hingga saat ini
“…Hmmm? Ugh…? Ruang tamu?...Ahhh… benar…”
Darkness siuman.
Ia sepertinya mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya dan berkata:
“…Ugh, ini sudah selesai? Setelah kalah dan pingsan, apa yang sudah kau lakukan padaku..!”
“Tidak, aku tak melakukan apapun! Tolong jangan katakan sesuatu yang bisa membuat kesalah pahaman oke! Sudah sangat banyak yang terjadi ketika kau tidur!”
Ketika mendengarkanku berkata demikian, Darkness melihat kesekitar dan tersenyum jahil padaku.
…Apa yang ia pikirkan?
Aku mengingat apa yang Darkness katakan sebelum perjodohan dimulai.
Kau akan mengalami sesuatu yang buruk sampai kau ingin mati.
Tenang, tak apa.
Tak peduli apa yang darkness katakan, tidak ada masalah.
Tenang, aku sangat keren hari ini.
Aku bisa melewati apapun jika aku tetap tenang.
“Ayahanda, Tuan Walther. Tolong anggap pertemuan ini tak pernah terjadi. Aku sudah menyembunyikan ini darimu, tapi sebenarnya.. Aku sudah menghamili anak Kazuma…”
“Apa yang kau katakana pada perjaka sepertiku ahhh! Aku tidak melakukan apapun dan kau punya anakku? Apa kau pikir kau Mary? Kau jugalah perawan! Hati – hati, aku akan memukul perutmu!”
Melihat interaksiku dengan Darkness yang tak bisa berkata apapun yang baik, Walther kemudian merasa geli.
“Aku mengerti, karena kau mengandung anak Kazuma, aku tak punya pilihan selain menyerah.”
Setelah selesai, Walther berdiri.
… Sial, dasar lacur kau Darkness.
Kau tidak tahu karena kau tidur, tapi kau tak perlu mengatakan apapun yang tak masuk akal lagi.
“Aku akan beri tahu ayahku jika aku menolak proposal pernikahan ini. Ini untuk yang terbaik.”
Setelah selesai, Walther mengatakan selamat tinggal dengan senyuman dan pergi.
… Lelaki yang baik.
Tolong bawa Darkness kembali denganmu…
Melihat Darkness yang tersenyum puas, berpikir ia sudah sukes, aku menghela nafasku dalam.
Aku pikir aku akan pergi berpetualang dengan gadis ini lagi...
Darkness dan aku menyadari momen dimana dua orang disini bertingkah aneh.
“Cucu… cucu pertama… cu, cucuku yang lucu…!”
“Ahhwahwahh… Jadi Kazuma dan Darkness sudah sampai kesitu sebelum aku menyadarinya…! A,Aku harus beri tahu semuanya…! Aku harus beritahu semua yang ada di kota..!”
Kami harus membuang tiga puluh menit untuk menyelesaikan kesalah pahaman dengan Ayah Darkness yang menangis dan Aqua yang kebingungan.

***
 “Benar deh, aku hanya perlu menolak perjodohan ini jika kau tahu itu yang akan terjadi.”
“Itulah kenapa aku ingin mengatakannya. Aku senang kau menjagaku dari fitnahan Tuan tanah. Tapi tolong hentikan gaya pengorbanan dirimu dari sekarang. Kami sangat khawatir ketika kau pergi.”
“Apa yang kau katakana, Kazuma? Kau berencana untuk mendorong Darkness ke Walther itu, dan sekarang kau berlagak seperti tak ada yang terjadi dan memasang gambar happy ending? Sikapmu terlalu jahat!”
“Itu benar, kau berani mengatakan khawatir padaku? Kau mencoba untuk meninggalkanku di kebingungan?! Aqua juga, kau terlihat ingin menikahkanku juga, kan?”
Mendengar Darkness mengatakan hal itu, Aqua dan aku menutup telinga kami.
Darkness mengeluh berat dan terlihat mengingat sesuatu dan berkata :
“Benar, Kazuma! Ini adalah kemenangan mu! Jadi, apa yang ingin kau lakukan padaku? Kau bilang sesuatu yang lebih mengerikan dari apa yang bisa ku bayangkan…!”
Darkness kemudian melihatku dengan wajah yang merona penuh dengan antisipasi.
Yah, aku mengatakannya.
Jadi apa yang harus kulakukan kepadanya?
Tidak, bukankah ini adalah kesempatan yang bagus?
Aku harus…
“A, Aqua-san, kenapa kau berdiri sangat dekat denganku?”
“…Aku hanya berpikir, permintaan macam apa yang Kazuma buat? Apakah kau akan  menyuruh Darkness untuk membuat sesuatu yang bermasalah? Neh, aku tahu kau frustasi karena Dakness membuat kita sangat khawatir, tapi jangan terlalu jauh oke?”
Dengan jepitan serangan dari Antisipasi Darkness dan tatapan tuduhan Aqua…
“Untuk, untuk bagian ini, ayo kita bahas setelah kembali ke mansion…”
Aku mencuri beberapa waktu dan membuka pintu mansion.
“Boo…! Sniff…! Itu terlalu jahat-! Megumin jahat-!”
“Kau harus berhenti menangis! Kazuma dan yang lainnya akan segera kembali, mereka akan berpikir aku bersalah jika mereka melihat ini… Ah!”
-Apa yang kami lihat adalah Yunyun yang merengek didekat pintu mansion.
Seraya aku menatap Megumin yang sedang menggerakkannya, aku menutup pintu dengan pelan.
Seseorang mendorong pintu terbuka dengan paksa.
“Jangan bertingkah kau tak melihat apapun, aku bisa menjelaskan ini!”
“Tidak, tak masalah, aku sudah tahu kau suka membully orang lain.”
Aku berkata dengan santai pada Megumin yang panik yang sedang berlari keluar dari pintu.
“Salah! Jujur saja, ketika Yunyun dan aku sekelas..! Tidak, itu tidak penting sekarang! Ini bukan saatnya untuk meladeni Yunyun secara berlebihan…!”
“Tidak penting! Kau bilang aku tidak penting…! Tidak perlu meladeniku…! Wah, wahhhhh-!”
“Ahhh! Cukup, kau memang bermasalah…! Permisi sebentar, kami berdua perlu berbicara!”
Megumin berkata demikian sembari menutup pintu, dan ia berbicara dengan Yunyun didalam mansion tentang sesuatu.
Tak lama kemudian, pintu terbuka lagi dan Yunyun pergi sambil menangis.
“A,Aku minta maaf sudah mengganggu semuanya…”
Yunyun menunduk dalam dan pergi.
… Apa – apaan itu.
Kami melihat satu sama lain, dan hanya bisa melihat seraya Yunyun yang sedang bersedih pergi.
Memasuki mansion lagi, kami melihat Megumin duduk kecapaian di karpet.
Ketika Megumin melihat kami, ia berdiri dengan cepat.
“Kazuma, berita buruk! Ini berita buruk!”
“Aku tahu, dari apa yang kulihat, sepertinya banyak berita buruk.”
“Bukan itu! Lupakan Yunyun sekarang! Ini masalah diantara kita, Jangan pikirkan itu! Aku akan menjelasaknnya padamu ketika kau senggang!”
Tidak, aku sangat tertarik tentang apa yang terjadi baru saja.
Tapi Megumin masih bertingkah seperti ini bukan saatnya melakukan hal ini.
“Ini benar – benar bukan waktunya untuk membicarakan ini! Situasinya sangat buruk, jaksa itu! Orang yang dipanggil Sena sedang kesini! Dia mendeklarasikan bahwa ia akan menangkap Kazuma kali ini!”
Ia memberitahuku dengan pucat, wajah yang panik.

Kono Subarashii Sekai Ni Shukufuko o! Jilid 3 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.