16 Juni 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Jilid 1 Bab 2 LN Bahasa Indonesia



 
HIDUP DI DUNIA INI TIDAKLAH MUDAH

Sejak aku datang ke dunia ini, satu bulan telah berlalu. Nenek Stella sangat ramah kepadaku. Dia mengajariku tulisan di dunia ini, akal sehat, bahkan tentang uang

Nenek Stella tidak percaya kepadaku, ketika aku mengakatakan bahwa aku datang dari dunia lain, tetapi dia tetap tersenyum mengajariku.

Uang yang mereka pakai disini adalah: koin bulan, koin bulan tembaga, koin bulan setengah perak, koin bulan perak, koin bulan emas, koin bulan emas putih.

100 koin bulan: 1 tembaga

1 koin setengah perak: 1000 koin bulan (10 koin tembaga)

1 koin perak: 10,000 koin bulan (10 koin setengah perak)

1 koin emas: 100,000 koin buan (10 koin perak)

1 koin emas putih: 1,000,000 koin bulan (10 koin emas)

Konsep uang sudah kupelajari, namun untuk mempelajari huruf dunia ini, satu bulan tidak cukup, tapi nanti aku akan jadi lebih baik lagi.

Karena, hidup di dunia ini tidaklah mudah.

Disini terdapat monster yang dipanggil demon. Untungnya, tidak ada demon kuat di sekitar sini.

Selain itu, orang-orang di dunia ini semuanya terdaftar di organisasi yang dinamakan guild. Dimana kartu Guild dapat digunakan sebagai kartu identitas.

Guild petualang, Guild Badan Perdagangan , Guild Pandai Besi, ada banyak variasi guild, lebih banyak dari yang bisa kamu pikirkan. Desa Resser adalah desa kecil. Karena itu, semua penduduknya terdaftar di Guild Petualang.

Hari ini, aku akan pergi ke Guild Petualang. Ada Quest untuk mengumpulkan tanaman herbal dan sudah aku selesaikan. aku akan pergi ke sana dan memberi laporan untuk menerima hadiahku.

Rumah nenek sedikit terpencil dari desa. Butuh sekitar 20 menit berjalan kaki. Aku sampai di bangunan Guild yang terlihat seperti kedai yang terbengkalai.

Langsung saja setelah aku masuk, aku sudah tersandung masalah.

"Hey, bau apa ini? Apa kamu mencium bau seorang goblin berambut hitam?" - setelah mengatakannya, seorang pria tertawa. Dia adalah salah satu dari lima petualang yang melindungi desa ini. Walaupun orang tersebut botak, Dia itu kuat. Tanpa kusadari tatapanku jatuh ke kepalanya yang berkilauan.

"Apa yang kamu lihat?"

Setelah itu aku bisa merasakan pukulannya di perutku. Aku terlempar ke belakang beberapa meter. Dia bahkan tidak menahan kekuatannya ketika menghajar seorang anak 12 tahun. Aku ingin membalas dendam, tetapi perbedaan kekuatan kita terlalu besar.
 - - - - - - - - - -

Status window

Name:
Hage Potcho
Race:
Human

Job:
Warrior
Level:
10
HP:
96
MP:
16
Strength:
46
Agility:
12
Vitality:
51
Intelligence:
7
Magic:
8
Luck:
6

Passive Skills
Swordmanship:
Lvl. 1
Physical strength up:
Lvl. 1

Active Skills
Sword Strike:
Lvl. 1
Body Enhance:
Lvl. 1

Special Skills
None

- - - - - - - - - -
Ya, itu keterlaluan. Semuanya senang melihatku menderita. Paman gemuk di belakang meja kasir bahkan mulai meminum anggur. Aku mau tidak mau mendekati paman gemuk itu. Guild di tempat ini tidak punya uang untuk memperkerjakan resepsionis.

"Quest untuk mengumpulkan tanaman herbal selesai"

Quest ini adalah yang termudah dari yang tersedia dan dapat diulang setiap beberapa hari. Hadiahnya 900 koin bulan atau 9 koin bulan tembaga.

*Cring*

Paman Gemuk tersebut memberiku hadiahnya tetapi hanya 3 koin tembaga. Sama seperti biasanya.

"Apa? Apa kau mengeluh? Sebaiknya Kau berterima kasih karena kami tetap membayarmu. Dimana coba Stella menemukan orang yang tidak berguna seperti ini."

Saat nenek Stella disebut, darahku mendidih. Tapi aku berusaha tetap tenang dan segera pergi dari bangunan ini. Aku akan membuat semakin banyak masalah untuknya jika aku membuat kegaduhan. Aku pergi dan menaruh uang di saku ku. 

Desa ini sangat kecil. Disini tidak ada toko lain selain sebuah toko peralatan sederhana. Aku  sudah pernah mencoba membeli sebuah pisau, tetapi aku ditendang keluar dan mereka bilang bahwa mereka tidak akan menjual apapun padaku. Alasannya karena kartu Guild ku. Mataku bisa melihat status orang dan juga bisa berfungsi pada hal-hal lainnya. Aku berkonsentrasi pada kartu guildku.

[Kartu Guild: palsu]

Aku sangat ingin membunuh paman gemuk itu sekarang juga. Bila seperti ini, tidak ada toko yang akan menerimaku, karena kartu Guild ku tidak bisa membuktikan identitasku. Aku tidak punya pilihan lain selain kembali. Nenek Stella sedang membuat makan malam ketika aku sampai.

"Yu, selamat datang. Makan malam sebentar lagi akan siap"

Nenek Stella tidak mau menerima hadiah dari quest ketika aku mencoba memberikannya kepadanya. Dia bilang itu adalah uang hasil kerja kerasku dan aku seharusnya membeli barang yang aku inginkan. Karena aku, nenek Stella juga menerima perlakuan buruk dari masyarakat desa. Suatu hari, aku akan mengembalikan kebaikannya.

Pertama, tujuanku adalah menjadi lebih kuat. Itu berarti meningkatkan level ku. Level juga sangat penting di game. Untuk meningkatkannya aku cuma harus mengalahkan monster dan mendapatkan experience dari mereka. Tetapi, aku yang sekarang bahkan tidak bisa menghadapi seekor goblin sekalipun.

Penjaga peralatan tidak mau menjual senjata (pisau) kepadaku. Tanpa itu, aku tidak punya kesempatan untuk membunuh monster. Setelah memakan rebusan (semur) dan roti, aku tidur sambil memikirkan rencana masa depan ku. 

Ubau Mono Ubawareru Mono Jilid 1 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.