30 Juni 2016

Only Sense Online Silver Muse Bab 5 LN Bahasa Indonesia


DUNGEON DAN PERTANDINGAN WAKTU
Akhirnya kami mengumpulkan seluruh anggota.
Komandan party, seorang swordsman yang sangat fleksibel, Lucato.
Seorang penyerang bertubuh mungil pengguna tombak panjang dan palu besar, Hino.
Gesit dan dengan jurus yang banyak, Toutobi yang memiliki variasi skill yang dibutuhkan dalam dungeon dan petualangan.
Seorang mage dengan kekuatan tinggi yang mematikan dan efek mantera area yang luas, Rirei.
Membantunya dengan serangan-serangan besar mematikan dan sihir angin dan air, fokus pada kecepatan rapalan dan waktu adalah Kohaku.
Bersama dengan anggota-anggota party yang berbakat ini, aku——
"HAa! ——Fifth Breaker!"
Di tengah-tengah hutan pada malam hari, aku menaikkan sebuah bola cahaya di atasku dan mengayunkan pedangku dengan keadaan sekeliling yang terang seakan sedang siang hari.
Satu demi satu aku melanjutkan mencari lokasi monster musuh dan menghadapi mereka sendirian.
Dan, untuk beberapa lama aku mengulang pertempuran 'cari & hancurkan', menyapu semua monster lawan sampai akhirnya berhenti di perbatasan area.
Setelah beberapa pertempuran, aku memeriksa status Sense-ku sendiri, tapi levelnya sulit untuk berubah sejak aku memulainya. Aku menarik napas dalam-dalam dan berbicara ke arah langit.
"——UWAHHH‼ Aku sama sekali masih belum cukup kuat!"
Begitu aku berteriak dengan suara nyaring, suara tersebut menggema ke sekitar. Aku menghela nafas panjang dan berbalik, terdapat beberapa bola sihir Light yang mengapung dan dalam jangkauan efek mereka, aku dapat melihat hasil dari pertempuran.
Beberapa Big Boar dan seekor bos monster – Blade Lizard, berubah menjadi partikel-partikel cahaya dan menghilang.
Itu adalah hasil dari solo leveling.
"Haa, aku masih benar-benar lemah ternyata. —— High Heal!"
Kalau Yun-oniichan mendengarnya, dia akan berkata "kau pasti bercanda" atau "kau sudah sangat kuat", tapi menurut kriteriaku sendiri, aku sangatlah lemah.
Susunan Sense Onii-chan adalah kasus menyedihkan sejak awal, tapi susunan Senseku yang mengguanakan pedang dan sihir memerlukan keterampilan ahli.
Dengan jumlah kapasitas yang telah ditentukan sebelumnya, untuk mencapai tingkat keahlian dengan pedang sekaligus sihir, sangat membutuhkan kelihaian.
Aku harus memikirkan kombinasi Sense dan penempatannya. Sense Fisik sebagai dasar dan sihir sebagai tingkat kedua, tapi kebalikkannya juga biasa. Apa yang kuincar adalah keseimbangan sempurna antara keduanya.
Karena itu aku dapat dengan mudah berakhir menjadi si serba-bisa tapi tidak benar-benar menguasai apapun. Untuk mengimbanginya, aku harus mengasah kemampuanku.
"Ternyata aku mendapat luka dari bos level rendah, aku masih lemah."
Aku bergumam begitu dan memutuskan untuk melakukan yang terbaik, tidak kalah dengan player yang mengkhususkan dirinya pada satu arah.
Si serba-bisa seperti magic swordsman memiliki banyak jurus untuk digunakan yang merupakan keuntungan dari susunan Sensenya. Kalau aku dapat menggantikan titik kelemahannya dan mendapatkan beberapa serangan penentu, aku akan mendapatkan kekuatan yang tak terhentikan.
"Karena itulah aku dipanggil Silver Paladin. Aku harus mengusahakan yang terbaik supaya mereka memanggilku seperti itu lagi."
Itu adalah nama julukanku di versi β.
Aku ingin mendapatkan kekuatan untuk memunculkan nama tersebut sekali lagi. Kali ini aku ingin mendapatkannya bukan dengan Sei-oneechan dan Taku-san, tapi dengan party kami.
Itu telah menjadi tujuanku.
"Baiklah! Ronde berikutnya!"
Aku mendapatkan motivasiku lagi! Aku mengangkat pedang kesayanganku lagi. Kali ini aku berpikir untuk melesat melintasi hutan di jalan pulang, tapi kemudian aku menerima sebuahfriend call.
"Oh, ayolah, padahal motivasiku kembali, siapa ini——eh, ini dari Sei-oneechan!"
Meskipun aku jadi menggerutu untuk sesaat karena seseorang menganggu levelingku, setelah melihat nama yang tampil pada menu, suasana hatiku berubah 180o.
"Selamat malam, Myu-chan."
"Sei-oneechan, lama tak bertemu! Aku baik-baik saja! Meskipun begitu, kita melakukan kontak di dunia nyata jadi kurasa kau tahu."
Di dunia nyata, Sei-oneechan tinggal di sebuah asrama yang jauh untuk kuliah. Kami tetap melakukan kontak lewat telepon atau surat, jadi kami tahu bahwa kami sama-sama sehat, tapi rasanya sudah lama kami tidak berbicara di dalam game.
"Yup. Kudengar dari Yun-chan tentang  kehidupanmu selama libur musim panas, jadi tidak apa-apa."
"Itu…"
"Apa kau mengerjakan PR-mu dengan benar? Kau tidak bisa hanya bermain game, kau juga harus mengerjakan tugas-tugasmu."
"Y-yaa."
Tidak mungkin, ternyata aku diperingatkan oleh Sei-oneechan soal itu. Ayo kerjakan PR-ku dengan benar mulai besok. Aku akan menanyakan Onii-chan tentang hal yang tidak kuketahui.
"J-jadi, kenapa friend call, Onee-chan?"
Saat aku balik bertanya untuk mengalihkan topik pembicaraan dari aktivitas selama libur musim panasku dan PR, Sei-oneechan berkata "hmmm", memanjangkan suaranya sebelum menjawab.
"Aku ingin tahu bagaimana kabarmu, kau tahu. Ada batasan tentang apa yang dapat kupelajari dari obrolan dengan Yun-chan di telepon."
Dengan kata lain, dia ingin menanyakan bagaimana kabarku di OSO.
Jadi aku menceritakan pada Sei-oneechan apa yang terjadi akhir-akhir ini satu demi satu.
Bahwa aku membentuk sebuah party bersama Hino-chan, melanjutkan dari versi β.
Bagaimana aku bertemu dengan Luka-chan di dalam stray party dan tentang hal tidak menyenangkan yang terjadi.
Tentang betapa imutnya Tobi-chan dan bagaimana kami bermain-main memilih pakaian.
Tentang betapa anehnya duet Kohaku dan Rirei mendekati kami dan kemudian bergabung dengan party kami.
Saat aku menceritakan hal-hal yang kualami selama ini, Sei-oneechan menanggapi dengan positif dari friend chat.
"Begitukah~."
"Lalu, lalu! Dengan kekuatan Kohaku dan Rirei, kami mengalahkan Golem dan sampai di Kota Ketiga!"
"Kelihatannya kau telah mendapatkan teman-teman yang baru, Myu-chan."
Ehehehe. Entah kenapa, aku merasa aku sedang dipuji jadi aku tertawa senang.
"Ngomong-ngomong, apa kau bertemu Yun-chan? Aku tidak mendengar apapun tentang yang dia lakukan."
"Yun-oniichan, ya. Aku mengajaknya ke quest Crystal Cave, dia berakhir dengan berteriak-teriak saat melihat kelabang."
Saat aku mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya dan menceritakannya pada Sei-oneechan, dia bergumam "Aku turut prihatin, Yun-chan" dengan nada rendah. Apa maksudnya?
"Hanya itu yang kutahu. Aku tidak tahu apa yang sedang dia lakukan setelah itu. Sepertinya entah dia berparty bersama party Taku-san atau pergi berkeliling ke area sekitar untuk mengumpulkan material."
"…Aku mengerti. Apakah aku salah sebenarnya? Tentang identitas 'Penjual Bluepot Misterius'."
Aku menelengkan kepalaku dengan kebingungan mendengar gumaman tenang Sei-oneechan. Aku bertanya-tanya apakah dia sedang memikirkan sesuatu.
"Maaf, Myu-chan."
"Tidak, tidak apa-apa. Kalau begitu, bagaimana dengan Onee-chan?"
"Aku? Saat ini aku sedang bersiap-siap untuk membangun sebuah guild, kurasa."
Guild yang Sei-oneechan katakan adalah sebuah organasisasi yang teratur atau sebuah grup di mana para player berkumpul.
Player yang memiliki tujuan, hobi, atau ketertarikan yang sama berkumpul dan saling membantu, menikmati hal-hal secara bersama-sama adalah salah satu cara unik untuk bermainmultiplayergame.
Tergantung pada tipe player yang berkumpul, aktivitasnya berbeda. Jika inti dari terbentuknya guild adalah player petarung, itu akan menjadi guild pertempuran aktif, tapi bahkan ada jugaplayer yang hanya berkumpul untuk saling mengobrol dan bersenang-senang.
"Aku mengerti. Jadi Sei-oneechan melakukan banyak hal juga."
"Yup, itu benar. Juga, karena setengah dari pengrajin dari versi β telah menjadi player tipe petarung, aku sedang membantu pelatihan beberapa pengrajin baru."
Ya ampun, aku tidak mengira bahwa akan ada kekurangan pasokan potion, *hiks-hiks*, Sei-oneechan bergumam. Tetap saja, aku tidak terpengaruh banyak dengan harga potion yang meroket dan pasokannya.
"Aku punya Sense Recovery, jadi potion hanya semacam jaminan untukku, tapi itu pastilah sulit."
"Begitulah. Meskipun harganya telah menurun sekarang, ada beberapa pengrajin yang membuat potion dengan tingkat penyembuhan yang tinggi. Ada kompetisi sengit untuk benda tersebut dengan harga yang masuk akal."
Itu keras. Sei-oneechan berbicara semakin jauh tentang peristiwa akhir-akhir ini dan kesulitannya.
"Maaf, Myu-chan. Aku malah jadi membuatmu mendengarkan keluhanku."
"Tidak apa-apa, tidak masalah, kok! Aku senang berbicara dengan Sei-oneechan, walaupun lewat friend call. Nantinya, aku ingin bertemu denganmu untuk pertama kalinya setelah sekian lama."
"Fufu, aku juga ingin bertemu denganmu secara langsung. Juga, teman-teman barumu."
"Yep! Aku ingin memperkenalkan mereka pada Onee-chan! Juga, aku ingin memperkenalkan Onee-chanku yang kubanggakan pada semua orang!"
Mendengar kata-kataku, itu sedikit memalukan, kata Sei-oneechan. Meskipun dia berada di sisi lain friend call, aku dapat dengan mudah membayangkan dia meletakkan tangan di pipinya dan tersenyum salah tingkah.
"Kalau begitu, karena kau bisa pergi ke Kota Ketiga sekarang, bagaimana kalau kita mencoba keberuntungan kita di sana?"
"Mencoba keberuntungan? Eh, maksudnya dungeon itu?"
"Yup. Sebuah tes keberuntungan untuk mengetahui keberuntungan party-mu."
Saat Sei-oneechan berkata demikian, aku mengerti yang dia maksudkan tentang sebuah dungeon tertentu yang berada di versi β.
"Kedengarannya menarik! Aku akan bertanya pada yang lainnya kalau begitu!"
"Aku juga akan mencari party. Ayo saling menghubungi satu sama lain untuk merundingkan waktu yang pas bagi kita."
"Tentu, aku menantikannya."
Aku berkata demikian dan mengakhiri friend call.
Pertama-tama, akuperlu menanyakan jadwal yang lainnya di dalam party.
Aku berpikir demikian dan setelah menanyakan Luka-chan dan yang lainnya tentang hal tersebut serta mendapat "oke", aku dengan mulus menetapkan jadwalnya dengan Sei-oneechan.
Sepertinya semua orang memiliki waktu senggang selama masa liburan ini, pikirku dan mulai menantikan hari aku bertemu dengan Sei-oneechan. Setelah beberapa lama, hari itu datang.
Dan, di lokasi pertemuan——
"——Sei-ONEEeeeeeCHAAaaan!"
*tap tap tap*, aku berlari melintasi tanah kering dan menjejak, melompat.
Saat aku pergi bersama Luka-chan dan yang lainnya dari party ke tempat pertemuan di waktu yang dijanjikan. Sebuah party telah berdiri di depan pintu masuk dungeon.
Di antara mereka, aku menemukan siluet berambut biru yang sedang memunggungi kami dan bergegas menuju dirinya.
"Eh?? Myu-cha——kyah?!"
Sei-oneechan menyadari suaraku dan berbalik, tapi saat itulah aku melompat dan bergelantung padanya sehingga ia memekik terkejut.
"Ya ampun, Myu-chan. Itu mendadak sekali, membuatku terkejut."
"Maaf, atau mungkin 'lama tidak bertemu'?"
Meskipun kaget, Sei-oneechan menegurku dengan lembut. Aku menengadah melihatnya dan meminta maaf, tapi pada saat yang sama aku menekankan wajahku pada dadanya yang besar, menikmati sifat lapang dadanya.
"Haa, haa…pelukan saudari yang cantik. Dada tersebut pasti sangat memanjakan orang-orang. Ahh, aku ingin dimanjakan seperti itu."
"Rirei. Heeeya, Rirei. Ah sial, dia terhanyut."
Kohaku mencoba untuk mengembalikan kewarasan Rirei, saat gadis itu tidak dapat mengalihkan arah pandangannya dari dada Sei-oneechan dan tersenyum mencurigakan, tapi sama sekali tidak ada efeknya sehingga Kohaku menyerah.
"Myu-chan, bisa kita mulai perkenalannya?"
"Baiklah‼ gadis-gadis ini adalah anggota partyku!"
Aku menjauh dari Sei-oneechan dan memperkenalkan semuanya secara berurutan.
"Dia adalah Luka-chan!"
"Aku Lucato. Myu-san memanggilku 'Luka'."
"Seorang gadis yang serius, ya. Tolong jaga Myu dari sekarang."
"Berikutnya, Tobi-chan!"
"…aku, Toutobi. Um, senang bertemu denganmu."
"Gadis yang sedikit pemalu, ya? Senang bertemu denganmu."
Sei-oneechan berbicara pada Luka-chan dan Tobi-chan satu per satu, menyapa mereka.
"Berikutnya, Kohaku dan Rirei!"
"Kenapa kau memperkenalkan kami sebagai satu set!"
"Untuk menghemat waktu?"
"Itu perhatian yang nggak diperlukan! …ehem, aku dipanggil Kohaku. Salam kenal."
Kohaku membungkuk dalam equipment kimono-nya, tersenyum lebar. Di sebelahnya, Rirei yang juga diperkenalkan——
"Fufufu, kakak Myu yang cantik dan berdada besar. Maukah kau menjadi onee-samaku?"
"Kau, diam!"
Saat Rirei melontarkan pernyataan yang mengganggu, kepalanya dihantam kuat-kuat dengan sebuah kipas lipat yang Kohaku pegang.
Benda itu adalah equipment yang memiliki efek yang sama dengan wand, tapi ternyata itu juga berguna sebagai alat lelucon, aku bertanya-tanya.
Sei-oneechan melihat reaksi mereka berdua dan dengan sebelah tangan di pipinya, dia menurunkan alis seakan kebingungan.
"Wah, teman-teman baru Myu-chan adalah gadis-gadis yang unik."
"Entah kenapa, perhatian dan kelembutan kakak Myu anehnya meresap dalam hatiku. Terutama karena dia tidak memanggil kita sebagai orang aneh, tapi unik…"
"Fufufu, bukankah dia benar-benar Onee-sama yang menyenangkan. Aku penasaran dengan candaan 'orang unik' yang dia maksud?"
"Itu kamu, KAMU TAHU!"
Aku sudah terbiasa dengan kegaduhan Kohaku dan Rirei, jadi aku sedikit mengabaikannya.
Yang terakhir memperkenalkan diri adalah Hino-chan, yang bersamaku sejak versi β.

"Lama tidak bertemu, Sei-san. Dan sekali lagi, aku adalah anggota party Myu, Hino."
"Seperti dulu ya, Hino-chan. Kau sehat?"
"Terlalu sehat dan sangat bersenang-senang!"
Hino-chan menjawab dengan senyum lebar. Karena perbedaan tinggi badannya, mereka hanya terlihat seperti seorang kakak tetangga dengan anak SD, jadi suasananya menjadi sangat tenang.
Berikutnya, Sei-oneechan memperkenalkan anggota partynya.
Partynya terdiri dari dua pria dan empat wanita, tapi itu tidak terlihat bahwa anggota prianya memiliki motif tersembunyi dan suasananya terasa hamonis.
Hubungan mereka sepertinya baik dan berdasarkan equipment mereka dan kuda-kudanya, mereka adalah gamer. Anggota Sei-oneechan memperkirakan susunan Sense kami berdasarkan equipment kami.
Sama halnya dengan kami. Luka-chan dan Tobi-chan yang masih belum terbiasa dengan hal ini, dengan baik hati diberitahu mengenai hal tersebut oleh Sei-oneechan. Hino-chan, Kohaku dan aku dengan baik memeriksa sendiriequipment mereka.
Dan sepertinya Rirei melirik untuk mengecek mereka kemudian mengabaikan mereka.
"Sepertinya struktur partynya sangat tidak biasa dengan hanya dua penyerang garis depan."
"Bagiku itu sepertinya mereka memiliki dua tank, tiga damage dealer dan seorang healer. Juga, salah satu dari mereka memiliki equipment yang sepenuhnya dari Red Lizard."
"Ngomong-ngomong, Sei-oneechan berkata bahwa harga potion meningkat karena beberapa pengrajin berubah profesi menjadi petarung, itu mungkin sama untuk equipment dari item drop."
Sepertinya party tersebut mendengar kami saling berbisik.
"Adiknya Sei dan teman-temannya."
"Y-ya! Maaf telah menyelidik tanpa izin!"
"Tidak apa-apa, kok, benar. Seperti yang kalian lihat, kami menghabiskan simpanan kami untuk potion dan equipment item drop. Juga, aku mendapatkan equipment ini hanya karena keberuntungan."
"Aku benar-benar minta maaf."
Si warrior wanita, Mikadzuchi-san yang sedang berbicara dengan kami berkata bahwa dia tidak keberatan, tapi kurasa beberapa dari mereka merasa sebaliknya jadi aku meminta maaf sekali lagi.
"Kalau aku membuat adik Sei meminta maaf, kurasa itu akan menyeramkan nantinya, jadi tolong hentikan."
"Hm? Apa maksudnya itu?"
Sei-oneechan kembali setelah berbicara dengan Hino-chan dan yang lainnya lalu mendekati Mikadzuchi-san yang sedang berbicara denganku. Apakah tidak ada cara untuk keluar dari situasi ini?kata Mikadzuchi-san dan pandangannya ke mana-mana. Kemudian, dia sepertinya mendapatkan sebuah ide yang bagus dan tersenyum.
"Itu dia. Adiknya Sei, kalau kau merasa bersalah, bagaimana kalau melakukan pertandingan gamer melawan kami."
"Hei, jangan pikir kau bisa mengelak."
"Yah, tidak apa-apa Sei-san. Ini sepertinya akan jadi menarik."
Seakan mengikuti alur Mikadzuchi-san, si healer mencoba menenangkan Sei-oneechan. Bahkan tanpa mengatakannya keras-keras, aku dapat mengetahui apa yang Mikadzuchi-san ingin katakan."
"Sebuah pertandingan menyelesaikan dungeon ini. Sedangkan untuk kriterianya…benar, bagaimana kalau pertandingan waktu? Ayo lihat party yang mana yang bisa pertama kali mendapatkan harta yang berada di dalam dungeon?"
Mengangkat ibu jarinya, dia menujuk ke gerbang batu hitam mengilap di belakang.
"Meskipun aku mengatakannya sebagai 'aturan', itu hanyalah indikatornya. Kalau kau menyelesaikan dungeon sebelum kami, itu adalah kemenangan si adik. Bahkan sekalipun kau kalah dalam pertandingan waktu, itu akan menjadi motivasi untuk menyelesaikan dungeon. Tentu saja, kami akan bertujuan untuk menyelesaikannya secepat mungkin."
Bagaimana? usulnya. Selama pertandingan waktu, seseorang tidak hanya bertempur melawan monster-monster dan struktur dungeon, tapi juga diri mereka sendiri.
Hari ini kami berencana memasuki dungeon untuk menguji keberuntungan kami. Aku melihat ke arah Luka-chan dan yang lainnya. Karena tidak ada ruginya dan hanya sekedar mengetes kekuatan kami, mereka setuju.
"Kami akan melakukan pertandingan waktu itu."
"Baiklah kalau begitu, ayo mulai secepat…"Pertama-tama konfirmasikan susunan party kita dan berbagi informasi yang kita punya tentang dungeon itu."——Aku mengerti."
Mikadzuchi-san mencoba dengan riang menuju ke gerbang batu itu tapi kemudian dihentikan Sei-oneechan.
Melihat hal tersebut, kami berhadapan satu sama lain dan mulai berbagi informasi yang kami punya tentang dungeon tersebut.
Kali ini, tujuannya adalah menyelesaikan dungeon tersebut. Dan dungeon yang dibicarakan itu adalah Mysterious Dungeon.
·
Dungeon itu terdiri dari lima tingkat——Knight Troop's Trial adalah sebuah dungeon yang berganti-ganti secara acak setiap kali player masuk.
Karena itulah kau tidak bisa bertemu dengan player lain di dalam. Juga, ada beberapa ciri khas dari dungeon ini.
Yang pertama adalah setiap tingkat dari dungeon ini mengubah secara acak struktur dan tipe monster yang muncul.
Yang kedua, tergantung apakah kau menyelesaikan tantangan yang ada di setiap tingkat, kau diberikan sebuah pilihan apakah kau meninggalkan dungeon atau melanjutkan lebih jauh.
Tergantung dari hasil acak dan kesulitan tantangan Mysterious Dungeon, kesulitan pertandingan waktu juga berubah.
"Kalau begitu, bukankah itu akan menjadi kerugian bagi kami? Maksudku, Mikadzuchi-san, Sei-san dan yang lainnya telah menghadapi berbagai dungeon lain sebelumnya."
"Tentu saja kalau kita berkompetisi di dungeon normal, tapi elemen acak di sini kuat dan ini lebih 'yang paling beruntung yang menang'. Bukankah ini sempurna untuk memastikan skill kita?"
Meskipun saat mendengar tentang pertandingan tersebut Luka-chan melihat ke arah kami dengan ekspresi serius, tapi aku sangatlah santai. Tujuanku hari ini tadinya adalah mendapatkan cukup keberuntungan sehingga monster yang kuat muncul di tiap level dan aku dapat melakukan leveling.
Dan itu berubah dari leveling menjadi pertandingan waktu.
"Nah kalau begitu, semuanya siap?"
Semuanya mengangguk menanggapi pertanyaanku.
"Jika kalian setuju, ayo mulai. Pertama-tama party Myu-chan akan masuk, setelah lima menit party kami akan masuk. Kalau kita masuk bersama-sama, kita tidak akan muat melewati gerbang yang sempit itu.
Sambil berkata demikian, Mikadzuchi-san mulai menjalankan fungsi timer yang biasanya sangat jarang digunakan dari menu untuk mengukur waktu.
"Baiklah kalau begitu, kita pergi. Siap, berangkat!"
Saat aku berkata demikian dan angka di timer mulai bergerak, party kami memasuki gerbang hitam tersebut dan terhempas ke sebuah lokasi dengan warna yang berbeda.
Terdapat dinding bata berwarna coklat. Juga, kami melihat Goblin berkulit hijau di kejauhan.
"Jadi seperti ini di dalam sebuah dungeon——"
"Ayo Luka-chan, jangan lengah. Kita sudah mulai pertandingan waktu.
Hino-chan menepuk ringan punggung semua orang, menyadarkan mereka kembali kemudian memastikan syarat untuk berhasil di menu.
——Kalahkan 20 monster tipe Goblin. Sisa 0/20
"—— Sol Ray!"
"Langsung serang begitu saja?!"
Segera setelah memastikan syaratnya, aku menembakkan sebuah ledakan cahaya, sebuah sihir yang kupelajari baru-baru ini pada Goblin yang berada dalam jangkauan pandanganku. Aku  mengalahkan dua Goblin dalam satu waktu sehingga hitungannya bertambah jadi dua.
"Kesulitan tingkat pertama itu rendah, tapi tipe ini memakan waktu, jadi ayo bergegas!"
Sambil aku berkata demikian dan mengambil satu langkah ke depan, Tobi-chan melompat mendahuluiku.
"…aku akan memeriksa perangkap dan mengintai, serahkan pencarian padaku."
"Ohhh?! Tolong ya, Tobi-chan."
"Ayo ambil jalur ke kanan."
Setelah berkata begitu, kami menyerahkan panduan pada Tobi-chan dan melangkah maju.
Pertama kami menemukan lima, enam Goblin dan mengalahkan mereka satu persatu.
Kohaku dan Rirei mulai dengan mengurangi jumlah mereka, kemudian Luka-chan, Tobi-chan, Hino-chan dan aku mengalahkan mereka sekaligus.
Di antara monster tipe Goblin terdapat sub-tipe terkuat, Hobgoblin dan subspesies mereka Cave Goblin, tapi karena tidak ada perbedaan mencolok dalam kekuatan mereka, kami dengan cepat mengalahkannya.
Dan, begitu kami memenuhi persyaratan mengalahkan 20 Goblin, lantai bata di depan kami terbuka berisik saat tangga ke lantai lebih bawah muncul.
"Ini adalah pertandingan waktu jadi kita tidak bisa lengah! Ayo ke lantai berikutnya, ayo!"
Kohaku mengecek menu untuk waktunya dan mengumumkan sebelum kami bergerak ke lantai berikutnya.
Berikutnya, sepertinya lantai berikutnya memiliki monster pengembara yang seperti versi lebih rendah dari Golem yang disebut Clay Doll yang juga memiliki tingkat ketahanan tubuh terhadap serangan fisik.
Syarat di sini adalah mendapatkan limaitem drop langka dari Clay Doll.
Untuk ini, Kohaku dan Rirei mengalahkan Clay Doll satu demi satu. Kecepatan kami menghabisi mereka itu tinggi, tapi tingkat item dropnya normal, jadi kami berada di dungeon sedikit lebih dari dua belas menit.
Kemudian, lantai berikutnya adalah Goblin lagi.
"Alokasi monsternya baik, syaratnya——ahh, ayolah, kita tidak beruntung di sini!"
Syarat untuk lantai ketiga adalah mendapatkan item dari sebuah peti harta.
Syarat yang memakan waktu dengan kombinasi monster lemah, kami tidak beruntung, pikirku depresi. Kami berpencar untuk menemukan peti harta secepat mungkin.
Jika ada masalah, itu adalah upaya memakan waktu untuk melepaskan perangkap dari peti harta. Kalau itu adalah perangkap yang meledak dan menghancurkan item, kami harus mencarinya lagi. Karena itulah aku berharap bahwa kita dapat mengandalkan Tobi-chan untuk ini.
"…aku membuka peti hartanya."
"Yay! Aku cinta padamu, Tobi-chan!"
Merasa amat sangat bahagia, aku merangkulnya tapi segera menjauh. Gawat, kehabisan waktu itu sangatlah terlarang saat pertandingan waktu, pikirku.
Mengawasi kami Rirei mulai bernapas dengan kasar lewat hidungnya tapi Kohaku tanpa kata-kata menyeretnya ke bawah ke lantai empat.
Kami melewati lantai ketiga dalam waktu yang luar biasa singkat selama 3 menit saja, dari sehingga totalnya kini enam belas menit. Kalau seperti ini, kami akan dengan mudah mencetak rekor untuk pertandingan waktu, tapi aku punya firasat bahwa susunan lantai berikutnya akan membawa kami kembali ke kenyataan.
"Ahhhh! Jalannya sepuluh menit!"
Di depan kami, daripada dikatakan struktur sebuah dungeon, hanya ada sebuah dinding bata yang tinggi.
Kontras dengan lokasi kami berada di dalam dungeon sejauh ini, tidak akan berlebihan mengatakan ini adalah tempat bos. Menunggu di dalamnya adalah seekor makhluk buas dalam nyala api, seekor mahluk buas dengan cakar es, seekor makhluk buas dengan listrik yang menjalar di sekujur tubuhnya dan seekor makhluk buas batu, empat tipe seluruhnya.
"Makhluk buas empat warna dan syaratnya adalah —— Kalahkan semua monster. Baiklah, ayo kalahkan mereka sekalipun hanya satu detik lebih cepat!"
"Myu-chan, tungguu! Tanpa sebuah rencana, ini akan jadi sulit. Ayo berpencar sehingga mereka tidak akan bisa bekerja sama dan mengalahkan mereka. Biarkan masing-masing dari kita memilih lawan yang cocok dengan kita."
"Tapi bukannya itu akan mengurangi kekuatan party kita? Kohaku dan aku tidak dapat benar-benar mengalahkan mereka sendirian."
Mendengar usulan Hino-chan, Rirei mengerutkan alisnya dan bertanya.
Saat aku memikirkan kembali pemilihan kata-kata kami yang hanya dimengerti olehku dan Hino-chan yang pernah bermain di β, Hino-chan dengan sopan menjelaskan.
"Makluk buas empat-warna bekerja sama menyerang seperti player, jadi kita harus memisahkan mereka dan mengalahkannya. Itulah alasan dari rencanan ini."
Kalau kita bisa memisahkan mereka dan mengalahkan salah satunya, kita dapat bergerak untuk membantu yang lainnya. Di sisi lain, ada bahaya saat salah satu dari kami tidak mengatur statusnya dengan baik dan dihajar.
Juga, alasan lain Hino-chan merekomendasikan serangan berpencar tidak hanya untuk mencegah musuh bekerja sama, tapi juga untuk mencegah kami terkena serangannya.
Dengan dasar tersebut, kami harus memutuskan apakah bertempur sebagai party atau berpisah. Dan, apa yang semuanya pilih adalah——
"Kalau lebih baik berpencar, lalu bagaimana melakukannya?"
"…kalau itu alasannya, aku tidak keberatan."
"Kamu benar. Tapi tetap saja, aku lebih suka kalau ada yang tetap bersama kita, para mage."
"Fufufu, kalau begitu kita perlu memilih target yang cocok. Untukku, kurasa itu Lightning Beast."
Setelah mendapat persetujuan dari semuanya, kami memutuskan pembagiannya.
Untuk Flame Beast, Luka-chan dan Kohaku yang bisa menggunakan sihir air. Untuk Ice Beast, Tobi-chan. Rirei dan aku menghadapi Lightning Beast. Dan Hino-chan menyerang Stone Beast.
"Kalau kau tidak dapat lanjut menyerang, fokuslah pada pertahanan dan tunggu yang lain untuk membantumu. Oke?"
"Tidak masalah."
"Baiklah kalau begitu, ayo!"
Karena pembicaraan sudah selesai, aku melesat maju.
Keempat makhluk buas yang sedang berbaring dengan segera bangkit waspada. Kami melepaskan serangan pertama kami sekaligus pada makhluk buas yang kami masing-masing hadapi.
"HAa!"
Menerima tebasanku saat aku mengayunkan one-handed swordku dari atas, si Lightning Beast melompat menjauh memanfaatkan momentum tebasan.
Berdasarkan dari berapa banyak HP yang diambil serangan pertamaku, dia lebih kuat dari monster-monster kecil biasa tapi lebih lemah daripada seekor bos.
Dimulai dengan seranganku, anggota yang lain dan para makhluk buas memasuki pertempuran, sementara itu Lightning Beast dengan tidak sabar mengawasi kami. Kemudian, mempercepat dalam sekejap, makhluk tersebut mencakari kami. Aku menangkisnya dengan pedangku kemudian terus menghindari tendangan dari kaki-kakinya dan tubuh terbalut listrik tersebut, mengulur waktu untuk Rirei. Dan, saat aku menerima sebuah tendangan dari Lightning Beast pada samping pedangku, aku melepaskan diri.
"Fufufu, aku sudah menyelesaikan persiapannya! —— Flame Pillar!"
Segera setelah itu, sebuah pilar api muncul dan menelan si Lightning Beast. Saat melihat Rirei, aku paham bahwa dia melancarkan sebuah mantera dengan kekuatan tinggi.
Begitu aku berpindah dari posisi di mana aku dapat melindungi Rirei, makhluk itu menerobos pilar api dan bergegas ke arah kami.
Untuk melindungi Rirei, aku menahan serangan monster tersebut dan memegang one-handed sword dengan kedua tanganku saat menolaknya. Biasanya, aku akan melanjutkan dari sini dan menghabisinya, tapi kejutan listrik dari Lightning Beast terhubung ke pedang dan aku menerima status buruk Paralysis.
"—— Cure! Oke, aku bisa lanjut!"
"—— Flame Lance!"
Karena aku tidak dapat mengejar musuh karena status buruk tersebut, Rirei menghabisi dengan baik si Lightning Beast.
"Fufufu, sekarang, berikutnya apa?"
Sementara berpikir bahwa Rirei sangat dapat diandalkan mengingat dia mengalahkan musuh begitu saja dengan menggunakan sihir berkekuatan tinggi, aku melihat ke anggota yang lain yang sedang bertempur melawan para makhluk buas.
Luka-chan dan Kohaku melawan Flame Beast, Luka-chan menahan gerakan si monster sementara Kohaku menyerangnya dengan sihir air. Sepertinya mereka akan segera menyelesaikannya, jadi mereka berada di prioritas bawah untuk dibantu.
Berikutnya adalah Tobi-chan yang menghadapi Ice Beast, memiliki serangan langsung yang rendah dan tidak dapat memberikan banyak cedera, tapi dia mundur setiap setelah memberikan satu serangan jadi dia mengumpulkan sejumlah kecil cedera pada kecepatan tinggi.
Dan, Hino-chan yang melawan Rock Beast——
Mengayunkan sledgehammernya, di menghancurkan kulit batu monster tersebut. Cara bertempur ini berbeda dengan dia yang biasanya dan lebih cocok untuk pertandingan waktu.
Itu adalah taktik tanpa-pertahanan yang biasanya tidak akan pernah dia gunakan, sepenuhnya mengabaikan pertahanan dan hanya fokus pada memberikan serangan maksimal untuk mengalahkan lawan secara efisien. Saat Rock Beast mendekatinya untuk menyerang, dia menerima serangannya dan segera melancarkan serangan balasan dengan Art.
Cara menyerang dengan waktu yang terbatas dan mengabaikan sekelilingnya adalah alasan kenapa Hino-chan mengusulkan untuk berpencar.
Aku segera menggunakan sihir penyembuh pada Hino-chan.
"—— High Heal!"
"Ohhh? Terima kasih, Myu-chan!"
"Hino-chan! Kau terlalu sembrono!"
"Benarkah? Ini normal saat pertandingan waktu, tapi maaf membuatmu khawatir. Baiklah kalau begitu, aku akan membantu Luka-chan dan Kohaku, kalian berdua membantu Tobi-chan."
Hanya berkata begitu, Hino-chan mengganti senjatanya dari palu ke tombak panjang dan segera berlari.
Aku melihat gerakannya untuk sesaat lagi, tapi sepertinya dia memahami kekhawatiranku dan menggunakan gaya bermain yang solid saat bekerja sama dengan dua orang lainnya untuk mengalahkan Flame Beast.
Aku merasa kekhawatiranku pada Hino-chan tidaklah berdasar dan fokus pada kerja sama dengan Tobi-chan untuk mengalahkan si Ice Beast.
Dua puluh menit telah berlalu pada saat ini. Berkat Hino-chan yang dengan paksa mengalahkan si Rock Beast dan segera membantu Luka-chan dan Kohaku, kami mungkin dapat memperbaharui catatan waktu pertandingan waktu.
Dengan harapan dan kegelisahan, aku melangkah ke lantai kelima dan begitu aku melihat syaratnya——aku menyerah untuk menyelesaikan pertandingan waktu.
·
"Aaah, kita menarik Dull Dragon."
"Jadi tantangan kita berakhir di sini."
Uh-huh, saat aku meletakkan sebelah tangan di keningku, Hino-chan menyerah bersandar pada dinding dan bicara.
Kebingungan, Luka-chan dan yang lainnya menuruni lorong memasuki lantai kelima dan ekspresi mereka mulai mengejang.
Karena kami turun ke lantai lima, tidak ada cara untuk kembali dan kecuali kami menyelesaikan tantangan di sini, kami tidak akan bisa pergi.
Dan, Dull Dragon yang kami dapatkan…
"Apa itu? Dinosaurus?"
"…kelihatan seperti Triceratops. Dia mungkin cukup lucu."
"Dia mungkin terlihat seperti seekor herbivora, tapi itu adalah nama seekor naga, pasti sangat sulit untuk dikalahkan."
"Fufufu, kalau begitu apakah kita akan beristirahat di sini?"
Dull Dragon adalah monster terkuat yang muncul di Knight Troop's Trial ini. Dalam dungeon ini, di mana setiap orang dapat melakukan pertandingan waktu selama mereka memiliki keberuntungan yang bagus, ini adalah monster yang sama sekali tidak boleh kau temui. Dalam hal kekuatan, dia lebih kuat daripada bos monster yang muncul di dalam lingkungandungeon ini.
"Myu-san, Hino-san, bukankah terlalu cepat untuk menyerah?"
"Tapi, itu adalah monster yang berada di atas level yang sesuai dengan kita. Yah, bukannya kita menghadapinya dengan siap untuk kalah dan penalti kematian, tapi tidak dapat menyelesaikan pertandingan waktu itu cukup mengejutkan kita."
"Bukannya aku berpikir kita akan kalah, tapi karena kita telah kemari begitu cepat, kita bisa beristirahat. Maksudku, dia tahan banting, tangguh, dan mengamuk dengan hebat di dalam tempat yang sempit ini. Sulit untuk dihindari.
Dull Dragon yang kami intip dari lorong itu ekornya berada di sebelah tubuhnya yang seluruhnya ditutupi kulit keras dan tebal. Dia memiliki tiga tanduk di kepalanya. Di atas semuanya itu, dia memiliki serangan napas khusus naga untuk area luas.
Karena aulanya kelihatan sangat sempit, satu-satunya keselamatan adalah dia bergerak dengan lambat.
"Apakah ada taktik untuk mengalahkannya?"
"Hmm. Yah, dia lemah terhadap status buruk dan dia dapat dipancing untuk menubruk dinding dan setelah kita dapat melakukan serangan padanya."
Yah, ini adalah perang ketahanan tubuh dengan makhluk ini."
"…………"
"Ada apa, Tobi-san? Sepertinya kau mengkhawatirkan sesuatu?"
Tobi-chan sedang duduk seperti kami dan mendengarkan, tapi ekspresinya serius. Dituding seperti itu Rirei, dia sedikit kacau.
"…bukan hal besar."
"Apakah kau menyadari suatu petunjuk untuk mengalahkannya?"
Tobi-chan memiliki Sense Discovery yang membuatnya dapat menemukan hal-hal tersembunyi. Bahkan dalam perjalanan kemari, rasanya terbantu saat berkaitan dengan mengintai dan menemukan perangkap sederhana. Dan kata-kata yang keluar dari mulut Tobi-chan adalah——
"…aku penasaran bagaimana Dull Dragon itu masuk ke sini."
Aku hampir terjatuh. Tidak mungkin, hal semacam itu, pikirku dan menoleh ke arahnya untuk melihat bagaimana dia mengangkat syalnya untuk menutup mulutnya malu-malu.
"Ahh, aku juga penasaran tentang hal itu. Bagaimana caranya?"
"Hino-chan, kau juga?!"
Aku menoleh ke arah Hino-chan dan yang lainnya, tapi Luka-chan menaruh sebelah tangan di dagunya dan kelihatan memikirkannya.
"Tentu saja, itu akan sangat sulit memasuki dungeon ini dengan ukuran sebesar itu. Kita juga dapat mempertimbangkan teori bahwa dia dibawa masuk saat masih telur dan tumbuh didugeon ini.
"Lucato, kamu mikirin apa?"
Meskipun Kohaku dan aku gempar, kami segera mengubah suasana hati kami. Membayangkan latar belakang kisah dari Knight Troop's Trial ini juga menyenangkan dalam caranya sendiri. Setiap item dan lokasi memiliki settingnya sendiri.
Kalau aku tidak salah, questnya yang berkaitan dengan dungeon ini adalah bagian dari quest pendirian guild.
"…bukankah dungeon ini memiliki setting yang mengatakan bahwa tempat ini dibuat manusia untuk melatih para ksatria? Sesuatu tentang lokasi buatan dan monster yang ditempatkan."
"Fufufu, sekalipun kau mengalahkan monster-monster yang dikumpulkan dengan paksa di tempat beruang-ruang ini, mereka dibangkitkan oleh semacam sihir yang memungkinkanmu untuk berlatih dengan aman, atau sesuatu semacam itu."
"Tapi bisahkah seorang NPC Ksatria normal menangkap seekor Dull Dragon? Kurasa itu mustahil sekali seratus orang dari mereka berkumpul."
"Mungkin ada NPC manusia yang memiliki kekuatan yang bukan standar? Itu akan masuk akal."
Sebelum aku menyadarinya, semua orang mulai membicarakan ide mereka sebagai setting dari dungeon ini. Di tengah-tengah obrolan, berpendapat bahwa penyelesaian persyaratan bagi para ksatria untuk menyelesaikan pelatihan mereka dan apakah monster-monster tersebut ditangkap dari luar atau diciptakan oleh mage, kami membicarakan banyak macam hal.
Saat semua orang bersemangat membicarakannya, akhirnya Kohaku berpartisipasi dalam percakapan.
"Biar aku ikut dalam obrolan ini! Gimana kalau Dull Dragon adalah naga yang dijinakkan sama para ksatria, bukannya itu menarik? Maksudku, kelihatannya lebih elegan dan imut daripada monster yang ada sampai sekarang!"
"Woah, apa-apaan setting seperti itu, kedengarannya menyenangkan! Juga, akan jadi hal yang mengagumkan mempunyak ksatria naga terbang di langit. Menyodok musuh dengan sebatang tombak dari punggung Dull Dragon saat menyerang, seperti sebuah benteng yang bergerak."
"Bener! Senang kau bisa ngerti itu, Myu…ah?‼"
Tidak lama kemudian, Kohaku yang bergabung dalam percakapan menjadi tenang dan membentangkan kipasnya untuk menyembunyikan mulutnya, merasa malu.
"Yah, cukup dengan fantasiku. Bagaimana caranya kita mengalahkan Dull Dragon adalah hal yang penting."
Kami bercakap-cakap seperti itu untuk sesaat, tapi berkat percakapan tentang kisah latar belakang tersebut, motivasi muncul dalam diri kami.
"Baiklah! Aku penuh dengan energi juga. Untuk rencananya——bagaimana dengan mengganti target?"
Hino-chan memberikan sebuah strategi. Itu adalah cara untuk bertempur yang normalnya memerlukan dua atau lebih tank, tapi petualangan tidak pernah menyenangkan saat kau mempersiapkan segalanya. Dan, dengan tidak ada seorangpun yang dapat mengusulkan strategi yang lebih bagus, semuanya setuju untuk menghadapi Dull Dragon dengan rencana tersebut.
"Semuanya, ke lokasi yang ditentukan!"
Dengan instruksi Luka-chan si komandan, kami menyebar di tempat itu untuk menghadapi Dull Dragon.
Formasi kami adalah: di sisi kanan Dull Dragon ada Hino-chan, Kohaku dan aku. Di sisi seberang ada Luka-chan, Tobi-chan dan Rirei.
Dull Dragon menyerbu player dan menyerang dengan napasnya, jadi berdiri di depannya adalah hal yang bahaya, dan pertahanannya juga tinggi. Karena itulah kami menyebar ke sebelah kiri dan kanan untuk mengurangi resiko yang ada jika kami berkumpul di depannya. Itu adalah strategi  di mana kami menyerang tempat dengan pertahanan yang rendah dan perlahan-lahan mengurangi HP-nya.
"GUOOOOOOO——!"
Begitu kami bergerak ke tempat kami di sebelahnya, Dull Dragon berdiri dan meraung.
"Aku duluan!"
Dan, bertindak sebagai penyerang pertama adalah Hino-chan. Memegang tombak panjang, dia menghujamkannya ke bagian dasar dari lekukantonjolan tulang di belakang tengkoraknya.
Menerima sebuah serangan di titik lemahnya, naga tersebut memelintir tubuhnya, mengguncangkan kepala memprotes. Meskipun dia mencoba untuk melindungi sisi lemah di sebelah kanannya, menekankan pada keamanan, Tobi-chan melemparkan pisau-lempar sekali pakai dari sisi seberang.
"Dampaknya kecil, tapi itu berhasil!"
Tidak mau kalah dengan mereka, aku juga menebaskan pedangku pada sisi lemah lainnya, kaki-kaki yang relatif lemah dan bagian abdomennya. Dengan cara yang sama, Luka-chan menggunakan greatsword untuk menyerang lokasi yang sama dari sisi seberang.
Dull Dragon itu mencoba menghancurkan kami dengan kakinya dan menyerang kami dengan ekor, tapi waspada terhadap serangan-serangan tersebut, kami berhasil menghindarinya.
Kemudian, setelah beberapa saat menyerang bagian belakang tonjolan tulang dekat tengkoraknya yang menjadi kelemahannya secara bergantian, kami menyadari gerakan permulaan dari serangan tertentu.
"Semuanya mundur!"
Pada saat yang sama Luka-chan meneriakkan sebuah komando, semua orang berhenti menyerang dan penyerang garis depan menjauhkan diri mereka dari si naga.
"WOOOOOOOOOOOO——"
Tubuh besar Dull Dragon jatuh pada sisi sebelah kanan di mana grup kami berada.
Seluruh aula berguncang hebat, kami menurunkan pusat gravitasi kami untuk tidak terjatuh.
Jatuh ke samping penyebab guncangan tersebut adalah sebuah serangan yang sebanding dengan serangan serbuan dan serangan napas. Tapi, tepat setelah serangan itu, Luka-chan dan yang lainnya segera menyerang kepalanya yang terekspos dan lembut.
"Fufufu—— Fire Shot!"
Pada saat bersamaan dengan guncangan yang mereda, Rirei melepaskan tombak api yang telah dia siapkan dan menghujam ke bagian abdomen. Dull Dragon memekik kesakitan dan berdiri lagi.
Targetnya berubah ke Rirei dan naga tersebut mengubah arahnya menghadap, tapi supaya tidak berada di depannya, grup sebelah kiri berpindah.
Memprotes melawannyaDull Dragon menggeleng-gelengkan kepalanya dan cahaya jingga muncul dari mulutnya. Pada saat yang sama, Hino-chan dan aku segera berlari.
"Serangg! Ikuti aku!"
"Bagaimanapun, ini adalah sebuah kesempatan untuk melakukan serangan terhebat!"
Saat aku berlari ke punggung si naga, aku segera menusuk bagian belakang tonjolan tulang yang melengkung dekat tengkoraknya.
Napas Dull Dragon adalah sebuah serangan yang menyemburkan api kuat dalam bentuk corong ke depan.
Sementara naga tersebut menggerakkan kepala untuk mengejar Rirei dan yang lainnya, bagian lekukantonjolang tulang dekat tengkoraknya menahan gelombang panas tersebut, membuatnya menjadi area aman terbaik dan kelemahannya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan melindungi tiga orang itu. —— Water Round!"
Kohaku menandingi napas naga itu dan menciptakan sebuah perisai air, mengimbangi dampak serangan dari api dengan air, dia mengurangi kekuatan napas yang menyerang Luka-chan dan yang lainnya. Napas yang melewati perisai air, diterima oleh dinding api Rirei.
"Ah, napasnya berhenti. Mundur, mundur!"
Aku segera menarik pedang yang tertancap dan melompat menjauh dari punggung Dull Dragon.
Berikutnya, karena kami mendapat banyak kebencian, targetnya berubah pada kami dari Luka-chan dan yang lainnya. Naga itu perlahan mengubah arahnya dan menghadap pada kami.
Menilai dari bagaimana dia memukul lantai dungeon dengan ekornya, dia sepertinya sudah jelas marah — ini juga adalah sebuah gerakan permulaan untuk sebuah serangan.
"Sebuah serangan datang!"
"Ahh, ini bikin aku jadi takut. Aku nggak suka harus lari di saat-saat terakhir."
Melihat Dull Dragon menendang lantai dungeon dengan kaki belakangnya, Kohaku membuat ekspresi tidak senang.
Kalau kami menghindar ke kiri atau ke kanan segera setelah memperkirakan gerakan permulaan, naga itu akan datang mengejar kami. Karena itulah metode teraman untuk menghindar adalah bergerak saat dia mulai berlari.
"Dia datang!"
Pada saat yang sama Hino-chan memberikan sinyal, Dull Dragon itu memulai serangannya.
Dari depan, lekukan tonjolan tulang tersebut mengembang dari kepalanya, terlihat seperti dinding yang begitu besar sedang mendekat, kami memancingnya cukup lama sebelum menghindar ke samping.
"Myu-san, semuanya, kalian tidak apa-apa?"
"Kami baik-baik saja! Yang paling penting, Tobi-chan!"
Dull Dragon yang sedang menyerbu mempertahankan momentumnya dan menubruk dinding, membuat sebuah lubang besar di situ. Sementara awan pasir bergulung, kami memastikan keamanan satu sama lain. Sementara itu, Tobi-chan mendekati naga tersebut diam-diam dan memanjati punggungnya. Dia dengan aman sampai untuk menyerang bagian lekukan tonjolan tulang yang terbuka.
"…mulai. —— Neck Hunt!"
Dia mengaktifkan sebuah Art pada titik kelemahan tersebut, menyemburkan efek seperti cipratan darah merah.
Dengan menumpang-tindihkan efek menyerang titik lemah naga itu dan menggunakan Art, Tobi-chan yang memiliki kekuatan serangan terendah di antara penyerang garis depan telah melakukan serangan terbesar sejauh ini.
Tobi-chan segera melompat mundur dari punggung si naga dan kembali ke Luka-chan dan Rirei untuk mempersiapkan serangan berikutnya.
Dengan menyerang Dull Dragon dari samping, kami perlahan-lahan memangkas HP-nya.
Lalu, dengan tidak seorang pun dari kami yang menerima cedera parah, fokus kami hampir hilang. Peristiwa tersebut berjalan dengan sangat cepat.
"Tinggal 20% HP! Sedikit lagi!"
"Fufufu, kalau begitu ayo selesaikan di sini. Kohaku, sesuaikan dengan waktuku!"
"Tidak perlu memerintahku, aku akan menghabisinya dengan benar!"
Kohaku dan Rirei berbicara satu sama lain dari samping si naga, kemudian menembakkan serangan terkuat mereka.
"—— Flame Burn!"
"—— Little Tornado!"
Sihir mereka berdua mendapatkan kekuatan dari efek sinergis dan menelan Dull Dragon.
Api diperkuat oleh angin menyebarkan udara panas ke seluruh lantai dan dinding dungeon sekaligus melepaskan cahaya yang menyilaukan.
"GUOOOOOOOOOO———"
Raungan naga itu muncul dari dalam api. Aku menurunkan ujung dari pedangku berpikir bahwa itu adalah raungan kematiannya, tapi berikutnya Dull Dragon tersebut menyerbu dari dalam api.
"Sial‼ Kohaku, lari!"
Aku berteriak, tapi cahaya muncul dari dalam api, menyembunyikan gerakan permulaan si naga dan kami tidak menyadarinya sampai dia melewati api. Saat aku menyadarinya, Dull Dragon telah siap berlari lurus ke arah Kohaku.
Meskipun aku berlari mengikutinya, aku tidak dapat menyusul. Saat itulah Hino-chan melompat ke antara Kohaku dan si naga.
"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMUUUuu! —— One Point Thrust!"
Menerima serangan langsung dari depan, menggunakan sebuah Art, dia menusukkan tombaknya pada bagian terkeras kening si naga.
Tombak itu terlihat seakan terhisap ke dalam kening si naga saat memancarkan efek sinar biru. Mereka berdua saling mendorong satu sama lain untuk sesaat, tapi tusukan tombak itu menghilang dan Hino-chan terhempas ke dinding.
Menerima serangan dari depan, Dull Dragon mengubah trajektorinya menyimpang ke kanan dan melewati samping Kohaku, kemudian menabrak sudut ruangan dengan momentumnya.
"Hino-chan!"
"Aku tidak apa-apa. Pergi, lindungi Kohaku."
Hino-chan yang terhempas ke dinding bangkit berdiri terhuyung-huyung, kemudian mengeluarkan sebuah potion dari inventory.
Terpukul mundur, Hino-chan membiarkan tombak yang masih dengan dangkalnya tertancap pada Dull Dragon.
"Haa, aku sedikit khawatir dengan jangkauannya, tapi ayo lakukan."
Dia mengeluarkan senjatanya yang lain, sledgehammer dan memegang dengan kedua tangannya.
"Yah baiklah, sepertinya tidak ada cukup pemulihan. ——High Heal!"
"Terima kasih, Myu-chan."
"Maaf. Kita terlalu fokus untuk menghabisinya!"
Rirei mengucapkan maaf. Kohaku yang diselamatkan juga ingin mengatakannya tapi tidak dapat berbicara.
"Kohaku dan Rirei——"
Hino-chan menyela mereka dan mengatakan kata berikutnya dengan senyuman lebar."
"——Kita akan mengevaluasinya nanti! Aku juga termasuk di dalamnya, karena melepaskan senjataku yang berharga."
Setelah berkata demikian, dia melihat ke Dull Dragon di hadapannya.
Naga tersebut telah menyerang ke sudut. Kapan pun kami menghindarinya, kami berhati-hati untuk tidak mengarahkannya ke sudut, tapi mau bagaimana lagi kali ini. Sudut mengurangi titik-titik buta yang naga itu miliki dan membuatnya mustahil untuk diserang dari kedua sisi.
Setelah diserang oleh serangan sihir berantai Rirei dan Kohaku, Dull Dragon memiliki kurang dari 10% HP yang tersisa. Bahkan dengan dirinya yang memiliki HP yang begitu rendah, masih ada kemungkinan kami disapu habis.
Pertarungan akan ditentukan dengan satu serangan.
"GUOOOOOOOOOO———!"
Dia membuka mulutnya lebar-lebar dan meraung, menunjukkan gerakan permulaannya untuk serangan napas.
Pada saat yang sama kami bergegas lari untuk menyerangnya sebelum dia melepaskan napasnya.
"Kita semua akan keluar dengan aman dari dungeon ini! —— Wind Shield!"
"Pada saat seperti ini aku menyesali kekurangan skill supportku. —— Fire Shot!"
Untuk mengurangi dampak dari serangan napas, Kohaku menempatkan sebuah penghalang dari angin di depan kami. Rirei menguras sisa MP-nya untuk menembakkan peluru cahaya, tapi semuanya dihadang oleh pertahanan tangguh si naga.
Kemudian, begitu si naga menyelesaikan persiapannya, dia mulai melepaskan napas yang dia timbun di dalam tubuhnya dari kanan ke kiri.
"Akan kutunjukkan padamu bahwa aku bisa memotong bahkan sihir dan angin! HAAaa—— Shock Impact!"
Luka-chan mengayunkan greatswordnya ke bawah dari atas, menciptakan sebuah gelombang kejut yang mendorong balik serangan napas tersebut. Akan tetapi, napas itu terus berlanjut dan mendorong balik gelombang kejut, mendekati kami——dan kemudian melewati kepala kami.
"…Misdirection"
Itu adalah skill Tobi-chan yang mengubah target dan pengenalan si monster. Berkat itu, kami menghindari serangan langsung napas tersebut dan sisanya diblokir perisai Kohaku.
Dan, kami berdua yang dekat dengan si naga menggunakan Art kami.
"Akan kuhancurkan pertahananmu itu! —— Armor Break!"
Aku mengeluarkan sebuah tebasan yang memiliki efek menurunkan pertahanan musuh sehingga mengurangi kekuatan pertahanannya. Sementara serangannya sendiri diblokir, aku menyerahkan sisanya pada Hino-chan.
"—— Break Hammer!"
Palu tersebut diayunkan tanpa keraguan sedikit pun, melesak langsung ke kepala Dull Dragon. Dan itu mengenai penutup ujung tombak. Tombak itu menembus melewati dahi dan kemudian, palu tersebut menghancurkan tengkoraknya.
Sesaat kesunyian. Dan, setelah jeda sejenak, Dull Dragon jatuh ke samping. Kemudian, saat kami menerima hadiah karena memenuhi persyaratan dari lantai kelima dan menyelesaikandungeon, kami menyadari kami telah mengalahkan si naga.
·
"Yaaa! Dungeon selesai!"
Saat kami menyelesaikan kelima tingkat dungeon tersebut dan pergi keluar dari gerbang hitam yang sama dengan yang kami masuki, kami disambut cahaya matahari.
Pada akhirnya, pertandingan waktu tersebut memakan waktu kami lebih dari sejam.
"Selamat datang kembali, Myu-chan."
"Sei-oneechan, aku pulang. Seperti yang kuduga, kami lebiiiiiih lambat, eh~. Itu semua salah si Dull Dragoooon!"
Pertandingan waktu ini adalah kekalahan kami, pikirku, dan dengan kelelahan aku menggelayut pada Sei-oneechan.
Wah, wah, Onee-chan menepuk kepalaku dengan seulas senyuman dan aku mempercayakan tubuhku padanya, mengisi ulang pasokan Onee-chaniumku.
"Kami kalah dengan party Onee-chan dalam pertandingan waktu, tapi ini adalah pengalaman yang baik. Terima kasih."
Saat aku berkata demikian sambil menggelayut pada Sei-oneechan, dia berekspresi kebingungan, kemudian menatap Mikadzuchi-san dan yang lainnya.
Khukhukhu, tawa berat dari tenggorokan Mikadzuchi-san mengoreksi pemikiran kami.
"Pertandingan waktu ini adalah kemenangan party Myu-chan."
"Eh? Dengan waktu seperti itu?"
Kalau kami mengecualikan Dull Dragon, kami pasti akan menyelesaikannya dalam setengah jam, tapi hasilnya adalah itu memakan waktu lebih dari sejam. Jadi, apa maksudnya dia bilang kami menang? Saat kami melihat Sei-oneechan, dia berbicara dengan tampang getir.
"Um…seperti party Myu-chan, kami mendapat Dull Dragon pada lantai paling pertama."
Ahh, jadi kami bukan satu-satunya dengan keberuntungan yang buruk, pikirku, tapi sepertinya party Sei-oneechan mengalami hal yang lebih buruk.
"Kami entah bagaimana dapat mengurangi dampaknya hanya sampai jatuh satu korban dan melanjutkan, tapi ada Dull Dragon lain yang menunggu di lantai kedua."
"Tak disangka kami mendapat Dull Dragon yang kedua, kemudian ketika bertemu, seakan berkata "Hei, lama tak bertemu, SEKARANG MATILAH," dia menyerang kami dengan napasnya sejak awal."
"Ahh, itu…"
Meskipun itu tidaklah mustahil dengan penyusunan acak, ada semacam kemungkinan yang ultra-super-rendah-secara-ekstrim untuk hal itu. Hanya, betapa sialnya kau mendapatkan itu. Sambil berpikir begitu, aku juga mulai mempertimbangkan kenyataan bahwa kami mendapat satu Dull Dragon sebagai keberuntungan, karena kami juga menerima sejumlah EXP yang sangat banyak.
"Uuu, dengan serangan napas pembukaan itu, dua orang mundur. Kami yang masih tersisa berjuang sekuat tenaga, tapi kami dikalahkan."
"Waktu yang kami tempuh untuk pertandingan waktu adalah 27 menit, kemudian kami dikalahkan oleh Dull Dragon. Yah, level kami meningkat selama pertempuran jadi tidak begitu buruk."
"Sebagai gantinya, kami menggunakan banyak item konsumsi seperti Potion dan MP Potion, jadi kami perlu mengisi kembali persediaannya."
Sei-oneechan menyunggingkan senyum salah tingkah. Sepertinya mereka sedang di tengah-tengah percakapan sambil menunggu penalti kematian berakhir.
Sementara itu, Sei-oneechan bergumam.
"Tetap saja, itulah yang kau sebut dengan Sensor Ketamakan, ya. Kau mencari beberapa item dan kau mendapat segalanya kecuali item tersebut. Kuharap Dull Dragon tidak muncul, dan muncullah dia."
"Sensor Ketamakan? Apakah ada item yang kau inginkan?"
Mendengar gumamannya, aku bertanya dan mendapatkan jawabannya.
"Kami sebenarnya menginginkan Knight's Emblem untuk tahap kedua quest pendirian guild lebih dulu. Yah, kami belum mengalami kemajuan dengan quest lain yang berkaitan, jadi aku berencana untuk bekerja sama dengan Mikadzuchi tanpa terburu-buru untuk mendapatkan salah satunya."
"Hmm. Knight's Emblem ya."
Aku tidak ingat mendapatkan item semacam itu. Saat aku berpikir demikian, Tobi-chan dengan gugup mengangkat tangannya.
"…u-um, aku punya item itu."
"Eh? Kau mendapatkannya?"
"…aku mendapatkannya dari peti harta di lantai ketiga tapi aku membiarkan konfirmasinya untuk nanti karena kita sedang melakukan pertandingan waktu."
"Ahh, karena kita sudah menyelesaikan dungeon, ayo periksa hasilnya. Kita tidak mengeck apa yang kita dapatkan dari Dull Dragon juga."
Setuju dengan usulan Hino-chan, kami mengkonfirmasi item drop yang kami tunda sebelumnya."
Karena kami melakukan pertandingan waktu dan jumlah pertarungan yang minimal, kami tidak mendapat banyak item drop. Juga, tidak ada yang menarik perhatian dari item yang kami dapatkan, selain dari Knight's Emblem, yang lain hanyalah material normal yang dijatuhkan Dull Dragon.
Dan, untuk party Sei-oneechan——
"Itu bagus, material penguat yang Sei-oneechan dapatkan. Item drop langka dari Dull Dragon, ya."
"Hmm. Aku seorang mage, aku tidak diuntungkan dari bonus Dull Dragon's Tri-Horn sebanyak yang kau maksudkan, Myu-chan."
Keberuntungan Sei-oneechan jelas terpakai dalam cara yang salah. Dia tidak pernah mendapat item drop yang dia inginkan, tapi dia mendapatkan item drop yang orang lain inginkan dan membarternya.
Semuanya berakhir senang, tapi apakah prosesnya adalah kesialan atau hanya karena keberuntungannya adalah hal yang aneh, itu sama halnya dengan Sei-oneechan. Dan, kali ini juga——
"Kalau begitu, bagaimana kalau aku menukarnya untuk Knight's Emblem yang partymu miliki?"
Dia menelengkan kepala dan bertanya.
"Memangnya tidak apa-apa? Maksudku, itu langka."
"Aku seorang mage, jadi tidak ada gunanya untukku."
Berkata demikian, Sei-oneechan ingin menyerahkan item drop langkanya dengan mudah. Aku melihat Luka-chan dan yang lain dan menanggapi "jika perlu, silakan tukar".
"Baiklah. Kalau begitu, ayo barter."
Kami menukar Knight's Emblem untuk Dull Dragon's Tri-Horn, tapi aku tidak memikirkan apa yang terjadi setelahnya.
Sementara grup Sei-oneechan merasa senang karena mendapat item yang mereka inginkan, kami menatap satu sama lain bertanya-tanya siapa yang akan menggunakan material penguat ini.
"Ini, apa yang akan kita lakukan dengan ini? Jika dipakai pada senjata, ini memberikan efek tambahanPhysical Attack Increase dan kalau digunakan pada armor akan memberikanPhysical Defense Increase (small)."
"Fufufu, ini sangat sebaguna. Tapi, itu tidak berguna untuk para mage."
"Kamu bener. Kalau begitu, yang paling bagus kalau salah satu penyerang garis depan yang memakainya."
Berkata demikian, pasangan mage menyerah atas Dull Dragon's Tri-Horn. Aku juga tidak berniat untuk memperkuat diriku secara fisik karena aku memiliki susunan stats yang seimbang, dan Tobi-chan juga menyerah atas hal tersebut.
"Kalau begitu, tinggal aku dan Luka-chan, apa yang kita lakukan?"
"Kurasa itu lebih cocok untuk Hino-san daripada aku."
"Apa itu benar-benar tidak apa-apa? Kau memerlukannya juga 'kan, Luka-chan?"
"Aku memang menginginkannya, tapi pedang yang kupakai masih item drop."
Sambil berkata demikian, Luka-chan menepuk sarung pedangnya.
Dengan begini, diskusinya selesai dan Dull Dragon's Tri-Horndiserahkan pada Hino-chan.
Menerimanya, dia mengerjap beberapa kali dan berekspresi serius.
"Kami berharap banyak darimu, Hino-chan."
"Kalau begitu, aku harus memenuhi harapan kalian. Aku akan menyapu habis semuanya dengan paluku lebih kuat lagi daripada yang kulakukan selama ini."
Hino-chan memutuskan untuk meningkatkan kekuatan yang dia banggakan untuk menjadi dasar dari party.
Dan, tepuk tangan menggema.
"Benar-benar deh, senang melihat pertemanan penuh emosi di antara gadis seperti itu."
"Grr, kami bukannya pertunjukkan aneh."
"Maaf, salahku."
Melihat reaksi Mikadzuchi, Hino-chan menggembungkan pipinya dan memprotes.
"Sambil minta maaf, bagaimana kalau kita melakukan quest bersama? Aku menantikan keberuntungan party si adik."
"Eehh, rasanya kami seperti dimanfaatkan…"
"Itu tidak buruk. Kita hanya akan melakukan perburuan bersama di garis depan dan melakukan quest pengumpulan."
Saat Mikadzuchi bertingkah tak karuan, aku melirik Sei-oneechan di sebelahnya yang merendahkan kepalanya sedikit meminta maaf.
"Maaf, Mikadzuchi sangat pemaksa."
"Hmm. Yah, kurasa tidak apa-apa. Mungkin akan menjadi leveling yang efisien."
Dari waktu ke waktu, tidak masalah juga menikmati bermain bergabung dengan orang-orang yang tidak kukenal, pikirku, dan semua orang terlihat antusias juga. Meskipun partyMikadzuchi-san dan Sei-oneechan kalah, anggota kami mungkin ingin tahu seberapa kuat party yang telah melawan Dull Dragon dua kali berturut-turut.
"Yah, ayo bersenang-senang bersama."
Bersamaan dengan instruksi Mikadzuchi-san, kami mulai bergerak. Kurasa penalti kematiannya pasti telah habis.
Dan ini adalah pertama kalinya kami bermain bersama dengan apa yang nantinya akan menjadi GuildEight Million Gods.
Berkat hasil dari perburuan kali ini, grup Sei-oneechan mengalami kemajuan dalam quest yang berkaitan dengan guild. Kami mengumpulkan item tertentu untuk quest pengumpulan yang terpencar di seluruh kota, kemudian menyerahkan item yang berkaitan dengan quest untuk ditukar dengan item drop equipment dan material penguat.
Pada saat itu kami sangat senang mendapatkan item yang bisa kami gunakan, tapi nantinya menjadi sangat frustrasi mendengar total hadiah untuk item tertentu yang kami kumpulkan untuk quest. Sekali lagi aku belajar bahwa tidak meluangkan waktu dan usaha memberikan perbedaan sebesar itu.
Setelah beberapa lama saat mendengar Mikadzuchi-san yang periang namun kuat itu mendirikan sebuah guild dengan Sei-oneechan sebagai asistennya, aku mendapat pertanda bahwaguild mereka akan menjadi hal yang besar, tapi aku menyimpan sendiri pikiran tersebut.

Only Sense Online Silver Muse Bab 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.