30 Juni 2016

Only Sense Online Silver Muse Bab 3 LN Bahasa Indonesia




BAB 3
TOUTOBI DAN FASHION
Beberapa hari telah berlalu sejak Luka-chan resmi bergabung dengan party kami.
Hino-chan, Luka-chan, dan aku, kami bertiga secara aktif melakukan quest tidak hanya untuk leveling, tapi juga berfokus pada mengumpulkan uang.
"Hmm kita melakukan quest untuk mendapatkan uang di siang hari, tapi juga melakukan leveling kecepatan-tinggi secara singkat di malam hari, sehingga level kita cukup tinggi."
Sambil menggeram, aku memelotoi status Sense.

StatusMyu
Possessed SP8
One-Handed Sword Lv4】【Armour Lv20】【Physical Attack Increase Lv25】【Physical Defence Increase Lv22】【Speed Increase Lv7】【Magic Talent Lv18】【Magic Power Lv18 Light Element Talent Lv15】【Recovery Lv15 Magic Recovery Lv10
Unequipped:
Sword Lv30】【Fighting Spirit Lv17

Dengan berulang kali leveling, SenseSword-ku mencapai level 30 dan Sense turunan muncul, jadi aku mengambil Sense One-Handed Sword yang kugunakan di versi β.
Tapi, aku masih belum mencapai tujuanku.
Untuk tepatnya, ini bukanlah level yang diperlukan untuk mencapai tujuannya, tapi total penerimaan SP.
Begitu total penerimaan SP mencapai 20, akan ada Sense dasar baru yang akan dapat kuambil, jadi aku ingin mendapatkan 8 SP lagi.
"Tetap saja, mau bagaimana lagi sekalipun aku terburu-buru. Pertama-tama, aku harus mengambil equipment yang kupesan."
Aku bergumam sendiri di dalam kota dan menuju ke arah toko tertentu.
Aku memasuki Open Sesame, sebuah toko yang dibangun di persimpangan jalan utama Kota Pertama dan mengucapkan salam pada saat yang bersamaan.
"Halo! Apa Magi-san ada?"
"Myu-chan, selamat datang. Apakah kau datang untuk equipment?"
Seorang wanita berkulit coklat yang bercucuran keringat memegang sebuah palu di satu tangan — Magi-san si tukang besi kelas atas muncul dari belakang toko.
"Karena itu juga, tapi aku datang untuk mengucapkan selamat atas pembukaan tokomu!"
"Meski dikatakan begitu, tokonya masih di tengan-tengah persiapan pembukaan. Lebih tepatnya, aku memandu kenalan-kenalanku dari versi β ke toko ini dan menghabiskan setengah waktuku di lapak."
Saat aku memberinya selamat, Magi-san tersenyum malu-malu. Dia manis dan memiliki style yang hebat. Kekuatan penghancurnya ini mengagumkan. Aku iri.
"Alasan kenapa aku dapat membuat dasar crafting begitu cepat, semua berkat pelanggan dari versi β seperti Myu-chan."
"Tidak seperti itu, semuanya karena senjata Magi-san itu hebat!"
Setelah membiasakan diri kami dengan percakapan, Magi-san berkata "nah sekarang" untuk kembali ke topik.
"Untuk equipment pesanan, kau tidak masalah dengan yang sama yang kau kenakan di β, 'kan?"
"Ya! Tujuanku adalah menjadi seorang paladin berbalut armor yang menebas habis semua musuh dengan sebilah pedang!"
Saat aku menunjukkan otot bisepku padanya, Magi-san tersenyum lebar dengan kedua siku di atas konter.
Entah kenapa, aku jadi merasa malu, ehehe. Aku tertawa untuk menutupinya.
"Seperti yang kupikirkan, melihat gadis bersemangat sepertimu membuatku bersemangat juga. Karena itu, ada servis khusus dari Onee-san."
Dia berkata demikian dan mengeluarkan sebuah equipment keperakan yang membuat mataku terpaku pada benda tersebut,
"Ohhh?! Stats equipmentnya tinggi sekali!"
"Fufufu, kau benar-benar mengenali perlengkapanmu, Myu-chan. Itu benar! Ini bukan hanya sekedar Iron! Ini terbuat dari Fine Iron!"
"A-apaaaa!"
Meskipun aku menanggapi dengan bercanda, itu benar-benar mengagumkan. Iron Ingot dan Fine Iron Ingot yang diperlakukan sebagai material yang berbeda untuk crafting memiliki properti yang sama, tapi equipment yang dibuat dari Fine Iron memiliki kemampuan yang lebih baik dalam segala aspek. Pada saat yang sama, kesulitan untuk membuat sesuatu dari benda itu juga meningkat, tapi…
"A-Apa benar tidak apa-apa?! Tapi, eh?‼ Maksudku…!|"
Aku merasa sedikit panik dan tidak dapat berbicara dengan benar.
Meskipun usahanya baru saja dimulai, dia sepertinya mencurahkan usaha yang besar untuk membuat semua equipmentku dari Fine Iron.
Satu Fine Iron terbuat dari lima Fine Iron Ore. Jadi, untuk sebuah one-handed sword dan empat potong armor, diperlukan tiga puluh buah ore.
"Aku tahu apa yang ingin kau katakan, Myu-chan. Sesuatu seperti 'berapa banyak Golem yang harus kau buru untuk mendapatkan cukup ore', ya 'kan?"
Tepat, untuk mendapatkannya di permulaan game, seseorang perlu mengalahkan bos monster Golem yang belum dapat kami kalahkan dan mendapatkannya sebagai item drop normal. Sebagai contoh, seseorang harus mengulang lima puluh kali melawannya dengan sebuah party yang berisi enam orang.
"Kapan dan berapa banyak Golem yang kau kalahkan?!"
"Sayangnya, Fine Iron ini didapatkan dengan sebuah metode yang berbeda dari berburu Golem. Yah, sebuah cara untuk mendapatkannya dengan murah telah ditemukan, pikir saja seperti itu. Tetap saja, lebih banyak iron yang digunakan, jadi aku membelinya lebih banyak daripada biasanya."
Membawa semua equipment ke tempatku, dia mengatakan hal itu dan berkedip.
"Aku mengerti. Aku akan berusaha sebaik mungkin dan menebas lawan untuk merampas equipment dari mereka!"
"Yup, silakan lakukan. Baiklah, ayo putuskan efek bonus tambahannya."
Saat aku setuju, Magi-san mulai mengatur efek tambahan pada equipmentnya.
Untuk iron equipment hanya ada dua jenis tambahan, tapi dengan Fine Iron terdapat lebih banyak efek tambahan yang tersedia. Karena saat ini aku tidak punya material penguat, bonus dari Smithing menjadi satu-satunya pilihan.
"Kalau begitu, tolong ATK Bonus di pedang dan DEF Bonus di armornya, ya."
"Sama seperti biasanya, ya? Baiklah."
Dia berkata demikian dan memindahkan equipment itu berbaris di meja ke kursi di sebelah konter dan satu persatu ditambahkan efek tambahan.
Sementara tidak ada yang bisa kulakukan, jadi aku melihat-lihat sekeliling toko.
Di rak yang dihiasi dengan beragam senjata dan aksesoris, berbaris potongan equipment serbaguna. Spesialisasi senjata dengan performa tinggi dan potongan equipment yang tidak populer adalah hobi Magi-san.
Ada juga sejumlah kecil item konsumsi seperti Potion dan Pill ditempatkan di rak.
"Magi-san, apakah kau mengambil Mixing?"
"Ah, itu. Tidak, itu adalah tempat barang titipan. Aku membelinya dari seorang pengrajin kenalanku dan menjualnya kembali."
"Ini sangat murah."
Baru-baru ini, guild pengecer telah begitu aktif menjual kembali Potion, jadi harganya untuk sementara melambung. Meskipun harganya telah kembali normal, Potion ini harganya sangat masuk akal jika dibandingkan dengan jumlah penyembuhannya.
"Aku menjualnya sebagai titipan, jadi aku menaikkan harganya sedikit."
"Ini lebih dari cukup kalau kau membelinya beberapa sambil datang untuk perawatan equipment."
Daripada pergi mengelilingi beberapa lapak untuk menemukan Potion, seseorang dapat membunuh beberapa monster selama waktu itu untuk mendapatkan uangya lagi. Dengan kata lain, itu juga termasuk dalam biaya.
"Aku akan beli beberapa! Magi-san, berikan aku 10 Potion dan 5 Antidote."
"Oke. Kalau begitu aku akan membulatkannya harga equipment dan obatnya menjadi 400kG."
"Aku akan langsung membayarnya semuanya!"
Aku membayar harganya dan menerima baik equipment dan obat dari Magi-san. Dengan pengeluaran untul leveling kecepatan-tinggi dan harga equipment ini, hampir semua uang yang kudapat dari versi β telah terkuras. Yang tersisa hanya cukup untuk perawatan dan beberapa item konsumsi.
Sepertinya aku akan harus berfokus pada mengumpulkan uang daripada leveling untuk beberapa saat.
"Jadi Myu-chan, apa kau akan berganti pakaian?"
"Tidak. Sebenarnya beberapa gadis dari partyku akan membeli equipment, jadi kami akan berganti equipment pada saat yang sama. Atau begitulah yang kami pikirkan untuk lakukan!"
"Aku mengerti. Kalau begitu, kalau kau memerlukan sesuatu, jangan ragu untuk datang."
"Terima kasih banyak!"
Dia kembali ke belakang toko dan aku dapat mendengar suara logam yang sedang dipukul palu. Sementara mendengarkan ritme konstan dari palu tersebut, aku meninggalkan Open Sesame.
·
"Hino-chan, apa kau menunggu?"
"Tidak juga, kali ini kau tepat waktu!"
"Grr, kau menyebalkan!"
"Ahahaha, maaf."
Setelah mengambil equipment dari toko Magi-san, aku menuju ke tempat yang kuputuskan untuk bertemu Luka-chan dan Hino-chan.
Hino-chan yang telah datang duluan menggodaku tentang keterlambatanku sebelumnya. Saat aku menggembungkan pipi, dia meminta maaf dengan ringan.
Aku tidak marah sejak awal, kami hanya sedang berakrab ria.
"Dan bagaimana dengan Luka-chan?"
"Barusan dia mengontakku dan berkata dia akan datang setelah melihat-lihat lapak."
"Aku penasaran apakah dia sedang mencari equipment?"
Akhir-akhir ini kami fokus pada memburu monster tertentu untuk mendapatkan uang, jadi tidak ada banyak dorongan semangat. Tapi berkat hal itu, kami telah mengumpulkan cukup uang untuk senjata atau armor mahal.
"Hino-chan, apakah kau membeli equipment?"
"Yup! Beberapa saat yang lalu aku mengambil equipment yang kuminta. Bagaimana denganmu, Myu-chan?"
"Sama."
Kami berdua memikirkan hal yang sama. Daripada memakai equipment di sini, lebih baik menunggu Luka-chan membeli equipment baru dan berganti equipment, mengejutkan dia.
Karena Hino-chan dan aku mengetahui penampilan satu sama lain di β, kami berkonsultasi tentang waktu untuk berganti equipment, menyiapkan sebuah kejutan.
"Myu-san, Hino-san. Halo."
Sementara kami bercakap-cakap, Luka-chan telah datang ke tempat pertemuan. Akan tetapi, ekspresinya cukup gelap, ada bayangan di wajahnya.
"Hei, Luka-chan. Ada apa? Ada yang terjadi?"
"T-tidak! Bukan apa-apa! Aku baik-baik saja?"
"Kalau kau mau, kami akan mendengarkan."
"A, uu… itu…"
Saat kami mengintip wajah Luka-chan, khawatir, dia bersemu merah sedikit karena malu dan menjelaskan alasan mengapa dia terlihat begitu berkecil hati.
"Um…ada senjata yang kuinginkan sejak lama. Ukurannya sama dengan one-handed sword yang kugunakan sekarang."
Menurut Luka-chan, stats senjata itu sedikit lebih tinggi dari yang berbahan iron, pedang dengan bonus ATK dan perbaikancritical hit yang sepertinya dihargai sangat murah.
Dia mengeluarkan uang yang dia punya untuk simpanan awal harga armor dan berpikir akan dapat membelinya begitu dia mengumpulkan sedikit lagi, tapi begitu dia ke lapak itu…
"Aku tidak dapat menemukan lapak itu di manapun."
"Ya ampun, tapi akan ada kesempatan lain."
"Aku telah mengalami pengalaman yang sama. Saat aku pergi untuk menawar harga, itemnya telah terjual dan lapak mereka tidak ada di situ seakan mereka telah pindah ke suatu tempat."
Luka-chan yang murung terlihat manis saat dia menurunkan alisnya, tapi untuk menyemangatinya, aku memberikan usulan.
"Kalau begitu hari ini, bagaimana kalau kita mencari equipment sementara untuk Luka-chan?"
"Equipment? Bagaimana caranya?"
"Kita akan mengincari secara acak senjata yang didapatkan dari peti harta dan monster. Kalau kita beruntung, kita akan mendapatkan equipment dan bahkan misalkan tidak mendapatkannya, kita bisa menjual equipment itu pada pengrajinSmithing untuk mendapatkan uang."
Juga, Magi-san akan sangat menghargai iron apapun yang dibawakan. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengalahkan musuh yang menjatuhkan iron equipment  untuk mendapatkan uang.
"Um, tolong jangan mengkhawatirkan aku. Tidak apa-apa mencari uang yang efisien seperti biasanya."
"Aku setuju dengan usulan Myu-chan. Aku juga punya simpanan awal untuk armor jadi aku ingin mengumpulkan uang secepat mungkin."
"Begitukah? Aku mengerti."
"Baiklah! Ayo ke dalam dungeon dengan Living Armor!"
"Yeaahh!"
"Y-yeahh."
Saat Hino-chan dan aku mengangkat tinju dengan sangat bersemangat, Luka-chan juga mengangkat tinjunya, meskipun malu-malu.
Kami menuju ke salah satu dungeon terdekat.
"Fisik sepenuhnya! Ayo bersenang-senang dengan salah satu monser tipe golem, Living Armor!"
"Tetap saja, aku tidak melihat musuh apapun."
"Aku penasaran apakah akan ada satu pun di sana."
Benar. Hanya ada satu Living Armor di lantai pertama. Terlebih lagi, itu baru saja muncul kembali. Itu bukannya kosong hanya terisi musuh, tapi juga terisi peti-peti harta di setiap lantai.
"Apa yang akan kita lakukan? Pergi melakukan quest?"
"Kau benar. Kalau ada seseorang yang memasukinya sebelum kita, sepertinya lebih baik untuk memberinya sedikit waktu."
"Ini adalah —— sebuah kompetisi! Sebuah pertempuran untuk menentukan siapa yang akan menjadi yang pertama untuk mendapatkan peti harta di bagian yang terdalam!"
"My-Myu-san!"
Kita tidak bisa begitu saja mundur tanpa hasil apapun! Juga, player yang membasmi semua monster di lantai satu dengan begitu cepat pastilah sangat terlatih. Aku ingin melihat wajah mereka.
"Perubahan rencana! Kita akan menembus rute terpendek untuk ke bagian yang terdalam!"
"Yah, ini adalah dungeon yang tidak begitu dalam, jadi ayo lakukan."
"Aku pergi duluan kalau begitu!"
Hino-chan mempertimbangkan kemampuan bergerak di dalam dungeon, meletakkan sledgehammernya di bahu dan bergegas maju.
Menyamainya, aku mengikuti bersama Luka-chan.
Karena Hino-chan dan aku pernah berada di dungeon ini bersama-sama saat versi β, kami mengingat rute terpendeknya.
Tidak lama kemudian, kami menemukan tangga ke lantai kedua. Begitu kami menuruninya, kami tidak melihat banyak musuh di dalamnya juga.
"Tidak ada satu pun di sini juga, kita akan ke lantai terdalam kalau begitu!"
"Myu-san, musuh apa yang ada di lantai terendah?!"
Luka-chan berlari di sampingku, menanyakan informasi mengenai lawan.
"Semuanya Living Armor! Hanya saja, senjatanya berubah dari bahan perunggu menjadi besi, sehingga kekuatan serangan mereka meningkat sedikit!"
"Selain dari itu, saat ada beberapa dari mereka di satu waktu, mereka akan bekerja sama satu sama lain."
"Ah, aku lupa soal itu!"
Saat Hino-chan menambahkan informasinya, aku teringat bagaimana aku terkepung oleh sekelompok Living Armor berbaju zirah dengan tombak. Saat itu mereka tersusun dalam cara yang tidak menguntungkan dan sulit untuk menembus celahnya. Aku dapat meloloskan diri menembus kepungan tersebut di saat-saat terakhir berkat sihir.
"Juga, gerakan mereka lambat namun akan mengejarmu tanpa henti. Yah, ada banyak hal. Ah, aku dapat melihat tangga menuju ke lantai terakhir!"
Kami berlari menyusuri lantai kedua dan tiba di tangga yang menuju ke lantai terbawah.
Di sisi lain tangga, kami melihat Living Armor memenuhi lorong.
"Bersiap untuk bertempur! Mereka ada banyak!"
Aku mengambil senjata yang kusiapkan dan menyayat Living Armor itu, berniat untuk membelahnya.
Hino-chan menghancurkan armor di kepalanya dengan sledgehammer. Kepalanya terhempas dan membentur dinding dungeon, mengeluarkan suara tumpul yang bergema di dalam dungeon.
Luka-chan memegang sebatang pedang pendek dan menghujamkannya ke sambungan armor. Sambil menahan konsumsi daya taha senjata, dia perlahan-lahan mencederai lawan.
"Myu-san! Ini sebenarnya apa?!"
"Mungkin seekor monster penunggu atau semacamnya?"
Sepertinya untuk beberapa alasan, monster-monster terpusat pada satu tempat. Kalau aku meninggalkan mereka begitu saja, mereka akan berpencar sehingga tidak efisien secara waktu. Sambil berpikir secara positif——
"Membuat kita tidak repot-repot untuk mencari lawan! Ayo sapu habis mereka dan tambahkan mereka pada EXP kita! —— Fifth Breaker!"
Aku menggunakan Art yang kudapatkan dengan cara yang dengan Luka-chan untuk menebas selorong penuh dengan Living Armor.
Lima serangan pedang berturut-turut itu mengusir satu Living Armor setiap serangannya, membuka jarak antara aku dan mereka.
"Kumpulkan mereka dan kirim mereka terbang!"
Di situlah Hino-chan tiba-tiba muncul mengayun rendah sledgehammernya dan mengumpulkan Living Armor terdekat, dia mengalahkan mereka.
"HAa, ini dia!"
Aku menembakkan sebuah peluru cahaya ke sisi penyerang garis depan mereka untuk menyerang satu individual yang mencoba menusukkan tombaknya, membuatnya membatalkan serangan.
Pada saat yang sama, ketika goresan-goresan telah bertambah memberikan cedera pada Hino-chan dan Luka-chan, aku menggunakan sihir penyembuh pada mereka.
Kalau Hino-chan dan aku tahu ini akan menjadi seperti ini, kami akan telah mengenakan equipment yang kami dapatkan sebelumnya dan membuatnya menjadi lebih mudah bagi kami sendiri. Sambil berpikir demikian, aku terus membasmi Living Armor di dekat tangga.
Setelah itu, karena Living Armor yang berkeliaran muncu dari sudut di sisi kiri, kami bertiga memfokuskan serangan kami untuk mengalahkannya.
"Hei, kubilang sebelumnya itu adalah seekor 'monster penunggu', sepertinya mereka meluap dari ruangan di sebelah kiri.
"Apakah itu berarti Living Armor telah berkumpul sebelah kiri?
Tepat seperti yang Hino-chan katakan, di sebelah kiri adalah sebuah ruangan yang besar dan kosong. Dan kalau seseorang langsung masuk ke bagian terdalam untuk mengambil peti harta, ada sebuah kemungkinan itu akan berubah menjadi seekor monster penunggu, tapi——
"Bagaimana kalau kita menunggu, dan kalau tidak ada apa-apa yang keluar, kita tinggal pergi saja untuk mengambil petinya?"
"Kalau ada player di sana, ada kemungkinan mereka berada di dalam kesulitan."
Mendengar perkataan Luka-chan, "baik" Hino-chan menjawab dengan seulas senyuman dan memasuki lorong di sebelah kiri.
Kami bertiga bekerja sama dengan cepat untuk mengatasi Living Armor dalam kumpulan yang kurang padat dibanding dengan yang sebelumnya. Dan, saat kami mendekati ruangan besar tersebut, kami mendengar suara tebasan-tebasan pedang.
"Ada seseorang di sini ternyata. Apakah kita akan mempercepat langkah kita sedikit?"
"Setuju! Aku akan membuka jalan, jadi ayo bergegas semuanya!"
Hino-chan mengayunkan palu ke kanan dan ke kiri, menghempaskan Living Armor yang menutupi jalan ke pinggir. Untuk menghentikan mereka mengejar kami, Luka-chan mengiris bagian kaki dari Living Armor itu, menghancurkan bagian tertentu. Di sisi lain, aku menembakkan peluru-peluru cahaya dari belakang mereka berdua.
"Aku bisa melihatnya!"
Saat kami memasuki ruangan luas tersebut, tempat itu dipenuhi dengan Living Armor. Bukan hal yang berlebihan untuk mengatakan bahwa semua musuh di lapisan terbawah berada di dalamnya. Dan, di bagian belakang, ada seorang player yang mengenakan sehelai mantel dan melawan balik dengan punggung yang menghadap ke sudut dungeon.
"Kita akan membantu orang itu!"
Luka-chan dan Hino-chan mengincar Living Armor yang si player dengan punggung menghadap ke dinding tidak hadapi dan mengalahkan mereka satu persatu.
Sambil menghindari penalti serangan gabungan yang kau dapat saat menyerang monster party lain, kami membakar monster penunggu ini.
Aku menggunakan tembakan cepat peluru cahaya untuk menyerang Living Armor yang kedua temanku tidak dapat capai.
"——Light Shot!"
Dan, kami mendekati player yang terbungkus mantel itu.
Player itu terdorong ke pojok ruangan, tapi terus menghindar nyaris mengenai serangan dengan gerakan yang minimal. Karena senjata player itu adalah sebilah belati pendek, dia tidak dapat menyerang balik.
Melihat HP player itu yang perlahan berkurang, aku menggunakan sihir penyembuhan.
"Tunggu sedikit lagi dengan ini! —— Heal!"
"…‼"
Saat aku melancarkan mantera penyembuhan pada player bermantel tersebut yang tidak berada di dalam party, player itu menebas Living Armordi depan matanya.
Terkejut dengan tindakanku, player dengan tudung rendah menutupi matanya mencoba mengatakan sesuatu, tapi sepertinya dia menyerah untuk melakukannya.
"HAa——Shock Impact! Ah‼ Hancur. Walau begitu!"
Luka-chan mengenai Living Armor di depannya dengan senjata. Living Armor itu jatuh ke belakang karena serangan tersebut, tapi daya tahan dari senjata yang dibeli di NPC telah melampaui batasnya dan hancur.
"Kalau aku tidak punya senjata, aku hanya perlu mengambil senjata lawan dan menggunakannya! HAa!"
Dia mengeluarkan pedang terbesar dari yang dijatuhkan Living Armor dan menemukan jalannya dari dalam inventory dan memegang benda tersebut dengan kedua tangannya.
"Ohh?! Sebuah senjata tipe power! Aku juga tidak akan kalah! Impact, Giant Swing!"
Hino-chan yang mengayunkan sledgehammer sebelumnya, kini memegangnya dengan tangan kanan dan sebatang tombak di tangan kirinya, kemudian berputar seperti gasing.
Sledgehammer itu berputar dengan kekuatan penuh itu mempenyokkan armor Living Armor dan tombak panjangnya membabat habis musuh.
Tidak lama kemudian, jumlah Living Armor telah berkurang sampai setengahnya dibanding dengan saat mereka pertama kali memasuki ruangan ini.
Dan karena jarak di antara Living Armor itu terbuka, player bermantel itu mulai bergerak.
"OHH?! Cepatnya!"
Mantelnya berkibar dan player itu bergegas ke antara Living Armor, menyerang mereka sambil lewat. Terlebih lagi, serangan-serangannya diarahkan pada sambungan dan kait, menghancurkan bagian-bagian armor monster. Dari waktu ke waktu, player itu menghujam musuh dengan memberikan serangan kritikal dan mengalahkan para Living Armor.
"Kita bisa menyerahkan setengah dari monster padanya! Ayo bereskan sisa setengah dari musuh!"
"Bai…?‼ ——Myu-chan, menghindar!"
"He?"
Saat aku berbalik menanggapi suara Hino-chan, sebuah kapak telah dilemparkan padaku dari depan.
Sesosok Living Armor yang sebelah lengannya terpotong, mengambil dan melemparkannya padaku.
Aku segera mencoba untuk menangkisnya dengan pedang, tapi kusadari bahwa aku tidak dapat menghindari kapak yang datang itu dan hanya dapat berharap bahwa serangannya tidak kritikal.
"……?‼"

Pada saat itulah, sebuah belati berayun tepat di depanku. Sosok bermantel itu menerima serangan kapak tersebut. Akan tetapi, karena perbedaan berat senjata, dia tidak dapat menangkisnya dan mengenai pundak player tersebut dalam-dalam.
Karena pertahanan player itu lemah sejak awal, dia kehilangan sebagian besar HP-nya dan terjatuh berlutut.
"Kau menerima serangan untukku?! ——Heal!"
Aku menggunakan sihir penyembuhan dengan tergesa-gesa. Akan tetapi, sebuah mantera Heal tidak cukup untuk sepenuhnya menyembuhkannya dan menunggu waktu jeda skillnya terasa membuat frustrasi.
"Pada saat seperti ini, obat!"
Aku menggunakan obat yang kubeli sebelum datang ke dungeon ini, memercikkannya ke atas player bermantel itu.
Dengan sebuah sihir penyembuhan dan satu obat, aku menyembuhkannya sepenuhnya.
Saat aku menyembuhkannya, Luka-chan mengalahkan Living Armor yang melemparkan kapak tersebut dan Hino-chan memberikan serangan terakhir pada musuh yang tersisa.
"Kau tidak apa-apa?"
"……, ah."
Mulut yang terlihat dari bawah tudung itu bergerak sedikit, tapi segera kemudian bibir orang itu terkatup rapat, dan mengangguk sebagai gantinya.
Player bermantel itu menghadap ke bawah  lalu menjauh dariku dan pergi untuk menyingkirkan Living Armor yang tersisa.
Karena serangan kapak yang dia terima menggantikanku itu telah merobek bagian bahu mantelnya, aku dapat melihat equipment di dalamnya.
Dan setelah beberapa saat, kami dapat mengalahkan semua Living Armor  yang berkumpul di ruangan itu.
"Ini berbeda dari rencana awal, tapi item drop dari Living Armor, dapat!"
"Uhee. Ada item drop tombak, tapi sledgehammer ini sudah tamat. Kali berikutnya, aku akan menggunakan palu besarku yang biasa."
Hino-chan menjauhkan sledgehammer yang mulai berbunyi gemerincing. Dan, Luka-chan melakukan praktek mengayun dengan pedang besar itu dalam kesunyian. Saat dia menyadari tatapanku, dia jadi sedikit panik.
"Ada apa, Luka-chan?"
"Eh?! Ah, tak kusangka ternyata aku terbiasa dengan pedang besar ini sebagi ganti yang rusak sebelumnya, dan…"
Sambil berkata begitu, dia mengganti pedang yang rusak di pinggangnya dengan sebuah pedang pendek dan menyimpan pedang besar itu di dalam inventorynya.
"Apakah benar-benar terasa terbiasa?"
"Sebenarnya, aku merasa kalau lebih kecil sedikit maka akan lebih mudah diatur. Di dalam lorong-lorong dungeon ini, pedang tersebut tidak dapat digunakan dengan baik, jadi aku akan menggunakan yang ini sebagai gantinya."
Dia berkata demikian dan mengelus pedang pendek di pinggangnya.
"Kalau begitu, senjata yang dapat digunakan baik dengan kedua tangan maupun satu tangan?"
Karena Luka-chan dapat dengan terampil menggunakan pedang dengan kedua cara tersebut, aku mencari-cari di item dropku senjata berlebih yang sesuai dengan deskripsi tersebut dan dapat menemukan satu.

Knight Sword Two-Handed / One-Handed Sword
ATK+10 DEF+4 Efek Tambahan: DEF+3

Ini item drop yang tidak terlalu bagus, tapi juga tidak buruk. Status pedangnya memiliki efek tambahan yang tidak biasa untuk sebuah item drop, tapi karena hanya sedikit menaikkan pertahanan, evaluasinya sebagai equipment lebih rendah.
Kalau efeknya ATK+3, evaluasinya akan sedikit lebih tinggi. Akan tetapi, untuk seorang player yang tidak punya uang untuk equipment, ini memiliki performa yang cukup sebagai equipment penghubung.
"Luka-chan, coba pegang ini."
"Ini, sedikit lebih kecil daripada pedang besar."
Dia memposisikan pedang yang diterimanya dariku dengan kedua tangan, mempraktekkan ayunan, kemudian mengayunkannya dengan satu tangan, memastikan bagaimana rasanya dengan tangannya.
"Dibandingkan dengan yang kulihat di lapak, stats-nya lebih rendah tapi…mudah untuk dipakai."
Kali berikutnya, aku akan mencari senjata berdasarkan yang satu ini, katanya dan menyimpan Knight Sword di dalam inventorynya.
Luka-chan sedikit senang karena mendapat equipment pengganti, di sisi lain Hino-chan mencari-cari di dalam inventorynya sebuah tombak pengganti, tapi tidak dapat menemukannya. Dia menggembungkan pipinya.
Sementara itu, si player bermantel itu mencoba untuk meninggalkan ruangan besar ini. Aku memanggil untuk menghentikannya.
"Tunggu!"
"……?‼"
Terkejut karena panggilanku, bahu player itu mengejang. Orang pendiam itu tidak menunjukkan wajah aslinya, hanya berbalik ke arahku.
"Um… terima kasih telah menolongku!"
Setelah aku berkata begitu, player  tersebut membungkuk dan meninggalkan ruangan.
"Orang yang aneh, ya."
"Kau benar. Dan kita tidak dapat berbicara dengan seharusnya juga."
Hino-chan berkata, Luka-chan mengangguk setuju dan menyaksikan si player bermantel itu menghilang di kegelapan lorong.
Jika dia adalah seorang player tipe pendiam atau role-playing, kita sebaiknya tidak memaksanya untuk berbicara.
Secara kebetulan kami menolong orang tersebut, mungkin ikatan kami dengan player tersebut di dunia OSO ini hanyalah kejadian ini.
"Sekarang! Karena kita telah sampai ke bagian terdalam, kita harus mendapatkan sejumlah uang dari dalam peti harta!"
Aku dengan jelas menekankan tujuan awal kami dan menuju ke bagian belakang dungeon.
"Ah, aaaAAAAAHHHH——! H-hartanyaaa!"
"Tidak ada, tidak ada di sini! Tidak ada apapun di dalam sini!"
"Um…mungkin orang yang barusan sudah mendahului kita."
Luka-chan menyunggingkan senyum kebingungan. "Mau bagaimana lagi", Hino-chan menyerah.
Itu benar. Dalam game ini, pada satu waktu kau bekerjasama dengan yang lainnya, dan pada waktu yang lain kau berkompetisi dengan mereka.
Kali ini kami bekerja sama menyingkirkan monster penunggu, tapi pada dasarnya kami adalah saingan yang mencari peti harta.
"Apa yang kita lakukan, Myu-chan? Pergi berkeliling mengalahkan Living Armor di lantai bawah sampai hartanya muncul kembali?"
"Uu, uuu…mau bagaimana lagi. Ayo kembali."
Hino-chan memanggilku yang sedang murung. Karena waktu kemunculan kembali peti harta lebih panjang daripada monster, aku menyerah untuk kali ini.
"Myu-san, tidak apa-apa. Sebenarnya aku sudah mengumpulkan cukup uang untuk membeli armor."
"Tapi, ini tetap saja membuat frustrasi!"
Memancarkan rasa enggan, aku meninggalkan dungeon kecil ini bersama dengan yang lainnya.
Setelah kembali dari dungeon, kami mampir di toko Magi-san, Open Sesame, dan menjual equipment yang dijatuhkan Living Armor.
Kelihatannya saat ini Magi-san sedang bekerja di bengkelnya, jadi seorang NPC pria membeli equipment itu dari kami menggantikannya.
Sementara NPC itu mengatur pembeliannya, kami melihat-lihat equipment yang menghiasi toko. Saat itulah Luka-chan melihat satu one-handed sword di antara produk-produk tersebut.
"Uuh, ini dia one-handed sword yang kulihat di lapak waktu itu! Aku menginginkannya."
"Uangmu untuk membeli armor akan habis, 'kan?"
Grr, Luka-chan kebingungan sendiri karena hal itu dengan menaikkan alisnya. Pada akhirnya dia menyerah dan mengembalikan pedang ke tempatnya.
Tapi, aku ingin memiliki senjata yang dibuat untukku bagaimanapun caranya, sebuah gumaman mencapai telingaku.
Kali berikutnya, ayo mencoba berkonsultasi dengan Magi-san mengenai Luka-chan, aku mengingat-ingat dalam hati.
·
"Oke, ini dia! Toko yang menjual armor!"
Ta-dah! Bersama dengan Hino-chan, kami membentangkan lengan. Di depan sebuah tempat yang kami tunjukkan pada Luka-chan, ada sebuah toko.
Meskipun itu terlihat seperti sebuah toko yang normal, saat kami berdiri di pintu masuknya, ukuran tokonya di bagian dalam melampaui bayangan orang.
Di bagian belakang, tempat itu dihiasi dengan tipe armor yang membuat gerah, tapi ada juga yang lainnya dan senjata pula. Walau begitu, pada dasarnya ini adalah toko yang mengkhususkan pada armor.
"Um…toko jenis apa ini?"
"Seperti yang kau lihat, ini adalah toko yang mengumpulkan armor dan menjualnya menggantikan para pengrajin!"
Karena Hino-chan menjelaskannya dengan kurang jelas, aku menjawabnya dengan lebih rinci.
"Para pengrajin membuat dan menjual equipment, 'kan? Tempat di mana mereka melakukannya adalah di lapak jalanan atau di toko mereka sendiri jika mereka memilikinya, tapi orang-orang yang berpikir itu menyusahkan untuk mempekerjakan NPC dan mengatur toko atau lapak, menaruhnya di sini untuk dijual sebagai ganti berbagi keuntungan."
Untuk menjelaskannya dengan lebih sederhana, ini adalah toko armor yang menjual equipment secara titipan.
"Ayo temukan armor yang disukai Luka-chan dan membelinya. Setelah itu, minta si pengrajin untuk memperkenalkan grading-up (peningkatan; upgrade) equipment!"
Dengan begitu, maaf menggangguu, saat kami memasuki toko, seorang penjaga toko menyapa kami.
"Wah, selamat datang. Manis sekali tamu yang datang ini."
"M-M-Myu-san! O-orang ini… ?!"
Orang yang menyambut kami adalah si pemilik toko.
Raut wajah yang dalam dan model potongan rambut lelaki. Sudut-sudut mata yang lesu…
"Apa ini? Ada apa dengan orang ini? Lengannya begitu tebal dan berotot, dia terlihat setangguh batu!"
"Wah, tidak sopan. Walau bagaimanapun, aku ini dicintai semua orang."
"Ahahaha, bukan lebih tepat semua orang takut padamu?"
Saat Hino-chan menanggapi dengan senyuman, "Ya ampun, parahnya", responnya. Dia adalah seorang wanita bergaya kakak perempuan bertubuh tinggi. Orang-orang awalnya takut padanya, tapi dia adalah orang dengan karakter yang bagus.
"Meskipun dia terlihat seperti ini, dia adalah seorang player veteran dari era β, Kitty-san."
"Juga dikenal sebagai Kitei-san (鬼体). Itu adalah sebuah julukkan yang didapatnya karena menangkap seekor goblin dengan tangan kosong dan memutar-mutarnya."
"Nyaaw. Jangan mengungkit cerita lama. Saat ini aku hanya menguasai tekhnik untuk membuat bocah nakal patuh."
Saat Kitty-san menggeliat-geliut di tempat, wajah Luka-chan mengejang.
Kitty-san di dunia nyata adalah seorang onee-style, tapi untuk tidak dinilai berdasarkan gendernya, dia dengan sengaja menambahkan kemaskulinan pada tubuhnya.
Umumnya itu akan menjadi sesuatu yang membuat kecewa, tapi karakter yang dia buat terlihat menarik seperti seorang karakter cerita, jadi dia sendiri menilainya secara positif.
Ngomong-ngomong, bagi para player yang kadang-kadang mengolok-oloknya sebagai onee-style, dia mengejar mereka sampai ke ujung bumi, memanggil mereka dengan suara kasar dan bagi mereka, dia menjadi persamaan kata "takut". Saat ini, mereka semua menjadi gentleman yang tidak melakukan pelecehan seksual.
"Kitty-san adalah orang yang sangat baik. Dia mengambil inisiatif mengumpulkan informasi mengenai item dan monster, membantu yang lainnya."
"Dia adalah orang yang hebat yang menengahi partyku saat ada masalah!"
Kami menggambarkan orang seperti apa Kitty-san itu, tapi karena syok sejak awalnya terlalu kuat, wajah Luka-chan masih kram dan kejang.
"Hari ini kalian datang untuk membeli equipment gadis ini, 'kan? Pilihlah."
" " Terima kasih banyak!" "
"Kalian berdua tidak akan membeli yang lain?"
"Tidak, kami sudah membeli yang untuk kami."
"Apa tidak masalah kami mencoba-cobaequipment lain di sini?"
Meskipun kami bukannya tidak merasa puas dengan equipment utama kami, sebagai gadis kami ingin menikmati mengenakan equipment berbeda sebagai fashion. Karena itulah, kami ingin dapat secara bebas memakai berbagai armor.
"Kalau begitu, bersenang-senanglah sesuka kalian. Sudah sifat alamiah para gadis untuk berdandan."
Kitty-san berkedip dan kembali ke bagian belakang toko.
"Um, benar-benar orang yang tangguh."
Seakan lelah atas kontak singkat tersebut, Luka-chan menghela nafas panjang.
"Kalau begitu, ayo mencari equipment yang akan Luka-chan sukai di belakang!"
"Oh iya, aku lupa."
Karena begitu syok, dia melupakan tujuan awalnya, jadi Hino-chan dan aku memandunya ke belakang.
"Cobalah armor-armor di sini dan pilihlah yang kau suka."
Di depan tempat yang kami antarkan, ada banyak armor yang berbaris. Armor seluruh badan itu hanyalah sebagian dari equipment yang dibuat para pengrajin, ada juga banyak equipment lelucon dan cosplay yang dibuat dengan segenap kekuatan.
"Aku mengerti. Tapi sebelumnya, aku harus melepaskan equipment ini, 'kan."
Luka-chan berkata demikian dan mengoperasikan menu, melepaskan armor dari bahan kulitnya, dan karena itulah kami dapat melihat ukuran tubuhnya juga.
"H-huwaa…"
"Bahkan lebih besar daripada yang kubayangkan."
Dadanya lebih besar daripada yang Hino dan aku pikirkan. Malahan, cukup besar untuk membuatku berpikir bahwa mungkin menyakitkan mengenakan armor berbahan kulit yang menekannya.
Diam-diam, aku menaruh tangan di dadaku sendiri. Yup, aku masih dalam tahap pertumbuhan, jadi masih ada harapan… mungkin. Tidak sebesar milik Sei-oneechan, tapi aku ingin tumbuh sedikit lagi!
"Myu-san, Hino-san, bagaimana kalau kalian mencoba memilih armor yang kelihatannya bagus?"
"Baik. Ayo, Myu-chan."
Hino-chan tidak terlihat mengkhawatirkan dadanya, tapi aku sedikit cemas. Tidak mengetahui apa yang kurasakan, bersama dengan Luka-chan kami mulai mencari equipment yang sesuai.
Dan, kami telah memilih armor-armor yang memiliki desain yang sepertinya akan cocok untuk kami atau Luka-chan.
"Luka-chan, apa warna favoritmu?"
"Warna favorit? Kurasa warna merah."
Tangan Luka-chan berhenti mencari dan berbalik menghadap Hino-chan, berpikir serius tentang pertanyaan itu. Melihatnya tanpa pertahanan dari belakang, niat nakal muncul dalam pikiranku dan aku perlahan-lahan mendekatinya diam-diam dari belakang.
"Jadi, sejenis armor ksatria pada akhirnya?"
"Kurasa begitu. Thyaaa——?!"
"Ohhh! Seperti yang kuduga, bentuk yang hebat!"
"Nhh?! Myu-san, apa yang kau lakukan?"
Meskipun Luka-chan meliukkan badannya sekuat tenaga sambil bersemu merah, aku memeluknya dari belakang, memeriksa dadanya sehingga dia tidak benar-benar dapat menjauh.
"Bukan, um, kontak fisik? Ini adalah dada yang bagus."
Aku sangat iri. Saat aku berpikir demikian, tanganku ditepiskan. Ah, aku ingin menikmatinya sedikit lebih lama lagi.
"Kenapa kau terlihat sangat kecewa! Juga Hino-san, tolong bantu aku nantinya!"
"Tidak, aku dapat sedikit mengerti perasaan Myu-chan. Maksudku, kami seperti ini."
Hino-chan dan aku melihat dada kami. Ada tonjolan, tapi hanya kecil.
"Dengan dada kami, equipment yang terlihat dewasa tidak cocok dengan kami, jadi kami sangat mengidamkannya, kau tahu."
"Tepat. Aku sering dibilang aku ini seperti anak-anak."
Saat kami berdua menghela nafas berat, Luka-chan sangat kebingungan. Seperti yang kuduga, mengenakan berbagai macam hal itu menyenangkan.
Lalu, kami mencari-cari armor yang akan sesuai dengan Luka-chan, tapi——
"Hmm. Aku sama sekali tidak bisa memutuskan."
"Akan tetapi, kita baru mencari-cari dari beberapa armor."
Meskipun dia mencobanya dengan serius, Luka-chan tidak dapat memutuskan pilihannya. Dia buruk dalam hal seperti ini, jadi mungkin lebih baik menyerahkannya pada penilaian Kitty-san. Saat aku berpikir begitu, aku melihat Kitty-san berbicara dengan seseorang di pintu masuk toko.
"Kau manis, jadi kenapa tidak kau lepaskan mantel itu dan mengenakan beberapa pakaian yang terlihat manis?"
"?‼… Mustahil."
Suara parau itu kedengarannya suara seorang gadis. Itu sangat manis jadi aku tertarik dan mengarah ke tempatnya.
"Kau sebaiknya lebih percaya diri."
"…aku, tidak manis."
Saat aku mengintip player yang menunduk itu, aku melihatnya terbungkus mantel yang menutupi seluruh tubuhnya. Dan, sebuah irisan diagonal di bahunya terlihat akrab untukku.
"A-Aahhhhhhh! Orang dari dungeon!"
"……?‼"
Dia sangat tersentak dan menjadi kaku, karena itu, tudung yang dia kenakan menggelincir jatuh dan wajahnya terlihat. Itu adalah seorang gadis yang menyembunyikan matanya di balik poni rambut ungunya. Matanya jernihnya yang tersembunyi, memberi kesan warna lautan jernih yang indah.
"Ke, kenalan Myu-chan?"
"Barusan, dia menyelamatkanku di dalam dungeon."
Saat aku menjelaskanya, "Oh, begitukah. Dunia memang sempit, ya", Kitty-san meletakkan tangan di pipinya dan bergumam.
Luka-chan dan Hino-chan yang datang untuk melihat, mengenali solo player dari dungeon itu dan terkejut.
"Gadis ini, dia punya kebiasaan memilih kata-katanya dengan sangat hati-hati, jadi dia kesulitan untuk mengajak orang membentuk party."
Ayolah, perkenalkan dirimu. Punggung gadis ini didorong dan dia mengambil satu langkah ke depan, kemudian bersemu merah karena malu, dia memperkenalkan dirinya.
"…senang bertemu kalian, aku Toutobi."
"Aku Myu!"
"Lucato."
"Aku Hino, senang berkenalan juga!"
Meskipun malu-malu, Toutobi-chan memperkenalkan dirinya tanpa tergagap-gagap.
"Wah, sepertinya kau tidak apa-apa dengan Myu-chan dan yang lainnya. Kalau begitu, untuk latihan bersosialisasi, pergilah untuk memilih beberapa armor."
"…eh, itu berarti…"
Toutobi-chan panik mendengar usulan Kitty-san, tapi aku menyambar lengannya dengan kedua tanganku tanpa mempedulikan itu.
"Kalau begitu, ayo memilih! Ayo pergi ke belakang!"
"…eh, ah, eeh?"
Aku menarik tangan Toutobi, kembali pada yang lainnya.
"Baiklah, armor seperti apa yang kau suka? Kau berencana untuk membeli armor berat atau ringan?"
"…eh, aa."
"Myu-chan, tenanglah."
Menyela pertanyaan beruntunku, Hino-chan menghentikannya.
"Lihat, Toutobi-san kebingungan. Tanyakan pertanyaannya satu persatu."
"Ahahaha, maaf."
"…tidak."
Berkat Hino-chan dan Luka-chan menghentikanku, Toutobi-chan menghela nafas lega dan menyunggingkan senyum getir.
"Baiklah kalau begitu——oh ya, kalau kau tidak melepaskan mantel itu, kami tidak akan dapat memilih."
Gaya bermain player adalah hal yang penting, tapi equipment yang pas juga tergantung pada tipe tubuh.
"…haruskah aku melepaskannya?"
Meskipun dia malu, menanggapi tatapan kami, dia menciut. Tidak dapat menahannya lebih lama lagi, dengan tenang dia melepaskan mantelnya——
"Seperti yang kuduga. Jauh lebih besar daripada aku."
"Aku kalah, lagi."
Dadanya yang semula tersembunyi oleh mantel, berukuran sama seperti Luka-chan.
"Grr, aku iri."
"…um, maaf."
"Membual, ya?! Argh, akan kusentuh!"
"……?‼"
Saat aku menjulurkan tangan pada dadanya dari arah depan, Toutobi-chan secara refleks menepis tanganku menjauh. Sekalipun aku menyatakannya keras-keras, dia dengan sempurna merespon pada serangan kejutanku.
Aku tidak ingin kalah, jadi aku menyerang secara penuh, tapi tanganku terus-terusan ditepis.
Saat aku melihatnya dari depan, aku dapat melihat matanya menyipit. Tidak ada setitik pun rasa malu yang terlihat di sana. Sekan tombol bertarungnya telah ditekan.
(Aku mengerti. Jadi dia tipe yang berubah saat bertempur.)
Sambil menilainya di dalam kepalaku, aku tidak boleh kalah, pikirku kemudian melakukan langkah improvisasi sekaligus menambahkan gerakan pura-pura, semakin meningkatkan intensitas seranganku.
Mungkin ini adalah efek buruk dari bermain solo, dia tidak memiliki skill PVP apapun dan tidak butuh waktu lama aku dapat menyambarnya dari depan.
"Ohhh?! Mungkin satu ukuran lebih besar daripada punya Luka-chan— "Apa yang kau lakukan!" "
Aku menyentuhnya hanya untuk beberapa detik, tapi Luka-chan segera menarikku mundur.
"Myu-san, itu terlalu tiba-tiba dan kau mengejutkan Toutobi-san!"
"Apa kau baik-baik saja? Ayolah, Myu-chan, kau terlalu bebas."
Luka-chan dan Hino-chan menjadi marah. Maaf, aku meminta maaf tapi Luka-chan masih menatapku lekat-lekat.Maaf, aku tidak akan melakukannya lagi tanpa izin.
"Kalau begitu, sebagai permintaan maaf, mau menyentuh dadaku? Luka-chan juga dapat menyentuhnya."
"Bagaimana bisa kau memikirkan i——"…kalau begitu, permisi."——hei, Toutobi-san, kau menyentuhnya?!"
Untuk sesaat, ekspresi Luka-chan berubah dari tertarik menjadi yang lain lagi. Di sisi lain, Toutobi dengan lembut menyentuh dadaku sebagai pembalasan.
"…dada yang sedang-sedang saja, ya."
"Uuu, aku dalam masa pertumbuhan! Nantinya akan lebih besar!"
"…entah kenapa, ini terasa seperti percakapan antar teman, rasanya menyenangkan."
"Apa yang kau katakan? Tobi-chan dan aku sudah menjadi teman."
Menanggapi perkataanku, Tobi-chan berekspresi tercengang dan memikirkan maksudnya.
Dan, dia merespon dengan sebuah pertanyaan.
"…Tobi-chan?"
"Yup! Toutobi, jadi Tobi-chan. Juga, Lucato, menjadi Luka-chan!"
Mungkinkah Tobi-chan tidak menyukainya? Aku memiringkan kepalaku dan melihatnya, tapi ekspresinya yang tadinya kaku jadi mengendur dan mulutnya melengkung ke atas dengan senang.
"…aku senang. Ini pertama kalinya aku mendapat nama panggilan."
Dia menyunggingkan senyuman lembut, membuatku tanpa sadar memeluknya.
"Tobi-chan, kau manis sekali! Sebuah senyuman jelas jauh lebih cocok untukmu!"
"…tidak mungkin, aku, tidak manis."
Mungkin tidak biasa disebut manis, Tobi-chan menjadi panik. Kalau begitu, kami perlu memilihkan equipment yang akan membuat semua orang berpikir dia itu manis!
"Luka-chan! Hino-chan! Ayo cari armor yang cocok dengan Tobi-chan! Dan juga, sebagai hasil dari pemilihan penampilan-dewasa Luka-chan dan Tobi-chan——"
"Ap?! Equipmentapa ini?!"
"…uu, sangat memalukan."
*bshh*, saat Hino-chan membentangkan equipment pilihan di depan mereka, Luka-chan dan Tobi-chan bersemu merah.
Armor yang diperlihatkan pada Luka-chan adalah semacam armor bikini.
Diwarnai merah, itu hanya menutupi bagian terpenting seorang gadis, namun memperlihatkan yang lainnya, gaya seorang wanita pendekar-pedang.
Dan, armor yang diberikan pada Tobi-chan adalah setelah gadis kelinci hitam. Dalam satu set tersebut ada fishnet stocking, bando telinga kelinci dan dasi kupu-kupu, semuanya dalam model playboy.
Keduanya memiliki tingkat keterbukaan yang tinggi dan berada pada level item lelucon.
"Equipment semacam itu terlalu memalukan untuk kupakai!"
"Kalau begitu, sehelai jubah untuk menutupinya."
"Itu malah membuatnya semakin erotis, 'kan! Tobi-chan!"
"Kubilang, aku tidak akan memakainya!"
Dalam semangat tinggi, aku mencoba untuk menambahkan jubah hitam pada armor bikini yang kuambil itu, tapi sebuah penolakan kuat muncul dari Luka-chan.
Tobi-chan merasa malu karena armor yang diperlihatkan padanya, tapi tatapannya terpaku padanya.
Tetap saja, equipment ini adalah kenangan dari seseorang yang pernah menggunakannya di sebuah game RPG naga tertentu, jadi aku juga merasa ingin memilih salah satu untuk mengepaskannya.
"Kalau Luka-chan memakai itu, kurasa aku akan mengambil ini dan ini?"
Aku mengambil dua jenis equipment dan mengangkatnya di depanku.
Yang satu adalah equipment protagonis. Sebuah hiasan kepala dengan permata biru, celana panjang ketat kuning dan gaun one-piece biru. Gaya pahlawan dengan sebilah pedang dan perisai.
Yang lain adalah jubah dengan pola warna biru dan kuning dengan pakaian ketat seluruh tubuh berwarna jingga dan sebuah topi dengan bordiran bentuk salib itu adalah equipment gaya seorang pendeta.
"Ohhh! Pesta cosplay?! Kalau begitu aku akan mengambil ini!"

Setelah berkata begitu, Hino-chan memakai equipment seorang ahli beladiri. Sehelai dougi berwarna hijau dengan bordiran kata "naga". Meskipun itu mirip dengan jubah pendeta, sebagai gantinya adalah secarik kain sebagai sabuknya.
"Ini menyenangkan!"
"Aku tidak mau melakukannya! Aku akan malu melakukannya sendiri!"
Luka-chan benar-benar menolaknya dan menggembungkan pipi saat mengembalikan armor bikini ke tempatnya semula, kemudian mulai mencari equipment pilihannya.
Tobi-chan bergegas menaruh armor gadis kelinci yang menjadi perhatiannya dan mulai mencari armor untuk dirinya sendiri.
"Aku bermain-main terlalu banyak, maaf."
"Hmph, dasar kau ini…"
Saat Luka-chan marah dengan manisnya, aku sekali lagi meminta maaf, dan sambil meminta maaf kali ini, aku mulai dengan benar mencari equipment untuk mereka berdua.
Untuk Luka-chan, sebuah armor tipe warrior berwarna merah. Untuk Tobi-chan, warna gelap hampir hitam akan cocok dengannya. Aku mengambil satu demi satu armor di tanganku, tapi entah kenapa aku tidak dapat menemukan yang sesuai dengan image mereka.
Di sisi lain, baik Luka-chan dan Tobi-chan mengambil amor di tangan mereka dan mengangkatnya tinggi.
"Ini, akan cocok untuk Tobi-san."
"…dan untuk Lucato, yang ini akan bagus."
Armor yang Luka-chan angkat adalah salah satu pakaian assassin gaya barat. Itu adalah equipment pas tubuh baik bagian atas maupun bawahnya dan dengan sebuah syal berwarna merah menyala. Itu adalah pakaian tanpa lengan yang sedikit berani terbuka.
Armor yang Tobi-chan tunjukkan, ada sebuah armor ringan berwarna merah dan hitam. Lempeng pelindung dadanya melindungi dada dan desainnya menekankan pada bentuk buah dada.
Keduanya bukanlah equipment lelucon ataupun cosplay, tapi keduanya sama-sama sedikit nakal.
"Bagus! Cobalah itu, kalian berdua!"
"Aku ingin melihat seperti apa kalian berdua dalam pakaian itu."
"Yah, aku tidak keberatan untuk mencobanya, apa akan cocok denganku?"
"…ini sedikit memalukan dilihat seperti ini, ayo ke kamar ganti."
Mereka berdua berganti equipment dengan yang mereka pegang dan memasuki ruang ganti.
Mungkin saat mereka memastikan penampilan di cermin ruang ganti, kami dapat mendengar sedikit suara malu.
"Luka-chan, Tobi-chan, sudah selesai?"
"Sedikit lagi, untuk mempersiapkan hatiku…"
"Tidak menunggu!"
Hino-chan dan aku membuka tirai ruang ganti.
Di dalam, ada Luka-chan dan Tobi-chan yang memperlihatkan tubuh mereka yang putih.
Meskipun Luka-chan berkata dia perlu waktu untuk mempersiapkan dirinya, dia memiliki gaya yang bagus dan pas dengannya. Bermartabat dan mengkhawatirkan tentang rok pendeknya saat sedang dalam posisi berdiri, dia menunjukkan dirinya pada kami.
"Um, bagaimana?"
"Itu super cocok untukmu! Seakan, seperti kau akan berkata — "Pasukan, serang!" — atau semacamnya!"
"Ah, aku ingin mencoba itu."
Sekali lagi, Luka-chan memastikan penampilannya di cermin, tapi melihat kaki dan lengannya yang terbuka, dia membuat ekspresi menyesal.
"Mungkin sebaiknya aku memesan armor tambahan untuk lengan dan kaki dari pengrajin yang sama."
Luka-chan tersenyum sedikit malu.
Di sisi lain, Tobi-chan meringkuk di sudut ruang ganti yang kecil.
"Ayolah, Tobi-chan, berdiri, berdiri."
Begitu Hino-chan dan aku membatu Toutobi-chan berdiri, dia menghadap ke Luka-chan.
"Itu manis sekali. Aku terkejut, itu terlihat hebat padamu."

"…Lucato juga, kau cantik."
Tobi-chan menatap ke bawah dengan malu-malu.
Bersama dengan Luka-chan, mereka sepertinya menyukai equipment tersebut.
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita ganti equipment juga?"
"Kau benar. Itu membuatku ingin mengganti equipmentku juga."
Hino-chan dan aku berganti equipment di tempat itu juga.
Aku berganti dari armor kulit yang kugunakan selama ini ke armor putih keperakan yang dibuatkan Magi-san.
Hino-chan mengenakan sebuah jaket kulit, pelindung dada dan sebuah tiara biru. Selain itu, dia mengenakan pelindung tangan yang ukurannya tidak sesuai untuk tubuhnya yang kecil hanya di tangan kanannya.
"Ta-dah! Beginilah, penampilan kami!"
"Seperti inilah kami terlihat saat di versi β!"
Saat aku berkata demikian dan membusungkan dadaku yang-hampir-tidak-ada, mereka berdua tersenyum.
"Itu cocok untuk kalian berdua."
Luka-chan memuji kami dan Tobi-chan berdiri di sampingnya, menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Terima kasih, kalian berdua! Baiklah kalau begitu, Kitty-san! Kami membeli equipment ini!"
"Ya Yaaa, aku akan memeriksan harganya sekarang. ——Wah, wah, berubah menjadi party yang manis."
Raksasa onee-style mengintip dan tersenyum senang saat melihat kami.
"…A-aku, tidak manis."
"Oh, ayolah, berkata seperti itu. Terimalah ini!"
Aku menemukan sebuah aksesoris jepit rambut di rak terdekat dan memegangnya di tanganku.
Sebelum dia dapat berkata apapun, aku memakaikan jepit rambut itu untuk menahan poninya. Hanya dengan benda tersebut, kesan yang dipancarkannya pun berubah.
"Lihat, sekarang kau terlihat manis! Seperti yang kuduga, itu lebih baik daripada dengan poni yang menutupi."
Melihat penampilannya sendiri di cermin, Tobi-chan menelan kata-kata "aku tidak manis".
Tobi-chan mengepalkan tangannya erat-erat dan menatap wajah kami dengan ekspresi serius.
"…um, tolong izinkan aku bergabung dalam party kalian!"
"Yup. Tentu!"
Karena kami mendengar bahwa Tobi-chan tidak dapat memasuki party mana pun, jadi aku tahu dia mengerahkan keberaniannya untuk meminta. Juga, tidak ada alasan untuk menolaknya.
"Kurasa tidak ada masalah juga. Aku ingin berpetualang bersama dengan Toutobi-san."
"Aku sudah memikirkannya sebagai anggota baru dari party kita."
Itu terjadi secara alamiah, aku tidak menyadarinya sampai sekarang. Hino-chan berkata dengan seulas senyuman.
"Nah, karena kita sudah mendapat seorang anggota party baru, Tobi-chan, dan equipment baru, ayo pegi berpetualang!
Yeahh, saat Hino-chan dan aku mengangkat tinggi tinju kami, Luka-chan tersenyum simpul. Terbujuk dengan antusiasme kami, Tobi-chan dengan malu-malu, mengangkat lemah tinjunya.
"Dan karena itu, tolong tagihannya, Kitty-san!"
"Wah wah, karena ini bisa dikatakan perayaan, aku akan membuat hiasan rambut Toutobi sebagai ekstra gratis."
Harga dari tiga bagian armor Luka-chan, General Rouge, adalah 180kG.
Armor Tobi-chan, setelah assassin Assassinoid dan syal Invincible, seharga 150kG totalnya.
Mereka berdua menerima informasi kontak pengrajin yang membuat equipment yang mereka beli dan kemudian kami meninggalkan toko.
"Kita telah menambahkan Toutobi-san, tapi, ke mana kita akan pergi?"
Mendengar pertanyaan Luka-chan, aku mengusulkan sebuah quest yang sudah lama ingin kulakukan selama ini.
"Aku tahu! ——Ayo lakukan quest yang hanya-untuk-wanita, Investigation of Crystal Cave's Interior —— "DITOLAK." —— Hino-chan, kau keterlaluan!"
Karena segera ditolak, aku menjadi lemas. Hino-chan kemudian menjelaskan pada dua orang yang lainnya yang berekspresi tidak tahu.
Itu adalah sebuah quest untuk sepasang perempuan, dan saat mereka mendengar bahwa monster yang muncul adalah kelabang, mereka berdua menggelengkan kepada dengan kekuatan penuh.
"Hadiah quest dan EXP-nya tidak begitu bagus, dan aku tidak ingin melihat serangga apapun."
Saat Hino-chan memeluk tubuhnya kecilnya sendiri, tidak akan berhasil, pikirku dan menyerah.
"Kalau begitu, ayo kalahkan musuh terdekat dan meningkatkan kerjasama party, kemudian perlahan-lahan meningkatkan tingkat kesulitan lawannya. Bagaimana dengan itu?"
Semuanya setuju dengan usulan Luka-chan.
"Baiklah kalau begitu, sekali lagi, mohon bantuannya, Tobi-chan."
"…ya, mohon bantuannya."
Bersama dengan Tobi-chan yang menjawab dengan senyum riang, kami bergerak ke jalan yang penuh dengan pejalan kaki. Sambil bercakap-cakap dengan riang, kami pergi menuju ke sebuah petualangan.


Only Sense Online Silver Muse Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.