09 Juni 2016

Boku wa Isekai de Fuyo Mahou Jilid 1 Bab 5 LN Bahasa Indonesia




UNTUK APA NAIK LEVEL?

Aku berada di dalam ruangan berwarna putih dengan permukaan samar-samar.

Aku sudah berjuang mati-matian. Tadi pertarungan yang sengit, berbeda dengan dua pertarungan sebelumnya.

Sampai saat ini baru aku menyadari, tadi adalah pertarungan hidup dan mati.

Aku baru memahaminya sekarang.

Tangan dan kakiku mulai gemetar lagi. Aku jongkok di atas lantai, mengatur nafasku.

Oke. Aku berdiri. Selama aku berada di dalam ruangan ini, aku punya waktu tak terbatas untuk digunakan. Karena itu, aku harus menggunakan sebaik-baiknya keuntungan ini sepenuhnya.

Itu benar, aku punya banyak hal yang dipikirkan.

Juga ada banyak hal yang aku perlu tahu.

Pertama, aku bisa memastikan satu hal.

Yaitu aku tidak punya kesempatan menggunakan pedang untuk bertarung.

Itu sangat mengerikan. Selama pertarungan, karena aku terlalu fokus pada hal itu dan tidak dapat berpikir jernih, tapi sekarang pun, aku tidak bisa apa-apa selain menggigil dalam ketakutan. Aku seperti seorang penyendiri saja.

Kekuatan orc sangat lah kuat. Musuh jelas-jelas tidak bersenjata dan aku memegang sebuah senjata. Tapi aku sama sekali tidak merasa situasinya menguntungkanku. Hanya saja fisik orc terlalu kuat.

Tapi itu jelas karena kekuatanku yang terlalu lemah dan tidak bisa menembus daging orc yang tebal dan memberi luka yang serius.

Pada dua pertarungan sebelumnya yang menggunakan jebakan, aku sudah menemukan alasan mengapa aku bisa menang, itu karena aku menggunakan serangan kejutan, mencuri senjata mereka, menggunakan summon magic untuk menganggu mereka, dan bahkan menggunakan support magic untuk meningkatkan kemampuan dasarku.

Jika aku kehilangan salah satu dari hal-hal tadi, maka diriku saat ini mungkin sudah menjadi mayat di atas tanah.

Aku tidak cocok dengan pertarungan fisik dan lebih jauhnya bisa berakibat fatal.

Aku selalu samar-samar merasakannya, bahkan ketika berlatih Kendo atau Judo pada kelas kebugaran, setelah beberapa saat aku akan kewalahan dengan tekanan musuh. Bahkan jika aku berhasil mengatasinya untuk melawan musuh, tindakanku juga akan menjadi sangat mudah dan langsung, dan dengan cepat bisa dihindari oleh musuh.

Tapi, saat menonton sebuah pertandingan, seperti orang lain, aku tetap saja masih berkomentar tidak bertanggungjawab seperti "Lakukan seperti itu!", "Lakukan seperti ini!"....

Aku benar-benar tidak cocok untuk kegiatan seperti itu.

Tapi, mengetahui apa yang tidak cocok untukku merupakan hal yang bagus pula. Dengan begitu, aku tidak perlu menyia-nyiakan poin sedikitpun untuk weapon skill. Skill point sangatlah berharga, bahkan 1 poin pun tidak bisa disia-siakan.

Aku perlu memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Aku perlu berpikir sebuah cara untuk mengalahkan orc dimana tidak mengandalkan pertarungan jarak dekat. Cara yang paling ideal adalah menggunakan summon magic untuk memanggil sesuatu selain gagak....

Gagak dari skill rank 1 mungkin memiliki efek penahan, namun mereka tidak bisa bertindak sebagai tameng, untuk menangkis serangan musuh.

Aku duduk di dekat laptop dan memasukkan pertanyaan: Apa yang bisa aku panggil dengan summon magic pada skill rank 2?

"Puppet Golem"

Oh! Dalam hatiku, aku langsung dipenuhi harapan.

Memfokuskan itu, aku mengajukan beberapa pertanyaan lagi dan akhirnya mendapatkan informasi berikut:

Puppet Golem adalah sebuah familiar manusia kayu dan dipersenjatai dengan lembing. Tingginya sekitar 150 cm. Kombinasai kekuatan 2 Puppet Golem kira-kira sama dengan 1 orc.

Setelah mengajukan pertanyaan beruntut, satu hal yang berhasil aku pahami.

Jadi, makhluk yang dipanggil oleh summon magic disebut "familiar".
Aku seharusnya sudah memastikan hal ini sebelumnya.

Bicara tentang hal yang seharusnya dipastikan terlebih dahulu, sebenarnya masih banyak yang perlu ditanyakan-

Berdasarkan durasi magic, jika itu support magic skill rank 1, itu kira-kira bisa aktif selama 25 menit ditambah/kurang 5 menit.

Jadi itu hanya hitungan perkiraan, sepertinya untuk aman, aku harus merapalkan ulang magic setiap 20 menit.

Tidak, tunggu dulu. Jika level seseorang atau skill rank naik, lalu apa yang akan terjadi?

Aku memasukkan pertanyaan kembali.

Dan kemudian memahami hal berikut:

Naiknya level seseorang tidak ada pengaruhnya terhadap durasi magic.

Hanya pada saat skill rank magic tertentu naik, maka durasinya juga akan naik.

Jika <<Mighty Arm>>, <<Physical Up>>, dan <<Keen Weapon>> ranknya dinaikkan ke skill rank 2, maka durasi magicnya akan berubah menjadi 50 menit ditambah/kurang 10 menit.

Aku mengerti, sepanjang aku menaikkan skill rank support magic, durasinya akan meningkat dari 40 menit sampai dengan 1 jam. Ini akan sangat penting berkaitan dengan mengurangi konsumsi MP.

Selanjutnya, aku menanyakan beberapa pertanyaan terkait familiar

Familiar dari summon magic dengan magic lain itu berbeda, konsumsi MP yang dibutuhkan ditentukan oleh skill rank, jadi bisa dikatakan, saat skill rank 2, MP yang dikonsumsi 4; saat skill rank 3, MP yang dikonsumsi 9; saat skill rank 4, MP yang dikonsumsi 16.

Pada dasarnya, familiar akan selalu menuruti perintah masternya sampai si pemanggil mengembalikannya atau lenyap karena dikalahkan. Pada saat itu, nilai maksimum MP akan bertahan pada kondisi setelah pengurangan MP. Tidak ada batasan jumlah familiar yang dipanggil pada setiap pemanggilan, tapi pengurangan nilai maksimum MP akan diakumulasikan.

Hal ini sangat penting. Jadi aku bisa memanggil dua gagak dalam sekali panggil!

Tapi aku tidak akan melakukannya.

Tak peduli seberapa banyak gagak yang kau punya, mereka pada akhirnya hanya kawanan yang berbulu sama.

Karena mereka gagak, makanya bulu mereka sama. Itu bagus. Mengatakan hal tadi sangat bagus.

...kohon. (TL Note: Ini candaan garing dari MC. Tidak usah diperdulikan. Kohon = suara seperti kesepian karena dia sendirian)

Tapi, bisa memanggil dua Puppet Golem itu sangat menarik.
Meski MP yang dikonsumsi untuk summon magic skill rank 2 adalah empat kali dari gagak, tapi jika aku merapalkan <<Keen Weapon>>, <<Physical Up>>, dan <<Mighty Arm>> sebelum mengirimkan mereka untuk bertarung dengan orc, maka bila hanya melawan satu orc, maka ada kesempatan untuk menang.

Tidak, cara bertarung seperti ini kelihatan sangat keras....

Untuk menaikkan level dari 1 ke 2, aku membunuh 2 orc. Selanjutnya, untuk naik level jumlah monster yang harus aku bunuh pastinya akan bertambah.

Tapi, skill point didapatkan setiap naik level sebanyak 2, dan untuk menaikkan ranking skill, aku harus mengkonsumsi poin yang sama untuk naik rank.

Kemampuan bertarungku akan mencapai kemacetan cepat atau lambat.

Lalu bagaimana dengan musuh?

Apakah hanya ada orc? Tidak pastinya, setidaknya mungkin ada seekor monster seperti pemimpin orc atau semacamnya. Bisa juga mungkin monster yang lebih buruk. Tidak, aku percaya itu ada.

Seperti naga.

Saat menghadapi seekor naga, haruskah aku menggunakan Puppet Golem sebagai tameng dan bertarung? Meski aku tidak tahu bagaimana jenis keberadaan naga itu, tapi aku akan menganggapnya seekor Tyrannosaurus.

Aku mencoba membayangkannya.

Sebuah boneka kayu melawan seekor Tyrannosaurus.

Dalam imajinasiku, Puppet Golem dengan mudahnya dihancurkan.

Tidak bisa. Pasti tidak bisa. Aku merasa bahkan dengan support magic, itu akan tetap gagal total. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan sedikitpun kesempatan untuk menang.

Tapi satu hal yang pasti.

Walaupun aku memiliki summon magic skill rank 3 atau 4, ketika mendapati pertarungan jarak dekat, aku pastinya akan kalah dari musuh yang sword skill atau spear skill yang sama rankingnya.

Dengan kata lain, barisan depan yang paling ideal adalah orang yang memiliki skill sword atau spear.

Itu benar, mereka manusia.

"Harus kah aku mencari seorang teman?"

Aku bergumam sendiri.

Memercayai orang lain dan mendapatkan teman?

Aku menggoyangkan kepalaku, berpikir betapa bodohnya apa yang aku katakan.

Kemudian, aku mendadak teringat tentang apa yang terjadi baru-baru ini. Dari hasilnya, aku telah menyelamatkan gadis SMP itu.

Saat dia mengetahui bahwa aku berencana membunuh orc dan meskipun dia ditampar, dia lanjut menolongku dengan mengalihkan perhatian si orc. Berkat dia, aku berhasil melakukan serangan kejutan pada waktu yang tepat.

Jika bukan karena itu, lalu akan jadi apa hasil pertarungannya?

Mungkin aku akan kalah. Jika aku kurang beruntung, aku bahkan mungkin tidak memiliki kesempatan untuk kabur dan terbunuh begitu saja.

Memikirkan hal itu, aku tidak tahu harus apa melainkan hanya berpikir bukankah itu terlalu dini bagiku untuk menantang si orc....

Ah, lupakan itu. Hal yang paling penting sekarang adalah gadis itu. Meski baru pertama kali bertemu, tapi dia memercayaiku. Dia percaya aku akan menyelamatkan dia dan bertarung sekuat tenaga untuknnya.

Bisa kah dia menjadi partnerku?

"Lalu kau akan dikhianati lagi?"

Aku menggumam.

Mungkin iya. Tapi, mungkin juga tidak.

Pertama, aku harus memikirkan tentang kekuatan yang aku dapatkan dari ruangan ini dan strukturnya.

Kondisi untuk datang ke tempat ini adalah naik level.

Pertama kali aku datang ke ruangan ini, aku membunuh seekor orc.

Itu karena banyak keberuntunganku yang kebetulan dan dengan begitu aku berhasil mendapatkan kemenangan.

Sementara dari sudut pandangku, aku sudah berniat untuk membunuh temanku hinaku yang sudah terus-menerus mem-bully-ku, tapi aku tidak mengira apa yang aku bunuh menjadi seekor manusia babi yang memiliki darah biru. Aku sangat kaget pada saat itu, tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

...tidak, itu tidak penting. Aku harus mengenyampingkan hal itu terlebih dahulu....

Masalah sekarang adalah untuk membunuh 1 orc itu pekerjaan yang sangat berat. Selain diriku, berapa banyak orang lain yang cukup beruntung seperti diriku?

Sampai saat ini, aku sudah bertemu dengan tiga orc dalam waktu yang singkat.

Jadi bisa dikatakan, seharusnya ada cukup banyak orc di gunung ini.

Di antara para orc itu, berapa banyak yang akan merangsek masuk ke sekolah?

Para siswa dan guru di sekolah, bagaimana keadaan mereka sekarang?

"Yah, kebanyakan orang tidak akan bisa menang."

Mungkin siswa-siswa dari klub Kendo yang berlatih Kendo bisa bekerjasama untuk membunuh 1 atau 2 orc. Tapi itu mungkin sedikit sulit bagi siswa yang berlatih Judo. Jika siswa dari klub Baseball menggunakan tongkat pemukul untuk bertarung. Mungkin itu akan berguna...? Siswa di klub sepakbola.... Mungkin hanya ada di dunia manga, maka mereka bisa bertahan dengan menendang bola sepak untuk mengalahkan musuh. Sementara untuk klub memanah, sekolah kita tidak memilikinya.

Siswa SMP dan SMA memiliki total keseluruhan sekitar 2000 orang.

Dengan tambahan ada para pegawai dan operator di sekolah, ada sekitar 200 orang dewasa.

"Jika mereka beruntung, maka sekitar 10 atau 20 orang akan dapat bertahan hidup?"

Dari sudut pandang paling optimis, jumlah orang yang bisa menaikkan level mereka dari 1 dengan hanya mengandalkan kekuatan sendiri mungkin sekitar segitu.

Tapi, jika aku membantu gadis itu?

Aku masih punya jebakan yang sepenuhnya sempurna. Aku bisa meminjamkan dia tombak bambu dan menggunakan support magic untuk meningkatkan kemampuannya dan menyuruhnya untuk menusuk si orc di dalam jebakan sampai mati. Sepanjang dia patuh mengikuti instruksiku, maka seharusnya dia bisa sukses mendatangi White Room.

Dia bisa mendapatkan skill di White Room. Ya, karena ada sebuah tombak bambu, maka aku harus memintanya mendapatkan spear skill.

Sementara untuk skill lain, healing magic kelihatan bagus. Di dalam game, memulihkan kekuatan fisik itu penting; dan dalam kenyataan bahkan lebih penting. Bibir dia terluka dan lututnya juga baret. Jika luka-luka itu dapat disembuhkan, maka itu akan jadi hal bagus.

Tapi ada permasalahan lain. Ada banyak masalah.

Permasalahan pertama adalah aku membiarkan seorang gadis yang lebih muda dariku untuk memegang senjata dan bertarung, sementara aku berada di belakang. Lebih pentingnya lagi, aku tidak tahu jika dia akan mematuhi perkataanku dan jika dia bakal memercayaiku.

Pada saat dia mendapatkan skill, dia akan membunuhku--- ada resiko itu juga.

Walaupun tidak, saat dia mendapatkan senjata, akankah dia menjadi angkuh dan balik memerintahku?

Atau mungkin dia tidak akan mendengarkan perintahku dan bertindak sendirian.

Tidak, ada kemungkinan dia akan mendapatkan skill lain sejak awal dan membiarkan rencanaku gagal total....

Banyaknya pemikiran negatif memenuhi pikiranku.

Aku dengan hati-hati merenungkan resiko dan keuntungan dari kemungkina-kemungkinan yang bakal terjadi.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apakah hadis itu memiliki kepribadian yang tenang?

Jadi bagaimana cara aku mengetahuinya? Dan seberapa tenang dia?

Saat gadis itu hampir diperkosa, dia tetap berniat untuk memercayaiku dan membantuku.

Orang seperti itu dalam kondisi yang seperti itu ---- meski aku tidak tahu mengapa, tapi dalam kondisi seperti itu dimana ada monster seperti orc yang berkeliaran di sekitar, adakah kemungkinan untuk dirinya untuk mengambil tindakan menjadi musuh melawanku?

Tidak, jika dia seperti orang yang munafik dan berpikiran pendek, pada saat ini juga saat mata kami bertemu, dia seharusnya sudah mengkhianatiku.

...munafik ya?

Dalam kondisi seperti itu, aku percaya kebanyakan orang akan berteriak meminta pertolongan. Jika itu aku, aku tidak akan dengan sengaja berteriak. Meski ini bukan hal yang bagus untuk dibicarakan, tapi aku benar-benar orang yang kikuk. Jadi bisa dikatakan, otaknya lebih supel dibanding orang kebanyakan.

Ada kemungkinan dia lebih pintar dariku dan dengan begitu dia akan memerintahkanku balik? Yah untuk hal itu, jika perintah dia tepat, maka itu tidak masalah. Kenyataannya aku tidak sepenuhnya menolak untuk diperintah, tapi hanya saja aku benci situasi dimana aku harus menuruti perintah yang tak masuk akal.

Sebenarnya dalam kondisi darurat, umur orang lain bukanlah masalah. Sepanjang dirinya bisa membuat keputusan yang tepat dibanding diriku, maka aku juga akan senang untuk menuruti perintahnya.

Bisakah dia memercayaiku?

Barusan, dia sudah bertindak sebagai sebuah umpan untukku. Apakah itu bukti bahwa dia memercayaiku?

Tidak, itu pasti hanya pemikiran penuh harap dari diriku.

Pada saat itu, bisa dibilang kita hanya saling memanfaatkan satu sama lain, untuk menghancurkan status quo.

Itu mungkin tidak akan sama nantinya, atau mungkin dia memang tidak membutuhkan sama sekali bantuanku.

Atau mungkin dia hanya ingin memanfaatkanku.

Untuk memanfaatkan party lain---- Meskipun menjengkelkan, tapi ada orang sepeti itu. Diriku di masa lalu juga menjadi target perlakuan seperti itu dan dengan begitu aku sangat yakin bahwa saat mereka menemukan mereka sendiri dalam bahaya, setiap orang di dunia ini akan dengan mudah cenderung meninggalkan orang lain.

Tunggu sebentar. Jadi, bagaimana kalau kita bisa mempertahankan situasi dimana kita saling berguna dan menguntungkan satu sama lain?

Jika situasi seperti itu terus ada, maka apa yang akan terjadi?

Hmm, aku harus berpikir dengan cara itu.

Aku harus membiarkan si gadis tahu, keuntungan apa yang dia dapatkan jika dia bekerja sama denganku.

Kemungkinan yang lainnya termasuk: dia tidak mau menjadi di barisan depan atau dia tidak dapat membunuh makhluk yang mirip manusia bahkan jika itu seekor orc.

Mengenai hal itu, walaupun aku memutar otak itu akan menjadi sia-sia.

Walaupun hal itu benar-benar terjadi, maka aku hanya tinggal kembali ke rencana asliku dan bertarung sendirian.

Ya, rencana. Aku punya rencana jangka panjang.

Tai aku harus memahami situasinya terlebih dahulu, lalu menaruh fondasi untuk tindakan di masa yang akan datang.

Cuma saat ini belum ada kebutuhan untuk bersiap-siap sepert itu. Hal yang paling ditekankan adalah untuk berusaha sekuat tenaga sehingga aku bisa bertahan hidup.

"...Dengan kata lain, mari kita ajak dia bicara dulu."

Aku merasa seperti itu, bagaimana bisa aku, kepada seorang gadis yang hampir diperkosa oleh seekor monster mengajukan pertukaran seperti itu....

Tapi justru sebaliknya, sebenarnya sekarang adalah waktu yang tepat. Baik bagi dirinya atau pun diriku, ini satu-satunya kesempatan. Jadi aku harus membantunya terlebih dahulu.

Beruntungnya, membantu dia tidak akan membawa dampak negatif sedikit pun kepadaku.

Sekarang aku hanya perlu melakukanya sebaik mungkin.

Jika aku terlalu pemalu, meskipun aku bisa menang, aku akan kalah.

Nyatanya, sebenarnya aku hanya bisa menerima pem-bully-an tiap hari.

Kalau aku bahkan tidak menggali sebuah jebakan....

Ya, kemungkinan itu mungkin akan menjadi perjuangan hidup mati, tapi meskipun begitu, aku tidak melakukan apapun....

Maka pada saat ini tidak akan terjadi situasi seperti ini.

Pada kasus itu, prioritas utama adalah mengambil tindakan. Demi tujuanku....

Aku mulai mengetik pada keyboard, mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Setelah runtutan pertanyaan, aku mempelajari informasi baru yang penting.

Ada sistem "Party".

"...Ini mulai semakin dan semakin mirip sebuah RPG."

Sejauh ini, sistem pary adalah element yang paling mendekati RPG.

Pemimpin party hanya perlu melakukan kontak fisik dengan orang yang dia inginkan satu party, dan memikirkan "Form Party" di dalam hatinya, maka party akan dibentuk.

Saat meninggalkan party, kelihatannya sepanjang kau memiliki pemikirannya maka kau bisa keluar. Pemimpin bisa men-kick siapapun anggota keluar dari party.

Sebuah party paling banyak memiliki 6 orang di dalamnya.

Ini seperti RPG pertama di dunia dalam komputer.

Hanya orang yang memiliki level 1 dan ke atas yang bisa membentuk party.

Jadi bisa dibilang, semua orang harus membunuh setidaknya satu orc untuk membentuk party.

...Itu sangat sulit.

Orang-orang di dalam party yang sama akan bisa mendapatkan distribusi merata dari experience yang didapat.

Dan pendistribusian meratanya ketat. Tidak ada experience tambahan seperti MMORPG.

Magic tertentu hanya bisa digunakan pada anggota party.

Beberapa efek magic meliputi seluruh party dan kelihatannya ada beberapa skill yang hanya bisa digunakan pada anggota party. Aku tidak terlalu yakin. Mungkin, aku harus menunggu sampai semuanya selesai lalu aku akan memastikannya satu per satu.

Orang yang terlalu jauh dari party tidak akan bisa mendapatkan experience.

Situasi seperti ini kelihatannya dianggap sebagai tidak mengikuti party. Sementara untuk jarak, tidak ada jawaban pasti diberikan, tapi sepertinya tidak masalah sepanjang kau masih dalam jarak 100 meter.

Aku mengerti, sistem ini sangat penting.

Saat ini aku bermaksud untuk menggunakan gadis itu sebagai sebuah tameng dan kemudian menggunakan Puppet Golem untuk mengalahkan monster dan mendapatkan experience.....

Jika begitu, maka apa yang aku butuhkan hanya lah memintanya untuk mengalahkan monster sendirian.

Tentu saja, aku akan menggunakan magic untuk membantunya. Sepanjang dia memiliki support magic milikku, dia seharusnya bisa bertarung dengan orc dalam kondisi yang sangat aman. Aku juga bisa menggunakan summon magic untuk menahan musuh. Maka, meski tidak menggunakan jebakan sekalipun, kita bisa bertarung dengan mudah melawan orc.

Tentu saja, semua ini dalam asumsi bahwa dia menyetujui proposalku.....

"Haruskah aku memercayai orang lain satu kali lagi?"

Aku memandangi tembok putih dan mengingat matanya.

Aku dengan mudah membayangkan saat kedua mata kami bertemu di dalam pikiranku. Layaknya sebuah batu obsidian, matanya yang jernih seperti menyedot masuk orang-orang ke dalamnya.

Jika kau mengabaikan anggapan logis dan hanya berdasarkan murni perasaan....

Hal yang aneh adalah aku benar-benar tidak berpikir dia akan mengkhianatiku.

"Biarkan aku memercayainya terlebih dahulu."

Aku begumam kepada diri sendiri.

Aku menguatkan kepalanku, aku menganggukkan kepala.

Baik, aku sudah memutuskan. Aku beralih ke keyboard dan menggunakan 2 skill point yang baru aku dapatkan dan menaikkan skill-ku.

Untuk menaikkan skill dari rank 1 ke rank 2, aku harus menggunakan 2 skill point.

Dengan kata lain, aku harus menggunakan semua poin yang telah aku dapatkan.

Kazuhisa: Level 2 Support Magic 1 → 2/Summon Magic 1 Skill Point 2 → 0

Setelah aku menggerakkan kursor ke "Confirm" dan menekan tombol konfirmasi.

Dalam sekejap, aku kembali ke hutan, kembali dekat gadis itu.




~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KimiNovel Corner
Well, di bab ini menjelaskan banyak hal penting tentang sistem dunia lain ini.
Mengingatkan kembali kalian, ada yang disebut Level, Skill, Rank Skill, Skill Point.
Level adalah tingkatan seseorang. Level bisa naik (Level Up) bila mengalah musuh dalam jumlah tertentu. Semakin tinggi level semakin banyak monster yang perlu dibunuh.
Setiap Level Up kalian mendapatkan 2 skill point, tidak berubah seberapa tinggi pun level kalian tetap 2 skill point yang kalian dapat. Skill point berguna untuk menaikkan skill rank.
Skill adalah kemampuan yang ditambahkan ke pengguna. Ada 17 tipe skill dan dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar yaitu Weapon Attack Skill (6 skill), Magic Skill (7 skill), dan Others (4 skill). Lengkapnya bisa kalian baca di bab 2.

Setiap skill contohnya summon magic (dari kelompok magic skill) memiliki skill rank sendiri. Skill rank adalah tingkatan skill. Semakin tinggi rank-nya semakin kuat sihirnya. Dan skill point dibutuhkan untuk menaikannya. Jumlah skill point yang dibutuhkan sama dengan skill rank yang akan dituju. Misal skill rank dari 0 ke 1 butuh 1 skill point, 1 ke 2 butuh 2 skill pont. Dan maksimal skill rank adalah 9.

Pada akhirnya Kazu memilih menggunakan 2 skill pointnya yang didapat dari level up ke level 2 untuk menaikkan support magic miliknya ke skill rank 2. Berarti skill pointnya habis.

Menurutku, Kazu masih ingin memercayai orang lain. Karena dia lebih memilih support magic dimana sebenarnya lebih cocok buat membantu orang lain. Kenapa enggak summon magic? Dengan begitu dia bisa summon Puppet Golem untuk bertarung bersamanya tanpa butuh teman.

Bagaimana pendapat kalian?
 

Boku wa Isekai de Fuyo Mahou Jilid 1 Bab 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.