16 Juni 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXV



KEKACAUAN DUNIA II:
PERINGATAN PUTRI EMILY

Bagian Pertama
Maaf, ini kesalahanku. Seharusnya aku segera mengatakan peringatan ini pada kalian.”

“Ja-jadi ini peringatan yang ingin anda beritahukan pada kami?” Jeremy menatap khawatir Putri Emily.

Ya, ada dua peringatan yang ingin aku sampaikan pada kalian. Pertama tentang kemurkaan Anggela dan Kakaknya.”

“Da-dan yang kedua?”

Kemurkaan leluhur ras kalian, Elena Deviluck Gehena. Entah sekarang atau di masa yang akan datang, dia akan menuntut balas atas kematian Ibu dan Kakaknya pada dunia ini,” senyum sedih Emily memejamkan mata.

Tap!

Anggela mulai berjalan menghampiri Emily, dia seolah sedang memberi isyarat Emily untuk melanjutkan pertarungan mereka.

Holy Ice: Arrows Virtue,” Emily tersenyum melihat Anggela, dia mengangkat kedua tangannya ke arah sang lawan.

Puluhan panah es berwarna biru muda bercahaya, seketika bermunculan disekitarnya, melayang indah bersiap untuk mengeksekusi musuhnya.

Anggela mulai berjalan menghampiri Emily, dia tersenyum seakan tak gentar akan puluhan panah es yang mengarah padanya.

HYUSHHH!!!

Setengah jumlah panah es Emily melesat cepat ke arah Anggela. Tapi dengan sangat cepat juga Anggela telah menghilang. Dia kembali menggunakan percepatan listriknya yang semakin mengerikan.

Dalam kurun waktu kurang dari satu detik, Anggela telah muncul di belakang Emily. Berniat mencengkram kepala Emily seperti yang ia lakukan pada Heliasha. Tapi,

Slashhh!!

Anggela lekas menarik tangannya, wajahnya terlihat sangat terkejut sambil melompat menjauhi Emily.

Dia menggeram kesakitan.Tangannya terlihat berdarah, berwarna biru indah. Wajahnya yang terlihat tenang kini berubah menjadi wajah yang mulai menunjukkan keseriusan bertarung.

Di belakangan punggung Emily, terlihat putaran angin kecil yang bercahaya. Putaran lembut yang melindungi sang pengguna dari serangan tiba-tiba.

Sacred Wind: Jolly Tiny Typhoon …” senyum Emily berbalik melihat Anggela.

Jika saja Anggela tidak menyadari skill pertahanan otomatis Emily, tangannya sudah pasti akan hancur karena angin kecil yang indah itu.

SYUT!!

Tiba-tiba Keina melayang cepat menghampiri Anggela, dia berniat menyerang Anggela dengan pedang es maha besar yang ia pegang dengan kedua tangannya.

Keina mengayunkan pedangnya itu ke arah kepala Anggela secara vertikal. Tapi Anggela telah menyadarinya, dia memiringkan tubuhnya untuk menghindari serangan Keina. Alhasil pedang tersebut mengenai tanah disekitarnya.

DUARRRDDD!!!

Tanah yang terkena tebasan pedang Keina mulai terbelah besar, layaknya bekas gempa bumi yang dahsyat.

Sial!” Keina bergumam kesal dalam hati, dia melirik sinis Anggela yang menghindari serangan tiba-tibanya.

Anggela yang sudah terlanjut kesal mulai berputar, berniat melayangkan pukulan keras pada punggung Keina yang terbuka lebar.

Ga-gawat!!” Keina sangat khawatir ketakutan melirik putranya.

BZZIIITTT!

Percikan listrik berwarna hitam pekat mulai terlihat di tangan kanannya. Pada Akhirnya dia memukul punggung Keina hingga dirinya terlontar jauh melewati Emily. Sedikit lagi mereka bertabrakan.

SWINGG!!! BUAAARRKKKK!!!

Keina melesat sangat cepat menabrak dua bangunan disekitarnya hingga roboh. Karena serangannya yang kuat dan cepat, Keina tidak dapat melakukan skill Gravity Stay seperti sebelumnya.

Keina mulai bangkit kembali, wajahnya terlihat kebingungan karena dia tidak mendapatkan luka apapun.

Seharusnya serangan tersebut sudah cukup membuat tubuhnya terluka cukup parah.

Heligen Schutz … “ gumam seorang gadis berambut kuning, Evelyn.

Dia terlihat mengangkat kedua tangannya ke arah Keina. Wajahnya terlihat hampir pingsan karena kelelahan.

“Eve, sudah kubilang kau harus istirahat! Kau tidak bisa terus menerus mengeluarkan kemampuanmu itu …” Jeremy terlihat khawatir, tangan kirinya terlihat lebih baik karena diobati oleh Eve.

Ja-jangan-jangan … Pelindung Suci?” Keina terlihat menyipitkan matanya, dia berkonsentrasi melihat pelindung transparan yang melindungi dirinya.

Drughh!!

Evelyn tumbang, dia pingsan karena mengeluarkan kemampuannya secara terus menerus.

Meski dia Kineser kuat dan jenius, tubuhnya masih berumur kurang dari 15 tahun. Dia sudah mencapai batasnya,” Keina terlihat khawatir melihat Eve yang terpelungkup jatuh menyentuh tanah.

Keina mulai berkonsentrasi mengeluarkan kemampuannya, dia mengankat tangan kanannya ke atas.

Sedangkan Emily kini kembali berhadapan dengan Anggela. Wajah Anggela terlihat sangat serius melihat wajah Emily yang berubah menjadi khawatir.

Si-sial, aku lupa batas waktuku! Mustahil bagiku untuk menggunakan tubuh ini terlalu lama. Nyawa Herliana bisa menjadi taruhannya,” Emily bergumam dalam hati. Cukup khawatir dan ketakutan.

Uhuk uhuk!!” Dia mulai batuk tersiksa.

Ma-maaf Herliana, sepertinya aku tidak bisa menggunakan tubuhmu lebih lama lagi,”lanjutnya

“Tu-tunggu! Kamu bisa menggunakannya, aku tidak peduli dengan nyawak –“ Herliana mulai muncul kembali.

Jangan sia-siakan nyawamu Liana, di luar sana pasti ada seseorang yang menginginkanmu untuk hidup,” senyum Emily yang pada akhirnya menghilang.

Setelah Emily menghilang, Herliana terlihat duduk kelelahan. Hanya beberapa menit tubuhnya digunakan untuk bertarung, tapi dia terlihat sudah sangat kelelahan.

Ji-jika saja setengah kemampuanku tidak diambil oleh Halsy, aku pasti bisa menggunakan kemampuanku sendiri …” kesal Herliana karena mulai mengingat sahabatnya .

Anggela yang sudah terlanjur marah mulai mengeluarkan kemampuan tranformasi pertamanya, Ancient Weapon: Atlantis Dhrone.

Dhrone yang terlihat berbeda dari biasanya, dhrone yang sudah diselimuti kebencian dan kemarahan. Berwarna ungu kegelapan.

Tapi tiba-tiba.

DUARRR!!!

Bola api berwarna biru mulai melesat cepat ke arah Anggela. Tapi dengan sangat mudah Anggela dapat menghindari serangannya, dia terlihat memiringkan kembali tubuhnya melihat seseorang yang menyerangnya.

“Kamu menginginkanku bukan?! Kalau begitu bunuh aku dan akhiri kemurkaanmu!!” teriak Savila yang berada di atap gedung, tubuhnya sudah diselimuti api biru. Ya, dia menggunakan mode terkuatnya.

Ah api suci. Meski hanya elemen api biru saja, mungkin itu sudah cukup untuk melukai Iblis itu.” Keina tersenyum melihat Savila.

“Apa yang kau lakukan di sini bodoh?! Cepat pergi dari sini!!” teriak kesal Jeremy pada Savila.

“Tak apa, ini urusanku! Biar aku yang menyelesaikanny –“ kesal Savila tapi terkejut karena melihat Anggela yang sudah berada di dekatnya. Anggela berniat mencengkram kepala Savila, akan tetapi.

Synthesis ice trap!!” teriak Silica dan Asha yang tiba-tiba muncul dan melayang di sekitar Savila. Mereka berdua mengangkat kedua tangannya ke arah Anggela. Keringat kelelahan mulai dikeluarkan gadis rupawan itu.

WUSSHHHH!!! ZWUBBB!!!

Seluruh tubuh Anggela dibekukan oleh es kuat yang dibuat oleh skill gabungan Silica dan Asha.

“Sekarang!” teriak keduanya. Amat sangat keras.

Dragon Wind Stalker!!!” teriak Fie yang melayang lebih tinggi dari Asha dan Silica. Dia mengeluarkan skill tingkat akhirnya ke arah Anggela.

Saat naga besar berbentuk angin itu melesat ke arah Anggela, terlihat gerbang dimensi yang muncul di belakang Savila. Dari gerbang tersebut muncul Gramior yang sambil berteriak.

“Savila, cepat!!” Gramior memberikan tangan kanannya.

“Ya!” Savila menggapai tangan kanannya itu.

Mereka berdua berpindah tempat dengan kemampuan dimensi milik Gramior. Silica dan Asha juga terlihat melayang cepat menjauhi Anggela yang akan mendapatkan serangan Fie.

WUASHHHRRRR!!!!!!!!

Bangunan tempat Anggela berpijak hancur menjadi puing-puing kecil, begitu pula dengan tubuh Anggela yang terpecah belah menjadi beberapa bagian. Tapi meski begitu tidak terlihat darah biru seperti yang dibuat oleh Putri Emily.

Anggela terlihat melayang jatuh ke tanah sambil berusaha memasangkan kembali anggota tubuhnya, tapi untuk sekali lagi.

Ernomous Ice Lance!” terlihat Alysha yang melayang terbang, tepat di atas Anggela. Dia juga terlihat menggunakan trasformasi ketiga dalam bentuk hell mode.

***

Bagian Kedua
Tombak es maha besar bercahaya milik Alysha terlihat melayang di hadapan Anggela, hanya beberapa meter saja sampai tombak tersebut menusuk Anggela.

Anggela terlihat sangat terkejut dengan tindakan Alysha yang bersiap menghentikannya.

Bagus! Sekarang es suci! Mungkin ini akan berhasil!” Keina terlihat gembira menatap tajam Anggela yang melayang jatuh.

Tapi dalam sekejap Atlantis Dhrone gelapnya membuat perisai listrik tak tertembus di hadapannya, seolah memberikan jeda waktu bagi sang pengguna untuk menyelesaikan urusannya.

DREDEDEDEEDEDEDDD!!!!!

Terdengar benturan keras dari bentrokan pertahanan Anggela dan tombak besar Alysha. Bentrokan tersebut cukup keras dan menimbulkan uap tebal yang menutup jarak pandang semua orang.

Ber-berhasil, kah?” Jeremy terlihat bergumam khawatir, tak mengalihkan pandangan dari mereka.

“Masih belum …!” teriak Alysha kesal, dia terlihat melindungi tubuhnya dengan sayap es kuat miliknya.

BUARRKKKK!!!!!

Tendangan kaki kanan dari Anggela mulai di dapatkan oleh sayap Alysha. Tendangan yang amat keras hingga membuat sayap tersebut dihancurkan.

Tapi saat sayap tersebut dihancurkan, terlihat Alysha yang sudah menghilang dari hadapan Anggela. Dia terlihat melayang di atasnya seolah bersiap menggunakan kemampuan selanjutnya.

Ga-gadis itu …! Meski Kinesernya tidak terlalu tinggi, tapi kemampuan bertarungnya di atas rata-rata.” batin Keina terkejut melihat Alysha. Tersenyum bersemangat melihat pertarungan gadis muda di hadapannya.

Teaser Ice Pills …! “ Alysha menyilangkan kedua tangannya. Di masing-masing tangannya terlihat dua buah butir es. Dia melemparkan kedua buah pil es itu ke arah wajah Anggela, lebih tepatnya ke masing-masing matanya.

WINGG!! CRANKSSSS!!!

Saat kedua pil es tersebut menabrak mata Anggela, terdengar ledakan kecil yang membuat sebagian matanya membeku tak aktif.

Alysha melayang jatuh ke tanah karena sayapnya telah menghilang. Tapi belum lama ia sedang melayang, terlihat gerbang dimensi Gramior yang terbuka dibawahnya. Alysha pun menghilang melewati gerbang dimensi tersebut.

Anggela yang saat ini penglihatannya tergangu tidak bisa mengetahui jika ada lebih dari delapan gerbang dimensi disekitarnya. Gerbang dimensi yang terlihat berbeda yakni bukan milik Gramior.

Beberapa meter dari tempat Anggela tersebut, terlihat seorang lelaki berambut kuning. Lelaki yang turut serta dalam pengeksekusian Anggelina.

Jika dia Keina yang asli …, lalu siapa gadis yang saat itu kami bunuh?” wajahnya terlihat khawatir melirik Keina yang menatap tajam Anggela.

“Kak Smith, apa sekarang waktunya?” Sacca, adik Savila terlihat bersiap dengan delapan ekor yang terbuat dari kristal. Dia melirik khawatir lelaki bernama Smith tersebut.

“Ya, tunggu sebentar,” jelas Smith sambil membuat beberapa gerbang dimensi disekitar Sacca. Gerbang dimensi yang nantinya berhubungan dengan gerbang dimensi disekitar Anggela.

“Sudah kuduga dia adalah yang asli …,” sedih seorang lelaki tua disamping Smith, dia terlihat menyipitkan matanya melihat Keina. Ya dia adalah Ayah dari Savila dan Sacca, Alex.

“…..” terlihat wajah yang menyesal dari Sacca dan Smith.

“Astaga, betapa mengerikannya kita karena telah membunuh gadis yang tak bersalah,”Alex memejamkan matanya, wajahnya terlihat sangat menyesal.

“Aku tak apa jika dia murka padaku, pada ras kita. Tapi tidak untuk manusia diseluruh dunia ini. Manusia di dunia ini tak bersalah,” sedih Sacca terlihat bersiap meluncurkan ekornya ke beberapa dimensi yang sudah terbuat.

“Aku setuju denganmu, setidaknya kita harus menghentikan sang Kakak yang mengamuk ini. Setelah dia lebih tenang, dia bisa memberikan hukuman pada ras kita. Hukuman apapun akan kami terima, meski hukuman mati sekalipun untuk kami semua,” jelas Smith yang telah menyelesaikan pembuatan gerbang dimensinya.

“….”

“Sekarang!!”teriak Smith melirik Sacca dan Ayahnya.

Judgement Fairy …!” teriak Alex pada Anggela.

Besi bangunannya disekitarnya mulai melayang ke arah belakang Anggela. Besi tersebut membentuk sebuah salib yang sama persis saat digunakan untuk mengeksekusi Anggelina.

“Sacca!” lanjutnya berteriak melirik putri keduanya.

“Ya!!” teriak Sacca menggerakkan delapan ekor kristalnya ke arah dimensi yang dibuat Smith. Delapan ekor tersebut langsung menembus setiap bagian kaki dan tangan Anggela. Kini Anggela terlihat seperti saat pengeksekusian adiknya.

“Sungguh ironis, kita melakukan ini pada Kakaknya juga …,” senyum Smith memejamkan mata.

“Kita tidak punya pilihan lain …,” Sacca terlihat sangat sedih memejamkan mata.

Great Lance Purgatory …,” Savila terlihat berdiri cukup jauh dari ayahnya, terlihat juga Gramior dan Lily yang berdiri di sampingnya.

Dia berniat menembakkan kemampuan tingkat akhirnya pada Anggela. Kemampuan yang dia gunakan sebelumnya untuk mengakhiri nyawa Anggelina.

“…..”

Suasana terasa sangat tegang saat itu, seolah pemandangan ini sudah menjadi pengeksekusian yang menarik banyak perhatian. Semua orang menatap tajam Anggela dan Savila. Ya, semua orang disana, kecuali satu orang yang tertunduk seakan mengerti keadaan sebenarnya.

Ya, orang itu adalah Keina Abstieg Deviluck.

Dia tertunduk, menatap kosong tempat ia berpijak. Setelah mendengar perbincangan Sacca dan yang lainnya, dia seakan paham alasan Anggela mencapai kemampuan terkutuk itu.

“Her-Herliana …, kamu berasal dari masa depan juga, kan?” lanjut Keina sambil terus menundukkan kepalanya.

“Y-ya …,” Herliana melirik Keina, wajahnya mulai terlihat sangat khawatir.

“Berapa?” nada suara Keina terdengar dalam. Membuat sekitarnya bergemetar, menaruh perhatian padanya.

“Be-berapa apanya?”

“An-anakku dimasa depan?”

“…..” Herliana hanya terdiam memejamkan matanya, dia benar-benar terlihat ketakutan.

“JAWAB AKU!!!” teriaknya sangat kesal, dia masih terus menundukkan kepalanya.

Semua orang cukup terkejut dengan teriakan Keina tersebut, pusat perhatian semakin menjadi miliknya.

“Ti-tiga, kamu memiliki tiga anak. Keisha, Anggela dan …., Anggelina.” Herliana menutup matanya. Amat sangat rapat.

“Be-begitu …” Keina memejamkan mata, mulai mengepalkan kedua tangannya sangat erat.

“Tu-tunggu, jangan katakan kalau Keina itu –“ Smith terlihat sangat terkejut mendengar pembicaraan Keina dan Herliana.

“Ya, kemungkinan dia adalah ibu dari gadis yang kita bunuh. Wajah gadis itu benar-benar sangat mirip dengannya.” Alex memejamkan matanya, wajahnya terlihat semakin menyesal. Perasaan bersalah benar-benar dikeluar lelaki tua itu.

“…..” Hampir semua orang terkejut mendengar jawaban Alex. Bergemetar mendengar pernyataanya.

“Bisa aku bertanya satu hal lagi?” Keina terlihat mengangkat tangan kanannya, dia memegang kepalanya. Kakinya terlihat bergemetar. Sungguh terasa lemas, tak kuasa untuk berdiri.

“…?”

“Sebuah lapangan lokal di Indonesia?”

“Eh?” Herliana terlihat kebingungan.

“Jika kamu bertanya tentang tempat kematian putri bungsumu, itu benar!! Dia mati dieksekusi oleh kami disana.”Alex berteriak pada Keina, dia terlihat sedih memejamkan matanya. Mengakui dosanya.

Drughh….

Gadis berambut putih itu terjatuh, duduk menatap kosong Anggela yang memejamkan mata. Mulai mengeluarkan air mata.

Terasa sakit. Sungguh sakit mengetahui nasib putri bungsunya.

Ak-aku saat itu dekat dengan mereka!! Kenapa aku tidak bisa menyadarinya!! Kenapa aku tidak menyelamatkannya!!”

“……!” semua orang terdiam terkejut melihat Keina mengeluarkan air matanya yang cukup banyak. Tidak terkecuali bagi Savila dan keluarganya.

Mata kanan Keina mulai berubah, mencoba memasuki tahapan yang sama dengan Anggela, tapi.

“Te-tenanglah!! Bu-bukankah aku sudah pernah mengalami perasaan sakit ini!!” teriak Keina mencoba mengendalikan tubuhnya, dia berusaha sangat keras menghentikan tangisannya. Urat kekesalan yang entah darimana datangnya mulai terlihat di sekitar wajahnya.

Tapi sayang rasa sakitnya semakin terus bertambah setelah dia mengetahui kematian putri tercintanya di masa depan.

Aku tau hal ini akan terjadi, mungkinkah Keina akan berubah disini?” gumam sedih Jeremy melihat Keina, kedua tangannya mulai bergemetar ketakutan. Terlihat menyerah akan nasib dunia, jika Keina juga berubah seperti Anggela.

Kenapa ….?” tanya seorang gadis lainnya dalam diri Keina, suaranya sangat lembut dan indah seolah menjadi penggoda bagi kaum pria.

Be-belum, belum saatnya kamu keluar…,” Keina sambil terus mencoba mengendalikan tubuhnya.

Tubuh dan perasaanmu tidak sesuai, Keina. Padahal ambil saja sedikit kekuatanku ini. Dengan sedikit kekuatanku ini, sudah lebih dari cukup bagimu untuk membinasakan orang-orang yang menyakiti keluargamu.”

AKU BILANG BELUM SAATNYA!!”

“.....”

Booo ..., gak seru ah.” Gerutu manis wanita tersebut.

Tapi Keina, dengan kemampuanmu yang saat ini, kamu tidak bisa menghentikannya. Dia iblis yang cukup kuat …,” lanjutnya, pupil mata kanan Keina mulai melirik Anggela yang tersenyum memejamkan mata.

Tapi tenang saja, dia tetap tidak sekuat aku kok, hahahaha!” lanjut kembali, gadis dalam diri Keina, dia mulai tertawa sangat manis seakan menenangkan Keina.

….” Keina hanya tersenyum memejamkan mata.

Nah apa yah? Ka-kalau kamu menginginkan kekuatanku, kamu bisa memanggilku. Tapi jangan memanggilku seperti ini! Kamu saat ini memanggilku dengan tak ada niat untuk menggunakan kekuatanku. Aku benar-benar merasa tak dihargai tau!”

Ahahaha, maaf maaf Lili …” Keina tersenyum bergumam dalam hati, mata kanannya perlahan kembali seperti semula.

Ya tapi apa boleh buat, kamu baru saja mengetahui kenyataan pahit, aku bisa mentolerirnya. Saat kamu berhadapan dengan kekasihmu, kamu bisa panggil aku –“

“Sudahlah Lili, berhenti menjodohkanku dengannya. Kamu yang paling tau bagaimana perasaanku saat ini padanya?!”

“Ya, kebencianmu sangat dalam padanya sampai iblis terkutuk sepertiku tertarik padamu, hahaha.”

“……” Keina kembali tersenyum memejamkan mata.

Keina, aku ingin bertanya lagi padamu,” tanya gadis bernama Lili tersebut.

Apa Lili?

Apa kamu yakin tak ingin menggunakan kekuatanku untuk menghadapi lelaki itu?”

“Lelaki itu? Anggela maksudmu?”

“Bukan, tapi vampire itu.”

“Iya Lili, vampire itu bernama Anggela.”

“Ohh begitu.”

“…..” Keina membuka matanya, wajah datar terlihat dari wajahnya. Semua orang semakin kebingungan melihat Keina yang sering merubah raut wajahnya secara drastis.

“Maaf Keina, bukan maksudku untuk menakutimu. Tapi …, kekuatan dia sebelumnya yang kamu dan kalian lawan itu tidak sampai setengahnya. Aura keseriusan bertarungnya sudah mulai terasa olehku, mungkin karena pembicaraan para keturunan Edward itu.”

“Jadi maksudmu kalau daritadi dia hanya melakukan pemanasan?! Dan apa maksudmu keturunan Edward?”

“Half-elf, itukah nama panggilan mereka saat ini?”

“Ohhh maksudmu mereka. Tapi apa yang kamu katakan itu benar, Lili? Kau tidak menakutiku, kan?”

“Hah, tentang apa?”

“Tentang Anggela yang hanya pemanasan daritadi.”

“Ya, aku peringatkan kamu saat ini juga, Keina. Mustahil bagimu yang sekarang menghadapi vampir itu. Ketika dia sudah serius, kamu akan mati tanpa kamu sadari. Jadi untuk terakhir kalinya aku menawari kekuatank –“

“Sudahlah Lili, aku pasti bisa mengatasinya. Kamu tidak perlu ikut serta dalam pertempuran ini.”

“Haaaaahh, kenapa sifat keras kepalamu itu masih belum kamu lepas juga? Ya sudah, aku akan pergi dari pertarunganmu ini. Tapi Keina, jangan mati. Aku masih belum mengijinkanmu untuk mati.”

“Ya….” senyum Keina melihat Anggela.

Saat permbicaraan Keina berakhir, saat itu juga Anggela mulai membuka matanya. Dia mulai bergumam mengerikan disekitar.

Jadi dengan cara ini kah kalian membunuh adikku?”

Semua orang langsung terdiam terkejut, tubuh mereka mulai bergemetar karena aura intimidasi yang dikeluarkan Anggela.

“Savila!!” teriak Alex pada putrinya. Nadanya terdengar amat sangat ketakutan.

Savila mulai menembakkan tombak apinya ke arah Anggela. Semua orang disekitarnya lekas menjauhi Anggela. Berbeda dengan tombak yang sebelumnya membunuh Anggelina, tombak Savila yang saat ini langsung meledak saat bersentuhan dengan Anggela.

BWWUUUUARRRRRR!!!!

Ledakan yang cukup dahsyat mulai terdengar. Keina dan yang lainnya diselamatkan oleh perpindahan dimensi dari Jeremy.

Tapi saat ledakan tersebut mulai mereda. Semua orang langsung terdiam ketakutan menatap tajam Anggela yang tidak terluka sedikitpun. Sacca mulai tersungkur jatuh karena intimidasi hebat dari Anggela, tubuhnya benar-benar bergemetar ketakutan. Dia menangis menyesali perbuatannya di masa lalu.

Begitu pula dengan Alysha, Asha dan yang lainnya. Mereka benar-benar terkejut melihat wujud Anggela saat ini. Terguncang, hampir tak sadarkan diri karena intimidasinya.

“Ti-tidak mempan, kah?” Smith terlihat terkejut dengan kedua kakinya yang bergemetar. Selangkah berjalan mundur, amat sangat ketakutan. Keringat dingin menetes di sekitar wajahnya.

“…….” Alex hanya menggigit bibir bawahnya seakan frustasi. Tak tau harus melakukan apa lagi untuk menghentikan sang kakak dari gadis yang pernah ia bunuh.

“Anggela ….,” Herliana terlihat sangat sedih menatap wujud Anggela. Menyentuh dada dengan kedua tangannya. Memasang wajah prihatin pada teman masa kecilnya.

“Ja-jadi ini ‘kah maksud peringatanmu, Lili? Sial ...., dia benar-benar terlihat seperti iblis sekarang,” Keina terlihat sangat khawatir menatap tajam Anggela, tangan dan kakinya terlihat bergemetar seolah insting bertarungnya memperingatkan dirinya untuk mundur.

Sayap kelelawar hitam seukuran tubuh Anggela mulai terlihat, sayap tersebut terlihat melindungi dirinya dari serangan Savila. Amat hitam. Amat sangat mengerikan. Dipenuhi kebencian amat dalam.

Anggela mulai merentangkan sayapnya yang sangat besar. Atlantis Dhrone milik Anggela juga mulai berubah menjadi hitam pekat, seolah sudah dipenuhi oleh kemurkaan amat sanga dalam.

Bersamaan dia merentangkan sayap besarnya, bersamaan juga Anggela mulai berteriak mengerikan di sekitar. Teriakan kemurkaan yang amat keras dan menakutkan. Bagaikan deklarasi perang, dari raja iblis untuk dunia.

Teriakan yang membuat semua orang jatuh dalam ketakutan yang hebat, teriakan yang membuat intimidasi sangat kuat hingga beberapa orang disekitarnya pingsan tak sadarkan diri.

KUMUSNAHKAN KALIAN!! PULUHAN RATUSAN RIBUAN BAHKAN JUTAAN PAKU AKAN KUTANCAPKAN PADA TUBUH KALIAN!! AKAN KUBUAT KALIAN MERASAKAN PENDERITAAN YANG LEBIH BURUK DARIPADA KEMATIAN!!”


***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXV Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.