16 Juni 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXIV



KEKACAUAN DUNIA I:
INTERVENSI HALSY DAN EMILY

Bagian Pertama
“Kyaaaa!!!!” teriak beberapa orang ketakutan, mereka berlari menjauhi pusat kota negara Jerman yang dilanda kekacauan.

Dua raksasa, setinggi lima meter terlihat berjalan melewati beberapa bangunan tinggi. Sesekali kedua raksasa itu menghancurkan bangunan atau benda yang menghalangi jalan mereka.

Kedua mata raksasa tersebut terlihat hitam dengan pupil berwarna putih. Kulit kedua raksasa itu pun berwarna pucat layaknya sudah menjadi mayat.

Ya, mereka berdua telah mati dan dibangkitkan kembali oleh Keisha yang berubah menjadi Necromancer.

Hancurkan, hancurkan semuanya wuahahaha!!” teriak Keisha tertawa bahagia, suaranya yang menggema itu semakin membuat masyarakat panik ketakutan. Membuat semua orang jatuh dalam keputusasaan yang hebat.

“Serraph, bagaimana sekarang? Kita terpisah dengan Eve dan yang lainnya,” tanya Haikal melirik khawatir Serraph.

“Hanya kita berdua di sini. Kita tidak punya pilihan lain selain menghentikannya.”

“Tapi sungguh, apa-apaan mahluk besar itu? Aku belum pernah melihat sebelumnya …,” Haikal melirik khawatir ke arah Giant yang menghancurkan mobil.

Giant, iblis mirip seperti manusia dengan tinggi lebih dari 5m. Tapi kita beruntung karena Giant yang dibangkitkan Keisha ini tidak terlalu kuat.”

“Tidak terlalu kuat, kah?” senyum Haikal, melihat Giant itu menghancurkan suatu bangunan dengan satu tangan.

“Y-ya, tidak kusangka kalau dia bisa membangkitkan iblis kelas C seperti ini …”

“Yang jelas kita hentikan dulu dua mahluk besar itu …!” Haikal menghilang dalam sekejap, dia menggunakan percepatan listriknya menghampiri salah satu dari giant tersebut.

Dalam sekejap Haikal terlihat melayang di hadapan Giant tersebut, dia mulai memukul keras dengan kedua tangannya yang dialiri banyak listrik.

Giant tersebut menahan serangan Haikal dengan cara menyilangkan kedua tangannya, alhasil terdengar suara benturan keras yang membuat terkejut semua orang.

BEAMMMM!!!

“GYOOOAAAAA!!!!” teriak Giant yang menjadi lawan Haikal, dia membuka kedua tangannya yang disilangkan.

Haikal terkejut karena serangannya ditangkis dengan mudah oleh Giant tersebut. Karena kedua tangannya yang bebas itu, dia mendapatkan pukulan cepat dari Giant tersebut.

BUAKKK!!!!! WINGGGG!!! BUARKKK BUARRKKH!!

Haikal terlontar jauh sambil memasang wajah kesakitan, tubuhnya menabrak salah satu dinding bangunan hingga hancur.

“Ke-kekuatan yang luar biasa …” Haikal terlihat kesakitan, dia memejamkan sebelah matanya. Darah merah di kepalanya mulai menetes jatuh ke tanah.

“Cih…!!” Serraph terlihat kesal.

“Haikal jangan main-main! Keluarkan semua kemampuanmu atau kau akan mati disini!” lanjut Serraph berteriak kesal.

“Ya baiklah, Cahaya Kelima!!”

WUARSHHH!!! ZBWITTT!! ZWWIIBBTT!!

Percikan petir berwarna keemasan langsung menyambar Haikal, kini dia terlihat berbeda dengan rambutnya yang berubah menjadi warna kuning keemasan, seluruh tubuhnya dialiri oleh tegangan listrik kuning yang amat tinggi.

“Akhirnya kamu serius –“ senyum Serraph terpotong oleh teriakan monster lainnya.

GROALLL!!! GROAAALL!!!

Serraph terlihat terkejut melihat puluhan ekor monster lainnya, monster yang berwarna kuning pucat, rupanya seperti manusia yang membungkukkan tubuhnya. Giginya terlihat tajam dipenuhi air liur. Mereka juga terlihat membawa pedang yang cukup tajam.

“Bahkah Ghoul juga,” Serraph menyipitkan mata, terlihat kesal menatap Ghoul yang berjalan mendekati mereka.

Selain Ghoul juga terlihat puluhan mayat manusia yang dibangkitkan kembali, mereka bermunculan dari tanah dan berjalan lambat layaknya zombie.

Manusia yang masih hidup, masyarakat yang tak terlibat dalam permasalahan mulai terkena dampaknya. Orang tua, wanita, lansia, bahkan anak-anak menjadi makanan hidup bagi para monster itu.

Sedangkan beberapa meter di atas udara tempat kekacauan itu terjadi. Terlihat Keisha yang tersenyum melihat pemandangan tragis itu, pemandangan dari pembantaian yang amat keji dan biadab.

Serraph hanya tersenyum kesal melihat putrinya, dia mulai bergumam pelan yang terdengar oleh Haikal.

“Nenek sihir sialan ….”

“Daripada menghina putrimu, lebih baik kita selamatkan orang-orang yang tersisa –“

BUARRRR!!!!

DUAR DUAR DUAR!!!

Tembakan tank baja dan kapal tempur, tembakan senjata api penambah ketegangan mulai terdengar di daerah tersebut. Dalam kurun waktu yang cukup cepat, satuan polisi khusus dan angkatan militer pertahanan negara telah mengepung Keisha dan para mayat hidupnya.

Salah seorang komandan pasukan terlihat khawatir sambil berteriak.

“MENYERAHLAH! Kalian sudah ter-terkepung!!”

“Bala bantuan?” senyum Haikal melihat satuan polisi dan yang lainnya.

“Untuk sekarang angkatan militer negara ini tidak akan mengubah apapun. Kita yang harus bergerak sendiri Haikal!” kesal serraph sambil berlari menghampiri salah satu Giant.

Electronic Sword yang mirip seperti Anggela mulai terlihat dimasing-masing tangannya. Dia menebas cepat Ghoul dan mayat hidup yang menerjang kearahnya. Setelah beberapa meter dihadapan Giant, dia mulai melemparkan salah satu Electronic Sword-nya ke arah Giant tersebut.

SWINGGG!!

Belum sempat mencapai Giant tersebut, pedang yang seperti gergaji mesin itu mulai terurai ke segala penjuru titik buta dari Giant itu. Secara perlahan berubah menjadi paku runcing yang tajam dan lekas  menusuk setiap titik buta dari musuhnya.

JLEBBB JLEBBB SLASTTTHH!!

“ARGHHHH!!!!” teriak Giant tersebut kesakitan.

Langkah terakhirnya, Serraph mulai melompat ke arah kepala Giant yang lengah tersebut. Dia menebas kepalanya dengan tebasan lembut hingga kepalanya terjauh ke bawah.

SYATTTT!! SYAAATTT!!

Setelah itu dia menebas kembali Giant tersebut secara horizontal hingga dirinya menyentuh tanah. Alhasil tubuh Giant tanpa kepala itu mulai terbelah dua secara horizontal.

“Haikal! Aku serahkan para mayat hidup itu padamu!” kesal Serraph berteriak.

“Baiklah…” senyum Haikal bersemangat.

Haikal bergerak layaknya halilintar, menghancurkan satu per satu monster yang sedang menyerang masyarakat.

“Kalian evakuasi penduduk!! Masalah para iblis ini biar kami yang tangani!!” teriak Haikal pada seorang pemimpin pasukan pertahanan.

“Ba-baiklah!!” teriak pemimpin tersebut.

Ak-aku tidak menyangka akan berhutang budi pada para esper…” lanjutnya bergumam.

Meski Haikal sudah menggunakan kemampuan penuhnya, dia masih terlihat kewalahan. Beberapa luka di bagian tubuhnya mulai terlihat karena serangan Ghoul yang sangat banyak dan cepat.

Serraph pun hampir terlihat sama, dia terlihat bersusah payah merobohkan salah satu Giant yang sudah bersiaga.

Sial, ini benar-benar sulit jika Giant ini sudah mewaspadai dan menargetkanku …” Serraph terlihat bersusah payah menghindari pukulan Giant yang cepat dan kuat.

Serraph juga terlihat melakukan serangan balik dengan serangannya yang kuat seperti Mini Railgun dan yang lainnya.

Tapi serangannya itu dapat dihindari dan ditangkis dengan mudah. Dia tidak memiliki cukup waktu untuk mengeluarkan skill tingkat tingginya.

Sialan! Monster ini benar-benar tidak memberiku waktu untuk bernafas. Dia terus menyerangku secara membabi buta…!” Serraph terlihat semakin khawatir sambil terus menghindari serangan musuhnya.

Haikal pun memasang wajah yang sama, lebih dari 500 mayat hidup sudah ia musnahkan. Tapi Mayat hidup itu tersebut semakin terus bermunculan.

Ini tak ada habisnya! Satu-satunya cara mengakhiri ini adalah dengan menghentikan orang itu…” Haikal terlihat khawatir kelelahan, dia melirik Keisha yang mengangkat kedua tangannya.

Eh tunggu, apa yang mau dia lakukan?!” Haikal terlihat sangat terkejut.

“Serraph!!”

“Diamlah, kamu tidak lihat aku sedang sibuk!?” kesal Serraph sambil terus menghindari pukulan Giant yang bertubi-tubi.

“Lihat putrimu sekarang!!” kesal Haikal sambil menghindari serangan Ghoul yang mendadak. Tapi setelah itu, dia menghancurkan Ghoul itu dengan pukulan petirnya.

“…?” Serraph mulai melirik penasaran putrinya.

Wajahnya terlihat sangat terkejut melihat tindakan putrinya, karena pertahanannya yang lemah itulah dia mendapatkan pukulah telak dari musuhnya.

BUAKKKKK!!! SWINGGG!!! BUARGGKKKHHH!!

Serraph terlempar keras dan membentur dinding bangunan yang keras, dia memasang wajah kesakitan.

“Argghhh…”

“Haikal, ce-cepat hentikan Keis –“ lanjutnya tapi langsung terdiam melihat Haikal.

JLEB JLEBB!!

“Arghhh….” Haikal terlihat kesakitan.

Tubuhnya terlihat sudah kembali seperti semula, tubuhnya mendapatkan dua tusukan dari pedang yang Ghoul bawa. Lukanya terlihat semakin bertambah parah.

“Si-sial…” Haikal terlihat kewalahan.

“HYAAHHHh!!” teriaknya sambil mengeluarkan listrik kekuningan yang membakar Ghoul di sekitarnya.

Dia mencabut dua pedang Ghoul tersebut yang menancap pada tubuhnya. Dia mulai duduk kelelahan sambil menatap Keisha yang tersenyum mengerikan.

“Apa yang ingin dia lakukan…?” lanjutnya.

Serraph mulai berdiri sambil memegang tangan kirinya yang patah, dia mulai bergumam khawatir melihat putrinya kembali.

“Ti-tidak salah lagi, ini skill yang mirip seperti Keina.”

Keisha tersenyum mengerikan sambil terus mengangkat tangannya. Secara perlahan getaran hebat mulai mengguncang daerah sekitar. Bersamaan getaran itu muncul, terlihat sebuah meteor besar sedang mendekati bumi dengan cepat.

Keisha secara perlahan menjatuhkan tangannya ke bawah sambil bergumam mengerikan di daerah sekitar.

The Arrival Of The Meteor….”

DREDEDEDDDD!!!!

Gampa yang hebat mulai terasa oleh semua orang.

“Ba-bagaimana ini?!!” teriak kesal Haikal, cukup ketakutan.

“Setidaknya aku akan mencoba menghentikan meteor itu…” Serraph terlihat khawatir, dia bersiaga menembakkan Railgun skala besarnya, tapi.

“GYAHHHH!!!”

Giant yang menjadi lawannya kembali menyerangnya, iblis besar itu berniat memukul cepat kepala Serraph.

Serraph menghindari serangan dadakan itu, alhasil niatnya untuk mengeluarkan Railgun menjadi gagal total. Dia terus menghindari serangan beruntun yang dilancarkan oleh Giant itu, wajahnya dipenuhi kekesalan dan frustasi karena ketidakberdayaanya.

“SIALL!!” teriaknya sambil terus menghindari serangan musuhnya.

Apa tidak ada pilihan lain selain aku menggunakannya?” batin kesal Serraph menatap tajam Keisha.

Kembali ke tempat Haikal, jangankan berniat menghentikan tindakan Keisha. Saat ini Haikal  sendiri sedang berusaha mati-matian mempertahankan kehidupannya. Dia terlihat bersusah payah melawan monster dan mayat hidup yang terus menerjang ke arahnya.

Meteor yang didatangkan Keisha semakin mendekat, hanya hitungan beberapa menit saja sampai meteor tersebut menabrak permukaan bumi.

Sudah dapat dipastikan jika meteor tersebut akan mengahancurkan sabagian dataran eropa hingga tak bersisa.

Tapi beberapa ratus meter saat meteor tersebut ingin menabrak permukaan bumi, terdengar suara pelan yang menggema di daerah sekitar.

Molecular Steps: Decomposition …!”

Haikal dan Serraph terlihat terkejut melihat seorang gadis melayang melewati mereka.

Gadis itu adalah.

“Halsy?” Haikal terlihat sangat terkejut melihat mantan tunangan Anggela.

Halsy terlihat memejamkan matanya sambil mengangkat tangan kanannya ke arah Meteor milik Keisha.

Secara perlahan meteor Keisha mulai hancur,  secara perlahan meteor itu mulai terurai ditiadakan.

“Gihh …” Keisha terlihat sangat kesal menatap Halsy.

Halsy mulai membuka matanya, wajahnya terlihat sangat sedih menatap Keisha.

Sampai Jeremy menyelesaikan tugasnya, aku akan menahanmu disini, Kak Keisha …”gumam sedih Halsy dalam hati.

***

Bagian Kedua 
Puluhan mayat hidup, Ghoul, bahkan Giant mulai mengepung Halsy. Keisha kembali mendatangkan mayat hidupnya semakin banyak untuk menghabisi dirinya.

Halsy terus memasang wajah khawatir melihat Keisha, dia tidak bergerak sedikitpun meski para mayat hidup itu mendatanginya.

“Aya –, tidak … maksudku Haikal, bisa aku minta tolong padamu?” Halsy melirik Haikal yang mulai berdiri.

“Ap-apa itu? Katakan saja.”

“Tolong beri aku ruang pertarungan, kosongkan kota dan negara ini secepatnya. Katakan pada pihak yang berwenang untuk merelakan wilayah ini.”

“Tu-tunggu, apa maksudnya itu –“

“Dia benar, lebih baik wilayah ini yang hancur total daripada seluruh dunia,” Serraph sambil menghindari terus serangan Giant yang menyerangnya.

Halsy tersenyum melihat Serraph, setelah itu wajahnya berubah menjadi sangat serius.

Dia mulai berteriak sambil mengangkat tangan kanannya.

Molecular Steps: Composition, Infinity Swords!!”

ZWINK ZWINK ZWINK!!

Di atas udara tempat Halsy berada, tiba-tiba muncul ratusan bahkan ribuan pedang hitam yang terlihat tajam.

Pedang tersebut jatuh sangat cepat ke arah para mayat hidup yang berjalan mendekati Halsy.

JLEB JLEB JLEB!!

“Groalllhhh!!!” teriak para Ghoul tersiksa.

“ARGHHHH!!!” teriak para Giant yang tertusuk ratusan pedang Halsy.

“Begitu yah .…” senyum Serraph melirik Halsy, wajahnya terlihat khawatir.

Giant yang sebelumnya menyerang dia, kini telah menghilang karena serangan Halsy yang bertubi-tubi.

Moleculakinesis, satu lagi kemampuan yang mengerikan muncul,” lanjut Serraph memejamkan matanya.

Di tempat lain, di salah satu empat negara terbesar di dunia, Tokyo, Jepang.

Terlihat puluhan orang yang terkapar di atas tanah, kulit mereka terlihat pucat karena kehabisan darah.

“Monster sialan …” Keina terlihat kesal melihat pemandang salah satu kota yang berubah menjadi kota mati.

Sisa penduduk yang selamat terlihat ketakutan dan bersembunyi di dalam rumah.

“Ini tidak bagus Kak, para warga yang bersembunyi akan menjadi korban juga! Mereka harus segera mendapat bantua –“ Litias.

“Kita harus membantu mereka!” Herliana memasang wajah serius.

"Tapi pasukan bantuan dari negara ini sudah dimusnahkan, benar-benar mengerikan…” Litias terlihat bergemetar ketakutan melihat bangkai pesawat dan kendaraan militer pertahanan negara.

“Akhirnya! Heliasha sudah lebih baik sekarang, hah hah hah …..!” Evelyn terlihat pucat karena kelelahan hebat.

“Menyelematkan orang yang sudah dipastikan mati. Sudah kuduga jika julukan Priest untukmu bukan isapan jempol saja,” senyum Jeremy terlihat duduk bersandar pada bangungan.

“AH iya!! Tunggu, biar aku membuatmu lebih baik!” Evelyn lekas menghampiri Jeremy, dia terlihat bersiap mengobati tangan kanannya.

“Kak Keina,” lirik Evelyn pada Keina.

“….” Keina menggerakkan jarinya pada Jeremy, es yang berfungsi untuk menahan aliran darahnya mulai mencair dan menghilang.

Eve mulai melakukan kembali penyembuhan, dia berniat membuat tangan kiri Jeremy terlihat lebih baik.

“Sial, dari tadi monster itu hanya menghindari kita,” Keina kembali memasang wajah kesal.

“Nah Kak, bisakah Kakak tidak memanggil orang itu dengan Monster. Dia itu masih putramu,” senyum Litias memejamkan mata.

“Tidak Litias, dia bukan Anggela. Saat ini dia hanya Iblis jaman dahulu yang menginginkan kehancuran.”

“…..”

“Dan juga, kenapa mereka berdua bisa seperti ini!? Sebenarnya apa kabar buruk yang menimpa mereka!?” kesal Keina melihat Evelyn dan Herliana.

“Ad-adik perempuanya menin –“ jawab Herliana terlihat khawatir, tapi dia langsung terdiam karena melihat Keina yang terlihat kerepotan.

Dalam kurung waktu yang sangat cepat, Keina mendapatkan serangan dari musuhnya, Anggela.

Serangan yang hampir mirip seperti saat Haikal, Evelyn, dan Herliana saat dilemparkan. Serangan yang amat sangat cepat.

Keina lekas menahan serangan tersebut, serangan berupa pukulan yang amat keras. Dirinya mundur beberapa meter dari tempat semula. Wajahnya terlihat sangat terkejut melihat Anggela yang tersenyum padanya.

25? Tidak … ini Mach 30, kecepatannya yang sekarang dua kali lebih cepat dari mode terkuat lelaki bernama Haikal,” gumam Keina dalam hatinya, dia benar-benar terlihat waspada.

“Ap-apa yang terjadi?!” Evelyn terlihat terkejut melihat Keina yang terpukul mundur.

“Lihat di hadapanmu, Putri Eve …” Herliana tersenyum khawatir melihat Anggela.

“……” Eve mulai melihat Anggela, wajahnya terkejut sambil terus menyembuhkan luka Jeremy.

Dimana gadis itu …. !?” tanya Anggela yang menggema di daerah sekitar.

“Hah?!” teriak kesal Keina, dia mengangkat tangan kirinya ke arah Anggela.

Seketika es mulai muncul di sekitar kaki Anggela, es tersebut merambat cepat membekukan Anggela.

Aggressive Ice Trap ….”

Kini Anggela kesulitan bergerak karena kakinya yang dibekukan oleh Keina.

“Litias, gunakan itu!” teriak Keina sambil terus mempertahankan Ice Trap-nya.

“Tu-tunggu, apa Kakak yakin tentang ini?!”

“Sudah kubilang, dia bukan Anggela! Cepat lakukan….!”

“Ba-baiklah…”

Euhphonium Dance…” lanjut Litias terlihat sangat serius menatap Anggela.

Puluhan tulang rusuk maupun tulang lainnya mulai keluar dari tubuhnya, tulang yang amat tajam.

Dia berjalan menghampiri Anggela, menari lembut di sekitarnya yang membuat Anggela merasakan ketajaman dari tulang Litias. Seolah-olah di setiap gerakannya tidak ada yang percuma dan menjadi serangan mematikan untuk musuhnya.

Tangan dan kaki Anggela mulai berjatuhan ke tanah, tangan dan kakinya terpotong rapih oleh serangan Litias tersebut.

Semua orang hanya terdiam terkejut melihat kemampuan si gadis berambut hijau.

“Ap-apa itu … ?” tanya Evelyn terkejut.

“Itu kemampuan tingkat akhir Litias, Euhphonium dance. Tidak kusangka dia akan melakukan kemampuan itu,” Jeremy terlihat khawatir memejamkan mata.

Litias langsung jatuh, dia terlentang di atas tanah. Wajahnya benar-benar terlihat kelelahan.

Tapi.

DUARGKKKKHHHH!!!!

Pukulan keras menghantam wajah Litias yang tak berdaya, semua orang terlempar karena pukulan yang dialiri beberapa percikan listrik tersebut.

“Ap-apa serangan tadi tidak mempan … ?” Eve terlihat terkejut melihat asap hasil ledakan. Dia berhasil melindungi dirinya dan Jeremy dari ledakan singkat itu.

Saat asap itu mulai memudar dan menghilang, terlihat Anggela yang sedang berdiri di atas Litias. Litias terlihat tidak sadarkan diri, nyawanya saat itu benar-benar terlihat dalam bahaya.

“Su-sudah kuduga, bahkan serangan mematikan Litias juga tidak mempan melawan iblis sepertinya,” Jeremy terlihat kesal dan mulai berdiri, dia berniat bertarung kembali.

“Tu-tunggu! Lukamu belum sembuh –“

“Kurang ajar!!” teriak Keina, wajahnya terlihat kesal melayang cepat menghampiri Anggela.

DUAAKKK!!!! WUNGGG!!!

Keina terlempar jauh kembali ke belakang karena tendangan keras dari putranya. Wajahnya terlihat kesakitan meski dia berhasil menahan tendangannya tersebut dengan kedua tangannya.

Gravity Stay!!”

Hampir mirip dengan Aerial Stay, Gravity Stay juga berfungsi untuk menstabilkan keseimbangan pengguna.

Saat Keina terlempar, saat itu juga Anggela mengangkat tangan kirinya. Dia berniat mengeluarkan kemampuan tingkat atasnya, Crushing Bolt.

“Ga-gawat, jika serangan Railgun-nya saja sudah membuat benteng Keina hampir hancur, apalagi dengan serangannya yang ini. Tidak diragukan lagi, daerah ini akan hancur tak berbekas!!” Jeremy terlihat khawatir ketakutan.

“Eh lalu –“ Evelyn.

“Cepat hentikan dia!”

“Tapi bagaimana dengan lukamu?! Jika aku kesana, lukamu akan semakin parah!”

“Jangan pikirkan aku! Nyawa kita semua ini sedang menjadi taruhannya sekara–“

Holy Flame: Fegefuer…” jelas Herliana, dia terlihat memejamkan matanya sambil menembakkan bola api berwarna biru yang amat indah ke arah Anggela.

Anggela lekas membatalkan kemampuannya, dia terlihat kesal sambil mundur menghindari serangan Herliana.

“Kenapa?” Keina terlihat kebingungan.

Sudah jelas. Sejak jaman terdahulu para iblis sudah membenci berbagai elemen suci seperti ini,” jawab Herliana terus memejamkan matanya, dia terlihat membuat api biru yang amat indah di tangan kanannya.

“Elemen suci, kah? Hanya satu orang yang memiliki tipe kinesis itu di berbagai era dunia ini.”

“….. “Herliana tidak menjawab pertanyaan Keina, dia terlihat berbalik pada Anggela yang menatap tajam dirinya.

Aether Manipulation, Putri Emily, itu kah kau?” Keina tersenyum khawatir melihat Herliana.

Herliana hanya tersenyum melihat Keina, dia terlihat membuka matanya yang bercahaya. Ya, tubuh Herliana kembali digunakan oleh Light Princess Emily.
  
***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXIV Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.