08 Juni 2016

Kono Subarashii Sekai Ni Shukufuko O! Jilid 3 Bab 2 LN Bahasa Indonesia


MEMBANTU PENYIHIR IBLIS MERAH MEMBUAT TEMAN!
“Neh- Kazuma- Dimana Darkness-? Apakah dia belum kembali?”
Didepan perapian dari ruang tamu, Aqua, orang yang duduk di sebuah sofa panjang yang ia klaim sebagai tempat duduk pribadinya, bertanya dengan nada bosan sembari memeluk kedua kakinya.
-Ini sudah beberapa hari semenjak keputusan telah dibuat. Dalam kepentingan untuk memenuhi janjinya, Darkness pergi keluar untuk menemui tuan tanah…
Tapi semenjak kemarin sore, ia belum kembali.
Aku mengingatcara mesum yang tuan tanah itu lakukan untuk melihat Darkness, dan aku merasa canggung di dalam dadaku.
Setelah semuanya, Darkness akan mengikuti insting dan keinginannya ketika ia menghadapi boss dari pasukan raja iblis, berharap untuk mengikutinya pulang.
Situasi yang sekarang pasti menjadi kesenangannya.
Aku tidak menyukai Darkness pada pandangan itu, dan tidak ada perasaan suka padanya. Jika ia ingin pergi dengan seseorang, aku tidak memiliki hak untuk menghentikannya.
Tapi ia menginap diluar semalaman setelah ia berkata akan memenuhi janjinya, dengan kata lain ia menginap di ruang hotel yang disewa oleh tuan tanah, dan mungkin…
“… Ahhhhhhhh-!”
“Hya- Ada apa? Hei, apa yang salah padamu, kenapa kamu berteriak sambil memeluk kepalamu! Kazuma, kau sudah aneh biasanya, tapi kau bertingkah sangatlah aneh hari ini!”
Sembari aku berteriak dan Aqua terkaget.
-Megumin datang ke sisi kami sambil memeluk sesuatu.
Megumin tidak berkata apapun pada kami berdua yang terlalu ribut, dan hanya memegang benda itu dengan tenang.
-Atau mungkin, aku sudah penasaran semenjak dulu.
“Meow-“
Binatang yang kita ketahui sebagai kucing… Adalah benda yang dipengang Megumin di lengannya.
Megumin tidak mengatakan apapun, dan hanya menatap kami.
“… Kau memelihara hal seperti ini di mansion?”
“…Ya. Dia adalah anak yang baik, dan tidak akan menyebabkan masalah untuk semuanya… Apakah itu baik – baik saja?”
Aku tidak tahu dimana kucing biasanya menyembunyikan dirinya, tapi aku melihatnya berada di sebelah Megumin setiap saat dan seterusnya.
Aku mengijinkan Megumin untuk memeluknya, Memejamkan matanya dengan malas.
“Takkan masalah aku rasa? Aku tidak berpikir ada orang yang alergi pada kucing yang tinggal disini… Ohh, ada apa dengan orang ini, ia sangat baik kepada manusia.”
Aku menyodorkan tanganku ke kucing di lengan Megumin, dan ia menggunakan cakarnya untuk bermain dengan jariku.
…Ini adalah dunia yang berbahaya.
Berada di party yang penuh dengan anak – anak pembuat masalah membuatku merasakan banyak stress.
Mungkin aku perlu sebuah peliharaan yang akan menyembuhkan jiwa dan raga ku.
“Itu sakit! Kenapa kucing ini hanya mencakarku! Apa yang terjadi, mungkinkah bulu hitam itu menunjukkan sifat yang arogan… aku bisa merasakan api dari kejahatan yang bernaung di tubuh kucing ini!”
Aqua yang dicakar setelah mengelus kucing itu menjadi marah.
Untuk menjaganya dari monster berambut biru yang gila itu, aku membawa kucing itu dari lengan Megumin.
Aku menghadapkan punggungku kearah Aqua dan menaruh kucing itu diatas karpet dengan satu gerakan singkat, untuk melindunginya.
…Ngomong – ngomong, kami tidak menghabiskan ikan yang kita gunakan untuk sarapan.
“Neh, Megumin. Apa nama monster jahat ini?”
“Chomusuke.”
… Aku mengambil piring dengan sisa makanan ikan di meja makan.
“… Siapa namanya tadi?”
“Chomusuke.”
… Aku menaruh sisa ikan tersebut dan berjalan kedepan kucing hitam… Chomusuke. Pasti susah rasanya memilikipemilik yang aneh seperti itu…
Aku menaruh ikan tersebut didepan Chomusuke, namun ia tidak memakannya dan hanya mengendusnya.
“Neh, Megumin. Ini kucing perempuan kan? Aku tak merasa nama itu cocok untuknya.”
“tidak, namanya Chomusuke.”
Sembari aku mendengarkan pembicaraan yang ada dibelakangku dan melihat Chomusuke
-Chomusuke mengeluarkan api kecil untuk memanggang ikan tersebut dengan cepat.
… Apa itu?
Aku memeluk kedua kakiku dan duduk di karpet, melihat Chomusuke yang memakan sisa ikantersebut…
“…Neh, Aqua, kucing ini bisa mengeluarkan api.”
Aku memberitahu Aqua dengan lembut.
Semenjakkol yang ada di dunia ini bisa terbang, kucing yang mengeluarkan api bukanlah sesuatu yang aneh.
“Pembicaraan konyol macam apa itu? Kazuma apa kau kata pa – apa?”
“Kucing tidak mengeluarkan api. Kucing adalah binatang yang lembut dan bersuara meow.”
“Itu benar. Dan mereka suka makan ikan dan terlihat imut pula.”
Aku tahu itu.
“Tidak, baru saja ia mengeluarkan api, memanggang ikan itu sebelum akhirnya ia makan.”
“… Kazuma, kau pasti kecapaian.”
“Kau tertekan oleh pengadilan itu setelah semuanya, banyak hal yang telah terjadi.”
“Ini sungguhan! Aku tidak gila!”
Aku berteriak sembari menunjuk Chomusuke. Megumin berkata :
“Ngomong – ngomong, apa yang kalian berdua permasalahkan baru saja? Jika itu mengenai Darkness, dia bukanlah anak – anak lagi, tak masalah jika ia tidak kembali beberapa hari. Tenanglah.”
Megumin tidak mempercayaiku sama sekali.
“…Kau terlalu tenang. Apakah kau tahu apa yang dilakukan oleh tuan tanah itu kepada Darkness sekarang? Ini pasti sangat bermasalah.”
Megumin mengejek kata – kataku.
“ia adalah tuan tanah, apa yang akan dilakukan oleh orang yang berstatus seperti itu pada Darkness…. Tunggu, aku baru saja mendengar beberapa berita negative mengenai tuan tanah, tapi Darkness adalah petualang. Aku tak yakin ia akan membiarkan dirinya melakukan sesuatu bersama dirinya.”
Dasar bodoh! Ia tak mengenal Darkness sama sekali!
“Anak – anak benar – benar naif! Kau menghabiskan banyak waktumu bersama Darkness dankau masih tak mengenal betul si mesum itu? Dia pasti akan mengatakan hal semacam itu kepadamu dengan wajah yang merona, ‘Ugh! Walaupun kau bisa menguasai tubuhku, kau tak akan pernah mendapatkan hatiku! Aku tak akan pernah menjadi milikmu!’”
“!”
Setelah Megumin akhirnya mengerti apa yang terjadi, ia memeluk Chomusuke yang sedang mengigit ikan.
“A,A,Apa yang harus kita lakukan! Darkness, Darkness dalam bahaya! Apa yang harus kita lakukan Kazuma?”
“Ia pergi kemarin dan ini sudah satu malam, ini sudah kelewat telat. Dengar, ketika Darkness datang kembali, kau harus meladeninnya dengan lembut seperti biasa.”
“A,Aku akan melakukannya! Semenjak Darkness sudah menjadi seorang dewasa, kita tidak bisa bertanya apa yang terjadi juga, kan?
“Ahwahah..! Darkness… Darkness, dia…!”
Aqua mengepalkan tangannya untuk menunjukkan kepadanya bahwa kita tidak bisa mempercayai Darkness seraya wajah Megumin berubah pucat karena tak dapat membantu.
Jika bukan untuk tindakan Darkness, aku mungkin akan dieksekusi. Aku merasa sangat bersyukur akan hal apa yang Darkness lakukan padaku dan takada alasan untuk mengkomplain, tapi…
…Ah, Sialan!
Aku menjadi stress karna ini lagi, aku tidak menyukai Darkness seperti itu maupun memiliki perasaan kepadanya. Walaupun aku tidak memiliki perasaan seperti cinta, aku tetap tak dapat berhenti merasa frustasi untuk beberapa alasan.
Ketika teman perempuan beristri dengan lelaki lain yang aku permasalahkan di hatiku sebelumnya. Dan pada saat itu-
“Satou Kazuma! Apakah Satou Kazuma disini-!”
Dengan teriakan amarah tersebut, seseorang mendobrak pintu kedalam mansion secara tiba – tiba.
Orang yang mendobraknya dengan cara kasar seperti itu adalah Sena. Wajahnya merah dan bahunya bergelaombang.
“Hey hey, apa yang kau lakukan disini, bukankah batas waktu masih jauh untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah? Maaf, aku tak punya banyak waktu untukmu sekarang, temanku…”
“Kau bilang tak punya waktu untukku? Omong kosong! Jadi kau benar – benar kaki tangan pasukan raja Iblis! Perbuatanmu membuat kekacauan ini!”
Itu adalah tuduhan yang salah, namun melihat Sena yang bertingkah gelisah membuatku merasakan firasat buruk, jadi aku bertanya dengan hati – hati padanya.
“A, Apa maksudmu dengan kekacauan ini…?
“Kodok! Kodok yang seharusnya berhibernasi keluar dan pergi kemanapun di luar kota!”
Ia pasti menunjuk kodok raksasa yang dikatakan monster disini. Namun apa hubungannya dengan kami…
:Jangan tuduh kami untuk hal ini. Apakah kau menganggap kami mengontrol monster dan membangunkan hibernasi kodok itu? Kalau begitu tunjukkan buktinya!”
Megumin berjalan kedepan, bersiap untuk berdebat.
“Berdasarkan laporan dari pegawai guild, kodok itu terlihat ketakutan akan sesuatu dari dalam tanah… Berbicara mengenai ketakutan itu, itu mengingatkanku dengan orang yang membuat sihir ledakan tak jauh dari kota, mengganggu para penduduk.”
Aqua dan Megumin berusaha untuk lari kedalam mansion, namun aku menangkap mereka berdua sebelum akhirnya mereka dapat pergi.
“Tunggu, biar aku jelaskan, aku hanya melakukannya karena Aqua yang menyuruhku! Aku adalah orang yang melakukannya, namun biang keroknya adalah Aqua!”
Menangkap kedua orang yang saling berhadapan, aku berkata:
“Ini bukan saatnya untuk bertengkar! Pergi dan bereskan masalah yang telah kau buat!”
Aku melihat keluar, dan kota sudah tertutup oleh salju.
                                                                                                                     
‘Tidak--! Sudah cukup--! Aku tak mau dimakan oleh kodok itu--!”
Aqua berteriak hingga bergema dengan keras.
“Namun memikirkan kodok itu masih sangat lincah di cuaca dingin begini. Mereka tetap bergerak secepat biasanya. Kedua binatang dan sayuran sangat kuat disini.”
Aku melihat kodok yang mengejar Aqua di lapangan bersalju dan berkomentar dengan serius.
“Karena benda – benda yang buruk di dunia ini, semua mahkluk hidupberusaha dengan sekeras mungkin pada momen apapun! Kita tak boleh kalah dari mereka, kita harus menjadi lebih kuat untuk bertahan hidup di dunia berbahaya ini.”
Megumin menjawab komentarku dengan ekspresi yang serius.
--Ketika tubuh dibawah pudaknya berada di dalam tubuh kodok itu.
Mungkinkah ini hasil pengalaman dari ditelan oleh kodok sebelumnya hingga Megumin dapat tetap tenang didalam situasi ini dan tidak melawan, dan membiarkan kodok itu memakannya.
Berhubungan dengan ini, Megumin sudah melepaskan sihir ledakan dan membunuh banyak kodok.
Megumin tidak dapat bergerak setelah kehabisan mana. Kodok itu tidak melanjutkan aksi memakannya dan berhenti bergerak.
Mungkin tongkat Megumin menyangkut di mulutnya.
“Bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu.”
Aku menodongkan pedangku dan menghadapi kodok yang sedang melahap Megumin.
“Tidak, lebih baik kau mengalahkan kodok yang mengejar Aqua duluan. Ini dingin, aku lebih memilih berada di dalam kehangatan didalam mulut kodok ini.”
Aku pikir gadis ini normal kecuali obsesinya terhadap ledakan dan aku tak menyangka dirinya memiliki daya tahan hebat macam ini.
“Kenapa… Satu dari temanmu sedang dilahap oleh kodok sementara yang satu sedang dikejar, bagaimana kau bisa tetap setenang ini.
Sena yang berada disini sembari menunjukkan keanehan terhadap hal ini bertanya dengan terkejutnya.
Mungkin terlihat seperti itu, namun ini normal di party kami.
Aku memutuskan untuk menolong Megumin nanti. Aku menancapkan pedangku ke tanah dan mengeluarkan panah dan anak panahku yang kubeli sebelumnya.
Selama invansi oleh benteng bergerak itu. Aku mengalahkan beberapa golem dan menaikkan dua level.
Setelah mendapatkan skill points, aku bingung akan skill mana yang harus kupelajari. Setelah berhati hati, Karena memiliki Tough Iron Wall di Darkness, kami memerlukan seseorang yang dapat menyerang dari kejauhan.
Megumin dapat menjadi salah satunya, namun ia hanya bisa menyerang sekali, dan mungkin akan menyeret Darkness ke dalam ledakan.
Dan begitulah, hal itu harus kulakukan. Aku mungkin lemah, namun aku bisa mempelajari skill dari semua job.
Menggunakan keunikan job ini, aku meminta Archer Keith untuk mengajariku skill ‘Bowmanship; dan ‘Snipe’.
Sesuai namanya, ‘Bowmanship’ adalah skill yang membuat seorang bibit sepertiku belajar menggunakan panah.
Dan untuk Snipe, itu dapat memperpanjang jarak projektil, meningkatkan akurasi dengan baik dengan bantuan seimbang dari keberuntungan, skill itu menjadi skill yang sangat cocok untukku.
Aku mengambil anak panah dan menargetkan kodok yang mengejar Aqua…!
“Kazuma---! Cepat---! Cepat---!”
Melihatku menarik panah. Aqua berlari kearahku. Itu membuatku merasa dapat berada didalam bahaya pula, namun aku tak memiliki pilihan lain selain menghempaskan panah itu ke kepala kodok itu.
Panah itu melesat tepat diatas kepala Aqua dan menancap tepat di kepala kodok itu.
Aqua yang diambang tangisannya terus menempel padaku.
“Oke, akan kuselamatkankau sekarang Megumin.”
“Neh, kazuma, apakah kau menungguku untuk dimakan sekarang? Neh kau akan membiatkan kodok itu memakanku kan?! Dan panahmu menyentuh titik pesona di kepalaku!”
Aku menghiraukan Aqua yang menekanku dan menarik pedang yang kutancapkan di tanah.
“… Apakah kau selalu bertarung dengan sikap seburuk ini? Ini… Ini adalah orang yang benar benar berhubungan dengan pasukan raja iblis?”
Sena bergumam sembari menulis pertarungan yang sedang terjadi.
Aku mengangkat pedangku dan membunuh katak itu untuk menolong Megumin-
“Tunggu, dimana kodoknya///!”
Meugmin yang keluar dari mulut kodok itu berkata dengan tegangnya.
Aqua dan aku yang melihat Megumin berbalik ketika kami mendengar apa yang ia katakan.
“”Ah…””
Tiga kodok raksasa lainnya muncul entar dari mana.
Aku sangat keren dan tenang sebelumnya, namun aku bisa merasakan keringat dingin di punggungku sekarang.
Ini buruk, sekarang ada empat kdook.
Kalau begitu, umpannya… Tidak, maksudku tidak ada orang yang cukup untuk menarik perhatian kdook – kodok itu.
Aku bisa membidik mereka pada saat yang samajika berada di jarak yang cukup, namun…!
“Aqua, kita berpencar! Aku akan mencoba untuk membunuh satu, kau tetap pancing mereka!”
“Aku nggak mau--! Aku gak mau dikejar oleh kodok – kodok itu lagi---! Kau yang jadi umpan!
“Kekuatanmu tak cukup untuk membunuh kodok – kodok itu, bodoh! Jika kita bisa menjatuhkan satu jadinya hanya akan sisa dua! Kita bisa menghentikan mereka dengan dirimu dan Sena!”
“Ehh!? Aku, Aku disini hanya untuk melihatmu, aku tidak seharusnya berada di pertarungan…! Dan apakah kau berencana menggunakan orang biasa sepertiku sebagai umpan?”
Seraya Aqua merengek dan Sena berteriak, Megumin berkata:
“Permisi, aku dimakan secara bergantian sekarang, kau bisa menolongku kapan saja.”
“Sudah cukup, jika saja ada Darkness disini! Perempuan berarmor itu tidak akan dimakan oleh kodok – kodok itu! Kapan ia akan kembali---!”
Seraya aku mengangkat pedangku kearah kodok yang bersiap untuk memakan Megumin--!
“Light of Saber---!”
--Sebuah suara yang jelas, bergema di lapangan bersalju.
Padawaktu yang sama, seberkas cahaya bersinar memotong tubuh kodok itu.
Tepat setelah cahaya itu menghilang, kodok itu terbelah dua.
Ketika aku sibuk untuk menarik Megumin keluar dari mulut Megumin—
“Energy Ignition!”
Suara jelas itu terdengar lagi.
Pada saat yang sama, ketiga kodok yang mendekati kami terbakar oleh api tiba – tiba, api yang keluar dari mulut mereka sebagai tanda mereka terbakar dari dalam membuat mereka, berubah menjadi bola api putih kebiruan.
Sembari aku mencium bau matangnya dagiing kodok, aku menggunakan ‘Drain Touch’ untuk membagikan beberapa mana dengan Megumin karena aku tidak mau menggendong Megumin yang tertutup oleh liur di punggungku.
…Dan begitulah, Megumin dapat berdiri, meskipun ia masih terlihat kurang baik.
Pada pandangan lurus Megumin, terlihat seorang gadis muda mengenakan jubah hitam.
Ia mungkin sekitar satu atau dua tahun lebih muda dariku.
Perempuan yang belum pernah kulihat sebelumnya menatap Megumin.
“Barusan, itu adalah sihir tingkat tinggi…! Di kota ini yang penuh dengan pemula, ada orang yang mampu menggunakan sihir tingkat tinggi…”
Sembari Sena yang berada dibelakangku berteriak kaget, aku menunduk kearah gadis didepanku.
“Aku tak tahu kau siapa, tapi terimakasih sudah menyelamatkan kami.”
Setelah aku berterimakasih padanya, gadis itu mencuri pandang kearahku, dan terlihat sedikit malu seraya pipinya merona.
“A,Aku tidak berencana untuk menyelamatkanmu. Aku hanya melihat rivalku dimakan oleh kodok raksasa itu akan hanya membuatku merasa tak enak, itu saja…”
Ia menundukkan kepalanya dan bergumam.
“Apa? Kau dan Meguminsudah saling kenal?”
Setelah kodok – kodok itu dikalahkan, Aqua membalikkan ketenangannya dan bertanya kepadanya dengan sangat tertarik.
“Dibanding mengenal satu sama lain, kami lebih seperti rival…--Sudah lama tak bertemu, Megumin! Seperti yang kujanjikan, aku sudah kembali setelah menyelesaikan latihanku! Seperti yang kau lihat, aku bisa menggunakan sihir tingkat tinggi dengan bebas sekarang! Baiklah, ini saatnya untuk memenuhi janji yang kubuat! Aku akan mengakhiri  persaingan hari ini!”
Kata perempuan itu sembari menunjuk Megumin, ia terlihat sangat senang.
Hal hebat macam apa yang terjadi sekarang.
Sebagai orang yang menyatakannya--!
“…? Siapa kau?”
“Ehh!?”
Megumin yang dilapisi oleh liur itu berkata dengan acuh tak acuh, membuat gadis itu menjerit.
Kalau dilihat lagi, gadis itu terlihat berpakaian dengan gaya yang sama dengan Megumin.
Pakaian hitam dan jubah di tubuhnya memiliki desain yang mirip dengan Megumin.
Ia membawa tongkat perak ditangannya, dan terdapat satu pedang pendek di pungggungnya.
Ia terlihat lebih tinggi dibanding Megumin, tapi memiliki tubuh yang kurus dan proporsional.
Ia memiliki ekspresi yang lemah lembut. Ia juga sangat cantik.
Jika ia berada di Jepang, ia pasti akan menjadi ketua kelas atau ketua OSIS, ia memberikan suasana murid yang merupakan model.
Rambut hitamnya diikat bersamaan dengan sebuah pita, dan yang merupakan daya Tarik besarnya adalah mata merah nyala-nya.
Itu benar, warna matanya sama dengan Megumin.
“Ini, Ini aku! Kau ingat bukan, kita adalah teman sekelas di sekolah sihir merah nyala! Megumin yang selalu menjadi murid teladan, sementara aku nomor dua! Dan aku berkata aku akan pergi berpetualang untuk melatih diriku hingga aku bisa menggunakan sihir tingkat tinggi…!”
Gadis penyihir merah nyala itu menunjuk dirinya sendiri sembari menjelaskannya dengan mata yang sudah berair.
Tidak, apa yang ia tunjukkan sekarang sebenarnya keren.
“…Hey, ia mengatakan sesuatu yang tak dapat kita hiraukan, sesuatu seperti terbaik di sekolahmu.”
Mendengarkanku mengatakannya, Megumin tersenyum dengan lembutnya.
“Itu sudah lama; Kenapa kau masih mengatakannya? Bukankah ketika pertama kali bertemu Kazuma, aku sudah memberitahumu bahwa aku adalah penyihir terbaik di antara ras penyihir iblis merah. Kazuma hanya terlalu bodoh untuk menyadarinya. Namun setelah mengenalku selama ini sudah saatnya untuk percaya padaku bukan?”
“Jika seseorang percaya akan apa yang kau katakan setelah melihatmu dilapisi oleh ilur itu, aku ingin melihat orang macam apa dia itu.”
‘Ke, Kenapa kau!”
“Tunggu, Tunggu sebentar!”
Melihat Megumin dan aku bertengkar, penyihir iblis merah itu mengganggu kami.
“Neh, ini aku Megumin! Apakah kau sudah lupa denganku? Coba ingat kembali betapa seringnya aku menantangmu dimanapun di sekolah. Dan kau selalu mengatakan aku harus menggunakan taruhan yang pas, dan kau akan selalu menerimanya jika aku mempertaruhkan makan siangku! Dan kau selalu memakan makan siangku!”
Jadi dia sudah melakukan semenjak dulu.
Aku melihat Megumin, dan dia menyipitkan matanya.
“Neh, aku pikir ini akan memakan waktu yang lama, bisakah aku kembali ke guild dulu? Atau daging kodok ini akan membusuk. Bisakah aku pergi mencari orang dari guild untuk membawa kodok ini ?”
Aqua berkata sembari menunjuk sisa – sisa kodok tersebut.
Jujur saja, rasanya akan menyakitkan untukku jika berdiri dibelakang sendiri.
Tapi dikarenakan kondisi kami sekarang, uang sekecil apapun bisa membantu, jadi aku lebih baik membiarkan Aqua melakukan hal tersebut.
Dan begitupula, Megumin dan aku bisa pulang kembali ke mansion langsung dan bisa membersihkan Megumin yang mematung didalam kodok itu ke kamar mandi.
“…Hmm. Sepertinya kau masih memiliki banyak hal untuk dibicarakan. Baiklah, aku akan pergi sekarang… Kazuma-san, petualanganmu hari ini menyedihkan, tapi aku tidak akan membuang kemungkinan bahwa itu hanyalah sebuah akting… Aku masih belum bisa percaya padamu.”
Setelah melihatku dengan tatapan yang tajam, Sena kembali ke kota bersama dengan Aqua.
Setelah ditinggal di dalam lapangan salju, aku bertanya pada Megumin sekali lagi:
“Dan sekarang, kenapa ia tetap berkata ia mengenalmu? Sepertinya ia mengigatmu dengan baik, jadi tolong ingat-ingat dengan cepat oke?”
“Aku tak tahu dia, dan ia bahkan tidak memberitahu namanya, itu mencurigakan. Ia pasti adalah penipu Kazuma, beritahu Aqua bahwa ia tidak harus meladeninya, kata – katanya ‘ini aku ini aku’ itu penipuan. Kau harus tak boleh mempercayainya.”
Megumin menarik tanganku setelah mengatakan hal itu dan  ingin pergi.
Melihat kami yang ingin pergi ke kota, gadis itu berkata dengan tergesa – gesa:
“Tunggu, Tunggu--! Aku, Aku tahu memalukan untuk melakukan ini didepan orang lain, tapi aku akan memperkenalkan diriku! Aku Yunyun. Arc Wizard, pengguna tipe sihir tingkat tinggi, orang yang akan menjadi kepala dari ras Iblis merah di masa depan…!”
Setelah Yunyun memperkenalkan dirinya dengan wajah yang merona, ia menarik jubahnya.
Apakah ras iblis merah memiliki budaya untuk membuat pertunjukkan yang berlebihan ketika memperkenalkan diri?
Seraya melihat Yunyun, Megumin melihatku:
“Nah begitulah. Ia adalah Yunyun, anak dari kepala desa ras Iblis Merah. Ia di klaim sebagai rivalku selama masa sekolah kami dan akan berebut kursi kepala desa di masa depan.”
“Okay. Aku adalah perempuan petualang yang mendukung Kazuma. Senang bertemu denganmu, Yunyun.”
“Jadi kamu mengingatku!... Hmm, ini aneh. Kazuma…san? Erm, kenapa kau tertawa setelah mendengar namaku?
Yunyun yang kebingungan bertanya padaku dengan kikuknya.
Setelah terbiasa dengan nama Megumin, aku tidak pikir betapa anehnya nama para ras Iblis merah itu.
“Namamu sedikit aneh, itu tidak ada hubungannya dengan pribadimu kan? Di dunia ini, ada seseorang yang memiliki nama yang aneh dan memberikan kesan yang mendalam, namun itu berhubungan dengan nama panggilannya ‘Perempuan ledakan dengan sekrup kepala yang longgar’”
“Apakah itu aku? Kau berbicara tentang aku? Nama itu sudah terukir sebelum aku mengetahuinya!”
Mendengarnya, Yunyun terlihat takjub dan terkejut:
“…Aku mengerti, seperti yang diharapkan dari Megumin, kau menemukan rekan yang bagus. Kau memang rivalku.”
Untuk beberapa alasan, impresinya kepadaku sepertinya meningkat.
“Ngomong – ngomong, apakah kau mau berbicara di tempat lain? Rasanya tak nyaman berbicara sambil berdiri seperti ini.”
Mendengarku mengatakannya, yunyun teringat akan sesuatu, ia mengangkat kepalanya dan kemudian berjalan pergi dari Megumin dan diriku.
“ini semua karena Megumin tidak mengenalku; Itulah mengapa semuanya selalu terlihat aneh…! Megumin,aku disini untuk menyelesaikan masalah kita! Aku adalah orang yang akan menjadi kepala dari clan penyihir iblis merah! Jika aku tak mengalahkanmu, betapa memalukannya untuk mengambil posisi kepala di masa depan! Dan yang terpenting!”
Yunyun mengangkat tangannya dan berkata sambil menunjuk Megumin:
“Seperti yang kujanjikan, aku belajar sihir tingkat tinggi. Selanjutnya aku akan mengalahkanmu dan mendapatkan julukan terkuat di clan iblis merah. Karenanya tak akanada yang menolak ketika aku mengambil posisi kepala. Aku tidak akan membiarkan siapapun berbicara aku menjadi kepala karena keturunan dari keluargaku! Ayo Megumin, ayo duel!”
Dengan kemantapan di matanya, Yunyun mendeklarasikannya di depan Megumin.
“Aku tak mau. Dingin diluar, dan suhu tubuhku kelihatannya menurun”
Melihat Megumin yang mengatakan permasalahan berdasarkan fakta itu, yunyun berkata “Hmmm—“ kemudian berdiri disana dengan kaku.
“Kalau begitu sudah diputuskan, ayo kembali. Aku akan memanaskan airnya, jadi pergi mandilah dulu. Setelah kau mandi, kita akan makan bersama.”
Setelah aku berkata demikian dan akan pergi bersama dengan Megumin…
“Tunggu, tunggu, tunggu!, kenapa? Kita tidak bertemu satu sama lain selama ini, dan kenapa kau sangat dingin padaku? Megumin, tolong berduel denganku okay-!”
Melihat kami beranjak, yunyun menghentikan kami dengan terburu – buru.
Megumin mendesah:
“…Tapi aku tak bisa menggunakan sihir lagi hari ini, manaku habis. Dan kau berniat berduel denganku dengan sihir? Kukuku… Kau meremehkan kekuatanku. Dengan kekuatanku sendiri saja, aku bisa menghancurkan delapan kodok itu dalam satu tembakan Yunyun, bisakah kau melakukan itu?”
Megumin merendahkan nadanya, ia berkata layaknya seorang Chuunibyou. Yunyun melihatku dengan ekspresi yang terkecut.
Mungkin ia menanyakan apakah itu nyata.
“Ya, dia menyapu delapan kodok hanya dengan satu sihir.”
Tapi ia tak bisa bergerak setelah itu dan dimakan sih.
Mendengar konfirmasi dariku, yunyun memucat dan menelan liurnya sendiri sembari menundukkan kepalanya.
“Kau tidak berada di kota ini jadi mungkin kau tak tahu… Tapi apakah kau pernah mendengar rumor itu? Seorang boss pasukan raja iblis tertipu olehku dan datang ke kota ini karena disajikan sihir ledakan di istananya, dan sudah dikalahkan. Benteng bergerak yang dicap tak terkalahkan dihancurkan oleh sihir ledakan di kota ini!”
Setelah mendengarnya, Yunyun melihat satu per satu Megumin dan aku dengan mata yang ketakutan.
… Ia tak berbohong.
“Yah, boss dari pasukan raja iblis datang kekota karena Megumin mengeluarkan sihir ledakan setiap hari, dan orang yang memberikan serangan terakhir pada penghancur itu memang Megumin.”
Itulah satu – satunya cara untuk melihat kebenarannya.
Setelah mengatakannya, wajah Yunyun menjadi pucat pasi.
“Wa,Wa,Walaupun begitu, aku masih ingin berduel! Aku harus berduel…! Tak peduli betapa kecilpun peluangku, aku akan tetap selalu menantangmu!”
Walaupun ia menghilangkan tangisannya, masih ada satu hal yang tak dapat disembunyikan. Yunyun ketakutan, tetapi ia masih mengungkapkan ketetapan hatinya.
Melihat hal ini, Megumin mendesah berat sekali lagi.
“…Kau benar – benar pembuat masalah. Bagaimana dengan ini, karena aku tak bisa menggunakan sihir lagi hari ini, bagaimana dengan pertarungan fisik? Kau adalah petualang sekarang, jadi menyelesaikannya dalam tes akademis tidak akan kau terima bukan? Tanpa senjata; kita akan bertarung sampai salah satu dari kita menyerah… Apakah itu tak masalah untukmu?”
Yunyun kemudian berkarta dengan wajah yang terkejut:
“…Apakah tak masalah? Megumin yang selalu melewati pelajaran fisik… Mungkinkah… Kau ingin membirkanku menang? Megumin yang selalu berjalan didepanku selama makan siang, dan mencuri makan siangku ketika menantangnya?”
“… Kau benar – benar hebat untuk hal yang tak berguna.”
“… Itu adalah masalah hidup dan matiku. Karena tradisi keluargaku, makan siangnya adalah jalur  hidupku. Kalau aku mengambil inisiatif dan menantangnya, bukankah itu akan menjadi sama saja?”
Yunyun menutup matanya.
Ia mengambil nafas dalam dan tersenyum dengan indahnya.
:Aku mengerti, kita akan bertarung kalua begitu… Aku tahu apa yang ingin kau katakan selanjutnya. ‘Jika kau ingin menantangku, kau harus memasang taruhan yang sebanding!” Taruhan kali ini adalah Kristal Manatite. Ini memiliki efek dan kualitas yang tinggi! Sebuah item yang dicari penyihir manapun!”
Yunyun mengeluarkan sebuah permata kecil.
Dengan nama mana, itu pasti adalah batu yang mengandung mana.
Megumin melihat benda itu dan memberikan anggukan puas.
“Sangat bagus, aku akan menerima tantanganmu! Kalau begitu, ayo kesini kak!”
Megumin membuka tangannya dengan posisi mengejek dan mengatakannya.
Berkebalikan dengan dirinya, Yunyun merendahkan kuda – kudanya dan mengepalkan tangannya.
Dari yang terlihat, Yunyun memiliki keunggulan ukuran.
Yunyun lebih tinggi, besar dan otot yang lebih panjang; Sedangkan megumin tidak terlihat seperti seorang petarung jarak dekat bagaimanapun kita rendahkan standarnya.
Wujud Megumin memberikan kesan gadis kecil yang bisa ditemukan dimanapun, seorang penyihir yang lemah.
Yunyun mendekat perlahan.
Megumin tetap membuat postur tangan yang membuka, bersiap untuk menangkap Yunyun kapanpun…
“…Neh, Megumin. Tunggu… Erm, kau terlihat sedikit basah dan berkilau, apakah itu…”
“Itu benar~~ ini adalah lendir dari kodok kodok itu.”
Megumin menjawab pertanyaan yang tak mudah dari Yunyun dengan cepat.
Wajah Yunyun jadi terlihat kebingungan, namun Megumin tak memperdulikannya dan melanjutkan:
“Terimakasih untuk menyelamatkanku baru saja. Benda lengket ini berasal dari perut kodok itu… Cukup tentang itu, serang aku. Ketika kau datang mendekat, aku akan memelukmu tanpa ampun, dan bergulat denganmu.”
Megumin mendeklarasikannya dengan tangan yang terbuka lebar, ia berjalan kedepan sedikitdemi sedikit sementara Yunyun mundur perlahan dengan ekspresi jijik.
“Me,Megumin? Jangan bercanda, kau tak serius bukan? Ini adalah strategi untuk membuatku tak bertarung dan menipuku agar menyerah bukan? Yakan? Kau selalu melakukannya ketika kita berada di sekolah. Aku, Aku tak akan tertipu lagi!”
Yunyun memasang kuda kuda yang kuat sembari berjalan mundur, namun Megumin semakin dekat dengannya perlahan, mata merahnya beracahaya.
Wajah Megumin terlihat seperti bocah yang ingin mengerjai temannya.
“Kita teman bukan? Teman sejati harus melalui hal yangsama bersama.”
Ketika ia mendengar apa yang dikatakan Megumin, Yunyun berbalik dan berlari.
Megumin mengejarnya.
:Menyrah! Aku menyerah! Aku akan memberikanmu Kristal mana, jadi tolong jangan mendekat!”

Megumin melumurkan lendir itu ke Yunyun, dan membuatnya menangis. Kami kemudian kembali ke mansion.
“Ah, Kazuma, ambil ini. Ini harusnya bisa dijual dengan harga yang lumayan. Lunasi beberapa hutangmu dengan ini.”
Pada perjalanan kembali, Megumin memberikanku Kristal Manatite.
Aku ingat Yunyun mengatakan sesuatu seperti semua penyihir menginginkannya.
“Apakah takapa – apa? Kenapa tak menyimpan dan menggunakannya saja? Aku tak tahu cara menggunakannya sih.”
Megumin tertawa dengan lembutnya ketika mendengar pertanyaanku.
“Kristal Manatite adalah sebuah item yang dapat mengeluarkan mana ketika sihir dirapalkan. Tapi ini hanyalah item pakai. Dari kualitas dan ukuran Kristal ini, tak akan cukup untuk mengeluarkan mana dalam jumlah banyak dari sihir ledakan. Benda itu berharga bagi penyihir biasa, tapi tak berguna untuk arc wizard sepertiku yang mengeluarkan sihir skala besar.”
Ia mengatakannya dengan arogan.
“…Apakah ini benda yang bagus? Neh, aku akan mengatakan ini berkalai – kali, kamu tak mau belajar sihir lain selain ledakan…”
“Aku tak berminat.”
“Aku rasa begitu ya.”
Mendengar Megumin dengan cepat menjawab, aku mendesah dengan berat.
Tak masalah, aku tak dapat memaksanya. Dan ada saatnya ia bisa diandalkan juga….
…Apakah pernah?
Disana ada perempuan bernama Yunyun menggunakan sihir tingkat tinggi.
Ia membuat kodok itu hancur tanpa waktu yang panjang.
Dan selain sihir itu, ia juga cantik. Wajah yang cantic dan tubuh yang bagus.
Dibandingkan dengan penyihir sempurna itu…
“…Ada apa? Kenapa kau mendesah… Selain kemampuan sihir yang kuat, Ras Iblis Merah juga memiliki intelegensi yang tinggi. Aku bisa mengerti apa yang Kazuma sedang pikirkan sekarang.”
Melihatku yang mendesah sambal berjalan, Megumin bertanya dengan wajah yang penuh keraguan.
……
“… Aku hanya memikirkannya… Dibanding gadis itu, Megumin jauh lebih cantik.”
“Terimakasih atas pujiannya! Sebagai ucapan terimakasih, aku akan memerikanmu sebuah pelukan hangat!”
‘Stop, staph! Jangan mendekat ke diriku, kau masih bau seperti kodok!”
-Aku membuka pintu mansion dan melihat Aqua belum kembali.
Aku berharap untuk menemukan Darkness disini, namun masih takada tanda sama sekali.
Punggungku terasa lengket jadi aku berjalan menuju kamar mandi.
“Ugh… ini bau… Ini pertama kalinya aku tak senang dengan pelukan.
“Kau seharusnya bahagia akan hal itu. Beberapa orang akan membayar perempuan yang berlendir untuk memeluk mereka.”
Megumin yang mengikutiku dibelakang berkata dengan santainya.
-Seraya aku berjalan kearah ruang ganti, Megumin memegang ujung bajuku.”
“…Apa.”
“Lendir ini membuatku tak nyaman, biarkan aku mandi duluan.”
“Aku juga tak nyaman, dan semuanya karena salahmu. Dan jika aku tidak duluan, tidak mungkin aku bisa memanaskan air. Pemanas kita membutuhkan mana agar berfungsi, jadi kau tak bisa menggunakannya karena manamu tinggal sedikit. Mana yang ku bagi ke dirimu hanya bisa membuat air yang tak begitu hangat. Jika kau mengerti, tunggu dengan baik – baik didepan perapian hingga aku selesai.”
Aku melambaikan tanganku, mengisyaratkan Megumin untuk pergi. Ia kemudian berkata sambil menunjukkan wajah tak senang:
“Jika aku tidak membersihkan lendir ini dan duduk didepan perapian, jubahku akan bau setelah kering. Tidak kah kau pernah mendengar ladies first? Lelaki harusnya menjaga perempuan.”
“Aku adalah orang yang menginginkan kesetaraan untuk jenis kelamin manapun. Aku membenci orang yang mendesakkan permintaan ketika situasinya mendukung mereka, dan mengkomplain tentang lelaki ketika mereka tak diuntungkan. Dan kau juga belum cukup tua untuk menjadi seorang wanita.”
“Ah! Kau menganggapku sebagai bocah! Kita hanya selisih tiga tahun kok! Sepuluh tahun yang datang, kita akan berumur 23 dan 26, tidak adaa perbedaan yang mencolok…”
“Masa depan ya masa depan, masa lau ya masa lalu. Aku adalah orang yang tinggal di masa sekarang. Di mataku, kau anak kecil sekarang, begitulah. Baiklah kalau begitu- Aku akan menjadi orang yang pertama kali mandi!”
Sembari aku mengatakannya aku berjalan menuju kamar mandi dan menyalakan pemanas sihir. Aku kemudian mencopot bajuku yang berlumuran lender.
“Kau melepaskan bajumu!”
Megumin terkejut dengan tindakanku, namun aku tak menrasakan apapun tentang seorang anak – anak yang melihat badan telanjangku.
“Aku tak masalah kalau kau ingin melihatnya terus. Aku tidak akan memakainya lagi. Tak akan pernah.”
Megumin menggigit bibirnya, dan kemudian ia tertawa karna teringat sesuatu.
Bersama degnan senyuman kemenangan, ia berteriak:
“… Aku mengerti. Aku mengerti, Kazuma tidak melihatku sebagai seorang wanita sekarang. Jadi bagaimana dengan mandi bersama. Karena kau tak melihatku sebagai seorang wanita, tak ada masalah kan?
“Kau benar, dan mungkin tidak ada maslah jika kita mandi bersama. Aku duluan.”
“Eh!?”
Melihatku menjawab dengan santai, Megumin yang membuat saran malah terkejut.
“Pe, Permisi, bukankah seharusnya kau berkata dengan malu malu seperti ‘I,Idiot, itu akan sangat hebat kalau kita bisa melakukannya’, dan kemudian kau enggan dan membiarkan aku duluan kan?”
“Kenapa aku harus mengikuti skrip membosankan itu? Biarkan aku memberitahumu, Aku tidak akan dapat terkendali oleh praktek yang normal. Kuberikan contoh. Misalnya Megumin jatuh cinta padaku. Dan beberapa gadis lainnya mulai merayuku dan Megumin menjadi cemburu. Jika kau menggunakan kekerasan yang tak masuk akal padaku, aku tidak akan berniat untuk membalas. Aku akan melakukan hal yang benar ketika waktunya tepat, kau lebih baik ingat akan hal itu.:
“…Aku meremehkan Kazuma, tak apa, aku tak akan pernah jatuh cinta padamu. Dan itu bukan hal yang tepat untuk menggunakan kalimat melakukan hal yang benar pada saatnya, tapi aku tak ada masalah dengan itu.”:
Setelah mengatakan hal itu, Megumin terlihat menyerah dan berjalan keluar dari kamar maindi. Dan aku kemudian…
“Oh? Setelah mengejekku seperti itu, kau tidak akan pergi mandi denganku? Kau benar benar gadis tak bertekad. Itulah kenapa aku melihatmu sebagai bocah.”
“Kau berkata aku tak punya tekad? Betapa kurang ajar nya kau, itu hanya mandi bersama; Kau pikir aku takut!? Berhenti menutupi tubuhmu dengan handuk dan cepatlah!”
“Hey sialan, bairkan aku pergi, jangan menarik handukku dasar mesum! Kenapa kau sangat terbuka akan hal ini! Apakah gadis itu, Yunyun pernah mengatakan jika kau seperti laki – laki? Kau terlalu ceroboh tentang hal ini, jaga dirimu!”
Megumin melepaskan jubahnya tanpa rasa ragu, melapisi tubuhnya dengan sebuah handuk dan masuk kedalam kamar mandi.
-Aneh?
Walau sebentar, rasanya aku melihat sesuatu seprti tato di pantat Megumin melalui celah handuknya.
“Airnya kurang panas isikan mana lagi, lebih banyak mana! Ayolah cepat!”
Megumin berteriak setelah menaruh tangannya didalam bathup.
Apakah aku salah lihat?... Lupakanah.
“Fu…”
“Fu… Rasanya nyaman mandi ketika siang – siang begini… Aku rasa aku bisa tertidur disini.”
Aku merendam bahuku dibawah bathup didalam kolam besar ini, dan merenggangkan tubuhku untuk relaks.
Bathup yang besar adalah hal yang terbaik dari mansion ini.
“Ngomong – ngomong, Apakah kau akan menghiraukan gadis bernama Yunyun itu? Bukankah sudah lama semenjak kalian bertemu?”
“Kami akan bertemu lagi kapan – kapan pasti. Perempuan yang mengklaim dirinya sebagai rivalku itu senang mengejarku.”
Megumin merendamkan bahunya didalam air dan membiarkan dagunya berada didekat permukaan bathub. Ia memejamkan matanya dan terlihat menikmatinya.
“Nama Yunyun itu aneh, tapi dia manis. Karena dia adalah kenalanmu, ia terlihat mempunyai sikap yang baik dan akal sehat.”
“Apakah kau menganggapnya akal sehat? Dan umurnya sama denganku, kenapa kau tidak menganggapnya sebagai anak kecil?”
Sembari tetap membuat dagunya berada di atas air, Megumin membuka satu matanya dan menatapku.
Umur Megumin sama dengan perempuan itu… Aku melihat dengan baik Megumin yang tengah berendam di kolam.
“…Hey, beritahu aku apa yang kau pikirkan keltika melihat badanku.”
“…Aku rasa kecepatan pertumbuhan itu berbeda satu sama lainnya… hei, hentikan, jangan merapalkan sihir ledakan! Aku tahu kau sudah kehabisan manamu, tapi ini tidak bagus untuk jantungku!”
Seraya aku mengatakannya, aku meniru postur Megumin dan memindahkan daguku ke permukaan air.
“tapi itu berarti ia masih tiga belas tahun. Targetku adalah orang dengan umur dua tahun dibawahku, jadi tiga belas tahun itu sudah keluar. Kalau ia empat belas tahun, itu akan membuat kami menjadi murid SMP kelas dua dan SMA kelas 1, dan garis batas itu masih bisa kuterima.”
Aku bergumam dengan santainya.
“SMP kelas dua dan SMA kelas satu?... Aku tak mengerti apa maksudmu, tapi aku akan berumur empat belas tahun bulan depan, kau tak akan menganggapku sebagai anak – anak setelah itu?”
Megumin yang merelaksasikan tubuhnya di kolam berkata dengan mata yang tertutup…
“…Huh, kau serus? Hari ulang tahunmu bulan depan? Eh, empat belas? Kau lulus dari menjadi seorang karakter loli?”
“Siapa yang karakter loli! Jangan memanggilku dengan karakter macam itu! Dan… ada apa denganmu? Kenapa tingkahmu aneh tiba – tiba…”
Seseorang yang kuanggap sebagai seorang adik kecil yang lugu, tiba – tiba berubah di pikiranku menjadi seorang murid SMP…
“Ba,Baiklah, aku rasa situasi sekarang ini cukup memalukan.”
“Hey, jangan katakana hal itu tiba-tiba, itu membuatku menjadi malu juga! Ada apa denganmu, apakah lebih tua satu umur membuat banyak perubahan seperti tiu? Dan bisakah kau berhenti menatapku dengan malu – malu!?”
Kenapa? Ini terlalu aneh, dan jantungku mulai berdetak dengan kencang.
Pada saat ini, aku sadar aku berada di situasi yang luar biasa.
“… Neh, kenapa aku mandi bersama dengan Megumin? Pikir baik – baik, bukankah situasi ini buruk?”
“Kenapa kau mengatakanya sekarang! Jangan jadi seperti itu tiba – tiba!”
Megumin mulai menjauhku pelan – pelan di dalam kolam itu.
Aku juga membalikkan badanku menuju arah yang berlawanan dan berkata pada Megumin:
“Bukan itu, maksudku, jika seseorang melihat kita seperti itu, kita tak bisa hanya tertawa bukan? Pasti sudah ada beberapa aturan untuk melawan hal ini. Terutama seorang gadis yang tak bisa membaca situasi akan…”
Sebelum aku menyelesaikan kata – kataku.
“Aku pulan-!”
Dari kejauhan datang sebuah suara dari seorang gadis yang tak bisa membaca situasi.
“ Ini semua salahmu Kazuma, mengatakan sesuatu yang bisa mengaktifkan tanda – tandanya!”
“Bukan saatnya kita membicarakan hal ini! Omong – omong, satu dari kita harus keluar sekarang.
Megumindan aku keluar dari bak mandi dalam waktu yang sama, dan kembali dengan segera.
“Kenapa kau keluar bersama denganku! Handuknya basah, aku sudah melihat banyak darimu, dankau sudah melihat banyak dariku.”
:Kau yang bicara! Aku akan keluar duluan, kau diam disini! Apakah kau mengunci pintunya? Apakah kau mengunci pintu yang ada di ruang ganti?
“Tidak, aku tidak mengkuncinya! Aqua akan datang segera pada waktu seperti ini! Apa yang harus kita lakukan! Pikirkan sesuatu cepat!”
Apa yang harus kupikirkan, salah satu dari kita hanya perlu keluar dari kamar mandi dan semuanya akan baik – baik saja.
Jika aqua melihat kami seperti ini, ia pasti tak akan melepaskanku dan memberikan julukan seperti LoliNEET, Lolima dan menyebar luaskannya di kota!
“Kazuma-! Megumin-? Aku pulang-! Bisakah seseorang menyapaku?! Aku menjual kodok itu dan membawa pulang uang-!”
Suara Aqua menjadi semakin dekat.
Aku keluar dari bathup dengan cepatnya dan segera berlari menuju ruang ganti.
Seraya aku berlari, suara detukan kaki terdengar mendekat…
“Kazuma-!... Apa, jadi kau sedang mandi?”
Aqua sepertinya menyadari aku disini.
Pada waktu tepat sebelum ruang ganti akan dibuka, aku menggunakan semua manaku untuk merenggangkan tangan kananku keluar, dan dengan konsentrasi penuh yang tak pernah kulakukan sebelumnya!
“Freeze-!”
Menggunakan semua mana ku, aku bertaruh dengan menggunakan ‘Freeze’ untuk membekukan gagang pintu dari ruang ganti dengan instan. Rasa lelah langsung kurasakan tepat setelah aku kehilangan seluruh manaku, dan aku terkapar di lantai.
“Kazuma- Aku meninggalkan semua uang yang ada di meja ruang tamu. Ayo kita makan setelah kau selesai makan!”
Setelah itu, Aqua meninggalkan tempat itu tanpa membuka pintu.
… Itu masuk akal. Jika kau mengetahui seseorang ada di dalam, kenapa ia harus membuka pintu dan melihatku telanjang, ini bukan manga.
<TL : tapi ini LN>
“A… Apakah kau takapa – apa, Kazuma? Apakah kau menggunakan semua mana mu? Aku harus katakan ini hampir saja. Jika hal ini sampai ketahuan…”
“Aku akan dianggap sebagai seorang lolicon. Terlalu dekat… ah, Megumin, maaf menyusahkanmu, tapi bisakah kau membantu ku mengelap badanku? Aku benar – benar kehabisan mana dan tak dapat bergerak. Aku akan demam kalau aku tiduran disini.”
Aku membaringkan kepalaku dilantai, meminta pertolongan tanpa melihat wajah Megumin, tapi
“…Hey, kenapa kau akan dijuluki saebagai lolicon jika mandi denganku, jelaskan dengan jelas. Kau memiliki keberanian untuk mengatakan hal semacam itu ketika tak bisa bergerak.”
“He, stop kau sialan! Kenapa kau memegang handukku! Kau ingin aku dianggap sebagai seorang yang mesum?! Hey…! A,Aqua-! Aqua-! Ada loli yang menelanjangiku-!
Aqua masuk kekamar mandi setelah mendengarku menangis untuk meminta pertolongan, dan kemudian menjulukiku LoliNEET.
Makan malam kedua terasa sepi tanpa Darkness.
-Pagi berikutnya
“…Mereka berdua sudah pergi pagi – pagi sekali.”
Aku bergumam sendiri ketika sampai ke ruang tamu.
Setelah berdiskusi dengan mereka tadi malam, kami mendapat persetujuan untuk tidak pergi menjalankan quest tanpa Darkness karna terlalu berbahaya.
Jadi kami memutuskan untuk bebas hari ini.
…Darkness tak kembali tadi malam.
Aku dengar tuan tanah sangat terobsesi dengan dirinya. Apakah ia disandra?
Ataukah ia kecelakaan?
Jika ia tak kembali malam ini, aku harus bertindak.Rasanya sangat sulit bagiku untuk membuat sarapam, jadi aku memutuskan untuk makan diluar. Seraya aku mengelilingi kota ini, aku melihat penyihir iblis merah yang familiar.
Perempuan itu berdiam diri di jalanan sambal melihat makanan disebuah kedai. Ia terlihat mau makan.
Pada akhirnya, ia mengelilingi kedai kebab, melakukan observasi pada tempat itu.
Pada beberapa saat kemudian, seorang pelanggan datang ke kedai, berbicara dengan pedagangnya sebentar kemudian pergi setelah membeli tiga kebab.
Setelah melihatnya, perempuan itu membuat keputusannya, dan membeli tiga kebab seperti pelanggan sebelumnya.
…Sepertinya ini pertama kalinya ia membeli barang disini, dan sepertinya tak tahu bagaimana caranya memesan.
Aku merasa ragu untuk menemuinya, tapi melihat betapa bahagianya ia sekarang yang sedang memakan kebab, aku memutuskan untuk meninggalkannya sendiri.
“-Monster aneh datang kekota, tak begitu kuat, tapi…”
“Ya, aku mendengarnya juga. Benda itu bentuknya aneh, dan akan menangkap apapun yang bergerak, bukan?”
Aku sarapan di restoran yang acak, dan mendengar dua petualang membicarakan tentang topik ini ketika berjalan keliling kota.
…Monster aneh?
Untukku, hampir semua monster disini aneh.
Aku akan hati – hati.
Seraya aku memikirkannya, aku melihat seorang gadis yang sebelumnya datang kedepanku, berjalan kesekitar stand game tembak kali ini.
Targetnya tak berbeda dengan di Jepang. Menggunakan panah, dan anak panah yang mata panahnya tumpul. Banyak pemain yang merupakan kekasih, dengan lelaki menembak, dan memberikan hadiahnya pada perempuan.
Aku mengreti, para kekasih sering berjalan di sekitar ini, sepertinya ini adalah tempat suci untuk berpacaran.
Stand itu menargetkan kekasih yang sedang berpacaran.
Rasanya jelas dari hadiah yang di perlihatkan didepan toko tersebut.
Gadis itu sepertinya terlalu malu untuk memainkannya sendiri. Ia menunggu semua pasangan untuk meninggalkan tempat itu sebelum akhirnya ia mencobanya.
Mungkin ia tidak bagus dengan panah dan anak panah, namun ia tak dapat mengenai hadiah yang ia inginkan tak peduli berapa kalipun ia coba.
Setelah gadis itu mencoba beberapa kali lagi, pasangan lainnnya datang untuk memainkan game tersebut. Ia mengembalikan panah itu dan kemudian pergi dengan sedih.
….Hmmm…
Jujur saja, hubungannya dengan kami harusnya cukup buruk karena ia adalah rival dari anggota party ku, tapi…
Aku berjalan menuju gadis itu seperti biasa dan mengatakan ‘hi’.
“…?Ah! Erm, halo, Kazuma-san…!”
-Aku bahkan tidak melihat Yunyun yang menyapaku, aku hanya menyerahkan uangku menuju pemilik permainan tembak itu langsung.
“Snipe!”
Menggunakan kemampuan sniping ku, aku mengenai hadiah yang Yunyun inginkan dalam satu tembakan.
Hadiah itu terkena dan jatuh, boneka itu terlihat seperti samurai dan terlihat kecil seperti Jack Frost.
Ini, kau menginginkan ini bukan?”
Aku memegang hadiah itu dan memberikannya kepada Yunyun dengan sedikit kikuk.
Jika aku berada dalam posisi Yunyun, aku tak akan kaget kalau jatuh cinta karena hal tersebut.
Pipi Yunyun merona dan ragu untuk beberapa saat, tak yakin jika ia harus menerimanya.
Beberapa saat kemudian, ia tersenyumdan berkata:
“Terima…Terima kasih….”
“Pelanggan, kau tak bisa melakukannya. Tak bisakah kau melihat tanda itu? Tidak boleh pemanah dan kemampuan ‘snipe’ diizinkan. Kau boleh menyimpan haidah itu, namun kau harus membayarku tiga kali.”
-Aku tidak terlihat sangat keren seraya aku meminta maaf kepada pemilik itu sambil memberikan dendanya.
“Baiklah kalau begitu, aku masih mencari teman partyku, sampai nanti.”
Aku sedikit malu, jadi aku mengangkat tanganku dan mengatakan hal itu pada Yunyun seraya aku bersiap untuk pergi…
“Hmm? Ah… Erm…”
Yunyun terlihat mau menghentikanku, ingin menggapai tanganku.
Namun ia menyerah ketika tangannya berada di tengah jalan, kemudian menaruhnya kembali diatas boneka yang ada dan menunduk kearahku.
“Erm, terimakasih, terima kasih telah mendapatkan Jack Frost untukku!”
Jadi boneka itu memang Jack Frost.
Karena traumaku yang sudah dibunuh oleh orang itu, aku memiliki ambisi kuat untuk menembak jatuh boneka itu dengan panah sungguhan. Namun karena ia terlihat sangat senang, akan kubiarkan pergi.
-Setelah bersama dengan Yunyun, aku mulai mengelilingi kota sekali lagi.
Betapa menyusahkannya teman partyku, mencari mereka benar – benar menyulitkan.
:Baiklah, penantang selanjutnya-! Apakah takada orang-?”
Mengikuti arah suara tersebut, aku melihat kerumunan yang berkumpul di sebuah titik.
Hal ini membuatku tertarik dan aku datang mendekat. Aku melihat orang – orang yangberotot dan terlihat cocok, lelaki yang benar – benar gagah.
pada saat itu..
“Baiklah! Aku selanjutnya!”
Orang yang berjalan masuk adalah orang dengan otot yang besar dengan perawakan yang terlihat seperti seorang petualang.
Rasanyasusah untuk menebak pekerjaannya, namun dari bentuk tubuhnya, mungkin ia adalah vanguard
<TL : Vanguard : layaknya tanker pada game MMOARPG>
Lelaki itu menarik palu yang sudah disiapkan oleh pemilik toko tersebut…
“Warrrghhhhh!”
Dan kemudian ia menghempaskan palunya dengan sekuat tenaga.
Palu tersebut mengenai tepat diatas batu tersebut.
Ketika palu tersebut menabarak batu itu, ia menyebabkan banyak percikan..
Setelah mengangkat palu tersebut, batu itu…
“Sial, masih kurang kuat…”
Baru saja lelaki itu berkata demikian, batu tersebut masih bagus seperti baru.
Ketika pemilik itu melihatnya, ia berkata dengan keras:
“Temanku disini juga tidak berhasil! Hadiahnya sekarang 125.000 Eris! Biaya masuk 10.000 Eris! Untuk setiap penantang yang kalah, hadiah akan bertambah 5.000 Eris! Jika ada orang yang percaya dengan Kekuatan tangan kalan? Sihir juga boleh! Ini adalah Adamantite, jika kau bisa menghancurkannya, kau akan dikenal sebagai petualang kelas tinggi! Ayo, apakah masih ada yang mau mencoba?”
Aku mengerti, Bisnis memiliki banyak bentuk.
Ketika aku berpikir untuk membuat usaha dari diriku senndiri, rasanya ini bagus untuk dijadikan pelajaran.
Namun dengan kemampuan dan kekuatanku, takada alasan untukku untuk mencobanya.
…Pada arah yang kulihat, aku kepada orang yang kulihat tiga kali hari ini:
“…Kia bertemu lagi, Yunyun.”
Melihat Yunyun yang mengepalkkan tangannya seraya melihat petualang menghempaskan palu mereka, aku dengan refleksnya menyapa dirinya.
Ia mengklaim dirinya sebagai rival Megumin, jadi kurasa ia akan menjadi musuh untukku, tapi dari reaksinya, ia tak terlihat membenciku.
Yunyun melihatku…
“Ah! Terimakasih atas bantuanmu baru saja Kazuma-san! Lihat! Semuanya mengambil tantangan untuk menghancurkan adamantite!”
Ia mengatakannya dengan mata yang berbinar.
Di desa klan penyihir iblis merah, apakah ada tempat bermain seperti ini?
“Yunyun bisa menggunakan sihir kelas atas bukan? Maukah kau mencoba? Kata pemiliknya sihir dibolehkan.”
Setelah mendengarnya, Yunyun berkata:
“Aku tak bisa menghancurkannya dengan kekuatanku… Untuk melakukannya diperlukan kekuatan penghancur yang besar. Menggunakan daya hancur ledakan sihir ‘eksplosion’ itu bagus, dan sihir ledakan sebenarnya bisa juga. Tapi menggunakan sihir ‘explosion’ jauh lebih bagus…”
Ia mengatakannya dengan senyuman kecut.
Seraya kami berbicara, banyak orang yang mencoba dan gagal.
Hadiahnya sudah melewati angka 200.000 sebelum kami menyadarinya.
Kerumunan itu jadi semakin besar, danpemiliknya berteriak dengan meningkatkan nadanya:
“Apakah adamantite terlalu susah untuk orang dari kota ini? Aku datang kemari karena aku mendengar kota ini menghancurkan benteng pemghancur bergerak! Apakah tak ada orang yang bisa menghancurkan batu ini? Hei Hei Hei! Tak ada penantang lain?”
Seraya pemilik tersebut masuk kedalam alurnya, para petualang mendorong satu sama lain untuk menyuruh mereka mengambil tantangan tersebut.
Semuanya tahu itu adalah taktik pemilik stand itu, tapi tetap saja mengesalkan jika tak ada satupun yang bisa menghancurkan batu tersebut.
-Sembari para petualang melihat satu sama lain.
Seorang gadis muda berjalan maju dari kerumunan tersebut.
Ia tidak menggunakan jubah biasanya, namun gaun hitam untuk berjalan di kota. Rekan party ku berjalan maju sembil membusungkan dadanya.
Ia memiliki wajah arogan yang sama saat ia menghancurkan penghancur itu.
“-Giliran pemeran utama.”
Setelah mengatakannya, semua petualang termasuk aku berusaha keras untuk mencegah dirinya.
“Hei, aku hanyalah gadis suci, meladeniku seperti ini keterlaluan.”
Aku mengunci tangan dan leher Megumin dari belakang, bersiap untuk menutup mulutnya jika ia mulai berbicara.
Pada sisi yang lain, ada petualang berbadan bagus menahan tangannya dengan kuat.
“Hei orang tua, berhenti lakukan bisnismu jika perempuan ini mengetahuinya! Ia adalah maniak ledakan dikota ini. Bisnismu terlalu merangsang dirinya!”
Mendengarku berkata demikian, pemilik itu menjadi pucat dan mulai panik.
Megumin mulai meronta ketika ia melihatnya.
“Ahhh! Aku bisa menghancurkannya! Aku pasti bisa menghancurkannya dengan sihir ‘ekspolion’ ku!”
“Lari! Cepat orang tua!:
“Yick-!”
Setelah selesai berkemas, pemilik stand itu segera berlari dengan cepat.
Megumin melihatnya dengan wajah penuh penyesalan.
Setelah mengkonfirmasi orang tua itu sudah kabur, kami melepaskan pegangan kami dan megumin mendapatkan kembali kebebasannya.
Seraya kerumunan itu menghilang, aku berkata pada Megumin:
:…Benar – benar, untuk orang yang mendapatkan masalah ketika aku tak melihat, Aqua saja sudah cukup. Ngomong-nomong, tak kah kau bersama dengan Aqua?”
“Tidak, ia ingin pergi ke tempat lain jadi kami berpencar. Bayaran dari menghancurkan destroyer membuat kota mendapatkan kelajuan ekonomi, perlahan lahan itu membuat banyak orang tertarik menuju kesini. Ada orang yang melakukan pertunjukkan dijalan untuk mencari uang, namun ia dibuat menangis ketika Aqua melakukan pertunjukkan gratis yang lebih hebat daripadanya.”
Betapa menyedihkan…
Aku merasa inign melakukan sesuatu untuk perempuan itu, namun rasanya mengganggu jika aku membuat ini menjadi percekcokan.
Ia mungkin menyedihkan, namun memutuskan untuk meninggalkan Aqua seperti itu.
Megumin memegang lenganku.
“Ayo berjalan – jalan bersama karena kita bertemu satu – sama lain. Ada orang disekitar sini yang melakukan hal yang mirip dengan lelaki yang lari itu. Aku ingin untuk berkeliaran dan menakutinya.”
“Aku pikir kau adalah perempuan waras kecuali sifat maniak terhadap ledakanmu itu.”
Seraya Megumin dan aku berbicara dan bersiap untuk pergi, kami mendengar seseorang memanggil kami dari belakang:
“Ah…”
Aku berbalik kebelakang dan melihat Yunyun melihat kami dengan ekspresi yang kesepian.
“…Mau ikut dengan kami?”
Yunyun membuat ekspresi bahagia dengan cepat ketika aku mengatakannya, namun ia menarik kembali ketika ia melihat Megumin dan menggelengkan kepalanya.
“Aku, Aku datang ke kota ini untuk mengalahkan Megumin! Aku tak disini untuk membuat pertemanan dengan dirinya.! Aku senang untuk permainan tembak yang kau menangkan untukku itu, terimakasih banyak! Tapi… Aku tak bisa berjalan bersama dengan kalian!”
Yunyun memeluk boneka yang aku benci sebelumnya di dadanya dan mengambil langkah besar menjauhi kami.
“Karena ia tak mau, ayo kita pergi kazuma.”
“Oh, benar…”
Ketika kamipergi, Yunyun yang terlihat menolak kami, tetap membuntuti kami.
“…….Sigh…..”
Pada akhirnya, Yunyun mengeluarkan suara mengeluh yang penuh despresi, menurunkan bahunya dan berjalan dengan langkah yang berat.
Ia kemudian melihat kebelakang terkadang.
…Dan matanya terpaku pada kami yang sedang berjalan beberapa langkah dibelakangnya setelah kami membeli crepe dari stand terdekat.
“…. Erm… Kenapa kalian berdua mengikuti ku?”
‘Aku rasa aku bisa melihat wajah kesepian dan menyedihkanmu jika aku mengikuti di belakang dari Yunyun yang memang biasa sendirian.”
Begitu mendengarnya, yunyun memukul Megumin.
“diantara ras iblis merah, Yunyun diketahui menjadi seorang yang aneh yang malu dengan namanya sendiri. Di sekolah, ia menghabiskan waktunya untuk makan sendirian. Jika aku berada didekat Yunyun yang makan sendirian, ia pasti akan dengan senangnya menantangku, pasti setiap saat…”
“Tunggu! Itu, Itu tidak sampai seburuk itu… Itu tak mungkin… Benar… Benar, Itu benar, Aku menantangmu tiap hari, namun aku tidak kesepian sama sekali, aku juga punya teman.”
Kami bertiga terus berbicara sembari keluar dari kota.
Setelah menghabis kan setengah hari, mereka berdua memutuskan untuk melakukan duel lainnya.
Megumin berhenti ketika mendengan Yunyun berkata.
“Aku tak bisa menolak apa yang baru saja kaukatakan… Yunyun… Kau punya teman…?”
“Ke,Kenapa kau bereaksi seperti ini! Aku punya teman juga! Megumin harus tahu juga. Seperti blah dan blah, mereka berkata kami adalah teman, Aku bahkan mengajak merka makan siang sebelumnya…”
Hei, berhenti, aku tak kuat mendengarnya lagi.
…. Sepertinya situasi ini. Rumah dari penyihir iblis merah penuh dengan orang – orang aneh, dan anak ini adalah satu – satunya yang waras, jadi dia pergi dari yang lainnya.
Betapa menyedihkannya…
Dan kalau begitu, apa yang harus kita lakukan? Aku hanya bisa menggunakan sihir ledakan, jadi jangan mau bertarung dengan sihir ini.
“… Itu benar. Kau harus belajar sihir lain juga. Kau harusnya menyimpan sedikit point sekarang.”
“Aku menggunakannya. Aku menggunakan semuanya untuk ‘explosion power raise’ dan ‘speed chanting’…”
“Idiot! Kenapa kau sangat terobsesi dengan sihir ledakan!”
Bagus, katakan lagi.
“Tapi itu sangat masalah… Apa yang harus kita duelkan…”
Seraya Yunyun kebingungan akan hal itu, Megumin berkata:
“Apapun tak masalah, aku bukanlah anak – anak yang terganggu oleh menang dan kalah lagi.”
Mendengar loli itu berkata dengan santainya, Yunun tersenyum dengan lembut.
“”Bukan anak – anak lagi? Aku ingat kita menyelesaikan persentase pertumbuhan kita sebelumnya. Karena kau bukan anak – anak lagi, mau mencobanya lagi?”
Menghadapi pernyataan Yunyun, Megumin dengan simple nya menjawab:
“Tidak, maksudku aku bukanlah lagi anak – naak pada maksud yang lain. Hubunganku dengan Kazuma sudah berjalan jauh sangat jauh bahkan kami mandi bersama sebelumnya.”
“!”
“Hey! Diam, jangan beritahu yang lain akan hal itu!”
“!?!”
Setelah mendengar pembicaraanku dengan Megumin, wajah Yunyun merona, mulutnya terbukan dan tertutup bahkan semua tubuhya menjadi kaku.
“…Ini, Ini kekalahanku-!”
Setelah mengatakannya, Yunyun lari dengan tangisan.
Megumin dan aku berdiri di tempat itu cukup lama.
Megumin kemudian mengeluarkan sesuatu dan mulai menulis.
Melihat lebih dekat, itu seperti sebuah buku catatan.
Ia membuat tanggal hari ini dan membuat lingkaran kecil di sebelahnya.
“Aku menang hari ini juga.”
“Kau, Kau… Apakah itu tak masalah..?”
-Setelah melihat Yunyun lari menangis, Megumin dan aku memutuskan untuk kembali ke Mansion.
“Ara, kau kembali. Neh, lihat. Ada orang pengamen di jalanan, ia bilang ia tidak membutuhkannya lagi dan memberikannya padaku. Ia terlihat ingin kembali mengurus ternak di kampung halamannya. Aku tak mengerti kenapa, namun aku beruntung!”
Ketika aku pulang, aku melihat Aqua duduk di kursi panjang di ruang tamu dengan beberapa pernak Pernik.
Setelah menghancurkan hati seorang pengamen, ia mengambil barangnya.
Aku ingin memberitahunya untuk tidak mengganggu kehidupan orang lain, tapi…
“Darkness belum kembali… Ia seharusnya kembali malam ini bukan…”
Melihat Aqua bermain main dengan pernak Pernik itu, Megumin bergumam.
-Pada akhirnya, Darkness tak kembali hari ini.


Kono Subarashii Sekai Ni Shukufuko O! Jilid 3 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.