18 Juni 2016

Date A Live Jilid 11 bab 7 LN Bahasa Indonesia


PHANTOM

Bagian 1

“Kurumi dari lima tahun yang lalu......?”

Beberapa menit sebelum dia sampai di atas bangunan. Shidou benar-benar terkejut saat dia mendengar perkataan Kurumi.

“Ya. Seperti yang kukatakan sebelumnya, hanya aku di dunia ini yang bisa bermain dengan waktu. Lalu...... Hanya ada satu orang yang memiliki <Zefkiel> di waktu itu. Aku dari 5 tahun yang lalu.”

“Tapi waktu aku ada disini terbatas, kan? Aku bahkan belum mencari.......”

“Kau tidak perlu khawatir. Jelas sekali, aku ada di sekitar sana 5 tahun yang lalu.”

“Sekitar sini...?”

Shidou tidak percaya dia seberuntung ini. Dia mengangkat alisnya selagi terlihat terkejut.

“...Tidak mungkin. Apa Kurumi juga bertemu dengannku 5 tahun yang lalu? Kau tidak mungkin mengatakannya, kan?”

“Tidak. Jika aku ingat benar, tidak ada kejadian seperti itu. Walaupun aku ada disana, hanya untuk mengamati kebakaran besar yang tiba-tiba terjadi.”

“Untuk melihat kebakaran?”

"Aku pikir bencana itu terjadi karena Roh.”

“.................”

Mendengar perkataannya, Shidou berkeringat......Jika dia tidak menyegel kekuatan Kotori sebelumnya dan mereka ditemukan oleh Kurumi, meraka mungkin sudah menjadi makanannya.

Kurumi merasakan sesuatu dari keheningan Shidou dan sedikit tertawa.

“Tolong. Bahkan aku tidak serendah itu.”

“Be-benar....”

Shidou menjawab dengan samar dan batuk untuk mengatur dirinya. Disaat yang sama, Kurumi melanjutkannya.

“Aku disekitar sana 5 tahun yang lalu. Tapi aku belum bertemu Shidou-san........ Aku bisa menjamin itu. Namun- tidak, itu kenapa hal ini ada maksud tertentu.”

“Apa maksudmu?”

“Tolong pikirkan tentang itu. Jika Shidou-san, yang belum bertemu denganku, bertemu denganku, maka.... Hanya dengan ini, tidakkah sejarah akan sedikit berubah?”

“Jelas, itu mungkin berubah....”

“Lagipula, tolong cepat. Seperti yang kukatakan sebelumnya, kita tidak punya waktu lagi.”

“Ya..... Dimengerti.”

Setelah mengatakannya, dia mengencangkan tinjunya.

“Kurumi, pikirkan ini. Kemana aku harus pergi?”

Shidou mempersiapkan dirinya dan bertanya pada Kurumi.

Dan.... kita kembali sekarang.

“...........”

Shidou menatap perempuan yang ada di atas bangunan, selagi dia mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak seperti alarm bel dengan menarik nafas dalam-dalam.

Kurumi yang berdiri disana sedikit berbeda dari ingatannya.

Tidak.... Di cara yang lebih benar, satu-satunya hal yang tidak berubah adalah umurnya. Pakaiannya entah kenapa berbeda. Dia mengenakan blus monoton dan rok dengan tali dan hiasan. Rambutnya tidak diikat tapi ada di tempat dia memakai bondu Alice dengan mawar. Bagian yang paling berkarakter adalah wajahnya. Seolah untuk menyembunyikan jamnya, dia memakai penutup mata di mata kirinya.

Saat dia melihat pakaiannya, Shidou mengangkat alisnya. Lalu, dia bertanya dengan suara pelan agar hanya Kurumi yang ada di kepalanya yang mendengar.

“...Kurumi? Kenapa kau memakai penutup mata?”

“Tolong jangan khawatirkan itu.”

“Apa sakit atau sesuatu?”

“Tolong jangan khawatirkan itu.”

“Tapi....”

“Tolong. Jangan. Khawatirkan. Itu.”

Dia mengatakannya dengan nada yang kuat, dia memutuskan untuk diam.

Disaat yang sama, Kurumi lima tahun lalu yang ada di depannya merespon.

“Ara ara ara”

Dia mengatakannya dengan bercanda selagi memiringkan kepalanya ke samping dengan imut.

“Apa yang kau bisikkan? Apa yang kau lakukan di tempat ini?”

Kurumi mengatakannya dengan santai. Walaupun, dia tidak terlihat santai sama sekali.

Dia memiliki senyum di wajahnya, tapi matanya mengamati pergerakan dan kelakukannya dengan damai tapi akurat.

Tapi, Shidou tidak memiliki waktu. Dia menyiapkan dirinya dan membuka mulutnya.

“Kurumi! Aku ingin minta sesuatu darimu!”

“..Ara?”

Saat dia memanggil namanya, Kurumi menekuk alisnya.

“Kau tahu namaku.... Kau, siapa kau?”

Dia mengatakannya selagi mengangkat tangan kanannya. Saat dia melakukannya, pistol antik terbang ke tangannya dari bayangan dibawah kakinya.

[ILUSTRASI KE-1]

Lalu dia menunjuk moncong pistolnya ke arahnya dengan halus. Shidou menggetarkan tangannya dengan panik.

“Tu-tunggu sebentar! Aku tidak ingin menyakiti...”

Disaat dia mengatakannya, sebuah peluru mendarat di lantai tepat dibawahnya.

“Woah!”

“Jangan bergerak tanpa seizinku. Aku punya beberapa pertanyaan. Jika kau tidak menjawab jujur, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu.”

Sepertinya jika dia tidak menjawabnya, jantungnya akan berhenti. Dia membuka mulutnya selagi mengangkat tangannya.

“A, Aku Itsuka Shidou. Aku datang dari dunia 5 tahun yang akan datang! Kurumi.... Kau harus meminjamkanku kekuatanmu!”

“..., Barusan, apa yang kau katakan?”

Saat Shidou mengatakannya, wajah Kurumi berubah.

“Jika kau bercanda, kau akan berakhir mati.”

“Aku tidak akan berdiri di depanmu jika aku bercanda! Tolong, dengarkan aku!”

“...”

Kurumi menyipitkan matanya seolah dia mengukur kebenaran pada kata-katanya. Lalu, suara Kurumi yang terdengar seperti dia kagum dengan situasinya bergema di kepalanya.

“Araara... Aku yang dulu cukup berhati-hati, kan? ...Aku tidak ingin menghabiskan waktu lagi. Shidou-san, tolong sentuh aku yang ada di depanmu.”

“Sentuh... Jangan katakan hal yang absurd”

“Apa kau mengatakan sesuatu?”

Kurumi, yang menunjukkan moncongnya ke arah Shidou, wajahnya menjadi kebingungan. Tentu saja, itu normal. Saat dilihat dari sudut pandangnya, dia terlihat sedang bergumam dengan dirinya sendiri.

Shidou, menyiapkan tembakan yang lain, mengulurkan tangan ke arahnya.

“Tolong. Tidak apa jika pistolnya tetap seperti ini. Bisakah kau menggenggam tanganku?”

“Aku bukan perempuan muda yang naif yang akan melakukan sesuatu seperti itu oleh orang asing, oke?”

“[Kurumi] bilang ingin berbicara denganmu”

“...!”

Saat Shidou mengatakannya, Kurumi mengangkat alisnya dengan terkejut. Shidou berbagi penglihatannya dengan Kurumi dari masa yang lain adalah kemampuan Kurumi. Jadi Kurumi ini juga, harusnya mengerti.

“Fuun... begitu?”

Kurumi berhati-hati berjalan selagi menatap Shidou dan menyentuh tangannya.

Lalu,

“...!”

Dan seperti arus yang lemah mengalir, tubuhnya sedikit menggigil.

“Lama tidak bertemu... Aku penasaran apakah aku boleh berbicara seperti itu, kan. Aku.”

“...Aku mengerti. Ini jelas suaraku... kan? ---Apa yang terjadi dengan dunia 5 tahun yang lalu?”

Entah kenapa Kurumi 5 tahun yang lalu juga bisa mendengar suara Kurumi yang bergema di kepalanya. Memang, cara ini lebih efektif daripada bujukan.

Kurumi dari dunia yang asli, secara singkat menjelaskan situasinya. Bahwa kita gagal mengubah sejarah. Dan, agar bisa mencobanya lagi, kita membutuhkan kekuatan Kurumi di masa ini.

“... Kita harus memakai [Peluru ke-12] seperti itu, itu yang ingin kau katakan, aku?”

“Ya. Itu benar. Aku memohon, aku.”

Kurumi 5 tahun yang lalu diam sesaat... Lalu dia menghela nafasnya.

“...Baiklah. Jika ini cukup, aku akan membantumu.”

“! Be, benarkah?”

“Ya. Namun, kekuatannya akan diambil dari dirimu.”

Kurumi berhenti menyentuh Shidou dan pindah kebelakangnya. Lalu, disaat yang bersamaan dia membuat suara dengan sepatunya, dia mengangkat tinggi tangan kirinya.

“Sekarang, datanglah <Zefkiel>. Ini giliranmu.”

Seolah menjawab panggilannya, sebuah jam raksasa muncul dari bayangan. Angel <Zafkiel>. Benda yang mengirim Shidou ke masa ini, angel yang bisa memanipulasi waktu.

Disaat yang bersamaan, seperti yang dia pikir bayangan dibawah kaki Kurumi terlihat seperti menyebar, mereka mulai melilit kakinya.

Berikutnya, kepenatan yang dahsyat menyerangnya.

“Uh, guh...”

Dia mengingat perasaan ini. Tepat sebelum dia dikirim dari masanya ke masa ini, dia memiliki perasaan seperti ini saat dia ditangkap Kurumi.

“<Zafkiel> - <Yud Bet (Peluru ke-12)>”.

Kurumi mengangkat pistol di tangannya. Lalu, bayangan tebal keluar huruf [XII] <Zafkiel> dan masuk ke dalam moncongnya.

“Sekarang. Kita mulai.”

Kurumi perlahan menjadi moncong. Dia tahu <Yud Bet> tidak akan sakit tapi tetap tubuhnya menjadi kaku mendadak.

Walaupun dia melihat kondisinya, dia tetap menyeringai.

“Kau bilang kau.....Shidou-san, kan? Aku berharap kau beruntung.”

“...Te-terima kasih. Juga, Kurumi.”

“? Apa itu?”

“Aku pikir penutup mata itu cocok denganmu.”

“...”

“Ara?”

Saat dia mengatakannya, Kurumi di kepalanya menghela nafasnya dan Kurumi di depannya menenangkan pipinya.

“... Pujianmu sebuah kehormatan untukku. Ayo kita bertemu lagi, 5 tahun yang lalu.”

Kurumi terakhir mengatakannya dan mengkontrol pistol yang bergemetar karena kekuatan yang sangat besar dan menarik pelatuknya.

Sebuah garis seperti asap jet berwarna hitam keluar menuju dadanya.

Saat <Yud Bet> mengenai Shidou, dia merasakan tubuhnya bergerak dengan pelurunya.

Seolah dia tertangkap oleh pelurunya dan penglihatannya menjadi hitam.

Bagian 2

“...dou-san, Shidou-san...”

Saat dia mendengar suara di kepalanya, dia membuka matanya. Dia langsung mengerti bahwa dia baru saja pingsan.

Dia di atap yang sama di bangunan yang sama. Ya, mungkin salah jika disebut sama. Kurumi 5 tahun yang lalu tidak ada disini dan kota Nankou yang bisa dilihat dari sini belum terkepung oleh api.

“Berhasil?”

“Sepertinya.”

Kurumi merespon perkataan Shidou.

Benar.

Dia tidak mengetahui waktu yang spesifik tapi dia kembali.

Ke dunia sebelum kebakaran.

Ke dunia sebelum Kotori menjadi roh.

Dan, dunia sebelum Origami membunuh orang tuanya.

“Tidak ada waktu untuk bengong, Shidou-san.”

“Ah, ya...”

Setelah diberitahu begitu, Shidou berdiri dan melihat pemandangan kota Nankou yang tersebar di matanya. Dia mengepalkan tinjunya dan berbisik seolah berbicara pada Kurumi “....Ayo ubah dunia.”

Kurumi diam tuk sesaat, lalu menegaskan dengan mengatakan “ya”. Setelah mendengar penegasannya, Shidou mulai menuruni bangunannya dengan tangga darurat.

“Sekarang, kita berhasil kembali ke waktu sebelum terjadi kebakaran tapi.... Apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“Kita sampai di posisi bagus dengan masalah besar tapi tiba-tiba menjadi kacau, huh?”

Kurumi menjawabnya dengan suara menggoda seolah dia terkejut.

“Guh... Ti-tidak ada yang bisa aku lakukan! Maksudku, kenapa kau mendadak jadi dingin?”

“Tidak mungkin.”

Kurumi mengatakannya dengan cemberut. Shidou penasaran apakah dia mengatakan sesuatu yang kasar.

“Kurumi, apa ini tentang penutup mata?”

“Lagipula.”

Kurumi meninggikan suaranya untuk menghentikan perkataan Shidou.

“Itu hanya tindakan memberontak yang sopan. Perbedaan antara aku yang sekarang dan aku yang baru saja kau lihat, aku tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Mari atur situasinya berdasarkan itu.”

“Y-Ya....”

“Pertama, apa yang benar-benar harus kita lakukan?”

Kurumi bertanya seperti guru. Shidou mulai memikirkan jawabannya selagi menuruni tangga.

“Itu... Untuk mencegah Origami membunuh orang tuanya.”

“Ya, itu benar. Lalu, apa yang bisa kau lakukan untuk mewujudkannya?”

“Sesuatu seperti.... menghentikan Origami entah bagaimana.”

“Jelas itu hal yang paling mudah tapi, aku pikir itu tidak realistis.”

“Guh... I-Itu benar...”

Origami, yang percaya bahwa <Phantom> adalah musuh orang tuanya, adalah iblis yang pasti akan membalas dendamnya. Saat Shidou meninggikan suaranya, dia menyadari pasti ada sesuatu yang lebih dari itu.

Sebagai tambahan, kekuatan perempuan yang berubah menjadi roh tanpa dipertanyakan adalah yang terkuat. Mudahnya, Shidou harus mengejar perempuan yang akan bertarung dengan <Phantom> dalam pertempuran udara dengan segenap kekuatannya.

Sebenarnya, kemungkinannya bukanlah nol. Jika Origami memperhatikan Shidou dan mendengarkannya, tidak ada yang tidak bisa dia pikirkan.

Namun, batas waktu <Yud Bet>, yang Kurumi tembak di awal, tidak sebanyak itu. Ini mungkin terakhir kalinya dia bisa mengulang waktu. Berbahaya untuk mempertaruhkan segalanya hanya dengan optimisme.

“Kalau begitu... Jika aku membawa orang tuanya ke tempat yang aman... atau sesuatu seperti itu...”

“Begitu, ada kemungkinan untuk melakukannya dan sama sekali tidak bertemu Origami.”

“Be-benarkah? Lalu...”

“Tapi, aku penasaran apaka mereka akan melakukannya, jika seorang remaja tidak dikenal datang ke rumahnya dan mengatakan berbahaya jika tetap disana dan menyuruhnya untuk pergi.”

“Jika, jika aku menjelaskan situasinya...”

“Aku yakin mereka akan percaya jika kau memberitahukan mereka kalau kau datang dari masa depan dan mereka akan dibunuh oleh anaknya yang juga datang dari masa depan, kan?”

“Uh...”

Dia mulai berkeringat saat dia menyadari mencurigakannya dia.

Baru saja Kurumi dari 5 tahun yang lalu, mempercayai perkataannya tapi karena memanipulasi waktu adalah kemampuannya dan... Suara Kurumi yang ada di dalam kepalanya mengatakan hal yang cukup banyak. Pertama, jika dia harus menjelaskan situasinya pada orang tua Origami yang tidak pernah mendengar tentang roh, kebakaran akan terjadi di pertengahan.

“Juga... Walau kau berhasil membuat orang tua Origami ke tempat yang aman, tidak bisa dijamin kalau semuanya akan berjalan lancar.”

“Huh? A-Apa maksudmu?”

“Bagaimana jika dunia memendek ke waktu sebenarnya apapun yang terjadi, maka... Ada kemungkinan pilar cahaya Origami akan keluar sebelum mereka berhasil dievakuasi.”

“...”

Shidou terkejut mendengarnya. Jelas, seperti yang Kurumi katakan. Saat Shidou sudah kembali ke waktu ini dengan bantuan Kurumi 5 tahun yang lalu, dunia telah berubah menjadi berbeda sama sekali. Berbahaya untuk mengasumsikan kalau semuanya akan berjalan seperti yang mereka tahu.

...Namun, sesuatu membuatnya tidak masuk akal. Dia bertanya pada Kurumi selagi menyipitkan matanya.

“Kurumi. Kau bilang tidak mungkin untuk mengubah waktu, kan?”

“Ara, aku tidak ingat penyangkalan seperti itu. Aku tidak punya bukti, jadi aku hanya berasumsi.”

“...”

Dia merasa entah kenapa kebingungan tapi ini bukan waktunya mengejar masalah itu. Dia menggoyangkan kepalanya untuk mengontrol dirinya.

“Sekarang, menurutmu apa yang harus kita lakukan?”

“Benar...”

Kurumi diam sesaat selagi dia berpikir, dan dia melanjutkan perkataannya.

“Bagaimana kalu membuat Origami-san sadar kalau dialah pelakunya setelah membunuh orang tuanya?”

“Huh? A-Apa yang kau katakan?”

Shidou berteriak saat mendengar saran Kurumi.

“Ara, kau pikir ini berlawanan dengan akal sehat tapi. Bukankah kebalikan Inverse Origami-san, keputusasaannya ketika dia menyadari bahwa musuhnya selama ini adalah dirinya sendiri?”

“I-Itu benar, tapi fakta kalau dia membunuh orang tuanya tetap ada!”

Shidou mulai bergemetar.

Jelas jika dia menggunakan caranya, mereka mungkin bisa menghindari Inversenya. Namun, fakta kalau dia membunuh orang tuanya tidak akan berubah.

Lebih lagi, fakta orang tuanya dibunuh di tangan roh akan tetap sama. Sebagai tambahan, kengininannya untuk membalas dengan ditujukan ke orang lain. Kepada Kotori yang menyebabkan kebakaran dan mungkin kepada <Phantom> yang memberinya kekuatan...

“Ah...”

Saat dia memikirkannya, dia mengeluarkan suara kecil.

“? Apa yang terjadi? Kau berhenti berlari.”

Kurumi mengatakannya dalam kepalanya. Shidou sadar dia berhenti secaraa tidak sengaja.

Namun, sebelum bergerak lagi, dia memberitahukan idenya.

“Hei, Kurumi.”

“Ada apa?”

“Intinya; jika <Musuh> Origami tidak ada disana saat dia muncul... Bukankah itu bagus?”

Bagian 3

Lima menit setelahnya. Shidou bersembunyi di semak-semaki selagi melihat ke arah ayunan.

Ada anak perempuan, yang rambutnya dikepang dua, duduk di ayunan. Dia mungkin 7 atau 8 tahun. Dia memiliki ekspresi yang melankolis dan dengan bosan berayun-ayun selagi ayunannya memekikkan telinga.

Tidak diragukan lagi. Kotori 5 tahun yang lalu.

“Kotori...”

Dia melihatnya dengan ekspresi lelahnya dan memiliki perasaan seolah dadanya tertekan. Tentu ini adalah hari ulang tahun Kotori. Shidou pergi ke kota sebelah untuk mengejutkannya dengan hadiahnya, tapi... Dia tidak mengira dia kesepian seperti ini.

Saat dia melihat Kotori yang kesepian, dadanya sakit dan dia mendengar tawa di kepalanya.

“Shidou-san, kau benar-benar mesum, ya?”

“…Diam.”

Dia jengkel dengan jawabannya dan mengerang sebagai balasan.

Yah jelas, dia akan kesulitan jika dia terlihat dengan adegan dimana, seorang murid laki-laki SMA yang bersembunyi, menatap murid perempuan yang masih SD.

Akan ada selembaran, yang menyatakan ada orang mencurigakan berkeliaran, mengganggu seisi kota.

Namun, momen Kotori muda bersinar belum ada di retinanya.

Shidou terus… menunggu.

Untuk kedatangan <Phantom>.

“Walau begitu… Kau secara mengejutkan sudah membulatkan tekadmu, Shidou-san.”

Kurumi mengatakannya dengan nada tertarik. Shidou ragu-ragu untuk sesaat sebelum menjawab.

“Tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Juga, bukankah kau mendukung ide ini?”

“Yah, itu benar tapi. Jelas sekali, jika kau bisa mengusir <Phantom> sebelum Origami-san datang, tidak ada alasan untuk menyerangnya.”

“Jika aku bisa melakukannya… Aku ingin berbicara.”

“Berbicara? Dengan <Phantom>?”

Kurumi bertanya dengan sedikit terkejut.

“Itu tidak terduga. Aku pikir Shidou-san adalah musuh <Phantom>.”

“…Sangat banyak. Aku tidak bisa menyangkalnya. Dialah yang sudah merubah Kotori dan yang lain menjadi Roh… Tapi, sebelum itu aku tidak tahu apapun tentang <Phantom>. Aku tidak bisa mengabaikannya, jika aku melakukannya aku akan sama dengan orang yang menganggap Tohka dan Yoshino dan yang lainnya hanya sebagai bencana.”

Saat dia mengatakannya, Kurumi diam seolah dia memikirkan sesuatu, lalu…

“Fu-fufu, ahahaha…”

Dia tertawa kali ini.

“Ke-kenapa?”

“Tidak apa-apa… Aku hanya berpikir ini Shidou-san untukmu.”

Kurumi melanjutkan setelah tertawa sedikit.

“Namun, aku tidak menyarankan untuk melakukannya. Tidak ada tujuan berbicara dengan orang sepertinya. Jika ini Shidou-san yang mempesona, ini akan berakhir membingungkan.”

“Eh…? Kurumi, kau, tentang <Phantom>…”

Lalu.

Dia berhenti berbicara sebelum menyelesaikan perkataannya.

Alasannya mudah. Dalam pandangannya… Di depan Kotori yang bermain di taman sendirian, ada pengunjung yang aneh.

Umur, jenis kelamin dan fisik [Tidak diketahui].

Namun, itu normal. Seolah penampilannya tertutupi topeng, [itu] ditutupi sesuatu seperti hidung.

…<Phantom>. Makhluk yang merubah Kotori, Miku dan Origami menjadi roh.

Yang muncul di depan Kotori, sekarang.

“…”

Shidou melihatnya dan merinding. Kotori yang menjadi roh <Efreet>. Dia mengingat ekspresi kesakitannya.

“Shidou-san, jangan gegabah.”

“…, ya, aku mengerti.”

Shidou ditahan oleh Kurumi dan menghela nafas sedikit agar bisa tenang. Dia memeluk lengannya untuk menghentikannya gemetaran. Dia menekan kukunya ke telapak tangannya dan darah merembes sedikit.

Dia tidak bisa menghentikan Kotori berubah menjadi roh. Dia baru saja diberitahu oleh Kurumi.

-Setelah Kotori dan <Phantom> berbagi beberapa kata, <Phantom> bergerak ke arahnya dan mengambil sesuatu seperti berlian merah.

Dan, saat Kotori menyentuhnya, tubuhnya mulai bersinar.

“Ah, ah, aaaaah…!”

Kotori berteriak kesakitan.

Disaat yang sama, gelompang panas yang menakutkan dimana dia ada di tengahnya menyebar ke sekitar dan api mulai berputar naik.

“Guh…!”

Shidou merendahkan dirinya dan, sangat mengesankan, dia entah bagaimana memantulkan gelombang panasnya.

Beberapa detik kemudian, dia perlahan membuka matanya dan melihat sosok Kotori dengan pakaian roh yang terlihat seperti Kotori.

Itu bagaimana… Kotori menjadi Roh Api <Efreet>.

“Kotori… Maafkan aku.”

Dia bergumam pahit dan menyipitkan matanya.

“…!”

Kemudian dia memutuskan dirinya dan berlari ke depan gugusan yang sebelumnya berdiri di depan Kotori, <Phantom>.

“Hei!”

Dia meneriakinya.

Saat dia melakukannya, <Phantom> mengeluarkan suara yang tidak bisa menentukan dia lelaki atau perempuan. Di saat itu sebuah siluet yang ditutupi dengan mosaik di depannya, sepertinya sedikit bergerak. Sepertinya <Phantom> menggerakkan lehernya dan mengalihkan pandangannya ke arah Shidou.

Disaat yang bersamaan Shidou menarik nafas dan melotot ke bagian <Phantom> yang terlihat seperti kepala.

“Hei, aku ingin menemuimu… <Phantom>.”

Lalu, dia diam-diam menyebut namanya di depannya.

Tidak ada sarkasme apapun di dalam kata-katanya.

Saat dia kembali menyegel kekuatan Kotori, dia mengingat ingatannya dari 5 tahun yang lalu dan sejak itu, suatu tempat di kepalanya menginginkan pertemuan dengan keberadaan yang tidak diketahui ini.

[Mengubah manusia menjadi Roh]. Monster arogan yang memiliki kekuatan untuk membuat semacam fenomena tidak masuk akal yang menentang hukum alam.

Itu adalah pelaku yang mengubah Kotori, Miku dan Origami menjadi Roh dan kehancuran serta kebingungan yang datang mengikutinya.

Kea rah [Sesuatu] yang mengubah kehidupan Shidou, dia merasakan hubungan yang mendalam seperti nasibnya.

Namun, kata-kata <Phantom> kepada Shidou agak tidak terduga.

“…Huh?”

<Phantom> mengeluarkan nafasnya dan memutar tubuhnya.

Tentu saja, tubuh <Phantom> tertutupi oleh noise. Dari sudut pandangnya, dia hanya bisa melihat kekacauan di udara yang tertutupi oleh mosaik.

Tapi, kenapa itu mungkin terjadi? Untuk Shidou, dia tidak punya pilihan untuk mempercayainya, perilaku itu disebabkan oleh kecemasan dan gangguan.

Tentu saja, semuanya akan bereaksi seperti itu jika mereka tiba-tiba dipanggil oleh seseorang dari belakang. Tapi… itu salah. Reaksi <Phantom> jelas bukan karena dia terkejut.

“Tidak mungkin. Kau… Kenapa kau…”

“Huh?”

Shidou kebingungan saat dia mendengar reaksi <Phantom> yang aneh.

“Kau… Apa kau tahu, tentangku?”

“…”

<Phantom> tetap diam saat dia mendengar pertanyaannya. Namun, bukan berarti dia mengabaikan pertanyaannya atau tidak mau memberikan informasi yang tidak diperlukan atau sesuatu sepert itu… Hanya saja itu terlalu tercengang sampai tidak bisa mengatakan apapun.

Dia tidak bisa memahami maksud hal yang sedang terjadi dan mengerutkan alisnya.

Ada kesenjangan antara <Phantom> di dalam ingatannya dan perilaku [Sesuatu] di depan matanya. Itu kenapa, dia mengira noise yang ada di penglihatannya mungkin keberadaan yang berbeda.

“…….”

<Phantom> tiba-tiba menggerakkan tubuhnya yang tertutupi noise dan kabur selagi meluncur di atas tanah.

“Shidou-san.”

“Aku tahu!”

Seolah didorong oleh perkataan Kurumi, Shidou mengejar <Phantom>.

Saat itu, Kotori yang duduk di tanam masuk ke pandangannya. Perempuan kecil yang mempunyai kekuatan yang tidak dia ketahui mengatakan “Kakak, kakak….” berulang kali.

“…, Kuh….”

Dia merasa hatinya seolah tertarik dari pandangannya itu tapi dia menguatkan keputusannya dan terus maju. Jika ingatannya benar, Shidou 5 tahun yang lalu akan segera sampai. Dia tidak bisa mengganggunya.

Dan di atas segalanya…. Sekarang, dia harus menghentikan <Phantom>. Shidou mengikuti gugusan dari noise yang dia hampir kehilangannya seolah dia tidak menyiapkannya dengan matanya dan memberikan kekuatan lebih pada kakinya.

Dia berhasil membiarkan <Phantom> menjauh dari taman tersebut tapi itu saja tidak cukup. Shidou dan Kurumi bertujuan membuat <Phantom> dan Origami yang datang ke masa ini tidak bertemu. Agar bisa melakukannya, mereka harus menempatkan <Phantom> di mana Origami tidak bisa menemukannya… Itu kenapa, mereka tidak bisa kehilangannya.

“…Tapi, tadi itu reaksi yang tak terduga, kan?”

Selagi dia mengikuti <Phantom>, suara Kurumi bergema di kepalanya.

“Shidou-san, apa kau kenalan orang itu?”

“…Tidak sedikitpun, aku tidak mengenal siapapun yang seluruh tubuhnya tertutupi mosaik.”

“Fuun… Itu benar.”

Dia berteriak selagi berlarian di kota yang terbakar dan Kurumi menjawabnya dengan hangat.

Bukan berarti Shidou berbohong. Dia hanya berjumpa <Phantom> saat itu 5 tahun yang lalu. Yah… Jelas sekali itu [Lima tahun lalu] saat ini.

Namun, jelas sekali sepertinya <Phantom> mengenalnya.

Juga, faktanya dia sudah bertemu dengan Shidou atau seseorang seperti Shidou.

Itu dia. Direktur Manajer DEM Industries, Isaac Westcott.

Saat Shidou menyusup ke kantor pusat DEM di Jepang untuk menyelamatkan Tohka yang diculik, orang itu yang dia lihat untuk pertama kalinya yang tertawa dengan sangat aneh.

Saat dia pergi, dia memanggil Shido:

Takamiya.

“…”

Bukan karena gerakannya yang semakin intensif yang dia lakukan tapi dia merasa jantungnya berdetak lebih kencang.

Takamiya. Itu nama yang sama dengan adik kandungnya Takamiya Mana.

Juga… Shidou yang diadopsi oleh keluarga Itsuka tidak memiliki ingatan saat sebelum itu.

“Aku bertanya padamu, <Phantom>, apa yang kau ketahui tentangku?”

Selagi mengikuti <Phantom> yang terus berlari di kota yang terbakar, dia berteriak.

Saat dia memikirkannya, ada banyak hal yang tidak Shidou ketahui.

Apa yang dia lakukan sebelum diadopsi keluarga Itsuka.

Kenapa Westcott mengetahui tentang dirinya.

Yang paling utama, apa kekuatan yang dia miliki… Apa maksud kekuatan untuk menyegel kekuatan roh?

Dia sudah menyegel 7 roh dan mengirim mereka dalam kehidupan dimana mereka hidup bersama tapi dia tidak mengerti apapun.

“Kuh…”

Dia menggertakkan giginya dengan frustasi dan menyentuh tanah sekuatnya.

Lalu… Pada saat itu, <Phantom> yang bergerak di depannya, berhenti bergerak untuk alasan yang tidak jelas. Shidou, juga, tiba-tiba menghentikan tubuhnya yang bergerak dengan momentum yang luar biasa.

“…<Phantom>!”

“…”

Saat Shidou menyebut nama <Phantom>, dia menggerakkan tubuhnya yang tertutupi mosaik secara perlahan.

“…<Phantom>, huh. Jadi kau memberiku nama seperti itu.”

Lalu, dia berbicara pada dirinya sendiri dan menghela nafas.

“…Maafkan aku. Aku tiba-tiba berlari… Aku pikir akan lebih baik jika kita tidak ada didepannya.”

<Phantom> lanjut berbicara. [Dia] yang dimaksud harusnya adalah Kotori.

Dia tidak bisa mengerti tujuannya tapi jelas ini lebih baik untuknya juga. Jika mereka tetap di tempat itu, Shidou 5 tahun yang lalu akan segera tiba dan… Origami yang berubah menjadi roh juga akan tiba.

<Phantom> terus berdiri tanpa mengatakan apapun. Sepertinya dia sedang mengamatinya.

“…Ah, begitu? Jadi ini benar kau…”

Lalu, dia membuat gerakan seolah dia yakin dengannya.

Lalu, disaat yang sama, noise yang menutupi tubuh <Phantom> menghilang seperti kabut.

“A…”

Dia membuka lebar matanya.

Yang muncul dari dalam noise itu adalah sesosok perempuan.

Rambutnya dikepang dan ekspresinya sangat lembut seperti seorang ibu. Dia merasa kepalanya mulai berputar. Wajah itu membuatnya merasa pernah melihatnya dan tidak pernah melihatnya… Membuat perasaan yang aneh. “Penampilan itu…”

“Kau masih belum bisa melihat [Aku], karena itu maafkan ketidaksopananku menggunakan wujud yang lain… Aku akhirnya bisa berbicara denganmu setelah semua masalah itu namun, saying sekali aku harus menggunakan penghalang ini.”

Saat Shidou berbicara, <Phantom> menjawab dengan suara yang jelas milik seorang perempuan yang jelas berbeda dari yang dia gunakan sebelumnya.

Wujud lain. Yang artinya, perempuan ini bukan <Phantom>. Tapi, kenapa <Phantom> melakukan hal seperti ini…

Shidou memikirkannya tuk sesaat. <Phantom> tersenyum seolah dia sudah membaca pikirannya dan menggerakkan bibirnya yang seperti buah ceri.

“…Kau, [Kapan] kau datang? Dilihat dari penampilanmu, sepertinya 5 atau 6 tahun kemudian, kan?”

“! A…”

Saat dia mendengarnya, wajahnya terkejut. Itu dia. Dia tidak mengira <Phantom> bisa memberitahu kalau dia datang dari masa yang lain hanya dari penampilannya saja.

“…”

Namun, bertentangan dengan rasa terkejutnya, Kurumi terus mempertahankan ketenangannya. Seolah dia sudah menduga semua ini.

<Phantom> melanjutkan dengan nada tenang.

“…Lalu… Ada urusan apa kau disini? Kau pasti datang ke masa ini menggunakan peluru itu. Kau tidak datang kesini hanya untuk melihat-lihat, kan?”

“…”

[ILUSTRASI KE-2]

Shidou berbalik dan melihat ke arah taman tempat <Phantom> sebelumnya. Di atas udara, sosok Roh yang menyilaukan masih belum muncul.

Setelah dia memastikannya, dia membuka mulutnya.

“Kau… Kau tah tentangku, kan?”

“…Ya, aku tahu. Banyak sekali.”

<Phantom> menjawabnya. Dia merasa gemetaran karena tekanan.

“Pikirkanlah. Siapa…aku? Apa maksud kekuatan ini?”

“…”

Saat dia mendengar pertanyaan ini, dia tetap diam untuk beberapa detik.

Lalu, dia membalasnya setelah mengayunkan kepalanya.

“…Aku ingin menjawab itu tapi, aku tidak tahu kondisimu saat ini. Juga, aku tidak bisa mengatakannya. Tambahan lagi, sepertinya ada seorang anak yang menguping pembicaraan kita.”

“Eh…?”

Shidou memutar matanya dan <Phantom> melanjutkan seolah dia melihat semuanya.

“Benar… Tokisaki Kurumi. Aku penasaran jika kau mendengarkanku.”

“Ara, ara.”

Kurumi mengeluarkan suara dalam kepalanya seolah dia membalas <Phantom>.

“…Apa ini urusanmu? Jika ya, kau telag menggunakan waktu yang banyak.”

“…, tidak.”

Shidou menurunkan matanya dan mengayunkan kepalanya.

“Hal yang kulakukan saat ini adalah masalahku. Aku tidak punya urusan lain denganmu.”

“Apa mungkin itu?”

“Menghilang, saat ini.”

Masih ada banyak hal yang ingin dia tanyakan. Dia akhirnya menemukan seseorang yang mengetahui masa lalunya. Dia ingin tahu. Sejujurnya, terlepas dari apa yang harus diselesaikan, dia ingin mempelajari tentang dirinya sendiri dari [Hal] ini.

Namun, ini adalah hal yang harus dia katakana saat ini. Prioritasnya adalah menghentikan Origami menjadi Inverse.

“…Apa itu [Aku akan membunuhmu.] dengan cara yang sopan?”

<Phantom> menghela nafas dengan letih.

“Yah… Aku tidak bisa bilang aku tidak menduga untuk datang kesini. Beberapa tahun kemudian kau akan disayangi oleh Roh yang muram, ada kemungkinan kau sampai dengan ide ini… Yah, aku tidak ingin memikirkannya…”

“…”

Sepertinya <Phantom> berpikir Shidou datang dari masanya untuk membunuhnya. Shidou mengepalkan tinjunya tanpa mengatakan apapun. Bohong jika dia bilang tidak menaruh dendam padanya. Dia tidak bisa membiarkan fakta kalau dia menyakiti Kotori muda.

Namun, saat ini Shidou tidak memiliki niat untuk melawannya. Setelah menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan pikirannya, dia mengayunkan kepalanya.

“Ini bukan tentang membunuh atau tidak membunuh. Aku hanya ingin menyembunyikanmu secepat mungkin. Kau bisa pergi ke dunia lain, kan?”

“…Fuun?”

<Phantom> melanjutkan perkataannya seolah dia bersenang-senang.

“Bolehkah aku mempelajarinya? Alasannya.”

“Itu…”

Shidou ragu-ragu untuk menjawabnya.

Alasannya mudah. Dia tidak mengetahui apapun tentang ekspektasi atau mengincar perempuan di depannya.

Origami akan… Dari masa depan lima tahun kemudian, Origami yang sudah berubah menjadi Roh oleh <Phantom> akan datang kesini dan menyerang <Phantom>. Mudah mengatakannya. Lalu sebagai hasilnya, dia akan menjadi inverse. Mudah untuk memberitahu kalau tujuan mereka adalah untuk mencegahnya.

Namun, jika <Phantom> ingin membuat Roh menjadi Inverse seperti Isaac Westcott dari DEM, memberikannya informasi ini akan memberikan efek yang berlawanan.

“…”

Dia tidak tahu apa yang harus dijawabnya. Saat dia mencoba untuk menjawab, <Phantom> menghela nafas dengan tidak sabar.

“…Yah, tidak masalah jika tidak kau jawab. Aku minta maaf tapi jawabanku TIDAK. Aku memiliki beberapa hal yang belum kuselesaikan.”

“A…!”

Saat dia mendengar jawaban <Phantom>, dia kehilangan kesabarannya.

“Tunggu sebentar! Setelah ini, ke masa ini…”

Shidou membuka mulutnya untuk memberitahukan tentang Origami. Namun… Saat itu, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya seolah didorong dengan tangan yang tak terlihat. Secara naluriah, itu seperti perasaan terikat dengan wilayah AST dan Wizard DEM. Dia kesulitan menggerakkan ujung jarinya dan tidak bisa mengeluarkan suara apapun.

“Shidou-san, apa yang terjadi?”

Kurumi bertanya dengan curiga tapi dia tidak bisa menjawabnya.

Lalu, <Phantom> perlahan mendekatinya.

Setelah itu, dia mengangkat satu tangannya dan menyentuh pipinya.

Saat itu.

“…!?”

Suatu perasaan yang tak bisa diungkapkan mengalir ke seluruh tubuh Shidou.

“Ah…”

Dia tidak bisa mengerti kenapa. Tapi, kemudian dia mengerti.

Shidou mengetahui perasaan itu.

Shidou, mengetahui [Sesuatu] dalam bentuk perempuan ini.

“Aku harus berterima kasih pada Roh waktu untuk hari ini.”

Selagi <Phantom> menyentuh pipi Shidou dengan tangannya, dia mengatakannya dengan tenang.

“Saat waktunya datang, mari kita bertemu lagi. Saat itu…”

Dia melanjutkan perkataannya dalam telinganya.

“…Karena aku pasti tidak akan melepaskanmu lagi. Karena aku tidak akan membuat kesalahan lagi.”

Dan mengatakan kata-kata tersebut.

“…!?”

Shidou langsung menahan nafasnya.

Dia tidak bisa mengerti sesuatu. Dia tidak bisa mengerti segera atau nanti. Namun, dia jelas mengingat pernah mendengar perkataan itu sebelumnya.

“….”

Dia ingin bertanya siapa dia sebenarnya tapi dia tidak bisa.

<Phantom> menarik kembali tangannya dari pipinya dan memakai noise lagi. Lalu, dia menendang ke arah tanah dan terbang ke langit.

Beberapa detik setelahnya, figur <Phantom> terlalu jauh sampai dia tidak bisa meraihnya bahkan walau dia melompat dan kekuatan yang menahannya akhirnya terlepaskan.

“Kuh, haa…. Cough,cough….”

Dia jatuh dengan lututnya dan batuk beberapa kali. Namun, ini bukan waktunya untuk melakukan hal itu. Shidou langsung memutar kepalanya ke atas.

“Itu…. Apa-apaan…”

Lalu, setelah dia mengangkat kepalanya.

Dia menatap <Phantom> yang melayang di udara dan sebuah garis cahaya datang dari langit timur.

“…! Itu…!”

Bahunya terkejut dan melihat ke arah dimana garis tersebut muncul dan dia pun diam membeku.

Yang berdiri disana adalah seorang perempuan. Gaun Roh putih yang menyilaukan. Beberapa [Sayap] berpaling ke arah musuh dengan niat membunuh. Roh Kehancuran, berdiri disana.

Bahkan tidak perlu dikatakan…. Itu adalah Tobiichi Origami.

“Origami…!”

Dia meneriakkan namanya.

Namun, tidak mungkin suaranya dapat terdengar. Origami melihat lurus ke arah <Phantom> dan beberpaa garis cahaya turun seperti hujan dari ujung sayapnya yang adalah Angelnya. Selagi <Phantom> secara menakjubkan menghindarinya, dia bergerak ke langit seolah meluncur. Namun, Origami tidak menyerah. Dia mengejar <Phantom> dan mengeluarkan garis cahaya di udara tanpa istirahat.

Apa yang ada disana, beberapa menit sebelumnya… Itu adalah kedua kalinya, dia melihat pemandangan itu. Dia sudah melihatnya dengan Kurumi 5 tahun yang lalu sebelum dia mengirimnya kembali. Perkataan Kurumi sebelumnya terlintas dalam pikirannya. “Bagaimana jika dunia memendek ke waktu sebenarnya apapun yang terjadi, maka...”

“Sialan….!”

Dia mengayunkan kepalanya untuk menghilang pikiran itu yang melayang di pikirannya sejenah dan berlari mengikuti mereka berdua dari tanah.

“Aku tidak akan…. Mengulanginya!”

Adegan yang dia saksikan sebelumnya melintas di pikirannya. Hujan cahaya. Orang-orang yang sudah dihancurkan.

Lalu, pupil gadis kecil tersebut yang matanya diwarnai dengan kebencian dan balas dendam.

Origami hanya berharap untuk melindungi orang tuanya. Dia hanya mencoba menangkal takdirnya yang sudah ditentukan.

Itu adalah perasaan yang murni tapi mengalami tragedy seperti itu tidaklah bagus.

Akhir ini…

“Aku akan merubahnya…!”

Shidou memberikan kekuatan lebih pada kakinya selagi berteriak.

Alaminya dia tidak bisa mengikuti Origami dan <Phantom> yang bertarung di udara dengan kecepatan luar biasa dengan berlarian di tanah.

Namun… Tujuannya bukan mengikuti mereka berdua. Dia terus berlari ke dalam kota yang terselimuti api tanpa ragu-ragu.

Tidak lama dia sampai di tempat yang ditujunya.

Ke tempat orang tua Origami mati di [Dunia Sebelumnya].

Itu dia. Apa yang harus dia hentikan bukanlah pertarungan Origami dan <Phantom> tapi Origami membunuh kedua orang tuanya tanpa sengaja.

“…! Ketemu…!”

Shidou membuka lebar matanya selagi berlarian di dalam api yang berkobar.

Di depannya berdiri figur belakang Origami 5 tahun yang lalu dan… orang tuanya yang berdiri sedikit lebih jauh darinya.

Tidak perlu mengomel tentang itu lagi. Dia sudah gagal mencegah Origami bertemu dengan <Phantom>. Jadi, dia tidak punya pilihan lain selain membuat orang tuanya lari ke tempat yang aman untuk mengubah sejarah.

Ini disebut keberuntungan dalam ketidakberuntungan dan sekarang adalah keadaan darurat selagi kota terbungkus api besar. Seseorang yang terburu-buru menyemangati pengevakuasian bukanlah hal yang aneh. Kemungkinan mereka akan pergi mengikuti arahnya sudahlah cukup.

Namun…

“…! A…”

Dia membuka matanya dan menguatkan dirinya.

Alasannya sangatlah mudah. Di beberapa titik di atas langit… Tepat diatas orang tua Origami, Roh Origami dan figur <Phantom> berdiri. Sepertinya mereka sudah datang kesini selagi mereka terus bertarung.

“Kuh…!”

Saat yang bersamaan Shidou menggigit giginya, Origami mengeluarkan banyak sekali pilar cahaya ke arah <Phantom> untuk menghalangi jalannya untuk kabur.

Lalu saat yang bersamaan, sayapnya berkonsentrasi pada satu tempat dan menunjuk ujungnya kebawah… Ke arah tanah.

Itu adegan yang sama dengan [Barusan]. Wajah Shidou memucat.

“Jangan lakukan, Origami!”

Suara tidak akan sampai bahkan jika dia berteriak sekalipun.

Dia tidak bisa membuat orang tuanya berevakuasi lagi. Berikutnya, pukulan yang menyakitkan akan datang dan mengirim dua orang ke surga sebelum mereka bahkan bisa merasakan sakitnya.

“Sialan…!!”

Shidou memberikan kekuatan lebih pada kakinya.

“Shidou-san!?”

Selagi dia melakukan hal yang tak terduga, suara terkejut Kurumi bergema di kepalanya.

Namun, tidak ada cara lain yang bisa dia pikirkan untuk pergi dari situasi yang dihadapinya.

Pilar yang besar diluncurkan menuju tanah dari Angel itu yang berkonsentrasi pada kekuatannya.

“Uooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo…!!”

Disaat yang bersamaan, Shidou berteriak dengan seluruh kekuatannya dan melompat ke arah orang tua Origami…

Dan mendorong punggungnya dengan sekuat tenaga.

“A…!?”

“Kya…”

Saat tiba-tiba didorong, ayah dan ibu Origami berteriak.

Mereka didorong dengan sekuat tenaga. Mereka mungkin ada yang tergores seperti lututnya.

Namun, itu bisa dimaafkan, kan?

Bahkan jika, mereka mungkin memukul kepalanya dengan keras. Shidou, sementara penglihatannya berwarna putih, mengatur bibirnya sendiri.

“…!”

Lalu, selagi dia melakukannya, suara seseorang bergetar di gendang telinganya.

Dia pikir itu Kurumi tapi dia salah. Suaranya jelas dari luar.

Dan lalu, tepat sebelum penglihatannya muncul, dia menyadarinya. Itu adalah Origami 5 tahun yang lalu di depannya.

Matanya bertemu untuk beberapa detik.

Matanya masih belum bersinar dengan balas dendam. Kolam kebencian tidak menumpuk.

“Ah… Itu bagus”

Shidou sedikit bergumam. Lalu, dia terbungkus cahaya putih dan kehilangan akalnya.

Date A Live Jilid 11 bab 7 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Marcellino Novaldo

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.