15 Mei 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXI


PERMINTAAN PUTRI EMILY

Bagian Pertama 
Semua orang hanya terdiam terkejut mendengar pernyataannya. Saat itu suasana terasa hening setelah orang yang merasuki Herliana memperkenalkan diri.

“Ap-apa itu benar? Apa semua perkataanmu itu benar…?” tanya Heliasha ketakutan.

Benar tentang apa?” Emily terlihat kebingungan.

Secara perlahan mata kanan Emily tertutup, dia mulai berbicara kembali.

“Tentang aku adalah reinkarnasimu, Putri….” Jelasnya kembali, tapi nadanya terlihat berbeda.

“Herliana?” Keisha terkejut melihat tubuh Herliana.

“Ya Kak Heliasha, aku adalah reinkarnasi Putri ini..” senyum Herliana.

“Jika kamu reinkarnasi Putri Emily, lalu kenapa Halsy harus melakukan semua in –“ Heliasha terlihat kesal.

“Semuanya, tolong dengarkan permintaan dan peringatanku dulu…” Emily terlihat serius, tubuh Herliana kembali dikuasai oleh dirinya.

“Permintaan? Peringatan?” Anggela terlihat penasaran, dia berjalan satu langkah menghampiri Emily.

“Tolong hentikan ambisi gadis bernama Halsy itu, itulah permintaanku.”

“Sudah kuduga kalau dia benar-benar –“ Keisha terlihat kesal.

“Tidak, mungkin dia melakukan ini bukan karena kepentingan pribadinya.”

“Lalu apa!? Dia sudah berubah, dia dengan mudahnya memanfaatkan kami –“ kesal Keisha.

“Aku tau… “ Emily memegang tangan kanannya, tubuhnya terlihat bergemetar.

“Seharusnya itu peranku, seharusnya itu takdirku .…” Herliana kembali menggunakan tubuhnya.

“Apa maksudmu?!” Heliasha terlihat kesal.

“Saat aku jatuh ke jurang, saat itulah Halsy menyelamatkanku, dan bersamaan itu juga dia telah mengambil setengah kemampuanku….”

“Lalu untuk apa dia melakukan hal yang bukan kewajibannya?!” Heliasha semakin kesal menatap tajam Herliana.

“Kenapa kalian bertanyaku? Bukankah kalian tau sendiri bagaimana sifat gadis bernama Halsy itu….” Senyum Emily, dia kembali menggunakan tubuh Herliana.

“Aku mengerti…. Anak itu…!” Heliasha mengepalkan kedua tangannya, dia terlihat sangat frustasi.

“Maka dari itu tolong hentikan adikmu itu, Heliasha.” Herliana tersenyum kecil.

“Sudah kuduga kalau Halsy bukan orang yang seperti itu….” Anggela tersenyum memejamkan mata.

“Tapi ada satu hal yang belum aku tau tentang dirinya, dia berniat merencanakan sesuatu yang sangat membahayakan dunia. Bukankah kamu juga merasakannya, Herliana?”

“Ya, aku juga …. Aku berharap dia tak terbutakan untuk menjadi pahlawan.” Herliana kembali menguasai tubuhnya. Wajahnya terlihat kesal.

“Jadi permintaan putri ini yang lainnya adalah hentikan tujuan Halsy yang tak diketahui itu,” lanjutnya.

“Tujuan? Tujuan apa lagi yang direncanakan adikku?” Heliasha terlihat khawatir.

“Entahlah, itu tugas tambahan kalian…”

“Tanpa diminta pun aku akan melakukannya, Herliana…” senyum Anggela melihat Herliana.

“Sayang sekali, aku Emily…” senyum Emily yang menggunakan tubuh Herliana.

“Ah be-benarkah, aku benar-benar kebingungan melihat kalian berdua yang berdiam pada satu tubuh.”

“Ahahahaha maaf maaf. Oh iya, ada satu lagi permintaanku untuk kalian…”

“Apa itu?” tanya Keisha penasaran.

“Aku tidak menuntut kalian untuk melakukannya. Tapi jika kalian kesulitan atau tidak bisa,  kalian tidak perlu memaksakan dir –“

“Apa itu? Katakan saja?!” kesal Anggela pada Emily yang berbelit-belit.

“Baiklah.”

“Tolong selamatkan sahabat tercintaku satu-satunya, Elenka Angelwish Gehenica….” Lanjutnya terlihat sangat sedih.

“Elenk –“

“Bukankah itu calon raja iblis kelima?! Kenapa kita harus menyelamatkanya?!” Keisha terlihat kesal menatap tajam Emily.

“Di-di-dia tidak bersalah, ini salahku, salah kami, salah dunia ini yang membuatnya terluka….” Emily terlihat bergemetar, menangis seakan menyesali perbuatannya.

“Tu-tunggu apa maksudnya itu?” Anggela terlihat penasaran.

Tubuh Herliana hanya terdiam, setelah bergemetar hebat tubuhnya hanya terdiam dengan kepala menunduk.

“Pu-putr –“

“Dia sudah tidak ada…” jelas Herliana membuka matanya.

“Apa maksudnya dia sudah tidak ada…?” Keisha terlihat penasaran.

“Untuk beberapa alasan, dia tidak mau keluar lagi. Sepertinya penyesalannya terlalu dalam hingga dia seperti itu…” senyum sedih Herliana.

“Apa kamu tau maksud dari perkataan Putri Emily tadi?” tanya Serraph berjalan pelan menghampiri Herliana.

“Tidak, aku juga tidak ta –“ perkataan Herliana terpotong oleh tembakan railgun dari Anggela ke arahnya.

BOAMMMM!!!!

Serraph lekas berlari cepat dan berhasil menyelamatkan Herliana.

“Apa maksudnya itu…?” kesal Serraph melirik Anggela yang terlihat tidak sadarkan diri.

“Ini ulahnya….” Heliasha terlihat kesal melirik seseorang yang sudah terabaikan sejak awal.

Ya, itu adalah Charles.

“Hah? Apa kemampuannya itu hingga bisa mengendalikan Anggela…?” jelas Serraph menggendong Herliana, dia mundur ke arah Jeremy dan yang lainnya.

“Beberapa orang menjuluki dia Controlling Life...” Keisha terlihat ikut mundur dengan Serraph.

“Hah julukan macam apa itu?” Serraph terlihat terkejut melirik Heliasha, dia berjalan menghampiri Jeremy dan yang lainnya.

“Julukan yang menakutkan bukan…?”

“Apa yang sudah terjadi disana hingga Anggela menyerang gadis ini…?” Jeremy terlihat penasaran sambil mempertahankan skill pertahanannya, dia mulai melirik Herliana.

“Pasti Charles…” Lily bergumam kesal menatap tajam Anggela.

“Ya, aku juga sudah mendugannya…” Gramior mulai memejamkan matanya.

“Aku belum pernah mendengar seorang kineser yang memiliki kemampuan untuk mengontrol kehidupan manusia.” Serraph masih terlihat kesal.

“Lalu bagaimana denganku?” senyum Heliasha.

“Kamu kasus yang berbeda, darah merupakan bagian penting dalam tubuh manusia.”

“Tapi kenapa juga Heliasha bisa bekerja sama dengan kita?” Ai terlihat khawatir melihat Heliasha.

“Itu juga yang ingin kutanyakan padamu, Keisha…” Alcot menatap tajam Heliasha.

“Tenang, dia sudah berpihak pada kita…” senyum Keisha.

“Apa kita bisa mempercayainy –“

“Sudahlah, tidak ada waktu bagi kita untuk berdebat tentang hal ini… Jeremy buka gerbangmu sebentar, aku titip gadis ini…” jelas Serraph sambil menurunkan Herliana.

“Tunggu, Serraph! Memang benar ada kinesis yang bisa mengendalikan manusia, kemampuan itu adalah Ergokinesis.”  Herliana sambil berjalan memasuki benteng tak tertembus Jeremy.

“Tapi Charles tidak termasuk ilmu itu, ilmu kinesisnya adalah –“

BOAMMMM!!!

Tembakkan railgun yang lebih besar melesat cepat ke arah Serraph dan yang lainnya.

Serraph, Heliasha, dan Keisha lekas menghindari serangan Anggela tersebut.

Tapi karena skill pertahanan Jeremy yang tak tertembus, tembakan Anggela dibelokkan kembali ke arahnya.

Anggela menahan serangan Railgunnya dengan sebuah benteng listrik tak tertembus.

Benteng listrik tersebut terbuat dari empat buah Drone yang tiba-tiba muncul di depannya, keempat drone tersebut membentuk seperti empat persegi yang cukup besar.

Terlihat juga empat buah drone dibelakang Anggela yang bersiap menembakkan lasser listrik.

BOAMMM!!! BOAAAM!! BOAAMMM!!!

Lasser tersebut terus menyerang bertubi-tubi ke arah Serraph dan Heliasha.

Serraph terus menghindari lasser tersebut dengan kecepatan listriknya, sedangkan Heliasha terlihat membuat benteng sederhana yang terbuat dari darah. Benteng yang cukup kuat untuk menahan serangan Anggela yang bertubi-tubi.

“Apa-apaan serangannya itu?! Dan juga darimana datangnya benda-benda yang melayang disekitarnya…” teriak kesal Serraph sambil terus menghindari serangan Anggela.

“Benda itu sama seperti Damascus Sword milikku. Teknik tranformasi pertama, Ancient Weapon: Atlantis Dhrone…” Heliasha berwajah khawatir, menahan serangan Anggela.

“Kalau begitu ....“ Serraph tersenyum melihat Heliasha.

“Aku tau, jika dia menggunakan Ancient Weapon, Kita juga akan menggunakan Ancient weapon..” senyum Heliasha sambil mengeluarkan pedang Damscusnya kembali.

“Bagus, aku bergantung padamu…” senyum Serraph

“Tung-tunggu!? Apa maksud perkataanmu itu?!”

“Eh? Apa aku belum mengatakannya? Aku tidak bisa menggunakan skill transformasi pertama itu.”

“Ehhhh!? Yang benar saja!” kesal Heliasha melirik Serraph. Dia keluar dari benteng pertahanannya sambil membawa pedang Damascusnya.

Heliasha terus berlari mendekati Anggela, menebas setiap tembakan yang diluncurkan dari Anggela ke arahnya.

SYAT!!! DUARR!! SYATT!! DUARR!!! DUAR!!

Pada akhirnya Heliasha berhasil mendekati Anggela, tinggal beberapa meter lagi baginya untuk menghentikan Anggela.

Tapi tiba-tiba,  tubuh Heliasha langsung terjatuh ke tanah, membuat retakan yang sangat hebat seola-olah gaya gravitasi untuknya telah ditingkatkan.

Wajahnya terlihat kesakitan sambil melirik sahabatnya, Keisha.

“Ap-apa maksudnya ini, Keisha…?!”

Keisha hanya terdiam, pandangan matanya kosong seperti Anggela.

Ya, dia dikendalikan oleh Charles seperti Anggela.

“Jangan remehkan aku! Kalian pikir aku tidak berkembang sejak pertarungan terakhir dengan kalian…!” teriak Charles tersenyum bahagia.

“Sial…..” Heliasha terlihat khawatir, wajahnya masih terlihat kesakitan.

ZWUUUBBB!!!!

Serraph tiba-tiba berada di samping Keisha dengan cepat, dia menggunakan percepatan listriknya seperti skill Anggela. Dia berniat menendang putrinya sendiri dengan kaki kirinya tapi.

Gravity Shock!!” jelas Keisha merentangkan kedua tangannya, gravitasi disekitarnya menjadi ringan dan melontarkan apapun yang mendekatinya.

Saat dalam kondisi terlempar, Serraph kembali menggunakan percepatan listriknya dan bergerak cepat ke arah Heliasha, dia menyelamatkan Heliasha yang terluka dan kembali ke tempat Jeremy.

“Sepertinya musuh bertambah…” Jeremy terlihat khawatir melihat Keisha dan Anggela.

“Ah ya, aku juga tidak tau kalau Charles bisa melakukan ini..” Heliasha terlihat duduk karena kakinya patah akibat serangan dari sahabatnya.

Second Human dolls, ini pertama kalinya aku melihat dia menggunakan skill ini.” Gramior memasang wajah khawatir.

“Aku juga,” Lily ikut memasang wajah khawatir.

“Heliasha, lebih baik kamu masuk dalam pelindung Jeremy. Kondisimu yang sekarang sudah sulit bertarung dengan mereka.”

“Tapi jika aku juga ikut berlindung –“

“Sekarang giliranku, aku juga ingin ikut membantu.” Gramior mulai berdiri.

“Tidak, kemampuanmu sudah cukup bagus untuk membantu pertahanan Jeremy. Biar aku saja yang membantu lelaki bernama Serraph ini..” Lily ikut berdiri sambil bersiap bertarung.

“Sayang sekali, aku sama sekali tidak membutuhkan bantuan kalian. Biar aku yang mengatasi mereka.”

“Tapi –“ Lily terlihat kesal karena merasa dianggap remeh.

“Pastinya akan lebih buruk jika salah satu dari kalian juga dikendalikan kembali olehnya,” lanjut Serraph.

“Tapi itu belum pas –“ Lily memasang wajah frustasi.

“Aku hanya berjaga-jaga…” senyum Serraph sambil memasukkan Heliasha ke dalam pelindung Jeremy.

“Ak-aku akan membantumu dari belakang…!” Heliasha terlihat khawatir melihat Serraph.

“Tunggu Heliasha, bukankah kamu bisa menghentikan skill Human doll milik Charles?” tanya Lily penasaran.

“Ya aku bisa menahan human doll milik Charles, tapi sayangnya saat ini tenagaku habis. Selain karena pertarungan sebelumnya dengan kalian, tenagaku juga terkuras habis oleh ruangan ini…” senyum Heliasha.

Serraph kembali ke medan pertarungan, pertarungan yang cukup sulit melawan anak-anaknya.

Kembali ke tempat Jeremy yang sedang membahas masalah penting yang belum terselesaikan oleh Herliana.

“Kalian tau, kemampuan Kinesis Charles tidak terlalu kuat.” Herliana sambil melihat pertarungan Serraph dengan kedua anaknya.

“Eh? Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu, Herliana?” tanya Heliasha cukup terkejut.

“Ya coba pikirkan ini, tidak ada ilmu kinesis yang bisa mengendalikan kehidupan manusia selain yang aku sebutkan sebelumnya.”

“Maksudmu Ergokinesis?” tanya Alcoty dan Ai.

“Ya, tapi Charles berbeda. Dia bukan tipe itu, dengan kata lain dia hampir sama denganmu Heliasha.”

“Maksudmu dia memanfaatkan salah satu unsur penting manusia? Lalu apa itu?”

“Darah?” Ai bertanya sambil memasang wajah berpikir.

Semua orang disana hanya terdiam melirik Ai dengan pandangan datar.

“Kenapa denganmu? Tentu saja itu tidak mungkin!” Alcoty terlihat kesal memejamkan mata.

“Ak-aku hanya asal tebak! Jangan menghinaku!” kesal Ai.

“Sudahlah, jangan bertengkar karena masalah sepele seperti itu…” senyum Jeremy.

“Jadi menurutmu apa?” tanya Lily melirik Herliana.

“Aku tidak terlalu yakin, tapi aku berpikir kalau kemampuannya adalah memanipulasi…” Herliana terlihat khawatir, dia terlihat menghentikan perkataanya seakan ragu.

“Indra?” Heliasha memasang wajah berpikir melihat Herliana.

“Y-ya…”

“Apa ada ilmu kinesis yang memanipulasi indra manusia seperti itu!?” tanya Ai dan Alcot terkejut.

“Ada satu….” Herliana terlihat khawatir.

“Tapi itu sangat jarang…” lanjutnya memejamkan mata.

Illusionarykinesis, kah? Jeremy tersenyum.

“Ya, ilusi. Mungkin dipenglihatannya Anggela dan Keisha kalau kita ini adalah musuhnya.”

“Lalu bagaimana cara kita menyadarkannya mereka!?” tanya kesal Ai.

“Ada dua cara, kalahkan pengguna atau sadarkan paksa mereka yang terkena skill ini..” jelas Herliana melihat Ai.

“Baiklah kalau begitu, aku akan membantu Serraph…” Gramior terlihat bersiap bertarung.

“Bukankah sudah kubilang, biar aku yang mengambil peran it –“ perkataan Lily terpotong oleh benturan keras dari arah pertarungan.

JWUB! JWUB! JWUB! JWUB!! BUARSHHH!!!

Suara benturan keras seketika terdengar oleh mereka, mereka yang terkejut mulai menghentikan pembicaraannya dan lekas kembali melihat pertarungan tersebut.

Lima, tidak delapan buah bongkahan es besar yang sangat tajam terlihat menancap pada tanah. Dibawahnya terlihat Serraph yang memasang wajah khawatir, luka di tangan kananya juga terlihat cukup parah karena serangan dadakan tersebut.

Bukan Anggela atau Keisha yang melakukan hal itu, melakukan sesuatu yang membuat Sang malaikat jatuh kewalahan.

Seorang gadis melayang diatas Serraph, rambut putih bersih dengan kulit seputih salju. Tatapannya sangat tajam memandang seseorang dibawahnya yakni, Serraph.

***

Bagian Kedua
Si-siapa!? Keisha? Tidak, bukan… Anggelina!? Bukan! Orang ini terlihat berbeda dan benar-benar sangat berbahaya…” Heliasha terlihat sangat terkejut ketakutan melihat gadis tersebut.

Kedatangannya membuat semua orang terkejut termasuk Charles sendiri, aura kemarahan yang dipenuhi balas dendam benar-benar terasa oleh mereka yang berada disana.

Hal berlaku bagi Serraph, dia mulai menatap tajam gadis yang tiba-tiba menyerangnya tersebut. Ganguan kecil seperti serangan Keisha dan Anggela mulai tak berarti bagi mereka.

“Aku tidak tau apa urusanmu hingga terlibat dalam pertarungan bodoh ini, tapi aku senang melihatmu kembali, Serraph.” Senyum kesal gadis tersebut menatap Serraph.

“Aku juga….” Senyum Serraph.

Sementara kembali ke tempat Jeremy, Di saat semuanya terdiam ketakutan ketika melihat gadis tersebut. Jeremy mulai bergumam khawatir ketakutan.

“Aku tidak menyangka skenario terburuk bagi mereka akan berakhir disini…” Dia memperkuat pertahanannya.

“Si-siapa gadis itu?! Apa sekutu Charl –“ Ai bertanya penasaran.

“Bukan, dia bukan sekutu Charles. Aku benar, kan?” tanya Alcot melirik Heliasha.

“Ya, aku juga baru pertama kali melihatnya.”

“Jadi bisa kalian beri tau siapa dia?” tanya Heliasha melihat Jeremy dan Herliana.

“Lebih baik kalian tetap berlindung disini, aku hanya bisa berdoa agar Anggela, Keisha, dan Charles selamat jika mereka bertarung habis-habisan disini.”

“Tu-tunggu apa semenakutkannya gadis itu sampai kamu berkata seperti itu?!” Lily terlihat terkejut.

Semoga mereka tidak melakukan Overrun Takeover disini, konsekuensinya menyangkut pengguna dan kita semua yang ada disini…” Jeremy terlihat khawatir sambil menatap tajam Serraph dan lawannya.

“Tunggu, hei apa kalian mengabaikank –“ Heliasha terlihat kesal.

Keina Abstieg Deviluck… Seharusnya kamu tau siapa gadis itu? Herliana terlihat memejamkan mata.

“Keina….?” Heliasha terlihat sangat terkejut. Tubuhnya bergemetar.

Kembali ke tempat Serraph dan yang lainnya.

“Jadi beginilah akhirnya? Benar-benar sangat ironis yah,” senyum manis Keina memejamkan mata.

“Apa ini jalan yang kamu pilih, Keina? Kau tau ..., seseorang yang sudah mati tidak dapat kembali ke dunia ini..”

“Ya, tapi orang yang masih hidup dapat pergi dari dunia ini…”

“Kau masih saja kekanak-kanakan, Keina –“

Sebuah tembakan Railgun dari dhrone menyerang Serraph, tapi dengan cepatnya Serraph menghindari serangan tersebut.

“Litias!!” teriak kesal Keina melihat Anggela.

Seketika seorang gadis lainnya muncul dan bergerak cepat mendekati Anggela, dia berniat menebas Anggela secara horizontal dengan tulang tajam yang keluar dari tubuhnya.

Anggela mundur dan menghindari serangan tersebut dan mulai bersiaga kembali.

“Apa yang harus kulakukan pada mereka, Kak? Membunuhnya?” senyum Litias melihat Anggela dan Keisha.

“Ya, bunuh saja merek –“

“Tunggu Keina! apa kamu tidak tau siapa mereka itu!?” kesal Serraph berteriak pada Keina.

“Hah? Kenapa kamu sangat peduli dengan merek –“ Keina mulai melirik Anggela dan Keisha, dia langsung terdiam terkejut ketika melihat wajah mereka.

Ah, bocah yang waktu itu, bocah yang memiliki pandangan tajam seperti Serraph. Tu-tunggu, apa-apaan dengan wajah gadis yang bersama bocah itu. Wajahnya sangat mirip dengank –… ja-jangan katakan…“

“Ah, ap-apa mereka itu bersaudara..?” Keina terlihat gugup melirik Serraph.

“Ya, mereka bersaudara..” Serraph memalingkan wajahnya, wajahnya sedikit memerah.

“Kenapa bisa!? Ma-ma-maksudku aku denganmu!? Aku tidak percaya ini!?” Keina terlihat sangat marah dengan wajah memerah.

“Jangan tanyakan hal itu padaku, tanya saja pada mereka!”

“He-hei, Jeremy. Hubungan apa yang mereka miliki?” tanya datar Lily dan Gramior melihat reaksi lucu dari Keina dan Serraph.

“Cu-cukup rumit… yang jelas mereka masih memiliki rasa itu, tapi karena kekerasan kepala mereka berdua. Mereka jadi seperti sekarang…”

“Sudah cukup! Ini pasti kesalahan!!” teriak kesal Keina terlihat mengeluarkan kembali kemampuannya, sebuah bongkahan es maha besar ke arah Serraph.

Iceberg!!”

WUSHHHH!!!

Bongkahan es tersebut bergerak cepat ke arah Serraph dan Jeremy, bongkahan es sangat besar yang siap menghancurkan apapun dibawahnya.

“Ap-apaan bongkahan es itu!? Ini benar-benar gila!!” kesal Ai terlihat ketakutan melihat bongkahan es tersebut.

Tapi tiba-tiba es tersebut secara perlahan mulai meleleh, lalu sebuah cahaya kekuningan bergerak cepat menghampiri es tersebut, terdengar gumaman pelan dari seorang lelaki yang bersiap menggunakan skillnya,

Cahaya ketiga – Pembatas dunia!”

ZWINKK!!!

Bongkahan es tersebut terbelah menjadi dua ketika sebuah sinar tipis berwarna kuning melewati titik tengah bongkahan es.

Masing-masing bongkahan es tersebut jatuh ke tempat yang saling berlawanan. Benturan keras bersamaan dengan gempa yang sangat hebat masih terasa oleh semua orang disana.

DREDERDERDDD!!!

“Tcih… siapa?” kesal Keina melihat seseorang yang diselimuti listrik berwarna kuning keemasan.

“Kau terlambat…” kesal Serraph melirik lelaki berbalut listrik tersebut.

“Berisiknya! Kau tau? Aku kesulitan untuk meyakinkan dirinya untuk tidak terlibat..” lelaki tersebut melirik kelompok yang datang bersamannya.

“Dirinya..? Oh maksudmu gadis yang kamu jaga itu…” senyum Serraph memejamkan mata.

“Tapi sepertinya kau tetap gagal yah?” lanjut Serraph.

“Aku tidak butuh hinaanmu, yang lebih penting siapa gadis yang mengeluarkan gunung es tadi? Kemampuannya benar-benar tidak normal…” kesal Haikal melirik Keina.

“Dia gadis yang aku ceritakan waktu itu, Keina..”

“Hoo, mantan kekasihmu itu, yah..” senyum Haikal melirik Serraph.

Sedangkan di tempat Heliasha dan yang lainnya. Mereka tetap melihat kejadian yang luar biasa tersebut. Tapi perhatian mereka langsung teralihkan saat terdengar teriakan seorang gadis.

“Kakak!!” teriak gadis berambut coklat berlari menghampiri Heliasha yang terlindungi oleh skill pertahanan Jeremy.

“Al-alysha, kenapa kamu ada disini?!” Heliasha terlihat sangat terkejut.

“Kenapa? Tentu saja aku ingin membantumu, Kak! Aku akan berpihak padam –“

“Sudahlah, selama ini Kakak salah. Lebih baik kamu bantu Anggela –“

“Waah seperti yang kamu katakan Alysha, Kakakmu benar-benar cantik…” senyum gadis lainnya, dia tersenyum melihat Heliasha yang hanya terdiam terkejut tidak percaya.

Heliasha hanya bisa terdiam dan mulai menitiskan sedikit air mata, dia ingin lekas berdiri dan memeluk seseorang yang berbicara padanya. Tapi apa daya karena kakinya yang terluka ditambah tenaganya yang habis terkuras, dia hanya bisa terdiam terus menatap seseorang yang ia rindukan tersebut.

“Ma-mamah…”

Bahkan sang Blood taker juga bisa memasang wajah seperti ini..” Gramior tersenyum melirik Heliasha.

“Wah kamu langsung mengenaliku, seperti yang kuduga dari putri tertuaku…” senyum gadis tersebut, ibu kandung dari tiga putri keluarga Aeldra, Asha Anatasha.

“Ma-maafkan aku, aku tidak hiks.. tidak bisa menjaga Hals –“ Heliasha mulai menangis memejamkan mata, meski umurnya yang mulai beranjak dewasa dia masih saja terlihat seperti anak kecil.

“Sudah tidak apa, itu bukan salahmu. Ini semua salah kami. Kami gagal sebagai orang tua kalian di masa depan,”senyum sedih Asha.

“Hey, apa aku akan baik-baik saja jika datang ke tempat seperti ini?!” tanya seorang lelaki yang berjalan bersama Shana.

“Hah? Kuatkan dirimu! Kamu ini kan laki-laki, Simon!”

“Kau bercanda?! Aku memang lelaki tapi aku hanya manusia biasa!” kesal Simon.

“Siapa?”  tanya Savila yang berjalan dibelakang Shana, dia berjalan bersama Eve.

“Aku! Aku manusia bias –“

“Tidak tidak, maksudku kamu ini siapa?” tanya Savila datar.

“Dia utusan dari PBB, Simon Shilvana,” senyum Shana melihat Savila.

“Lalu kenapa kamu melibatkan dia dalam pertempuran ini…?” tanya datar Savila.

“Aku harus mengunci mulutnya, kan?! Siapa yang tau jika dia lepas dari pengawasanku. dia akan membocorkan rahasia tentang –“

“Percuma Shana, setelah pertempuran Heliasha beberapa saat yang lalu, dunia sudah mengetahui keberadaan kita,” senyum Silica yang berjalan bersama Alfa.

“Jangan katakan kalau percuma saja jika aku membawa benda ini..” tunjuk Shana pada Simon.

“Be-benda…” Simon mulai terlihat kesal.

“Shana Anatasha, bersikaplah lebih sopan terhadap tamu kit –“ Asha terlihat kesal.

“Tamu darimana Kak? Orang ini cuman mengorek informasi tentang kit –“

“Shana….!” Asha terlihat memejamkan mata, tekanan nadanya terdengar berat.

“Ba-baiklah.. ak-aku minta maaf..” Shana terlihat ketakutan sambil melirik Simon.

Jadi begitu yah.. alasanmu takut pada kakakmu…” Simon tersenyum melihat Shana.

“Jadi dunia sudah mengetahui tentang keberadaan kita yah..” Savila terlihat berpikir.

“Ya, dimasa depan kita akan benar-benar sibuk nantinya…” senyum Silica melihat Asha.

“Kenapa kamu melihatku….” Asha dengan nada datar.

“Tentu saja –“

“Dengar yah, aku tidak mau mewakilimu untuk datang dalam konfrensi atau rapat internasional. Kamu sendiri yang harus datang kesana sebagai seorang Guild Master.

“Tapi –“ Silica terlihat sedih dan kecewa.

“Jangan pikirkan masalah itu dulu, Silica. Yang harus kita pikirkan saat ini adalah keadaan kita, kita sedang berada dalam tengah pertempuran…” Alfa terlihat serius menatap Serraph dan Keina yang bertarung satu sama lain, Haikal juga terlihat membantu Serraph.

Sedangkan beberapa meter cukup jauh dari sana, terlihat Keisha dan Anggela yang bertarung dengan Litias.

“Benar yang dikatakan oleh Kak Alfa, saat ini kita harus fokus dalam pertempuran ini,” Evelyn sang putri ras Half-elf  terlihat berjalan mendekati pelindung Jeremy, dia berjalan menghampiri Herliana yang melihat dirinya.

“Anggela dan Keisha dikendalikan oleh Charles, kemungkinan Charles menggunakan ilusi optik pada mereka berdua,” Herliana terlihat langsung menjelaskan kondisi seakan tau apa yang diinginkan Evelyn.

“Lalu tentang Litias dan Keina?”

“Entahlah, mereka berdua tiba-tiba datang dan menyerang Serraph. Tapi aku ragu jika mereka berpihak pada kita.”

“Jadi mereka musuh, yah –“ Alfa terlihat berpikir, tapi.

“Tu-tunggu, Keina!?” tanya Savila sangat terkejut memotong pembicaraan.

“Hah ya, dia sang putri keluarga Deviluck itu. Memangnya kenapa –“  Evelyn cukup terkejut melihat Savila.

“Apa kamu sudah lupa dengan apa yang aku katakan Putri?!”

“Apa maksudmu? Aku tidak menger –“

“Ayolah Putri, aku sudah menceritakan padamu saat di desa ras kita, tentang ras kita yang sudah membunuh –“

“Aku ingat…” Evelyn terlihat sangat terkejut, tangannya mulai bergemetar ketakutan.

“Keina seharusnya sudah mati. Jadi siapa yang bertarung dengan Serraph saat ini?” lanjutnya terlihat khawatir melihat pertarungan Serraph dan Keina.

Herliana hanya menundukkan kepalanya, kesedihanya cukup dalam yang membuat semua orang disana merasakan aura penyesalan yang hebat dari dirinya.

“Kau ...!! Sejak aku datang ke ruangan buatan ini hanya ada satu orang yang memiliki aura berbeda dari yang lainnya. Aura yang amat kuat seakan mengetahui tentang pertarungan in–, tidak… mungkin rahasia dunia ini…” Evelyn melirik Herliana yang menundukkan kepala.

“Gadis yang saat ini bertarung dengan Serraph adalah Keina, Keina Absteig Deviluck yang asli.” Herliana mulai mengangkat kepalanya.

“Tu-tunggu! Aku ingat jelas kalau aku dan ras ku sudah membunuh Keina!! Aku sangat yakin kalau itu bukanlah mimpi –“

“Itu bukan mimpi atau khayalanmu, memang benar kalian telah membunuh seorang gadis yang sangat mirip dengan Keina.”

“Sangat mirip?” Evelyn terkejut tidak percaya, dia seakan paham apa yang baru saja terjadi, tubuhnya semakin bergemetar, dia memegang kepalanya seakan merasa sangat bersalah.

“Ya benar, gadis yang kalian bunuh adalah…. “ Herliana.

“Anggelina….?” Heliasha terlihat terkejut tidak percaya, tatapannya terlihat sangat kosong.

“Anggelina? Maksud Kakak…?!” Alysha sangat terkejut melihat Kakaknya yang terlihat sangat shock.

“Hanya dia selain Keisha yang memliki wajah mirip seperti Keina, selain itu rambutnya juga berwarna putih yang membuatnya semakin mirip dengan ibunya.”

“Astaga, ini benar-benar diluar dugaan…” Fie terlihat sedih melirik Herliana.

“Apa mereka sudah tau…?” lanjut Fie sambil melihat pertarungan Anggela dan Keisha.

“Belum…” jawab Herliana memejamkan mata.

“Ap-apa yang sudah kulakukan…?” Savila terlihat bergemetar, dia menatap tangannya yang bergemetar sambil menangis ketakutan.

“Jadi perkataan gadis itu benar, kalau dia bukan Keina….” Lanjutnya sambil menangis menutupi wajah.

“Apa-apaan ini haha– ini tidak lucu. “ Heliasha memegang keningnya, dia mulai menangis menyesal.

“Bagaimana aku berhadapan dengan Keisha dan Anggela nanti, akulah yang bertanggung jawab karena membuat dia terlibat dalam semua in –“

“Kakak bohong kan!? Anggelina itu cukup kuat, tidak mungkin baginya untuk mati semudah it –“Alysha terlihat kesal dan menangis ketakutan.

“Tapi dia tidak cukup kuat untuk melawan semua anggota ras Half-Elf sendirian…” Heliasha memejamkan mata seakan menyesal.

“…..” Alysha semakin menangis dengan tatapan kosong melihat Kakak perempuannya.

“Bu-bukankah ini sedikit gawat, yang aku tau Anggela dan Keisha sangat menyayangi adik kecilnya itu…?” Lily terlihat khawatir.

“Bukan sedikit gawat tapi malah akan sangat gawat jika mereka berdua tau tentang kenyataan ini…” Herliana terlihat khawatir.

“Tapi cepat atau lambat mereka akan tau tentang kenyataan itu, “ Jeremy melirik Herliana.

“Aku tau, sebisa mungkin kita harus mencegah mereka mengetahui ini, hal yang menakutkan itu tidak boleh terjadi…” Herliana melihat semua orang disana. Merela hanya memasang wajah khawatir ketakutan.

“Ap-apa maksudmu dari hal yang menakutkan…?” tanya Silica penasaran.

“Kemampuan khusus ras Arcdemons, Overrun…” jawab serentak dari Heliasha, Eve, dan Savila.

“Overrun…?” tanya kebingungan semua orang.

“Aku tidak tau seberapa besar kasih sayang yang diberikan Keisha dan Anggela kepada adiknya, tapi bisakah aku bertanya ini.” Jeremy bertanya khawatir.

“Apa itu?” tanya Heliasha.

“Jika aku berumpama sang adik sudah mengkhinati kedua kakaknya, pengkhianatan yang tak termaafkan. Tapi suatu ketika ada situasi mengkhawatirkan yang datang pada adiknya, situasi yang bisa saja merenggut nyawannya. Jika kedua kakaknya berniat menyelamatkan adiknya tersebut, sang Kakak akan mati dengan bayaran sang adik selamat. Kalian pasti tau siapa tokoh adik disini dan siapa tokoh kakak dalam perumpamaan disini.”

“Ya aku tau maksud perumpamaanmu, kamu hanya ingin melihat sebesar apakah kasih sayang Anggela dan Keisha pada adiknya,” Herliana melirik Jeremy.

“Ya, lalu pertanyaannya. Pilihan apa yang akan diambil oleh sang Kakak terse –“

“Menyelamatkan adik tersebut tanpa ragu, meski nyawa mereka menjadi taruhannya!” kesal Herliana dan Heliasha melirik Jeremy.

Jeremy hanya terdiam terkejut, melebarkan kedua matanya. Belum selesai dia mengajukan pertanyaan, tetapi Heliasha dan Herliana langsung menjawab pertanyaan itu seakan yakin dengan jawabannya.

“Begitu, sekarang aku sudah tau sebesar apa kasih sayang Anggela dan Keisha pada adiknya,” senyum khawatir Jeremy dengan kedua tangan yang sedikit bergemetar.

Kalian salah…. Bukanlah kemampuan overrun yang akan dialami oleh mereka berdua.”Jeremy bergumam dalam hati sambil memejamkan mata. Detak jantungnya berdetak cepat, amat sangat cepat

Astaga Ya Tuhan ..., apa akan terulang lagi kah bagiku untuk melihat kebiadaban keluarga Deviluck? Melihat kemampuan yang bisa menghancurkan dunia ini, kemampuan yang membuat ketakutan dan terror turun temurun dari raja iblis keempat, Gehena. Overrun Takeover, pengambil alihan tubuh oleh iblis murni jaman kegelapan dunia.”

***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.