30 Mei 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXIII


TIGA IBLIS
Bagian Pertama:
 “Ke-kenapa? Kenapa harus Anggelina?Apa salahnya? Kenapa harus adikku?” Keisha bergumam kesakitan dalam hati, wajahnya terlihat sangat sedih menatap kosong Litias yang berada dibawahnya. 
Apa kamu merasa frustasi dan kesal wahai keturunan Gehena …” terdengar suara wanita paruh baya dari dalam hatinya. 
Ya, aku sangat frustasi karena kehilangannya! Apa yang harus kulakukan?“ 
Hancurkan, bunuh semua orang. Binasakan semua orang yang menghalangimu, khususnya Savila!!” 
Tapi dengan melakukan balas dendam Anggelina tidak akan hidup kembal –“ 
“Lalu kau mau apa?! Membiarkan semua ini begitu saja?! Memaafkan semua orang yang menganiaya adikmu, merendahkan adikmu, membunuh keji adik kecilmu?! Apa kamu ingin merelakkannya bergitu saja?!” 
“……” 
“Biar kulakukan untukmu, biar aku membantumu. Akan kuberikan kekuatan besar padamu! Kita akan melakukan teror pada dunia ini karena telah berani mengusik keluargamu!” 
“Ya, berikan aku kekuatan untuk menghukum orang-orang yang telah melukai adikku! Akan kubuat mereka merasakan penderitaan yang berlipat-lipat dari penderitaan Anggelina!”
Rambut Keisha perlahan berubah menjadi putih bercahaya, matanya terlihat mengerikan berwarna kuning keemasan. 
“Bunuh bunuh bunuh, hancurkan hancurkan, binasakan BINASAKAN!!!” teriak kesal Keisha melayang cepat menghampiri Savila dan yang lainnya. 
Rambutnya yang berwana putih menyala tersebut sontak membuat semua orang terdiam terkejut tidak percaya. Matanya yang berwarna kuning keemasan mulai menatap tajam Savila yang terluka parah. 
SAVILA!!!” 
Dia benar-benar terlihat mengerikan. 
Berbanding terbalik dengan Keisha yang terlihat murka, wajah Anggela terlihat lebih tenang menatap sekitar. Aura disekitarnya sangat mencekam seolah dia sudah menjadi orang yang berbeda.
Ov-Overrun Takeover!? “ Keina dan Serraph terlihat sangat terkejut. Tubuh mereka gemetar sungguh ketakutan. 
“Apa itu!? Ada apa dengan mereka?!” Haikal terkejut kebingungan. 
“Tak ada waktu untuk menjelaskannya. Cepat selamatkan kekasihmu, sepertinya dia terlihat mengincar kerumunan itu!!” teriak Serraph khawatir, dia menatap tajam kerumunan Eve dan yang lainnya. 
In-ini mengejutkan, aku tidak pernah melihatnya sepanik ini …”  Haikal terkejut menatap Serraph. 
“Sial!!” lanjutnya sambil menghilang, Haikal menggunakan percepatan listriknya. 
“Ada apa ini!? Kenapa kemampuan terkutuk itu bisa mengenai mereka….?” Serraph terlihat kebingungan memegang kepalanya. 
“Mereka berdua telah kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka,” Keina terlihat sedikit sedih, dia memegang tangan kanannya yang gemetar. 
“Tapi siapa!?” 
“Entahlah! Aku tidak tau!!” teriak kesal Keina. 
Kembali ke tempat Evelyn dan yang lainnya. Terlihat Keisha yang masih melayang cepat ke arah kerumunan Evelyn, lebih tepatnya ke arah Savila. Dia berniat menghancurkan kepala Savila tanpa ampun dengan cengkeraman tangannya yang dipenuhi oleh kuku tajam. 
BUAKKKK!!! 
Tapi seketika Keisha terlempar karena mendapatkan tendangan keras dari Haikal, dia terlempar jauh ke atas langit.
Dia menstabilkan tubuhnya di udara dengan gravitasi milikinya. 
“Tak akan tak akan tak akan, tak akan pernah kumaafkan!! Tak akan pernah kumaafkan siapapun yang menghalangiku!!” geram Keisha sangat kesal, dia sepenuhnya sudah dikuasai oleh amarah. 
“Haikal!” Asha terlihat menangis ketakutan, tubuhnya gemetar memeluk kekasihnya. 
“Asha, kamu baik-baik saja?” 
“Ak-aku baik-baik saja, tapi gadis ini …” Asha terlihat khawatir melirik Savila yang terluka parah. 
Sa-savila …?” Haikal terlihat sangat terkejut melirik Savila yang terluka parah. 
Mengerikan …. Apa dulu aku dan Keina juga seperti itu ….” Serraph terlihat khawatir. 
Keisha mulai mengangkat kedua tangannya perlahan, tangan kiri ke depan dan tangan kanan ke belakang hingga kedua tangannya sejajar dengan bahunya. Saat kedua tangannya tersebut sejajar, dia langsung mengepalkan kedua tangannya itu sambil bergumam mengerikan di daerah sekitar. 
Apocalypse Return…..!!” 
DREDEDEDEDDDDD!!! 
Dataran bergoncang hebat, air dalam danau merah mulai melayang seakan siap menyapu bersih dataran yang ditempati semuanya. 
Beberapa orang berteriak ketakutan karena kejadian mencekam ini. 
Lalu setelah dataran bergoncang hebat. Dataran tersebut mulai terbelah menjadi beberapa bagian dan mulai melayang ke atas. 
Dari bawah dataran tersebut muncul puluhan, ratusan, bahkan ribuan pasukan mayat hidup. Para pahlawan di dunia terdahulu juga mulai terlihat, tubuh mereka didatangkan kembali ke dunia yang fana ini. 
“Gra-Grammior kan namamu!? “ tanya Herliana, sangat panik. 
“Iya itu namaku!” Gramior terlihat khawatir menjawab pertanyaanya. 
“Kamu pengguna dimensi, kan!?” 
“Ya itu kemampuanku!!” 
“Bagus, tolong bawa beberapa orang dari sini…!!” jelasnya sangat khawatir. 
“Ya aku setuju dengan idemu.” Evelyn menggigit ibu jarinya, dia juga terlihat khawatir ketakutan. 
“Savila, Ai, Alcot, Asha, Shana, Simon, Silica, Alfa, Alysha, dan Lily…. Kalian pergi dari sini!” teriak Herliana, cukup tegas. 
“Tu-tunggu, kenapa aku juga harus pergi!! Aku Kineser tingkat at –“ 
“Kumohon pergilah, Alysha! Sudah cukup bagiku kehilangan Halsy, Kakak tidak mau kehilanganmu juga!!” Heliasha terlihat menangis membentak adiknya. 
“Ba-baiklah –“ 
“Tunggu, aku juga tidak ingin pergi –“ Asha terlihat panik melihat Herliana. 
“Asha, aku juga mohon … kamu harus pergi dari sini.” Haikal mencoba membujuk kekasihnya. 
“Tapi bagaimana denganmu!? Aku takut kau pergi meninggalkanku lag –“ 
“Tidak akan! Aku –“ 
“Tenanglah Nyonya Asha, aku akan menjaga dia lagi. Tenang saja,” senyum Herliana memejamkan matanya. 
“Ka-kalau begitu ….” Asha terlihat khawatir melihat Heliasha. 
“Tenang, tidak usah khawatir Mah. Aku Kineser tingkat akhir dan salah satu kineser terkuat di masa depan,” senyum Heliasha melihat ibunya. 
“Ba-baiklah jika begitu, tapi berhati-hatilah …” 
“Ya,” senyum Heliasha. 
“Baiklah … semuanya bersiap-siaplah, aku akan memindahkan kalian semua. Ini mungkin akan jadi perjalanan yang paling mengerikan bagi kalian–“ Gramior terlihat bersiap menggunakan kemampuannya. 
“Cepatlah, aku tidak peduli hal itu! Lebih baik kalian mual-mual daripada mati disini!” kesal Haikal. 
“Baik baik.” 
Gramior memindahkan beberapa orang yang disebutkan tadi oleh Herliana. Dia membuat gerbang dimensi yang sangat besar, gerbang dimensi yang belum pernah ia buat sebelumnya. 
“Nah sekarang bagaimana….?” lirik khawatir Haikal pada sekitarnya yang dipenuhi oleh mayat hidup.
“Heliasha … ” lirik Evelyn pada Heliasha. 
“Ya, ada apa?” 
“Kau pemilik ruangan buatan ini kan?” 
“Y-ya aku pemiliknya.” 
“Apa kau bisa melakukan sesuatu pada dataran dan air merah itu?” Evelyn melirik dataran dan air yang akan menerjang sekitarnya. 
“Aku tidak tau, ini pertama kalinya aku kerepotan dalam ruanganku sendi –“ 
“Mustahil Evelyn, kau bisa lihat kan jika saat ini kemampuan Keisha dan Anggela benar-benar di tingkat berbeda. Mereka tidak hanya menggunakan ilmu kinesis, tapi mereka juga menggunakan ilmu sihir dan yang lainnya …” Herliana berlari dan menendang keras salah satu mayat hidup yang berjalan mendekatinya. 
DUARKKK!! 
“Halsy, lihat perbuatanmu …. Seharusnya kaulah yang bertanggung jawab atas semua ini….” geram Herliana sendiri, wajahnya terlihat sangat kesal. 
SYATTTT!!!! SYATT!! SYATT!! 
“Eh, apa kau mengatakan sesuatu?” tanya Heliasha terkejut, dia baru saja menebas lima mayat hidup dengan pedang Damascusnya. 
“Tidak, hanya berbicara sendiri …” senyum Herliana melirik Heliasha. 
“Tapi sungguh, dataran tempat kita berpijak sedang terombang ambing, air merah darah yang menakutkan mulai mengejar kita, dan mayat hidup yang mengerikan terus bermunculan dari bawah tanah. Ini benar-benar seperti akhir dunia …” senyum Haikal lalu menendang keras salah satu mayat dengan kaki kanannya. 
Saat tendangan itu dilepaskan, saat itu juga muncul lasser kuning yang cukup besar menyapu bersih mayat hidup lainnya. 
“Konsentrasi pada pertarungan kalian, aku disini akan membantu kalian dari belakang!” Eve terlihat berkonsentrasi mengeluarkan kemampuan pendukung, dia langsung melakukan pengobatan jika ada yang terluka. 
“Terima kasih Eve, kami sangat terbant –“Haikal tersenyum tapi langsung terlempar keras tanpa sebab. 
Saat Haikal terlempar, saat itu juga Herliana dan Eve terlempar ke berbagai arah dengan sangat cepat. 
Heliasaha hanya terdiam terkejut melihat kejadian yang sangat cepat itu terjadi dihadapannya. 
“Ap –“ 
DUARKKKKGHH!!!!! 
Kepala Heliasha membentur tanah sangat keras, dia tertidur menyentuh tanah dan melihat ke atas. Terlihat sebuah tangan dari seseorang yang ia kenal sedang mencengkram wajahnya. 
Anggela kini sedang duduk tepat di atas perut Heliasha, dia mencengkram wajah heliasha sangat keras. Kapanpun dia mau, dia bisa saja menghancurkan tengkorak Heliasha dengan mudah. 
“AKHHH!!!!!”Heliasha berteriak kesakitan karena cengkraman Anggela. 
Anggela hanya tersenyum dan membuka mulutnya, dia memperlihatkan taringnya yang sangat mengerikan. Secara perlahan dia menancapkan taringnya tersebut pada leher Heliasha yang tak berdaya. 
“KYAAAA!!!!!” teriak Heliasha menangis kesakitan, dia benar-benar terlihat tersiksa amat dalam. 
***

Bagian Kedua: 
Dilain tempat terlihat Haikal yang langsung bangun setelah mendapatkan tendangan keras dari Anggela, wajahnya terlihat marah melihat putri tertuanya merintih kesakitan. 
“Keparat kau!! Cahaya Kelima …” jelasnya langsung menghilang menghampiri Anggela. 
BUAMM!! 
Dalam hitungan kurang dari satu detik, dia menendang keras kepala Anggela yang sedang menghisap darah putrinya. Tapi karna entah refleks yang baik atau Anggela sudah menyadarinya, Anggela menahan serangan Haikal dengan satu tangan. 
BUMMM!!! 
Seketika dataran berubah menjadi cekung saat bentrokan itu terjadi, Haikal terlihat sangat terkejut melihat Anggela yang menahan serangannya. 
Beberapa detik setelah cekungan tanah itu terjadi, munculah sebuah gerbang dimensi baru di samping kanan Anggela. Dari gerbang dimensi itu, terlihat Litias yang melompat sambil memukul keras kepala Anggela. Dia memukul keras kepala Anggela dengan tangan kanannya yang sudah dilapisi tulang kuat. 
BUAKKK!!!! SWINGGGG!!! 
Holy Bone Swing!!” teriaknya sambil menghempaskan Anggela ke udara. 
Saat Anggela melayang di udara, dia mulai mengangkat tangan kirinya ke arah Litias dan yang lainnya. Tersenyum mengerikan, bergumam pelan dan berniat menggunakan kemampuannya. 
Railgun … “ 
Single Dimensions Protection!!” teriak Jeremy yang baru saja keluar dari gerbang dimensinya, dia terlihat khawatir mengangkat tangan kanannya ke arah Anggela. 
BOOOOOMMMMM!! 
Lasser besar berwarna ungu kehitaman mulai melesat ke arah Jeremy dan yang lainnya. Tapi tiba-tiba beberapa meter di depan perisai terkuat Jeremy, muncul lima benteng es yang sangat tebal. Benteng es tersebut hampir sebesar gunung Es milik Keina sebelumnya. 
BUAR BUAR BUAR BUARRR BUARRSHHHH!!!! 
Empat benteng es tersebut hancur total oleh lasser besar milik Anggela, sedangkan benteng terakhir yakni benteng kelima terlihat rusak parah seakan hampir dihancurkan. 
“Cih …. Bahkan benteng terkuatku hampir saja dihancurkan ...  “ Keina terlihat melayang di atas Jeremy dan yang lainnya, wajahnya terlihat khawatir kelelahan. 
Untung saja ada Keina. Aku sangat tidak yakin jika pertahanan terkuatku bisa menghentikan lasser besar itu…” 
DEBBB!!!!

Anggela mendarat dengan sempurna, dia membersihkan mulutnya yang bernoda darah Heliasha. Kemudian setelah itu, dia mulai memiringkan kepalanya seolah sedang merenggangkan tubuhnya. 
Sedangkan kembali ke tempat Keina dan yang lainnya, terlihat Heliasha yang tidak sadarkan diri, wajahnya pucat membiru seolah kehilangan banyak darah. Kondisinya sungguh memprihatinkan. 
“Ini akhir baginya,” lirik sedih Litias pada Heliasha yang sekarat. 
“Korban pertama sudah mulai muncul, kah? Yah sebenarnya aku sudah menduga in –“ Jeremy terlihat duduk kelelahan. 
“BELUM, DIA MASIH BISA DISELAMATKAN!! Eve, kumohon lakukan sesuatu!!” Haikal terlihat panik melihat Eve. 
“Haikal …” Jeremy terlihat sedih menatap Haikal.. 
“Ba-baiklah, aku akan mencoba –“ 
DRUDUDUDDUDUDUDUDDUD!!!!! CRANK CRANK!!! 
Ruangan disekitar semakin bergoncang hebat, langit merah darah mulai terlihat pecah seakan dihancurkan. 
“Gawat, jika Heliasha tidak sadarkan diri, ruangan ini akan menghilang!”Herliana terlihat kesakitan memegang tangan kanannya, dia berjalan menghampiri Eve dan yang lainnya. 
“Lalu apa yang akan terjadi?” Haikal terlihat khawatir. 
“Kita akan dikembalikan ke tempat kita … dengan kata lain ke dunia nyata…” Keina melirik Haikal yang berada dibawah. 
“Tunggu bukankah itu sangat buruk!? Kita tidak bisa membiarkan mereka berdua mengamuk di dunia nyata ….” Haikal melirik Anggela dan Keisha. 
“Ya itu sangat buruk,” Serraph tiba-tiba muncul dibelakang Haikal. 
“Pilihan satu-satunya adalah membuat Heliasha kembali sadar –“ lanjutnya. 
“Mustahil!! Butuh lebih dari 1 jam untuk melakukan penyembuhan tingkat kerusakan seperti ini. Paling cepat hanya 55 menit, kondisi Heliasha benar-benar diambang batas!” Evelyn terlihat berusaha keras menyembuhkan Heliasha. 
“Sudah kuduga, pilihan kita satu-satunya hanyalah bertarung di dunia nyata,” senyum Serraph. 
“Ba-bagaimana jika begini, saat kita sampai di dunia nyata, kita hanya perlu membuatschyte room lagi dengan kemampuan kak Keina, dengan begitu –“ 
“Mustahil Litias…” Serraph dan Keina bersamaan. 
“…..” Serraph dan Keina saling menatap satu sama lain, kedua wajahnya terlihat cemberut seakan tidak senang. 
“Ke-kenapa mustahil!?” 
“Memang benar aku bisa memanggil beberapa orang dalam ruangan khususku, tapi –“Keina. 
“Hanya kemampuan setingkat atau lebih rendah dari dirinya saja yang bisa ia panggil,” Serraph melanjutkan penjelasan Keina, Keina mulai menatap tajam Serraph seakan tidak senang. 
“Be-begitu…” 
“Ya, ma-mau tidak mau kita harus melibatkan –“ Jeremy memejamkan mata, dia terlihat kelelahan. 
“Hei tunggu, kemana tangan kirimu!?” Litias terkejut melihat tangan kiri Jeremy yang hancur. 
“Ka-kau baru menyadarinya sekarang?”datar Jeremy melirik Litias. 
“….” Semua orang terkejut melihat Jeremy yang memprihatinkan. 
“ Ya tapi tak apa, ka-kalian tidak perlu terlalu memikirkannya,”lanjutnya. 
“Kau bodoh? Tentu saja aku akan kepikiran, bagaimana jika kau mati karena kehilangan banyak darah!?” kesal Litias. 
“Jeremy, tunggulah sebentar… aku sedang mencoba mengatasi masa krisis Helias –“ Eve terlihat menangis melihat kondisi Jeremy yang memprihatinkan. 
“Su-sudahlah,” 
“Merepotkan….” Keina mengangkat telunjuknya dan membekukan pendarahaan Jeremy. 
“Terima kasih, Kein –“ Serraph melirik Keina. 
“Jangan salah paham! Aku hanya tidak mau pengikut orang yang ingin kubunuh mati semudah itu.” 
“Ya….“ senyum Serraph memejamkan mata. 
CRANK CRANK CRANK!!! 
“Sepertinya sudah waktunya,” Herliana melihat langit yang semakin tidak karuan. 
“Keisha dan Anggela tidak melakukan penyerangan lagi, kah?” senyum Serraph melirik Anggela dan Keisha. 
“Dengan kata lain sejak awal mereka hanya mengincar Savila, karena itulah mereka menyerang Heliasha terlebih dahulu untuk pergi dari ruangan ini …” Herliana memejamkan mata. 
“Kita ceroboh …” Haikal terlihat frustasi. 
“Maaf, ini salahku! Seharusnya aku –“ Eve terlihat semakin menangis memejamkan mata, dia juga terlihat masih berusaha menyembuhkan Heliasha. 
“Ini bukan salahmu, “ senyum Haikal. 
“Berhenti bicara, ini sudah waktunya. Bersiaplah akan guncangan dalam jiwa kalian…” Keina terlihat serius. 
BEMMMMMM……….. CRANKKSSSS!!!!!! 
Mereka kembali ke dunia nyata. Tapi malapetaka yang sebenarnya baru saja akan terjadi. Kemarahan putra putri Deviluck yang kehilangan adik tercintanya akan membuat dunia gempar karena ketakutan yang hebat. 
Beberapa menit kemudian setelah Anggela dan yang lainya sampai di dunia nyata. 
Terlihat Halsy yang berdiri di atas gedung dan menatap sebuah kekacauan di kota Berlin. Wajahnya terlihat menangis sedih menatap kekacauan itu, dia mengankat dan mengepalkan tangan kanannya di dada. 
“Ba-bagaimana ini….? Ini benar-benar di luar rencana kita, Empress.” El terlihat khawatir melirik Halsy. 
“…..” Halsy memejamkan mata, dia seakan kebingungan menjawab pertanyaan El. 
“Dimana Charles…. ?”Halsy malah membalikkan pertanyaan, dia kembali membuka matanya. 
“Tidak tau, dia menghilang dan aku tidak bisa merasakan keberadaanya.” 
“Begitu ….” Halsy memejamkan matanya seakan tau akan nasib Charles. Setelah itu dia kembali membuka matanya sambil bergumam sedih ketakutan dalam hati. 
Aku merasakan,jika Elenka sudah bangkit. Andai saja Anggela dan Keisha tidak seperti ini, rencanaku bisa berjalan lancar untuk berhadapan dengan Elenka. Tapi sekarang aku harus bagaimana? Sangat mustahil bagiku untuk melawan tiga iblis tingkat atas sekaligus….” 
Sedangkan di ruang kehampaan yang sebelumnya menjadi ruangan milik Heliasha, terlihat Charles yang tak bernyawa. Dadanya tertembus oleh tangan seorang gadis yang membawa jantungnya. 
CRATTT!! 
Jantung Charles dihancurkan dengan mudah oleh gadis tersebut. Setelah menghancurkan jantungnya, gadis itu menarik tangannya dari tubuh Charles yang sudah tak bernyawa. 
Charles pun jatuh ke dalam jurang kehampaan yang tak berdasar. 
Gadis tersebut berambut twintails merah darah yang menyala, dia memutar kepalanya 180 derajat. Terlihat wajahnya yang mengerikan dengan mata hitam dan pupil yang sama dengan rambutnya. 
Dia mulai bergumam mengerikan disekitarnya. 
Waktunya pergi, kah?” 
“Saatnya penghakiman. Tunggulah takdir menyedihkan kalian …. Wahai para manusia sang pendosa…” lanjutnya melayang dengan senyuman yang sangat mengerikan. 
***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXIII Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.