14 Mei 2016

Kono Subarashii Sekai Ni Shukufuku o! Jilid 3 Bab 1 LN Bahasa Indonesia

 
MEMINTA BANTUAN UNTUK MELEWATI COBAAN YANG TAK ADIL INI!

Ada sesuatu yang tidak diketahui yang ditakutkan oleh semua orang didunia yang dikaruniai ini. Hal yang tidak diketahui ini muncul dengan nama…
Benteng Penghancur Berpindah…
Target hina itu sudah dikalahkan belum lama ini berkat komando hebatku.
Dan sekarang ini, untuk mendapatkan hadiah sebagai imbalan menjatuhkan ‘penghancur’, aku datang ke guild petualang tapi–
“Petualang Satou Kazuma! Kamu dicurigai melakukan subversi kepada negara! Tolong ikuti kami!”
Situasi ini malah berbalik dengan anehnya.
“Eh… Bisakah aku tahu siapa kamu? Atau yang lebih penting, apa maksudmu dengan subversi kepada negara? Aku hanya datang kesini untuk mendapatkan imbalanku.”
Aku dengan malu – malu bertanya kepada perempuan dengan ekspresi serius itu yang ada di hadapanku.
Guild yang biasanya ramai tiba – tiba hening karena perempuan yang ditemani oleh para kesatria itu berbicara.
“Aku adalah jaksa dari kerajaan, Sena. Subversi kepada negara berarti melakukan tindakan yang merusak wewenang negara. Kami mencurigaimu yang bisa jadi seorang teroris atau kaki tangan dari pasukan Raja Iblis.”
Perempuan yang memiliki rambut hitam panjang itu memanggil dirinya Sena itu mengatakannya padaku sembari menatapku dengan mata galaknya itu.
Ia memberikan kesan sebagai seorang sekretaris, seperti gadis cantik yang pandai.
Setelah mendengar Sena yang mengatakan hal tersebut, Aqua berteriak.
“Eeeh!? Hei, Kazuma, masalah apa lagi yang kau perbuat kali ini? Kejahatan macam apa yang kau lakukan ketika aku tidak melihatmu! Minta maaf sekarang! Aku akan minta maaf bersama dengan mu, jadi lakukan dengan cepat!”
“Apakah kamu bodoh! Tidak mungkin aku melakukan kejahatan! Dan kita paling banyak menghabiskan waktu bersama, kamu harusnya tahu aku tidak melakukan apapun!”
Seraya aku membentak Aqua, Megumin berkata:
“Tunggu sebentar, apakah kamu salah orang? Kazuma memang melakukan pelanggaran susila seperti pelecehan seksual dari waktu ke waktu, namun dia tidak memiliki keberanian untuk melakukan kriminal yang berskala besar.”
“Kau membantuku atau mengajakku berantem sih?”
Ketika aku membalas perkataan Megumin, Darkness ikut melanjutkan dan berkata:
“Ya, aku tidak habis pikir kalau lelaki ini akan melakukan kejahatan yang serius. Jika ia memiliki keberanian, ia akan melakukan sesuatu yang lebih besar dari pada menatapku dengan pandangan menjijikkan ketika aku berjalan disekitar rumah dengan pakaian minim. Dia hanyalah pecundang yang bahkan tak berani melakukan serangan malam[1].”
“Sia-sia-siapa yang melihatmu!? Bukankah kau terlalu percaya diri!? Jangan sombong karena kau memiliki tubuh yang seksi, aku memiliki hak untuk memilih bukan!?”
Ketika ia mendengarku yang berkata demikian, wajah Darkness merona dengan cepat.
“Setelah memintaku melakukan semua itu di kamar mandi, kau mengatakan hal ini sekarang…?!”
“Aku di manipulasi oleh succubus saat itu! Dan kau-lah orang yang bermasalah, menjadi sangat menurut dan menggosok punggungku karena suasana saat itu! Dan apa yang kamu inginkan sekarang? Apakah kamu mengharapkan sesuatu sekarang? Betapa mudah tertipunya dan terbukanya dirimu!”
“A-A-Aku tahu kamu memiliki ingatan tentang itu…! Dan sebagai seorang crusader yang melayani Dewi Eris, tubuhku masihlah suci! Berkata aku sangat mudah tertipu dan terbuka? Aku akan membunuhmu!”
Selagi Darkness mengatakan kata – kata yang berbahaya, ia berusaha untuk mencekikku seperti kami terlibat dalam perkelahian. Kemudian salah satu kesatria yang berada disebelah Sena melerai perkelahian.
Sena yang tidak menggerakkan alisnya setelah menyaksikan keributan berkata dengan dinginnya:
“Menteleportasikan inti dari destroyer, Coronatite, instruksi yang dibuat oleh lelaki itu. Dan tempat dimana inti tersebut di teleportasikan, adalah mansion dari tuan tanah.”
Setelah ia mengatakan hal tersebut, seluruh Guild terjatuh kedalam keheningan yang luar biasa.
– Coronatite. Ketika perang terjadi dengan penghancur, orang yang menyuruh seseorang untuk menteleportasikan batu yang ingin meledak itu adalah aku.
Ketika memikirkan batu itu–
“Benarkah, jadi tuan tanah itu mati karena ledakan itu…!”
“Ia tidak mati, jangan membunuhnya! Berketepatan dengan itu, tuan tanah menyuruh seluruh staff dirumahnya dan dirinya sendiri ke basement, jadi tidak ada korban. Namun, mansion itu hancur.”
Mendengar tidak ada yang mati, aku menghela nafasku lega.
“Baiklah kalau begitu, tidak ada satupun yang mati dalam pertempuran melawan penghancur, itu bagus.”
“Itu tidak bagus! Apakah kau tahu situasinya saat ini? kamu mengirimkan sebuah alat peledak ke mansion tuan tanah dan menghancurkan seluruh mansionnya. Seperti yang kukatakan padamu, kamu dicurigai menjadi seorang teroris atau kaki tangan pasukan Raja Iblis. Apapun itu, aku akan mendengar apa yang ingin kau katakan di stasiun.”
Kata – kata Sena membuat guild yang hening menjadi ramai kembali.
Itu sudah diduga. Semua petualang tahu orang macam apa diriku.
Pada waktu yang sama, mereka tahu betapa aktifnya diriku dalam pertempuran melawan penghancur.
“Ku, aku rasa ini adalah sesuatu yang merepotkan… Kazuma adalah MVP[2] didalam pertempuran melawan penghancur. Ia mungkin adalah orang yang menyuruh menteleportasikan Coronatite, tapi ia tak memiliki pilihan pada situasi tersebut. Jika bukan karena perintah Kazuma, orang – orang mungkin sudah mati karena ledakan Coronatite. Ia harusnya dipuji, bukan dituntut.”
Suara orang – orang yang setuju dengan apa yang dikatakan Megumi memenuhi ruangan guild ini.
Kalian, teman – teman…!
Ketika aku merasa terharu, Sena berkata dengan dinginnya:
“Ngomong – ngomong, tuduhan subversi juga diduga tidak hanya dalangnya saja. Sebelum sidang berakhir, aku menyarangkan semuanya untuk menjaga kata – kata dan kelakuan kalian. Tapi, jika ada yang mau pergi ke penjara bersamanya, aku tak keberatan.”
Guild menjadi hening sekali lagi setelah kata – katanya.
Setelah ini––
“…’Tak perlu khawatir! Dunia ini luas! Di sebuah tempat dimana banyak orang, kesempatan untuk bisa berada di suatu tempat sendiri tanpa seorangpun disekitar lebih tinggi! Jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab atas semuanya! Mungkin aku terlihat seperti ini, tapi keberuntunganku sangat tinggi!’ Aku mengingat itu yang dikatakan Kazuma saat itu.”
Aqua berbicara secara tiba – tiba.
… AKu memang mengatakannya, tapi perempuan itu biasanya benar –benar idiot, kenapa ia bisa mengingat hal semacam itu dengan sangat jelas? Jangan – jangan…
“Aqua, mungkinkah… kamu berpikir untuk menyerahkan seluruh tuduhan… Padaku…?”
Aqua tidak menjawab pertanyakanku dan hanya memalingkan pandangannya dengan cepat..
“Omong – omong, aku tidak pernah berhasil masuk ke dalam penghancur itu. Jika aku disana, aku psati akan menghentikan Kazuma dari pilihan yang hendak ia lakukan. Sayangnya, aku tidak disana, jadi mau bagaimana lagi. Ini benar –benar, sangat disayangkan.”
Tidak ada satupun orang yang bertanya padanya, namun Megumin memulai monolognya entah dari mana.
:… Hei, tunggu, Aqua, Megumin, kalian berdua, mungkinkah…”
Mereka berdua mau…!
Pada saat ini, Darkness melindungku, berdiri dihadapan Sena dan berkata:
“Tunggu dulu, aku adalah dalangnya, dan yang memberikan perintah tersebut itu adalah diriku. Tolong biarkan diriku ikut memainkan permainan ‘begituan’ didalam penjara… Tidak, maksudku jika kamu ingin menahan Kazuma, bawa aku dan interogasi aku juga!”
“Aku dengar kamu hanya berdiri didepan penghancur dan benar – benar tak berguna kan?”
“!?”
Sena menebarkan garam kepada luka Darkness tanpa pamrih, yang membuatnya melihatku dengan air mata yang berlinang disana. Tapi Darkness tidak berguna sama sekali memanglah fakta, jadi aku menghiraukannya karena aku tidak punya waktu untuk hal itu.
Pada situasi itu, Wiz yang selalu terdiam mengangkat tangannya dengan malu – malu.
“Erm, akulah yang melakukan teleportasi, jika kamu ingin menahan Kazuma-san maka aku…”
Aqua memegang tangan Wiz yang sedang diangkat.
“Jangan lakukan itu Wiz! Jika mengorbankan satu orang itu cukup, maka itulah yang terbaik! Aku tahu kau merasa bersalah, namun kau harus menahannya…! Itu benar, Kazuma tidak meninggalkan kita selamanya. Kita hanya perlu bersabar menunggu Kazuma kembali dengan selamat dari penjara, mengerti?”
Si jalang itu! Jangan mengatakan hal seperti sudah ditetapkan aku akan dimasukkan kepenjara!
Tidak, yang menyuruh Wiz adalah aku, pada akhirnya, aku harus melindungi Wiz!
“Lupakan, walau kau tidak bersamaku, aku masih bisa menyuruh orang dari guild!”
Seraya aku mengatakannya, aku melihat seluruh guild ini. tapi semua petualang memalingkan matanya setelah bertatap mata denganku.
Bahkan kalian juga!
“Hei, lelucon macam apa ini! Lakukanlah usaha sedikit! Setidaknya salahkan sedikit!”
Sembari aku berteriak kepada mereka, seorang penyihir perempuan berkata dengan lembutnya:
“Ketika aku pertamakali bertemu dengan Kazuma-san… Benar, aku melihatnya saat itu. Disebuah gang dibelakang Guild, Kazuma-san mencuri celana dalam seorang ‘thief’ perempuan. Ya, ekspresinya saat itu benar – benar sangat berdampak padaku.”
Tunggu…!
“Itu benar, aku selalu merasa Kazuma akan terlibat dengan masalah yang besar suatu hari…”
“Ya, aku juga. Aku mendengar rumor jika ia mengunci ‘priest’ didalam partynya kedalam kandang dan menggunakannya sebagai umpan untuk para buaya.”
“Ada lagi, aku mendengar kalau seseorang menantangnya duel, Kazuma mencuri pedang sihir musuhnya dan menjualnya.”
“Oh, kalian menghianatiku sekarang?! Aku akan mengingat wajah kalian, penjilat! Lebih baik jaga diri kalian baik – baik setelah aku membuktikan ketidakbersalahanku…!”
Seraya aku mengatai mereka, dua kesatria memegang tanganku secara paksa.
“Aku tidak akan melupakannya–!”
◊◊◊
–– Disebuah kantor polisi ditengah – tengah kota.
Bangunan yang tak akan sering didatangi seperti petualang sepertiku.
Sekarang ini, aku ada didalam kantor polisi, di arahkan menuju kegelapan ini.
“Oke, masuk dengan patuh. Sampai pengadilan selesai, ini akan menjadi ruanganmu.”
Sena yang berjalan didepanku mengatakannya ketika berhenti dihadapan sebuah penjara kecil dan gelap.
“Hei, aku adalah pahlawan yang menyelamatkan kota inikan? Apa kau serius? Apakah kau akan mengurungku didalam penjara? Apa kau serius?”
Aku menjadi takut setelah melihat penjara. Aku bertanya pada Sena berharap sisi baiknya akan keluar, tapi…
“Aku akan menginterogasimu besok, istirahatlah disini hari ini.”
Sena tidak menjawab pertanyaanku dan menghiraukanku. Ketika para kesatria mendengar apa yang dikatakannya, mereka mendorongku masuk kedalam penjara.
Setelah itu, Sena meninggalkanku bersama dengan para kesatria itu.
“Hei! Tunggu!... Hei!... Hei… Sungguh…”
Didalam sebuah penjara yang gelap dan dingin, aku memegang tangkai besi itu dengan tanganku, dan kehilangan ketenanganku karena keadaan yang berbalik ini.
… Sampai pagi ini, aku masih berada didalam mansionku.
Kenapa hal semacam ini bisa terjadi?
Tanpa mengetahui apa yang harus kulakukan, aku melakukan peninjauan pada penjara ini. aku menemukan kerutan pada lantai yang dingin ini. sebuah toilet di pojok dan sebuah jendela dengan pagar besi, itu sudah semua.
Betapa tidak adilnya. Melayani orang yang menyelamatkan kota ini seperti ini.
Aku memeluk kakiku dan duduk, menempelkan wajahku ke sela sela kakiku itu.
Aku tahu peraturan di tempat ini tidak masuk akal dan dunia ini berbahaya, namun takpernah kusangka akan seperti ini.
Ketika kupikirkan kembali, waktuku sebagai seorang hikikomori sangat luar biasa.
Aku bisa tidur hingga sianghari didalam ruangan yang hangat, lalu menghabiskan seluruh waktuku untuk bermain game setelah bagun tidur.
Makan makanan yang telah disiapkan oleh orang tuaku, tidur dimanapun yang kumau dan kapanpun kumau, kehidupan yang sangat memanjakan diriku.
Tapi setelah datang ke dunia ini, aku sudah hidup susah setiap hari.
Aku tidak memiliki ilmu apapun di dunia lain ini, aku tidak bisa mencari pekerjaan yang bagus dan tak dapat bekerja baik di perusahaan jasa. Aku sudah menjadi seorang pekerja keras setelah datang kedunia ini dan tidur didalam kandang tiap malam.
Dan harus berurusan dengan orang – orang bodoh itu dan dibebani oleh hutang seperti ini…!
Dan yang lebih kupikirkan saat ini, kemarahan yang kumiliki. Tunggu saja sampai aku keluar, kalian semua!
… tapi
“Aku ingin kembali… Sudah cukup, aku ingin kembali ke Jepang…”
Aku mengingat tujuan awalku untuk kembali ke Jepang.
Ini adalah sebuah dunia dengan permusuhan dan aku sedang terlibat pengadilan.
Orang yang membuatku tersinggung bukanlah siapapun, aku melakukan langkah yang salah, aku mungkin sudah mendapatkan kalimat kematian.
Keadaanku saat ini mengerikan, dan berada didalam penjara yang gelap ini membuatku merasa tak mudah. Pada saat ini…
Seraya diriku yang ingin menangis didalam penjaraku, aku mendengar sepasang langkah kaki yang tak jauh.
“Hei, aku tidak menentang jadi tolong perlakukan aku dengan lebih baik!”
“Diam, sampah! Lebih cepat!”
Diiringi dengan suara armor yang bertubrukan, sebuah suara yang menjijikkan keluar.
Sepertinya ada tahanan lain yang akan dipenjarakan didekatku.
… Tidak, tunggu. Hanya ada satu penjara disini.
Ayolah, aku tidak ingin berbagi penjara dengan seorang kriminal yang tak kukenal!
“Masuk! Serius, berapa kali kau ingin datang kesini? Ini adalah penjara, bukan ruanganmu. Dan ada orang yang masuk sebelum dirimu, jangan bertengkar sekarang.”
“Baiklah baiklah, aku mengerti. Maaf untuk intrusinya… Hei, bukankah kau Kazuma! Apa yang kau lakukan disini?”
–– Orang yang masuk kedalam penjara ini adalah petualang yang terkenal nakal di kota, Dust.
“Hei, kebetulan sekali bertemu denganmu disini! Jadi, apa yang kau lakukan?”
Setelah kesatria itu pergi, Dust yang terlihat senang untuk beberapa hal bertanya padaku.
“Tidak banyak, mereka sepertinya berpikir aku adalah seorang teroris… Selama pertarungan dengan penghancur, aku memberikan perintah untuk menteleportasikan inti yang hendak meledak. Pada akhirnya, benda tersebut dikirimkan ke mansion tuan tanah dan menghancurkan seluruh rumahnya.”
Mendengar aku yang mengatakan itu, Dust tertawa keras.
“Wahaha, itu hebat, Kazuma! Tuan tanah bau itu menjijikkan! Kerja bagus! Wahaha, ia pantas mendapatkannya!”
“Hei, tunggu dulu, itu tidak disengaja! Aku tidak melakukannya karena aku memiliki dendam dengan tuan tanah! Sebenarnya… Aku ingin tahu. Apa yang kau lakukan disini, Dust?”
Dari apa yang kesatria itu katakan, ia sepertinya wajar berada disini.
“Aku? Bukan masalah besar. Aku mendengar bayaran untuk mengalahkan penghancur sudah tiba, jadi aku makan dan minum sesukaku dan meninggalkan hutang dimana – mana, karena aku rasa bisa membayar seluruh hutang itu dengan bayarannya. Aku pikir bayarannya akan besar, jadi aku mengambil pinjaman untuk berjudi. Pada akhirnya, bayarannya lebih sedikit dari yang kukira dan tidak dapat membayar. Tanpa uang, aku harus tidur di kandang, namun sangat dingin di musim ini. jadi lebih baik kalau aku datang kesini jadi aku tidak akan mati membeku dan makanan untuk dimakan. Jadi aku makan di suatu tempat tanpa membayar. Dan para penagih itu tidak akan mengejarku hingga kesini juga.”
Orang ini benar – benar hidup sesukanya.
Melihat ketidak menyesalnya Dust membuatku merasa baikan dikurung ditempat ini.
◊◊◊
Setelah menghabiskan waktu berbincang dengan Dust dan memakan makan malam, ini sudah malam.
–– Aku tidak tahu berapa lama aku tidur.
Mendengar suara ledakan di tempat yang jauh, aku merasakan getaran tipis setelahnya dan terbangun secara tiba – tiba. Pada waktu yang sama, aku mendengar suara yang halus.
“… Ka… Kazuma! Hei, Kazuma, bangun!”
Cahaya bulan masuk melalui sela pagar besi yang menutupi jendela.
Ini mungkin sudah larut malam.
“Hei, Kazuma, bisakah kau mendengarku? Kazuma––“
Suara halus yang datang dari luar jendela terdengar tak asing.
Aku melihat sekelilingku, memastikan tak ada orang yang berada disekitar Dust yang tengah mendengkur.
Penjara ini disituasikan di bagian terdalam kantor polisi, mungkin mereka berpikir tidak perlu siapapun untuk berjaga disini.
Jendela yang dipasang pagar besi yang berada ditempat yang lebih tinggi dari diriku.
Aku berjalan ke bawah jendela itu, dan dapat mendengar suara Aqua dengan jelas saat ini.
“Aqua! Apa yang kau inginkan, sialan!”
“Aku disini untuk menyelamatkanmu tentunya! Megumin dan Darkness membuat keributan saat ini untuk menarik perhatian penjaga. Megumin mungkin mengeluarkan sihir ledakannya di suatu tempat yang dekat dengan kota, menggiring polisi keluar. Darkness seharusnya kabur bersama dengan Megumin yang kehabisan mananya.”
Jadi getaran yang kurasakan di mimpiku berasal dari sihir ledakan.
“Lagipula, kenapa kalian ingin menyelamatkanku sekarang? Jika kau ingin membantu, kau seharusnya mendukungku tadi siang.”
“Jika kami melakukannya, kita akan menghabiskan waktu kita di penjara bersama! Kami tidak melakukan ini karena takut akan apa yang akan dilakukan kazuma setelah kau pergi keluar, tentu saja tidak.”
Mendengar setengah kalimat terakhirnya, aku mengetahui mengapa mereka ingin menyelamatkanku.
Tapi––
“Tapi akankah tak masalah untuk kabur seperti ini? Tidakkah ini akan membuat permasalahan semakin sulit?”
“Perkataan tak masuk akal macam apa yang kau katakan, subversi terhadap negara biasanya akan dihukum mati. Aku mendengarnya dari Darkness bahwa tuan tanah itu adalah orang yang hina dan picik. Untuk petualang yang bukan siapa – siapa seperti Kazuma, ia akan menggunakan pengaruhnya untuk membalikkan fakta dan membunuhmu.”
Sudah kuduga dari kehidupan abad pertengahan dari dunia alternatif.
Kehidupan diperlakukan seperti sampah.
“… Aku akan menghancurkan penjara ini kalau begitu, tapi bagaimana aku meninggalkan tempat ini, memotong pagar besi di jendela?”
Aqua tertawa dengan percaya diri ketika mendengarku mengatakannya, dan melempar sesuatu dari sela pagar besi kesebelahku.
Menjatuhkannya ke lantai bersamaan dengan suara metal dan ternyata itu adalah kawat.
Apa yang harus kulakukan dengan ini. apakah perempuan itu menyuruhku untuk…
“Pertama gunakan kawat itu untuk membuka kunci penjaramu, seperti di manga. Kau bisa menggunakan kemampuan ‘hide’-mu untuk kabur dari kantor polisi! Setelah itu, kembalilah ke mansion dan bersiap untuk lari malam ini! Begitulah, aku akan menunggumu didepan kantor polisi.”
Aqua meninggalkanku setelah mengatakan hal itu.
AKu mengambil kawat itu dan melihat kunci penjara ini.
… ini adalah kunci dengan sandi delapan angka.
“… Aku lanjut tidur saja.”
Aku menutupi tubuhku dengan selimut sekali lagi.
◊◊◊
“Bangun! Ikut aku. Saatnya kau diinterogasi!”
Aku masih bersembunyi di selimutku ketika Sena menghantam pintu penjara dan membuatku terbagun.
“Ada apa, ini masih sangat pagi…”
“Ini sudah hampir tengah hari! Bagaimana kau menghabiskan waktumu?!”
Dibawah pengawasan para penjaga, aku dibawa ke sebuah ruangan.
“Baiklah, masuk. Aku akan mendengar apa yang kau harus katakan, lalu memutuskan apakah aku harus menuntutmu. Kau lebih baik berpikir secara matang sebelum berbicara!”
Setelah mendengatkan kata – kata berbahaya Sena, aku dengan hati – hati masuk kedalam ruangan itu. Ditengahnya terdapat sebuah meja dan dua kursi.
Terdapat sebuah meja kecil dan kursi didekat pintu keluar.
Ini diatur seperti ruangan interogasi polisi yang biasa terlihat di film.
Satu dari para kesatria yang mengikutiku duduk di kursi di pintu masuk dengan tenang dan menaruh selembar kertas di meja.
Tindakan ini diketahui sebagai penulisan pernyataan bukan?
Kesatria yang satunya lagi membawaku ke tempat duduk di tengah ruangan itu.
Dan kemudia ia berdiri dengan tenang dibelakangku, mungkin untuk mencegahku kabur.
Kedua kesaria yang berarmor penuh berada di ruangan kecil ini. Seraya diriku merasa tertekan, Sena duduk di sisi lain meja dan menaruh sebuah bel kecil di meja.
“APa kau tahu ini? ini adalah item sihir yang bisa melihat kebohongan, biasa digunakan di pengadilan dan tempat semacam ini. Bell ini di sinkronisasikan dengan sihir di ruangan ini, dan akan berbunyi ketika mendengar kebohongan. Mohon ingat ini baik – baik… baiklah kalau begitu, aku akan memulai interogasiku sekarang.”
Setelah Sena berkata sedemikian rupa, wajahnya berubah menjadi serius dan interogasi dimulai dibawah tekanan yang berat ini.
Ia mengetuk tangan telunjuknya di meja juga, untuk menambah tekanan padaku.
“Satou Kazuma. Umur enam belas tahun, bekerja sebagai petualang. Pekerjaanmu juga adalah petualang… Jadi, negara dimana kau lahir, dan apa ayang kau lakukan sebelum mulai berkelana?”
Pertanyaan sulit yang sangat tiba – tiba.
Dari mana aku berasal, dan apa yang kulakukan, bagaimana aku harus menjelaskannya?
Ia berkata kalau jika bel akan berbunyi kalau aku berbohong––
“Aku berasal dari Jepang, dan aku adalah seorang murid.”
––Ring.
Perkataanku membuat bel tersebut berbunyi… Hei, aku tidak berbohong kan.
Sena yang mengetuk meja berhenti dan mengerutkan keningnya.
“… Tulis ini, memalsukan tempat kelahirannya dan pekerjaan sebelumnya.”
Kesatria yang disuruh itu mulai menulis.
“Tunggu! Aku tidak berbohong!”
––Ring. Ada apa dengan benda itu! Kenapa benda itu berbunyi!
Aku berasal dari Jepang dan seorang murid…! Seorang... Murid…
“Aku berasal dari Jepang. Aku menghabiskan waktuku dirumah, hidup dengan kehidupan yang sudah rusak.”
Setelah aku menjawabnya sekali lagi Sena melihat bel itu.
Aku juga melihat bel itu dengan sungguh – sungguh.
–– saat ini bel tersebut tak berbunyi.
“… Kenapa kamu sangat sombong, berbohong sebagai seorang murid?”
“Aku tidak sombong… Ugh… Lupakan…”
Kampret, aku membenci item sihir ini!
“Aku tidak pernah mendengar tempat seperti Jepang sebelumnya… Tapi tak perlu dipikirkan. Selanjutnya, beritahu alasan kenapa kau ingin menjadi seorang petualang.”
“Untuk menyelamatkan orang – orang yang dihantui oleh pasukan raja iblis dan…”
–– Ring.
“……”
“… Karena menjadi seorang petualang terlihat keren, dan aku merasa akan mudah untuk menghasilkan uang yang banyak. Aku ingin menjadi populer dikalangan perempuan cantik juga.”
“… Ba, Baiklah. Berikutnya. Apakah kamu memiliki dendam kepada tuan tanah? Aku dengar kau mengkomplain utangmu.”
“Sebenarnya, itu karena biaya besar karena sukses mengalahkan Dullahan tak cukup untuk membayar perbaikan kerusakan yang ada di kota, karenanya itu menjadi sebuah hutang. Sudah berhasil melindungi kota, namun itu akan tidak berarti kalau kota ikut hancur di proses yang ada. Aku tidak masalah dengan pengeluaran ini.”
–– Ring.
“Jujur saja, aku menggunakan kata – kata semacam ini untuk membuat rekan rekanku marah. Tapi jujur, dirinya yang meladeni pahlawan yang telah menyelamatkan kota seperti ini, membuatku merasa ingin membunuhnya.”
“A,Aku mengerti. Selanjutnya…”
“Permisi… Bisakah aku mengatakan sesuatu?”
Aku memotong pertanyaan yang ingin Sena tanyakan walaupun ia terlihat tidak menyukainya, dan berkata:
“Bisakah kau langsung saja pada intinya? Seperti ‘apakah kau bekerja pada pasukan Raja Iblis?’ atau ‘Apakah kau memberikan perintah tersebut karena kamu memiliki dendam pada tuan tanah?’ aku sudah mengatakannya berkali – kali, aku hanya menyuruh seseorang untuk melakukan teleportasi kemana saja, dan aku tidak menargetkan tuan tanah. Aku tidak pernah berpikir hal ini akan berbalik seperti ini. aku memberikan perintah tersebut karena aku ingin menyelamatkan kota. Aku mengatakan yang sebenarnya.”
Sena tetap melihat belnya seraya mendengarkanku.
–– Dan tentu saja, Belnya tidak berbunyi.
Setelah memastikannya, Sena kemudian menghela nafasnya berat.
“… Sepertinya aku sudah salah paham. Semua yang kudengar tentangmu hanyalah rumor yang buruk, itulah mengapa… AKu benar – benar minta maaf…”
Sena mengubah sikapnya, menjadi lebih sopan dan berendah hati seraya ia membungkuk kearahku.
Aku pikir ia sebelumnya berbicara seperti ini hanya untuk kepada penjahat, ini adalah tingkah lakunya yang sebetulnya.
Semenjak aku sudah bebas dari seluruh tuduhan, aku merasa ini adalah kesempatan yang bagus dan berkata:
“Serius, mendengar rumor tanpa melakukan investigasi terlebih dahulu, apakah kau  tahu bagaimana untuk melakukan pekerjaanmu, mbak penuntut.”
“Ugh… Maaf, aku minta maaf…”
Seraya Sena menundukkan kepalanya untuk meminta maaf, aku melanjutkan:
“Apakah kau tahu pencapaianku? Aku tidak hanya menjadi orang yang paling berjasa dalam menjatuhkan Bos pasukan iblis Beldia, aku juga orang yang mengambil peran untuk bertarung secara terang – terangan kepada penghancur. Pertunjukkan terkenalku yang menghancurkan benteng bergerak yang tidak ada satupun orang yang bisa mengalahkannya! Dan kau bahkan tidak mengucapkan terimakasih sama sekali, hanya tuduhan yang terus menerus!”
Aku yang membuat kursi ini berdecit. Dengan dipenuhi dendam yang telah ditahan semalaman, aku mulai mencondongkan tubuhku kearah Sena.
“Aku, Aku minta maaf, ini semua karena pekerjaanku…! Aku tahu Kazuma-san telah melakukan banyak hal demi kota, tapi…”
“Tapi? Tapi apa? Ngomong – ngomong, sekarang tuduhan padaku sudah bersih, kenapa kau tidak menyediakan sebuah teh untukku? Ada apa dengan kantor polisi ini! mengeluarkan Katsudon-pun juga tak masalah!”
“Nasi Babi Panggang? Maaf, kami tidak mempunyainya disini… Aku akan menyiapkan teh kepadamu segera…”
Sena dengan terburu – buru keluar dan kembali dengan teh yang baru diseduh.
Aku menyeruputnya…!
“Ini sangat panas! Apakah jaksa disini tak tahu bagaimana menyeduh teh! Dan dengan sikapmu yang galak aku yakin kau tidak pernah memiliki pacar kan? Semenjak terdapat item sihir disini, ini giliranku untuk bertanya. Apakah kamu memiliki lelaki siapa saja yang dekat denganmu?”
“Tidak.”
Sena melihatku yang tanpa ekspresi dan berkata dengan sungguh sungguh:
“Tidak. Ya, semuanya karena sikapku, aku tidak pernah memiliki pacar bahkan setelah hidup hingga usia ini. apakah kau senang sekarang? Aku menyarankanmu untuk tidak bertanya lebih jauh.”
“Maaf”
Melihat Bel yang tidak bersuara, aku meminta maaf dengan ketakutan.
“Ngomong – ngomong, rumor buruk apa yang kau dengar tentangku? Hanya yang disebutkan oleh para petualang kemarin?”
“Erm, yah… kebanyakan dari itu, aku mendengar kau melepas celana dalam dari perempuan muda yang berkelana denganmu di depan umum, memaksa seorang crusader untuk tinggal di rumah yang sama denganmu untuk membasuh punggungmu di kamar mandi. Kau berpikir kalau priest di party-mu bermasalah dan mau meninggalkannya didalam dungeon, semua rumor tersebut membuatmu menjadi orang yang dicurigai––“
……..
Melihat wajah yang kupalingkan, Sena melihatku dengan mata yang curiga.
“… Apakah itu hanya rumor?”
“Hanya rumor.”
––Ring.
Sena kembali kepada wajah dingin tanpa ekspresinya dan berkata:
“… itu adalah masalah party-mu, jadi aku tidak akan berkomentar. Tapi apa kau tahu dipanggil apa oleh orang – orang di jalan? Kazusialan, Kazusampah––“
“Betapa, Betapa Jahatnya! Siapa yang memberikan nama panggilan seperti itu!?”
Tapi aku tahu hal ini akan terjadi, aku tidak bisa membantahnya!
Melihatku yang seperti ini, Sena mendesah dan…
“Benarkan. Untuk amannya, aku akan bertanya padamu lagi. Kamu tidak memiliki hubungan dengan seseorang dari pasukan Raja Iblis kan? Seperti kenalan dari bos ketua pasukan Raja Iblis atau sejenisnya…”
“Tidak juga, apakah aku terlihat seperti––“
––Ring.
Aku belum selesai bilang ‘orang yang sangat baik menurutmu’.
Aku sadar aku membuat kesalahan yang besar.
Mendengar gema dari bel yang bergemuruh didalam ruangan interogasi.
Aku ingat kalau Wiz adalah bos pasukan Raja Iblis.
◊◊◊
“Hei, nasinya tidak cukup! Dan berikan aku sesuatu dengan daging diatasnya! Siapa yang memasak ini! aku ingin melihat manager perempuan––“
Aku sangat depresi karena telah membuat kesalahan yang besar, ketika sang penjahat disebelahku berisik.
Orang yang ketangkap karena makan dan kabur setelah memakan makanan berkualitas.
Mungkin aku harus bertingkah tidak menyesal seperti dirinya.
… Aku tidak benar – benar ingin untuk bertingkah sebejat itu sih.
“Hei Kazuma, bersemangatlah. Aku tidak bisa menghitung berapa kali aku ditahan di dalam pengadilan dengan semua jariku. Kau bukanlah seorang petualang yang asli sampai kau dibawa ke kantor polisi sekali. Kita berdua akan mendatangi pengadilan besok, jadi kita harus makan sesuatu yang bernutrisi dan beristirahat secukupnya. Aku akan memberikanmu beberapa makanan yang enak! Polisi disini tidak suka membuat masalah, jadi mereka akan membawakan barang yang kamu komplain walaupun hanya sedikit.”
Setelah mengatakan hal tersebut, dust mulai untuk mengkomplain dengan suara yang cukup keras untuk terdengar ke seluruh kantor.
Pada akhirnya, polisi datang untuk mengancam Dust untuk tidak memaksakan keberuntungan dan memukulinya. Dust menjadi terdiam dan aku tidur untuk bersiap di hari berikutnya.
––Seraya malam mulai larut, aku dibangunkan oleh sebuah getaran dan suara dari ledakan tak jauh dari sini, seperti kemarin malam.
Aku duduk dengan segera dan mendengar suara Aqua yang dengan lembutnya berkata “ Kazuma! Hei Kazima, bangun!”
Mendengar suaranya, aku menyandarkan tubuhku ke tembok dan jendela dan berkata:
“Kau disini lagi. Apa yang terjadi pada kemarin malam? Apakah semuanya baik – baik saja?”
“Megumin dan Darkness yakin jika ia tidak terlihat oleh siapapun di perjalanannya kembali tapi untuk beberapa alasan mereka masih dicurigai pada masalah insiden ledakan ini. kemampuan investigasi dunia ini luar biasa. Namun tak perlu dipedulikan, aku memaksa mereka berdua untuk menggunakan kerudung yang mereka benci, jadi aku yakin mereka tidak akan ditemukan kali ini.”
Tak peduli bagaimana kamu memikirkannya, masalah kenapa mereka ketahuan bukanlah terlihat oleh orang ketika melakukannya, tapi sedikitnya orang yang bisa menggunakan sihir ledakan di kota ini.
“Pikirkan lagi saja nanti, aku sudah menunggu mu selama ini, kenapa kamu tidak kabur? Aku menunggu sampai kepalaku penuh salju, aku bahkan bertanya kepada polisi beberapa kali, betapa disayangkannya.”
“Ini bukanlah kunci biasa, ini adalah kunci password dengan delapan angka. Dan aku tidak memiliki kemampuan membobol gembok sama sekali, jadi tak mungkin aku bisa melakukannya hanya dengan kawat itu.”
Mendengarku yang berkata demikian, Aqua terdiam untuk sesaat.
“… Mereka mendapatkanku kali ini, aku tidak berpikir kalau penjara mereka sangat aman.”
“Itu hanyalah kunci angka. Yang lebih penting, apa rencanamu? Jika kau tak kabur malam ini, aku akan berada di pengadilan besok.”
Mendengarku yang mengatakan hal itu, Aqua mencengir beberapa kali, ia terlihat sangat percaya diri.
“Rencana kemarin sangat tidak sempurna. Aku menyiapkan dua gergaji kali ini, aku akan melemparkan satu kearahmu.”
… Gergaji?
“… Kau ingin aku menggergaji pagar besi di jendela dan kabur?”
“Kau sepertinya sudah tahu. Batas waktunya ketika pagi muncul, jadi tidak ada banyak waktu jadi cepatlah!”
Setelah mengatakan hal itu, Aqua melempar sebuah gergaji kearah sela – sela dari pagar besi tersebut.
Aku mengerti, kalau kita berdua bekerja sama, kita bisa dua kali lebih cepat untuk memotong pagar besi ini.
Tapi masalahnya adalah –
“… Jendela ini terlalu tinggi dari arahku. Aku tidak bisa mencapainya.”
Jendela ini dipasang tinggi di tembok untuk mencegah penjahat untuk kabur, aku bahkan tak bisa memegangnya walau melompat.
“tak masalah, aku tidak bodoh, aku sudah merasa ini akan terjadi. Aku menyiapkan sebuah kursi panjat, kau bisa memotongnya bersamaku jika kau menggunakannya. Mungkin tidak ada waktu yang cukup jika satu orang memotongnya, namun akan lebih baik kalau kita berdua bekerja sama.”
Aku mengerti.
“Jadi bagaimana caramu untuk mendapatkan kursi itu kedalam? Menekannya ke sela – sela pagar?”
“… Tunggu sebentar.”
Setelah mengatakannya, Aqua berlari.
Tak lama kemduian–
“Tidak, ini… untuk kepentingan Kazuma, aku harus memberikannya padanya…”
“Aku tidak pernah mendengar ada orang yang mengirimkan benda semacam ini kedalam penjara. Dan kenapa kamu disini malam – malam seperti ini…”
Suara Aqua bisa didengar dari kejauhan.
Ia sepertinya mencoba untuk membuat para penjaga itu memberikan benda itu padaku.
Mungkin aku harus belajar untuk bertindak dengan sungguh – sungguh seperti orang idiot itu.
Tiba – tiba, aku mendengar Aqua dan penjaga yang bertengkar di kejauhan, aku sudah tidak akan bisa merasa mudah lagi untuk pergi ke pengadilan besok.
––Untuk membuang bukti yang ada aku membuang gergaji itu keluar jendela dan tidur seraya aku menarik selimutku.
Sistem keadilan di dunia ini sangat simpel. Jaksa akan mengumpulkan bukti, dan yang dituduh akan dilindungi oleh seorang wakil.
Jika hakim merasa tuduhan itu benar, ia akan menjatuhi hukuman.
Tidak ada pengacara didunia ini, yang dituduh akan dilindungi oleh temannya.
Struktur bangunannya sama seperti pengadilan di Jepang, yang dituduh akan diborgol dan wakil akan berdiri ditengah pengadilan. Jaksa, penuntut dan penggugat duduk diarah yang berlawanan dari kejauhan.
Saat ini––
“Tidak perlu terlalu tertekan. Tak pa, kami akan selalu ada disisimu.”
Kata Megumin, bermaksud untuk menenangkanku seraya aku sangat malu karena seluruh badanku bau.
––Itu benar.
Orang yang berdiri disampingku dan menjadi wakil yang melindungiku adalah orang dari partyku.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Yang duduk di bagian penuntut adalah Sena, yang menatap diriku, orang yang membuatku tak bisa membuatku berhenti gugup, dengan mata yang dingin.
“Tak masalah, serahkan padaku. Ras-ku memiliki kepintaran yang tinggi, aku akan buat penuntut itu menangis di perdebatan kita.”
Orang di sebelah kananku yang membuat pidato handal ini adalah pengacara yang melindungiku Megumin.
“tak perlu khawatir, jika masalah menjadi berada di penebusan, aku akan memikirkan cara untuk menolongmu. Kau tidak bersalah di insiden ini sama sekali.”
Darkness yang berdiri disebelah kiriku berkata demikian.
Betapa menenangkannya, aku merasa hal ini akan lebih mudah… Tapi–
“Serahkan padaku! Sebagai seorang priest perempuan, kata – kataku sangat meyakinkan! Serahkan saja semuanya padaku!”
Itu benar, masalahnya berada di perempuan ini. Aku menyuruh Aqua untuk mendekat kepadaku dan berbisik ke telinganya:
“Dengar baik – baik Aqua. Aku mohon padamu, tolong jangan katakan apapun. Kalau kamu tetap diam sampai pengadilan ini selesai, aku akan memberikanmu kepiting salju merah untukmu.”
“Hal tak masuk akal macam apa yang kau katakan? Kalau Kazuma diputuskan masuk ke penjara atau mati, kamu tidak akan bisa membelikan kepiting untukku. Tak usah khawatir, orang yang paling akrab dan menjadi pengacara adalah aku. Kazuma suka main game kan? Apakah kamu tidak pernah mendengar orang di Jepang memainkan ‘Based Attorney’ dan ‘Manganronpa’ ( TL Note : Danganronpa maksudya tuh :v )? Aku memainkan keduanya sebelumnya.”
“Oke, aku mengerti. Tolong jangan katakan apapun,.”
Aqua merespon pada permintaanku dengan berbalik dengan tidak senangnya.
Bocah ini–!
––Seorang lelaki paruh baya muncul dan menjadi sang hakim memukul meja dengan sebuah palu.
“Perintah di pengadilan! Kita sekarang akan mulai untuk mengadili Satou Kazuma untuk Subversinya kepada negara! Yang menuntut adalah Alexei Barnes Alderp!”
Dengan isyarat dari hakim, seorang lelaki gemuk berdiri.
Ia sangat tinggi dan gendut, kepalanya botak. Seorang lelaki paruh baya yang penuh dengan rambut yang memenuhi badannya.
Jadi inilah tuan tanah yang menggugatku.
Tuan tanah Alderp menatapku, Seraya jika ia hanya menilai ku. Ia kemudian menggunakan mata bejatnya untuk melihat tiga gadis yang berdiri diantaraku.
Setelah melihat dengan detil tubuh Aqua dan Megumin, ia membalikkan pandanganya kepada Darkness.
Dan kemudian ia duduk kaku disana dan terkejut.
“Hei, orang tua gemuk itu terus melihat kita. Aku merasakan aura jahat dan aku ingin mencongkel matanya keluar.”
“Aku berharap kau tidak melakukannya… Dan bukannya dia hanya memandangi Darkness?”
“Ia melihatnya sudah sangat lama. Matanya sama seperti Kazuma yang melihat Darkness ketika ia berjalan di mansion dengan gaun tipis.”
“Ugh, hei, kau salah. Aku, aku tak pernah melihat Darkness dengan pandangan yang seperti itu…”
Seraya aku panik dan melihat Darkness, aku mengetahui jika ia memandang sang tuan tanahh juga.
“… Ada apa Darkness? Apakah kau terganggu dengan pandangan lelaki tua itu?”
“… Neh, aku baik – baik saja, bukan begitu… Aku akan memberitahukanmu nanti.”
Darkness tidak terlihat baik, namun aku tak punya waktu untuk bertanya padanya seraya palu itu dijatuhkan kembali.
“Diam! Aku akan memiliki kuasa penuh di pengadilan. Jaksa, majulah! Kita memiliki sebuah item sihir disini, jadi semua kebohongan akan ditunjukkan di pengadilan ini. ingat baik baik hal ini ketika kau bersuara.”
Hakim sekali lagi memukul meja, dan Sena berdiri dengan isyarat tersebut.
“Aku sekarang akan membaca tuntutan… Yang dituduh, Satou Kazuma, ikut ambil bagian dengan petualang yang lain untuk melawan benteng penghancur bergerak ketika ia menyerang. Ia memberikan perintah ketika pertarungan untuk mengirim Coronatite yang akan meledak melalui teleportasi. Coronatite itu diteleportasi dan meledak setelah berada di mainsion penuntut. Mansion sang penuntut, Alderp menghilang. Sekarang ini, tuan Alderp terpaksa untuk tinggal di sebuah penginapan kota ini.”
Seraya Sena membaca tuntutannya, tuan tanah si penuntut masih melihat Darkness.
“Ketika mentranportasi monster, obat dan item berbahaya seperti peledak, penggunaan teleportasi acak diijinkan. Ini tertulis jelas di hukum, dan instruksi yang diberikan oleh yang dituduh jelas – jelas  menlanggar hukum ini; juga, mengancam kehidupan tuan tanah yang dapat mengguncang pemasukan negara. Karenanya, sang penuntut meminta mengetahui dosa yang dilakukan oleh yang dituduh mengenai subversi kepada negara!”
“Keberatan!”
Ini terjadi tepat setelah Sena selesai membaca tuntutannya.
Aqua yang berdiri disebelahku berjalan kedepan, mengangkat satu tanganya seraya ia berteriak.
“Ini bukan waktunya pembela untuk berbicara. Mintalah izin sebelum ingin mengatakan apapun… Yah, ini adalah pertama kalinya dirimu berada di pengadilan, aku akan membiarkanmu kali ini… Pembela diijinkan untuk berbicara.”
Hakim menasihati Aqua, namun ia dengan santainya menganggukkan kepalanya yang terlihat puas:
“Aku hanya ingin mencoba mengatakan ‘keberatan’, tidak ada masalah.”
“Sang pembela hanya boleh berbicara ketika melindungi yang dituduh!”
Orang bodoh ini, aku ingin sekali rasanya menampar dengan keras dirinya ini.
Aqua yang dibentak oleh hakim tepat setelah sesi pengadilan dimulai terlihat puas dan  kembali ke sisiku.
Sena yang tiba – tiba terpotong kata – katanya menjadi sedikit panik.
“… Eh, itu semua yang harus kukatakan. Intinya kami meminta Satou Kazuma dinyatakan bersalah karena subversi kepada negara…”
Setelah Sena selesai dan kembali ke tempat duduknya, sang Hakim berkata:
“Selanjutnya, aku memberikan izin pada yang terdakwa dan pelindungnya untuk berbicara. Kau bisa mengakui kesalahanmu!”
“–– Dan begitulah, Raja Iblis Beldia dan penghancur dikalahkan semua berkat perintahku. Ini aneh untuk menuntutku karena melakukan subversi sepada negara dengan kontribusiku di kota. Nyatanya aku berpikir kalau semua orang seharusnya memujiku!”
Dengan izin dari hakim, aku memulai bagianku di tengah pengadilan.
Aku mendeskripsikan betapa kerennya diriku dalam pertarungan melawan beldia.
Melihat betapa hebatnya koordinasiku adalah didalam pertempuran melawan benteng penghancur bergerak.
Hakim melihat bel sihir yang mampu mengekspos kebohongan beberapa kali ketika aku menyatakan hal tersebut, namun aku tak peduli.
Aku mungkin sudah berlebihan sedikit, namun aku tidak peduli.
“Cukup, cukup, aku mengerti apa yang ingin dikatakan oleh pelindung. Majulah jaksa. Tolong sekarang tunjukkan bukti kenapa yang dituduh harus dinyatakan bersalah karena subversi kepada negara.”
Hakim itu dengan terburu – buru menyuruh Sena memberikan bukti dengan wajah yang marah. Sena memberikan isyarat pada kesatria yang berdiri di sebelahnya.
Melihat hal itu, kesatria itu berjalan ke ruang tunggu di dalam pengadilan seraya Sena mengambil selembar keras dan membaca.
“Penuntut kini akan memberikan bukti, membuktikan yang dituduh merupakan teroris yang mencoba melakukan pengambilan alih nekgara ini, atau ia berhubungan dengan pasukan raja Iblis. Saksi, diharap untuk berdiri!”
Dengan instruksi dari Sena kesatria itu membawa saksi ke pengadilan. Mereka kebanyakan adalah petualang.
Atau mungkin––
“Ahahaha… Aku dipanggil…”
Saksi pertama adalah Criss yang melihatku dengan wajah yang kesulitan seraya ia menggaruk luka di wajahnya.
Termasuk ‘thief’ Chris, orang yang di panggil ke pengadilan sebagai seorang saksi memiliki wajah yang tak asing untukku.
◊◊◊
Situasi ini buruk.
“Yang berarti, yang dituduh menggunakan ‘steal’ yang sedang menjadi perhatian publik untuk melucuti celana dalammu. Apakah itu benar?”
“Erm– itu benar! Tapi itu adalah kecelakaan!”
“Kau hanya perlu memastikannya benar, terimakasih atas kesaksianmu.”
“Hmm? TUnggu! Aku tidak terganggu oleh masalah itu lagi…!”
Sena bertanya dengan cepat dan dengan terburu – buru segera mengeluarkan Chris dari pengadilan.
Orang yang menjadi saksi berikutnya juga bermasalah…
Orang yang datang dari Jepang sepertiku, yang pedang sihirnya dicuri dan dijual oleh diriku, swordmaster Mitsurugi. Ia berjalan didepan kedua bawahannya tepat dibelakangnya.
“Mitsurugi-san. Aku dengar pedang sihirmu dijual oleh sang terdakwa dan dijual. Dan kedua gadis itu di ancam oleh terdakwa kalau dia akan mencuri celana dalam mereka jika kau mencoba untuk mendapatkan pedang sihir itu kembali. Apakah itu benar?”
“Ya, kau benar. Tapi insiden itu bermula dariku…”
“Itu benar, ia mengancam kami! Ia berkata ‘aku mempercayai persamaan gender, lelaki yang berani menggunakan tendangan untuk menjatuhkan perempuan!”
“Ya, ia juga berkata ‘karena kalian adalah perempuan, aku mungkin akan mempermalukan kalian di publik dengan menggunakan skill ‘steal’.”
Dua bawahan Mitsurugi tetap mengganggu perkataannya, mereka menggunakan kesempatan ini untuk membalas perbuatanku dulu.
Kedua perempuan itu pasti sangat membenciku, mengeluarkan lidahnya keluar setiap mata kami bertemu.
Ugh… Tatapan dari hakim dan semuanya sangat menyakitiku…
Setelah Mitsurugi dan yang lainnya meninggalkan pengadilan, Dust dipanggil sebagai saksi untuk alasan tertentu.
Aku tidak ingat melakukan sesuatu yang buruk pada lelaki ini.
Kalau di ingat – ingat, Dus adalah orang yang merekomendasikan pertukaran tim.
Setelah Dust menyapaku dengan hangat, Sena berkata:
“Orang ini adalah terdakwa untuk pengadilan berikutnya. Aku pikir pengadilan pasti terbiasa dengan dirinya. Ia adalah bajingan yang membuat masalah dan selalu menggunggat.”
“Hei kau sialan, kau adalah orang yang menyuruhku ketika aku menunggu giliranku di pengadilan. Aku baru saja sampai, jadi berhenti berbicara buruk tentangku! Apakah kau menyuruhku untuk memijat dada besarmu itu?”
Kata – kata Sena membuat Dust marah dengan mudah.
Seraya hakim mengkerutkan dahinya karena kata – kata mesum Dust, Sena menunjukku dan berkata:
“Dust-san, aku dengar kamu lebih dekat dengan Satou Kazuma-san disini. Apakah itu benar?”
“Kenapa kau menanyakan hal itu. Kami seperti saudara, dan sering minum bersama.”
Setelah mendengarnya, Sena memalingkan wajahnya dan berkata padaku:
“Satou Kazuma-san, apakah kau berteman baik dengan bajingan sialan ini?”
“Hanya kenalan.”
“Hey! Kazuma!”
Dust berseru, namun bel itu tidak bersuara dibawah tatapan Sena dan hakim itu.
“A, Aku mengerti, maaf karena kekasaranku. Aku ingin membuatmu diketahui berteman dengan seorang penjahat, itu kenapa…”
“Tak apa, itu adalah fakta aku kenal dengan dirinya.”
“Kazuma! Apakah pertemanan kita sedangkal ini!”
Sembari kesatria menarik penjahat yang berteriak – teriak itu keluar dari pengadilan, Sena membalikkan wajahnya ke hakim.
“Saksi yang terakhir itu sangat disayangkan, tapi saksi lainnya seharusnya membuktikan kebenaran kalau terdakwa memiliki sikap yang buruk. Dan terdakwa bosan mendendam kepada tuan tanah. Didasarkan oleh fakta tersebut, sangat mungkin kalau terdakwa tidak memerintahkan teleportasi secara acak, dan menyuruh melakukan teleportasi biasa untuk menteleportasikan batu itu ke mansion tuan tanah, dan menutup – nutupinya sebagai sebuah kecelakaan–“
Sena mencoba untuk menjatuhkanku dengan bukti tidak langsung.
“Itu semua bukan bukti sama sekali! Aku akui kalau Kazuma memiliki sifat yang sinting, namun aku tak bisa menerima bukti tidak langsung seperti itu! Bawa orang yang lebih kongkret! Dan peradilan ini terlalu aneh! Semuanya terlalu dipaksa, apakah kau tidak merasa ini aneh?”
“Sang pelindung terlalu banyak berbicara, bicaralah hanya ketika aku memberikan ijin!”
“Kau ingin bukti? Oke, aku akan membawakan bukti yang tak terbantahkan lagi! Mereka akan menunjukkan tanpa ragu kalau lelaki ini terpaksa menjadi seorang teroris agar kota tak hancur, dan bukan seorang kaki tangan pasukan Raja Iblis!”
Melihat Megumin yang menjadi gelisah, Sena, mengambil selembar kertas dan membacanya dengan keras.
“Satu! Kumpulan party petualang yang dipimpin Satou Kazuma mungkin sudah mengalahkan bos dari pasukan Raja Iblis ketika bertarung melawan Beldia, namun kerusakan yang diterima oleh kota sangat besar dan tak dapat dihindari karena jumlah debit air yang besar–“
Aqua gemetaran.
“Dua! Memasang sebuah penghalang raksasa di kuburan publik, membuat roh yang ada di kuburan menjadi bergentayangan, dan menciptakan malapetaka di kota–“
Aku memegang tangan Aqua yang menutup telinganya dan membuatnya melihat kedepan, kemudian melepaskan tangannnya dari telinganya sehingga ia bisa mendengar apa yang jaksa itu katakan, dan…
“Mengeluarkan sihir ledakan di area luar kota setiap hari, membuat perubahan pada area teritorial. Kelamaan, kita bisa mendengar gemuruh yang terjadi pada waktu hampir tengah malam, membuat para masyarakat terbangun dari tidurnya–“
Sekarang giliran Megumin menutup telinganya dan berbalik.
Tim pelindungku sangat tak berguna!
“Hei, tunggu, ini terlalu aneh! Ini aneh berapa kalipun kau pikirkan! Hal yang kau katakan tidak ada hubungannya denganku! Yah, seluruh kekacauan itu memang dibuat oleh member dari timku! Tapi kau seharusnya mengeluarkan bukti yang dilakukan oleh diriku!”
Sebagai balasan atas kemarahanku,
“Dan juga, kami memiliki laporan bahwa terdakwa menggunakan skill yang hanya bisa dilakukan oleh ‘undead’, ‘Drain Touch’. Jika kamu tidak berhubungan dengan pasukan Raja Iblis, tolong jelaskan mengapa kau bisa menggunakan ‘Drain Touch’ – Kau tidak bisa menghiraukannya dengan menutup telingamu!”
Sena menunjukku yang sedang menutupi telingaku seperti Aqua dan Megumin dan berteriak.
Tetap diam! Aku ingin untuk berlatih agar bisa tetap diam!
“Akhirnya, bukti yang paling menusuk… Saat interogasi didalam kantor polisi, aku bertanya apakah ia kenal dengan salah satu member dari pasukan Raja Iblis. Kau menjawab tidak saat itu, dan item sihir mendeteksi kebohongan. Ini adalah bukti yang paling baik!”
Oh tidak oh tidak oh tidak –!
Aku kehabisan ide dan tak bisa berbicara, pada saat ini.
“ – tunggu!”
Suara yang percaya diri ini tak disangka datang dari Aqua.
Untuk berpikir perempuan ini mungkin akan membawa kartu truph pada kondisi ini…!
“Aqua, beri tahu mereka! Tunjukkan mereka bukti yang tak bisa diungkiri lagi dan buktikan ketidak bersalahanku!"
“Hah? Mana mungkin aku punya sesuatu seperti itu, aku hanya ingin mencoba mengatakannya.”
“Usir orang itu dari pengadilan!”
“Maaf! Aku minta maaf untuk kepentingan perundingan ini!”
“Ahhh itu sakit!”
Aku memegang Aqua dan menekannya dengan kuat seraya meminta maaf.
Kampret, orang idiot sialan ini–!
Pada saat ini, seseorang terlihat kesal di permainan kami ini.
“Cukup! Lelaki itu pasti berhubungan dengan pasukan Raja Iblis! Ia adalah kaki tangan mereka! Ia mengirim ledakan ke mansionku! Bunuh dia! Hukum mati dia!”
Tuan tanah yang selalu diam saat ini, tuan tanah Alderp berdiri tiba – tiba dan berteriak penuh amarah padaku.
Kerja yang bagus orang tua, sekarang kesempatanku!
“Tidak, aku tidak berhubungan dengan pasukan Raja Iblis! Aku bukan seorang teroris! Aku harus menahan dendam karena ia membuatku terbeban dengan hutang itu, namun aku tidak mengirim Coronatite ke sana karena alasan itu! Dengar baik – baik, lihat pada item sihir itu baik – baik! Aku akan mengatakan ini lagi! Aku bukan kaki tangan pasukan Raja Iblis, aku tidak melakukan sesuatu bersama mereka!”
Perkataanku tidak membuat bel tersebut berbunyi, berdasar perkataan tak berguna tuan tanah.
Sena mengerutkan dahinya dan sedikit menggigit bibir bawahnya ketika ia melihat ini.
Jika kesaksian yang dinyatakan pada kehadiran item sihir ini bisa menjadi sebuah bukti, maka kata - kataku yang tidak membuat alarm itu berbunyi juga bisa dianggap sebagai bukti.
Kata – kata dari tuan tanah itu membantuku kali ini.
Hakim kemudian menganggukkan kepalanya perlahan.
“Ini selalu terjadi seperti ini ketika kita menggunakan item sihir untuk membuktikan kebohongan, hasilnya tidak jelas. Penuntutan memberi isyarat untuk reaksi item sihir untuk disahkan sebagai sebuah bukti. Namun dari hasilnya sekarang, aku tidak bisa menerima ini sebagai bukti sah. Bukti terperinci yang diberikan sampai sekarang terlalu lemah. Dan karenanya, aku dengan ini menyatakan terdakwa, Satou Kazuma tidak bersa–“
Pada momen yang menentukan ketika hakim mengeluarkan pernyataannya ini.
“Sekali lagi akan kukatakan. Orang itu pasti bekerja sama dengan pasukan Raja Iblis, satu dari kaki tangan mereka. Hukum mati dia.”
Tuan tanah yang masih berdiri mengatakan hal itu.
Sebagai sebuah respon, Sena berkata:
“Tidak, tidak ada yang mati di insiden ini, hal ini seharusnya tak membuatnya mendapat hukuman mati…”
Ketika ia mengatakan hal tersebut pada tuan tanah, ia hanya melihat Sena.
“… Tidak, kau benar. Hukum mati adalah keputusan paling tepat… kan?”
–Hmm!?
“Hei hei, tunggu dulu! Ini terlalu aneh, terlalu aneh!:
“Ya, ada apa dengan hal ini sekarang! Kenapa argumen jaksa berubah?!”
Ketika Megumin dan aku memprotes, Sena beraksi dengan aneh pula. Ia adalah orang yang mengatakannya, namun wajahnya terlihat bingung seraya ia memiringkan kepalanya.
Aqua secara tiba – tiba menunjuk hakim tersebut, Sena dan tuan tanah itu dan berkata:
“Aku merasakan kehadiran jahat! Seseorang di antara kelompok ini berusaha untuk membelokkan fakta dengan kekuatan jahat!”
Kata – kata yang tak diduga dari Aqua membuat pengadilan ini hening.
Mungkin karena perkataan bodoh sebelumnya, semua perhatian mengarah pada Aqua dengan ragu – ragu.
Semuanya melihat ke item sihir itu, dan atmosfirnya berubah ketika benda itu tidak berbunyi.
Aqua adalah ‘arc priest’, pekerjaan dengan elemen suci.
Ini membuat perkataannya lebih terpercaya, dan membuat ekspresi hakim berubah.
“Kekuatan jahat… jadi kau berkata seseorang menggunakan pemikiran licik untuk mempengaruhi pengadilan suci ini?”
“Ya, itu benar. Mataku lebih akurat dibanding benda sihir itu! Jujur saja, aku adalah Dewi air dengan sepuluh juta pemercaya di dunia ini! Dewi Aqua!”
– Ring.
Deklarasi Aqua menghasilkan suara bel di pengadilan yang hening ini.
“Kenapa –! Tunggu, aku tidak berbohong!”
“pelindung, tolong pilih kata – katamu dengan baik.”
“Aku minta maaf, aku akan serius menghadapi hal ini.”
Aqua yang kehilangan kepercayaan dari semuanya masih ribut sendiri seraya Megumin mengontrol dirinya, untuk beberapa alasan tuan tanah itu menggigit bibirnya, memandang Aqua dengan wajah yang pucat.
“Aku mengerti, ini semua pasti terjadi karena aku terlalu sombong. Item sihir itu menganggapku berbohong karena jumlah pemercaya ku! Sepuluh juta itu sedikit berlebihan, aku seharusnya mengatakan sekitar sembilan koma delapan juta.”
Mendengar Aqua yang bergumam dibelakangku, aku ingin menyatakan bahwa pemercayanya mungkin kurang dari seribu. Namun aku tidak melakukannya karena sekarang hakim akan memberikan pernyataannya sekarang.
Hakim itu membersihkan suaranya.
“… Yang terdakwa Satou Kazuma. Berkenan dengan perbuatan yang tidak ber perikemanusiaanmu dan dirimu yang mengganggu perdamaian masyarakat…”
Ia mulai berkata sesuatu yang berkelainan dengan pernyataannya yang sebelumnya.
“Aku mendapat bukti yang memadai dari jaksa. Dengan ini, terdakwa dinyatakan bersalah dan–“
Hmm!?
“– Akan dihukum mati.”
◊◊◊
“Ini aneh! Tidak tunggu dulu, tunggu sebentar! Apa – apaan dengan keputusan yang terburu – buru ini! berikanlah bukti yang lebih kuat! Menghukum mati seseorang dengan cepat, pasti ada sesuatu yang salah di kepalamu!”
“Terdakwa! Jaga kata – katamu!”
“Kazuma benar, ini aneh, pasti ada sesuatu yang salah. Benar, Kazuma memiliki dendam karena harus terbebani oleh biaya reparasi karena banjir, seperti komplein dan kebencian terhadap tuan tanah, yang membuat masalah pada hari itu. Tapi walau begitu, ia tidak memiliki keberanian untuk mengirimkan Coronatite itu kesana!”
Hei,, kau melindungiku atau mengganggu ku, buat itu jelas!
Seraya aku bingung bagaimana untuk membuat Aqua diam, Megumin melepaskan tutup matanya dan berkata:
“Baiklah, semenjak kau berpikir Kazuma adalah teroris, aku akan menunjukkan teroris yang sebenarnya… Hei, apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!”
Melihat mata merah Megumin bercahaya, para penjaga dengan terburu – buru menangkapnya.
“Neh-! Ini aneh! Terlalu aneh! Mataku dapat dengan jelas melihat iblis yang berkeliaran di udara pengadilan ini! tunggu sebentar aku akan men-sucikan udara disini sekarang… Ah! Aku tidak bisa menggunakan sihir, jangan ganggu aku!”
“Penggunakan sihir dilarang di pengadilan! Karena hal tersebut bisa mengganggu item sihir pendeteksi kebohongan!”
“Cukup, bawa mereka berdua keluar dari sini!”
Sena berdiri, menyuruh para penjaga untuk mengeluarkan Megumin dan Aqua.
“Perintah! Perintah!... AKu bilang Perintah di dalam pengadilan!”
Hakim itu akhirnya kehilangan kesabaran, berteriak seraya dirinya melempar palunya.
Penjaga itu menarik Megumin dan Aqua keluar dengan tiba – tiba,
“ – yang mulia, tolong lihat ini.”
Darkness yang tadinya tetap terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun mengeluarkan sesuatu dari dadanya.
Itu adalah sebuah liontin yang terlihat berharga dengan sebuah lambang yang terlihat.
“I, Itu… kamu, kamu adalah…”
Hakim berdiri penuh kaget, dengan mata yang terbelalak ia melihat liontin itu.
Dibawah pandangan semua orang yang ada, Darkness berkata dengan lembut.
“Maafkan aku, tapi bisakah kau menunda waktu pengadilan untukku? Aku tidak bermaksud untuk membuat terdakwa lepas dari masalah. Aku hanya membutuhkan waktu untuk membuktikan kalau lelaki ini bukanlah kaki tangan pasukan Raja Iblis, dan tidak bersalah. Pada saat yang sama, aku akan meminta dirinya untuk mengganti rugi mansion tuan tanah.”
Sena dan Hakim itu berdiri kaku ketika ia melihat lambang yang ditunjukkan oleh Darkness.
Dibawah keadaan itu, hanya tuan tanah yang memprotes dengan lembut.
“Itu… Tapi, walau kau memintanya…!”
“Alderp, sebagai korban dari semua ini, kau bisa meganggapnya aku meminta sebuah permintaan padamu. Sebagai gantinya, aku akan melakukan apapun untukmu. Aku tidak menyuruhmu untuk menyerah di pengadilan ini, aku hanya berharap kau bisa menunggu lebih lama.”
Mendengar apa yang dikatakan Darkness, tuan tanah itu berdiri dan menelan ludahnya.
“Apapun! A, Apapun…!”
“Itu benar, apapun.”
Mendengar apa yang Darkness katakan, mata tuan tanah itu bersinar seraya melihat tubuh Darkness dengan mesumnya.
Kemudian ia duduk kembali ke kursinya.
“Baiklah, karena kamu adalah yang meminta, aku akan memberikan kesempatan sekali lagi untuk lelaki ini.”
-Setelah diberikan ijin untuk meninggalkan pengadilan, aku bertanya pada Darkness yang mengikutiku dari belakang.
“Apa yang terjadi? Atau mungkin, kau kenal lelaki tua Alderp itu?”
“… Kau bisa berkata seperti itu. Karena aku masih muda, dia memiliki obsesi kepadaku. Semenjak istrinya meninggal, ia memintaku untuk menikah dengannya beberapa kali. Namun ayahku menolaknya karena perbedaan umur kami.”
Menakutkan, betapa keras kepalanya orang itu?
“A, Apa kau baik – baik saja, kau berjanji untuk melakukan apapun untuk orang tua semacam dia? Dari caranya ia melihatmu, mungkin ia akan memintamu untuk melakukan sesuatu yang aneh – aneh.”
“… Sesuatu, sesuatu yang aneh – aneh…”
“Kau… aku tarik lagi rasa simpati ku.”
Seraya aku melihat orang mesum yang bernafas berat dengan wajah yang merona, aku berjalan dengan Darkness untuk menjemput Aqua dan Megumin yang ditahan.
◊◊◊
-Setelah negosiasi Darkness, pengadilan memberikanku dua tugas.
Pertama membuktikan aku bukanlah kaki tangan dari pasukan Raja Iblis.
Yang kedua untuk membayar ganti rugi mansion tuan tanah.
Agar bisa menaikkan penghasilan, aku membawa Aqua bersamaku menuju toko milik Wiz.
Aku ingin datang sendiri, tapi Aqua tetap mengikutiku.
“Aku mengerti apa yang dipikirkan Kazuma! Kau menjadi mendapatkan berbagai masalah karena ‘undead’ itu. Kau ingin untuk merampas tokonya untuk membayar hutang kan?”
Aqua yang tak mengerti apapun berkata dengan penuh semangat di depan toko:
“Keluarlah kesini dasar monster ‘undead’! aku akan mengantarmu ke dunia yang lain!”
Ia meneriakkan sesuatu yang konyol seraya menendang pintu toko Wiz dan masuk.
“A, Apa? Pencuri? Mafia? Eck-! Itu, Itu Aqua-sama!”
Untuk beberapa alasan, Wiz takut kepada Aqua lebih dari pada pencuri dan mafia.
Aku masuk kedalam toko, menuju ke Wiz yang ketakutan karena Aqua dan memberitahukan dirinya hasil dari kasus.
“Aku mengerti… Pertama, selamat telah terlepas! Aku benar – benar minta maaf, Kazuma-san. Ini semua karena aku yang menteleportasikan batu itu…”
“Itu benar, kau mengerti jadi ugh…!”
“Tak usah khawatir tentang itu. Kalau Wiz tidak ada saat itu, kita tidak akan selamat. Benda itu memang menghancurkan mansion tuan tanah, tapi tidak ada satupun yang terluka. Aku hanya perlu membuktikan Sena kalau aku bukanlah kaki tangan pasukan Raja Iblis untuk terlepas dari segala tuduhan. Namun masalah lainnya adalah untuk menambah masukan untuk membangun ulang mansion tuan tanah.”
Aku tidak tahu hal tak masuk akal macam apa yang akan Aqua katakan, jadi aku menutup mulutnya dan mengatakan hal itu kepada Wiz; Wiz terlihat lega ketika mendengarnya.
“Aku mengerti, kau berhasil mendapat waktu. Namun untuk uang… aku ingin sekali membantumu, tapi uang di tokoku hilang, jadi aku tidak punya banyak uang… aku memiliki teman di keseharianku di pasukan Raja Iblis, ia sangat hebat dalam menghasilkan uang namun ia sangat tak bisa dibaca, aku tidak pernah mengerti apa yang ia pikirkan… Akan sangat baik kalau ada sesuatu yang bisa kubantu…”
Wiz mengatakannya dengan ekspresi yang rumit dan mulai berpikir dibelakang konternya.
“Tidak, aku disini karena kau bisa menolongku.”
“Itu benar. Yang kami perlukan bantuan darimu, adalah untuk pindah dari dunia ini!”
Aku menolak kata – kata tak masuk akal Aqua dan berdiskusi dengan Wiz.
Mudahnya, dengan hutangku dan uang yang ada ditanganku, sangat susah untuk mendapatkan penghasilan untuk membangun mansion tuan tanah.
Semenjak itulah masalahnya, mungkin aku harus memikirkan rencana yang bagus sebelum melakukan tindakan…
Level masyarakat disini sangat ketinggalan dibanding bumi, orang yang tidak bisa menggunakan sumbu harus bergantung pada obor.
Jika aku mulai menjual lampu di dunia ini, ini pasti akan menjadi hit.
Tapi aku tahu beberapa kemampuan diperlukan untuk membuat benda lembut semacam itu.
Walau aku mencoba untuk membuat salah satunya, akan mustahil jika toko akan setuju dan menjual barangku.
Itu kenapa aku berdiskusi dengan Wiz untuk melihat jika ia bisa menunjukkan daganganku dimanapun di tokonya untuk sesaat.
-Aku menjelaskan semuanya kepada Wiz.
Aku memberitahunya kalau aku akan membuat barang baru, dan meminta izin untuk menunjukkannya di tokonya.
Jika terjual, aku akan membagi penghasilan dengan Wiz.
Aku berkata padanya jika ia boleh saja melihat benda yang kubuat sebelum memutuskan.
“Tidak mudah untuk hidup dengan karir seorang petualang. Akan tetapi, aku juga harus melakukan bisnis untuk dilakukan jadi… dan orang yang bisa kumintai tolong akan permintaan itu hanya Wiz.”
“Dengan kata lain, Kazuma berkata bahwa ia akan mengambil alih toko ini, cepatlah dan berikan kami… Itu sakit!”
Aku memukul kepala bagian belakang Aqua dengan gagang pisauku. Aku menundukkan kepalaku dan memintai tolong Wiz dengan tulus.
Walaupun ia takut pada Aqua yang mengelus kepalanya seraya bergulling di tanah, Wiz masih membalas dengan senyuman lembut:
“Jika sesuatu semacam ini, tak ada masalah sama sekali. Aku akan sangat suka bila ada banyak variasi di daganganku. Ngomong-ngomong tokoku juga tidak terkenal seperti itu… dan jika kau ingin melakukan reparasi untuk mansion tuan tanah, maka aku juga terkait… aku tidak tahu rencana macam apa yang akan kau jual, namun aku akan sangat menantikannya, Kazuma-san.”
Melihat Wiz yang setuju dengan senyuman, aku tersenyum kepadanya juga.
Jika bukan berkat benda yang berguling di lantai, suasananya pasti akan lebih baik.
… Tiba – tiba, ekspresi Wiz terlihat sedikit muram.
Wajahnya penuh dengan rasa khawatir, seraya ia berpikir bagaimana caranya ia mengatakan sesuatu padaku.
“…? Ada apa? Jika ada sesuatu yang mengganggumu, katakan padaku. Aku tidak berniat untuk memaksakan hal ini, jadi tak perlu ada yang kau khawatirkan…”
Wiz melambaikan tangannya, menunjukkan kalau itu tidak masalah.
“Bukan, aku bukan khawatir tentang itu! Erm, sangat baik untukku kalau Kazuma-san ingin menaruh dagangannya di tokoku. Ini tidak berhubungan dengan itu, anu… tentang Aqua-sama…”
Wiz mulai ragu – ragu dengan ekspresi yang rumit.
“…? Apa yang salah dengan perempuan ini? Oh, apakah jika aku menaruh barangku disini, Aqua mungkin akan datang setiap saat dan membuatmu kerepotan? Kalau kau takut dengan perempuan itu, aku akan menyuruhnya untuk tidak datang kemari.”
Aqua mungkin terlihat seperti itu, namun dia tetaplah seorang Dewi.
Sebagai seorang ‘undead’, Wiz pasti merasa berat dengan kehadirannya.
“… Tidak, bukan begitu… Tak masalah kalau Aqua-sama datang berkunjung, tapi dia pasti akan berkata pada pelangganku jika ia datang kesini, dan mengatakan bahwa barang jualan disini dibuat dengan metode yang tidak bisa dikatakan oleh perempuan penjaga toko ini, dan lebih baik tak membelinya…”
“Hei, apa maksudnya itu semua?”
Mendengar pertanyaan dengan nada rendahku, Aqua yang mengelus kepalanya dilantai bergetar untuk sesaat.
“Tak, tak Apa! Itu semua hanyalah masa lalu! Hal yang luar biasa adalah, benda semacam air suci didalam tokoku sangat populer diantara petualang lelaki, jadi tak masalah…”
Haruskan kukatakan semuanya tak ada masalah karena itu laku…
Tapi apakah tak masalah untuk seorang ‘Lich’ menjual air suci?
Terlebih, dengan semua hal ini, apakah petualang dikota tak apa – apa?
“Yang lebih penting… Aqua-sama memegang semua barang dagangan di tokoku, membuat semua item terkutuk dan penujuman jadi disucikan, banyak item yang jadi tidak berguna karnanya…”
“Apa yang kau pikirkan Dewi sialan!?”
Sepertinya ia mengunjungi toko Wiz dan menyebabkan masalah setiap saat dan kedepannya.
Aku menarik Aqua ke atas dan mendorong kepalanya kebawah untuk minta maaf kepada Wiz
“Aku minta maaf Wiz! Karena sudah merusak barang – barangmu, aku akan mengambil tanggung jawab dan membayarnya dengan uangnya! Dasar sialan, jangan memberontak dan minta maaf dengan benar!”
“Tunggu Kazuma! Aku tidak mau! Dan air itu menjadi tersucikan setelah terkena kontak denganku itu semua karena aura suciku, hal ini tidak bisa kukontrol! Seperti halnya tumbuhan berfotosintesis ketika matahari menyinari mereka, ini sudah otomatis! Aku benar – benar tak bisa mengontrolnya!”
Tidak, kau hanya tidak perlu memegang dagangan itu.
Aqua menolak dengan lehernya dan menolak untuk menunduk, jadi aku menunduk dalam menggantikannya.
Aku sudah terpaksa harus membungkuk ke banyak orang karena dirinya.
“Sudahlah, tolong angkat kepalamu! Tak masalah,  semuanya hanyalah masa lalu! Aku hanya berharap dia tidak mencoba mensucikan barang daganganku mulai sekarang. Aku sudah menyebabkan banyak masalah kepada Aqua-sama juga, seperti mengirim arwah gentayangan di kuburan ke dunia lain dan ke mansion itu…!”
Wiz membungkuk dengan segera seraya ia mengatakannya.
Ketika Aqua mendengar apa yang Wiz katakan, Orang yang membuat roh – roh tersebut bersemangat karena kemalasannya dalam mensucikan kuburan mengalihkan pandangannya.

… Kau seharusnya bertukar pekerjaan dengan Wiz.


Kono Subarashii Sekai Ni Shukufuku o! Jilid 3 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Marcellino Novaldo

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.