20 Mei 2016

Date A Live Jilid 11 Bab 6


Dia Yang Berjuang


Bagian 1
“.......err, apa kau sudah selesai?”
Itsuka Shidou mengangkat bahunya saat suara yang ketakutan memanggilnya.
Sepertinya Shidou tertidur sejenak. Saat dia melihat ke arah datangnya suara tersebut, dia menemukan seorang perempuan kecil berkacamata----Bu Guru Okamine Tamae Alias Tama-chan sedang memegang memo kearah Shidou selagi wajahnya kebingungan. Sepertinya dia tidak bisa bergerak karena Shidou melihatnya dengan sangat serius.
“! Y-Ya.....Terima kasih......banyak”
Setelah Shidou mengatakannya, dia sedikit membungkuk sebelum mengembalikan posturnya.
Meski demikian, wajar saja untuk Shidou tertarik pada memo itu.
Alasannya mudah. Tanggal yang tertulis disana-------adalah tanggal 5 tahun sebelum [Hari Ini].
Setelah Shidou menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya, dia melihat ke sekitarnya sekali lagi.
Dari yang bisa dia lihat, bangunannya sedikit tersusun beda dari yang dia ingat.
Pemandangan musimannya berbeda dari sekarang.
Dan juga-----Tama-chan-sensei tidak mengenal Shidou.
Faktor-faktor tersebut yang perlahan mengembalikan informasi yang tertulis pada memonya.
“Kalau begitu, aku akan pergi sekarang, oke.....?”
Tama-chan memiringkan kepalanya selagi bertanya. Shidou, yang sedang tenggelam dalam pikirannya, melebarkan matanya dengan terkejut.
“Ah, iya........Maaf dan terima kasih”
Setelah Shidou mengatakannya, Tama-chan memutar kepalanya dengan heran selagi meninggalkan tempat itu.
Setelah melihat dia pergi, dia menyandarkan punggungnya pada pagar.
“..........5 tahun yang lalu? Kau pasti bercanda, kan?”
Shidou menekan jidatnya dan mengerang. Ada masalah yang terjadi di dalam kepalanya karena akal sehatnya sedang mencoba menertawai situasi yang absurd ini, dan berbagai bukti menunjukkan pandangannya sedang bertabrakan.
Itu normal. Waktu tidak dapat diubah dan diganggu gugat. Tidak mungkin waktu bisa kembali lagi,
Namun, Shidou tidak bisa membantah fakta tersebut.
Ada satu kemungkinan yang terlintas dalam pikirannya. Tepat sebelum Shidou datang ke dunia ini, dia bertemu dengan seorang perempuan.
“Kuru-mi-------”
Setelah mengatakan nama tersebut dengan tenggorokannya yang kering, Shidou dengan jelas mengingat perempuan itu dalam pikirannya. Dia memiliki mata yang tidak seimbang, rambut hitam, dan kulit putih dengan gaun hitam merah. Dia juga memiliki jarum jam di mata kirinya.
Kurumi. Tokisaki Kurumi. Nama Roh yang paling sulit disegel.
Dia memiliki Angel bernama <Zafkiel>. Kemampuannya-----mengontrol waktu.
Setiap angka yang ada di jam Angel-nya memiliki kemampuan yang berbeda dan dengan menuangkan bayangan yang datang dari angka ke pistolnya, dia bisa memilih untuk mempercepat, memperlambat atau bahkan menghentikan waktu targetnya.
Dan tepat sebelum dia datang ke dunia ini, Shidou ditembak dua kali oleh peluru Kurumi. Dia menepuk jidatnya sambil menelan ludahnya.
Keberadaan Roh dan Angel, yang tidak bisa dijelaskan.
Dengan kekuatannya, mungkin saja---
“------Kihihihi”
“..........!?”
Dan. Saat Shidou tenggelam dalam pikirannya, dia bisa mendengar sebuah tawa entah dari mana.
“Si-siapa itu!?”
“Oh tidak, sedih sekali. Apakah kau sudah melupakanku?”
Shidou menelan ludahnya saat dia mendengar suara dan nada itu.
“Tidak mungkin.........Kurumi!?”
“Ya, ya. Ufufu, aku senang kau menyadarinya”
Pemilik suara itu-----Kurumi, terus berbicara. Itu perasaan yang aneh. Dia bisa mendengar suaranya dengan jelas walau dia tidak bisa melihatnya dimanapun. Rasanya seperti seseorang yang tidak terlihat berbisik ke telinganya atau mungkin, ada orang kerdil berkumpul didalam kepalanya.
Dia kemudian melihat ke kiri dan kanan. Namun, dia tidak bisa melihat bayangan manusia dimanapun.. Kurumi tertawa mungkin karena dia merasa keadaan Shidou itu lucu.
“Ufufu, sia-sia saja.-----Itu karena, aku ada di [waktu] yang berbeda dari Shidou-san”
“A.....!?”
Shidou tersentak setelah mendengar perkataan Kurumi.
[Itu] adalah kemungkinan yang ada di pikiran Shidou tadi tapi, sekarang dia diberitahu lagi, dia bisa merasakan sesuatu meremas hatinya sangat kuat. Perasaan tersesat ke dunia ini dan kecemasan yang tak dapat terlukiskan tersebar di dalam dirinya.
Namun, setelah Shidou mengatur nafasnya, dia melempar perkataannya ke Kurumi, yang tidak dia ketahui dimana dia berada.
“Seperti yang kukira----Ini Kota Tenguu 5 tahun yang lalu.......kan?”
“Oh tidak”
Kurumi mengeluarkan suaranya dengan tidak sengaja.
“Kau sudah tahu [Kapan] tempat ini? Ufufu, seperti yang sudah kuduga dari dirimu.”
“.......Aku hanya beruntung. Lebih penting lagi-------bisa beri aku penjelasan?”
Setelah Shidou mendekatkan kedua alisnya dan mengatakannya, Kuruma membalas dengan [Ya].
“Seperti yang kau duga, aku mengirim Shidou-san kembali ke Kota Tenguu 5 tahun yang lalu.------Itu adalah kekuatan [Peluru ke-12]; peluru terakhir Zafkiel.....”
“[Peluru ke-12].....”
Sepertinya, itu salah satu kemampuan yang dimiliki <Zafkiel>. Dia mengenali kalau Angel itu memiliki kekuatan yang besar tapi, dia tidak pernah membayangkan jika hal ini juga mungkin terjadi.
“Juga, alasan kenapa aku bisa berbicara dengan Shidou-san saat ini, itu juga karena kekuatan <Zafkiel>. Tet. Itu adalah peluru yang bisa membuatku berhubungan dengan orang yang ada di masa yang berbeda.----yah, peluru ini tidak sering kugunakan jadi aku tidak terbiasa dan membutuhkan perjuangan untuk menghubungkan pikiran.”
“Menghubungkan........pikiranmu?”
“Ya. Jelas untuk berbicara denganmu, aku dapat berbagi apa yang Shidou-san dengar dan lihat juga”
“........itu tidak terasa enak”
Shidou melihat kebawah sebelum menutup dan membuka tangannya. Apakah pemandangan ini terkirim ke Kurumi juga?........terasa seperti remot kontrol robot.
“Ufufu, dengan mengatakan itu, tolong jangan menahan dirimu dari tindakan yang tidak bisa dikatakan. Aku tidak keberatan sama sekali.”
“A-Aku tidak akan!”
Dia berteriak mendengar lelucon Kurumi. Seorang perempuan kebetulan berjalan melewatinya dan dengan cepat melewati Shidou seolah dia sedang melihat orang mencurigakan. 

“La-lagipula. Cepat dan kirim aku kembali ke waktuku! Aku tidak punya waktu untuk lelucon ini! Saat aku melakukan ini, yang lain........!”
Shidou berteriak selagi mengencangkan tinjunya.
Ya. Shidou saat ini harus kembali secepat mungkin.
Saat ini di masa sekarang di Kota Tenguu, bencana besar sedang menyerang. Beam yang tak terhitung jumlahnya ditembak oleh Origami, yang tiba-tiba muncul di langit dan mengubah seluruh kota menjadi puing.
Tohka, Yamai bersaudara, dan Miku mencoba menghentikan Origami selagi Yoshino dan Natsumi pergi ke kota untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di kota. Menambah lagi masalah, <Fraxinus> tertembak oleh Origami saat mencoba menolong Shidou, mulai dari Kotori dan krunya, dia tidak mengetahui apa yang terjadi dengan mereka. Di situasi itu, Shidou, yang memiliki kekuatan untuk menyegel Reiryoku Roh sedang tidak ada. Membayangkan masalah yang menimpa dunianya tidaklah sulit.
“Yah----Itu benar; sangat buruk disini. Hanya bumi yang hangus yang bisa kulihat. Tidak peduli bagaimana neraka, mungkin tidak terlihat mengerikan seperti ini”
“.......! Kalau begitu cepat dan----”
Namun, Kurumi menghela nafasnya seolah dia sudah mengetahuinya.
“Serius, kau tidak apa-apa begitu? Kembali ke waktumu tanpa melakukan apapun. Aku bahkan melewati seluruh masalah dan mengirimmu kembali ke masa lalu dengan rahasia <Zefkiel> rahasai dari [Peluru ke-12]”
“.......? Apa..........maksudmu?”
Tanpa mengerti apa yang Kurumi katakan, Shidou mengerang.
“Seperti yang dimaksud.-----Jika Shidou-san ingin memperbaiki situasi putus asa ini, satu-satunya cara hanyalah melakukan sesuatu pada Origami-san 5 tahun yang lalu”
“Origami, apa.......? Tu-tunggu sebentar. Aku tidak mengerti. Yah, jelas kalau Origami ada disini juga tapi, dia hanya murid SD 5 tahun yang lalu, kan? Tapi----”
“Tidak, kau salah. Origami-san yang akan kau temui adalah yang sudah menjadi Roh.-----Aku harusnya sudah mengirimnya kembali 5 tahun yang lalu dengan [Peluru ke-12]-ku”
“Hah.....!?”
Shidou mengeluarkan suaranya secara refleks.
“Origami.......ke waktu ini!?”
“Ya. Masih ada beberapa waktu lagi karena aku mengirim Shidou-san lebih jauh ke masa lalu jadi, dia masih belum datang, aku akan mengirimnya kesana setelah sesaat”
“Apa yang terjadi? Kenapa kau mengirim Origami kembali ke 5 tahun yang lalu.....”
“Untuk membunuh pembunuh orang tuanya. Lebih spesifik lagi-----untuk membunuh musuh sebelum dia menjadi [Pembunuh]”
“.........!!”
Shidou merasa hatinya tertekan setiap kali Kurumi berbicara.
Informasi yang ada di kepalanya sudah sampai di persimpangan.
5 tahun yang lalu, orang tua Origami dibunuh oleh Roh. Origami memperoleh kekuatan melampaui pengetahuan manusia. Dan------[Peluru Ke-12] Kurumi.
“Apa Origami.......kembali untuk mengalahkan <<Phantom>>.......?”
5 tahun yang lalu. Shidou bergumam selagi mengingat lagi Roh lain di bencana kebakaran itu.
“Tapi, kenapa Origami menjadi inverse saat dia kembali ke waktu yang sebenarnya! Apa yang terjadi saat ini!?”
“Itu..........aku sendiri tidak tahu. Untuk mengetahui dan menghentikannya----aku menembakkan [Peluru Ke-12] padamu”
“.........Begitu”
Shidou meletakkan tangannya pada dadanya untuk menenangkan detak jantungnya yang terpompa liar tadi.
Dilihat dari pergerakan Origami yang kembali ke 5 tahun yang lalu, menentukan alasannya dan memperbaiki masalahnya. Jika yang Kurumi katakan benar, sepertinya itulah satu-satunya cara.
Namun----masih ada satu hal yang tidak dia mengerti. Shidou menajamkan pandangannya seolah menatap ke arah perempuan yang tak terlihat ini selagi menggerakkan bibirnya.
“.......Kurumi. Jika yang kamu katakan benar, lalu kenapa kamu melakukan ini? Bukan hanya aku. Kamu diminta Origami untuk mengirimnya kembali ke 5 tahun yang lalu juga, kan?”
Ya. Itu bagian yang tidak dia mengerti.
Diluar alasan Roh, Kurumi utamanya adalah keberadaan yang sulit. Memang benar Shidou diselamatkan Kurumi sekali sebelumnya tapi, itu karena dia juga tertarik. Tidak dapat dipercaya memikirkan dia akan menggunakan Angel untuk orang lain.
Setelah Shidou mengatakannya, Kurumi terdiam sesaat sebelum membalasnya.
“Aku tidak akan terlalu mendapat keuntungan………itukah yang kau maksud? Aku tidak memiliki banyak kesempatan untuk mencoba [Peluru Ke-12] dengan Reiryoku yang lain. Tapi…….mari kita lihat”
Setelah menarik nafas, Kurumi melanjutkan.
“Agar bisa dijelaskan dengan kata-kata; aku hanya ingin bukti”
“Bukti? Bukti apa?”
“----Fakta bahwa manusia bisa mengubah sejarah”
Nada Kurumi saat dia mengatakannya sedikit berbeda dari nada bercandanya yang biasa dan Shidou menelan ludahnya saat mendengarnya.
“Merubah sejarah……”
“Ya. Aku ingin melihatnya. Aku ingin melihat dia merubah kehancuran dan tragedi ini, menjadi sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya”
“Itu……..apakah mungkin untukku? Aku dengar sejarah itu………memiliki kekuatan perbaikan juga, tapi….”
Shidou mengatakannya dengan wajah yang agak kebingungan. Bukan berarti dia mengerti tentang fiksi ilmiah tapi, dia mendengar teori itu sebelumnya saat dia terakhir kali melihat film.
Normalnya, setelah kembali ke masa lalu dengan mesin waktu, bahkan jika peristiwa besar yang bias mengubah sejarah, peristiwa yang serupa akan memperbaikinya dan merubah dunia serupa dengan sejarah yang sebenarnya.
Tapi. Kurumi tertawa mendengar perkataan Shidou.
“Itu hal aneh yang kau katakan, Shidou-san.”
Sebuah napas yang menawan bergema dalam pikiran Shidou. Jika Kurumi disini, maka dia pasti sudah mengangkat dagu Shidou dengan provokatif.
“Siapa yang mengatakan itu? Apa dia sudah pernah mengalami perjalanan waktu?”
“I-Itu…….”
“Tidak peduli seberapa besar dunia ini, Tokisaki Kurumi adalah satu-satunya yang dapat menganggu dengan waktu yang berubah. Dan juga <Zafkiel>. Tolong jangan membiarkan telingamu mendengar omong kosong dari para sarjana itu dan penulis.”
Kurumi mengatakannya dengan nada polos.
Seolah dia berbicara pada dirinya sendiri bukan pada Shidou.
“Kurumi………?”
“………Sepertinya aku bicara terlalu banyak. Walaupun aku menembak [Peluru Ke-12] dengan waktu luang, kau tidak bisa tinggal disini terlalu lama. Ayo mulai operasinya.”
Kurumi kembali tenang dan berbicara. Shidou menggertakkan giginya sebelum mengayunkan kepalanya secara vertikal.
Masih banyak hal yang tidak diketahui. Tapi, agar bisa menghentikan Origami dan menyelamatkan kota yang berubah menjadi neraka, jelas sekali inilah satu-satunya jalan.
“Ya……Ayo, Kurumi.”
Setelah mengatakannya, Shidou mengangkat wajahnya dan mengubah arah kakinya.
Tujuan Origami adalah untuk mengalahkan Roh yang membunuh orang tuanya. Dan Rohnya kemungkinan----<Phantom>. Jika begitu, seharusnya muncul di kota Tenguu Nankou yang merupakan terjadinya kebakaran.
Shidou menguatkan tinjunya untuk meyakinkan pikirannya dan lari menuju tujuan.
Dia tidak tahu tepatnya jam berapa tapi, matahari sudah terik. Namun, tubuh Shidou terbakar tanpa dia ketahui kalau matahari musim panas mulai melemah. Setiap kali Shidou menggerakkan tangan dan kakinya, keringat akan bercucuran dan tanpa ampun menghabiskan staminanya.
Tapi, Shidou tidak berhenti. Dia tidak tahu berapa lama umurnya (waktunya)-----dan lebih penting lagi, para gadis di waktu yang sebenarnya sedang bekerja keras jadi, dia tidak bisa diam berdiri tanpa melakukan apapun.
Setelah berlari cukup lama, Shidou sampai di tempat yang familiar.
“Kota, Nankou…..”
Kecepatannya mulai jatuh dan dia menggumamkan nama kotanya di antara nafas liarnya.
Ya. Itu adalah pemandangan kota Tenguu Nankou sebelum diselimuti oleh api.
Rasanya aneh. Emosinya agak terguncang oleh nostalgia saat dia melihat kota dulu dia tinggali.
Dan---saat itu.
“Ah………”
Suatu pertemuan menghentikan kaki Shidou dengan refleks.
“Apa ada yang salah, Shidou-san”
Kurumi bertanya dengan curiga. Namun, Shidou tidak bisa membalasnya.
Pemandangan di depan Shidou, adalah sebuah rumah.
Itu adalah rumah dengan dua lantai dengan atap merah. Itu tidak terlalu spesial sampai menarik perhatian orang lain tapi………disaat Shidou melihatnya, dia tidak bisa bergerak seolah dia sedang lumpuh.
Itu adalah rumah yang Shidou tinggali 5 tahun yang lalu.
Meski demikian, rumah itu bukanlah alasan kenapa Shidou berhenti.
Saat dia melihatnya, satu pikiran terlintas dalam pikirannya.
5 tahun lalu. Shidou saat ini ada di kota Tenguu sejak 5 tahun yang lalu. Itu adalah hari, Origami kehilangan orang tuanya karena Roh dan dia bersumpah untuk membunuh Roh tersebut.
Namun, itu bukan satu-satunya hal yang terjadi 5 tahun lalu. Saat Origami melihat orang tuanya terbunuh, kota sudah diselimuti oleh api.
---Itu adalah api yang disebabkan oleh adik Shidou, Itsuka Kotori.
Kurumi mengatakan ini. Dia memberitahuku untuk datang berbicara dengan Origami, yang datang 5 tahun dan membuat kebalikan [Tidak pernah terjadi].
Shidou secara tidak sengaja memikirkannya. Lalu……mungkinkah untuk mengubah fakta Kotori berubah menjadi Roh, ke sesuatu yang [Tidak pernah terjadi].
Jika Kotori ada di rumah saat ini, dia penasaran apakah dia bisa memberitahunya agar tidak pergi ke taman hari ini dan jauh dari tempat dia bertemu dengan <Phantom>.
Saat pikiran itu terlintas di pikirannya, kaki Shidou secara tidak sadar bergerak ke depan rumahnya.
Ini memori yang samar tapi, 5 tahun lalu tanggal 3 Agustus; Shidou seharusnya pergi ke kota untuk membelikan hadiah ulang tahun untuk Kotori. Tidak ada kesempatan untuk bertemu dengan dirinya yang lama saat ini. Dengan biasa, Shidou membuka gerbang dan berjalan menuju pintu belakang rumah setelah melewati kebun.
Saat itu, papan nama dengan nama [Itsuka] terpancar pada matanya. Saat itu juga, Kurumi menebak apa yang dilakukan Shidou. Dia lalu mengatakan sesuatu dengan nada yang agak kuat.
“Shidou-san, aku mengerti perasaanmu tapi, tolong menyerah soal Kotori-san”
“Aku tidak berencana untuk mengabaikan Origami…..! Tapi----“
“Bukan itu. Jika Kotori tidak pernah jadi Roh; bahkan kau tahu apa yang akan terjadi 5 tahun kemudian setelah [Saat itu]”
“…! Ah---“
Shidou melebarkan matanya saat dia diberitahu.
Kemungkinan Kotori tidak berubah menjadi Roh membutakan matanya dan dia tidak memikirkannya. Jika Kotori tidak menjadi Roh----<Ratatoskr> tidak akan menemukannya.
Jika itu terjadi; <Ratatoskr> tidak akan tahu kalau Shidou mempunya kekuatan menyegel dan fakta kalau kekuatan Tohka, Yoshino, Kaguya, Yuzuru, Miku, dan Natsumi sudah disegel [Tidak pernah terjadi]. Itu adalah sesuatu yang harus dihindari.
Shidou menggertakkan giginya sebelum mengayunkan kepalanya.
“……..Maaf. Sepertinya darah mengalir di kepalaku.”
“Tidak. Kemungkinan untuk memperbaiki masa lalu adalah anggur kualitas tinggi beracun yang akan menyebabkan orang menjadi gila. Aku tidak menyalahkan Shidou-san untuk itu”
Kurumi mengatakannya dengan nada pengertian.
Shidou mendekatkan kedua alisnya. Seperti tadi, dia tidak merasakan nasihat dalam perkataan Kurumi.
Namun, itu biasa jika dia memikirkannya. Kemungkina merubah masa lalu. Ini adalah sesuatu yang semua orang inginkan. Shidou bahkan tidak bisa mulai membayangkan penderitaan dan pemikiran Kurumi, yang memiliki kekuasaan ini, sampai sekarang.
“Hei, Kurumi, kau----“
Saat Shidou akan mengatakan sesuatu pada Kurumi, dia bisa mendengar suara dari pintu belakang.
“Itsuka-san, ini Suzumoto dari sebelah”
“……….!?”
Shidou mengangkat bahunya saat tiba-tiba muncul suara.
“Tidak disini aku heran……..ayo masuk dan lihat”
Setelah mengatakannya, suara pintu terbuka dapat terdengar.
Itu adalah Suzumoto-san, yang tinggal disebelah 5 tahun yang lalu. Dia sering memberi sayuran yang dikirim dari pedesaan tapi………sekarang dia memikirkannya, dia memiliki memori dimana dia sering meletakkan sayurannya di depan kebun belakang saat Shidou dan keluarganya tidak ada.
Dia berterima kasih padanya telah melakukan itu tapi, waktunya saat ini benar-benar buruk. Itu karena saat ini, ada Shidou SMA 5 tahun kemudian bukan Shidou SD. Dia terlihat seperti penyusup. Jika dia dilaporkan ke polisi maka akan memakan banyak waktu yang berharga.
“A-Apa yang harus kulakukan……!”
Langkah kaki Suzumoto-san perlahan mendekat saat dia melakukannya. Walau dia melihat sekitar dengan panik, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Tidak ada yang bisa dilakukan.
---dan pada saat itu. Suatu ide melintas di pikiran Shidou.
***
“----Oh?”
Istri tetangga-Suzumoto Naoko berjalan ke dalam kebun belakang rumah Itsuka dan menemukan seorang anak laki-laki.
Dia mungkin masih SD. Wajahnya sangat polos dan lucu.
“Oh Shidou-kun, kau disini. Maaf. Tidak ada yang datang saat aku membunyikan bel.”
“…………t-tidak! Ini salahku……….”


Anak tertua keluarga ini-Itsuka Shidou mengatakannya selagi tersenyum tidak nyaman untuk sesaat. Naoko memutar kepalanya dengan heran sebelum memberikan kantong plastik yang dipengangnya pada Shidou.
“Ini dikirim dari pedesaan dan jika itu tidak apa, silahkan dimakan”
“Te-Terima kasih banyak. Ini sangat membantu”
Shidou menerima kantong plastiknya dan membungkuk hormat.
“………A-ra?”
“Err, kenapa?”
“Tidak, hanya saja atmosfir Shidou-kun berbeda dari biasanya?”
“Eh!? T-Tidak, aku pikir itu tidak benar….”
“Benarkah? Uuuuun……sepertinya hanya imajinasiku…….yah lupakan. Beri itu ke ibumu oke”
“Ya, terima kasih banyak”
Naoko mendengar suara Shidou selagi keluar dari kebun rumah Itsuka.
***
“………..Haa”
Setelah melihat Suzumoto-san meninggalkan kebun, Shidou menghela nafasnya.
“Ufufu, ide yang bagus, Shidou-san”
“……..aah, aku lega ini berhasil baik”
Walau Kurumi mengatakannya, dia membalasnya selagi mengelap keringatnya. Setelah dia melakukannya, dia mengetahui kalau tangan yang digunakannya lebih kecil dari tangannya yang biasanya.
Bukan hanya tangan. Tubuh, kaki dan bahkan pakaiannya menjadi kecil.
Ya. Saat Shidou hampir terlihat oleh tetangga, pemikiran yang melintas adalah Roh lain yang mengubahnya menjadi anak-anak saat Natsumi menggunakan Angelnya <Haniel> pernah terjadi sebelumnya.
Jika Shidou menjadi murid SD, tidak aneh untuknya berada disana. Dan, Shidou sudah menyegel Reiryoku Natsumi. Maka, mungkin untuknya mencoba…….tidak seperti <Sandalphon> Tohka atau <Zadkiel> Yoshino, tapi, dia berhasil melakukannya.
“Maaf, aku membuang waktu. Ayo”
Setelah menaruh kantung plastik yang baru saja diterimanya di ujung kebun, Shidou berbicara pada Kurumi sebelum mengumpulkan tenaga.
Tapi.
“..........hnn?”
“Ada yang salah?”
“Tidak.......bagaimana aku mengembalikannya?”
Shidou mengerutkan keningnya selagi keringat mengalir di pipinya. Itu karena dia tiba-tiba berubah, dia tidak tahu bagaimana agar bisa kembali.
“Oh tidak, itu masalah. Kau harus pergi ke Origami-san sekarang”
“Hn........aku harus kembali atau........”
Saat Shidou menutup matanya dan mengerang, Kurumi cekikikan dalam kepalanya.
“Shidou-san, sebelum kau kembali, bisakah kau berdiri di depan cermin sekali saja?”
“Eh? Kenapa?”
“Aku tidak bisa melihat wajah Shidou-san, yang berubah jadi lucu dari sudut ini”
“........kau”
Shidou setengah membuka matanya selagi menghela nafas.
Tapi------saat itu.
“..............!?”
Langit tiba-tiba menjadi merah dan Shidou langsung mengarah ke sana.
Berlawanan dengan atap rumah yang tertata rapi, pilar api raksasa melambung tinggi dan pada saat itu, menyebar di udara dan menyerang seluruh daerah terdekat dengan gelombang panas yang terik.
Seluruh kota diselimuti dengan api; pohon dan rumah terbakar. Terdengar teriakan dari daerah sekitar dan para penduduk mulai berevakuasi.
“Ini......Kotori?”
“Sepertinya”
Kurumi membalas pertanyaan Shidou. Shidou menggertakkan giginya dengan menyesal. Sepertinya, Kotori sudah pergi ke taman.
Dan sekarang, Kotori berubah menjadi Roh <Efreet> oleh <Phantom>.
“Kuh...........!”
Shidou tidak tahan lagi dan lari dari tempatnya. Tubuhnya masih kecil tapi, dia tidak bisa meminta sesuatu yang mewah. Kotori berubah menjadi Roh artinya <Phantom> ada disini----itu artinya, Origami akan melewati waktu untuk ke tempat itu.
Namun, kelompok penduduk yang berevakuasi dan rumah yang hancur karena api menghalanginya untuk lewat.
Shidou mencari di ingatannya 5 tahun yang lalu untuk menemukan jalan alternatif; dan entah bagaimana dia berhasil sampai di taman.
“...........! Itu--------“
Disaat Shidou sampai di taman. Sudah ada 3 orang disana.
Salah satunya ada Kotori kecil yang menangis. Yang lain adalah Shidou 5 tahun yang lalu, terbaring di lantai.
Dan------[Sesuatu] melihat mereka berdua.
“<Phantom>........!”
Dan, saat Shidou menyebut nama itu.
Beam jatuh dari langit dan menghapus <Phantom>.
“............!”
Shidou merasakan sebuah percikan di kepalanya.
Itu benar. Shidou tahu adegan ini. 5 tahun lalu, memang benar kalau <Phantom> ditembak dengan sebuah beam dari langit.
Shidou langsung melihat ke atas. Dia melihat ke arah sumber beam itu.
Saat dia melakukannya, dia mengenal orang itu.
Dia adalah perempuan cantik yang ditutupi dengan gaun putih dengan beberapa [Sayap] menemaninya. Namun, wajahnya saat ini terlihat mengerikan karena amarah dan kebencian.
“Origami........!”
Shidou berteriak dengan refleks. Ya, disana, ada Roh-Tobiichi Origami yang melewati waktu untuk sampai disini.
Masih misteri bagaimana Origami berubah menjadi Roh. Namun, Origami belum ke tipe inverse.
Sepertinya----itu akan terjadi sekarang.
Origami akan berubah, oleh peristiwa yang menyebabkan perempuan kuat yang masuk ke dalam jurang keputusasaan.
Diatas langit dengan Origami, <Phantom> yang baru saja menghilang muncul disana. Sepertinya, itu menangkis serangan Origami dan lari ke langit.
Seketika Origami mengayunkan kepalanya, [Sayap] disekeliling Origami menembakkan beam ke arah <Phantom>.
Seperti sinyal, mereka berdua mulai terbang di langit.
“Shidou-san, tolong ikuti dia. Kau akan kehilangannya jika seperti ini.”
“A-aah!”
Shidou cepat-cepat membalas perkataan Kurumi dan mulai berlari ke dalam kota yang terbakar untuk mengikuti mereka.
Origami berkali-kali menembakkan beam untuk menyerang <Phantom> tapi, <Phantom> menangkis semuanya dan sepertinya tidak menyerang balik. Seperti sebuah game, semua bertebaran di langit.
“Origami! Origami! Ini aku! Dengar! Kau harus menghentikan ini sekarang, jika ini terus berlanjut kau akan---!”
Shidou berteriak dengan putus asa sembari mengejar mereka tapi, tidak ada respon sama sekali. Namun, itu wajar. Bukan hanya karena mereka berjauhan, dia saat ini ada di depan musuh bebuyutannya yang dia terus menyimpan dendam padanya.
Tapi, dia tidak bisa menyerah karena alasan seperti itu. Dia terus mengejar keduanya selagi menggetarkan tenggorokannya.
“Origami! Origami!”
“”Origami!””
Dan.
“Eh......?”
Shidou berhenti dan dia melihat kebelakang saat dia mendengar suara yang berbeda bergema.
Disana ada lelaki dan perempuan, sepertinya pasangan. Sepertinya, mereka berlari keluar dari rumah yang terbakar. Baju keduanya kotor dan ada beberapa luka pada tubuh mereka.
Dalam sekejap, Shidou bertanya-tanya kenapa mereka memanggil nama Origami tapi----dia langsung tahu alasannya.
Di arah yang dia tuju, terlihat seorang anak perempuan SD.
Dia memiliki rambut sampai ke pundak dan wajah cerdas.
Ya......itu Origami 5 tahun yang lalu.
“Ayah, Ibu----------!”
Origami berteriak, dengan air mata di matanya mengetahui orang tuanya selamat.
Tapi, kemudian.
“..............!?”
Shidou merasa penglihtannya menjadi putih.
Kemudian, sesuatu yang kuat menyerang sekitar, dan tubuh Shidou dengan mudah terhempas karena menjadi kecil.
“Guah!”
Shidou terhempas ke arah pagar dan mengeluarkan suara kesakitan.
“Shidou-san, kau tak apa?”
“Y-Ya entah bagaimana. Lebih penting lagi---“
Shidou berhasil mengangkat tubuhnya dan melihat ke ara Origami dan satu pasangan yang sepertinya orang tuanya.
---dan.
“A----“
Shidou kehilangan kata-kata saat melihatnya.
Ada sebuah kawah raksasa bukannya pasangan yang ada disana beberapa saat sebelumnya, dan beberapa [Bagian] yang digunakan 2 manusia berserakan dimana-mana.
Orang biasa mungkin akan mual melihat adegan yang mengerikan ini. Namun, mata Shidou terus terbuka tanpa bergerak.
Itu karena----dia melihatnya.
Adegan Origami 5 tahun yang lalu, yang melihatnya lebih dekat dari Shidou.
“A-ah……..ah………..Ahhhhhhhhhhhhh-----------“
Suara Origami menjadi samar selagi merangkak ke objek yang sebelumnya adalah orang tuanya seolah ia menggantung disitu.
Berikutnya, dia mengeruskan giginya sebelum melihat ke atas-----dia mengangkat wajahnya dan menatap ke arah pilar cahaya.
Dan,
“An----gel......”
Origami bergumam selagi melihat ke atas langit.
Shidou mengangkat wajahnya seolah dia terkibaskan oleh suara Origami---dan bergumam.
“........! Ja-jangan bilang----“
Shidou merinding seakan ada serangga merangkak ke dalam tubuhnya selagi mengeluarkan suara yang bergetar.
Ya. Orang yang ada disana adalah,
Roh Origami yang memakai gaun putih.
Dia tidak bisa melihat wajah Roh yang menembakkan cahaya itu dari sini. Origami 5 tahun yang lalu mungkin hanya bisa melihat siluet manusia. Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang Roh mungkin menganggap bayangan itu sebagai [Angel].
“Itu kau......”
Origami, yang duduk di tanah, memutar matanya dengan kemarahan yang luar biasa dan meraung.
“Aku tidak akan memaafkanmu......! Bunuh.......Aku akan membunuhmu.......! Aku pasti-----akan.......!”
Tidak mungkin suaranya akan sampai setinggi langit tapi, disaat yang bersamaan dia mengatakannya, Origami dengan gaun putih memutarkan tubuhnya dan bergetar.
Orang asing mungkin melihatnya sebagai tawa yang keras.
Tapi, tidak mungkin untuk Roh itu tertawa----Shidou jelas tahu itu.
“Apa.....barusan.....barusan apa ini.......”
Hanya butuh beberapa detik. Tapi, hanya semua itu yang dibutuhkan, sebelum berakhir------dan Shidou mengerti semua yang terjadi.
Origami kembali 5 tahun untuk mengubah fakta orang tuanya terbunuh menjadi peristiwa yang [Tidak Pernah Terjadi].
Namun, Origami mengetahuinya.------Pelaku sebenarnya yang membunuh orang tuanya.
“.........Begitu.”
Dengan penglihatan yang sama dengan Shidou, suara Kurumi bergema di dalam kepalanya.
“Aku tahu bahwa sesuatu yang hebat terjadi untuk membuat orang seperti Origami berubah seperti itu....”
Di pertengah perkataan Kurumi, Roh yang melayang di udara menghilang seolah itu meleleh di udara.
“.........!? Menghilang......?”
“Efek [Peluru ke-12] mungkin mulai memudar. Dia mungkin kembali ke waktu yang sebenarnya.”
“......uh, tidak mungkin! Kalau begitu.......!”
Shidou berteriak secara refleks. Itu normal. Tujuan Shidou dan juga Kurumi, yang mengirimnya kembali ke dunia 5 tahun yang lalu, yang kembali untuk mencari dan juga memperbaikipenyebab inversi Origami, yang kembali ke 5 tahun yang lalu juga.
Memang benar mereka ada di kursi terbaik untuk melihat alasannyaTapi disaat yang sama, tujuan mereka juga menghilangTidak mungkin sejarah bisa berubah seperti ini.
“A-Apa yang harus aku-----“
Shidou, yang sedang kehilangantiba-tiba tersentak dan menghentikan perkataannya.
Alasannya mudahBagian bangunan yang terbakar jatuh ke arah Origami 5 tahun yang lalu saat dia sedang duduk di tanah.
“-----Origami!”
Setelah Shidou berteriakdia melompat kea rah Origami lebih cepat dari perkataannya dan mereka berdua pun berguling di tanahBerikutnyabagian bangunan yang terbakar jatuh ketempat Origami dan menyebabkan percikan besar dan asap.
Guh…….!”
Diam disini berbahayaShidou sedikit batuk selagi memegang tangan Origami dan lari ke jalan.
Dengan demikianmereka berhenti saat mereka berhasil kabur ke tempat dimana api belum sampaiBersamaan dengan itu, Origami *gatanmelipat kakinya.
Haaaa……….haaaa……..ka-kau tidak apa-apa, Origami?”
Setelah mengatakannya------dia menyadari kesalahannya. Ini tiba-tiba tapi Origami ini tidak mengenal Shidou. Mungkin salah menyebut namanya.
Origami tidak peduli sama sekali saat namanya dipanggil oleh orang asing; dia terus gemetaran selagi melihat ke atas langit dengan mata tanpa perasaan.
Tidak-------tanpa perasaan, mungkin bukan kata yang tepat.
Amarah, kebencian, kehilangan dan kesedihan------kebanyakan emosi negatif manusia tercampur bersama dan mengotori mata itu.
“A.......yah, i-bu........”
Origami menggerakkan bibir keringnya dan mengeluarkan suaranya.
“..........uh”
Shidou menggerakkan wajahnya secara refleks saat dia melihat adegan menyakitkan itu.
“Aku----------“
“................Origami!”
Dia tidak tahu apa tindakan yang harus dia gunakan (ambil). Dia tidak tahu kata-kata apa yang harus diucapkan. Tapi, dia tidak bisa membiarkannya seperti ini. Setengah sadar, Shidou memeluk Origami dengan kedua tangannya. Seolah untuk menekan gelombang emosinya, dia memegangnya erat dengan tangannya yang gemetar; erat dan kuat.
“..............., K-Kau............”
Dan untuk pertama kali, Origami mengeluarkan suara lembut saat dia menyadari keberadaan Shidou.
“Semua akan baik-baik saja! Semua akan baik-baik saja, jadi.........!”
Selagi terus memeluk Origami, Shidou mengerang seolah dia menangis. Dia menyadari penuh bahwa itu adalah kata-kata yang tidak bertanggung jawab. Tapi, dia harus mengatakannya.
Dunia terlalu kejam dan tak berbelas kasihan untuk gadis kecil dalam pelukan Shidou untuk hadapi.
Mulai sekarang, perempuan ini akan berjalan di jalan dengan kesulitan dan dia akan menemukan [Kebenaran] yang ada di ujung perjalanannya. Shidou harus berteriak saat dia menemukan akhir yang kejam itu.
“Origami........kau harus........kau akan menyadari ini suatu hari. Semua kebenaran......! Tapi----tolong jangan lupa! Kau tidak sendirian........!”
“Apa, yang kau katakan........”
Origami membalas dengan terbata-bata. Itu normal. Tapi, Shidou tidak bisa menghentikan perkataannya.
“Aku akan mengambil kesedihanmu........! Aku akan menghentikan amarahmu.........! Jika kau dalam kesulitan, datang padaku! Gunakan aku jika kau menghadapi situasi sulit! Aku tidak keberatan jika kau melemparkan semuanya padaku! Jadi, jadi------“
Selagi memeluk Origami dengan erat, dia melanjutkan.
“Apapun yang kau lakukan----tolong jangan putus asa......!”
“..........uh”
Origami dengan kosong mendengarkan suara Shidou tapi----setelah sesaat, tubuhnya mulai bergetar.
“-------ah-uu-ahh………….uu-yyaaaa……….aaaaaa…………..”
Setelah Origami memegang pakaian Shidou, dia mulai menangis di dadanya untuk mengecilkan suaranya.
Mungkin rasa gugupnya hancur saat Shidou muncul atau mungkin kesedihan kehilangan orang tuanya sudah tertekan ke dalam dirinya setelah sekian lama. Dia tidak bisa menentukan mana yang benar tapi-----Origami akhirnya menunjukkan emosi yang sesuai dengan usia mudanya.
“A-yah.........Ibu.....-------“
“Origami...........”
Shidou mengerahkan tenaganya ke tangannya yang gemetar untuk mengelus punggung Origami selagi dia menangis.

***
Dan---siapa yang tahu telah berapa lama.
“................, terima kasih banyak...........”
Setelah periode menangis, Origami mengatakannya dengan suara lembut sebelum melepaskan baju Shidou dan berdiri.
Setelah dia menyeka air matanya dengan lengannya, dia mengarahkan mata merahnya ke arah Shidou.
“Siapa.........kau?”
“Ah, e-err---------“
Itu benar-benar normal sekarang dia memikirkannya tapi, Shidou merasa bingung karena dia tiba-tiba bertanya. Jawaban itu tiba-tiba keluar tanpa memikirkannya.
Mencoba terlalu keras juga tidak akan melakukan apapun. Shidou memastikannya dan kembali melihat Origami.
“Aku........Itsuka Shidou. Aku tinggal di dekat sini.”
“Itsuka.........Shidou”
Origami merenungkan nama Shidou dengan bergumam sebelum berbalik.
Itu seolah------dia mencoba menyembunyikan ekspresinya dari Shidou.
“.......apa yang kau katakan itu benar?”
“Eh.........?”
“Bahwa kau akan mengambil semuanya?”
“A-aaaah....! Ya itu benar”
Shidou mengangguk. Kata-kata itu keluar dengan setengah sadar tapi, isinya bukanlah kebohongan.
“Begitu. Maka----“
Origami melanjutkannya.
“Aku akan meninggalkan air mataku denganmu. Aku akan memberikanmu senyumku. Silahkan ambil kebahagiaanku, kenikmatanku, semuanya”
“Eh-----?”
Shidou melebarkan matanya mendengar perkataan yang tak terduga.
“----Ini akan menjadi terakhir kalinya aku menangis. Ini juga akan menjadi terkakhir kalinya aku tersenyum.”
Setelah mengatakannya, Origami melihat ke arah Shidou ‘tuk sesaat.
Shidou kehilangan kata-katanya saat dia melihat senyumannya, basah dengan air mata. Origami sekali lagi memalingkan muka.
“Tapi, kemarahan ini hanya milikku. Emosi jelek ini hanya milikku.----Aku akan membunuh. Aku akan-----Angel itu. Tidak peduli seberapa lama. Tidak peduli cara apapun yang diperlukan.”
“------------“
Angel. Shidou menggerakkan jarinya saat dia mendengar perkataannya.
Tapi, dia tidak bisa mengatakannya. Kalau Roh itu adalah Origami di masa depan. Dia tidak bisa memberitahukannya pada perempuan kecil ini.
“Jadi sampai nanti, tolong simpan untukku. Sampai-----aku membunuh angel itu.”
Origami mengatakannya selagi berbalik arah.
“Ori----gami........”
Shidou hanya bisa menyebut namanya.
Anak muda itu berlari, meninggalkan Shidou sendirian disana.


Bagian 2
“..............”
Di dalam kegelapan malam yang berjatuhan. Kurumi menghela nafas dengan murung.
“Jadi itu yang terjadi....”
Saat ini ada 2 adegan yang ditunjukkan pada Kurumi yang saat ini berbagi penglihatan dengan Shidou.
Jika dia membuka matanya, dia akan melihat beam hitam berjatuhan dari Inverse Origami ke arah bangunan yang hancur tapi, jika dia menutup matanya, dia akan melihat Origami 5 tahun yang lalu lari setelah dia berjanji untuk membalas dendam pada Roh itu.
---Sekarang. Kurumi dan Shidou tahu semuanya. Alasan Origami menjadi Inverse saat kembali dari 5 tahun yang lalu.
“Ini ironi”
Dia mengangkat wajahnya dan melihat ke Origami yang melayang di langit hitam.
Roh itu memakai gaun hitam seperti pakaian berduka tapi, dia melengkungkan tubuhnya seperti embrio di dalam rahin dan melayang di udara. [Sayap] yang tak terhitung jumlahnya dengan ukuran yang bervariasi membuat lingkaran di sekitarnya dan terus menunjukkan keinginan untuk menghancurkan tanahnya.
“Oh----apa yang akan kita lakukan sekarang”
Selagi mengelus dagunya, Kurumi bergumam.
Untung saja dia mengirim Shidou ke 5 tahun yang lalu tapi, hal yang bisa didapat hanyalah alasan kenapa Origami menjadi Inverse. Jika ini berlanjut----
Dan.
“........Oh?”
Setelah Kurumi tiba-tiba mengangkat alisnya, dia melihat kebelakang.
Alasannya mudah. Langkah kaki muncul di belakang Kurumi.
“Siapa kau? Apa yang kau inginkan denganku?”
Dia mengatakannya seolah orang misterius itu mengganggunya.
Setelah satu ketukan, orang itu berjalan sebagai respon dari suaranya.
“......! Kau------“
Kurumi melebarkan matanya karena terkejut saat dia melihat kehadiran orang yang tidak terduga.


Bagian 3
“................, Aku-------“
Shidou, yang baru saja melihat Origami pergi, jatuh dengan lututnya.
Perasaan luar biasa atas ketidakberdayaan mengisi paru-parunya. Shidou tidak bisa melakukan apapun pada akhirnya. Saat itu terjadi, pemandangan tanah yang dilihatnya perlahan menjauh seolah merespon apa yang Shidou lakukan.

“Eh.........?”
Untuk sesaat disana, dia pikir badannya bergerak berlawanan dengan keinginannya tapi-----dia salah. Saat dia merendahkan pandangannya, dia melihat tubuhnya yang seharusnya tubuh anak kecil, kembali ke versi yang lebih besar. Mungkin Reiryokunya habis atau mungkin waktunya habis, atau mungkin karena alasan lain........dia tidak tahu detilnya tapi, kemampuan Natsumi benar-benar habis.
Suara Kurumi yang kesal bergema di kepala Shidou.
“...........Aku tidak suka ini”
“.........Maaf. Kau melalui banyak masalah untuk menggunakan [Peluru Ke-12] padaku dan aku masih..........”
“Bukan itu masalahnya”
Tapi, Kurumi melanjutkan perkataannya bercampur helaan nafas kelelahan, sebagai respon permintaan maaf Shidou.
“-----Origami sendiri pembunuh orang tuanya.....? Begitu, alasan itu mungkin cukup untuk membuatnya putus asa. Namun------peristiwa itu jelas tidak akan terjadi tanpa <Zafkiel>ku.....”
Dia bisa mendengar suara gigi yang digertakkan. Itu peristiwa langka sebab Kurumi biasanya selalu ceria.
“Shidou-san. Biarkan aku bertanya ini, kapan kau pertama kali bertemu Origami-san”
“Eh.........? Yah.........kelasku berubah di awal tahun keduaku dan saat itu-----“
“Mungkin saat itu, Origami-san sudah tahu tentang Shidou-san walau itu seharusnya menjadi pertama kalinya kalian bertemu, bukan begitu?”
Shidou mengingat kembali setelah dia diberitahu seperti itu. Memang benar, Origami mengetahui nama Shidou.
“Ah-----------“
Shidou menyadarinya sesaat.
Normal untuk Origami mengetahui Shidou.
Itu karena-------Origami bertemu Shidou [5 tahun yang lalu], yang artinya [Saat ini].
Kurumi bahkan terdengar lebih tidak senang saat merespon Shidou.
“Ini tidak lucu. Ini tidak menyenangkan. Ini sangat--------menjijikkan.”
“Kurumi......?”
“Alasan kenapa Origami berubah menjadi Roh yang dibencinya. Pertemuan Shidou-san dan Origami-san-------faktor utama yang digunakan untuk membangun dunia lama semuanya berhubungan dengan kekuatanku. Jika aku tidak mengirim Origami-san dan Shidou-san kembali 5 tahun, dunia lama tidak akan bisa terbentuk......”
Kurumi bergumam kepada dirinya sendiri.
Memang benar, apa yang dia katakan itu benar. Jika ini bukan karena Roh yang dikenal sebagai Kurumi; jika bukan karena Angel bernama <Zafkiel>; dunia mereka mungkin akan berbeda.
“T-Tapi, Kurumi tidak menggunakan <Zafkiel> untuk menciptakan akhirnya, kan?”
“Ya, tentu saja. Tujuan utamaku untuk menggunakan [Peristiwa yang mengubah sejarah] dan membuat sejarah baru. Pada akhirnya aku sangat kecewa, aku hanya menari di atas tangan keberadaan absolut bernama [Dunia].-------fakta itu membuatku kesal.”
“..........uh”
Shidou menelan ludahnya secara refleks mendengar kekesalan Kurumi.
Tapi disaat yang bersamaan, sesuatu melayang di pikirannya sebelum.........dia membuka mulutnya.”
“Kurumi..........adakah sesuatu yang ingin kau ulang?”
“..........oh”
Setelah Shidou mengatakannya, Kurumi diam sesaat sebelum kembali bernada ceria.
“Jika itu benar maka, tidak akan menarik jika mengulang pertemuan pertamaku dengan Shidou-san.-----Ufufu, aku yang sekarang jelas bisa, [Memakan]mu kau tahu?”
“...................”
Shidou menutup mulutnya setelah mendengar perkataan Kurumi. Meskipun, ini bukan karena dia ketakutan mendengar komen Kurumi. Itu jelas karena dia ingin membuat Shidou kebingungan.
Dia tidak tertarik membuat orang lain terpaksa mengatakan apa yang tidak ingin dia katakan. Juga, sekarang bukan waktunya untuk mengganggu hal tersebut.
“............tapi, semuanya berakhir”
Shidou mengepalkan tinjunya dengan menyesal.
Sekarang Origami kembali ke dunia sebenarnya, kita tidak bisa menghentikannya menjadi inverse. Sekarang Origami dari 5 tahun yang lalu melihat orang tuanya terbunuh, hati dendamnya tidak akan menghilang. Meminjam perkataan Kurumi, yang Shidou lakukan hanyalah menari di telapak dunia.
Dia tidak tahu berapa lama efek [Peluru ke-12] berlangsung tapi, dia mungkin akan kembali ke dunianya segera. Ke dunia mimpi buruk dimana Origami Inverse menginjak-injak bumi.
“Ya.......itu benar”
Kurumi berbicara untuk membalas perkataan Shidou.
“Itu benar. Shidou-san tidak menghentikan Origami-san. Kau tidak mengubah dunia.---sepertinya, itulah [Akhir], [Dunia ini] sudah ditentukan.”
“.........Kurumi?”
Shidou mengangkat alisnya. Dia merasa cara Kurumi mengatakannya sedikit aneh.
Kurumi mungkin merasakan kecurigaan Shidou sebelum tertawa.
“Sepertinya ini sudah berakhir-----aku baru saja dengar”
“Dengar........dari siapa?”
“------Shidou-san setelah 10 menit dari sekarang”
“Huh............?”
Tanpa mengerti maksud perkataan Kurumi, Shidou melebarkan matanya.
“Apa maksud.........”
“Seperti yang dimaksud. 10 menit dari [Sekarang]. Aku dari [Dunia dimana Shidou-san kembali dari 5 tahun lalu tanpa menghasilkan apapun], menggunakan [Peluru ke-12] dan mengirim Shidou-san dari masa depan ke masa lalu. Yah, kami hanya berbicara sebentar karena hanya memiliki waktu 1 menit, mungkin karena aku ingin menyelamatkan Reiryoku”
“..........!? Kurumi dari dunia masa depan itu mengirimku.........!?”
Shidou melebarkan matanya dengan terkejut tapi------dipikir kembali dengan hati-hati, itu bukannya tidak mungkin.
Shidou dan Origami kembali 5 tahun berkat Kurumi. Selama Kurumi ada di masa depan juga, itu mungkin untuknya mengirim siapapun dari masa depan ke masa kini.
Tapi-----saat itu. Shidou memiliki suatu pertanyaan.
“Kenapa aku di masa depan..........melewati semua masalah itu untuk melewati waktu?”
Ya. Itu adalah bagian yang tidak alamiah sekarang dia memikirkannya.
[Peluru ke-12] seharusnya jadi rahasia Kurumi. Rasanya sulit untuk berpikir dia membuang waktu berharganya untuk memberitahu kita masa depan yang tidak dapat diharapkan itu.
Kurumi membalas [Ya], di kepalanya untuk membalasnya.
“Shidou-san, yang gagal menghentikan Origami-san, menemui batas efek [Peluru ke-12] dengan kecewa dan kembali ke dunia sebenarnya.----tapi, kau sampai sebuah ide setelah itu.
“Ide....”
“Ya. Tapi, ini sesuatu yang tak dapat diraih Shidou-san yang sudah kembali ke masa kini”
“.............! Begitu---“
Jadi itu kenapa Shidou di masa depan meminta Kurumi untuk memberitahu Kurumi dari 10 menit yang lalu tentang ini --- [Selagi Shidou masih di dunia 5 tahun yang lalu].
Untuk mengatur ulang sejarah.
Untuk mematahkan masa depan yang sudah ditentukan.
---dia meninggalkan keinginanya pada dirinya di masa lalu.
Shidou merasa api kembali menyala di dalam tubuh dinginnya.
“Kurumi........!”
“Ya, masih belum ada yang berakhir. ----Ayo lakukan ini, Shidou-san. Mari kita hancurkan dunia menyebalkan ini”
Shidou menghela nafasnya saat Kurumi mengatakan sesuatu yang tidak terdengar seperti dirinya sebelum mengangkat bibirnya.
“Ya.......aku akan melakukan apapun. Jika semuanya------bisa menyelamatkan Origami.”
“Ufufu, itu namanya semangat”
Dia merasakan antusias Shidou. Kurumi tertawa dalam kepala Shidou.
“Jadi.........bagaimana caranya?”
“Ya.----pikirkan itu sekarang, sesuatu yang jelas. Tapi, memang benar ini adalah cara yang tak terpikirkan oleh Shidou-san yang lari dalam keputus asaan dan kecemasan”
“Guh........”
Setelah diberitahu seperti itu, keringat bercucuran di pipi Shidou.
“La-lagipula........kita kehabisan waktu kan? Ayo.”
“Ya, ya, itu benar. Waktu lebih berharga dari uang.”
Kurumi melanjutkan setelah berlelucon.
“Alasan besar kenapa Shidou-san tidak bisa menghentikan Origami-san. Itu karena, [Kau tidak tahu apa yang akan terjadi], dan kita akan menjadikannya sebagai keuntungan.”
“Ya.......itu mungkin benar.”
Wajah Shidou agak kesakitan selagi mengangguk.
Tepat setelah dia menyadari Origami yang datang dari dunia sebenarnya, pertarungan dengan <Phantom> mulai dan-----semuanya berakhir, tanpa memberinya waktu untuk bernafas. Pasti ada cara lain jika dia sudah tahu ini akan terjadi.
Kurumi menghela nafas dengan muram.
“Sejujurnya, aku tidak ingin melakukan ini tapi........tidak ada cara lain”
“Eh..........? A-Apa yang harus aku lakukan?”
“Teorinya simpel.-----kau hanya harus mengulang”
“.........Huh?”
Shidou mengeluarkan suara yang bodoh.
“Y-Ya itu benar tapi.........apa kau akan mengirimku kembali 5 tahun dengan [Peluru ke-12] saat aku kembali?”
“Cara itu tidak realistis. Di saat hanya menggunakan [Peluru ke-12] sekali, jumlah Reiryoku yang ada di dalam Shidou-san banyak digunakan. Itu mungkin bukannya tidak mungkin tapi, itu akan jadi masalah untukku karena porsiku untuk [Makan] mungkin akan segera menghilang”
“....oh ayolah. Lagipula, apa kau menggunakan Reiryoku-ku untuk membantuku kembali kesini?”
“Ufufu, tentu saja. Tidak peduli bagaimana anehnya aku mungkin mendapatkannya, aku tidak begitu baik untuk memberikan Reiryoku milikku”
Kurumi mengatakannya dengan nada masalah buatmu? Banyak tentang itu yang membuatnya tidak puas tapi, Shidou diam untuk sekarang. Kurumi melanjutkan.
“Tapi, kau bisa mendapatkan sesuatu dengan waktu perjalanan kembali dari waktumu berada sekarang”
“..........! Ah, a-aku mengerti........!”
Seperti yang Kurumi katakan.
“------menumpukkan [Peluru ke-12]. Begitu, itu satu ide yang menarik. Ya tentu saja.........Shidou-san akan dipaksa dikirim kembali ke waktu ini jika kau tidak menghasilkan apapun saat efek tembakan pertama”
“Tsk, kalau begitu, ayo cepat! Cepat dan tembak aku dengan [Peluru ke-12].
Tapi, Kurumi menghela nafasnya dengan lelah.
“Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah berbagi penglihatan Shidou. Aku tidak bisa mengganggu waktumu dari sini. Peluru dari <Zafkiel> tidak akan sampai”
“La-Lalu, apa yang harus kulakukan!”
Setelah Shidou berteriak karena tidak tahan lagi, Kurumi sedikit menghela nafas seolah dia meniup telinganya sebelum melanjutkan.
“----Bukankah ada jalan. Hanya satu cara”
“Eh.......?”
Shidou mengangkat alisnya mendengar perkataan Kurumi.
***
Setelah beberapa menit. Shidou menggunakan tangga darurat bangunan tinggi yang berada dekat dengan kebakaran.
“Haa.........Haa.........”
Tubuhnya yang baru saja dipaksa berolahraga, sudah berteriak untuk waktu yang lama. Musim panas dan terik panas tidak ampun mencuri staminanya.
Tapi, dia tidak bisa mengeluh. Hanya ada sedikit waktu lagi. Selagi membuat suara berisik, dia menaiki tangga darurat.
“Tempat ini.......apakah tidak apa....?”
“Ya, aku pikir itu benar, mungkin”
“Mungkin, oh ayolah........”
Dia setengah membuka matanya mendengar perkataan Kurumi yang tidak jelas. Shidou mengatur nafasnya selagi menggerakkan kakinya keujung atap untuk melihat tempat yang tidak bisa dilihat dari pintu masuk.
Dia bisa melihat kota Nankou masih terbakar dari bangunan yang ada di perumahan. Suara sirine ambulans dan pemadam kebakaran bergema dan kota di sore hari benar-beenar hidup.
“...................”
Untuk menghindari melihat adegan yang menjijikkan, Shidou menghindari pemandangannya dan memindahkan kepalanya untuk melihat atap kalau dia melewatkan sesuatu.
Tapi-----dia tidak bisa melihat siapapun disana.
“Oi, tidak ada siapapun disini. Kau yakin disini....?”
“Itu aneh. Seharusnya----“
Dan.
Ditengah perkataan Kurumi, Shidou merasa merinding di punggungnya dan tetap berdiri.
“............, ah-------“
---seseorang ada dibelakangnya.
Shidou merasakannya melalui insting dan menelan ludahnya.
Seolah bersamaan dengannya, suara yang menarik muncul dari pengunjung yang ada di belakang Shidou.
“---Oh”
Itu suara yang familiar.
“.................”
Untuk mencegah merangsang predator yang ada di belakangnya, Shidou mengangkat tangannya dan perlahan berbalik.
----Disana.
“Oh, lihat apa yang kita punya disini. Jarang melihat pengunjung di tempat seperti ini”
Setelah dia mengatakannya, dia melihat Tokisaki Kurumi dengan senyuman mempesona disana.

Date A Live Jilid 11 Bab 6 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.