17 April 2016

½ Prince Jilid 2 Bab 3 LN Bahasa Indonesia


ODD SQUAD MENYERANG BALIK
"Ahahaha…" aku tertawa hambar. "Hahahaha, aku tidak takut. Aku tidak takut! Hahaha!"
"Sepertinya Prince benar-benar takut…" Ugly Wolf menatap tak berdaya padaku, yang sedang tertawa gila-gilaan di sudut saat ini.
"Yah, dia selalu menjadi yang tertawa saat membantai orang-orang di jalannya. Sekarang waktunya pembalasan telah tiba, sudah jelas dia ketakutan!" Lolidragon membalas dengan acuh tak acuh.
"Apa yang harus kita lakukan kalau begitu? Kalau seperti ini, bagaimana caranya kita berkompetisi?" tanya Yu Lian, suaranya terdengar risau. "Jangan bilang bahwa kita akan harus mengundurkan diri!"
 "Haha, tidak apa-apa; jangan khawatir tentang dia. prince selalu seperti ini! Dia biasanya ketakutan setengah mati sebelum bertarung, tapi begitu pertempuran diumumkan, dia akan selalu menjadi lawan yang paling bersemangat. Jangan khawatir, jangan khawatir!" balas Lolidragon, tertawa terbahak-bahak.
"Begitukah…?"
"Sudah waktunya," Wolf-dàgē berkata dengan tenang.
Mendengar itu, aku berdiri dan berbalik, memegang Black Dao di tangan kiriku. "Waktunya untuk membunuh orang," kataku tanpa emosi.
Aku tida begitu yakin alasannya, tapi tidak peduli betapa takutnya aku sebelum bertempur, aku selalu dapat merasa tenang begitu aku masuk ke arena dan merasakan beban dari tatapan penonton padaku. Meskipun aku masih tidak dapat memikirkan cara untuk mengalahkan dua naga dengan sebuah bakpao daging dan seekor phoenix pembangkang… bukankah kami masih bisa menang sekalipun aku tidak dapat memikirkan cara untuk mengalahkan seekor phoenix api dengan sebuah bakpao daging? Wahaha, ini yang disebut "Langit mengawasi orang-orang yang baik"… (Sebenarnya, lebih tepat "Dewa mengawasi orang-orang bodoh, pemabuk, dan anak-anak kecil"!)
Seperti biasa, aku menjadi yang pertama memasuki arena. Hell's Murderer baru saja muncul dari dalam lorong, dipimpin oleh seseorang yang berpakaian jubah merah-darah mage.
"Itu adalah Blood-soaked Demon King, seorang frost-type mage. Dia sangat suka menusuki lawannya seperti sate menggunakan tetesan air beku raksasa. Dialah sosok yang paling menakutkan di Hell's Murderers," Lolidragon menjelaskan.
"Tusuk sate? Jadi hal terburuk yang dapat terjadi adalah aku mendapat lubang di perutku? Itu tidak terlalu buruk… Kalian semua nyaris membuatku mati ketakutan! Kupikir dia akan XXX ususku dan menyumpalkannya ke dalam mulutku. Kemudian XXX jantungku dari dalam dadaku dengan masih meneteskan darah. Setelah itu, dia akan memecahkan tengkorakku untuk membukanya lebar-lebar, menyemburkan tanah dengan otak lembut berwarna putih XXX saat itu dikeluarkan dari lukanya…" Aku menghela nafas lega. Semua pembicaraan tentang mereka sebagai tim paling mengerikan yang pernah ada; sia-sia aku merasa takut!
"Yang Mulia! Kumohon padamu, jangan katakan lebih jauh lagi!" wajah Gui menjadi amat sangat pucat ketakutan saat dia mendengarkan komentarku yang dipenuhi XXX. Dengan tangan yang menutupi mulutnya, Lolidragon menggeram dari antara gigi-giginya yang terkatup, "Kalau kau mengataka lebih banyak lagi, aku bahkan akan memuntahkan sarapanku!"
"Heheh, maaf soal itu! Hanya saja, aku telah menonton terlalu banyak film horor akhir-akhir ini…" Mengingat kembali film horor yang kutonton semalam, aku menyadari bahwa aku mendapatkan ide-ide tersebut dari psikopat berantai yang membantai korbannya dengan menggunakan metode serupa. Aku tertawa, merasa malu dan sedikit bodoh.
Tepat pada saat itu, Blood-soaked Demon King – yang sedang berdiri di seberangku – tiba-tiba berkata. Dengan suara yang tidak menyenangkan, dia berkata perlahan, "Hari ini, aku akan membuat Odd Squad menjadi kebab daging barbekyu. Aku akan menusuk sate setiap dari kalian satu demi satu dan kemudian membiarkan pet nagaku perlahan-lahan membakar kalian hidup-hidup. Aku akan memperkenalkan kalian dengan TERROR YANG SEBENARNYA!"
Aku hanya tersenyum pasif. "Kita mulai?"
Sikapku yang acuh tak acuh terlihat telah mendorong lawanku menjadi mengamuk tak jelas, dan beberapa urat muncul di dahinya…
"Apa ada yang membuatmu marah sekarang?" tanyaku, terkekeh. "Tunggu sampai aku XXX membuka perutmu, XXX keluar ususmu, dan menggunakannya sebagai tali untuk mengikatmu. Kemudian aku akan XXX tengkorakmu, mengeluarkan otakmu, dan membuat Fire Phoenix untuk memanggangnya sampai renyah dengan Heaven's Blazing Flame. Aku akan XXX itu di dalam mulutmu dan, akhirnya, melumurimu dalam saus yang dibuat dengan darah segarmu sendiri! Tidak akan terlalu terlambat untukmu merasa marah saat itu!"
Wahaha, itu akan sama seperti film yang kutonton dua hari lalu. Pada hari itu, setelah menontonnya dengan saudaraku, aku bahkan dengan sengaja menciptakan beberapa resep baru. Menggunakan tahu berkualitas tinggi yang putih sebagai otak XXX dan kacang merah segar yang berwarna cerah sebagai darah segar, aku membuat sup tahu kacang merah untuknya. Itulah pertama kalinya dalam hidupnya, saudaraku melewatkan makan malam…
Apakah aku terlalu jahat? Yah, siapa suruh dia terus-terusan mengulangi di telingaku selama tiga hari berturut-turut bahwa Dark Emperor telah berhasil melewati babak penyisihan, dan sekarang berada di final? Adikku yang bodoh, apa kau tahu berapa besar tekanannya padaku?!
Urat-urat syaraf yang berkedut-kedut di wajah Blood-soaked Demon King menghilang tanpa jejak. Sebagai gantinya, wajahnya menjadi putih pucat dan tangan-tangannya sedikit gemetar. Dia mungkin sedang membayangkan dirinya sedang diikat dengan ususnya sendiri, mengawasi tanpa daya saat otaknya sendiri sedang dipotong dan dipanggang sampai garing kemudian XXX ke tenggorokkannya, sebelum akhirnya berlumuran darahnya sendiri… (Aku tidak berpikir bahwa kau masih hidup pada saat itu…)
Tapi, bukankah aku akan memplagiat film tersebut?  Aku merenung sesaat. Apakah aku akan didakwa karena mencuri kekayaan intelektual? Atau kenapa tidak kita…
"Mencungkil matanya keluar dan menjejalkannya ke bokongnya?" Tidak, tidak bisa; itu dari film horor tiga hari yang lalu.
"Kubur dia hidup-hidup dan kemudian kuliti dia?" Kalau kuingat-ingat, ini adalah salah satu dari kesepuluh metode penyiksaan besar dari Dinasti Qing!
"Potong semua anggota badannya dan lempar mereka ke dalam lubang pembuangan limbah?" Di mana aku akan menemukan lubang pembuangan limbah?
"Memotong-motong tubuhnya perlahan-lahan, seiris demi seiris?" Bukankah itu disebut "mengoyakkan daging dari tulangnya"?
"Sunat?" ...Aku tidak berpikir dia bisa mati karena itu. Menurut desain game, area itu bukanlah titik kelemahan untuk diserang…ya 'kan?
"Jejalkan pedangku ke bokongnya? Tidak, itu jorok." Bagaimana bisa aku menodai Black Dao kesayanganku seperti itu!
Aku menghela nafas. "Aku tidak pernah mengira bahwa memikirkan ide metode penyiksaan yang baru akan begitu sulit. Lupakan, aku akan pilih salah satu dari metode-metode tersebut dan menggunakannya. Ayo mulai! Wasit…eh? Ke mana semua orang pergi?" Aku melihat ke sekitarku, tapi… Aneh, apakh aku satu-satunya orang di seluruh arena?
"Di mana Blood-soaked Demon King?" Aku melihat arena sunyi di depanku. Lawan kami telah menghilang? Aku berbalik untuk menanyai teman setimku tentang ke manakah lawan kami pergi, tapi… "Lolidragon? Wolf-dàgē? Gui? Dàsăo? Doll? Mereka semua menghilang ke mana?"
Tepat saat itu, sebuah pengumuman datang lewat sistem siaran, diikuti suara muntah. "Semuanya…ini adalah komentator kalian, Xiao Li. Karena penggambaran dari kompetitor Prince yang luar biasa amat sangat kejam dan mengerikan  *HOEK!*…Itu menyebabkan semua kompetitor melarikan dari arena. Aku menyimpulkan bahwa mereka ada di toilet…untuk muntah. Masih ada lima menit lagi sebelum pertandingan harus dimulai. Jika tidak ada satu pun anggota dari Hell's Murderer yang kembali sebelum batas waktu lima menit, kemenangan akan diberikan pada tim yang masih memiliki anggota di arena, Odd Squad… *HOEKS!*"
Pada saat ini, di toilet
Anggota Odd Squad sedang berseru nyari secara serempak. "Prince, mati kau! *HOEKS!*"
Anggota Hell's Murderer yang berada di sebelah mereka sedang sesenggukan ketakutan. "Tidak peduli bagaimanapun jadinya, tidak mungkin kita kembali ke sana! *HOEKS!*"
"*HOEKS!* Odd Squad, menang!" si wasit mengumumkan.
Berdiri sendirian di tengah-tengah arena, aku memilin-milin jariku, bergumam dengan suara kecil, "Aku tidak melakukannya dengan sengaja…"
Aku baru saja meninggalkan arena saat Lolidragon mendekatiku dengan sebuah kilatan cahaya mengerikan di matanya. "Prince, MATI KAU!"
"Kau bahkan membuatku memuntahkan makan malamku semalam!" kata Yu Lian-dàsăo, dan senyum bayangannya yang mengerikan muncul kembali.
"Prince-gēge, Doll benar-benar ketakutan!"
Takut? Kalau kau benar-benar takut, kenapa ekspresi di wajahmu mengingatkanku  dengan saat kau memanggil bone dragon untuk mencoba mendapatkan daging panggang yang lezat itu, Doll?
"Ya ampun. Prince, kau tahu aku selalu menganggapmu sebagai adik laki-lakiku…" kata Wolf –dàgē.
Kalau begitu, tolong jangan ayunkan tongkat sepanjang dua metermu… Kau bahkan melakukan gerakan pemanasan? Wolf-dàgē, kau tahu 'kan, betapa memalukannya bagi seorang warrior untuk dibantai oleh seorang priest hanya dengan menggunakan kekuatan otot semata?
"Yang Mulia…" Gui terlihat khawatir.
Melihat sebilah belati, dua tongkat sihir, dan sebuah kerangka tangan yang akan datang menghajar kepalaku, aku hanya dapat melemparkan tatapan memelas pada Gui dan secara tragis berseru, "Gui, selamatkan akuuuuuu!"
Tidak tahan melihat diriku terluka, Gui segera melemparkan dirinya maju untuk melindungiku. "Jangan hajar Yang Mulia!"
Sebuah perkelahian kecil terjadi, di mana tinju dan kaki bukanlah satu-satunya yang dipakai—bahkan sandal, garpu, dan pisau-pisau datang berterbangan ke arahku. Aku bersembunyi di belakang Gui, terlindung oleh tubuhnya, mati-matian meloloskan diri dari badai serangan tersebut.
Aku memandang penuh rasa terima kasih pada Gui, yang tubuhnya tidak lagi memiliki kemiripan dengan seorang manusia. Aneh, kenapa dia belum mati? Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, mantera penyembuh Wolf-dàgē dapat naik level sebagian besar karena 'bantuan' dari Gui. Dalam hatiku, aku diam-diam bersumpah tidak akan menghajar Gui terlalu parah untuk kali berikutnya.
"Prince! Kau benar-benar keji," Lolidragon terengah-engah, kelelahan karena perkelahian itu.
"Bagaima mungkin? Kau mendapat saat yang menyenangkan dengan menghajar seseorang sampai babak belur, aku tidak perlu menahan rasa sakit apapun, dan masokis Gui pun terpenuhi. Kita membunuh banyak burung dengan satu batu, jadi kenapa tidak? Hahaha." Aku benar-benar memperhitungkannya dengan keren, heh heh!

"Aku penasaran kenapa panitia turnamen mencari Dàgē? Aku kelaparan, aku mau makan."
Beberapa saat sebelumnya, sistem telah mengumumkan secara tiba-tiba bahwa panitia turnamen ingin supaya pemimpin tim kami untuk menemui mereka. Mereka berkata bahwa mereka perlu untuk mendiskusikan sesuatu dengan kami…
Jangan bilang padaku bahwa mereka tidak akan memperhitungkan kemenangan kami barusan? Apakah aku harus bertarung lagi? Aku tidak mau… Aku sudah diperlakukan dengan begitu kasarnya oleh anggota timku. Kalau mereka membatalkan kemenanga kami, aku benar-benar akan menggunakan sepuluh metode penyiksaan besar dari Dinasti Qing pada anggota panitia turnamen.
"Kau benar-benar suka makan, ya. Aku jadi penasaran apakah kau benar-benar seorang gadis…"
Lolidragon tiba-tiba menyadari bahwa dia telah membuat sebuah kesalahan. Wajahku menjadi pucat saat aku melihat Dàsăo dan Doll.
"…Seorang pria impian para gadis."
"…" Kerja bagus, Lolidragon!  Aku menghela nafas lega.
"Wolf kembali!" Yu Lian-dàsăo melihatnya dari jauh.
`"Haah. Semuanya, aku punya berita yang-tidak-terlalu-buruk-tapi-tetap-saja-berita-buruk." Wolf-dàgē mengerutkan alisnya rapat-rapat. "Kita masih harus melakukan satu pertandingan lagi."
"Sekarang? Saat ini?"Tapi aku lapar…
"Lebih tepatnya, kita punya waktu dua puluh menit lagi."
"Gui…" Kami semua menatap khawatir pada Gui, yang sedang terbaring di atas tanah seperti semacam onggokan lumpur.
"Aku akan menyembuhkannya, janga khawatir," kata Wolf-dàgē, sebelu menambahkan, "luka-luka ini bukan apa-apa jika dibandingkan dengan yang dia dapat saat Prince menghajarnya."
…Aku berpura-pura tidak mendengarnya.
"Tim Spirit Spirit adalah lawan kita berikutnya. Juga, alasan kenapa kita bertarung dua kali berturut-turut adalah karena kita satu-satunya tim yang tersisa di penyisihan. Panitia turnamen berharap untuk menyelesaikan penyisihan ini hari ini," Wolf-dàgē berkata, suaranya terdengar risau.
"Sialnya, tidak ada waktu bagi kita untuk mengumpulkan informasi mengenai lawan kita dari pejalan kaki secara acak. Akan tetapi, lawan kita tahu dengan jelas siapa yang mereka hadapi, karena mereka mungkin melihat segalanya yang berlangsung di pertandingan sebelumnya. Situasinya jelas-jelas tidak menguntungkan bagi kita."
"Ithu shanghat tidhak menghunthungkamh unthum kitha," aku berkata tak jelas dengan mulut penuh mantou.
"Mungkin juga tidak. Untungnya, tidak ada pertarungan sama sekali saat pertandingan barusan, jadi setidaknya, mereka hanya tahu class kita," Yu Lian-dasar berkata dengan seulas senyum menenangkan.
"Kuharap itu benar…"

Di arena…
"Itu adalah…lawan kita?" aku memaksakan diriku sendiri untuk bertanya. *SWEAT*

"Sepertinya begitu." Alis-alis Wolf-dàgē bertautan lebih erat lagi daripada sebelumnya.
"Apa kau serius? Kau bilang bahwa bunga itu, rerumputan itu, pohon itu, batu itu, genangan air itu, ditambah sesuatu yang tidak dapat kita lihat itu—mereka adalah lawan kita?"  Sudut bibirku berjengit saat aku berpikir, bukankah ini sedikit berlebihan?
"Pantas saja mereka disebut Tim Spirit Spirit — mereka ternyata terbentuk atas spirit bunga, spirit rumput, spirit pohon, spirit batu, spirit air, dan spirit angin. Ini gawat; spirit memiliki banyak sub-kategori dan variasi kemampuan luas. Ditambah lagi, sangat sedikit pemain yang bermain sebagao spirit. Kita tidak pernah bertemu seorang pemain dari ras spirit sebelumnya, jadi pengetahuan kita tentang mereka sudah jelas sangat dangkal. Ini akan menjadi pertarungan yang sulit," Lolidragon menjelaskan dengan cemas.
"Haah! Dan di sinilah aku, berpikir apakah aku dapat mengulang deskripsi mengerikan yang kugunakan saat pertarungan sebelumnya, tapi sekarang…" aku menghela nafas. "Lolidragon, apakah kau pikir dia/mereka mempunyai usus untuk diburai keluar?"
"…Tidak tahu."
"Itu tidak masalah, kurasa. Bagaimanapun juga, kita tetap saja harus bertempur," kataku. Aku tidak begitu peduli siapa lawanku. Sebagai gantinya, aku bergerak ke posisi bertarung, mempersiapkan diriku untuk pertempuran.
"Prince benar. Ayo pel lantai ini dengan jasad mereka!" raung Wolf-dàgē gila-gilaan.
Aku mulai tertawa liar dan menghunus keluar Black Dao-ku. Pertarungan terakhir di babak penyisihan— mulai!
Begitu pertandingan dimulai, aku segera bergegas maju, berpikir untuk melenyapkan satu atau dua lawan yang pertama. Akan tetapi, aku tiba-tiba menemukan bahwa sesuatu telah menjerat kakiku, membuatku tergeletak di tanah. Dengan tergesa-gesa, aku melirik ke kakiku…
Rumput? Arena ini ternyata punya rumput untuk menyandungku? Aku segera menebas rumput itu dengan dao-ku, tapi tepat saat aku akan bangkit berdiri, banyak helai rumput tiba-tiba muncul di sekitarku…
"Urgh." Rumput tersebut melilit seluruh tubuhku, membuatku tidak dapat bergerak.
"Prince!" Anggota Odd Squad terkejut. Wolf-dàgē segera maju ke tempatku berada dan mulai merenggut rumput yang menghambar sementara Doll mengarahkan para skeletonnya untuk melindungi kami. Lolidragon—yang tadinya akan menggali ke arah lawan—berlari ke arahku juga, mati-matian menebas rumput itu dengan belatinya.
Saat aku berjuang, aku melihat spirit batu sedang menyerang ke arah kami dari sudut mataku. Roman wajah pangeranku menjadi kelabu dan berteriak, "Lupakan aku—cepat, lindungi diri kalian sendiri!"
"Skeleton, cepat pergi untuk melindungi mereka!" Doll segera mengutus skeleton-skeletonnya untuk menghalangi jalur spirit batu. Akan tetapi, dengan setiap sapuan dari dahan-dahannya yang tebal, spirit pohon di sebelahnya dengan mudah mengirimkan skeleton-skeleton itu terbang melayang. Sekalipun itu tidak cukup untuk menghancurkan skeleton tersebut, serangan itu menghalangi pergerakan mereka, menyia-nyiakan waktu yang berharga saat mereka merayap untuk berdiri kembali.
Melihat spirit pohon yang besar menerabas maju, Yu Lian segera melancarkan sebuah bola api, yang dikirimkan dengan cepat pada Tim Spirit Spirit. Spirit batu tidak terpengaruh, akan tetapi, dan sebagai gantinya melemparkan sebuah tinju pada Doll. Berniat untuk mendorong Doll keluar dari bahaya, Wolf-dàgē dihantam oleh serangan berat tersebut. Bahkan dengan sosok tubuhnya yang besar dan tingginya yang menjulang sekitar lebih dari dua meter, Wolf-dàgē terhempas melayang.
"Wolf…!" Yu Lian-dàsăo berseru memperingatkan.
"Flaming Skeleton! Cepat! Mundur untuk melindungi semuanya!" Doll dengan sangat mendesak memerintahkan skeletonnya untuk bertahan menghadapi serangan gencar spirit batu.
"Gui! Berserk Melody! Cepat dan lakukan Berserk Melody!" raungku.
"Baik," balas Gui, segera melancarkan Berserk Melody padaku.
Aku merasakan kekuatanku meningkat. Dengan semangat heroik, aku berjuang dan akhirnya berhasil melepaskan lengan kananku. "Bat Catching Sword!" Aku mengiris, menebas, memotong, menusuk, menyayat — selama waktu tersebut aku telah melakukan berbagai macam gerakan untuk memotong rumput yang melilit tubuhku. Setelah membebaskan diriku, aku melompat berdiri dan berlari secepat mungkin ke arah spirit batu…
Tiba-tiba, sebuah pilar air muncul memancar di depanku. Terkejut, aku segera mengambil satu langkah mundur. Sayangnya, karena tidak punya mata di belakang kepalaku, aku tidak melihat pilar air kedua di belakangku. Untuk membuatnya semakin buruk, kekuatan arus pilar air yang ada di belakangku bahkan lebih kuat daripada yang di depan. Aku terperangkap.
"AHHH!" Aku segera terbawa oleh arusnya. Tepat saat aku akan tersapu ke luar arena, aku menusukkan Black Dao-ku ke tanah. Bertahan untuk hidup, aku berhasil menghindar dari terhanyut ke luar arena. Akan tetapi, begitu airnya menyusut, aku menemukan diriku sekali lagi terikat oleh rumput.
Ini benar-benar menjengkelkan! Pikirku. Aku akan menebas rerumputan tersebut, hanya untuk tersapu ke tepi arena; saat arus air akhirnya berhenti, aku akan sekali lagi lebih terjerat rumput itu…
Di tengah-tengah semua itu, aku melemparkan pandang ke arah Doll, cemas dengan keadaan yang lainnya. Untungnya, Doll dan Yu Lian-dàsăo sedang menahan spirit batu bersam-sama. Gui sedang memainkan guqin-nya dan melancarkan Supersonic Soul-chasing Arrow untuk menghalangi serangan musuh, tapi…Wolf-dàgē terlihat seakan sedang bertarung dengan lawan imajinasi?!
Mendadak, aku teringat dengan kehadiran seorang lawan tak terlihat – spirit angin! Spirit angin telah mendesak Wolf-dàgē ke dalam pertarunga satu lawan satu. Ini gawat! Di mana Lolidragon?
Aku berbalik untuk melihat anggota lain dari Tim Spirit Spirit. Seperti yang kukira, aku melihat Lolidragon sedang merunduk menyelinap di belakang spirit air. Dia berencana untuk menaklukkannya dengan serangan kejutan, tapi…
"Lolidragon, LARI!"
Setelah kembali ke sisi teman setimnya, spirit pohon telah menaikkan penjagaannya melawan thief ini yang dapat menggali melintasi tanah untuk menyelinap membunuh lawannya. Begitu dia menyadari keberadaannya, dia segera mengayunkan dahan-dahan pohonnya yang besar pada Lolidragon.
"Urgh...!" Tidak dapat menghindar tepat waktu, Lolidragon terkena serangan secara telak, dan HP-nya turun secara drastis. Dia segera berdiri dan mengubur dirinya untuk kembali ke Odd Squad. Akan tetapi, saat kembali dia menyadari bahwa Wolf-dàgē sedang dalam masalah dan segera bergegas membantunya.
Meskipun sangat sulit untuk melihat orang yang tak terlihat dengan mata telanjang, bahkan orang yang tak kasat mata akan kesulitan untuk bersembunyi dari mata terlatih seorang thief.Gui memberikan bantuan tembakan untuk menambahkannya, dan segera spirit angin jelas-jelas beraada di ambang kematian…
Pada saat itu, spirit bunga yang tetap diam tak bergerak selama ini, tak terduga mulai merapalkan mantera penyembuhan. Kelopak bunga melayang turun ke atas kepala spirit angin, dan kami menyaksikan saat luka-lukanya sembuh total.
"Jadi spirit bunga adalah seorang priest!" ujar Wolf-dàgē terkejut.
Tepat pada saat itu, spirit bunga berlari untuk menolong spirit angin. Dengan tambahan spirit pohon yang kuat, ini menjadi pertandingan yang sepadan antara lawan dengan Lolidrago, Dàgē, dan Gui. Doll dan Yu Lian hanya dapat menghentikan serangan spirit batu saat serangan mereka tidak berdampak melawan kulit yang seperti batu granit dan tubuh padat spirit batu. Sedangkan aku, masih terperangkap oleh spirit rumput dan spirit air…
Kita tidak bisa terus-terusan begini! Sekali lagi, aku berkutat membebaskan diri dari rumput, dan kemudian mengeluarkan Meatbun.
"Mama? Apakah kau sedang bermain air? Meat-bunbun juga ingin bermain!" Meatbun berkata begitu saat melihat penampilanku yang basah kuyup dengan tatapan mata polos dan terbuka lebar.
Setelah pertandingan ini, aku tidak akan pernah bermain air lagi! Memiliki sedikit kekuatan untuk menahan, aku sekali lagi terikat oleh spirit rumput. "Meatbun – nanti, gunakan skill XXX untuk mengangkatku keluar dari air saat aku tersapu arus, kau mengerti?"
"Oooke"
Aku menebas membuka jalan dari rerumputan untuk kesekian kalinya dan kemudian melompat berdiri. Segera, aliran air mulai membanjir ke arahku lagi.
"Meatbun, gunakan Take-copter!" seruku.
Sebuah Take-copter tiba-tiba muncul dari atas kepala Meatbun. Benda tersebut mulai memuntir, perlahan-lahan mengangkat Meatbun ke udara, dan aku bergelantungan pada Meatbun untuk menyelamatkan diri. "Menjauh dari arus air itu, Meatbun," perintahku, dan Meatbun segera mengelak ke kiri, menghindari pilar air yang memuntir ke arah kami seperti angin putting beliung.
Tak berdaya, aku tidak punya pilihan selain bergantung pada sebuah bakpao daging untuk berayun ke kanan dan ke kiri sementara aku menganalisa situasinya. Aku memutuskan untuk pertama-tama mengenyahkan spirit rumput dan spirit air, yang sama-sama akan menghalangi pergerakkanku. Kalau tidak, aku tidak akan dapat bergerak di permukaan tanah sama sekali.
"Meatbun, dekati musuh dengan hati-hati."
"Apa itu 'musuh'?"
Aku hampir pingsan saat mendengar itu. Sebagai gantinya, aku berkata, "Pergi ke arah orang-orang yang berkumpul di situ." Aku menujukan Black Dao-ku ke arah Tim Spirit Spirit.
"Oooke, Mama!" Meatbun dengan patuh mulai maju ke arah Tim Spirit Spirit.
"Dragon Whirlwind Strike!" Aku melesat melewati sebuah pilar air dan, seperti angin puting beliung, aku menyerang ke arah spirit air. Sebuah lubang yang terbuka lebar segera muncul pada perut spirit air yang menyebalkan itu, tapi tepat pada saat aku akan mengirimnya ke langit dengan tikaman lain pedangku, tubuhku terikat lagi oleh rumput. Masih tetap buruk…
"Icicle Spears." Meskipun terluka parah, spirit air itu tersenyum jahat, hampir ada sepuluh tombak es berada di genggamannya…
"Bat Catching Sword!" Aku cepat-cepat memotong untuk melepaskan diriku dari rumput, tapi aku masih tidak dapat mengelak tepat waktu. Lima tetesan air beku menembus tubuhku.
Wajahku memucat… Urgh! Itu benar-bena terasa sakit, tapi luka terparah ada di paha kiriku – bagian tersebut tertikam oleh sebatang tetesa air beku, yang tetap berada di sana. Luka-lukaku yang lain berkisar dari luka parah yang dalam sampai torehan ringan. Meskipun aku masih memiliki lebih dari setengah HP, aku sekali lagi terikat dan dilumpuhkan oleh spirit rumput…
Waaah! Di depanku, sejumlah tetesan air beku lain tiba-tiba muncul! Sepertinya Tim Spirit Spirit akan memenuhi keinginan Blood-soaked Demon King untuk mengubahku menjadi kebab.
"Sekalipun aku harus mati, aku akan membawa serta salah satu dari mereka… Meatbun, Dog Beating Technique!" Aku memukul tinggi-tinggi Meatbun pada spirit air dengan seluruh kekuatanku.
"Urgh!" Satu demi satu, tombak es menusuk tangan kiriku, pinggang, dan bahu – salah satunya bahkan menggores dahiku. Di seberangku, spirit air tidak dapat mengelak dari serangan Meatbun dengan tepat waktu, tapi sial, spirit bunga dengan cepat menyembuhkannya. Aku berbaring di tanah dan menyaksikan sisa dari HP-ku terkuras sedikit demi sedikit. Sepertinya aku bahkan tidak bisa membawa satu dari mereka, sial!
"Prince, ayo!" Lolidragon tiba-tiba muncul di belakangku dan mulai menyeretku mundur ke tempat timku berada dengan segenap kekuatannya. Melihat itu, spirit rumput akan menggunakan rumputnya untuk mencegah kami meloloskan diri ketika sebuah anak panah tembus cahaya menghentikannya. Gui – yang sekarang marah sekali – mulai membuat hujan anak panah pada spirit rumput, memaksanya untuk cepat-cepat menggunakan rumput untuk melindungi dirinya sendiri, spirit bunga, dan spirit air.
"Kita hampir sampai, Prince!" Lolidragon sedang menarikku sebisa mungkin, mencoba untuk membuatku cukup dekat dengan Wolf-dàgē supaya dia dapat menyembuhkanku. Wolf-dàgē seharusnya maju sendiri, tapi tanpa bantuan Lolidragon dan Gui, yang dapat dia lakukan hanyalah bertahan agar tidak terbunuh oleh spirit angin dan spirit pohon. Tidak mungkin dia dapat keluar dengan kekuatannya sendiri dan datang menyembuhkanku.
Memahami saat itu juga tentang betapa daruratnya situasi Wolf-dàgē, aku berseru mendesak Lolidragon, "Pergi bantu Wolf-dàgē! Dia – dia tidak dapat menahan mereka seorang diri!"
Lolidragon melihat Wolf-dàgē, dan kemudian melihat ke arahku. "Sial – kalau aku tidak membantu Wolf-dàgē menyingkirkan mereka berdua, kita tidak akan dapat menyelamatkan Prince sama sekali!"
Lolidragon menggertakkan giginya, kemudian melepaskanku dan bergegas untuk menolong Wolf-dàgē melawan balik kedua lawannya. "Kau harus bertahan, Prince. Kau dengar aku?!" Lolidragon berseru melewati bahunya saat dia berlari.
Tak berdaya, aku hanya dapat menganggukkan kepalaku dengan lemah bahkan saat aku berpikir, Bertahan? Sialan realisme level 99% ini! Bagaimana caranya aku bertahan dengan HP yang secra bertahap terkuras karena lukaku yang terbuka? Kami tidak boleh membawa health potion ke pertandingan juga… Sial! Kesadaranku mulai menjadi kabur… Aku segera menggelengkan kepalaku, mencoba untuk menjernihkan pikiranku.
Pada saat ini, luka-luka spirit air telah sembuh sepenuhnya. Marah, dia mengirim sebuah gelombang pasang ke arahku, tapi aku masih hanyut dalam kesadaranku yang menipis…
"PRIIIIINCE!" Gui, Lolidragon, Yu Lian, dan Doll berseru putus asa.
"Prince!" Gui berteriak lagi. Dengan usaha yang heroik, dia melompat dan merengkuhku – yang sekarang hampir tidak sadar – dalam pelukkannya, dengan sia-sia mencoba melindungiku dengan tubuhnya saat gelombang pasang mengenai kami. Sedikit darah yang tersisa dalam tubuhku masih cukup untuk menodai air dengan warna merah…
Tiba-tiba kepalaku menjadi jelas. Dalam hatiku, aku mengerti bahwa aku hanya tinggal selangkah lagi dari kematian. "Berjuanglah, Gui!"
Gui melihatku dengan rasa takut yang jelas-jelas terlihat di matanya. "Prince… Tidak, kau tidak boleh mati!"
Aku tersenyum lembut saat tubuhku perlahan-lahan berubah menjadi tembus pandang dan tak terlihat, sebelum hancur menjadi butiran-butiran debu bintang yang berkilauan. Di bawah tatapan putus asa Gui, aku berubah menjadi sebuah pilar cahaya dan melesat ke langit.

"Prince…" Gui berbisik dengan suara tercekat, mengepalkan tangannya – tangan yang tadinya memeluk Prince beberapa saat sebelumnya – dan menghantamkannya ke tanah…
"Prince…" Darah terkuras dari wajah Lolidragon.
"Bagaimana mungkin…" Yu Lian menutupi mulutnya, matanya berkilauan dengan air mata.
"TIDAAAK! PRINCE!" Wolf-dàgē melolong.
"Waaaah…waaaaaah, Prince-gēge!" Doll meratap dan mulai menangis…
"Mama? Mana Mama? Waaah, waaaah…" Dua keran ultra Meatbun datang kembali.
Suasana di seluruh gelanggang sepertinya menjadi membeku/mematung. Perasaan berduka mulai merembes pada seluruh penonton, dan bahkan anggota Tim Spirit Spirit sepertinya kebingungan harus melakukan apa. Menit berlalu, satu demi satu.
Bertepatan dengan Tim Spirit Spirit yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pertarungan, lidah-lidah api kemarahan membara – berkobar – dengan Gui sebagai pusat dari kobaran api itu…
"Fire Phoenix, sebagai tuanmu, kuperintahkan kau: Bakar! Kirim semua orang bodoh dan dungu yang berani melukai cinta sejatiku ke kedalaman neraka yang berapi-api." Mata Gui menyala-nyala dengan rasa haus akan pembalasan dendam, dan bahkan Fire Phoenix yang membandel tahu bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk membangkang. Dia memberi sebuah pekikan panjang sebelum terbang tinggi ke langit dan menghembuskan gelombang api pada Tim Spirit Spirit.
Spirit rumput berpikir untuk membuat sebuah barikade, tapi apa yang rumput bisa lakukan untuk menghalangi api? Spirit air segera mengambil alih, menggunakan tabir air untuk menghalangi api yang berbahaya.
Merasa bahwa situasinya entah bagaimana berubah menjadi berbahaya bagi mereka, spirit rumput segera berpikir untuk menggunakan Grass Weaving Techniquenya untuk melawan Gui. Helaian-helaian panjang rumput tiba-tiba muncul dari bawah kaki Gui…
"Earthquake!" Yu Lian melancarkan sebuah mantera sambil merunduk di atas tanah, tangan kanannya menyentuhnya dengan ringan. Sebuah retakan besar muncul saat itu juga di bawah spirit rumput ketika tanahnya terbelah menjadi dua. Spirit rumput kehilangan pijakannya dan hampir jatuh ke dalam celah, tapi untung baginya, spirit pohon berada di dekatnya dan berhasil menangkapnya tepat waktu. Akan tetapi, Yu Lian hanya tersenyum ringan saat dia selesai melakukan rapalan untuk kedua kalinya. Retakan lainnya muncul mengarah baik pada spirit rumput maupun spirit pohon…
"Kalian menggunakan jurus tersebut untuk membunuh Prince – apa kalian benar-benar berpikir bahwa aku akan membiarkan kalian membunuh Gui juga? Dalam mimpimu!" Yu Lian dengan tenang mengucapkan kata-kata tersebut.
"Api dari kedalaman tergelap neraka, berkobarlah atas makhluk undead terdahysat, bone dragon! Berinkarnasilah sebagai Hell's Inferno Dragon, makhluk yang penuh dengan keangkuhan dan harga diri yang tinggi, dan turunlah ke alam manusia untuk membantu tuanmu menghancurkan semua yang berdiri menghalangi jalannya!" Kemarahan terlihat jelas pada wajah keras kepala Doll, dan bahkan sampai memanggil Hell's Inferno Dragon, yang meskipun begitu menakutkan tiada bandingannya tidak dapat membuatnya menyerah akan keinginannya untuk membalaskan dendam Prince.
 Dengan demikian, selain Fire Phoenix dengan api sucinya, Tim Spirit Spirit sekarang harus menghadapi tambahan musuh yang ada di udara – seekor bone dragon yang mengeluarkan api kegelapan. Tidak diragukan lagi, bagi Tim Spirit Spirit, ini seperti mendapatkan hujan es di tengah badai salju… tidak, ini seperti menambahkan minyak ke dalam api.
Spirit angin dan spirit batu melihat apa yang sedang terjadi dan segera menyerang Odd Squad, berencana untuk menyingkirkan tiga orang yang berbahaya ini secepatnya. Akan tetapi, Lolidragon melesat ke depan spirit angin, menghalangi jalannya.
"Seseorang pernah berkata bahwa adalah sebuah usaha yang bodoh untuk membandingkan kecepatan dengan angin, tapi aku akan menunjukkan padamu bahwa lebih bodoh lagi untuk bersaing melawanku," Lolidragon berkata dengan nada mengancam. Saat dia mengucapkan kata-kata tersebut, dia memutarkan kedua belati di tangannya dan mulai menebas, memotong, dan menikam dengan gesit, memaksa spirit angin untuk cepat-cepat mundur.
Ugly Wolf mengayunkan tongkat Light of Glory-nya, mulai untuk menghadapi spirit batu satu lawan satu. Secara teknis, kekuatan dan fisik Ugly Wolf sudah jelas tidak dapat dibandingkan dengan spirit batu. Akan tetapi Ugly Wolf mengejek, berkata diam-diam di dalam hatinya: Bahkan seorang anak berumur tiga tahun tahu bagaimana caranya mengalahkan sebongkah batu; bukankah kau hanya perlu memanaskan dan mendinginkannya?
"Gui! Suruh Fire Phoenix untuk menghembuskan api pada spirit batu ini!" Ugly Wolf mengatakan pada Gui lewat team channel dan Gui segera melakukan apa yang diminta.
"Kau pikir api akan berpengaruh padaku?" Spirit batu itu diselimuti api, tapi tidak peduli.
Ugly Wolf menyengir dingin. Oh? Dan bagaimana kalau kita tambahkan air? Baiklah, lihat saja saat aku memecahkanmu menjad kepingan-kepingan dengan menggunakan air… Haruskah aku meminta air pada Yu Lian? Tidak, Yu Lian hanya memiliki mantera jenis api dan tanah. Tidak juga Doll, dan Gui tidak punya air juga, sementara Lolidragon adalah seorang thief.
Sial! Tidak ada air, pikir Ugly Wolf, membeku di mana dia berdiri. Apa yang harus kulakukan sekarang?Tidak mungkin aku bisa mendatangi spirit air dan berkata, "Hei! Bisakah kau memberiku sedikit air supaya aku bisa membunuh spirit batu? …ya 'kan?
"Waaah, waaaah, Mama!" Tangisan Meatbun tidak berhenti pada satu sisi saat tanda-tanda banjir yang tak terelakkan mulai muncul begitu saja.
Wajah jelek Ugly Wolf menampakkan seulas senyuman jahat. Tidak disangka, Prince. Kau sudah mati, tapi kau tidak lupa untuk meninggalkan 'yatim piatu' yang berguna ini, pikir Ugly Wolf. Dia dengan cepat menyambar Meatbun dan mulai bernegoisasi dengannya.
"Meatbun, batu di sana telah membuat Mamamu mati. Apa kau mau balas dendam?"
"Waaah… Apa itu 'balas dendam'?" tanya Meatbun, matanya yang polos membelalak.
Ugly Wolf mengaruk rambut hewan di kepalanya. "Hanya…pergi saja ke spirit batu itu dan menangislah, maka Mamamu akan sangat senang!" kata Wolf, berusaha sebaik mungkin untuk berbicara dengan nada membujuk, seperti yang orang gunakan pada anak-anak kecil.
"Dengan begitu Mama akan pulang? Meat-bunbun kangen Mama."
"Hmm…mungkin!"
"Oke!" Wajah kecil Meatbun dipenuhi dengan tekad, dan dia melompat-lompat menuju spirit batu.
Ugly Wolf menyeka keringat dingin, berpikir, Baguslah bakpao itu tidak punya otak…
Spirit batu hanya menatap, terheran-heran dengan bakpao yang melompat ke arahnya sebelum meloncat ke bahunya. Saat dua pilar air menyembur keluar, spirit batu itu sepertinya mendengar suara retakan dirinya sendiri. Dia memucat waspada dan dengan ketakutan mulai mencoba untuk menyambar Meatbun. "Apa yang kau lakukan? Turun!"
Akan tetapi, tubuh Meatbun berukuran kecil, dan sangat gesit. Di satu saat, Meatbun berada di atas kepalanya, saat berikutnya, dia melompat ke bahunya, dan kemudian ke lengannya… Kedua keran itu mulai memenuhi tujuannya dan mulai menghancurkan tubuh spirit batu.
Situasinya mulai berbalik…

Aku meninggalkan rebirth point, mengalami mual pasca-kematian, dan menemukan diriku entah bagaimana terpaku di tempat.
"Sekarang, apa yang harus kulakukan?" aku bergumam sendiri. Kemudian, aku teringat. "Benar juga! Aku sebaiknya kembali dan menonton pertandingan.
Khawatir bahwa aku tidak akan dapat sampai di stadion tepat waktu untuk menonton pertandingan, aku dengan terburu-buru menyambar sekantung kuaci, membeli sepiring nasi goreng, dan sekaleng cola sebelum bergegas menuju stadion. Aku sampai tepat waktu di sana untuk melihat Gui mengamuk. Kemudian, aku menemukan sebuah tempat duduk dan mulai menyaksikan anggota timku menggila karena kematianku.
"Wooow! Kalau aku tahu Gui dapat mengendalikan Fire Phoenix seperti itu, aku seharusnya melakukan bunuh diri. Dengan begitu, bukankah kita akan punya daging panggang untuk dimakan?"
"Inferno Bone Dragon yang menakutkan…"
"Yu Liad-dàsăo benar-benar mengagumkan…"
Aku mendesah kagum berkali-kali saat menyaksikan timku melakukan yang terbaik untuk mengamuk. Saat aku selesai makan nasi gorengku, seluruh arena berada dalam keadaan "air yang dalam dan api yang panas", "langit jatuh dan bumi merekah"…
Air yang dalam.
"Wuuuuuaaaaah! Wuaaah! Mama tidak kembali! Mamaaaaa!" Dua keran Meatbun berevolusi menjadi dua air terjun yang sangat mengagumkan. Sebagai tindakan lanjut dari kejadian-banjir-di-restoran, Meatbun sekali lagi membuat rekor baru dengan membanjiri stadion…
Api yang panas.
"Fire Phoenix, cepat! Bakar semua spirit brengsek itu menjadi abu! AHAHAHA!" Gui sudah setengah gila, dan Fire Phoenix mulai berubah menjadi seekor pyromaniac. Selain sepotong kecil area di mana anggota Odd Squad berdiri, Fire Phoenix menyemburkan kobaran-kobaran api ke semua tempat kapanpun dan bagaimanapun dia mau.
Langit runtuh.
Dengan sebuah suara "WHAM!" yang besar dan menggetarkan bumi, Hell's Inferno Dragon Doll yang menyeramkan sekali lagi "tidak sengaja" menubruk pilar-pilar di tepi arena. Balok-balok reruntuhan sebesar kepala manusia terbang melayang ke seluruh arena. Bahkan penonton yang ada tidak terhindarkan dari bencana serangan ini. Mengelak! Whew, itu hampir mengenaiku. Sedangkan orang yang bertanggung jawab untuk musibah ini… Doll hanya berdiri di satu sisi arena dengan kepala yang dimiringkan, memperlihatkan ekspresi polos di wajahnya…
Bumi merekah.
Saat mantera menakutkan Earthquake Yu Lian-dàsăo dilancarkan untuk kesebelas kalinya, lantai arena telah terbelah menjadi enam irisan batu yang berbeda ukuran, dan menunjukkan bahwa potongan-potongan tersebut akan pecah menjadi lebih banyak potongan…
Singkatnya, dengan segera sekeliling menjadi tempat berterbangannya bebatuan dan pilar-pilar cahaya putih yang melesat ke langit bersama-sama, sementara lautan api dan banjir meluap menjadi satu. Hebat! Benar-benar neraka di bumi yang hebat!  Para penonton di sekitarku telah lama lari menyelamatkan diri. Si wasit menempel untuk menyelematkan nyawanya pada satu-satunya pilar yang tidak di-KO oleh bone dragon. Mendengarkan siaran dari komentator Xiao Li, memberikan kesan pada siapapun bahwa Kiamat telah tiba, dan untuk Tim Spirit Spirit… Aku sama sekali tidak tahu apakah spirit dari Tim Spirit Spirit selamat. Seseorang seharusnya selamat, 'kan? Kalau tidak, pertandingan seharusnya sudah selesai.
Pada akhirnya, Wolf-dàgē – yang masih memiliki sedikit akal yang tersisa – akhirnya berhenti. Dia memeriksa sekitarnya dan kemudian meraung, "Cukup, sudah cukup! Semuanya berhenti sekarang juga! Kita telah membalaskan dendam Prince. Kurasa jiwa Prince di langit dapat beristirahat dengan tenang sekarang."
Mendengar raungan suaminya, Yu Lian-dàsăo juga berhenti. Dia melihat reruntuhan arena dan berkata dengan suara tercekat, "Prince, kau dapat beristirahat dengan damai sekarang…"
"Prince-gēge… Waaah!" Air mata mengumpul di mata Doll lagi.
"Prince! Aku telah membalaskan kematianmu!" Gui melolong ke langit, air mata berkilauan di bulu matanya. "Apa kau mendengarku, Prince? Kami telah MEMBALASKAN DENDAMMU!"
Aku menelan seraup kuaci, meneguk colaku, dan menghindari kobaran api lainnya. "Oke, oke, aku mendengarmu." Walaupun kau berteriak ke arah yang salah, Gui. Aku tidak ada di langit, aku di sini, di sebelah kirimu!
Di arena, Wolf-dàgē mengangkat kepalanya untuk melihat wasit, yang sedang bertengger di atas pilar. Dia bertanya, "Wasit, apakah kau tidak akan segera mengumumkan kami sebagai pemenangnya? Kecuali kau mau kami untuk terus lanjut membuat keributan? Kau seharusnya tahu bahwa anggota timku bukanlah orang yang penyabar."
Mendengar tu, si wasit hampir menangis saat dia buru-buru menjelaskan. "Tapi masih ada yang selamat di Tim Spirit Spirit. Menurut peraturan turnamen, semua anggota tim lawan harus gugur atau menyerah. Hanya dengan begitu aku bisa menyatakan kemenangan…"
"Menyerah! Kami menyerah" Wolf-dàgē bahkan tidak memiliki kesempatan untuk membuka mulutnya saat sebuah suara nyaring berteriak dari bawah timbunan bebatuan. Wolf-dàgē berjalan mendekati dan meminggirkan batu-batu tersebut, hanya untuk melihat sebatang bunga dengan sehelai kelopak yang tersisa sedang tergeletak dalam keadaan menyedihkan di bawahnya.
Si wasit terlihat lega sebagai seseorang yang baru saja selamat dari kematian yang sudah pasti. "Kemenangan untuk Odd Squad! Kemenangan untuk Odd Squad! Mereka telah berhasil menyelesaikan babak penyisihan dan memasuki babak final!"
Aku berlari menuju lantai arena dengan senangnya dan memeluk anggota timku. Ini hebat! Kita telah menyelesaikan babak penyisihan!
Beberapa saat setelahnya, aku mendengar sebuah rumor aneh tentangku. Seseorang berkata bahwa aku bahkan lebih menyeramkan saat mati daripada ketika hidup. Apa maksudnya itu? Seperti Meatbun, aku hanya dapat mendengar tanpa dapat memahaminya dengan mata lebar yang polos.

[½ Prince Jilid 2 Bab 3 Selesai]

Catatan Penerjemah
Langit mengawasi orang-orang baik… Dewa mengawasi orang-orang bodoh, pemabuk, dan anak-anak kecil: Apa yang sebenarnya Prince katakan adalah dia pepatah yang berbeda. Yang pertama adalah “吉人自有天相” (prn. jī rén zì yŏu tiān xiàng), yan berarti bahwa langit akan memastikan tidak ada bahaya yang mendatangi orang-orag baik (contohnya pahlawan). Yang kedua adalah “傻人有傻福” (prn. shă rén yŏu shă fú), yang berarti bahwa "bahkan orang bodoh bahkan memiliki keberuntungannya sendiri", secara tidak langsung mengatakan bahwa langit memberikan dosis keberuntungan ekstra pada orang-orang bodoh.
Tim Spirit Spirit : Huruf dari kata "spirit"”, “” (prn. yāo), sebenarnya sangat ambigu – tergantung dari penggunaannya, maknanya berkisar dari "roh" ke "setan" dan ke "monster". Intinya, itu mengesankan sebuah makhluk supernatural – dan tidak selalu sebuah perantaraan iblis juga, seperti halnya roh rubah/setan di mitos-mitos Jepang.
Take-copter : Direferensikan pada Doraemon.
"Air yang dalam dan api yang panas", "langit runtuh dan bumi merekah" : Keduanya adalah pepatah dalam bahasa Cina. Yang pertama adalah 'dalam masalah besar' dan yang kedua pada dasarnya berarti adalah sebuah pemandangan kehancuran yang sangat ekstrim yang menyiratkan kiamat.


½ Prince Jilid 2 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

1 komentar:

  1. hhahahah
    prince idup musuh bakal dimutilasi,prince mati musuh bakal mengalami bencana "kiamat" ngk ada ending bahagia buat musuh
    seeeru abis
    thanks kak!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.