04 April 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XVII


MY DEAREST JILID 2
THE TRUTH OF WORLD'S DESTINY
CHAPTER XVII
TUJUAN HALSY SANG EMPRESS

Bagian Pertama: 
Di daerah selatan Negara Jerman, di kota yang terlihat sepi dari para penduduk, terlihat puluhan orang tergeletak di atas tanah. 
Mereka diratakan oleh seseorang yang baru datang ke tempat tersebut. 
Seorang gadis yang sebelumnya menyerang Guild Blizzard terlihat kewalahan dengan tubuh yang babak belur karena sebuah pertarungan, ya dia adalah Alcoty Dinafust, ketua guild Ignite
Tatapannya terlihat masih tajam melihat seorang gadis lainnya yang berjalan melewatinya. 
“Si-siapa kau?!Apa tujuanmu menghancurkan markas guild kam i…? Hah… hah…. hah…,” tanya Alcot terlihat kelelahan. 
“Aku? Heliasha Aeldra ...., aku hanya ingin mengambil buku pembangkitan itu….” 
“Ap-apapun jangan itu! Aku rela kamu merampas semua harta kami, nyawa kami, harga diri kami! Asal jangan buku terkutuk itu!!” teriak kesal Alcot berbalik melihat Heliasha. 
“Apa karena itu kah, kalian menyerangku?” senyum Heliasha berbalik melihat Alcot. 
“Demi para leluhurku yang telah mendapatkan amanat dari seseorang, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi buku terkutuk itu! Tidak ada satu orang pun yang bisa memiliki buku itu!” 
“Apa sebegitu mengerikannya yah, buku Guardian Of The Cursed Souls itu…?” senyum Heliasha terlihat meremehkan. 
“Kau tidak tau betapa mengerikannya, Calon Raja Iblis Ke-5 itu….” Alcot terlihat lemas karena luka tubuhnya. 
“Calon Raja iblis Ke-5? HAHAHA, benar-benar memuakkan! Kamu pikir aku akan takut karena gertakanmu itu…?” 
“Tolonglah, dengarkan perkataanku sebelum terlambat ....“ Alcot terjatuh tak sadarkan diri karena luka disekujur tubuhnya. 
Bersamaan dengan Alcot yang terjatuh, terlihat Charles sedang berjalan keluar dari gedung yang diduga menjadi markas Guild Iginite. Dia membawa sebuah buku tua yang sudah berdebu. 
“Aku menemukannya…” 
“Bagus, sekarang kita pergi dari sini…” jelas Heliasha berbalik, dia berjalan meninggalkan tempat tersebut. 
“Ya…” Charles mulai berjalan kembali mengikutinya. 
Wajah mereka berdua terlihat sangat khawatir ketika buku terkutuk tersebut mereka dapatkan. 
Ak-aku tau akan hal itu, karena dia calon raja iblis lah kami mencarinya….” gumam Keisha khawatir dalam hati, seluruh tubuhnya terlihat bergemetar tidak seperti Charles yang tidak mengetaui apapun. 
Sedangkan di Negara tetangga, Negara Britania Raya Inggris, lebih tepatnya di lokasi markas keluarga Deviluck. 
Suasana tegang tampak terlihat dari tempat tersebut, tempat pertemuan kelompok Anggela, Seraph, dan Halsy. 
“Siapa dia…?” tanya Seraph kebingungan. 
“Halsy…” gumam sedih Anggela menatap orang berharganya. 
“El,” jelas Halsy memejamkan mata, lalu dalam sekejap muncul seorang lelaki berambut kuning seperti Evelyn, wajahnya terlihat tampan bahkan hampir seperti perempuan. 
Dia tiba-tiba muncul di samping Halsy, dia muncul setelah gerbang dimensi berwarna ungu kehitaman yang terbuka cukup lebar. 
Siapa….?” tanya Anggela dan Haikal terlihat kebingungan melihat El. 
Berbanding terbalik dengan Anggela dan Haikal, Seraph dan Jeremy terlihat terkejut tidak percaya ketika melihat wajah lelaki disamping Halsy. 
“Kau…..!?” Seraph terlihat terkejut, dia berjalan mundur satu langkah. 
“Kau….!? Ke-kenapa? Kenapa kau masih hidup….!?” Jeremy terlihat sangat cemas, tubuhnya terlihat bergemetaran. 
“Kalian mengenalnya…?” tanya Haikal penasaran melirik Seraph dan Jeremy. 
“Ya, tapi jika aku menyebutkan namanya, kalian tidak akan pernah mendengar namanya.” 
“Siapa dia…?” tanya Anggela sambil menatap tajam lelaki disamping Halsy. 
“Hah? Kamu tidak akan tau –“ 
“Siapa dia!? Apa hubungannya dengan Halsy,,,?” tanya kesal Anggela. 
“Halsy? Apa itu nama gadis yang sedang berdiri disamping El Crystal..?” 
“El Crystal…?” tanya Haikal penasaran. 
“Ya dia adalah pangeran dari keluarga utama ras Half-Elf, El Crystal Skyline. Seharusnya dia sudah mati dibunuh Keina…” 
“Sky-skyline!?” Haikal terlihat sangat terkejut, 
“Skyline….? Keluarga Rin dan Ray, kah!?” 
“Kenapa kamu terlihat sangat terkejut seperti it –“ Jeremy bertanya tapi perkataanya terpotong oleh Haikal. 
“Tu-tunggu dulu! Bukankah hanya Evelyn saja yang selamat dari pembantaian itu!” 
Seraph dan Jeremy sontak terlihat terkejut mendengar pernyataan Haikal, mereka terlihat penasaran melihat Haikal yang mengetahui kejadian tersebut. 
“Kau…. darimana kau mengetahui bencana itu..?” tanya Seraph serius. 
“Eve yang menceritakannya sendiri padaku…” 
“Eve? Maksudmu Putri Evelyn?” 
“Ya,” 
“Bagaimana kamu mengenal putri –“ Jeremy terlihat cukup terkejut tapi perkataan terpotong oleh Halsy. 
“Haikal, Seraph! Hentikan pertarungan kalian!! Kalian seharusnya bekerja sama dan membentuk aliansi!” teriaknya sangat keras, suaranya terlihat sangat indah menggema di daerah sekitar. 
“Apa maksudnya itu gadis muda!? Kenapa aku harus beraliansi dengan –“ Seraph terlihat kesal menatap Halsy. 
“Halsy, apa yang dikatakan Kak Keisha itu benar!? Apa kamu –“ teriak Anggela khawatir. 
“El, urus Anggela….. aku ingin menyampaikan sesuatu pada mereka berdua,” jelas Halsy melihat Haikal dan Seraph. 
“Baik, “jelas El menundukkan kepala. 
Setelah itu El berjalan mundur ke belakang, berjalan mundur ke arah gerbang dimensi sebelumnya. 
“Tunggu apa maksudnya itu, Hals –“ Anggela terlihat kesal tapi perkataanya terpotong oleh El yang menendang dirinya. 
Sebuah gerbang dimensi baru tiba-tiba muncul dihadapan Anggela, lalu dari gerbang tersebut muncul El yang dengan cepat menendang perut Anggela. 
DUAKKK!!! 
Anggela terlempar jauh ke belakang, dia memasang wajah kesakitan karena serangan tiba-tiba tersebut. 
Saat Anggela masih melayang di udara, gerbang dimensi baru terbuka dibelakangnya. Dia melewati gerbang tesebut dan berpindah ke suatu tempat. 
Atas perintah dari Empress, El sengaja memindahkan Anggela dari tempat tersebut. 
“Silahkan luangkan waktu anda, Empress…” senyum El menundukan kepala pada Halsy, setelah itu dia berpindah tempat menggunakan gerbang dimensi sebelumnya, gerbang dimensi yang dia gunakan saat dia menyerang Anggela. 
Suasana seketika hening karena peristiwa singkat tersebut. Seraph, Jeremy, dan Haikal hanya terkejut tidak percaya melihat Pangeran Skyline yang disegani tersebut, Seraph dan Jeremy tidak percaya melihat El dengan mudahnya tunduk pada seorang gadis muda. 
Si-siapa gadis ini…? Aku tidak pernah melihat Sang Jumper tunduk pada seseorang. Apa dia benar-benar sangat istimewa!?” Seraph terlihat khawatir melihat Halsy. 
Dan yang lebih penting kenapa Sang pangeran masih bisa hidup? Sebenarnya apa yang sudah terjadi saat pembantaian itu terjadi!? Apa dia ada hubunganya dengan insiden itu!?”Jeremy terlihat khawatir melihat Halsy. 
“Baiklah….. mari kita bahas alasan aku menghalangi pertarungan kalian…” Halsy tersenyum manis sambil duduk di atas bangunan, dia menggoyangkan kakinya seperti anak kecil. 
~~ 
Di tempat lain, tempat asing yang masih belum diketahui. 
Terlihat Anggela yang sedang bersiaga berhadapan dengan El, wajahnya terlihat kesal menatap orang yang sedang berhadapan dengannya. 
“Apa maksudnya ini!? Kenapa kau melakukan ini!?” kesal Anggela menatap tajam El. 
“Sudah sudah… tenanglah, maafkan aku karena telah menendangmu tadi..” senyum El memejamkan mata. 
“Kau! Siapa sebenarnya kau ini!?” 
“Aku? Ahahaahaha, ayolah…. Bukankah mereka sudah menjelaskan siapa aku ini?” 
“Aku tau namamu, tapi apa hubunganmu dengan Halsy?” 
“Aku hanya pengawalnya….” Senyum El memejamkan matanya. 
“….” 
“Apa kamu cemburu…? Tenang saja, aku tidak memiliki perasaan seperti itu padanya…” 
“Ak-aku tidak cemburu!” wajah Anggela memerah karena pernyataan El. 
Suasana yang tegang perlahan telah menghilang, Anggela terlihat mengendurkan pertahanannya. 
“Aku hanya menganggap dia sebagai adik perempuanku…” lanjut El terlihat sedih. 
“Ap-apa kamu tahu sesuatu tentang Halsy yang sekarang…?” tanya Anggela penasaran. 
“Ya…. Mungkin Empress akan membunuhku jika aku berbicara seperti ini denganmu, tapi aku punya permintaan untukmu…. Anggela.” 
“Apa itu!? Dan tolong ceritakan masalah apa yang sedang dia hadapi –“ 
“Aku masih belum bisa menceritakan masalah apa yang dihadapi olehnya, tapi tolonglah dengarkan permintaan dariku ini.” 
“Baiklah apa itu…?” 
Tolong hentikan tujuan kami!! Apapun caranya, jangan biarkan tunanganmu mencapai tujuannya! El memejamkan matanya, membungkukkan badannya, menundukkan kepalanya pada Anggela. Seolah permintaannya tersebut sangat tulus dari hatinya. 
“La-lalu apa tujuanmu itu….?” Anggela terlihat gugup tidak percaya mendengar pernyataan El. 
“Tujuan kami adalah …. Membangkitkan Calon Raja Iblis ke-5. Sang Guardian Of The Cursed Souls, Elenka.” 
“Raja Iblis ...?!” Anggela melebarkan kedua matanya ketakutan. 
***

Bagian Kedua: 
Sedangkan di tempat lain, tempat yang sebelumnya ditempati oleh Anggela. 
Terlihat Halsy yang masih terduduk menggoyang--goyangkan kakinya seperti anak kecil, dia tersenyum melihat Haikal dan Seraph. 
“Kamu putriku, kan?” tanya Haikal terlihat serius. 
Dalam sekejap Seraph dan Jeremy terkejut melihat Haikal, mereka benar-benar terkejut karena pertanyaan Haikal. 
Putriku ?” Seraph mulai melirik Halsy yang merubah ekspresi wajahnya. 
“Ya, tapi kita kesampingkan ikatan kekeluargaan kita. Ada hal lebih penting yang ingin aku sampaikan pada kalian bertiga…” Halsy memejamkan matanya. 
“Apa ini berkaitan dengan masalah Elenka?” 
Elenka…?” gumam Seraph dan Gramior dalam hati. 
“Ya..tolong dengarkan aku baik-baik, Seraph, Haikal.” 
“…” Seraph dan Haikal terlihat menganggukkan kepalanya, mereka terlihat percaya dengan semua yang akan dikatakan oleh Halsy. 
“Tolong hentikan kakak tertuaku, dia berencana membangkitkan Elen –“ 
“Tunggu!? Bukankah itu perintahmu? Bukan –“ Haikal terlihat kesal dan mulai mengingat tentang perkataan Keisha. 
“Tidak…. Aku tidak memberinya perintah seperti itu!” 
“Jad-jadi itu kehendaknya sendiri?!” 
“Tidak, mungkin dia telah dihasut oleh Charles. Aku hanya menceritakan kebenaran tentang takdir dunia ini padanya..” 
“Begitu….” 
“Apa seseorang bernama Elenka itu sangat kuat? Sampai-sampai harus diwaspadai oleh –“ 
“Jika dia bangkit sepenuhnya, tidak dapat diragukan lagi kalau dia benar-benar kuat…. seorang gadis yang lebih dari cukup untuk menghancurkan bumi ini,” Tubuh Haikal terlihat bergemetaran. 
“Darimana kamu mengetahui itu? Bahwa dia sangat kuat dan tak terkalahkan?” tanya Jeremy penasaran. 
“Dari para leluhurku, para leluhur keluarga Aeldra di masa lalu.” 
“Kami, khususnya anak kedua dari keluarga Aeldra diharuskan mengetahui tentang masalah ini, mengetahui tentang iblis keji yang membayang-bayangi dunia dari bawah,” Halsy tersenyum sedih memejamkan mata. 
“Lalu iblis keji itu adalah gadis bernama Elenka itu, kah?” Seraph terlihat berpikir sambil menatap langit. 
“Seraph….” Jeremy terlihat kebingungan melihat Seraph. 
“Baiklah, jika semua yang kalian katakan itu benar, maka bumi benar-benar dalam bahaya besar. Aku akan membantumu, Haikal Aeldra.” 
“Ya, Seraph ….“ Haikal terlihat kebingungan karna tak mengentahui nama belakangnya. 
“Skullwalker, itu nama belakangku…” 
“Itu nama yang cukup bagus.” 
“Ya… nama yang cukup bagus untuk menjadi seorang pengkhianat…” senyum Seraph memejamkan mata. 
“….” Haikal terlihat kebingungan dengan pernyataan Seraph tersebut, tapi disisi lain Jeremy hanya tersenyum sedih menundukkan kepala. Dia seakan tidak tega melihat Seraph. 
“Itulah yang ingin aku sampaikan, cepat atau lambat Heliasha dan Charles akan mencari kalian, saat itulah kalian harus menghentikannya.” 
“Kenapa dia mencari kami!? Bukankah dia hanya berniat –“ 
“Kalian akan segera tahu alasannya….” Halsy tersenyum dan mulai berdiri. 
Secara perlahan tubuhnya terurai seperti debu, tubuhnya layaknya hancur menjadi partikel kecil dan terbawa oleh angin. 
Sebelum hancur sepenuhnya, Halsy sempat tersenyum ke arah Ayahnya, Haikal. 
Dia tersenyum dan berkata, “Jaga dirimu, aku senang bertemu denganmu….. Papah…” 
Haikal hanya terdiam terkejut melihat pernyataan Halsy, dia mengepalkan tangannya, dia terlihat kesal membenci dirinya sendiri. 
Apa yang sebenarnya sudah kamu lakukan… diriku dimasa depan!? Kenapa ketiga putriku harus mengalami hal menyedihkan seperti ini…” 
Lalu beberapa saat kemudian ketika suasana hening karena kepergian Halsy, tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang sangat familiar bagi Haikal. 
Dia datang dari arah markas bangunan Deviluck bersama gadis kecil yang tertidur diatas punggungnya. 
“Haikal?” tanya Savila yang terlihat terkejut. 
“Sa-savila, Evelyn!?” Haikal terlihat sangat terkejut berbalik melihat mereka. 
“Siapa…?” tanya Seraph melirik seseorang yang di sapa oleh Haikal. 
Savila seketika terkejut melihat Seraph, wajahnya benar-benar terlihat khawatir. Begitu juga dengan Jeremy yang terkejut melihat Savila. 
“Sang Elementer terkuat, Savila….” Khawatir Jeremy. 
“Ahhh jadi dia orangnya, seseorang yang sangat membenci Keina,” Seraph melirik Savila dari kaki sampai kepala secara perlahan. 
“Ke-kenapa Sang malaikat jatuh bisa berada di tempat ini, apa kamu berniat menghentikan pelarian kami?” 
“Tidak mungkin…. Aku tidak memiliki urusan dengan kalian,” senyum Seraph memejamkan mata. 
“Ahhh tentu saja, kamu yang sekarang hanya seorang pengkhianat terbesar ras Arcdemons. Jadi kamu tidak mungkin membantu mereka.“ 
“…..” Seraph hanya terdiam tersenyum melihat langit 
Pengkhianat…?” Haikal bergumam dalam hati. 
“Sa-savila, bagaimana caranya kamu menyelamatkan Evelyn?” tanya Haikal masih terlihat tidak percaya. 
“Bagaimana? Aku hanya terus menyerang masuk kedalam, membunuh musuh yang menghalangi jalanku….” 
“Tu-tunggu? Bagaimana dengan Litias, Keina, dan para petinggi lainnya?!” Seraph bertanya terkejut melihat Savila. 
“Selama pertarungan tadi, aku tidak menemui satu pun dari mereka yang kamu sebut tadi.” 
“Begitu? Jadi disini juga, kah?” Seraph berbicara pada diri sendiri, sedangkan Jeremy hanya bisa melirik sahabatya, Seraph. 
“Apa maksudnya itu?” tanya Haikal terlihat penasaran. 
“Ya kami juga sudah mendatangi markas yang berada di Negara Israel, tapi hasilnya nihil. Kami juga tidak menemui mereka,” senyum Jeremy memejamkan mata. 
“Kalian tidak akan menemui mereka, khususnya Keina,” Savila tersenyum bangga. 
“Kenapa kami tidak dapat menemuinya?” 
“Karena aku sudah membunuhnya…..” 
“Pembohong,” jelas Seraph terlihat yakin, dia membalikkan badanya. 
“Dia belum mati, dia tidak akan mati semudah itu… Savila,” lanjutnya tersenyum melirik Savila. 
“Maksudmu dia selamat dari ledakan besar –“ 
“Savila, apa benar orang yang kamu bunuh itu adalah Keina yang  kamu cari?” tanya Haikal terlihat khawatir, dia masih mengingat janjinya dengan Anggela. 
“Ya aku sangat yakin!!” teriak sangat kesal Savila. 
“……” 
Seketika suasana terasa hening untuk sesaat, hening karena teriakan kesal Savila. Mereka hanya terdiam sampai Seraph menghancurkan suasana tersebut dengan berpamintan undur diri. 
“Baiklah Haikal, ini kartu namaku, didalamnya ada nomor handphoneku. Panggil aku kapanpun mau, aku akan datang dengan teleport yang dimiliki oleh Jeremy,”senyum Seraph memberikan kartu namanya pada Haikal. 
“Aku berterima kasih, tapi bagaimana dengan Anggela –“ 
“Ya sama-sama, tenang saja El tidak mungkin melukai Anggela. Kemungkinan besar dia akan muncul sebentar lagi…” 
Anggela, El…!?” Savila terlihat sangat terkejut. 
“Kalau begitu, aku akan tunggu disini lebih lama dan menunggu anak itu,” 
“Lalu setelah itu apa yang ingin kamu lakukan…?” tanya Jeremy tersenyum melihat Haikal. 
“Mungkin aku akan kembali ke Indonesia, menemui Kakakku. Aku sudah terlalu lama membuatnya khawatir.” 
“Begitu…” jelas Seraph dan Jeremy bersamaan, mereka tersenyum melambaikan tangan dan akhirnya menghilang karena teleport milik Jeremy. 
Ah sial, aku lupa menanyakan tujuan mereka…?” Haikal tersenyum sambil bergumam dalam hati. 
“Aku juga Haikal, biar aku yang membawa Eve. Seluruh ras kami lebih mudah menjaganya daripada olehmu sendirian. Apalagi kamu sekarang –“ Savila berjalan pelan menghampiri Haikal. 
“Ya ya, tolong jaga Eve. Lagipula dia memang harus bersama dengan ras nya….” 
“Sekarang perjalananku benar-benar berakh –“ lanjut Haikal tapi perkataanya tidak selesai karena dia mulai mengingat kata-kata dari putri keduanya. 
“Berakhir…?” tanya Savila kebingungan. 
“Tidak, perjalananku mungkin baru saja dimulai,” senyum Haikal memejamkan mata. 
“Eh….?” Savila terlihat cukup terkejut mendengar pernyataan Haikal. 
“Yah terserah, yang jelas aku pergi dulu…” senyum Savila berubah menjadi api biru. 
Evelyn yang berada di punggungnya sama sekali tidak terbakar sedikitpun. 
Dia dan Evelyn terbang ke langit dengan cukup cepat. 
Bersamaan dengan kepergian Savila, muncul sebuah gerbang dimensi yang sebelumnya dibuat oleh El. 
Anggela melompat dari gerbang tersebut. 
Dia tersenyum, dan berkata. 
“Kita akan hentikan Heliasha dan Charles.” 
“Ya, hal itu jugalah yang dikatakan oleh kekasihmu,” senyum Haikal. 
“Aku akan pergi ke Indonesia, menemui Kakakku. Apa kamu mau ikut?” lanjut Haikal bertanya. 
“Tapi bagaimana dengan Helia –“ 
“Tenang, kekasihmu bilang kalau mereka akan muncul dihadapan kita dengan sendirinya.” 
“Begitu, baiklah aku ikut.” 
Mereka melanjutkan perjalananya kembali, pergi ke Indonesia, tempat kelahiran Haikal. 
Mereka berniat menemui Hana Aeldra, Kakak Haikal. 
Tapi di Negara tersebut sudah ada seorang gadis lainnya yang menunggu mereka berdua, khususnya Anggela. 
Di sebuah café kecil di kota yang cukup terkenal, Bandung. Terlihat seorang gadis yang memiliki paras yang sudah kita tampilkan sebelumnya, Herliana Aeldra
Dia duduk sambil menyatukan kedua tangannya, seolah sedang berdoa untuk keselamatan orang-orang yang ia sayangi. 
***

My Dearest Jilid 2 Chapter XVII Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Marcellino Novaldo

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.