21 April 2016

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu Yo Jilid 4 Bab 1 LN Bahasa Indonesia



MONDAIJI –TACHI GA ISEKAI KARA KURU SOU DESU YŌ
JILID 4 BAB 1

Bagian 1
"……Tadi itu benar-benar mimpi yang buruk."
Yō berguling-guling pada ranjang jerami, bergumam. Lampu jalanan meredup, dan sekarang sudah larut malam. Di kota bawah tanah Underground, selalu ada angin sejuk dari tepi sungai, tapi pada saat malam hari anginnya menjadi sedikit dingin. Mungkin karena alasan inilah game utama festival panen diadakan pada siang hari. Besok akan menjadi malam festival di mana game utama, 'The Horsemen of Hippo Camp', akan diadakan. Jadi dia ingin beristirahat sebisa mungkin, tapi mimpi tersebut datang pada saat yang tidak tepat.
(………Ingin berteman dengan gryphon, ya?)
Mengingat percakapannya yang terakhir dengan ayahnya, dia menggenggam kalungnya. Sudah 3 tahun berlalu sejak malam bulan purnama tersebut. Sekalipun pada saat itu, dia tidak terlalu mengungkitnya setelah orang-orang di sekitarnya mengolok-olok ceritanya, tapi sekarang dia dapat mengatakan dengan yakin karena mimpi tersebut baru saja memastikannya— Tempat yang ayahnya tuju saat berkelana adalah dunia ini, dunia Little Garden.
(————)
Menyunggingkan senyuman, dia menghela nafas dan mencoba untuk kembali tidur. Tepat, dia telah berkata bahwa dia ingin melihat 'dunia luar', bahkan tidak dalam mimpinya sekalipun dia berpikir bahwa itu lebih dari sekedar sebuah metafora. Sanak saudaranya berkata bahwa ayahnya adalah seorang pengembara, tapi saat berpikir bahwa dia meninggalkan putrinya untuk pergi berkelanan di dunia paralel, perasaannya jauh melampaui rasa marah hingga dia mau tidak mau tertawa. Saat dia tersenyum pahit, Calico, yang berada di atas bantal, dengan mengantuk mengangkat lehernya.
"…………Nona? Ada apa?"
"Bukan apa-apa. Maaf, aku membangunkanmu."
Dia meminta maaf sambil mengusap leher Calico. Calico mendengkur puas dan bergelung menjadi seperti sebuah bola.
(Kalau kukatakan pada Calico apa yang terjadi pada Ayah………apakah dia akan berkata bahwa kami seharusnya mencarinya?)
Dia menurunkan kelopak matanya dan dalam diam menggenggam kalungnya. Tapi itu adalah hal yang mustahil. Ada tiga alasan kenapa Yō tidak pergi mencari ayahnya setelah datang ke Little Garden. Alasan terbesarnya adalah bahwa Yō dan yang lainnya dipanggil dari era yang berbeda. Dipanggil dari era manapun menandakan bahwa ada kemungkinan dipanggil ke Little Garden pada periode waktu mana pun. Kalau Yō akan menentukan posisinya pada garis waktu, dia tidak akan dapat mengetahui apakah ayahnya berada di 'masa lalu Little Garden' atau di 'masa depan Little Garden'. Jika itu masalahnya, tidak mungkin ada jalan untuk dirinya dapat menemukan dia. Alasan besar lainnya adalah………benar, yang disebutkan sebelumnya dalam undangan:
'Buanglah keluargamu, teman-temanmu, hartamu, dan duniamu, dan datanglah ke Little Garden.'
Buanglah masa lalumu, keluargamu, dan identitasmu, dan datanglah; satu kalimat tersebut menggoyahkan hatinya dan karena itulah dia berada di Little Garden ini. Untuk membuang Yō yang menjauhkan dirinya sendiri dari orang lain, dan hanya membuka hatinya pada para hewan, untuk hubungan yang baru ……… untuk membuat teman baru adalah alasan mengapa dia datang kemari.
Izayoi dan Asuka juga mungkin membuang hal-hal yang sama untuk menjawab pemanggilan mereka. Tapi hanya dia yang menyeret-nyeret masa lalunya, yang memperlambatnya. Terlebih lagi, kali ini dia mencoba untuk menyemangati Izayoi, menyebabkan masalah bagi Komunitas. Dia ingin menghindari kemungkinan menyebabkan masalah lebih banyak lagi daripada ini.
(.........Kalau dipikir-pikir lagi, Izayoi seharusnya datang malam ini, 'kan.)
Yō bangkit dari tempat tidur dan mengambil headphone nekomimi yang ada di sebelah tempat lilin.
(……...Sudah kuduga, mengganti headphone tidak akan berhasil. Aku setidaknya memenangkan gift dari 'Horsemen of Hippo Camp' besok sebagai hadiah……….)
Dan dia akan meminta maaf. Mereka mungkin tidak akan memaafkannya sekalipun dia melakukan itu, tapi itu sudah merupakan aturan yang berlaku di masyarakat pada umumnya.
(Sepertinya Ayesha juga akan berpatisipasi, tapi aku tidak boleh kalah kali ini. Besok, hal pertama yang kulakukan di pagi hari, adalah menemukan seekor Hippocamp yang bisa kuandalkan.)
Dia mempererat genggamannya pada headphone nekomimi tersebut dan kembali ke tempat tidurnya.
……… Tapi mungkin karena dia meluap-luap dengan motivasi, dia begitu bersemangat sehingga dia tidak dapat tidur. Sementara dia memikirkan bagaimana caranya dia dapat tidur, dia mendengar suara dari dawai yang terdengar jelas dari suatu tempat.
(…………Nn……..)
*Triiing*, suara yang membuat tenang menstimulasi gendang telinganya. Itu adalah sebuah suara yang pernah dia dengar sebelumnya, tapi dia terlalu lelah untuk memperhatikannya. Kelopak mata Yō menjadi berat saat itu juga, dan dia tertidur lelap. Mempercayakan dirinya pada Manusia Pasir1 yang lembut, kesadarannya memudar.
Sebuah kilatan petir menyambar bercahaya saat penginapan tersebut runtuh dalam awan debu ke tanah.
"Fugyaa!?"
"W-whaa…………‼?"
Petir menyambar-nyambar, membelah tanah. Ledakan tersebut membuat Yō dan Calico melayang di tengah udara menuju lereng curam Underwood, hampir jatuh ke lereng di mana air terjun besar meluap ke tepian dalam di bawahnya. Memperbaiki posisi tubuhnya dan dengan jejak-jejak rasa kantuk yang menghilang sepenuhnya, Yō dengan segera mulai berpikir untuk memahami situasi ini.
(Suara barusan tadi…………! Itu adalah suara dari harpa yang dicuri kemarin…………!)
Suara dawai yang mencuri kesadaran seseorang. Itu adalah [Golden Harp] yang Yō ambil dari lawannya. Tidak perlu waktu lama baginya untuk menyadari bahwa entah bagaimana, sudah jelas menyimpulkan bahwa benda tersebut diambil kembali oleh musuh. Mengenyahkan si Manusia Pasir, Yō segera memutuskan tindakan untuk bertemu dengan anggota [No Name] lainnya. Tapi petir menyambar-nyambar ke bawah lagi dan lagi, membakar akar-akar dari pepohonan dan menyebabkan permukaan tanah longsor.
Sama seperti aliran air dari air terjun, puing-puing dan pecahan bebatuan berjatuhan setelah ledakan pertama yang melemparkan mereka ke udara. Sambil dengan tangkasnya bermanuver menghindari batu-batu tersebut, Yō melihat seorang gadis Kodama di sudut matanya.
"Kyaa!?"
"Awas!"
Memanggil angin dan melesat terbang, dia menarik tangan gadis Kodama tersebut dari tanah yang longsor. Menghindari akar-akar yang terbakar dari pohon yang tumbang, Yō terkejut karena gadis yang baru saja dia selamatkan.
"Apa kau tidak apa-apa………e,eh? Bukankah kau adalah si resepsionis di festival panen?"
"Y-Ya. Aku Kirino. Kau dari [No Name]……"
"Mhm. Aku juga ingin kita saling memperkenalkan diri, tapi ayo simpan untuk nanti saja."
"Ba-baiklah."
Gadis Kodama yang menyebut dirinya Kirino itu merundukkan kepalanya saat rambut yang berhias ornamen bunganya berayun. Yō memeluk Kirino saat dia terbang melewati reruntuhan. Sementara itu, gelegar halilintar bergema ke seluruh Underwood. Untuk bisa mendapatkan sebanyak mungkin informasi, Yō meningkatkan pendengarannya sampai ke titik maksimal dan menyeleraskannya dengan sekelilingnya. Saat dia melakukannya, dia mendengar sebuah percakapan mencurigakan dari menara pengawas.
"Ka-kabar buruk! Para Titan juga datang kemari‼"
"Apa yang kau katakan!?"
"Sial, mereka keluar dari pekerjaan kayunya di saat seperti ini………‼!"
Tidak berapa lama setelah Yō mendengar ini, bel mulai berdentang memperingatkan orang-orang tentang serangan para Titan. Di tengah-tengah kekacauan hebat ini, ada lebih banyak lagi kabar buruk yang menyusul.
"Bell yang menandakan penyerangan………! Tidak mungkin, bahkan Titan telah muncul………‼!"
Kirino mengeluarkan seruan putus asa saat dia gemetar, berpegangan pada Yō. Tapi masalah Yō berada di tempat lain.
(………… Para Titan juga?)
Dia mengerutkan alisnya dengan risau dan segera setelah itu surat berwarna hitam tersegel mulai berjatuhan dari langit. Saat menyambar surat hitam yang menyentuh ujung hidungnya, Yō tiba-tiba memucat,
"Uh………… Sebuah surat hitam Geass Roll tersegel!? Mungkinkah———!?"
Turun menyentuh tanah untuk menurunkan Kirino, Yō memotong segel tersebut dengan tampak gelisah.
<<NAMA GIFT GAME: "SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING">>
Daftar Peserta:
*Semua makhluk hidup memiliki Circle of Animals5.
*#Karena menghilangnya Circle of Animals, game akan ditunda untuk waktu yang tak terbatas.

Kondisi Kekalahan:
*Tidak Ada [ Peserta yang Mati tidak akan terhitung karena tidak mampu menyelesaikan game]

Larangan:
*Tidak ada.

Hukuman:
*Batasan waktu akan dijatuhkan pada semua peserta yang ditargetkan dan yang bertempur melawan pemimpin game.
*Batasan waktu akan berputar terus menerus yang terjadi setiap sepuluh hari.
*Pilihan hukumannya akan dipilih secara acar dari [Disula], [Disalibkan], dan [Dikurbankan].
*Satu-satunya cara untuk bebas dari hukuman adalah dengan menyelesaikan game atau selama masa jeda game.
*#Kematian peserta tidak termasuk dalam syarat untuk bebas dari hukuman dan mereka akan terus menderita tanpa batas.

Kondisi Kemenangan Host:
*Tidak Ada.

Kondisi Kemenangan Peserta:
*Bunuh pemimpin game: [Raja Iblis Draculea]
*Bunuh pemimpin game: [Leticia Draculea].
*Kumpulkan kepingan-kepingan konstelasi yang rusak, dan bawalah Circle of Animal untuk dipersembahkan pada tahta
*Ikuti prosedur yang ada dan gunakan Circle of Animal yang telah dipulihkan pada tahta sebagai sebuah panduan, seranglah jantung dari revolusionis yang terikat pada rantai.

Sumpah : Dengan ini aku menghormati kondisi di atas demi kebanggaan, bendera kami, dan Host Master untuk menjunjung tinggi Gift Game ini.

" " Segel
"Ga…………Game macam apa ini………!?"
Isi surat tersebut benar-benar sebuah omong kosong. Yō telah tinggal di Little Garden selama dua bulan, tapi ini adalah pertama kalinya dia melihat sesuatu seperti ini. Yang paling menarik perhatiannya adalah syarat penalti kejamnya. Itu sama sekali berbeda dengan Gift Game yang Yō lihat sampai saat ini, asing dan sarat dengan kekejaman.
(D,Dan di sini dikatakan bahwa Leticia adalah game masterya………Apa yang sedang terjadi————!?)
"Berbahaya, cepat menyingkir‼"
Dia melompat mundur berkat teriakan Kirino. Tepat di sebelah mereka berdua, dua objek besar seperti kumpulan batu, jatuh. Yō melihat pada dua kumpulan batu tersebut, terperangah oleh momentum mereka, yang terlihat sedikit aneh karena disebabkan oleh longsoran. Mereka menatap untuk sesaat, tapi tanpa informasi lain, mereka tidak tahu harus bagaimana.
Kita harus kembali ke permukaan, pikir Yō saat dia membalikkan badan, dan kemudian———
Banyak tentakel menyambar dari kumpulan batu, menangkap Kirino.
"Kyaa‼"
"K-Kirino………!?"
*Sial* adalah kata yang terlintas di pikirannya tapi terlalu terlambat untuk menyesalinya. Melihat kumpulan batu tersebut, benda tersebut tidak hanya menumbuhkan sepuluh tentakel besar, tapi juga empat kaki, dan mulai bergerak. Sebagai tambahan, kumpulan batu lainnya juga memancarkan hawa panas yang hebat dari seluruh tubuhnya dan menjadi seekor salamander sepanjang 20 kaki; napas berapinya menyembur, membakar habis sebuah rumah.
"No, No, Nona! Batunya berubah menjadi seekor monster!?"
"…………Seekor salamander dan…………seekor monster tentakel…………!?"
Kedua monster tersebut tidak sebesar Titan, tapi keberadaan mereka terasa jauh lebih mengancam. Merasa membutuhkan bantuan, Yō melihat ke sekelilingnya untuk mencari pertolongan, tapi dia tidak menemukan seorangpun. Yō melirik para penghuni Underwood, yang sedang berlarian ke sana ke mari menghindari akar-akar pohon yang terbakar dan longsoran, dan dengan sebuah tatapan penuh tekad, dia menurunkan kucing Calico dari lengannya.
"No, Nona………!"
"………Calico, aku akan menghadapi mereka berdua, jadi temukanlah Asuka."
"Ba, baik, tapi menghadapi dua monster itu………!"
"Aku akan baik-baik saja. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang gila. Saat aku menyelamatkan Kirino, aku akan menemuimu———Pergilah!"
Saat dia mengatakan ini, Yō lepas landas dalam sebuah pusaran angin. Mengetatkan gigi-giginya, Calico membalikkan badannya dan berlari. Detik berikutnya, sebuah kilatan cahaya pucat petir berwarna putih kebiruan menerangi langit malam Underwood.

Bagian 2
Duaak‼ Benturan keras di bagian belakang pertemuan kepala dan lehernya akibat gelombang kejut, membangunkan Kudou Asuka dengan sebuah hentakan. Dia, yang tadinya tertidur lelap, terbangun setelah kepalanya terbentur keras hingga membuatnya dapat melihat bintang-bintang dengan air mata yang segera memenuhi matanya karena rasa nyeri yang muncul.
"Ow…………!? A, Apa-apaan itu tadi………!?"
"………..Kau kedengarannya sangat santai."
Sebuah suara tenang, sekaligus tidak senang terdengar dari belakangnya. Dia mengerutkan alisnya dengan kesal saat berbalik, dan di sana ada seorang gadis dalam armor putih bersih dan pakaian terusan——Faceless. Di sebelahnya adalah gunungan puing yang kelihatannya terbentuk akibat ledakan. Jika melihat sekelilingnya, yang terlihat adalah lautan api dan kekacauan yang lepas kontrol. Sudah jelas ini adalah sebuah keadaan darurat. Asuka bukan seseorang yang baru bersemangat setelah bangun tidur di pagi hari, tapi bahkan dia sendiri pun tidak akan dapat merasa mengantuk dalam situasi ini. Asuka melompat berdiri dan menenangkan dirinya, kemudian menanyai Faceless dengan mantap.
"…………Apa yang terjadi? Apakah para Titan menyerang?"
"Siapa yang tahu? Bagaimana kalau kau melihat-lihatnya sendiri?"
Faceless membalas dengan dingin sebelum memutar tumitnya. Bahkan dalam situasi yang abnormal ini, dia tidak menunjukkan tanda-tanda bekerja sama, yang membuat Asuka menanggapinya dengan tampang menghina.
"Hei kau, ini bukan waktunya untuk bermain-main——"
———Angin bersiul tajam. Saat angin tersebut membelai pipi Asuka, ada suara sebuah makhluk besar yang ambruk di belakangnya. Asuka berbalik dengan bingung———di sana terbaring seekor naga dengan sisik-sisik dalam pola beracun, lehernya ditebas dalam sekali serang. Klink, suara sebilah pedang yang disarungkan terdengar di belakangnya. Asuka kemudian menadari bahwa serangan tersebut adalah hasil pekerjaan Faceless. Di saat yang sama, rasa gemetar menuruni tulung punggungnya.
Sekalipun dia berdiri tepat di depannya, dia sama sekali tidak menyadari apa yang telah dia lakukan dengan pedangnya. Jika targetnya adalah Asuka alih-alih si naga, dia akan tewas sebelum menyadarinya. Faceless memberikan tatapan menghina dari bawah topengnya sebagai balasan, kemudian tersenyum, menertawakan.
"Bukan hanya aku yang harus tahu tempatnya. Tidak memberikan sepatah kata pun untuk berterima kasih setelah diselamatkan sebanyak tiga kali, mungkin kau dibesarkan dengan cara yang menyedihkan?"
"…………Uu…………!"

Wajahnya bersemu merah karena malu dengan rasa amarah yang hampir meledak terbentuk dalam hatinya, tapi dengan mengerahkan seluruh tubuh dan harga dirinya, dia entah bagaimana dapat menahannya. Dia tidak menyukai nada bicaranya, tapi Faceless benar. Kalau dia membalas perkataannya di sini, dia harus menghadapi rasa malu lagi dan lagi. Tapi dia tidak dapat begitu saja berterima kasih padanya, dan saat dia menjengkel, suara Jin Russel datang dari tebing di atasnya.
"Asuka-san! Jadi kau baik-baik saja!"
"Jin-kun………!"
Jin meluncur turun pada akar-akan pohon yang rusak. Di sebelahnya adalah Pest dalam seragam pelayan.
"………Kasukabe-san dan Leticia tidak bersamamu?"
"I, Itu benar. Kami menginap di tempat yang sama, tapi………"
Saat Jin memberikan jawaban tak jelas, bahunya merosot turun. Asuka melihat Pest yang diam dengan tatapan bertanya-tanya, tapi gadis itu tidak membalas tatapan Asuka, dan dalam diam memperhatikan langit malam yang diselimuti awan badai.
"………Jin. Akan lebih baik kalau kita pergi secepatnya."
"Eh?"
"Kontraknya berefek, sehingga akan menjadi masalah kalau kau tewas, dan aku memang berniat untuk melindungimu, tapi———melindungimu dari itu bahkan akan terbukti sulit bagiku."
Bahkan dengan tatapan tenang dan fokus, butir-butir keringat dingin muncul di wajahnya. Bingung, semua orang melihat ke langit dan kemudian,
"─────GYEEEEEEEEEEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaEEEEEEEEEYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaa!!!"
———Apa yang mereka lihat adalah sebuah pemandangan dari mitologi. Raungan naga raksasa yang menggetarkan langit dan bumi terdengar di seluruh Underwood. Raungannya mustahil untuk dimengerti dalam bahasa manusia, tapi hal tersebut menunjukkan keberadaannya yang luar biasa. Diserang oleh raungan yang dapat meledakkan gendang telinga, mereka hanya dapat terpana menatap langit.
"J, Jin-kun………barusan tadi,"
"Seekor naga berdarah murni………! Tidak mungkin, kenapa class terkuat turun ke sini……….!?"
Kata-kata yang dilontarkannya dipenuhi dengan rasa takut. Mereka telah melihat berbagai macam keajaiban setelah datang ke dunia Little Garden, tapi tidak satu pun dari mereka yang bahkan dapat dibandingkan dengan sosok luar biasa ini. Muncul dari dalam awan badai yang tebal adalah sesosok naga yang ukurannya berada pada proporsi skala luar biasa besar. Sebuah hawa dingin menuruni tulang punggung Asuka, tapi dia mengetatkan giginya supaya menutup dan menahan rasa gemetarnya.
"…………Jin-kun. Ayo cari yang lain. Selain Izayoi-kun, aku mengkhawatirkan mereka."
"Te, tentu."
Jin mengangguk menanggapi. Menemukan tangga yang hampir tidak dapat digunakan pada permukaan berbatu-batu, semuanya mulai berlari di atasnya, tapi Pest menarik lengan baju mereka untuk kembali.
"Jin, tetaplah di dekatku."
"P, Pest?"
"———Dia datang‼"
Suara Pest menegang. Langit malam mengikuti dengan kilatan petir. Naga yang telah muncul dari langit badai mengeluarkan sebuah raungan; sisik-sisiknya bertebaran seperti peluru ke penjuru Underwood. Sisik-sisik tersebut berubah menjadi ular-ular besar, salamander, dan kalajengking besar berekor lima. Menghadapi rabid beast panggilan ini yang mencoba untuk membanjiri Underwood, Asuka mengangkat kartu Giftnya sebagai persiapan untuk bertempur.

Bagian 3
———Markas Utama Festival Panen Underwood.
Aliansi [Draco Greif] telah menjadi kacau balau. Para pembawa pesa bahkan tidak dapat menyampaikan pesan mereka dengan jelas pada para pelayan di tengah keadaan membingungkan ini, dan kerja sama antara komunitas sudah hampir tidak ada. Sementara kekacauan menyebar, Sala Doltrake, sang administrator duduk tepat di bawah bendera Aliansi, melipat lengannya dan menanti sepotong informasi. Tergantung dari situasi informasi tersebut———tidak diragukan lagi bahwa krisis ini akan semakin memburuk, pikirnya sambil mencengkeramkan tangannya yang berkeringat.
(Master Lantai Selatan telah dikalahkan, dan untuk menghancurkan penerus mereka, seorang Raja Iblis muncul………Ini terasa seperti déjà vu. Ini seperti kejadian 3 tahun yang lalu.)
Apa yang terus menerus muncul dalam hatinya adalah ingatan tentang aliansi yang Salamandra bentuk dengan komunitas lain di masa lalu di bawa matahari terbenam. Itu adalah sebuah kejadian yang mendorong Sala, sang penerus pertama, untuk melarikan diri dari kampung halamannya. Mengingat kembali tragedi masa lalunya, dia duduk di kursi administrator, masih melipat lengannya sambil menunggu laporan tersebut. Segera setelah itu, seorang pembawa pesan menerobos masuk, terengah-engah.
"A, Administrator‼ Saya kembali dari area utara‼"
"Kerja bagus. Jadi, bagaimana keadaan di utara?"
"Y, Ya. Seperti yang anda katakan, seorang raja iblis juga telah muncul di dekat bagian utara floor master. Saat ini, sebagian dari Aliansi Salamandra-Demon Princess telah diserang oleh monster dan dibuat menjadi tak berdaya!"
"…………Aku mengerti. Kedengarannya mereka tidak akan dapat mengirimkan bantuan."
Sala mengencangkan genggamannnya. Sala mencoba untuk menyampaikan rasa terima kasihnya, tapi saat itu juga, pembawa pesan berikutnya menerjang masuk.
"A, Administrator! Kabar buruk! Kami telah diberi tahu bahwa seorang raja iblis juga telah muncul di dekat Shiroyasha di timur, dan dia saat ini tidak dapat dijangkau………..!"
Pembawa pesan dari utara memucat seakan dia akan pingsan karena berita dari pembawa pesan yang menerabas masuk dari timur. Walaupun tidak terlihat di wajah Sala, tapi hatinya saat ini sangat bergejolak.
(………Daerah selatan telah dihancurkan, dan para raja iblis telah muncul di utara dan timur. Terlebih lagi, mereka sepertinya menargetkan floor master dan kandidat penerus mereka. Ini bukanlah suatu kebetulan.)
Para raja iblis berkemauan kuat, sepertinya berada di bawah kendali seseorang, secara serempak memulai penyerangan pada para floor master. Kalau ini benar, maka berita-berita buruk ini dapat dikatakan sebagai sesuatu yang amat sangat mengejutkan. Seorang raja iblis yang semula menempatkan raja iblis lainnya di bawah kontrol mereka, sama sekali bukan hal yang tidak biasa. Tapi itu hanya dalam kasus seperti raja-raja iblis Zoroaster atau Grimm Grimoire yang mengggunakan pemanggilan penciptaan dari dasarnya, atau seperti Heavenly Ones, mengumpulkan semua cabang mereka di bawah sebuah bendera. Seorang raja iblis membawa bendera mereka sendiri tidak akan mencampurkan bendera mereka dengan milik orang lain. Alasan utama mengapa seorang raja iblis juga dapat dianggap sebagai bencana alam adalah karena harga diri mereka yang begitu tinggi. Jadi dengan mengikuti kesombonganmu, tanpa ada prediksi atau persiapan apapun, tidak akan ada akhir yang lain selain diserang dan dihancurkan oleh badai yang mengamuk. Dapat menguasai bencana-bencana alam ini seakan mereka sedang bekerja sama, mungkin tidak ada mimpi yang lebih buruk lagi daripada ini.
(Selama para floor master tidak dapat bergerak, Aliansi [Draco Greif] tidak akan mampu menundukkan raja iblis. Tapi sebagai pihak sponsor, adalah tanggung jawabku untuk setidaknya membawa para peserta ke gerbang luar…………‼)
Sala berdiri dari bangku administratornya, dan berbicara pada kedua pembawa pesan tersebut dengan tegas.
"Terima kasih untuk kerja keras kalian. Aku ingin kalian untuk tetap merahasiakan tentang situasi di utara dan di timur. Mengungkapkan hal ini secara sembrono akan menyebabkan kebingungan menyebar dengan sia-sia. Kalian berdua akan pergi ke ketua Four-Legged dan katakan padanya untuk menyiapkan banyak kereta berkuda dan kereta perang sebisa mungkin untuk membawa para peserta ke gerbang luar. Sementara kita menarik perhatian dari pasukan Titan, para peserta harus dibawa ke tempat yang aman!"
"S, Siap!"
Kedua pembawa pesan itu meninggalkan ruangan utama, merosot menuruni dahan-dahan besar pohon itu. Untuk mempersiapkan kemunculannya melawan Titan, dia memasangkan pedangnya yang biasa dan gift berbahan dasar logam favoritnya pada pergelangan tangan dan kaki. Gift ini juga untuk meningkatkan kekuatan apinya.
(Yang Mulia Raja Pertama———tanpa tanduk naga dari Raja Naga Bintang-Bintang dan Laut, aku hanyalah seseorang dengan darah campuran, saudara jauh naga. Marilah kita lihat seberapa jauh aku dapat melakukannya dengan gift yang kumiliki ini………!)
Dengan raut wajah tegang, Sala meneruskan persiapannya. Tapi, seakan mengenyahkan jauh atmosfir tegang tersebut, Kuro Usagi datang terbang melewati jendela.
"Sala-sama! Kau baik-baik saja!"
"Kuro Usagi-dono………tunggu, kau datang tepat pada waktunya. Kumpulkan kawan-kawanmu dan bersiaplah untuk pulang. Sementara kami menghadapi para Titan, No Names juga sebaiknya berlindung———"
"Tidak perlu! [SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING] akan segera ditunda untuk mediasi karena resolusi hasil yang dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh! Tidak ada tanggapan dari sang host, tapi kurasa kita akan seharusnya mendapatkan waktu penundaan setidaknya untuk seminggu!"
Sala menarik napas dalam-dalam, dan rona wajahnya telah kembali.
"Aku mengerti………! Dengan seorang wasit, game dapat ditunda untuk sementara waktu!"
"Yes! Jadi pertama-tama, aku ingin memintamu untuk menyapu habis rabid beast di Underwood!"
Kuro Usagi mendengarkan dengan sungguh-sungguh saat menjawab. Sala memiliki sebuah petunjuk tentang bagaimana caranya menyerang balik, tapi sebaliknya, dia mengungkapkan sebuah nada gelisah.
"Itu tidak masalah untukku, tapi para Titan sudah hampir di sini. Apa yang akan kita lakukan dengan hal itu?"
"Tentang itu————"
"A, A, Administrator‼ Sebuah keadaa darurat‼"
Menerabas masuk dan terengah-engah adalah seorang beastman pembawa pesan yang berbeda dari yang sebelumnya. Penasaran dengan apa yang terjadi, Sala bertanya dengan ekspresi tegas.
"Ada apa? Ada masalah?"
"Bu, Bukan begitu! Sebenarnya, di satu sisi, anda bisa mengatakan demikian, tapi………!"
Dia terlalu terkejut untuk menjelaskannya dengan kata-kata. Itu mungkin adalah cara terbaik untuk keterkejutan si pembawa pesan. Bagi Sala, kepanikan si pembawa pesan itu mengagetkan. Sekalipun dia telah berpapasan dengan Titan, dia tidak akan sepanik ini. Terlebih lagi, wajah si pembawa pesan, sementara terlihat terkejut entah untuk alasan apa, tidak terlihat menunjukkan tanda-tanda ketakutan. Jika ekspresi aneh di wajah si pembawa pesan itu dituangkan dalam kata-kata———seakan-akan semua hal mengagumkan di langit dan di bumi telah berkumpul; dia seperti telah melihat kemunculan seorang petualang misterius yang luar biasa aneh dengan level yang tidak dapat dipercaya———sederhananya, ekspresi rumit semacam itu tergambar di wajahnya yang sempurna. Sementara Sala bertanya-tanya tentang hal ini, dia mengomeli si pembawa pesan yang tidak memenuhi tugasnya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi jika ini adalah sebuah keadaan darurat, maka cepatlah! Sementara kita membuang-buang waktu seperti ini, para Titan akan————"
Mendekati, tapi dia tidak sempat untuk menyelesaikan kalimatnya. Saat dia mencoba untuk mengucapkan kata terakhir, yang terjadi tepat sesudahnya adalah———sesosok Titan telah melesat melewati jendela.
"………Hah………!?"
Praaang‼! Jendela tersebut pecah dengan sempurna. Kemudian pohon besar itu berguncang dan bergetar hebat. Sala tiba-tiba menjadi kehilangan kata-kata. Si pejuang Titan, diselimuti debu dan puing dari kepala hingga kakinya, tidak hanya melayang masuk, tapi diserang oleh sebuah kekuatan yang cukup kuat untuk menghancurkan armornya dan pingsan.
"A………Apa yang terjadi?"
Dia tidak apa yang telah terjadi. Itu terlihat di wajah Sala. Di sebelahnya, Kuro Usagi, dengan ekspresi tak nyaman yang tak biasa, memberikan penjelasan lambat-lambat.
"Y-Yah………Titan ini mungkin dilempar ke sini oleh salah satu rekan kami………"
"………Dilempar?"
Sala secara refleks bertanya. Tapi Kuro Usagi tidak mengeluarkan suaranya untuk membenarkannya. Sementara Sala merasa ragu-ragu tentang ini, dia pergi melewati dinding yang runtuh dan melihat ke bawah ke medan pertempuran di mana para Titan dan Aliansi [Draco Greif] sedang bertempur. Underwood meliputi daerah seluas 500 meter dengan pohon air raksasa yang terkenal karena ukurannya. Dari sisi pegunungan di mana markas utama Festival Panen berada, dia dapat melihat seluruh medan pertempuran. Di situ, Sala terkejut untuk kedua kalinya. Garis depan Draco Greif, yang seharusnya sudah terdorong mundur ke bagian terdekat kota dalam beberapa menit———telah kembali maju, mengamankan jalur menuju ke gerbang luar. Dan, yang memimpin mereka di depan, adalah seorang pemuda.
"Tidak mungkin………pemuda itu melempar seorang Titan sampai ke sini?!"
Bagaimana mungkin‼? Suara Sala menjadi serak. Baginya, yang telah hidup selama 200 tahun, dia tahu dengan baik batasan dari tubuh manusia. Sekalipun orang itu mendapat kekuatan dewa dari spirit suci, adalah hal yang mustahil bagi pemuda itu untuk memiliki kekuatan luar biasa semacam itu. Sala merasa bingung, tapi si pembawa pesan yang sedang berdiri di dekatnya, untuk mendukung perkataan Kuro Usagi, menambahkan perkataannya sendiri.
"Administrator. Usagi-dono tidak berbohong. Dan jika boleh saya menambahkan, penyerangan terhadap para Titan itu, si pemuda itu sendiri………ah, tidak……itu, lebih tepatnya! Pemuda itu mencoba sendirian untuk menghancurkan para Titan dengan paksa‼"
"………..Apa,"
Sala menatap ekspresi mengancam si pembawa pesan dengan mulut setengah terbuka, terguncang. Dia kembali sadar ketika Titan kedua melesat.

Bagian 4
—————Dataran Tenggara Underwood.
Gry, yang bertempur di garis depan, membeku saat dia memandangi pemuda itu. Sekalipun dia telah bersiap untuk mati dalam pertempuran ini sejak awal, sekarang dia berdiri diam, seakan jiwanya telah meninggalkan dirinya. Semuanya yang ada di Aliansi [Draco Greif] yang seharusnya juga tadinya memiliki tekad tragis yang sama, sekarang berhenti bergerak, menahan napas saat mereka mengawasi garis depan. Garis depan dipenuhi dengan satu pasukan besar yang dipimpin oleh para Titan dan gerombolan hewan buas ganas yang tidak ada habisnya. Di langit terdapat naga raksasa. Di daratan terdapat rabid beast dan para Titan.
Bentang alam Underwood adalah pemandangan air yang spektakuler dan mengagumkan, tapi saat ini, hari-hari itu mendekati akhirnya dengan kekuatan penghancur dari para monster. Festival panen diadakan untuk memulihkan kembali Underwood yang diinjak-injak para monster dan menjadi padam. Dalam situasi ini, hanya ada dua jenis orang yang tidak akan merasa putus asa di seluruh Little Garden. Mereka mungkin adalah orang yang santai, yang diperkuat dengan mental sekeras baja, atau———seorang pejuang tangguh yang bahkan tidak merasa takut pada dewa perang.
"………Hmmm? Aku pernah mendengar tentang Titan suku Celtic, jadi kupikir mereka adalah sekumpulan para dewa. Sepertinya aku harus mengubah cara berpikirku. Jadi pada dasarnya, kalian semua bukanlah apa-apa selain para manusia yang berubah menjadi Titan, struktur dasar dari eudemon……… Tapi jatuh ke dalam keadaan sulit ini setelah melawan seorang bocah sepertiku, tidakkah para leluhur kalian akan meratap saat ini?"
Dia menepuk-nepuk seragam sekolahnya di bagian bahunya dengan rasa kecewa saat dia melirik pasukan Titan. Sebagai balasan untuk setiap tindakannya, tidak hanya Titan, bahkan sekutunya juga gemetar dan mundur. Di kakinya terdapat beberapa ratus Titan yang kalah dan berserakan pecahan-pecahan armor yang hancur. Potongan-potongan daging bertebaran di mana-mana dari rabid beast yang dipanggil oleh naga raksasa tersebut. Mungkin tidak ada penjelasan yang bagus untuk penolong tak dikenal ini. Bahkan Gry, yang mengenal wajah ini, berdiri terhenyak dan terheran-heran dengan kemampuan tidak masuk akalnya ini.
"Ada seseorang sekuat itu………tersembunyi di dalam komunitas No Name………!?"
Gry dengan berani, dalam artian yang berbeda, memanggil mereka No Name. di Little Garden para dewa ini, orang sekuat ini, namun tanpa kebesaran apapun, hanya dapat mengatakannya sebagai sebuah ironi, dia berani mengatakan itu dalam pikirannya. Para Titan, rabid beast, keputusasaan yang menguasai anggota Draco Greif, semuanya dihancurkan oleh pemuda ini———Sakamaki Izayoi, dengan tatapan kurang ajar di matanya, meludah pada para Titan.
"Aku akan mengatakan ini sekali saja. Pergi dari sini sekarang juga, makhluk-makhluk gagal. Aku tadinya sangat menantikan festival panen ini. Sudah cukup bahwa aku harus menghadapi kadal terbang itu, jadi jangan membuat lebih banyak masalah lagi untukku." Izayoi mendecakkan lidah. Karena nada bicaranya yang congkak, waktu kembali bergerak sekali lagi di medan pertempuran. Pasukan-pasukan Titan, mengganggap perkataan Izayoi sebagai ejekan, mengeluarkan teriakan perang, dan sekali lagi memfokuskan perhatian mereka untuk menyerang Underwood.
"UOOOOOOOOOOooooooo—————‼!"
Para pejuang Titan menerobos barisan depan. Mereka sepertinya tidak bersenjata. Mereka mungkin berpikir bahwa pedang tidak berguna, jadi mereka datang dengan tangan kosong. Mereka mencoba setidaknya membatasi pergerakan Izayoi dengan mencengkeramnya, tapi dengan kecepatan luar biasa, Izayoi menghindar. Izayoi melanjutkan dengan melompati bagian belakang kepala para Titan seperti melompati batu-batu loncatan. Titan yang diinjak terdorong wajahnya lebih dulu ke tanah. Tapi ini adalah sebuah kesalahan untuk menari melewati udara. Selama dia adalah seorang manusia, adalah kenyataan bahwa dia tidak dapat terbang. Para raksasa itu memutuskan bahwa perang ini adalah kesempatan mereka untuk menang, jadi mereka meleparkan rantai secara serempak dari segala arah dan menangkap Izayoi.
"UOOOOOOOOOOooooooo—————‼!"
Dua, tiga, empat, lima kali lipatnya rantai bertumpuk. Kemudian, para Titan menambahkan kekuatan besar mereka, berniat untuk memadatkan rantai itu, yang berkeriat-keriut nyaring. Untuk menghabisi Izayoi, yang terikat berlapis-lapis rantai, para Titan berdiri di belakang sebuah tesla coil yang berdiri tegak. Sekalipun kekuatannya tidak dapat menyamai petir yang ditembakkan si naga, itu adalah sebuah bola lampu yang dapat melepaskan cukup panas untuk melelehkan besi. Jika mereka menembakkannya, sudah jelas para Titan tidak akan dibiarkan tanpa cedera. Tapi para Titan yang sedang menahan rantai itu tidak menunjukkan niat untuk melepaskannya. Sepuluh Titan yang menahan Izayoi———siap untuk mengorbankan nyawa saat mereka mencengkeram rantai itu.
"I,Ini gawat‼"
Gry mengeluarkan suara tidak sabar. Dia mungkin dapat melihat harapan kematian di mata mereka. Menyalurkan kekuatan ke anggota tubuhnya, dia melesat untuk membantu. Tapi itu sangat terlambat. Para Titan yang menegakkan Tesla Coil itu melirik kawan-kawannya dan mengangguk membalas tekad mereka. Saat raungan halilintar mendekat, membawa hidup dan kebanggan para Titan———
"———Haah, aku mengerti. Jadi harga diri kalian masih ada, makhluk-makhluk rendah———‼!"
———Dia tersapu oleh sebuah serangan yang menguncang bintang-bintang. Rantai-rantai yang para Titan gunakan untuk mengikat Izayoi pecah menjadi berkeping-keping, dan tangan kanan mereka hancur dalam petir. Para Titan diperlengkapi dengan topeng, tapi ekspresi tidak percaya mereka dapat terlihat. Sebagai eudemon manusia, dan sebagai sesama manusia, karena inilah mereka dapat merasakan pada tulang-tulang mereka bagaimana tidak masuk akalnya manusia yang tidak biasa ini. Berlawanan dengan hal tersebut mata Izayoi mulai bercahaya dengan kegirangan.
"Wah, kurasa tidak sopan memanggil kalian para makhluk tak berguna. Maaf. ———Mereka yang siap untuk mati, dan mereka yang siap untuk membunuh mereka. Setelah melihat itu, aku benar-benar tidak dapat menganggap remeh kalian. Tapi sebaliknya, aku harus bertanya kepada kalian, kenapa kalian semua melakukan tindakan yang sangat kriminial…………"
"—————………o, OOOOOOOOOOooooooo—————‼!"
Seakan menyingkirkan pertanyaan Izayoi, para Titan meneriakkan seruan perang dan menyerbu. Kalau musuh menyerbu maju, maka dia harus mendorong mereka mundur. Izayoi menyimpan kecurigaan samarnya ini dalam hatinya saat dia melompat ke dada seorang Titan dan meninju menembus armornya, membuatnya terbang. Rantai Titan tersebut pecah berkeping-keping, dan momentumnya yang membawa dia sepanjang jalan ke garis belakang tak mereda, malah menerbangkannya beberapa ratus meter, terjerat dengan Titan-Titan lainnya.
Setelah memastikan bahwa mereka rubuh untuk sesaat, Izayoi kemudian menghadapi sekutunya, Aliansi Draco Greiff, dan dengan tanpa rasa taku menanyai mereka juga.
"Ngomong-ngomong, aku punya beberapa pertanyaan tentang sekutu kita di sini juga, tapi………kalian semua di Aliansi Draco Greiff, berapa lama lagi kalian akan berpura-pura berputus asa?"
"A, Apa………!?"
Sebuah dengungan menyebar pada beberapa eudemon, termasuk Gry. Ada beberapa yang merasa terhina, dan yang lain merasa gusar dengan perkataan Izayoi. Semua macam reaksi muncul. Izayoi tidak mengerti apa yang mereka katakan, tapi setelah melihat reaksi mereka, dia menyadari bahwa adalah hal yang mungkin untuk berkomunikasi dengan mereka, jadi dia memanas-manasi mereka dengan keluhan yang dibuat-buat.
"Seperti yang kalian lihat, musuh telah siap untuk mengorbankan 10 dari mereka untuk membunuhku. Cara bepikir seperti itu, tidak salah lagi adalah lawan yang mengagumkan. Harus kukatakan, itu hal yang gagah berani. ………..Setelah melihat cara berpikir musuh bebuyutan seperti itu, Aliansi Draco Greiff, yang menjunjung tinggi simbol keberanian, tidak mungkin tersedu-sedu seperti para pecundang."
"…………Ugh………!"
Izayoi mendengus saat dia merasa telah tepat sasaran. Anggota Aliansi memamerkan taring-taring mereka, menggeram, tapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Seperti yang dia katakan, bendera Gryphon umumnya digambari dengan simbol keberanian dan kehormatan. Jika ini adalah sebuah komunitas dengan martabat raja, maka ini juga dapat digunakan sebagai pertunjukkan kedaulatan kekuasan.
Elemen dari rajawali, raja di langit, dan singa, raja di daratan, ada pada makhluk eudemon ini. Dengan mempertanyakan makna sebenarnya dari bendera mereka, Izayoi telah memanas-manasi anggota aliansi. Caranya berbicara jelas sangat menyebalkan, tapi kata-katanya benar, dalam cara yang buruk. Mereka ingin menanggapi tapi tidak dapat melakukannya, saat gumaman menyebar di antara kumpulan tersebut. Izayoi secara singkat memeriksa reaksi mereka, tapi menggantikan seringaian di wajahnya dengan sebuah ekspresi serius.
"…………Hadapi saja kenyataannya. Festival panen besar ini dimaksudkan untuk restorasi Underwood. Orang-orang itu yang melakukan tindakan pengrusakan pada festival ini, melempar lumpur pada keinginan terdalam kalian. Menakut-nakuti rekan-rekan dan tanah kalian, dan mengangkat senjata melawan harga diri dan bendera kalian. Setelah menerima penghinaan sebanyak ini, di dalam hari para anggota Draco Greif———seharusnya bukanlah keputusasaan, tapi kemarahan yang beralasan."
Kali ini, dia berbicara serius dengan setengah menghina. Seperti itu jugalah yang Izayoi rasakan. Sekalipun kebanggaan Aliansi [Draco Greif] diinjak-injak, diludahi, dan terluka……di hadapan musuh bebuyutan mereka, mereka tidak dapat membiarkan amarah mereka meluap. Ini membuat frustrasi dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
"Kalau kalian tidak akan bergerak lagi setelah ini, maka itu tidak masalah juga. Itu mungkin adalah rahasia kesuksesan Aliansi [Draco Greif]——— Tapi jangan lupa. Kalau kalian tidak akan berdiri untuk melawan musuh bebuyutan kalian, kenyataan bahwa kalian bersembunyi di belakang punggung [No Name] yang rendah untuk dapat selamat, akan menjadi sesuatu yang bahkan ditertawakan generasi kalian yang akan datang."
"………Cih………kau sudah keterlaluan, bocah………!"
"Mereka sudah mendapatkan sedikit kesempatan, tapi pada akhirnya, mereka hanyalah makhluk seperti monyet bermoral rendah yang tidak memiliki cakar ataupun taring!"
"Ya! Bocah itu mungk sudah menghancurkan 20 Titan dengan tinjunya, tapi kita telah menghunjam mereka dua kali lipat lebih banyak dengan tanduk kita! Kita tidak lebih rendah dari mereka semua‼"
Menerima dorongan kasar Izayoi, sebuah seruan semangat perang dan celaan terdengar nyaring dari para eudemon. Tidak peduli berapa besar kekuatannya, Izayoi tidak berpengalaman. Belum lagi, diceramahi oleh seorang bocah manusia seperti itu, bahkan mereka pun akan merasa marah. Para penghuni Sisi Selatan yang toleran juga telah memiliki batas kesabarannya.
Aliansi [Draco Greif] terpicu kemarahannya terhadap Izayoi. Tapi hanya Gry, yang telah kehilangan penunggangnya, berada dalam situasi yang berbeda. Kehilangan partner yang menemaninya selama bertahun-tahun, karena alasan tersebutlah perkataan Izayoi mengena ke hatinya dengan begitu dalam.
(…………Tanah kelahiranku ketakutan, meskipun kehilangan penunggangku, dalam keadaan sulit ini……sekalipun bocah itu menertawaiku, memang sudah semestinya.)
Gry mengangkat kepala rajawalinya dan melihat punggung tubuh singanya. Partner yang dia bawa selama bertahun-tahun tidak ada lagi di situ. Dalam pertempurannya sehari-hari, penunggangnya terkena serangan anak panah dan jatuh, tidak pernah terlihat lagi.
Dia menjadi mati rasa dengan semua berita buruk yang terjadi satu demi satu, tapi kemarahan dan rasa kehilangannya tersimpan begitu mendalam.
(Menghadapi pertarungan sulit setiap hari, dan kurangnya ambisiku sampai saat ini. Tidak mungkin hal menjijikkan tersebut menjadi salah satu dari suku raja-raja makhluk buas dan figur Komunitas ini………‼!)
———Gryphon, dari semua suku, telah mengalah pada rasa takut terhadap musuh alih-alih kesedihan karena kehilangan rekannya. Berselimutkan amarah terhadap rasa rendah dirinya, Gry, dengan segenap kekuatannya, gemetar saat meraung seperti seekor hewan dan menerjang maju melawan para Titan.
"OOOOOOOOOOooooooo‼!"
Dalam bahasa manusia, itu mungkin terdengar seperti suara lolongan hewan manapun. Tapi suara tersebut tidak salah lagi adalah raungan seorang pejuang yang marah. Mengeluarkan sebuah pekik peperangan, Gry, tanpa trik licik apapun, maju menyerang, memunculkan sebuah pusaran angin mirip putting beliung yang mencabik-cabik armor para Titan dan membuat mereka terbang. Izayoi memuji sosok gagahnya dengan kagum.
"Hah, seperti yang diperkirakan dari raja para makhluk buas! Sepertinya ini akan menjadi pertunjukkan yang menarik………!"
Gryphon tersebut bergegas melewati Izayoi dengan kecepatan supersonik. Sosoknya mengobarkan semangan para eudemon lainnya untuk mengikuti, memekik, dan dengan dengan semangat tempur yang tinggi, mereka menghujani para Titan. Dengan begini, mereka mungkin dapat menghadapi para Titan dengan seimbang. Moral mereka telah kembali, dan kebingungan mereka telah berakhir. Kalau begini, Izayoi mungkin tidak lagi perlu untuk berurusan dengan para Titan tersebut.
(Dengan begini, seharusnya tidak ada lagi masalah dengan moral Aliansi Draco Greif dalam game ini seterusnya. Sekarang kalau kita bisa membuat kedudukan menjadi jelas saat melakukan pertemuan kesepakatan, mungkin kita bisa mengambil inisiatif.)
Di tengah-tengah perang yang semakin memanas antara eudemon dan para Titan, Izayoi dengan santai menatap langit. Bahkan sekarang, di dalam awan-awan badai, naga raksasa tersebut sedang berkeliaran. Saat game ini dimulai, Izayoi mengerti bahwa dia memiliki peran yang harus dijalankan. Apa yang dapat menjatuhkan naga raksasa yang bersembunyi di dalam awan-awan petir tersebut mungkin———adalah gift yang ada dalam dirinya.

Bagian 5
———Markas Utama Festival Panen Underwood.
Mulut Sala menganga terbuka, memperhatikan situasinya. Kalau biasanya dikenal karena ketegasannya, maka tidak perlu waktu lama untuk menyadari bahwa ini adalah sebuah kejadian langka. Seakan membuktikan kenyataan tersebut, beastman yang tiba sebagai pembawa pesan juga terlihat kebingungan saat mereka menunggu dalam diam di belakang.
"………Kuro Usagi-dono."
"Ya, ada apa?"
Sala melirik medan pertempuran tersebut dari dinding yang roboh.
"………Apa itu?"
Dengan pemilihan kata yang sangat kurang ajar, dia menunjuk pada Izayoi. Kuro Usagi tersenyum sedikit hambar saat dia menggaruk bagian belakang telinganya.
"Yah, aku akan menjelaskan tentang dia nanti———sudah hampir waktunya kesepakatan. Aku akan membiarkan kau mengetahuinya, jadi silakan untuk mengambil komando dan bergabunglah dalam misi menyapu bersih sisa-sisa rabid beast di dalam kota."
"Y, Ya. Baiklah."
Sala dengan ringan menepuk dahinya dengan tinju, dan berubah haluan. Kuro Usagi mengeluarkan gift card berwarna monokromnya, Vajra's Replica. Menerima kekuatan dari Little Garden, rambut Kuro Usagi memancarkan cahaya pucat, mengubahnya menjadi berwarna merah tua, dan pada akhirnya mulai menyala terang bagaikan lidah-lidah api. Saat telinga kelincinya berayun-ayun ke sana ke mari, Kuro Usagi mengumumkan dengan suara yang dapat mencapai ke seluruh area Underwood.
"Permohonan wasit telah diterima! Saat ini, [SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING] akan ditunda, dan kami akan mengadakan sebuah kesepakatan! Pihak pemain dan pihak host, dimohon untuk menghentikan pertempuran dan bersiap menuju meja negoisasi secepatnya! Kuulangi-"
"─────GYEEEEEEEEEEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaEEEEEEEEEYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaa!!!‖"
Eh? Kuro Usagi tidak dapat mempercayai apa yang baru saja dia dengar. Sementara dia membuat pengumuman tentang pertemuan kesepakatan, naga raksasa tersebut menyebarkan awan-awan petir berarak pada jarak 100 meter di atas Underwood, dan membuat hembusan angin yang kencang.
"Apa!?"
Izayoi berseru dari tengah-tengah deru angin yang tak terduga dan terjalin dengan angin badai. Dan tidak hanya Izayoi. Juga yang bertempur di Underwood, Asuka, Jin, Pest, para Titan, rabid beast, semua orang tanpa terkecuali terbang terbawa angin ke langit. Sala membeku saat menatap tindakan tirani ini.
"Kotanya………medan pertempurannya, semuanya terbang ke langit……….!"
"Sala-sama, bahaya!"
Kuro Usagi menyambar tangan Sala saat dia hampir terhisap dalam angin ribut itu. Sala baru berada di udara untuk beberapa saat, tapi darahnya membeku saat dia mengawasi beberapa rekannya terbang tertiup angin tanpa ada jalan untuk melawan.
Ini adalah class terkuat———kenyataan bahwa itu adalah seekor naga sejati membuatnya gemetar, tapi bukan itu yang benar-benar menakutkan. Yang menakutkan adalah level angin yang bahkan bukan merupakan sebuah teknik spesial bagi naga ini. Bagi naga tersebut, yang terjadi barusan———adalah dia hanya sedang bergerak. Itulah yang benar-benar terjadi.
Selama pertemuan kesepatakan telah diterima, sudah jelas bahwa musuh tidak akan bergerak dengan niat buruk. Ini adalah kekuatan yang mengguncang langit dan buim hanya dengan membubung tinggi di langit, bahwa di Little Garden para dewa ini, mereka disebut-sebut sebagai 'bencana alam'. Dengan tubuhnya luar biasa besar yang melampaui pengetahuan manusia, kota, medan perang, para beastman, spirit, eudemon, rabid beast, Titan, manusia, semuanya sama-sama hanyalah pembuat keributan baginya, mengejek saat dia menarik  segalnya ke langit.
"Ini tidak mungkin………bagaimana mungkin ini terjadi………!?"
Sala berpegangan erat pada dahan retak pohon besar tersebut, dan melihat langit dengan ketakutan pada sosok naga raksasa tersebut saat makhluk itu kembali ke langit. Puing-puing dan reruntuhan yang berjatuhan muncul di hadapannya. Jeritan teman-teman yang berjatuhan dan Titan. Jatuh bagaikan sampah.
"I, Ini gawat! Ayo selamatkan mereka, Sala-sama!"
"………"
"Sala-sama‼!"
Kuro Usagi mencengkeram tangannya, menyadarkannya saat dia mengangkat kepala.
"…………Maaf. Kita harus bergegas, Kuro Usagi-dono!"
Dia menampar pipinya sendiri dan berseru. Mengembangkan sayap lidah apinya, Sala dan Kuro Usagi pergi untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka yang berjatuhan.

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu Yo Jilid 4 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.