16 April 2016

Hataraku Maou-sama Jilid 3 Bab 2 LN Bahasa Indonesia



HATARAKU MAOU-SAMA
JILID 3 BAB 2
SI RAJA IBLIS, KEHIDUPANNYA MULAI BERUBAH

Hari kedua setelah insiden yang menggemparkan seluruh benteng Raja Iblis.
Setelah Chiho melihat lihat, dia dengan pelan mengetok pintu kamar no.2-1 asrama Vila-Rose yang ada di Sasazuka.
Selanjutnya terdengar suara seseorang yang mulai mendekati pintu.
“Ashiya-san?”
Setelah menyapa dari luar, Chiho mendengar suara kunci pintu terbuka, dan Ashiya dengan mata yang terlihat seperti tidak tidur sama sekali keluar.
“……..halo, Sasaki san………..”
Dari suaranya dapat terdengar dia sangat lelah, sama sekali tidak terlihat sikapnya yang biasanya tegas.
“sekarang, boleh?”
“ya karna tadi, akhirnya tertidur……..pokoknya, silahkan masuk.”
“baik, maaf menggangu.”
2 orang sama sama mengecilkansuaranya, supaya tidak mengeluarkan suara yan gebsar, Ashiya dengan berhati hati menutup pintu.
Setelah Chiho melepaskan sepatunya dia masuk, tidak masuk ke dalam, hanya jongkok dan menaruh barang yang dia bawa ke lantai  dengan pelan.
Kantong plastik seperti mengeluarkan suara sebesar suara ledakan, tapi ternyata tidak, disaat Ashiya sedang jongkok, ada sebuah motor melewati jalan dengan suara besar.
Ashiya dan Chiho sekejap menahan napasnya, dan dengan bersamaan melihat ke Alas-Ramus yang sedang tidur siang.
Dia yang tidur dengan sepenuh hati dan tidak bergerak membuat 2 orang itu dengan lega mengeluarkan napasnya, tapi segera kembali lagi ke ekspresi yang serius.
“ini…….pokoknya barang yang sudah kupikirkan semuanya sudah dibeli.”
Supaya tidak mengeluarkan suara yang lebih besar, Chiho dengan hati hati mengeluarkan barang dari kantong plastik.
“susu dan air tahu yang tidak manis, juga ada beberapa makanan bayi, tinggal taruh ke dalam oven maka……omong omong makan malam kemarin gimana?”
“………kemarin malam masak daging ikan , telur yang diberi Kristen untuk dia makan, dia juga dengan tenang memakannya, pencernaannya tidak masalah , juga bisa minum air, sepertinya tidak apa apa membiarkan dia mengkonsumisi makanan manusia.”
Chiho mengangguk angguk kepalanya, dan terus mengeluarkan bermacam macam barang.
“ini adalah tisu basah yang bisa dipakai saat terkena barang yang kotor, dan ini adalah sikat gigi khusus anak anak, kalau belum pandai pakai jangan biarkan dia menggunakan odol dulu, lalu ini adalah botol untuk anak anak.”
“sikat gigi……..ohya, kemarin malam tidak sikat gigi……..dan botol minum kecil ini? Ini apa bedanya dengan air minum yang lain?”
“ini adalah air solusi rehidrasi oral untuk anak anak.”
Karna kosakata yang belum pernah didengar, Ashiya menunjukkan mata yang sangat lelah.
“sekarang bukannya sangat panas, kalau sampai kekurangan air bisa menggunakan ini mengisi kembali bagian air, garam,dan gula yang hilang. Anggap saja ini adalah miunman olahraganya anak anak.”
“bedanya dengan yang biasa dipakai orang dewasa apa?”
“supaya tidak memberi beban pada badan anak kecil, jadi walau menggunakan airy ang biasa juga boleh, tapi disini tidak ada mesin penyaring air.”
Chiho menunjuk ke keran benteng Raja Iblis.
“walau air di Tokyo sudah lebih bersih dari yang dulu. Tapi kalau pipa di asrama atau perumahan masih yang tua itu tidka berarti……kalau tentang apel, barang yang berhubungan dengan air bukannya semakin bersih semakin baik, tidak boleh membiarkan dia konsumi yang seperti itu terus menerus.”
“………begitu.”
Ashiya menyetujuinya sambil berpikir.
”juga, kalau ingin berikan dia minum sesuatu tolong menggunakan ini.”
Selanjutnya keluar botol plastik yang ada tutupnya, ditengah tutupnya ada sesuatu seperti pipet.
“ini didalamnya ada pipet, jadi biarpun tumpah barang yang didaamnya juga tidak akan keluar, kalau sudah bisa bicara kurasa dia juga sudah kuat untuk menyedotnya……omong omong, di Ente-Isla ada barang seperti pipetkah……….”
“aku rasa……..sepertinya ada, tapi biarpun begitu, merupakab barang dunia manusia…….Emilia dengan Kristen sepertinya juga tahu……..”
“kalau Alas-ramus tidak tahu cara menggunakannya pakai ini saja.”
Selanjutnya Chiho keluarkan minuman yang bertulis ‘teh khusus anak anak’.
“jadi the itu ada hubungannya juga dengan orang dewasa maupun anak kecil.”
“tentu saja ada, the yang biasa dijual dipasar itu kala utidak dimasak dengan baik kadang mengeluarkan rasa yan ganeh, jadi kemungkinan besar dia tidak akan suka. Juga, dibanding dengan barang yang mempunyai sesuatu seperti pipet, ini bisa dijadikan latihan untuk menyedot lewat pipet.”
“latihan untuk nyedot pipet ya……….”
“untuk membiarkan bayi tahu hanya dengan menyedot sekali maka minumannya akan keluar, biasanya orang dewasa menekan tengahnya dan dengan dikit demi dikit mengeluarkannya, kalau begitu, bayi tidak akan menolak denga pipetnya, dan akan dengan alami minum sendiri.”
“……….”
Ashiya melihat Chiho dengan tatapan seperti terharu.
“lalu semua ini ada pempes.”
Chiho mengeluarkan pempes yang memiliki bentuk bermacam macam.
Sbentuk seperi celana dalam, bentuk panjang seperti yang zaman dahulu,dan juga berbagai macam bentuk pempes terus dikeluarkan.
“tolong pakainya bergantian, dan pilihlah yang paling cocok untuknya.”
Ashiya yang mengambil pempes itu menundukkan kepalanya sakin terharunya.
“benar benar…….terlalu merepotkan Sasaki san, aku Ashiya tidak tahu bagaimana cara untuk berterima kasih padamu………..”
“tidak segitulah.”
“tidak…………Sasaki san, kalau tidak apa, semoga kamu bisa menjadi pemimpin pertama saat Maou-sama kembali memulihkan kekuatannya dan menguasai dunia ini”
”terlalu sesuatu.”
Walau tujuannya menguasai dunia, tapi hanya dengan memberikan perlengkapan bayi sudah bisa menjadi pemimpin pertama apa tidak apa apa.
Walau tidak ada hubungannya dengan dirinya, tapi Chiho tetap khawatir.
“juga aku sudah menerima uangnya dari Maou san untuk membeli barang barang ini, aku hanya menerima permintaannya Maou san, juga ah, ini kembaliannya dan juga faktur, tolong berikan pada Maou-san.”
“………su-sudah diterima, aku Ashiya akan menjaganya dengan nyawaku………”
Melindungi kembalian juga dengan menggunakan nyawanya, Chiho tersenyum pahit.
“juga, aku lumayan senang.”
Melihat Alas-Ramus yang tertidur lelap dari tadi.
“saat sepupu sudah menikah dan punya anak, jadinya sering pergi ke rumahnya bermain dan sambil menjaga anaknya, ngobrol dengan istrinya sepupu jadinya belajar banyak hal.”
“……..hal seperti ini……….”
“juga, juga, itu……….”
Chiho seperti terknang sesuatu, dan tiba tiba menggengam erat tangan kirinya sendiri, dan rasanya seperti pipinya menjadi sedikit memerah dan berbicara dengan suara kecil.
“sejak kapan………dengan Maou-san………aku………syukurlah.”’
“itu, Sasaki san.”
“are? Ah, ah,ah, t-tidak ada apa apa kok, tidak ada apa apa!”
Chiho mukanya memerah, kepala dan tangan bersamaan tergerak gerak, dan tiba tiba terpikir sesuatu, bertanya pada Ashiya.
“Urushihara san ke mana?”
Dimanapun tidak dapat menemukan si neet super yang ada dibenteng Raja Iblis , si Urushihara.
Sekalian, laptopnya yang selalu ditaruh dimejanya juga tidak tahu kemana.
“jangan jangan kabur?”
Karna mengerti dengan Urushihara, jadi sama sekali tidak bisa bayangkan dia pergi kerja ataupun disuruh beli barang, seharusnya dia tidak bisa dengan biasa biasa saja keluar jalan jalan.
“puh……..kalau dia mempunyai keberanian seperti itu aku tidak perlu selelah ini.”
Bibir Ashiya begetar, dan terlihat dia menghela napas dengan suasana hatinay yang berat.
“……….seperti yang Sasaki san pikir, kemarin malam, suara tangisan dan nakalnya Alas-Ramus sangat sesuatu.”
Berbeda dengan suara tangisan bayi yang baru lahir, kalau bisa bicara juga mengerti dengan situasi disekitar,  menangis saat malam pasti ada sebuah permintaan.
Chiho juga karna sudah agak malam jadinya pulang, jadi tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Kalau dilihat dari Ashiya yang sangat lelah, sepertinya situasinya parah.
Chiho mulai memikir kembali apa yang terjadi sebelum dia pulang kemarin malam.
*
Kemampuan komunikasi Alas-Ramus sepertinya tidak dapat diragukan.
Alas-Ramus bilang ‘papa adalah Satan’ dan menunjuk Emi  dan memanggilnya ‘mama’.
Tapi sama seperti Maou, setelah Emi bangun karna pingsan, dia langsung berdiri dan menolak bahwa dia adalah ibunya.
Juga , walau 4 orang yang lain juga sangat kacau, tapi sebenarnya tidak berpikir Maou dan Emi melakukan sesuatu yang salah.
Dan dilihat darimana, Raja Iblis dan Pahlawan pertemuannya bagaikan minyak bertemu dengan air,lebih menolak daripada magnet,dilihat dari umurnya Alas-Ramus juga bisa dibuktikan, yang tidak perlu dibilang adalah sama sama tidak mempunyai kenangan itu, kalau ada maka akan menjadi lebih parah lagi.
Tapi, tentu saja, Alas-Ramus yang menganggap2 orang itu sebagai orangtuanya itu mulai menangis ketika mereka menolak kenyataan bahwa mereka adalah orangtuanya.
Walau dari dalam hati Maou dia sangat kebingungan, tapi untuk menenangkan Alas-Ramus dia mati matian menjelaskan.
“a?! tenanglah Alas-Ramus, papa mamamu masih hidup, aku dengan kakak ini bukan orangtuamu……”
“kya tak mau------!papa satan auuu--!!!”
Sambil menangis sambil berteriak, jadi mengeluarkan suara yang kacau.
“anggap aku kalah……woi, bagaimana.”
“………….”
“woi Emi…………”
“……………”
“……….woi!”
“hiiiii!”
Maou akhirnya bereaksi, menepuk tangan didepan Emi yang sedang melamun.
Emi yang terkejut langsung terjatuh, Suzuno segera membantunya berdiri.
“uwa uwa--!!!”
Lalu , Alas-Ramus yang mukanya dipenuhi dengan air mata juga ingus tiba tiba memeluk kemari.
Walau hanya terdengar suara tangisan, sepertinya dia memeluk sambil memanggil ‘mama’.
Emi tidak bisa kabur, hanya bisa memeluk Alas-Ramus dengan diam.
“uwaaaaaaaaaa!!!”
“tunggu, ah, are?!”
Dum, Emi menerima serangan yang lebih berat yang dibayangkannya.
Anak yang nangis kemari memeluk adalah lawan yang harus dilindungi pahlawan.
Tapi , anak ini bilang dirinya adalah ibunya, gimana si, tangan Emi bertahan sikap yang tidak alami, dan melanjutkan tindakan yang tidak dia duga sama sekali.
“kau bilang ha-harus bagaimana………”
Emi karna bingung, pandangannya melihat ke atas……..
“jangan melihatku dengan begitu!”
Semua orang yang ada disini semuanya melihat ke tingkah Emi.
“uh~~~kalian jangan lupa, anak ini, menangkis pedang suci loh?walau berbeda dengan bayi yang biasanya.”
“tapi Emilia, disituasi seperti ini kau bilang begitu juga tidak berarti apa apa lagi,berpikirlah perasaan anak ini yang menganggap Emi sebagai mama.”
“Bell! Kau jangan mengira karna ini urusan orang lain jadi menganggapnya enteng.”
“uwaaaaaaaa!!”
“bu-bukannya lebih baik Yusa san!ka-kalau bisa menggantimu aku sangat ingin menggantikanmu loh.”
“Chiho kau pasti memiliki maksud lain…….”
“uwaaa uwaaa!”
“ah sudah cukup, kan sudah kubilang aku bukan mamamu…….sudah cukup……”
Walau Emi omong begitu dia tetap menaruh tangannya dupundak Alas-Ramus.
Pokoknya, untuk menenangkannya, dia menggendong Alas-Ramus dengan erat erat.
“……….”
Kali ini Emi terkejut karna ternyata lebih ringan dari yang dia pikirkan, padahal saat berlari ke sini menyebabkan tabrakan yang lumayan berat.
Kulitnya dan tulangnya juga seperti dengan sedikit kekuatan maka akan rusak, Emi sekejap melupakan kenyataan’ menangkis pedang suci’ yang da bilaang sendir itadi, dan entah kenapa langsung menggendong Alas-Ramus, lalu Alas-Ramus yang memalingkan wajahnya dekar perut Emi mengangkat wajahnya.
“…………….”
Emi menyerah dan merendahkan kepalanya, karna ingus Alas-Ramus yang menempel ke bajunya Emi jadinya terliat seperti sebuah jembatan, dan bersinar warna perak.
“uh……..uhh……ma—ma-------“
Walau menangis dengan sepenuh hati, matanya yang besar itu juga seperti menangkap wajah Emi, seerti meminta bantuan untuk melindunginya.
“cu-cukup……..tidak ada cara lain……”
Emi menggunakan badannya yang hampir tidak bisa bertahan lagi menggendong erat Alas-Ramus.
Membiarkan gerahang bawah Alas-Ramus bersandar dipundaknya, tangannya yang kecil memeluk erat leher dan pundak Emi.
“uh……mama……uhhh……….”
Alas-Ramus mulau tenang kembali, dan masih sedikit menangis dekat telinga Emi.
Walaupun lucu tapi membuat sakit kepala, tapi tetap saja lucu. Emi tidak bisa membohongi dirinya sendiri.
Untuk membuat dia yang memakai rok berwarna kuning itu tenang kembali, Emi sambil memegang punggungnya dan sambil omong ke Maou.
“itu……..selanjutnya gimana.”
“biarpun kau tanya gimana, sebenarnya mau gimana si.”
“aku yang bertanya.”
“terserahlah, tapi bukannya pandai menggendong anak kecil.”
“……..apa kau tahu itu adalah kalimat yang bisa bikin sendiri susah?”
“itu, ada sebuah hal yang sedang kupikirkan, kenapa anak ini tahu Maou adalah Satan?”
Urushihara bertanya sambil melihat ke arah Maou dan Alas-Ramus.
“berbeda denganku, penampilan Iblis dan penampilan manusia Maou berbeda sangat jauh.”
“entah, tadi diciumnya tanganku, sepertinya ada sebuah persamaan yang hanya anak kecil ini tahu.”
“ditangan Maou hanya ada bau minyak MgRonald’kan?”
“itu bau yang enak dicium kali!”
Maou mulai protes dibagian yang aneh.
“……..ini tidak ada cara lain.”
Maou membalas Urushihara, dan melihat Alas-Ramus dengan wajah yang kesulitan.
Dengan pelan mulai melepaskan pegangannya pada Emi,lalu dengan erat lagi memeluk leher Emi,Emi juga dengan menahan memegang pantat kecilnya Alas-Ramus.
“ah benar, karna kesan pertama kali? Kalau bayi dia menganggap Maou san dan Emi san sebagai orangtuanya karna kalian yang dilihatnya pertama kali.”
Chiho berusaha menjelaskan, tetapi Maou tetap mengangguk angguk kepala.
“walau mungkin, tetapi tidak akan berkata’ papa adalah Satan’ kali, bukan “Maou’ juga bukan ‘Raja Iblis’. Yang Alas-Ramus bilang itu adalah ‘Satan’, disuara yang bisa dia dengar, apakah ada yang memanggil ku ‘Satan’?”
“ah, begitu ya……..”
“mah, walau di dunia Iblis ‘Satan’ adalah nama yang sering ditemukan, tetapi malah sengaja ke Jepang dan memanggilku’ Satan’, jadi ‘Satan’ yang dia maksud itu pasti aku.”
“ka-kalau begitu Maou-san, berarti maksudmu kau sudah mengakui Alas-Ramuskah!”
“C-Chi chan, jangan menganggap seperti itu.”
Karna Chiho yang entah kenapa tiba tiba mulai berusaha mati matian, Maou menjadi sedikit lelah.
“walau Satan merupakan nama yang sering dijumpai, pokoknya, apa yang ingin kau omongkan.”
Maou dipaksa Suzuno, lalu mengangguk angguk kepala.
“yang paling gampang kira kira seperti ini, ada seseorang mengirim Alas-Ramus dalam bentuk apel ke aku, lalu—“
“………lalu tidak tahu apakah itu teman atau musuh, tapi akhirnya sampai disini.”
Walau Emi sedang menggendong Alas-Ramus, dia omong dengan ekspresi yang serius.
“begitulah, walau tidak ingin kubilang, tapi kali ini juga pasti ada hubungannya denganmu.tidak peduli bagaimanapun anak kecil ini tidak terlihat seperti berhubungan dengan dunia iblis.”
“……..berisik…….biarpun begitu aku hanya akan meminta maaf pada Chiho karna menyeretnya ke dalam masalah ini”
“jangan langsung putuskan, pikirkan lagi lebih luas.”
“ma-maksudnya apaan, dan apa hubungannya dengan Yusa san.”
Karna suara Chiho yang terdengar khawatir, Emi melihat ke tangan kana Alas-Ramus yang sedangdia gendong.
“anak ini menangkis pedang suci, bahkan bereaksi dengan aku yang mengeluarkan pedang suci,dengan hanya ini sudah cukup, Chiho juga ingat kalau Sariel ingin pedang suciku’kan?”
Di beberapa waktu yang lalu pernah terjadi kekacauan melaikat besar Sariel menyerang mereka, dan menculik Chiho dan Emi, Sariel yang waktu itu menggunakan kemampuan istimewanya ‘pandangan mata yang terjatuh’ untuk menarik paksa pedang suci Emi.
“Sariel tidak bilang kenapa dia ingin pedang suci, walau tidak berhasil menghabisi Raja Iblis yang miskin ini,tapi kalau sampai pedang suci direbut pasti tidak tahan. Dan sampai sekarang alasan itu tidak diketahui, sampai anak yang menangkis pedang suci ini datang, tidak mungkin tidak ada hubungannya kan.”
“pura pura seperti sedang berpikri serius, dan masih ingin mengolok olok aku.”
Tidak peduli dengan protes Maou, Emi bertanya pada Chiho.
“omongkan ini, akhir akhir ini Sariel bagaimana? Beberapa hari ini apa yang dia lakukan.”
Chiho menjawab dengan sangat singkat dan padat.
“menjadi gemuk.”
“huh?”
“itu ya, untuk menemui Kizaki san tiap hari datang ke MgRonald, dan pesanannya tiap kali itu porsi besar loh?walau mengerti Kizaki san baik terhadap pelanggan, tapi hanya karna begitu, dengan hanya seminggu dia menjadi sangat gemuk.”
 Walau sebelumnya Sariel gagal melaksanakan misinya, tapi dia juga pernah menyar menjadi Sarue Mitsuki sebagai menager di Sentucky Fried Chicken.
Lalu untuk mengejar manager Mg.Ronald yang membuat dia jatuh cinta, yaitu perasaan terhadap atasan Maou, Kizaki Mayumi , langsung melupakan misinya dan dunia atas, tiap hari rajin datang ke MgRonald.
Kizaki juga bukan selalu ditoko, jadi terkadang akan bertemu dengan Maou yang merupakan manager sementara. Pokoknya, untuk menunjukkan perasaaannya pada Kizaki san, biarpun dia menjadi malaikat yang terjatuh diapun tidak peduli lagi.
Seperti karna tahu semua hal di Mg.Ronald dan memberitahu semuanya pada Kizaki, dia yang begitu kasar sebelumnya sekarang menjadi seperti ini, dan membuat Maou dan Chiho merasa menjijikkan.
“……mah, walau tidak tahu apakah si malaikat bodoh itu ada hubungannya dengan ini atau tidak, tapi kalau sampai terjadi kekacauan dan tidak ikut terseret itu sudah bisa dianggap membantu banyak, orang itu hanya menambah pekerjaan saja.”
“……..sementara tidak usah omongkan soal pedang suci, aku rasa Sariel dengan Alas-Ramus tidak langsung berhubungan.”
Suzuno omong begitu.
“dia itu bukan karna kehilangan seluruh sihir sucinya, itu karna dia memutuskan untuk tidak balik kesana. Jadi, kalau semisalnya dia memang berhubungan dengan Alas-Ramus maka dengan tidak ragu maka dia pasti akan langsung terbang menuju ke sini.”
Karna kalimat ini Urushihara langsung menyalankan CCTV, Chiho melihat ke luar lewat jendela dekat dapur, Ashiya mengecek keluar tangga.
“juga ‘Alas-Ramus’ bukan nama dunia atas, jelas jelas adalah nama yang digunakan manusia yang berada di Ente-Isla.”
“are?”
“ ‘Alas’ itu maksunya ‘sayap’ dan ‘Ramus’ itu maksudnya ‘batang’. 2 kata itu adalah bahasa Central Trading yang dipakai Isla-Ketourm.”
Maksudnya bahasa Central Trading itu adalah bahasa yang diciptakan untuk Ente Isla bagian timur, selatan,barat dan utara yang merupakan bahasa pembantu supaya semuanya bisa saling berkomunikasi.
Yang menggunakan bahasa ini hanya orang yang berposisi tinggi dan pedagang, tapi kalau ingin bilang,  ini adalah satu satunya bahasa yang bisa pakai dimanapun di Ente Isla.
“jadi, tidak peduli dibagian manapun Ente-Isla, orangtua mungkin saja memberi nama yang seperti itu, tidak tahu apakah itu manusia atau malikat, tapi tidak mungkin iblis………”
Biarpun begitu juga tidak bisa dipikir sebenarnya siapa sih yang memberi nama ini dan apap tujuannya.
“pokoknya, sampai sekaran tidak sama sekali tidak bisa melakukan apapun, hanya bisa menggendong Alas-Ramus yang identitasnya tida kdiketahui.”
Maou dengan ekspresi serius menjelaskan. Emi dan Suzuno juga mendengar penjelasan Maou.
“pada akhirnya tetap saja kembali ke masalah siapa yang akan mengurus Alas-Ramus—“
Urushihara tanpa berpikir dan hanya omong begitu saja.
“daritadi sangat jujur, apa sudah tidur.”
Maou melihat ke Alas-Ramus yang tertidur yang sedang digendong Emi.
“………semoga saja anak sekecil ini tidak terseret ke dalam masalah yang aneh dan licik.”
Emi menghela napas, dan mengulus punggung Alas-Ramus.
“kalau tidak ada tahap apel sebelum maka dia adalah bayi yang normal, sudah sudah~”
Maou merasa menarik dan sedang menusuk tusuk pipinya yang lembut itu, Emi langsung mengingatkan.
“sudah cukup hentikan, padahal dengan susah payah akhirnya tertidur.
Maou menari kkembali tangannya.
“hn~…….enak sekali, Yusa san.”
Lalu Chiho sedang melihat 3 orang itu yang terlihat sangat serasi, walau membuat sedih, tapi tidak sengaja karna iri tidak bisa menyembunyikan wajahnya.
“Chiho dono, Chiho dono, pikiranmu terungkap dari ekspresimu sekarang.”
Diingatkan Suzuno, Chiho sadar.
Menarik jarak dari Maou yang sedang bermain dengan Alas-Ramus, Emi menghela napas.
“aku tidak bisa membawanya, aku tinggal sendiri dan harus kerja, aku tidak punya banyak waktu untuk menemaninya.”
“tapi kalau penghuni di benteng Raja Iblis bertambah lagi pengeluarannya bakalan hancur,apalagi 3 pria, paling tidak cocok menjaga bayi.”
Ashiya juga dengan tidak ragu menolak, awalnya memang hanya makan gratis disini, juga tinggal bersama di kosan 6 tatami seperti ini, lingkungan seperti ini paling tidak cocok untuk menjaga anak.
“maaf……walau ingin membantu, tapi aku tidak punya alasan yang bisa membuat orangtua menerimanya.”
Chiho dengan meminta maaf omong.
“Chiho dono tidak perlu meminta maaf, sejak awal ini juga masalah Ente-Isla.”
Suzuno menaruh tangannya dipundak Chiho, dan menenangkannya.
“anak yang  tidak memilik keluarga karna kegoisan orang dewasa jadinya dipindah kemana mana, dengan melihat saja rasanya sedih, aku tidak ada pekerjaan lain, jadi biarkan saja aku yang membawanya, aku juga memiliki banyak pengalaman mengurus anak anak.”
Walau terlihat umur Suzuno dan Chiho tidak berbeda jauh, tapi berpikir pengalamannya selama digereja, setidaknya dialah yang paling pandai mengurus begituan.
Semua orang sadar akan menjaid masalah bila bertanya lebih lanjut lagi mengenai Suzuno jadi tidak ada yang bertanya, diliaht dari umur juga pengalaman Suzunolah yang paling cocok untuk ini.
Membayangkan dia yang menggendong Alas-Ramus sambil merapikan rumah, memang dia yang paling cocok.
Saran Suzuno membuat Emi, Chiho juga Urushiharay ang bahkan tidak membantu sedikitpun semuanya mengeluarkan ekspresi yang lega.
“……..”
Tapi hanya Maou sendiri yang masih ragu.
Bayi yang berhubungan dengan gereja dan akhirnya tidur lelap itu, Maou melihat ke Emi , Alas-Ramus juga tangannay sendiir berulang kali.
“……….itu……….Maou san?”
Bisa dibilang tentu saja, Chiho menyadari situasi ini.
“apa……..terjadi sesuatu?”
“ah ah, ada 1, tidak, ada 2 hal yang tidak bisa kumengerti.”
Maou tidak melihat ke Chiho, malah melihat ke wajah Emi.
“mungkin aku terlalu khawatir……..”
Setelah omong, Maou menaruh tangannya pada keningnya sendiri, Chiho masih berpikir apa maksud Maou tadi,tapi Maou yang terdiam tidak peduli dengan Chiho dan tidak menjawab, dan lanjut omong.
“………kenapa tidak bilang ‘mama adalah Emilia’ ya……..”
“are?”
Kalimat ini sama sekali tidak memandang situasi saat ini, jadi Chiho membuka matanya lebar lebar.
Tapi, saaat ini dalam hati Chiho merasakan sakit yang luar biasa.
Chiho ingin menahan kesakitan ini sendirian.



Emi tahu ‘Emilia’ adalah nama asli Emi,juga mengerti bahwa bagi Maou, Emi dan Suzuno merupakan musuh.
Tapi Chiho berpikir.
“kapan ya………hari tidak memanggilku ‘Chi chan’ lagi……..”
Sendiri hanya seorang siswi SMA yang tidak mempunyai kemampuan istimewa apapun yang kebetulan tahu rahasia mereka.
Masalah menyatakan cinta aja belum seesai, saat diculik Sariel juga hanya dinyatakan bahwa dia adalah bawahannya yang berharga.
Hanya tahu, tidak peduli saat kerja ataupun saat waktu pribadi, dia selalu dilindungi Maou.
Dan saat ini, aku harus sadar siapa diriku sebenarnya dan menahan kesakitan ini.
“hn? Chi chan, kau omong apa?”
“……..tidak ada apa apa.”
Chiho merasa malu karna tidak mengerti situasi, lalu mulai menarik jarak dari lingkaran yang mengelilingi Alas-Ramus.
Tentu Maou tidak sadar keadaan Chiho, dengansedikti ragu dan akhirnya omong sesuatu yang membuat semua orang terkejut.
“sudah diputuskan, Alas-Ramus akan dilindungi Benteng Raja Iblis.”
*
“……..jadi pada akhirnya pergi kemanakah si Urushihara san?”
Sambil mengenang kembali kekacauan yang terjadi kemarin, Chiho bertanya lagi, dan jawaban datang dari suatu tempat yang sudah diduga.
“ah, panas, Ashiya, apa nasi belum?”
Pintu lemari tiba tiba terbuka, Urushihara yang keringatan keluar dari dalam.
“ah, apaan, ternyata Sasaki Chiho datang.”
Karna ini terjadi tiba tiba, Chiho tidak bisa mengatakan apapun.
Senter dan komputer juga kipas angin yang berukuran kecil dibawa ke dalam lemari, Urushihara dengan santai berguling ke kulkas, dengan ekspresi yang amat malas, mengambil the yang ada di kulkas dan membawa ke dalam lemari.
“mah, siapkan pelan pelan juga tidak apa apa.”
Sambil omong, sambil menjadi seperti robot kucing yang tidak berguna menutup kembali pintu lemari.
“……..Urushihara san.”
“aku tidak melihat apapun.”
Ashiya segera menjawab dengan lemah.
“kemarin malam untuk menangkan Alas-Ramus yang terus menangis, aku dan Maou-sama bergiliran menjaganya, tapi malah nangis semakin keras ,sama sekali tidak ada tanda tanda berhenti, terus memanggil mama, Urushihara sebenarnya dari kemarin malamsudah ada di dalam lemari itu.”
“sebenarnya lebih bagus kalau Urushihara san sekarang terserang suatu penyakit dan mati sekarang.”
Chiho dari dalam hatinya merasa kasihan pada Ashiya.
Disaat Maou mengatakan bahwa dia yang akan menjaga Alas-Ramus, sebenarnya Suzuno menolak.
Tapi, tidak disangka setelah Alas-Ramus bangun kembali dan bilang ingin sama papa, Suzuno akhirnya menyerah.

“seharusnya menghargai pendapat anak kecil, hanya, kalau saja sampai terjadi sesuatu yang kurang baik, maka aku akan langsung mengambilnya.”
Masih ingat Suzuno mengancam Maou begitu.
Ini ada kekuatan yang dimiliki Suzuno yang sekarang bahkan lebih kuat dibanding dengan 3 Iblis yang ada di Benteng Raja Iblis.
Tapi , masalahnya ada di’mama’. Emi dan Suzuno berbeda, tidak tinggal dekat.
Melihat Alas-Ramus setuju tinggal dengan Maou, tunggu masalah yang paling pertama selesai, Emi perlu temani Suzuno pergi belanja, hanya dengan ini sudah membuat Alas-Ramus semakin tidak tenang.
“mama, mau tinggalkan aku lagi?”
Alas-Ramus omong sambil menjatuhkan air mata, Emi tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
“……….?”
Walau Maou bingung terhadap Alas-Ramus, namun tetap menenangkannya.
“hoi, jangan nakal, Alas-Ramus, mama hanya pergi sebentar.”
“pergi?”
“iya, pasti kembali kok.”
“………benar?”
Maou menatap ke Emi seolah mengatakan bohong juga tidak apa.
“be-benar, pasti kembali kok.”
“anak yang pintar pasti tunggu dengan diam loh.”
Alas-Ramus karna percaya dengan omongan Emi jadi dengan jujr mengangguk anggguk kepala, orang selain Urushihara semua merasa seperti hatinya ditusuk duri.
Juga karna Alas-Ramus, disaat Emi dan Susuzno pergi sudah agak malam, Chiho juga perlu pulang, jadi tahu ini.
“apa Yusa san belum kembali?”
“tidak, sudah pulang dengaan Kristen……tapi, sebenarnya tidak terlalu baik.”
“Alas-Ramus sudah siap untk tidur dengan Emilia.”
Saat ini pintu benteng Raja Iblis dibuka Suzuno membawa banyak plastik masuk ke dalam.
“Suzuno san?”
“Alsiel, ini adalah bekal dan barang yang kau minta titip tadi.”
Suzuno dengan dingin memberi 1 plastik besar ke Ashia, Ashiya dengan lambat menerima plastik itu.
“……aku tidak akan berterima kasih. Berapa?”
“bekal daging babinya 500 yen, yang lain anggap aku beri saja.”
Ashiya mengambil uang logam 500yen dan memberikannya sambil melepas bungkusan bekalnya.
“…….maaf nona Sasaki, makan bentar……”
“huh? Ah, silahkan silahkan.”
“hn?nasi?”
Saat ini, Urushihara yang mencium bau dagin babi keluar dari lemari dengan senang.
“diam kau sampah.”
Dengan hanya dalam setahun, Ashiya sudah mampu menekan kembali Urushihara hanya dengan ekspresi dan suara, Urushiharapun dengan takut kembali lagi ke dalam lemarinya.
Ashiya membiarkan Chiho dan Suzuno , dengan semngat mulai memakan.
“Ashiya itu sampai mengeluarkan uang untuk membeli bekal makanan.”
Chiho sambil mengamati Urushihara yang sambil protes sambil menghapuskan air mata.
“tangisan kemarin malam diluar dugaan, sampai sampai aku yang disebelahpun dibangunkan beberapa kali.”
dilihat dengan jelas, Suzuno dengan tidak biasanya menggunakan sedikit make up.
Dibandingkan dnegan dia yang bisanya, berbeda sangat jauh.
“pagi ini juga ribut sekali, dengan semua usahanya Alas-Ramus mencegah Maou pergi bekerja,karna Emilia semalam pernah kembali tapi pergi lagi, jadi mungkin merasa Raja Iblis juga tidak akan pulang.”
“begitu ya……tapi Yusa san juga tidak akan dengan muda tinggal disini.”
Chiho berpikir, sebagai seorang perempuan apalagi dengan status pahlawan jadi tidak bisa tinggal di benteng Raja Iblis.
Sebenarnya Emi sudah pernah tinggal semalam di Benteng Raha Ibli.
Tapi tinggal dikamar Suzuno juga percuma saja.
Dikamar Suzuno bahkan barang untuk make up saja tidak ada, juga karna musim panas, jadi pasti perlu untuk ganti baju.
Tapi, kalau kembali ke asrama yang Emi tinggal, pemandian umum yang di Sasazuka pasti sudah tutup, Emi yang besoknya perlu kerja tidak mungkin tidak mandi dan pergi kerja begitu saja.
“walau Emilia juga cemas, tapi tetap saja kalah terhadap kenyataan.
Sambil omong, Suzunopun mengeluarkan ponselnya, memberi lihat Chiho setelah membuka layarnya.
Diatas tertulis nama ‘Emilia’ juga sebuah pesan ‘pokonya besok aku juga akan datang, jadi sebelum aku datang mohon maaf tolong bantu jaga Alas-Ramus’.
Chiho yang melihat ini, dibanding terkejut melihat pesannya Emilia, Chiho malah lebih terkejut tahu bawa Suzuno sudah mempunyai ponsel.
“jadi Suzuno san sudah membeli ponsel ya.”
“hn? Ah, baru dibeli kemarin, Emilia sudah banyak mengajariku menggunakannya.”
“uwaa! Ayo bertukar nomor! Sudah kuduga punya yang DOKODEMO.”
Ponsel Suzuno bukan ponsel yang lagi populer, hanya sebuah ponsel normal yang bisa dilipat dan dibuka.
“tu-tukar ya,rasanya sedikit maalu, sepertinya ada fitur inframerah untuk bertukar nomor.”
Dengan perasaan seperti sedang mencari harta karun, Suzuno berusaha mencarinya namun pada akhirnya tetap serahkan ponselnya pada Chiho untuk saling bertukar nomor.
“………maaf, Chiho dono, masih belum terlalu mengerti, jadi tolong.”
“boleh, tapi aku aturnya semarang ya.”
“tak apa, karna baru dibeli, jadi didalam kontakku hanya ada nama Emilia.”
Chiho juga tidak begitu pandai menggunakan ponsel, namun walau cara pakainya sedikit berbeda dengan ponsel sendiri, tetap saja tahu masing masing kegunaannya.
Tapi setelah membuka ponsel yang baru saja diberikan, rasanya sedikit aneh.
Chiho sendiri juga menggunakan ponsel DOKODEMO yang seperti punya Suzuno, namu nrasanya tulisan di keyboardnya lebih besar.
Juga diatasnya terdapat angka nomor ‘1’, ‘2’, dan ‘3’ pada bagian atas ponsel.
Dibawahnya bahkan ada tombol yang tertulis ‘cara penggunaan’.
“Suzuno san…….jangan jangan ini ada ‘ponsel praktis’nya DOKODEMO?”
Suzuno terkejut karna pertanyaan Chiho yang ini.
“Chiho dono hebat sekali! Dengan hanya melihat saja bisa langsung tahu!”
“eh, hn, mah.”
“aku tidak peduli dengan fitur yang lain, yang penting bisa telepon saja,juga aku kurang percaya diri terhadap penggunaannya yang lain, jadi pilih yang praktis saja.”
Melihat Suzuno yang menjelaskan dengan bangga, Chiho menyerah untuk berpikir.
Walau di iklan TV biasanya tentang ponsel praktis yang khusus untuk orang tua, tapi juga tidak ada aturan yang melarang anak muda menggunakan ponsel praktis si.
Dengan cepat, Chiho langsung menemukan fitur inframerah yang ada di ponsel Suzuno, saling menukar nomor, dan menyelsaikan proses saling bertukar nomornya.
“sudah selesai, nomorku juga sudah dikirim ke Suzuno san.”
“terima kasih banyak, yang kutahu hanya cara telepon saja, tentang pengunaannya yang lain walau sudah kubaca buka panduan tetap saja tidak mengerti.”
Suzuno dengan malu mengatakannya, dan menerima ponselnya.
Pada saat ini.
“………papa--.”
Tubuh semua orang merasa tertusuk sesuatu, dan melihat ke sumber suara berasal.
Alas-Ramus yang dari tadi masih tidur dengan pelan mulai bangun, dan dengan masih sedikit ngantuk melihat ke sekeliling.
“hn…….”
Ashiya yang terkejut tersedak oleh daging babi yang sedang ia makan, mengeluarkan suara yang aneh.
“dimana papa?”
Alas-Ramus mencari papa mamanya diantara ketiga orang itu, cari cari ternyata tidak ada, wajah Alas-Ramus langsung memerah,  dan air mata jatuh 1 per 1.
“pa~~pa--------------!”
Lalu meledak, Ashiya langsung meminum air dan pergi untuk menenangkannya,tapi karna cara menangis ini yang seperti bom, hanya bisa dengan diam duduk disana.
“Ashiya san, maaf.”
Walau Alas-Ramus menggunakan pempes, tapi bocor.
“ah, itu yang ku beli kemarin.”
Yang jawab adalah Suzuno.
“kemarin saat Emilia pulang Alas-Ramus nangis dengan hebat, toilet sama sekali tidak berguna, toko obat juga sudah tutup semua jadi hanya bisa pergi ke market yang ada didepan stasiun……”
Disamping toiler  benteng Raja Iblis, plastik kecil yang isinya pempes terletak disana.
“……..Ashiya san, tak bisa begini rasanya.”
“ke-kenapa tak bisa.”
“pasti menangislah, karna dari semalam tidak sekalipun ganti pempes kan?”
Chiho yang menegur dengan serius mengeluarkan sebuah pempes yang baru dan taruh dilantai.
Lalu membiarkan Alas-Ramus baring diatas.
“Ashiya san, didalam plastik yang kubeli, ada sebuah botol, silahkan isi air.”
“ba-baik, tapi itu, airnya sedikit panas tidak apa apa ya.”
“kalau begitu lebih bagus, cepat.”
Chiho memberi petunjuk, mengangkat kaki Alas-Ramus didepan Ashiya dan Suzuno, dan menggunakan tangan yang lain untuk mengambil pempes.
“su---dah, sudah dibersihkan ya---“
Chiho menerima air yang diambil Ashiya, lalu dengan pelan menyiram ke pantat Alas-Ramus, walau Ashiya dan Suzuno terkejut, tapi air yang bocor semua diserap oleh pempes.
Chiho yang menaruh kembali botol itu menggunakan tisu mengelapnya sampai bersih, lalu mengangkat pantat Alas-Ramus sedikit lebih tinggi lagi, mengambil pempes kotornya dan taruh ditempat lain.
Chiho yang membersihkan dengan 1 tangan dengan pelan menaruh pantat Alas-Ramus pada pempes baru yang baru disiapkan, lalu segera memasangnya.
Alas-Ramus yang nangis daritadi sekejap terdiam.
“……..karna terus menangis berteriak Emilia, jadi aku berpikir dia menangis pasti karna kesepian…..”
“walau ini juga tidak salah, tapi bayi belum pandai omong, kita hanya bisa membedakannya dari suara tangisannya.”
Chiho dengan pandai membereskan semua kekacauan yang ada, setelah itu Chiho menggendong Alas-Ramus yang bagaikan apel itu.
“itu---?karna takut barang kotor---?”
“hn hn.”
 Tidak tahu karna setuju jadi mengeluarkan suara ‘hn hn’, pokoknya Alas-Ramus menjawab.
“tidak apa apa yo, tidak peduli itu papa…….atau……..mama, pasti pulang nanti? Jadi anak pintar jangan suka menangis ya?”
Walau dari dalam hati sangat menolak memanggil Emi ‘mama’, namun lawannya adalah bayi, pikir hal seperti ini juga tidak ada gunanya, jadi Chiho kesampingkan soal itu dan memutuskan menenangkan Alas-Ramus.
“huft~”
Walau masih menjatuhkan air mata, namun Alas-Ramus melihat ke Chiho yang menunjukkan senyuman lemah lembut, dan mengangguk angguk kepala.
“huft……lucu sekali, anak pintar jangan nangus ya.”
Karna sosoknya yang berusaha mencoba menghapuskan air matanya, Chiho tidak tahan dan tertawa.
“are…..?”
Saat ini, Chiho melihat kening Alas-ramus yang tiba tiba muncul tanda bulan sabit yang berwarna ungu, mengeluarkan sinar yang sama dengan bajunya.
Tapi dengan sekejap menghilang lagi tandanya.
Walau Alas-Ramus tidak ada tanda tandanya akan berubah,namun Chiho sekali lagi menghela napas karna bagaimanapun dia itu makhluk dari dunia lain.
Jadi yang bisa dilakukan diri sendiri juga hanya menenangkannya dan memberinya kasih sayang, sekali lagi Chiho memeluk Alas-Ramus dengan erat.
“wapuu~”
Tidak terpikir Alas-Ramus mengeluarkan suara aneh.
Melihat ekspresi ini, Ashiya dengan sedih menaruh kedua tangannya di atas tatami.
“sudah kuduga, aku tidak sebanding dengan nona Sasaki…….aku merasa malu sebagai seorang ahli strategi………bisa menggunakan pempes dan pandai menggantinya……..ini terlalu susah untukku……..”
Seluas apapun itu langit semesta, didalam proses menaklukkan dunia ini, kurasa Iblis yang dipaksa membantu mengganti pempes hanya Ashiya saja. Apalagi dia sendiri sedang merenungkan diri karna ketidakbergunaannya.
Tidak bisa membantu Ashiya , untuk menghindari topik ini Chiho melihat ke jam yang ada didinding.
“Yusa san kapan datang.”
“habis dia bekerja, jadi paling awalpun setidaknya jam 6 sore gitu.”
“Suzuno san, apa kau tahu shift kerjanya Yusa san?”
“kurang tahu, tapi aku pernah membuntutinya.”
Walau Chiho tidak begitu mengerti dengan apa yang Suzuno katakan, tapi dia seperti teringat sesuatu dan mengambil tasnya.
“Suzuno san, maaf, apa kau bisa membantuku mengeluarkan catatan warna pink dari tasku,llau buka kertas yang terselip ditengahnya?”
“ah ah, sebentar……apa ini?”
Chiho yang menggendong Alas-Ramus dengan kedua tangannya yang sedang sibuk, melihat ke kertas yang dibuka Suzuno.
“hari ini Maou san dari pagi sampai siang nanti betugas menggantikan manager untuk sementara, setelah siang nanti Kizaki san akan datang, ah , itu berarti Maou san akan pulang lebih cepat, sekitar jam 4 gitu,”
Berbeda dengan jadwal yang diatur oleh komputer, ini ada jadwal yang ditulis Kizaki dan dibagikan pada para karyawan, menurut jadwal kerja ini, hari ini Maou pulang kerja jam 4 sore.
Sekarang sore jam 2:30 Chiho mengecek waktu yan gada diponselnya bersama denganj adwal kerjanya.
“oh ya, ayo bawa Alas-Ramus chan ke MgRonald yuk.”
“huh?”
“apa?”
Ashiya dan Suzuno terkejut mendengar ucapan Chiho.
“dirumah terus juga bosan kan, kurasa kalau pergi jalan jalan bisa mengubah suasana hati, jaid mungkin bisa memikirkan sesuatu, bukannya ingin cepat bertemu dengan ‘papa’?”
“papa---!”
Reaksi Alas-Ramus terhadap kata ‘papa’ dengan senang dia mengangkat kedua tangannya, tidak peduli dimanapun dia paling suka dengan papa.
Tapi, saat ini Ashiya langsung pulih dari keterkejutannya, dan menolaknya.
“walau tidak tahu kenapa Maou-sama meninggalkan Alas-Ramus, tapi bawa keluar sembarang begitu rasanya bahaya……”
“tidak, aku setuju dengan pemikiran Chiho dono, tidak peduli terjadi hal separah apapun, itu, tetap perlu sesuatu untuk mendorong terjadinya bahaya, masyarakat dinegara ini tidak dengan muda membiarkan kalian menjaga anak yang tidak tahu asalnya dalam wakatu yang lama. Misalnya saja Alas-Ramus tiba tiba sakit, juga tidak ada bukti siapa keluarganya, jadi tidak ambil resiko dan pergi ke dokter?”
Ashiya terdiam karna penjelasan Suzuno yang disertai dengan bukti.
Suzuno melihat ke Alas-Ramus yang digendong Chiho yang daritadi masih menangis tapi ternyata sudah tersenyum kembali.
“tenang saja, aku yang sekarang masih percaya diri dengan kemampuanku untuk berkelahi dengan Iblis ataupun Malaikat, jadi kalau misalnya terjadi sesuatu aku akan melindungi kalian, kalian juga untung?”
“benar……..juga.”
“oh ya, Alsiel, tidak peduli situasinya seburuk apapun itu, tidak peduli apa identitasmu, bukannya hati kita semua setuju untuk melindungi Alas-Ramus?”
“aku belum memikirkan sampai situ---”
Semua orang tidak peduli dengan suara yang berasal dari lemari itu.
“kalau begitu tolong pertimbangkan kesehatan Alas-Ramus, bukannya bawa dia pergi jalan jalan sangat bagus?”
Suzuno melihat ke lemari.
“juga, aku merasa kehadiran dia ini akan membawa pengaruh yang buruk pada Alas-Ramus.”
“setuju.”
Chiho dengan kuat mengangguk angguk kepala.
“kalian sedang membicarakan keburukanku kan!”
Walau terasa bahwa mereka sedang membicarakan keburukannya, tapi dia tetap tidak keluar dari lemarinya,seperti tidak peduli sama sekali.
“………sudah, aku sebagai bawahannya aku tidak bisa berkata ya begitu saja, aku tidak bisa dengan mudah menyerahkan Alas-Ramus yang Maou-sama putuskan untuk lindungi!jadi aku juga ikut!dengan begitu aku mengizinkannya!”
Ini adalah tindakan yang dilakukan Ashiya agar dia bisa keluar juga, disaat dia habis minum.
“uh!”
Ashiya langsung terjatuh.
“Ashiya san!?”
Chiho dengan panik berlari ke tempat Ashiya berada, Ashiya dengan sakit melihat ke langit langit, dan akhirnya seperti putus napasdengan pelan menutup matanya.
“Arushieru tertidur.”
Berbeda dengan Alas-Ramus yang sedang santai santainya, wajah Chiho langsung menjadi pucat, jangan jangan untuk menaklukkan Maou mereka Suzuno menaruh sesuatu pada minumannya.
“huft-------……..”
Tapi , sekejap kemudian dari dalam hidung Ashiya mengeluarkan suara yang sangat besar.
“……..rasanya seperti terkena jurus pamungkas saja.”
Suzuno dengan terkejut menggeleng gelengkan kepalanya.
“aku yang tinggal di sebelahnya juga sudah sering menegurnya, Alsiel yang tiap hari mendengar tangisan Alas-Ramus yang saat malam tidak pernah terhenti.”
Suzuno sambil hati hati dan mengambil botol kecil yang terjatuh disamping Ashiya.
“ini adalah barang yang Emilia berikan padaku kemarin, walau sedikit kasar,tapi kalau bukan begitu, Alsiel tidak akan membiarkan dirinya beristirahat, beberapa hari yang lalu, aku sadar saat Alsiel ‘terjatuh’ , segala yang terjadi pada mereka akan menjadi lebih buruk lagi.”
Suzuno menunjukkanminuman yang tadi dia berikan pada Ashiya ke Chiho, diatas botol itu tertulis ‘minuman vitamin special B’, Chiho saja tak pernah dengar ada minuman seperti ini, juga kandungannya ditulis dengan bahasa yang belum pernah dilihatnya.
“……diatas tertulis apa?”
“nama Ente-Isla, juga bisa dianggap sebagai obat untuk melemahkan stamina Iblis.”
Untuk mencegah iblis yang lain tahu, Suzuno melihat ke arah lemari berada, juga bisa dimengerti bahwa ini adalah barang yang tidak ingin para iblis ketahui.
“ah, begitu…….”
Chiho melihat Alas-Ramus yang sedang menguap dengan santai dan Ashiya yang pingsan.
“jadi yang namanya Arushieru……..Alas-Ramus sudah bisa memanggil nama Ashiya san.”
“hn?”
Alas-Ramus yang digendong Chiho dengan malu melihat ke Chiho, Chiho sambil melihat matanya yang besar dan lebar sambil berpikir.
“Alas-Ramus chan.”
“hn~”
Mengangkat tangan tinggi tinggi, menjawab dengan penuh semangat.
“aku ya, namaku Chiho.”
“Chicho?”
“Chi-ho, papamu memanggilku Chi-chan.”
“Chi-chan---!”
Lalu Alas-Ramus seperti terpikir sesuatu dan mulai bergembira.
“teman papa!”
“itu, Alas-Ramus……..”
Lalu, Suzuno menegur dari samping.
“bagi Alas-Ramus , Chiho itu bagaikan kakak Alas-Ramus sendiri, jadi memanggilnya ‘Chi chan’ sepertinya kurang sopan.”
“hn---?hn?”
“benar, coba panggil ‘Chiho nee san’.”
Seperti menerima ajaran Suzuno dengan serius, Alas-Ramus yang dengan aneh menggunakan semua tenaganya mengangkat kepalanya dan melihat ke atas.
“Chiho……..Chi…..nee……..eh~”
Dengan berusaha menjawab Suzuno, lalu
“Chi nee san!”
Sepertinya dia memutuskan memanggil Chiho denga panggilan ini.
“terlalu imut!!”
Chiho yang dipanggil begiut oleh Alas-Ramus terharu sampai menangis, dan sedang menyubit pipinya Alas-Ramus.
“Chi nee san, Chi nee san…….”
Alas-Ramus sambil menunjuk Chiho sambil memangggilnya dengan pangggilan ini berkali kali.
“……..hn---“
Lalu menatap terus Suzuno yang berdiri disamping Chiho.
“ke-kenapa…….?”
Suzuno yang ditatap terus merasakan suatu tekanan dan menalan ludahnya sendiri.
“jadi kaka besar yang ada disini adalah Suzuno nee san yo?”
Chiho yang menyadari apa yang ingin diketahui Alas-Ramus dengan pelan mengatakan,dan Alas-Ramus seperti memastikan sesuatu didalam haitnya.
“Suzu nee san!”
Alas-Ramus sambil omong sambil menunjuk Suzuno dengan jarinya, dengan sekejap wajah Suzuno langsung memerah.
“Suzu nee san………ah,hn, mah, itu, biarkan saja begitu, hn.”
“suzu nee san, Suzu nee san!”
Seperti saat memanggil papa mama pada Maou dan Emi, untuk memastikan nama Chiho dan Suzuno, Alas-Ramus dengan bergantian meneriakkan nama kedua orang itu.
“kyaa terlalu imut!!”
“ja-jangan memanggilku seperti itu terus, eh……..jangan lihat aku seperti itu! Terlalu licik! Terlalu imut kyaa!!”
“……..polos sekali.”
2 wanita yang berteriak dengan wajah memerah itu sekejap menjadi serius ketikaa mendengar suara yang berasal dari lemari itu.
Suzuno melewati Ashiya jatuh terpingsan didepan lemari, dengan menggunakan tangannya sedang memukuli lemari itu.
“uwaa!!”
Bersamaan dengan ini, terdengar suara Urushihara yang berteriak karna terkejut.
“pokoknya, seperti yang kau dengar, aku dan Chiho dono akan membawa Alas-Ramus pergi jalan jalan. Setelah Alsiel bangun nanti beritahu dia Raja Iblis Emilia setelah selesai kerja akan langsung pulang.”
“ah---mengejutkan saja. Iya iya silahkan, pokoknya apapun yang terjadi nanti anggap saja aku tidak ada.”
“kami semuanya memang berencana begitu, tapi biarkan jadikan kau sebagai catatan pengingat juga tidak akan dihukum loh.”
“………kenapa bisa ada bayangan seperti ini selain aku ya, kalian ini manusia kan?”
“tanyakan saja pada dirim usendiri, biarkan saat rugi bersama sama musuh juga akan berkerja sama, tapi hanya kau yang tidak akan pernah begitu.”
“Rushifueru(Lucifer) tidak berguna?”
Melihat Suzuno yang sedang berkomunikasi dengan pintu lemari, Alas-Ramus dengan terkejut mengatakan nama asli Urushihara.
Orang yang didalam lemari sepertinya juga mendengarnya, terdengar suara sesuatu sedang bergerak.
“ ‘tangkapan’ anak kecil memang sangat bagus ya, sangat sesuai kenyataan.”
Lalu , Suzuno mengeluarkan jurus pamungkas.
*
Sore jam 3.
Mg.Ronald yang ada didepan stasiun Hatagaya mengeluarkan suara yaang bagaikan halilintar.
“papa!!”
Sebuah suara yang sangat yakin sedang terbang menuju seorang pria.
Semua orang melihat ke asal suara ini berada, lalu, waktuku seperti berhenti dalam sesaat.
Salah satu karyawan lupa untuk menyambut pelanggan,dan paket yang sedang dibawa seorang karyawan terjatuh dilantai, salah satu karyawan yang lain lupa melepaskan tombol mesin minuman, dan banyak jur yang tumpah.
Didalam dapur, mesin yang mengeluarkan melodi bahwa kentang goreng telah matang,  lalu seorang pria yang sekejap tidak percaya apa yang matanya lihat dan telinganya dengar, tidak, itu adalah ekspresi yang tidak percaya dengan dunia ini, ekspresinya sekejap menjadi melamun lagi,tapi setelah sesaat, semua pandangan karyawan yang lain fokus tertuju pada aku, dan akhirnya aku mulai sadar diri berkat itu.
“!!!!!”
Mungkin ini yang namanya teriakan tanpa suara.
Maou Sadao sekejap seperti terkena ledakan bom, dan segera pergi menuju ke suara itu berada.
“papa---!”
Chiho dan Suzuno berdiri diam karna suasana yang aneh ini saat baru masuk ke dalam Mg.Ronald, lalu bagi Alas-Ramus yan gsedang digendong oleh Chiho, hanya terlihat papanya yang tercinta sedan gberlari grut8oooooooooooddedfdfdfiyyyu8pw2we3menuju dia sendiri.
“a-a-a-a-a-a-a-a-a-a-a-a-apa yang kalian lakukan disini!?”
Maou sampai tidak omong dengan jelas dan menunjukkan ekspresi yang pucat, wajahnya yang sekarang putih bagaikan kulit Chiho dan Suzuno.
“kenapa kalian membawanya ke sini!? Ini sama sekali tidak lucu woi!”
“i-itu, maaf, hanya ingin Alas-Ramus chan bersenang senang sedikit…….”
“karna menangis bilang ingin bertemu dengan papa, aku pikir dengan mengubah suasana hati mungkin akan terpikir sesuatu, jadinya bawa ke sini.”
Chiho dengan cepatmenyadari bahwa suasana didalam Mg.Ronald dan merasa dirinya bersalah, tapi Suzuno sama sekali tidak peduli dengan ini.
Lalu, Alas-Ramus yang paling tidak peduli dengan ini sedang bergerak sendiri dalampelukan CHIho, dan mengulurkan tangannya ke Maou.
“papa, papa---!”
“tunggu, ba-bahaya, jangan nakal…….”
“hoi, tolonglah jangan berteriak lagi!”
Alas-Ramus hampir saja terjatuh dari Chiho, Maou dengan segera membantu Chiho menggendongnya.
“papa----!!”
Alas-Ramus yang barusan digendong Maou menunjukkan senyuman yang sangat indah, dengan erat memeluk leher Maou.
“papa---! Aku datang untuk melihatmu---!”
“iya,iya, iyakah, ahahahahaha.”
dibelakang Maou yang sedang tertawa pahit, para karyawan bahkan tidak berpikir untuk menyembunyikan pikiran mereka.
“apa itu adalah anak Maou san dan Sasaki san?”
“mana mungkin, kalau iya aku akan meninju Maou san, dan melemparnya ke sungai.”
“Kizaki san mana, kalau ketahuan oleh dia pasti akan terjadi sesuatu yang menyeramkan.”
“celaka! Kentang goreng, kentang gorengnya hangus!!”
Berbagai pertanyaan datang, dan suara yang tidak tenang, khawatir terdengar.
“ahahahaha………Maou san, ma-maaf, sepertinya kami melakukan beberapa hal yang seharusnya tidak perlu dilakukan……..”
Maou menahan wajahnya agar tidak tersenyum tapi malah Alas-Ramus sedang tertawa, lalu, menyadari dibelakang Chiho ada bayangan seseorang , ini membuat ekspresi Maou semakin kaku.
“ada apa, Chiho dono, wajahmu terlihat pucat loh, apa cuacanya terlalu panas?”
Bahkan sampai Suzuno yang bertanya karna khawatir tidak kedengaran, itu karna penjaga Mg.Ronald  Kizaki Mayumi sedang berdiri dibelakang Maou dengan ekspresi yang menyeramkan.
“Ma-----ou--------kun?”
“are!!”
“hn?”
Maou dengar segera menegakkan badannya.
“kalau mata dan telingaku masih normal, gadis yang dibawa Chi chan tadi memanggilmu ‘papa’ kan?”
“……….iya.”
Terasa dalam suara Kizaki dipenuhi rasa yang tidak setuju terhadap ini semua dan Maou terpaksa hanya bisa menjawabnya dengan jujur.
Wajah Maou dan Chiho pucat dan hanya bisa menunggu amarah dari Kizaki.
Tapi , setelah sesaat tidak terlihat seperti Kizaki akan melakukan sesuatu, dan Maou dengan takut membalikkan kepalanya dengan pelan pelan.
Melihat Kizaki bukannya marah juga bukannya tertawa,tapi malah ekspresi yang terlihat terganggu akan hal ini dan menghela napas, yang dilihatnya juga bukan Maou ataupun Chiho, tapi malah melihat ke arah Suzuno berada.
“kalau tak salah kau temannya Maou kun dan Chi chan…….Kamazuki san ya?”
Suzuno mengangguk angguk kepala dengan jujur.
“tidak masalah kanpinjamkan Sasaki padaku untuk sebentar.”
Kizaki bertanya begitu.
“……..tidak ap…….aku tidak masalah……….”
Waktu kemarin bertemu Suzuno sempat menyembunyikan diri didepan Kizaki, jadinya Suzuno dengan sedikit panik menjawabnya,
“maaf, hoi, Chi chan, bawa Kamazuki san ke dalam, anak ini akan kujaga.”
“huh?ah, iya, ta-tapi…………”
Kizaki tidak mengatakan apapun lagi, menggendong Alas-Ramus dari Maou yang sedang ragu ragu, awalnya kira akan menangis, tapi tidak disangka Alas-Ramus malah tersenyum, Maou langsung tenang melihat ini, tapi dengan sekejap menjadi pucat lagi karna 1 kalimat.
“Chi chan, ke ruang istirahat karyawan bentar, Maou kun juga.”
Chiho juga, ekspresi terlihat menderita dan berjalan dibelakang Kizaki yang santai seolah tidak terjadi apa apa.
Suzuno merasa bingung terhadap suasana yang tidak tenang ini, tapi dia hanya bisa melihat Chiho pergi, dan omong dengan Maou.
“…….maaf, spertinya pikiranku terlalu dangkal.”
“walau rasanya ingin omong memanglah, tapi kalian datang kesini juga karna memikirkan Alas-Ramus, jadi aku tidak punya alasan untuk protes,disana tidak akan kena AC, duduk aja ditempat lain.”
Melihat ke arah yang ditunjuk oleh Maou, Suzuno melihat ke Maou lagi.
“kukira kau akan marah.”
“ah? Kenapa harus marah, mah, walau akhirnya begitu pada akhirnya kau tetap sudah membantuku banyak jadi aku setidaknya harus bilang teruma kasih,kalau tidak rasanya tak tahu malu.”
Maou sekali lagi melihat ke Suzuno dan dengan jujur mengatakannya.
“……..padahal Raja Iblis, baik juga ya.”
Suzuno tidak bisa menatap lurus sepasang mata ini yang terlihat begitu tulus dan polos, dan melihat ke arah lain, padahal Raja Iblis , kenapa setiap kali dia selalu bilang terima kasih si.
“sosok Raja Iblis yang seharusnya tidak baik itu seperti apa ya. Pokoknya, kau tunggu ditempat duduk itu sebentar…….”
Karna reaksi Suzuno yang begitu Maou sedikit menjadi bingung, tapi disaat sedang omong begini.
“huft……..hari yang sungguh panas pada sore jam 3, dewi yang cantik memberiku minuman yang segar yang menghangatkan hatiku yang tidak tahu akan kehangatan ini!! Ah dewiku yang tercinta! Hari ini dan disini, aku sekali lagi datang ke sini untuk menunjukkan cintaku kepadamu!”
Si mesum yang ribut itu mengeluarkan kata kata yang menjijikkan, dan masuk ke toko dengan gerakkan yang terlihat mesum.
Didepan kecantikan penjaga Mg.Ronald , Kizaki, malaikat besar Sariel yang juga merupakan mantan penjaga Sentucky Fried Chicken, Sarue Mitsuki sudah membulatkan tekadnya untuk menjadi malaikat terjatuh.
Tiap hari dan tiap paket yang dibilang Chiho sepertinya juga termasuk waktu saat sore.
Hanya Sariel yang menggunakan matanya yang berwarna ungu untuk melihat ke seluruh toko.
Lalu, diarah tempat menuju ruang istirahat karyawan, dia menemukan sosok dewi yang sudah dia sumpah setia untuk mencintainya.
juga termasuk dengan benda yang sedang digendong oleh dewi.
“argh!”
Mengeluarkan suara yang aneh, Sariel tidak membutuhkan minuman dingin dan langsung membeku.
“jadi gemuk ya.”
Suzuno dan Sariel terakhir bertemu juga hanya beberapa hari yang lalu, tapi, jelas sekali bahwa si malaikat yang mesum ini bertambah gemuk.
Karna suara ini Sariel sadar dia sedang berdiri disamping Maou dan Suzuno,seperti boneka hidup yang rusak, menatap kedua orang itu dengan kekosongan.
“apa langit……sudah meninggalkanku?”
Terdengar suara yang begitu.
“ini….adalah hukumanku karna meninggalkan tugaskah? Hati dewi yang kucintai selalu……..sudah menjadi milik pria lain,dia juga membalasnya, apa ini yang namanya cinta!?”
Melihat Sariel yang sama sekali salah paham, Maou yang tidak tahu harus menjawab apa menyerahkan tugas ini pada Suzuno.
“ah---Suzuno, kuserahkan padamu.”
“are? Hoi, woi!”
Tidak peduli dengan protes Suzuno, Maou mengejar Kizaki mereka dan kabur ke ruang istirahat karyawan.
“Christia Bell! Apa ini adalah mimpi!? Tolong katakan ini adalah mimpi! Kalau yang kulakukan semuanya merupakan kesalahan maka aku akan memperbaiki diriku! Walau memang salahku masih melirik wanita lain, namun kali ini aku serius! Tolong, Tuhan, ampunilah dosa hamba, dengarlah pengakuan dosa hamba-Mu ini!”
“kenapa malaikat besar Sariel sampai memohon mohon dengan Kepala Interogasi dari Komisi Investigasi Gereja huh?”
Walaupun musuh, tapi malikat besar malah membandingkan Kepala Interogasi dan Tuhan, walau tidak sengaja menggunakan bahasa soapn,tapi malaikat besar yang tersesat di dunia manusia ini, gimana bilangnya, sama menyebalkannya dengan si Raja Iblis.

“apa  yang dimaksud dengan keberuntungan cinta sangat buruk dari ramalan horoscope pada berita pagi ini adalah ini! Ya Tuhan, kenapa engkau memberiku percobaan yang begitu menderita!”
Hanya karna ramalan horoscope, malaikat Sariel langsung ‘terjatuh’,  dengan pikir saja rasanya pusing, Suzuno sebagai seorang wanita, sama sekali tidak ingin mendengar keluhannya.
“……..apa Sariel sama tidak tahu latar belakang bayi itu?”
Karna Kizaki sedang menggendong Alas-Ramus, Suzuno dengan santai berbicara seolah tidak ada yang terjadi.
“ah ah……..andaikan saja bayi itu adalah ‘hasil’ku dengan dewi tercinta…….”
Sariel yang menjawabdengan tidak masuk akal menangis dengan hebat, tapi karna kaliamtnya yang tadi Suzuno bisa pastikan kalau Alas-Ramus tidak berhubungan dengan Sariel.
“………memanglah anda, coba omongkan saja dulu apa dosa dosa anda.”
Bahkan, untuk mengeluarkan bukti,Suzuno tidak mempunyai cara lain dan terpaksa menemani Sariel, tapi memikirkan ‘pengakuan dosa’ saja sudah membuat kepala pusing.
“……….kalau begitu,”
Karna suara ini, Maou dan Chiho yang berdiri tegak terkejut sampai mengeluarkan suara dingin, akan terkena hukuman seperti apakah mereka, jantung mereka serasa ditusuk tusuk.
“anak ini sudah berumur berapa?”
Tapi , pertanyaan yang paling pertama ditanyakan malah ini, Kizaki dengan pandai bermain dengan Alas-Ramus yang sedang digendongnya.
Maou dan Chiho dengan terkejut saling menatap masing masing.
 “3 tahun……..tidak, badanya masih agak kecil, jadi kira kira 2 tahun, hn?”
“ah, i-iya, menurutku juga begitu.
“apanya yang menurutku, apa tidak bertanya umur dengan orangtua.”
Kalau bisa tanya tentu saja sangat ingin tanya, namun orangtuanya saja tidak tahu siapa, jadi tidak ada cara.
“tapi, ya sudah, begitu ya, kalau tanya keponakanku umurnya berapa aku juga tidak bisa menjawab dengan pasti, biasanya kalau sudha masuk sekolah lebih mudah tahu.”
Tapi, Kizaki tidak bertanya lebih lanjut, malah mengakhiri topik ini dengan pengalaman sendiri.
“santai saja, bukan untuk menceramahi kalian, karna didepan anak.”
Kalau manusiay ang bisa santai hanya karna ini, itu pasti orang besar yang sangat jarang ada.
“untuk pastikan saja, anak ini tidak mungkin adalah anak dari Maou dan Chi chan kan?”
“bukan!.....walau aku berharap begitu………”
Chiho dengam mencuri curi mencampur pikirannya sendiri, tapi Kizaki tidak mendengarnya.
“pikir pikir si boleh, tapi perlu bedakan tempatnya.”
Kizaki sambil tertawa sambil bermain dengan Alas-Ramus, dan mengatakanya dengan membawa tekanan dan kehangatan yang bahkan membuat Raja Iblis merasa takut.
“kalian juga bukannya sedang pacaran kan?”
“i-iya!”
“itu……..iya.”
Chiho melihat Maou yang langsung saja membantah itu dan mengangguk angguk kepala.
Karna jawaban 2 orang yang masih muda, Kizaki tertawa pahit.
“apa kalian berpikir aku akan menyalahkan kalian dengan mencampuri urusan rumah tangga kalian? Sebaliknya, kalau kalian pacaran maka kalian tidak akan diceramahi seperti ini.”
“are?”
Maou menjawab dengan ekspresi yang terlihat seperti diluar dugaan.
“tidak peduli apakah Maou kun yang meminta Chi chan yang bantu atau Chi chan sendiri yang meminta bantu, tapi apakah begitu baik, apa pernah berpikir posisi seorang siswi SMA yang pergi masuk ke rumah seorang pria untuk menjaga bayi,dimata orang lain itu adalah sebuah bayangan yang sangat buruk?”
Karna topik menuju arah yang sama sekali tidak diduga, 2 orang itu tidak bisa menahan keterkejutannya sendiri.
“ta-tapi Maou san juga tidak punya siapa siapa lagi untuk diminta bantu, jadi…………”
“mungkin Chi chan masih belum mengerti, tapi ya, yang namanya ‘pandangan orang’ itu sangat berbahaya, suka bilang yang sembarangan padahal mereka tidak tahu, juga pengaruh yang buruk itu bersifat ‘diam’ dan ‘tiadk berbetuk’.”
“………..”
“!!”
Disaat kedua mata Kizaki melihat ke Alas-Ramus, Maou hampir saja tidak bisa mencegah apa yang ingin dikatakan Chiho.
Tidak tahu apakah Kizaki melihatnya, Kizaki menggunakan jarinya bermain dengan muka Alas-Ramus, Alas-Ramus juga dengan senang tertawa mencium tanagan Kizaki.
“bau yang sama dengan papa.”
“iyakah, sama.”
Kizaki sekali lagi dengan senang menjawab.
“setelah mengatakan ini, anak muda yang belum tahu apa apa pasti menjawab seperti ini. ‘apa yang dunia dan orang orang tahu tentang kami.’ Kalian tidak bilang ini, kalian sangat hebat.”
Kizaki membiarkan Alas-Ramus duduk dibagian lututnya, tangan memegang perutnya, membuat Alas-Ramus yang yang sedang berputar pelan diatas kursi tertawa bahagia.
Melihat ini, Maou melepaskan tangan Chiho, dan dengan jujur mengatakan.
“bisa bilang begini, karna aku belum mengerti apa apa tentang dunia ini.”
Debfab sekejap Kizaki menghentikan kursi yang berputar dan meggendong Alas-Ramus yang sedang tertawa.
“hi--------ya----hahaha~”
Seperti sangat seru, Alas-Ramus mengeluarkan suara yang lucu.
“bisa omong seperti ini, akhirnya sudah jadi sedikit dewasa.”
Setelah Kizaki mengembalikan Alas-Ramus pada Maou, Kizaki melihat ke jam dinding lalu menguap.
“Maou kun, hari ini sudah boleh pulang, walau sedikit awal, tapi, tidak peduli untung ata urugi, kurang 1 orang belum bisa sampai membuat kekacauan.”
“huh, tidak, tapi……..”
“kau adalah ‘papa’ dari anak ini kan? Kalau begitu dibanding dengan gajimu, hargailah waktu yang kau habiskan bersama dengan anakmu. Penambahan jam kerja yang kau minta juga sementara dipertimbangkan dulu.”
Hanya mengatakan ini, setelah Kizaki merapikan seragam juga topinya, dia dengan santai meninggalkan ruang istirahat karyawan.
“……….Maou san, penambahan jam kerja?”
Chiho yang seperti sedikit kurang mengerti.
“karna keluarga yang perlu dihidupi menjadi lebih banyak, jadi perlu kerja dengan keras si, mungkin saja Alas-Ramus akan sekolah nanti.”
Maou sambil menggendong Alas-Ramus sambil omong dengan nada yang membingungkan.
“apa serius ingin mengadops Alas-Ramus chan?”
“hmm sedikti berbeda dengan mengadopsi.”
Maou sambil menunjukk kening Alas-Ramus sambil omong.
“mah, aku hanya ingin menjaganya sampai semua masalah ini selesai, lalu tunggu orangtuanya yang sebenarnya muncul aku akan segera mengembalikannya.”
Pada akhirnya, walau omongnya tentang mengadopsi Alas-Ramus, Maou terlihat sangat memikirkan kening Alas-Ramus.
“oh ya Chi chan, sebelumnya, orangtuamu mengizinkan Chi chan ke tempatku kan?”
“………..iya.”
Badan Chiho merasa kaku.
Chiho juga tahu Maou menghormati Kizaki bukan karna dia manager,tapi sebagai Raja Iblis yang berasal dari dunia lain apakah ini baik baik saja, kesampingkan dulu pertanyaan ini, Maou mungkin akan berubah pikiran setelah ceramah Kizaki yang tadi.
“aku memohon padamu setelah mengingat baik baik apa yang dikatakan Kizaki san…….apa aku boleh meminta bantuanmu untuk sementara waktu lagi?”
“huh……are?”
Awalnya kira akan berhenti meminta bantuan Chiho, tapi Chiho terkejut dan membuka matanya lebar lebar setelah mendengar ini.
“situasi sekarang sudah lebih damai, tapi pada akhirnya aku dengan Emi dan Suzuno tetap musuh, gimana bilangnya ya, sekarang di Jepang, manusia yang bisa kupercayai dan bisa ku minta bantuan hanya Chi chan seorang.”
“…………..”
“aku juga tahu sebelum aku menjawab Chi chan, omongkan hal ini rasanya sedikit licik, tapi, sebisa mungkin, itu, mungkin akan terkena berbagai masalah, tapi aku sangat berharap kau bisa membantuku.”
“………….”
“……..Chi chan?”
Chiho dengan melamun membuka mulut, lalu,
“……hoi, hoi!? Kenapa menangis!? Chi chan, hn? Apa aku sudah mengatakan hal yang buruk!?”
Air mata terus keluar dari mata Chiho.
Maou merasa panik karna reaksi Chiho yang tidak terduga ini, Chiho seperti sadar karna meliha tingkah laku Maou, lalu mengeluarkan tisu untuk menghapuskan air mata.
“ah, ma-maaf, rasanya, itu, sedikti senang.”
“tidak, harusnya aku yang meminta maaf, maaf ! aku sudah lebih tua apalagi adalah Raja Iblis,tapi malah memohon untuk meminta bantu Chi chan…….are?”
“aku sangat senang, ingin membuat Maou meminta bantu padaku.”
“are?ah?are? senang……..eh, kalau begitu, kenapa menangis?”
Karna senyuman Chiho, diatas kepala Maou seperti terlihat muncul banyak tanda tanya yang banyak.
“ehehe, maaf, tapi manusia memang begitu loh.”
“aku tahu Maou san belum bisa menjawabku dengan segera, tapi tidak peduli apapun balasanya aku akan selalu menunggunya, jadi---“
Chiho sekali lagai menahan air matanya yang akan keluar, lalu menggenggam tangan Alas-Ramus.
“Chi chan?”
“semangat, aku akan membantu Maou san.”
“be-begitu ya itu, maaf, thank you…….”
“ya!”
Kali ini, Chiho menunjukkan senyuman yang terindah, Maou tidak tahu harus membalas seperti apa, jadi merendahkan topi dan melihat ke arah lain.
“ah ya, Maou kun, laci yang ada disana……”
Saat ini, Kizaki yang harusnya sudah pergi tiba tiba kembali.
“!!”
Melihat Maou dan Chiho yang menjadi kaku karna terkejut, Kizaki mengangkat alisnya.
“……..sudah kuduga tidak seharusnya menerima karyawan perempuan…….”
Bukan lawan yang bisa ditipu begitu saja, didepan Kizaki semua itu terlihat seperti permainan baginya.
Kizaki berjalan ke dalam begitu saja, lalu mengeluarkan sebuah amplop dari dalam laci.
“ini didapat saat ada promosi koran, tapi biarpun aku yang pegang juga tidak akan kepakai, pokoknya ini kuberi padamu.”
Kizaki sambil menghela napas sambil melihat Maou dan Chiho secara bergantian.
“apa sudah memahami ceramah yang sudah kuberikan tadi?”
Omong begitu, setelah menaruh amplopnya diatas kepala Maou Kizaki langsung pergi.

Setelah pintu tertutup, Maou dan Chiho dengan lebay menghirup napas, Chiho mengambil amplop yang diberi Kizaki, yang muncul adalah…….

Hataraku Maou-sama Jilid 3 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.