24 April 2016

Date A Live Jilid 10 Bab 5 LN Bahasa Indonesia




Date A Live Jilid 10
Bab 5
 Keturunan Raja Iblis ke Kegelapan

Bagian 1
Waktu jam 10:30 malam. Shidou dan yang lain ada di ruangan rumah sakit di kota.
Setelah kejadian sebelumnya, alarm gempa luar angkasa berhenti dan orang-orang kembali ke kota dan sekolah. Shidou dan yang lain terkunci pegangan, ditegur oleh perawat sekolah kenapa mereka tidak evakuasi sebelum dibawa ke rumah sakit.
Walaupun mereka dalam keadaan tersegel, Roh memiliki tubuh lebih kuat dari manusia. Walau hanya penyembuhan luka, mereka lebih cepat dari manusia normal.
Walau seperti itu, mereka tidak bisa menyembuhkan diri seperti Kurumi dan Kotori jadi mereka masih memiliki luka di tubuhnya. Setelah melihatnya, normal untuk perawat sekolah menelepon 117 tanpa argumen. Yah, untuk Shidou berencana membawa mereka ke rumah sakit, itu menyimpan masalah untuknya.
“muuuu…………….Shidou, aku lapar…………”
Setelah diperban ulang secara benar, Tohka berkata demikian. Dia tersenyum kecut dan mengangkat bahunya. Dia baru saja makan malam beberapa saat lalu tapi, jumlah yang disediakan oleh rumah sakit tidaklah cukup untuk Tohka.
“…………seriusan, aku tidak punya pilihan lain huh. Tapi sudah telat jadi, akan mudah untuk mencerna makanan. Haruskah aku membeli jeli dari toko serba ada?”
“Umu!”
Tohka mengangguk senang. Dan saat mereka sedang mengobrol, Roh lain yang melihat dari samping [Buuu] mengeluarkan suara tidak puas.
“Hei Shidou. Apa ide untuk memberikan buah terlarang kepada bawahanku setelah dia meninggalkanku”
“Tidak puas. Shidou kurang waspada bahwa dia adalah benda milik bersama Yuzuru dan Kaguya”
“Aaaah, selalu Tohka-san, tidak adil”
Ya. Untungnya, sepertinya pintu ke ruangan besar terbuka jadi semuanya dapat masuk ke ruangan yang sama. Shidou, Yoshino, dan Natsumi tidak memiliki luka serius tapi, karena semuanya tidak bisa pulang jadi, mereka dengan khusus diperbolehkan tinggal disini sampai mereka mendapat konfirmasi untuk fasilitas evakuasi yang kosong.
Di kota Tenguu, ada beberapa fasilitas sementara untuk untuk penduduk berkumpul setelah kehilangan rumahnya karena bencana gempa luar angkasa tapi karena kali ini terjadi di tengah pemukiman penduduk, ada banyak orang yang kehilangan rumahnya dan menyebabkan bantuan menjadi telat.
Pada akhirnya, daerah sekitar rumah Itsuka juga termasuk zona bencana karena gempa luar angkasa. Namun, itu normal saja. Origami mungkin melakukannya agar seperti ini ------karena gempa luar angkasa pada umumnya adalah ledakan yang terjadi saat Roh muncul dan saat AST bertarung dengan Roh. Tidak beda dari definisi itu.
“Baiklah baiklah…………aku akan beli juga untuk semuanya jadi tunggu aku.-------Bagaimana dengan kalian berdua Yoshino, Natsumi?”
Setelah mengatakannya, dia melihat ke ruangan. Yoshino dan Natsumi duduk di kursi bersebelahan yang berada di samping dinding.
Tidak, lebih tepat lagi, mereka berdua menutup matanya dan selagi *suu**suu* mereka mengeluarkan nafas tidur; mereka merapat dengan saling bersandar satu sama lain. Seperti mereka tidur karena kelelahan.
“Ahaha…………”
Setelah mulut Shidou menjadi santai, dia mengambil selimut tambahan dan meletakkannya di atas mereka berdua. Yah, banyak hal terjadi hari ini.
Dan.
“…………..Hn?”
Kedua alis Shidou agak mendekat. Dia dapat mendengar suara getaran entah darimana.
“Mu, ada apa Shidou”
“Tidak, aku pikir aku mendengar suara aneh……..tunggu, ah”
Saat itu, Shidou menyadari asal suara itu. Ya. Itu adalah getaran dari ponsel.
“Apa dari Yoshino……..? Sekarang aku memikirkannya, dia lupakan untuk mematikan ponselnya sebelum masuk ke rumah sakit……….”
Shidou menggaruk pipinya sebelum, *umu* dan mengangguk. Tentu saja, sangat dilarang untuk menggunakan ponsel di rumah sakit tapi, itu sesuatu yang sulit diminta dari Roh. Itu kesalahan Shidou tidak memberitahukannya tentang itu.
“Aku tidak punya pilihan……….lagipula aku tidak bisa membiarkannya”
Dia tidak tahu siapa yang meneleponnya tapi, akan jadi masalah jika orang itu terus menelepon jika dia biarkan. Untuk mematikannya, Shidou mengulurkan tangannya untuk mencapai kantung pakaian Yoshino.
“Ah-re?”
Tapi, ponsel tidak ada di kantung yang dia pilih. Mungkin di tempat lain. Shidou mengandalkan suara getarannya dan melihat sekitar tubuh Yoshino untuk menemukannya.
“Oh………ketemu”
Dia menemukan ponselnya di kantung bagian dalam pakaiannya.
Dan saat itu.
“Hnn…………unn…………”
Yoshino tiba-tiba menggeluarkan suara geli dan perlahan membuka matanya.
Dan setelah melihat sekitar dengan bengong untuk sesaat, wajahnya memerah saat dia melihatnya merasakan sekitar tubuhnya dan wajahnya tepat di depannya.
“……………! E-errr…….Shidou-hyaan……….!!?”
Setelah mengatakannya, tubuhnya membeku selagi air mata keluar dari matanya………..entah bagaimana, sepertinya dia salah paham.
“Tung…………kau salah Yoshino! Ini-----“
Dan saat Shidou akan menjelaskannya, Natsumi yang tidur disebelah Yoshino terbangun.
“Hnn…………Apa sih, beri……….sik----“
Natsumi kemudian membuka lebar matanya dan mengangkat tangan kanannya untuk dengan megahnya meluncurkan pukulan ke atas dagu Shidou.
“Kau, iblis busuuuuuuuuukk!”
“Hebuuuuu……..!?”
Setelah Shidou berteriak aneh, dia terhempas secara parabola dari saat pukulan ke atas Natsumi, dia kemudian jatuh dengan muka menyentuh lantai rumah sakit. *Kan**kan**kan*! Suara bel berdering. Dia pikir dia mendengarnya.
“shi-shidou!?”
Karena Yoshino dan Natsumi duduk bagian lain dari gorden, itu adalah titik buta dari kasur. Dari pandangan Tohka dan yang lain, mereka mungkin melihat Shidou tiba-tiba terhempas. Dia membuka lebar matanya dan mengeluarkan suara terkejut.
Shidou dengan lemahnya mengayunkan tangannya untuk memberitahu bahwa dia tak apa sebelum mengelus dagunya selagi perlahan mengangkat tubuhnya.
“Ka-kau tak apa, Yoshino…….! Apa dia melakukan suatu hal yang aneh padamu!?”
“E-err……..Y-Ya. Lebih penting lagi, Shidou-san……….”
“Lupakan pria tak berguna itu! A-Aku tidak habis pikir dia akan melakukan sesuatu yang mesum pada Yoshino saat aku tidur disebelahnya……………!”
“Ka-kau salah paham……….aku hanya-----“
Shidou menunjukkan ponsel Yoshino yang dia pegang untuk menjelaskannya pada Natsumi.
Tapi-------dia mengangkat alisnya dan menghentikan perkataannya.
Alasannya mudah. Di layar panggilan ponsel Yoshino, dia melihat nama yang dia kenal disitu.
“………………….!”
Saat dia mengenalinya, Shidou langsung menekan tombol terima dan meletakkan ponselnya di telinganya. Dia sadar bahwa menelepon di rumah sakit itu dilarang tapi-------tubuhnya bergerak sebelum dia menyadarinya.
Saat dia melakukannya, dia dapat mendengar suara yang dia kenal.
“…………..Halo, apa ini Yoshino?”
“--------Kotori! Ini Kotori!?”
Shidou membalas dengan suara bersemangat.
Ya. Apa yang dia dengar jelas adalah suara adik Shidou-Kotori.
“Mu…….!?”
“Hou, dia selamat huh”
Mungkin mereka bereaksi pada nama yang Shidou sebutkan, para gadis mengangkat suaranya. Shidou mengangguk untuk membalas pada mereka sebelum kembali fokus pada ponsel.
“Shidou? Aah………ini bagus, sepertinya kamu selamat. Bagaimana dengan yang lain?”
“Aah, semuanya selamat--------aku tidak bisa bilang begitu tapi, setidaknya mereka masih hidup”
“Ya. Itu bagus”
“Harusnya, itu kata-kataku. Dimana kau? Apa <Fraxinus> tak apa? Aku khawatir karena tidak bisa menghubungimu”
Setelah Shidou mengatakannya, Kotori diam tuk sesaat. Dia hanya bisa mendengar nafas penyesalannya.
“Kotori………?”
“----Saat ini, kita sedang berada di fasilitas bawah tanah milik <Ratatoskr>. Para kru selamat entah bagaimana. Tapi……..kita kalah. Juga telak”
“Eh……….!?”
Shidou membuka lebar matanya terkejut saat dia mendengar perkataannya.
“A-Apa maksudmu?”
“………Seperti yang kubilang. Kita kalah dari DEM. Kerusakan kapal lebih dari 30%. Lari setelah menggunakan semua <Yggd Follium> adalah batas kami. <Fraxinus> sedang diperbaiki. Kapal nyaris bertahan oleh Teritori tapi………..untuk sesaat, tolong mulai berpikir bahwa tidak mungkin untuk menggunakannya seperti yang biasa kita lakukan”
“A………………..”
Bukan berarti dia tidak mengerti perkataannya. Tapi, kata-kata [Kalah] dan <Fraxinus> terasa tidak pas di dalam kepalanya.
Tapi, dipikir secara rasional, itu bukan sesuatu yang mustahil. <Fraxinus> adalah kapal udara. Maka hal seperti ini juga terjadi. Salah Shidou untuk berpikir bahwa <Fraxinus> adalah tempat dengan keamanan yang sangat terjamin.
“<Fraxinus>…………..!? Tapi seharusnya kemampuan realizer <Ratatoskr> lebih baik daripada DEM…………”
“Pada dasarnya ya……….tapi, celahnya cukup terisi setelah pengembangan model baru DEM-<Ashcroft β>, Juga-----DEM punya wanita itu”
“…………………uh”
Wanita itu. Saat Shidou mendengar perkataan itu. Wajah seorang perempuan melintas dalam pikirannya. Dia berambut pirang lembut dan matanya penuh dengan percaya diri.------Wajah Wizard terkuat, Ellen Mather.
Shidou mungkin dapat mengerti situasinya. Kotori menghela nafas sebelum melanjutkan.
“…………Yah, membicarakan masa lalu tidak akan merubah apapun. -----Lebih penting lagi, beritahu aku sesuatu. Kemana kau pergi? Semuanya masih hidup yang berarti, mereka mengalahkan Tobiichi Origami?”
“Tidak, itu…………”
Shidou ragu-ragu untuk sesaat sebelum menghela nafas dan menjelaskan peristiwa yang terjadi beberapa saat yang lalu dengan ringkas.
Tentang fakta bahwa dia dikurung Origami. Tentang Yoshino dan Natsumi yang menyelamatkannya. Dan, saat dia sampai di tempat dimana Roh bertarung----dia melihat Origami sebagai Roh.
“Tobiichi Origami berubah menjadi Roh…….!?”
Suara Kotori penuh dengan rasa terkejut.
“Apa yang terjadi? Apa <Phantom> muncul……….?”
“Aku tidak tahu. Tapi-----Hanya itu jawaban yang dapat diterima”
“…………uh, oh sial. Kenapa harus disaat seperti ini……….!”
Kotori berkata demikian dengan menyesal. Namun, normal saja baginya. Untuk Kotori, <Phantom> memiliki hubungan yang sangat dalam dengannya.
“Jadi, dimana Tobiichi Origami?”
“Dia terbang entah kemana……….Aku tidak tahu kemana dia pergi”
“…………Begitu. Aku mengerti. Kita akan mencarinya. Shidou, kau harus menyiapkan hatimu juga”
“Menyiapkan hatiku?”
“Yah, sudah jelas kan. Tidak peduli siapapun itu, Roh adalah Roh. Kau harus menaklukan Tobiichi Origami kau tahu?’
“Ah…………….”
Memang benar sekarang dia mengatakannya. Tugas Shidou adalah untuk meningkatkan level kasih sayang Roh dan untuk menyegel Reiryoku mereka dengan menciumnya. Tentu saja, Origami juga bukanlah pengecualian.
………..tapi untuk beberapa alasan, saat dia berpikir Origami sebagai lawannya, gambaran akan [Dimakan] oleh Origami bukannya [Menaklukannya] terbayang di dalam pikirannya. Walaupun penyegelan harus dilakukan, dia merasa masalah akan terjadi setelah dia menciumnya.
Mungkin dia menyadari keadaan Shidou, Kotori *Haaa* menghela nafas.
“------Ya sudah, masih banyak hal yang ingin kutanyakan tapi untuk sekarang, kita lakukan itu saat kita bertemu nanti. Lagipula tidak bagus berbicara terlalu lama di rumah sakit”
“Eh? Bagaimana kau…………”
“Ponsel siapa yang kau pakai sekarang?”
“Ah----Begitu”
Setelah mendengar perkataan Kotori, Shidou mengerti. Sekarang dia memikirkannya, dia pernah dengar bahwa ada alat pelacak di ponsel yang diberikan pada para Roh jika suatu masalah terjadi.
“Aku mengirim anggota organisasi kesana untuk menjemput kalian; tidak akan lama untuk sampai disana. Tolong ikuti intruksi yang diberikan padanya. Kita akan berurusan dengan rumah sakit jadi, atur alat pelacaknya”
“Aah, aku mengerti…………….tapi, semuanya terluka……….”
“Jangan khawatir. Mungkin tidak akan sebagus <Fraxinus> tapi, kita memiliki realizer penyembuh juga disini. Mereka akan sembuh lebih cepat daripada hanya tidur di rumah sakit”
“Begitu. Aku mengerti”
Untungnya, semuanya tidak memiliki luka yang menghambat mereka dalam bergerak. Shidou melihat ke semuanya sebelum menghela nafas dengan lembut.
“Dia seharusnya sudah ada disana. Aku akan menjelaskan detilnya nanti”
Bersamaan dengan perkataan Kotori, dia dapat mendengar suara mesin mobil dari luar.
Dia berdiri dan melihat keluar jendela untuk menemukan beberapa mobil bukannya ambulans yang berdiri di samping rumah sakit. Sepertinya, mereka adalah anggota yang dibicarakan Kotori.
Saat itu, Shidou menyadari sekitarnya menjadi gelap. Langitnya sudah gelap dan bulan terlihat dengan jelas.
“Aah, aku mengerti. Sampai jumpa nanti---“
Dan.
Shidou menyelesaikan salamnya dan akan memutus panggilannya.
---Saat itu.


“Kerja bagus Ellen”
Setelah menyelesaikan misinya dengan luar biasa dan menyelesaikan beberapa misi, Ellen tiba-tiba dipanggil oleh suara saat dia memasuki kamar hotel.
Saat dia menoleh, dia menemukan Isaac Westcott sedang duduk di sofa kamar seolah dia menunggunya untuk kembali.
“Ike”
“Itu sebuah pertunjukkan kemampuan yang luar biasa. Aku hanya bisa bilang itu yang kuinginkan darimu”
“Tidak, terkena serangan sekali adalah kesalahan perhitunganku. Sepertinya musuh memiliki kru yang menakjubkan”
Westcott sedikit tersenyum selagi mengangkat bahunya saat dia mendengar perkataan Ellen.
“Jadi, apa para kru selamat?”
“Tidak tahu. Aku beritahu mereka untuk evakuasi tapi, aku ditolak”
“Begitu, sekarang itu mengecewakan. Aku akan berdoa agar para kru itu selamat”
Westcott bergumam demikian tanpa ironi tercampur di dalamnya. Sebenarnya, dia serius. Target Ellen kali ini adalah kapal udara <Ratatoskr> bukan para krunya. Mereka memiliki kekuatan untuk menghalangi aksi DEM, melindungi Roh; juga lebih baik untuk meninggalkan beberapa kekuatan di sekitar Itsuka Shidou.
Namun, bukan berarti semua kru <Ratatoskr> ada di kapal itu semua. Bahkan jika semua kru itu musnah, pria itu------Woodman akan dengan mudah mengisi kekosongan itu.
Westcott mungkin menyadari itu juga. Untuk merespon perkataannya, kemurungan dapat terlihat di wajahnya.
“---Lebih penting lagi, Ike”
“Aah, aku tahu”
Saat Ellen berkata demikian, Westcott memiringkan kepalanya ke depan untuk memberitahu bahwa dia sudah tahu sebelum menunjuk terminat di meja pada Ellen.
Suatu gambar sedang ditampilkan di layar.
---Penampilan Tobiichi Origami dalam Astral Dress putih.
Ya. Ellen juga mendeteksi pembacaan Reiha baru pada alat pengamat yang terpasang di kapalnya tapi------dia masih meragukan telinganya saat dia mendapatkan laporan dari markas utama.
Itu karena, Tobiichi Origami berubah menjadi Roh saat dia bertarung melawan Roh.
“Haha, ini juga tidak terduga bahkan untukku. Aku tidak habis pikir dia akan berubah menjadi Roh”
Setelah berkata demikian, Westcott tersenyum seolah dia menikmatnya dari lubuk hatinya.
“Tidak, aku seharusnya bersedih karena kehilangan Wizard yang hebat. ----Aah, bagaimana ini bisa terjadi. Dia pasti akan menjadi tambahan yang hebat dalam pasukan kita”
“Mulutmu tersenyum, Ike”
“Ups, salahku”
Walaupun dia berkata demikian, Westcott bahkan tidak mencoba untuk menutup mulutnya. Ellen sedikit menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya.
“Jadi, dimana dia sekarang?”
“Aah, dia melayang berputar-putar di sekitar kota Tenguu beberapa saat lalu tapi, dia tiba-tiba menghilang”
“Responnya menghilang? Apa dia punya kemampuan menyembunyikan Reihanya?”
“Seperti yang diduga, kau juga berpikir begitu?”
“Sudah jelas kita akan menargetkannya sekarang dia menjadi Roh. Normal saja untuknya menyembunyikan dirinya sendiri”
“Aku penasaran. Tepat untuk berpikir seperti itu tapi---------Cara Roh melakukan hal yang membuat imajinasi kita tidak berguna pada mereka.
Selagi mengatakannya, Wescott berdiri dari sofa dan perlahan berjalan ke jendela.
Langit malam yang tak berawan terpampang di luar jendela dan satu bulan bersinar tepat di tengahnya.
“Dia mungkin secara tidak terduga melihat kita dari sana”
Dan.
Westcott mengatakannya dengan nada bercanda dan tersenyum.
----Saat itu.


“………..Kalau begitu, aku penasaran apakah Origami mendapatkan tujuannya”
Dibawah cahaya bulan. Duduk di ujung atap bangunan, Kurumi bergumam pada dirinya sendiri.
“Ufufu, siapa tahu?”
Saat dia berkata demikian, sebuah suara yang mirip dengan Kurumi bergema dari bayangannya dan membalasnya.
“Itu mungkin mustahil. Apa kau lihat Origami-san? Jika dia memiliki kekuatan sebanyak itu, itu akan mustahil untuknya”
“Apa yang [Aku] pikirkan?”
Berikutnya, kloningannya mulai berbicara. Kurumi *fuu* menghembuskan nafas sebelum mengangkat bahunya.
“Aku tidak bisa berkata apa-apa. -----Yah, secara pribadi, aku berharap Origami dapat mencapai keinginannya”
Saat Kurumi berkata demikian, kloningannya dalam bayangan cekikikan.
“Ufufu, itu bukan perkataan [Aku]. Apa kau terpukul oleh cahaya bulan?”
Sungguh kasar.
Tapi. Kurumi tidak marah dan mengangkat bibirnya sebelum melihat ke atas bulan luar biasa yang melayang di langit.
Cahaya bulan mungkin membuat seseorang marah. Maka malam ini, kehendak Kurumi yang gila mungkin karena dia teracuni oleh cahaya bulan.
“Yah--------seharusnya tidak apa. Bahkan aku merasa melakukannya sekarang dan nanti”
Dan.
Setelah mengatakannya, Kurumi meletakkan berat tubuhnya pada tangannya dan sedikit membengkokkan tubuhnya.
---Saat itu.


Bulan yang melayang di langit----Terbelah menjadi setengah.
Bagian 2
“Eh……………?”
Melihat langit dari jendela rumah sakit, Shidou membuka lebar matanya karena peristiwa yang tiba-tiba terjadi.
Bulan purnama yang melayang di langit muncul sebuah retakan.
Tentu saja, mustahil untuk bulan benar-benar terbelah. Dia langsung menyadari ada bayangan muncul di depan sinar bulan.
Tapi-----Dia tidak tahu apa itu. Itu bukan awan, semacam burung maupun pesawat terbang. Udaranya retak dan membuatnya seolah bulan benar-benar terbelah.
“Apa, ada yang salah?”
Suara ragu Kotori dapat terdengar dari ponsel. Tapi, Shidou tidak dapat membalas.
Berikutnya, retakan itu mengkikis bulan dan menutup cahayanya seolah memakan bulan.
Tidak--------Shidou menyadari sesuatu disana.
“…………Apa ini-------“
Itu bukan hanya bulan.
Langit malam tertutupi oleh retakan kegelapan.
Dia akhirnya dapat mengerti saat dia memfokuskan matanya. Di bawah langit gelap, kegelapan yang lebih gelap terbentuk seperti jaring laba-laba.
Dia tidak dapat melihat seberapa besar itu. Dari apa yang bisa dia lihat, langit sedang digerogoti oleh kegelapan. Mungkin kota, daerah, atau mungkin seluruh Kantou, atau mungkin------
Itu semakin lebar sampai membuatnya berpikir demikian.
Warna yang berbeda dari langit gelap tersebar di langit.
----Sekejap itu.
Kegelapan yang terbentuk di langit bergetar seperti makhluk hidup dan di saat yang sama, rumah sakit yang ditempat Shidou dan yang lain bergetar sangat keras.
“A………!?”
“Guh----!”
“Ge-gempa bumi………!?”
“Kyaa!”
Semuanya panik; beberapa berpegang pada gorden dan beberapa yang lain bersembunyi di bawah kasur.
Tapi…………Shidou mengambil sesuatu secara naluriah. Ini bukan gempa bumi.
Langsung saat dia menyadarinya, suatu wujud menyerang rumah sakit Shidou dan yang lain.------kegelapan yang kenta jatuh dari langit seperti bim hitam dan menembus melalui langit-langit, dan lantai sebelum lanjut ke lantai selanjutnya.
Dan beberapa saat kemudian, bim menyentuh tanah dan menyebabkan goyangan yang lebih kuat dibanding yang sebelumnya.
“A……..! A-Apa ini!?”
Untuk sesaat, dia pikir Wizard DEM muncul di atas mereka dan menyerang mereka tapi------dia salah.
Saat dia melihat ke luar jendela, hujan bim hitam yang menyerang mereka sekarang berjatuhan dari langit untuk menghancurkan kota.
“A-------“
Dia kehilangan kata-kata saat dia melihatnya.
Beberapa bim hitam terjatuh ke tanah dari langit. Bim-bim itu dengan mudahnya menembus bangunan dan menghancurkannya dengan sekejap. Pohon-pohon tumbang, kendaraan meledak, dan jalan-jalan hancur. Kota menjadi hancur dalam sekejap dan berubah menjadi adegan kekacauan dari neraka.
“A-Apa yang terjadi, Shidou”
Tohka melompat dari kasur dengan panik.
Seolah menunjukkan kehancuran kota, alarm yang sangat keras mulai berbunyi.
Di saat yang sama, alarm dapat terdengar dari ponsel yang sedang dalam panggilan. Itu sedikit berbeda dari suara <Fraxinus> tapi----tidak salah lagi. Alarm menunjukkan keberadaan Roh.
“……….! Kotori, ini------“
“Ini sebuah Roh! Tapi, apa wujud ini……….! Roh kuat seperti ini muncul tanpa peringatan…………apa-pun……!”
“……………..?”
Shidou mengangkat alisnya saat dia mendengar perkataan Kotori yang kehilangan energinya.
“Kotori? Oi, ada apa”
“Pembacaan ini--------Ini bukan Roh biasa. Ini…….tipe Inverse……..!?”
“A……….!?”
Shidou membuka lebar matanya saat dia mendengarnya.
Tipe Inverse. Shidou hanya sekali melihat Roh dipanggil seperti itu.
Dia tidak tahu detilnya. Tapi, dia dengar bahwa itu akan muncul saat Roh dipenuh dengan rasa putus asa yang sangat dalam dan akan memiliki kekuatan yang sangat berbeda dari biasanya.
Dan-------itu juga adalah Roh negatif yang pemimpin grup musuh Shidou------Isaac Westcott coba buat.
“Kenapa……..kenapa sesuatu seperit ini muncul tiba-tiba! Apa ini ulah DEM……!?”
“Aku tidak tahu! Bagaimanapun, berbahaya disana! Cepat------“
Tapi saat Kotori memaksanya untuk evakuasi. Beberapa sinar cahaya meledak dari langit dan dengan mudahnya menghancurkan rumah sakit. Tanahnya hancur dan tubuhnya terlempar ke udara. Ponselnya terlepas dari tangannya dan terbang entah kemana.
“U-uwaaaaaaaaaaaaaahh!?”
Tubuhnya dan reruntuhan jatuh ke tanah.
Tapi, seseorang tiba-tiba menggendongnya dari perutnya dan menariknya ke atas, menolong Shidou dari hujan reruntuhan ini.
“*Uhuk*………….*uhuk*…..”
“Kau tak apa, Shidou!”
Setelah berbatuk, dia melihat ke orang itu dan menemukan bahwa itu adalah Tohka. Sepertinya, dia langsung menggendong Shidou dari rumah sakit yang hancur.
Dia berada dalam Astral Dress lengkapnya. -----ya. Pada akhirnya, dia tidak dapat memiliki waktu untuk bersama dan belum menyegel ulang Reiryokunya.
Berikutnya, Roh lain yang dalam Astral Dress terbatasnya, turun di belakang Tohka. Sepertinya semuanya selamat.
Dia mengeluarkan helaan nafas karena merasa lega. Tapi, Shidou dan yang lain bukanlah satu-satunya yang ada di rumah sakit. Masih banyak pasien, perawat dan dokter; mereka pasti terjebak di bawah reruntuhan.
“Kuh……….Semuanya! Pinjamkan aku kekuatan kalian! Kita harus menyingkirkan reruntuhan ini------“
Tapi, tepat saat Shidou mengatakannya, bim lain yang seharusnya disebut hujan kegelapan terjatuh dari langit sekali lagi dan mengubah pemandangan sekitar. Reruntuhannya lebih rusak, dan terlihat seolah tanahnya tercungkil keluar.
“Guh………..!”
Dalam situasi seperti ini, tidak mungkin dia bisa menyelematkan mereka. Tidak, bahkan sebelum masalah itu, rumah sakit bukan satu-satunya yang hancur; kehancurkan seluruh kota tersebar. Pertama------mereka harus melakukan sesuatu terhadap bim yang berjatuhan dari langit seperti hujan.
Walaupun dia Inverse, musuh tetaplah Roh. Maka seperti saat dengan Tohka, seharusnya mungkin untuk mengubahnya kembali menjadi normal. Shidou melihat ke atas langit dan melihat penampilan Roh tersebut.
Dan------
“Eh………..?”
Shidou melihat bayangan kecil di udara dan mengeluarkan suara tercengang.
Di dalam langit hitam. Ada satu perempuan, mengenakan Astral Dress yang terlihat seperti perwujudan kegelapan yang melayang di langit.
Dia memeluk lututnya dan melihat ke bawah seolah dia menolak dunia luar selagi perlahan melayang di langit dengan menentang gravitasi. Dan seolah melindunginya, beberapa [Sayap] muncul di sekitarnya dan membuat lingkaran.
Dari neraka yang bisa dia lihat, tempat itu satu-satunya yang tenang dan damai seolah terisolasi.
Penampilannya-----seperti embrio yang mengambang di air.
Tapi, penampilan aneh Roh bukanlah alasan kenapa mata Shidou tercuri olehnya.
Karena dia sedang berjongkok, dia tidak bisa melihat wajah dan ekspresinya.
Namun, Shidou mengetahuinya dengan sekilas.
Nama perempuan yang mengobrol dengannya berkali-kali.
“Ori-gami…..?”
Ya. Roh yang melayang di kegelapan adalah teman sekelas Shidou-Tobiichi Origami.
“Apa……….?”
Tohka mengeluarkan suara keraguan. Dan berikutnya, Kaguya dan yang lainnya tersentak.
“A…….Apa [Itu]……….!?”
“Ragu. Master Origami…………apa itu kau?”
Setelah berkata demikian, dia mengangkat alisnya dengan horor. Reaksi Yoshino dan Miku sama dengan Natsumi.
Tapi, itu normal.
Walaupun dia melayang di udara, tekanan yang diberikan Origami dapat dengan mudah dimengerti oleh Shidou juga.
Itu jelas keputus asaannya. Kemunculan dari [Raja Iblis] yang akan membawa kehancuran dunia.
“Ke-kenapa……..ini-------“
Wajah Shidou menjadi kelam.
Dia tahu kalau Origami berubah menjadi Roh. Walaupun untuk sesaat, Shidou sudah melihatnya dan bahkan para gadis mengatakan bahwa mereka bertarung dengan Origami yang mengenakan Astral Dress.
Tapi, itu seharusnya masih perubahan Roh yang sama seperti Kotori dan Miku.
Baru saja satu sore sejak dia mengenali bahwa itu Origami.
---Dalam waktu sesingkat itu, apa ini artinya Origami merasakan keputus asaan yang dapat mengubah keberadaannya? Dalam imajinasi gilanya itu, Shidou menelan ludah.
“Apa………..yang terjadi padamu, Origami……….!”
Shidou berteriak. Tapi tentu saja, tidak mungkin suaranya dapat mencapai Origami. Panah kegelapan ditembak dari langit tidak melemah dan terus menghancurkan kota.
Jika dunia iblis benar adanya maka kota ini pantas disebut demikian. Pemandangannya sangat aneh dan membuatnya berpikir aneh.
Origami yang terpancang ke langit membuat dunia menjadi gila dengan membuat pohon hitam tumbuh di tanah.
Beberapa menit yang lalu, kota yang Shidou kenal, berubah menjadi keputusasaan yang kacau.
“Origami………….!”
Shidou berhasil membangunkan tubuhnya dan berteriak sekali lagi.
Origami memiliki mental yang kuat tapi, masih tak dapat dipercaya dia akan berubah seperti ini. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padanya. Shidou merasakan ilusi seolah hatinya pecah saat dia melihatnya seperti itu.
Namun, Shidou tidak bisa jatuh sekarang.
Memang benar situasinya tidak dapat diharapkan. Tapi, jika Origami adalah Roh Inverse maka-------masih ada cara lain.
Yang lain mungkin mengetahuinya juga, mereka mengangguk selagi melihat ke arah Shidou.
“------Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Tobiichi Origami tapi, satu-satunya manusia yang dapat menyadarkannya hanyalah kau Shidou”
“…….aah, itu benar”
Setelah dia mengangguk, Yamai saling melihat satu sama lain seolah mereka seolah terpengaruh perkataan Tohka dan Shidou. Mereka menuangkan segenap kekuatannya pada tubuh mereka untuk menahan kaki mereka yang bergemetar sebelum masing-masing berdiri di kedua sisi Shidou.
“Ka……kaka, baguslah kau tahu. Bahkan jika kau mengeluarkan satu baris pengecut, aku akan dengan paksa menyeretmu ke langit”
“Kontrak……..Yuzuru dan Kaguya akan membawamu ke Master Origami.-----Shidou, tolong bangunkan Master Origami”
Seolah merespon suaranya, Tohka mengeluarkan <Sandalphon> dan menyiapkannya dengan kedua tangannya. Berikutnya, Kaguya dan Yuzuru menyatukan tangannya sebelum angin berhembus dan membuat tubuh Shidou melayang.
“Kaguya, Yuzuru………maaf menyeret kalian berdua”
“Fu-fuun, jangan khawatir”
“Setuju. Sebagai imbalannya, tolong bantu Master Origami”
“…..Aah!”
Saat itu, lagu keberanian mulai bergema. Di saat yang sama, dia merasa cahaya keluar dari Astral Dress Tohka dan Yamai kenakan menjadi lebih kuat.
“Miku!”
“Ufufu. Akan jadi masalah jika kau melupakanku”
Setelah mengatakannya, Miku tersenyum.
Setelah dia melakukannya, Natsumi dan Yoshino juga mengangkat suaranya.
“U-Untuk di tanah……….serahkan padaku………..aku pikir aku bisa menahan beberapa bim dengan penghalang <Zadkiel>…….!”
“………Fuun, aku akan membantu karena aku tidak punya pilihan. Aku akan mengubah reruntuhan menjadi kapas yang lembut”
“Yoshino………..Natsumi……….”
Setelah Shidou terhisap di udara, dia perlahan menghembuskan nafas.
Shidou bukan satu-satunya. Itu sangat menenangkannya.
“Terima kasih………..semuanya”
Setelah Shidou mengatakannya, semuanya tersenyum-------dan melihat ke atas ke arah Origami.
“Baiklah---------Ayo! Aku akan membuka jalurnya! Ikuti aku!”
Tohka berteriak dan melompat ke langit setelah menendang tanah.
“Ya!”
“Dimengerti. *Touuu*”
Seolah melanjutkan setelahnya, angin menutupi Kaguya dan Yuzuru mereka terbang ke langit. Di saat yang sama, tubuh Shidou melayang seperti mereka selagi di bawa oleh angin yang mereka buat.
“Uuoo……..!”
Walau dia berbalik karena perasaan yang tidak biasa, dia entah bagaimana berhasil mendapatkan keseimbangan. Melihat keadaannya, Yamai tertawa.
“Kau bisa terbang dengan baik ya, Shidou”
“Bagaimana. Terampil juga”
“……….yah terima kasih”
Dia membalas selagi keringat bercucuran seperti dia diperlakukan sebagai anak kecil.
Namun, percakapannya tidak bertahan lama. Origami mungkin menilai mereka sebagai ancaman saat mereka terbang ke arahnya. Beberapa [Sayap] terbang secara sistematis di sekitar Origami mengubah lintasannya seolah mereka terangsang secara tiba-tiba dan menunjuk ujungnya pada mereka.
Bim hitam ditembak secara bersamaan.
“Kuh……..!”
Pecahan kegelapan dengan kekuatan yang lebih kuat dibanding dengan [Hujan] berjatuhan menyerang mereka. Tentu saja untuk Shidou juga, semuanya akan berakhir jika Yamai dalam Astral Dress terbatas terkena serangan langsung.
---Tapi, sekarang.
“Haaaaaaaaaaaa--!!”
Tohka mengayunkan pedangnya bersamaan dengan teriakan keras selagi dia terbang di depan Shidou dan yang lain. Dan mengikuti gerakan pedangnya, tebasan Reiryoku dilepaskan, membalas serangan yang mendekat.
“Tohka!”
“Ambil kesempatan saat aku menahan serangan, dan pergi!........aku tidak akan bertahan lama”
Ekspresi Tohka menjadi kesakitan selagi menyiapkan pedangnya lagi----saat dia melihat dengan hati-hati ke arahnya, dia menemukan beberapa bagian Astral Dress rusak dan luka pada kulit Tohka.
Bahkan jika Tohka berhasil mengeluarkan Astral Dress sempurnanya, tidak mungkin dia bisa mengisi celah jumlah serangan yang dilepaskan. Lebih lagi, Tohka dalam kondisi dimana luka yang dia dapat dari pertarungan sebelumnya belum sembuh. Ini adalah situasi dimana salah keputusan dapat termaafkan.
“……..uh”
Shidou mengerutkan wajahnya secara refleks. Namun, dia langsung mengguncangkan wajahnya dan mengangkat suaranya.
“Kaguya! Yuzuru! Tolong!”
Tidak mungkin dia merasa tidak enak melihat penampilan kesakitan Shidou walaupun dia mendapatkan kembali kekuatan penuhnya. Tidak mungkin hatinya tidak merasa sakit; bahkan dia harus meninggalkan tempat Tohka dan maju ke depan.
Tapi, Shidou masih harus pergi. Dia harus mengembalikan Origami secepat mungkin. Itu satu-satunya cara untuk membalas semuanya karena sudah meminjamkan kekuatannya.
“Serahkan padaku!”
“Mengerti. Ayo”
Yamai mungkin mengetahui determinasi Shidou dan mengangguk tanpa sedikitpun keraguan sebelum memutar tubuhnya di langit dan terus mengarah ke Origami dengan kecepatan yang luar biasa setelah keluar dari bayangan Tohka.
Tapi, saat itu.
“-----Ini masalah, kita tidak bisa membiarkanmu menyakiti Inverse”
Tepat saat suara tak terduga bergema, tebasan datang dari bawah. Penghalang angin yang membawah Shidou hilang, dan tubuh Shidou terlempar ke udara.
“Guh…………!?”
“Shidou!”
“Selamatkan. <Raphael>----[El Nahash]!”
Namun, perasaan melayang hanya untuk sesaat. Pendulum Yuzuru tertembak dari atas muncul dan menutupi tubuh Shidou dengan angin lagi.
Namun, situasi berbahaya tidak berubah. Shidou mengatur ekspresinya selagi menatap pemilik suara yang entah muncul darimana.
“Ellen………..Mathers……….!”
Ya. Orang yang muncul itu adalah Wizard DEM dengan CR-Unit putih-----Ellen Mathers.
“Lama tak jumpa, Itsuka Shidou”
“…………..Aku tidak pernah ingin berjumpa lagi”
Walaupun Shidou mengatakannya dengan benci, Ellen melihat ke belakang tanpa memberikannya perhatian dan------melihat Origami yang berjongkok.
“--------Ini Inverse yang indah, tidak kalah dari <Princess> saat itu. Ike pasti akan sangat senang dengan ini”
“…………..Jangan bercanda denganku! Aku tidak akan menyerahkan Origami padamu!”
“Kau tidak akan mendapatkan apapun dengan melolong keras. Tenang------“
“---Uooryaaaaaaa!”
Dalam sekejap, teriakan keras bergema menyela perkataan Ellen.----Itu adalah Kaguya. Setelah menunjukkan Angel tombak raksasa, Kaguya menyerang Ellen dengan kecepatan luar biasa.
Tentu saja, Kaguya tidak bisa menangani Ellen sekarang dan dia hanya bisa mengayunkan kekuatannya dengan bentuk terbatas. Sebenarnya, Ellen dengan mudahnya menahan serangan Kaguya dengan pedang laser yang dia pegang.
“Tsk-----“
Namun, dia berhasil membuat celah dari Wizard terkuat dari serangan mendadak itu, walau hanya sekejap.
“------Yuzuru!”
“Respon. Touu”
Dengan waktu seolah dia mengetahui serangan mendadak Kaguya, Yuzuru memutar tubuhnya di tempat.
Saat dia melakukannya, tubuhnya yang dibantu oleh pendulum Yuzuru tertembak ke arah Origami seperti kelereng yang dijentikkan oleh jari.
“Guh…………..!?”
Gravitasi tiba-tiba menyerang tubuhnya dan hampir menyebabkannya menjadi lemah tapi--------dia entah bagaimana dapat menahannya dengan menggigit lidah di dalam mulutnya. Tidak mungkin dia dapat melepaskan kesempatan bagus dan waktu yang dibuat oleh Kaguya dan Yuzuru dengan pengorbanan.
Shidou melaju dengan kekuatan angin dan----mendekati Origami.
Langsung saja, Shidou terbungkus oleh hanyutan aneh. Dia mengabaikan gravitasi; itu perasaan aneh yang berbeda dari perasaan saat dia tertutupi oleh angin Yamai.
Walaupun dia mengangkat alisnya karena perasaan seolah dia tersesat ke dunia lain untuk sesaat, dia langsung mengingat kembali apa yang harusnya dia lakukan.
“Origami!”
Shidou memanggil nama Origami saat dia melihatnya memeluk lututnya selagi berjongkok di depannya.
Namun, tidak ada respon.
“Origami, ini aku! Shidou! Kau bisa mendengarku!?”
Walaupun dia menggoyangkan bahunya, hasilnya tetap sama. Seolah dia tidak bisa mendengar apapun, dia terus tidak bernyawa dan tidak bergerak sama sekali.
Itu jelas situasi yang aneh. Apa yang dapat menyebabkan Origami menjadi seperti ini. Shidou menggertakkan giginya dan berwajah kelam.
Tapi, dia tidak memiliki waktu bersantai. Semuanya bekerja keras untuk membantu Shidou sampai sini. Shidou mulai berpikir mati-matian untuk memecahkan situasi ini.
“…………., itu benar-----“
Dia kemudian mengingat sesuatu-------saat dia berurusan dengan Roh Inverse.
Beberapa bulan yang lalu, ada saat Tohka menjadi Inverse seperti Origami.
Saat itu, lupa tentang semuanya, Tohka bahkan lupa namanya sendiri dan seperti yang dimaksud; dia berubah menjadi orang lain.
Saat itu, metode yang Shidou pakai untuk mengembalikan Tohka-----dan cukup ajaib, sama dengan metode menyegel Roh.
Yang artinya------ciuman.
Dia tidak yakin apakah dia bisa menyegel Reiryokunya. Tapi, cukup mungkin untuk mengembalikan kesadaran Origami seperti Tohka.
“…………, Baiklah……….!”
Situasinya sangatlah suram. Setelah Shidou membuat keputusan, dia menyentuh kepala Origami dengan tangannya dan mengangkat wajahnya yang terus melihat ke bawah.
Tapi---Dalam sekejap.
“………………uh”
Shiduo merasakan dampak seolah jantungnya dipegang erat dan tubuhnya membeku.
Alasannya mudah. Itu adalah wajah-------Origami.
Struktur wajahnya tidak berbeda dari Origami biasa yang ada di ingatannya. Dia adalah perempuan secantik boneka.
Tapi ekspresinya.
“Ori…………gami………?”
Dia mengatakannya dengan nada kosong.
Mata yang gelap. Pipinya kacau oleh air matanya. Bibirnya kering.
Dia memiliki wajah mati seolah dia sudah melihat semua macam keputusasaan. Jika orang asing melihatnya, mereka mungkin salah mengiranya sebagai mayat; dan itu bukan bercanda.
Untuk sesaat, Shidou secara naluriah menemukan sesuatu.
---Origami dalam situasi yang tidak dapat disembuhkan.
“O-i…………Ori.gami…………”
Suaranya keluarnya dengan lemah.
Saat itu, tubuh Shidou yang tertutupi oleh hanyutan yang aneh tiba-tiba jatuh ke arah tanah seolah keberadaan gravitasi kembali. -----Itu seolah, sakit hati Shidou ditemukan.
“U-uwaaaaaaaaaaaahh!?”
Setelah Shidou jatuh, dia menabrak tanah.
“Guah…….!”
Rasa sakit yang luar biasa menyerang tubuhnya dan membuatnya tidak bergerak. Kesadarannya menjadi kabur dan dia tidak bisa bernafas untuk sesaat.
Tapi tidak lama kemudian, perasaan lain selain rasa sakit muncul di dalam tubuh Shidou. ------Itu adalah panas terik yang cukup untuk membuatnya berteriak.
Tapi, api itu tidak disana untuk membakar tubuh Shidou. Itu adalah api penyembuhan yang diberikan oleh Roh api-Kotori.
Setelah Shidou menggertakka giginya karena perasaan panas, dia mengangkat tubuhnya selagi nafasnya keras.
Semua luka yang terbentuk di tubuhnya, tulangnya yang hancur, dan beberapa organ dalam disembuhkan. Shidou menenangkan pernafasannya sebelum meletakkan tangannya pada dagunya.
“…………..uh”
Wajah Origami yang dia lihat tadi terkubur di dalam pikirannya dan tidak lepas. Dia memiliki mata mati penuh dengan kegelapan yang dalam.
Tidak ada kekecewaan atau keinginan buruk. Tidak ada apapun sama sekali.
Wajahnya kosong seolah dia membuang semuanya.
Shidou tidak tahu apa yang harus dia katakan saat dia seperti itu.
“Sial-----“
Namun. Shidou mengayunkan kepalanya untuk menyangkal kepasrahan yang terlintas dalam pikirannya.
Jika Shidou menyerah maka, semua tentang Origami akan berakhir. Origami yang Shidou kenal tidak pernah akan kembali.
Dan itu sesuatu-----Dia tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.
Dia tenang, jujur, dan sangat buruk dengan Tohka, kebanyakan tindakannya ekstrim, dan akan selalu menyebabkan masalah untuk Shidou---tapi, dia tidak ingin kehilangan perempuan ceroboh itu.
Setelah Shidou menghela nafas untuk menenangkan dirinya, dia mengangkat wajahnya.
Origami yang bertindak seperti embrio masih melayang di tengah langit. Disekitarnya, Tohka dan Yamai bertarung dengan sengit melawan [Sayap] yang tak terhitung jumlahnya dengan Ellen.
Apa yang harusnya dia lakukan? Dia tidak bisa memberikan jawaban yang jelas. Tapi, jelas bahwa dia harus mencapai Origami sekali lagi.
Tapi, saat Shidou melangkah keluar lagi, beberapa unit [Sayap] di langit menunjukkan ujungnya ke arah Shidou.
“A------!”
Shidou tersentak. Beberapa ide dalam sekejap berlarian di dalam pikirannya. Bagaimana dia bertahan dari serangan ini? Mengeluarkan <Sandalphon> dan menjatuhkan [Sayap]? Membuat tameng dengan <Zadkiel>?
Atau secara sembrono bertahan dengan mengandalkan kekuatan penyembuhan Kotori? Beberapa pemikira datang dan pergi.
Namun, saat dia melakukannya, kegelapan bercahaya pada ujung [Sayap] dan melepaskan secara akurat pada Shidu setelah membidik dengan baik.
“Kuh…….!”
Dia menguatkan tubuhnya dari serangan yang datang.
Namun-----Serangan yang dia prediksi tidak datang.
Saat [Sayap] akan menembakkan bim, cahaya Maryoku memercik dari bagian kanan dan meledakkan [Sayap] yang mengarah pada Shidou.
“Ini……”
Saat dia lihat ke atas, dia melihat kapal udara raksasa dengan beberapa kerusakan pada kerangkanya yang entah bagaimana mempertahankan Teritori.
“<Fraxinus>!?”
Dia menyebut namanya secara refleks.
Ya. Objek yang melayang disana adalah <Fraxinus> yang seharusnya dalam keadaan setengah hancur dari pertarungan dengan kapal DEM.
“-----Seperti yang kuduga, kau itu nekat”
Dia dapat mendengar suara lelah Kotori dari speaker luar <Fraxinus>.
“Kotori!”
“Untuk sekarang mundur----Itu yang ingin kulakukan tapi, sepertinya situasi tidak bisa membiarkan kita bersantai huh. Karena teleporternya sudah aktif kita akan menjemputmu dan mengirimmu ke Tobiichi Origami----“
Tapi.
Sebelum Kotori dapat menyelesaikan perkataannya, [Sayap] yang terhempaskan oleh <Fraxinus>, meluncurkan serangkaian lintasan yang rumit di langit dan menyebar di sekitar <Fraxinus>.
“Kuh----!”
Erangan penderitaan Kotori terdengar dari speaker.
Tapi-----Hanya itu yang bisa dia dengar.
Beberapa [Sayap] melayang di langit menembakkan bim secara sekaligus pada <Fraxinus>, dan dengan mudah merusak Teritori sebelum bim menembus masuk kapal, yang tidak bertenaga dari 4 bagian.
“Uh! Kotori!”
Tidak ada jawaban walau dia berteriak.
Ditembus sekaligus oleh bim berkekuatan penuh, <Fraxinus> jatuh ke tanah dengan api dan asap muncul dari beberapa bagian.
“Kotori-----Kotoriiiiiiiiiiiiiiii!!”
Setelah Shidou berteriak melengking, dia berlari ke arah <Fraxinus> jatuh dalam keadaan setengah sadar.
Tidak-----lebih tepat lagi, dia baru akan lari.
“Eh…………?”
Dia mengangkat alisnya karena perasaan aneh yang menyerangnya.
Saat Shidou akan bergerak, tubuhnya tiba-tiba menjadi berat dan menyebabkannya tidak dapat bergerak.
“A-Apa-apaan……….ini…………..”
Tubuhnya kehilangan kekuatan dan menjadi sulit untuk mempertahankan posturnya. Shidou jatuh secara refleks.
“Guh………., ah……………”
Dia menggerakkan wajahnya selagi menumpahkan segenap kekuatannya pada kakinya untuk entah bagaimana membangunkannya. Tapi, kelelahan yang sangat besar mengikat dalam tubuh Shidou meningkat seolah mematahkan semangat Shidou.
Ya------dia merasa energinya dihisap oleh seseorang.
“Jangan bilang, ini……..”
Sampai pada pikirannya, Shidou mengeluarkan suara kesakitan dan merendahkan pandangannya ke tanah.
Dia kemudian menyadari sesuatu yang aneh.
Tempat Shidou tadi hancur dan percikkan cahaya datang dari lampu jalan yang hancur tapi------bayangan terus merayap di tanah.
Di saat dia mengetahuinya, bayangan di bawah kaki Shidou membesar seperti benda hidup dan satu perempuan keluar dari situ.
Dia adalah perempuan cantik bergaun merah dan hitam; Saking cantiknya membuat dia merinding. Matanya berbeda, rambutnya diikat dan mata kirinya diukir dengan angka jam.
“Kurumi……..!”
“Ufufu………..Lama tak jumpa, Shidou-san”
Perempuan itu--------Kurumi cekikikan sebelum mengangkat tepian roknya dan membengkokkan kakinya berlebihan.
“Kau………….Apa, yang kau inginkan…….! Di saat, seperti ini-----“
Shidou mengubah ekspresinya dan berkata demikian.
Ya. Shidou ingat tentang bayangan yang tersebar di bawah kakinya. Itu adalah lapangan yang Kurumi gunakan untuk menghisap [Waktu] manusia.
Namun…………….efeknya benar-benar berbeda dibanding dengan yang Shidou lihat sebelumnya. Berhasil menyegel beberapa Roh, walaupun dia merasa lelah; mungkin untuk Shidou bergerak. Namun-----ini jelas berbeda. Ini memiliki kekuatan luar biasa seolah mencuri hidup Shidou dari akarnya. Shidou tidak bisa bergerak normal dan bergerak dari tempat.
Kurumi berpose elegan dan tersenyum saat mendengar perkataan Kurumi.
“Oh, kau mengatakan sesuatu yang aneh. Jangan bilang orang yang luar biasa seperti Shidou-san akan melupakan tujuanku?”
“………………ch”
Shidou tersentak.
Tujuan Kurumi. Adalah------untuk memakan Shidou, dan mendapatkan Reiryoku Roh yang disegel di dalam tubuh Shidou. Tentu saja, tidak mungkin dia melupakannya.
Senyum Kurumi semakin lebar.
“Di waktu seperti ini………….kau bilang begitu, kan? Ufufu, itu jelas berlawanan kau tahu? Roh terlihat sedang sibuk. Tidak mungkin aku membiarkan kesempatan bagus ini pergi, kan?”
Setelah mengatakannya, Kurumi berjalan ke arah Shidou yang jatuh dan mengangkat wajah Shidou dengan gerakan tangan yang mempesona.
“Guh…………!”
Perkataan Kurumi mungkin benar. Bukan berarti Kurumi kawan mereka maupun bekerja sama dengan DEM. Situasi mereka mungkin sama sekali tidak berhubungan dengannya. Malahan, sangat normal untuk berpikir mengambil keuntungan dalam kekacauan ini untuk menggapai tujuannya.
Tapi………….Shidou tidak bisa berhenti sekarang.
“Kurumi…! Tolong! Jangan ganggu aku!”
Setelah Shidou berteriak, Kurumi mengangkat bahunya seolah reaksinya menarik.
“Oh, sedih sekali Shidou-san berkata begitu padaku. -----Dalam bentuk apa aku mengganggumu?”
“Aku…………aku harus menyelamatkan Kotori dan yang lain! Aku harus menyelamatkan Tohka dan yang lain! Juga------Aku harus menyelematkan Origami apapun yang terjadi! Jika tidak, Origami akan-----“
“Aah……………”
Kurumi menghela nafas kelelahan saat dia mendengar perkataan Shidou sebelum menajamkan matanya selagi melihat ke belakang-----untuk melihat Origami.
Sikap cerianya tadi menghilang dan dia terus berbicara dengan nada lembut.
“----Tidak ada gunanya”
“Huh-----?”
Alis Shidou mendekat saat dia mendengar perkataan Kurumi.
“Semua yang kau lakukan akan tidak berguna begitu kau menjadi seperti itu. Tidak ada suara yang dapat mencapai Origami-san sekarang. -----dan bahkan Shidou-san juga”
“Tch, itu--------Kau tidak tahu selama kita belum mencobanya-----ka—n”
Shidou menghentikan perkataannya di tengah-tengah untuk berhenti mengecilkan hatinya sendiri.
Bukan berarti dia menyerah dan bukan berarti seluruh kekuatannya dihisap oleh <Kastil Pelahap Waktu>.
Tapi, wajah Kurumi menjadi patah semangat yang Shidou tidak pernah lihat sebelumnya selagi menggigit ibu jarinya sendiri.
“…………Seriusan, apa yang dia temukan saat itu”
“Eh…………?”
Tidak mengerti apa maksud Kurumi, wajahnya menjadi ragu.
Namun, Kurumi tidak membalas dan menghela nafas.
“Yah-------bagaimanapun. Aku akan melakukan apa yang harus kulakukan”
Setelah berkata demikian, Kurumi mengambil langkah mundur dan mengangkat kedua tangannya.
Seolah menyamai tindakannya, 2 senjata keluar dari bayangan di bawah kakinya dan bersiap di tangan Kurumi.
Yang satu senapan infanteri. Yang satu lagi adalah senapan pendek. Keduanya memiliki ukiran yang antik; mereka adalah senjata dari masa keemasan.
Berikutnya, sebuah jam raksasa dengan angka jam muncul dari bayangan.
<Zafkiel>. Angel pengendali waktu, milik Kurumi.
“Ayo, ayo <Zafkiel>. Mari kita mulai”
Setelah berkata demikian, <Zafkiel> bergetar seolah merespon kata-kata Kurumi dan bayangan merembes keluar dari angka jam sebelum bersiap di dalam senapannya melalui mulut senapan.
Kurumi kemudian menggerakkan bibirnya menjadi senyuman dan menunju dua senjata tersebut ke arah Shidou.
“……….Apa”
Shidou membuka matanya secara refleks karena tindakannya.
Tujuan Kurumi adalah untuk mencuri Reiryoku di dalam tubuh Shidou. Dia tidak dapat mengerti tindakan Kurumi untuk sesaat dan menjadi ternganga.
Tapi, dia tidak bisa bersantai berbicara. Dia tidak tahu efek seperti apa yang ada di dalam senapa Kurumi tapi, tidak sulit untuk membayangkan efeknya akan merugikan Shidou.
Shidou menggertakkan giginya dan menuangkan segenap kekuatannya pada tubuhnya untuk kabur dengan merayap di tanah.
“Ori-gami……….!”
Ya. Shidou tidak bisa ditembak disini. Dia harus kembali ke langit untuk menyelamatkan Origami.
Tapi, suara Kurumi bergema seolah menertawakan determinasi Shidou.
“Itulah aku beritahu padamu.-----semua yang kau lakukan menjadi tidak berguna saat kau menjadi seperti itu
Di saat yang sama, Kurumi menarik pelatuk tanpa keraguan. Suara ketukan palu jatuh dan peluru pun ditembakkan.
Bayangan yang berkonsentrasi pada peluru meninggalkan jalur di udara hitam dan menembus Shidou yang mencoba melarikan diri.
“Guh………….!?”
Wajah Shidou kesakitan tapi------alisnya langsung mendekat karena perasaan yang aneh.
Tidak sakit sama sekali walau dia terkena langsung oleh pelurunya.
Untuk sesaat, dia pikir kekuatan penyembuhan Kotori langsung aktif tapi…….dia salah. Tidak ada rasa panas saat lukanya disembuhkan.
Tapi walau begitu, [Waktu] Shidou tidak kembali, maju, ataupun berhenti. Setidaknya Shidou tidak dapat menemukan efek samping peluru itu oleh pengetahuannya.
“Kuru……….mi? Apa yang kau rencanakan……..?”
Setelah Shidou menoleh pada Kurumi saat dia merasa ragu, saat itu, Kurumi tersenyum mempesona dan meletakkan jarinya ke lubang pelatuk senapan lain.
“Ufufu, itu benar huh, kupikir perkataanmu akan menjadi----“
Dia kemudian tersenyum.
“Baiklah------Mari kita mulai perang kita”


Kurumi menarik pelatuk.
“…………..uh?”
Peluru hitam menembus jidatnya.
Seperti peluru tadi, pelurunya tidak terasa sakit.
Tapi-----
“U………….Ah………..uh……….?”
Saat peluru itu tertembak ke kepalanya, Shidou merasakan perasaan aneh seolah tubuhnya menjadi gel dan terdorong ke dalam mixer sebelum diaduk secara sembarangan.
Dia kehilangan keseimbangannya, dan tidak bisa membedakan atas dan bawah. Perasaannya menjadi lemah seolah kesadarannya terpotong menjadi bagian kecil dan------Shidou pingsan.
Bagian 3
---Kesadarannya yang jatuh ke dalam kegelapan perlahan kembali.
Saat peristiwa tersebut, hal pertama yang Shidou rasakan adalah panas.
Namun, bukan panas seperti api Kotori. Temperaturnya lebih rendah dan sepertinya panasnya datang dari apa di tempat yang jauh.
“………………?”
Setelah beberapa detik, Shidou agak membuka kelopak matanya.
“…………………!”
Tapi, dia langsung membuka matanya.
Alasannya mudah. Saat dia membuka kelopak matanya, cahaya yang menyilaukan terbang ke pandangannya dan membakar matanya yang terbiasa pada kegelapan.
“Tu-tunggu….?”
Shidou sedang menyingkapkan selagi dia membenamkan dirinya dalam pikiran. Apa cahay itu tadi……?
Untuk sesaat, Shidou pikir dia diamankan oleh rumah sakit atau fasilitas bawah tanah <Ratatoskr>, dan diletakkan di atas meja operasi setelah kehilangan kesadarannya karena tertembak oleh Kurumi.
Tapi-----dia langsung menyadari imajinasinya salah.
Gendang telinganya menangkap suara serangga.
“……………Jangkrik?”
Shidou memutar kepalanya dan membuka kelopak matanya selagi meletakkan telapak tangannya di depan matanya untuk berteduh.
Saat dia melakukannya, dia mengetahui bahwa dia diluar----dan lebih lagi, dia sedang tidur di tengah jalan.
Tambah lagi, matahari bersinar sedemikian rupa dan menerangi sekitarnya.
“Huh………..? Eh………..?”
Setelah Shidou mengangkat tubuhnya, dia melihat sekitar dengan gelisah.
Shidou pikir sudah siang hari saat dia pingsan tapi----dia salah.
Dunia Shidou saat ini jelas aneh.
“Kenapa………..Kotanya tidak hancur………?”
Ya. Kota yang Origami hancurkan tanpa ampun kembali normal.
Shidou mengangkat alisnya dengan ragu selagi melihat sekitar untuk mengetahui situasinya.
Tempat Shidou terbaring adalah jalur dengan sedikit orang yang lewat. Bahkan jika pancaran sinar mataharinya tidak bagus, cahaya matahari yang jatuh sampai ke setiap sisi jalan………..malahan, ini sedikit panas. Seperti saat musim panas.
Saat itu, Shidou mengingat sesuatu yang baru dia sadari. ----Ya. Suara berbagai macam jangkrik bergema.
Tambah lagi, pohon hijau dapat terlihat tumbuh disamping jalan, dan pejalan kaki mengenakan pakaian pendek.
“……………..Apa-apaan ini”
Ekspresi Shidou menjadi terkejut selagi dia menggunakan pakaiannya sendiri untuk mengipas dirinya sendiri.
Seperti……….Lupakan, ini benar-benar musim panas.
---Aneh. Ini jelas aneh. Shidou meletakkan tangannya pada jidatnya dan mulai berpikir.
Jika ingatan Shidou benar, maka ini November sekarang. Ini waktunya saat daun-daun merah dan langkah kaki musim dingin muncul.
Tapi, pemandangan yang terpampang hanya bisa dilihat saat musim panas.
“Tidak…….lebih penting lagi”
Shidou mengayunkan kepalanya.
Memang benar bahwa dia tidak bisa mengabaikan masalah penting. Tapi, ada sesuatu yang harus dia pastikan terlebih dahulu.
Tentu saja------tentang Tohka, Origami, dan yang lain.
“Tohka! Origami!”
Setelah Shidou berdiri selagi goyah, dia mengangkat suaranya.
Tapi, tidak ada balasan.
“Kotori! Yoshino! Natsumi! Miku! Kaguya! Yuzuru!..........Kurumi! Semuanya! Apa ada orang!?”
Walaupun dia berteriak, tidak ada satupun yang merespon panggilannya. Ada beberapa pejalan kaki yang melihatnya dengan curiga seolah mereka menyadari keberadaan Shidou karena suaranya.
“Sial. Apa yang terjadi disini………..?”
Shidou mengepalkan tinjunya dan memukul dinding dengan jengkel.
Jika tangannya tidak sakit maka, dia mungkin dapat menertawakan situasi ini sebagai mimpi. Tapi, rasa sakit saat dia memukul dinding langsung terasa pada jarinya.
“Kuh…………..”
Maka, dunia yang Shidou lihat selama ini mungkin hanyalah mimpi? Origami berubah menjadi Roh hanyalah peristiwa tak masuk akal dan semua itu terjadi hanya di dalam kepala Shidou? Dia tahu ini tidak benar dan pikiran itu langsung dihapus.
Apa-apaan tempat ini? Kemana Tohka, Origami dan yang lain pergi? Kenapa musimnya berbeda?
---Dia tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya.
“………..Guh”
Tapi, dia tidak akan mengerti apapun jika dia terus diam.
Shidou harus mendapatkan informasi sebanyak mungkin, jadi dia berjalan ke depan dalam keadaan tidak stabil.
Dan tak lama kemudian, dia sampai di tempat terbuka. Itu adalah jalan utama yang lebar. Ada berbagai macam toko berbaris di jalan dan banyak orang yang datang dan pergi.
“Ini……………”
Saat itu, kedua alis Shidou mendekat.
Dia merasa mengenal pemandangan ini.
“Kota Tenguu……..kan……?”
Ya. Ini jelas-jelas kota Tenguu. Ini jalan yang Shidou lalui berkali-kali.
Tapi……aneh. Sesuatu terasa aneh.
Bangunan yang seharusnya dia kenal……….entah bagaimana tidak sesuai dengan ingatannya.
Karena dia tidak menyadari detil bangunan saat dia lewat, dia tidak bisa dengan jelas menunjukkan bagian mana yang berbeda tapi-----ini terasa aneh, seolah dia dibuat masuk ke dunia paralel yang mirip dengan dunianya.
Setelah Shidou mencoba mencari identitas perasaan aneh itu, dia berjalan ke depan selagi melihat sekitar penuh perhatian.
Saat itu.
“Uwah………….!”
“Kyaa!”
Shidou melihat ke sekitar selagi berjalan dan bertabrakan dengan perempuan yang berjalan di depannya. Perempuan itu jatuh dan memo yang dia pegang pun terjatuh.
“Ma-maaf, aku sedang melamun……..!”
“Ah, tidak, aku juga minta maaf”
Saat Shidou meminta maaf dengan panik, perempuan langsung berdiri dan membungkuk hormat. Shidou membungkuk dan mengambil memo yang jatuh ke tanah sebelum memberikannya pada perempuan itu.
Tapi…………..saat itu, dia membeku.
Alasannya mudah. Dia kenal perempuan kecil berkacamata ini.
“……………Ta-Tama-chan?”
Ya. Dia adalah wali kelas Shidou-Okamine Tamae.
“Heh?”
Namun, Tama-chan-sensei membuka lebar matanya dengan tindakan tak terduga.
“Kau…………Bagaimana kau bisa tahu nama panggilanku?”
Setelah mengatakannya, dia memiringkan kepalanya. Ekspresi Shidou menjadi terkejut.
“Huh…..? Tidak, apa yang kau katakan? Ini aku. Itsuka Shidou”
“Errrr…………”
Setelah Tama-chan-sensei berpikir sesaat, dia membuka lebar matanya seolah dia tiba-tiba menyadari sesuatu dan langsung *Poh*………….pipinya memerah.
“Mu-mungkinkah, itu? Apa kau merayuku?”
“Eh?”
Walau kedua alis Shidou mendekat, sepertinya Tama-chan tidak mengkhawatirkannya. Dia menjadi malu dan melanjutkan perkataannya.
“Iyaaa, ini benar terjadi huh, hal semacam ini. Ufufu, ini memalukan. Ah, tapi berapa usiamu? Aku sering salah sangka dibawah umur tapi, aku sudah 24 kau tahu?”
“…………..tidak, tolong jangan kurangi umurmu 5 tahun”
Shidou setengah membuka matanya dan mengatakannya selagi keringat bercucuran dari jidatnya. Berbicara mengenai guru terkenal SMA Raizen Tama-chan-sensei, dia masih gadis pada usia kritis yaitu 29 tahun. Semua di kelas mengetahuinya.
Namun, saat Shidou mengatakannya, Tama-chan [Mumuu!!] menjadi galak.
“A, aku tidak mengurangi usiaku, dasar tidak sopan!”
“Tidak tidak tidak, itu karena Sensei seharusnya 29…………”
“Apa kau mengatakannya lagi! Cukup! Kembalikan memoku!”
Tama-chan menarik memo di tangan Shidou. Dia kemudian membukanya selagi mulai berjalan selagi mengesampingkan Shidou selagi merendahkan pandangannya.
“Dasar tidak sopan. Pada perempuan yang baru kau temui……..”
“………………..uh”
Saat Tama-chan melewati Shidou, dia membuka lebar matanya saat dia melihat tanggal pada memonya.
“Huh……!?”
“A-Apa ini………?”
Pandangan Tama-chan menjadi ragu saat dia melihat Shidou tiba-tiba meninggikan suara bodohnya.
Tapi Shidou tidak memedulikannya. Hanya ada satu poin----angka yang tercetak di memo itu mengendalikan kesadaran Shidou.
“Ma-maaf, dan……apa itu kertas [Hari ini]?”
“Ya…….? Apa katamu? Sudah jelas, kan?”
Setelah wajah Tama-chan menjadi curiga, dia membuka memonya dan menunjukkannya pada Shidou.
Wajah Shidou mendekati kertas dan mulai pada tanggal yang tercetak di kertas.
Dan.
“………. 5 tahun yang lalu……..?”
Dia bergumam secara kosong.
Ya. Tanggal yang tertulis adalah 5 tahun yang lalu.



Bersambung.

Date A Live Jilid 10 Bab 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Marcellino Novaldo

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.