26 Maret 2016

½ Prince Jilid 2 Bab 2 LN Bahasa Indonesia

MAKANAN ADALAH SEGALANYA!
 Ekspresi sedingin es? Cek!
Blood Tiara? Cek!
Model rambut? Cek!
Baju? Cek!

Semua siap! Wahaha, semuanya sempurna dan pada tempatnya! Setelah pertimbangan singkat selama tiga detik, aku memutuskan untuk menggunakan strategi “pemuda jahat yang tidak ramah”, seperti biasa. Lagipula, bukankah sudah diketahui secara luas bahwa gadis-gadis menyukai pemuda yang jahat?
Aku melihat Gui dan berpikir, Lumayan, lumayan juga! Di bawah paksaanku, (Aneh; waktu aku mengancam akan menghajarnya, dia menolak untuk bekerja sama, tapi waktu aku mengancam tidak akan menghajarnya, dia setuju… Apakah dia seorang masokis?) dia juga mengadopsi sikap seorang pemuda jahat yang penyendiri — dan sepertinya dia lebih baik daripada saat aku yang melakukannya!
Tampannya…Uups! Aku menggeleng-gelengkan kepalaku; melemparkan dua bentuk hati yang menggantikan mataku, dan melanjutkan penampilanku yang dingin dan tanpa perasaan.
“Ayo, Gui.” Aku berjalan keluar menuju arena dengan langkah gagah, terlihat seperti lambang dari sebuah gaya.
“Halo semuanya, aku Xiao Li, komentatormu untuk pertandingan kali ini! Muncul dari pintu masuk kiri arena saat ini adalah Tim Phoenix, terdiri dari empat warrior elf, seorang priest holyman, dan seorang mage holyman. Mereka adalah tim yang sangat kuat yang mengkhususkan diri pada serangan; sampai saat ini, tidak ada tim yang berhasil menghadapi serangan mereka,” lapor Xiao Li dengan bersemangat. “Keenam pria tampan ini telah membuat semua wanita tergila-gila — dengarkan saja sorakan mereka! Sudah jelas tim ini memiliki sangat banyak pendukung di kota asal mereka!
“Dan datang dari kanan adalah…” suara Xiao Li menghilang ketika dia membalik buku catatannya, jantungnya melompat pada sebuah nama yang tidak biasa. Odd Squad? Kalau benar yang kuingat, anggota tim mereka adalah…
Ketika Gui dan aku melangkah keluar dari lorong dan menuju ke arena, sorakan penonton berangsur-angsur mereda menjadi kesunyian total ketika tatapan mereka perlahan-lahan memusat pada kami berdua. Gui menatap acuh tak acuh pada tim lainnya, seakan dia tidak melihat mereka sebagai ancaman sama sekali, sehingga dengan sengaja memanas-manasi lawan kami. Aku, di sisi lain, memiringkan kepalaku ke satu sisi dan samar-sama menyunggingkan senyuman sadis pada Tim Phoenix, menantang mereka dalam diam.
“Dan ini dia, Odd Squad! Tim mereka terdiri dari seorang warrior elf, seorang thief elfpriest beastmannecromancer angel, bard demon, dan mage human. Dengan susunan tim mereka yang unik dan tidak dapat diprediksi, serta beragamnya strategi dan taktik tempur, mereka telah menjadi pemenang di setiap pertandingan hingga saat ini,” Xiao Li mengumumkan. Akan tetapi, sebagai seorang komentator, dia jelas menyadari bahwa yang para penonton benar-benar ingin tahu adalah…
“Satu-satunya warrior di Odd Squad, Prince, telah dipanggil oleh banyak orang sebagai “Blood Elf” karena gaya bertarungnya yang kejam dan berdarah dingin. Tentu saja, lebih banyak lagi yang memanggilnya ‘Prince si Ultra-Tampan’! Sebagai tambahan, ada juga pemuda lain dengan ketampanan yang sama langkanya di tim mereka: Guiliastes, di mana keindahannya yang begitu mengerikan dan menakutkan juga sama-sama mendapatkan perhatian. Di kota asal Odd Squad, Star City, mereka berdua memperoleh reputasi sebagai “pemuda paling seksi”… Bagaimanapun, nona-nona, mata kalian benar-benar dimanjakan!”
“Apa-apaan dia, komentator kontes kecantikan?” Lolidragon berbisik sendiri.
Aiyah! Baguslah kalau ini benar-benar kontes kecantikan; maka kita tidak perlu bersusah payah bertarung. Kita mungkin muncul sebagai pemenang saat itu juga,” Yu Lian-dàsăo menyahut dengan percaya diri.
Lolidragon dan aku menatap curiga pada Yu Lian-dàsăo. Apakah selera kecantikan yang luar biasa itu telah sembuh?
 Yu Lian menatap penuh cinta pada suaminya, Ugly Wolf. “Dengan Wolf di sini, kita pasti akan menang.”
…Tidak, belum sembuh.
“Dàgē, mereka punya empat warrior. Bagaimana kita akan menghadapi mereka? Apa strategi kita untuk kali ini?”
Di permukaan, ekspresiku tetap tak ramah seperti biasa, tapi diam-diam, aku cepat-cepat mem-PM Wolf-dàgē. Keempat warrior di seberangku begitu murka hingga wajahnya terlihat begitu mengerut. Aku curiga bahwa ada kemungkinan besar bahwa begitu wasit berseru “Mulai!”, mereka akan langsung datang menyerangku untuk mengulitiku hidup-hidup dan menelanku bulat-bulat… Aku tidak berminat menjadi potongan sashimi manusia!
“Hmm… Ini akan jadi sedikit sulit. Tim ini pada dasarnya dibentuk dari para warrior dan meskipun komposisi tim mereka mungkin tidak efektif untuk menghadapi monster, susunan ini bekerja dengan baik dalam turnamen ini. Metode terbaik saat ini adalah kau dan Doll menahan mereka sementara Yu Lian melancarkan mantera kuat untuk mengakhiri mereka dalam sekali serang.” Wolf-dàgē berhenti sejenak dan mempertimbangkan situasinya lebih lama sedikit sebelum melanjutkan, “Lolidragon, tugasmu adalah untuk membunuh mage mereka. Gui akan membantu baik bagian pertahanan dan Lolidragon.”
“Menahan empat warrior?” Aku tertawa lemah dan menunjukkan tampang paling polos dan memelas. “Dàgē, bukankah kau terlalu menganggap tinggi kemampuanku? Bahkan Superman hanya menghadapi satu musuh per episode!”
Wolf-dàgē membalas dengan tenang, “Sayangnya, kau bukanlah Superman, jadi kau akan menangani empat musuh. Ingat! Meskipun itu artinya mati, kau harus menahan mereka. Tentu saja, kalau kau bisa menghindari kehilangan satu level, itu akan lebih baik.”
Waaah! Kejamnya! Pikirku, meratap dalam hati. Ini adalah penyiksaan warrior… Menangis dalam hati, aku menyerahkan diriku pada nasib, menghunus Black Dao, mengeluarkan Meatbun, dan mulai memikirkan tekhnik yang digunakan dalam situasi ini. Ah! Aku tiba-tiba teringat bahwa Meatbun memiliki jurus yang kelihatannya sangat cocok untuk situasi semacam ini.
“Haha, kenapa kau mengeluarkan sebuah bakpao di arena? Jangan bilang kalau kau harus makan bakpao untuk mendapatkan kekuatan tempurmu? Itu benar, makan saja! Kau kelihatannya kurang berat badan. Saat angin bertiup, kau mungkin saja akan terbang terbawa angin!” si warrior elf yang berdiri di paling depan mengejek sambil memandang remeh Meatbun.
“Bakpao daging itu punya mata. Jangan bilang kalau itu adalah seekor petPet bakpao? Ahahahahaha!” Para warrior di seberangku tertawa terbahak-bahak.
“Biar kuperlihatkan padamu seperti apa pet yang sebenarnya!” kata si priest holyman, dan sebuah bola api terlihat muncul di atas kepalanya, merekah menjadi…
“Seekor fire phoenix?” Wolf-dàgē berseru kaget ketika melihatnya.
“Cantiknya!” Doll berteriak kagum.
“Ini gawat; yang terburuk kini melawan kita dalam situasi ini,” Wolf-dàgē berkata dengan khawatir. Seperti yang diduga dari Wolf-dàgē, bisa dengan segera pulih dari keterkejutannya dan mulai menganalisa situasi, pikirku. “Spesialisasi Yu Lian adalah sihir api, jadi akan sia-sia untuknya menyerang fire phoenix itu. Skeleton Doll akan sibuk menahan para warrior. Ini berarti solusi terbaik yang tersisa untuk kita adalah pertempuran pet VS pet…”
Begitu dia mengatakan hal tersebut, kami menoleh dan melihat Meatbun, yang melompat-lompat girang di telapak tanganku, memekik “Whee! Whee!”. Kami kemudian mengangkat kepala kami dan melihat fire phoenix yang melayang gagah di langit.
“Yang terburuk sudah jelas melawan kita,” sahutku.
“Pertandingan, mulai!” teriak si wasit.
Apa? Sudah dimulai? Aku belum sempat memikirkan cara supaya sebuah bakpao daging mengalahkan fire phoenix! …Sudahlah, aku ragu aku bisa menemukan cara tersebut di kehidupan ini lagipula.
“Meatbun, Machine Gun Meat Attack,” perintahku. Memegang Meatbun di tangan kiriku, aku terus-terusan menembaki keempat warrior, menyapukannya dari sisi ke sisi. Walaupun serangan dari peluru daging tidak begitu tinggi, dampaknya tetap saja menyakitnya, ditambah lagi…
“Ya ampun, apa ini? Begitu lengket dan menjijikkan!”
Seperti yang kuduga, tim lawan mulai meraung dan mengeluh. Heh heh, ini adalah daging Meatbun yang masih mentah dan meneteskan darah, Machine Gun Meat Attack, dengan tingkat kejijikan yang melampaui batas toleransi orang yang tidak pernah memasak.
“Fire Phoenix, hentikan serangan bakpao daging itu!” Si priest dari tim lawan cepat-cepat memerintahkan si phoenix maju dengan perintah untuk membantu para warrior di garis depan.
Semburan api ditembakkan dari paruh terbuka Fire Phoenix, membalas serangan peluru daging Meatbun. Saat itu juga, sebuah aroma lezat menghambur ke arahku dan aku berpikir,daging mentah dari Meatbun telah dipanggang…?
Aku menangkap sepotong, dan dengan sikap skeptis, aku memakannya… dan sangat terheran-heran. Ini begituuuuu lezat! Dewa, kenapa kau membiarkan aku memakan daging panggang selezat ini? Apa yang akan kulakukan kalau aku tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk merasakannya lagi?
“Tidak bisa dipercaya! Kalau kita menyertakan fire phoenix dengan Meatbun-ku, maka kita tidak akan perlu khawatir soal tidak ada daging untuk dimakan nantinya,” kataku. Kemudian aku tersenyum dingin saat aku memantapkan pikiranku. Mengacungkan Black Dao-ku, aku meninggikannya dalam posisi menantang pada priest tim lawan dan berkata,”Hei, kau, pemilik fire phoenix! Ayo buat taruhan, sebuah pertaruhan untuk tim yang akan memenangkan pertandingan ini!”
Tim Phoenix terpaku sesaat, kemudia semua anggotanya mulai tertawa terbahak-bahak.
Dengan sedikit kesulitan, si priest berhasil berhenti tertawa dan berkata dengan nada yang sangat menghina, “Kau pikir timmu akan menang? Bagaimana caranya? Menggunakan sebuah bakpao daging untuk mengalahkan seekor fire phoenix?”
Aku tidak menjawabnya dan hanya terus tersenyum mengejek padanya.
Seperti yang kuduga, tidak ada pria mana pun yang dapat diam tenang ketika diejek oleh seorang pemuda tampan sepertiku. Murka, si priest membentak, ”Baiklah. Apa taruhannya?”
Fire phoenix kalian — kalau Tim Phoenix kalah, kau akan memberikan kami fire phoenix kalian. Kalau Odd Squad kalah, aku akan melakukan bunuh diri berkali-kali sampai aku mencapai level satu.”
Si priest tersenyum gelap. “Tidak masalah! Tunggu saja; kau akan berlatih ulang dari level satu lagi.”
‘’Prince, bukankah kau bertindak terlalu tergesa-gesa?” Lolidragon bertanya dengan khawatir lewat channel tim.
Aku tidak menjawabnya begitu saja. Sebagai gantinya, aku melemparkan beberapa daging panggang pada setiap anggota timku. Mereka menatap bingung pada daging panggang di tangan mereka, dan melihatku dengan pandangan tidak paham. Akhirnya, dengan sedikit ragu-ragu, Lolidragon mencicipi daging panggang itu…
“Ahhh, ini saaaangat enak! Ya ampun, aku tidak pernah makan daging panggang seenak ini sebelumnya! Daging yang begitu juicy dan segar, bersama dengan panas membara dari apifire phoenix, menciptakan daging lembut yang dimasak sempurna, dengan kelezatan di setiap gigitan… Ini sudah jelas kenikmatan yang tidak bisa dibuat dengan daging dan oven biasa. Ini begitu hebat sampai membuatku terharu! Prince, sekalipun kau mati sampai level minus seratus, kau harus menemukan cara untuk mendapatkan fire phoenix itu, kau dengar?!” Lolidragon meraung.
GROAAAR! Meskipun aku harus menendang mereka sampai mati, Fire Phoenix adalah milik kita!” Wolf-dàgē melenguh.
“Kita bisa menghemat banyak uang makan!” Yu Lian-dàsăo tersenyum kalem, tapi bayangan di belakang wajah senyumnya begitu mendirikan bulu kuduk dibanding lenguhan Wolf-dàgē.
Makhluk kematian bone dragon dari kedalaman neraka yang terpencil, tinggalkanlah tidurmu dan jawablah panggilan sang necromancer, Doll. Datang dan bantulah Doll merampas daging panggang untuk disantap!” Setelah melahap daging panggang tersebut, Doll ternyata memanggil makhluk kematian menakutkan — seekor undead bone dragon ­— yang mana dia tadinya menolak untuk memanggilnya lagi.
“Kalau Prince menginginkan sesuatu, maka aku akan membantunya untuk mendapatkannya, dengan cara apapun!” kata Gui, memancarkan aura membeku sekali lagi.
Keenam anggota Odd Squad menyeringai haus darah, sambil menggumamkan, “Aku ingin makan daging panggang” dan “Fire Phoenix adalah milik kita”.
“Ke-kenapa me-mereka tiba-tiba begitu bersemangat?” si priest tergagap. Wajahnya pucat pasi ketika dia melihat keenam serigala lapar di hadapannya.
“Ja-jangan khawatir; meskipun mereka memiliki seekor bone dragon, itu bukan masalah. Fire Phoenix adalah musuh bagi semua makhluk kematian,” satu dari para warrior berkata dengan gemetar, mencoba untuk menenangkan timnya.
“Gui- Berserk! Doll- bone dragon­-nya, kemari!” teriakku.
“Baik. Berserk Melody.” Gui mulai memainkan alat musiknya, memasangkan Berserk Melody pada Lolidragon dan aku, meningkatkan kekuatan dan kecepatan kami sampai 150%. Buff ini akan bertahan selama sepuluh menit.
Bone dragon, pergilah!” Tak ada setitik pun rasa takut yang terlihat pada tindakan Doll saat dia dengan tenang mengarahkan makhluk kematiannya.
Aku melompat ke atas bone dragon dan menyerang para warrior elf di depan kami. Pada saat yang sama, Fire Phoenix datang menyerbu kami atas perintah majikannya, dan kelihatannya kami akan bertabrakan. Hmph!, aku menyeringai dingin. Jangan berpikir kalau Meatbun-ku hanya bisa mengeluarkan daging. Mungkin dia tidak bisa menang dengan menghadapi seekorfire phoenix secar langsung, tapi… Heh heh! “Menjerat”nya adalah hal mudah.
“Meatbun, gunakan QQ Dough Wrap dan ikat Fire Phoenix,” kataku, sambil melemparkan bakpao daging di tanganku pada si fire phoenix. Dia dengan segera melar seperti adonan lembut dan mengunci dirinya sendiri pada sayap si fire phoenixFire phoenix tersebut memekik nyaring dan dirubuhkan ke tanah, menggeliat marah.
Tanpa adanya halangan lagi di hadapan kami, bone dragon dan aku hampir bertubrukan dengan keempat warrior berwajah pusat. Saat itulah, si mage lawan berhasil menyelesaikan rapalan mantera penghalang, menangkap bone dragon dan aku yang lengah. Kami membenturnya, mendapat sedikit dampaknya.
Aku menerobos maju, mengabaikan rasa sakit, dan meminta Doll untuk membuat bone dragon terbang lebih tinggi, melewati penghalang tersebut. Akan tetapi, tepat ketika aku berencana untuk menyerang, si mage musuh mulai menembakkan semburan proyektil sihir berskala kecil pada kami untuk merintangi serbuanku. Bone dragon dan aku terbang berputar-putar menghindari proyektil tersebut sambil tetap mengawasi keempat warrior, memastikan bahwa mereka tidak berani untuk melangkah keluar dari penghalang mage.
Setelah beberapa menit kebuntuan…
“Urgh!” Si mage holyman tidak dapat mempercayai matanya ketika dia melihat sebuah belati mencuat keluar dari dadanya. Dia dengan cepat berubah menjadi pilar cahaya dan terbang saat Lolidragon tertawa kecil jahat dari belakang, tepat di mana si mage tadi berdiri. Kemudian, sebelum para warrior di bagian depan bahkan menyadari kehadirannya, dia menggunakan skill Burrowing-nya lagi untuk kembali ke mana anggota Odd Squad lainnya berada.
Akhirnya sudah di depan mata.
“Hahahahaha!” Bertengger di atas bone dragon, aku tertawa gila-gilaan. Tingkahku yang liar dan angkuh membuat beberapa gadis pingsan, tidak dapat melilhatnya lebih jauh lagi.
…Meteor Shower,” Yu Lian-dàsăo mengucapkan kalimat terakhir dari mantera tersebut dengan seulas senyuman dan seketika itu juga hampi selusin meteor turun dari langit, menghantam lantai arenna dengan dentuman yang mengguncang bumi. Akhirnya, empat pilar cahaya putih terbang, meninggalkan hanya seorang warrior – yang tadi menertawakan Meatbun – ambruk di tanah.
Seperti biasa, aku mempertahankan aura seorang penakluk ketika aku melompat turun dari bone dragon. Untuk sesaat, aku menatap lawanku, sebuah tatapan kejam di mataku, dan kemudian aku menghujamkan Black Dao menembus tubuh lemahnya yang tanpa perlawanan, mengirimnya ke rebirth point untuk mengulang kembali kehidupannya sebagai seorang elf.
“Odd Squad, menang!” Juri meneriakkan sebuah kalimat yang telah kudengar tujuh kali sebelumnya.

Setelah itu, aku mengangkat Meatbun yang tiada tandingannya dari lantai.
<System notice : Meatbun telah mencapai level 40, Meatbun telah mempelajari kemampuan baru : Roasted Meatbun>
Kami dengan sukses mendapatkan fire phoenix tersebut, yang telah berubah kembali menjadi sebutir telur. (Saat pemilik dari seekor pet berganti, pet tersebut akan kembali ke bentuk sebutir telur, melewati upacara kepemilikan lagi, diturunkan selevel seakan dia telah mati sekali, dan kesetiaannya akan berkurang menjadi 50/100.) Kami kemudian mulai berdiskusi tentang kepada siapa fire phoenixi akan diberikan.
“Pertama-tama, keluarkan Doll dan aku dari daftar. Aku sudah punya Meatbun, dan Doll bisa memanggil banyak anak buah undead, jadi kami berdua tidak membutuhkan telur pet ini,” kataku setelah memikirkannya.
“Mm, aku juga tidak memerlukannya. Aku tidak yakin aku memerlukan seekor pet untuk melindungiku,” Wolf-dàgē menyahuti, menegangkan otot-ototnya yang mengagumkan.
“Begitu juga aku; Wolf akan melindungiku.” Yu Lian-dàsăo dan Wolf-dàgē menatap satu sama lain dengan mesra.
“Aku tidak mau. Aku tidak bisa memelihara pet…”
Aku mengingat sejarah berdarah penuh air mata Lolidragon dengan hewan peliharaan. Itu mungkin yang terbaik. Kalau tidak, Lolidragon mungkin akan membuat catatan sejarah baru dengan membunuh seekor fire phoenix yang abadi, dan dengan demikian akan menambahkan bab baru dalam sejarah berdarah itu.
“Jadi, tinggal… Gui?”
“Aku? Hore, kalau begitu aku bisa memanggang daging dengan Yang Mulia!” Antisipasi terlihat jelas di wajah Gui.
“Memanggang daging dengan Meat-bunbun!”
Seluruh Odd Squad tertawa terbahak-bahak dan panjang.
“Oh, ayolah, Prince, sesekali kau harus menghadiahi Gui juga! Memanggang daging dengannya bukanlah masalah yang besar, ‘kan?” kata Wolf-dàgē, menepuk punggungku dengan tulus.
“Huh? Bukan aku yang mengatakan begitu!” balasku.
Tapi, aku sendiri bertanya-tanya, Benarkah aku tidak mengatakannya…?
“Suaranya begitu menggemaskan, jadi itu mungkin Doll yang mengatakannya, ‘kan?” tebak Loliragon.
“Eh?” Doll mengangkat wajah kecilnya. Mulutnya penuh dengan makanan, membuatnya mustahil untuk berbicara.
Kalau begitu, siapa?
“Di sini! Mama.”
Mama? Aku bisa merasakan Meatbun menggeliat di tanganku.
Tidak mungkin! Sebuah bakpao daging dengan mata sudah cukup tidak bisa dipercaya, tapi sebuah bakpao daging yang bisa berbicara?! Aku perlahan-lahan menurunkan kepalaku untuk melihat Meatbun, tapi hanya melihat mata berairnya yang menatapku seperti biasa.
“Mama.” Mulut kecil Meatbun tiba-tiba terbuka, mengucapkan kata tersebut, dan aku membeku kaget. Mama? Apakah itu aku?
Anggota Odd Squad lainnya menyadari bahwa sebuah peristiwa yang sulit dicerna serupa dengan alien menyerang Bumi, Stephen Chow berakting kisah yang begitu sentimental, atau A-mei melakukan tarian telanjang, telah terjadi. Mereka semua sekarang menatap dengan mata terbelalak pada bakpao yang berbicara.
“Semuanya, jangan menatap Meat-bunbun seperti itu. Meat-bunbun malu…” Pada saat itu juga, dua bulatan merah perlahan muncul pada ‘pipi’ Meatbun.
Ini perempuan? Maksudku, sebuah bakpao daging betina?
“Kenapa kau memanggilku ‘Mama’?” Jangan bilang jenis kelaminku yang sebenarnya telah diketahui oleh sebuah bakpao daging? Apakah itu mungkin, karena Meatbun-ku memiliki level 10 wisdom pada saat dia masih level satu!
“Mama adalah Mama…” Meatbun berkata demikian sambil menurunkan ‘kepala’nya, sebuah tampang yang begitu polos muncul di wajahnya. Dia bahkan menggesek-gesekkan dirinya pada telapak tanganku, mencari rasa sayang.
Dia imut sekali! Tapi, waaah! Aku bahkan belum menikah dan sudah menjadi seorang ibu! Ditambah lagi, anakku adalah sebuah bakpao daging… Aku penasaran apakah dia laki-laki atau perempuan?
“Lolidragon, apakah pet mempunyai jenis kelamin di ‘Second Life’?” tanyaku tenang.
“Ya… Dan kalau kau mempunyai dua pet, mereka bahkan bisa memiliki bayi! Kemungkinannya tipis, sayangnya,” balas Lolidragon. Dia menatap Meatbun, sumbat di otaknya terbuka dengan cepat.
“Tapi, Meatbun…” Lolidragon memeriksa Meatbun dengan mata yang curiga, sambil ia membolak-baliknya, mempelajarinya dari setiap sudut, mencoba mencari petunjuk tentang jenis kelaminnya.
“Bukankah akan lebih cepat kalau menanyakannya saja?” saran Yu Lian-dàsăo.
“Meatbun…” Setelah pemeriksaan lama, yang kami semua lihat hanyalah sebuah bakpao daging putih yang empuk, jadi aku harus bertanya dengan tenang, “…Apakah kau jantan atau betina?”
Mata Meatbun melebar dan dipenuhi kebingungan. Dia bertanya, “Mama, apa itu ‘jantan’ dan ‘betina’? Meat-bunbun tidak mengerti.”
… Sudah pasti betina, pikir kami.
“Kurasa kenyataan bahwa dia berbicara itu lebih penting daripada jenis kelaminnya,” Wolf-dàgē berkata mendesak.
“Ini karena dia sudah mencapai level empat puluh,” kata Lolidragon saat dia tiba-tiba teringat alasannya. “Ketika pet di ‘Second Life’ mencapai level tertentu, mereka mendapatkan kecerdasan buatan. Pada level empat puluh, mereka mulai berbicara, dan mendapat kecerdasan buatan yang terus meningkat seiring dengan level mereka.”
“Aku mengerti. Jadi normal untuk pet tahu bagaimana berbicara?” tanyaku, mendapat pencerahan pada akhirnya.
“Mmhmm.” Lolidragon tersenyum lemah, malu. “Aku lupa tentang hal itu sampai tadi.”
Putriku, ah, bukan! PET-ku bisa berbicara! Dengan senang, aku mencubiti Meatbun di sini, di sana, dan di mana saja. Saat aku mencubitnya…
“Sakit, sakit, Meat-bunbun sakit, sakit!” Meatbun menjerit. Mata berairnya menjadi BENAR-BENAR berair. Satu tetes, dua tetes… Tetesan air mata BESAR mulai berjatuhan dari mata Meatbun, yang akhirnya menjadi dua keran yang kehilangan kendali.
Waaah, waaaah, wuuuaaah… waaah…!
“Ah! Meatbun menangis, apa yang harus kulakukan?” tanyaku. Aku benar-benar kebingungan harus melakukan apa saat aku melihat bakpao daging menangis tak terkendali di tanganku.Bagaimana caranya menenangkan sebuah bakpao daging?
“Dia seperti keran.” Lolidragon melihat ke lantai, yang mulai menunjukkan tanda-tanda kemungkinan banjir.
“Itu bagus; kita bahkan tidak perlu membawa-bawa air nantinya!” kata Yu Lian-dàsăo, berseri-seri.
Setelah sepuluh menit…
“Prine, aku harus memperingatkanmu terlebih dulu kalau aku tidak tahu bagaimana caranya berenang!” Lolidragon melihat ke air, yang sudah meningkat sampai ke pinggulnya, jelas-jelas ingin menangis.
Memegang dua keran di tanganku, aku tersenyum dengan bodoh, sepenuhnya kebingungan…
“Ayo keluar dari sini! Ini termasuk restoran kelas atas. Sekarang kita telah membanjiri tempatnya, biaya ganti ruginya pasti sangat mahal.”
Wolf-dàgē tidak terlihat begitu khawatir soal banjir. Tidak mengejutkan, karena dia begitu tinggi; dia sudah pasti akan menjadi orang terakhir yang tenggelam, bagaimanapun juga.

“Level reputasi kita menurun lagi.”
Kami dengan sukses memanfaatkan keributan yang disebabkan dengan membuka kedua pintu dan membiarkan air mengalir keluar untuk melarikan diri, tapi kami tidak bisa mencegah level reputasi kami untuk menurun lagi. Yu Lian-dàsăo melihat level reputasi tim dan kemudian menoleh melihat padaku, menyunggingkan senyum bayangan yang menakutkan itu.
“Prince, jaga baik-baik putrimu, Meatbun. Jangan biarkan dia membuat masalah lagi, oke?”
“Baik.” Waaaaaaah! Senyum bayangan yang menakutkan sekaligus lembut Dàsăo benar-benar membuat merinding! Aku takut…
Aku melihat dengan marah pada putriku, Meatbun. Mengambilnya dengan sekali sambar, aku ingin memberinya sebuah pukulan pantat yang sepantasnya. Tapi, tepat saat aku akan mengayunkan tanganku, Meatbun menatapku kebingungan dengan matanya yang begitu besar, polos dan tanpa rasa bersalah. “Mama?”
Waaah, sekarang bagaimana caranya aku memukul pantatnya?
Lolidragon menepuk punggungku da berkata, “Lupakan. Apa gunanya memukul pantat sebuah bakpao daging? Akan lebih baik memintanya untuk mengeluarkan daging lagi untuk kita makan!”
“Kau benar. Gui, cepat — tetaskan Fire Phoenix,” desakku, meneteskan liur saat memikirkan daging panggang tersebut.
“Oke.” Gui menggigit jari, melukai kulitnya, dan meneteskan beberapa tetes darah pada telur fire phoenix itu. Membuka mata lebar-lebar, kami menunggu fire phoenix tersebut muncul.
Kami tidak perlu menunggu lama sebelum sosok yang tak asing dari Fire Phoenix muncul di depan mata kami. Anggota Odd Squad saling memeluk dengan riangnya. Sekarang akan ada daging panggang untuk dimakan!
<Nama Pet : Fire Phoenix| Level: 41 | Kemampuan: Heaven’s Blazing Flame | Kesetiaan: 50/100>
Heaven’s Blazing Flame, itu dia kemampuannya! Itulah kemampuan mengagumkan yang memangang daging dalam sekejap!
Aku cepat-cepat menyodorkan Meatbun. Lolidragon segera mengeluarkan meja lipat. Yu Lian-dàsăo bergegas menata meja dengan piring-piring dan sumpit.  Wolf-dàgē dengan gugup memegang sebuah panci besar, khawatir bahwa dia akan melewatkan menangkap bahkan sepotong kecil daging, dan Doll… sudah duduk di meja, selembar serbet di lehernya, siap untuk makan.
“Gui.” Aku memberi tanda, tatapanku mantap. “Ayo!”
“Ya.” Gui melihat fire phoenix yang terbang di langit.
Gui dan aku berteriak bersamaan.
“Meatbun, Machine Gun Meat Attack!”
“Fire Phoenix, Heaven’s Blazing Flame!
Hanya ada kesunyian. Aroma daging panggang yang begitu dinanti tak tercium sedikit pun.
“Mama, itu Gui. Apakah Mama mau melawan Gui?” Meatbun menolehkan kepalanya padaku dengan khawatir. Aku…
“Hmph! Kau pikir kau ini siapa, memerintah Fire Phoenix abadi seenaknya?” Sebuah suara asing dan angkuh datang dari langit.
Namun, kali ini, tak ada seorang pun dari kami yang kaget. Kami hanya mengangkat kepala kami untuk melihat ke langit.
“Fire Phoenix sudah level empat puluh satu,” Lolidragon berkata dengan kaku. “Terlebih lagi, kesetiaanny terlalu rendah, jadi tidak begitu penurut,” tambahnya.
“Sial, lalu bagaimana dengan dengan daging panggang kita?” tanyaku, menatap datar pada Fire Phoenix yang membandel.
“Anak kecil harus dipukul pantatnya supaya mereka mau mendengarkan,” Yu Lian-dàsăo tersenyum.
“Kau akan membakar tanganmu sendiri kalau kau memukul pantat Fire Phoenix…” kataku. Aku ingin memukulnya, tapi aku takut terluka!
Pada akhirnya, karena Fire Phoenix yang memberontak menolak untuk menurut, Odd Squad hanya dapat kembali dengan kesal ke kota untuk membeli beberapa bakpao daging untuk dimakan. Kami tidak dapat menghajar Fire Phoenix meskipun kami lapar — jadi kami hanya bisa melampiaskan kekesalan kami pada Gui dan memerintahkan dia untuk menaikan kesetiaan Fire Phoenix secepat mungkin.
Tetapi, dari lolonga menyedihkan Gui setelah terbakar api phoenix itu, kami menyadari bahwa akan butuh waktu lama sebelum akhirnya kami bisa mendapatkan daging panggang untuk dimakan…
Waaah… Aku lapar sekali!
Wolf-dàgē berseru dengan setengah hati, “Dengar, teman-teman! Meskipun kita semua lapar, pertempuran berikutnya tetap harus dihadapi. Bertahanlah untuk dua putaran lainnya dan kita akan bisa memasuki babak final.”
“Lawan kita pada pertempuran berikutnya adalah ‘Hell’s Murderers’,” kata Wolf-dàgē. Nada bicaranya tiba-tiba menjadi serius. “Menurut informasi yang Lolidragon dapatkan dari menginterogasi Pejalan Kaki A, kekuatan tempur tim ini patut diperhatikan. Terlebih lagi, gaya bertarung mereka begitu bengis dan kejam. Arena pertempuran tidak pernah luput menjadi sungai darah setiap selesai pertandingan, dan beberapa penonton sudah pasti akan pingsan karena pemandangan berdarah itu. Aku takut bahwa mereka akan terbukti menjadi lawan yang sulit.”
Apakah benar mereka semenakutkan itu? Aku mengernyitkan alisku dan bertanya, “Bagaimana susunan tim mereka?”
“Mereka semua adalah human. Seorang priest,  seorang mage, seorang warrior, seorang necromancer, seorang thief, dan seorang bard.”
Aku terkejut. “Class mereka sama dengan kita?”
“Dan mereka mempunyai dua pet naga.” Wolf-dàgē menghela nafas.
Sementara kita memiliki sebuah bakpao daging dan fire phoenix yang pembangkang, aku menambahkan dalam hati. “Ini akan menjadi sangat sulit. Apakah mereka akan mengeluarkan isi perutku?” tanyaku, khawatir.
“Kemungkinan besar, ya,” Wolf-dàgē menjawab dengan berat.
Aku takut! Aku ingin menangis…

Pada saat itu, Pejalan Kaki A sedang berbicara dengan temannya, si B.
“Apa kau tahu yang telah terjadi? Aku tadi diculik oleh Odd Squad.” Pejalan Kaki A terlihat hampir menangis.
“Apa kau serius? Ya ampun, kau ternyata ditangkap oleh Odd Squad yang mengerikan itu?” tanya Teman B.
“Ya, mereka ingin aku memberi mereka informasi mengenai Hell’s Murderers. Setelah selesai, mereka terlihat begitu gelisah!”
“Gelisah? Hell’s Murderers mungkin menakutkan, tapi mereka tidak bisa dibandingkan dengan Odd Squad yang begitu menakutkan melampaui akal sehat… Pemandangan dari pemuda tampan yang tersenyum begitu kejamnya bahkan saat dia menebas orang menjadi potongan-potongan bisa membuat orang bermimpi buruk.”
“Dan si cantik yang bagaikan arwah itu, yang terus muncul di belakang punggung orang… Setelah dia membunuh seseorang, dia selalu untuk tertawa tanpa perasaan!”
“Dan bone dragon yang mengerikan itu, ditambah kerangka yang terbakar dengan api hitam…”
“Dan juga wolfman yang seperti benteng itu… ditambah mage yang kelihatan begitu lembut namun menggunakan Meteor Shower untuk menghabisi lawannya.”
“Odd Squad benar-benar saaaaaaangat MENAKUTKAN!” baik Penjalan Kaki A dan Teman B berseru bersamaan.

Sementara itu, dengan Hell’s Murderers…
“Apakah semuanya sudah dengar tentang lawan kita untuk pertandingan berikutnya?” ketua pilihan mereka, Blood-soaked Demon King — seorang mage — bertanya dengan ekspresi suram.
“Kami sudah dengar…”
“Bagaimana bisa, kita, Hell’s Murderer, membiarkan orang lain untuk lebih menakutkan dari kita?” tuntut Blood-soaked Demon King dengan marah. “Kita bersumpah bahwa kita akan menjadi yang namanya akan membuat anak-anak kecil menangis saat mendengarnya, yang menjadi mimpi buruk bagi orang dewasa… Raja iblis dari ‘Second Life’! Bagaimana bisa kita biarkan Odd Squad itu menjadi mimpi buruk KITA! Ini sangat menyedihkan… Kita harus mengalahkan mereka dengan cara yang paling mengerikan dan kejam sebisa mungkin dan menjadi mimpi buruk MEREKA!”
“MENJADI MIMPI BURUK!” Setelah tim tersebut memberikan sorakan gagah secara serempak, salah satu dari anggotanya gemetar.
“Tapi Odd Squad benar-benar menyeramkan!” tambahnya.

[½ Prince Jilid 2 Bab 2 End]

½ Prince Jilid 2 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Marcellino Novaldo

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.