11 Maret 2016

½ Prince Jilid 2 Bab 1 LN Bahasa Indonesia

Turnamen, Dimulai
Mengenakan Blood Tiara yang tim berikan padaku, hatiku dipenuhi dengan emosi dan aku memantapkan tujuanku. Kami akan menciptakan sebuah legenda bersama, sebuah legenda yang menjadi milik kami. Aku menutup mataku dan mengumpulkan fokus, menenangkan diri sebelum perlahan membukanya. Dengan kepercayaan diri dan ketetapan hati tergambar pada ekspresiku, aku memberi sebuah senyuman pada anggota tim Odd Squad yang lain dan mengambil langkah pertama dalam perjalanan untuk menciptakan legenda kami, langkah pertama menuju panggung di mana kami akan melakukan pertunjukkan, langkah pertama menuju…arena turnamen.
Di arena, pembawa acara dengan keras memperkenalkan dirinya. “Halo semuanya, aku adalah komentator kalian untuk hari ini, Xiao Li. Mari kita mulai memperkenalkan dua tim yang akan bertanding pada putaran ini! Pertama, keluar dari pintu masuk barat adalah Perfect Princess Team! Perfect Princess Team dipimpin oleh Perfect Princess, seorang mage dari ras elf. Kelima anggota tim mereka adalah seorang beastman warrior, human warrior, human archer, dan angel priest.”
Aku berjalan ke bagian paling depan dari tim kami. Menilai dari sorakan menggelegar yang mengisi stadion, kelihatannya lawan kami telah menjejak masuk ke arena. Jangan bilang bahwa Perfect Princess Team itu sangat terkenal? Kelihatannya aku benar-benar ketinggalan berita, karena tidak pernah mendengar tentang mereka. Tidak masalah bagaimanapun juga, karena Odd Squad sudah pasti akan mengalahkan mereka dan dikenal di seluruh ‘Second Life’.
Mic di tangan, si komentator pertandingan dengan keras memperkenalkan tim berikutnya untuk masuk ke arena. “Sekarang, muncul dari pintu masuk timur adalah Odd Squad! Odd Squad memiliki komposisi tim yang sangat tidak biasa, terdiri dari seorang elf warrior, elf thief, beastman priest, angel necromancer, demon bard dan human mage!”
Bisikan segera mulai menjalar di antara orang banyak. “Nama tim yang aneh!”, “Extreme Squad? Benar-benar nama yang aneh!”, dan komentar lain yang mirip dapat jelas terdengar.
“Jika tim ini bukanlah yang terpayah, maka mereka mungkin adalah salah satu yang terbaik…” ahli strategi Perfect Princess Team, si angel priest, bergumam diam-diam pada dirinya sendiri.
“Tidak masalah tim seperti apakah mereka. Kalian semua akan meraih kemenangan untukku, ‘kan?” si cantik yang menarik perhatian, Perfect Princess, bertanya dengan manis kepada anggota timnya – walaupun untukku, dia lebih terlihat sedang membujuk pelamar! Kelima laki-laki tersebut mengangguk dengan semangat.
Di tengah-tengah bisikan penonton, aku perlahan melangkah masuk ke arena turnamen. Seperti biasa, kemanapun aku pergi aku berhadapan dengan keheningan ketakjuban. Penampilanku biasanya memiliki daya penghancur yang besar, tapi sekarang, ditambah dengan sebuah tiara yang dapat meningkatkan daya tarikku secara luar biasa, daya hancur melompat dari 100% menjadi 200%! Aku mengabaikan tatapan dari orang-orang (Haah, setelah dipandangi terlalu lama, aku telah menjadi terbiasa…) dan sebagai gantinya memandang langsung pada lawan kami hari ini : Perfect Princess Team.
Awalnya, aku tadinya berpikir bahwa tim ini akan terdiri dari enam gadis. Yang mengejutkanku, tim tersebut dibentuk hanya dengan satu perempuan dan lima laki-laki! Dalam hatiku, aku terus berpikir, Gadis ini bertingkah seakan dia membawa penghuni Istana Dalam (Inner Court)-nya untuk berpatisipasi dalam turnamen ini dan penampilannya bahkan tidak sampai mendekati untuk menandingi Lolidragon. Aku benar-benar iri…! Ah, tidak… Aku seorang laki-laki saat ini; tidak ada hal yang bisa dicemburui!
Mengesamping rasa iriku, masing-masing kelima anggota tim yang lain dan aku mengambil posisi kami dan memasang pose yang selama tiga hari Lolidragon habiskan untuk diajari pada kami. Dengan patuh mengikuti instruksinya – aku menanggalkan sikap seorang Prince yang elegan dan sebagai gantinya mempertahankan gambaran seorang yang gagah, angkuh dan tak terkalahkan selama pertandingan. Dengan begitu, kami dapat mengurangi kepercayaan diri mereka… Walaupun, secara pribadi, aku merasa orang-orang tersebut hanya akan marah oleh penampilanku yang tampan, menyebabkan semangat bertarung mereka lebih semakin berkobar.
“Bagaimana bisa ada seseorang yang setampan ini…?” Perfect Princess memandangi wajahku, terpesona, sementara kelima anggota timnya memelototiku, ekspresi mereka benar-benar memperlihatkan keinginan mereka untuk mengulitiku, memisahkan tulang-tulang dari dagingku, dan kemudian merebusnya untuk membuat kaldu sup.
“Prince, Lolidragon, tim yang lain mempunyai dua archer dan dua warrior, jadi memperpanjang pertempuran hanya akan menjadi keadaan yang merugikan untuk kita. Aku punya rencana, jadi dengarkan…” Wolf-dàgē kemudian mulai menjelaskan dengan cermat rencananya pada kami.

Setelah Wolf-dàgē selesai memberi kami instruksi, tim kami melangkah maju, dengan kepercayaan diri yang meluap. Bahkan ada sedikit senyum kejam di wajahku. Lolidragon-lah yang mengajarkannya padaku. (Lolidragon, sebutan “Blood Elf” pasti awalnya karenamu…). Aku melihat pada tim Perfect Princess dan berkata dengan dingin, “Kita mulai?”
Si beastman warrior besar segera memberi kapak besarnya beberapa ayunan. Sayangnya, dia lebih pendek daripada Wolf-dàgē beberapa jengkal, ditambah dia kurang memiliki aura yang kuat dan mengintimidasi seperti yang Wolf-dàgē miliki. Si human warrior berjalan maju ke arah kami dan membalas dengan dingin, “Tidak masalah. Ayo mulai!”
Sang wasit berdiri di satu sisi begitu melihat kami telah siap dan, dengan sebuah lambaian benderanya, pertempuran dimulai.
Umumnya, pertarungan dimulai dengan kedua priest tim membuat buff dan meningkatkan defense anggota timnya. Hanya setelah hal ini dilakukan barulah kompetisi benar-benar dimulai. Akan tetapi, Lolidragon dan aku melawan kebiasaan ini dan, memnafaatkan agility kami yang tinggi, kami maju menyerang begitu wasit mengumumkan dimulainya pertarungan. Sebelum warrior tim lawan sempat bereaksi, aku telah melesat ke arah mereka, targetku adalah kedua archer… Berikutnya, dengan gerakan cepat, aku meraih Meatbun dan menggunakan pedangku untuk memukulnya dengan seluruh kekuatanku.
“Meatbun, Double Kill.” Meatbun segera melayang menuju kedua archer tersebut, yang belum menyadari apa yang sedang terjadi, dan mulai memantul-mantul di antara mereka seperti bola di mesin pinball.
Setelah membuat para archer tersebut menangani HP mereka yang menurun, serangan ini lebih dari cukup untuk membuat mereka sibuk. Dengan Black Dao-ku di tangan, aku bergegas menuju human archer, yang health-nya kemungkinan lebih tinggi dari elf archer. Mencapainya, aku meneriakkan, “Satu dari Lima Teknik Utama, Dragon Whirlwind Strike!”
Aku mengangkat pedangku di atas kepala ketika kakiku mendorong, menolakkan tubuhku dari permukaan tanah. Memelintir tubuhku di tengah-tengah udara sehingga aku terbang sejajar dengan tanah, Black Dao-ku dengan tepat menghunjam ke abdomen human archer tersebut. Kecepatan seranganku bahkan membuat archer yang berorientasi agility tidak dapat menghindar tepat waktu. Meskipun itu bukanlah serangan fatal, jurus Dragon Whirlwind Strike dapat melukai musuh dengan parah hanya dengan tekanan udaranya saja, sekalipun tidak mendaratkan serangan langsung. Lengan kiri human archer yang tidak beruntung itu dengan segera patah oleh serangan memuntirku. Begitu kakiku menyentuh tanah, aku melancarkan serangan balik dari pedangku, mengirimnya terbang kembali ke rebirth point untuk merenungkan kesalahannya di kehidupan “lalu”.
Sementara mata orang-orang tertuju padaku, Lolidragon, yang agility-nya begitu tinggi sehingga setiap aksinya muncul entah darimana, sudah lama bergerak perlahan di belakang si elf archer dengan sebuah belati di kedua tangan. Sekarang dia menekankan satu dari kedua belatinya ke leher elf tersebut dan memberikan sayatan ganas tepat di tenggorokkannya. Itu bisa menjadi serangan fatal jika tidak karena kekuatan Lolidragon yang terlalu rendah dan karena itu tidak dapat membunuh secara langsung si elf archer.
Ketika kelihatannya priest lawan – yang mulai merapalkan mantera penyembuh – bisa menyembuhkan si archer, bibir Lolidragon tersungging menjadi senyuman kejam. Tidak terlihat oleh yang lainnya, belati di tangannya yang lain telah ditempatkan di punggung elf tersebut, ditujukan tepat ke jantungnya. Sekarang dia memberikan sebuah tikaman ganas dan sang priest hanya dapat menyaksikan tanpa daya ketika archer tersebut tewas.
Pada titik waktu ini, para warrior tim Perfect Princess dibuat sibuk oleh Hell’s Inferno Armored Skeleton-nya Doll yang super menyeramkan. Sebagai tambahan, kecepatan mereka telah diturunkan oleh Sheng-ge Entrancement Technique Gui. Para skeleton sendiri sudah hampir cukup membuat mereka KO; tidak ada kemungkinan untuk mereka menolong anggota tim mereka yang lain.
Perfect Princess, yang tadinya sibuk mengagumi wajahku pada awalnya, akhirnya menyadari bahwa sesuatu ada yang salah dan segera merapalkan mantera untuk menghancurkan satu dari skeleton Doll. Akan tetapi, Lolidragon dan aku telah selesai menghabisi dua archer saat ini, jadi aku menyerbu langsung ke warrior-warrior, memberikan dukungan kepada skeleton-skeleton Doll. Lolidragon, di lain sisi, menggunakan sebuah kemampuan yang dia ciptakan setelah mempelajari ninjutsu Jepang: Burrowing. (Tekhnik ini tidak mudah untuk yang lainnya, karena kapanpun dia gagal, seluruh anggota tim harus melakukan penggalian, untuk menggali Lolidragon keluar dari tanah tempat dia terjebak.) Menggunakan itu, dia diam-diam menyelinap ke belakang si mage, Perfect Princess…
“Princess, hati-hati!” Si priest bergegas mendorong Perfect Princess – yang akan digorok lehernya oleh Lolidragon – ke satu sisi.
Sedangkan Lolidragon, dia hanya menerima perubahan situasi dan segera mengganti targetnya. Dua tebasan fatal berbahaya belati bergerak cepat melewati udara ketika dia menebas si priest. Wajahnya memucat dengan cepat ketika dia mencoba sebisa mungkin untuk memulihkan HP-nya sambil berteriak ke para warrior untuk datang menolong.
Para warrior? Ejekku; human yang seharusnya gesit kesulitan untuk menyarangkan sebuah serangan padaku, belum lagi beastman berotak otot yang serangannya terlihat seperti meniru kecepatan kura-kura. Mereka mengoceh marah pada si priest, berseru kepadanya kenapa tidak memulihkan HP mereka. Akan menjadi sebuah kejutan jika mereka dapat menemukan waktu untuk pergi dan menyelamatkan anggota tim mereka!
Kenyataannya, ketika kedua archer – yang menyandang ancaman terbesar pada rencana kami – mati, nasib tim lawan telah ditetapkan. Dengan pemikiran ini, ujung-ujung mulutku  menyunggingkan seringai jahat, menakuti warrior lawan membuat mereka mengira aku akan menggunakan jurus Dragon Whirlwind Strike lagi. Aku tersenyum dingin dan menggunakan…Ten Continuous Strikes malahan untuk menyelesaikan human warrior tersebut. Bercanda ya; kau pikir Dragon Whirlwind Strike bisa digunakan berkali-kali? Sering menggunakan jurus tersebut akan membuatku jadi pusing, oke?
Dengan cara ini, Lolidragon dan Gui terus menyibukkan si priest dan mage sementara para skeleton dan aku memberikan beastman warrior tumpangan gratis kembali ke rebirth point. Selang beberapa saat kemudian, si priest juga tewas.
Kami berenam berkumpul menuju si mage, Perfect Princess, yang terdorong mundur ke sudut. Berjalan di depan grup, aku tersenyum dingin padanya dan bertanya, “Menyerah?”
Perfect Princess mengangkat kepalanya perlahan. Begitu melihat wajahku, ketakutan yang tertera jelas di wajahnya melumer dan digantikan dengan ekspresi genit, dan dia bahkan berani bermulut manis padaku. “Menyerah, aku menyerah! Karena aku kalah padamu, aku akan menjadi pacarmu, oke?”
Aku menatap dingin pada gadis ini, yang kecantikannya tidak sebanding dengan Lolidragon, yang tidak seimut Doll, yang tidak seelegan Yu Lian-dàsăo, dan merasa amat sangat kesal.Dan dia berani untuk menempelkan dirinya padaku seperti sejenis invertebrata sekarang?! Mencium aroma menjijikan parfumnya yang menyengat, aku berpikir, aku masih seorang wanita – hanya karena aku terlihat seperti seorang pria bukan berarti aku perlu menjadi seperti pria dan menghargai kecantikan, ‘kan?!
Aku dengan perlahan mengangkat Black Dao-ku dan, masih tersenyum tipis, mendorongnya menembus tubuh gadis di hadapanku. Ini adalah salahmu karena lebih cantik dari “aku” yang perempuan! Belum lagi membawa lima laki-laki yang terbilang tampan… Jelas-jelas kau mencoba memicu rasa iriku! Mendorongku untuk membunuhmu!
Aku mengawasi dengan puas ketika Perfect Princess terbang menjauh dengan pandangan benci dan tidak percaya di wajahnya. Aku mengayunkan Black Dao-ku dengan ringan beberapa kali, mencoba menggoncangkan darah yang memuakkan dari pedangku, tapi tiba-tiba aku menyadari bahwa seluruh arena sunyi dan semua orang menatapku dengan tatapan aneh di matanya.
“Lolidragon, ada yang salah?” Roman wajahku tetap tenang, tapi diam-diam aku mem-PM Lolidragon dengan sedikit ragu-ragu bercampur takut.
“…Itu mungkin karena kau berlumuran darah dan tersenyum ketika menikam seorang wanita cantik hingga tewas, lalu dengan tak peduli memercikkan darah tersebut. Itu terlalu tampan, terlalu keren, dan terlalu berdarah! Karena itulah semuanya terpaku!” kata Lolidragon dengan mengangkat bahu tak berdaya.
Aku hanya sedikit terbawa oleh kecemburuanku, pikirku, merasa salah paham.

“Odd Squad, menang,” sang juri, yang akhirnya sadar dari keterkejutannya, mengumumkan dengan terlambat.
Memancarkan aura membeku, aku berdiri di arena berdarah, sebuah pandangan sedingin es di mataku ketika pedangku naik dan jatuh. Ketika aku menebas lawan terakhir, aku bisa mendengar keramaian mulai bersorak menyemangati. Akan tetapi, aku berbalik dan memeriksa dengan cermat seluruh penonton dengan mata yang tanpa emosi dan dingin, hingga orang terakhir terdiam. Itu hanya sampai aku puas dengan senyuman jahat, senyuman yang haus darah, dan lalu memimpin Odd Squad keluar dari arena ketika wasit mengumumkan kemenangan kami.
Mengapa aku seperti ini? Bukan karena aku menginginkan ikut hal ini. Aku tidak mengerti kapan ini dimulai, tapi akhir-akhir ini, area di luar stadion selalu penuh dengan penggemarku setelah selesai pertandingan. Awalnya, masalah ini hanya menggangguku. Akan tetapi, pada suatu kesempatan, aku sedang berjalan di belakang anggota timku ketika kami meninggalkan arena. Para penggemarku, yang telah berdiri di luar stadion, menginjak-injak anggota-anggota timku untuk mendekatiku. Setelah kejadian itu, hal tersebut menjadi masalah seluruh tim.
Setelah itu, Lolidragon muncul dengan strategi “Blood Elf”. Dengan lima lawan satu suara, aku dipaksa menjalankan peran seorang pembunuh berdarah dingin dan tanpa belas kasihan, hanya untuk menakut-nakutin para penggemarku untuk mendekat. Sayangnya, strategi tersebut sukses tak terduga, karena sementara para penggemarku terus mengagumiku, mereka tidak lagi berani bahkan untuk mendekat sepuluh meter dariku… Lagipula, aku adalah orang yang tadinya tanpa ampun menebas si cantik Perfect Princess, sehingga siapapun yang memiliki mata dapat melihat bahwa aku tidak mengenal arti kata “cantik” dan “pesona”.
Menjadi mata tombak, aku berjalan di paling depan anggota timku (tidak ada yang berani berjalan mendahuluiku lagi…) dengan wajah yang tampak tenang. Tangan kiriku berada di atas gagang Black Dao-ku karena kebiasaan, seakan aku siap untuk membunuh saat itu juga. Akan tetapi, yang sebenarnya sedang kupikirkan adalah, Hahh, aku lapar sekali! Kenapa kita belum sampai juga di restoran?
“Prince!” sebuah suara yang riang berteriak tidak begitu jauh.
Siapa itu? aku mengerutkan alisku. Ternyata masih ada seorang gadis yang berani memanggil namaku di keramaian ini, pikirku kesal ketika aku memandang ke sekeliling. Gadis-gadis di sekitarku berpikir senang dalam diam, Siapa orang yang ingin bunuh diri dengan berani memanggil Prince dengan namanya?
“Prince? Ada apa?” Begitu melihat pandanganku yang dingin, Rose memperlihatkan ekspresi terkejut, air mata menggenang dari sudut-sudut matanya.
Rose? Melihat wajah yang akrab itu, otot-otot wajahku mengendur; sudah lama sejak aku terakhir bertemu dia.
“Sudah lama, Rose, dan semuanya di Tim Rose,” aku menyapa dan memberi mereka semua senyuman singkat ketika aku menatap Li’l Strong, Legolas, For Healing Only, dan Broken Sword, yang hanya kutemui sebentar sebelumnya.
“Prince, tidak baik terus berdiri di sini terlalu lama. Kau bisa bertemu mereka ketika makan nanti!” Lolidragon mem-PM-ku, mengingatkanku pada penggemar di sekeliling. Melihat bagaimana beberapa dari mereka mulai maju mendekat, Lolidragon berpikir, jika kita diam di sini lebih lama lagi, nasib anggota Odd Squad dan Tim Rose mungkin akan dipertaruhkan…
“Kenapa kita tidak makan bersama? Rose, ayo bertemu di restoran yang biasanya-dan pastikan kau datang!” Aku juga mulai merasakan ancaman dari sekeliling kami, dan aku begitu terburu-buru mem-PM Rose…dan melarikan diri!
Begitu kami sampai di restoran dan mengamankan tempat duduk kami di lantai dua, aku melepaskan perananku. Sambil memijat wajahku, aku meminta maaf pada Rose, berkata, “Aku benar-benar minta maaf untuk yang tadi, Rose. Tentang apa yang terjadi di luar – memperlakukanmu begitu dingin tadi, aku tidak serius. Sebenarnya…”
Aku mulai menjelaskan seluruh situasinya pada tim Rose, untuk menghindari terjadinya kembali kesalah-pahaman ketika kami bertemu lagi nantinya. Bagaimanapun, aku tidak ada keinginan untuk kehilangan teman-teman baik seperti ini.
“Hahaha! Ternyata terlalu tampan dapat membuat banyak masalah seperti ini.” Li’l Strong tertawa terbahak-bahak – menanggapiku – begitu mendengar keseluruhan cerita.
“Bukannya aku yang minta seperti ini…” Aku bergumam menghela nafas sambil menggaruk wajahku. Li’l Strong memberiku pukulan sekuat tenaga di punggungku dan hampir mereka semua mulai tertawa.
Selain Fairsky, yang sejak awal menundukkan kepalanya selama ini, anggota yang lainnya mengobrol dengan gembira. Broken Sword dan aku terutama yang bersemangat, mengingat kami pernah cukup sangat akrab. Dia mengatakan padaku bahwa dia telah mengikuti setiap pertandingan Odd Squad dan benar-benar tertarik dengan jurus-jurus aneh dan tak biasa yang kulakukan. Ternyata, dia juga sering mencoba jurus-jurus yang dia temukan di novel-novel silat. Kelihatannya tidak cuma aku orang aneh di sini ternyata! Dengan begitu, kami berdua mengobrol dengan sangat bersemangat tentang Nine-Headed Dragon Slash dan Dragon Whirlwind Strike-ku dan Taichi Strike dan Nine Swords of Du Gu-nya.
“Prince, Lolidragon, tentang apa yang telah terjadi saat kali terakhir kita bertemu… Yah, Fairsky benar-benar merasa bersalah tentang hal itu…” Rose menyela dan melirik khawatir pada Fairsky, yang telah menundukkan kepalanya dan terus diam sepanjang waktu.
“Oh, itu. Aku telah melupakannya – itu sudah lama sekali. Jangan khawatir soal itu, Fairsky,” kataku dan menoleh untuk melihat pada Lolidragon. “Kau juga tidak menyalahkannya, ‘kan?” Lolidragon?”
“Hah? Apa yang telah terjadi?” Wajah Lolidragon terlihat kebingungan. (Ingatanmu benar-benar payah…)
“Bagaimanapun, Lolidragon dan aku telah meletakkan kejadian tersebut di belakang kami!” kataku, tapi melihat bahu Fairsky tiba-tiba mulai gemetar. Sial! Dia menangis! Waaaah, apa yang telah salah kulakukan kali ini?!
“Maafkan aku…” Fairsky melesat padaku dan mulai terisak di pelukanku. Aku menepuk punggungnya untuk menenangkannya, berpikir, Hahh! Mempunyai seorang saudara perempuan benar-benar bagus. Seorang saudara perempuan memang lebih manis daripada saudara laki-lakiku yang bodoh, yang akhir-akhir ini terus-menerus membual tentang Dark Emperor yang telah memenangkan ronde sekian dari turnamen. Jika bukan karena takut membuat marah leluhurku dengan membunuh satu-satunya penerus keluarga Feng, aku pasti sudah lama menggunakan pisau potongku dan mengubahnya menjadi bakpao charsiew!
“Tidak apa-apa, kau gadis yang baik, jangan menangis…” aku berkata dengan suara lembut, mencoba membujuk Fairsky.
Fairsky tersedu, mengangkat wajahnya, dan melihatku dengan tatapan yang begitu memelas. “Bolehkah aku menanyakan sesuatu?”
“…Tentu!” Kenapa aku tiba-tiba merasakan firasat buruk tentang ini? Menyadari bahwa anggota Tim Rose yang lain sedang berdiri di sekeliling seakan mereka sedang menunggu sebuah pertunjukkan dimulai, perasaan firasat burukku semakin meningkat.
“Bisakah aku menjadi istri keduamu? Aku bersedia mengakui Lolidragon sebagai dàjiě!” Fairsky melihatku dengan ekspresi penuh semangat ketika mengucapkan kalimat yang begitu mengejutkan.
Serempak, anggota Odd Squad menyemburkan semulut penuh minuman penuh yang tadinya mereka minum sebelum mencuri pandang sekilas padaku, tertawa diam-diam…
Dan masih ada yang lebih mengejutkan, yaitu…
“Aku juga!” Saudara perempuanku yang baik, Rose, menarik kemejaku, tatapannya mantap.

Ketika dua orang cantik mengajukan diri untuk menjadi istri kedua dan ketigamu, padahal kau adalah seorang perempuan… Bisakah seseorang mengatakan padaku apa yang seharusnya seseorang lakukan dalam situasi ini? Aku sendiri tidak dapat memikirkan sebuah jawaban sama sekali, jadi aku hanya dapat melihat dengan pandangan memohon pada Lolidragon, yang terkekeh diam-diam. Kedua gadis tersebut kemudian menatap Lolidragon dan membuat dia meneguk minumannya sebelum dengan cepat-cepat mengklarifikasi hubungan kami.
“Hubungan antara Prince dan aku hanyalah saudara. Aku hanya berpura-pura menjadi istrinya untuk menakut-nakuti gadis-gadis lain. Semua hal ini bukanlah urusanku, jadi jangan melihatku,” katanya.
Lolidragon sialan! Pikirku, memaki “saudara perempuan”-ku yang pengkhianat dari dalam hatiku. Sekarang alasan apa yang bisa kupakai untuk mengecilkan hati mereka?
Aku sedang terpaku dan terpojok ketika Gui tiba-tiba menarikku ke dalam pelukkannya. Merangkulku erat, dia memelototi yang lain, tatapannya yang dingin membekukan bahkan lebih menakutkan daripada akting Blood Elf-ku. Dengan nada bicara yang menggetarkan tulang punggung semua pendengarnya, dia berkata perlahan, “Prince milikku.”
[Ilustrasi 1]
Semua orang terkejut dengan tindakannya, tidak terkecuali aku. Bukan pelukkannya yang mengejutkanku (hal seperti itu sudah sering terjadi), tapi lebih karena nada bicaranya yang dingin; sangat sulit untuk menerima Gui yang ini dengan Gui yang jarang meninggikan suaranya dan selalu bertingkah bodoh. Sebagai hasilnya, jantungku berdetak liar untuk sesaat…
GRRR! Akan kubunuh si homo sialan ini, pikirku, tapi baru saja akan membunuhnya…
“Haah! Sebenarnya, hubungan antara mereka berdua seperti itu!” Lolidragon tiba-tiba menjatuhjan bom pada Tim Rose, membuat mereka membelalak terkejut padaku dan Gui.
“Rose-mèimei, Fairsky-mèimei, sebenarnya, aku juga mempunyai perasaan terhadap Prince (Prince: Perasaan antar saudara perempuan…), tapi mau bagaimana lagi! Prince, di-dia…yang dia sukai bukan wanita, tapi. PRIA! (Prince: Dia sebenarnya tidak berbohong tentang ini…) Jadi aku menyarankan kalian untuk bangun dari rasa tergila-gila kalian ini dan mencari cinta di tempat lain!” kata Lolidragon, menatapku dengan pandangan sedih dan kecewa terus menerus.
“Prince, jangan mengingkarinya; jika tidak, kau benar-benar harus menerima mereka berdua sebagai istrimu!” Lolidragon memperingatkanku lewat party chat. Aku menghela napas dan melemparkan tatapan tak berdaya ke langit-langit. Ahhh, dua pilihan! Yang satu adalah menerima perasaan dari seorang teman homo dan yang lain adalah menjadi seorang lesbian dan menerima perasaan dari dua orang wanita? Siapa yang bilang bahwa tidak mungkin ada hidup tanpa harapan? Aku mengalaminya sekarang!
Menerima kejutan besar dari pembukaan rahasia itu, anggota-anggota Tim Rose sekarang terlihat seakan mereka  masing-masing menelan tiga telur rebus. Apakah ini hanya imajinasiku atau apakah Broken Sword – yang tadinya duduk tepat di sebelahku beberapa saat sebelumnya – menjauh beberapa bangku?
Sudut-sudut mulutku berdenyut kaku dan urat-uratku berdenyut-denyut di pelipisku, tapi aku tetap menahan keinginan untuk meyangkalnya… Tidak ingin membuka mulutku dan mengakui bahwa perkataan Lolidragon itu benar, aku hanya dapat menundukkan kepalaku seakan itu adalah pengakuan dalam diam.
Awalnya, Rose dan Fairsky terkejut. Kemudian mereka menggigit bibir mereka, terlihat seakan mereka di ambang tangis. Akhirnya, melihat kepalaku menunduk mengakui dengan diam, mereka tidak dapat menahan kejutan itu lagi. Mereka berdua bangkit dari kursi mereka dan melarikan diri, keluar dari pintu dengan badai air mata.
“Oh! Kurasa ka-kami akan mengejar anggota tim kami sekarang. Mari mengobrol lagi ka-kapan-kapan lagi!” Dengan kalimat itu, anggota tim hampir terbang keluar dari pintu, dan dalam sekejap mata, telah menghilang.
Di tempatnya masing-masing, anggota timku dan aku dengan hening mengucapkan selamat berpisah pada Tim Rose ketika mereka melarikan diri.
Setelah beberapa menit diam, Wolf-dàgē berkata dengan tenang, “Ayo kita lihat siapa lawan kita untuk ronde berikutnya. Menurut data, kekuatan tim ini mungkin sangat melebihi tujuh lawan-lawan kita sebelumnya. Juga, Prince kau tidak boleh membuat Gui kehilangan satu level. Jika dia hampir tewas, panggil aku sehingga aku bisa menyembuhkan dia sebelum kau lanjut menghajarnya!”
“Jangan khawatir. Kematiannya tidak lagi cukup untuk memuaskan kemarahanku,” kataku, dan menangkap Gui di kerahnya, bibirku menyunggingkan seringai tipis.

Dua jam kemudian…
“Kita telah memenangkan tujuh pertandingan; tiga lagi dan kita akan menyelesaikan babak penyisihan dan secara resmi memasuki final. Tapi lawan-lawan kita semakin lama semakin kuat, seperti yang kita semua di sini sadari. Karena itu, kita perlu mempertimbangkan baik-baik setiap langkah dan membuat analisis yang akurat tentang lawan-lawan kita. Hanya dengan begitu kita akan meraih kemenangan dari setiap pertandingan yang akan datang,” Wolf-dàgē menyarankan sambil membuka-buka lembaran brosur di tangannya. “Ini adalah “Analisa Tim-tim yang Berkompetisi dari Adventurers Tournament” yang baru saja kubeli. Ayo lihat data tim berikutnya.”
[Nama tim : Tim Phoenix | Anggota tim : Enam]
Tentu saja, pikirku.
Odd Squad melihat ke bawah dari judul tersebut, tapi… Tidak ada yang lain.
Wolf-dàgē terbatu beberapa kali dan berkata, “Baiklah, lawan kita adalah Tim Phoenix. Semuanya paham?”
Pada akhirnya, Yu Lian-dàsăo menarik bulu-bulu suaminya, memperingatkan dia untuk tidak membeli barang-barang sesuka hatinya lagi.
“Tim Phoenix! Mungkin itu adalah sebuah tim yang seluruhnya terbentuk dari gadis-gadis?” tanyaku, khawatir. Aku benar-benar hampir mengidap gynophobia…
Lolidragon mengangkat bahu. “Akan kubantu tanyakan!” Dia kemudian menggali ke bawah tanah, meninggalkan jalan utama, dan menahan orang lewat secara sembarang.
Aku memimpin anggota tim melewati terowongan seperti biasa, bersiap untuk melangkah masuk  ke arena. Ketenaran Odd Squad sekarang tidak seperti sebelumnya. Susunan anggota tim, strategi pertempuran dan jurus-jurus yang tidak biasa telah meraih level kepopuleran yang lumayan tinggi dalam ‘Second Life’. Ditambah lagi kemasyhuran yang buruk dari Si Tampan Blood Elf, ketenaran tim kami menjadi kian meningkat. Dengar! Sorakan-sorakan itu sangat jelas dan mereka semua meneriakkan, “Ayo Tim Phoenix!”, “Kalahkan Odd Squad…”, “Odd Squad bukan apa-apa! Hidup Tim Phoenix!”
Aku berhenti di tengah jalan, kejengkelanku naik sambil berpikir, Apa ini? Selama tujuh pertandingan sebelumnya, bahkan para penonton tidak menyorakkan nama Odd Squad ketika tim kami diumumkan, mereka setidaknya akan memekikkan namaku atau sebutanku…Tapi bagaimana mungkin aku sama sekali tidak mendengarnya sekarang? Sekalipun kalian meremehkan kami, masih ada batasnya!”
“Mau bagaimana lagi. Bagaimanapun ini adalah Sun City – di sini adalah wilayah kekuasaan Tim Phoenix,” kata Lolidragon dengan malas. “Dan dari apa yang kudengar, Tim Phoenix terbentuk dari enam pria tampan.”
“Enam pria tampan?” tanyaku dengan antusias, berpikir, Akan ada sesuatu menyenangkan untuk dilihat!
Mendengar kata-kataku, Gui melihatku dengan tatapan terluka, “Aku juga pria tampan!”
“Apakah Prince-gēgē suka pria tampan? Sama seperti Doll; Doll suka pria tampan juga!” kata Doll, terlihat senang, tapi wajah-wajah yang lain terlihat curiga. Gawat…
“Mana mungkin, aku tidak suka pria tampan, aku hanya berpikir tentang bagaimana aku akan menikmati menghajar mereka habis-habisan. Ayo bergegas pergi, hahaha,” kataku dan memberi tawa palsu sebelum cepat-cepat lanjut melangkah maju. Wew… hampir saja; aku hampir saja keceplosan.
Tapi aku terlalu cepat menjauh dan melewatkan kesempatan mendengar diskusi anggota timku di belakang, berkata…
“Ternyata yang dikatakan Lolidragon itu benar.”
“Prince memiliki kecenderungan seperti itu dan begitu pula Gui. Benar-benar sebuah kehilangan besar untuk semua wanita di dunia…”
“Lalu kenapa dia suka menghajar Gui?”
“Bukannya kau sudah mendengar betapa dia begitu bersemangat untuk menghajar keenam pria tampan itu? Mungkin Prince termasuk orang yang sadis!”
“’Memukul adalah perhatian, memarahi adalah mencintai’?”
“Kalau begitu aku sebaiknya membiarkan Prince menghajarku lebih sering…?” tanya Gui.
Dengan kompak, anggota tim yang lain berkata, “Ya! Selama kau tidak kehilangan selevel pun.”
Mendengar percakapan mereka, Lolidragon berkeringat dingin dan berbisik pelan, “Ini tidak ada hubungannya denganku, ini tidak ada hubungannya denganku.”
Kami sebentar lagi akan keluar dari terowongan. Aku mengatur otot-otot wajahku, memasang ekspresi dingin, dan kemudian bersiap untuk melihat pria-pria tampan tersebut… Ah, bukan! Maksudku, bersiap untuk naik ke lantai arena.
Aku baru saja akan melangkah keluar ketika mataku mendarat pada enam pria yang dikatakan tampan itu. dalam sekali pandang, gambaran dari enam pria yang tubuhnya meliuk membentuk pose yang aneh memasuki pemandanganku…
[Ilustrasi 2]
HOEK! Perutku…!
Sejujurnya, mereka tidak terlihat terlalu buruk – mata mereka terlihat seperti mata, hidung mereka terlihat seperti hidung (memangnya apalagi?)… Akan tetapi, menurut standarku, terlepas dari diriku sendiri, adikku, dan Gui, aku belum bertemu siapapun yang cukup tampan untuk dikagumi. Mereka hanya terlihat cukup baik, tapi mereka berani mengenakan pakaian putih bersih, lengkap dengan senjata dan jubah yang serasi, dan berdiri di situ dengan pose macam itu? Dan apa maksudnya dengan bunga mawar di mulut mereka? Aku sebaiknya juga menyebutkan bahwa anggota tim mereka hanya terdiri dari dua ras – mereka semua adalah elf atau holyman.
Aku segera memantapkan niatku untuk mengajari keenam pria ini, yang menilai diri mereka terlalu tinggi, sebuah pelajaran. Mereka akan menghadapi konsekuensi karena tidak dapat memenuhi perkiraanku dan kemudian mempelajari apa yang sebenarnya dimaksud pria tampan! Wahahaha!
“Gui, kemari!” kataku, dan Gui hampir menggila karena senang ketika mendengar kalimat tersebut.
“Ayo kita perkenalkan kepada para penggoda tanpa otak ini apa yang disebut pria tampan yang sebenarnya.”

[½ Prince Volume 2 Chapter 1 End]

Footnote
Extreme Squad : Nama Odd Squad dalam bahasa Cina juga bisa dibaca sebagai “Extreme Squad”.
Istana Dalam (Inner Court) : Ini adalah area di dalam Kota Terlarang (istana kaisar Cina jaman dahulu) yang dikhususkan bagi Kaisar dan keluarganya, dan juga tempat di mana para selir tinggal. Karena itu, Prince secara tidak langsung menyinggung bahwa Perfect Princess membawa serta haremnya.
Dragon Whirlwind Strike : Ini adalah salah satu jurus lain dari Rurouni Kenshin yang disebut ryūkansen. Jurus aslinya sangat berbeda dengan versi Prince, dan pada dasarnya adalah sebuah serangan balasan yang sangat cepat yang diarahkan ke bagian belakang leher lawan. Jurus ini juga disebut “Dragon Windup Slash” oleh beberapa fans-nya.
Taichi Strike dan Nine Swords of Du Gu : Tai Chi Quan adalah sejenis seni bela diri yang sering dipraktekkan untuk kesehatan; biasanya dilakukan dengan cukup pelan dan dilandasi pada filosofi Cina, seperti dalam konsep ying dan yang. Di sini kelihatannya Broken Sword menggabungkan elemen dari Taichi pada permainan pedangnya untuk menciptakan Taichi Strike. Sedangkan Nine Swords of Du Gu berasal dari salah satu novel karangan Jin Yong .
Bakpao charsiew : Sejenis bakpao dengan isi charsiew (bahasa Cina-nya chā shào), yaitu daging babi panggang yang terasa sedikit manis dan berwarna merah cerah.
Dàjiě : Sebuah sebutan/panggilan yang berarti “kakak perempuan”, tapi juga bisa digunakan pada senior dalam urusan usia, tingkatan, dll. Di sini, Fairsky dan Rose (sebagai istri kedua dan ketiga) bermaksud memanggil Lolidragon (istri pertama) “dàjiě”, karena dia adalah senior mereka dalam tingkatan.
Mèimei : Sebuah panggilan yang berarti “adik perempuan”, tapi juga bisa digunakan pada wanita lebih muda.
Gynophobia : Ketakutan berlebihan (fobia) pada perempuan. Ada juga fobia fiktif yang disebut venustraphobia yang maksudnya berarti rasa takut pada wanita cantik.
Memukul adalah perhatian, memarahi adalah mencintai : Ini adalah sebuah peribahasa.

½ Prince Jilid 2 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

  1. hhaha ganti peran dari sepasang suami istri jadi pasangan humu :v
    thanks kak!next!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.