13 Maret 2016

Overlord Jilid 4 Bab 2.1 LN Bahasa Indonesia



OVERLORD
JILID 4 BAB 2.1
INTERMISSION

Ruang pertemuan di belakangnya pastilah telah mulai mendiskusikan topik yang berbeda. Tapi pekerjaannya di ruang pertemuan itu telah selesai, karena itu dia pergi.
Hanya pekerjaannya untuk membuat laporan saja yang sudah selesai, dia masih memiliki tugas sebagai orang pertama di Black Scripture, yaitu sebagai kapten, untuk diselesaikan. Itu termasuk membangkitkan enam anggota, memilih staff sementara untuk mengisi kekosongan, pelatihan dan eksperimen. Karena Six Scriptures adalah organisasi rahasia, dia juga harus menjalani kehidupan lain sebagai mata-mata di dalam Teokrasi.
Dan untuk kehidupan pribadinya, dia masih harus menghadiri masa perjodohan---dengan dasar pemikiran pernikahan poligami. Hanya ada tiga 'God-kin' yang telah bangkit di Teokrasi Slane, jadi para petinggi dengan halus memintanya untuk meningkatkan tingkat reproduksinya.
Pekerjaan-pekerjaan kasar semacam itu terus menumpuk, menghilangkan waktu-waktu bebasnya.
"Aku tadinya berharap bahwa mereka akan memberiku sedikit waktu untuk bersantai hari ini."
Setelah dibebaskan dari pertemuan tingkat tinggi di Teokrasi Slane — pertemuan Arcbishop, dia meregangkan bahunya sedikit — dan matanya tertarik pada sebuah suara ceklikan.
Dia tahu siapa yang membuat suara tersebut sebelum melihat orang itu. Hanya sedikit orang di Teokrasi Slane yang diperbolehkan untuk masuk ke tempat ini, jadi begitu mudah untuk mengetahui saat itu juga siapa yang tidak hadir saat pertemuan.
Seperti yang dia perkirakan, seorang gadis muda sedang bersandar pada dinding.
Dia memiliki rambut yang unik, dengan warna yang berbeda di setiap sisinya. Di satu sisi berwarna putih keperakan yang menyilaukan matamu, sementara sisi yang lain begitu hitam seakan menelan apapun. Matanya juga berbeda warna.
Di sebelah gadis itu adalah sebuah War Scythe (Sabit Perang) yang terlihat seperti polearm.
Dia terlihat berumur kurang dari lima belas tahun, tapi umur sebenanya jauh melampaui itu. Sejak da menjadi kapten Black Scripture—orang pertama, penampilannya tidak berubah.
Dia mengalihkan pandangan ke arah telinga yang tersembunyi di balik rambutnya—tapi dia menahan dirinya
Gadis itu tidak suka orang lain melihat telinganya.
Bibir bercahaya gadis itu menjadi berbentuk seperti bulan sabit seakan dia dapat membaca pikirannya.
Dia adalah seorang anak antar-ras yang lahir dari kemungkinan yang hampir mustahil, orang terkuat dengan kedudukan khusus di dalam Black Scripture, 'Certain Death'. Tugasnya adalah melindungi tempat perlindungan di mana kelima perlengkapan suci berada.
Suara tersebut berasal dari sebuah mainan di tangan gadis itu yang disebut Kubus Rubik, yang dipopulerkan oleh Enam Dewa Suci. Sementara dia membuat suara-suara ceklikan itu, gadis itu berkata:
"Ini sangat mudah untuk membuat satu sisinya, tapi sangat sulit untuk mendapatkan dua sisi, ya?"
Itu mudah untuknya, tapi dia tidak yakin apakah dia sebaiknya menjawab dengan jujur, jadi di membalasnya dengan seulas senyum simpul. Gadis itu tidak terlihat tertarik dengan jawaban tersebut bagaimanapun juga dan terus bertanya:
"Apa yang terjadi? Kenapa semua arcbishop berkumpul?"
"Laporan itu seharusnya sudah disampaikan padamu."
"Tidak baca."
Dia menjawab dengan kasar.
"Lebih cepat dengan menanyai seseorang soal itu. Apakah ramalan 'Thousand Miles Astrologer' salah? Misi untuk mengalahkan Catastrophic Dragon Lord… sesuatu terjadi pada mereka, 'kan?"
Mata mereka tidak bertemu selama perbincangan saat gadis itu terus melihat mainan di tangannya.
"…Mereka menemukan undead misterius dan mundur setelah dua orang tewas dan satu orang terluka berat."
"Siapa yang tewas?"
Tidak ada emosi kesedihan bagi kematian seseorang yang berasal dari pihak yang sama. Sikapnya sama dengan seperti menanyakan sesuatu yang tidak berkaitan dengannya, dan dia tidak peduli dengan hal ini. Sikap ini sangat pas dengan gaya gadis ini.
"Pengawal Kaire-sama, Cedran, dan Beaumarchais yang mencoba untuk menangkap vampir yang terlihat tenang."
"Jadi 'Thousand Wall Shield' dan 'Divine Chain'. Sang 'Earth Miko Princess' telah tewas karena sebuah ledakan misterius belum lama ini, dan Black Scripture kehilangan dua anggotanya yang baik… benar-benar sebuah bencana. Siapa yang terluka parah?"
"Dia Kaire-sama. Beberapa kutukan sepertinya mencegah sihir penyembuhan untuk memulihkan luka-lukanya, jadi dia mundur."
"Dan vampir tersebut?"
"Ditinggalkan begitu saja. Saat kami mencoba mendekati atau menangkapnya, vampir itu menyerang balik. Jadi orang-orang kita memutuskan untuk membiarkannya saja di tempat itu."
"Bukankah itu hanya menghindari masalah?"
"…Itu diputuskan saat pertemuan untuk mempertahankan status quo."
Itulah kesimpulan yang dibuat sebelumnya di ruang pertemuan.
Alih-alih menderita kehilangan besar karena menyerang, lebih baik untuk membiarkannya saja sebelum mengumpulkan kekuatan mereka. Lagipula, bangsa lain tidak akan dapat mengalahkan undead tersebut lagipula. Kalau seseorang seperti muncul, itu berarti seseorang yang harus mereka cemaskan telah tiba, dan mereka harus memperketat pertahanan nasional mereka pertama-tama—. Pada akhirnya, mereka sampai pada kesepakatan untuk meninggalkan satu kelompok terkecil dan mundur dengan semua orang.
Dia setuju dengan keputusan ini.
Hanya seseorang dengan level seorang 'God-kin' atau Dragon Lord yang dapat mengalahkan vampir itu dalam satu pertempuran langsung. Akan lebih bijak untuk meninggalkan satu tim dan mengawasi seseorang yang dapat mengalahkan vampir itu.
"Hmm, itu bukanlah vampir, 'kan?"
Dia setuju dengan hal itu juga, karena itulah dia berkata bahwa itu adalah sesosok undead misterius.
"Mungkinkah itu seorang Dragon Lord? Vampiric Dragon Lord atau Elder Coffin Dragon Lord?"
Lekukan bibirnya semakin curam menjadi seulas senyuman nyata. Itu jika ekspresi haus darah dapat disebut dengan seulas senyuman.
"… Bukankah kedua naga ini dihancurkan?"
Dia membalas saat suasana berubah menjadi kikuk, tapi segera mendapatkan jawabannya.
"Mereka berdua sama-sama undead Dragon Lord, sulit untuk mengatakan apakah mereka benar-benar mati."
Gadis itu mengangkat kepalanya untuk pertama kali dan menatap langsung padanya. Ada binar-binar di matanya yang berlainan warna, dipenuhi dengan rasa ingin tahu, kesenangan, dan dorongan untuk bertarung.
"Antara vampir itu dan aku, menurutmu, siapa yang lebih kuat?"
Dia membalas pertanyaan yang sudah dia perkirakan itu dengan jawaban yang telah dipersiapkan.
"Tentu saja kau."
"Begitukah…"
Dia terlihat kehilangan minatnya dan menatapi mainan itu lagi.
Dia menghela nafas lega.
"Sayang sekali, kupikir aku memiliki kesempatan untuk merasakan kekalahan."
Saat dia mendengarkan gumaman gadis itu, dia berpikir: Siapa yang akan menang kalau mereka berdua benar-benar bertarung?
Dia pernah bertarung dengan gadis itu dan si vampir sebelumnya. Meskipun si vampir rasanya lebih kuat, tidak mungkin vampir itu dapat menang melawan 'Certain Death'.
Equipment mereka berada pada tingkatan yang berbeda.
Vampir itu sepertinya tak bersenjata, yang merupakan titik kelemahan dari monster-monster kuat. Mereka terlalu percaya diri dengan kekuatan mereka, jadi mereka tidak mengenakan perlengkapan tangguh.
Di sisi lain, gadis ini diperlengkapi dengan relik dari Enam Dewa, jadi dia menilai bahwa gadis itu lebih kuat. Bagaimana jika kedua pihak memiliki equipment pada level yang sama?
Mustahil.
Dia segera mengenyahkan pertanyaan tersebut. Itu adalah hal yang mustahil untuk menemukan dan mendapatkan equipment yang dapat menyaingi equipment dewa gadis tersebut.
Tapi bagaimana kalau vampir itu menemukannya?
Kalau begitu… Mungkin yang kedudukan spesial orang yang terkuat tak terkalahkan dari Teokrasi Slane akan dikenal sebagai kegagalan. Dan itu akan menjadi saat kehilangan harapan dengan kekalahan dari penjaga umat manusia.
Tidak, kenapa dia harus berpikiran bahwa gadis itu akan bertarung sendirian?
Dia tidak berada selevel dengannya, tapi dia adalah seorang 'God-kin' yang telah bangkit dan memiliki banyak benda dalam penyimpanan mereka. Kalau mereka menggunakan benda-benda ini, mereka dapat mengalahkan vampir tersebut kalau hanya ada satu. Tidak mungkin ada begitu banyak undead sekuat itu.
Dia mendengar suara tawa saat hanyut dalam pikirannya, dan melihat ke arah sumber suara itu dengan dahi berkerut.
"Ayo bicarakan hal lain, kapan kau akan menikah?"
Ini adalah agenda yang belum diputuskan yang muncul saat pertemua tadi. Maksud gadis itu adalah kapan dia akan memiliki seorang teman wanita— secara halus, seorang isteri, secara kasa, sebuah alat untuk membuat bayi-bayi.
"Belum ada satu pun."
"Yah, kau masih muda."
Saat anggota Black Scripture pergi melakukan misi, mereka akan mengenakan topeng magis untuk membuat sebuah wajah palsu.
Berdasarkan hukum yang diperintahkan oleh Dewa mereka, seseorang yang melewati usia dua puluh tahun akan dianggap sebagai seorang dewasa di dalam Teokrasi Slane. Dia terlihat jauh lebih muda di bawah umur dua puluh saat dia melepaskan topengnya.
"Setelah menikah, partnermu akan ditahan di dalam Teokrasi… tapi jangan khawatir, dia masih bisa membesarkan anak."
"Aku tahu itu, aku juga seorang anggota Scripture."
"Itu benar. Ah, akan lebih baik untuk memberitahukan calon istrimu kalau kau harus menikahi banyak istri. Tidak ada masalah di depan mata hukum, tapi ada orang-orang yang tidak menyukai poligami meskipun diajarkan seperti itu."
Dengan izin yang diberikan oleh Teokrasi, adalah hal yang mungkin bagi seorang pria untuk menikahi banyak istri. Itu adalah sebuah kebiasaan kuno untuk melindungi garis keturunan dari beberapa pria berkuasa di masa lalu. Tapi normanya adalah monogami, dengan hanya segelintir pendaftaran poligami yang sukses per tahunnya. Bahkan meskipun sukses, mereka dibatasi hanya memiliki dua istri.
"Terima kasih untuk peringatanmu yang baik, bagaimana denganmu… Kau tidak berencana untuk menikah?"
Dia bertanya karena gadis itu jauh lebih tua daripada yang terlihat.
"Yah, jika ada pria yang dapat mengalahkanku, kami dapat menikah. Sekalipun dia buruk rupa dan memiliki kepribadian yang aneh… Bahkan tidak masalah kalau dia bukanlah manusia selama orang itu dapat mengalahkanku. Seberapa kuat anak kami nantinya?"
Gadis itu meletakkan tangannya pada perutnya dan tersenyum untuk pertama kalinya hari ini. Dia yakin bahwa jawaban ini berarti gadis ini tidak pernah berencana untuk menikah.
Tapi akan berubah seperti apa keadaannya kalau keberadaan yang dapat mengalahkan vampir tersebut muncul?
Sebuah perasaan gelisah membuat suram hatinya.


Overlord Jilid 4 Bab 2.1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.