20 Maret 2016

Only Sense Online Jilid 2 Bab 7 LN Bahasa Indonesia



ONLY SENSE ONLINE
JILID 2 BAB 7
JALAN-JALAN DAN QUEST DARURAT

…hmm. Leherku sakit. Apa jangan-jangan terkilir.
Sambil berpikir begitu, aku mengangkat tubuhku. Aku tertidur di bawah cahaya sinar matahari yang cerah.
"Yah, aku tertidur seperti itu."
Aku meregangkan tubuhku dan menguap, aku mengalihkan pandangan dari meja di mana aku meletakkan kepalaku dan melihat ke sekitar.
Perkemahan kami berubah menjadi tempat besar dengan tiga puluh orang di dalamnya.
Ini semua adalah sisa-sisa dari pesta semalam. Ada banyak orang yang tertidur begitu saja.
"Walau begitu, mata mereka benar-benar terlihat menyeramkan."
Sekalipun kami selamat dari serangan ketiga orang itu, apa yang sedang menungguku malah jauh lebih sulit. Saat kami kembali dengan selamat ke perkemahan kami——

"Party pertama sampai kelima, cari ke utara, Party keenam sampai kesepuluh, cari di selatan! Kita akan membuat tempat ini sebagai markas pusat!"
"Yun-kun dan Lyly tidak ada di sini! Kita ternyata tidak seharusnya meninggalkan mereka sendirian!"
"Tenanglah. Aku akan berburu ke pegunungan! Mereka muncul di menu party, jadi kita tahu bahwa mereka selamat."
"Yun sialan, dia menghilang setelah mengirimkan pesan pendek semacam itu untuk meminta tolong."
"T-T-Taku-san, tenanglah."
"Tenanglah, kalian berdua."
Kondisi perkemahan saat aku kembali berada dalam situasi kacau. Seorang wanita memimpin lusinan orang, sepertinya mereka akan memasuki hutan kapan saja.
Sebagai tambahan, Magi-san yang terguncang sedang ditenangkan oleh perkataan Cloud.
Lutut Taku bergetar, dan sepertinya dia akan melesat pergi kapan saja. Dan suara Myu gemetar karena dia benar-benar merasa cemas.
Sudah lama sejak aku melihat teman-temanku seperti itu~. Meskipun itu adalah kesan diriku yang santai, ekspresiku pastilah benar-benar buruk. Seluruh tempat itu kacau balau, ini seperti sebuah markas untuk mencari korban pendakian gunung.
"Heeei! Aku membawa Yun-chan!"
"Wah‼ Sei-nee! Tunggu sebentar!"
"Kau harus cepat-cepat dan membuat mereka lega. Menyerahlah, Yuncchi."
Lyly yang lebih muda dariku memberi sebuah ekspresi seakan dia sudah mendapat pencerahan dan menunggu.
Aku tidak dapat menahan tatapan-tatapan yang beralih padaku saat Sei-nee memanggil dan mengalihkan pandangan——
"Umm——Aku pulang?"
"Ke mana saja kalian pergi!"
Magi-san mendatangi dan memeluk kami dengan menautkan lengannya pada leher kami. Dia memeluk Lyly dengan lengan kanannya, dan menautkan lengan kirinya padaku lalu meremas kami dengan semua kekuatan yang dia punya. Aku merasa senang sekaligus malu karena dadanya menyentuhku, dan juga aku merasa bersalah. Si anak rubah hitam dan Rickle yang kami gendong menaikkan suaranya saat mereka kesakitan, terhimpit di antaranya. Menanggapinya, Magi-san melonggarkan rangkulannya, tapi sekali lagi dia memeluk kami dengan kuat sambil memastikan dia tidak menyakiti Rickle.
"Ke mana kalian berdua pergi? Aku khawatir."
"Tidak, itu…"
Gawat. Aku tidak bisa memikirkan sebuah alasan. Kenapa aku mengirimkan permintaan tolong seperti itu, aku tidak dapat memberikan mereka sebuah alasan yang masuk akal. Lyly mulai berbicara sementara bermandi keringat dingin menutupi rahasia. Itu adalah sebuah kebohongan karena diperlukan.
"Aku diajak Yuncchi untuk mencari item bahan masakan, tapi kami tadi diserang. Saat kami melarikan diri, Yuncchi mengirimkan pesan heboh tersebut dengan terburu-buru."
"He-hei! Lyly?!"
Karena aku terpojok maka Lyly berbicara, aku berteriak melihat tindakannya yang tak terduga. Sekeliling terlihat sedikit malu, tapi sepertinya ketegangan mereda.
"Jadi?! Apakah akhirnya baik-baik saja?"
"Kami menemukan seekor monster unik secara tidak sengaja. Ayo memeriksa item dropnya nanti."
Aku melirik Sei-nee, saat itulah sebuah friend call datang.
("Alasan semacam itu tidak masalah, 'kan?")
Sei-nee tersenyum dan menjelaskan sambil mengikuti alur yang Lyly katakan, di sisi lain dia berbicara lewat friend chat.
("Apa tidak masalah? Berbohong pada mereka?")
("Ya. Kalau kita mengatakan yang sebenarnya, ketiga orang yang kita biarkan akan menjadi target perburuan di gunung.")
Itu akan bermasalah kalau party yang disiapkan untuk mencari Yun-chan berubah menjadi party pemburu player, Sei-nee menambahkan. Dan kemudian, dia dengan tanggap mengatakan sebuah cerita palsu tentang monster langka yang muncul. Isi cerita tersebut terdengar seakan kami benar-benar menghadapinya——
("Aku benar-benar melawannya. Aku tidak berbohong. Aku mengalahkan monster unik tersebut dan kami kemudian menyelamatkan Yun-chan bersama-sama. Tidak, tunggu. tidak disebutkan bahwa Lyly-kun diserang di sini.")
Isi cerita Sei-nee dan Lyly tidak cocok dan dia menutupinya dengan segera.
Kalau dia menceritakan tentang monster unik tersebut tepat setelah kami diserang, mereka akan berpikir bahwa kami telah diserang oleh seekor monster unik.
Yah, ada sebuah suasana aneh yang mengesankan bahwa semuanya percaya, dan saat itu berakhir, Sei-nee berbicara pada seorang player tertentu untuk mengganti topik pembicaraan.
"Jadi, kenapa Mikadzuchi dan yang lainnya di sini?"
Wanita yang dipanggil 'Mikadzuchi' rambutnya berwarna merah anggur menyala dan diikat menjadi, tubuhnya ramping seperti seorang model dan lebih tinggi dariku, seorang pemuda SMA. Entah kenapa, ada sebuah atmosfir yang membuat dirinya terasa seperti wanita dewasa. Dia entah bagaimana terasa mengancam, atau mungkin karismanyalah yang terasa.
"Walau begitu, sepertinya semua saudara dari wakil kepala adalah orang-orang yang menarik."
"Wakil ketua?"
Mendengar perkataan wanita itu, aku berkata dengan penasaran, dan ditanggapi dengan perkenalan ringan.
"Aku adalah ketua guild Eight Million Gods, Mikadzuchi. Kali ini aku telah diminta oleh seseorang yang namanya dimulai dengan Kuro dan membawa guildku. Yah, sepertinya Sei, si wakil ketua menemukanmu. ——Jadi, bagaimana? Maukah kau bergabung dengan guild kami?"
Setelah mendengar kata-kata tersebut, suara-suara mulai bermunculan memanggilku dari berbagai arah.
"Yun-kun, kau punya kecenderunga untuk memikat masalah, jadi kami harus melindungimu! Ayo bekerja sama dan mulai membentuk sebuah guild," kata Magi-san.
"Kalau kau menjauh dari jangkauan pandang kami, kami akan merasa khawatir. Jadi bergabunglah dengan party kami," kata Taku.
"Tidak, ikutlh dengan kami!" Myu melompat bergabung dengan keramaian.
"Mikadzuchi, jangan menekan orang seperti ini!" Sei-nee membuat keadaan semakin heboh.
Aku menerima perkataan mereka dengan rasa terima kasih, tapi——
"Maaf, tapi aku harus menolaknya. Aku ingin dengan santai bermain solo."
"Aku mengerti, sayang sekali."
Mikadzuchi berkata demikian dan mengangkat bahu, sepertinya dia tidak keberatan telah menanyakannya.
Pada saat yang sama, aku mendengar desahan lega dari sekeliling.
"Cukup bercandanya, Kuro. Apa yang kita lakukan sekarang? Pada akhirnya, ini berakhir dengan membuang-buang tenaga dan kita kehilangan waktu yang berharga. Bagaimana caranya kau akan membujuk kami sekarang?"
"Kami akan mengganti kerugianmu, dengan Yun——"
"AKU?!"
"Crafter item konsumsi, itu berharga. Kalau begitu kami akan meminjam nona ini."
"Jangan panggil aku 'nona'! Aku ini laki-laki! Juga, jangan meminjamkan orang tanpa izin!"
Saat aku berkata demikian, aku telah dengan kuat dicengkeram dan dibawa pergi. Magi-san dan yang lainnya mengantarku pergi seperti itu.

——Apa yang terjadi setelah itu, terlewat begitu saja.
"Ya ampun, mereka menyuruhku membuat item tanpa henti, dan mereka bilang kalau mereka lapar dan meminta makanan."
Gumamku, mengingat kembali kejadian semalam.
Sekalipun aku dipinjamkan untuk mengisi kembali item konsumsi mereka, mereka menjadi kelaparan di malam hari dan aku harus memasakkan sesuatu, setelah itu diminta untuk membuat potion sekali lagi.
Di sisi lain, meskipun aku terjebak dalam pesta mereka, pekerjaan crafting berlanjut sampai tengah malam dan aku jatuh tertidur seperti itu.
"Aku benar-benar senang aku dapat membuat barang-barang dengan menggunakan Recipe pada saat-saat seperti ini, untunglah."
Aku meregangkan tubuh yang kaku karena tidur di tempat yang aneh, mengendurkan tubuhku.
Kemarin, sejak kami terlibat dalam masalah, Ryui dan si anak rubah tidak meninggalkanku sedikitpun. Berkat itu, aku tidak kedinginan sama sekali saat tertidur, malah merasa hangat.
"Pagi, Nona. Apakah kau bisa membuat itemnya?"
"Pagi, Mikadzuchi. Juga…jangan panggil aku 'nona'. Aku ini laki-laki. Sedangkan untuk itemnya, aku telah membuat sejumlah yang diminta. Apa itu cukup?"
"Aku tidak akan mengeluh lebih banyak lagi kalau begitu. Tidak masalah kalau kau ingin istirahat hari ini."
"Hei, jangan abaikan bagian bahwa aku ini adalah laki-laki…juga, apakah tidak apa-apa aku mendapatkan bayaran?"
"Tidak masalah. Mendapatkan item yang kau buat adalah prioritas kami, Nona. Kami tidak seserakah itu memintanya secara gratis. Di sisi lain, kau tidak masalah dengan item yang kau dapat?"
"Tidak apa-apa. Aku puas dengan ini."
Mendengar kata-kata tersebut, dia menanggap dengan "Aku mengerti". Dia berkata begitu meyakinkan. Setelah itu, dia membagikan item yang kubuat pada anggota guild dan bersiap untuk berburu atau menjelajahi dungeon.
"Baiklah kalau begitu, sampai nanti sore. Kemarin itu menyenangkan—— Young Beast's Nanny(red. 'Pengasuh Monster Kecil')."
"Haa?! Apa, apa-apaan nama panggilan itu?!"
Saat aku menaikkan alisku, dia tersenyum seakan dia menemukan sesuatu yang menarik dan berbalik. Mikadzuchi melambai padaku dan pergi. Magi-san berlari padaku dari arah berlawanan.
"Selamat pagi, Yun-kun. Bagaimana perasaanmu?"
"Yah, begitulah. Daripada itu, apa maksudnya dengan Young Beast's Nanny?"
"Ah, itu…"
Magi-san menangkap Rickle pada bahunya dan memeluknya sambil memegangi di depannya. Sepertinya dia sedang mencari kata-kata yang sebaiknya dia ucapkan.
"Apa kau ingat yang terjadi semalam?"
"Aku dibawa oleh Mikadzuchi, mereka memintaku membuat potion, aku menyiapkan makan malam, aku melarikan diri dari pesta mereka…"
"Saat kau melarikan diri, kau bilang kau akan mengurus para young beast 'kan? Eight Million Gods memiliki beberapa hewan itu juga, jadi kau mengurus mereka juga, bukan?"
'Mengurusi'. Sekalipun dia berkata begitu, aku hanya bermain-main dengan Ryui. Yang ada, aku sedang beristirahat setelah bekerja.
"Kau memberi kesan gambaran seorang wanita yang melakukan kontak dengan para young beast tanpa diskriminasi sedikit pun. Itu menghasilkan sejumlah julukan, yang paling lumayan adalah Young Beast's Nanny atau hanya Nanny."
A…pa…sejak kapan nama julukan itu muncul.
Sebelum itu, apa maksudnya 'gambaran seorang wanita'?! Aku bukan seorang wanita, tapi seorang pria. Tidak, bukankah ada yang lainnya daripada Nanny? Panggilan macam apa itu? Itu tidak menyebutkan bahwa aku ada seorang archer ataupun aku membuat potion, itu sama sekali tidak berkaitan.
"Yah, selama kau aktif melakukan hal-hal lainnya, nama itu akan berubah begitu saja."
"Setidaknya mereka seharusnya memberiku nama panggilan yang normal…"
Daripada dipanggil dengan julukan memalukan itu, aku lebih baik dipanggil dengan namaku, atau memiliki nama julukan yang mewakili diriku sebagai seorang pembuat potion, seorang archer atau seorang penyembuh.
"Yah, kau akan terbiasa. Jadi, pembayaran macam apa yang kau dapat dari Eight Million Gods?"
"Oh, itu——"
Kumpulan bahan-bahan, tanaman-tanaman beracun dan item ekstra, cursed accessories, buku yang dijatuhkan monster unik, dan lainnya.
"Yun-kun, itu tidak bagus. Tidak——meminta barang-barang itu sebagai pembayaran adalah hal yang aneh."
"Apakah itu aneh sebagai pembayaran? Secara pribadi, aku senang dengan ini."
"Itu super aneh. Malahan, kau sebaiknya menemukan sebuah cara untuk menggunakan cursed accessories."
Tapi cursed accessories dapat digunakan dalam cara yang berbeda, sebagai contoh adalah desainnya. Sebenarnya, aku tidak mengumpulkan mereka untuk digunakan, tapi membuatnya sebagai referensi untuk Sense Craftmanship. Aku sudah mengumpulkan sangat banyak cursed accessories.
Sebagai hasilnya, seakan itu adalah sebuah lelucon, aku telah mengumpulkan lebih dari tiga puluh objek-objek berbahaya.
"Kebalikkannya, benda-benda berbahaya memiliki pesonanya sendiri, dan aku ingin memilikinya. Perasaan semacam itulah."
"Ahh, itu adalah benda-benda dengan status abnormal seperti Dead Soldier's Bracelet."
Dead Soldier's Bracelet, adalah alasan utama si rubah kecil mengamuk. Benda itu tidak akan lepas, tidak dapat dikendalikan, amat sangat berbahaya.
Aksesoris yang mempengaruhi dengan status abnormal lainnya adalah yang dijatuhkan oleh Kamaitachi yang menyerangku. Dimulai dengan Poison, ada Sleep, Curse, Charm, Confusion, Fainting, Anger. Aksesoris-aksesoris yang memberi pengaruh status abnormal semacam itu berada di antaranya.
Performa mereka sendiri sangat tinggi, tapi jika pengecekan kekebalannya gagal di saat terakhir, aku akan mendapat status abnormal.
Saat aku memeriksa status abnormalnya, sepertinya itu terjadi pada jangka waktu yang tetap. Kenyataan bahwa pemeriksaan berikutnya terjadi sebelum status abnormalnya habis masa waktunya adalah sesuatu yang merepotkan.
Satu-satunya yang bisa disyukuri dari mereka, adalah kenyataan bahwa seseorang tidak dapat melepaskannya kapan saja.
"Tapi ada aksesoris yang berguna juga, lihat——"
Sambil berkata begitu, aku menunjukkan padanya sebuah cincin yang hanya memiliki sebuah tempat dan tidak ada permata yang terpasang padanya. Meskipun penampilannya sedikit disesalkan, ini adalah salah satu aksesoris berguna yang diberikan padaku sebagai pembayaran.
"Itu...sesuatu yang banyak orang mati-matian inginkan. Terlebih lagi, itu cocok dengan gaya bermain Yun-kun."
Cincin yang Magi-san evaluasi seperti itu, bentuknya sederhana namun sangat berpotensi.

Gem Substitute's Ring Ornament
Additional Effect : Gem Substitute

Meskipun itu adalah sebuah aksesoris yang tidak mengubah statusku sedikitpun, efek Substitute Gemitu berguna. Efeknya adalah dengan menempatkan sebuah permata pada tempatnya untuk tanpa syarat menerima serangan menggantikanku. Sekalipun aku mengatakannya tanpa syarat, dampak serangan terpayah dan serangan mematikan ditiadakan dan dianggap sama, tapi memiliki fungsi yang membuatnya dapat melindungiku dari serangan itu sudah cukup.
Terlebih lagi, sekalipun misalnya permatanya rusak, selama aku dapat memenuhi syaratnya, aku dapat menggunakan permata yang berbeda.
Ada tiga peraturan. Jumlah serangan yang dapat melumpuhkan permata itu telah ditentukan. Permata yang lumpuh sepenuhnya akan menghilang. Yang terakhir, permata yang telah terpasang tidak akan dapat diambil dan cincin tersebut tidak akan menerima permata baru selama sejam untuk setiap serangan yang diterima.
Selain aturan khusus yang disebutkan di atas, kecocokkannya dengan Sense Craftmanship adalah bagus, dan pas dengan gaya bermainku.
"Tapi, saat ini, benda ini tidak memiliki efek karena tidak ada permata yang dipasangkan padanya."
"Itu benar. Aku telah mendapatkan banyak makanan dan item penyembuh, tapi aku tidak mempunyai permata ekstra sedikitpun."
Walaupun aku menggunakan ruang inventoryku yang terbatas untuk membawa peralatan Craftmanship, aku tidak punya kesempatan untuk menggunakan Polishing. Aku tidak membawa permata apapun selain Magic Gem.
Sekarang, apa yang harus kulakukan? Ini akan bagus kalau aku bisa barter dengan seseorang. Saat aku bergumam demikian, Magi-san bertanya padaku dengan sebuah senyuman.
"Hei, Yun-kun. Mau tidak tidak kau pergi dengan Onee-san untuk mengubah suasana?"
"Apa itu? Dan apa-apaan nada suara yang seksi itu? Kalau kau perlu bantuan, aku akan membantumu."
"Woah, aku telah ditolak. Itu benar. Tempat yang ingin kudatangi adalah——"
Ryui dan Rickle, begitu pula si anak rubah hitam pergi keluar. Cloude dan Lyly tetap berada di perkemahan, jadi kami membawa Socks dan Neshias saat kami menuju ke suatu tempat. Itu adalah sebuah collection point di gunung berbatu yang Magi-san temukan saat dia sedang bekerja dengan Cloude dan Lyly saat kami berpisah untuk mencari material.
Berpergian denganku, adalah Magi-san dan satu orang lagi.
"…kenapa Sei-nee ikut dengan kami?"
"Itu karena aku mengkhawatirkan Yun-chan…yah, tidak juga."
Kalau begitu kenapa, balasku ketus dalam hati dan menatapinya. Dia dengan tenang meminta maaf dan mengatakan yang sebenarnya.
"Kita tidak bertemu akhir-akhir ini, jadi ada sedikit waktu untuk dimanfaatkan jadi aku…apakah aku mengganggu kencan kalian?"
Saat Sei-nee menyipitkan matanya, Magi-san menyangkalnya dengan tegas.
"Tidak, tidak sama sekali! Aku senang bisa berbicara dengan Sei-san tentang beberapa hal."
Saat berkaitan dengan suasana, daripada sebuah kencan, ini lebih seperti dua orang gadis yang akan berjalan-jalan… Kenyataan bahwa aku tidak dilihat sebagai seorang laki-laki membuatku terluka. Kami melanjutkan menembus hutan ke area gunung berbatu sambil mengobrol dengan tenang. Berkebalikan dengan bagaimana percakapan kami berlangsung, ada sebuah pemandangan yang membuat ekspresiku berkedut dan mengejang.
Saat kami berjalan, tanpa meninggalkan seekor pun monster yang kami temui, Sei-nee membuat banyak peluru air dan secara sepihak menyapu habis mereka.
Sementara kami melakukan perjalanan dalam suasana seakan-akan sedang piknik, kami meneruskannya sambil mendengarkan jeritan kesakitan monster dan burung kecil dalam jarak satu mil.
Dan di tengah-tengah hal tersebut——
"Hmm, gambaran berbeda dari seorang mage."
Saat Magi-san berbicara, aku menelengkan kepalaku dengan penasaran. Sei-nee mengerti apa yang dia maksud dan tersenyum simpul.
"Pengguna sihir adalah damage dealer nomor satu dari sebuah party. Mereka memusnahkan musuh dengan daya serang maksimum, itulah gambaran yang kupunya. Tapi sebaliknya, Sei-san rasanya seperti seseorang yang mengalahkan musuh dengan kecermatan."
"Begitukah? Sei—nee."
"Kesan tersebut secara garis besarnya benar. Sense yang kugunakan sekarang meningkatkan keterampilan secara umum dan tingkat seranganku. Tunggu sebentar."
Sei-nee menggerakkan jarinya di tengah-tengah udara, mengoperasikan menu miliknya. Sepertinya dia mengubah Sense buildnya. Setelah mengangguk kecil, di depannya, dia memegang sebuah tongkat yang lebih panjang daripada yang sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, sebuah cahaya biru terang muncul di bawah kakinya, menciptakan sebuah pemandangan fantastis di mana cahaya tersebut memenuhi hutan.
Dan——
"Ngomong-ngomong, aku belum menentukan targetnya. Yun-chan, kau punya mata yang bagus, jadi temukan seekor musuh."
"Tidak, tentukan sebelumnya."
"Cepatlah, aku membuang-buang MP sekarang."
Aku menghela nafas saat Sei-nee terus mempertahankan manteranya tetap aktif. Aku mencari lawan sejauh yang Hawk Eyes dapat capai. Dan yang kutemukan, ada dua ekor burung yang berputar-putar di langit.
Akan tetapi, aku terpesona oleh betapa besarnya burung-burung tersebut di kejauhan dan menatapi mereka. Melihat hal tersebut, Sei-nee dan magi-san menatap ke arah yang sama.
"Itu adalah——Air Condors?! Itu adalah monster unik yang menghuni pegunungan di utara!"
"Itu akan menyusahkan kalau kita diserang mereka di tengah jalan, ayo kalahkah mereka."
Sei-nee mengarahkan tongkatnya ke langit, dia menyeimbangkan diri membidik burung-burung yang berputar-putar di atas——
"——«Maelstorm»!"
Perubahan terjadi seketika itu juga. Kolam air kecil muncul di bawah burung-burung menyeramkan itu dan sambil memuntir, kolam itu meninggi dalam kecepatan tinggi, menelan burung-burung tersebut sambil berpusar. Burung-burung itu berputar dengan dahsyatnya saat pusaran air yang muncul di tengah-tengah udara, membuat mereka berputar.
Pusaran tersebut yang telah menangkap burung-burung itu menurunkan dirinya sendiri sampai beberapa meter sambil berputar dengan hebatnya, berhenti di depan kami.
Pusaran itu merubuhkan lusinan pepohonan, pusat dari air tersebut melebar di bawah kaki kami. Burung-burung seukuran manusia itu terpuntir pada leher dan sayapnya ke segala arah. Setelah mengejang, sosok mereka terpecah menjadi partikel-partikel cahaya.
Si anak rubah hitam dan Rickle tidak ingin membasahi tapak kaki mereka, jadi mereka naik dan diam di atas bahu Magi-san. Burung-burung itu bahkan tidak memekik. Aku kembali berekspresi terkejut untuk kedua kalinya hari ini.
Sei-nee melihat ke tempat di mana dia membunuh monster-monster unik Air Condors tersebut dan mengeluarkan suara riang.
"Hmm. Sepertinya memiliki terlalu banyak kekuatan dapat dengan menembakkan sihirnya dengan mudah. Sulit menggunakan build yang disiapkan untuk daya serang maksimum, tapi, apakah kau puas melihatnya, Magi-chan?"
Setelah mengambil sebuah peti yang hanya terlihat oleh player yang mengalahkan monster tersebut, Sei-nee melihat ke belakang dan bertanya pada Magi-san.
"Kh…"
'Kh'? Apa itu? Magi-san yang berada sedikit di depanku berbicara dengan tenang. Itu bukan sebuah suara dari seseorang yang terkejut. Yang ada, rasanya seperti——
"Khhh‼ Kekuatan daya serang mage memang mengagumkan ternyata!"
Matanya berbinar-binar dan berkilauan, dia mengepalkan tinju. Setelah diperlihatkan kekuatan sihir tingkat tinggi Sei-nee, dia mengeluarkan desahan puas dan senang.
"Aku senang kau puas. Dengan begini, jumlah monster yang akan menganggu kita di area bebatuan seharusnya berkurang kurasa?"
"Ya! Yun-kun, ayo! Tujuan kita masih sedikit jauh."
"Berhenti menarik-narikku. Malahan, kenapa tempat yang kita tuju berada di bebatuan yang posisinya hampir tegak lurus?"
"Tidak apa-apa. Di dekat sini, seharusnya ada tangga dari batu."
Karena itu makanya tidak masalah? Sambil aku mencoba untuk menenangkan Magi-san yang terburu-buru, kami meneruskan perjalanan. Sei-nee berada selangkah di belakang kami dan melihat kami dengan seulas senyuman senang.
Kami menaiki tangga yang terbentuk dari batu-batu besar dan menanjak sepanjang jalan. Magi-san menempatkan Rickle di bahunya, aku menaruh Socks dan Neshias di bahuku sementara aku memeluk si anak rubah hitam di tanganku. Hei, kalian semua, dakilah sendiri…
"Magi-san, apa kita sudah berada di collection point?"
"Kita hampir tiba di sana. Kita akan sampai setelah menanjaki ini."
Magi-san terus menaiki tangga sambil berkata begitu, melintasi anak-anak tangga sekaligus, aku mengikutinya dan ——
"Uwaa…ini…"
"Karena sangat heboh sejak hari pertama, datang ke tempat seperti ini adalah hal yang bagus juga, 'kan?"
Dari tempat yang tinggi, kami dapat melihat padang rumput kecil dengan bunga-bunga yang bermekaran, pada lahan hijau yang mereka ciptakan. Ada sejumlah batu bulat di sekitar, dan dari tebingnya kita dapat melihat ke belakang pada area perkemahan berbentuk persegi di hutan yang luas, begitu pula dengan danaunya. Pemandangan yang terbentang di depan mata kami menandakan betapa luasnya benua ini.
"Ini adalah collection point untuk ore dan permata, ada beberapa tempat seperti di sini. Aku akan mencari batu yang berbeda dengan menggunakan beliung dan mengali sedikit. Aku akan bergabung kembali dengan kalian nanti. Sei-san, apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan tinggal bersama Yun-chan."
Magi-san melambaikan tangan dan berkata "sampai nanti" sebelum berpisah dengan kami. Walau begitu, sepertinya dia mengayunkan beliungnya masih dalam jarak penglihatan kami.
"Sudah lama sejak aku pergi bersama Yun-chan seperti ini. Rasanya seperti piknik."
"Benar."
Aku mengelilingi dataran tinggi tersebut mencari bebatuan di tempat yang bisa kujangkau, mencari permata. Sedikit jauh dari kami, Rickle dan young beast lain sedang bermain dengan senangnya, bergelut dengan satu sama lain di atas rerumputan. Melihat gerak-gerik dan sosok mereka, seulas senyum kecil muncul di wajahku.
"Bagaimana? Apa kau menikmati OSO?"
Tiba-tiba, Sei-nee menanyakan hal semacam itu. Dan untuk menanggapinya, aku——
"Ya, ini menyenangkan. Awalnya aku mengambil Sense yang keliru dan tidak tahu harus berbuat apa, tapi aku jadi berkenalan dengan lebih banyak orang dan mulai menikmatinya."
"Itu bagus. Awalnya Taku-kun mengundangmu dengan sedikit memaksa, membuatmu merasa berhutang budi. Dan kemudian kami meninggalkanmu sendiri."
"Aku bukan anak kecil, 'kan."
Aku tidak apa-apa sekalipun sendirian. Meskipun akan lebih baik kalau aku berhenti memakai pakaian yang terbuka. Yah, semua orang yang kutemui sampai saat ini baik, jadi saat aku log in aku merasa seperti akan bertemu dengan teman-teman.
"Tapi kau bisa menunjukkan wajahmu kadang-kadang. Aku menjalankan sebuah toko yang berhubungan dengan item sekali pakai, Atelier."
"Aku mengerti. Tapi seorang Yun-chan punya sebuat toko, ya. Seperti apa bentuknya?"
"Jangan terlalu berharap banyak. Itu dibuat dengan biaya sangat murah…"
"Fufufu, sebuah toko yang berkembang bersama dengan Yun-chan. Itu sepertinya menarik."
Matanya terlihat sayu dan lembut, dia bergumam begitu dan tersenyum. Dia adalah gadis cantik sama seperti halnya Myu, membuatku khawatir dalam hal yang berbeda.
"Yun-kuuun, aku sudah selesai di sini! Bagaimana denganmu?"
Magi-san yang mengangka sebuah beliung di kejauhan berbalik ke arahku. Aku menanggapinya dengan suara keras dan seulas senyuman geli.
"Sedikit lagi!"
"Kalau begitu ayo istirahat setelah itu dan kembali ke perkemahan!"
Sei-nee memperhatikan saat kami berbicara dan memiringkan kepalanya dengan senang. Aku mengumpulkan para young beast dan bergabung dengan Magi-san, kami semua istirahat bersama."
 "Yun-kun? Bagaimana keadaan di tempat bagianmu?"
"Ada banyak ore normal, tidak ada banyak permata di situ."
"Tempat yang kutambang sekitar 50/50. Mau menukar permata untuk ore?"
"Terima kasih banyak, ayo lakukan."
Kami duduk pada karpet hijau dan membagikan material yang dikumpulkan. Sei-nee memperhatikan dengan senang saat kami bertindak seperti biasa, sorot pandangnya membuatku sedikit gugup.
"Jadi, permata jenis apa yang kau dapat?"
"Di tempat itu, ada Zakuro kecil yang bagus."
"Zakuro?"
"Benar, itu nama lain untuk batu Garnet."
"Begitukah."
Sambil berkata demikian, aku memungut sebuah permata. Benda itu masih ditutupi oleh batu jadi aku tidak bisa mengenalinya. Setelah memolesnya secara instan dengan skill «Polishing», aku mengangkatnya ke langit dan mengamatinya. Permata ukuran kecil dapat dibuat dengan memprosenya lewat skill. Warna hitam yang kontras dengan warna merah di bagian tengah membuatnya terlihat indah.
Saat aku melihat permata dengan terpesona, si rubah kecil mulai mencolekku dengan kaki depannya. Dia sepertinya ingin menarik perhatianku pada sesuatu.
Awalnya dia cukup waspada, tapi dia mulai bertingkah manja padaku. Tentu saja, aku juga merasa disembuhkan karena itu.
"Ada apa? Kau tertarik dengan ini?"
Aku menunjukkan batu garnet pada si rubah kecil tepat di bawah hidungnya. Setelah menjilatinya, si rubah mengerti bahwa itu tidak dapat dimakan.
"Hei, hei, ini bukan sesuatu yang bisa dimakan…ini, kalau kau lapar, maka makanlah ini."
Aku tersenyum saat melihat si rubah itu dengan terampil memegangi sebutir buah dan memakannya. Aku membandingkan batu garnet dan bulu rubah itu. Rambut merah yang berkilauan di antara rambut hitam, itu sangat mirip dengan batu garnet yang kupegang di tanganku. Ini mungkin sebuah kebetulan, tapi orang-orang kadang merasa kebetulan semacam itu sebagai takdir.
Aku mengangkat si rubah kecil itu setelah dia selesai makan, dan berkata.
"Aku sibuk sampai saat ini dan lupa memberimu nama, bukan? Ini sederhana, tapi aku akan memberikannya padamu."
Si rubah kecil tidak mengerti apa yang sedang kukatakan dan dia menelengkan kepalanya dalam cara yang klasik. Aku tersenyum simpul, dan mengatakan nama tersebut dengan suara yang jelas.
"Namamu adalah——Zakuro."
"Y-Yun-kun?!"
Saat itu juga, rambut merah si rubah memercikkan lidah-lidah api. Api tersebut menyentuh tanganku dan langsung membuat Sei-nee serta Magi-san panik, tapi api-api ini sama sekali tidak panas. Itu bukanlah api yang melukai lawan dan menghilang dengan segera. Si rubah muda, Zakuro melihat Magi-san dengan ekspresi ketakutan, dan menatap balik seakan berkata 'ada apa?'. Saat Magi-san dan Zakuro bertukar pandang kebingungan, aku mengubah suasana tersebut dengan bergumam.
"Ayo berteman mulai dari sekarang, Zakuro."
Sesuatu yang berat terdorong ke punggungku saat aku berkata demikian. Ketika aku menoleh ke belakang, aku melihat Ryui mengusapkan kepalanya pada punggungku.
"Aku tidak lupa tentang dirimu. Ayo berteman, Ryui."
Puas dengan kata-kata ini, dia mundur dua langkah dan berbaring di padang rumput.
Aku penasaran apakah saat-saat ini akan berakhir dengan suasana tenang seperti ini. Tetapi——
"Yun-chan, ada apa?"
"…para young beast, mereka sedang melarikan diri?"
Karena kami berada di atas bebatuan yang tinggi, kami dapat mengamati hutan dari atas. Di arah yang Sei-nee tunjuk, aku melihat monster-monster kecil berlarian ke arah yang sama. Beragam jenis young beast mati-matian lari ke arah yang sama. Rupa mereka membuatnya terlihat seakan——
"Sepertinya mereka melarikan diri dari sesuatu."
Saat Magi-san bergumam di sebelahku dan aku mulai merasa cemas, sebuah suara peringatan keras terdengar tepat di atas kepala semua orang.

——Sebuah quest darurat Great Eater of Mythical Beasts' Interception telah diberikan kepada semua player. Mulai sekarang hingga quest ini selesai, penalti untuk serangan gabungan dibatalkan pada benua liar ini.


Begitu pengumuman tersebut terdengar keras di benua liar itu, terdapat sebuah perubahan yang drastis

Only Sense Online Jilid 2 Bab 7 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.