07 Maret 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XIII

MY DEAREST JILID 2
TRUTH OF THE WORLD'S DESTINY
CHAPTER XIII
BLIZZARD IGNITE

Bagian Pertama:
Anggela membalikkan badan. Dirinya terlihat terlentang dan menatap tajam Haikal yang sedang mengalihkan pandangan darinya. 
“Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku sudah mendengar sebelumnya jika hubunganmu dengan Kak Hana adalah saudara. Tapi apa hubunganmu dengan Asha dan Savila?” 
“Savila…? Kami hanya baru saja bertemu, jadi kami tidak memiliki hubungan yang khusus,” jelas Haikal. 
“Lalu kenapa kau malah –“ 
“Karena dia mengetahui semua masa lalu tentang Evelyn, dia memang terlihat mencurigakan tapi dia tetap sekutu kami. “ 
“Apa kau yaking tentang itu?” 
“Ya aku yakin, tapi yang lebih penting. Kenapa kau mengejar dirinya?” 
“Dia menculikk adikku! Jika dia melukai Anggelina, aku tidak akan pernah memaafkannya.” 
“Anggelina!? Maksudmu Keina, kan? Dan juga bukankah kamu ini bodyguardnya Kei –“ Haikal bertanya sedikit keheranan.
“Anggelina bukan Keina! Dia sangat berbeda dengannya, lagipula kami berasal ....” Anggela menghentikan perkataanya, dia terlihat cukup khawatir jika menceritakan tentang rahasianya. 
“Berasal…?” Haikal terlihat penasaran. 
“Yang jelas, Keina yang dianggap Savila itu adalah Anggelina adikku, dia bukan Keina!!” 
“Kenapa kau bisa seyakin itu?” 
“Apa maksudmu? Apa kau bodoh?” tanya Anggela datar melihat Haikal. 
Bo-bodoh? Bocah….. apa kamu ingin tanganmu itu patah seperti kakimu?” geram kesal Haikal cukup pelan dalam hati. 
“Tentu saja karena aku kakaknya! Aku yang terus bersamanya, selain itu….” Anggela terlihat cukup khawatir. 
“Selain itu?” 
“Keina benar-benar berbeda, kemampuannya sangat mengerikan,” Anggela sedikit menyipitkan matanya. 
“Apa kau pernah melawannya?” 
“Ah pernah, dia benar-benar kuat, dia berhasil mengalahkan empat orang kineser sekaligus tanpa terlihat kelelahan.” 
“Apa itu termasuk dirimu?” 
“Aku tidak ingin mengakui ini, tapi itu memang benar. Aku juga tidak berdaya di hadapannya.” 
“Kau pasti terlalu berlebihan dalam menilainya, dia mungkin kineser biasa yang terlihat kuat.” 
“Mungkin kau benar juga, tapi bagaimana jika aku mengatakan ini?” 
“Me-mengatakan apa?” Haikal terlihat gugup 
“Saat dia melawan kami, dia hanya bermain-main.” 
“Bermain-main, apa maksudmu –“ Haikal terlihat cukup terkejut menatap Anggela. 
“Dan perkataan Litias saat itu membuatku ikut merinding, perkataan kala dia terkejut melihat Keina ingin bertarung serius dengan kami.” 
“Litias? Gadis yang tadi menculik Eve?!” kesal Haikal. 
“Ya Litias yang itu. Dia bergemetar ketakutan dihadapan wanita itu, dia benar-benar terlihat ketakutan sambil berkata pada Keina yang terlihat marah.” 
“Aku tidak bisa membayangkan orang kuat seperti Litias tunduk dihadapan seseorang, kupikir dia tidak mudah tunduk atau lebih memilih mati daripada tunduk pada seseorang.” 
“Tapi kenyataanya…, dia tidak begitu, kan?” senyum Anggela memejamkan mata. 
“Ya dia benar-benar terlihat menghormati gadis bernama Keina itu, saat pertemuan pertama kami juga dia menyebut namanya.” 
“Jadi, apa yang dikatakan oleh Litias saat itu?” lanjut Haikal bertanya. 
“ ’Kakak, sudah cukup! Apa kakak ingin menenggelamkan sebagian Negara ini!?’ dia berteriak seperti itu atau semacamnya.” 
“Kau pasti bercanda, kan?! Aku tidak tau seberapa kuatnya dia itu, menurutku cukup mustahil bagi seorang manusia untuk bisa menenggelamkan pulau besar –“ 
“Tapi sayangnya dia bukan manusia, dia sama sepertiku.” 
“Ras Arcdemons, kah? Sial aku melupakannya. Ini terlalu mendadak bagiku, tidak kusangka kalau ras iblis dan peri benar-benar ada di dunia ini.” 
“Lalu apa hubunganmu dengan Asha?” lanjut Haikal bertanya 
“Kamu juga belum menjawab pertanyaanku yang satu itu,” senyum Anggela memejamkan mata. 
Untuk sesaat Haikal hanya terdiam memalingkan wajah, dia benar-benar terlihat sedih. 
“Jadi –“ 
“Aku bukan siapa-siapa dia…. aku hanya lelaki yang tidak berharga baginya,” senyum sedih Haikal melihat Anggela. 
Anggela terlihat sangat kesal melihat Haikal yang berekspresi seperti itu, dia mulai bergumam dalam hatinya. 
Wajah itu…. Wajah yang paling kubenci. Dia sama seperti Halsy, mencoba tersenyum menyembunyikan kesedihannya.” 
“Jadi bagaimana denganmu,” jelas Haikal sambil duduk disamping Anggela yang terlentang.
“Bagaimana jika aku mengatakan kalau aku adalah tunangannya?”

“Eh?” tanya Haikal dengan tatapan kosong. 
“Ka-kau serius,” Haikal kembali bertanya, dia benar-benar terlihat khawatir. 
“Aku bilang kalau itu  jika,” senyum Anggela memejamkan matanya. 
“Ahhh begitu… mungkin aku hanya terkejut tidak percaya.” 
“Nah Haikal, boleh aku bertanya padamu?” 
“Ap-apa?” 
“Aku belum bertemu dengan Asha tapi, apa dia berambut putih? Bermata seperti bunga sakura.” 
“Ya, dia memang memiliki ciri-ciri seperti itu.” 
Anggela hanya tersenyum memejamkan mata, dia mulai bergumam senang dalam hatinya. 
Ahhh jadi memang benar, yah? Sekarang aku yakin, siapa Haikal dan Asha ini dimasa depan.” 
“Jika kamu belum pernah bertemu dengannya, kenapa kamu bisa mengetahui ciri-cirinya?” 
“Ah itu tidak penting, yang lebih penting….. dari tadi kita hanya terus mengobrol hal yang tidak penting, kau juga sudah mengorek semua informasi dariku. Bukankah seharusnya waktunya?” lanjut Anggela melirik sinis Haikal. 
“Waktunya? Waktunya untuk apa?” 
“Membunuhku, kamu seharusnya pasti me –“ 
“EH? Hahahaha,” Haikal tertawa cukup keras sambil memegang perutnya. 
“Kenapa kau malah tertawa!?” tanya Anggela sangat kesal. 
“Ka-kau serius? Ahahaha, “ 
“Apa kau berniat mempermalukanku lag –“ 
“Tidak tidak, tadi aku hanya mengancammu saja. Cukup sulit bagiku untuk membunuh seseorang,” senyum Haikal mulai berdiri. 
“Tapi aku berniat membunuh sekutumu –“ 
“Kau tidak berniat membunuhnya, kamu hanya mencari Savila, kan? Kau hanya ingin mengetahui keberadaan adikmu….” 
Anggela hanya terdiam tak menjawab pernyataan dari Haikal. 
“Aku benar, kan? Maka dari itu aku akan membuatmu bertemu dengan Savila.” 
“Benarkah!?” Anggela terlihat terkejut bahagia. 
“Ya…, selain itu, aku merasa telah terjadi kesalahpahaman yang sangat hebat antara kau dan Savila tentang Anggelina.” 
“Tunggu! Kau percaya kalau Keina yang dimaksud Savila adalah adikku?” 
“Ah iya, kenapa aku bisa langsung percaya, yah? Tapi entahlah, mungkin ini hanya firasatku saja kalau kau bukan orang yang jahat.” 
Setelah mendengarkan pernyataan Haikal, Anggela mulai tersenyum memejamkan mata. 
Haikal terlihat kebingungan dengan sikap Anggela, dia mulai bertanya cukup penasaran. 
“Kenapa kau tersenyum?” 
“Tidak, hanya berpikir betapa miripnya kau dengan Kak Hana .,” senyum Anggela mulai membuka matanya. 
“Benar juga, kau masih belum menjelaskan apa hubunganmu dengan Kakakku.” 
“Kak Hana adalah orang yang menolong kami saat tersesat dan kebingungan di dunia ini, dia sangat baik karena menganggap kami sebagai adiknya.” 
“Di dunia ini?” 
“Ah maksudnya di Negara itu! Negara Indonesia.” 
“Begitu….” Haikal terlihat curiga. 
“Jadi sekarang bagaimana? Kamu tidak bermakasud mengajakku ngobrol semalaman, kan?” 
“Ahahaha itu ide bagus, tapi untuk sementara kau ikut ke hotel yang aku sewa,” senyum Haikal. 
“Aku jadi sandra, kah?” senyum Anggela. 
“Ah iya, lukamu cukup serius…, ingin pergi ke rumah sakit?” 
“Penyekap macam apa yang mengobati sandranya yang terluka…,” Anggela dengan nada datar. 
“Ahahahaha, kita hanya berakting Anggela. Aku akan memanggil Savila kalau aku telah berhasil menangkapmu, dengan begitu kau akan mudah untuk bertemu dengannya.” 
“Ah, jadi begitu rencanamu.” 
“Jadi kemana? Langsung ke hotel atau rumah sakit?”tanya kembali Haikal. 
“Rumah sakit, aku ingin memberikan pertolongan pertama pada kakiku yang patah.” 
“Kenapa bisa patah? Apa ulah seseorang?” tanya Haikal sedikit mengejek. 
“Berisik…” 
“Ahahahaha,” Haikal tertawa pelan sambil menggendong Anggela. 
Saat Haikal mulai menggendong Anggela, tiba-tiba seluruh pergerakannya terhentikan. 
Wajahnya benar-benar terlihat khawatir, dia terlihat merasakan sesuatu. 
“Ada apa?” tanya Anggela keheranan. 
“Maaf Anggela, sepertinya ada urusan yang sangat mendadak…” senyum Haikal. 
“Urusan mendadak –“ 
“Pegang yang erat!” teriak Haikal berniat menggunakan percepatan listriknya 
“Tu-tunggu –“ Anggela terlihat khawatir. 
Mereka menghilang hampir seperti teleport, tapi sebenarnya mereka hanya menggunakan percepatan listrik yang digunakan oleh Haikal. Percepatan listrik yang menggunakan udara sebagai hambatannya. 
***

Bagian Kedua: 
Pada akhirnya mereka sampai, Anggela dan Haikal sampai disebuah lapangan yang luas dekat pantai. 
Bersamaan dengan kedatangannya, terdengar suara ledakan yang cukup besar. 
BUARRRR!!!! 
“Eeeh?” Anggela cukup terkejut karena ledakan tersebut. 
“Sial, kita terlambat, kah?” Haikal terlihat sangat kesal menatap sekitar yang sudah terlihat menjadi medang peperangan. 
“Haikal! Untunglah kau benar-benar datang.” Terlihat lelaki berambut biru langit, dia lekas menghampiri Haikal dan Anggela. 
“Alfa, apa yang sebenarnya terjadi disini…?” 
“Ini serangan dadakan dari guild Ignite, selang beberapa menit mereka terus menyerang pondok kami…” Alfa terlihat sedih melirik rumah pondok yang sudah hancur di beberapa bagian. 
“Siapa saja yang bersamamu? Silica dimana?” geram kesal Haikal sambil berjalan mendekati pondok. 
“Hanya beberapa orang, kami sedang berlibur jadi cukup lengah. Hanya ada Silica, Shana, Alysha, Fie, dan –“ 
Krekkk! 
Haikal membuka pintu dan betapa terkejutnya dirinya. Terlihat Shana dan Silica yang sudah tidak sadarkan diri, mereka tertidur diatas kasur dekat jendela. 
Tapi bukan itu yang membuat Haikal benar-benar terkejut, di atas tempat tindur yang paling dalam. Terlihat seorang gadis yang sangat berharga baginya, seluruh tubunya dipenuhi oleh luka bakar yang cukup serius. 
Alsyha terlihat menangis sambil duduk disamping kasur tersebut. 
“Asha….?” 
“Si-siapa…?” Alysha sambil mengusap air matanya. 
“Alysha!” Anggela terlihat terkejut melihat orang yang bernasib sama dengannya, yakni berasal dari masa depan. 
“Anggela!!” teriak Alysha menangis. 
“APA MAKSUDNYA INI ALFA!?” teriak kesal Haikal menatap tajam Alfa, dia benar-benar terlihat marah. 
“Ak-aku juga baru mengetahuinya, kalau dia juga –“ 
“Seorang kineser?!” tanya Haikal terlihat sangat kesal, dia mulai menurunkan Anggela pada sebuah kursi di dekatnya. 
“Bagaimana ini Anggela! Aku tidak bisa berbuat apa-apa disini!?” Alysha berjalan pelan menghampiri Anggela. 
“Kenapa bisa, kau kineser yang sangat kuat, Alysha!?” 
“Tapi apa tidak apa jika menggunakan kemampuanku di dunia ini?” 
Dunia ini?” Haikal dan Alfa dalam hati. 
“Kenapa kau harus mengkhawatirkan itu!? Jika nyawamu terancam, keluarkan saja kemampuanmu!!” jelas kesal Anggela. 
“Kamu yakin tentang itu, Anggela?” tanya Fie, dia tiba-tiba muncul dari pintu yang berlawan dengan Anggela. 
“Fie, kau disini juga?” tanya Anggela cukup terkejut. 
“Yaa…. Aku tadi ke kamar mandi sebentar.” 
“Yang lebih penting lagi, kenapa kita bisa seperti ini?” tanya Fie penasaran. 
“Jangan bertanya padaku, aku tidak tau apapun,” jawab singkat Anggela memalingkan wajah. 
Untuk sesaat, suasana hening datang. Tidak seorangpun yang berbicara sampai Asha mulai bergumam tidak sadarkan diri. 
“Haikal….” 
Haikal yang mendengar gumaman Asha, seketika kembali naik darah. Wajahnya benar-benar terlihat kesal. 
“Alfa, apa yang sebenarnya terjadi disni!? Kenapa Silica bisa dikalahkan mudah seperti itu!?” geram Haikal sangat kesal melirik Silica yang tidak sadarkan diri. 
“So-soal itu –“ Alfa terlihat khawatir. 
“Mereka berbuat curang! Mereka mendekati Kak Silica yang sedang lengah dan memberi minuman kesukaannya,” Alysha menatap Haikal yang masih terlihat kesal. 
“Ja-jadi dia diracuni oleh musuh yah?” Anggela terlihat berpikir melirik Silica. 
“Ya….” Alysha terlihat sedih. 
 “Jadi begitu, dan kamu ini siapa gadis kecil…?” tanya Haikal melirik Alysha. 
 “Sebelum  kau menanyakan nama orang lain, bukankah sebaiknya kau memperkenalkan dirimu dulu?” jelas Fie menatap tajam Haikal. 
Karena suasana hatinya yang sedang buruk, sifatnya yang cukup baik berubah drastis menjadi arogan. 
“Kau pikir siapa, sampai aku harus memperkenalkan diriku –“ Haikal terlihat sangat kesal mulai berjalan ke arah Fie, tapi. 
“Tak apa, Fie! Lagipula dia berniat membantu kita, “senyum Alysha melihat Fie. 
“Tapi kan –“ 
“Tak apa…” 
“Perkenalkan tuan, namaku adalah Alysha Aeld –“ lanjut Alysha, tapi. 
DUARRRR!!!! 
Suara ledakan api yang cukup besar seketika memotong perkataan Alysha, ledakan itu merupakan serangan dari guild Ignite.

“Menyerahlah!! Jika kau menyerahkan wilayahmu, kami akan menghentikan penyerangan ini!” teriak seorang gadis dari luar, nadanya terlihat sombong dan arogan. 
“Nyonya Muda…. Kita lanjutkan perkenalan ini nanti. Ada yang harus kuselesaikan….” Geram Haikal pelan tapi memiliki nada yang amat dalam. Dia mulai berjalan ke arah pintu keluar. 
Dia benar-benar serius sekarang….” Alfa bergumam ketakutan dalam hati. 
“Aku setuju denganmu Tuan, aku juga memiliki urusan yang wajib kuselesaikan!” jelas Alysha dengan nada yang sama seperti Haikal. Dia berjalan mengikuti Haikal. 
Aku belum pernah melihat Frost Queen semarah ini….” Fie ikut bergumam ketakutan dalam hati. 
Saat mereka berdua sampai di luar, terllihat musuh yang sudah mengepung mereka. 
Kineser tingkat 2 keatas dengan jumlah lebih dari 15 orang. 
“Apa guild ini sudah kehabisan orang? Kenapa hanya lelaki kurus dan gadis kecil yang menghadapi kami.” 
“Lelaki kurus…..” kesal Haikal menundukan kepala, nadanya sangat dalam yang menandakan jika dirinya benar-benar marah. 
“Akan kuhanguskan kalian semua, “Haikal mulai merentakan kedua tangannya, lalu masing-masing di telapak tangannya mulai muncul percikan listrik yang cukup besar. 
ZZZZTTTTT!!!! 
Cahaya ketig –“ kesal Haikal tetapi perkataanya terpotong oleh teriakan Alysha yang berada disampingnya. 
Code Ice – Angel Fly!!!” 
WUASHHHHHH!!!!! 
Sayap besar berwarna biru es mulai muncul dari punggungnya, Alysha seketika terbang diatas dengan tatapan tajam ke seluruh lawannya. 
Seluruh lawannya hanya terdiam tak bisa berkata apapun, termasuk Haikal yang ikut terkejut melihat Alysha, “Ap-apa-apaan gadis ini? Auranya benar-benar berbeda dari sebelumnya.” 
Anggela yang dibantu Fie mulai berjalan cepat keluar pondok tersebut, mereka berjalan bersama Fie berniat melihat pertarungan tersebut. 
Sesampainya diluar mereka melihat Alysha yang telah menggunakan Tranformasi pertama. 
“Alysha?! Aku tidak pernah melihat dia seperti in –“ Fie terlihat khawatir menatap Alysha yang termakan amarah. 
“Gawat….. aku tidak menyangka kalu dia akan menggunakan transformasi pertama,” Anggela terlihat khawatir. 
“Ka-kau pernah melihatnya seperti ini!?” 
“Ya, kemampuannya benar-benar mengerikan, aku benar-benar kalah telak saat dia menggunakan transformasi ini.” 
“Dia mengalahkan tingkat tujuh sepertimu…?” Fie benar-benar terkejut tidak percaya. 
Di-dia juga sama seperti Haikal?” Alfa cukup terkejut melihat Anggela. 
“Tapi transformasi pertama? Apa itu, apa itu benar-benar menakutkan!?” tanya kembali Fie penasaran. 
“Ya kemampuannya sama dengan waktu it….. –“ Anggela seketika menghentikan perkataanya, wajahnya terlihat lebih khawatir dari sebelumnya. Dia benar-benar tidak mengalihkan pandangannya dari Alysha yang terlihat sedang melakukan sesuatu. 
“Ak-aku tarik kata-kataku sebelumnya….. dia berbeda dengan waktu itu, kali ini….. dia mungkin lebih mengerikan…” Anggela sambil terus menatap Alysha. 
Seketika es biru yang yang berada dibelakang punggungan kian membesar dan terus membesar, sayap baru di bagian bawahnya mulai muncul. 
Warna es yang biru juga seketika berubah menjadi merah delima yang terlihat sangat indah. 
Hasil akhirnya empat sayap besar berwarna es merah delima muncul di punggungnya, lalu beberapa saat setelah proses perubahan itu selesai, Alysha mulai bergumam pelan sangat kesal. 
Bergumam pelan kesal menatap tajam para musuhnya. 
Hell mode.” 
“Kalian akan membayarnya, karena telah melukai ibuku….!” Lanjut Alysha menatap tajam musuh yang terdiam seperti patung. Mereka benar-benar ketakutan karena aura yang dikeluarkan oleh Alysha. 
Lalu beberapa kilometer dari pertarungan tersebut, beberapa kilometer di Negara yang masih sama. 
Di sebuah taman yang cukup sepi, terlihat Charles yang sedang berdiri dekat dengan toilet umum, wajahnya terlihat sedikit kesal menatap toilet umum tersebut, 
“Hei, apa masih lama!?” 
“Sudah selesai, aku akan keluar sebentar lagi..” jawab seorang gadis dari dalam toilet, suaranya benar-benar terdengar familiar. 
Saat pintu toilet itu terbuka, seorang gadis cantik muncul keluar. 
Bersamaan dengan munculnya gadis tersebut, Charles mulai bergumam sedikit kesal. 
“Kita tidak punya banyak waktu, kita harus segera menyelesaikan tujuan kita.” 
“Ya aku tau, “ jawab gadis itu serius, dia mengambil jaket yang sebelumnya Charles pegang. 
“Baguslah kalau kamu mengerti. Tapi aku tidak percaya jika kau akan mengkhianati Keisha, dan malah berpihak padaku…,Heliasha,” senyum Charles mulai berjalan melirik gadis yang baru saja keluar dari toilet. 
Ya, gadis tersebut adalah Heliasha. 
Dia tidak menjawab pernyataan Charles, dan terus berjalan ke depan. 
“Oh ya… apa yang akan kamu lakukan jika Anggela atau adikmu menghalangi jalan kita?” lanjut Charles tersenyum. 
Kita singkirkan…..” jelas Heliasha, tatapannya terlihat yakin akan jalan yang ia pilih. 
Dia tidak terlihat sama sekali dikendalikan oleh Charles, tatapannya menggambarkan kalau jalan yang ia pilih ini adalah kehendaknya sendiri. 
***


My Dearest Jilid 2 Chapter XIII Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.