25 Maret 2016

Date A Live Jilid 10 Bab 4 Kebenaran LN Bahasa Indonesia



Date A Live Jilid 10
Bab 4
 Kebenaran

Bagian 1
Beberapa menit setelah daerah perumahan jadi reruntuhan. Setelah sampai di dataran tinggi yang tidak ada penduduk, Origami akhirnya menurunkan kecepatannya.
“……………………………..”
Saat dia melihat ke belakang, sepertinya tidak ada yang mengejarnya. Setelah Origami diam-diam mengangkat tangan kanannya, dia membongkar Angel-<Metatron> dari bentuk sayap dan mendarat di tanah.
Origami sedikit mengerutkan alisnya selagi melihat <Metatron> berubah menjadi beberapa bagian dan menjadi partikel cahaya sebelum menghilang ke udara setelah dia melepaskan ikatannya.
Itu perasaan yang aneh. Origami secara alami menggunakan keberadaan yang tak biasa yang dia tidak tahu keberadaanya beberapa menit yang lalu, seperti senjata yang sudah dia pakai selama bertahun-tahun.
Dia merasa kesal juga. Sejak kristal yang [Sesuatu] berikan padanya terhisap ke dalam tubuhnya, dia mendapatkan kemampuan untuk mengendalikan Angel berdasarkan instingnya.
Bukan hanya itu. Saat dia akan menghindari serangan Tohka, Origami langsung merasa tubuhnya berubah menjadi cahaya. Dia berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi disebut manusia.
“………….Kekuatan ini”
Setelah Origami bergumam dengan suara yang tak dapat didengar orang lain, dia merendahkan pandangannya ke pakaian putih yang dia kenakan.
Itu adalah armor terkuat yang dimiliki Roh.
Ya. Apa yang Origami kenakan adalah Astral Dress yang asli.
“Aku-------adalah Roh………”
Setelah Origami mengeluarkan perkataannya, dia menggertakkan giginya untuk menahan muntah yang mulai menaiki perutnya.
Rasa jijik yang sangat besar menyerangnya setelah dia menyadari dia berubah menjadi keberadaan yang paling dia benci.
Itulah alasan kenapa dia lari dari tempat tadi, walau dia sedang bertarung dengan Yatogami Tohka. Saat Shidou muncul di tempat itu, rasa jijik yang dia miliki terhadap dirinya sendiri mulai muncul lagi bahkan setelah dia dibuat mati rasa oleh pertarungan dengan Tohka.
---Shidou satu-satunya yang dia tidak ingin melihatnya seperit ini. Menginginkan kekuatan tidak peduli apa yang dikorbankan, untuk Origami, ini adalah keinginan terakhirnya dan------keegoisan.
Namun. Dia ada sesuatu yang sangat dia pikirkan daripada hal sebelumnya.
Dia tidak perlu mengatakan apapun. Itu adalah [Sesuatu] yang membuat Origami menjadi Roh.
“Jangan bilang, tadi itu……..”
Kekuatan untuk mengubah manusia menjadi Roh. Walaupun itu kemampuan yang tidak dapat dipercaya, Origami pernah mendengarnya.
Itu adalah keberadaan misterius yang Shidou beritahu pada Origami sebelumnya.------[Sesuatu] merubah manusia biasa Itsuka Kotori menjadi Roh.
Ya. [Roh lain] yang membakar kota 5 tahun yang lalu di hari itu.
[Sesuatu] memiliki kemampuan yang sama.
“…………….Itu <Phantom>…………..?”
<Phantom>. Itu yang Shidou katakan pada Origami setelahnya, itu adalah kode nama Roh yang tak diketahui tersebut.
Tidak ada jaminan bahwa [Sesuatu] yang muncul di depan Origami adalah <Phantom> yang muncul di depan Shidou dan Kotori. Mulanya, manusia hanya memiliki sedikit informasi tentang Roh. Sesuatu seperti Roh dengan kekuatan mengubah manusia menjadi Roh; dia tidak tahu jika Roh itu hanya ada satu.
Tapi------jika [Sesuatu] itu yang muncul di kota Tenguu Nankou maka,
“Itulah yang……….membunuh ibu dan ayah………?”
---Maka [Sesuatu] yang tak diketahu itu pasti target Origami untuk membalaskan dendam orang tuanya.
Saat Origami menyadari kemungkinan itu, [Sesuatu] itu sudah menghilang dan karena itu, dia tidak bisa bertanya apapun pada [Sesuatu]. Apa yang harus Origami lakukan sekarang adalah mencari [Sesuatu] untuk memastikan tujuannya, identitasnya dan juga………..dimana dia saat 5 tahun yang lalu.
“uu……………..”
Tepat saat dia memikirkannya, keinginan untuk muntah menyerang Origami lagi dan dia mengerutkan wajahnya.
Bukan hanya karena dia berubah menjadi Roh. Fakta bahwa dia berubah menjadi Roh oleh keberadaan yang mungkin pembunuh orang tuanya menjadi kecemasan yang membungkus hati Origami.
Origami tidak tahu kenapa [Sesuatu] itu memberikannya kekuatan Roh. Apa tujuannya melakukannya dan kenapa harus Origami. Apakah hanya menambah Roh, mengikuti kehendaknya?
Tapi----ada satu hal yang dia yakin pasti.
Ya. Saat ini, Origami adalah Roh…………..dan dia memiliki kekuatan untuk mengalahkan Roh.
Perlengkapan resmi AST. Senjata penghancur <Licorice Putih>. CR-Unit pribadi <Mordred>. Origami saat berada dalam keadaan dia tidak bisa mendapatkan apapun walau dia menggunakan semua peralatan itu.
Dia memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk melawan Tohka-<Princess> dalam kekuatan penuhnya dalam keadaan yang sama.
Origami mendapatkan [Kekuatan] yang dia inginkan dari lubuk hatinya yang paling dalam, walau dia mendapatkannya dalam bentuk terburuk.
“Jika itu aku………….sekarang”
---Dia dapat membunuhnya. Roh.
Bukan hanya <Phantom>. Yatogami Tohka. Yoshino. Yamai Kaguya. Yamai Yuzuru. Izayoi Miku. Natsumi dan bahkan Tokisaki Kurumi-----
“……………….aa------------“
Dia memikirkan hal tersebut.
Origami tiba-tiba membuka lebar matanya.
Suatu pikiran melintas di dalam kepala Origami.
Ada satu kemungkinan. Itu hanya mimpi Origami yang dia bayangkan oleh kehendaknya. Tidak ada jaminan itu dapat terjadi. Lupakan tentang itu, kemungkinan keberhasilannya sangatlah rendah.
Tapi------Dia menggertakkan giginya. Dengan mendapatkan peralatan untuk mendapatkan kekuatan Roh, sudah mengubur kemungkinan yang hilang.
“Jika…………….itu mungkin maka………..”
Origami merasa merinding di seluruh tubuhnya. Itu berbeda dari rasa menjijikkan yang tadi. Dia merasa seperti gembira seolah dia adalah korban yang berkeliaran di gua yang gelap dan menemukan sinar cahaya di antara bebatuan.
“…………………………”
Origami menelan ludahnya sebelum melangkah maju.
---Untuk menemukan seseorang.
Bagian 2
“Ka-kau tak apa, Tohka……..”
“Umu, tak apa”
Saat Shidou bertanya, Tohka dengan tubuhnya tertutupi dengan kompres dan perban mengangguk. Tapi, gerakan itu mungkin menyebabkan perutnya sakit karena dia mendekatkan kedua alisnya dan sedikit mengerang.
“Uuu………….mu”
“Lihat, jangan paksakan dirimu. Beristirahalah”
“……….umu, aku akan melakukannya”
Setelah mengatakannya, Tohka dengan patuhnya berbaring di kasur.
Saat ini mereka sedang ada di UKS di lantai pertama SMA Raizen. Tadinya, Shidou ingin membawa Tohka ke rumahnya atau mansion Roh untuk mengobati luka Tohka tapi, karena areanya hancur berantakan oleh pertarungan Origami dan Tohka, dia tidak punya pilihan selain datang kesini.
Setelah Origami pergi, mereka bertemu dengan Kaguya, Yuzuru, dan Miku; termasuk Tohka, mereka terbaring berbaris di ruangan. Sepertinya mereka bertarung bersama dengan Tohka melawan Origami.
Kemampuan Natsumi dipakai untuk menutupi luka terutama oleh pendarahan tapi, mereka harus mengandalkan stamina mereka sendiri dalam hal kemampuan menyembuhkan tubuhnya sendiri. Semuanya tertutupi oleh perban seperti Tohka dan mereka nampak seperti mumi. UKS saat ini terlihat seperti makam para raja yang tersegel di zaman kuno.
Perban, kompres dan antiseptik adalah satu-satunya obat-obatan disana. Perawat tidak ada disana jadi Shidou, Yoshino, dan Natsumilah yang mengobati mereka. Tapi………..mereka tidak bisa minta yang mewah sekarang.
Setelah Origami pergi, dia mencoba menghubungi <Fraxinus> untuk mengobati Tohka yang penuh luka tapi, tidak tersambung sama sekali.
“Err………………kau tak apa?”
“Uhah, kau benar-benar dihajar huh”
Wajah Yoshino menjadi khawatir selagi menyeka dengan lembutnya wajah Kaguya dengan pakaian basah. Wajah Kaguya kesakitan tuk sesaat tapi, dia langsung berwajah [Fu-fuun……..] seolah tidak ada yang salah dan biasa saja. Yah, walau ada sedikit air mata di sisi kelopak matanya.
“Menghela nafas. Kaguya berpura-pura tegar”
“Di-diam! Aku benar-benar tidak apa-apa!”
Saat dia diberitahu begitu oleh Yuzuru, Kaguya membalasnya secara refleks. Itu memang menyakitkan. Dia menggerakkan wajahnya secara berlebihan sebelum kembali berbaring di kasur.
“Haha…………………..”
Yah, lega juga mengetahui bahwa dia masih memiliki energi untuk bertingkah bodoh. Shidou tersenyum kecut.
………..Tak sengaja, baru saja menutupi luka semuanya, Natsumi yang memeras kekuatannya setengah paksa saat memeluk lututnya di sudut UKS menggumamkan sesuatu. Entah bagaimana, dia merasa atmosfir disana menjadi lebih gelap. Sepertinya dia harus merasa sangat buruk untuk melakukan pengobatan darurat pada semuanya.
“Aw aw……………”
Miku yang tertidur di kasur di sebelah dinding mengeluarkan suara lembut selagi mengangkat tubuh atasnya.
“Ada apa Miku. Jangan paksakan dirimu”
Setelah Shidou berjalan lebih dekat, Miku mengayunkan tangannya untuk menghentikan Shidou.
“Tak apa.-----Lebih penting lagi, aku harus bekerja selagi masih ada Reiryoku……..”
“Kerja?”
Saat Shidou memiringkan kepalanya, Miku mengangguk berlebihan dan dia menepuk tangannya dua kali seolah sedang memainkan kastanyet.
“<Gabirel>--------[Requiem]”
Dan seolah meresponnya, beberapa pipa perak muncul di sekitar Miku. Itu adalah bagian dari Angel Miku <Gabriel>.
Setelah semuanya membuka lebar matanya karena terkejut, Miku tersenyum dan membungkuk hormat.
“Tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Selamat datang di konser langsung terbatas sore ini. Izayoi Miku akan beraksi!”
Setelah Miku mengatakannya, dia mengambil nafas dalam-dalam dan suara indahnya bergema di ruangan. Seolah menggema, <Gabriel> menggeliat dan menambah volumenya.
Saat dia melakukannya.
“Mu……ini”
“Houu……………..”
“Heran. Rasa sakitnya jad lebih ringan”
Tohka dan Yamai membuka lebar matanya dengan terkejut dan melihat ke tubuh mereka. Melihat keadaan itu, Miku sedikit tersenyum.
“Ahaha………..itu [Lagu] pembunuh rasa sakit. Itu tidak ada efek penyembuhan jadi itu hanya untuk relaksasi”
“Tidak, ini pertolongan yang hebat. Ini lebih……….baik sekarang”
Tohka *Fuu* menghembuskan nafasnya dan merilekskan tubuhnya. Shidou menghela nafas dengan lega untuk sekarang.
Tapi, mereka sedang dalam situasi dimana mereka tidak bisa optimis. <Fraxinus> masih tidak bisa dihubungi dan, gerakan rahasia DEM. Juga----
“………….Hei, beritahu aku semuanya. Apa yang terjadi padanya-----Origami?”
Shidou entah bagaimana berhasil mengendalikan suara gemetarnya yang gugup selagi bertanya pada Tohka, Yamai dan Miku.
Ya. Saat Shidou berlari ke area pertarungan, bukannya Wizard dalam CR-Unit DEM melainkan--------sebuah Roh yang mengenakan Astral Dress putih dengan Angel di tangannya, melawan Tohka yang menyiapkan [Halvanhelev] raksasa.
Dia terkejut saat dia melihat Tohka mengayunkan kekuatannya yang sudah tersegel. Tapi, kepalanya Shidou sangat kacau saat dia melihat perempuan yang tak diduga yang melayang di langit.
Origami sebenarnya adalah manusia. Yang artinya---------hari ini, apalagi saat bertarung dengan Tohka, Origami [Berubah] menjadi Roh. Itu satu-satunya kesimpulan yang bisa dicapainya.
Itu benar-benar bodoh dan sulit dipercaya. Tapi, Shidou tidak bisa menganggapnya sebagai candaan dan tertawa. Itu karena dia benar melihat Origami berubah menjadi Roh.
Tidak……….lebih tepat lagi, bukan hanya itu.
Shidou memiliki dugaan tentang Roh yang bisa [Mengubah manusia menjadi Roh].
---<Phantom>.
5 tahun yang lalu, dia muncul di depan Shidou dan Kotori untuk mengubah Kotori menjadi Roh-<Efreet>.
Tidak tahu apa tujuannya, itu adalah keberadaan yang terpendam di dalam ingatan Shidou dan Kotori.
Dan juga-------mungkin itu keberadaan yang membunuh orangg tua Origami.
Maka, para gadis mungkin melihat penampilannya karena dia bertarung melawan Origami. Shidou menelan ludahnya melihat mereka berempat.
Namun,
“Tidak…………….Aku tidak tahu detilnya. Aku menghempaskannya sekali tapi……….dia jadi seperti itu saat kembali”
Tohka mengatakannya dengan kebingungan. Kaguya dan Yuzuru mengangguk dengan ekspresi yang sama.
“Fuun, bahkan aku juga terkejut. Kuh…………..Cara masuk yang mencolok itu. Jika aku bisa memakainya sebagai referensi………, tapi putih tidak cocok denganku”
“Setuju. Dia sangat kuat. Jika Tohka tidak memakai Reiryokunya secara penuh maka, kita semua mungkin akan mati disana”
Dia mengatakannya sebelum mengerang.
Namun, Miku satu-satunya diantara mereka yang meletakkan jarinya di dagunya seolah dia memikirkan sesuatu.
“…………….uuuuun, aku tidak melihatnya tapi………….mungkin, Origami-san juga bertemu dengan Tuhan”
Sekarang dipikir kembali, Miku yang sebelumnya manusia, juga memiliki pengalaman berubah menjadi Roh seperti Kotori oleh Roh yang mungkin adalah <Phantom>. Normal saja untuk memikirkan keberadaan itu setelah melihat perubahan Origami yang tiba-tiba.
“……………….Mungkin”
Setelah Shidou membalasnya dengan suara lembut, dia mulai berpikir dengan diam.
Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Origami. Tapi……….faktanya adalah Origami berubah menjadi Roh yang sangat dia benci.
Shidou mengingat ekspresi Origami saat dia pergi dari langit setelah melihat dirinya. Wajah perempuan yang membenci Roh lebih dari siapapun.
Emosi seperti apa yang sedang berayun di dalam hati Origami sekarang sampai dia bertentangan dengan dirinya sendiri. Setidaknya--------tidak di ragukan bahwa dia merasakan rasa sakit dan siksaan yang sangat besar yang Shidou bahkan tidak bisa bayangkan. Shidou terguncang di dalam hatinya.
“Origami………….apa yang akan dia lakukan dari sekarang”
Shidou bergumam pada dirinya sendiri, dan Tohka mengangkat suaranya begitu dia mengingat sesuatu.
“Sekarang aku memikirkannya………..Dia bilang begini. Dia akan menggunakan kekuatan Roh untuk membunuh Roh. Dan yang terakhir…………..dia akan membunuh dirinya sendiri juga”
“………………..uh”
Shidou ketakutan saat mendengar perkataannya.
Tidak, lebih spesifik lagi, itu masih dalam perkiraannya.-----itu terpikirkan, sebagai akhir terburuk.
“Origami………….”
Shidou harus menemukan keberadaan Origami secepat mungkin. Ketidaksabaran membuat jantungnya berdetak sangat kencang.
Tapi lupakan mengejar Origami, Shidou saat ini bahkan tidak punya cara bagaimana menemukan dimana Origami saat ini.
Jika ada <Fraxinus> mereka akan dapat dengan mudah mencari Origami dengan kamera otomatis dan alat pengamatan tapi………….tidak ada cara untuk mengkonfirmasinya karena dia masih belum bisa menghubunginya.
“Kuh………………..”
Shidou menggertakkan giginya menyesal. Dia tidak bisa mengambil tindakan hanya karena dia tidak bisa menghubungi <Fraxinus>.
Dia sadar lagi bagaimana dia sangat bergantung pada Kotori dan Reine. Tapi, dia tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Shidou menghela nafas setelah dia meringkas dalam pikirannya hal-hal yang harus dia kerjakan.
“……….Bagaimanapun, kita harus melakukan sesuatu pada luka semuanya dulu. Alarmnya akan segera berhenti jadi kita rumah sakit setelah itu. Lebih baik kalian semua diperiksa daripada hanya diobati seperti ini”
Dia harus melakukan sesuatu tentang Origami tapi, ini prioritas utamanya.
Tapi saat itu, Shidou menyadari suatu masalah.
“Ah……………”
Selagi mengeluarkan suara lembutnya, dia melihat ke Tohka.
Sekarang dia pikirkan, Tohka dengan lengkap menunjukkan Astral Dressnya saat Shidou disana. Yang artinya--------berbeda dari mereka bertiga yang mengenakan Astral Dress terbatas, Reiryoku yang sudah Shidou segel sudah kembali pada Tohka.
Shidou mengingat-ingat saat Reiryoku Kotori kembali mengakir ke dalam dirinya dari Shidou.
Ya. Kotori mengatakan ini. Reiryoku kembali ke bentuk terbatas akan segera kembali pada Shidou setelah beberapa saat tapi-------Reiryoku yang sepenuhnya kembali akan distabilkan dan akan perlu untuk disegel ulang.
Yang artinya, Tohka saat ini memiliki kekuatan penuh sebagai Roh.
Jika ini berlanjut, Reiha Tohka akan terbaca AST dan alarmnya mungkin akan berbunyi lagi. Agar dapat menghindarinya dia harus menyegelnya lagi secepat mungkin.
“Uu………………………..”
Namun. Keringat bercucuran dari pipi Shidou.
Segel ulang. Artinya tentu saja-------untuk mencium target.
Lebih lagi, semuanya sedang terluka sekarang. Akan jadi masalah untuk membawa Tohka keluar ataupun membuat semuanya keluar dari UKS.
“Mu? Ada apa, Shidou”
Tohka memiringkan kepalanya dengan heran. Walaupun detak jantung Shidou terhenti tapi, dia mengayunkan tangannya untuk menyangkalnya.
“Ah, tidak……………”
Saat itu, sesuatu melayang ke dalam pandangan Shidou.
Pada langit-langit ruangan terdapat gantungan mengelilingi kasur dan gorden putih teruntai ke bawah.
Ya. Ini adalah UKS sekolah. Normal saja untuk memasang gorden untuk memisahkan kasur.
“Bo-boleh aku membicarakan sesuatu, semuanya. Aku harus berbicara dengan Tohka untuk sesaat”
“””””………………………?”””””
Semuanya membuka lebar matanya dengan heran saat mereka mendengar perkataan Shidou tapi, mereka langsung mengangguk.
Setelah Shidou memastikannya, dia melepaskan pengikat gorden di dinding dan mengelilingi kasur Tohka.
“Shidou? Apa yang akan kamu lakukan?”
“Aah………..sebenarnya”
Shidou mendekatkan wajahnya dengan telinga Tohka dan secara singkat menjelaskan tentang hal penyegelan ulang dengan suara lembut.
Fumu fumu………….Setelah mendengarkannya, wajah Tohka menjadi merah.
Dia kemudian melihat sekitar untuk memastikan semuanya tidak mendengarkan sebelum kembali melihat Shidou.
“Mu…………..jadi artinya, err, errmmmm, kita akan melakukannya……….disini?”
“Errr………….yah, begitulah”
“Be-begitu……………”
Mata Tohka berenang-renang dengan ragu tapi, dia mengangguk seolah dia membulatkan tekadnya dan menggabungkan kedua tangannya di depan dadanya sebelum menutup matanya.

“Uu………………………….”
Itu sesuatu yang ingin dia lakukan tapi, setelah melihat Tohka seperti itu, Shidou langsung membeku di tempat.
Itu benar-benar seperti putri tidur. Figurnya yang sedang tidur membuat pipa kasur dan gorden putih seperti hutan mawar.
Tapi, dia tidak bisa lama-lama. Shidou mengambil nafas dalam-dalam sebelum menenangkan hatinya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Tohka selagi dia terbaring di kasur.
Namun.
“…………………….?”
Tepat saat wajahnya berada di jarak dimana dia bisa merasakan nafas Tohka. Shidou tiba-tiba mengangkat pandangannya. Entah kenapa, dia merasa seseorang sedang melihatnya.
“Ooaaaaahh……….!”
Dia lalu mengangkat suaranya secara refleks. Perasaan Shidou benar. Gorden yang dia tutup tanpa meninggalkan celah sedikit terbuka dan dari celah tersebut, Yoshino, [Yoshinon], Kaguya, Yuzuru, Miku dan Natsumi berbaris secara vertikal selagi menatap ke arah Shidou dan Tohka.
“Shi-Shidou-san, apa yang kau………..”
“Uhah, melakukannya di tempat seperti ini, berani juga”
“Houu………….Shidou memiliki fetish melakukan apapun yang dia inginkan pada gadis yang tertidur”
“Kesal. Dasar kau nekrofilia”
“Ahh, tidak adil selalu saja Tohka-san! Darling, aku juga! Aku juga!”
“………….Ja-jangan pamer kau homo”
Mereka masing-masing mengatakan sesuatu sebelum 5 orang + 1 benda memasuki gorden.
“U-uwah………….!”
“Nu………….? A-Apa ini!”
Shidou dan Tohka ditumbuk oleh semuanya dan mereka mendorong ke kasur.
Walaupun masih dalam efek [Requiem] Miku, luka para gadis serius. Teriakan kesakitan semuanya bergema di dalam UKS sekolah.
Bagian 3
Bukannya melihat ke atas bintang-bintang kota, dia malah melihat ke bawah.
Cahaya kota. Cahaya jendela. Cahaya lampu mobil. Penerangan berwarna menghiasi kota.-------di atap bangunan tinggi melihat ke bawah kota, Tokisaki Kurumi menyempitkan kacanya selagi menatap beberapa cahaya yang bersinar di dalam kegelapan seperti bintang.
Dia adalah kecantikan bergaun merah darah dan hitam bayangan. Dia berambut hitam yang dikuncir kiri dan kanan tidak merata. Kulitnya seputih porselin.
Setiap ciri-ciri itu lebih dari cukup untuk mengubur keberadaannya di dalam pikiran seseorang. Namun, bagian yang pasti akan terukir ke dalam pikiran orang yang melihatnya pasti mata spesialnya.
---Dia memiliki warna mata yang berbeda. Lebih lagi, warna matanya tidak cocok. Ada angka-angka kecil yang tergambar di mata kirinya yang berwarna emas berkilau dan jarum jamnya *Kachi**kachi* berdetik.
Tentu saja, tidak mungkin perempuan bertubuh spesial ini adalah manusia.
Roh. Bencana pembunuh dunia.
Dia juga salah satu keberadaan yang disebut seperti itu oleh manusia.
“----------------“
Dan. Kurumi sedikit menghela nafas.
Bukan berarti dia tidak tergerak oleh pemandangan yang dia lihat di depan matanya, dan bukan berarti dia menyelam ke dalam sentimental yang manis. Dia sudah membuang perasaan sentimental itu jauh-jauh sudah sejak dulu. Kurumi tidak datang ke bangunan tinggi ini karena dia ingin menikmati pemandangan malam; itu karena lokasi ini memiliki pemandangan seluruh tempat dan membuatnya mudah untuk menggenggam posisi [Grup Kurumi] yang dia lepas ke kota, tidak lebih.
Ya. Dia menyadari beberapa hal dengan kloningnya.
“………Astaga”
Setelah Kurumi sedikit mengangkat bahunya, dia menghela nafas lagi.
Bahkan belum ada beberapa menit, dia menyadari kehadiran seseorang di atap bangunan yang seharusnya tidak ada siapapun. Kurumi berbalik ke belakang.
“------Waw ini pengunjung yang tidak biasa”
Setelah mengatakannya, dia melihat sang pengunjung.
Disana ada perempuan berpakaian serba putih. Alasan kenapa penampilannya dapat terlihat jelas walaupun itu sudah malam karena pakaiannya berkilauan.-------Astral Dress. Apa yang dia kenakan jelas tipe pakaian yang sama seperti yang Kurumi kenakan.
Namun. Kurumi mengangkat bibirnya kepada pengunjung Roh tiba-tiba.
“Lama tak jumpa, Origami-san”
Ya. Wajah Roh itu adalah Tobiichi Origami yang sebelumnya teman sekelas Kurumi dan anggota AST.
“Ufufu, sepertinya aku benar untuk tidak memilikimu saat itu.------Aku tidak pernah berpikir kau akan menjadi selezat ini. Ini di luar dugaanku”
“……………………”
Walau Kurumi menjilati bibirnya, ekspresi Origami tidak berubah. Kewaspadaan, kebingungan, bahkan kebencian tidak dapat terasa dari wajahnya.
Kurumi pikir dia mengisyaratkannya bahwa dia tidak perlu berhati-hati tapi-------sepertinya itu berbeda. Kurumi tidak bisa menjamin untuk beberapa alasan; dia merasa ada motif yang kuat tersembunyi di dalam mata Origami.-----Sangat besar sampai cukup untuk mengabaikan emosi yang dia miliki.
Tapi, Kurumi tidak dapat menangkap apa motif Origami. Setelah diam tuk sesaat, dia saling pandang dengan Origami dan *fuu* menghela nafas.
“Tapi walau begitu, luar biasa kau tahu aku ada disini”
“…………………………”
Saat Kurumi mengatakannya, Origami perlahan mengangkat tangan kanannya ke depan.-----Tangan kanannya menggenggam leher [Kurumi] tak bernyawa.

“Uu……………..aa………………”
Perempuan yang terlihat seperti Kurumi mengerang kesakitan. Saat Kurumi melihatnya, dia menemukan luka disekitar tubuhnya di dalam Astral Dress. Sepertinya dia dihajar habis-habisan sebelum dia bawa kesini.
“----Mungkin sulit untuk menemukan yang sulit tapi, mudah saja untukku saat ini menangkap salah satu kloninganmu yang ada di dalam kota”
Setelah mengatakannya, Origami melepaskan leher kloningan Kurumi.
“Guh……….., *uhuk*………..*uhuk*…………”
Kloningnannya jatuh di atap dan setelah batuk beberapa saat, dia berlari ke bayangan selagi menatap Origami dengan benci.
“Oh waw, kau cukup kasar sepertinya”
“Aku menahan diri untuk membunuhnya”
“Fuun…….begitu”
Kurumi menggeserkan bibirnya dengan jarinya selagi mengangkat alisnya.
“Jadi, apa yang kau inginkan denganku? Jangan bilang kau pikir bisa mengalahkanku saat kau menjadi Roh? Kau akan merasakan kesakitan jika kau mengukur kekuatanku dengan kloninganku”
Setelah mengatakannya, dia membengkokkan jarinya seolah dia mengejek Origami.
Tapi walau begitu, Origami tidak melakukan apa-apa. Dia terus menatap mata Kurumi dengan hening dan berbicara.
“………….Aku tidak datang kesini untuk bertarung”
Apa tak apa untuk mempercayai perkataannya? Jika Origami memang memiliki keinginan untuk melawan Kurumi maka, dia tidak akan melepaskan kloningannya dan membunuhnya.
Namun, Kurumi menggerakkan bibirnya dengan maksud mengejek.
“Oh, perkataan itu tidak pernah terpikir akan keluar dari pembenci Roh Origami. Walaupun kau sedang berhadapan dengan Roh yang sudah membunuh banyak orang, apa tak apa tidak menembak?”
“………………………”
Saat itu, Origami mengangkat alisnya untuk pertama kali. Tapi walau begitu, Origami tidak mencoba untuk menyerang Kurumi.
Dia bukannya tidak punya petunjuk apapun tentang apa yang Origami inginkan. Kurumi mengangkat bahunya berlebihan.
“Lalu apa itu? Bukan undangan minum teh, kan?”
Setelah Kurumi mengatakannya, ekspresi Origami menjadi serius dan memiringkan kepalanya ke depan.
“Aku ingin bertanya 1 hal”
“Pertanyaan……………..huh. Ufufu, jawabanku akan berdasarkan isinya”
Dia bercanda. Origami mungkin mengiranya sebagai simbol pengakuan. Dia terus menatap lurus Kurumi dan melanjutkan perkataannya.
“Angel itu-<Zafkiel> adalah Angel yang bisa mengendalikan waktu. Dan setiap 12 angka punya kemampuan yang berbeda”
“………………….”
Kurumi diam-diam mengelus dagunya.
Apa yang Origami katakan kurang lebih benar………..Tapi, tidak cukup untuk membuat Kurumi waspada. Dia tidak ingat memberikan penjelasan mendetil tapi, Origami pernah melihat Angel Kurumi-<Zafkiel> sebelumnya.
Namun. Kurumi mendekatkan kedua alisnya secara refleks saat mendengar perkataan Origami selanjutnya.
Itu karena,
“-----Apakah ada peluru yang bisa mengirim targetnya ke masa lalu?”
Itu karena Origami dengan tepat mengatakan kemampuan [Peluru ke-12]--------Peluru terakhir yang belum pernah Kurumi tunjukkan.
Namun, untuk perempuan pandai sepertinya, mungkin mudah untuk menganalogikan kemampuan yang tersisa dari yang dia lihat dari <Zafkiel>. Kekuatan untuk mengendalikan waktu--------yang artinya, normal saja untuk berpikir tentang menjelajah waktu.
“……….Jadi bagaimana jika ada?”
Kurumi membalas selagi berwajah curiga.
Mudah untuk berbohong atau bertingkah bodoh. Mungkin karena dia terkejut dan……….lebih penting lagi, saat dia mengatakan [Tidak], dia merasa seolah dia menyangkal keinginannya.
Origami mungkin menganggapnya sebagai ya dan terus berbicara.
“----Tokisaki Kurumi. Aku ingin meminjam kekuatanmu”
“……………huh?”
Kurumi membuka lebar matanya terkejut saat dia mendengar kata-kata yang tak terduga keluar dari mulut Origami.
“Apa katamu?”
“Aku bilang aku ingin meminjam kekuatanmu.------Kekuatan Angelmu”
“………….Ooh….”
Kurumi mengelus dagunya selagi pandangannya merayap ke atas seolah memastikan keinginannya.
“Apa kau bilang aku harus menggunakan [Peluru ke-12] padamu?”
“Ya”
“……………………..”
Setelah Kurumi diam-diam tersenyum damai, dia membuka tangan kanannya.
Senapan infanteri lama keluar dari bayangannya dan berada di dalam genggamannya. Di saat yang sama, Kurumi mengarahkan senapannya ke arah Origami dan menarik pelatuk tanpa keraguan.
Peluru bayangan yang ada di senapan ditembak ke arah Origami.
Tapi, saat kulit lembut Origami akan mengenai pelurunya, tubuhnya menjadi cahaya dan menghilang; peluru bayangan kehilangan targetnya dan menebas lurus ke dalam langit malam.
Setelah sesaat, Kurumi langsung berputar ke belakang setelah dia menyadari sebuah kehadiran dibelakangnya.-------Origam yang baru saja menghilang, sedang berdiri disana.
“Kekuatanmu sangat kuat. Namun, itu tidak berarti apa-apa jika tidak kena”
“………Oh, kau mendapatkan trik sulap yang luar biasa sepertinya”
Kurumi tersenyum bersahabat untuk menghindari ketidaknyamanan padanya untuk melihatnya sebelum mellanjutkan perkataannya.
“Dan, itulah jawabanku. Maaf tapi aku tidak bisa memenuhi keinginanmu. [Peluru ke-12] adalah peluru yang spesial dari semuanya. Tidak ada alasan untuk memberikannya padamu”
Ya. [Peluru ke-12] adalah peluru terakhir Kurumi. Itu satu-satunya cara untuk mendapatkan keinginan Kurumi.
Dia tidak memiliki kewajiban untuk menggunakannya pada Origami yang tiba-tiba muncul entah darimana.
“……………………..”
Walau Kurumi mengatakan demikian, Origami terus berdiri selagi menatap Kurumi.
Setelah beberapa saat, Kurumi *Fuu* menghela nafas setelah kehilangan kesabarannya.
“Aku akan……….bertanya satu hal. Aap yang akan kau lakukan dengan [Peluru ke-12]? Jangan bilang, kau ingin melihat Shidou-san yang masih kecil dan polos……….bukan untuk alasan bodoh seperti itu, kan?”
Bukan berarti dia mengubah hatinya. Tapi dia sangat tertarik dengan apa yang Origami yang sudah mendapatkan kekuatan Roh inginkan dengan [Peluru ke-12].
“………………..”
Setelah Origami merenung untuk sesaat, dia mengangguk dan menggerakkan mulutnya.
“Aku ingin kau menembakku dengan peluru itu.----Aku ingin kau mengirimku kembali ke 3 Agustus 5 tahun yang lalu
“……………….5 tahun yang lalu?”
Kurumi mendekatkan alisnya dengan curiga.
“Apa yang akan kau lakukan disana?”
Saat dia ditanya, Origami langsung menajamkan pandangannya dan melanjutkannya.
“Aku akan kembali ke 5 tahun yang lalu dan membunuh Roh yang membunuh orang tuaku. Aku akan menghapus kematian ayah dan ibuku.-----Aku akan mengubah Sejarah dengan kekuatanku”
Origami mengatakan demikian dan mengepalkan tinjunya untuk menunjukkan determinasinya.
Setelah mendengarnya, Kurumi tersentak.
“……………..Begitu”
Bukan berarti dia tertekan oleh determinasi Origami. Hanya saja---------dia melihat dirinya sendiri di dalam Origami untuk sesaat karena tujuannya.
“Jika aku menolak apa yang akan kau lakukan?”
“Aku akan menggunakan cara apapun untuk membuatmu setuju”
“……………Fuun, sekarang kau sudah mengatakannya”
Setelah Kurumi menggerakkan wajahnya, dia kembali menunjuk senjatanya pada Origami.
Menggunakan cara apapun, mudah untuk mengetahui bahwa kekerasan juga termasuk di dalamnya. Kurumi dapat merasakan maksudnya, untuk memaksanya menembakkan [Peluru ke-12] jika dia merasa ingin melakukannya. Mungkin dia meremehkan Kurumi atau mungin dia merasa tinggi karena kekuatan Roh yang tiba-tiba saja dia dapatkan……….
Tidak, tak terpikirkan kalau Origami salah membaca kekuatannya hanya karena alasan seperti itu. Jika begitu maka, alasan kenapa Origami mengatakan demikian adalah untuk mengejek karena dia pikir dia dapat membuat Kurumi menyerah atau-------dia berdiri di depan Kurumi tanpa menghitung apapun, tak satupun dari pilihan itu.
Sulit untuk berpikir si pintar Origami akan bergerak secara sembrono. Tapi, Kurumi hanya dapat berpikir tindakan Origami yang terakhir.
Alasan kenapa Origami yang tenang dan sabar akan bergerak tanpa berpikir. Alasan kenapa dia berdiri di depan musuh walau dia mengandalkan kemungkinan bahwa dia tidak ada konfirmasi atau itu mungkin atau tidak.
Kemungkinan memperbaiki masa lalu yang rusak.
Kemungkinan menghilangkan peristiwa yang sudah lewat.
Godaan manis seperti itu dapat dengan mudahnya terselip ke dalam hati seseorangnya dan merusak seseorang seperti narkoba. Mereka tidak akan keberatan bahkan jika mereka fakta dan keinginan itu seolah mereka merindukannya.
----Kurumi mengerti sampai terasa sakit.
“…………………..”
Dia diam-diam merendahkan senapannya.
“…….Yah, baiklah. Bahkan aku merasa takut untuk memasuki [Hal sebenarnya] tanpa menggunakan [Peluru ke-12] walau hanya sekali. Sepertinya aku akan menggunakanmu sebagai eksperimen”
“……………..! Benarkah?”
Origami membuka matanya dan berkata demikian. Ekspresinya sangat murni sampai tak terpikirkan untuk Origami yang biasanya dan-------dia terlihat persis seperti anak polos.
“……….Ini menghancurkan getaranku”
Setelah Kurumi menggaruk pipinya, dia batuk untuk mendapatkan kembali kesadarannya.
“Tapi walau begitu, jumlah Reiryoku yang sangat besar dibutuhkan untuk menggunakan [Peluru ke-12]. Tentu saja, aku bahkan tidak punya keinginan sedikitpun untuk menggunakan Reiryoku milikku. Bisakah kau mainkan itu?”
“Aku tidak keberatan. Berapa banyak yang dibutuhkan”
Origami bertanya dengan mata yang tulus. Setelah Kurumi mendirikan jari telunjuknya, dia menyentuh bibirnya untuk berpikir.
“Itu berdasarkan tanggal dan waktu yang dituju. Jika masa lalu maka, jumlah Reiryoku yang dipakai akan bertambah secara pesat. Jika------kembali ke 30 tahun yang lalu maka, cukup menggunaka kehidupan Roh”
“……………….30 tahun?”
Wajah Origami menjadi curiga. Kurumi mengayunkan tangannya untuk mengabaikannya dan kembali melihat Origami.
“Apa lagi------mari kita lihat. Jumlah Reiryoku yang akan digunakan akan berubah berdasarkan seberapa lama kau tinggal di waktu yang kau tuju tapi………..untuk ini, karena aku tidak pernah mencobanya sebelumnya jadi aku tidak bisa mengiranya. Tentu saja, aku berpikir kau tidak akan dipaksa kembali ke masa sekarang segera setelah kau kembali ke masa lalu tapi, kau harus menangani perbedaan waktunya”
“Aku tidak keberatan.-------Tidak masalah jika masih bisa diatasi”
Origami langsung menjawab setelah Kurumi berkata demikian.
Dia mungkin merasa percaya diri karena tidak ada keraguan di dalam matanya.
Sebenarnya, untuk Origami saat ini, bahkan jika Reiryokunya dipakai untuk kembali ke 5 tahun yang lalu, dia mungkin akan memiliki cukup kekuatan yang tersisa untuk bertarung. Reiryoku yang tebal menutupi Origami sampai dapat terasa hanya dengan berdiri di depannya.
“Begitu----Maka”
Setelah Kurumi berputar di tempat, dia mencubit roknya dengan tangan kirinya dan menghormat berlebihan.
“Mari kita mulai. ------baiklah, datanglah, <Zaaaaaaaffkieeeeeeell>”
Dan seolah menyamai suaranya, jam raksasa muncul dari bayangan yang ada di bawah kaki Origami.
Saat itu, bayangan Kurumi membesar dan merayap di atap bangunan sampai mencapai kaki Origami.
“------Ini”
Dia langsung menyadari sesuatu yang tidak normal. Kedua alis Origami mendekat.
“Ufufu, apa kau ingat?”
Kurumi mengangkat bibirnya dan tersenyum. Origami melangkah ke bayangan ini terakhir kali di sekolah.
<Kastil pelahap waktu>. Itu adalah kemampuan Kurumi yang akan mengisap [Waktu] Kurumi saat mereka melakang ke dalam bayangan itu. Itu bukan jarak yang biasanya dia pakai dan bayangannya terbatas; ini adalah versi spesial untuk langsung menghisap Reiryoku target. Sepertinya, Origami merasa kekuatannya dihisap sangat cepat.
“Ini kesempatan terakhir jika kau ingin pergi. Aku jujur saja. Mungkin, aku hanya akan mencuri Reiryokumu dan membatalkan perjanjiannya kau tahu?”
Setelah mengatakannya, dia tersenyum menjijikkan.
Tapi, Origami melihat lurus ke arah Kurumi dan tidak memalingkannya.
“……..Tapi walau begitu. Aku tidak punya pilihan lain selain mengandalkanmu”
“Begitu”
Itu adalah perkataan yang tak terpikirkan keluar dari Origami yang perhitungan. Setelah Kurumi menghela nafas dengan lelah, dia menunggu sampai dia dapat Reiryoku yang cukup dari Origami sebelum menggenggam senapan di tangan kanannya dan menuangkan segenap kekuatannya.
Seperti yang dia bilang tadi, dia tidak punya pilihan selain menghisap semua Reiryoku Origami. Bahkan walau dia tidak melakukannya, dia bisa menghisap Reiryoku lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk [Peluru ke-12].
Tapi Kurumi tidak melakukannya. Alasannya……..dia juga tidak tahu.
Mungkin, dia hanya ingin melihatnya.
Perempuan yang mencapai metode itu selain dirinya-------takdir macam apa yang akan terbuka oleh perempuan ini.
---atau mungkin, bagaimana dia mencapai akhirnya.
“<Zafkiel>-------[Yud Bet]!!”
Dia kemudian berteriak. Nama peluru terakhir yang belum pernah dia pakai selagi menggenggam kemampuannya.
<Zafkiel> membuat retakan yang tidak pernah dia dengar sebelumnya sampai sekarang dan mulai memancarkan cahaya hitam. Reiryoku yang berlebihan menjetik di sekitar seperti petir, memercikkan api di sekitar.
Kemudian berpusat pada satu titik----angka XII dan bayangan yang tebal mulai keluar dari situ sebelum terhisap oleh senapan Kurumi melewati mulut pipanya.
Senapan yang terisi oleh peluru terasa menggoyangkan tangannya Reiryoku yang sangat singkat meluap di dalam senapannya.
Seperti sesuatu yang tak terlihat sedang mencegah Kurumi menembakkan pelurunya. Seperti memegang kekuatan yang tidak taat akan alasan dan Tuhan------keberadaan yang melampaui fenomena ireversibel dan tak terelekkan sepanjang waktu.
Setelah Kurumi *nii* menggerakkan bibirnya, dia menunjuk senapannya pada Origami---dan menarik pelatuknya.
“Oke, bersenang-senanglah, Origami-san---------jadi kau bisa mencapai keinginanmu”
Peluru hitam yang ditembak dari senapan melayang lurus selagi meninggalkan bekas hitam di udara-----
“………!”
Saat Origami menyentuh dadanya; tubuhnya melengkung ke rotasi peluru.
Lengkungannya menjadi lebih besar dan tak lama kemudian, tubuh Origami bergerak ke dalam lintasan peluru dan menghilang.
“………….fuu”
Setelah sesaat, Kurumi melihat ke tempat Origami berdiri tadi selagi tertiup oleh angin malam selagi merendahkan senapannya.
“---Tunjukkan padaku. Tindakan yang bodoh dan sembrono untuk mengatur ulang dunia; dan seberapa banyak yang akan diampuni Tuhan”
Kurumi bergumam demikian sebelum menyantaikan tangannya dan menjatuh senapannya ke dalam bayangan.
Bagian 4
“uu…………………”
Origami sedikit mengerutkan alisnya. Saat peluru Kurumi menembak dadanya, dia diserang oleh perasaan keberadaannya diputar dan kesadarannya menjadi pecahan.
Tidak ada rasa sakit. Malahan, perasaan mabuk dan ingin muntah berada di leher Origami seolah kakinya dipegang dan diayun-ayun secara kasar.
“………………….uh”
Setelah sesaat, Origami tersentak.
Saat kesadarannya kembali, tarikan gravitasi yang kuat dan perasaan melayang di langit menyerangnya kali ini.
Ya. Saat ini, Origami sedang terbalik dan terjatuh dari langit.
“Fuu------“
Origami mengerahkan segenap kekuatannya dan menghentikannya di tengah udara sebelum memperbaiki posturnya.
Metodenya tidaklah berbeda dengan memanipulasi Teritori saat dia menggunaka CR-Unit. Dia akan membuat perintah di dalam pikirannya memutar udara yang ada di sekitarnya setelah menyamainya.
Entah kekuatan Roh dan Wizard pada dasarnya sama atau perasaan Origami dalam mengendalikan CR-Unit tersambung ke dalam pikirannya menggunakan kekuatan Roh.
Jika perasaan [Melayang di langit] tidak ada dalam pikirannya maka, dia pasti akan terpental jatuh ke tanah setelah dia tidak bisa langsung memutuskan.------walaupun, Origami saat ini tidak akan mati walau jatuh dari tempat setinggi itu.
“Ini………………”
Kedua alis Origami mendekat dari rasa nyeri yang tersisa di kepalanya selagi melihat sekitar langit.
Itu perasaan yang aneh. Langit yang tadinya gelap, berubah menjadi terang seperti adegan mundur. Dia tidak tahu waktunya secara jelas tapi, mungkin sudah akan malam. Ini adalah waktu dimana matahari mulai terbenam dan bayangan mulai memanjang.
Setelah melihat-lihat kota dari langit, dia menemukan pemandangan tempat yang agak berbeda dari yang dia lihat di bangunan.
Lebih spesifik lagi, bentuk jalanan dan blok tidaklah berbeda. Bangunan yang berbaris dan pola papan iklan yang tergantung berbeda dari ingatan Origami.
Jika dia harus mengatakan hal lain yang berbeda, pohon yang tumbuh disamping sisi jalan dan pohon yang ada di taman berbeda dengan yang tadi. Di dalam ingatan Origami, pohonnya ditutupi oleh daun merah tapi pohon yang dia lihat sekarang penuh dengan daun hijau seolah sedang berada di tengah musim panas.
Origami melihat lurus ke bawah. Dia menemukan bahwa dia sedang berada tepat di tengah pondasi bangunan tinggi dan beberapa peralatan berat terbaris disana.
---Sekarang Origami memikirkannya, bangunan dimana Kurumi dan Origami berbicara tadi belumlah selesai 5 tahun yang lalu.
Dia kemudian mengenalinya dan mengangkat wajahnya lagi.
“----Kota Tenguu dari 5 tahun yang lalu”
Origami merasa merinding di seluruh tubuhnya saat dia mengucapkannya. Detak jantungnya menjadi lebih kencang dari kegembiraan dan dia tidak dapat mengatakan apapun untuk sesaat.
Tapi itu normal saja. Siapa yang akan menyalahkannya saat dia menjadi bengong dari menyentuh keinginannya yang tidak pernah terpikir akan terkabulkan. 5 tahun. Siapa yang akan tertawa pada emosi seorang perempuan saat dia mengorbankan hidupnya untuk balas dendam selama separuh masa hidupnya.
Dia menjadi Roh dan kembali ke masa lalu untuk membunuh Roh yang membunuh orang tuanya dengan kekuatan Roh. Itu situasi yang sangat aneh. Sepertinya, jika ini diberitahu pada Origami dari masa lalu, dia hanya akan menganggapnya sebagai lelucon dan peristiwa menggelikan.
Namun, dia tahu ini semua kenyataan yang dia rasakan dengan kelima indranya. Dia tidak perlu mencubit pipinya untuk meyakinkan bahwa ini benar.
Saat ini--------Origami kembali.
Ke 3 Agustus, 5 tahun yang lalu.
Hari dimana orang tuanya dibunuh Roh.
Dia berharap, menginginkan dan mendambakan-------Dia kembali ke hari yang jauh dari raihannya.
“---Aah”
Origami mengeluarkan kekagumannya dengan volume orang lain tidak dapat dengar sebelum menghela nafas.
Dia kemudian mengepalkan tinjunya dan menajamkan pandangannya seolah dia menulis ulang determinasinya.
---Itu cukup untuk sekarang.
Kata-kata yang lain akan keluar setelah dia menyelesaikan tujuannya.
Ya. Origami akhirnya berada di panggung. Bagian yang penting dimulai sekarang.-----Origami mengingat kembali pemandangan yang dia lihat hari itu.
Kota yang terbakar. Orang tuanya terhapuskan oleh cahaya yang turun dari langit.-------Siluet dari Roh yang dibencinya melayang di langit.
Dia akan membunuh Roh itu sebelum dia membunuh ayah dan ibunya. Dia akan membuat peristiwa kematian ayah dan ibunya tidak pernah terjadi. Dia akan menulis ulang dunia ke dunia yang [Seharusnya] terjadi.
Origami tidak akan memaafkan air mata apapun sampai ini selesai.
Musuhnya adalah Roh dan dunia. Namun, tidak ada fragmen rata-rata dan keraguan di dalam hati Origami.
Satu-satunya hal yang ada di dalam hatinya balas dendam yang membara dan harapan yang bercahaya.
Setelah Origami menggaruk ujung matanya dengan jempol untuk menghapus air mata yang merembes, dia mengubah arah tubuhnya dan mengangkat suaranya.
“<Metatron>………..[Malakh]”
Di saat yang sama, partikel cahaya berkilau di sekitar Origami dan semuanya berkumpul di belakang Origami sebelum <Metatron> berubah menjadi bentuk sayap.
Tentu saja, arahnya------adalah selatan.
Dia mengarah ke kota Tenguu Nankou tempat dia tinggal sampai 5 tahun yang lalu.
Walaupun dia berhasil menjelajahi waktu, dia tidak tahu berapa lama dia bisa tinggal. Dia harus bertindak cepat. Jika dia datang sejauh ini dan tidak menemukan Roh untuk membalaskan dendamnya maka-----tidak, bahkan jika dia menemukan Rohnya tapi sampai ke batas waktu sebelum mengalahkannya maka benar-benar pemandangan yang menyedihkan untuk dilihat.
Origami menajamkan kebencian yang terus berlabuh di dalam hatinya untuk bertahun-tahun selagi bergegas ke arah pemukiman tujuannya.
Tidak lama kemudian, suara yang keras bergema ke dalam telinganya.
Dia pikir itu adalah alarm gempa luar angkasa untuk sesaat tapi-----itu salah. Ini adalah alarm kebakaran, dan juga suara sirine ambulan dan mobil pemadam kebakaran.
“……………….”
Di saat yang sama, Origami dapat merasakan kabut panas dari depannya.
Itu bukan perumpamaan atau lelucon. Area pemukiman yang ada di pandangannya terbakar oleh api merah seolah kota sedang diserbu. Suara alarm dan sirine bercampur, suara bangunan runtuh, suara membakar yang sangat keras, teriakan orang berlari dengan kacau; semua pemandangan ini dapat disebut juga sebagai neraka.
Ini juga ada di dalam ingatan Origami. Kebakaran besar yang melanda kota Nankou 5 tahun yang lalu.
Peristiwanya sedang terjadi di depannya.
“…………Maka------“
Ingatan masa lalu muncul kembali dan menyebabkan Origami bengong untuk sesaat tapi, dia langsung mendapatkan kembali kesadarannya.
Kebakarannya disebabkan oleh Itsuka Kotori----Roh api <Efreet>. Dia tidak bisa mengendalikan kekuatan Rohnya dan efek sampingnya adalah Reiryokunya yang berlebihan mengubah yang ada di sekitarnya menjadi lautan api.
Maka itu seharusnya ada disana.
---Roh lain yang mengubah Itsuka Kotori menjadi Roh.
“Fuu------------“
Di saat Origami mengenalinya, dia merendahkan ketinggiannya dan terbang ke dalam kota.
Percikan api berhamburan, asap beterbangan, dan pandangannya sangatlah jelek. Tapi, Origami tidak peduli dan merangkak pandangannya ke dalam kota.
Dia kemudian-----menemukannya.
Dia melihat anak lelaki SD dan anak perempuan dengan Astral Dress yang mengkilau.
“…………, Shidou…………!”
Origami mengeluarkan suaranya secara refleks.
Ya. Tidak salah lagi; itu adalah cinta Origami-Itsuka Shidou dan adiknya------Itsuka Kotori dari 5 tahun yang lalu.
Yang artinya-------
“---------“
Origami menelan ludahnya selagi mengalihkan pandangannya dari Shidou.
Tepat di sebelah Kotori dan Shidou yang terbaring di tanah.
Di sana.
[Itu] ada di sana.
Usia, jenis kelamin, tinggi, tidak ada yang bisa dimengerti tapi, [Sesuatu] itu jelas ada di sana.
Roh dengan noise yang menghalangi keberadaannya berdiri di sana.
Seperti yang dia pikir, itu mewakili keberadaan yang memberikan Origami kekuatan Rohnya.------apa itu keberadaan yang sama? Atau mungkin itu keberadaan yang berbeda yang menyembunyikan keberadaannya dengan cara yang sama.
Tapi, itu semua adalah hal sepele yang berharga untuk Origami sekarang.
“----Ketemu”
Origami bergumam demikian.
Di saat yang sama, dia merasa temperatur tubuhnya berkurang secara cepat.
“Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu. Ketemu.”
Kesarannya menjadi jelas dan pandangannya------hanya ada Roh-<Phantom> di dalamnya.
Walaupun dia akhirnya menemukan target yang sudah dia dambakan seperti sedang jatuh cinta, pikiran Origami sangatlah dingin.----sangat dingin sampai dia mungkin bisa radang dingin.
Dia merasa seluruh keberadaannya mengkalibrasi sendiri untuk membunuh [Itu]. Saat ini, Origami penuh dengan kebencian dan juga pedang.
“-------<Metatron>”
Dia mengangkat tangan kanannya dan memanggil namanya.
Saat dia melakukannya, sayap yang ada di belakangnya terbang di langit secara berkelompok dan menunjukkan ujungnya ke bawah.
Selanjutnya, bim menyembut keluar dari ujung <Metatron> dan menyerang <Phantom> yang sedang berdiri di tanah.
Tapi, saat cahayanya akan menyentuhnya, <Phantom> menghilang dari tempatnya saat dia berpikir <Phantom> bergetar.
“…………………”
Namun, Origami tidak kebingungan.-----Dia perlahan mengangkat wajahnya ke depan.
Saat dia melakukannya-----dia menemukan <Phantom>, yang tadi ada di tanah, sama tingginya dengan Origami. Sepertinya dia menghindari serangan Origami secara sekejap dan melayang ke sini.
“----Ah-re?”
<Phantom> berbicara padanya untuk mendengar suaranya.
“Saat aku berpikir siapa yang tiba-tiba menyerangku…….apa kau seorang Roh?”
Karena ada noise yang menutupi tubuhnya, dia tidak bisa melihat ekspresinya secara detil tapi, dia entah bagaimana tahu <Phantom> sedang dalam posisi terkejut. Dia melihat Origami dengan sikap penasaran dan melanjutkan perkataannya.
“Apa lagi, Angel itu------<Metatron>………? Apa yang terjadi? Aku masih memiliki kristal Sephira”
<Phantom> memiringkan kepalanya dan berkata demikian.
Dinilai dari perkataannya, Origami berspekulasi bahwa Roh yang ada di depannya sekarang adalah keberadaan yang sama dengan [Sesuatu] yang memberinya Reiryoku.
Namun, Origami tidak lagi memendam rasa jijik yang dia dapat saat dia mendapatkan kekuatan dari targetnya. Malahan, Origami merasa gembira yang dekat dengan keunggulan dimana dia berpikir untuk membunuhnya dengan kekuatan yang diberikan tak lain oleh dirinya sendiri, kesalahan <Phantom>.
“Hei, siapa kau? Darimana kau datang? Kenapa kau menyerangku?”
“----------Aaaaaaaaaaaaaaah!”
Origami tidak menjawab dan berteriak sebelum mengarahkan tangan kanannya ke depan.
Seolah menyamainya, ujung <Metatron> mengarah ke depan dan menembakkan bim ke arah <Phantom>.
Tubuh <Phantom> bergetar seperti tadi dan menghindarinya dengan sangat tipis.
“………….Itu jelas <Metatron>-------huh. Maka satu-satunya cara yang dapat terpikirkan adalah………..Apa kau menjelajahi waktu menggunakan kekuatan <Zafkiel>? Jika begitu maka………..itu sedikit tak terduga. Aku tidak habis pikir perempuan itu akan meminjamkan kekuatannya ke orang lain”
<Phantom> bergumam pada dirinya sendiri. Tapi, Origami tidak peduli sekarang.
“[Kaddour]………..!”
---Origami merentangkan kedua tangannya. Seolah menyamai tindakannya, bentuk sayap <Metatron> benar-benar terpisah menjadi bagian dan terbang ke langit sebelum ujungnya menunjuk <Phantom>.
“—Haaaaaaaaaaa!!”
Di saat Origami berteriak, bim ditembak ke arah <Phantom> dari semua ujungnya.
“----uh”
<Phantom> tersentak dan hampir saja tidak dapat menghindari bim yang meluncur di langit.
Namun, <Metatron> terus menyerang dari segala arah tanpa henti. Ini dalam kekuatan penuh dan berbeda dari tembakan pertama karena dia menahan kekuatannya untuk menghindari Shidou terseret ke dalam hal ini.
<Phantom> mungkin memutuskan itu akan kena pada akhirnya jika dia diam disana. Itu kabur ke belakang untuk menghindari jangkauan <Metatron> dan terbang ke langit untuk kabur dari Origami.
“Aku tidak akan membiarkanmu lari……….!”
Setelah Origami menajamkan pandangannya, dia menendang tanah untuk mengejar <Phantom> selagi masih menunjukkan <Metatron> ke sekitarnya.
Dia menembakkan beberapa bim selagi mengejar <Phantom> yang sedang melayang di langit dan membuat manuver yang rumit. Walaupun <Phantom> menghindari semuanya, jaraknya perlahan menjadi dekat.
“Haaa………….sepertinya diriku di masa depan akan cukup mendendam padamu”
Sampai kapan pengejaran ini terus berlanjut, <Phantom> mengatakannya dengan kesal selagi terbang dengan bebas di langit dan menghindari bim.
“………….Fut, maaf, aku tidak bisa membiarkanmu membunuhku disini.-----Bahkan aku memiliki keinginan yang ingin diwujudkan apapun yang terjadi”
“…………uh”
Alis Origami mendekat saat dia mendengar perkataan itu.
“Sebuah-------Keinginan?”
Seolah merespon perkataan Origami, <Metatron> terbang ke langit seperti elang dan membuat barisan cahaya di langit.
“Kau membunuh…………ayah dan ibuku, dan kau masih menginginkan keinginan……..? Jangan bercanda denganku. Jangan bercanda denganku. Jangan bercanda denganku…………….! Aku tidak akan memberikanmu waktu untuk berharap. Aku tidak akan memberikanmu waktu untuk meminta keinginan. Kau akan mati tanpa mendapatkan apapun. Kau akan menghilang tanpa meninggalkan apapun. Pergilah dari dunia ini dengan menyesal dalam hati yang kosong itu---!”
Namun. <Phantom> memiringkan kepalanya dengan heran setelah mendengarkan perkataan Origami.
“Ayah dan ibu………? Apa yang kau bicarakan? Aku tidak ingat. Maaf, tapi apa kau salah mengiraku dengan orang lain?”
“………….!”
Origami tersentak saat dia mendengar perkataan <Phantom>.
Namun, balasan <Phantom> itu normal. Itu karena saat ini, <Phantom> masih belum membunuh orang tua Origami. Itu mungkin adalah fakta yang tidak dapat dijawab bahkan jika ditekan oleh kejahatan yang belum dilakukan.
Tapi. Jawaban <Phantom> menunjukkan kebenaran yang jelas.
<Phantom> mengatakan ini. [Aku tidak ingat].
Yang artinya, entah <Phantom> berpura-pura bodoh, di situasi dimana <Phantom> akan membunuh orang tua Origami dalam beberapa menit lagi, <Phantom> bahkan tidak mengetahui nama dan keberadaannya.
Tindakan itu tidak masuk dalam perhitungan, dipikirkan------dan tidak ada alasan apapun di dalamnya.
Kepada Roh ini, fakta bahwa membunuh orang tua Origami bukan untuk prinsip atau tujuan apapun, entah itu karena keisengan------seperti menghentakkan semut di sisi jalan; hanya untuk peristiwa tidak penting seperti itu.
Di dalam kepalanya yang marah, Origami merasa kepalanya menjadi lebih berantakan.
Kemarahan mengisi tubuhnya dan terasa seperti akan keluar menembus kulitnya.
Bahkan Origami tidak lagi memiliki kata-kata untuk mendeskripsikan perasaan ini. Kemarahan. Kebencian. Kejijikan. Kata-kata itu bahkan tidak bisa menunjukkan 10% kegilaan yang ada di hati Origami.
Tapi yang jelas adalah------dia tidak akan membiarkan <Phantom> ini ada di dunia ini.
“Kau----Sialaaaaaaaaaaaaaannn!!”
Bersamaan dengan teriakan, <Metatron> yang terbentang di langit menembakkan bim bersamaan dan menyerang <Phantom>. Namun, <Phantom> menghindari semuanya dengan gerakan yang sempurna.
Tapi-----itu masih dalam perhitungannya. Origami melihat kebiasaan menghindar <Phantom> selama beberapa menit pertarungan dan dengan sengaja menembak bim dengan cara yang mudah dihindari.
Ya. Dia membuatnya jadi <Phantom> hanya dapat bergerak di zona aman. Semua bim dibuat begitu agar mudah dihindari. Namun di sisi lain, bimnya membentuk kurungan cahaya di sekitar <Phantom>.
Hanya bertahan sesaat untuk mempertahankan bentuknya. Namun, itu sudah lebih dari cukup untuknya.
“----Haaa!”
Tepat selagi bim cahaya masih ada di langit, dia mengumpulkan <Metatron> dan membuatnya berbentuk mahkota di atas <Phantom> sebelum mengarahkan bim yang sangat besar dari ujung bawah dari langit seolah bermaksud untuk menjatuhkan <Phantom>.
“……………ch”
Ini pertama kalinya <Phantom> cemas.
Namun, penilaiannya cepat. Itu mungkin sudah mengira mustahil untuk menghindari serangannya tanpa merasa sakit. <Phantom> menabrak kurungan cahaya yang mengelilinginya dan menghindari bim yang berjatuhan dari atas hanya dengan perbedaan yang tipis. Dengan Reiryoku yang terkumpul dalam satu serangan pamungkas itu, serangan Origami menembus ke tanah seperti kehilangan targetnya.
Di saat yang sama, dinding Reiryoku yang menutup <Phantom> menyentuh bim <Metatron> membentuk kurungan dan menyebabkan percikan Reiryoku disekitar seperti kembang api. Cahaya yang kuat menyebar di dekatnya dan membutakan Origami untuk sesaat.
Tapi, <Phantom> tidak mengambil kesempatan itu untuk menyerang Origami.
Itu berhenti di tempat dan berbicara dengan suara tenang.
“…………Itu luar biasa. Bahkan aku tidak bisa menghindarinya. Berpikir bahwa kau bisa menggunakan <Metatron> sebagus ini”
“----------?”
Dan. Origami mengangkat alisnya secara refleks.
Dia tidak bisa menentukan apakah itu perempuan atau lelaki dan suara <Phantom> yang tidak jelas tadi sekarang menjadi lebih jelas dan menggetarkan gendang telinga Origami.
Itu adalah suara----perempuan muda.
“……….Namun, ini masalahnya. Aku ingin menghindari masalah jika mungkin tapi, tidak terpikirkan olehku untuk memberikan kristal Sephira untuk perempuan sehebatmu………..Selagi tahu kau akan melawanku, ini artinya aku akan membuat Roh pemberontak………..huh”
Setelah berkata demikian, <Phantom> berbalik dan menghadapkan punggungnya ke arah Origami.
Penampilannya bukan lagi keberadaan yang tidak jelas yang tertutupi oleh noise-----itu adalah perempuan berambut panjang yang tertiup angin.
Sepertinya, noise yang menutupinya hilang sesaat saat dia memaksa untuk merusak kurungan cahaya. Identitas <Phantom> yang belum bisa dia kenali sampai sekarang, ditampilkan dibawah cahaya matahari.
Tapi, bukan itu saja alasan kenapa Origami menghentikan serangannya walau untuk sesaat.
---Dia merasa pernah mendengar suaranya sebelumnya.
“Kau------“
Perempuan itu mengabaikan suara Origami dan melanjutkan perkataannya.
“………Yah, aku tidak punya pilihan lagi. Aku akan menyambut kelahiran Roh yang kuat. Aku akan dengan tenang menerima serangan ini. Semuanya------untuk keinginanku”
Setalah mengatakannya, perempuan itu tidak menunjukkan wajahnya pada Origami dan sedikit mengayunkan tangannya.
“---baiklah sampai jumpa lagi. Aku akan pergi sekarang. Aku sudah mencapai tujuanku hari ini. Sebenarnya, aku ingin lihat lebih banyak kekuatanmu tapi……….jika aku diam disini terlalu lama, tidak ada hal yang bagus akan terjadi”
Dalam sekejap, perempuan itu perlahan menghilang ke udara.
“………..! Tunggu!”
Origami memisahkan <Metatron> menjadi pecahan lagi menembakkan beberapa bim ke punggung perempuan itu.
Tapi----sudah terlambat.
Bim <Metatron> menembus bayangan perempuan itu dan menjauh ke langit.
“Kuh----“
Setelah Origami menatap udara perempuan itu menghilang, dia menggertakkan giginya dengan kesakitan.
Penyesalan membiarkan pembunuh orang tuanya lari di depannya memenuhi tubuhnya.
“………………………..”
Tidak. Origami menggelengkan kepalanya untuk membantah pikiran itu.
Memang benar bahwa Origami membiarkan <Phantom> kabur. Dia tidak dapat membunuh pembunuh orang tuanya.
Tapi, dia berhasil mencapai tujuan yang lebih besar.
Ya. Kepergian <Phantom> artinya------tidak ada Roh yang membunuh orang tua Origami.
“----Ah, ah”
Origami melihat ke atas langit selagi mengeluarkan suara.
Orang tua Origami terhindar dari terbunuh.
Ini-----akan merubahnya.
Dunia akan terbentuk ulang.
Saat batas waktu peluru Kurumi habis dan dia kembali ke masa sekarang, kedua ayah dan ibunya akan dengan lembut menyambutnya dengan senyuman.
“Ayah……….Ibu……………”
Air mata mengalir dari sudut matanya.
Origami sudah mencapainya.
Dia mendapatkan kembali orang tuanya dengan tangannya.
Dia menghapus fakta yang seharusnya tidak bisa dibalik.
---dan.
“…………?”
Saat itu.
Origami menyadari suatu hal.
“Ini……………..”
Selagi mengatakannya, dia melihat ke bawah ke pemandangan yang ada di bawah matanya.
Tentu saja, itu bagian dari area penduduk yang tertutup oleh api. Namun, sekarang dia lihat baik-baik, dia merasa mengenal bentuk jalannya.
Ya. Itu adalah tempat Origami tinggal dulu.
“--------Eh?”
Lalu. Origami mengeluarkan suara lembut.
Ada perempuan, tepat di bawah Origami yang sedang melayang di langit.
Setelah melihatnya, Origami terserang oleh perasaan seolah tubuhnya diremas.
Itu anak perempuan SD dengan rambutnya sepanjang bahu dan diikat oleh jarum. Dia berwajah lucu tapi, wajahnya saat ini tragis karena ekspresinya kosong dan tertutup oleh noda hitam.
“Itu-------“
Suara Origami keluar dari mulutnya yang bergemetar.
Tidak salah lagi. Tidak mungkin dia salah. Itu.
---Itu Origami 5 tahun yang lalu.
“Eh……….Ah------“
*Dokun**dokun*.
Jantungnya berdetak sangat kencang.
Dia merasa kepalanya menjadi berantakan.
Penglihatan, pendengaran, penciuman-----beberapa indranya mati dan dorongan untuk mematikan informasi dunia luar di dalam dirinya.
Tapi, Origami melihatnya.
Selagi dia setengah sadar, dia menggerakkan pandangannya.
--Ke depan arah Origami SD duduk melihat.
“Ah………………..ah………………..”
Di depan Origami 5 tahun yang lalu. Dia melihat reruntuhan yang sangat besar yang berbekas dibanding yang lain di sekitarnya.
Jalan aspal benar-benar hancur. Tidak peduli seberapa kacau kebakara, tidak ada api yang bisa membuatnya seperti itu.
Seolah-----bekasnya terbentuk dari bim cahaya yang berjatuhan dari atas langit.
Dan di tengah reruntuhan.
Daging dan tulang yang tak terhitung jumlahnya yang berbentuk manusia yang beberapa menit lalu tersebar di tengah.
Ya. Itu tepat dimana…………Origami menembak bim ke arah <Phantom> tadi.
“Ah, ah, ah, ah, ah, ah………….”
Pandangannya terguncang. Tenggorokannya tersumbat. Jarinya bergemetar.
---Pandangan yang dia lihat dengan jelas tadi teringat kembali.
5 tahun yang lalu. Origami, yang kembali ke area perumahan yang ditutupi api, disatukan dengan orang tuanya di depan rumahnya.
Ayah dan ibunya selamat. Origami sangat senang dan lega.
Tapi, selanjutnya, sebuah cahaya turun dari langit dan menghapus orang tuanya di depannya dalam sekejap.
Dia bisa mengingat itu jika dia menutup matanya; itu pemandangan yang jahat.
………………..Ya, Origami melihat ke atas langit saat itu.
Tepat di arah dimana cahaya itu jatuh. Dia melihat seolah untuk menemukan pelaku yang membunuh orang tuanya.
Dia kemudian-----melihatnya.
Di langit. Ada 1 siluet.
Ini bagaimana Origami 5 tahun yang lalu yang tidak tahu tentang keberadaa Roh menggambarkannya.
Sebuah Angel.
“----------“
Origami dari 5 tahun yang lalu kemudian melihat ke atas dari tanah dan melihat ke arah Origami.
Origami mengikuti pandangannya dan merendahkan pandangannya ke tangannya yang gemetaran.
Dia kemudian melihat sekitar tubuhnya.
Astral Dress putih yang bersinar menutupi tubuhnya.
[Sayap] yang tak terhitung jumlahnya melayang di langit di sekitarnya.
Jika orang asing melihat penampilannya.
---mereka mungkin akan melihatnya sebagai Angel.
“Ah-ah-ah-aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh”
Seluruh tubuhnya bergemetar.
Origami memegangi kepalanya dan memutar tubuhnya.
Dia merasa tubuhnya rusak dan menghilang.
Tidak, itu mungkin sesuatu yang dekat dengan hasrat.
Kejijikan untuk langsung menghapuskan dirinya sendiri, memenuhi otaknya. Keputus asaan untuk tidak memaafkan keberadaanya memenuhi celah hatinya.
Saat itu, Origami kecil yang ada di tanah membuka mulutnya selagi berekspresi marah dan putus asa.
Suaranya tidak dapat terdengar karena terhapus oleh suara bangunan runtuh dan sirine yang bergema.
Tapi, perkataannya jelas mencapai kepala Origami walaupun suaranya tidak menggetarkan gendang telinganya.

---Itu kau………kaulah yang membunuh ayah dan ibuku.

---Aku tidak akan memaafkanmu……! Bunuh…………aku akan membunuhmu! Aku pasti------akan……………!


Itu.
Itu tidak lain adalah sumpah yang terus berulang di dalam pikiran Origami.
Origami mengerti semuanya.
Dia tidak sengaja mengerti.
5 tahun yang lalu. Disini, di kebakaran kota Tenguu Nankou ada beberapa Roh seperti yang Shidou dan yang lain katakan.
Tapi………………bukan 2 Roh.
Roh yang menyebabkan kebakaran, <Efreet>-Itsuka Kotori.
Roh yang membuat Kotori menjadi Roh, <Phantom>.
Dan----Roh yang kembali dari masa depan untuk membunuh <Phantom>………Origami.
Ada 3 Roh disana.
Origami mengeluarkan suara yang samar.

“…………..A-Aku……….yang membunuh ibu dan ayah------?”

Ya. <Phantom> tidak membunuh orang tua Origami.
Serangan lurus yang membunuh orang tua Origami.
Tidak lain adalah cahaya yang dilepaskan Origami menggunakan <Metatron>.
“Ah, ah, ah”
Saat dia mengenalinya.
Origami merasakan ilusi seolah warna pemandangan menjadi terbalik.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”
Dia meras dunia menjadi terbalik.
Tepat sebelum kesadaran Origami menghilang, dia merasa hatinya menjadi hitam.

Date A Live Jilid 10 Bab 4 Kebenaran LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Marcellino Novaldo

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.