19 Maret 2016

Date A Live Jilid 10 Bab 3 LN Bahasa Indonesia

Date A Live Jilid 10
Bab 3
 Angel

Bagian 1
Kembali ke 10 menit yang lalu.
Di dalam bangunan terbengkalai, Shidou terus berjuang selagi terikat pada kursi.
“Kuh, lepaskan……!”
Walaupun dia memukul kursinya dengan tangannya, borgol logam itu tetap tidak mau hancur. Sama halnya, kursi ditancapkan ke lantai dengan paku, juga tidak bergerak sama sekali.
“Sialan…………..aku seharusnya tidak melakukan ini saat ini…….! Origami! Origami!”
Walaupun dia berteriak, tidak ada satupun yang akan menjawabnya. Dia hanya dapat mendengar suaranya memantul kembali dari dinding selagi mengerutkan keningnya.
Dia tidak tahu dimana bangunan terbengkalai ini tapi, bukannya sama sekali tidak ada tanda kehadiran orang-orang di sekitar. Satu-satunya hal yang bisa dia dengar adalah pintu berderit karena angin dan terkadang suara klakson mobil dari kejauhan.
Namun, ini hal yang wajar. Itu karena, ini adalah tempat kurungan yang Origami pilih. Tempat ini seharusnya sulit ditemukan oleh siapapun.
Tapi…………mengetahui itu hanyalah membuatnya putus asa.
Menghabiskan waktu yang lama bersama Origami, dia dapat mengerti jalan pikirannya. Tidak mungkin dia akan memilih tempat seperti [Tempat dimana tidak ada satupun yang akan lewat] untuk mengurung Shidou.
Alasannya mudah. Jika hanya Origami yang satu-satunya mengetahui tempat ini maka; tidak ada satupun yang dapat menyelematkan Shidou jika terjadi sesuatu pada Origami.
Tentu saja, ada kemungkinan sebuah program sudah disiapkan untuk mengirim pesan tentang lokasi Shidou ke polisi atau sekolah setelah beberapa saat. Tapi, dengan jaminan yang sedikit, Origami mungkin mempertimbangka seseorang melewati daerah ini setidaknya setiap 2 atau 3 hari jadi Shidou tidak akan mati kelaparan.
Terutama untuk situasi ini, Origami melakukan ini agar Shidou tidak terseret dengan pertarungannya melawan Roh. Tidak ada masalah untuknya jika Shidou terjebak disini seharian.
Lalu---------ada kemungkinan [seseorang] lewat sini setiap 2 atau 3 hari akan muncul. Mempertaruhkan kemungkinan kecil itu, Shidou terus berteriak.
“Seseorang! Apa ada seseorang disini!”
Dia tidak bisa mempercayai Origami saat ini. Dia tidak peduli dengan tenggorokan keringnya dan terus berteriak.
Namun bagaimanapun dia berteriak, satu-satunya hal yang bisa dia dengar hanyalah suara gemanya.
“Guh……….”
Setidaknya akan lebih baik jika dia bisa memanggil seseorang tapi, ponselnya diambil oleh Origami. Kotori dan yang lain mungkin akan mencari Shidou jika mereka tidak tahu dimana dia tapi, sudah terlambat.
“Sialan, apa yang harus aku……..!”
Itu terjadi saat Shidou mengguncangkan tubuhnya keras-keras walaupun dia tahu itu sia-sia.
“Eh……….?”
Shidou membuka lebar matanya saat dia mendengar suara derik yang lain selain dari kursi.
Dia berhenti bergerak dan memfokuskan telinganya. Saat dia melakukannya, dia menemukan bahwa ada langkah kaki yang lembut bergema dari sisi lain dari pintu di depannya.
“……….! A-Apa ada orang disana?”
Itu adalah pertolongan dari langit. Shidou meninggikan suaranya agar tidak kehilangan kesempatan ini. Langkah kakinya perlahan mendekat seolah orang itu mendengar suaranya dan berhenti tepat di depan pintu ruangan dimana Shidou ada di dalamnya.
Tapi.
Setelah melihat orang yang membuka pintunya selagi derikannya dapat terdengar dari sendi yang berkarat, ekspresi santai Shidou sekali lagi dikendalikan oleh kegugupan.
“O-Origami……………..!?”
Ya. Orang itu adalah pelaku yang mengurung Shidou. Dia adalah Tobiichi Origami yang baru saja meninggalkan tempat ini.
“…………………….”
Setelah Origami membuka pintu, dia berjalan ke Shidou dengan diam.
Shidou terkejut tuk sesaat tapi, dia langsung mengayunkan kepalanya untuk mendapatkan kembali kesadarannya.
“Origami----kau kembali?”
“………………..”
Origami tidak mengatakan apapun walau dia bertanya padanya. Dia berjalan ke arahnya tanpa mengubah kecepatannya dan berdiri tepat di depannya.
“Origami………….?”
Shidou mengerutkan alisnya pada Origami yang terus diam-----
“Uh, kau-------“
Dia tersentak pada kemungkinan yang baru saja menggores pikirannya.
Pertama, Shidou pikir Origami berpikir ulang pikirannya di tengah jalan dan memutuskan untuk kembali pada Shidou tapi………itu pikiran yang egois.
Tapi, dipikir dengan tenang, itu adalah harapan yang sangat naif darinya.
Ya. Perempuan itu-Tobiichi Origami memiliki determinasi yang kuat daripada orang lain dan tidak mungkin dia akan merubah pikirannya tanpa alasan yang jelas.
Lalu kenapa dia kembali?
Hanya ada 2 hal yang dapat dia pikirkan.
Pertama, semacam masalah terjadi dan dia tidak punya pilihan lain untuk kembali ke Shidou.
Dan yang lain.
---Dia sudah menyelesaikan tujuannya.
“………………….”
Setelah Shidou menelan ludahnya, Origami membuka matanya.
“Origami, kenapa……kau kembali?”
“………………….”
Origami tidak menjawab. Dia terus diam dan hanya menatap Shidou.
Nafas Shidou perlahan menjadi liar saat dia melihat ekspresi robot yang tak terbaca. Detak jantungnya menjadi kasar dan suaranya menjadi sangat kering.
“Ti-tidak mungkin, kau…………..”
Saat Shidou mengatakannya dengan suara ketakutan, Origami menunjukkan reaksinya untuk pertama kalinya.
Namun, bukan persetujuan maupun penyangkalan. Dia hanya mengangkat tepi bibirnya dan---*nii* dia tersenyum.
“………….A----“
Shidou merasa hatinya diperas saat dia melihat wajahnya.
Tapi itu normal. Itu karena orang di depannya adalah Tobiichi Origami. Dia jarang mengubah ekspresinya penampilan anggun yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan boneka. Ada saat dia mengangkat alisnya atau menrilekskan pipinya tapi, dia tidah pernah melihatnya [tersenyum] seperti tadi.
Itu mungkin benar. Ini pertama kalinya Shidou dapat membaca emosi Origami dari ekspresinya.
“Ke-kenapa………kau tersenyum………hei, Origami……….”
Saat Shidou bertanya, senyum Origami menjadi lebih besar dan tubuhnya mulai bergemetar seolah dia tidak dapat menahannya lagi.
“Fu------------fufu, fufufu”
Lalu perlahan menjadi lebih keras.
“Fufuu, ahaha-haha…, ahahahahahahahaha!”
“O………ri, ga…………mi?”
Origami memutar tubuhnya dan mulai tertawa. Shidou hanya dapat memanggil namanya saat dia melihat adegan aneh itu.
Dia tidak mengerti arti tertawa itu. Tapi, dia mengetahui bahwa Origami yang ada di depannya berbeda dari biasanya. Hatinya berdering seperti bel alarm melihat adegan aneh ini.
---tapi, dia menyadari sesuatu yang aneh.
Dia merasa Origami……….tertawa terlalu banyak.
“Hii, hii, hiii! Apa-apaan wajah itu! Ahahaha! Aneh banget! Ah, aduh sakit!”
“………Origami?”
Keringat bercucuran dari pipi Shidou selagi dia menutup setengah matanya………..Origami memegangi perutnya selagi berguling-guling. Celana dalamnya terkadang dapat terlihat dari roknya karena dia berguling sangat liar. Warnanya putih.
Saat Origami tertawa dan berguling-guling, pintu yang Origami masuki tadi terbuka lagi dan seorang perempuan memasuki ruangan.
Dia adalah perempuan yang kecil mengenakan pakaian peti mati dengan dekorasi yang lucu, dan sebuah boneka di tangan kirinya. Shidou meninggikan suaranya secara refleks saat dia mendengarnya.
“Yoshino!?”
“Y-ya…….kau tak apa, Shidou-san”
Wajah Yoshino menjadi khawatir selagi mengatakannya. Seolah menyamainya, tanga kirinya [Yoshinon] *Gemerincing* *gemerincing* membuka mulutnya.
“Iyaaah, ini adalah penculikan dan kurungan yang luar biasa. Ayo Yoshino, ini kesempatan kau tahu? Kau bisa melakukan apapun pada Shidou sekarang!”
“……..!”
Wajah Yoshino menjadi merah padam dan dia menekan mulut [Yoshinon].
Bukan berarti dia tidak penasaran dengan komentar tak layak [Yoshinon] tapi, tidak ada waktu untuk itu. Shidou berteriak.
“Yoshino, lari! Origami saat ini menjadi aneh!”
Dia tidak mengerti kenapa Yoshino ada disini. Tapi, dia dapat dengan mudah mengerti betapa bahayanya untuk menunjukkan Yoshino pada mata Origami yang bilang akan membunuh Roh.
Namun, Yoshino berkedip setelah mengalihkan pandangannya pada Origami yang masih berguling dan tertawa.
Dia kemudian diam-diam membuka mulutnya pada Origami yang aneh tanpa menjadi takut.
“Err…………aku pikir sudah cukup…….?”
“Fu-fufu……..hi-hii……..hii………..”
Setelah Yoshino mengatakannya, Origami akhirnya mengatur nafasnya dan mengangkat tubuhnya. Dia kemudian melipat ke atas rambut depannya dan tersenyum tanpa takut sebelum tubuhnya mengeluarkan cahaya pucat.
“A----------“
Setelah Shidou membuka lebar matanya dan siluet Origami perlahan menjadi lebih kecil------dia berubah menjadi penampilan perempuan yang dia kenal.
“Natsumi!?”
Ya. Orang yang muncul itu adalah Roh Natsumi dalam penampilan aslinya-----yang datang membangunkan Shidou tadi pagi. Sepertinya, Origami tadi adalah Natsumi yang berubah……..Pantas ada sesuatu yang aneh.
Untuk sekarang, Shidou menghela nafas dengan lega setelah mengetahui Origami yang tadi adalah palsu dan mereka berdua selamat. Namun, Natsumi mungkin salah sangka dengan helaan nafasnya dan kedua alisnya mendekat sembari melihat ke arah Shidou.
“……….Apa, kau punya masalah? Tidak puas karena aku datang?”
“Tidak, tidak sama sekali……….Lebih penting lagi, kenapa kalian ke sini?”
Saat Shidou bertanya, Yoshino dan Natsumi melihat satu sama lain sebelum membuka mulut mereka.
“Err……….aku sedang memberikan tur kota pada Natsumi-san…….”
“Tepat saat kita sedang melakukannya, kami melihatmu berjalan dengan Origami untuk beberapa alasan. Jadi, Yoshino penasaran dan akhirnya mengikutimu terus----“
“Na-Natsumi-san……..”
Yoshino menarik lengan baju Natsumi. Wajah Natsumi [Haa] memerah dan dia memegang lengan baju Yoshino juga. Mereka berdua malu-malu menarik baju satu sama lain………itu pemandangan yang aneh.
“O-omong-omong, kalian penyelamat hidup! Tolong, bisakah kalian melepaskan borgol dan tali ini?”
Setelah Shidou mengatakannya, mereka berdua melihat satu sama lain sebelum mengangguk dan ke belakang Shidou. Mereka berdua mulai mengutak-atik dengan borgolnya dan simpul talinya untuk menolongnya.
“Shi-Shidou-san……….dimana kunci borgolnya…?”
“Uwah, persetan dengan tali ini. Selain terikat dengan cara yang kompleks, simpulnya mengeras dengan perekat……..”
Sepertinya dia meremehkan Origami. Memang bagus datang pertolongan tapi, ini tidak mengubah situasinya sama sekali.
Namun, *Don* Natsumi memukul dadanya saat itu.
“Aku tidak punya pilihan. Serahkan padaku”
“Eh? Apa yang akan kau lakukan?”
“Tunggu sebentar”
Setelah mengatakannya, Natsumi menutup matanya dan diam berdiri tuk beberapa saat.
Dan setelah beberapa detik, ekspresinya untuk beberapa saat menjadi kesakitan sebelum dia menggerakkan jarinya seolah dia menggaruk tenggorokannya dan------dia tiba-tiba membuka lebar matanya.
“------Diam sialaaaaaaaannn!”
Natsumi meneriakkan sesuatu yang tidak dia ketahui. Dan setelah dia melakukannya, tali dan borgol yang mengikat tubuh Shidou mengeluarkan cahaya pucat sebelum berubah menjadi kapas lembut.
“I-Ini……!”
Shidou memajukan kedua tangannya selagi matanya terbuka keheranan.
“Natsumi, bagaimana kau mendapatkan Reiryokumu”
Saat Shidou bertanya, Natsumi menyeka keringat di jidatnya seolah dia kelelahan dan *Fuuu* menghela nafas.
“Hnn………..Kapanpun aku memikirkan sesuatu yang memberikan perasaan menjijikkan dalam pikiranku, aku menyadari sedikit kekuatanku kembali. Yah, walau hanya beberapa hal yang bisa kulakukan”
“Perasaan menjijikkan……..?”
“………ya. Kebetulan tadi, aku membayangkan saat aku pergi ke toilet saat jam makan siang dan memakan bentoku toilet karena aku tidak memiliki teman, aku kemudian lupa mengunci pintunya dan aku tidak sengaja bertemu dengan perempuan di kelasku saat pintu terbuka”
“Uwah……memalukan sekali”
“………….Dan saat aku kembali ke kelas, aku menyadari semuanya tertawa ke arahku. Ehh, seriusan? Jadi hal seperti itu benar-benar terjadi. Ehh, bukankah itu kotor?”
“BERHENTI!”
Shidou menutup telinganya dan tiba-tiba berteriak mendengar adegan sedih itu.
Tapi tiba-tiba, dia mengingat sekarang bukan waktunya melakukan hal seperti itu. Dia melepaskan kapas melingkari tubuh dan tangannya sebelum berdiri dari kursi. Otot-ototnya kesakitan karena tubuhnya diam di posisi yang sama terlalu lama.
Bagaimanapun, dia harus menemui yang lain. Skenario terburuk, Origami sudah membuat kontak dengan para gadis.
Saat itu, Shidou [Ah!] mengeluarkan suaranya.
“Oh iya………! Kalian berdua, boleh aku pinjam ponsel kalian?”
“Eh? Ah, ini”
Saat Shidou mengatakannya, Yoshino mengambil ponsel birunya dari kantungnya.
Setelah berterima kasih dan menerimanya, dia memilih nama Rumah Itsuka (2) dari daftar kontak dan menelepon.
Rumah Itsuka (2) sebenarnya kode untuk <Fraxinus>. Nomor ini didaftarkan pada ponsel para Roh agar bisa mengontak <Fraxinus> jika ada keadaan darurat.
Dengan ini, dia dapat mengkontak <Fraxinus> dan menggunakan teleporter untuk langsung ke para gadis. Bahkan dalam skenario terburuk, dia dapat meminta Kotori membantu para gadis.
Namun, daripada suara panggilan atau suara kru dari penerima, dia hanya dapat mendengar suara *duu* *duu*.
“…………..Apa ini?”
Masih tak apa jika ini ponsel pribadi Kotori tapi, ini sambungan eksklusif <Fraxinus>. Dia ingat diberitahu untuk menggunakan sambungan spesial ini bahkan jika stasiun komunikasi mungkin meledak di luar angkasa.
---Apa sesuatu terjadi pada <Fraxinus>. Wajah Shidou menjadi kacau saat kecemasan menyebar dari dalam dadanya.
“Err, Shidou-san…….?”
Mungkin dia merasa tidak enak dari ekspresinya; Yoshino mengatakannya dengan khawatir.
“Aah……….Maaf. Terima kasih”
Setelah mengatakannya, Shidou mengembalikan ponsel Yoshino dan menunjukkan jempol kakinya ke pintu ruangan.
“Kalian berdua, tolong! Aku tidak tahu dimana ini. Bisakah kalian membawaku ke tempat yang kukenal?----Yang lain sedang dalam bahaya”
Saat Shidou mengatakannya, wajah Yoshino dan Natsumi menjadi terkejut tapi, mereka langsung memancar mata serius dan mengangguk.
Bagian 2
“Uu……Guh……”
Tohka mengangkat tubuhnya selagi membenarkan wajahnya. Sepertinya dia tidak sadarkan diri tuk beberapa saat.
Dia menemukan darah di dadanya saat dia menyentuhnya. Namun, itu normal saja. Itu karena Astral Dress nya yang harusnya armor tak terkalahkan terpotong tanpa ampun oleh pedang laser Origami.
“Aku……….”
“…….aah, Tohka-san………kau bangun”
Saat Tohka mengangkat alisnya selagi bergumam, dia dapat mendengar suara lemah itu.
Setelah mengangkat wajahnya, dia melihat Miku dengan Astral Dress terbatasnya yang terpotong berdiri selagi bernafas dengan berat untuk melindungi Tohka. Ada beberapa goresan dan potongan pada kulit putihnya; dia benar-benar terluka dimana-mana. Bahkan sebuah misteri dia dapat berdiri dengan kedua kakinya.
“Miku! Ka-kau tak apa……….!?”
“Ya……..entah bagaimana. Tohka-san, senang melihatmu……tak a---“
Tepat di tengah perkataannya, Miku terjatuh dan pingsan. Tohka berlari padanya dengan cepat dan membantu tubuhnya.
“Bertahanlah, Miku! Miku!”
Setelah Miku tersenyum dengan lemah untuk merespon suara Tohka, dia menutup matanya. Di saat yang sama, dia kehilangan seluruh kekuatan di tubuhnya dan menjadi lemah. Sepertinya dia pingsan.
Dan saat itu. Dia dapat mendengar suara reruntuhan diinjak dari arah depannya.
Saat dia melihat ke arah sana. Dia menemukan dewa kematian dalam armor abu-abu gelapnya.
“Tobiichi----Origami……….!!”
Dia menyebut nama perempuan itu dengan benci. Seolah merespon suaranya, Origami mengirimkan pandangan acuh tak achunya pada Tohka.
Yuzuru ada di sekitar kakinya dan Kaguya pingsan sedikit agak jauh darinya. Sepertinya mereka berdua masih sadar tapi, tubuh mereka berdua tertutupi oleh luka seperti Miku dan terlihat sakit yang membuat Tohka ingin memalingkan wajahnya.
Mereka berdua menunjukkan tanda pertarungan sengit saat Tohka tidak sadarkan diri.------Sepertinya, mereka melindungi Tohka yang tak berdaya dari Origami.
Setelah Tohka menggertakkan giginya, dia meletakkan tubuh Miku dengan lembut dan berdiri dengan <Sandalphon> di tangannya.
“Kau sialan………….kenapa kau melakukan ini……!”
“Aku tidak mengerti pertanyaanmu”
Origami sama sekali tidak menggerakkan ekspresinya dan membalas.
“Kalian semua adalah Roh, bencana yang membunuh dunia ini; keberadaan yang mengancam manusia. Alasan itu cukup. Jangan buat aku bicara seperti itu lagi”
Setelah mengatakannya dengan sangat tenang, dia membengkokkan jarinya di tangan kirinya. Dan seolah menyamainya, Yuzuru yang pingsan di kakinya diangkat oleh tangan tak terlihat.
“De…rita. Master………Origami, kenapa………”
“……………………….”
Setelah Origami mendekatkan kedua alisnya, dia memanjangkan tangannya ke leher Yuzuru dan membuatnya menghentikan perkataannya. Origami menuangkan kekuatan pada tangannya dan suara kesakitan keluar dari tenggorokan Yuzuru.
Namun, Origami tidak peduli sama sekali dan menyiapkan pedang laser di tangan kanannya untuk menancapkannya pada perut Yuzuru.
“Kau sialan………..!”
Tohka berteriak dan menyiapkan <Sandalphon>. Tapi-----lebih cepat dari detakan, sebuah bayangan melayang ke arah Origami.------Itu adalah Kaguya. Kaguya juga terkubur dalam reruntuhan tapi, dia menyerang ke arah Origami dengan tombakan raksasanya selagi jumlah darah yang sangat banyak keluar dari tubuhnya.
“-----Apa yang kau lakukan pada Yuzuru, Origamiiiiiiiiiiii!!”
Mata Kaguya menjadi merah dan dia menyerang Origami seperti iblis. Mungkin Origami tidak bisa menahan serangan tiba-tibanya; Tombak Kaguya menembus melewati Teritori Origami dan merusak bagian dari CR-Unitnya.
“Kuh-----------“
Tapi, itu saja. Saat Origami mendekatkan kedua alisnya; Kaguya jatuh ke tanah setelah diremukkan oleh tangan tak terlihat.
“Guh….....!”
Kaguya tidak menyerah dan mengangkat wajahnya tapi, dia jatuh tanpa dapat melakukan apapun di depan Teritori yang sangat kuat.
“Kaguya!”
Jika seperti ini, bahaya bagi Kaguya dan Yuzuru. Lebih cepat dari perkataannya, Tohka menendang tanah dan berlari ke arah Origami.
Tapi, Tohka berhenti jauh dari Origami.-------Tidak, dia dipaksa berhenti karena dia dihalangi dinding tak terlihat.
Sepertinya Origami memperpanjang Teritorinya sejauh itu. Tubuhnya kehilangan kebebasannya; lupa tentang menghentikan Origami, dia bahkan tidak dapat mengayunkan pedangnya.
“Kuh, Tobiichi Origami, kau………..!”
Walaupun dia mengerang kesakitan, Origami tidak peduli sama sekali dan mengembalikan pandangannya kembali ke pedang laser setelah menyiapkannya lagi.
“-----Sudah lama. Aku akhirnya mendapatkannya. Kekuatan untuk mengalahkan Roh.-----Kekuatan untuk mengabulkan keinginanku”
Setelah bergumam pada diri sendiri, Origami menghela nafas panjang.
Seolah dia melepaskan semua keraguan dalam helaan nafasnya.
“Aku akan mendapatkan kembali diriku dengan serangan ini. Aku akan mengalahkan semua Roh di dunia ini. Tidak ada lagi------orang sepertiku terjadi di dunia ini”
Dia menajamkan pandangannya setelah memberitahu itu pada dirinya sendiri, dan menuangkan kekuatannya pada tangan yang memegang pedang lasernya.
“Tobiichi Origami………..!”
Tohka menggoyangkan tenggorokannya dan memanggil Origami. Tapi, Teritori menahan tubuh Tohka tidak melonggar walau hanya sedikit.
Namun, Tohka tidak menyerah. Tohka satu-satunya yang dapat melawan Origami. Saat Tohka merendahkan pedangnya, Kaguya, Yuzuru dan Miku pasti akan terbunuh.
Origami saat ini pasti akan melakukannya. Dan------setelah dia mendapatkannya, tidak salah lagi dia akan berubah menjadi monster.
Tohka tidak tahu kenapa. Tapi, Tohka tidak ingin itu terjadi.
“U---A-ahhhhhhhhh!”
Tohka berteriak dan menggunakan segala kekuatannya untuk lari dari Teritori yang mengikatnya.
Namun----itu tidaklah cukup. Teritori yang kuat yang tidak dapat dibandingkan dengan yang Origami miliki sebelumnya, tidak melonggar sedikitpun.
Sia-sia jika dia terus diam seperti itu. Dia tidak bisa menyelematkannya dalam situasi ini.
---Dia butuh kekuatan. Kekuatan yang lebih besar.
“……………….”
Saat Tohka merasakannya, sebuah hawa yang kuat menyerang Tohka.
Dia tahu perasaan ini. Beberapa bulan yang lalu--------DEM cabang Jepang, perasaan menjijikkan ini cukup mirip seperti yang dia rasakan saat Shidou hampir dibunuh oleh Ellen.
Sesuatu yang bukan miliknya muncul di dalam dirinya dan terasa dia seperti dipegang sebuah tangan. Kesadarannya menjadi tipis dan langsung saja, perasaan menakutkan dalam pikirannya terisi dengan semacam benda aneh hitam yang menyerangnya.
Tohka menggertakkan giginya. Dia tidak tahu perasaan apa ini. Tapi, dia dapat menebaknya dengan insting.-----Kekuatan yang tidak akan menyelematkan siapapun.
Tohka harus tetap sebagai dirinya sendiri.
Untuk menyelematkan Kaguya.
Untuk menyelematkan Yuzuru.
Untuk membiarkan Miku hidup.
Dan juga----untuk perempuan itu.
Dia arogan, kasar, tidak sopan santun, bermulut busuk, Tohka tidak tahu apa yang dia pikirkan dan dia selalu mengganggu Tohka; Agar dapat menggenggam tangan perempuan dengan pikiran yang tinggi yang Tohka sangat benci.
Tohka harus tetap menjadi dirinya sendiri dan mengayunkan pedangnya.
“Shidou-------Pinjamkan aku kekuatan……..!”
Tohka meneriaki nama Shidou dan menggenggam gagang Angelnya <Sandalphon> sebelum menuangkan kekuatannya pada tangan yang menggenggamnya.
“---Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh!!”
SDia membayangkan sesuatu yang menjentikkan pikirannya. Tohka merasa entah bagaimana perasaan hangat mengalir dalam tubuhnya.

“………..!?”
Selagi memegang leher Yamai Yuzuru, Origami hampir menusuk tubuh Yuzuru tapi dia mengerutkan alisnya dari cahaya yang muncul tiba-tiba di depannya.
Saat yang dia pikir Yatogami Tohka yang dia hentikan dengan Teritorinya berteriak, tubuh Tohka mulai mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.
Situasi yang aneh tidak berakhir di situ. Perasaan Tohka menghilang dari Teritori yang dia gunakan tuk menghentikan Tohka.
Tidak-----itu berbeda. Origami menajamkan pandangannya. Bukan berarti Tohka menghilang. Bagian Teritori yang membungkus Tohka terhapus seolah sebuah lubang terbuka.
“-----!!”
Berikutnya, Origami merasakan kebencian yang kuat ke arahnya dan melepaskan tangan yang memegangi leher Yuzuru sebelum melompat ke belakang. Saat dia melakukannya, tempat Origami berada tadi, pedang bersinar pucat meninggalkan jalan cahaya selagi melewatinya.
“A…..”
Saat Origami membuka matanya dengan bingung, tubuh Yuzuru dilepas oleh Teritorinya dan jatuh ke tanah tapi seseorang membantu tubuhnya.
Cahayanya menjadi tenang dan penampilan seseorang dapat terlihat.
Origami tersentak secara refleks saat dia melihat perempuan itu.
Rambut berwarna malamnya tertiup oleh angin. Dia memiliki mata kristal diam-diam menatap Origami. Di tangannya, dia memegangi pedang yang besar memancarkan cahaya.-----Ya. Itu adalah Yatogami Tohka.
Tapi, bedanya adalah sesuatu yang dia kenakan sekarang.
Di bahunya, dadanya, dan pinggulnya-----semua bagian tubuhnya tertutpi armor ungu kebiruan dan dia mengenakan rok yang memancarkan cahaya pucat. Penampilan megahnya yang absolut yang dapat mengalahkan siapapun yang melihatnya benar-benar berbeda dari Tohka miliki barusan.
---Astral Dress. Armor terkuat dan benteng yang menandakan sebuah Roh.
Itu bukan bentuk terbatas yang dikenakan para gadis barusan, Origami menelan ludahnya melihat penampilan yang sempurna.
Terakhir kali dia melihat [Itu] mungkin setengah tahun yang lalu.
Sebelum Yatogami Tohka pindah ke sekolah; itu adalah musuh yang mencoba membunuh Origami di taman tanah tinggi.
---Pedang Roh <Princess> ada di sana.
“Penampilan itu…….”
Setelah Origami menajamkan ekspresinya dan bergumam, Tohka membiarkan Yuzuru tidur di samping Kaguya sebelum perlahan mengangkat wajahnya.
“Tobiichi Origami. Aku membencimu. Sekarang, sebelum dan itu tidak akan pernah berubah.-----tapi, rasa [Benci] yang aku miliki sekarang sangat berbeda dari [Benci] yang lama. Jadi------“

“Aku akan datang dengan keinginan menghancurkanmu-----Jangan mati, Origami

Tohka mengatakannya dengan tenang---tapi nada yang membekukan.
“………….uh”
Hanya dengan mendengar perkataannya, Origami merasakan ilusi seolah jantungnya ditembak.
Dia memiliki udara yang sangat mengintimidasi di sekitarnya. Tekanan mengeluarkan rasa putus asa. Tekanan pedang yang memberikannya perasaan bahwa kepalanya terpotong jika dia rileks bahkan walau hanya sedikit menyerang seluruh tubuh Origami.
“……………………”
Namun, Origami tidak mundur.-----Tidak, malahan, Tohka inilah yang sudah ditunggu Origami.
Itu adalah Roh terkuat yang mengalahkan Origami dengan satu serangan. Origami merasa dia tidak bisa maju ke depan sampai dia akhirnya bisa menjatuhkan <Princess> yang sempurna.
“Haaaaaaa….!”
Bersamaan dengan mengeluarkan teriakan yang kuat, dia memusatkan Teritorinya pada tubuhnya dan perlengkapannya untuk meningkatkan kekuatannya. Mustahil untuk mengikat gerakan Tohka sekarang bahkan jika meningkatkan radius penyebaran. Karena itu yang terjadi, daripada membuang Mairyokunya tanpa hasil, lebih pintar jika dia menguatkan pertahanannya.
Dia mengayunkan pedang lasernya dan pedang cahaya yang mengarah pada Tohka. Setelah Tohka agar mengangkat alisnya, dia menggunakan <Sandalphon> untuk menangkis serangannya.
Tapi, itu yang Origami incar. Origami memberikan perintah dalam pikirannya dan bagian dari pedang lasernya terpisah.
DEM membuat CR-Unit <Modred> senjata utama <Clarent> adalah senjata yang dapat berubah menjadi 2 bentuk, meriam Maryoku <Meriam Clarent> dan pedang laser <Pedang Clarent> saat dia menutup tubuhnya dengan Teritori.
Namun itu hanya dikonversikan menjadi sesuatu yang sesuai dengan performanya dan bukan berarti kehilangan kemampuan yang lain setelah berubah bentuk.
Walaupun jumlah Maryoku yang dihasilkan sangat besar dibutuhkan untuk mengoperasikan Teritori, mungkin untuk menampilkan serangan meriam selagi mempertahankan bentuk <Pedang> berdasarkan cara dia melakukannya.
Percikan cahaya Maryoku tertembak ke atas dari moncong pedang laser selagi mengunci pada <Sandalphon> dan menggores di tengah udara sebelum menyerang Tohka seperti hujan.
Tentu saja, seperti serangan meriam saat melawan Tohka, kekuatannya tidak setinggi itu. Itu mungkin adalah tembakan kacang yang dapat mudahnya dihindari dengan serangan dari <Sandalphon> dibawah keadaan normal.
Tapi saat ini, <Sandalphon> sedang tertekan oleh Origami. Jika dia mencoba menghindarnya secara sembarangan maka dia mungkin akan terpotong oleh Origami. Tidak peduli apa yang dia pilih, Tohka tidak dapat kabur tanpa mendapatkan serangan.
---Itu seharusnya terjadi.
“Haaa!”
Namun, selagi bertarung dengan Origami, Tohka menendang tanah dan menggunakan kekuatannya untuk mendorong Origami ke belakang dan dengan paksa kabur dari wilayah serangan meriam.
“Kuh--------“
Dia mengerutkan alisnya dan mengerang. Seperti yang dia pikir, Reiryoku Tohka dan kekuatan lengannya benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya. Dia tidak bisa menang dengan pertarungan kekuatan biasa. Origami mengubah sudut pedang lasernya dan membelokkan pedang Tohka sebelum menampilkan combo dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat.
Tohka diserang beberapa kali dengan serangan pedang yang dapat menghapuskan tubuh seseorang dengan satu serangan. Tapi, Tohka dapat memegang gerakan pedangnya dan menangkis semuanya.
“----Taaa!”
Tohka menusukkan <Sandalphon> ke dalam celah yang ada di combo seolah dia menggeserkannya.
“Kuh…………..”
Namun, Origami melihat serangan itu dan menangkisnya juga.
Bantingan, irisan ke atas, tusukan, potongan, tangkisan dan ayunan ke bawah.
Badai pertarungan pedang menyapu kedua belah pihak.


---Dia bisa melakukannya. Origami menggenggam <Clarent> lebih keras.
Kemampuan mereka sama. Origami tidak sama dengan saat dia diserang oleh Tohka tanpa bisa melakukan apapun.
Origami saat ini dapat bertarung dengan Roh dalam keadaan sempurna.
Pengetahuan manusia bekerja pada bencana pembunuh dunia.
Itu adalah harapan yang Origami rindukan dan inginkan.
Origami tidak salah. Latihan yang Origami lakukan sampai sekarang tidak terbuang sia-sia.
---CR-Unit <Mordred>. Selama dia memilikinya, Origami dapat mengalahkan Yatogami Tohka, Yamai, Izayoi Miku dan Roh yang membunuh orang tua Origami 5 tahun yang lalu.
Ya.-------Roh 5 tahun yang lalu. Sebagai syarat bergabung dengan DEM, Origami menerima informasi tentang keberadaan Roh itu dari Ellen Mathers.
Penampilan dan kekuatannya tidak diketahui. Untuk informasi, hanya layak sebanyak itu.
Tapi, memang benar bahwa ada Roh lain selain <Efreet> Itsuka Kotori di kota. Mengkonfirmasi fakta itu sendiri benar-benar layak melihat kecerdasan DEM.
Origami saat ini dapat meraihnya. Dia dapat memotong kepala Roh jika dia menemukannya tapi---
“Eh…..?”
Tapi, sakit kepala yang keras mengenai Origami.
Untuk sesaat, Origami pikir dia salah menangani serangan Origami dan diserang di kepalanya tapi-----itu salah. Rasa sakit ini jelas dari dalam kepalanya.
Berikutnya, kesadarannya terhenti dan pandangannya tertutup dengan warna merah.
“Ah----“
“Haaa!”
Tohka tidak membiarkan kesempatan itu pergi. Tohka menampilkan serangan sisi dengan <Sandalphon> pada badannya.
Serangan tiran mutlak itu memiliki kekuatan untuk menghancurkan semuanya. Seperti daun yang tertiup oleh angin, Origami dengan mudahnya terhempas ke belakang.
Puing-puing terpecah menjadi beberapa pecahan dari saat itu, dia terhempas ke bangunan dan sampai di jarak dimana dia tidak bisa melihat Tohka lagi-----dia berguling 2 atau 3 kali di tanah sebelum akhirnya terbaring di tanah menghadap ke atas.
“Kuhah………..”
Dia berhasil menghindari luka yang dapat mengancam hidupnya dengan menguatkan Teritorinya tapi, luka di seluruh tubuhnya sangat serius.
Tidak. Hal yang serius bukan luka luar. Origami menyeka mukanya dengan tangannya dan menggertakkan giginya setelah melihat darah merah pada mukanya.
Darah keluar dari hidung dan matanya. Ini bukan pertama kalinya dia mengalami gejala ini. Gejala ini terjadi saat dia secara sembarangan menggunakan senjata <White Licorice> sampai pada batasnya.
“Guh………….”
Sebelum dia menyadarinya, sepertinya dia menyalahgunakan otaknya terlalu banyak agar dapat melawan Tohka yang mendapatkan seluruh kekuatannya. Origami menggertakkan giginya dengan menyesal, dan memukul tanah selagi menghadap ke atas.
---Sebuah kesamaan. Bagaimana kalau aku bisa melawan Roh. Pada akhirnya, semua yang telah Origami lakukan adalah menghapus hidupnya selagi entah bagaimana menangani kekuatan Tohka.
“Aku……………”
Origami memanjangkan tangan gemetarnya ke langit. Seolah------dia adalah orang beriman yang taat kepada Tuhan.
Tentu saja, Origami tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Sejak hari dimana orang tuanya terbunuh di depannya 5 tahun yang lalu, kata Tuhan menghilang dari kepalanya.
Tapi mungkin.
Jika iblis dan Tuhan memang ada di dunia ini maka, Origami pasti akan memberikan pengorbanan apapun dengan tangannya. Bahkan jika dia harus memberikan jantungnya agar bisa mendapatkan tujuannya.
Dia tahu ini bukan seperti dirinya untuk berpikir seperti ini. Sesuatu seperti mempercayakan keinginannya pada sesuatu yang tidak ada jelas suatu kebodohan. Hanya saat dia bisa menyelematkan dirinya sendiri. Jika dia memiliki waktu tuk berdoa, dia akan memilih tuk berlatih. Jika dia memiliki waktu tuk memohon, dia akan memilih untuk membuat strategi. Dan hasilnya adalah Wizard yang dikenal sebagai Tobiichi Origami.
Tapi------Origami sudah tidak punya apa-apa lagi.
Latihan berdarah, tidur malam untuk penelitian, perlengkapan terbaru membebani tubuhnya dan bertarung di samping pintu kematian. Semua pikiran yang bisa Origami pikirkan tergabung menjadi satu.
Dan inilah alasannya.
Kekuatan yang dia dapat dari mengorbankan semuanya tidak bekerja pada Roh.
Kenyataan yang kejam menunggu Origami setelah pertarungan yang panjang.
“Aku---------“
Pikiran untuk menyerah tiba-tiba terlintas dalam pikiran Origami.
Setelah Origami menghela nafas dengan lemah, dia merendahkan kepalanya yang menatap langit.
----Tapi saat itu.

“-----Hei, kau. Kau ingin kekuatan?”

Origami dapat mendengar suara yang entah berasal dari pria atau wanita.
“Eh--?”
Dia membuka lebar matanya mendengar suaranya dan mengangkat tubuhnya selagi mengerang.
Setelah dia melakukannya, dia menemukan [Sesuatu] berdiri disana.
[Sesuatu] itu tidak memiliki cara lain untuk di deskripsikan jadi disebut sesuatu. Walaupun dia tahu dia ada disana dan dia tidak dapat melihat jari dirinya yang sebenarnya. Keberadaannya bisa disebut kasar tapi, dia merasakan halusinasi seolah ada sensor suara yang menghalangi seluruh tubuhnya.
“Apakah…….kamu?”
Origami menggunakan [Apa] bukannya [Siapa]. [Sesuatu] itu pasti sudah menebak apa yang dia maksud dan *kusu**kusu* cekikian seolah itu lucu.
“Itu tidak penting. Lebih penting lagi, apa jawabanmu? Bukankah kau ingin kekuatan? Apa kau ingin kekuatan mutlak yang tidak akan kalah dari siapapun?”
“…………uh”
Origami tersenak dan kedua alisnya mendekat.
Untuk sesaat, Origami menyangka dia menjadi gila karena kerusakan yang dia dapat dari Realizer. Ini jelas situasi yang aneh. Mungkin gila untuk menerimanya.
Tapi, jawaban dari pertanyaannya sudah ditentukan. Origami menggerakkan bibirnya dengan setengah sadar.
“Tentu saja-------aku menginginkannya”
Origami mengatakannya seolah dia memuntahkannya.
“Aku………..ingin kekuatan. Bahkan jika aku harus meninggalkan semuanya. Bahkan jika aku harus mengorbankan semuanya…..! Aku ingin kekuatan mutlak untuk mengabulkan keinginanku! Aku ingin…………kekuatan terkuat yang tidak bisa dicapai siapapun!”
“Begitu”
[Sesuatu] menjawab dengan pendek.
Dia penasaran kenapa. Walau dia tidak bisa melihat ekspresinya-----dia merasa [Sesuatu] tersenyum untuk sesaat.
“----------Maka biarkan aku mengabulkannya. Kekuatan yang kau inginkan”
Setelah mengatakannya, [Sesuatu[ mengulurkan sesuatu pada Origami.
Itu adalah permata bersinar putih. Mata Origami teralihkan untuk sesaat saat dia melihat cahaya ajaib itu.
“Ini…………..”
“Keluarkan tanganmu jika kau menginginkan kekuatan”
“………………..”
Walaupun Origami mengerutkan alisnya penuh curiga, dia perlahan mengulurkan tangannya…..dan menyentuh permatanya.
Saat itu juga.
“A………………………”
Permatanya mengeluarkan cahaya yang kuat dan melayang ke langit sebelum------terisap ke dalam dada Origami.
“Apa ini…………..”
Walaupun Origami melihat ke dadanya dan bergumam, permatanya sudah tidak ada disana.
“Apa itu-------“
Dia mengangkat wajahnya untuk bertanya tapi Origami menghentikan perkataannya. [Sesuatu] itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
“………………….”
Seperti yang dia duga, alasan dia memiliki imajinasi itu mungkin karena dia sudah sampai batasnya. Origami sampai pada kesimpulan itu dan meletakkan tangannya pada jidatnya.
Namun saat itu.
“Ah…………..?”
*Dokun* detak jantungnya berdetak sangat kencang dan Origami mendekatkan kedua alisnya.
Dia merasa ada jantung lagi yang terbentuk dalam tubuhnya dan merasakan darah panas memompa di dalam tubuhnya. Origami secara tidak sengaja terjatuh karena perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
“A-a-a-aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa-a-aah----“
Di dalam kesadarannya yang berawan.
Origami merasa dia berubah menjadi keberadaan yang lain.
Bagian 3
“……………..! Apa yang terjadi!?”
Kapten AST-Kusakabe Ryouko menggetarkan tenggorokannya saat dia tiba-tiba mendengar alarm bergema dari Garnisun JGSDF Tenguu.
Biasanya, AST akan latihan sekarang tapi-----dia saat ini menuju ruang kontrol karena ada suatu hal terjadi hari ini.
Setelah mendengar suara Ryouko, pegawai mengoperasikan peralatannya dan *Hii* tersentak.
“I-Ini…….pembacaan Reiha yang sangat besar!”
“Pembacaan Reiha……….A-Apa ini dari DEM juga!?”
Ryouko mengerutkan alisnya dengan benci.
Ya. Sebenarnya berkaitan dengan pembacaan Reiha, beberapa dari mereka baru saja terdeteksi.
<Berserk>, <Diva>, dan juga------<Princess>.
Terutama pembacaan <Princess> tiba-tiba bertambah dan menunjukkan hal yang sama saat terakhir kali melawannya.
Selagi mereka organisasi untuk mengalahkan Roh, alasan kenapa Ryouko dan anggota AST yang lain tidak ada di tempat walaupun monster itu muncul di kota benar-benar simpel.-----Itu karena industri DEM.
Perusahaan itu memulai latihan khusus sehingga mereka menggunakan pengaruh mereka pada Kementrian Pertahanan jadi AST tidak akan mencampuri urusan mereka.
Karena itu, mereka hanya bisa menatap pada radar di ruang kontrol walau mereka tahu Roh muncul di kota.
Dan juga, pegawai melihat jumlah pada layar dan menelan ludah dengan ketakutan.
“Ti-Tidak ini bukan……..! Ini--------Pembacaan ini tidak termasuk dalam pemberitahuan yang DEM berikan sebelumnya”
“Apa katamu!?”
Ryouko berteriak saat dia mendengar perkataan si pegawai dan mengintip pada layar setelah meletakkan tangannya pada bahu pegawai.
Memang benar Reiha lain yang berbeda yang Roh yang sudah terdeteksi. Lebih lagi, pembacaannya sangat besar dan tidak kalah dari <Princess> dalam kekuatan penuhnya.
“Jadi artinya Roh lain muncul dalam latihan!? Karena gempa luar angkasa tidak terjadi itu berarti kemunculan yang diam-diam……..!?”
Ekspresi Ryouko menjadi tegas. Dia diberitahu untuk diam tapi, situasinya memanggilnya untuk melaporkan keadaan darurat ini secepat mungkin. Dia tidak bisa membayangkan kerusakan yang akan terjadi, jika Roh ini mulai melawan <Princess>.
“Kapten!”
Saat itu, pintu ruang kontrol terbuka dan 2 perempuan kecil memasuki ruangan. Mereka adalah anggota AST Okamine Mikie dan petugas mekanik Midlred F Fujimura.
“Semua anggota AST siap!”
“CR-Unit juga siap. Siap pergi dengan kekuatan penuh kapanpun”
“Mikie………..Mily………..”
Ryouko menyebut nama mereka dan menghela nafas.
Tidak mungkin mereka bereaksi secepat itu padahal Reiha baru saja muncul. Sepertinya, mereka sudah siap untuk serangan mendadak.-----mereka semua mungkin memiliki perasaan sama seperti Ryouko.
Mikie merasa terguncang dan dia bilang akan keluar dari AST juga saat Origami diberikan hukuman disiplin, tapi sekarang, dia menjalankan tugasnya dengan baik sekali. Dia menyemangati dirinya sendiri dengan memberitahukan pada dirinya sendiri untuk tidak menunjukkan kesedihannya pada Origami saat dia kembali suatu hari nanti. Ryouko merilekskan mulutnya setelah dia melihat anak buahnya tumbuh.
Dan di saat yang sama, si pegawai meninggikan suaranya.
“------! Kapten, pesan dari HQ!”
“Ya, waktunya tepat sekali”
Mungkin perintah serangan mendadak. Ryouko menduganya dan mengeluarkan peralatan darurat dari kantungnya.
Tapi,
“Uh, eh, AST terus diam………itu saja”
Ryouko, Mikie dan Mily membuka lebar matanya mendengar si pegawai.
“A-Apa yang terjadi. Sebuah Roh muncul di kota kau tahu?”
“Wa-Walau kau bilang begitu…….”
Wajah si pegawai menjadi kesulitan. Yah, itu normal. Dia baru saja diberitahu perintah oleh petinggi.
“Guh…………….”
Setelah Ryouko menggertakkan giginya dengan marah, dia mengepalkan tinjunya dan *Gan*! Dia memukul dinding.
“Apa gunanya AST jika kita tidak boleh bergerak di saat darurat………! Apa kepala besar di HQ itu takut pada DEM…….!?”
Untuk sesaat, wajah Origami melintas dalam pikirannya.
Dia mungkin anggota yang bermasalah tapi-------dia tidak akan pernah melawan keyakinannya. Origami pasti akan membantah perintah diam ini dan keluar tanpa ragu.
Tapi. Jika Ryouko melakukannya, petinggi pasti akan menggantikan status kaptennya.------dan sepertinya, dia akan digantikan oleh Wizard yang dipengaruhi DEM untuk membuatnya menjadi lebih mudah dikendalikan. Itu sesuatu yang harus dia hindari apapun yang terjadi.
“Ka-kapten……..”
Wajah Mikie menjadi khawatir.
Ryouko terlihat kesakitan untuk sesaat sebelum,
“……….Semuanya, diam di tempat………….che”
Dia mengatakannya seolah memuntahkannya.
Bagian 4
“Kalian tak apa, Yuzuru, Kaguya!”
Setelah menghempaskan Origami dengan <Sandalphon>, Tohka berlari ke Yamai yang terbaring di tanah.
Tohka bisa memilih untuk mengejar Origami tapi, dia memutuskan untuk tidak melakukannya. Tujuan utamanya bukan untuk membunuh Origami-----dan lebih penting lagi, prioritasnya sekarang adalah memastikan keselamatan Kaguya dan Yuzuru.
Merespon suara Tohka, Kaguya mengangkat tubuh goyahnya dan Yuzuru melambai padanya tanpa berdaya. Luka tidaklah ringan tapi, setidaknya mereka masih sadar. Tohka menghela nafas dengan lega.
“Tohka………penampilanmu”
Kaguya menahan rasa sakitnya dan sedikit mengerang sebelum melihat Tohka dan melihat armornya.
Tohka memiringkan kepalanya untuk sesaat tapi, dia langsung menyadari alasannya. Tohka saat ini sedang memakai Astra Dress lengkapnya yang dia tunjukkan.
“Umu, kekuatanku kembali saat aku berpikir untuk menyelamatkan kalian”
Setelah Tohka mengatakannya, Kaguya melihat Astral Dress Tohka lagi dan *Puu* memanyunkan bibirnya.
“…………Sial, itu keren banget. Apa-apaan sok pahlwan begitu. Jangan mencuri perhatian mastermu saat kau masih bawahanku. Ajarkan aku cara melakukannya nanti”
“Mu…………..umu”
Tohka mengangguk mendengar perkataan Kaguya secara refleks tapi………dia tidak bisa menjelaskan secara benar bagaimana dia melakukannya bahkan jika dia ditanya. Bahkan Tohka tidak tahu kenapa Reiryoku yang sudah disegel oleh Shidou kembali padanya.
“……………*uhuk*,*uhuk*”
Yuzuru kemudian mengangkat tubuhnya dan batuk kesakitan beberapa kali.
“…………Per-tanyaan. Tohka, dimana Master Origami………?”
Setelah mengatakannya, dia melihat Tohka. Tohka mengangguk untuk meresponnya.
“Aku membanting pedangku dengan segenap kekuatanku. Dia mungkin tidak bisa bertarung untuk sesaat tapi, dia tidak akan mati. Memang benar bahwa sesuatu yang disebut Teriyaki mengelilingi tubuhnya.
Setelah Tohka menancapkan <Sandalphon> selagi mengatakannya, Kaguya dan Yuzuru memiringkan tangannya secara simetris ke kiri dan kanan.
“……...Teriyaki?”
“Koreksi………..Bukannya Teritori?”
Yuzuru mengatakannya. Sekarang Tohka memikirkannya, mungkin disebut seperti itu.
“Yah, memang disebut Teritori”
“”………………………””
Dia harusnya benar kali ini tapi, untuk beberapa alasan Yamai memiringkan kepalanya dengan ragu.
Tapi, dia tidak ada waktu untuk mempedulikannya. Tohka melepaskan pandangannya dari Yamai dan melihat ke belakang.
Miku terbaring tidak masuk akal di jalanan yang kacau.
“Miku!”
Dia tidak merespon walau dia sudah memanggilnya. Sepertinya dia masih tidak sadar. Tohka berlari ke arah Miku dan berjongkok untuk melihat wajahnya.
Namun, apa yang dia lihat adalah Miku yang tertidur dengan damai yang merupakan kebalikan dari ekspetasinya. *Suu**suu* dia masih bernapas dan terkadang *Munya**munya* mengigau. Tohka menghela nafas dengan lega.
“Kuku………..kau harus berterima kasih padanya saat dia bangun, Tohka. Dialah yang menggunakan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungimu saat kau pingsan”
“Setuju. Dia luar biasa. Walau kakinya sudah gemetar dari awal sampai akhir”
Kaguya dan Yuzuru membantu satu sama lain dan mendekati Miku dengan mengikuti Tohka.
“Umu………..begitu. Kau menyelamatkanku, Miku”
Setelah Tohka mengatakannya, sebuah suara muncul lagi.
“----------ya, ya, itu kenapa kau harus membangunkannya lebih cepat”
“Mu? Apa yang harus aku lakukan?”
“Kuku, sudah jelas. Sudah diputuskan kau harus menunjukkan ciuman panas untuk membangunkan sang putri tidur”
“Ci-Cium katamu!?”
“Setuju. Itu benar. Kalau begitu, berikan semua yang kau punya. Cium, cium”
“Mu-muu……………….”
Dia mungkin………….tidak punya pilihan. Tohka menelan ludah.
“Tunggu sebentar! Aku tidak pernah bilang!”
“Setuju. Yuzuru juga”
“A-Apa?”
Kaguya dan Yuzuru mengatakannya dan kedua alis Tohka mendekat. Sekarang dia memikirkannya, suara yang bergema sedikit berbeda dari mereka berdua. Kalau begitu kenapa-----
Tohka kemudian merendahkan pandangannya dan menemukan Miku perlahan membuka matanya selagi *Nya**nya* tersenyum lebar.
“Ah Miku! Kau sudah bangun!?”
“Pufufu! Ahhhn, aku ketahuan?”
Setelah Tohka menunjuk dengan jarinya dan berteriak, Miku mulai tertawa karena dia tidak bisa menahannya lagi.
“Mouu, tolong jangan katakan hal yang tidak perlu Kaguya-san, Yuzuru-saaaaann. Sedikit lagi dan aku mungkin akan menikmati bibir Tohka-san yang indah”
“Itu benar-benar tidak baik dan apa yang kau katakan! Kejahatanmu menggunakan suara kami sangatlah berat, Miku! Ketahuilah dosamu tidak akan terhapus bahkan jika kau jatuh pada api penyucian!”
“Benci. *Marah*”
Wajah Kaguya dan Yuzuru menjadi galak. Setelah mereka melakukannya, Miku mengangkat tubuhnya dan menyentuh kedua kakinya dan bertingkah genit.
“Maaf. Aku tidak ada maksud tertentu. Tolong maafkan aku. Aku akan mengimpaskannya dengan tubuhku……….”
Setelah mengatakannya, Miku menjilati bibirnya. Langsung saja, wajah Yamai menjadi pucat dan mundur untuk lari dari Miku.
“Ahhn, kenapa kau kabur. Tunggu aku”
“Di-diam! Jangan mendekat dasar mesum!”
“Kabur. *Menyilangkan jari membentuk X*”
Miku mengejar mereka dan mereka berdua lari selagi terkejut. Itu adalah adegan yang sangat damai seolah pertarungan tadi hanyalah sebuah kebohongan.
Saat Tohka melihat mereka bertiga begitu ceria, dia menghela nafasnya sebelum menepuk tangannya untuk menghentikan mereka bermain kejar-kejaran.
“Bagaimanapun juga, lukanya tidaklah ringan. Ayo kita obati di <Fraxinus>. Bisakah seseorang menghubungi Kotori?”
Setelah mengatakannya, mereka berhenti kejar-kejaran dan melihat ke arah Tohka.
“Kuku………ayo saja. Yah, luka ini bukan apa-apa untukku tapi, kita ada Miku dan Yuzuru”
“Mengganggu. *Colek* *colek*”
“Akyaa!?”
Setelah Yuzuru mencolek perut Kaguya, Kaguya berteriak dengan air mata di matanya. Seperti yang diduga, apa yang sakit akan sakit.
“A-Apa-apaan itu!”
“Mengejek. Bukan apa-apa untukku (Kaku)”
“Aah, aku juga ingin mencobanya! *colek**colek*!”
“Tung……..Hentikan!”
Setelah mengatakannya, mereka bertiga mulai menyebabkan masalah lagi. Tohka *Haa* menghela nafasnya.
“Bagaimanapun, ayo lakukan. Kalian bertiga pergi ke <Fraxinus> duluan”
Miku menggerakkan alisnya kebingungan mendengar perkataan Tohka.
“Duluan………tunggu, Tohka-san apa yang akan kau lakukan?”
“Mu. Aku akan membawa Tobiichi Origami. Dia sepertinya tidak bisa bergerak sendiri.-----Aku masih belum mendengar jawaban apapun dari mulutnya”
Setelah Tohka mengatakannya, mereka bertiga *fuu* mengeluarkan nafas sebelum mengangguk.
“Fuuun………..Yah mau bagaimana lagi kalau Tohka bilang begitu. Tentu saja, apapun alasan yang dia punya, aku akan membuatnya membayar semua ini”
“Setuju. Itu akan menjadi kalimat yang menggelitik. Aku akan memecahkan topeng besi Master Origami”
“Ah, bisakah kita pisahkan bayaran kita? Aku ada banyak hal dalam pikiran yang ingin kulakukan…….”
Miku mengatakannya dengan mata yang berkilau. Kaguya dan Yuzuru bercucuran keringat di pipi.
Setelah Tohka mendapat persetujuan semua orang, dia melihat ke arah dimana dia menghembuskan Origami. Karena Tohka sedang kesal, dia mungkin terlalu bertenaga saat memukulnya. Dia tidak bisa melihatnya disana-----
“………Mu?”
Ini. Tohka mengangkat alisnya.
Meninggikan pandangannya. Dia melihat seseorang di langit dengan awan abu-abu.
“? Ada apa, Tohka”
“Tidak………..”
Ditanya oleh Kaguya, Tohka bingung menjawabnya sebelum menggosok matanya.
Dia pikir itu kesalahan tapi-----dia salah.
Seberkas cahaya bersinar melalui ruang yang suram dan di dalam cahaya itu, seorang perempuan melayang di dalamnya.
Hal pertama yang memasuki matanya adalah pakaiannya.
Namun itu normal. Tubuhnya tertutupi dengan gaun yang menekan garis tubuhnya. Dia memiliki rok seperti bunga yang sedang bermekar. Dan juga, ada cincin melayang di sekitar kepalanya dengan cadar keluar dari situ.-------semua itu dibuat oleh mata putih.
Penampilan itu terlihat seperti gaun pernikahan yang hanya boleh dipakai oleh seorang gadis------atau, malaikat yang turun dari kegelapan.
“………uh, itu------“
Namun, alasan kenapa Tohka tersentak bukan karena hal-hal itu.
Di saat siluetnya mulai mendekat, wajah perempuan itu mulai terlihat.
---Itu adalah wajah Tobiichi Origami.
“Origami…….?”
“Memastikan. Seperti yang diduga, Kaguya juga melihatnya huh”
“Itu benar……….ah-re, tapi penamilannya…………”
Kaguya, Yuzuru dan Miku menyadarinya juga. Mereka mengangkat alisnya selagi mengatakannya.
Tapi, perkataan mereka tiba-tiba terganggu.
Alasannya mudah. Saat Origami melihat ke arah mereka------mereka terserang oleh rasa dingin seolah ratusan jarum menusuk tubuh mereka.
“””…………………uh”””
Kaguya dan yang lain membuka matanya lebar-lebar selagi berdiri bengong. Setelah Tohka menggertakkan giginya, dia berdiri di depan mereka bertiga untuk memisahkan Origami dari mereka dan menyiapkan <Sandalphon>.
“To-Tohka……….!”
“-----Lari. Aku tidak bisa melindungi kalian selagi bertarung”
Tohka tidak mengalihkan pandangannya dari Origami bahkan tuk sesaat dan mengatakannya dengan mereka bertiga di belakangnya. Keringat bercucuran dari jidatnya dan jatuh ke pipinya sebelum menetes-netes.
Kaguya dan yang lain tidak menolak. Mereka tidak bilang ingin bertarung juga. Butuh waktu sesaat bagi mereka untuk mengerti bawah mereka tidak bisa menolong karena mereka tidak bisa menggunakan Reiryoku penuh mereka. Tidak---------lupakan menyediakan bantuan, mereka mungkin akan berakhir sebagai rintangan untuk Tohka.
Sebanyak itu.
Sesuatu yang saat ini muncul di depan mereka memiliki kekuatan yang sangat besar.
Dia mengetahui itu dengan insting, dia tidak perlu mengganti pedangnya atau mengobrol.
---Itu. Itu adalah sesuatu yang harus dia hadapi.
“Tohka, maaf…….!”
“Berdoa………semoga beruntung”
“Ah, tunggu kalian berdua……….ukyaa!”
Setelah Kaguya dan Yuzuru mengangkat Miku dengan kedua bahunya, mereka kemudian menutupi diri mereka dengan angin dan lari ke langit dengan kecepatan yang luar biasa.
“………………………..”
Origami tidak tertarik pada mereka dan terus menatap ke arah Tohka selagi perlahan mendekatinya seolah dia meluncur turun dari langit.
Dia kemudian melihat ke bawah dan agak membuka mulutnya.
“Yatogami…………..Tohka. --------untuk mengalahkannya. Aku”
“………..Origami, kau”
Setelah Tohka menajamkan pandangannya, Origami dengan tenang mengangkat tangan kanannya ke langit.
Dia kemudian memanggilnya.
Nama yang Origami seharusnya tidak tahu----nama Angel.
“-----<Metatron>”
Seolah merespon perkataan Origami, beberapa sinar cahaya turun dari langit yang tidak ada matahari dan mengelilingi Origami. Semua cahaya itu kemudian muncul dan setiap satu dari mereka terlihat seperti sayap panjang dan ramping.
Di saat dia mengepalkan tangannya yang diangkat ke langit, semua sayap itu menyebar dalam lingkaran.
Ya. Seolah------Origami mendapatkan mahkota.
“Kuh…………”
Tohka mengerutkan keningnya.
Astral Dress dan……………Angel. Tidak salah lagi.
Dia terus melihat ke atas dan berteriak.
“……………Origami. Kenapa-----kenapa kau menjadi Roh
Ya.
Tohka tidak tahu apa yang terjadi saat dia membantu yang lain.
Tapi dia yakin dalam satu hal--------Origami saat ini adalah Roh.
“Roh…………”
Setelah Origami mengulang perkataan Tohka, dia menggerakkan matanya dengan lesu dan melihat ke tangan dan tubuhnya.
“Begitu………..ini seperti yang kuduga
Setelah Origami menutup matanya, dia memberitahu dirinya sendiri seperti itu.
“Kalau begitu-------aku tidak keberatan”
Dia kemudian membuka matanya dan menunjuk pandangannya ke Tohka seperti pedang.
“Aku sekarang akan menggunakan kekuatan ini untuk mengalahkan Roh. Aku menjadi Roh yang membunuh Roh. Setelah aku menghapus semua Roh-----aku akan menghapus yang terakhir, diriku sendiri”
Origami membentangkan kedua tangannya. Seolah menyamai aksinya, ujung mahkota di atas kepalanya meluas dan membuat lingkaran yang terlihat seperti matahari.
“<Metaron>----->---[Shemesh]!!”
Origami diam-diam mengatakannya. Langsung saja, Angel membentuk cincin di atas kepala Origami mulai berputar dan melepaskan partikel cahaya di sekitarnya.
“Kuh-------“
Tohka membentangkan tangan kirinya dan membuat dinding di sekitarnya dengan Reiryoku. Setelah sesaat, jumlah partikel cahaya yang sangat banyak jatuh ke arahnya dari Angel Origami.
Sebuah hujan yang indah dan sangat merusak. Setiap tetesan adalah gugusan Reiryoku dengan kekuatan yang sangat besar dan beberapa ribu lagi berlanjut menimpa tanah tanpa henti.
Jalan aspal. Kendaraan yang terbuang. Rumah-rumah yang berbaris. Angelnya tidak membiarkan satupun lolos darinya. Pemandangan kota dengan mudahnya hancur seperti kertas yang disentuh oleh hujan.

“Guh…………….”
Tohka entah bagaimana berhasil menangkis serangannya dengan tameng Reiryokunya tapi, ini tidak baik jika terus berlanjut. Setelah Tohka menumpahkan kekuatannya pada tangan kanannya yang memegang <Sandalphon>, dia memotong bagiam dalam dindingnya dengan penuh pengetahuan bahwa dia akan mendapatkan beberapa pukulan.
“Haaaaaaaaaaaaaaaaa!”
Bersamaan dengan teriakan yang kuat, Angel <Sandalphon> mengeluarkan tebasan pedang yang memanjang seolah menjiplak kemampuan pedangnya.
“…………………uh”
Setelah Origami sedikit mengangkat alisnya, dia menunjuk tangannya yang lain ke bawah. Saat dia melakukannya, cincinnya melepaskan partikel cahaya terpisah dan membuat tameng di depan Origami untuk menangkis tebasan Tohka.
Saat itu, partikel cahayanya terganggu. Tohka tidak membiarkan kesempatan ini pergi dan menendang tanah menyebabkannya untuk terbang lurus ke langit dan mendekati Origami setelah meluncur melewati Angel.
“Deyaaaaaaaaaaaaaaaa!”
Dia tidak bisa bersantai menahan kekuatannya. Tohka mengambil <Sandalphon> dengan kedua tangannya dan menebas Origami dengan seluruh kekuatannya.
Tapi--------tidak ada perasaan apapun.
Saat <Sandalphon> menyentuh Astral Dress Origami, penampilan Origami berubah menjadi cahaya dan menghilang; dia kemudian muncul beberapa meter ke belakang dari posisi sebelumnya.
“A………..!”
“-------uh”
Tohka bukan satu-satunya yang membuka matanya dengan kaget. Bahkan Origami yang menghindari serangannya pun ekspresinya berubah menjadi keheranan. Sepertinya hal itu terjadi di luar dugaan Origami juga.
Setelah Origami melihat ke tangannya sendiri, dia bergumam pada dirinya sendiri seolah dia ingin memuntahkannya.
“-----Monster”
Origami mengerutkan alisnya dan mengepalkan tinjunya sebelum menggunakan tangannya untuk menunjuk ke atas.
“[Malakh]!”
Saat dia melakukannya, <Metatron> mengumpulkan dirinya lagi dan membuat sayap dibelakang Origami. Origami mengepakkan <Metatron> seperti sayap dan berlari kebelakang hanya dalam sekejap.
Di saat yang sama, beberapa sinar cahaya datang dari ujung sayap membentuk <Metatron> dan menyerang Tohka.
“Kenapa kau………!”
Tohka sedikit berteriak dan mengayunkan <Sandalphon>. Sudah terlambat walau dia membuat dinding juga dan------secara naluri, Tohka merasa dia tidak bisa menahan serangan ini dengan dindingnya.
Dia menggunakan <Sandalphon> untuk menebas pergi cahaya yang mendekat. Tapi, jumlahnya terlalu banyak. Cahaya yang tidak dapat dia tangani, menusuk bahu kirinya dan kaki kanannya.
“Gu-ah……!”
Rasa sakit yang tajam. Dia tidak perlu melihatnya untuk mengetahui bahwa Astral Dressnya sudah rusak.
Namun, serangan Origami tidak meringan. Sayap dibelakang Origami membentang ke atas, bawah, kiri, dan kanan, setelah Origami mengayunkan tangannya dari atas ke bawah.
“[Kaddour]!!”
Di saat Origami berteriak, <Metatron> yang terpisah terbang bebas di langit seolah memiliki keinginan sendiri dan melepaskan bim dari segala arah. Sepertinya dia ditangkap di dalam kurungan terbuat dari jaringan laser. Lebih lagi, itu adalah penjara yang dapat memotong menembus tulang dan dagingnya jika dia menyentuh jaringannya.
“Kuh……………….!”
Tohka mengayunkan <Sandalphon> dan menghempaskan semua serangan yang terus menerus dari semua arah.
Namun, mustahil untuk merespon semuanya. Punggungnya, pinggulnya dan tangannya. Semua bagian itu terkena serangan langsung oleh bim penghancur dan armor Tohka sudah rusak.
“Guh……….,u, aah---------“
Dia akan tersiksa secara sepihak jika terus seperti ini. Ekspresi Tohka menjadi sangat kesakitan selagi menatap Origami sebelum menendang langit dengan segenap kekuatannya.
Bahkan tanpa menangkisnya, <Metatron> menyerang lebih parah ke arah Tohka tapi, dia benar-benar mengabaikannya. Bahkan jika dia menerima serangan langsung ke perutnya, bahkan jika kakinya pun tertembak, Tohka tidak mengalihkan pandangannya dari Origami dan terus bergegas secara liar ke Origami.
“Uoooooooooooooooooooo!”
Dia berteriak dan menebas <Sandalphon> ke atas.
“Fuu----------!”
Namun, tidak ada efeknya sama sekali. Saat pedangnya akan menyentuh Origami, dia berubah menjadi cahaya dan menghilang serta berhasil menghindari serangan Tohka. Setelah sesaat,
Tapi------itu semua masuk dalam prediksi Tohka.
Setelah Tohka melepaskan <Sandalphon>, dia terus menggunakan momentum tersebut dan memutar tubuhnya di tengah udara------
“Haaaaaaaaaaaaa!!”
Dia menggunakan seluruh kekuatannya dan menggunakan tangan kosongnya untuk memukul wajah Origami saat dia kembali muncul di udara.
“------Ka, hah……!?”
Origami meludah kesakitan dan memperbaiki wajahnya. Mungkin giginya ada yang copot; satu fragmen putih keluar dari mulutnya.
Itu adalah pukulan tangan kanan yang sangat bertenaga dari Roh-Tohka. Bahkan jika Origami menjadi Roh, lupakan tentang kepalanya yang akan terputus dari serangan itu cukup untuk mempertahankan tengkoraknya tetap utuh.
Mungkin dia tidak dapat terus-terusan berubah menjadi cahaya; atau mungkin dia tidak bisa merespon serangan yang tidak bisa dia lihat, dia mungkin tidak tahu detilnya tapi-----bagaimanapun juga, dia berhasil memberikan pukulan pada Origami. Dia mengepalkan tinjunya sangat erat dan *fuun* mendengus.
Namun, mustahil untuk melanjutkan serangannya dari sana. Selagi Origami mengayunkan kepalanya karena pusing, dia sekali lagi mengubah <Metatron> menjadi sayap dan mundur dengan kecepatan tinggi.
“Tsk------“
Setelah Tohka mendarat di tanah, dia mengangkat tangan kanannya ke samping. Beberapa saat kemudian, <Sandalphon> yang dia lempar tadi jatuh dari langit dan dengan indahnya mendarat di tanah.
“……………………”
Dari tanah, Tohka melihat ke arah Origami yang sedang menyeka darah yang keluar dari mulutnya.
Dia memberikan serangan yang cukup kuat pada Origami tapi, jelas luka Tohka lebih serius. Jika dia terus bertarung seperti ini maka, kerugian untuk Tohka karena dia tidak bisa bergerak banyak.
Maka------Hanya ada satu hal yang bisa dilakukan Tohka.
“<Sandalphon>!”
Setelah Tohka memanggil nama Angelnya, dia menendang tanah dengan tumitnya.
Nama itu tidak hanya menunjukkan pedang yang ada di tangan Tohka.
Tanahnya kemudian naik seolah merespon panggilannya dan singgasana raksasa yang dengan mudahnya melebihi tinggi Tohka muncul disana.
“--------[Halvenhelev !!”]……………….!”
Dia kemudian memanggil namanya.
Nama pedang terkuat; bentuk sebenarnya dari Angel Tohka-<Sandalphon>.
Dalam sekejap, beberapa retakan muncul pada singgasana dan pecah menjadi beberapa bagian. Semua fragmennya kemudian bersatu dengan pedang yang sedang dipegang Tohka dan------membentuk pedang raksasa.
Kekuatan aneh Origami akan membuatnya menghindarinya jika hanya satu serangan. Tapi walau begitu, Origami bukanlah idiot yang akan jatuh pada perangkap sama untuk kedua kalinya.
Kotori dan Reine mungkin akan memikirkan rencana yang lebih bagus. Mereka akan menganalisis kekuatan Origami dan memilih cara yang lebih efektif dalam bertarung.
Namun, itu di luar kemampuan Tohka. Yang dia mengerti adalah, untuk menggenggamnya dengan pedang dan tinjunya. Yang dia punya adalah cara yang sangat kikuk untuk bertarung melawannya.
Dengan kata lain--------Dia akan membantai apapun dari Origami yang berubah menjadi cahaya dan arah dia menghindari dengan satu serangan pamungkas.
“……………Kuh---“
Origami mungkin merasakannya; dia mengembalikan <Metatron> ke bentuk mahkotanya dari bentuk sayap dan menunjuk ujungnya ke bawah------ke arah Tohka.
Tohka entah bagaimana mengerti maksudnya. Setiap ujung Angelnya memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan Astral Dressnya. Itu adalah serangan yang besar dengan semua meriam berkonsentrasi pada satu serangan.
“------Origami!”
Merasakannya, Tohka melihat ke langit dan meninggikan suaranya.
“Aku akan bertanya sekali lagi! Bisakah kita-------benar-benar tidak mengerti satu sama lain!?”
“………….jangan bercanda denganku”
Wajah Origami menjadi muram selagi membalasnya. Untuk beberapa alasan, Tohka dapat melihatnya sebagai perempuan kecil yang sedang menangis.
“Determinasiku tidak akan berubah. Misiku tidak akan berubah. Aku akan menolak------Semua Roh!”
Tohka mengambil nafas dalam-dalam saat dia mendengar perkataan Origami.
“Begitu. Maka aku tidak punya pilihan lagi”
Dia perlahan mengayunkan Halvenhelev ke atas. Ada cahaya hitam yang menutupi pedangnya.
“-----Waktunya untuk omelanmu. Persiapkan dirimu, kau anak manja!”
“Berhenti gegabah----taiiiiiiiiiii!”
Origami berteriak dan mengangkat kedua tangannya ke depan. Saat dia melakukannya, sebuah cahaya mulai berkumpul pada ujung <Metatron>.
“<Sandalphon>-----[Halvenhelev]!!”
“<Metatron>-------[Artilife]!!”
Kedua teriakan mereka begabung.
Langitnya sangat putih. Tanahnya mengeluarkan cahaya misterius.
Kedua gerakan penghancur mereka dengan semua Reiryoku mereka akan ditembak dari atas dan bawah.
Tapi saat itu.

“-----Berhentiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!”

Teriakan yang sangat keras bergema ke telinga mereka.
“A…………..!”
“……………..uh!”
Tohka dan Origami sama mengangkat bahunya dan melihat ke arah suara tersebut.
Saat bertarung-------sesuatu seperti mengalihkan matanya dari lawan yang sedang menujukkan kekuatan yang dapat membunuh itu gila. Tapi, Tohka dan Origami tidak bisa mengabaikan suara itu. Itu karena-------
“Shidou!”
“Shidou……….!?”
Mereka berdua membuka lebar matanya dan memanggil nama orang tersebut.
Ya. Orang yang muncul disana adalah Itsuka Shidou yang keberadaannya tidak diketahui.
“Apa ini……………kenapa ini harus terjadi! Tohka------Origami………!!”
“Shidou, kenapa kau disini---------“
Saat Shidou mengerutkan keningnya selagi bersuara kesakitan, Origami bergumam dan memalingkan wajahnya. Seolah dia enggan menunjukkan penampilannya pada Shidou.
“Kuh……………”
Origami mengatur bentuk mahkota <Metatron> menjadi bentuk sayap lagi sebelum terbang ke langit dengan kecepatan yang luar biasa.
“Origami! Origamiiiiiiiiiiiii-----!!”
Gema teriakan Shidou satu-satunya yang ada di langit.

Date A Live Jilid 10 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.