11 Maret 2016

Date A Live Jilid 10 Bab 2 LN Bahasa Indonesia


Date A Live Jilid 10
Bab 2
 Goetia yang Bersinar

Bagian 1
“----Shidou hilang?”
Di sebuah kelas di SMP, Kotori mengeluarkan suara curiga selagi mendorong ponselnya ke telinganya.
Bel makan siang berbunyi dan Kotori menerima transmisi dari <Fraxinus> di ponselnya.
Dia merasakan sesuatu yang aneh dan langsung mengangkat ponselnya setelah mengganti pita hitamnya-----dia kemudian mendengarkan laporan dari anak buahnya.
“Apa maksudmu? Sekarang masih jam sekolah, kau tahu?”
“Ya…….Seharusnya begitu tapi, dinilai dari laporan analisis Murasame…….dia pulang 1 jam sebelum kelas selesai”
“Dia pulang lebih awal?”
“Ya. Dari apa yang kita dengar dari Tohka-chan, sepertinya Tobiichi Origami tiba-tiba pindah sekolah….”
“Apa katamu…….?”
Kotori mengangkat alisnya. Tidak mungkin Tobiichi Origami akan pindah sekolah tanpa memberitahukan Shidou apapun.
Tapi------bukan berarti dia tidak memiliki petunjuk apapun tentang alasannya untuk kejadian aneh ini. Ya, terakhir kali Origami muncul di depan Origami dan yang lain adalah saat dia mengenakan unit DEM-CR.
Origami melawan DEM sebelumnya untuk melindungi Shidou tapi, dia tidak bisa menyangkal kemungkinan Origami memiliki suatu rahasia dengan DEM.
Atau mungkin---------ada kemungkinan dia dicuci otak oleh DEM. Itu karena, musuhnya adalah industri DEM. Tidak aneh jika mereka melakukannya.
Shidou mungkin memikirkan hal yang sama dengan Kotori. Tidak mungkin dia hanya diam dan pergi mencari Origami.
“Si bodoh itu…………..dia tidak bilang apapun……….”
Setelah Kotori mengklik lidahnya dengan kesal, dia melanjutkan perkataannya dengan lembut untuk menghindari sekitarnya mendengarnya.
“Hilangnya di saat seperti ini………..berbau amis untukku. Terburuk datang ke yang terburuk, dia mungkin diculik oleh DEM.--------bagaimana dengan yang lain?”
“Ya……….Tohka-chan, Yamai bersaudari, dan Miku-chan makan siang di sekolahnya masing-masing. Natsumi-chan pergi keluar dengan Yoshino-chan untuk bermain di kota”
“Begitu.--------Mereka mungkin belum merasa gelisah tapi, kita tidak bisa menipu mereka terlalu lama. Lagipula, gunakan seluruh personel dan mencari lokasi Shidou berada. Aku juga akan segera kembali ke <Fraxinus>. Kita harus menemukannya sebelum yang lain pulang bagaimanapun caranya.”
“Roger!”
Balasan bawahannya datang dari ponsel. Setelah Kotori mengakhiri panggilannya, dia meletakkan ponselnya ke kantongnya dan memisahkan diri dari dinding.
Dan selagi mengganti pitanya, dia berjalan ke arah temannya yang sedang memekan bento mereka dengan meja mereka digabungkan.
“Ah, Kotori-chan, kau sudah selesai?”
“Siapa itu? Kakakmu?”
Temannya bertanya padanya. Kotori tersenyum tidak jelas sebelum berjongkok di tempatnya selagi memegang perutnya.
“U……….umm”
“A-Ada apa Kotori-chan, kau tak apa?”
“A-Aku merasa agak sakit…….maaf, aku akan kembali lebih awal hari ini……bisa kau beritahukan guru untukku?”
“Aku tidak keberatan tapi……….kau tak apa? Mau ke UKS?”
“Tak apa. Baiklah, aku mengandalkanmu”
Kotori mengambil tasnya selagi wajahnya kesakitan sebelum perlahan berjalan keluar dari kelas dan-------mengarah ke atap bukannya pintu masuk.
Bagian 2
“………u-uh………..”
Setelah sedikit mengerang, Shidou perlahan membuka matanya.
“Dimana……..aku……….”
Pandangannya samar. Shidou mencoba mengangkat tangan kanannya untuk menggaruk matanya dan-----dia mengangkat alisnya.
Tangan kanannya tidak mau bergerak. Tidak……….lebih spesifik, dia tidak bisa memajukan tangannya seolah pergelangannya tersambung di belakangnya.
Setelah 10 detik. Tepat di tengah kesadarannya yang perlahan mulai jelas, Shidou menyadari tangannya sedang diikat di belakangnya dan dia sedang duduk di kursi. Lebih sopan lagi, dia diikat ke kursi dengan tali di sekitar dadanya, dan tak sengaja, kaki kursinya dimasukkan ke lubang di lantai. Itu adalah karya tangan yang gigih yang memberikannya impresi bahwa mereka tidak ingin melepaskan Shidou bagaimanapun.
“Apa-apaan ini……..”
Beruntungnya, dia matanya tidak ditutup dan disumbat. Setelah Shidou menggerutu, dia perlahan menggerakkan kepalanya dan melihat sekitarnya.
Itu adalah tempat yang gelap, bangunan terbengkalai. Ada banyak retakan di dinding dan sebagian langit-langit rusak, memperlihatkan kerangka bajanya. Itu memberikan aura seolah tempat ini sudah dijauhi oleh manusia untuk waktu yang lama.
Kenapa dia ditangkap ke tempat seperti ini? Shidou memutar kepalanya memikirkan pertanyaan dasarnya itu----dan langsung saja, dia mengingat kejadian yang terjadi sebelum dia pingsan.
“Oh iya, aku sedang mengejar Origami……..”
Tepat saat Shidou mengatakannya, pintu di depannya terbuka dengan suara *gii*.
Saat dia melihat ke arah sana karena teralihkan dengan sebuah suara, dia menyadar Origam membawa tas yang besar dan berdiri disana.
“Origami! Apa yang kau----------“
Shidou mengatakannya sebelum tersentak.
“Jangan bilang kau benar-benar bergabung dengan DEM………!?”
“………………”
Setelah Origami perlahan mendekati Shidou, dia menaruh tasnya di lantai dan mulai mencari isinya.
“A-Apa yang kau……..!”
Dia tidak tahu apa yang akan dia keluarkan tapi, jika Origami benar-benar melibatkan dirinya sendiri dengan DEM maka, Shidou mungkin sedang berada dalam masalah. Pistol, pisau, atau mungkin serum kejujuran………bermacam-macam ide terlintas dalam pikiran Shidou.
Tapi,
“------ini”
“Heh………?”
Merespon prediksi Shidou, benda yang Origami keluarkan adalah botol yang penuh dengan air mineral.
“A-Apa ini”
“Air. Kau haus, kan?”
Dalam situasi yang sangat aneh ini, Origami bertanya padanya dengan sikap yang sangat normal. Shidou mengangkat alisnya secara refleks dengan perasaan aneh.
Memang benar bibirnya sedang kering tapi, dia ragu untuk meminum air yang diberikan orang yang menculiknya. Dia mengirimkan pandangan curiga pada Origami yang menawarkannya air.
Mungkin Origami menyadari perasaan Shidou, dia membuka botolnya dan *gulp*, meneguknya dan meminum air dari dalam botolnya untuk menunjukkannya padanya………sepertinya dia memberitahunya bahwa tidak ada racun atau yang semacamnya.
“……………………….”
“……………………..eh?”
Tidak. Dia salah. Origami meminum airnya tanpa menelannya dan mendekatkan bibirnya ke bibir Shidou.
Ya. Seperti……………..dia akan memindahkan airnya ke mulutnya.
“Be-berhenti! Aku mengerti! Aku akan minum! Aku akan minum jadi biarkan aku minum dengan normal!”
“Begitu”
Setelah mendengar perkataan Shidou, Origami menelan airnya dan mengatakannya dengan sedikit kecewa. Dia kemudian memberikan botol yang terbuka itu padanya.
“Ini”
“A-aaahhhhhh, kalau begitu pelan------Muguuuuf!?”
Tanpa mendengar akhir perkataan Shidou, Origami mendorong botolnya ke dalam mulut Shidou. Itu adalah ciuma tak langsung yang dipaksakan. Dia tidak bisa melawan karena dia mendorongnya tiba-tiba dan dia meminum air yang tertuang pada mulutnya.
“…………………….”
Setelah memastikan dia meminum airnya, Origami menarik tangannya dengan puas. Dan untuk beberapa alasan, dia menjilat mulut botolnya sebelum menutupnya kembali.
Dia penasaran dengan hal itu tapi………….yah, lupakan. Dia terbatuk-batuk seolah dia tersedak sebelum, kembali melihat Origami lagi.
“……….jadi untuk mulanya, bisa kau lepaskan aku”
“Aku tidak bisa melakukannya”
Origami menjawabnya dengan terus terang walau Shidou mengatakannya.
Tapi, reaksi itu masih terduga. Shidou sedikit menggoyangkan tubuhnya dan lanjut berbicara.
“Ah----……..aku mengerti aku mengerti. Kalau begitu bisakah kau setidaknya melepaskan ikatannya sekali saja, dan biarkan tanganku ada di depan?”
“Maaf. Tolong diam seperti itu sedikit lebih lama”
“Tolong. Aku benar-benar harus pergi ke toilet. Bahkan kau tidak mau aku bocor disini, kan?”
“……………….”
Saat dia mengatakannya, Origami diam-diam membungkuk dan melihat ke tas besarnya sebelum kembali mengambil botolnya.
Untuk sesaat, dia pikir dia akan membuatnya untuk meminum air lagi walau dia bilang ingin ke toilet tapi------dia salah. Shidou langsung merasakan ada yang aneh. Tidak apapun di dalam botol yang dipegang Origami.
Origami membuka tutup botolnya selagi mendekati Shidou.
“O-oi………?”
Walaupun Shidou mengatakannya dengan keringat bercucuran dari pipinya, Origami tidak berhenti. Dia meletakkan botolnya di lantai sebelum meletakkan tangannya pada sabuk Shidou dan *Kacha**Kacha* membukanya selagi membuat suara itu.
“Gyaaaaaaaaaaa! Gyaaaaaaaaaaa!”
Setelah menebak apa yang Origami pikirkan, dia memutar tubuhnya selagi menggoyangkan kursinya.
“Hei! Tak apa! Tak apa!”
“…………Begitu”
Saat Shidou berteriak, Origami entah kenapa terlihat kecewa selagi kembali mengikat sabuknya.
“Haa…………..Haa…………”
Shidou mengambil nafas dalam-dalam setelah bernafas dengan berat dan--------menenangkan detak jantungnya sebelum melihat Origami.
Ada segunung hal yang ingin dia katakan tapi……….sekarang bukan waktunya untuk itu. Shidou lanjut berbicara dengan nada yang lembut.
“…………..Origami”
“Apa”
“………Apa kau masuk DEM sekarang?”
“Ya”
Origami membalasnya dengan tenang. Shidou lengah pada aktingnya seolah itu hal biasa.
“Ya………tunggu, kau harusnya tahu apa tempat ini, kan?”
“Ide yang kasar”
“Lalu------“
“------Untuk mendapatkan kekuatan”
“Kekuatan……….?”
Setelah alis Shidou mendekat, Origami mulai berbicara dengan sopan.
Karena bebannya tidak mematuhi perintah, mereka akhirnya memutuskan untuk menskors Origami.
Dan----agar terus menjadi Wizard, tidak ada cara lain kecuali bergabung dengan DEM.
“Tapi walau begitu………itu terlalu bahaya!”
“Aku tidak punya pilihan.--------Tidak ada cara lain untuk mendapatkan kekuatan untuk mengalahkan Roh”
Dalam kesunyian…………nada yang tenang, Origami menggerakkan bibirnya. Shidou tidak bisa berkata lagi setelah mengatakannya.
Sepertinya, Origami memiliki gambaran yang lebih jelas tentang perusahaan yang disebut DEM industries daripada Shidou. Dia mungkin tahu tentang penderitaan dan perjuangan yang hanya bisa Shidou pikirkan sejak lama. Selain itu--------dia memilih situasi saat ini. Itu bukan tolakan. Itu bukan balas dendam. Dia merasa merinding saat dia mendengar suara lembut Origami.
Tapi, dia tidak bisa seperti ini. Shidou terbatuk untuk mendapatkan kesadarannya dan menggerakkan mulutnya lagi.
“……..Lalu, menculikku adalah------perintah Westcott? Apa yang akan kau lakukan padaku?”
“……………………..”
Setelah Shidou mengatakannya, Origami perlahan menggelengkan kepalanya ke samping.
“Keputusankulah untuk membawa Shidou ke sini. Hal ini benar-benar tidak berkaitan dengan Perusahaan DEM”
“Eh………………?”
Wajah Shidou penuh dengan kebingungan.
“Apa maksudmu? Lalu kenapa kau melakukan ini”
“Secara pribadi, bukan keinginanku untuk merebut kebebasanmu. Aku minta maaf untuk ini”
Origami mengalihkan pandangannya sebelum melanjutkan perkataannya.
“Ini adalah prosedur yang tak dapat dihindarkan. Untuk mencegahmu ikut campur urusan ini, ini adalah metode yang paling meyakinkan”
“Tu-tunggu sebentar. Apa yang kau katakan? Untuk mencegahku……….? Soal apa ini!”
Origami mengepalkan tinjunya seolah dia memperbaharui tekadnya saat dia bertanya sebelum membuka bibirnya.
“----Pertarungan antara aku dan para Roh”
“A…………!”
Shidou membuka lebar matanya dengan heran.
“Ro-roh……….dan, siapa mereka”
“Roh adalah Roh. Tentu saja---“
Origami menghentikan perkataannya untuk sesaat dan sedikit menghela nafas sebelum melanjutkannya.
“-------Yatogami Tohka dan yang lain bukanlah pengecualian”
“…………..uh!”
Shidou tersentak. Walaupun dia baru saja minum beberapa saat yang lalu, tenggorokannya sudah kering. *Dokun**dokun* detak jantungnya mulai mengencang dan membuat seluruh tubuhnya bergetar.
Bertarung dengan Roh. Dan------Membunuh para Roh.
Sekarang dia memikirkannya, ini adalah kalimat yang Origami katakan sejak dia pertama bertemu dengannya. Dia adalah anggota AST yang memiliki tujuan mengalahkan Roh jadi, ini biasa. Tentu saja, Shidou sudah mendengar kalimat itu berulang kali.
Tapi-----kenapa.
Dia tidak pernah membayangkan jantungnya akan begini sakitnya walaupun dia mendengar kalimat yang sudah biasa dia dengar.
“Tu-tunggu Origami! Targetmu adalah Roh yang membunuh orang tuamu 5 tahun yang lalu, kan!? Tohka dan yang lain tidak ada sangkut pautnya dengan ini!”
“------Mereka semua masih Roh. Mereka berbahaya. Untuk menghindari terciptanya orang sepertiku lagi, kehadiran mereka tak termaafkan”
“A…………..! Tohka dan yang lain sedang tidak dapat dibaca kemampuan Rohnya sekarang! Kau tidak bisa menargetkan mereka sekarang, kau bilang----“
“Itu kebijakan yang diberikan JGSDF. Itu juga bukan masalahku lagi karena sekarang aku sudah keluar dari AST”
“Guh……!”
Shidou mengerang selagi mengerutkan wajahnya. Seperti yang dia katakan. Origami bilang dia mematuhi perintah dari para petinggi.
Sekarang dia memikirkannya, aksi Origami tidak ada bedanya dari awal. Dia membenci Roh, dan ingin membunuh Roh.
Tapi--------tidak bisa ditolong untuk Shidou berpikir bahwa semua aksi itu sudah terbungkus sangat rapi.
Tentu saja, faktor Shidou tidak menginginkan para Roh dan Origami tidak bertarung sangatlah besar. Namun, bahkan jika dia tidak memasukkan poin tersebut, dia masih merasakan perasaan yang aneh dari perkataan Origami.
Shidou entah bagaimana berhasil menahan perasaannya untuk berteriak dan berbicara dengan nada yang sangat tenang.
“…….Hei, Origami. Sudah lebih dari setengah tahun sejak Tohka pindah ke sekolah kita, kan?”
“………………………”
Tentu saja, Origami kembali melihat Shidou. Shidou merasa tatapannya sedikit berbeda dari tidak mengerti apa yang dia katakan.
“Waktu cepat berlalu ya. Para Roh yang kau lawan sudah bercampur ke dalam dunia ini, kau tahu? Tentu saja Tohka bukan satu-satunya. Yoshino, Kaguya, Yuzuru, Natsumi, dan bahkan Kotori serta Miku juga………semuanya hidup sebagai [Manusia].”
Shidou mengatakannya seolah mendesaknya.
“Origami………….apa kau akan mengatakan tidak ada yang berubah setelah melihat mereka selama ini? Para Roh hanyalah Roh……….apa kau akan mengatakan bahwa mereka harus dibunuh karena keberadaan mereka sangat berbahaya…!?”
“…………………….uh”
Origami mendekatkan kedua alisnya untuk pertama kalinya, saat Shidou mengatakannya.
Dia perlahan berjalan ke sudut ruangan dan mengangkat tangan kanannya sebelum *gaa*! Dia memukul tembok.
“…………Aku tahu itu”
“O-Ori……?”
“Yatogami Tohka dan Roh yang lain tetaplah Roh, dan itu tidak bisa diubah. Mereka adalah targetku untuk balas dendam.-------seharusnya begitu”
Setelah Origami mengatakannya dengan suara yang agak gemetaran, dia melanjutkan monolognya.
“Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri karena perlahan mengubah pendirianku setelah menghabiskan waktu bersama mereka. 5 tahun yang lalu pada hari itu, aku seharusnya sudah bersumpah untuk membalaskan dendamku pada Roh dan sekarang, aku takut…………….karena terbiasa dengan situasi ini”
Setelah mengatakannya, Origami memukul dindingnya sekali lagi.
“Alasan kenapa aku bergabung dengan DEM bukan hanya karena hukuman dari AST. Sebelum aku dapat menyadari situasinya------aku mulai memaafkan hari-hariku bersama Yatogami Tohka di dalamnya!”
“A……………..”
Shidou membuka lebar matanya dan memicikkan suaranya.
“Kenapa---------kenapa itu salah! Kau harusnya mengetahui juga! Tohka dan yang lain hanya ingin hidup dengan normal!”
“………..tidak. Aku tidak bisa memaafkan itu. Selama mereka adalah Roh.”
Origami memisahkan tinjunya dari dinding sebelum mengarahkan pungunggnya pada Shidou dengan tenang.
“Para Roh itu bukan satu-satunya yang akan kubunuh. Aku akan membunuh diriku yang sudah membentuk ikatan dengan mereka sebelum aku mengetahuinya. Dengan hidup Yatogami Tohka-----aku akan mendapatkan kembali diriku yang sebenarnya”
Setelah mengatakannya, Origami meninggalkan ruangan. *Baam* pintu tertutup bersamaan dengan suara itu, dan pecahan dari dinding jatuh.
“Tunggu! Origami! Tunggu!”
Shidou memutar tubuhnya selagi berteriak sekencang mungkin. Tapi penahan yang dia pasang dengan hati-hati tidak dapat lepas dengan mudah.
Namun, dia tidak bisa menyerah hanya karena itu. Jika ini terus berlanjut, pertarungan antara Origami dan yang lain tak akan dapat terhindari.
“Sial……..! Origami! Origami!”
Shidou menggunakan seluruh kekuatannya untuk menggoyangkan tubuhnya dan berteriak sampai tenggorokannya hampir pecah.
Bagian 3
“---------Apa tak apa, Ike. Untuk membiarkannya bergerak berdasarkan penilaiannya”
Di suite room tertinggi di hotel yang berada di timur Tenguu, Ellen Mira Mathers berbicara dengan nada yang datar.
Dia adalah perempuan dengan rambut pirang Nordic, mata biru, kulit seputih salju dan tubuh yang ramping. Namun, atmosfir luarnya tidak memberikan perasaan wanita yang harus dilindungi, melainkan atmosfir seorang prajurit veteran.
“Aku tidak keberatan”
Namun, pria yang duduk berlawanan dengan Ellen tidak tertelan oleh atmosfirnya dan membalasnya dengan tenang.
“Memang benar bahwa aku berencana untuk melihat situasinya untuk sesaat tapi, dia akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu. Tidak ada artinya untuk mencoba menghentikan hak Wizard muda kita.-----yah, itu baru saja terjadi. Sogokan yang dibutuhkan JGSDF jadi lebih besar dari biasanya”
Dia adalah pria muda berusia pertengahan 30. Dia memiliki rambut pirang gelap dan mata setajam pedang. Matanya penuh dengan kegelapan yang dapat membuat orang yang menatapnya merasakan kecemasan yang tak terlukiskan.
Sir Isaac Rey Peram Westcott. Dia adalah direktur manajemen dari perusahaan besar dunia, industri DEM.
“Maksud anda begitu….huh”
Ellen menjadi sedikit berkecil hati saat dia mendengar perkataan Westcott.
Namun, itu biasa. Itu karena beberapa hari yang lalu, Westcott dan Ellen sudah dekat untuk memiliki satelit buatan ke kepalanya dengan tangan direktur Perusahaan DEM.
Situasinya entah bagaimana dapat terselesaikan dan semua anggota dewan termasuk dalangnya-Roger Murdoch ditangkap tapi…………Ellen masih merasa tidak puas karena dia tidak diberi perintah apapun oleh Westcott tentang bagaimana menghukum mereka.
Mungkin dia menebak apa yang dia pikirkan, Westcott dengan sengaja mengangkat pundaknya dan melanjutkan berbicara.
“Tentu saja, aku tidak punya rencana untuk memutar balikkan rencana yang sudah kita lalui sampai sekarang.-----namun, memang benar bahwa aku menginginkan data yang terjadi di bermacam kasus. Kita punya banyak Roh berkumpul disana. Mungkin saja untuk mengubah salah satu dari mereka menjadi kristal Sephira”
Setelah mengatakannya, mulut Westcott berubah menjadi senyuman.
“Juga, sudah waktunya aku menginginkan data pertarungan <Mordred>. Target kita masih tetap Roh. Menembak jatuh sebuah bom tidaklah cukup untuk mengukur kekuatan sebenarnya.-----Kau juga ingin melihat betapa luar biasanya dia juga, kan? Yah, jika dia mengeluarkan kekuatan lebih dari yang kita perkirakan maka-------kita mungkin harus menghentikannya sebelum dia membunuh semua Roh”
Westcott kembali melihat Ellen selagi dia melanjutkannya. Ellen agak menghela nafas selagi mengangguk.
Seperti yang Westcott katakan. Ellen juga ingin menggenggam kemampuan perempuan itu------Tobiichi Origami.
Walaupun ada datanya dan data pertarungan AST, pada akhirnya itu adalah sesuatu yang direkam menggunakan peralatan resmi yang disediakan oleh AST. Dia ingin tahu seberapa kuat Origami saat dia bertarung melawan Roh menggunakan CR-unit terbaru DEM <Mordred>----unit saudara dari <Pendragon> milik Ellen. Itu karena, dia mengawasinya untuk membantunya dalam misi yang akan datang.
“Dimengerti. Aku akan berada di balik layar untuk kali ini”
Setelah Ellen mengatakannya, Westcott cekikikan.
“Kau terlihat tidak puas”
“Tidak, itu tidak benar”
“Kapanpun kau berbohong, kedua alismu akan mendekat jadi aku langsung mengerti”
“……………….uh”
Dia langsung menyentuh jarak antara kedua alisnya dengan tangan kanannya. Tapi………….sebenarnya tidak ada keriput apapun yang terbentuk di sana.
Westcott tersenyum bahagia saat dia melihat Ellen melakukannya.
“Bercanda”
“……………………”
Ellen meletakkan kembali tangannya dan kali ini, wajahnya jelas terlihat tidak ramah selagi melihat Westcott.
“Haha, jangan marah, Ellen-ku yang manis.-------Aku ingin kau mengatasi target yang berbeda kali ini”
“….Target yang berbeda?”
Saat Ellen bertanya dengan ragu, Westcott [Ya] mengangguk.
“Jika target Tobiichi Origami adalah <Princess> dan yang lain, sebuah halangan akan mengganggunya”
Ellen mengekerutkan pipinya saat dia mendengar perkataan Westcott.
“--------<Ratatoskr>”
“Tepat sekali”
Westcott mengangguk.
Ya, para Roh di kota ini tidak terkumpul karena suatu kebetulan belaka. Itu karena mereka berada di bawah lindungan organisasi yang melindungi Roh---------<Ratatoskr>.
Dan mereka tahu bahwa <Ratatoskr> memiliki kapal udara yang melindungi dan mengawasi Roh, menangani gempa luar angkasa, dan juga memiliki kekuatan tuk melawan DEM yang tujuannya menghancurkan/menangkap Roh.
Jika Tobiichi Origami menargetkan para Roh maka, tidak mungkin mereka tidak akan menghalanginya. Lebih lagi, <Ratatoskr> saat ini memiliki Takamiya Mana, anggota nomor 2 DEM sebelumnya bersama mereka. Jika dia muncul maka, Origami mungkin tidak akan memiliki kesempatan melawan para Roh.
“Jadi, kau ingin aku menangani Mana?”
Westcott perlahan mengayunkan kepalanya saat Ellen bertanya.
“Tidak”
“? Kalau begitu siapa”
“Aku menghubungi HQ kemarin-------aku beritahu mereka untuk mengirim <Goetia> ke sini”
“……………….!!”
Ellen membuka lebar matanya saat dia mendengar perkataan Westcott.
Dia langsung mengerti apa maksud perkataan Westcott.
“-------Apa kau menyuruhku untuk menghentikan kapal udara <Ratatoskr>?”
“Itu membantumu mengerti dengan cepat”
Westcott mengangkat ujung bibirnya dan tersenyum.
“Pertarungan di pulau Arubi, pertarungan di perusahaan di cabang Jepang, dan juga dengan satelit buatan itu-----di belakang semua peristiwa itu, kapal udara <Ratatoskr> selalu terlibat. Tidak ada kesalahan untuk hal ini juga, mereka akan terlibat juga. Yah………..aku mungkin harus menunjukkan rasa terima kasihku pada mereka mengenai hal yang terakhir”
Westcott mengatakannya selagi mengangkat bahunya dengan sikap bercanda. Tapi Ellen membalasnya dengan ekspresinya yang tak berubah.
“--------Apa benar tak apa? Aku tidak bisa menahan diri jika menggunakan <Goetia>. Tidak akan berakhir denganku memperlambat mereka”
“Aah. Aku serahkan hal ini padamu. Tangani sesuai dengan yang kau pikir tepat. Jika gagal karena sesuatu seperti itu maka, itu artinya akhir untuk kapal mereka”
Ellen membalas dengan mengangguk setelah mendengar perkataan Westcott.
Bagian 4
Sekolah tanpa Shidou telah berakhit setelah sekolah. Langit yang cerah saat pagi tadi berubah menjadi cuaca berawan yang akan hujan kapan saja. Mungkin untuk membantu matahari terbenam, sekitarnya sudah mulai gelap.
Di bawah langit, Tohka dan Yamai dari kelas sebelah berjalan ke arah mansion di sebelah rumah Itsuka.
“Fuun, tapi Shidou benar-benar lemah huh, pulang lebih awal. Sepertinya aku harus melatihnya sedikit”
“Setuju. Dia benar-benar lemah. Sudah ditentukan kalau dia akan mulai berlari dari besok”
Dari belakang, suara Kaguya dan Yuzuru dapat terdengar secara berurutan. Selagi berjalan, Tohka melihat kebelakangnya dan melihat dua perempuan kembar itu berdiri di samping satu sama lain.
Di kanan, perempuan dengan wajah penuh rasa percaya diri-Yamai Kaguya sementara di kiri; perempuan dengan wajah mengantuk-Yamai Yuzuru. Mereka adalah Roh kembar yang sulit dibedakan jika seseorang melihat secara sekilas mereka berdua tapi…………..mungkin saja untuk membedakan mereka dari bentuk tubuh mereka secara jelas jika mereka sedikit merendahkan pandangannya.
“Tolong jangan bilang seperti itu. Shidou pasti memiliki semacam alasan”
Setelah Tohka mengatakannya, Kaguya dan Yuzuru mengangkat bahunya di saat yang bersamaan.
“Kaka, aku tahu itu. Bercanda. Yah, memang benar sih kami berpikir untuk melatihnya sedikit”
“Pertanyaan. Sekarang aku memikirkannya kembali. Aku dengar master Origami pindah sekolah. Apakah Shidou pulang lebih awal karena hal itu?”
Yuzuru bertanya selagi memiringkannya kepalanya. Alis Tohka mendekat karena kebingungan.
“Muu…………….memang benar Shidou menghilang tepat setelah dia mendengar kabar kalau dia akan pindah. Mungkin ini berhubungan”
Kaguya dan Yuzuru keduanya *Fufuun* mendengus setelah mendengar perkataan Tohka.
“Kuku…………Seperti yang aku pikirkan. Ini jelas mencurigakan”
“Setuju. Aku mencium bau sebuah rencana”
“Mencurigakan? Ini tidak berbau seperti tepung1?”
“Tidak, bukan itu maksudku……….”
Kaguya menggaruk pipinya selagi keringat bercucuran dari jidatnya, saat Tohka mengatakannya selagi memiringkan kepalanya. Untuk beberapa alasan, nada suara Kaguya terkadang akan berubah.
Selagi berjalan sembari berbincang, mansion Roh tempat mereka tinggal tak lama lagi akan terlihat.
“Nu?”
Tohka menghentikan langkahnya. Di samping Mansion--------di depan rumah Shidou, ada perempuan yang sedang berdiri di sana.
Dia adalah perempuan yang tinggi mengenakan seragam sailor dengan rambut biru keunguannya tertiup oleh angin. Dia memiliki tubuh seperti model dan wajah yang indah. Namun, ekspresi itu sekarang sedang tertutupi oleh kebosanan.
“-----ahh”
Sepertinya perempuan itu menyadari mereka. Ekspresi kelamnya berubah menjadi cerah dan dia berlari ke arah mereka dengan kedua tangannya terbuka lebar.
“Tohka-saaaaaaann, Kaguya-saaaaaaannn, Yuzuru-saaaaaaann”
“””…………………!!!”””
Tohka, Kaguya, Yuzuru merasakan bahaya pada saat yang bersamaan dan menghindar dari tempat awal. Namun, karena perempuan itu menyerbu ke arah mereka tanpa melepaskan momentumnya, dia langsung saja memeluk tiang telepon.
“Nguh! Moou, kenapa kalian menghindar”
Setelah mengatakannya, [Puu--] bibirnya menjadi cemberut dan selagi mempertahankan postur koala yang bergantung di pohon, perempuan itu mengeluarkan suara ketidakpuasan.
Dia memiliki suara yang indah yang terdengar seperti bel yang jelas. Tapi itu tidak mengejutkan sama sekali; dia saat ini adalah idol paling populer di Jepang saat ini selagi di saat yang bersamaan dia juga murid di sekolah khusus perempuan Rindouji; dia dipanggil Izayoi Miku.
“Tidak, sebelum itu, kenapa kau menyerang kami!?”
“Eeh? Tadi itu jelas pelukan. Ini adalah tampilan kasih sayangku”
Tohka menanyainya selagi berteriak dan Miku membalasnya seolah itu normal.
“Be-begitu…….?”
“Itu benar. Semua harus melakukannya. Ayo, Tohka-chan juga”
Setelah mengatakannya, Miku meninggalkan tiang telepon dan membuka lebar tangannya pada Tohka. Tohka entah bagaimana mulai merasa perkataan Miku itu benar setelah melihat dia seterbuka itu.

“Mu-muuu…………..”
Tapi, kedua pundaknya dipegang kencang sekali dari belakang.
“Ja-jangan tertipu kawanku!”
“Peringatan. Tercium bau kebohongan”
“…………! Se-seperti yang sudah kuduga!”
Tohka langsung menghentakkan bahunya dan berhenti. Alis Miku menjadi 八 dengan kecewa.
“Aaaaahhh, tidak mungkin. Kau jangan khawatir; Aku akan memberikan pelukan yang kuat pada Kaguya dan Yuzuru juga”
“Aku tidak memintanya!”
“Ngeri. Kesucianku dalam bahaya”
Kaguya dan Yuzuru memeluk bahunya sendiri dan mundur. Miku *Ahaha* tertawa setelah melihat mereka seperti itu.
“Mu…………omong-omong Miku, apa yang kau lakukan disini?”
Saat Tohka menanyainya, Miku mengedipkan matanya dengan terkejut sebelum memukul tangannya seolah dia mengingat sesuatu.
“Oh iya! Itu benar, aku datang ke sini ke tempat darling untuk bermain setelah sekolah selesai tapi, tidak ada seorang pun disini dan itu membuatku bosan. Aku mencoba pergi ke mansion di sebelah tapi, sepertinya semuanya sedang pergi”
Miku mengatakannya dengan bosan. Tohka dan Yamai saling melihat satu sama lain saat dia mendengar perkataannya.
“? Ada apa?”
“Tidak…………Shidou masih belum kembali?”
“Ya. Tidak ada balasan padahal aku sudah memencet bel beberapa kali. Sepertinya Kotori-chan juga tidak ada di rumah”
“………………Fuun, mungkin ini berkaitan dengan kasus Origami”
“Setuju. Pasti ada sesuatu”
Yamai meletakkan tangannya di dagunya selagi berbicara satu sama lain. Miku mencemberutkan lagi bibirnya dengan tidak puas.
“Mouuu, jelaskan padaku juga! Apa yang sebenarnya sedang terjadi?”
“Mu-umu………..sebenarnya”
Tohka memberikan penjelasan ringkas. Dalam sekejap mata, beberapa rasa mendesak dan ingin tahu dapat dirasakan dari Miku.
“Fuumu, ini benar-benar mencurigakan…………Bahaya mungkin mendekati darling”
“Ba-bahaya? Apa maksudmu?”
Tohka berkeringat mendengar kata-kata itu dan Miku mendirikan satu jarinya.
“Coba pikirkan. Pertama, tidak mungkin darling pergi dari sekolah lebih cepat kalau bukan karena dia ingin menemukan keberadaan Origami-san kan? Dan, dia belum pulang sampai sekarang yang artinya………..”
“…………..? Bukannya itu berarti dia belum menemukan Tobiichi Origami?”
Miku mengayunkan kepalanya mendengar perkataan Tohka.
“Jika begitu, setidaknya dia bisa menghubungi kita. Yang artinya…………hanya itu. Jika darling malah ditangkap oleh Origami maka, ada kemungkinan dia sedang dijilati sekarang!”
“””A…………!?”””
Mereka bertiga membuka matanya dengan lebar. Tidak mungkin-------Shidou saat ini sedang!?
Tapi, dinilai dari kelakukan sehari, ini tidak bisa dianggap sebagai candaan. Mereka bertiga merasa ngeri.
“Kita tidak bisa diam disini! Ayo cepat temukan darling!”
Setelah mengatakannya, Miku mengangkat tinjunya penuh semangat. Tohka dan Yamai juga, [Oooooh!] mengangkat tinju kanannya seolah melanjutkannya.
Tapi----saat itu.

----UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU-------------

Sirine yang sangat keras pun bergema.
“Mu, ini……..”
“Alarm gempa luar angkasa……?”
Wajah Miku menjadi kesal selagi bergumam.
Namun, dia tidak ada pilihan selai melakukannya. Alarm berbunyi yang berarti, pencarian mencari Shidou harus berhenti.
Gempa luar angkasa, seperti namanya, ini adalah gempa yang terjadi di luar angkasa. Ini adalah bencana yang terjadi secara tak terduga-------dan alasan munculnya adalah Roh seperti Tohka dan yang lain, walaupun fakta itu tidak diumumkan pada publik.
“Fuu……………jadi ini penampilan Roh baru huh”
“Menarik. Aku penasaran Roh macam apa sekarang”
Yamai mengusap dagunya selagi mengatakannya dengan penuh ketertarikan. Namun, Miku mengayunkan kepalanya untuk memperingati mereka.
“Tidak boleh. Jika alarm gempa luar angkasa berbunyi, kalian harus evakuasi ke tempat aman”
“Mu……a-aku tahu itu. Aku hanya ingin mengatakannya”
“Kecewa. Kita tidak punya pilihan. Ayo pergi”
Kaguya dan Yuzuru mengangguk dan mengarah ke tempat perlindungan terdekat.
“M-muu………tapi Shidou………”
Tapi, alis Tohka mendekat dengan sikapnya yang kebingungan.
Mereka harus berevakuasi saat mendengar suara alarm. Dia tahu itu. Tapi, Shidou mungkin sedang berada di dalam semacam krisis. Origami mungkin sudah selesai menjilatinya jika dia menunggu gempa luar angkasa selesai. Tohka kebingungan dan tidak bergerak dari tempatnya.
Dan saat itu.
“------tidak perlu melakukannya”
Suara yang tenang datang dari belakang.
“Nu…………?”
Tohka berbalik dengan ragu---dan membuka lebar matanya.
Itu karena, orang yang dipanggil Tobiichi Origami yang dia baru ketahui akan pindah sekolah pagi tadi sedang berdiri disana.
“Tobiichi Origami……….? Apa yang kau lakukan disini?”
“Houu? Berpikir bahwa kau muncul atas keinginanmu sendiri. Apa kau sadar kalau tidak ada gunanya bersembunyi dan lari dari mata ajaibku?”
“Penasaran. Master Origami. Apa benar kau akan pindah?”
“Ahh, Origami-san. Apa darling bersamamu?”
“……………………..”
Walaupun semuanya membuka mulutnya, Origami tidak membalas sama sekali. Dia hanya diam--------menatap mereka dengan tatapan yang dingin.
Selagi mendekatkan alisnya dan meihat tatapannya, Tohka membuka mulutnya lagi.
“………….jadi, apa maksudmu tidak perlu evakuasi?”
“Gempa luar angkasa tidak akan terjadi”
“Apa?”
Tohka memutar lehernya setelah mendengar perkataan Origami.
“Bukankah ini alarm gempa luar angkasa? Semuanya berevakuasi kau tahu”
Setelah mengatakannya, Tohka melebarkan tangannya untuk menunjukkan Origami keadaan di sekitar. Para penduduk cepat-cepat keluar dari rumah mereka saat mereka mendengar alarm gempa luar angkasa dan mengarah ke tempat perlindungan terdekat.
Namun, Origami diam-------(seolah dia menunggu agar penduduk sekitar pergi dari tempat itu)------terus menatap Tohka dan yang lain sebelum akhirnya membuka mulutnya.
“Alarmnya bunyi karena permintaanku. Sebenarnya, Roh maupun AST tidak akan muncul”
“Apa yang kau katakan…………? Kenapa kau melakukan---“
Setelah Tohka bertanya lagi, Origami melihat semuanya secara berurutan dan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya sebelum mengeluarkan tag anjing dari kantungnya dan perlahan meletakkannya di dahinya.
“---Untuk mengalahkan kalian semua disini”
Dalam sekejap, tubuh Origami mengeluarkan cahay menyilaukan dan tubuhnya mengenakan armor Wizard----CR-unit.
Warnanya abu-abu kegelapa dan bentuknya tajam. Benda itu mengeluarkan bentuk X dan peralataan raksasa yang berada di pinggulnya yang khas.
Itu bukan peralatan resmi AST yang biasa Origami kenakan. Walaupun tipe senjatanya berbeda, sedikit melambangkan unit Wizard DEM industri-Ellen Mathers kenakan.
“A……………..!?”
Dia mengeluarkan suara terkejut melihat aksi Origami yang tiba-tiba. Namun, Origami tidak menghiraukannya dan mengayunkan tangan kanannya ke depan. Dan seolah menyainginya, senjata yang ada di pinggulnya berubah, menyebar dan berada di genggaman Origami.
Itu adalah meriam Maryoku sebesar diri Origami sendiri. Setelah Origami menyiapkannya dengan satu tangan, dia menarik pelatuknya tanpa ragu. Tepat saat cahaya muncul dari meriamnya, semburan Maryoku yang besar keluar dan mengarah ke para gadis.
“Kuh--------“
Setelah Tohka tersentak, dia langsung mengangkat Miku dan melompat ke arah kiri. Dan di saat yang bersamaan, Yamai menendang tanah dan melompat ke atas.
Berikutnya, tempat mereka berdiri barusan terhapus oleh meriam Maryoku Origami. Tanah aspal dan dinding beton adalah korbannya. Mereka semua terhempas dengan lurus oleh Origami.
Jika mereka lompat beberapa detik kemudian, mereka mungkin akan terhapus seperti dinding. Tohka melihat ke ujung rambutnya yang menyentuh serangannya dan melihat Origami.
“A-Apa yang kau lakukan tiba-tiba! Bukankah itu berbahaya!”
“Aku sudah bilang. Aku akan mengalahkanmu---Roh”
Setelah mengatakannya dengan suara yang dingin, Origami menunjuk meriamnya ke arah Tohka dan Miku. Tidak ada keraguan sama sekali di matanya.
Berbeda dari Origami yang biasanya, pandangannya penuh dengan kebencian dan keinginan membunuh. Tohka menelan ludahnya melihat kelakuan anehnya.
“…………uh”
Tidak-----ini berbeda. Tohka menggertakkan giginya seolah mengingat kembali. Tohka pernah melihat Origami seperti ini sebelumnya.
Hampir setengah tahun yang lalu. Sebelum Tohkka bertemu dengan Shidou, anggota AST Tobiichi Origami yang akan menyerangnya tiap kali dia muncul di dunia ini akan menunjukkan mata yang sama. Perempuan yang membenci Roh, membenci Roh dan seluruh kehidupannya dihabiskan untuk membunuh Roh. Origami saat ini sama dengan sebelumnya.
Ya. Dia tidak sadar sampai sekarang karena biasanya dia melihatnya di sekolah tapi, Origami jelas sudah berubah selama setengah tahun. Tentu saja, keberadaan Shidou memainkan peran penting tapi-------perlahan tapi pasti kebenciannya terhadap Tohka dan Yamai berbeda dibanding saat mereka pertama kali bertemu.
Tapi sekarang.
“Kenapa--------kenapa kau kembali mundur, Tobiichi Origami!”
“……………………”
Origami tidak peduli walau Tohka berteriak. Dia tetap diam dan menarik pelatuknya sekali lagi.
“Kuh………….!”
Sudah terlambat walaupun dia melompat menjauh selagi menggendong Miku lagi. Jari Origami bergerak lebih cepat dari gerakan Tohka dengan satu tempo.
Tapi saat itu, meriam yang mengarah pada Tohka tiba-tiba bergerak ke atas.
Alasannya langsung diketahui. Yamai yang melompat ke atas dari serangan meriam baru saja menunjukkan Astral Dress Terbatasnya dan menyerang Origami dari langit.
Cahaya padat Maryoku ditembak ke arah langit. Namun, Yamai memutar tubuh mereka di tengah udara dan menghindarinya dengan perbedaan selembar kertas.
“Kukuh, bagus kau menyadarinya!”
“Kagum. Seperti yang diduga dari Master Origami”
Kaguya dan Yuzuru menampilkan koprol sebelum turun ke depan Origami untuk melindungi Tohka dan Miku. Mereka kemudian berpose keren selagi, menunjuk Angel di tangan mereka <Raphiel> ke arah Origami.
“Kalau begitu, aku akan mendengarkan alasanmu untuk berjaga-jaga, Origami. Ini berlebihan untuk candaan, kan?”
“Interogasi. Tolong jawab Master Origami. Aku tidak ingin melawanmu”
“Tidak perlu jawaban”
Lebih cepat dari perkataannya, Origami mengubah meriam Maryoku dan mengeluarkan pedang besar terbentuk dari Maryoku di ujung meriam. Dia kemudian menyiapkan pedang laser itu dan menyerang ke arah Yamai. Dia paling suka memantulkan tubuhnya menggunakan Territory; itu adalah percepatan tanpa aksi yang tidak berguna. Jika itu adalah lawan yang normal maka, mereka mungkin akan dipotong sebelum sempat merespon gerakannya.
Namun, musuh yang dihadapi Origami sekarang adalah Yamai yang diketahui sebagai Roh bermobilitas tinggi. Setelah menghindari serangannya, mereka berdua mulai menyilangkan senjata dengan Origami.
Tapi, situasi pertarungannya tidak dapat dikatakan bagus. Pergerakan Yamai mungkin terhambat oleh Origami yang menyebarkan Teritori. Tidak lama kemudian, Origami mulai mendorong mereka berdua.
“Kuh----Miku, kita akan menyelamatkan mereka berdua!”
“Y-Ya!”
Yamai berada dalam berbahaya saat ini. Saat dia memikirkannya, cahaya mulai menutupi tubuh Tohka dan membentuk Astral Dressnya.

“<Sandalphon>……!”
Dia berteriak dan mendorong tangan kanannya ke depan. Partikel cahaya terkumpul entah dari mana saat dia melakukannya da Angel Tohka muncul. Itu adalah <Sandalphon>. Pedang terkuat yang dapat membelah apapun.
Di saat yang bersamaan, beberapa pipa muncul di sekitar Origami suara mulai bermunculan di dekat mereka. ---Itu adalah Miku. Seperti Tohka dan Yamai, Miku menampilkan Astral Dress terbatasnya dan Angel <Gabriel> dan mulai membuat lagu elegan dengan memainkan piano cahayanya.
“<Gabriel>------[Rondo]!”
“…………….!”
Origama sedikit mengerutkan alisnya. [Suara] yang dikeluarkan oleh Angel Miku <Gabriel> menahan tubuh Origami.
Dia tidak ada maksud tuk membunuh Origami. Tapi, faktanya mereka tidak dapat berbicara dengan biasa seperti ini. Setelah Tohka bertukar pandangan dengan Yamai di atas langit, mereka menyamakan waktunya dan terbang ke arah Origami dari 3 arah bersamaan.
“Haaaaaaaaaaaaaaa!”
Dia mengayunkan <Sandalphon> ke arah Origami. Di saat yang bersamaan, tombak Kaguya mendekatinya dari atas kanan sementara bandul Yuzuru mendekatinya dari atas kiri.
Tidak ada tempat untuk lari, waktunya sangat tepat. Tidak peduli jika Origami mengenakan perlengkapan DEM, tidak mungkin dia bisa pergi tanpa luka jika dia menerima serangan dari 3 Angel bersamaan.
Tapi,
“---Haa!”
“……………….!?”
Pipa yang mengitari Origami terpental di saat Origami berteriak dengan kuat. Di saat yang bersamaan, Tohka merasa berhalusinasi seolah dia dipegang oleh tangan tak terlihat.
“A……………..!”
Dia ingat perasaan ini. Ya, ini adalah Teritori super padat-----ini cukup mirip dengan gerakan Ellen Mathers untuk menangkapnya. Seolah dia terlempat ke dalam lumpur tebal, dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya seperti yang dia mau dan menjadi sulit untuk bernafas.
Namun, perasaan ini tidak akan bertahan lama. Berdasarkan waktunya, ini mungkin hanya bertahan selama 3 detik.
Namun, posisi para gadis berubah dengan Origami dalam waktu 3 detik tersebut.
“--------!”
Origami memasukkan Maryoku ke dalam pedang laser dan memotongnya.
“Guh………..!”
“Kuhah!”
“Menyesal. Uguh”
Walaupun mereka sedikit menahan pedangnya, mereka tidak dapat menghentikan dampaknya. Tohka, Kaguya dan Yuzuru mengeluarkan erangan kesakitan sebelum terpental ke 3 tempat berbeda.
“*uhuk*………..*uhuk*………..”
“Se-semuanya! Kalian tak apa!?’
Suara khawatir Miku bergema dari belakang. Tapi, Tohka tidak dapat membalasnya. Alasannya mudah. Origami yang mementalkan mereka memandang tajam padanya tanpa merendahkan penjagaannya.
Jika dia mengalihkan pandangannya tuk sesaat, kepalanya mungkin langsung terbang ke langit. Tohka tidak dapat merasa ini hanyalah candaan.
---Origami serius mencoba membunuh mereka.
Kata-kata yang Origami teriakkan tadi baru saja tenggelam ke dalam tubuhnya.
Dan sekarang, Origami memiliki kemampuan untuk melakukannya.
---Selesaikan hal ini dengan menjatuhkannya? Menahan kekuatanku sampai titik aku tidak bisa membunuhnya dan mendengarkannya? Dia menjadi sadar betapa naif pikirannya beberapa menit yang lalu.
Sekarang di depannya adalah musuh terkuat yang memiliki kekuatan sebanding dengan keinginan menghancurkannya. Aku harus membunuhnya----atau aku akan dibunuh.
Itu adalah akal sehat medan perangnya yang sudah dia buang setengah tahun yang lalu. Perasaan dingin itu menusuk hati Tohka.
“………………………………”
Tapi, Tohka menelan ludahnya.
Walaupun dia menyadari itu, Tohka tidak punya keinginan tuk membunuh Origami.
---Origami bukan satu-satunya yang berubah dalam setengah tahun ini. Tohka akhirnya menyadari ini sekarang. Selama waktu yang dia habiskan bersama teman-temannya, kebencian dan permusuhannya pada Origami sudah berubah menjadi sesuatu yang lain dibanding saat dia pertama kali bertemu dengannya.
“---Apa yang kau lakukan, Tohka!”
“…………..!?”
Dia menghentakkan bahunya saat dia mendengar suara Kaguya.----Saat Tohka berpikir, Origami mengambil kesempatan ini untuk mendekat tepat di depannya.
“Fu---“
“Ku-ah…………….!”
Sebuah serangan tanpa ampun menyerang Tohka. Armornya yang seharusnya absolut dapat terbelah dan darah tersebar kemana-mana.
Bagian 5
“Alarm gempa luar angkasa…..!? Apa di dekat sini ada Reiha?”
Di markas kapal udara <Fraxinus> yang melayang 15,000 meter di atas kota Tenguu, Kotori dengan jaket merah di pundaknya mengangkat suaranya.
Tepat saat dia mencari keberadaan Shidou di <Fraxinus>, alarm gempa luar angkasa kota Tenguu tiba-tiba berbunyi.
“Ti-tidak ada Reiha di sekitar sini!”
Mengoperasikan perangkat deteksi di bagian bawah, Minowa mengangkat suaranya.
Kotori mengerutkan alisnya mendengar jawaban yang tak terduga. Tidak mungkin <Fraxinus> yang penuh dengan alat kelas dunia akan tertinggal oleh JGSDF. Kalau begitu apa----
“Jadi ini………alarm palsu?”
“……….Tidak, berbahaya jika langsung disimpulkan”
Orang yang membalas Kotori adalah perempuan dengan ekspresi mengantuk dan kantung mata di bawah matanya.
Itu adalah petugas analisis <Ratatoskr> dan teman terbaik Kotori, Murasame Reine.
“Apa maksudmu?”
“………..Coba pikir kembali. Beberapa bulan yang lalu, alarm gempa luar angkasa seperti sekarang terjadi saat Shin menyusup ke cabang DEM Jepang juga”
Kotori mendekatkan kedua alisnya setelah mendengar perkataan Reine. Memang benar ada kemungkinan untuk DEM, atau mungkin petinggi JGSDF membunyikan alarm.
“Yang artinya----ini untuk mengusir orang-orang? Apa mereka akan melakukan sesuatu yang besar sampai mereka harus mengevakuasi orang-orang?”
“……………Kemungkinan itu cukup. Setidaknya, lebih bahaya jika mengira ini adalah alarm palsu”
Seperti yang Reine katakan. Setelah Kotori membuat batang Chupa Chupsnya berdiri, dia mengirimkan suaranya ke semuanya.
“Ini mendesak; Tolong selidiki situasi dengan radius alarm. Ambil satu bagian dengan kamera otomatis mencari Shidou untuk----“
Di tengah-tengah perkataan Kotori, alarm yang sangat keras bergema.
“………..! Apa ini!?”
“Ya! I-Ini-----Aku memastikan Maryoku yang besar datang dari dekat rumah komandan! Tohka-chan dan yang lain juga ada disana!”
“Apa yang kau katakan? Tampilkan, cepat!”
“Roger….!”
Di saat yang bersamaan para kru mengendalikan peralatannya, gambar yang familiar tentang rumahnya muncul di layar utama.
“A…………!”
Tapi, Kotori tersentak ketakutan setelah melihat gambarnya.
Itu normal. Itu karena, Tohka, Yamai, dan Miku-----sedang berhadapan dengan Tobiichi Origami dengan DEM CR-Unit di depan rumah Itsuka.
“Tobiichi Origami………….!? Kenapa dia ada disana!”
Dia dapat dengan mudah melihat Origami disana tidak untuk berbicara dengan damai. Sebenarnya, Origami mulai menyerang para gadis langsung setelah Kotori menaikkan suaranya.
“Kuh-----“
“Ju-jumlah Maryokunya sangat besar! Ini tidak dapat dibandingkan dengan yang sebelumnya! Jika seperti ini, mereka tidak akan bisa melawannya…..!”
Teriakan Kawagoe bergema dari bawah. Kotori mengerutkan alisnya dengan benci.
Dia tidak tahu apa yang terjadi antara Origami dan DEM. Tapi, itu juga fakta bahwa mereka sedang dalam bahaya. Dia mengangkat tangan kanannya ke depan dan menaikkan suaranya.
“Kecepatan maksimum ke depan! Kita akan mendapatkan kembali mereka! Jika kita dalam masalah maka keluarkan <Yggd Folium> dan bantu kita!”
“Roger!!”
Semua kru membalasnya di saat yang sama, suara mesin menjadi sedikit lebih kencang dan kapalnya terguncang sedikit. <Fraxinus> kemudian mengubah arah ke rumah Kotori dan----
“…………………!?”
Tiba-tiba, pergerakan mereka berhenti karena sesuatu yang kuat.
“Apa yang terjadi!?”
“A-Ada serangan dari luar! 30 % teritori turun!”
“………! Musuh di arah jam 3! Itu-----kapal udara!”
“Apa yang kau bilang……….!?”
Saat Kotori berteriak, gambar kapal besar muncul di layar utama.
Lebih spesifik lagi--------udara kosong menjadi kacau dan sebuah kapal udara muncul.
Namun, tentu tidak mungkin gugusan besi raksasa muncul entah darimana. Pasti memiliki sebuah kamuflase seperti <Fraxinus>.
“Ini……………..”
Kotori kehilangan kata-katanya setelah melihat kapal yang muncul di layar.
Selama hanya ada 2 perusahaan di dunia yang dapat membuat Realizer, sepertinya kapal DEM tapi, kesannya cukup berbeda dari 2 kapal terakhir yang Kotori dan lain pernah lihat sampai sekarang. Tapi kapal yang ada di depan <Fraxinus> saat ini terlihat seperti dibuat untuk pribadi kelas atas dan memiliki aspek seolah disiapkan untuk semacam etiket.
Tapi, Kotori mengayunkan kepalanya untuk menyangkal pikirannya.
Kapal udara menggunakan teritori permanen dibuat oleh Realizer untuk membuat tubuh besar untuk melayang dan keberadaannya seharusnya tidak muncul di [Permukaan] dalam sejarah. Walaupun perahunya berdekorasi seperti gerbong, itu seharusnya tidak akan ditampilkan dimanapun dan bahkan sebelum masalah itu, tidak peduli betapa anehnya perusahaan DEM, tidak mungkin mereka bisa menggunakan kapal khusus untuk menyerang <Fraxinus>.
Walaupun terlihat tidak cocok di tempat ini-----perahu yang melayang di depan mereka sekarang, itu adalah perwakilan kehancuran yang dibuat dengan niat menghancurkan oleh DEM industries.
“*Tsk* di saat seperti ini!”
Tidak………..mungkin karena saat inilah mereka muncul. Kotori menggertakkan giginya. Sulit untuk berpikir bahwa sebuah kapal akan muncul di sekitar Origami saat dia muncul di depan Roh tanpa alasan apapun. Sepertinya, mereka sampai pada kesimpulan bahwa Kotori dan yang lain akan mencoba menyelamatkan para Roh dan menyiapkan kapal di langit supaya mereka bisa menghalanginya melakukan itu.
Penyamaran digunakan untuk bercampur dengan sekitar untuk memanipulasi Teritori tapi, agar dapat sepenuhnya memunculkan fungsinya, perahunya harus diam di tempat. Jika akan bergerak selagi mempertahankan kamuflasenya, pemandangan sekitar akan jadi berantakan, walaupun hanya sedikit.
Saat Kotori menggigit giginya dengan frustasi, alarm tiba-tiba bergema dari speaker. “uh, Apa-apaan ini”
Saat Kotori bertanya, Shiizaki yang ada di bawah mengoperasikan peralatan------dan terkejut.
“Ini………sebuah transmisi! Kita menerima sambungan transmisi untuk <Fraxinus> dari kapal yang bersangkutan!”
“Transmisi………….?”
Kotori mendekatkan alisnya dengan curiga dan membalas.
“Sambungkan”
“Baik!”
Bersamaan dengan perkataan Shiizaki, sebuah kaca muncul di monitor dan seorang perempuan muncul. Dia berambut pirang cerah dan mata biru untuk menunjukkan bahwa dia adalah orang barat. Kepercayaan dirinya yang absolut dapat terasa dari ekspresi elegannya.
“-------Sepertinya ini pertemuan pertama kita. Aku berterima kasih sudah mau membalas transmisi ini:
Perempuan itu mengatakannya dengan bahasa Jepang yang lancar. Kotori secara tidak sengaja tersentak setelah melihat perempuan itu.
“……………..Ellen Mathers…..!?”
Ya. Orang yang ada di gambar itu adalah Wizard eksekutif ke-2 industri DEM-Ellen Mathers.
“A……..!”
Sentakkan dapat terdengar dari para kru.
Tapi itu biasa. Itu karena perempuan yang ada di monitor itu adalah seseorang dengan tubuh yang dapat menghadapi Roh, dikenal sebagai Wizard manusia terkuat dan ditargetkan untuk menjadi seseorang yang harus mereka perhatikan.
Ellen mengangkat sebelah alisnya.
“Jadi kau mengenalku. Ini sebuah kehormatan.------Itsuka Kotori”
Setelah mengatakannya, dia menyebut nama Kotori sebagai balasannya. Sepertinya bagian lain sudah menyelidiki mereka juga. Tidak seperti penampilan elegannya, dia adalah perempuan yang membenci kekalahan. Kotori *Fuun* mendengus dan menatap Ellen.
“………….ya, kau ada masalah? Seorang anak SMP sepertiku bertingkah sebagai komandan itu jelek atau apa?”
“Tidak mungkin. Kemampuan seseorang tidak dinilai dari umur atau penampilan. Untuk menunjukkan rasa hormatku padamu yang sudah menghalangi rencana kami sampai sekarang, aku akan jujur mengatakan aku bukannya tidak suka caramu melakukannya”
Tanpa mengatakannya dengan nada bercanda, Ellen membalas. Tidak dapat menggenggam maksudnya, Kotori sedikit menajamkan matanya.
“Terima kasih.----Jadi, apa yang diinginkan seorang Wizard terkuat di dunia dengan kita? Apa ini undangan untuk minum teh bersama? Kita sibuk sekarang”
Walaupn dia mengatakannya dengan ironi, Ellen sama sekali tidak menggerakkan ekspresinya. Dia membalas pertanyaan Kotori dengan nada yang lemah lembut.
“Aku punya 2 permintaan-----satu. Aku akan memberikan kalian 3 menit jadi, siapapun yang masih ingin hidup harap tinggalkan kapal”
“Apa kau bilang……..?”
Tatapan Kotori menjadi lebih tajam setelah mendengar perkataan Ellen dan dia *Fuun* mendengus.
“Jangan bilang, kau akan menembak jatuh <Fraxinus> ini?”
“Aku tidak akan menyangkal kemungkinan itu terjadi. Namun, <Fraxinus> huh……….Apa itu nama kapal itu. Begitu, pintar juga menggunakan nama pohon dunia.----Apakah Elliot yang menamakannya?”
Kotori perlahan membuka lebar matanya saat dia mendengar nama yang Ellen katakan.
Dia adalah pendiri <Ratatoskr> dan dia adalah ketua yang memutuskan keputusan organisasi, Elliot Baldwin Woodman adalah namanya.
Tapi ada sesuatu yang mengganggunya dibanding itu saat ini. Dia menghela nafasnya dengan kebencian dan menatap layar dengan mata seperti mengecam.
“Bukankah kau terlalu memandang rendah <Fraxinus>?”
“Ini adalah perkataanku tapi, bukankah kau yang meremehkanku? Meremehkan performa <Goetia> ini dan----kekuatanku”
“…………………..”

Senda gurau tak dapat terlihat di keadaannya seperti yang diduga. Dia seirus mengatakannya. Dia serius mengatakan bahwa kapalnya akan mengalahkan <Fraxinus>-----Kapal yang dibuat oleh upaya bersama semua teknik eletronik Asgard.
“Fuun………..Lalu kenapa pergi sepanjang jalan dan mencoba untuk mengurangi angka kruku? Terdengar seperti kau mencoba memotong potensi bertarung kami dengan perkataanmu karena kau tidak bisa menang jika dalam keadaan seperti ini kau tahu?”
“Ini berkaitan dengan permintaan lain”
Ellen mengatakannya dengan nada tenang. Dia adalah orang yang tidak mungkin untuk diguncang. Kotori mendecakkan lidahnya dengan frustasi sebelum melanjutkan perkataannya.
“…………..Fuuun? Jadi, apa permintaan yang lain?”
Ellen menghela nafas tipis saat Kotori mengatakannya dan membungkuk dalam-dalam.
“Ya. Orang yang berhasil kabur dari pertarungan ini, aku mempunyai pesan untuk Elliot yang aku ingin kau kirimkan”
“Pesan?”
“Ya”
Setelah Ellen mengangguk----itu pertama kalinya suara datarnya terdapat emosi di dalamnya.
“----Elliot. Elliot. Kau pengkhianat. Kau mengkhianati sumpah kami. Tolong siapkan dirimu. Tidak peduli dimana kau sembunyi, aku pasti akan menemukanmu dan aku akan memotong kepalamu itu”
“……………!?”
Kotori tersentak secara refleks mendengar nada keras itu yang tak terpikirkan menilai ucapan Ellen sampai sekarang.
Ellen berbatuk sebelum kembali ke wajah tidak pedulinya dan melihat ke arah Kotori.
“Itu saja.---Kalau begitu, aku akan memberi kalian semua 3 menit dari sekarang. Tolong pergi dan evakuasi”
“………..Kalian mendengarnya”
Kotori melihat ke arah para kru selagi mengatakannya setelah mendengarkan perkataan Ellen.
“Musah kita adalah manusia terkuat. Aku tidak keberatan jika kalian ingin lari”
Dia mengatakannya dengan serius tanpa ada candaan sedikitpun.
Para kru mengangkat bahunya saat dia mengatakannya namun, semuanya *Nii* mengangkat bibirnya.
“……….Tidak mungkin. Aku tidak akan datang ke sisi komandan jika aku berencana untuk lari”
“Ya, apakah ada bedanya mati dan meninggalkan komandan disini?”
“Itu benar. Siapa yang manusia terkuat, ayo tunjukkan kekuatan kita”
“Perintahmu, komandan. Aku menulis keinginanku sejak lama”
“A-Aku juga, aku sudah mengatur agar D-drive ku dirumah langsung terhapus semua saat aku mati……….!”
Semua anggota kru mengatakannya.
Seolah melanjutkannya, Kannazuki di belakang kursi komandan mengangguk.
“Tentu saja. Tapi yah, sulit untuk membuang kesempatan untuk dihukum oleh komandan untuk kabur”
“…………………..”
Dia diam-diam menginjak kaki Kannazuki. [KyaaOO!] Suara aneh tercampur dengan rasa suka cita datang dari belakang.
Kotori mendengus dan sedikit menghela nafas sebelum kembali melihat gambar.
“-----Begitulah”
“Begitu. Mengecewakan”
Tidak menunjukkan ekspresi kecewa, Ellen mengatakannya. Kotori mengayunkan tangannya dan mengirimkan perintahnya.
“Parallel aktifkan AR-008, dari nomor 3 sampai nomor 6! Mulai pengisian Maryoku, siapkan <Mystletainn>! Target di arah jam 3! Kapal udara DEM-----<Goetia>!”
“Roger!”
Seolah temotivasi oleh perkataan Kotori, para anggota kru mulai mengoperasikan peralatan mereka bersamaan.
Setelah melihat respon tersebut, Ellen menajamkan matanya dan duduk lurus di kursinya. Tidak-----bentuknya sedikit berbeda dari kursinya. Telihat seperti mesin kapsul oksigen. Itu terlihat seperti mesin hibernasi yang sering muncul dalam film atau mungkin, peti mati logam.
Dia kemudian mengeluarkan headset. Walaupun bentuknya berbeda, dia mengeluarkan benda yang sama yang juga dimiliki <Fraxinus>.
“----Itsuka Kotori. Aku pikir kau orang dengan penilaian yang tenang. Walaupun kalian tidak memiliki hubungan darah, kau benar-benar adik Itsuka Shidou”
“Itu pujian yang terbaik”
Setelah Kotori mengatakannya selagi mendengus, dia mengoperasikan peralatan di dekatnya dan memotong transmisinya dengan paksa.
“Keluarkan <Yggd Follium>, nomor 1 sampai 12!----Kannazuki!”
“Baik”
Saat Kotori memanggil namanya, wakil komandan <Fraxinus>-Kannazuki Kyouhei berdiri tepat dibelakang kursi komandan membalas.
“Musuh adalah wizard terkuat. Tolong persiapkan dirimu”
“Aku tahu kau akan mengatakannya”
Kannazuki mengatakannya. Kotori melihat ke belakangnya dan menemukan Kannazuki berdiri disana mengenakan headset di kepalanya.
Kotori merilekskan mulutnya dan meletakkan batang Chupa Chupsnya diantara jarinya sebelum mengeluarkannya dari mulutnya.
“Kita tidak bisa menemaninya selamanya! Cepat selesaikan ini dan selamatkan para gadis!”
“Baik!”
“Pengisian Maryoku selesai, <Mystletainn> siap diluncurkan!”
“Perahu musuh <Goetia> tidak bergerak!”
Kotori mengklik lidahnya setelah mendengar perkataan kru. Walaupun pertarungannya sudah mulai, musuh tidak melakukan apapun. Walaupun kesepakatannya sudah selesai, tidak mungkin musuh akan sangat santai untuk jujur menunggu selama 3 menit. Selama musuhnya bukanlah idiot----tidak salah lagi musuh membiarkan mereka mengambil langkah pertama.
Jika begitu maka mereka sudah sangat diremehkan. Kotori menunjuk Chupa Chups ke arah kapal musuh.
“<Mystletainn> Tembak!”
Bersamaan dengan suara Kotori yang menggema seluruh kapal, cahaya yang menyilaukan mulai keluar dari meriam yang di siapkan di depan <Fraxinus>.
Itu adalah gugusan Maryoku raksasa yang dibentuk oleh pengaktifan simultan Realizer raksasa yang ada di kapal. Cahaya yang dihasilkan adalah cahaya kehancuran yang akan mengubah semua yang disentuhnya menjadi debu. Waktunya sempurna. Tidak mungkin untuk menghindarinya dengan gerakan kapal raksasa.
Tentu saja, selama kapal musuh tertutup oleh Teritori juga, Kotori tidak berpikir ini akan mengakhiri semuanya. Sepertinya musuh sangat percaya diri dengan kekuatan Teritorinya jadi dia melakukan aksi profokatif seperti berhenti di tengah udara.
Namun, membuat permulaan dan memegang permainan inisiatif adalah peran yang sangat penting dalam pertarungan kapal udara. Ada makna dalam menggesek Teritori musuh sebanyak mungkin dan jika dia berfokus pada Teritori pertahanan di depan kapal untuk bertahan dari serangan meriam maka, mereka akan menggunakan cara mengubah <Yggd Follium> yang mereka lepaskan tadi menjadi ranjau dan mengirimkannya ke belekang musuh sebelum meledak.
Tidak peduli apa itu, mereka harus menyerang dari sini. Jika Ellen serius ingin menjatuhkan <Fraxinus> maka, menjatuhkannya langsung adalah satu-satunya pilihan setelah transmisi pertama yang tak terduga.
--Tapi.
“A……….!?”
Kotori membuka lebar matanya secara refleks.
Saat akan menyentuh cahaya <Mystletainn>, <Goetia> bergerak ke kiri dengan kecepatan yang tak dapat dipercaya dan menghindari serangannya dengan beda setipis kertas.
Dipikir baik-baik, itu adalah jalan yang mustahil. Itu bukan maju maupun mundur, bahkan bukan berotasi, tapi langsung ke samping. Itu membuat gerakan yang tidak biasa seolah menggerakkan biji catur ke kotak selanjutnya di papan catur.
“Apa itu………..!”
“……….Fumu. Sepertinya Teritori yang membungkus kapal ini cukup ringan dan membuat performanya bertambah. Dan sepertinya, pergerakan tadi dilakukan dengan menjentikkan kapalnya menggunakan Teritori”
“Apakah itu mungkin!?”
“Itu tidaklah mustahil berdasarkan teori. Walau aku belum pernah mencobanya. ----Seperti yang diduga dari ahli Matematika huh”
Kannazuki mengelus dagunya dan mengatakannya. Kotori *Gan* memukul pegangan tangannya yang ada di kursi komandan.
“Sekarang bukan waktunya tuk terpesona! Itu akan datang!”
Bersamaan dengan teriakan Kotori, <Goetia> melakukan langkah yang tak biasa lagi selagi mendekati <Fraxinus>. Itu adalah kecepatan yang luar biasa dari kapal udara.
“Kuh---Ubah Teritori menjadi bertahan! Siap-siap dengan dampaknya!”
“Baik!”
Saat berikutnya, tembakan dilepaskan dari meriam disiapkan dari ujung <Goetia> dan menyentuh Teritori yang menutupi <Fraxinus> menyebabkan Maryoku membuat ledakan yang tersebar di sekitarnya.
“*Tsk*……..sekarang dia selesai. Ubah <Yggd Follium> menjadi mode ranjau! Lepaskan punggung <Goetia>!”
Mereka harus menyerang balik sebelum dia menyerang. Kotori mengirimkan perintahnya pada yang lain.
<Yggd Follium> seperti namanya adalah unit berbentuk daun yang digunakan di belakang <Fraxinus>. Mereka semua memiliki Realizer bebas dan mereka semua adalah senjata segala tujuan yang dapat mengeluarkan Teritorinya menggunakan remot kontrol dari kapal induk. Itu memiliki jarak yang sangat lebar dalam menggunakan relai transmisi untuk menyerang musuh. Keberadaan senjata ini adalah ciri khas kapal udara <Fraxinus> buatan Asgard Electronics.
“Rog---uh…….!”
Namun. Ketidakberesan terjadi. Alarm yang sangat keras bergema di saat balasan para kru sampai padanya.
“Apa ini!?”
“Ini…….serangan lain akan datang!”
“Apa yang kau---“
Kotori langsung saja tersentak, cahaya berkilauan dari ujung <Goetia> dan <Fraxinus> berguncang sangat besar.
“Kuh………………!”
Kotori menggertakkan giginya selagi menatap <Goetia> yang ada di layar.
Persenjataan utama pada kapal udara sudah jelas adalah meriam Maryoku dengan Maryoku dipompa dari Realizer. Walaupun menggunakan senjata seperti senapan mesin tapi, dapat dibilang tidak ada gunanya untuk menggunakannya dalam pertarungan kapal udara dengan Teritori menutupi kapal.
Hal yang paling penting sekarang adalah tuk melepaskan Teritorinya. Jika itu dapat tercapai maka, sisa pilihan yang mereka miliki akan mungkin menambah tubuh kapal kepadatan Teritori atau menyerang dengan meriam Maryoku, meninggalkan senjata spesial seperti <Yggd Follium> keluar dari persamaan.
Karena itu, strategia yang <Goetia> gunakan sangatlah ortodoks. -----walau harus mengesampingkan kecepatan itu.
“Serangan lain dari interval 10 detik dari serangan pertama………….!? Mustahil, Realizer macam apa yang ada disana………..!”
Ya. Selama Maryoku dihasilkan bersamaan dengan pengaktifan Realizer, seharusnya mustahil untuk terus menerus menembakkan meriam utama. Bahkan untuk <Fraxinus>, setidaknya membutuhkan 30 detik untuk tembakan berikutnya tidak peduli bagaimana mereka buru-buru.
Kalau begitu menambahkan jumlah Realizer untuk memproduksi Maryoku………….sepertinya bukan. Dengan mudahnya hanya menambahkan yang dihasilkan hanya akan menyebabkan kemampuan memprosesnya sampai pada batasnya. Pasti ada cara yang efektif tuk menggunakannya atau--------
“……………….*tsk*”
Kotori mengklik lidahnya dengan benci. Kapal itu memiliki gerakan yang aneh. Tembakan terus menerus dari meriam Maryoku. Semua itu terhubung ke saat dia melihat Ellen Mathers tadi.
Walaupun kesenjangan performanya tertutup oleh kehadiran model baru Realizer bernama <Ashcroft-Beta>, teknologi <Ratatoskr> mungkin masih lebih tinggi.
Ini kenapa perusahaan DEM datang untuk mengisi kesenjangan itu dengan pendekatan yang berbeda.
Seperti halnya <Fraxinus>, mereka memasukkan rencana untuk memproses kekuatan menggunakan otak manusia dalam draf pertama dan daripada menggunakannya saat proses darurat, itu dibuat sebagai [Kapal Tarung] murni dengan efektif.
Kecurangannya mungkin hanya karena Ellen-Wizard manusia terkuat.
Tentu saja beban pada otak tidak dapat dibandingkan dengan CR-Unit yang normal. Sepertinya, periode yang lama mustahil bahkan untuk Ellen.
Tapi saat ini, kapal di depan <Fraxinus> bukanlah kapal udara lambat yang membutuhkan beberapa orang untuk mengemudikannya tapi malahan------itu adalah [Ellen Mathers] dengan CR-Unit besarnya.
“Komandan! Teritori sayap kiri sudah sampai batasnya!”
“*Tsk*…………………..”
Kotori membawa matanya ke layar personal. Memang benar bahwa bagian dari Teritori sudah mengalami kerusakan yang besar.
“Aktifkan ulang Teritori! Cepat dengan pengisian <Mystletainn>!”
“Me-mengerti!”
“-----Kannazuki!”
“Roger!”
Kannazuki mengerti keinginan Kotori dan menajamkan pandangannya. Langsung saja, <Yggd Follium> melambung tinggi di langit dengan kecepatan yang sangat besar.
Yang mengendalikan <Yggd Follium> sekarang bukanlah remot kontrol Realizer di <Fraxinus>. Dia adalah wakil komandan Kannazuki yang berdiri di belakang kursi Komandan.
<Yggd Follium> menari-nari di langit dan menyebar di sekitar <Goetia>. Mereka semua kemudian menggunakan Teritori yang mereka hasilkan dan menambahkan radius dengan mereka di tengah.
Ya. Itu membuat [kandang] di sekitar <Goetia> di langit.
“Komandan, sekarang”
“Baik, <Mystletainn>---Tembak!”
Kotori berteriak setelah menunjuk Chupa Chups ke arah <Goetia>. Seolah merespon suaranya, Maryoku yang sudah terisi penuh memusatkan meriam <Mystelatinn> membuat barisan cahaya di langit.
Meriam Maryoku di depan. Namun, bahkan walau dia dapat menghindarinya, <Yggd Follium> dalam mode ranjau sudah menunggunya. Bahkan <Goetia> tidak dapat lari dari serangan ini.
Tapi, di saat <Mystletainn> di tembak, <Goetia> mengarah ke arah serangan dan memiringkannya saat akan menyentuh serangannya, bagian atas kapalnya kemudian menyerempet Teritori <Yggd Follium> selagi menghindar.
“A……………!?”
Tentu saja, <Yggd Follium> dalam mode ranjau mendeteksi dampaknya dan menyebabkan ledakan besar tapi-------<Goetia> masih tetap melaju kuat. Dia kemungkinan berfokus pada Teritori yang menutupi kapal menjadi satu poin dan bertahan dari ledakan.
“Terbuat dari apa jantung wanita itu………..!”
Kotori menggertakkan giginya dengan benci. Jika dia ingin mengacaukan kontrolnya bahkan hanya sedikit maka dia akan terlempar menjadi potongan; itu adalah rencana yang sangat beresiko. Jika dia memiliki kepala yang normal maka, dia akan mengkhususkan Teritori pertahanan ke arah serangan dan bertahan dari serangan.
Sebenarnya, saat Kotori melihat musuh mengambil tindakan, dia tidak ada niat untuk memrintah serangan lanjutan oleh <Yggd Follium>. Sepertinya Ellen memenangkan pertarungan prediksi ini karena taktiknya lebih baik. Ellen mengambil taruhan berbahaya karena dia memprediksi rencana Kotori------
“*Tsk*………………”
Kotori mengerutkan keningnya mengetahui bahwa Ellen sudah berpikir sejauh itu.
Tak dapat ditolong untuk berpikir bahwa Ellen tidak berpikir bahwa tindakan sebelumnya adalah taruhan. Itu hanya karena [Tidak mungkin aku bisa meraihnya] sebuah pikiran yang arogan dan dia merasa biasa saja untuk menghindari serangan meriam.
“! <Goetia> datang!”
Mikomoto dari bawah meneriakkan sesuatu. Berhasil menghindari <Mystletainn>, <Goetia> menyerang mereka di garis lurus.
“Kuh, menghindar-----“
“Tolong lebih santai, komandan”
Kannazuki dengan headset melangkah maju untuk berdiri di samping kursi Komandan dan *Pachin* menjetikkan jarinya.
Langsung saja, serangan <Mystletainn> yang seharusnya dihindari oleh <Goetia>, mengalihkannya ke arah belakang <Goetia> dan kembali pada mereka.
“Huh………………..!”
Dia tidak tahu apa yang terjadi tuk sesaat tapi, dia langsung mengerti setelahnya.
Ada banyak sekali <Yggd Follium> dengan Teritori menyebar melayang di belakang <Goetia>. Dia mengendalikan semua Teritorinya dan dengan paksa membuat serangan meriam Maryoku membelok dari jalurnya.
Sepertinya ini di luar perkiraannya. <Mystletainn> meluncur ke  belakang <Goetia> yang tak terjaga dan terjadi ledakan.
Itu benar. Jika monster adalah musuh maka mereka juga memiliki monster. Kotori melihat ke arah pria tinggi yang berdiri di samping kursi Komandan selagi sedikit menghela nafas.
“………..Seperti yang diharapkan darimu, Kannazuki”
“Sudah kewajibanku. Kita tidak bisa membiarkan mereka merusakan pohon dunia yang indah ini. Dan------“
“Dan?”
“Komandan, aku pikir menyerang lebih hebat dari diserang!!”
Kannazuki mengepalkan tinjunya selagi berteriak. Kotori *Haa* menghela nafas.
Tapi--------
“……………….! Komandan! <Goetia>!”
Kotori menyentakkan bahunya saat dia mendengar teriakan Nakatsugawa.
---<Goetia> yang seharusnya mendapatkan serangan langsung oleh <Mystletainn> saat ini bergegas dengan liar ke arah <Fraxinus>.
“A……………..!”
<Goetia> mengumpulkan Maryoku dan menembaknya.
Cahaya yang menyilaukan mengisi monitor <Fraxinus>.

Date A Live Jilid 10 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.