13 Februari 2016

Samayou Shinki no Duelist Jilid 1 - Epilog



Epilog



“Ini, bagian Yuuki dan Tina-chan.”
Alfred datang mengunjungi toko. Bersamaan dengan kalimat itu, dia memberikan beberapa keping koin perak.
“...’Bagian’ kami?”
Yuuki berkedip bingung.
“Maaf, aku tidak mengerti?”
“Tentang insiden naga kemarin. Kamu yang melaporkannya pada pihak yang berwajib dan memanggil mereka, kan? Kamu juga membantu dalam membereskan kejadian itu, jadi pihak gereja memberikan penghargaan atas tindakanmu. Walaupun aku tidak ikut membantu seikitpun, tapi sebagai ketua kelompok, setidaknya aku bisa memintakan penghargaan untukmu. Tapi, maaf karena jumlahnya kurang sesuai dengan apa yang harus kalian alami.”
“Yaah, setidaknya ini cukup untuk membeli makanan yang enak, kan?”
“Ohh, kedengarannya bagus. Membeli makanan memang cara yang paling tepat untuk menggunakan uang itu! Tina ingin makan makanan yang lezat!”
Kedua gadis itu sudah sepenunya kembali menjadi diri mereka yang biasanya.
“Ini bahkan tidak cukup untuk mengganti biaya pengobatan kami,” keluh Yuuki.
“Aku datang kemari juga untuk mengajak kalian makan. Aku yang traktir,” kata Alfred sambil tersenyum kecut. “Karena permemintaankulah kalian berdua memasuki labirin.”
“Kalau begitu, Master, maka semua ini memang salahku—“
“Ini bukan salah kalian berdua. Aku sendiri yang memutuskan untuk ikut campur dalam masalah itu, jadi aku hanya memetik apa yang ku tanam. Walaupun begitu, aku pikir untuk sementara aku akan libur dari menjelajah labirin, aku sangat lelah.”
Itu hanya separuh benar. Walaupun dia memang lelah secara fisik, tapi lelah mentalnya jauh lebih besar.
Dia tidak berani menghitung berapa banyak reliquia yang dia habiskan dalam penjelajahan itu.  apa yang dia dapatkan hanyalah beberapa keping koin yang baru saja dia dapatkan. Mereka sangat, sangat rugi banyak. Jika Boris masih hidup, Yuuki takkan bisa mengeluh walaupun kakek itu membunuhnya.
Reliquia milik ayah Franka, mutiara suci kelas satu, juga sudah digunakan. Walaupun Franka sendiri yang menggunakannya, dan menjadi sosok penting dalam menyelamatkan mereka semua, hanya memikirkan bagaimana cara menjelaskannya saja membuatnya pusing.
Beberapa hari berlalu sejak kejadian itu.
Alfred tidak sempat sampai di tempat kejadian saat semua itu terjadi, jadi dia sangat terkejut saat mendengar berita itu.
Yuuki dan Franka dirawat di rumah sakit, tapi berkat perawatan para penyembuhhealer, mereka dapat keluar hanya dalam satu minggu.
Saat kejadian itu pertama kali dilaporkan, pihak gereja dan oath legion langsung mengirimkan pasukan penyelamat terpilih mereka. Tapi, secara mengejutkan, saat mereka sampai di tempat kejadian, void dragonnya sudah terlebih dahulu dikalahkan. Teori yang beredar menyebutkan kalau para void beast bertarung satu sama lain.
Pada akhirnya, jumlah korban bisa ditahan hanya berjumlah satu dijit. Walaupun tidak salah lagi kejadian itu adalah suatu bencana, tapi melihat keadaan dimana void beast kuat yang sangat banyak menyerbu lantai atas; menimbang hasil akhirnya, bisa dibilang mereka sangat beruntung.
Karena keterlibatan Yuuki dalam perihal alat teleportasi, dia dipanggil oleh pihak penyelidik gereja. Tapi, pada kenyataannya, dia memang sama sekali tidak memahami apa yang terjadi. Baik Yuuki maupun Tina tidak tahu apa yang menybabkan alat teleportasi di lantai ke enma puluh empat aktif, apalagi Alfred dan Franka yang sepenuhnya tidak tahu tentang hal itu. Tapi, berkaitan dengan identitas dan kekuatan Tina, Yuuki tidak mengatakan sepatah katapun tentang hal itu.
Alat teleportasi di lantai ke tiga, karena suatu alasan yang tidak diketahui telah menghilang. Tentu saja, Yuuki juga tidak berniat untuk menceritakan rahasia itu.
Pada akhirnya, pihak gereja lima kudus menyampaikan hasil penyelidikan mereka – penyebab kejadian itu masih belum diketahui. Walaupun begitu, jumlah hal di dalam labirin yang tidak dapat mereka pahami sangatlah banyak; hal yang sejak dulu ditantang oleh para petualang.
“Baiklah, kami pamit dulu,” kata Alfred sambil berdiri.
“Oh, baiklah... Um...”
“Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kamu beli?” tanya Yuuki, merasakan sikap gelisah Franka.
“B-bukan itu. Tapi...”
Franka mengerutkan keningnya, bergantian menatap Yuuki dan Tina.
Untuk suatu alasan mereka sangat mirip dengan seseorang dalam ingatannya.
“Um, yaah... Terima kasih banyak, kalian berdua. Aku sangat bahagia.”
Franka tidak mengatakan alasan terima kasihnya pada mereka, dan Yuuki juga tidak menanyakannya.
“—Baiklah, sampai juga lagi Yuuki-san, Tina-chan!”
Dengan senyum kaku, cleric muda itu pergi.
“...Apa Franka menyadarinya?” tanya Tina dengan naga gelisah.
“Mungkin, tapi kita tidak meninggalkan bukti apapun. Pura-pura tidak tahu saja, dan semuanya akan baik-baik saja. Bagaimanapun juga, gadis itu sangat sensitif dengan perasaan orang lain. Jadi selama dia merasa kalau kita lebih suka agar dia tidak membicarakan hal itu, maka dia takkan membahasnya.”
Tapi, dalam hal itu, dia tidak terlalu yakin bagaimana dengan Stefan, tapi, setidaknya, dia masih belum menemui mereka.
“Aku pikir tidak ada alasan untuk merasahasiakannya. Tina mangerti jika mereka mengetahui kalau Tina adalah seorang shinki pasti akan terjadi keributan besar, tapi Master, kamu tidak perlu merahasiakan kenyataan kalau kamu yang mengalahkan void dragon itu, kan? Untuk apa kamu merahasiakannya?”
“...Aku akan diminta ‘lakukan ini’ dan ‘lakukan itu’. Itu sangat merepotkan jadi aku ingin menghindarinya. Aku menyukai kehidupanku saat ini, hidup sebagai pedagang.”
“Tapi—“
Tina ragu untuk sesaat sebelum akhirnya mengganti topik pembicaraan.
“Apa menurutmu hubungan Franka dan Stefan akan baik-baik saja?”
“Semuanya tergantung mereka. Tapi aku pikir mereka akan baik-baik saja. Karena mereka berdua merasakan hal yang sama atas kematian ayah Franka.”
Pada dasarnya, keinginan utama Stefan adalah menjaga adiknya dari Bertolt dan labirin. Walaupun dia bersikap keras kepala dan payah, tapi dia bukanlah seseorang yang tak berperasaan seperti kelihatannya.
Yuuki memperkirakan alasan kenapa Stefan menolak permintaan Franka untuk bertemu adalah karena dia merasa malu.
“Tapi sejujurnya, keadaan Stefan saat ini sedang sulit. Tidak salah lagi kalau kelompoknya telah dimusnakan, dan kemungkinan dia harus mempertanggung jawabkan hal itu. Walaupun begitu, apakah keadaannya akan membaik atau malah semakin memburuk masih belum jelas—ada apa?”
Yuuki menyadari kalau Tina dari tadi menatap terpaku pada Yuuki.
“Ah, bukan apa-apa. Hanya saja, walaupun Master selalu berkata tentang menjadi seorang ‘pedagang’ dan ‘harus memperhitungkan untung-rugi’ pada akhirnya, kamu adalah orang yang sangat peduli dengan orang lain. Bukannya kamu pernah berkata kalau kamu tidak tertarik dengan hal yang tidak menguntungkanmu?”
“...Terus apanya yang salah? Bagaimanapun juga, jika berkaitan dengan ikut campur dengan urusan orang lain, bukannya kamu seratus kali lebih parah dariku?”
“Tentu saja. Tina adalah seorang shinki; dia ada demi orang-orang dan dunia ini. Mendapatkan kesempatan untuk menyelamatkan mereka semua itu sangat menyenangkan. Benar kan, Master?”
‘Apa yang akan ku lindungi? Siapa yang akan ku tolong?’ tanya Yuuki.
‘Orang-orang. Dunia ini.’ Jawabnya, seakan itu adalah hal yang sudah sewajarnya.
“...”
“Hmm? Ada apa, Master?”
“Kamu sama sekali tidak mirip dengannya. Baik penampilanmu, suaramu, maupun sikapmu.”
Aura mereka berdua sangat jauh berbeda.
“Huh? Apa maksudmu?”
“Bukan apa-apa. Hanya saja... belakangan ini, aku tidak bersikap seperti diriku yang biasanya, itu semua pasti karena pengaruhmu. Kamu ini memang orang yang terlalu suka ikut campur.”
“Apa kamu bilang, Master? Tentang sifat Tina yang seperti ini, itu juga karena salahmu.”
Yuuki mengerutkan dahinya saat mendengar perkataan Tina.
“Apa maksudmu?”
“Hmm, ah ya, kesempatan bagus. Apa aku boleh mengatakan semua yang ada di pikirkan ku, Master? Untuk kali ini saja.”
“Kelihatannya juga takkan ada pelanggan lagi, baiklah.”
Yuuki menutup toko dan mereka berdua pergi menuju meja ruang makan.
“Baiklah, apa yang ingin kamu katakan?”
“Darimana aku harus memulainya, hmm... Hey, jangan menatapku seperti itu. Tina menghabiskan banyak waktu untuk memikirkannya, tahu?”
Kenyataan kalau Tina merasa kalau dia harus mengatakan hal itu berarti dia setidaknya memiliki semacam kesadaran pribadi.
“Bagaimanapun juga, setelah menghabiskan banyak waktu untuk memikirkannya, Tina menemukan beberapa penemuan, tentangmu, Master?”
“Tentangku?”
“Walaupun aku belum lama tingga disini, aku sudah memahami seperti apa sosok shinki bagi kota ini. Sederhananya, mereka bukanlah sosok yang begitu saja muncul di hadapan orang-orang.”
“Sejak awal aku sudah mengatakan hal itu padamu, kan?”
“Walaupun begitu, Master, dari awal, berdasarkan apa yang kamu katakan, sepertinya kamu tidak pernah sedikitpun meragukan identitasku?”
“...Hah? Bicara apa lagi kamu? Mana mungkin aku tidak mencurigai sesuatu yang mencurigakan seperti seseorang yang mengaku sebagai seorang shinki. Umumnya, orang-orang akan berpikir kalau kamu sedang merencanakan sesuatu atau mungkin kamu ini sudah gila.”
“Itulah kenapa, itu hal pertama yang kupikir aneh tentangmu. Kalau aku memang seperti apa yang mereka pikirkan, lalu kenapa kamu membawaku pulang bersamamu?”
Itu bukanlah sebuah pertanyaan, tapi sebuah pernyataan.
“Kamu kamu memang berpikir kalau aku mengalami gangguan jiwa, kenapa kamu tidak meninggalkanku di rumah sakit saja? Aku pikir lebih baik untuk menyerahkanku pada yang ahlinya. Kamu tidak perlu membawaku pulang bersamamu, Master.”
“...”
“Lalu, hal kedua yang mencurigakan. Saat kamu mengujiku apakah aku bisa berpindah tempat atau tidak, kamu memberiku reliquia untuk mengisi kekuatanku. Bagi toko ini, itu adalah benda yang mahal, kan?”
“Ah, pedang itu. Ya, itu adalah reliquia kelas tiga. Mengingatnya saja membuatku ingin menangis.”
“Kenapa kamu tidak memberiku barang yang murahan saja? Itu sangat berbeda dengan sikap pelitmu yang biasanya.”
“Apa kamu bisa tolong jangan sebut aku ‘pelit’? Setidaknya sebut aku hemat, ya ampun... Bagaimanapun juga, itu karena jika kamu kekurangan kekuatan untuk membuat mukjizat, maka takkan ada gunanya melakukan percobaan itu, kan? Apa yang ingin ku lihat adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Aku mengujimu dalam beberapa level, jadi aku harus memastikan kalau kamu memiliki cukup kekuatan suci.”
“Dengan kata lain, Master—“
Tina menatap mata Yuuki.
“Kamu mengetahui berapa banyak kekuatan suci yang diperlukan untuk membuat setiap mukjizat yang kamu inginkan. Apa aku salah?”
“...Tidak.”
“Yang ketiga, ini adalah yang terakhir, dan juga alasan paling kuat yang ku miliki. –Kamu tak pernah sekalipun menolakku, Master.” Shinki itu dengan bijak dan tenang berkata. “Untuk seseorang yang mengaku sebagai seorang shinki? Apa lagi kalau dia itu bukan orang  gila? Walaupun begitu, Master, kamu tak pernah sekalipun memperlakukanku seperti orang gila, kamu hanya melarangku mengatakannya pada orang lain. Selain itu, kamu tidak pernah sekalipun menolak pernyataanku.”
Ujung bibir Tina terangkat.
“Walaupun itu hanya hal kecil... tapi aku sangat senang,”
“...”
Yuuki tidak menjawab.
Setelah beberapa saat, Yuuki mengeluh pasrah.
“Seperti apa yang kamu katakan, aku pernah melayani seorang shinki. Walaupun aku tidak pernah menjadi petualang kelas atas, memang benar kalau aku memiliki banyak pengalaman. Yang konyol menurutku adalah kamu hanya mengatakan hal kecil seperti itu, kamu tidak pernah sedikitpun merasa terkejut pada hal yang lebih besar, seperti pengetahuanku yang luas tentang labirin atau kenyataan kalau aku berhasil mengalahkan snow-white void dragon, kamu juga tidak pernah menanyakan tentang identitasku.”
Itu sangat luar biasa. Hanya menggunakan petunjuk kecil seperti itu tapi dia mampu untuk menyelesaikan semua misteri. Dibandingkan sikap kekanak-kanakannya yang biasanya, siapa yang bisa menyangkanya?
“Aku tidak tahu kalau kamu menyebutkan sebagai curiga atau apa, tapi dari awal kamu memang tidak biasa. Walaupun kamu pingsan di dalam labirin, kamu sama sekali tidak terluka sedikitpun.”
Seperti yang Tina perkirakan, Yuuki memang menemukan Tina di lantai ke lima puluh tiga. Void beast di kedalaman itu sangat ganas dan biasa menyergap mereka yang tidak waspada. Satu-satunya yang mampu melewatinya tanpa terlukan sedikitpun hanyalah seorang shinki, yang dilindungi oleh perisai suci.
“Saat kamu berpindah tempat, aku menjadi yakin. Tapi, kalau boleh jujur, aku sudah mengetahuinya sebelum itu, tepatnya saat aku bertanya apa tujuanmu.”
“Tujuanku?”
Tina menatap bingung. Dia tidak bisa mengingat kejadian itu.
“Kamu berkata ‘musuh yang harus kamu kalahkan’ kan? Bagi penduduk kota ini, para shinki adalah pelindung, dan hanya sosok pelindung. Gereja lima kudus tidak memiliki catatan tentang ‘musuh’ dari para shinki. Dengan kata lain, hanya shinki asli yang akan mengatakan hal seperti itu. Tepatnya, identitas musuh yang harus dikalahkan adalah—“
“Tentu saja shinki yang lainnya.” Jawab Tina tanpa keraguan sedikitpun. “Mereka juga akan mengatakan hal yang sama. Saat mereka memasuki dunia ini, hal itu tertanam dalam diri kami kalau kami ini saling bermusuhan. Saat dimana hanya ada satu shinki yang tersisa, dialah yang akan diangkat sebagai raja(ratu?) surgawi. Itulah saat dimana dia membuktikan kelayakannya untuk menyelamatkan dunia ini dan menuntun semua orang.”
Bagi penduduk kota ini, shinki adalah sosok yang penuh belas kasih, pelindung abadi.
Tapi, kenyataannya tidak seperti itu. Keinginan mereka hanyalah untuk mendapatkan kekuatan suci lebih banyak dari shinki lainnya. Kenyataan tentang mereka adalah egois, kejam dan licik. ‘Melindungi kota’ hanyalah embel-embel yang digunakan saat menjaga tempat bertarung mereka.
Kalau mereka memang sebaik seperti yang diceritakan, maka takkan perlu ada pembagian kelompok. Tidak perlu ada anggota oath legion bagi masing-masing shinki. Tidak ada seorangpun yang meragukan alasan kalau pembagian kelompok itu adalah untuk meningkatkan rasa persaingan dan produktifitas.
Para shinki, bersaing memperebutkan hak untuk menyelamatkan dunia, saling bertarung satu sama lain.
Memang benar kalau mereka tidak menua, tapi itu bukan berarti mereka abadi. Senjata suci dragon fang mampu melukai dan membunuh mereka.
Saat seorang shinki terbunuh, seorang shinki baru akan terlahir di dalam kuil shinki sebelumnya, dan menggantikan posisinya.
Itu adalah rahasia terbesar dari gereja lima kudus.
“Sederhananya, aku tidak ingin terlibat dalam masalah itu. Bagaimanapun juga, jika keributan terjadi, itu akan mengganggu bisnusku. Untuk alasan itulah aku membawamu bersamaku, agar aku bisa tetap mengawasimu.”
“Tapi—“
Shinki itu menatap mata Yuuki.
“Bukan hanya kehabisan kekuatan suci, tapi Tina juga tidak memiliki duelist untuk melindunginya. Jika shinki yang lainnya menemukanku, aku pasti sudah terbunuh. Dulu pernah kan saat aku tidak sengaja mengatakan identitasku? Saat itu kamu sangat marah, Master. Sekarang aku tahu kenapa. Kalau kamu ingin berkata kalau kamu tidak pernah berpikir seperti itu, maka aku takkan membantahnya.”
“...”
“Singkatnya, dari awal kamu sudah selalu melindungiku, Master, dan berkat dalam pengawasanmulah dia tumbuh. Dengan alasan untuk mengajariku, kamu membawaku ke banyak tempat, kan? Hanya setelah mengalami semua itu aku bisa memahami kota ini. Kehidupan seorang pedagang dan petualang, pemikiran para penduduk, kota ini terdiri dari berbagai jenis manusia. Berkat bertemu dengan Franka dan Alfred, bahkan si Stefan, aku memahami semua itu. Terlebih, dari pembunuhan di dalam labirin, aku memahami kekejaman pertarungan antar sesama manusia.”
Tina tersenyum.
“’Melindungi kota’ berarti harus melindungi setiap perasaan itu. Itu bukan hanya omong kosong, aku pikir aku sudah memahami arti dari semua itu sekarang. Berkat Master, Tina dapat benar-benar melihat dunia ini. Itulah kenapa tadi aku berkata kalau alasanku menjadi seperti ini, itu adalah karenamu, Master.”
‘Pertama, kamu harus mempelajari apa artinya menjadi manusia,’ katanya.
Yuuki menyingkirkan kenangan itu dan berkata.
“Kamu sudah salah sangka. Aku bukan orang sebaik itu.”
Walaupun begitu, kenyataan kalau Tina mempelajari banyak hal dari apa yang Yuuki tunjukkan memang benar adanya.
Layaknya padang pasir yang akan menghisap setiap tetes air, Tina merasakan semua yang ada di sekitarnya dengan hatinya, dan perlahan mulai memahaminya.
Itu membuatku... bahagia?
Sosok yang dikenal sebagai shinki dan kenangan pahit yang terkunci jauh di dalam hatinya perlahan kembali muncul.
Inilah kenapa aku tidak ingin terlibat. Saat ini aku sudah berada di posisi yang bebas.
Mungkin ini adalah sebuah kesempatan, pikirnya.
“Yaah, sama untukku. Asalkan semuanya berjalan baik, itu saja cukup. Ini, aku ada sesuatu untukmu. Ini adalah gaji dan juga hadiah untukmu.”
Dari kantungnya, Yuuki mengambil sebuah permata besar, dan meletakkannya di atas meja.
“Permata dragon fang...” gumam Tina.
“Ini dari snow-white dragon fang yang kemarin. Karena aku yang mengalahkannya, jadi aku berhak memilikinya. Ini bukan cuma sekedar senjata, ini juga termasuk sebagai reliquia dengan tingkat tertinggi. Benda ini bahkan memiliki cukup kekuatan suci untuk memanggil seorang duelist, sekarang benda ini milikmu.”
“Jadi... Perjanjian kita berakhir?”
Tina mengambil permata itu, tapi dia sama sekali tidak terlihat senang.
“Seperti perjanjian kita dari awal. Kamu akan memanggil seorang duelist agar kamu dapat ikut dalam pertarungan itu. Setelah itu, kamu sudah tidak perlu bekerja di toko sampah ini lagi.”
“...”
“Sejujurnya, cukup berbahaya bagiku untuk ikut campur lebih jauh lagi. Kemungkinan aku akan terlibat dalam pertarungan kalian sangat tinggi. Kejadian kemarin, aku cukup yakin ada seseorang yang mendalanginya.”
Alat teleportasi di lantai ke enam puluh empat sudah aktif bahkan sebelum Tina sampai.
Tujuan alat itu adalah untuk membantu shinki yang baru lahir untuk mencapai permukaan setelah memanggil duelistnya. Untuk itu, orang yang bisa menyalakannya hanyalah mereka, shinki dan duelistnya.
Karena Tina tidak mengaktifkannya, satu-satunya penjelasan masuk akal adalah ada seorang shinki atau duelist yang juga berada di lantai ke enam puluh empat.
Dan juga, setelah Yuuki mengalahkan snow-white void dragon, dia berniat untuk mengabisi semua void beast lainnya juga. Tapi, saat itu, hampir semua void beast sudah dihabisi, dan berdasarkan luka dari bangkainya, hal itu dilakukan hanya oleh satu orang.
“Kelima shinki masih hidup, tapi shinki ke enam muncul, yaitu kamu. Hal ini bertentangan dengan apa yang kita ketahui tentang sistem yang berjalan, dan untuk itulah aku berusaha merahasiakan keberadaanmu dari mereka. Tapi, aku pikir mereka sudah mulai menyadarinya. Itulah kenapa kita harus berpisah disini. Berjuanglah dan berhati-hatilah.”
“...Apa kamu takkan membantu Tina lagi, Master?”
“Sudah tidak ada lagi yang bisa ku bantu, kan? Untuk kedepannya, apapun yang kamu inginkan, kamu harus mendapatkannya sendiri.”
“Master, apa kamu berencana untuk terus menjalankan toko ini? Apakah seseorang sepertimu, yang dengan mudahnya menyerahkan barang yang tak ternilai harganya seperti ini, bisa menyebut dirinya sebagai pedagang?”
“Tentu saja. Karena aku sangat menyukai uang.”
Kalau dia berhasil, dia akan bisa mendapatkan banyak uang. Jika dia gagal, dia hanya akan mendapatkan sedikit uang. Akibat langsung dari apa yang dilakukannya sangat mudah ditebak.
--Itu akan menjadi bukti kalau dia hidup, bukti keberadaannya.
“Aku yang akan menentukan apa yang akan ku dapatkan, apa yang ku korbankan, dan bertindak sesuai dengan apa ku pikir itu benar. Seaneh apapun diriku, inilah jalan hidup yang sudah kupilih untukku.”
Setelah kehilangan segalanya, itulah apa yang dia pelajari dari Boris, yang merawatnya. Boris jugalah yang mengajarinya ‘memahami mana yang harus kamu pilih untuk kamu dapatkan dan mana yang harus kamu korbankan adalah yang paling sulit’.
“—Akan ku katakan sekali lagi. Lahap permata dragon fang itu dan panggil duelistmu. Aku akan tetap disini, sebagai penjaga toko. Untuk kedepannya, kita berjalan di jalan kita masing-masing.”
Saat dia mengatakannya, senyuman terlintas di wajahnya.
“Tapi, kalau kamu ingin membeli sesuatu, aku akan dengan senang hati menyambutmu.”
Tina mengerutkan keningnya, merasa ingin menolak perkataan Yuuki, tapi pada akhirnya, dia hanya mengeluh.
“...Benar juga. Kamu adalah seorang pebisnis.”
Tina dengan pelan meletakkan permata dragon fang itu di meja dan perlahan menutup matanya, permata itu diselimuti oleh cahaya yang sangat cerah dan lembut.
Saat itu, giliran Yuuki yang mengerutkan keningnya. Apa yang sedang dia lakukan?
“Dengan kata lain, mengharapkan bantuanmu secara cuma-cuma adalah kesalahanku.”
Cahayanya menghilang, meninggalkan sebuah pedang di atas meja.
“Benda ini bernama Snow BladeNix, kan? Akan kupercayakan senjata suci dragon fang ini padamu. Tolong pinjamkan aku kekuatanmu, Master – bukan, Snow Blade King.”
Ruangan itu terhenyap setidaknya selama sepuluh detik. Akhirnya, Yuuki menghancurkan kesunyian itu.
“Sejak kapan kamu mengetahuinya?”
“Aku sudah lama tahu kalau kamu bukan orang biasa. Tapi, kalau kamu bertanya kapan aku menyadari kalau kamu adalah seorang duelist dengan sebutan itu, maka itu saat kamu bertarung melawan snow-white void dragon. Dari awal kamu sudah tahu letak kelemahannya, kan?”
“Kamu yang memberitahuku, kan? ‘di leher’ katamu.”
“Itu hanya jawaban pada pertanyaanmu tentang letak kekuatan suci paling banyak terkumpul. Terlebih, aku tidak pernah mengatakan letak pastinya di leher bagian mana. Tapi kamu tetap bisa mengenainya dalam sekali coba, Master. Kamu tahu letak dimana kamu harus menyerangnya karena kamu sudah pernah melawannya, kan?”
“...”
“Terus, saat di lantai ke enam puluh empat, saat Bertolt bergabung dengan permata dragon fang itu, kamu sangat memahami apa yang dipikirkannya.”
Aku pikir sudah tidak ada gunanya berpura-pura lagi. Keluh Yuuki.
“Ya, dulu mungkin kamu bisa menyebut kami sebagai rekan. Kami sudah bersama cukup lama, jadi kupikir dia takkan bisa memaafkanku karena membuangnya begitu saja.”
Permata dragon fang memiliki pikiran.
Ketika permata itu menyerang saat masih bergabung dengan Bertolt, dendamnya terlihat cukup jelas. Itulah kenapa saat Yuuki menunjukkan kalau Bertolt dirasa tidak layak untuk membantu dalam balas dendamnya, permata itu tanpa ragu langsung membuangnya.
“Itu berarti...”
“Benar, seperti apa yang kamu bilang, aku dulu adalah duelist yang dikenal sebagai snow blade king. Walaupun begitu, kisah tentangku itu sangat di lebih-lebihkan, memang benar kalau aku menjadi terkenal karena membunuh banyak orang dan juga void beast. Aku pikir banyak orang yang akan senang saat melihatku mati.”
“Aku pikir alasanmu tidak pernah memberitahu siapa dirimu yang sebenarnya pada Franka adalah karena kamu tidak ingin keselamatannya terancam, kan?”
“Bukan, aku sudah bilang, kan? Aku hanya benci berurusan dengan hal yang merepotkan. Bagaimanapun juga, bagaimana mungkin penajahat sepertiku menceritakan semua kejahatanku begitu saja? Kalau aku memberitahunya, maka aku takkan mampu bertatap muka dengannya, seseorang yang selalu berjalan di jalan yang benar.”
Itulah kenapa dia selalu menjaga jaraknya, berpura-pura tidak pernah menyadari perasaan Franka yang sebenarnya.
“Bagaimanapun juga, kenapa kamu memilihku? Kalau kamu memanggil duelistmu seperti yang seharusnya, maka kamu takkan membutuhkanku lagi, kan?”
Itu adalah hal yang tidak bisa dipahaminya.
Saat seorang duelist dipanggil, seseorang yang paling sesuai dengan shinki itu akan dipanggil dari dunia lain untuk melayaninya. Kontrak pemanggilan itu akan mengikat shinki dan duelistnya. Sehingga, sang duelist akan mendapatkan berkah untuk tidak menua dan juga mendaptkan perisai suci.
Itulah apa yang diakatakan oleh tuannya yang dulu. Tidak mungkin Tina tidak mengetahuinya.
“Sudah sangat lama sejak aku berhenti menjadi seorang duelist. Aku yang dulu bukanlah yang sekarang. Aku sudah kehilangan tuan yang memanggilku, jadi sekarang aku menua dan juga bisa terluka. Aku tidak berada di kondisi untuk menjadi duelist pengganti. Memilihku hanya akan menempatkanmu di posisi yang kurang menguntungkan.
Tina tidak langsung menjawabnya. Tapi, dia menoleh, ke suatu tempat yang jauh, dan akhirnya berkata.
“—Aku adalah yang ke enam.”
“...”
“Jika aku tidak memiliki tempat di kuil, maka di kota juga tidak masalah. Aku akan menjadi ‘Shinki yang tinggal di kota’. Itulah kenapa aku ingin seseorang dari kota ini untuk menemaniku. Tina berharap Master bersedia untuk terus membimbing Tina tentang kota ini.”
Tina menatap tenang pada Yuuki.
“Hal ini bukanlah sesuatu yang dapat diukur hanya dengan untung atau rugi. Aku sudah membuat keputusanku. Aku memilih, daripada aku mempercayakan hidupku pada seseorang yang tidak jelas asal usulnya, aku lebih memilih untuk mempercayakan hidupku pada seseorang yang ku percayai. Itulah kenapa, yang ku inginkan adalah kamu, Yuuki Takamigahara.”
Tina terdiam, sepertinya sudah mengatakan semua yang ingin dikatakannya.
“...”
Yuuki tidak bisa menjawabnya. Tapi, dia teringat saat dia pertama kali bertemu dengan tuannya yang pertama.
--‘Karena aku membutuhkanmu,’ katanya.
Sebelum itu, dia hanyalah sebuah alat pemunuh, tanpa perasaan maupun keinginan. Saat itu, sesuatu yang dia butuhkan adalah sebuah kisah yang sangat luar biasa dan anti mainstream.
Apa yang harus dia lakukan?
Tina membutuhkannya. Sebenarnya, itu karena Yuuki sudah melakukan banyak hal sehingga mendapatkan kepercayaan darinya, tapi—
“...Oh. Aku pikir aku juga sedikit berubah, kan?’
Yuuki menjadi seseorang yang bisa mengajarkan sesuatu pada orang lain.
Semua yang ‘dia’ ajarkan padaku, akan ku ajarkan pada Tina.
Mungkin, kali ini aku bisa mengubah akhir kisah ini...
‘Kita akan bersama-sama melindungi dunia ini,’ katanya, sambil memegang tanganku.
‘Tolong, lindungi dunia ini.’ Permintaan terakhirnya, saat dia meninggal.
Tanpa berpikir panjang Yuuki mengambil pedang itu. Perasaan pedang itu saat berada di tangannya membangkitkan banyak kenangan.
“Master—“
“...Baiklah. Aku akan berusaha semampuku. Bayarannya ini lebih dari cukup. Karena ini adalah senjata suci dragon fang.”
Tina menghembuskan nafas lega dan tersungkur ke meja.
“Ada apa?”
“Aku merasa lega... syukurlah. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan jika kamu menolaknya.”
Ekspresi di wajahnya terlihat konyol sesuai dengan usianya. Tidak ada jejak dari shinki yang kuat dan cerdas saat menguak identitas asli Yuuki tadi.
“...Jika kamu sudah menyadari siapa diriku sejak dulu, kenapa kamu tidak memintaku lebih awal?”
“Dulu masih ada hal yang tidak ku ketahui tentangmu.” Jawab Tina. “Tina tahu kalau suatu hari Master pasti akan meminta Tina untuk pergi. Tapi, Tina selalu menginginkan Master, jadi dia berpikir sekuat tenaga, dan berpikir apa yang harus dia lakukan untuk mengubah pikiran Master? Mencari setiap cerca harapan, aku selalu berpikir keras tentang saat-saat kita bersama. Saat akhirnya aku mendapatkan semua pentunjuk, yaah, seperti inilah hasilnya.”
“Jadi tujuan didapat bahkan sebelum ada jalan.”
Dengan kata lain, jauh sebelum Tina tahu siapa Yuuki sebenarnya, Tina sudah menginginkannya. Dan karena Tina menginginkan Yuuki, jadi Tina berusaha mencaritahu semua hal tentangnya.
“...Aku serius tentang hal ini, jadi,” kata Tina.
Dia terlihat sedikit malu.
“Aku tahu,” jawab Yuuki, mengubah ekspresi canggung Tina menjadi senyuman.

Yuuki sudah pernah bertemu beberapa shinki selama hidupnya. Sifat dan sikap setiap shinki berbeda satu sama lain, tapi setiap shinki layak untuk menjadi pembimbing umat manusia, dan di sembah. Sepertinya, Tina juga, memiliki kelayakan itu.
Bahkan jika Yuuki memakan umpan yang Tina tebarkan, dia pikir dia takkan terlalu mempermasalahkannya.
Bahkan jika dia memulainya lagi, itu takkan mampu menghapuskan masa lalu. Maupun untuk menebus dosanya.
--Walaupun begitu, kesempatan kedua terbuka di hadapannya. Dia akan menatap masa depannya kali ini dengan mata kepalanya sendiri.
Apa dia akan mau memaafkanku?

※※※

Di sebuah kuil di tengah gunng.
Jauh di dalam kuil, di ruang yang terpisah dari dunia luar dan hanya dapat di capai dengan teleport, adalah tempat tinggal seorang shinki.
Ruangan yang sangat ketat.
Di dalam ruangan itu, terdapat sebuah singgasana, yang di duduki oleh ‘Shinki yang bermahkotakan bulan’ menunggu kepulangan duelistnya.
Tidak lama kemudian, alat teleportasti di sudut ruangan itu perlahan mulai bersinar, dan seorang pria muda muncul.
“—Aku kembali, shinki-sama. Aku datang untuk melapor kalau semua hal sudah di bereskan. Semuanya berjalan sesuai rencana.”
Itu adalah seorang pria muda berkulit hitam. Saat dia menjadi anggota kelompok Stefan, dia selalu membawa sebuah pedang raksasa. Tapi, kali ini, dia tidak memegang senjata apapun.
“Jahar-san...”
Wajah shinki itu terlihat pucat saat dia berdiri dan berjalan menuju pria itu.
“B-berita tentang kejadian itu tersebar sampai penjuru kota! K-kamu sudah berlebihan...”
“Kau terlalu panik, Kaya-chan.”
Mengabaikan rasa hormatnya, Jahar mengelus kepala Kaya.
Dari penampilan luarnya, dia terlihat seperti anak usia sebelas atau dua belas tahunan. Bagi Yuuki, dia hanyalah seorang siswa kelas pemula. Bagi Tina, dia adalah rekan dalam menonton pertunjukkan wayang.
“T-tapi caramu melakukannya... Terlalu banyak korban jiwa...”
“Itu semua salah Bertolt.”
Dia mengangkat bahunya, tak bergerak.
“Tujuan utamaku hanya untuk menyusup ke kelompok mereka sebagai mata-matamu, dan mengakhiri persaingan kita jika ada kesempatan. Kelompok mereka semuanya mati selain Stefan. Terlebih, untuk kejadian itu, kau bisa tenang karena sky oath legion yang akan menaggung tanggung jawabnya. Walaupun begitu, aku yakin shinki mereka akan bertindak karena kejadian ini.”
Jahar berpura-pura mati oleh Bertolt, hanya untuk menyalakan alat teleportasi di lantai ke enam puluh empat, dan memindahkan semua orang bersamaan dengan para void beast ke lantai ke tiga. Kejadian itu adalah ulahnya.
“Oh ya, Dengan ini kita sudah bisa yakin kalau nona muda itu adalah ‘itu’. dia mampu menahan void dragon.”
“B-bukannya kamu sudah memastikannya saat di pertunjukkan wayang?”
Saat di alun-alun dekat katedral, Jahar menebas Tina dengan padangnya untuk menguji apakah Tina memiliki kekuatan seorang shinki atau tidak.
Kaya mendengar dia berkata kalau dia baru lahir beberapa hari sebelumnya, dan Jahar melihatnya berkata kalau dirinya adalah seorang shinki. Orang biasa pasti akan mengabaikan pernyataan seperti itu dan menganggapnya sebagai teriakan orang gila, tapi mereka berdua tahu.
“Ah, ya, kau benar. Ya, aku berusaha untuk melukai kulit kepalanya, tapi dia tidak terluka sedikitpun. Seperti yang kau bilang, itu memang cukup untuk dijadikan sebagai bukti.”
“Berarti kamu tidak perlu memancing musibah seperti—“
“Dengar. Justru karena kita tahu siapa dia jadi kau harus tahu kalau dia adalah musuh.”
Nada ceria Jahar berubah menjadi nada ancaman yang mengerikan. Secara reflek Kaya terdiam.
“Kekuatan suci, kekuatan bertarung, pola pikir, ketahanan, kita harus mengetahui semua itu untuk mengalahkannya. Kejadian dengan para bajingan dari sky legion adalah kesempatan untuk mencari semua itu. Kaya-chan, jangan bilang kau berpikir hal konyol dan manja seperti ‘aku tidak ingin membunuhnya’ atau ‘aku pikir kita tidak harus bertarung’, kan?”
Saat dia selesai mengatakannya, Jahar melambaikan tangannya. Sebuah pedang raksasa berwarna merah muncul – Crimson Flame ClaymoreIgnis. Ukurannya dua kali lebih besar dari pedang yang biasanya dibawanya di labirin.
Jahar meletakkan pedang itu di bahunya. Kaya menjerit ketakutan.
“Aku tahu kalau ini tidak sopan padamu, tuanku, tapi... hal seperti itu sangat menjengkelkan untukku. Aku melakukan semua ini untukmu!”
“Maafkan aku...”
Berdasarkan titah raja surgawi, seorang shinki akan mendapatkan seseorang yang paling cocok dengannya; untuk menjadi duelist dari shinkinya adalah jalan hidupnya. Atau setidaknya seharusnya seperti itu. Tapi, pria kasar dan kejam itu sama sekali tidak seperti Kaya.
“Kita adalah rekan yang terikat oleh takdir yang sama. Kalau kita menang, kita akan tetap hidup, kalau kita kalah, maka kita akan mati, seperti itulah takdir kita. Aku tidak punya niatan untuk kalah, apalagi mati, jadi Kaya-chan, jika kau tidak punya tekad yang kuat, maka aku akan kerepotan.”
“A-aku mengerti. Tapi, orang itu, dia ke enam, kan? Maksudku, kelima shinki masih hidup. Apa sesuatu seperti itu bisa terjadi?”
“Kamu harus mempercayainya. Sebuah alat teleportasi satu arah dari lantai dalam? Satu-satunya penjelasan masuk akal adalah seorang shinki yang terlahir di luar kota.”
“Kalau begitu, bukankah itu berarti keadaanya sudah berubah? Maksudku, aku juga tidak tahu, tapi mungkin kita tidak harus bertarung... mungkin, kita bisa berteman...”
“...Apa kau benar-benar masih belum memahaminya?”
Suara Jahar semakin keras, bergema dipenuhi emosi. Kaya gemetar ketakutan.
“Selain nona muda itu, kau adalah shinki termuda. Kau masih belum berpengalaman. Kau tidak punya legion untuk mendukungmu. Kau juga tidak memiliki kekuatan suci. Dengan kata lain, kau berada di dasar persaingan.”
Itu adalah kenyataan yang tak terbantahkan.
“Itulah kenapa kita sendiri harus turun ke kota untuk mencari informasi. Kalau ada kesempatan, kita habisi musuh kita. Aku tidak perduli apakah dia itu shinki ke enam atau bahkan ke tujuh, kalau nantinya dia akan bertarung melawan kita, maka kita akan membunuhnya. Lalu mengambil semua yang dimilikinya. Itu satu-satunya jalan yang kita punya.”
“...”
Kaya menundukkan kepalanya, terdiam.
“Baiklah, aku akan melanjutkan laporanku. Sepertinya nona muda itu memiliki seorang pembantu. Orang itu mampu membunuh snow-white void dragon. Walaupun dia bukan seorang duelist, tapi itu bukan berarti kita bisa meremehkannya. Semakin cepat kita menghabisinya, semakin baik. Namanya Yuuki Takamigahara.”
“Eh? Yuuki-sensei?”
Kaya terbelalak terkejut. Si pria aneh yang terkadang bertindak sebagai asisten pelatih di akademi pelatihan. Oh ya, dia juga pernah melihat Yuuki bersama dengan Tina sebelumnya...
Jahar tertawa bahagia saat dia kembali berbicara.
“Bajingan itu cukup menarik. Dia dulunya adalah seorang duelist, sampai shinki yang dilayaninya mati di tangannya sendiri.”

---
TL Cornerrr

Samayou Shinki no Duelist Jilid 1 - Epilog Rating: 4.5 Diposkan Oleh: h kim

3 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.