06 Februari 2016

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 4 Bagian 11-15 LN Bahasa Indonesia


RAKUDAI KISHI NO EIYUUTAN
JILID 1 BAB 4
PERTARUNGAN PERTAMA
BAGIAN 11-15

BAGIAN 11
Berdiri di atas kakinya, Ikki menatap gadis berambut merah yang telah memarahinya. Tetesan besar air mata tumpah dari mata merah Stella. Untuk siapa air mata itu keluar? Untuk siapa dia berduka? Ikki tidak sebodoh itu sampai tidak tahu. Tetapi bahkan dalam penderitaannya, Stella mengatakan ini.
Berjuang.
Stella tahu bagaimana beban dan penderitaan yang dilalui Ikki, tetapi dia tetap ingin Ikki berjuang.
Jadi ada orang selain Ryouma-san yang mengatakan itu….
Ikki berpikir kalau dia kalah dalam pertandingan ini, semua penderitaan yang dia lalui akan menjadi sia-sia. Tetapi dia salah. Tujuan dia menjadi seorang ksatria-sihir mungkin sudah menuntut banyak usaha sampai sekarang, tetapi hari-hari berusaha keras dan maju ke depan tidak akan menjadi sia-sia sama sekali.
Karena aku bertemu seorang perempuan yang mengatakan dia menyukai cara aku hidup!
Pada saat dia memahami itu, *klik*, Ikki merasa hati dan tubuhnya menyatu. Pikirannya yang berkabut oleh tekanan dan kecemasan dengan sangat cepat menjadi jernih. Tubuhnya yang terluka dan berdarah yang hampir tumbang, bergerak seperti yang dia harapkan. Kondisi bertarung Ikki akhirnya mencapai puncaknya.
Sekarang masih terlalu cepat, benar-benar terlalu cepat, untuk menyerah. Dia tidak bisa, tidak sekarang. Masih ada sesuatu untuk dicoba. Sesuatu yang dia, Ikki Kurogane, harus lakukan. Dia mau maju ke depan, tidak peduli seberat apa itu. Kalau dia dikalahkan ketika menggunakan seluruh kekuatannya, dia akan sembuh dari luka-lukanya dan bertarung lagi, tetapi….

Tetapi kehilangan keberaniannya dan kabur, akan menodai nama seorang ksatria sepanjang sisa hidupnya!

"Oooooooo!!!"

Ikki mengeluarkan seruang perang dan membakar dirinya. Dari tubuhnya, dari darahnya, dari setiap sel, dia mengumpulkan kekuatan sihir dan membakarnya dalam sekejap. Tubuh Ikki Kurogane bersinar dengan api biru yang mengalir seperti angin, memancarkan nyala dari Noble Art-nya, Ittou Shura. Dan dengan melakukan itu, Ikki mengumumkan kebulatan tekadnya untuk menyelesaikan pertarungan di sini.


"Dengan kelemahan terbesarku, aku akan menangkap kekuatan terbesarmu―mari bertarung, Kirihara-kun!"

Aaaaah! Petarung Kurogane, yang kita kira sudah kalah, telah membuat tantangan besar! Dia mengaktifkan Ittou Shura, Noble Art yang mengalahkan ksatria Rank A Stella Vermillion! Sekarang teknik luar biasa yang hanya bisa digunakan sekali dalam sehari sudah diaktifkan―apakah dia telah menemukan cara untuk mengalahkan Area Invisible!?
Dengan perubahan mendadak dalam pertarungan di mana Kirihara sepenuhnya mendominasi, nada suara dari siaran langsung Tsukuyomi berubah. Bahkan dia cemas dengan taktik mengerikan sang Pemburu. Dia telah berharap untuk perubahan ini, dan memberi Ikki dukungan yang tulus. Tetapi sayang, Ikki tidak punya solusi yang diharapkan Tsukuyomi. Area Invisible mungkin Noble Art anti pertarungan satu lawan satu terkuat, sejak awal bukan teknik yang akan dikalahkan oleh kekuatan seorang Ksatria Gagal.
Dan Kirihara juga mengetahui itu.
"Menangkap? Seorang 'Worst One' seperti dirimu mau menangkapku, sang ‘Pemburu’ Shizuya Kirihara? Hal itu di luar kemampuanmu. Bukankah kamu membual sesuatu yang kamu tidak mampu?"
Tepat, tepat sekali. Ikki membuat sesuatu yang dia tidak bisa lakukan. Bertindak seperti itu tentu sebuah kesalahan, dan mencobanya hanya membingungkan segalanya. Ikki Kurogane hanya bisa melakukan satu hal sejak awal.
"Aku pikir kamu sudah berjuang dalam kesia-siaan terlalu lama. Aku juga lelah menyaksikan sesuatu yang begitu memalukan, jadi sudah waktunya aku menyelesaikan ini. …Hmm, aku jadi ingat, aku berjanji memberi tahumu di mana targetku, bukan? Benar… berikutnya adalah―"
Ada hawa membunuh yang pasti di dalam suara Kirihara ketika dia menarik panah di tali busur. Mungkin tindakan ini akan menjadi serangan mematikan yang menentukan pertarungan ini.
"―ubun-ubun kepalamu. Kalau kamu tidak mau mati, hindari, kamu orang gagal yang menghalangi jalan!"
Niat membunuh yang menghancurkan ditembak secara tidak terlihat, sebuah panah yang bahkan mampu mengambil nyawa, berpacu tepat menuju Ikki. Tetapi―niat membunuh tidak penting sekarang. Dari panah tersebut, tidak ada yang bisa dilihat, tidak ada yang didengar, jadi dari pada panahnya, Ikki hanya akan melihat apa yang bisa dia lihat, mendengar apa yang bisa dia dengar.
Ingat―
Urutan dia menerima luka-lukanya, arahnya―
Ingat―
Kedalaman lukanya, sudutnya―
Ingat
Kata-kata Kirihara pada saat itu, suaranya―
Semua mengenai pertandingan ini dipadatkan menjadi detail-detail tersebut. Seperti mempelajari sejarah tusukan dari teknik gaya pedang, mendapatkan proses musuh dari urutan dan tujuan. Seperti mengumpulkan pengetahuan sekolah dari kemampuan berpedangnya, melacak kembali posisi dari luka dan sudutnya. Seperti mencuri prinsip penemuan dari triknya, membuka pola pikir dari kata-kata dan suara. Dan dari semua itu, menginvestigasi tingkatan sebelumnya dari kecenderungan tembakan, kepribadian, teknik, desain, dengan menyatukan, menganalisa, memahami, menggunakan data untuk semua hal―menangkap semua hal mengenai orang bernama Shizuya Kirihara!
Tidak ada alasan dia tidak bisa melakukannya. Tidak sulit. Karena sejak awal, dari dahulu kala, Ikki Kurogane bertarung seperti itu!
Dalam sekejap, panah yang ditembakkan dari Oborotsuki mengenai Ikki. Tempat yang ditujunya… bukan ubun-ubun kepala, tetapi jantung. Ya, Kirihara telah memasang jebakan untuk serangan terakhir dengan ketenangan seorang Pemburu dan kepala dingin. Lawannya sudah di dalam situasi yang tak ada harapan, tetapi untuk berjaga-jaga tidak ada luka yang terjadi, dia menembakkan panah ke jantung Ikki sambil berkata dia mengincar kepala Ikki. Tipuan ditambah dirinya yang tidak terlihat, serangannya tidak mungkin dihindari. Dan tepat seperti yang direncanakan sang Pemburu, niat membunuh yang tidak terlihat menembus jantung Ikki―
"…Oh?"
Suara tersebut keluar dari mulut Shizuya Kirihara terhadap pemandangan yang tidak bisa dijelaskan di hadapannya, dan pikirannya kosong. Dia telah mengirimkan panah kematian yang tidak bisa dihindari atau ditangkis, tetapi―tangan kanan Ikki memegangnya, menghentikan panah tersebut tepat sebelum menembus dada Ikki.
"Ba-Bagaimana…."
Bagaimana mungkin? Apakah hal ini benar-benar terjadi? Kepada Pemburu yang terkejut yang menghadapi kenyataan yang diluar pemahamannya, mangsa yang berlumuran warna merah terbatuk dan berkata―

"…Seperti yang kupikirkan, tidak mungkin kamu akan memberi tahu kebenarannya."

"Apa… yang kamu bilang―!?"
Pada saat itu, Kirihara merinding seperti cacing menggali ke dalam punggungnya. Mata ikki, tidak melihat ke arah lain, menatapnya walaupun dia seharusnya tidak terlihat.
"Tidak… mungkin…."
Dia tidak pernah mengalami ini, dan keringat dingin mengalir dari seluruh tubuhnya. Rasa dingin merayapi punggungnya, dan tangan juga kakinya bergetar hebat. Dalam pandangan Kirihara yang bergoyang―
"…Ya, aku menangkapnya. Dan aku tidak akan membiarkanmu kabur lagi."
―ksatria berlumuran darah dihadapannya tertawa pelan.
¨
BAGIAN 12
A-A-Apa yang terjadi―!? Petarung Kurogane baru saja menangkap panah yang seharusnya tidak bisa dia lihat! Apa yang terjadi!? Bahkan aku, melaporkan langsung dari lokasi, masih tidak bisa menemukan Petarung Kirihara! Area Invisible, persembunyian yang sempurna, masih berjalan sepenuhnya, tetapi gambar dari kamera sedang dikirim sekarang… dan menunjukkan bahwa petarung Kurogane bereaksi kepada panah yang menuju dirinya! Apa dia melihat apa yang tidak bisa kita lihat!?
Aha, wahahaha! Sungguhan!? Orang itu benar-benar melakukannya!
Saikyou, yang juga sedang memberikan komentar pertandingan, secara mendadak menepuk kedua tangannya dan tertawa terbahak-bahak.
Saikyou-sensei? Apa Anda menemukan sesuatu!?
Heh heh heh…! Yah, aku sudah tahu. Tepat seperti yang terlihat. Area Invisible sudah tidak berguna.
Secara reflek Kirihara membalas kata-kata Saikyou.
"Ja-Jangan bercanda! Area Invisible milikku tidak terkalahkan! Tidak mungkin sampah Rank F ini bisa melihatnya!"
Ahaha. Ya, benar. Itu juga yang aku pikir. Area Invisible Kiri-yan[1] adalah Noble Art terkuat melawan petarung individu. Boleh-boleh saja percaya diri tentang hal itu, karena bagaimana pun juga, Area Invisible tidak bisa dilihat. Yang dia lihat adalah… si Pemburu sendiri.
"Apa maksudnya!?"
Astaga, kamu luar biasa lamban, bukan Kiri-yan? Bukankah kamu sudah melihat pertarungan antara sang putri dan Kuro-bou[2]? Pada saat itu, Kuro-bou melihat dan mencuri Imperial Arts milik sang putri, tetapi mencuri teknik pedang bukan hal biasa seperti meniru gaya bertarung. Dari sesuatu seperti gaya atau bermain pedang, sejarah yang terkumpul dipelajari, mengambil ide menuju ke sana, dan membuka lalu mengembalikan prinsip dari fondasinya. Itu apa yang kita sebut mencuri teknik pedang. Dan sekarang, dia melakukan hal yang sama kepada dirimu. Selama bertarung, dia mencuri orang yang disebut Shizuya Kirihara. Bukankah begitu, Kuro-bou?
Kepada kata-kata Saikyou yang tidak masuk akal―
"Eh, ya. Seperti itu."
Ikki menegaskan analisisnya sambil mengangguk. Dia menggunakan teknik mematikannya, Blade Steal, melawan Kirihara.
"Me-Menggelikan! Bagaimana mungkin hal seperti itu terjadi!? Terutama karena aku pasti tidak terlihat oleh dirimu…!"
"Aku tidak melihat dirimu, tetapi mengetahui ‘di mana Kirihara-kun sekarang’ tidak sesulit itu, karena kamu sudah meninggalkan banyak petunjuk, tahu?"
"Petunjuk…?"
"Luka-luka yang kamu berikan padaku. Prosedur urutan luka yang aku terima. Arahmu dari sudutnya. Dan jarak dari kekuatannya. Mereka mengatakan di mana dirimu. Menemukan posisi sang Pemburu pada saat tertentu itu gampang kalau aku mengikuti semua petunjuk ini, dan kalau aku memahami sebanyak itu, sama saja dengan bisa melihatmu. Kalau begitu, tidak apa-apa melakukan yang biasa kulakukan. Apakah itu teknik pedang atau orang, ada prinsip yang secara mendasar mengatur seluruh tindakan mereka. Bisa dibilang sistem penilaian. Dengan menggunakan itu―tindakan dan rencana dari orang tersebut, apa yang dipikirkan orang itu, bagaimana aku harus bergerak, tindakan apa yang harus diambil, apakah harus maju atau mundur, menyerang atau bertahan―setiap tindakan yang mungkin bisa dibaca seluruhnya dengan jelas. Misalnya, tepat saat ini, aku tahu kamu mengambil tiga langkah ke belakang."
Tubuh Kirihara membeku ketakutan mendengar pernyataan ringan ikki, dan dia mengeluarkan jeritan tanpa suara, karena apa yang dikatakan Ikki tidak salah. Tetapi tentu saja Ikki bisa mengetahui respon Kirihara. Prinsip yang dia katakan bukanlah dugaan yang terbatas pada situasi saat ini di sini saja. Pikiran manusia yang bisa dibaca adalah identitas yang mengakar secara mendalam, bukan sesuatu yang bisa diubah dalam sekejap. Tidak peduli bagaimana orang tersebut mau mengakali identitas tersebut, bahkan pikiran untuk mengakalinya hadir dari identitas tersebut, dan karena itu tidak bisa lari dari pemahaman Ikki. Dengan mencuri identitas lawannya, Ikki menangkap seluruh pikiran dan perasaan tersebut.
Kalau Ikki harus memberi nama teknik ini, namanya akan menjadi Perfect Vision[3]. Dihadapannya, Kirihara akhirnya mengerti. Kengerian sebenarnya dari ksatria yang dipanggil Ikki Kurogane bukanlah teknik pedang, penguatan satu menit, atau apapun seperti itu. Melainkan kemampuannya membongkar dan mencerminkan sifat sebenarnya dari semua yang dia lihat, mata yang memahami seperti cermin sihir yang bercahaya. Cermin yang bahkan dapat menangkap Pemburu yang tidak terlihat. Karena itu―
"Aku melihat apa yang bisa kamu lakukan. Dalam pertandingan ini, aku akan mengambil kemenangan!"
Dengan pernyataan itu, Ikki meluncur maju menghunuskan taringnya kepada Pemburu yang kehilangan tempat berlindungnya!
"Ja- Jangan mendekaaaaatttt!!!"
Sebagai respon, Kirihara melakukan pertahanan terakhir. Menarik Oborotsuki sekuat tenaga sampai berderit, dia melihat langit di atas dan menembak satu panah dengan seluruh kekuatan sihirnya di dalamnya. Sesaat kemudian, panah tersebut meledak di tengah udara, menjadi seratus serpihan besi bersinar dengan cahaya yang tidak terlihat mata telanjang. Mengejar dan menghujani Ikki, mereka mengejar dan mengalir kepadanya, mengebor dan menghantam lantai batu pertarungan, mengangkatnya dan menghantamnya lagi.
Tidak ada pola dari kehancuran tersebut.Noble Art Million Rain[4] adalah serangan tanpa pandang bulu terbuat lebih dari seratus potongan besi. Kirihara menyimpulkan kalau pikirannya terbaca, dia harus menghujani seluruh area tanpa berpikir. Idenya benar, tetapi walaupun begitu―
"Mengapa!? Mengapa tidak kena!?"
―Ikki membersihkan mata panah yang tidak terlihat, berlari menembus hujan kehancuran tanpa mengurangi kecepatan sedikit pun dan berlari menembus awan debu yang bergulung. Sebenarnya, dia sudah melihat semua itu.
"Percuma, tahu. Tidak peduli bagaimana kamu mencoba untuk mengosongkan hatimu, kamu mau mengalahkanku. Kamu mau membunuhku. Dorongan dari hati yang ketakutan untuk meneriakkan niat membunuhnya tidak bisa ditahan. Tidak peduli bagaimana kamu mau menyerang dengan pikiran yang tidak terbaca, niat membunuh berada di dalam dirimu."
Dan Perfect Vision secara akurat menangkap niat tersebut. Menyerang lawan tanpa secara sadar berniat membunuh adalah keadaan mental yang diajarkan oleh suatu bela diri, tetapi itu bukanlah kemampuan yang dapat digunakan seseorang seperti Kirihara. Dia hanya meningkatkan jumlah panah yang dia tembakkan.
"Apakah seratus panah atau seribu, Ittou Shura milikku tidak akan kalah dari hal-hal seperti itu!"
Semua pertahanan sudah percuma. Seperti pemain luar biasa yang memprediksi seratus gerakan ke depan, Ikki sudah melihat akhir pertandingan!
"Tunggu, tunggu! Berhenti! Hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan hentikan aku bilang! Apa kamu mendengarku!? Berhenti bercanda! Apa aku harus kalah dari murid gagal Rank F ini!? Tidak seperti dirimu, orang-orang mengharapkan banyak hal dari aku! Tidak seperti sampah tidak bernilai seperti dirimu, aku punya sesuatu yang bisa hilang, tahu! Seseorang seperti dirimu, tidak ada alasan untuk menang melawanku! Jadi berhentiiiiiii!!!"
Ikki tidak berhenti. Dia sudah tidak bisa dihentikan oleh Kirihara!
"H-Hey! Ini lelucon, kan? Ya! Mari kita hentikan! Mari kita hentikan saja! Pedang seperti itu!? Kalau kamu memotong orang dengan benda itu, bisa terjadi bencana, kan!? Hal seperti itu tidak normal! Ada cara lain bagi kita untuk melakukan ini! Jadi mari berhenti! A-Aku tahu! Mari kita tentukan dengan suit! Bagus, kan!? Hey, Kurogane-kun! Bukankah kita teman sekelas, teman!?"
Ikki tidak mau mendengar. Siapa yang bertanya kalau dia sudah mempersiapkan dirinya datang ke panggung ini? Dari sejak seorang ksatria memasuki ring, dia sudah mempersiapkan diri untuk membunuh atau dibunuh. Karena itu, Ikki tidak berbelas kasihan. Pedang hitam itu akan menyingkirkan pertahanan Kirihara, pada akhirnya memegang Kirihara pada jarak pedang, dan―
"Haaaaaaaaaaaaaaaa!!!"
"H-HIIIIIIIIIIIIIIII! BE-BERHENTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!! Aku mengerti! Tidak apa-apa aku kalah! Tidak apa-apa aku kalah jadi JANGAN LUKAI AKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!"
Ikki mengayunkan pedangnya ke bawah dengan sekilas cahaya, dan pada saat itu tempat yang dipotong Ikki bersinar terang. Tubuh Kirihara terlihat di tengah sinar itu, dan dia jatuh di atas punggungnya ke atas tanah tidak sadarkan diri, bola matanya terlihat bagian putihnya, mengeluarkan busa putih dari mulutnya, tetapi… tanpa terluka. Dia telah dipotong begitu dangkal dia bahkan tidak berdarah dari kulit di ujung hidungnya.
Ikki paham Kirihara menyerah, dan tidak ada niat membunuh Kirihara dari awal. Namun―
Perhitunganku meleset satu milimeter, ya.
―walaupun dia tidak ada niat melukai, ujung pedangnya sedikit menyentuh kulit. Hanya karena kekuatan dari panah Kirihara membuat prediksi jarak menjadi sulit.
Kurasa latihanku masih kurang? Perjalananku masih panjang.
Dan melihat sang Pemburu sudah kalah oleh monster pengguna pedang di hadapannya―
"Shizuya Kirihara tidak bisa melanjutkan pertarungan! Pemenangnya, Ikki Kurogane!"
―wasit mengumumkan kemenangan pertama Ikki.
¨
BAGIAN 13
Pertandingan selesaaaaaiii! Entah bagaimana sang ksatria Rank F, petarung Ikki Kurogane, merebut kemenangan! Walaupun dia dilarang mengikuti kelas tahun lalu, dia telah mengalahkan ksatria terkuat di generasinya dalam pertarungan mematikan, dan mendapatkan kemenangan yang luar biasa di dalam pertarungan penyisihan ini!
Pada saat kemenangan Ikki diumumkan, benang yang menahannya terputus. Semua yang telah dia pertahankan hanya dengan semangatnya―luka dan darah dari pertarungan, keletihan yang luar biasa dari reaksi Ittou Shura―mengalir keluar bersamaan.
Selamat…! Aaaaah! Petarung Kurogane telah terjatuh di dalam ring! Bukankah dia cukup aneh pingsan setelah menang!?
Ah sial. Tim medis! Cepat letakkan orang itu di dalam kapsul!
Menerima instruksi Saikyou, staf yang ada di sana meletakkan tubuh Ikki di atas tandu dan membawanya keluar. Karena kapsul iPS dipasang di setiap arena latihan, skenario terburuk bisa dihindari. Dan setelah sang pemenang telah keluar dengan cara seperti ini, hanya Kirihara yang pingsan tersisa di arena, sampai Kirihara juga dibawa keluar oleh anggota staf.
Petarung Kirihara juga telah meninggalkan ring. Dia dianggap kandidat teratas Seven Stars Sword-Art Festival tahun ini, tetapi dikalahkan dengan tidak terduga! Mungkin karena keterkejutan itu, tidak ada tanda-tanda dia bangun meskipun sama sekali tidak menerima luka!
Seorang anggota pendukung Kirihara, yang telah melihat hasil pertandingan dari bangku penonton, terbatuk.
"Barusan dia… tidak keren."
"Bagian terakhir, bukankah dia menangis? 'Jangan lukai aku?'"
"Aku kecewa, sungguh…."
"Mari pulang, pulang. Aku sudah tidak tertarik."
Tsukuyomi dan Saikyou melihat semua ini dari bangku komentator.
Uh, para perempuan pendukung pergi bersama-sama. Yah, pasti sulit kehilangan seorang idola.
Kamu tahu, walaupun dia terluka, mereka akan melihat seperti apa dirinya yang sesungguhnya cepat atau lambat.
…Benar juga, ya? Ehh, kalau begitu pertandingan keempat berakhir di sini. Pertandingan kelima akan dimulai setelah ring dibersihkan, jadi petarung yang akan tampil, harap bersiap.
Setelah membuat pengumuman tersebut, Tsukuyomi mematikan mikroponnya.
"Fiuh… pertandingan yang luar biasa. Area Invisible petarung Kirihara yang membuatnya meraih banyak kemenangan tanpa terluka, dikalahkan oleh seorang ksatria Rank F. Aku tidak menduganya."
Bersantai, dia berbicara ke Saikyou di dekatnya. Tetapi tempat di mana Saikyou seharusnya duduk, hanya ada sebuah catatan dengan pesan singkat: Pertarungan tadi cukup memuaskan, jadi aku pergi dari sini.
"Tidaaaaaaak! Aku tidak mau melakukan ini lagiiiiiiiii! Siapapun gantikan akuuuuuuuuu!"
¨
BAGIAN 14
Ketika Tsukiyomi berteriak, satu persatu para murid yang menonton juga meninggalkan arena nomor empat karena kebanyakan dari mereka datang untuk menyaksikan pertandingan ini. Tetapi dua orang berdiri di tengah aliran tersebut tanpa menggerakkan kaki mereka.
"Melihat semua penonton yang keluar, aku merasa kasihan dengan orang yang akan bertarung di pertandingan berikutnya."
Arisuin terbatuk sambil melihat orang-orang yang keluar, kemudian bertanya kepada gadis kecil yang berdiri di sebelahnya.
"Di samping itu… bukankah Shizuku mau pergi ke kamar rumah sakit?"
Shizuku menggeleng pelan.
"…Dia hanya akan tidur walau aku ke sana."
"Dia mungkin tidur, tetapi dalam hati seorang wanita dia mau berada di dekatnya pada saat seperti ini, kan? Stella-chan berlari ke tempatnya. …Mungkin kamu berpikir untuk meninggalkan mereka berdua sendiri?"
Dia bertanya dengan hati-hati, tetapi Shizuku merengut awal dari kekesalannya. Dia menunjukkan giginya dengan gusar.
"Hari ini… spesial. Kelihatannya perempuan itu menang."
Shizuku terlihat enggan, tetapi dia juga bahagia. Tidak ada yang mengetahui ini, tetapi karena Stella dengan luar biasa telah mengumumkan di depan massa kesukaannya atas kemauan dan perasaan kakak Shizuku yang tidak dipahami siapa pun, Shizuku menahan hasrat segera berlari mengejarnya dan menunggu di dekatnya. Dia hanya berdiri di sana, karena minimal untuk hari ini, dia tidak mau mengganggu mereka.
"Tetapi hanya untuk hari ini."
"Hahaha. …Shizuku."
"Apa? Kamu mau menggodaku karena kalah?"
"Sama sekali tidak. Bukankah kamu tahu? Aku benar-benar suka Shizuku apa adanya."
Pipi pucatnya menjadi merah, Shizuku makin merajuk.
"Uhh! Tolong jangan bercanda denganku seperti itu!"
"Haha, maaf. Aku tidak akan berbicara mengenai hal ini lagi, jadi tidakkah kamu mau lebih ceria? Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan? Karena kita di sini, bagaimana kalau kita menyaksikan pertandingan berikutnya?"
"…Aku tidak terlalu tertarik."
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berjalan-jalan lebih jauh dari biasanya dan makan sesuatu yang enak, hanya kita berdua? Dengan Ikki terluka seperti itu, perayaan kemenangan hari ini tentu akan dibatalkan."
Penggunaan kapsul akan segera menyembuhkan luka, tetapi keletihan tidak bisa disembuhkan semudah itu. Ikki mungkin akan berada dalam koma sampai hari ini berakhir. Dan sampai dia bangun, Stella tentu tidak akan meninggalkan sisinya.
"Karena kamu memberikan waktu sendiri untuk mereka berdua, sebagai balasannya kamu berhak sedikit kemewahan, bukankah kamu berpikir begitu?"
"…Sebuah tempat dengan alkohol yang enak akan menyenangkan. Aku sudah dewasa, jadi."
"Oke. Aku tahu sebuah tempat dengan suasana bagus yang bisa kamu harapkan."
"Meskipun aku berkata seperti barusan, aku pasti akan menyesal meninggalkan babi itu dengan kakakku dalam beberapa jam, yang berarti aku akan memiliki mood yang luar biasa buruk. Maaf, tapi kamu harus bersiap untuk itu."
"Hahaha. Jangan khawatir, aku siap―"
Maka sambil memutuskan apakah mereka akan kembali ke kamar mereka untuk berganti baju, mereka menuju pintu keluar di balik arus manusia. Menyaksikan punggung para penonton yang pergi lebih awal, Shizuku mendadak batuk.
"Orang-orang yang tadi menghina Onii-sama, aku penasaran apakah mereka masih menolak untuk percaya bahwa dia kuat?"
"Siapa yang tahu? Mungkin ada beberapa yang tidak menerima kenyataan walau mereka melihatnya dengan mata mereka sendiri. Tetapi semua yang punya kekuatan untuk mencoba puncak Seven Stars tentu akan mengenalinya, dan mengingat nama Ikki Kurogane. Jadi Ikki tidak akan kembali ke Ksatria Gagal biasa yang orang kenal sampai sekarang. Tentu tidak."
Kata-kata Arisuin benar. Hari ini adalah titik balik, di mana Ksatria Gagal mendapat nama lain di pojok internet.
Crownless Sword King.
Sebuah nama yang menunjukkan bahwa Ikki tidak akan tetap dikenal hanya sebagai seorang Ksatria Gagal, karena Ikki Kurogane telah mengalahkan seorang dari kandidat atas perwakilan Seven Stars Sword-Art Festival.
Catatan Kaki Spesial karena Editor-sensei bingung:
Bagi yang nonton anime, mungkin sadar Ikki dipanggil “Another One”. Nah dari versi raw kanjinya itu berarti “Raja Pedang tanpa mahkota”. Di versi Inggris dipakai “Crownless Sword King”, tetapi cara baca menurut versi raw itu “anazaa-wan”. Sampai ada keputusan dari Editor-sensei (lempar tanggung jawab) terjemahan ini akan memakai Crownless Sword King. Kenapa? Karena saya penerjemahnya… Huahahahaha...

¨
BAGIAN 15
"Wah wah, pemandangan yang luar biasa hari ini. Seorang Ksatria Gagal Rank F menjatuhkan seorang Pemburu yang menggunakan Noble Art terkuat dalam pertarungan satu lawan satu, dan dengan cara yang tidak biasa? Melihat menembus identitas musuh di tengah pertandingan itu melebihi manusia normal."
Di bangku penonton di arena latihan nomor empat, sebuat sosok merah kecil menaiki tangga sementara sepatunya membuat suara keletak-keletuk. Dia adalah orang yang kabur setelah memberikan komentar pertandingan, Nene Saikyou, dan dia mengutarakan kata-kata pada dirinya sendiri setelah pertandingan dengan semangat.
"Bahkan orang-orang di liga kelas A tidak bisa melakukan sesuatu seperti itu. Tidak, tidak, dia hanya senjata rahasia Kuu-chan. Pertandingan penyisihan akan menarik~. Tetapi lain kali aku mau dia bertarung dengan lawan yang lebih kuat. Contohnya, ya… seperti ketua OSIS akademi ini."
Dia tiba di puncak bangku penonton.
"Bukankah kalian anggota OSIS Hagun Academy setuju?"
Dia memberikan senyuman dengan arti tersembunyi kepada empat ksatria di sana. Mereka berempat memiliki kekuatan sihir dengan kualitas yang jelas berbeda dengan murid-murid yang meninggalkan arena, dan mereka memiliki nama panggilan tersendiri.
Wakil ketua, "Fifty Fifty" Utakata Misogi.
Bendahara, "Scharlach Frau"[5] Kanata Toutokubara.
Sekretaris, "Destroyer" Ikazuchi Saijou.
Manajer Urusan Umum, "Runner's High" Renren Tomaru.
Mereka adalah orang paling berpengaruh di Hagun Academy.
"Sayang sekali To~ka-chan tidak ada di sini, ‘kan? Dia mau melihat pertandingan hari ini, tahu. Intuisiku berkata Kuro-bou akan menjadi rival To~ka-chan di pertarungan penyisihan."
Mendengar kata-kata Saikyou, Utakata Misogi, murid SD… bukan, seorang anak laki-laki kecil yang bahkan mungkin seorang anak TK, tertawa terbahak-bahak.
"Ahaha―. Saikyou-sensei benar-benar kejam, bukan?"
Kanata Toutokubara, gadis tinggi pirang mengenakan gaun putih seperti bangsawan Perancis dan membawa sebuah parasol walaupun di dalam ruangan, tersenyum sambil berdiri di sebelah Utakata yang lebih kecil dari dirinya.
"Hmm. Ya, sangat. Dia maju bertarung begitu berani setelah menerima luka yang luar biasa, jadi kasihan sekali tidak menilai dia lebih tinggi, bukankah Anda mengatakan itu?"
"Heh. Bukankah kalian berdua cukup percaya diri? Apakah jarak di antara murid biasa dan juara empat dari Sword-Art Festival benar-benar lebar?"
"Ahaha―. Saikyou-sensei benar-benar sengaja kejam. Walaupun dia mengetahuinya."
"Hmm, tentu. Itu benar bahkan walaupun tanpa melihat hal-hal di masa lalu, seperti catatan dari tahun lalu."
"Apa yang kamu katakan?"
Toutokubara mengangkat mukanya sedikit, dan menyipitkan mata birunya seperti melihat jauh sekali.
"Cukup sederhana. Tak peduli cakar setajam apapun, taring setajam apapun… mengapa seorang tikus akan menang melawan seekor singa? Dia tidak akan memandang orang itu. Putri kami begitu jauh dari dirinya, dia bahkan tidak bisa melihat seseorang begitu tinggi di atasnya."




Catatan Penerjemah


1.    Kiri-yan: Singkatan dari "Kirihara-chan". Dibandingkan menggunakan akhiran "-chan", yang berarti “kecil” dan digunakan untuk memanggil anak kecil, memanggil Kirihara dengan imut "Kiri-yan" memperlakukan dia lebih seperti anak kecil.
2.    Kuro-bou: Singkatan dari "Kurogane bouzu", di mana "bouzu" berarti "anak laki-laki". Mirip seperti Kiri-yan, ini cara imut memanggil anak kecil.
3.    Perfect Vision: Kanjinya 完全掌握, "Kanzen Shouaku" ("Perfect Grasp").
4.    Million Rain: Kanjinya 驟雨烈光閃, "Shuu'u Rekkousen ("Downpour of Violent Light").

5.    Scharlach Frau: "Wanita Merah", dalam Jerman.

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 4 Bagian 11-15 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.