26 Februari 2016

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Soudesu yo Jilid 3 Epilog 2 LN Bahasa Indonesia


MONDAIJI-TACHI GA ISEKAI KARA KURU SOUDESU YÕ
JILID 3 EPILOG 2

Bagian 1
—[Kota Bawah Tanah Underwood], Asrama Baru
Yō sedang duduk sendiri di sudut ruangan, benar-benar dalam keadaan depresi.
Penyebab situasi ini muncul dari peristiwa yang terjadi di dekat tepi sungai, tepat setelah ritual pemanggilan berakhir.
Itu semua dimulai saat Yō muncul dengan headphone di kepalanya dan Asuka melemparkan dirinya sendiri pada Yō untuk memeluknya dengan mata yang berbinar-binar keheranan.
"Ooh, imutnya! Kasukabe-san! Headphone itu benar-benar imut!"
"I……Imut?"
Apa maksudnya? Yō merasa ragu-ragu saat dia melepaskan headphone dari kepalanya untuk memastikan.
Dalam sekejap, darah seperti terkuras dari wajahnya dan menyebabkan dia memucat. Dia yakin bahwa headphone yang dikenakan di kepalanya jelas-jelas sepasang headphone normal. Akan tetapi, headphone yang dipegang di tangannya sekarang—tidak peduli bagaimana yang lainnya melihat, mereka pasti akan berkata bahwa itu seperti headphone dengan nekomimi di atasnya.
"Ba…Bagaimana bisa? Mereknya sama dengan logo apinya, tapi kenapa bentuknya berubah?"
Merasa kebingungan, Yō membiarkan Asuka memeluk dan mengatakan apapun yang dia inginkan.
Yang lainnya juga melihat dengan tatapan yang sulit untuk dipahami yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata saat memandang headphone nekomimi itu.
"Apa…Apa kau ingin memberikan nekomimi itu pada Izayoi-san?"
"Um…soal ini…kurasa kita sebaiknya membiarkan Yō-san membuat penilaian?"
"Yahoho….. Kita masih belum tahu soal itu bukan? Mungkin dia akan merasa lebih senang?"
Sementara itu Faceless, yang menyelesaikan ritual dan tidak terlihat lelah sama sekali, dalam diam dia menyarungkan pedangnya sebelum berjalan ke sebelah Yō untuk menatapnya dengan tenang.
"……"
"?"
"Apa ada yang salah denganku?" Yō memiringkan kepalanya dengan tanda tanya. Karena wajahnya tertutupi topeng, membuatnya mustahil baginya untuk memperkirakan pikirannya. Karena itu Yō hanya dapat menatapnya balik.
Jack hanya dapat tersenyum miris saat dia berada di antara mereka karena dia takut kedua individu yang pendiam ini mungkin tidak akan mendapatkan percakapan yang mulus.
"Face, ada masalah apa?"
"……Aku ingin melihat Giftnya sebentar."
"Eh?"
"Saat pemanggilan, trajektori bintang telah jelas-jelas membelok menjauh dari prediksiku semula. Ini adalah pertama kalinya aku menemukan situasi semacam ini. Kalau pemanggilanku gagal, satu-satunya kemungkinan akan berasal dari Gift yang dia miliki."
Jadi dia ingin memastikannya sendiri, Faceless mencapai kesimpulan tersebut.
Meskipun Yō sedikit terganggu dengan hal itu, dia tetap melepaskan kalungnya—[Genome Tree] dan menyerahkannya pada Faceless.
Menerima kalung tersebut, dia kemudian mulai memeriksa dengan teliti kalung yang ada di tangannya.
"……Ini adalah?"
"Giftku yang ayahku buatkan untukku."
"YES! Gift Yō-san disebut [Genome Tree]. Dengan membentuk pertemanan dengan ras-ras lainnya, benda itu dapat mematerilisasi karakteristik unik dari ras tersebut dalam bentuk sebuah Gift! Itu benar-benar benda yang bernilai!"
Kuro Usagi menegakkan telinga kelinci dengan riang saat dia merasa bangga akan rekannya.
Faceless dengan ringan menyentuh dagu dengan tangannya, terlihat hanyut dalam pikirannya. Dan setelah beberapa saat kemudian, dia tiba-tiba menanyai Yō:
"……Kau bilang benda ini membuatmu mendapatkan Gift dari ras lain, 'kan? Maka, mungkinkah spiral bagian dalam dan luar ini dijelaskan sebagai gambaran dari pohon Filogenetik1?"
"……Nn, mungkin."
"……Aku mengerti."
Setelah Yō mengangguk memberikan kepastian, Faceless juga menganggukan kepalanya, sepertinya memahaminya saat dia menyerahkan kembali kalung tersebut pada Yō sebelum dia membalikkan punggungnya pada orang banyak.
Meskipun dia telah meninggalkan keramaian dengan cara yang bermartabat, dia memilih untuk berhenti di tepi tebing saat dia sepertinya mengingat sesuatu pada saat-saat terakhir.
"—Aku hanya akan memperhitungkannya sebagai kompensasi kegagalan pemanggilan, walaupun rasanya enggan……Ini adalah sebuah saran. Kemampuan kalung itu tidak hanya [Mendapatkan Gift dari Ras Lain]."
"Eh?"
"Yang kumaksud adalah tujuan dari kalung itu bukan hanya pohon Filogenetik yang merekam reproduksi data. Tapi itu adalah sebuah pohon Filogenetik yang perlu mengumpulkan banyak sampel DNA untuk menciptakan pengembangan unik dan kemajuan dari sampel tersebut untuk berevolusi ke tahapan berikutnya—Mengambil sampel dari [Genome Index], untuk [Berevolusi] dan juga untuk [Menggabungkan]…..Seharusnya itulah tujuan awalnya."
"Eh……Nn……Huh? Kau bisa mengatakan sebanyak itu?"
Karena ketidakmampuannya untuk memahami aliran pembicaraan, Yō mencoba secara paksa untuk mengendalikan percakapan ke arah lain. Meskipun dia berpikir bahwa itu adalah usaha terbaiknya dalam pada sebuah percakapan, saat kata-kata tersebut didengar oleh orang lain, kemungkinan besar yang lainnya berpikir bahwa ini sebuah penghinaan.
Meskipun Faceless terdiam beberapa saat, adalah hal yang mustahil untuk menentukan apakah dia tersinggung terhadap jawaban Yō, tapi dia membuka mulutnya sekali lagi untuk berkata dalam suara lembut dan hampir tak terdengar:
"—Berhati-hatilah. Karena dalam kejadian normal, Gift tersebut biasanya melebihi kendali dunia Manusia."
Pergi dengan meninggalkan kata-kata tersebut, dia kemudian melompati tebing untuk menghilang tanpa jejak ke [Kota Bawah Tanah Underwood] d bawah. Mereka yang ditinggalkan, untuk sesaat kebingungan ketika mereka menatapi punggung Faceless yang menghilang ke kejauhan tanpa bergerak sedikit pun dari tempat mereka berada.
Setelah beberapa saat, Kuro Usagi-lah yang pertama kali memulihkan kesadarannya.
"……Pada ahirnya, masalah headphonenya masih belum terselesaikan?"
Yō bersuara kecil "Ah". Dan di situ, masih di tangannya terdapat headphone nekomimi yang memiliki merek lidah api tertera padanya —[Crescent Moon No.16].
—Setelah itu, menggunakan waktu sebelum kedatangan Izayoi, Yō dan yang lainnya yang telah menyerah dengan ide untuk memperbaiki atau pemanggilan, telah menyusuri Alun-Alun Festival Panen untuk mencari aksesoris atau benda kecil yang mungkin dapat mengganti headphone tersebut. Akan tetapi, semua barang yang ada tidak terasa cukup dalam berbagai hal dan mereka sampai pada kesimpulan [Memberikan headphone nekomimi ini padanya] untuk mengakhiri masalah ini.
[Meskipun headphonenya sangat imut……tapi membiarkan Izayoi mengenakan headphone nekomimi?]
……Seperti yang diperkirakan, itu masih sangat tidak mungkin.
"Haiz~" Yō meringkuk semakin kecil di sudut ruangan saat dia menghela nafas dengan begitu resah.
Kucing Calico juga mendesah saat dia merasa bersalah dan menyesal tentang kejadian itu.

Tidak lama kemudian, Izayoi dan Leticia akan tiba di [Kota Bawah Tanah Underwood].

Bagian 2
—Gerbang Luar nomor 7759175, [Air Terjun Besar Underwood], Bukit Fir Bolg
Matahari telah terbenam di barat dan sekarang adalah waktunya bagi bintang pertama untuk bersinar terang di langit.
Segera sesudah sesampainya di [Underwood], tatapan Izayoi terlihat berbinar-binar bersemangat terpakupada Pohon Besar di depannya. Kebudayaan dan pemandangan yang dapat dikatakan sebagai sesuatu yang sangat kontras dibandingkan dengan Sisi Utara, menyebabkan ia merasakan luapan emosi dalam dirinya dan membuatnya mendesah saat dia berdiri di atas bukit untuk mengamati daerah di sekelilingnya.
"—Tetumbuhan hijau, air jernih yang mengalir dari sungai dan bentangan langit biru. Haha! Ini benar-benar kebalikan dari bebatuan dan api di Sisi Utara! Bukankah ini terasa sedikit terlalu sempurna? TIDAK. Aku benar-benar senang menerima situasi seperti ini! Malahan, aku begitu senang sampai aku ingin mendekat dan mengenalnya secara mendalam! Jadi, Leticia, bisakah aku pergi sebentar untuk mendekat dan mengenal lebih dalam?"
"Baiklah. Aku akan membantu memberitahukan Kuro Usagi dan yang lainnya."
Leticia menyunggingkan seulas senyuman miris saat dia menyetujui permintaan Izayoi.
Izayoi sepertinya tidak dapat menunggu lebih lama lagi saat dia mulai melesat maju, menuju Pohon Besar [Underwood].
Dia kemudian melompat ringan dengan suara *Doink Doink Doink*, dengan mudah memanjati dahan-dahan Pohon Besar.
Saat mencapai titik tertinggi dari [Underwood], dia kemudian mengulurkan tangannya untuk menguji dahan-dahan tersebut dan pergi dengan mengeluarkan sedikit tekanan saat dia berencana untuk mengistirahatkan dirinya di antara dahan-dahan tersebut.
Dedaunan yang tebal menunjukkan jumlah tak terkira dari kekuatan yang dimampatkan saat mereka menahan tekanan Izayoi dan mendorong mundur tangannya. Dengan demikian, sepertinya matras yang terbuat dari dedaunan yang tebal serta dahan-dahan pohon ini akan lebih nyaman daripada perkiraannya.
"Bagus. Ini bagus. Ini hebat! Malahan dalam situasi ini, bisa dikatakan ini mengagumkan. Tapi seandainya saja ada beberapa makanan, ini akan lebih baik…..Ah, lupakan. Aku hanya akan mendapatkan langit berbintang itu sendiri untuk  malam ini."
Membiarkan dirinya terjatuh ke dedaunan di belakangnya, Izayoi tidak repot-repot mengurangi kekuatan jatuhnya. Meskipun dia memiliki beberapa pemikiran untuk menemukan Kuro Usagi dan bertanya tentang situasi Titan…..Izayoi hanya merasa ingin menatapi bintang sendirian untuk malam ini.
Sambil menikmati suara ceburan air dari [Air Terjun Besar Underwood], dia juga melihat ke atas pada langit berbintang Little Garden.
"……Hmm. Posisi bintang-bintang di dunia Little Garden sepertinya berada pada posisi yang sama tanpa perubahan apapun……"
Deneb, Altair, Vega……Izayoi menghitung dengan jarinya saat dia menelusuri Segitiga Musim Panas dari ketiga bintang tersebut.
Di masa lalu, Izayoi sering menatap langit berbintang seperti itu. Tapi akhir-akhir ini, pikirannya disibukkan dengan hal-hal yang terjadi di sekitarnya dan membuat menyadari sesuatu.
Tinggal dalam gaya hidup yang monoton dan membosankan di masa lalu, dia tidak pernah berpikir bahwa dia dapat menjalani hidupnya dengan cara yang dia lakukan saat ini. Dan itu menunjukkan betapa puasnya dia pada kehidupannya saat ini. Tersenyum miris, Izayoi mengalami kebenaran itu sendiri.
[Aku penasaran apakah Suzuka dan Homura baik-baik saja……Lupakan. Kedua orang itu seharusnya menjalani kehidupan mereka dengan penuh semangat dan pasti telah melanjutkan hidup mereka seakan tidak ada seorang berada di sisi mereka sejak awal.]
Izayoi menggelengkan kepalanya sedikit untuk mengenyahkan perasaan nostalgia yang tidak sesuai dengannya.
Tepat pada saat itu, dia mendengarkan suara gemerisik dedaunan dan ranting di belakangnya saat semuanya mulai bergetar dan dia menolehkan kepalanya sedikit.
"……Kuro Usagi? Ada apa?"
"Ada apa, kau bilang? Sudah jelas itu karena kau, Izayoi-san tidak datang untuk menyapa kami. Jadi Kuro Usagi datang untuk menemukanmu. Menyatakan rasa terima kasihmu pada [Host] itu adalah hal yang sangat penting, kau tahu?"
"Oh yah, tenanglah sedikit, oke? Mengamati kondisi musuh juga adalah hal yang sangat penting, kau tahu?"
"Kondisi musuh……Maksudmu para Titan?"
"Tidak. Maksudku adalah [Air Terjun Besar Underwood] ini."
"—eh?" Kuro Usagi memiringkan kepala dan telinga kelincinya.
Izayoi berdiri dari antara ranting-ranting dan dedaunan yang bertautan dengan lebatnya saat dia memutar searah jarum jam mengamati seluruh [Underwood] sebelum membuka mulutnya dengan begitu beremosi dalam suaranya:
"Panggung air ini adalah salah satu dari pemandangan terhebat di tingkat Bawah Sisi Selatan. Meskipun skala dan kekuatannya yang terpancar lebih rendah daripada [Ujung Dunia], bahkan untukku, aku harus bilang bahwa ini tetaplah sebuah daratan yang indah……menurutku. Kuro Usagi, tidakkah kau merasakan bahwa seharusnya kita juga bertujuan untuk membangun sampai tingkatn itu?"
Izayoi melihat Kuro Usagi dengan seulas senyuman tanpa takut.
Pertanyaan ini begitu tiba-tiba sehingga Kuro Usagi tidak dapat menanggapinya untuk sesaat. Tapi setelah memahami makna di balik kata-katanya itu, dia segera membalas pertanyaan dengan pertanyaan:
"Dengan kata lain, kondisi musuh yang Izayoi-san maksudkan……adalah menjadi [Region Master] yang membangun tempat yang melebihi kehebatan [Underwood]?"
"Itu benar. Dan rencana ini tidak dapat terkungkung di Gerbang Luar 2105380. Kalau kita meningkatkan Markas Komunitas kita, hal-hal yang bisa kita lakukan juga akan meningkat. Itu juga akan menjadi mudah bagi kita untuk mengumpulkan Gift……Sekalipun kita saat ini masih berada di level membersihkan pertanian dan fasilitas perairan kita, tapi kudengar bahwa [Underwood] ini hanya menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk bangkit kembali. Jadi, kita harus bisa untuk berjuang menuju tingkatan ini dapat kurun waktu sepuluh tahun. Karena pemandangan panggung air semacam ini sudah pasti cukup bagus untuk menjadi tujuan cita-cita kita."
"Wahahahaha!" Izayoi tertawa liar…… Bila dipikir-pikir lagi, sejak dia tiba di dunia Little Garden, dia sudah jadi terbiasa dengan gaya tertawa semacam ini. Bahkan mengatakan bahwa ini adalah [Topeng] (tertawanya)nya, mungkin tidak jauh dari kenyataan.
Lupakan. Karena dia tertawa dengan begitu riangnya, itu tidaklah masalah.
Izayoi membiarkan dirinya sendiri tertawa terbahak-bahak untuk sesaat sebelum kemudian dia berbalik untuk mengatakan ini pada Kuro Usagi:
"……Menunjukkan bendera kita di bintang-bintang dan menjadi Komunitas paling luar biasa di tanah ini. Dengan begitu, nama kita akan tersebar ke telinga semua orang dan bahkan pada rekan-rekan kita yang masih menghilang."
"—Uu!"
Pernyataan tak terduga akan makna sebenarnya di balik rencana tersebut membuat Kuro Usagi menarik napas dan mengeratkan tangan di depan dadanya.
Berpura-pura tidak menyadarinya, Izayoi menudingkan jarinya ke arah para Titan yang menyerang sebelumnya.
"Akan tetapi, prioritas kita sekarang adalah para Titan. Meskipun aku tidak tahu apakah mereka sisa-sisa dari Raja Iblis atau sesuatu, tapi tindakan mereka jelas menunjukkan sedikit pemahaman diri2. Tidak perlu menunggu naiknya Aliansi [Draco Greif]. Aku hanya akan mengambil kesempatan ini untuk menjadi penyerang yang sepenuhnya menyelesaikan masalah. Karena itu akan tidak dapat ditoleransi kalau mereka terus membuat masalah saat Festival Panen dimulai secara resmi."
"…...Hehe. Benar-benar gaya Izayoi-san. Kalau begitu Kuro Usagi juga akan senang hati menjadi penyerang yang turut serta dalam membasmi para kriminal Titan." Kuro Usagi menegakkan telinga kelincinya saat dia dengan bangga membusungkan dadanya dan mengangkat tinggi kepalanya.
Izayoi tidak menyangkalnya tapi hanya menganggukkan kepala saat dia melanjutkan:
"Baiklah kalau begitu, ayo berikan mereka serangan selamat datang saat kita bertempur secara langsung dengan mereka besok. Tapi untuk saat ini, kita sebaiknya lebih banyak menghemat kekuatan kita."
*Doink!* Izayoi kembali merebah pada dedaunan dan ranting-ranting Pohon Air sekali lagi.
Kuro Usagi juga duduk di sebelahnay saat dia mengangkat kepala memandangi langit berbintang. Sebelum memulai dengan kikuk:
"Sebenarnya, Kuro Usagi punya sesuatu yang harus dikatakan pada Izayoi-san……itu……tentang headphone……"
"Oh, itu? Kucing Calico Kasukabe akhirnya mengaku?"
"Eh?" Telinga kelinci Kuro Usagi menegak dengan terkejut.
Izayoi tersenyum licik saat dia mengangkat sebuah botol kecil berisi bulu kuing dari dalam sakunya.
"Melihat bagaimana dia meninggalkan bukti sejelas ini, hal tersebut bahkan membuatku sangat tidak termotivasi untuk bermain detektif-detektifan……Awalnya, aku mencurigai Kasukabe mungkin telah memerintahkan Kucing Calico untuk melakukannya, tapi dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan yang bahkan dapat membuat hal tersebut mungkin sedikit pun. Terlebih lagi, kalau pelakunya adalah Kasukabe, dia akan dapat melakukannya dengan lebih sempurna. Dengan pemikiran tersebut, aku menganggap bahwa Kucing Calico itu bertindak sendirian karena itulah kesimpulan yang paling mungkin."
Berkata demikian, Izayoi melemparkan botol berisi bulu Kucing Calico itu pada Kuro Usagi.
Menangkapnya dengan bingung, Kuro Usagi memegangnya erat-erat saat dia bertanya dengan khawatir:
"……Apakah kau marah?"
"Tidak. Aku juga mengatakan pada Leticia bahwa selama itu adalah benda yang dapat dibuat oleh seorang amatir, sama sekali tidak ada nilai material di dalamnya. Aku hanya ingin mengikuti keinginan Homura, membantunya dengan memakainya di kepalaku hanya sebagai iklan berjalan."
"Be…Benarkah?"
"Daripada itu, aku lebih tertarik pada bawahan kesayangan [Halloween Queen] atau sesuatu yang kulihat disebutkan dalam surat. Apakah orang itu kuat?"
"Sangat."
Jawaban tersebut tanpa keraguan dan mendengar Kuro Usagi memberikan evaluasi setinggi ini bisa dikatakan adalah hal yang sangat langka, rasa penasaran Izayoi juga mulai meningkat.
"……Benar-benar sangat kuat?"
"Ya. Jika ada seseorang yang bisa mengalahkan kau, Izayoi-san, maka mungkin tidak ada orang lain selain dia."
Bagi Kuro Usagi, itu mungkin sudah menjadi evaluasi tertinggi.
Izaoi menganggukkan kepalanya dengan puas saat dia mengangkat kepalanya ke langit berbintang.
"Begitukah…… Kalau begitu, kurasa aku harus berterima kasih pada para Titan karena situasi pembalik keadaan ini. Berkat merekalah aku berhasil mendapatkan perpanjangan jangka waktu untuk bergabung dalam Festival Panen. Tidak perlu dikatakan lagi, karena ada orang menarik semacam itu, maka aku harus menemukan cara atau semacamnya untuk bisa membuat orang tersebut bertanding denganku."
"Untuk mengejar sensasi mendebarkan []3?"
"Itu benar. Hidup di dunia ini, jika Manusia tidak memiliki sensasi mendebarkan untuk menginspirasi mereka [], mereka hanya akan jatuh dalam kemalasan dan kemerosotan! Selama ada kesempatan, aku harus sepenuhnya memulihkan pemikiranku itu."
"Wahahaha!" Izayoi tertawa terbahak-bahak.
Kuro Usagi menatap Izayoi dalam diam sambil tersenyum.
"……Sebenarnya, di masa lalu…… ada seseorang yang juga mengatakan hal yang mirip denganmu."
"Oh? Maka orang tersebut adalah seseorang yang menjanjikan."
"Hehe, apakah kau masih perlu mengatakan itu? Bagaimanapun juga, orang itulah yang bertanggung jawab menjadi ahli strategi Komunitas dengan memainkan peran [Host]. Menyarankan ide dengan cara suka memerintah yang sama setiap kali. Dan dengan ekspresi serius tersebut mengatakan pada Kuro Usagi sesuatu seperti: 'Ini adalah tugas seorang host untuk memberikan partisipan pengalaman yang mendebarkan-jantung []. Jika itu hanya penukaran uang, maka itu akan menjadi akhir dari takdir yang mempertemukan kita. Tapi jika itu adalah perasaan sensasi dari hati [], itu tidak akan dapat menghilang begitu saja. Karena sensasi tersebut [] adalah sebuah nutrisi tak tergantikan bagi mereka yang hidup di dunia ini' dan teori-teori lainnya yang mirip."
Tapi jumlah pelanggan yang kembali juga sangat bagus, Kuro Usagi muda dengan senang menceritakannya.
Izayoi terkejut seakan sebuah serangan kejutan dilancarkan terhadapnya dan dia dengan cepat bertanya sebagai balasannya:
"…….Oh? Orang itu adalah seorang wanita?"
"YES! Dia juga memiliki rambut keemasan tapi dengan gaya rambut yang berbeda dari Leticia-sama dan juga seorang wanita yang sangat menarik!"
"……Oh? Orang itu sangat dekat denganmu?"
"Tidak hanya dekat, dia juga adalah orang yang membiarkan Kuro Usagi bergabung dengan Komunitas dan berada di bawah perlindungannya saat Kuro Usagi masih muda dengan menjadi seorang walinya! Dia juga menyukai anak-anak, sifatnya sangat bersemangat dan sangat cerdas……dia adalah idola Kuro Usagi."
Kuro Usagi berdiri, dengan tatapan menerawang saat memandang langit berbintang.
"Tidak peduli apa yang terjadi……dia akan selalu aman dan tak tersentuh— perasaan semacam itulah yang dia berikan pada siapapun. Itu benar-benar sangat mengagumkan. Karena itulah, menghadapi situasi semacam ini di dalam Komunitas, Kuro Usagi harus bekerja keras dan terus maju untuk membalas hutang masa lalunya! Dan aku juga ingin memperkenalkan Izayoi, kalian semua pada yang lainnya, untuk menjalani setiap hari yang lebih baik dan lebih menyenangkan daripada kehidupan kita saat ini!"
"Nn!" Kuro Usagi menyemangati dirinya sendiri untuk bekerja lebih giat.
Izayoi di sisi lain tetap terdiam dan mengamati langit malam dengan tenang.
Dibandingkan tadi, tatapannya terlihat lebih jauh daripada sebelumnya walaupun tidak melihat apapun. Ekspresi itu sama sekali bukanlah sifatnya, itu membuat Kuro Usagi merasa sedikit khawatir.
"……Izayoi-san. Ada apa?"
"Tidak……Aku hanya berpikir yang mana Altair."
Izayoi menggunakan jarinya untuk menelusuri langit berbintang, bergumam dengan cara yang membuatnya terlihat seakan dia sedang mencoba mengganti topik pembicaraan.
Kuro Usagi yang berada di sebelahnya dengan senang menunjukkan padanya.
"Ya ampun~ Altair adalah bintang pertama Aquila. Itu seharusnya yang itu—"
—Tepat pada saat itu, Kuro Usagi tiba-tiba mengeluarkan suara "Eh?"
Izayoi juga segera kembali pada kesadarannya saat dia berdiri dengan mendadak.
Setelah itu, sebuah hembusan angin malam yang tidak menyenangkn bertiup melewati mereka berdua. Dan kalau mereka tidak bermasalah dengan mata mereka—Barusan, banyak bintang kehilangan cahaya mereka untuk sesaat.
"……Apa yang barusan itu?"
Izayoi mengeryitkan alisnya dengan keheranan.
Akan tetapi, kejadian aneh muncul susul-menyusul.

—Terbangunlah, bisikan emas yang seindah sebutir apel.

Detik itu juga mereka mendengar suara nyanyian yang tidak menyenangkan.
Musik dari Harpa Emas sedang dipetik terdengar bergema di seluruh [Underwood].

Bagian 3
Saat Leticia sedang menuju ke asrama, seorang pelayan remaja yang terlihat galak, Percher, telah keluar untuk menyambutnya.
"……Kau……"
"Selamat malam, Vampir-san berdarah murni……Aku tidak pernah berpikir bahwa akan datang hari di mana aku akan mengenakan seragam pelayan sepertimu."
Percher mendesah murung. Leticia yang pada awalnya tidak dapat mengerti kenapa dia berpapasan dengan Percher di tempat ini, tiba-tiba teringat dengan isi Gift game yang muncul di pikirannya. Dan dia mulai menduga-duga walaupun sempat ragu-ragu.
"……Begitukah? Apakah dengan memenuhi semua persyaratan kemenangan dari [The PIED PIPER of HAMELIN] telah membuatnya sukses untuk membuatmu menjadi seorang bawahan?"
Leticia bergumam, kelihatannya tiba-tiba menyadarinya.
—Jika seseorang ini membuat seorang Raja Iblis tunduk menjadi seorang anak buah, seseorang harus mendapatkan kemenangan mutlak dalam game yang secara paksa diadakan dengan [Authority of Host Master] Raja Iblis.
Menurut peraturan awal dari [The PIED PIPER of HAMELIN], game akan selesai selama satu dari dua syarat kemenangan terpenuhi.
Akan tetapi karena perubahan aturan saat [Ujian Yuridiksi], hal itu semakin menambah kesulitan kriteria penyelesaian dalam mempertemukan kedua syarat kemenangan tersebut.
Pada akhirnya, memenuhi kontrak pengabdian sebagai bawahan, Percher dipanggil ke Little Garden sekali lagi.
"……begitulah. Tapi sejujurnya, aku tidak pernah terpikir bahwa aturan yang mengatur Little Garden dan para Raja Iblisnya begitu begitu kuat sampai seperti ini. Kalau hanya tubuh fisik, aku masih dapat mengerti. Tapi ini adalah kejadian di mana jiwa yang seharusnya hancur dan ternyata penampilan awalanya masih dapat dipulihkan. Itu, adalah sesuatu yang tidak terlintas di pikiranku sebelumnya."
Itu benar. Percher dipanggil kembali ke Little Garden sekalipun game sudah diselesaikan dengan menghancurkan jiwanya.
Orang yang sedang dibicarakan tersebut, Percher, kehilangan kata-kata juga saat menyadari betapa tidak masuk akalnya kekuatan yang membangkitkannya.
Tapi Leticia masih tersenyum saat meremas bahu Percher.
"Tidak perlu terlihat begitu muram. Bukankah pepatah mengatakan [Dengan sebuah gunung hijau lebat yang masih tersisa, tidak perlu khawatir untuk menemukan kayu bakar]? Meskipun kita masih memiliki sedikit perasaan was-was saat ini, tapi aku masih menyambutmu dengan gembira. Dan sudah lama sejak aku mulai berharap seorang pelayan baru bergabung denganku—Mulai saat ini, kita adalah rekan yang bertempur bersama di bahwa bendera yang sama, jadi mohon bantuannya, [Turunan dari Dewa Kematian Hitam]."
"……Hmph! Perhatikan apa yang kau katakan, padahal kau bahkan tidak memiliki satu bendera sekalipun!"
Letici masih menyunggingkan senyuman hangat di wajahnya.
Kebalikannya, Percher hanya mengangkat bahu dengan tidak setuju.
"Setelah meletakkan barang bawaanmu, pergilah ke ruangan Jin. Sepertinya kau akan harus memberi salam pada [Host] nanti malam juga."
Percher mengatakan semua yang perlu dia katakan dan menyentakkan rok pelayannya saat dia memasuki asrama. Meskipun Leticia tersenyum miris, dia hanya berjalan menuju kamarnya tanpa kata-kata.
Dia telah mempercayakan pada Kuro Usagi tugas untuk menemukan Izayoi dan kalau begitu, Kuro Usagi tidak akan kembali dalam waktu dekat.
……Kalau dia ingin berbicara secara pribadi dengan Jin, sekarang adalah satu-satunya kesempatan.
[Aku hanya dapat mengambil kesempatan ini untuk mengatakan pada Jin tentang Canaria yang terlempar ke dunia luar. Ini jelas karena kenyataan bahwa Komunitas mereka sudah mulai bertambah kuat……itu adalah sebuah diskusi tentang masa depan yang harus dilakukan sekarang.]
Sekalipun dia sudah menetapkan hatinya untuk tugas tersebut, Leticia masih sangat tidak yakin.
Membuka jendela kamarnya sendiri, dia melihat langit berbintang melewati celah-celah di antara akar-akar pohon yang seperti sarang laba-laba.
Menghargi kenangan dari para rekannya di masa lalu—Leticia bergumam pada dirinya sendiri dengan sangat sedih:
"Canaria…………….Apakah itu kau yang mengirimkan Izayoi ke dunia Little Garden?"
Monolog Leticia menghilang bagaikan sebuah gelembung saat tidak mendapat kesempatan untuk didengar orang lain.
Di masa lalu, mereka pernah berada di bawah satu bendera yang, membawa [Nama] yang sama, bertempur saling bahu membahu dengan rekan-rekan mereka.
Tapi sekarang, dia menebak bahwa tidak akan ada kesempatan baginya untuk bertempur di sisinya lagi di masa yang akan datang. Karena orang tersebut tidak dapat kembali ke tanah kelahirannya dan telah……dengan tenang menghentikan nafasnya di dunia lain di luar Little Garden.
"……"
Mengenai hal itu, Leticia tentunya merasa sedih. Saat dia ditangkap oleh Raja Iblis, bukankah dia merasakan kerinduan yang sama pada rumah? Demi kembali ke Komunitasnya, dia tidak peduli sedikit pun untuk menunjukkan sisi buruk dari dirinya sendiri, sebanyak mungkin jika diperlukan. Tidak perlu dikatakan lagi, Canaria yang telah terbuang ke dunia lain seharusnya juga merasakan hal yang sama.
Hanya saja, dia merasakan perasaan bersalah karena menjadi satu-satunya yang berhasil kembali. Sebagai tambahan, dia juga telah mengetahui kematian rekannya di tanah yang tak dikenal…… Tidak heran dia menderita karena kesedihan mental yang mendalam tersebut.
Walau begitu, kebingungan yang muncul di hatinya sama dengan perasaan berduka atau emosi yang lebih mendalam daripada itu. Menatapi langit yang seperti penuh dengan bintang-bintang yang berkerlap-kerlip dari waktu ke waktu, Leticia tidak dapat menahannya lagi saat dia melampiaskan pikirannya pada malam.

"Karena Canaria ternyata terlempar untuk mengembara di luar dunia Little Garden……kalau begitu……kemalangan lain apa yang mungkin menimpa rekan-rekanku yang lain?"

—Itu benar. Dan itulah alasan sebenarnya yang menyiksa hati Leticia.
Ambil ibu Lily sebagai sebagai contoh, sama sekali tidak ada berita mengenai dirinya sejak mereka dibawa paksa oleh Raja Iblis.
Jika ibu Lily dilempar keluar dari Kota-kota di dalam Little Garden, masih ada harapan untuk menemukannya. Tapi misalkan dia dilempar keluar mengembara di luar dunia Little Garden ini, di mana semua batasan waktu dan dunia tentunya saling saling tumpang tindih pada satu titik atau lebih, maka—
"Akan jadi sangat sulit untuk menemukan orang tersbut daripada menemukan sebutir pasir di antara lautan bintang……."
Leticia bergumama pada dirinya sendiri……, suaranya begitu lemah dan lembut sampai menghilang begitu saja ditelan angin. Sementara tangan tanpa sadar mengeluarkan kekuatan pada bingkai jendela yang kelihatannya hampir hancur karena pegangannya.
Leticia yang telah hidup untuk beratus-ratus tahun, tahu lebih dari siapapun betapa mustahilnya tugas tersebut.
Akan tetapi, itu tidak boleh tetap menjadi rahasia karena itu bukan rencana yang bagus juga. Dia harus mengatakan yang sebenarnya pada Jin dan mendiskusikan dengan hati-hati arah tujuan Komunitas ke depannya. Karena tekad mereka saat ini yang mendorong mereka semua untuk bekerja keras berasal dari harapan mereka untuk menolong rekan mereka.
Akan tetapi, berbicara secara realistis, itu sudah tidak lagi mungkin. Komunitas harus mengubah tujuan mereka. Sekalipun rekan-rekannya akan marah dan berkata buruk di belakangnya, Leticia memutuskan untuk melakukan apa yang dia yakini tersebut sekalipun darahnya harus tumpah karena berpikir untuk menyarankan hal semacam itu.
Dia bahkan berpikir…… Jika mungkin, Komunitas seharusnya dibubarkan dan dibangun ulang karena itu akan membuat mereka memiliki [Nama] dan [Bendera] baru.
[……Tapi Kuro Usagi dan Lily sudah pasti akan menangis saat mendengar perkataan itu 'kan……?]
Di satu sisi, itu adalah ibu angkatnya.
Di sisi lain, itu adalah orang tuanya sendiri.
Memikirkan reaksi mereka saat mengetahui bagaimana mereka telah bekerja keras selama tiga tahun ini sambil mengetatkan gigi menahan rasa sakit karena rasa kehilangan untuk menemukan kenyataan bahwa hadiah yang mereka usahakan selama ini akhirnya lenyap, Leticia mau tidak mau merasa sangat sengsara.
[Akan tetapi, ini seharusya telah dilakukan sejak dulu sekali. Tapi pada akhirnya, aku telah dibutakan oleh mimpi yang Izayoi dan yang lainnya lihat dan sepertinya menginspirasiku……dan bahkan akhirnya memberi mereka tekanan yang tak dibutuhkan.]
Sekarang waktunya untuk memulai kembali Komunitas pada jalur yang benar.
Leticia membawa ketetapan hatinya saat dia berbalik dari jendela.
—Pada saat berikutnya, sebuah suara yang tidak menyenangkan dapat terdengar.

—Terbangunlah, bisikan emas yang seindah sebutir apel.

Bergumam "Eh", Leticia tiba-tiba kehilangan kekuatannya.
Pada saat yang bersamaan, tiga nada yang dimainkan sebuah harpa membuat kesadarannya menjadi berkabut.
Leticia tidak dapat mengerti apa yang sedang terjadi. Tapi dia berjuang dengan sekuat tenaga dengan kesadarannya yang menghilang untuk melihat ke belakangnya. Dan dia melihat seorang bard berpakaian jubah panjang yang terkekeh di belakangnya.
"—Strategy Kuda Trojan benar-benar sukses! Lama tak bertemu, [Raja Iblis Draculea]. Apakah kedengarannya bagus, musik yang memiliki kekuatan dewa atas Titan?"
"Kau…… Dasar brengsek……siapa kau……"
"Wah, wah. Baru beberapa bulan dan kau sudah melupakan pertemuan terakhir kita……itu benar-benar sedikit keterlaluan. Oh sudahlah, kau juga tidak akan mempedulikan hal ini secepatnya. Karena—"
—kau akan segera bangkit menjadi Raja Iblis sekali lagi.

Bab 4
—O terbangunlah sekali lagi, bisikan emas yang seindah sebutir apel.
O terbangunlah sekali lagi, bingkat yang keempat sudutnya bertemu.
Baik itu musim panas ataupun musim dingin, biarlah melodi dari harpa ini sampai ke telingamu.
O terbangunlah lebih cepat daripada suara sebuah seruling, Clarsach Orga4—!

Mendengar nyanyian yang seperti syair tersebut, Izayoi mengangkat kepalanya dengan mendadak.
"Syair ini……Ini gawat! Kuro Usagi! Di mana [Harpa Emas] yang dirampas dari para Titan saat ini?!"
"Itu……Itu seharusnya berada dalam pengawasan Sala-sama……"
"Hancurkan segera! Harpa itu—"
"—Ya, kau benar. Seperti yang kau duga, harpa itu adalah senjata dewa Tuatha De Danann yang telah dipanggil dari halaman <The Book of Invasion>. Itu adalah instrumental dewa yang dapat memainkan lagu kebangkitan sekalipun berada di tempat musuh."
Itu adalah sebuah suara rendah dan lambat yang dapat membuat orang berpikir bahwa itu adalah suara orang tua. Akan tetapi itu bisa saja suara yang telah diubah supaya sumbernya tidak diketahu karena suara tersebut terus bergema ke sekitarnya.
Mendengar suara misterius tak diketahui itu, Izayoi dan Kuro Usagi berdiri saling memunggungi dan meningkatkan kewaspadaan mereka.
Akan tetapi, pemilik suara tersebut tidak muncul bahkan setelah beberapa saat, hanya terus melanjutkan dengan nada mengolok-olok pada Izayoi dan yang lainnya:
"Tidak perlu terburu-buru, [Bangsawan Little Garden] dan teman-temanmu. Malam ini adalah malam pembukaan. Yang paling pertama, aku ingin kau merasa senang dengan kebangkitan sang puteri Vampir—[Raja Iblis Draculea]—!"
Dalam sekejap, langit malam tiba-tiba terbelah menjadi dua. Langit malam yang tadinya cerah kita dihalangi oleh sebuah tirai awan gelap yang melepaskan petir terus menerus dan menyebabkan langit [Underwood] menjadi berwarna kehitaman.
Dan menelusuri celah di antara langit yang telah terbelah menjadi dua, Izayoi menyaksikan—sebuah pemandangan Mitos.
"Itu… Mungkinkah itu…"
"Itu benar. Itu adalah bentuk kehidupan terkuat dalam Mitologi—Naga Berdarah Murni—!"

"GYEEEEEEEEEEEEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaEEEEEEEEEEEEEEEEEYAAAAAAAAAAAAaaaaaa!"
Hanya dengan raungan yang sangat mengejutkan yang melampaui akal sehat, seluruh [Underworld] terguncang ke pusatnya. Meskipun kepala naga tersebut hampir tidak dapat dikenali, tapi tubuhnya yang begitu besar masih terhalangi oleh lautan pekat awan yang berpusar.
"Na……Apakah itu Naga?!"
Tidak pernah mengalami tekanan hebat semacam ini yang menekannya seperti ini sebelumnya, Izayoi juga gemetar.
Mengikuti penampilan dari Naga besar tersebut dan distorsi langit, terdapat juga sebuah siluet dari sesuatu yang mungkin adalah istana besar yang dapat terlihat dengan samar-samar di punggungnya.
Kilatan-kilatan petir sepertinya menanggapi raungan naga besar tersebut saat mereka terus menyerang ke bawah, membakar akar-akar pohon yang tadinya menutupi Kota Bawah Tanah [Underwood] dalam sekejap. Dan jeritan serta ratapan dapat terdengar berasal dari arah area pemukiman.
Kemudian muncullah dentang bel dari prajurit jaga yang sedang bertugas, sepertinya membuat situasinya menjadi lebih membingungkan.
"Be…Berita buruk! Para Titan juga memulai invasi mereka!"
"Apa!"
"Sial! Mereka ternyata memanfaatkan kesempatan saat keadaan genting ini untuk menambahkan kekacauan!"
Sebagai tambahan untuk raungan murka dan teriakan perintah yang sepertinya semakin meningkatkan situasi, raungan menggila naga besar itu dan kilatan-kilatan petirnya hanya menyebabkan [Underwood] menjadi amat semakin terguncang. Saat raungan naga tersebut mengguncang seluruh daerah, sisik-sisik juga mulai menghujani daratan di bawahnya. Dan sisik-sisik ini mulai berubah menjadi kura-kura besar atau ular-ular yang mulai menyerang Kota.
Melihat situasi abnormal di bawah, wajahnya menjadi pucat saat dia memekik:
"Formasi ras baru dari potongan-potongan sisik? Ini tidak mungkin adalah naga berdarah murni, bukan? Bagaimana mungkin ras terkuat yang sebenarnya ternyata……muncul di level rendah ini?!"
"Sekarang bukan waktunya untuk bergumam sendiri di situ! Kita harus segera turun!"
Mendengar teguran Izayoi, kesadaran Kuro Usagi pun kembali.
Mereka berdua baru saja akan melompati dari pohon, tapi sesuatu dari permukaan tanah yang terbang ke atas menangkap perhatian mereka—Seorang bardberjubah panjang dan yang ada di lengan bard itu—
"Le…Leticia-sama!"
"Kuro Usagi… Izayoi!"
Saat mendengar namanya, mata berkabut Leticia mendapatkan kembali sedikit kesadarannya.
Leticia mengangkat kepalanya ke langit dan memastikan sendiri naga besar tersebut dan istana dan akhirnya memahami situasi saat ini.
[Segelku pada [Authority of the Host Master] telah terlepas! Mungkinkah orang ini……]
Identitas sebenarnya dari lawan tersebut membuat Leticia dengan segera memucat tapi dia tidak dapat menemukan kekuatan untuk berjuang melepaskan diri dari pengaruh musik bard itu.
Seakan menerima takdirnya, Leticia menutup mata dan berteriak pada dua orang di bawahnya:
"—Bidik MATAHARI……KETIGA BELAS!"
"Eh?"
Mereka berdua menyiagakan telinga mereka mencoba untuk menangkap teriakan Leticia yang teredam.
Sementara Leticia yang dibawa semakin tinggi ke langit menggunakan seluruh kekuatannya untuk berteriak:
"Yang KETIGABELAS…Serang Matahari Ketiga Belas! Hanya itu satu-satunya cara untuk menyelesaikan game-ku—!"
Mengikuti teriakan tersebut yang seperti pekik kematian yang menyakitkan, Leticia ditelan oleh naga besar tersebut dan pecah menjadi seberkas cahaya terang. Dan dari cahaya itu, segera menjadi carikan-carikan geass roll hitam……Geass Roll Raja Iblis yang terlihat seperti tetesan air yang menghujani kota [Underwood].
<<NAMA GIFT GAME: "SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING">>

Daftar Peserta:
*Semua makhluk hidup memiliki Circle of Animals5.
*#Karena menghilangnya Circle of Animals, game akan ditunda untuk waktu yang tak terbatas.

Kondisi Kekalahan:
*Tidak Ada [ Peserta yang Mati tidak akan terhitung karena tidak mampu menyelesaikan game]

Larangan:
*Tidak ada.

Hukuman:
*Batasan waktu akan dijatuhkan pada semua peserta yang ditargetkan dan yang bertempur melawan pemimpin game.
*Batasan waktu akan berputar terus menerus yang terjadi setiap sepuluh hari.
*Pilihan hukumannya akan dipilih secara acar dari [Disula], [Disalibkan], dan [Dikurbankan].
*Satu-satunya cara untuk bebas dari hukuman adalah dengan menyelesaikan game atau selama masa jeda game.
*#Kematian peserta tidak termasuk dalam syarat untuk bebas dari hukuman dan mereka akan terus menderita tanpa batas.

Kondisi Kemenangan Host:
*Tidak Ada.

Kondisi Kemenangan Peserta:
*Bunuh pemimpin game: [Raja Iblis Draculea]
*Bunuh pemimpin game: [Leticia Draculea].
*Kumpulkan kepingan-kepingan konstelasi yang rusak, dan bawalah Circle of Animal untuk dipersembahkan pada tahta
*Ikuti prosedur yang ada dan gunakan Circle of Animal yang telah dipulihkan pada tahta sebagai sebuah panduan, seranglah jantung dari revolusionis yang terikat pada rantai.

Sumpah: Dengan ini aku menghormati kondisi di atas demi kebanggaan, bendera kami, dan Host Master untuk menjunjung tinggi Gift Game ini.

" " Segel

Translator's Notes
1. Pohon Filogenetik : sebuah diagram bercabang atau "pohon" yang menunjukkan hubungan evolusi yang disimpulkan dari antara berbagai spesies biologis atau makhluk Genome lainnya—keseluruhan informasi secara turun temurun dari suatu organisme.
2.    Pemahaman diri : memahami kemampuan diri sendiri, dsb. Dalam hal ini, maksud Izayoi adalah mereka itu bodoh karena mencoba sesuatu saat dia ada di sekitar mereka….
3.    [] : Banyak variasi yang bisa didapat dari aksara ini dan bagaimana si penulis bermain frasa di keseluruhan cerita. Menurut Google translate, kata ini dapat berarti : bergerak, menyentuh, terpengaruh, terinspirasi, berdebar, sensasi.
4.    Clarsach Orga : Kata dalam bahasa Irlandia (Irish) untuk "harpa emas"
5. Circle of Animals : Lingkaran Hewan — dalam budaya tradisi Cina, ini merujuk pada Zodiak Cina (Shio)

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Soudesu yo Jilid 3 Epilog 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.