21 Februari 2016

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Soudesu yo? Jilid 3 Epilog LN Bahasa Indonesia

MONDAIJI-TACHI GA ISEKAI KARA KURU SOUDESU YÕ
JILID 3 EPILOG

Bagian 1
—[Kota Bawah Tanah Underwood], Asrama Baru
Pagi berikutnya orang yang datang menemui Yō dan [No Name] yang lainnya, tidak lain adalah si wanita bertopeng itu.
Dia telah sepenuhnya membasuh noda darah yang bercipratan di seluruh tubuhnya saat pertempuran dengan para Titan. Dan hari ini, dia tetap mengenakan armor putih bersih yang terlihat memancarkan kebijaksanaan darinya saat dia menunggu mereka dalam cara yang terlatih dan sopan. Sementara itu Jack merentangkan lengannya saat dia memperkenalkan dia pada mereka dengan tawa 'Yahoho'nya yang biasa.
"Ini adalah [Faceless]— ksatria yang mendapatkan anugerah dari [Queen Halloween]! Kalian dapat memanggilnya dengan akrab sebagai 'Face'!"
"……Begitukah? Dia ……"
Asuka yang mundur ke belakang sedang mengamati Faceless dengan perasaan yang campur aduk. Bagaimanapun juga, Asuka telah melihatnya sendiri, kekuatan dari Faceless. Tidak heran dia akan menjadi berpikir dua kali dan merasa ragu-ragu tentang mendekati orang itu tanpa merasa waspada dan berakrab-akrab merupakan hal yang mustahil karena mereka baru saja diperkenalkan.
Kuro Usagi, yang baru pertama kali bertemu dengan Faceless, dia juga dapat dengan segera mengerti bahwa terdapat pancaran atmosfir unik dari orang tersebut yang berdiri di hadapannya.
"Aku mengerti…….Karena dia adalah pengikut kesayangan dari [Queen Halloween], dia seharusnya dapat meminjam kekuatan Celestial dari Celestial spirit1 yang mengontrol perbatasan dunia untuk memanggil headphone tersebut 'kan?"
"Yahoho! Kau benar! Dia adalah orang baru yang kami, [Will-O'-Wisp] undang sebagai anggota tamu! Kalau itu adalah dia, seharusnya bisa memanggil sebuah pengganti!"
Mendengar kepastian Jack, ekspresi Yō jelas-jelas menjadi cerah.
Akan tetapi, dia mengernyit saat sedikit kekhawatiran merayapi hatinya.
"Tapi……kalau kami memanggil dari dunia lain……harganya pasti sangat mahal, 'kan?"
"Yahoho! Mari tidak membicarakan harganya terlebih dulu. Sebenarnya, dalam kondisi normal, permintaan semacam itu seharusnya ditolak sama sekali. Tapi memperhitungkan bahwa kami akan mempertahankan hubungan baik dengan kalian [No Name] untuk hari-hari yang akan datang…… Kali ini, kami hanya akan memperhitungkannya dengan harga pertemanan."
"Nn. Aku juga memutuskan untuk membuat sebuah kontrak sejak hari ini, bahwa semua kebutuhan sehari-hari yang kami gunakan hanya akan menggunakan yang diproduksi oleh [Will-O'-Wisp]."
"Be……Begitukah……Jin, terima kasih."
Yō melihat ke arah Jin dan mengekspresikan senyum lega.
Jin melambai-lambaikan tangannya dengan kebingungan.
"Ini……Ini bukan apa-apa! Kalian semua telah memberiku banyak bantuan! Hal sekecil ini bukanlah hal yang perlu dibicarakan……dan malahan, masih ada masalah lain yang harus diselesaikan."
"……masalah?"
"Ya. Pada dasarnya, kita tidak menggunakan kekuatan dari [Queen Halloween] untuk melakukan pemanggilan kali ini, tapi kita meminjam kendali atas jalur-jalur bintang untuk mengubah sebab-akibat— istilah mudahnya, kita perlu ritual pemanggilan ulang dengan kondisi bahwa [Yō-san telah membawa headphone ke Little Garden tepat sejak awal]. Jadi, kalau tidak ada sepasang headphone di rumah Yō, metode ini akan tidak dapat dilakukan……" Jin terlihat khawatir saat dia melanjutkan penjelasan.
Kebalikannya, mata Yō bercahaya dengan rasa senang.
"……Tidak masalah. Aku punya sepasang headphone yang cap mereknya mirip dengan yang Izayoi gunakan, berada di rumahku."
"Be…benarkah?!"
"Nn. Dan ayahku bilang bahwa itu adalah benda antik yang merupakan benda klasik dari masanya. Kalau headphone itu, Izayoi pasti akan memaafkanku."
"Ei? Tapi headphone itu seharusnya benda milik ayah Kasukabe, 'kan? Apa tidak masalah mengambilnya tanpa izin?"
"Tidak, tidak apa-apa. Karena keberadaan ayah dan ibuku masih belum diketahui."
Yō dengan jujur membicarakan masa lalunya.
Tapi bagi Asuka yang kehilangan kedua orangtuanya, lidahnya menjadi kelu karena pengungkapan tersebut dan memiliki ekspresi yang menunjukkan ekspresi tersebut saat dia menundukkan kepalanya.
"Ma…Maaf, aku tidak tahu soal itu……"
"Tidak, itu karena aku tidak pernah membicarakan tentang itu sebelumya……dan…"
Yō mengeluarkan kalung yang ayahnya berikan padanya dan meremasnya erat-erat.
"Kita……kita bertiga tidak pernah ingin banyak membicarakan tentang diri kita, jadi tidak mungkin kita bisa mengetahuinya."
"……Nn. Kau benar."
"Jadi aku berencana untuk memanfaatkan kesempatan ini saat aku mengembalikan headphone untuk berbicara dengannya supaya saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Bagaimanapun, itu adalah hubungan pertemanan yang kudapatkan dengan kerja keras, jadi aku akan mengambil inisiatif untuk mempertahanakn hubungan ini dengan usahaku."
Yō kelihatannya telah mengubah suasana hatinya saat dia menatap ke depan.
—"Buanglah keluargamu, temanmu, hartamu, dan semua yang kau miliki di duniamu dan datanglah ke Little Garden."
Karena dia telah menjawab surat undangan tersebut yang menolak semua pertanggungjawaban, amat sangat menuntut tapi lebih baik daripada semuanya…
Kemudian, dia mungkin mencoba untuk perlahan-lahan lebih menyadari sekitarnya dan menunjukkan perhatian pada orang lain. Membawa hatinya yang telah membuang masa lalunya dan menjadi lebih ringan untuk mengambil inisiatif menjadi semakin dekat dengan yang lainnya—

Bagian 2
—Saat Izayoi terbangun, matahari telah terbenam di belahan langit barat.
Mungkin itu saat dia sedang membaca surat wasia terakhir dan kesaksian ketika dia dengan lengah jatuh tertidur? Dia telah terbaring di atas meja dan meneteskan liur saat tidur. Dan itu adalah yang pertama kalinya dalam hidup Izayoi saat dia mengalami sisi tidak menarik dirinya sendiri.
"……sudah pukul 18:15? Ah, sial. Kenapa aku merasa sangat lapar?"
"Oh! Kalau begitu kau mau pergi makan malam, Iza-nii?" Suzuka menyandarkan seluruh tubuhnya pada punggung Izayoi.
Kapan dia berhasil menyelinap ke belakangku? Izayoi yang tidak menyadari keberadaannya sampai saat terakhir merasa sangat terkejut. Tapi tentu saja, dia tidak membiarkan itu nampak di wajahnya.
"Suzuka, menyingkir dariku! Berapa kali kau ingin aku mengulanginya sebelum kau paham? Kalau kau mau memelukku, setidaknya datanglah kembali saat kau punya D cup."
"Oi… Apa-apaan itu?! Aku, Suzuka-chan, yakin tak akan lama lagi di masa yang akan datang, aku akan menjadi seorang gadis dengan tubuh padat berisi dengan lekuk tubuh yang indah! Akan lebih bagus melakukan pemesanan lebih awal selagi penawaran masih ada, kau tahu?!"
"Yeah, yeah. Masa depan yang akan datang berarti hal tersebut belum dipastikan. Bagaimanapun juga, menyingkir dariku."
Izayoi mencengkeram bagian belakang kerah bajunya dan menarik dia turun dari punggungnya.
Suzuka menggembungkan pipinya dengan marah dan bergegas keluar dari kamar kecil itu.
"Hmph~! Aku tidak akan mempedulikanmu, Iza-nii! Akan lebih bagus kalau kau mati kelaparan di sini! Dasar bodoh!"
"Tidak, itu akan jadi masalah besar. Tolong siapkan makan malam untukku juga."
Izayoi menguap sangat lebar.
Suzuka tiba-tiba menyingkirkan tampang tidak senangnya saat dia melihat Izayoi dengan sungguh-sungguh.
"……Nn, aku mengerti. Iza-nii, aku akan menunggu kau datang, oke?"
Suzuka memberi jeda waktu yang tidak biasa sebelum meninggalkan kamar tersebut.
Saat itulah anak muda berkacamata dengan rambut berantakan, Homura, berjalan masuk ke dalam kamar.
"Iza-nii, kau bangun?"
"Yah…..Tunggu, kenapa masih headphone yang lain?"
"Nn. Aku sudah menyesuaikan dan memodifikasi bagian telinga kucingnya. Seharusnya tidak terlalu ketat sekarang."
"Benarkah? Sudahlah. Aku akan mengambilnya nanti malam. Aku ingin menyelesaikan membaca bagian yang tersisa dari wasiat terakhir ini untuk saat ini. Kau bisa pergi bergabung dengan Suzuka untuk menyiapkan makan malam dulu."
"……Oke, aku mengerti. Iza-nii, kau sebaiknya ingat untuk mengambilnya nanti, oke?"
Homura juga memberikan waktu jeda yang tidak biasa sebelum meninggalkan kamar.
Mengantarnya pergi dengan tatapannya, Izayoi kemudian berbalik untuk membalik wasiat terakhir di atas meja.

"Izayoi-chan, kau ternyata meneteskan liur saat tertidur. Ew, joroknya."

Berhenti mengomel, dasar Oba-san bau!
"Hentikan amarahmu. Jangan melihatku seperti itu. Sebenarnya, aku benar-benar lega setelah merasa khawatir akan dirimu untuk waktu yang lama, kau tahu? Bagaimanapu juga, kemungkinan untukmu terperangkap dalam permainan tersebut tidaklah nol. Karena itu, pada saat ini ketika wasiat ini berada di tanganmu, ini benar-benar membuatku merasa senang…… Selamat, Izayoi-chan. Setelah berhasil mencapai titik ini, kau akhirnya meraih hak yang seharusnya kau dapatkan."
"……"
"Nn. Melihat ekspresimu yang berkata "Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan", itu bukanlah apakah kau tahu atau tidak, karena segala sesuatu sampai saat ini bisa dikatakan adalah pekerjaan takdir. Tapi untuk membuka pintu besar tersebut dengan tangan Manusia, itu akan selalu membutuhkan persimpangan dari berbagai kemungkinan dan perpisahan mereka juga. Persimpangan itu awalnya adalah kejadian acak yang muncul dalam rentang yang sangat kecil……Ah, lupakan. Penjelasan dari bagian teori tersebut seharusnya diserahkan pada Croix sebagai kehormatan. Masalah yang seharusnya kubahas kali ini berkaitan dengan surat undangan yang diserahkan padamu."
"Surat undangan?"
Tidak mengerti surat apa yang dimaksudkan, Izayoi menelengkan kepalanya dengan kebingungan.
Saat itu juga, sebuah surat terselip keluar dari bawah wasiat akhir tersebut.
"Itulah surat undangannya dan itu pasti akan mengubah takdirmu. Itu adalah secarik surat yang akan membuatmu mengalami kehidupan sehari-hari seperti yang kau dapatkan hari ini…… tapi bahkan kalau kau tidak membuka surat itu, ada juga kemungkinan bahwa kau akan menemukan kebahagianmu di dunia ini. Kau memiliki hak untuk melupakan surat undangan ini dan melanjutkan kehidupanmu saat ini. Di dunia ini, masa depan untukmu hidup bersama Homura dan Suzuka dalam lingkungan yang baik dan nyaman masihlah terbuka. Aku ingin kau memastikan ulang semua ini dan dengan demikian mengatur permainan itu."
Izayoi telah mendapatkan tempat berteduh, sebuah keluarga dan kenangan-kenangan di dunia ini.
Tujuan Canaria adalah untuk membuat Izayoi perlahan-lahan mengingat kembali masa lalu dan membuat perbandingan. Dan karena itu, [Baron Croix] dikirim untuk mengujinya.
"……tapi orang yang kau kirimkan itu sedikit terlalu gila untuk ditangani. Berkat dirimu, aku jelas mendapat cukup banyak keringat dingin mengalir turun dari punggungku."
"Bagaimana bisa kau sepayah itu? Dirimu pada usia sepuluh tahun mungkin akan dengan senang menghajar lawan sampai dia nyaris mati 'kan? ……Lupakan. Itu adalah aku yang telah membesarkanmu dengan cara demikian supaya kau menjadi tidak mampu bertindak demikian. Kebalikan dari cara berbicaramu yang angkuh, kau ternyata telah tumbuh menjadi terlalu menyimpang dari akal sehat. Sampai ke titik di mana kau masih dapat menemukan pemahaman dasar untuk berkompromi dengan dunia ini saat kau sebenarnya memiliki kekuatan semacam itu yang menyangkal akal sehat…… Karena itu, aku ingin memberimu hak untuk membuat pilihan. Aku yakin tidak peduli apa pilihanmu, itu pasti akan meninggalkan beberapa penyesalan. Jadi pilihan terakhir seharusnya tetaplah dibuat olehmu."
"……"
Izayoi dengan khidmat membalik halaman berikutnya.
"Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, adalah yang mungkin juga bagimu untuk menemukan kebahagiaanmu di dunia ini. Itulah yang bisa kujamin padamu.
Tapi hanya dengan membuka surat undangan tersebut untuk jaminan ini hilang sepenuhnya.
Aku yakin banyak kesulitan menunggumu.
Dan kau akan bertemu banyak situasi di mana kau akan merasa malu.
Akan tetapi, kau mungkin menyelamatkan sejumlah besar orang melebihi perkiraanmu.
……Jadi, kuharap kau akan benar-benar memikirkan ini dengan seksama.
Kalau kau bisa memantapkan hatimu untuk membuang keluargamu, teman-temanmu, masa depan dan segala sesuatu di duniamu—Maka, kau boleh membuka surat tersebut."

Dan dengan demikian, wasiat terakhir itu selesai tanpa kata-kata lain sebagai salam perpisahannya.
Bagi Canaria, saat waktunya di dunia ini habis, dia telah memperhitungkan hal tersebut sebagai ucapan selamat tinggalnya pada Izayoi.
Izayoi memungut surat undangan tersebut dan memastikan kembali kata-kata dari wasiat terakhir.
"……Ini berarti maksudnya bahwa tidak ada jalan kembali setelah aku membuka surat ini?"
Tentu saja, tidak ada balasan tapi Izayoi sangat yakin.
—Dulu sekali saat mereka pergi untuk melihat medan pertempuran, dia telah memberitahukan padanya kalau dia ingin pergi ke medan pertempuran lagi, dia akan harus melakukannya berdasarkan keinginannya sendiri dan mengandalkan kedua kakinya sendiri untuk maju ke area tersebut. Dia yakin bahwa perkataan yang dia katakan itu adalah kata-kata yang dia berikan padanya terlebih dulu untuk situasi saat ini.
Meskipun tumpukan besar wasiat terakhir yang menghabiskan 600 halaman tidak mengatkan soal itu, tapi Izayoi dapat merasakan pergolakan dari banyak emosinya saat dia menuliskan ini.
"……Ha! Ternyata, tidak ada banyak hal untuk kupertimbangkan!"
Untuk mencegah dirinya tenggelam dalam kesedihan, Izayoi menyerah untuk memikirkan semuanya.
—Itu benar. Dia telah menemukan pengalaman yang sangat menarik hari ini.
Dan Canaria juga telah berjanji bahwa besok, dan esok lusanya……Situasi semacam ini akan terus terjadi. Kalau begitu, tidak ada alasan baginya untuk menolak.
Izayoi berdiri dari meja dan meraih segel surat undangan tersebut.
Sebelum dia membuka segelnya, dia berbalik untuk melihat pintu kamar.
"—Selamat tinggal kalau begitu, Suzuka, Homura."
Setelah itu, dia perlahan-lahan membuka segel lilinnya dan membaca isi dari surat tersebut.

Bagian 3
Kelompok orang tersebut mengikuti tangga spiral dari [Underwood] saat mereka berjalan ke permukaan yang lebih tinggi. Mengikuti tangga tersebut, mereka memanjati akar-akar pohon yang berpola seperti sarang laba-laba untuk mencapai permukaan dari tanah di sebelah sungai. Dan di situ berdiri sebuah susunan berbentuk melingkar yang menggambarkan [Jalur Orbit dari Dua Beals Zodiak] yang Faceless persiapkan sebelumnya.
"Te…Ternyata menggunakan jalur orbit……Aku tidak mengira ini akan seformal ini. Tapi apa kau yakin bahwa kau benar-benar bisa menanganinya?"
"……"
Faceless hanya membalas dengan seulas tipis senyuman di bibirnya. Meskipun dia sepertinya sifatnya lebih sedikit berkata-kata daripada Yō, kelihatannya dia sangat percaya diri.
Mendudukkan Yō di tengah-tengah susunan melingkar Dua Belas Zodiak, dia mengeluarkan sebilah pedang yang memiliki ukiran lambang [Queen Halloween] di permukaannya. Kemudian, cahaya matahari mulai berkumpul pada tanda-tanda Dua Belas Zodiak yang tergambar di tanah, membuat mereka mulai bercahaya.
Berdiri pada satu sisi sambil mengamati ritual itu, Asuka memutuskan untuk memecahkan ketegangan saat dia bertanya pada Kuro Usagi.
"Um, Kuro Usagi, kenapa Halloween, Matahari dan [Jalur Orbit Dua Belas Zodiak] memiliki hubungan?"
"Eh……Halloween awalnya menunjuk kepada ritual dan festival yang diadakan untuk menandai terbaginya perputaran Matahari menjadi dua2. Dan selama waktu perputaran tersebut dalam masa transisi, selubung antara dunia-dunia juga akan mulai runtuh."
Setelah Kuro Usagi mengakhiri penjelasannya, Jin juga datang menolong dengan menambahkan beberapa klarifikasi.
"Suku Celt sangat terampil dalam ilmu astrologi mereka, dan bahkan memiliki kalender bulan mereka sendiri. Hanya saja mereka tidak memiliki penjelasan tentang bagaimana kosmos muncul……dan Halloween adalah salah satu dari festival yang memiliki pengaruh dari kebudayaan Celtic yang masih tetap selamat."
"Oh……Aku mengerti. Kalau begitu, apa itu [Jalur Orbit Dua Belas Zodiak]?" Asuka bertanya dengan takut-takut.
Jin dengan sengaja batuk sebelum mulai membalas:
"Apa yang kami istilahkan dengan orbit sebenarnya adalah [Trajektori dari pergerakan Matahari], sementara Dua Belas Zodiak adalah tanda-tanda horoskopis yang diamati bersamaan dengan jejak jalur Matahari yang melintasi langit. Di Little Garden, ada juga sebuah upacara untuk menentukan Kekuasaan Matahari dengan berdasarkan jumlah Authority dari administrasi atas Dua Belas Zodiak. Bisa dikatakan itu adalah hal yang sangat penting."
"Ritual yang sedang diadakan sekarang menggunakan kekuatan [Queen Halloween] untuk menembus tabir dari dunia-dunia dan meminjam kekuatan dari [Jalur Orbit Dua Belas Zodiak] untuk bertindak sebagai penstabil kompleks ritual…… Tapi sekalipun meminjam kekuatan dari [Queen Halloween], Kuro Usagi tidak mengira melihat Manusia dapat melakukan pemanggilan tersebut……"
Berkebalikan dengan reaksi kagum dan hormat Kuro Usagi, Asuka menarik napas.
"Orang itu……adalah seorang manusia?"
"YES. Meskipun dia memiliki banyak senjata yang terpasang pada tubuhnya, dia sudah pasti adalah seorang manusia. Dan dia juga memiliki bakat yang sangat kuat. Kenyataannya, seharusnya hampir setara dengan kalian. Sepertinya perkataan yang mengatakan [Will-O'-Wisp] adalah Komunitas Terkuat di Sisi Selatan mungkin tidaklah salah."
"Begitukah?" balas Asuka.
Di sisi lain, Yō yang terus duduk di tengah-tengah susunan melingkar itu mati-matian mempertahankan gambaran headphone tersebut di dalam pikirannya.
[Headphone ayahku…… Headphone ayahku……]
Jika ini dikatakan sebuah ritual [Mengganti Korban], itu pastinya akan terlihat seperti sebuah ritual berskala besar. Akan tetapi, secara sederhana menggambarkannya hanya sebagai tindakan yang sedikit mengubah peristiwa sebelum Yō dipanggil ke dunia Little Garden, itu masih tidak sepenuhnya benar.
Yō hanya perlu menghabiskan setengah hari untuk menjaga gambaran headphone di dalam pikirannya sementara mempercayakan sisanya pada Faceless untuk memikirkan sebuah solusi.
[Karena masalah yang disebabkan suku Titan, Izayoi akan datang ke Festival Panen malam ini. Jadi aku harus berhasil tidak peduli bagaimanapun caranya……]
Yō terus menggumamkan headphone tersebut seperti orang yang kerasukan saat dia menunggu ritualnya berakhir.
Setelah satu periode waktu berlalu, saat susunan melingkar yang menggambarkan [Jalur Orbit Dua Belas Zodiak] sampai pada tahap penyelesaian dengan tingkat kekuatannya yang mengisi sampai meluap ke pinggir, kesadaran Yō dikirim kembali ke dua bulang yang lalu—Ke waktu saat surat undangan dari Little Garden dipegang tangannya.

—Itu adalah akhir dari musim gugur dan hujan musim gugur yang biasanya. Kebetulan mengambil headphone ayahku untuk kukenakan di kepalaku, aku menerima surat undangan dari Kucing Calico yang bergegas masuk ke dalam kamar setelah mengambilnya dari luar. Dan aku mengulurkan tanganku ke segel pada surat tersebut.
Meskipun aku terlihat sangat acuh tak acuh, aku sebenarnya sangat bersemangat. Karena sebuah surat dialamatkan padaku ternyata terjatuh dari langit…… Di hari dan di masa seperti sekarang ini, kejadian semacam ini dipenuh dengan perasaan fantasi dan petualangan yang sudah jelas sangat tidak dapat dipercaya.
Akan tetapi, pada saat aku, Kasukabe Yō akan membuka surat tersebut, sebuah gelombang keraguan menyapu hati dan pikiranku.
[……Apa yang akan terjadi kalau aku tidak membuka surat ini sekarang?]
Kalau aku merobeknya menjadi serpihan begitu saja, apakah itu akan menjadi sebuah situasi di mana [Kasukabe Yō tidak pergi ke Little Garden]?
Kalau seperti itu, beberapa kenangan menyakitkan itu akan terhapus tanpa jejak.
Tidak akan ada pengalaman dicabik oleh cakar ToraNingen3.
Tidak akan terkena Black Death dan menderita rasa sakit hingga hampir mati.
Dan tidak akan merasakan rasa sakit seakan seperti seseorang meremas jantungku karena hubungan pertama yang kubentuk dengan orang lain sebagai teman—
[……Kalau aku tetap di masa ini, aku tidak akan perlu mengalami semua itu 'kan?]
Memikirkan itu, aku juga merasakan semacam rasa bangga yang memancar dari dalamku.
Setelah tiba di dunia Little Garden, dalam waktu singkat dua bulan itu, aku telah menghadapi banyak pengalaman yang menyakitkan dan melelahkan, tapi aku juga mendapatkan banyak kenangan menyenangkan.
Timbangan yang memberatkan kehidupanku telah terangkat ke ujung kiri dan kanan berkali-kali, tapi masih ada kenyataan yang tak terpungkiri tentang perasaan yang ada dalam hatiku.
—'Aku' yang telah memutuskan untuk bergerak maju ke Little Garden telah membuat pilihan yang tepat. Memegang kepercayaan diri dalam pikiranku, aku membuka surat undangan di tanganku itu.

Bagian 4
Para pemuda dan gadis dengan bakat mengagumkan dan banyak tekanan, aku memanggil kalian :
Jika kalian berjuang untuk menguji Gift kalian,
Tinggalkanlah keluarga kalian, teman, harta, segala sesuatu yang ada di dunia kalian.
Dan datanglah menuju ke [Little Garden] kami.

Bagian 5
Penglihatan Izayoi terbuka di depan matanya dalam satu helaan nafas. Lantai di bawah kakinya telah berubah menjadi reruntuhan dan dia dilontarkan ke langit di tempat yang jauh.
Menahan tekanan udara yang menderu saat ia jatuh, Izayoi juga menatap dengan ternganga pada pemandangan luas di hadapannya dengan terkagum-kagum.
[Ini……]
Adalah hal yang mungkin untuk melihat tebing yang dapat membuat seseorang memikirkan ujung dunia.
Juga adalah yang mungkin untuk melihat kota-kota besar yang bahkan dapat membuat orang keliru melihatnya sebagai sebuah model yang dibuat dalam skala seorang arsitek.
Segala hal yang jauh melampaui imajinasi Izayoi sedang dihadapkan di depan matanya.
[Di mana ini!]
Itulah pikiran yang muncul di dalam benak Izayoi saat dia terus bertahan terhadap tekanan angin yang disebabkan gerak jatuhnya.
Dunia tidak dikenal ini yang terlihat membentang tanpa batas dipenuhi dengan perasaan kuat semangat hidup. Itu begitu kuat, bahkan sampai membuat miniatur dunia yang dibuat [Baron Croix] terlihat payah saat dibandingkan.
Mengamati burung-burung aneh yang tidak pernah dia lihat sebelumnya terbang melintasi tubuhnya yang jatuh dan menuju daratan yang jauh, Izayoi tidak dapat menahannya lagi saat dia berteriak.
"Di…Di mana ini sebenarnya?!"
Keraguan dan kecurigaan di hatinya akhirnya mengambil bentuk dalam kata-katanya saat semuanya keluar dari mulutnya.
Dan mengikuti perasaan tersebut, perasaan riang yang mendidih, kini meluap keluar dari dalam lubuk hatinya.
Jiwa yang tadinya kehilangan harapan untuk menemukan kepuasan, kini sedang disuntikkan dengan semacam rasa hangat yang bertambah pada saat ini.
Dan dia jelas dapat merasakannya. Lubang dalam lubuk hatinya yang tidak pernah dapat terisi—Pada detik itu, Izayoi merasa sedang sepenuhnya dihancurkan dalam cara terbaik dan yang tergila.
" Ha…… Ha……Wa Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha! AiYaAiYa! Ini benar-benar berlebihan! Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, ini jelas tidak masuk akal! Ibu yang bodoh itu!"
Saat Izayoi kembali sadar, dia menemukan dirinya tertawa seperti orang gila saat dia terus turun.
Bagaimanapun, yang bisa dia lakukan sekarang adalah tertawa.
Karena ternyata dipanggil ke dunia yang seperti harta terpendam yang telah dia cari selama ini sepanjang hidupnya, dorongan untuk tertawa saat akhirnya mencapai tujuan adalah hal yang sepenuhnya tak dapat ditahan.
Kalau dia tidak mengambil kesempatan ini untuk menertawakan usahanya selama tujuh belas tahun untuk menemukan tempat seperti ini, bagaimana caranya dan berapa lama dia dapat menghamburkan kegembiraan ini?
Izayoi merentangkan lengannya lebar-lebar saat dia meraung dengan menggunakan seluruh udara dalam paru-parunya dan otot-otot abdomennya di mana diafragmanya melebar untuk mengeluarkan suara terkeras:

"SELAMAT TINGGAL, Duniaku!
Selamat siang, Dunia baru!
Mulai sekarang……INI AKAN MENJADI DUNIAKU—!"
Akhirnya tiba di dunia yang sesuai dengan standarnya.
Izayoi yang merasakan kekaguman dan penghargaan dalam hatinya, tidak dapat menghentikan tawa liarnya.
"HaHa……… HaHaHaHaHaHaHaHaHaHaWaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHa
YaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaYaHaHaHaHaHaHaHaHaHaWaHaHaHaHaHaHa
HaHaHaYaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHeiHaHaHaHaHaHaHaHaHaYaHaHa
HaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHaHeiHaHaWaHaHaWuahya!"
*Splash—!* Izayoi tiba-tiba jatuh ke dalam air dan menyebabkan sebuah pilar air yang mengagumkan terbentuk karena cipratannya.
Izayoi, yang tadinya tertawa terbahak-bahak dengan mulut terbuka lebar, hampir kehilangan nyawanya karena banyaknya air danau yang menghambur masuk ke dalam paru-parunya. Tapi menghadapi situasi yang mengancam nyawa seperti itu saat tiba di dunia yang baru, ini seperti sebuah pertanda baik. Bagaimanapun juga, ini saja sudah merupakan pengalaman pertama dalam hidup Izayoi.
Dia kemudian memantapkan tekadnya untuk menemukan orang memiliki ide pemanggilan acak ini, untuk memastikan "berterimakasih" pada orang ini dengan sepatutnya.

Translator's Note:
1.        Celestial spirit : klarifikasi pada celestial spirit: juga dikenal sebagai spirit level bintang.
2.  Perputaran Matahari : Membagi perputaran matahari menjadi dua. Pendeknya, ada waktu equinox pada bulan Maret dan bulan September, titik balik matahari pada bulan Juni dan Desember dan bagaimana hal ini terbagilah yang  membuatnya kini menjadi pola dari titik balik matahari musim panas, equinox musim gugur, dan titik balik matahari musim dingin, equinox musim semi. Kepercayaan Wiccan meyakini bahwa tabir sangat menipis pada titik-titik ini dalam setahun.
3.       Tora Ningen : Manusia macan (Galdo Gasper dari aliansi Fores Garo di jilid 1)

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Soudesu yo? Jilid 3 Epilog LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.