23 Januari 2016

Owari no Seraph Jilid 2 Bab 2 LN Bahasa Indonesia


OWARI NO SERAPH: ICHINOSE GUREN, 16-SAI NO CATASTROPHE
JILID 2 BAB 2
HIIRAGI SHINOA

Dalam perjalanan pulang dari sekolah.
“Tuan Guren! Tuan Guren! Apakah hari ini tidak ada hal yang terjadi kepada Anda?!”
“..........”
“Aduh, semenjak saya datang ke sekolah ini, setiap hari saya selalu merasa khawatir. Selalu khawatir, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Tuan Guren selama saya tidak bersama dengan Tuan Guren. Bagaimana kalau Tuan Guren sampai mengalami hal yang tidak menyenangkan”
“..........”
“Tentu saja, saya tahu bahwa hal yang bodoh untuk saya khawatir kepada Tuan Guren yang tidaklah kurang dalam hal kekuatan maupun pengetahuan. Tetapi, tetap saja, sebagai seorang pelayan Tuan Guren, saya akan merasa khawatir karena tidak bisa selalu berada di sisi Tuan Guren, untuk melayani Tuan Guren—“ Ujar Sayuri panjang lebar.
Dan seperti biasa, pelayan Guren yang bernama Hanayori Sayuri selalu saja ribut sekali.
Dia adalah seorang gadis berumur 15 tahun yang mengenakan seragam sailor. Tingginya sekitar 150 sentimeter. Rambunya berwarna cokelat. Meskipun dia cerewet, namun wajahnya termasuk wajah yang cantik.
Guren menatap Sayuri yang ribut sekali itu. Dan sebagai ganti mulutnya yang diam tak berkata kau ini berisik, dia hanya bisa menghela nafas.
Segera setelah helaan nafas Guren, entah mungkin karena Sayuri menyadari maksud Guren, ekspresi terkejut segera telihat di wajah Sayuri. Dan dia pun berkata,
“Ter-ternyata memang, saat saya tidak bersama dengan Anda, terjadi hal yang tidak menyenangkan, bukan?”
“Bukan! Bukan itu maksudku!”
Tanpa sadar, nada suara Guren meninggi.
Namun, Sayuri tidak menghentikan perkataannya.
“Tapi, tapi ... baru saja Anda, haaaah .... Dengan wajah yang terlihat kesusahan, Anda menghela nafas seperti itu, kan!”
“Maksud helaan nafasku itu, kau ini tetap saja berisik seperti biasa, ya!”
“Eeeeeeeeeeeeeeeeeh!?”
Sayuri pun mengangkat kedua tangannya, dan mengeluarkan suara teriakan yang keras.
Intinya, Sayuri itu berisik sekali.
Kemudian, seperti yang biasanya ia lakukan, Sayuri akan berjalan pelan-pelan mundur ke belakang dengan wajah tertunduk. Kemudian, dia berkata kepada Yukimi Shigure, pengawal yang selalu berjalan di belakang Guren.
“ .....uuuuuuuh, Yuki-chan, Tuan Guren bilang aku ini berisik”
Kemudian Shigure menatap Sayuri yang lebih tinggi darinya. Guren tahu, bahwa pertumbuhan gadis yang tingginya kurang dari 150 sentimeter itu telah terhenti. Gadis yang juga mengenakan seragam sailor. Gadis yang memberikan aura ketenangan di sekitar dirinya.
Gadis yang bernama Shigure itu berkata.
“Kau ini, bukannya setiap hari memang selalu berisik, ya?”
“Eeeeeeeeeeeeeeeeh!?”
“Aku juga merasa kalau kau ini berisik, kok”
“Eeeeeeeeeeeeeeeeh!?”
“Oi, Sayuri, kau ini senang sekali disebut berisik, ya?”
Sambil masih mengangkat kedua tangannya,
“Ehehe”
Sayuri tertawa.
Shigure hanya menghela nafas melihat Sayuri. Kemudian dengan wajah tanpa ekspresi, dia melihat ke arah Guren.
“Namun, sama seperti Sayuri, setiap hari pun saya juga merasa khawatir. Meskipun karena jumlah kelas yang berkurang separuhnya akibat serangan yang terjadi di bulan April,  kami jadi dipindahkan di kelas sebelah kelas Tuan Guren, tetapi kami tidak tahu bagaimana kondisi Tuan Guren selama perlajaran berlangsung”
Lalu Sayuri pun mengangguk-angguk seakan berkata “ya, benar, benar!”
Shigure kemudian melanjutkan.
“Karena itu, apakah Anda bersedia menceritakannya kepada kami, walau itu hanya tentang apa yang Anda pikirkan seharian ini. Contohnya, memar di pipi Anda, siapakah yang melakukannya?”
Kemudian Guren menyentuh pipinya. Tempat di mana Shinya menendangnya.
Lalu,
“Ini bukan masalah. Ini hanya luka karena Hiiragi Shinya membantuku bermain sandiwara”
Mendengar itu, Shigure pun tertawa kecil menunjukkan rasa tenang, yang seakan berkata ah, jadi begitu, namun ternyata,
“..... dasar, Hiiragi sampah! Akan kubunuh! Ayo kita pergi Sayuri”
“Baik!”
Baik  apanya, hah!?
Guren menghentikan mereka berdua.
Dengan wajah yang kesal, Guren kemudian berkata,
“Karena itulah~ aku tidak mau cerita ke kalian berdua”
“Tetapi, jika anak laki-laki yang bernama Shinya itu memang memiliki kekuatan, seharusnya dia pasti memiliki cara untuk bersandiwara tanpa perlu menyakiti Tuan Guren secara berlebihan. Tetapi, dia justru menyakiti Tuan Guren—“
Guren lalu berusaha menjelaskan, mendengar pernyataan itu.
“Bukan. Itu karena saat itu ada yang mengawasiku, jadi apa boleh buat”
“Mengawasi?”
“Ya. Sepertinya aku ini, dalam pengawasan mata si ketua Osis, lo”
Mendengar itu, kedua pelayannya pun saling bertatap-tatapan. Kemudian Sayuri berkata.
“Apakah dia adalah Hiiragi, Kureto?”
“Kau kenal?”
“Hanya sekedar tahu nama .... Informasi mengenai Hiiragi dirahasiakan dengan sangat ketat. Karena itu, sangat sulit untuk dicari tahu.  Tetapi, semenjak saya masuk ke sekolah ini, sudah beberapa kali saya mendengar namanya. Katanya, dia masuk dengan nilai yang sama dengan Hiiragi Mahiru. Katanya juga, sejak dia masuk sekolah hingga kelas tiga sekarang, dia berhasil mempertahankan hal itu. Dan katanya, intinya dia itu, kuat, pintar, dan juga tenang. Dia adalah orang yang digosipkan kalau, dia pasti akan terpilih jadi penerus selanjutnya Keluarga Hiiragi, kan?  katanya.
Guren pun menanggapi penjelasan panjang lebar itu dengan,
“Ooh ....”
Ujar Guren, seraya mengernyitkan matanya.
Guren lalu teringat sosok Kureto yang baru saja dilihatnya tadi. Meskipun tadi, Guren hanya menatapnya dari jauh secara sekilas dan hanya sekali pandang saja, ada aura seperti yang dikatakan Shigure dalam diri Kureto. Tidak, justru bisa dikatakan, dia tidak menujukan aura itu sama sekali.
Dia memiliki kekuatan, namun dia juga memiliki kemampuan untuk menyembunyikan kekuatan itu.
Sayuri kemudian berkata.
“Tetapi, di Hiiragi tidak mungkin ada pemimpin yang memiliki kemampuan melebihi  Tuan Guren, kan!”
Shigure pun melanjutkan dengan berkata.
“Tentu saja”
Dua orang tersebut, berkata demikian dengan ekspresi wajah yang serius.
Tanpa ragu, mereka berkata hal semacam --------Guren lebih unggul, jika dibandingkan dari orang-orang yang memimpin dua organisasi kepercayaan skala besar, yang saling bertarung di posisi ke satu dan ke dua di Jepang.
Tidak. Guren sudah terbiasa dengan harapan besar yang dibebankan kepadanya dari para petinggi penting dan seluruh pengikut Mikado no Tsuki, yang mana jika dia menerima semuanya secara bersamaan, maka kemungkinan dia akan hancur karena besarnya harapan tersebut. 
Terhadap hal itu,
“.......... heeem”
Guren tidak menolaknya. Itu karena Guren sudah terbiasa dengan tekanan yang diberikan kepadanya, dengan menyebutnya sebagai ‘yang diharapkan’.
Guren hanya menghela nafas, dan dengan wajah yang terlihat bosan,
“..... Yah, kalau aku tidak bisa menjawab harapan kalian, maka aku tidak punya arti hidup, kan”
Ujar Guren seraya berusaha tertawa.
Sayuri yang melihat itu, entah kenapa berkata lirih,
“..... ah”
Dengan wajah yang terlihat sedikit menyesal, dan tidak lagi melihat ke arah Guren.
Guren berjalan tanpa memperhatikan hal itu.
Saat ini, dia tengah menyimpulkan kondisi saat ini yang di pikirkan di kepalanya.


·        Tentang peperangan yang sebenarnya mulai terjadi di antara Gereja HyakuyamelawanMikado no Onidan terjadi dibawah permukaan yang terlihat tenang ini.
·        Mahiru yang mengkhianati Hiiragi, dan bergabung dengan Gereja Hyakuyadan melakukan penelitian sihir telarang yang disebut dengan Kijuyang bisa melampaui kekuatan manusia.
·        Lalu tentang kondisi saat ini, di mana meskipun Mikado no Onitahu bahwa lawan mereka adalah Gereja Hyakuya, namun mereka masih belum mulai untuk saling bunuh-membunuh secara terang-terangan.


“ ...........”
Guren teringat kata-kata yang diucapkan Mahiru.
.......... kalau begitu Guren, akan kuberi tahu kau satu hal yang bagus
Saat gadis itu berkata demikian, pembunuh gelap dari Gereja Hyakuya, yang bernama Saitou menunjukkan wajah panik yang jarang ditunjukkannya.
Apakah rangkaian kata-kata yang diucapkan gadis itu adalah sebuah jebakkan? Ataukah benar-benar sebuah rahasia yang tidak boleh dikatakan kepada siapa pun, tetapi ia beritahukan hal itu hanya kepada Guren saja? Guren tidak mengetahuinya.
Hanya saja, Guren teringat kata-kata Mahiru.
 Kuberi tahu, ya. Natal di tahun ini, ya ... dunia akan mengalami kehancuran untuk satu kalinya, lo
Mahiru tiba-tiba saja mengatakan hal seperti itu.
Sangkakala hari kehancuran akan berbunyi, dan virus akan menyebar. Jika menjadi begitu, maka pasti, dunia akan berubah menjadi dunia yang membutuhkan kekuatan, lebih dari kebutuhannya yang dimintanya sekarang. Dan jika begitu, pasti ... dan pasti, akan muncul keinginanmu terhadapku. Karena itu, ayo kita bertemu lagi pada waktu itu
Guren tidak mengerti maksud kata-kata gadis itu.
Tidak. Guren tahu, apa inti dari apa yang mau dikatakan olehnya.


--------- Virus akan menyebar, dan dunia akan hancur.


Kata-kata yang ingin disampaikan Mahiru, sangatlah simpel.
Tetapi,
“Hancur karena Virus? Apa itu artinya, Gereja Hyakuyaakan menebar teror virus?”
Namun, Guren tidak bisa memahami, kenapa Gereja Hyakuyaperlu melakukan hal itu. Gereja Hyakuyaadalah sebuah organisasi kepercayaan dengan skala yang sudahlah terbesar di negara ini. Mereka masuk sebagai posisi pusat kekuasaan negara, dan seharusnya Gereja Hyakuyaadalah pihak yang paling tidak ingin menghancurkan dunia saat ini-------lebih tepatnya, sistem pemerintahan saat ini.
Dan jika hanya Gereja Hyakuyayang memiliki vaksin dari virus tersebut, lalu dengan kesusahan yang diakibatkan oleh virus tersebut Gereja Hyakuyabisa mengontrol seluruh dunia-----------meskipun seandainya ada orang yang terobsesi dengan harapan seperti itu,
“Mau menaklukkan dunia? Mimpi kosong yang bodoh semacam itu, memangnya bisa benar-benar terjadi?”
Namun, Mahiru berkata demikian.
Dia berkata, dengan wajah yang sangat penuh percaya diri akan suatu hal.
Dunia akan hancur karena virus.
Terlebih lagi, itu akan terjadi di hari natal tahun ini.
Sekarang adalah bulan Juni. Hanya tinggal 6 bulan lagi hingga kehancuran itu terjadi.
“..........”
Ditambah lagi, yang dimaksud Mahiru dengan sangkakala hari kehancuran, apakah itu berasal dari Wahyu Kepada Yohanesyang merupakan salah satu kitab wahyu agama yang sangat terkenal,  di mana Tujuh Malaikat akan meniupkan sangkakala hari akhir? Ataukah, itu adalah sebuah metafora untuk hal lain? Guren tidak mengerti hal itu.
     Peperangan.
     Virus.
     Natal.
“Jika memang dunia ini hanya akan bertahan hidup setengah tahun lagi saja, bukankah situasi sekarang ini terlalu tenang”
Guren menatap langit dengan senyum tipis yang tersungging di bibirnya, seraya di dalam benaknya, terdapat deretan kata kunci yang tidaklah pasti.
Seharusnya, saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, namun hujan belumlah turun.
Langit yang cerah terbentang luas hingga terasa aneh.
Guren melihat langit itu.
“ .....jika nantinya aku akan didahului, apa lebih baik aku menghubungi Gereja Hyakuyaterlebih dulu ...?”
Gumam Guren.
Lagi pula, kalau pun Guren tidak melakukan hal itu, Keluarga Hiiragi sudah mulai mencurigai Guren dengan berpikir, jangan-jangan yang berkhianat kepada Keluarga Hiiragi adalah Guren.
Lagi pula, situasinya saat ini sangat pas baginya.
Meskipun pelakunya bukanlah Guren.
Mahiru berkhianat kepada Keluarga Hiiragi. Dan lagi, Gereja Hyakuyasudah pernah menghubungi Guren secara langsung satu kali.
Itu artinya, saat ini, yang paling tertinggal dalam hal ‘perang informasi’ adalah, Keluarga Hiiragi.
Namun, Hiiragi tidaklah bodoh. Jika Guren terus ragu-ragu, maka mereka pasti akan bisa mengejar ketertinggalan mereka, kan.
Mereka pasti kemudian akan memperbaiki kondisi yang ada, dan mulai menghadapi semua urusan dengan Gereja Hyakuya
Namun sebelum itu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh Keluarga Ichinose untuk bisa membuat posisi yang stabil?
Guren teringat kata-kata Saitou yang merupakan pembunuh gelap dari Gereja Hyakuya.
Saitou berkata bahwa, jika nantinya Guren tertarik untuk bergabung dengan Gereja Hyakuyamaka dia hanya cukup pergi ke Panti Asuhan Hyakuya untuk bisa menghubungi Saitou.
“.....kalau aku mau pergi, harus sebelum penyelidikan personal kepadaku dimulai, ya ....”
Gumam Guren.
Mendengar itu,
“Eh? Tadi Anda berkata apa, Tuan?”
Mungkin, karena mendengar apa yang Guren gumamkan dengan suara yang tidak jelas itu, Sayuri jadi mengangkat pandangannya menatap Guren dan berkata demikian.
Guren lalu menatap Sayuri yang lebih pendek darinya itu,
“Bukan apa-apa. Kalian berdua mau pergi ke supermarket, kan?”
“Iya. Kemarin, persediaan bahan makanan kita habis. Karena itu, hari ini adalah hari di mana kami akan pergi berbelanja, dalam 3 hari sekali”
“Kalau begitu, kalian pergilah berdua saja. Aku akan pulang duluan”
Mendengar ucapan Guren, Shigure berusaha membaca ekspresi wajah Guren, dan
“Itu tidak masalah, Tuan .... Tetapi, apakah ada yang Anda pikirkan?”
Guren lantas tertawa mendengar pertanyaan itu.
Itu karena, Guren tidak tahu harus dari mana dia mengeluarkan gejolak yang ada di hatinya. Begitu banyak hal yang membuat Guren penasaran. Guren mengangguk, dan kemudian
“Akan kubicarakan setelah kalian pulang”
“Tetapi ....”
Namun, kata-kata yang ingin diungkapkan Shigure itu disela oleh Guren, dan berkata,
“Kekuatan kalian hanya akan tertahan, dengan adanya pengawasan saat ini”
Mendengar kata-kata Guren itu, ekspresi Shigure dan Sayuri menjadi tegang.
Guren lalu melanjutkan.
“Aku akan mengumpulkan informasi. Begitu pulang, aku juga akan meminta bantuan kalian untuk melakukannya. Kita akan mengumpulkan semuanya tanpa ada yang tertinggal, sesuai dengan posisi kita masing-masing”
Hanya dengan ucapan itu, Sayuri dan Shigure, sudah tidak bertanya apa pun lagi. Meskipun kedua orang itu biasanya berisik, namun mereka berdua adalah orang yang luar biasa hebat, hingga bisa menjadi pelayan bagi penerus selanjutnya, pemimpin Keluarga Ichinose.
Namun, kemudian,
“Ah, tapi, apa saya boleh bertanya satu hal, Tuan Guren?”
“Apa?”
“Anda ingin makan malam dengan apa?”
Itu adalah pertanyaan yang selalu ditanyakan kepadanya. Guren pun,
“Kari”
Sayuri kemudian mengerutkan alisnya karena kebingungan, dan berkata
“Aduh Tuan Guren, kalau ditanya, Anda selalu saja menjawab begitu”
Sambil tertawa pahit mendengar hal itu, Shigure pun berkata,
“Saya tahu, Anda tidak ingin berpikir keras menggunakan otak Anda, untuk hal-hal remeh semacam ini, tetapi ....”
--ujarnya demikian. Namun Guren justru tertawa dan membalas,
“Yah, tapi aku ini ... suka kari, tahu?”
“Yang benar saja
Sayuri pun kembali tertawa dalam kebingungan.
“Baiklah, saya mengerti. Biar kami yang berpikir  akan memasak apa”
“Aku merasa terbantu kalau begitu. Apapun masakkan yang kalian buat, selalu enak. Aku jadi suka semua masakan kalian”
Mungkin karena rasa senang atas pujian Guren terhadap masakkan mereka berdua, mata Sayuri pun membulat dan kedua pipinya pun bersemu merah.
Kemudian,
“Nah, kan, ternyata Anda memang menjawab ‘kari’ tanpa mencoba berpikir apapun, kan
Kata-kata Sayuri menjadi sinis.
Guren pun tertawa, mengikuti alur yang ada, dan kemudian mulai berjalan menjauh dari mereka berdua.
Menuju ke arah mansion pencakar langit, di mana Keluarga Ichinose telah menyewa lantai paling atas dari mansion tersebut.
Guren pun bisa menyadari, bahwa orang-orang yang mengamati mereka terpencar menjadi dua.
Ditambah lagi terbagi menjadi dua, di mana yang satu adalah pengawas tanpa kekuatan, yang bisa dengan jelas ketahuan, bahwa dia sedang mengamatinya. Sedangkan yang satunya lagi adalah pengawas dengan hawa keberadaan yang sangat tipis, dan terlihat memiliki kemampuan yang tinggi.
Kemungkinan, Sayuri dan Shigure juga menyadari mereka.
“Oioi, padahal sebelum-sebelum ini, mereka tidak peduli padaku. Dan sekarang mereka merasa aku menjadi orang yang sangat penting, nih”
Guren pun tertawa.
Saat ini, kemungkinan akan mudah sekali untuk mengecoh mereka. Karena saat ini, yang mengawasinya bukanlah, Hiiragi Kureto.
Lagipula, jika seandainya kekuatan sebenarnya yang dimiliki Guren sudah ketahuan, seharusnya pengawasan kepadanya, jauh lebih ketat daripada pengawasan yang ada saat ini.
Kalau begitu, saatnya untuk bergerak bagi Guren adalah,
“Sekarang ini saatnya, ya”
Guren pun berjalan dengan santainya begitu saja.
Guren masuk ke dalam wilayah pertokoan yang ada di sebelah tempat tinggalnya, lalu masuk ke dalam Game Center  kecil. Di Game Center itu, Guren berkata kepada pengawai yang ada, untuk izin meminjam toilet. Toilet di Game Center ini, ada di seberang pintu yang bertuliskan “Staff Only”. Dan di sebelah toilet itu, ada pintu belakang.
Sebelumnya, Keluarga Ichinose telah melakukan penyelidikan tentang beberapa rute yang bisa untuk mengecoh pengawasan.
Dari pintu itu, Guren bisa meloloskan diri.
Lagipula, hawa keberadaan dari pengawas yang mengikutinya, sudah tidak ada.
Namun, hanya untuk berjaga-jaga, Guren kembali menggunakan satu rute yang ada, demi bisa mengecoh pengawas yang mungkin saja, tidak bisa dia sadari keberadaannya.
Kemudian, Guren berbalik arah, kembali berjalan menuju ke supermarket tempat Shigure dan Sayuri berada.
Panti Asuhan Hyakuyaseharusnya berada di seberang supermarket dari mansion pencakar langit, di mana Guren tinggal.
Tempat di mana digossipkan bahwa--------mereka akan membunuh orang tua dari anak-anak yang memiliki bakat khusus, lalu dikumpulkan di panti asuhan dan kemudian dilakukan percobaan terhadap mereka.
“..........”
Guren keluar dari gang kecil yang ada di belakang supermarket.
Pengawasnya, sesuai dugaan, memang sudah tidak ada.
Guren menganggukan kepalanya, memantapkan bahwa situasinya aman, dan keluar berjalan menuju jalan yang lebih lebar. Wilayah tempat tinggal yang tidak terlalu banyak ditinggali orang. Di wilayah tempat tinggal itulah Panti Asuhan Hyakuyaseharusnya berdiri, dengan penampakan luar yang sangat mirip dengan panti asuhan pada umumnya.
Namun, saat Guren hendak menuju ke panti asuhan tersebut.
Di tengah-tengah jalan kecil yang terpisah satu rumah, Guren melihat ada seorang anak perempuan yang terlihat manis berdiri di sana.
Usia anak perempuan itu, mungkin sekitar tujuh atau delapan tahun.
Meskipun dia seorang anak kecil, namun dia memiliki bola mata yang seakan melihat seluruh dunia ini. Kulit putih yang seakan transparan.
Namun, yang paling mencolok dari itu semua adalah, warna rambut abu-abunya-------------------yang sama dengan Mahiru.
Anak perempuan itu melihat dengan tatapan lurus dan terus-menerus ke arah Guren.
 “..........”
Guren menghentikan langkahnya, dan menerima tatapan mata yang di arahkan kepadanya. Dia lalu mencoba memberikan senyum dengan malu-malu, dan berkata.
“Em, anu ... apa, yah. Apa kau ada perlu denganku?”
Kemudian, anak perempuan itu berkata.
“.....kamu Ichinose Guren?”
“Lalu, kamu ini siapa? Ah, jangan-jangan, kamu anak yang berhubungan darah dengan Nona Mahiru, ya?”
Anak itu pun lalu memegang kepalanya sendiri, dan berkata.
“Aaah, kamu bisa menyadarinya? Memang, warna rambut kami sama, sih, ya”
Lalu anak itu pun tertawa lepas dengan wajah yang tidak menunjukkan ekspresi tertawa seperti anak-anak. Dia lantas menundukkan kepalanya, memberi salam perkenalan kepada Guren, dan memperkenalkan dirinya.
“Aku Hiiragi Shinoa. Adik dari Hiiragi Mahiru”
Anak itu adalah adik dari, Hiiragi Mahiru.
 Guren lalu mengangguk, dan bertanya.
“Oh, ternyata memang benar demikian. Lalu, apakah Anda perlu sesuatu dari saya, wahai Adik dari Nona Hiiragi Mahiru?”
“Aku mau menyampaikan pesan dari kakakku”
Ujarnya demikian. Itu artinya anak itu adalah utusan dari Mahiru. Itu kalau seandainya apa yang dikatakan anak ini adalah benar, tetapi.
Guren lalu tersenyum manis, dan berkata.

 “Pesan dari Nona Mahiru? Pesan apakah itu sebe—“
Namun, anak yang bernama Shinoa itu menyela perkataan Guren dan berkata.
“Aaaah, aku tidak perlu senyum memuakkan itu, kok. Aku sudah bertanya kepada kakakku, dan aku sudah tahu sifat aslimu, kok”
“Eh? Apa maksudnya?”
 “Walau aku berkata demikian, kamu tidak mempercayaiku, kan. Karena itu, akan aku sebut sedikit informasi yang aku ketahui. Gereja HyakuyaSenjata kutukkan iblis,Kiju. Hiiragi Mahiru yang menjual informasi tentang Hiiragi, dan demi laki-laki yang dicintainya, dia menginginkan kekuatan. Bagaimana?”
Guren berpikir, bahwa memang informasi itu, adalah informasi yang hanya dipunyai oleh Mahiru. Tidak. Jika informasi yang ada sudah ketahuan sampai sejauh itu, dan dia bukanlah adik dari Mahiru, melainkan mata-mata dari Hiiragi, maka seharusnya ambisi sebenarnya Guren juga sudah ketahuan.
Karena itu, Guren menghilangkan senyum di wajahnya dan,
“Oh, gitu. Lalu? Kau ada perlu apa denganku, bocah?”
Guren berkata demikian, dan Shinoa lalu tersenyum dengan nampak senangnya.
“Ahaha, nah, itu baru. Tapi, kamu yang seperti ini jauh lebih penuh daya tarik, lo”
“Dipuji sama bocah itu enggak membuatku senang, tahu”
“Oh, begitu. Tapi, bagiku, aku benar-benar tertarik dan penasaran, kira-kira orang seperti apa yang terus menerus dipikirkan oleh kakakku. Syukurlah kamu bukan orang yang bodoh”
Ujar Shinoa.
Orang yang terus menerus dipikirkan oleh ... kakaknya.
Perasaan Mahiru, di mana karena hal itulah, dia menjadi liar tak terkendali, dan kemudian ikut campur dalam percobaan yang keluar dari jalur manusia, yang disebut dengan percobaan senjata Kiju.
Namun, kenapa anak ini bisa mengetahui perasaan Mahiru itu?
“Kau ini, ada dipihak mana?”
Apakah Hiiragi?
Apakah Gereja Hyakuya
“Di pihak yang menarik”
“Hah?”
“Sejujurnya, aku hanyalah anak-anak. Karena itu aku tidak tertarik kepada kekuasaan atau pun juga kekuatan. Untung saja, kakakku sangatlah luar biasa. Karena itu, aku pun tidak diharapkan untuk menjadi kandidat penerus keluarga ....”
“..........”
“Hal-hal seperti itu, semuanya diserahkan kepada Kureto-san dan Kakakku .... Tapi, seandainya kedua orang itu mati, maka aku---------bisa dibilang, sedang menerima pelatihan yang belum sempurna untuk bersiap-siap. Meskipun aku ini anak-anak, tapi aku merasa aku ini lumayan, kok”
Lalu Shinoa pun bergerak.
Entah sejak kapan di tangan kanannya muncul kertas mantra.
Cepat sekali.
Dari badannya yang kecil itu, keluar hawa membunuh.
Hawa yang sangatlah tidak mungkin bisa dimiliki oleh anak sekecil ini.
Kemungkinan besar, dia adalah orang yang termasuk ke dalam jenis yang disebut dengan-------genius. Itulah hebatnya, orang yang mewarisi darah Keluarga Hiiragi. Atau mungkin, karena ditambah dia adalah adik dari si Mahiru, maka dia merupakan seorang genius.
Namun Guren tidak melakukan reaksi apapun. Dia hanya menatap gerakkan itu dengan mengerutkan kening, dan tatapan diam termenung.
Kemudian gerakkan Shinoa terhenti, lalu dia tertawa dengan wajah terkejut.
“Kamu, tahu? Baru saja, aku bergerak dengan maksud untuk membunuhmu ..... Tetapi, kamu bahkan tidak bereaksi sama sekali.
Guren lalu berkata menanggapi kata-kata itu.
“Kalau hanya segitu, tidak akan bisa menyakitiku, sih”
“Aku mengetahuinya, kok”
“Terus? Kau ini sebenarnya mau ngapain?”
Kemudian Shinoa melakukan sebuah gerakkan yang membuat kertas mantra yang ada menghilang, dan berkata.
“Seperti yang aku katakan tadi, aku hanya ingin memastikan tempat aku berpihak. Aku tidak tertarik kepada Hiiragi. Aku juga tidak tertarik kepada Gereja Hyakuya. Dan kakakku .... aku suka kepada kakakku. Kakakku sangat baik kepadaku. Kakakku juga bersedia bercerita apapun kepadaku, dan cerita kakakku itu menarik”
“Lalu, kau kira aku akan akan percaya padamu, lalu akan ceplas-ceplos bercerita tentang perasaanku kepadamu?”
Shinoa kemudian menggelengkan kepalanya.
“Aku hanya datang untuk menyampaikan pesan”
“Pesan apa?”
“Tolong jangan datang ke Gereja Hyakuya.  Kakakku juga berencana untuk mengkhianati Gereja Hyakuya
“ ..........”
“Aku sangat terkejut, lo, Kakakku begitu menyukaimu, sampai bisa dengan tenangnya membocorkan informasi seperti ini kepadamu, di situasi seperti ini”
Kemudian Shinoa pun tertawa lantang.
“Ini adalah pertama kalinya, aku melihat kakakku tidak logis dan juga tidak rasional .....”
“..........”
“Apakah yang namanya cinta itu, adalah hal yang akan membuat manusia bergerak dengan hatinya, sampai seperti itu? Bagiku yang seorang anak-anak, rasanya itu sedikit susah untuk aku mengerti, ya
Mendengar itu semua, Guren kemudian menatap Shinoa dan berkata.
“ .....itu juga pembicaraan yang tidak bisa kupahami, sih”
“Wah, apa benar begitu?”
“Ya”
“Kalau begitu sayang sekali. Kakakku akan menangis, nih”
Shinoa lalu tertawa.
Guren kemudian berkata.
“Oi, Shinoa”
Mata gadis itu pun membulat, terlihat seakan terkejut, dan lantas melihat ke arah Guren.
“Memang aku lebih muda daripada kamu. Karena itu bukan masalah jika kamu memanggil namaku langsung, dan bukan nama keluargaku, sih .... Ya, ada apa, Guren?”
Shinoa pun memanggil Guren dengan namanya langsung dan bukan nama keluarga.
Melihat sikap Shinoa, suara tawa kemudian terdengar dari Guren, yang kemudian bertanya.
“Apa yang Mahiru sembunyikan seorang diri? Apa yang ingin dia lakukan?”
Ditanya begitu, Shinoa pun tertawa cengar-cengir.
“Wah, karena kamu tidak menyukai kakakku, maka seharusnya kamu tidak merasa penasaran, kan?”
“Sudahlah, jawab saja”
Shinoa hanya memiringkan kepalanya, dan berkata.
“Entahlah. Kakakku itu sangat pintar. Jadi hal itu terlalu rumit, sehingga aku tidak mengerti”
“Kalau begitu, ceritakan saja bagian sederhana, sebatas yang kau mengerti”
“Tidak, tidak. Yang aku mengerti itu hanyalah soal kakak yang menginginkan kekuatan, dimana nantinya, hubunganmu dengan kakak, menjadi tidak akan diganggu lagi”
“..........”
“Tapi kakak bilang, kamu juga sama dengan kakak. Kakak bilang ‘Guren juga menginginkan kakak’. Kata kakak, ‘meskipun jalannya berbeda, pada akhirnya tempat tujuan kalian itu sama’  Kakak berkata seperti itu dengan wajah seorang gadis yang bagaikan sedang bermimpi penuh kebahagiaan”
Ujar Shinoa demikian.
Pada akhirnya tempat tujuan kami sama.
Mendengar perkataan itu, di kepala Guren kembali terngiang-ngiang beberapa kata.
     Virus.
     Natal.
     Kehancuran.
“Informasinya hanya itu saja?”
Ditanya seperti itu, Shinoa pun menganggukkan kepalanya dengan mantap.
“Yup”
“Kalau begitu, apa kau bisa menyampaikan pesan dariku kepada Mahiru?”
Shinoa pun kemudian kembali tertawa,
“Baiklah, aku akan menyampaikan kata-kata cintamu untuk kakak, kok”
Guren lalu berkata.
“Sampaikanlah, bahwa aku paling benci, yang namanya berada di bawah kekuasaan orang lain. Kalau kau bilang ingin dicintai olehku, maka beritahu semua yang kau rencanakan, dasar bodoh! Sampaikanlah padanya seperti itu”
“Baiklah. Apa tidak masalah jika aku menyampaikan sesuai dengan perkataan asli yang kamu ucapkan?”
“Ya, tak masalah”
“Baiklah. Ternyata aku memang tidak bisa mengerti percintaan orang dewasa, ya. Bukankah itu sangat mengherankan?”
Shinoa lalu melipat tangannya, dan memiringkan kepalanya.
Pada saat itu, dari belakang Shinoa terdengar suara anak-anak yang kira-kira sebaya dengannya.
“Akane-chan, ayo kita semua lomba sampai ke taman!”
“Eeeh, kita tidak mungkin menang melawan Mika, kan?”
Suara-suara semacam itu.
Guren segera melihat ke arah asal suara itu.
Di tempat asal suara itu, terdapat beberapa anak. Lalu diantara kumpulan anak-anak itu, ada seorang anak yang sepertinya pernah dilihat Guren.
Anak dengan rambut pirang, dan dengan kulit yang lebih putih daripada Shinoa. Anak yang kemungkinan besar berdarah campuran.
 Anak itu seharusnya adalah anak Panti Asuhan Hyakuyayang sebelum ini pergi bersama Saitou--------sang pembunuh bayaran dari Gereja Hyakuya.
Kalau tidak salah,  nama anak ini adalah Mikaela.
Guren melihat ke arah anak yang bernama Mikaela tersebut. Dan anak itu pun menyadari tatapan Guren kepadanya.
“Aaah, gawat”
Kemudian anak perempuan yang berada di sebelah Mikaela berkata.
“Ada apa?”
“Aku pernah lihat kakak, yang punya tatapan jahat itu. Kata Saitou-san kakak itu adalah orang jahat!”
“Eeh!?”
 Mendengar percakapan itu, Shinoa yang ada dihadapkan Guren kemudian tertawa terbahak-bahak.
Mikaela kemudian berbicara kepada Shinoa yang ada di hadapan Guren.
“Anu, apa kamu tidak apa-apa?”
Shinoa kemudian berbalik, dan dengan nada suara yang terdengar sangat senang, dia berkata.
“Tidak, aku dalam bahaya Aku diserang oleh kakak yang memiliki kecenderungan seksual yang menyimpang! Hampir saja aku dalam bahaya
“Sudah kuduga!”
Sudah kuduga, apanya, hah! Keluh Guren dalam hati, yang kemudian berbalik arah.
“Terserah, deh. Aku serahkan pesanku kepadamu”
Saat itu, bukan Shinoa yang membalas perkataan Guren, namun justru Mikaela.
“Aaaah, jangan kabur! Aku baru mau memanggil polisi!”
“Aaah oke, oke” Jawab Guren.
“Lain kali, jangan berkeliaran di sekitar sini la—“
“Kau ini berisik sekali, sih, bocah! Aku pergi, deh. Makanya jangan banyak bicara”
Mendengar itu, Shinoa justru,
“Ahaha”
--kembali terdengar suara tawa darinya, namun Guren hanya mengacuhkannya, dan lantas meninggalkan tempat itu.
Lagipula, jika apa yang dibicarakan Shinoa barusan adalah hal yang bisa dipercaya, itu berarti kejadian di mana Guren berbicara dengan adik Mahiru itu, tidak boleh ketahuan, baik oleh Gereja Hyakuyaatau pun orang dari Keluarga Hiiragi.
Tentu saja, hal itu bukan berarti Guren mempercayai semua yang dikatakannya.
“.....berkhianat juga kepada Gereja Hyakuya.  Menghancurkan dunia. Dan tempat tujuan kita ... sama, ya”
Guren menggumamkan kata-kata itu.
“Kisah cinta luar biasa macam apa ini Apa kau serius, Mahiru?”
Lalu pada akhirnya---------Guren pun menyebut nama kekasihnya semasa ia kecil. Dan dia pun, kemudian menghela nafas dengan kesal.

Owari no Seraph Jilid 2 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.