10 Januari 2016

Only Sense Online Jilid 2 Bab 3 LN Bahasa Indonesia



ONLY SENSE ONLINE
JILID 2 BAB 3
UNICORN DAN ELF YANG AMBRUK

Tidur di dalam game. Ini adalah pertama kali aku melakukannya, yang mengejutkan ini berjalan lancar sampai menjadi antiklimaks.
Haa, pikiran yang berat menghilang dan menjadi jelas. Tidak ada bedanya dengan tidur secara normal.
 Aku pasti sudah tidur selama lima atau enam jam. Saat aku bangun, aku dikelilingi oleh cahaya temaram.
 Aku tertidur di bagian bawah ranjang tingkat. Aku mendengar suara napas yang teratur dari bagian atas. Aku sadar bahwa itu adalah Magi-san yang sedang tidur dan diam-diam aku bangkit.
 “…kau sudah bangun.”
 “Pagi, Cloude. Apakah kau berjaga sampai sekarang?”
 Saat aku bangun, aku menemukan Cloude sedang menjahit kulit di meja.
 “Aku sedang melakukan crafting-ku. Tidak masalah sama sekali, di dunia nyata aku begadang sepanjang malam juga.”
 “Sebaiknya kau mulai menjalani hidup yang lebih sehat.”
 “Hmph, mustahil.”
 Cloude merespon saranku setelah dia menyerahkan sebuah sabuk kulit dan sebilah pisau padaku. 
“Ini adalah hadiah dari Magi dan permintaan maafku untuk yang sebelumnya.”
“Permintaan maaf apa?” 
“…itu, emm, karena menamai si kecil begitu saja, dan juga sebagai rasa terima kasih untuk makanannya.” 
“Karena hal itu? Aku sama sekali tidak keberatan.” 
Sambil berkata demikian, aku mulai menyiapkan sarapan dari bahan-bahan yang tersisa dari kemarin. 
Dia pasti sedang menatapku karena aku merasakan tatapannya di punggungku. Aku memulai percakapan dengannya.  
“Apa kau benar tidak masalah? Aku sudah mengambil monster kecil yang kau jinakkan.” 
“Ahh, yah. Aku akan bohong kalau kubilang aku tidak merasakan apapun soal itu. Tapi, bisakah aku bertanya tentang sesuatu?” 
“Apa itu?” 
Cloude berbicara dengan nada kuat. Dia pasti berpikir bahwa aku akan meminta sesuatu sebagai gantinya. Itu menjengkelkan. Ini bukan permintaan semacam itu. 
“Biarkan aku menyentuh Socks juga. Aku akan pulih hanya dengan menyentuhnya.” 
“…begitu saja? Selama mereka tidak membencinya, kau bebas untuk bermain dengan mereka sesuka hatimu.” 
“Baiklah. Thanks~. Juga, terima kasih untuk sabuknya. Aku akan coba memakainya.” 
Aku langsung memakai sabuk tersebut beserta pisaunya. Kulit yang tebal melewati tempat sabuk dari celanaku. Pisau yang kuhunuskan sedikit lebih panjang daripada pisau untuk peralatan memasak, ukurannya hampir sama dengan pisau masak yang ada di dunia nyata.

Magi-san’s Kitchen Knife Weapon · Knife
ATK+25 SPEED+25

CS No. Ochre Creator Torso
DEF+8 MIND+8 SPEED+4

Kurasa baik sabuk maupun pisaunya adalah equipment yang bagus. Untuk mengujinya, aku memakai keduanya dan mencoba memegang pisaunya. 
Saat aku mencoba menebas ke depan, belakang, kiri dan kanan, ada sebuah suara yang terbelah, ini cukup untuk menunjukkan betapa bagusnya barang ini. Tetapi— 
“Ini adalah pisau dapur biasa. Sekalipun bisa digunakan sebagai senjata, itu tetap saja adalah sebilah pisau dapur.” 
“Aku mengerti. Tapi aku perlu memberitahukan dengan jelas apa pendapatku pada si pembuatnya. Aku akan melaporkannya pada Magi-san setelahnya.” 
“Yah, kau tahu bagaimana caranya menggunakan pisau yang biasa.” 
Untuk menggunakan pisau ini dan menyelesaikan membuat sarapan. Sekalipun ini adalah pertama kalinya aku menggunakan pisau dapur ini, benda ini anehnya pas di tanganku. 
“Ah, biar kuberitahu sebelum aku lupa.” 
“Apa?” 
“Buka menu dan lihat ke dalamnya.” 
Apa maksudnya? pikirku setelah mendengar perkataan tersebut secara tiba-tiba, tapi aku membuka menu dan melihat di sana ada tambahan ekstra di layarmenu yang biasanya. 
“——Information Board? Apa ini?” 
Sebuah menu baru tiba-tiba muncul. Pemicu munculnya mungkin adalah waktu yang berlangsung sejak event dimulai. Atau mungkin ketika sejumlah playermundur. Tautan yang sudah terkunci dipenuhi dengan pembicaraan tanpa arah, dan informasi dari situasi saat ini dibagi-bagi berdasarkan isinya. 
Sementara Cloude dan aku mengobrol, mungkin terbangun oleh suara pekerjaan kami, Magi-san yang, sedang menggendong seekor anak anjing, beserta Lyly datang mendekat. 
Cloude mulai membicarakan mengenai jadwal hari ini berdasarkan informasi dari tautan, saat kami duduk untuk sarapan. 
“Karena ada banyak player yang mati di hari pertama, secara kasar aku bisa memperkirakan seperti apa area ini.” 
Sarapan yang semua orang makan adalah buah-buahan, apel yang dimasak, ohitashi, dan salad sehat. Aku ingin sejumlah karbohidrat, tapi mengingat ini adalah game, kami bisa memulihkan satiety hanya dengan ini. 
Monster-monster kecil itu juga melahapnya dengan senang. 
“Gambaran dari areanya adalah seperti ini, pegunungan di utara, danau di selatan, reruntuhan di timur dan area bawah tanah sebagai perhatian utama di barat. Di tengah-tengah setiap area ada musuh tingkat tinggi dan material, sejumlah player yang bekerja di pinggiran dari safety area terdekat.” 
“Mmm. Aku ngantuk.” 
“Sarapannya enak, tapi aku akan senang jika mendapatkan roti; Yun-kun, bisakah kau membuat roti?” 
“Kalau aku mendapatkan semua bahan-bahannya. Tapi karena kita tidak mempunyai fasilitas untuk membuatnya, aku tidak bisa menjamin hasilnya.” 
Urat kebiruan muncul di pelipis Cloude. Tidak, kami dengar apa yang kau katakan, tapi sepertinya akan makan waktu dan itu merepotkan~ 
“Kalian semua, dengarkan yang sedang kukatakan. Masalahnya, yang aku, Magi, dan Lyly butuhkan kebanyakan ada utara, sedangkan bahan-bahan makanan dan herb yang Yun butuhkan ada di timur dan tenggara. Apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan bekerja bersama kami? Atau kau akan bergerak secarasolo?” 
“Kalau begitu, bisakah aku ke selatan sendirian? Tapi bagaimana dengan rumah kayu ini? Kita mengawasinya kemarin dan sekarang kita akan meninggalkannya begitu saja.” 
“Tidak masalah tentang itu. Lyly tetaplah pemilik dari rumah kayu ini dan tidak bisa diambil alih. Sekalipun rumah ini hancur, itu masih bisa diperbaiki. Oleh Lyly tentunya.” 
Dia mengandalkan Lyly tanpa ada sedikit pun keraguan. 
“Memperbaiki, membangun, serahkan pekerjaan tukang kayu padaku~, uu~ngantuknya~.” 
Dengan Neshias di atas kepalnya, Lyly mengunyah saladnya. Neshias juga mengantuk dan makan secara perlahan dengan paruh kecilnya. 
“Kita akan aktif bergerak beberapa jam lebih awal dan kembali ke perkemahan nantinya. Aku mengerti. Bagaimana dengan makan siang? Apa kita menjelajahlagi setelah kita kembali?” 
“Itu akan jadi tidak efektif, buatlah bekal makan siang yang sederhana.” 
“Kalau begitu sudah diputuskan. Pembuatan dan pembagian item untuk makan siang sebagai persiapan. Ayo kita cari di lahan terdekat.” 
Menyikapi perkataan Cloude, yang sudah selesai sarapan mulai bergerak. 
“Baiklah. Aku berpikir untuk membagikan potion untuk semuanya sekarang, selain itu aku akan membagikan ini juga.” 
Aku mengeluarkan Enchant Stone yang kubuat dengan tergesa-gesa. 
“Kata kuncinya adalah ‘Speed’. Ini semua hanyalah peningkat kecepatan, jadi gunakan saat kau perlu melarikan diri.” 
“Terima kasih, Yun-kun.” 
“Aku akan menggunakannya dengan penuh rasa terima kasih.” 
“Uu~, mnn~, haa, te-terima kasih, Yuncchi.” 
Lyly akhirnya bangun, dan dia menatapku dengan mata yang akhirnya menemukan fokus. 
Dan kemudian, sebagai hasil dari kami berpencar menjelajahi sekitar, kami menemukan bahan baru. 
Ketika semua orang sudah menyelesaikan persiapan mereka, aku menyiapkan bekal makan siang untuk empat orang dan tiga hewan lalu menyerahkannya pada mereka. 
“Nah sekarang, kami akan pergi, Bu.” 
“Oke, pastikan untuk berhati-hati. Dan, Lyly. Memangnya siapa yang kau panggil ‘Ibu’?!” 
Saat aku menegur Lyly, yang lainnya hanya nyengit namun tidak secara terang-terangan. 
Ughh…hentikan kata ‘Ibu’. Itu menyakiti hatiku. Setidaknya panggilah Onii-san. 
“Yun-kun, panggil kami kalau ada apa-apa!” 
“Baiklah. Kalau kalian menemui kesulitan apa pun, kalian juga hubungi aku.” 
“Kalau begitu kami berangkat.” 
Mereka bertiga pergi menuju ke utara untuk menemukan sasaran mereka sendiri. Yah, mereka sudah mempunyai bekal makan siang, dan sekalipun tanpa kemampuan memeriksa, mereka tidak akan melakukan sesuatu yang bodoh seperti makan racun. Juga, mereka seharusnya punya cukup item tipe potion
Mereka adalah tipe orang yang tahu kapan harus berhenti. Tapi aku tetap saja merasa sedikit khawatir. 
“…apa-apaan, aku benar-benar berpikiran seperti seorang ibu‼” 
Aku menarik napas setelah menegur diriku sendiri. Tidak apa-apa, aku hanya perlu melakukan bagianku. Aku maju menuju ke timur sendirian dan berencana untuk mulai bergerak ke selatan dari sana. 
Untuk kekuatan dari lawan, aku mempelajari dari information board bahwa bahkan monster unik tidak begitu kuat. Bahaya sebenarnya terletak pada monster-monster di dungeon barat dan timur. Tapi karena seseorang tidak akan menemukannya kecuali mereka mendekati area reruntuhan di timur, aku dapat melanjutkannya sendirian dan dengan percaya diri. 
Sekalipun ini baru satu hari sejak kemarin, aku menaikkan level dari Sense-ku. 


Possessed SP16
Bow Lv24】【Hawk Eyes Lv33 Speed Increase Lv19 
Discovery Lv16 Magic Talent Lv35】【Magic Power Lv34
Enchant Arts Lv10 Crafting Knowledge Lv23
 Taming Lv1 Cooking Lv7

Unequipped:
Synthesis Lv24 Earth Element Talent Lv7
 Alchemy Lv27 Dosing Lv10 Craftsmanship Lv26
Swimming Lv8


 Jumlah dari Sense yang kupunya meningkat dengan sangat cepat dan mengaturnya menjadi cukup sulit. Di pertempuran, aku perlu mengubah Sense crafting. Aku terbiasa mengandalkan DEX karena itu membuat panahku menjadi lebih kuat, jadi aku tidak tenang kecuali aku memiliki Crafting Knowledge yang memberikan bonus DEX yang kuat. 
Sekalipun aku telah memasang Taming Lv1 agar dapat mencari rekanku sendiri hari ini, aku tidak yakin bagaimana cara menggunakannya untuk mendapatkan efeknya. Aku hanya dapat mengharapkan sebuah kesempatan seperti yang kemarin. Aku terus melanjutkan ke timur sampai aku mencapai bagian depan dari reruntuhan. Setelah mengumpulkan material-material tipe herb, aku menuju ke tenggara. 
Sambil menghadapi monster-monster yang kelihatannya dapat menghasilkan bahan-bahan makanan, aku berkosentrasi untuk memulihkan persediaan item di hutan. 
Ada material tipe makanan dan material potion, terlebih lagi, ada monster-monster yang kelihatan seperti Blue Slime yang muncul di dekat Kota Pertama. Aku melanjutkan sambil mengumpulkan, tidak merasakan krisis apa pun yang mendesak. 
Aku menuju ke selatan menyusuri sungai. Bentang alamnya berubah dari lanskap sungai yang dipenuhi dengan objek-objek alamiah. 
Batu-batu yang bertumpukan, kanal buatan yang dibentuk secara amatir menuju ke arah tenggara. 
Aku melanjutkan sambil mengikuti kanal air tersebut, dan mengeluarkan suara keras saat melihat pemandangannya. 
“Uwaa…itu adalah lahan gandum.” 
Jalur air itu berakhir di sebuah waduk di bukit, tepat di sebelahnya ada sebuah padang rumput untuk penggembalaan. Lahan gandum yang berwarna kuning keemasan membentang. *slosh* *slosh*, para player mengayunkan senjata mereka untuk memanen gandum. Lebih dalam ke area terbuka, ada sisa-sisa dari lahan tua, sebuah tempat yang memiliki beragam spesies tanaman lokal mengosongkan tempatnya. 
Pertama-tama, aku perlu untuk mengumpulkan gandum, ya ‘kan. Kalau ini berjalan dengan baik, kita mungkin bisa makan sejumlah karbohidrat hari ini. 
Aku mendekati gandum tersebut dan mencoba mencabutnya, tapi…tidak berhasil. 
“Aku tidak bisa memetiknya…rencana besar gandumku…” 
Semua orang di depanku sepertinya memanennya dengan cara menebasnya. Aku mencoba meniru metode itu. Aku mengeluarkan pisau yang diberikan padaku pagi ini dan mulai memotong pada pangkalnya. 
Terasa renyah, ini adalah sensasi yang menyenangkan saat mengumpulkan gandum secara acak. Setelah mengumpulkan seikat gandum, aku mengubahnya menjadi Tepung dengan menggunakan Processing, sebuah skill dasar dari Sense Cooking. Aku mengumpulkan sepuluh ikat gandum dan memprosesnya menjadi sekarung Tepung seberat satu kilogram. Setelah mengumpulkan kira-kira tiga puluh karung, aku kembali ke padang rumput. 
Tadi itu melelahkan. Ah, apa aku mengumpulkan terlalu banyak?” 
Aku berlutut dan melihat lingkaran tempatku tadi mengumpulkan gandum. Akan tetapi, gandumnya mulai bertumbuh sekali lagi dari akar yang tersisa dan pulih ke keadaannya semula dengan cukup cepat. 
Kanal buatan di tengah-tengah area yang ditanami, begitu pula dungeon dan reruntuhan yang merupakan bukti bahwa orang-orang tinggal di sini. Benua asing ini mungkin memiliki setting ‘orang-orang dulu pernah tinggal di sini’. 
“Yah, ayo periksa setahap demi setahap. Sekarang, kumpulkan lebih banyak bahan.” 
Meskipun tiga puluh karung tepung cukup untuk lebih dari 4 porsi, aku masih khawatir tentang makanan. Aku membuat tepung dengan Processing, tapientah kenapa munculnya dalam sebuah karung, atau malahan dari mana asalnya karung itu. Yah, mari berhenti berdebat dengan diriku sendiri. 
Lahan berikutnya yang kudatangi mempunyai material untuk potion racun, tanaman beracun, mereka semua bercampur dengan sayur-sayuran. 
Saat aku menarik salah satu dari sayuran, yang kukira adalah sebatang wortel, aku mendapati bahwa itu adalah tanaman beracun yang memiliki efek curse danberbentuk seperti wortel——Mandragora. 
Ngomong-ngomong, tanaman-tanaman ini benar-benar terlihat seperti wortel, jadi bisa dengan mudah salah dikenali lewat penampilannya. Aku bisa memeriksanya dengan segera setelah mengambilnya jadi aku bisa tahu apakah ini aman atau tidak, memahami bahayanya. 
Berhubung sayuran normal bercampur dengan racun, makan waktu beberapa lama untuk mengumpulkannya dalam jumlah yang cukup. Setelah itu aku pergi ke padang rumput dan memutuskan untuk makan siang. 
Cuacanya bagus, aku mandi sinar matahari sambil berpiknik di padang rumput. 
“Aku akan melihat information board.” 
Tiba-tiba, kurasa pengetahuanku saat ini mengenai situasi kurang memuaskan. Baik mengenai situasi di sekelilingku, maupun tentang kondisiku sendiri. Kupikir aku mungkin sudah melewatkan sesuatu yang sangat penting. Aku mengeluarkan makan siang yang-mudah-dilahap dan memakannya sambil melihat-lihat pengumuman. Sekalipun itu tidak sopan, aku fokus pada efisiensi. 
Pengumuman tersebut terbagi menjadi beberapa kategori. 
Judul dari tautannya seperti berikut, Panduan Dungeon Reruntuhan Bagian 3Young beast yang lucu sekali :)Kehidupan aman semua orang,Foto-foto Monster Benua AsingInfo Pertukaran, Konsultasi Biaya, dan masih banyak lagi. 
Dari antara semuanya itu, aku memeriksa informasi yang berkaitan denganku. Seperti seorang anak kecil di toko permen, aku membuka tautan yang membuatku tertarik sekalipun itu sia-sia. 
Konfigurasi dan tipe dungeon; rekomendasi dan level Sense. Ada juga cerita mengenai kegagalan di tengah-tengah event. 
”Jika ada buah yang kelihatan enak, kemungkinan besar itu racun : ).” ”Karena status Confusion, kami menebas tiga anggota party kami :} .”, dan masih ada lagi. Sepertinya menyakitkan. 
Isi dari topik-topik tersebut ada yang menarik ataupun lucu, aku terhanyut saat membacanya. 
“Waa! Screenshot young beast?! Aku bisa mempostingnya di sini!” 
Tautan yang membuatku paling menjadi tegang adalah mengenai hewan-hewan kecil. Makhluk-makhluk fantasi, seekor naga hitam mini yang ditutupi dengan bulu-bulu lembut… seekor monyet perak yang melahap buah-buahan… 
Hewan-hewan kecil yang sebesar boneka mainan sedang bermain-main… 
“Haa, aku ingin satu rekan milikku sendiri secepat mungkin.” 
Mau tidak mau aku berpikiran begitu. 
“Fuu… ayo habiskan makan siangku dan berusaha yang terbaik siang ini… hei, mana makan siangku?” 
Makan siang yang kukeluarkan dan kutinggalkan telah menghilang dan bersih total, sebagai gantinya, aku menemukan seekor anak kuda putih bersih sedang meringkuk beristirahat dengan terkantuk-kantuk. 
Di depanku ada seekor anak kuda dengan surainya yang indah. Aku yakin kalau aku mengelusnya, surai tersebut akan terasa sangat nyaman untuk disentuh. Itulah isi pikiranku. Tapi mengingat keadaannya, kuda putih ini pastilah si pencuri yang mengambil makan siangku… 
“Hei kau, sejak kapan kau muncul?” 
Aku pasti tadi terlalu fokus pada information board sampai tidak memperhatikannya… pikirku. Tapi sepertinya aku salah. 
Begitu kuda putih itu melirikku, pemandangan di sekitarnya meliuk dan kuda tersebut menghilang. 
“…?‼” 
Akan tetapi, saat aku mengkonsentrasikan tatapanku pada lokasinya menghilang, aku melihat sosoknya dengan samar-samar. Si kuda putih itu tidak bergerak selangkah pun. Dia seakan membaca ekspresi terkejutnya, dan merespon dengan ‘bagaimana tentang ini, mengagumkan ‘kan?’. Hewan tersebut bertingkah dengan sangat congkak. 
“…kau punya fitur bersembunyi ya… mengesankan.” 
Sebuah kesan yang merupakan campuran dari rasa terkejut dan pujian meluncur dari mulutku. 
“Kalau aku tidak punya Discovery, aku tidak akan menyadarimu.” 
Sense Discovery memampukanku untuk menemukan orang yang tersembunyi dan tempat-tempat mengumpulkan item. Kalau bukan karena Sense ini yang membuatku dapat menemukan monster dengan mudah, si pencuri makan siang ini akan berhasil dengan tindak kriminalnya yang sempurna. Akan tetapi, sekalipun aku melihatnya dengan cermat, aku hanya dapat melihatnya secara samar-samar. Kalau aku melihatnya secara normal, aku pasti tidak akan menemukannya. 
Merasa seperti itu, aku bergumam pelan. Tanpa ada emosi tertentu, si kuda putih membalas hanya dengan mengibaskan ekornya sekali. Bagi kuda ini, aku mungkin hanyalah keberadaan yang tidak ada hubungannya. 
Kemampuan menyelinap kuda putih ini mungkin merupakan salah satu dari sifat individual yang dimiliki monster-monster kecil, sama seperti kemampuan Rickle untuk memanggil es. Walau begitu, dia tidak terlalu menunjukkan kesan baik padaku. Tidak ada perasaan bermusuhan, tapi juga kurang tertarik. 
“Kesampingkan itu, aku juga lapar, dasar pencuri makan siang. Yah, aku selalu bisa membuatnya lagi.” 
Membuatnya adalah hal yang mudah dan ada banyak bahan. Aku mengeluarkan peralatan memasak dan mulai membuat makanan. 
Si anak kuda memandangiku saat aku selesai menyiapkan makanan, dia berdiri perlahan dan kemudian menatap tumisan sayur. 
“…kau, kau baru saja makan dan mau makan lagi?” 
Saat dia mengangguk, aku menyodorkan sajian itu di depan si kuda muda. 
Memperhatikan dia yang sedang melahapnya, aku penasaran apakah aku bisa menyentuhnya sekarang? Dan terdorong oleh rasa penasaran, aku bergerak ke sebelahnya dan menyentuh tubuhnya. 
Sekalipun aku menyentuhnya dengan tanganku, dia sama sekali tidak merasa terganggu. *pat* *pat*…*cling* *cling* 
Dia tidak selembut monster kecil lainnya, tapi rasa nyaman ini mungkin akan berkembang menjadi sebuah kebiasaan. 
Khususnya saat jari-jemariku menyisir surainya yang panjang, cahaya menjadi berbaur secara acak. Cantiknya. 
“…kau, maukah kau ikut bersamaku?” 
Si kuda putih itu menolehkan kepalanya padaku dan menatapku dengan matanya yang jernih. Sepuluh detik, kemudian dua puluh detik, kesunyian berlangung lama. 
Tidak mau, ya. Tepat saat aku akan menyerah, dia menyundul perutku dengan kepalanya. 
“Hei‼ Jangan dorong aku!?” 
Kejadian mendadak ini membuatku terjatuh di atas bokongku, dan lututku terangkat, kakiku membentuk segitiga seperti ini —— , dan dengan demikian aku duduk dengan cara yang feminin. Si kuda putih mendekat dan meletakkan kepalanya di atas pangkuanku1.  
“Hei… apa maksudnya ini?” 
Dia hanya mengibaskan ekornya, lalu menutup mata sepenuhnya. 
Si kuda putih kemudian tidur siang. Aku masih belum memakan makan siangku, ‘kalau begini caranya aku tidak akan bisa memasak apapun.’ Meskipun berpikir demikian, melihat anak kuda yang berbaring nyaman seperti itu, aku merasa sebaiknya tidak mengganggunya. Aku memuaskan rasa laparku dengan memakan buah yang kukeluarkan dari dalam inventory
Aku menggenggam sedikit surainya di telapak tanganku dan menikmatinya, aku menepuk dahi dan surainya. Sepertinya ada sesuatu yang keras di dahinya, aku menyibakkan rambutnya yang lembut untuk memeriksanya. 
Tentunya, ada sesuatu yang lain di situ. Saat aku menyibak rambut di kepalanya yang sedang terbaring di pahaku, aku menemukan apa yang kuraba sebelumnya. 
“…ini—“ 
Aku mengerjap dan melihat ke langit untuk memastikan bahwa ini bukanlah sebuah halusinasi. Melihat reaksiku, si anak kuda mengangkat kepalanya sedikit. ‘Apa, ada keluhan?’, rasanya seperti itu. 
Karena, si kecil ini memiliki sebuah tanduk kecil. Aku tidak menyadarinya sebelumnya karena tertutupi rambut, tapi dia adalah seekor makhluk mistis terkenal yang memiliki sebuah tanduk yang tumbuh di dahinya, seekor Unicorn. 
Unicorn katanya hanya mendekati para gadis. Hei, aku bukan perempuan, aku laki-laki. 
Untuk sesaat aku penasaran apa iitu, dan mencapai kesimpulan tersebut. Kuda itu terasa sangat nyaman untuk disentuh, jadi kehadian sebuah tanduk tidaklah masalah. Ini juga tidak ada ruginya untukku. 
Dan sementara aku menikmati rambutnya yang berkilauan, kuda putih tersebut tiba-tiba merasa istirahatnya terganggu dan kemudian berdiri. 
“…? Ada apa?” 
Dia memutar-mutar lehernya beberapa kali, dan setelah menatap ke arah danau, dia tiba-tiba berlari ke arah sana. 
“Hei, tunggu!” 
Aku mengejar dengan tergesa-gesa. Kuda putih itu berlari menuruni bukit yang mulus dan memasuki hutan, dia berlanjut menerabas celah yang ada di antara pepohonan. 
“Kalau begini, aku bisa ketinggalan. «Enchant» ——Speed.” 
Supaya tidak kehilangan jejaknya, aku meningkatkan kecepatanku dan mengejarnya. Kuda putih itu menoleh ke belakang sekali untuk melihat bagaimana aku keadaanku, dan setelah memastikan bahwa aku mengikutinya, dia meningkatkan kecepatannya. 
“Sial! Ada apa dengannya tiba-tiba begitu?!” 
Aku melanjutkan sambil menghindari penghalang-penghalang seperti bebatuan dan akar-akar pohon. Melewatinya, aku mengabaikan semua monster unik yang terkadang kulihat, yang dapat memberikan item drop untuk mempertahankan diri. Aku merasa ini sangat-sangat sia. 
“Aku tiba-tiba mengejarmu, tapi ini sepertinya bukannya kau yang melarikan diri dariku, ya ‘kan——hei, ada orang!” 
Di bawah kaki kuda putih itu ada seorang player yang terbaring tertelungkup. 
Aku menyadari bahwa dia adalah seorang perempuan dari sosoknya yang kecil dan rambutnya yang panjang. Di sekelilingnya ada dua hewan, seekor Herbivoredan seekor Mill Bird
“Dia sedang diserang?! Sekarang ini——“ 
Aku mundur selangkah membuat jarak dari Mill Bird dan Herbivore. Terlebih lagi, si kuda putih memposisikan dirinya di antara player yang terbaring dan kedua monster itu. Player yang ambruk tersebut adalah prioritas. 
“Hei, kau tidak apa-apa?” 
“…Aku tidak bisa…bergerak.” 
“Apakah kau diserang oleh semacam monster?!” 
“…ma…ka...nan.” 
Haa? Sudah pasti, bukanlah hal yang wajar baginya untuk tetap memiliki HP yang penuh kalau dia diserang, dan sepertinya tidak sedang mengalami status abnormal. Juga, yang dia maksud dengan makanan… 
“…aku terjatuh.” 
Meskipun memiliki wajah yang cantik, dia mengatakan sesuatu yang mengecewakan. Aku mengeluarkan sebutir buah dan menyodorkan padanya. Dia menggenggam buah itu dengan tangan gemetar, dan karena betapa liar dia memakannya, kekagumanku padanya menghilang dalam sekejap. 
“Fuu…aku akhirnya pulih 30%.” 
“Kau akan makan lagi?” 
“Tidak, aku baik-baik saja, tapi mereka yang sudah dijinakkan ini yang membutuhkan makanan.” 
Dia menunjuk dengan jarinya saat berkata demikian, dia memanggil Mill Bird dan Herbivore yang tadi mengelilinginya. Sepertinya mereka bukanlah musuh tapi rekan…jadi begitulah sebenarnya. 
“Jadi kau punya Sense Taming?” 
“Ya, ayo membicarakan itu sambil kita makan…” 
Tidak, caranya berbicara membuatnya seakan akulah yang menyiapkan makanan. Itu bukanlah kalimat yang seharusnya dikatakan oleh seseorang yang baru saja ambruk, ya ‘kan. Aku hampir saja melontarkan ucapan tersebut, tapi aku menyadari sesuatu dan mengambil satu langkah mundur. 

“Telinga elf…” 
“Ah, iya. Memang telinga elf.” 
“Kenapa?” 
“Hm, aku bermain-main dengan bagian telinga saat pengeditan karakter. Aku ingin terlihat seperti seorang elf.” 
Hee. Aku meninggalkan settingan awal dari kamera, dan tubuhku juga dimodifikasi. Menjadi yang lebih feminin. 
Helaian rambut pirangnya yang tergerai lepas terangkat karena telinganya. Karena dia menunjukkan telinga lancipnya, aku mengamatinya dengan seksama untuk sesaat, tapi aku menyadari bahwa tidak seharusnya aku melongo melihat perempuan dan membuang muka. 
Aku mendengarkan ceritanya saat dia makan. Kelihatannya ketiga hewan tersebut telah menghabiskan semua makanan yang dia miliki. Hei, kuda putih. Kau sudah makan sebelumnya, bukan. Saat aku menatapnya, dia berpura-pura tidak tahu apapun. Ya ampun… 
“Sekarang, perkenalan diri. Aku Letia. Aku telah karakter berdasarkan gambaran dari rakyat hutan; para elf. Lalu, monster-monster jinak ini, Herbivore adalah Haru dan Mill Bird adalah Natsu2.”  
“Aku Yun. Seperti yang kau lihat, aku adalah seorang archer.” 
“Yah, aku bisa melihatnya. Dan aku menyarankan supaya kau mengubah itu secepatnya.” 
“Aku sudah dikatakan seperti itu oleh adik perempuanku. Akan tetapi, aku mulai menyukainya jadi biarkan saja…daripada itu, Letia, kenapa kau ambruk di tempat seperti ini?” 
“Itu…ada alasan kuat untuk itu…” 
Alasan yang kuat. Mungkin makanannya dicuri oleh seseorang, atau mungkin dia meninggalkannya saat melarikan diri… 
“Meskipun aku pergi ke dalam hutan dengan harapan untuk menemukan seekor young beast langka selama event, aku telah membagi-bagikan porsi makananku pada Haru dan Natsu… banyak hal telah terjadi.” 
“Tidak, aku tidak akan berkata ‘kau menuai apa yang kau tabur’, tapi makanan dapat dikumpulkan dari berbagai tempat. Dan kalau kau punya Sense yang berkaitan, kau bisa memeriksa item untuk memastikan apakah item tersebut aman ‘kan?” 
“Itu…memalukan, tapi aku sudah mengambil Light Element Talent untuk kegiatan di malam hari dan tidak bisa mendapatkan Sense baru lainnya.” 
Yup, dia menuai apa yang dia tabur ternyata. Aku menghela nafas lelah. 
“Kalau begitu kau bisa bergabung dengan party, atau melakukan barter dengan item yang kau punya untuk makanan.” 
Item konsumsi hanya memulihkan sejumlah kecil satiety, aku sudah memakannya. Beberapa kali aku mendapat status abnormal setelah aku memakan makanan yang kupungut.” 
Apakah itu sesuatu yang bisa dibanggakan?! Terlebih lagi, dia tidak memanfaatkan bahan-bahan tetapi malah memakannya… 
“Haa, ya ampun. Aku akan mengajarimu bagaimana membuat makanan yang aman. Kalau aku mengatakannya padamu tentang ini, kau akan bisa melihat detail dari item-nya. Sebagai gantinya, berikan aku bahan-bahan yang kau makan tadi.” 
“Dengan kata lain, meskipun sudah kenyang, aku akan makan secara berlebihan, ‘kan?” 
“Itukah yang kau khawatirkan?!” 
“Terlebih lagi, kau ingin aku makan bagian dari Haru dan Natsu… kau jahat.” 
“Entah kenapa, aku ingin protes…” 
Saat aku menukas secara menyedihkan dengan ekspresi yang acuh tak acuh, Letia menghela nafas kecil dan tersenyum. 
“Aku bercanda. Terima kasih karena memperhatikanku. Yun-kun adalah gadis yang lembut.” 
“Dengar, aku——“ 
“——Jadi, siapa nama kuda putih ini?” 
“Dengarkan apa yang kukatakan, dasar kau elf yang menyedihkan.” 
Aku tidak bisa menyampaikan bahwa aku adalah seorang laki-laki kepada Letia yang sedang bersama dengan Haru si Herbivore dan Natsu si Mill Bird yang perutnya membuncit. Yang paling membuatnya tertarik adalah si kuda putih. 
“Monster langka, ya. Aku menginginkannya. Apakah dia sudah dinamai?” 
“Tidak, sekalipun kau menanyakan sebuah nama kepadaku… benar.” 
Aku melihat si kuda putih untuk meminta persetujuan. Dia mendengus dan memalingkan muka. Aku belum memberinya nama dan dia belum menjadi rekanku. Setelah beberapa saat, dia menghilang entah ke mana. 
“Oh, dia hilang.” 
“Apa ada yang salah?” 
“Bukannya dia datang dan pergi begitu saja? Kesampingkan itu, ayo pergi mencari item yang sesuai. Aku akan memeriksanya untukmu. Kita akan membagikanitem yang terkumpul untuk kita berdua, apa itu tidak masalah?” 
“Ya, apakah yang beracun juga tidak masalah?” 
“Tidak apa-apa. Racun bisa dimanfaatkan sebagai material crafting untuk hal lain selain makanan. Kalau kau punya perkemahan di suatu tempat, kita bisa saling menukar bahan dan produk di sana.” 
“Aku mengerti. Ayo berusaha sebaik mungkin mencari.” 
Dengan ucapan itu, dia menggunakan kedua monster yang dijinakkan, Haru dan Natsu, lalu mulai mencari ke dalam hutan. 
Aku juga pergi ke dalam hutan untuk mengisi kembali bahan-bahan yang sudah habis kupakai. Juga, aku merasakan keberadaan dari kuda putih yang mengikutiku meskipun tadinya dia menghilang.
 “Jadi untuk contohnya, kalau kau mencampur herb beracun yang sudah kumakan untuk memulihkan satiety, kau dapat membuat obat yang bisa menyembuhkan dari status buruk yang mengurangi status.” 
“Tidak, sekalipun perkataanmu menggelikan, itu tidak sepenuhnya salah.” 
Di antara gunungan item yang kami kumpulkan bersama, ada banyak jenisnya. Aku ingin Letia mengingat semuanya. 
“Lihat, makan ini. Lalu, kau bisa makan ini juga.” 
“Mustahil. Kenapa kau bisa memakannya padahal tahu itu adalah racun…” 
“Jangan khawatir, kalau kau makan Antidote Grass dengan segera, kau bisa meminimalisir dampaknya.” 
“Walau begitu…” 
Saat ini, aku harus membuat Letia mengingat bahan mana yang berbahaya, secara harfiah membuat tubuhnya belajar. Ini yang disebut dengan Discerning. Terlebih lagi, saat kami bercakap-cakap, aku mengatakan padanya bagaimana caranya menggunakan setiap dari item ini. 
“Kalau kau punya Mixing dan bahan-bahan yang menyebabkan status abnormal serta pulih dari hal tersebut, kau dapat membuat bermacam item. Berikutnya, ini adalah bahan normal, tapi…” 
Sepertinya, kalau ini adalah item normal yang tidak ada kerugian pada mereka, maka para monster yang dijinakkan, Haru dan Natsu dapat memeriksanya. Sekalipun Letia dan para monster tersebut tidak mau memanfaatkan tanaman beracun, mereka memasukkan ke dalam mulut secara sukarela. Ini bukannya sedang menjahili mereka. 
“Uuu… ini adalah perkemahan, sekalipun aku memasukkan racun ke dalam mulutku, aku akan selamat.” 
Si gadis elf memasukkan bahan-bahan ke dalam mulutnya dengan acuh tak acuh untuk mengidentifikasinya, dia mengalihkan pandangannya kepada monster-monster yang dijinakkan. Hewan-hewan itu mengabaikan tatapan tuan mereka dan mengunyah bahan-bahan itu. Ini seperti melakukan sesuatu yang berbahaya yang harus dilakukan bersama rekan. Begitu aku berpikir demikian, aku merasakan perasaan tak masuk akal bahwa itu adalah sesuatu yang rumit dan menyedihkan. 
“Yah, sudahlah. Adalah hal bagus bisa bertahan hidup selama event ini. Karena itu, jangan terlalu berlebihan.” 
“Kau adalah orang yang misterius. Menolong seseorang yang ambruk dan mengajarinya cara untuk mempertahankan diri tanpa meminta apa pun sebagai imbalannya…” 
Aku sama sekali tidak membantunya dengan niat khusus di pikiranku… 
“Dan kau punya panah sebagai senjata. Aku bisa bersimpati karena aku juga punya Sense gagal.” 
“Hei, kau mau mengajak ribut di sini?” 
“Bukan begitu. Taming juga dianggap sebagai Sense gagal dan buntu, sudah banyak hal yang dikatakan padaku mengenai itu.” 
“Ah, ngomong-ngomong, aku pernah mendengar sesuatu seperti itu saat bertanya tentang Taming. Aku sudah mendapatkannya, tapi belum bisa menggunakannya.” 
Aku mengingat apa yang Letia katakan, Sense Taming adalah Sense mati. Kemungkinannya untuk menjinakkan monster adalah rendah, ini adalah Sense tak berguna yang membutuhkan sejumlah besar keberuntungan yang diperlukan agak dapat berjalan dengan baik. 
“Penyataan tersebut setengah benar dan setengah salah.” 
“Haa? Apa maksudmu?” 
“Pasti ada hal lain selain bergantung pada keberuntungan. Sebagai contohnya, untuk bisa mendapatkan mereka, tidakkah kau menyadari sesuatu?” 
“Umm, memberi makan kurasa?” 
“Tepat. Juga, kau bisa mendapatkan mereka dengan menunjukkan kemampuan bertarungmu dengan posisi Taming terpasang.” 
Tentunya, meskipun kau menggunakan Taming di pertarungan pada musuh, semua tergantung pada keberuntungan, tapi adalah hal yang mungkin untuk meningkatkan tingkat kesuksesan dengan beberapa metode. Kalau kau menggunakan metode terbaik yang sesuai dengan lawanmu, mereka kemungkinan besar akan menjadi rekanmu. Akan tetapi, elemen keberuntungan masih terlibat, dan lebih banyak percobaan yang mungkin diperlukan. Juga, kalau monster menjadi seekor rekan, dia akan menjadi sebuah item yang disebut Summoning Stone yang memungkinkan untuk memanggil mereka. 
Memanggil seekor monster dengan Summoning Stone menguras MP, jumlahnya ditentukan oleh tipe monster. Karena itulah, MP player membatasi jenis monster apa yang bisa dimanfaatkan dengan Taming
Kurang lebih seperti itu.” 
“Hmm.Begitu ya.” 
Aku memastikan sambil mendengarkan penjelasan Letia. Aku sekarang dapat melihat ujung dari pinggiran tumpukan item
“Haa?! Ada seekor hewan kecil.”
“Eh, tidak mungkin. Di mana…” 
Tatapan Letia tertuju ke punggungku, dia melihat ke arah yang kupandang dan dia melihat hewan tersebut berada di atas dahan pohon yang tebal. 
Itu adalah seekor makhluk dengan mata merah cerah dan bulu putih, hewan itu memiliki tubuh yang panjang dan kecil. Itu adalah makhluk yang mirip denganbiul atau semacam musang, dan dia menatapi kami. 
“Kalau begitu, ayo kita demonstrasikan apa yang kita bicarakan tadi. Ayo coba beberapa hal sebelum kita membuatnya menyerah dalam pertarungan.” 
Sambil berkata begitu, Letia mengeluarkan sebutir buah yang sudah diidentifikasi tidak beracun dan berbicara pada si kecil di atas pohon itu. 
“Lihat, ini makanan. Kemarilah.” 
Arah pandangan musang itu terfokus pada buah tersebut, seharusnya dia akan turun secepatnya. Akan tetapi, tidak seperti saat aku bertemu dengan hewan-hewan kecil sebelumnya, dia sangat waspada dan tidak mendekat. 
“Berikutnya, kau dapat mencoba memikatnya dengan memainkan instrumen musik.” 
Dia berkata demikian dan mengeluarkan sebuah seruling. Seperti yang diperkirakan, orang yang menganggap dirinya elf pastinya dapat mengeluarkan suara indah dari alat musik itu. Aku memiliki harapan yang tinggi, tapi —— 
*piyihoro~*, sebuah suara yang tak tergambarkan konyolnya berkumandang sia-sia menembus hutan. 
“Seperti inilah kau menggunakan sebuah Musical Instrument untuk memperdalam pertemananmu dengan monster tersebut.” 
“Sebelum itu, dia sudah berubah menjadi tegang karena terkejut! Musang itu mengolokmu!” 
“Aneh. Saat lawannya adalah goblin, dia melambaikan kedua tangannya dan mulai menari… yah, pertunjukkannya selesai. Ayo kita coba. Ini mungkin karena levelnya rendah.” 
Ini tidak bagus. Tepat saat aku berpikir demikian, suasana di sekeliling musang muda itu berubah. 
Sayangnya, begitu seruling tersebut berhenti bermain, yang tadinya waspada kini menjadi mengancam, hewan tersebut mencoba untuk mengintimidasi kami. 
“Hei, bukankah dia jadi marah sekali…” 
“Terkadang mereka berubah menjadi bermusuhan tanpa alasan saat proses membujuk. Tidak biasanya.” 
“Ini sama sekali tidak bagus! Hei, uwaa?!” 
Tapak musang tersebut diselubungi cahaya hijau pucat dan terdapat angin yang berpusar. Aku menghindari bilah angin tajam yang dilepaskan dari lambaian tapak hewan itu. Serangan tersebut meninggalkan sebuah goresan kecil di tanah. 
“Sebuah Kamaitachi3, ya. Dia bermusuhan sekarang, tidak ada pilihan selain mengalahkannya?” 
Aku menghunus pisau yang terpasang di sabukku, bermaksud untuk menghadapi pisau angin dengan benda itu. Letia dan kedua monster jinaknnya memposisikan diri mereka, tapi itu bukan berarti kami membentuk sebuah party. Kami memutuskan untuk tidak membuatnya agar menghindari menerima penalti. 
“Letia, apa yang harus dilakukan begitu ini berubah menjadi pertempuran?” 
“Sayangnya, aku tidak bisa bertempur dalam jarak dekat. Kebanyakan aku menyerahkannya pada Haru dan Natsu. Berusahalah!” 
“Haa, aku juga adalah seorang amatir saat berhubungan dengan pertarungan jarak dekat.” 
Jaraknya terlalu dekat dan akan sulit bagiku bermanuver dengan sebuah longbow. Meskipun aku mengeluarkan pisauku, akan lebih baik untuk memiliki taktik melarikan diri. Akan tetapi, dengan atmosfir ini, aku tidak bisa pergi begitu saja. 
“Aku akan pergi ke garis depan. Letia, bantu aku dari jauh supaya tidak menyebabkan kita mendapat penalti.” 
“Baiklah.”
Kedua monster jinak segera bergerak dan menempel dekat ke sisi Letia saat dia bergerak ke belakang. Aku akan melakukan serangan kejut…dan saat aku berpikir demikian, aku merasa sesuatu menangkap tanganku yang memegang pisau. 
“Kau…apa…”
Unicorn muda itu yang tadinya bersembunyi dari Letia sampai sekarang kini menarik lengan bajuku, membuatku tidak dapat mengayunkan senjata. 
Apakah dia berubah menjadi musuh? Kupikir begitu, tapi dia tidak terlihat sedang menyerangku. Dia tidak terlihat seperti musuh siapapun, tidak ada rasa permusuhan di matanya. 
“Dia datang!” 
“?‼ Sakit!” 
Baik si Unicorn muda maupun aku menerima serangan pisau angin dan HP kami berkurang. Aku mundur selangkah karena terkejut, tapi Letia seketika menyembuhkan lukaku dan si Unicorn dengan sihir penyembuhan. 
Bahkan setelah diserang dengan kamaitachi, Unicorn itu tidak menunjukkan rasa permusuhan apa pun padanya. Jangan bunuh dia. Sepertinya itulah yang dia katakan. 
“Aku mengerti. Kita hanya perlu meredam kekuatannya. Kalau itu tidak masalah, maka biarkan aku pergi.” 
Aku tidak tahu apakah dia mengerti perkataanku, tapi dia berhenti menarik lengan bajuku dan menjauhkan dirinya dariku. Sebuah cara untuk melumpuhkannya tanpa menumbangkannya, ada satu jalan. 
“Letia! Jangan berhenti menyembuhkanku! « Enchant» ——Mind.” 
Aku meningkatkan magic defence-ku dengan sebuah enchant dan mengambil langkah lebih jauh. Aku menerima bilah-bilah angin yang dilepaskan secara berturut-turut dengan tanganku yang bersilangan, sepertinya aku berhasil mengurangi jumlah dampak serangan yang diterima dibanding dengan sebelumnya. Dengan sihir penyembuhan yang dilancarkan padaku, aku mengurangi jarak dengan mantap. Serangan pisau angin tersebut sepertinya dilepaskan dalam kebingungan dan tidak stabil. Dan saat aku mencapai jarak di mana aku dapat meraihnya dengan tanganku—— 
“Jangan membuatku begitu kerepotan, ya ampun——“ 
Aku memercikkan cairan yang kukeluarkan dari inventory pada Kamaitachi itu. Segera setelah itu dia berhenti bergerak dan terjatuh. 
“Tidak peduli apa yang kubuat, pasti selalu ada gunanya. Sebuah obat pembuat status abnormal.” 
Sebagai respon dari obat tersebut, sebuah status abnormal Sleep muncul, Kamaitachi itu mulai tertidur nyenyak. Walau begitu, setelah ini dia mungkin akan terbangun kurang dari sepuluh detik. 
Dan kemudian si Unicorn bergerak maju dan berdiri di sebelahku, cahaya berkumpul di dekat dahinya dan menyentuh Kamaitachi yang tertidur. Dia memulihkan HP Kamaitachi yang berkurang dan status abnormalnya. Kami tidak melukainya sama sekali, itu pasti berarti dia terluka sebelumnya. 
“Oh, dia bangun.” 
Meskipun Kamaitachi dalam keadaan terkejut setelah terbangun, dia mengecek tubuhnya sendiri yang pulih dan setelah melirik pada Unicorn serta kami, dia melarikan diri dengan terburu-buru. Letia mengawasi dari belakang. Sekalipun dia bergumam menyesalinya, dia sama sekali tidak mengatakan apapun. 
“Terima kasih untuk bantuannya.” 
“Tidak, itu tepat sekali. Yun-san adalah orang yang misterius bagaimana pun juga. Yah, mengalahkan hewan langka seperti itu pastinya sia-sia. Kurasa itu adalah keputusan yang bagus.” 
“Itu bukanlah hasil pertimbanganku walau begitu. Hei, dia sudah menghilang.” 
Si Unicorn muda itu menghilang menggunakan kemampuan menyelinapnya tepat setelah itu selesai. Dia menjaga jarak menjauh. 
“Meski begitu, dia sepertinya terluka oleh seseorang sebelum bertemu kita.” 
Apakah ada player yang mengincar hewan-hewan muda, atau mungkin dia bertarung dengan monster lain? 
“Entahlah. Hm, matahari terbenam akan segera tiba. Apa yang akan kau lakukan, Letia?” 
“Aku akan membuat perkemahan di tempat yang tepat lalu pergi tidur.” 
“Kalau begitu kita akan berpisah di sini.” 
“Sepertinya begitu. Kali berikutnya, itu adalah kehendak takdir.” 
Dia berkata demikian, dan setelah mengajak rekannya dengannya, Letia pergi ke dalam hutan dan tidak lagi terlihat tak berapa lama kemudian. 
“Sekarang, kita harus kembali pulang juga… Hm? Apa ini?” 
Di tempat di mana Kamaitachi tadi berada, ada sesuatu yang bersinar redup. Itu adalah cincin logam yang berwarna kemerahan. Karena aku tidak bisa melihat detailnya, menggunakan Sense  Craftmanship, aku memeriksanya.

Wrath Ring Ornament
DEF+15 MIND+15 Additional Effect : Anger 3

Ini adalah equipment berbahaya. Akan tetapi, kenapa berada di tempat seperti ini? Saat aku memeriksanya lebih dekat, aku menemukan pola yang anehnya tampaknya tidak menyenangkan. 
“Yah, tidak peduli bagaimana pun aku memikirkan tentang hal ini, aku tidak akan menemukan jawabannya. Mari letakkan saja benda ini di inventory.” 
Aku bergumam demikian dan kembali ke perkemahan. Unicorn itu mengikuti selama setengah perjalanan, tapi saat dia melihat Magi-san dan yang lainnya di perkemahan kami, dia kembali melarikan diri untuk bersembunyi. 
Kita akan bertemu lagi jika takdir menginginkannya, aku menyimpan perkataan itu di sudut kepalaku dan melaporkan hasil hari ini pada yang lainnya. 


Footnote :
1.    Pangkuan : Untuk bisa lebih mendeskripsikan posisinya, bisa dilihat dari contoh gambar ini [http://i.imgur.com/WWfxkR6.jpg ] Kira-kira seperti ini…
2.    Haru…Natsu… : Haru berarti musim semi, Natsu berarti musim panas. Letia menamai monster jinaknya berdasarkan nama musim.

Only Sense Online Jilid 2 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.