22 Januari 2016

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo? Jilid 3 Bab 7 LN Bahasa Indonesia


MONDAIJI-TACHI GA ISEKAI KARA KURU SOU DESU YO
JILID 3 BAB 7

Bagian 1
Saat Leticia mendengarkan cerita Izayoi, dia merasakan hawa dingin menyebar di seluruh tubuhnya.
Pikirannya fokus sepenuhnya, benar-benar fokus sepenuhnya pada sebuah doa atas satu harapan.
Seandainya itu dapat mengubah fakta.
Seandainya itu dapat cukup untuk mengubah lintasan bintang-bintang.
Dia telah mempersiapkan dirinya mempertahankan tekad untuk berdoa berjuta-juta milyar kali.

—Kuharap ini adalah sebuah kesalahan.
—Kuharap ini adalah orang yang salah.
—Kumohon, kumohon biarlah itu adalah orang lain yang memiliki nama yang sama secara kebetulan.

Kalau tidak……Akan ada seorang gadis yang telah berusaha keras sejak tiga tahun yang lalu hingga sekarang tanpa ada jalan untuk mendapatkan balasannya.

Bagian 2
Saat Izayoi menyelesaikan sembilan dari sepuluh bagian tumpukan itu, hujan telah mulai turun di luar.
Awalnya berpikir bahwa itu akan menjadi hujan yang singkat, dia tidak menyadari bahwa intensitasnya telah berubah menjadi hujan yang begitu lebat dan deras.
Angin yang bertiup ke arah bingkai jendela yang longgar menyebabkan suara yang mengganggu dan membuat tetesan hujan beralih haluan secara horizontal mengenai kaca jendela.
Izayoi mulai berbicara pada dirinya sendiri sambil memandang ke halama yang mendapat pengairan langsung dari hujan yang lebat itu.
“……Kalau diingat-ingat lagi, hari saat Canaria dan aku bertemu juga hujan seperti ini.”
Izayoi tertawa serak saat dia mengingat kembali peristiwa di masa lalu.
Izayoi bukanlah tipe yang akan membenci suara dari tetes air hujan yang mengenai bingkai jendela dan dia selalu toleran dengan perbedaan suara air yang mengenai permukaan yang berbeda. Karena itulah dia memutuskan untuk bersandar pada salah satu jendela untuk melanjutkan membedah isi dari ‘surat wasiat terakhir’ itu dengan suara percikan tetesan hujan sebagai suara latar belakang.
[Ibu Bodoh itu……Malah meninggalkan tumpukan kertas wasiat semacam ini dan isinya hampir lengkap dengan kenangan-kenangan! Aku bahkan tidak peduli apakah dia harus membuat satu atau dua kebohongan, tapi dia benar-benar tidak peduli tentang menarik perhatian pembaca?]
Izayoi menggelengkan kepalanya tidak setuju.
Isi dari wasiat Canaria benar-benar hanya kenangannya yang tidak berbeda dari menulis sebuah autobiografi.
Dari hari berbadai hebat yang mereka alami sampai ke pengalaman yang mereka dapat saat dia membawa Izayoi berkeliling dunia.
Mereka telah pergi ke setiap 3 Air Terjun Terbesar Dunia untuk menantang legenda-legenda urban [Iblis yang bersembunyi di dalam Air Terjun].
Dan pernah meragukan apakah benar Bumi itu bulat? Ataukah hanya permukaannya datar yang melebar keluarkah yang disebut dunia? Karena itulah menggunakan perahu mereka sendiri untuk memastikan pelayaran mereka.
Kenangan antara mereka hampir menghabiskan 600 halaman.
……Untuk mengatakan perasaan timbul dengan cara yang terus terang, kau bisa katakan bahwa Canaria sudah jelas jenis orang tua yang serius memanjakan anak-anaknya.
[……Lupakan. Kurasa ini masih tidak masalah karena aku benar-benar bersenang-senang saat itu.]
Hujannya semakin lebat. Mungkin ini efek samping karena mendapat cuacat bagus  selama beberapa hari berturut-turut, hujan deras tidak menunjukkan tanda-tanda melemah dalam waktu dekat. Izayoi sedang memandangi pemandangan di luar jendela saat dia menyadari satu kenangan yang belum dituliskan.
[Benar……Saat kami pergi untuk melihat medan pertempuran. Itu sama sekali tidak disebutkan olehnya.]
Izayoi menyentuh embun yang terbentuk di jendela saat dia ternyum masam.
Selama itu adalah lokasi yang Izayoi ingin tuju, Canaria pasti akan membawanya ke sana.
Sama sepertinya keinginannya untuk melihat pemandangan tepi sungai yang indah, Canaria telah membawanya untuk melihat 3 Air Terjun Terbesar di Dunia dan Kota Air1.
Ingin melihat pemandangan yang, seperti Gunung Kilimanjaro, Gunung Everest, Gunung Fuji atau tempat yang lainnya, Canaria akan selalu membawanya serta.
Sedangkan saat ketika Izayoi meminta untuk melihat medan pertempuran—Canaria telah membawanya ke tempat yang paling menyedihkan di dunia untuk dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Pada akhir perjalanan, Canaria telah menginformasikan Izayoi bahwa dia tidak akan pernah membawa Izayoi ke tempat semacam itu lagi.
Kalau Izayoi ingin melihat medan pertempuran, dia harus bergantung pada kedua kakinya sendiri dan ketetapan hatinya. Dan itulah pertama kalinya Canaria meninggalkan dia dalam keadaan marah. Karena itu, Izayoi juga telah bersumpah untuk tidak menginjakkan kaki di medan perang selama Canaria masih hidup.
……Itulah tingkat kepercayaan yang mereka bagi antara mereka berdua. Izayoi yang baru saja menyadarinya sekarang, mau tidak mau tersenyum miris.
[……]
Tujuh tahun yang dia habiskan bersama Canaria saat dibandingkan dengan sepuluh tahun sebelumnya, perbedaan antara rasa kepuasan diri dari kedua masa kehidupan itu bahkan tidak perlu dibandingkan.
Itu adalah sebuah masa di mana Izayoi dapat dengan bangga membusungkan dadanya dan mengatakan [Hari-hariku menyenangkan] untuk dengan jelas menggambarkan saat yang dia habiskan.
Akan tetapi, sekalipun begitu…… Kalau kau tanya apakah celah di hati Izayoi telah terisi atau belum? Jawabannya adalah tidak.

Izayoi telah menghadapi iblis yang berdiam di Air Terjun Iguazu2 dan kembali dengan selamat untuk menceritakannya, yang merupakan sebuah pencapaian bagi umat manusia.
—Akan tetapi, iblis yang dibicarakan itu tidak ada.
Saat usia mudanya sekitar 10 tahun, dia telah berjalan melewati selurug Gunung Kilimanjaro yang dikatakan dihuni oleh seorang dewa. Dan pemandangan gunung yang dia lihat benar-benar misterius.
—Tapi, dewa tersebut tidak ada juga.
Apakah Bumi benar-benar bundar? Dunia tidak melebar seperti sebuah pesawat? Izayoi telah mengungkap seluruhnya tentang misteri dari ketujuh samudera.
—Akan tetapi, itu adalah kenyataan yang sudah diketahui.
Setelah mengalami banyak hal dalam perjalannya, Izayoi akhirnya mengerti.

Keajaiban dunia terhebat yang ada tidak lain adalah Izayoi sendiri.

—Setelah itu, rasa ingin tahu Izayoi dan rasa hausnya akan kesenangan mulai menyusut menjadi ketenangan. Dan setelah dia diberikan tempat beristirahat di Panti Asuhan CANARIA, Izayoi tidak pernah melakukan pelanggaran hukum serius apapun.
Mudahnya, manusia normal adalah jenis makhluk hidup yang dapat dengan mudah dihancurkan atau ditembak mati.
Dan kenyataan itu menjadi belenggu dalam diri Izayoi, sebagai tambahan untuk hati nurani dan akal sehatnya.
Kalau Izayoi ingin melanjutkan hidup dengan masyarakat sosial, dia harus bisa mencocokkan diri dengan standar orang lain.
—[Langit tidak menciptakan orang lain yang melebihiku].
Itu bukanlah sebuah metafora. Izayoi mengetahuinya sebagai fakta yang sangat tidak menarik.
Setelah Canaria wafat, senyuman Izayoi yang tersisa hanyalah senyum yang mengejek dunia yang membosankan tempatnya hidup.
[……Kurasa aku sebaiknya melanjutkan untuk menyelesaikan sisanya.]
Jika dia mulai berfilsafat, dia benar-benar akan bergerak ke tahap usia tua, Izayoi berpikiran demikian saat dia berjalan kembali ke meja.
Dan ternyata masih ada enam puluh halaman lagi. Itu benar-benar menjengkelkan.
Walau kesal, aku mungkin sebaiknya membaca dengan sangat cermat sampai pada setiap kata dan baris untuk menemukan tata bahasa atau ejaan yang salah! Izayoi yang berpikir demikian menangkap sekilas baris terakhir dari sisi lain halaman yang dia pegang.
“—Ah, benar. Itu benar. Aku hampir lupa. Kau pasti sedang mengenakan jam tangan digital juga hari ini, ‘kan? Kalau begitu, kurasa kali berikutnya kau melihat jam tanganmu, tanggal dan waktunya pastilah 5/5 15:49 48.27 detik.”
“Apa?”
Izayoi mau tidak mau terkejut sendiri saat dia melihat jam tangannya karena refleks.
Angka yang tertera di jam tangan digitalnya adalah 5/5 15:49 48.27 detik.
“……Oh? Apa ini?”
Suara Izayoi terdengar begitu senang.
Tidak perlu dikatakan, halaman-halaman sebelumnya adalah bagian dari wasiat dan keinginan terakhir. Terlebih lagi, Izayoi tidak mengatakan pada siapa pun tentang rencananya untuk datang hari ini. Malahan, dia memilih hari ini hanya karena dia merasa menginginkannya.
Dapat memprediksi dengan tepat tindakan Izayoi sampai ke detiknya, itu bukanlah hal normal yang bisa dilakukan.
“Ha! Apa itu! Sampai bisa meninggalkan trik semacam ini. Benar-benar seorang Itsuki! Aku sepertinya tidak bisa membayangkan trik di baliknya juga! Nenek bau itu!”
Meskipun dia mendengus mengumpat seperti itu, Izayoi sebenarnya sangat senang dan perasaan ini adalah hal yang sudah lama dia tunggu.
—Itu benar. Harusnya seperti ini.
Membuat kontrak denganku, wasiat dari wanita yang berjanji untuk membiarkanku bermain sepuasnya sepanjang hidupku, seharusnya tidak hanya menulis tentang kenangannya dan berakhir begitu saja.
Izayoi yakin bahwa sisa enam puluh halamannya berisi dengan dengan kejutan terakhir Canaria untuknya saat dia lanjut membacanya.
“Bukankah sudah kubilang sebelumnya, jangan memanggilku Nenek bau, ‘kan?”

“—Huh—!”
Izayoi berdiri dengan penuh antusias. Dan mulai mengamati sekelilingnya, memastikan bahwa tidak ada kamera pengintai atau alat mencurigakan lainnya.
Tentu saja, dia tidak menemukan satu pun. Membicarakan benda mencurigakan di ruangan ini, itu pastilah hanya si pria berjas buntut yang bersembunyi di sudut.
Izayoi menyunggingkan senyumannya saat dia kembali menyadarinya. Perkenalan di dua halaman ini benar-benar aneh dan kelihatan seakan baru ditulis setelah mendengar perkataan Izayoi pada dirinya sendiri.
“Ha…… Ini benar-benar menarik! Seperti yang diduga dari kejutan terakhir buatan Canaria, ini sepadan dengan waktuku!”
Izayoi mengendalikan debar jantungnya yang bersemangat saat dia memastikan tulisan tangan di wasiat itu pertama-tama.
Akan tetapi, tidak diragukan lagi itu adalah tulisan tangan Canaria sendiri.
……apakah itu ditulisnya saat dalam kondisi setelah mendapat ramalan masa depan sebelum kematiannya? Meskipun itu adalah hipotesis yang sangat bagus, sayangnya Izayoi telah lulus dari imajinasinya lima tahun lalu. Jadi meskipun dia terkejut, dia tetap terus membaca wasiat itu
“Baiklah, kurasa kau seharusnya sudah menebaknya secara kasar. Ini adalah permainan terakhirku. [Penyelenggara]nya adalah ‘aku yang tidak ada’, lawannya juga adalah ‘aku yang tidak ada’, persyaratan tantanganya juga adalah aku. Karena itu, hanya ada satu kondisi kemenangan untuk Izayoi-chan! Syaratnya adalah untuk menemukan ‘aku’ dan ‘kau’ yang tidak ada dan menyerahkannya ke pintu masuk—!]
*Swish!* Dalam situasi yang tidak ada peringatan terlebih dahulu, seluruh tumpukan wasiat dan keinginan terakhir mulai bertebaran ke atas dan ke seluruh ruangan sebelum keluar untuk mendarat di berbagai tempat di panti asuhan CANARIA.
Atap, halaman, koridor, area penerima tamu, ruangan-ruangan dan kamar tamu.
Wasiatnya bahkan menuju ke lusinan tempat lainnya. Ini adalah fenomena tidak biasa dari wasiat tersebut yang membuat Izayoi untuk sesaat tercengang, tapi pada saat ini, selembar wasiat melayang ke tangannya yang terulur, dan isinya membuatnya segera terhenyak saat dia berhasil melihatnya dengan jelas.
“Sebagai tambahan, kalau kau masih belum bisa menebaknya dalam waktu 1800 jam—aku akan membawa semua orang bersamaku sebagai hadiahnya.”
“……Apa?!”
Izayoi merasakan firasat yang sangat buruk. Mengenalnya lebih dari siapa pun, Canaria tidak pernah menulis peraturan yang keliru saat dia adalah [Penyelenggara] game. Dengan segera terburu-buru keluar dari kamar, Izayoi menuju ke area penerima tamu di pintu masuk.
Dia kemudian memeriksa kamar Homura dan Suzuka serta yang lainnya juga, memastikan ruangan lainnya. Akan tetapi, tidak peduli ke mana dia pergi, semuanya sama.
Tidak ada siapa pun.
Izayoi sangat terkejut dengan perkembangan sampai saat ini, secara alamiah memeriksa waktunya.
Waktu saat ini adalah 16.00.
Dan itu adalah waktu yang sama dengan menghilangnya semua orang di panti asuhan Canaria.

Bagian 3
—[Kota Bawah Tanah Underground], di depan reruntuhan yang tadinya adalah Asrama.
Setelah pertempuran melawan invasi suku Titan, Yō mengarah ke area sebelum asrama. Meskipun itu ditahan dengan bantuan dari akar pohon, bagian dalamnya tetaplah asrama biasa.
Jika ada sebuah lubang terbentuk di lantainya, pastilah akan runtuh; jika pilarnya terbelah dua, strukturnya juga akan akan hancur.
Tidak perlu dikatakan lagi, bagian dalamnya hancur karena lengan tebal dan kuat dari Titan yang pastinya membentuk tumpukan puing yang sepertinya hancur menabrak permukaan tanah yang datar.
Dan Yō sedang menggunakan angin untuk meniup menjauh potongan-potongan puing untuk mencari headphone Izayoi.
[Kumohon tetaplah selamat…..Kalau headphonenya rusak……]
Yō terus berdoa dalam hatinya yang bersedih. Hatinya kini benar-benar sepenuhnya kalut dengan banyaknya kejadian yang terus muncul silih berganti.
Di antara semua hal yang memberatkan hatinya, yang paling memberikan tekanan adalah—
[Bahkan setelah datang ke Sisi Selatan……Aku……masih belum bisa membuat perkembangan apapun!]
Saat dialah yang bertekad kuat sejak awal.
Dan itu melalui pengorbanan hak temannya yang membuatnya dapat melakukan perjalanan ini.
Tentu. Dia berpatisipasi dalam pertempuran juga. Tapi itu meninggalkannya dengan rasa kekalahan yang buruk pada saat yang paling krusial dan tidak menguntungkan. Dia merasa dia akan kehilangan rumahnya saat ini kalau headphone itu juga rusak.
Doa sungguh-sungguh yang diulang-ulangnya tidak terjawab saat headphonenya ditemukan di bawah tumpukan puing……
“……AH……”
Benda itu sudah rusak dan terlihat seperti kepingan hancur yang jika seseorang melihatnya dengan sungguh-sungguh, sebuah logo lidah api dapat terbentuk dari sisa-sisanya.
Kalau hanya sebuah retakan di permukaan luarnya, mungkin masih ada kesempatan itu bisa diperbaiki dengan sebuah keajaiban dari Little Garden.
Akan tetapi, headphonenya rusak terlalu parah. Hancur menjadi kepingan-kepingan kecil. Begitu hancur sampai Yō menyerah untuk berpikir memperbaikinya pada tatapan pertama. Menyerah begitu saja akan pecahan-pecahan dari sisa-sisa benda tersebut.
[Apa yang bisa kulakukan sekarang……Karena headphone yang begitu disayangi Izayoi……]
Itu benar. Ini adalah headphone yang bahkan dapat menyebabkan Izayoi mengesampingkan keinginannya untuk berpatisipasi di Festival Panen tidak peduli bagaimanapun caranya, hanya untuk mencari benda berharganya ini. Hanya untuk mencari ini, Izayoi memilih untuk tetap tinggal di Community Ground dan memintaku untuk menggantikannya datang kemari dan menyemangatiku untuk berjuang……dan pada akhirnya……kalau benda berharga ini dikenali sebagai sesuai yang kucuri……semua hal berharga yang sudah kudapat setelah tiba di Little Garden akan runtuh.
“……Kasukabe-san? Ada apa?”
Tubuh Yō sedikit tersentak. Derap langkah teman-temannya yang semakin datang mendekat, sekarang terdengar seperti suara dari Dewa Kematin yang menghampiri. Debar jantungnya begitu cepat dan liar, sampai hampir meledak.
“Ka……Kasukabe-san? Kau……Wajahmu pucat sekali! Kau baik-baik saja?”
“A……Asuka……”
Merengkuh logo lidah api di tangannya, Yō berdiri dengan goyah.
Tepat saat indera Kasukabe dikuasai oleh pemikiran lemah [Melarikan diri]—sebatang akar pohon yang patah dari Pohon Besar jatuh ke atas kepalanya.

Bagian 4
—[Underwood] Markas Festival Panen
Kuro Usagi dan Jin diminta untuk bertemu dengan Sala setelah percobaan invasi ke Underwood. Selama invasi suku Titan, Jin yang sudah diminta dan berada di Markas bersembunyi di bagian dalam Pohon Besar.
Sekalipun dia sangat malu akan dirinya yang tidak bisa bergabung di dalam pertempuran, dia tahu bahwa ini bukan waktunya untuk mengkhawatirkan hal semacam itu saat ini.
Jin dan anggota [Will-O'-Wisp] yang dipanggil ke Markas seperti [No Name], mengajukan pertanyaan mereka pada Sala.
“Sala-sama, apa yang terjadi? Bukankah Raja Iblis yang menyerang [Underwood] 10 tahun lalu sudah dihancurkan?”
Mendengar pertanyaan Jin, Sala bersandar pada kursinya dan memiringkan dagunya ke atas meregangkan ke belakang dengan kepala menghadap ke langit-langit.
“……Maaf. Aku sebenarnya tadinya berpikir untuk mengatakan pada kalian mengenai detailnya malam ini. Tapi aku sama sekali tidak mengira mereka untuk bertindak secepat itu. Malahan, aku punya alasan lain mengundang Komunitas kalian untuk datang ke [Underwood]……Maukah kalian mendengarkanku?”
“Ya.”
“Yahoho……Nn. Jika hanya mendengarkanmu, tidak perlu kami menolaknya.”
Jin membalasnya dengan cepat sementara Jack tersenyum mengelak.
Sala menyandarkan tubuhnya maju saat dia memulai penjelasannya.
“Kurasa kalian sudah mendengar bahwa [Underwood] sebelumnya diserang oleh seorang Raja Iblis, ‘kan?”
“Ya. Kudengar itu adalah peristiwa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu.”
“Itu benar. Sekalipun kami berhasil mengalahkan Raja Iblis, kami mengalami luka serius. Terlebih lagi, Grup Tersisa dari Raja Iblis kelihatannya cenderung untuk menujukan pembalasan mereka pada [Underwood].”
“……Grup Tersisa yang kau sebut sebelumnya adalah suku Titan yang tadi?”
“Itu benar. Akan tetapi, itu mungkin bukan hanya suku Titan. Setelah memeriksa lapangan sebelum ini, situasi dari sekeliling sangat aneh seperti yang kutakutkan. Bahkan para Peryton yang memimpin Eudemon Man Killer juga mulai berkumpul. Para Gryphon yang tidak merespon pada intimidasi tersebut, kelihatannya sangat mungkin karena sebuah mantera tertentu yang mengendalikan mereka.”
“Aku mengerti……Tapi suku Titan tadi berasal dari suku mana? Kuro Usagi sepertinya sama sekali tidak ingat pernah melihat topeng semacam itu.”
Sala merespon dengan sebuah “Nn” sebelum terdiam sesaat. Sepertinya menemui kesulitan untuk mengekspresikan pikirannya dalam kata-kata, dia melanjutkan dengan perlahan :
“Sisa-sisa dari grup Raja Iblis itu……adalah keturunan dari pada Titan yang telah melarikan diri ke dalam Little Garden dan menjadi keturunan campuran.”
“Jadi begitu,” Kuro Usagi menganggukkan kepalanya.
“Banyak dari suku Titan di Little Garden adalah sisa-sisa pasukan yang lari dari dunia lain setelah kalah dalam pertempuran mereka. Salah satu yang paling penting adalah para Formorian dan Mitos Celtic, bahkan ada mereka yang datang dari daratan Nordik. Dan karena mereka telah mengalami derita kekalahan dan melarikan diri, karakter mereka sekarang lebih damai, tidak haus akan peperangan tetapi menjadi sebuah suku yang mengkhususkan diri dalam kerajinan tangan……Namun, ada sekelompok kecil yang mendapatkan Grimoire yang disebut <The Book of Invasion> lima puluh tahun lalu dan mulai menggunakan <Authority of a Host Master> untuk mendominasi suku Titan. Itulah asa mulanya.”
Telinga kelinci Kuro Usagi terjatuh seperti berpikir keras.
“<The Book of Invasion>? Apakah itu game yang disebut ‘Labor Gabala’?”
“Apakah kau thu apa itu ?”
“Ya. Sekalipun aku tidak bisa mengatakan bahwa aku benar-benar mengethauinya, tapi aku sebelumnya mendengar informasinya secara singkat. Kudengar bahwa [Authority of Host Master] ini didapatkan dari buku berbeda yang disebut <Erin Grimoire> dan benda itu dapat secara paksa memulai sebuah Game yang meletakkan wilayah sebagai taruhan.”
“Itu benar. Di antara [Authority of Host Master], ini bisa dikatakan sebuah kemampuan yang sangat normal. Dan dengan kemampuan inilah orang-orang itu dapat secara perlahan memperluas dan mengembangkan Komunitas mereka menjadi lebih kuat.”
—Akan tetapi, grup Raja Iblis tersebut telah dikalahkan di dalam pertempuran.
Para suku Titan telah kembali menjadi sebuah grup yang tidak terorganisir yang kehilangan pasukannya.
Dan karena Sala telah menggambarkan mereka sebagai sebuah ras yang damai, kalau begitu kenapa mereka melanjutkan serangan mereka ke [Underwood]?
Pada saat ini, Sala bangkit berdiri dari kursinya dan menggulung bendera Aliansi yang tergantung di dinding.
Mengambil sebuah batu yang seukuran tengkorak manusia dari penyimpanan rahasia di balik bendera, dia memperlihatkannya pada yang lainnya.
“’Mata’ ini adalah target mereka.”
“……’mata’? Maksudmu potongan batu itu?”
“Nn. Sekalipun saat ini disegel…..tapi jika ini dilepaskan, dikatakan bahwa ini dapat menyapu seratus Divine Spirit dalam sekali tarikan napas.”
Ruang VIP itu tiba-tiba dipenuhi dengan suara keras menarik napas mereka.
Kuro Usagi dan yang lainnya baru saja bertempur melawan Raja Iblis dari level Divine Spirit sebulan yang lalu dan mereka mengerti kekuatan dari dari Divine Spirit. Akan tetapi, Sala saat ini memiliki sebuah benda yang dikatakan memiliki sebuah kekuatan yang dapat dengan mudahnya menyapu seratus dari level Divine Spirit itu. Kuro Usagi merasakan hawa dingin yang menuruni tulang punggungnya saat dia bertanya dengan sangat hati-hati:
“Gift apakah itu?”
“……Ini adalah ‘The Death Eye of Balor’3.”
*Braak!* Jin dan Kuro Usagi berdiri terkejut.
“De…De...Death Eye Balor!”
“Kau…Kau sedang bercanda, ‘kan?! Berbicara tentang [The Death Eye of Balor], itu adalah Death Eye terkuat dan paling mengerikan dalam mitos Celt! Itu adalah mata Raja Iblis yang dapat membunuh hanya satu tatapan Gift itu!”
Wajah Kuro Usagi memucat dan sikapnya menjadi berlebihan. Akan tetapi, melihat bagaimana brutalnya benda itu, reaksinya adalah sesuatu yang sangat normal yang orang bisa perkirakan.
—[The Death Eye of Balor] adalah Gift Godly Eye yang dapat mengakibatkan kematian pada yang lainnya.
Itu juga dapat ditelusuri kembali di Mitos Celt pada abad 5 SM, Mystic Eye tersebut tercatat dimiliki oleh Raja Balor dari ras Titan. Legenda mengatakan bahwa jika mata itu terbuka, maka dia akan bersinar seterang matahari dan mengakibatkan kematian pada saat yang sama.
Jika angin adalah medium penyebab kematian untuk [Black Death Demon Lord]—
Maka, mata magis [The Death Eye of Balor] yang disertai dengan cahaya dapat dengan kuat mengakibatkan kematian.
“Tapi [The Death Eye of Balor] seharusnya sudah musnah bersamaan dengan kematian Balor. Kenapa itu masih…”
“Tidak ada hal yang aneh tentang ini. Setelah beberapa penelitian, aku mempelajari bahwa dewa-dewa Celt kebanyakan adalah mereka yang telah menerima Divine spirit. Dan karena itu, tidak akan begitu mengejutkan untuk melihat hari di mana Balor kedua muncul.”
—Seperti yang Sala katakan. Dengan mengumpulkan kecakapan, memang benar bahwa seseorang bisa mendapatkan jumlah yang dibutuhkan untuk naik ke level Divine spirit.
Contoh yang sangat bagus adalah [Black Death Demon Lord].
Selain 80 juta jiwa, dia juga telah menyerap rasa hormat dan takut yang disebabkan oleh [Piper of Hamelin], dan naik ke level Divine spirit dengan cara itu.
Kenaikan ke Divine Spirit adalah dengan melewati tes [kumpulkan pengikut lebih dari jumlah tertentu] untuk menerima Gift tersebut.
“Um… Seperti yang kau katakan, itu benar……Lebih dari setengah dewa-dewa Celt bisa mendapatkan pengikut mereka dari kekuatan negara mereka. Dikatakan alasan di balik itu adalah karena kepercayaan kepada kelompok Druid yang memiliki kekuatanya sendiri, mendedikasikan diri mereka untuk memuja leluhur dan alam sebagai aliran utama kepercayaan mereka…”
“Itu benar. Selama ada sekumpulan besar pemercaya dari umat manusia, seseorang dapat menjadi seorand dewa. Mitos Celt adalah contoh yang jelas tentang itu. Dan justru karena itu berada di dalam Little Garden, jumlah Titan yang kebetulan terbangun karena [The Death Eye of Balor] tidaklah selangka itu. Cara lain untuk menjelaskannya adalah mungkin karena efek dari <The Book of Invasion> yang mengakibatkan replikasinya.”
Saat kata-katanya berakhir, Sala mengalihkan tatapannya ke bawah.
Melihat mata yang dijiwai oleh kekuatan seorang Raja Iblis.
“Kurasa orang-orang itu ingin untuk mengambil mata dewa ini bahkan sekalipun mereka harus menggunakan cara-cara yang tak bermoral. Sekalipun kekuatan sebenarnya benda ini tidak dapat dilepaskan tanpa kecocokan elemen, ini masihlah Gift yang sangat kuat. Kurasa mereka akan terus memanfaatkan kesempatan saat kita sibuk mengadakan Festival Panen dan tidak dapat mengalihkan perhatian kita untuk melancarkan serangan kita yang selanjutnya.”
“Yahoho…… Jadi, maksudmu adalah supaya kami memberikan bantuan dan melindungi Kota dari kehancuran?”
Jack dan Ayesha bahkan tidak repot-repot menyembunyikan ekspresi jijik mereka. Sekalipun mereka berdua memiliki kemampuan tempur, Komunitas [Will-O'-Wisp] mereka tidak beorientasi untuk bertarung tidak peduli bagaimana kau melihat mereka, mereka masihlah sebuah Komunitas yang berfokus pada Kerajinan Tangan.
Jika ini sama dengan situasi sebelumnya di mana mereka secara paksa terlibat, itu akan menjadi persoalan yang berbeda. Tapi untuk berada di sisi yang memulai perang akan mendesak moto mereka sedikit terlalu jauh.
Menggoyangkan kuncir duanya, ekspresi Ayesha terlihat kebingungan.
“Memang benar kalau Willa Onee-san itu kuat, tapi karakternya sama sekali tidak cocok untuk pertempuran. Karena itu, kecuali ada sebuah situasi khusus yang muncul, dia bahkan tidak akan berkeinginan untuk berpatisipasi dalam Gift Game normal. Terlebih lagi untuk masalah jenis ini, bukankah prosedur yang tepat pertama-tama adalah menemui [Floor Master] untuk mendiskusikannya? Pihak yang lain adalah sebuah Komunitas yang bahkan tidak mengikuti aturan Gift Games dan mengabaikan hukumnya sama sekali bukan?”
Mendengar tudingan Ayesha, Sala tetap terus terdiam karena tuduhan tersebut tidak keliru.
Mengenai hukuman yang seharusnya dijatuhkan pada kriminal yang melanggar hukum kali ini, pada dasarnya adalah tugas dari [Floor Master]. Tidak perlu dikatakan lagi, orang-orang tersebut adalah grup pelanggar hukum yang bahkan tidak memiliki [Authority of Host Master]. Sekalipun itu adalah pembantaian satu pihak terhadap mereka, mereka tidak akan memiliki suara untuk memprotesnya.
Akan tetapi, Sala hanya menunjukkan tatapan yang terlihat sangat gelisah saat menggelengkan kepalanya.
“Sayangnya…… Tidak ada [Floor Master] untuk Sisi Selatan saat ini.”
“……apa?”
“Ini adalah sesuatu yang terjadi sebulan yang lalu, saat [Black Death Demon Lord] muncul. Seorang Raja Iblis yang hidup di Gerbang Luar 7000000 telah mengalahkan [Floor Master] dan keselamatannya dan atau keberadaannya saat ini tidak diketahui. Dan kudengar bahwa identitas sebenarnya dari Raja Iblis tersebut juga adalah sebuah misteri.”
“APA?!”
Pengungkapan mengejutkan ini menyebabkan Ayesha melongo dan tak dapat berkata-kata. Yang lainnya juga sama. Mereka semua tidak mengira posisi dari [Floor Master] berada dalam status kosong.
Sala menutup matanya dan mengangkat kepala saat dia mulai menceritakan detail dari situasi di Sisi Selatan.
“Titan telah mulai menjadi aktif sejak kejadian itu. Rekan-rekanku dari [One Horn]—kawanan unicorn yang seharusnya bermigrasi ke [Underwood] juga telah diserang oleh para Titan dan menderita jatuh korban secara serius yang hampir menyapu habis mereka. Kami belum dapat melakukan kontak sejak saat itu.”
“Bagaimana….bagaimana bisa……”
Wajah Kuro Usagi terlihat pucat. Kalau ini keadaannya, unicorn yang dia temui sebelumnya di dekat Air Terjun Tritonis akan sangat tidak mungkin selamat.
“Aku menunggu untuk bertanya pada Shiroyasha-sama agar mengambil tugas dari posisiku dan berharap untuk memilih [Floor Master] yang baru untuk Sisi Selatan juga. Akan tetapi, itu bukan tugas yang mudah bagi Komunitas manapun mengambil posisi [Floor Master] karena mereka akan bertugas untuk menjaga kedamaian di wilayah ini. Karena itulah Shiroyasha-sama telah menyarankan……membentuk Aliansi [Draco Greif] untuk naik ke level lima digit sebelum dia dapat menunjuk kami sebagai [Floor Master].”
Kuro Usagi dan Jin menarik napas mereka dengan tajam saat mereka menyadari apa maksud semua itu.
“Kalau begitu……Festival Panen kali ini adalah ujian untuk Aliansi [Draco Greif] untuk melihat apakah aliansi ini memiliki kualifikasi untuk naik ke level lima digit dan mengambil tanggung jawab sebagai [Floor Master] dengan memanfaatkan Game?”
“Itu benar. Asalkan kami sukses menjadi [Floor Master], kami akan bisa mendapatkan [Authority of Host Master] dan sebuah Gift yang lebih kuat. Untuk menghancurkan suku Titan sepenuhnya, kami hanya dapat berharap bergantung pada Gift Game yang diadakan dengan [Authority of Host Master] untuk menyatakan perang terhadap mereka. Demi Sisi Selatan, kami harus berhasil menjadi tuan rumah Festival Panen ini tidak peduli apapun yang terjadi.”
Sala menyatakannya dengan tekad yang bulat. Mendengar kenyataan tersebut untuk pertama kalinya, yang lain untuk sesaat kehilangan kata-kata namun di saat yang sama, Kuro Usagi dapat mengerti perasaan itu.
—Aliansi [Draco Greif] adalah sebuah Aliansi yang berada di peringkat atas level rendah dan dalam pengaruhnya.
Bahkan di Gerbang Luar yang jauh di mana [No Name] berada, terdapat pula sebuah cabang dari [Six Scars]. Sama halnya dengan jangkauan mereka dalam pengaruh, mereka juga memiliki sejarah panjang dalam aktivitas mereka.
Untuk sebuah Aliansi yang namanya terkenal seperti itu, tanggung jawab dari perwakilannya kebetulan dipegang oleh pendatang baru, Sala Doltrake. Sekalipun penghuni dari Sisi Selatan sangat terbuka dan ramah, itu tidak akan bisa terpikirkan karena mereka begitu saja menyerahkan posisi perwakilan yang sama pentingnya dengan posisi pemimpin kawanan. Terutama bagi para Eudemon yang sangat menjaga wilayahnya di alam, itu akan memiliki makna penting bagi mereka.
Akan tetapi, Sala pada dasarnya adalah penerus dari [Floor Master] [Salamandra].
Itu mungkin karena menilai pengalamannya di wilayah tersebut, sehingga mereka menominasikan dia untuk posisi sebagai perwakilan dalam kurun waktu yang pendek selama tiga tahun.
[Sala-sama seharusnya telah mempelajari bidang pekerjaannya [Floor Master] dari ayahnya. Mempertimbangkan masa depan dari Aliansi [Draco Greif], adalah hal yang masuk akal untuk mencalonkan dia sebagai seorang perwakilan.]
Kuro Usagi mungkin tidak begitu mengerti dengan jelas permasalahan di sekitar Sala. Tapi [Salamandra] adalah sebuah Komunitas yang tadinya berada dalam Aliansi dengan mereka. Dan tepatnya karena Sala adalah penerus dari [Salamandra], dia telah mendengar beberapa rumor mengenai dirinya adalah seseorang yang sangat cakap dan berbakat. Bahkan ada rumor yang berspekulasi bahwa Sala dapat membawa [Salamandra] ke tingkatan yang lebih tinggi kalau dia mewarisi Tanduk Raja Naga dari Bintang-bintang dan Lautan.
Akan tetapi, Sala sendiri menyentuh rambut merahnya yang sepertinya merupakan sebuah kebiasaan saat dia kebingungan dan menyunggingkan senyuman miris di wajahnya.
“Melepaskan posisiku sebagai penerus dari [Floor Master], diriku yang sekarang di Aliansi [Draco Greif] saat ini berencana untuk menjadi [Floor Master] di Sisi Selatan… Kurasa itu akan menjadi hal yang sangat konyol bagi semua orang… Akan tetapi, ini bukanlah waktunya untukku terganggu dengan hal semacam itu. Demi menjaga kedamaian di Sisi Selatan, maukan Komunitas kalian meminjamkan kekuatan?”
“Sekalipun kau mungkin berkata seperti ini……”
Bahkan setelah mendengar seluruh ceritanya, Jack masih tetap sangat enggan.
Akan tetapi, Sala juga tidak akan menyerah. Menempatkan [The Death Eye of Balor] di telapak tangannya, dia berbicara :
“Tentu saja, itu bukannya tanpa hadiah. Aku berniat untuk memberikan [The Death Eye of Balor] ini pada Komunita yang memberikan paling banyak kontribusi dalam peperangan.”
“Ah?”
“Kudengar Willa the Ignis Fatuus memiliki kekuatan untuk melewati portal antara kematian dan kehidupan, dan benda ini [The Death Eye of Balor] akan sangat cocok dengan kekuataannya, benar bukan? Daripada membiarkan benda semacam ini terkubur debu di tangan kami, akan sangat menguntungkan jika diberikan padanya untuk menggunakan potensinya secara penuh……bagaimana menurutmu, Jack?”
“Mengenai itu……yah, kurasa seperti yang kau katakan. Kecocokan elemental Willa akan sangat cocok dengan [The Death Eye of Balor]. Tapi apa yang terjadi jika itu sampai ke tangan Komunitas selain Komunitasku? Kurasa orang-orang selain Willa yang dapat menggunakan potensi [The Death Eye of Balor] sepenuhnya di level lebih rendah…seharusnya tidak ada ‘kan?”
—Jack melihat Kuro Usagi dan yang lainnya.
Sekalipun dia berkata demikian, dia pastilah merasa bahwa [No Name] adalah persoalan yang lain.
Sala juga menyadari pandangan Jack dan mengangguk sebagai balasannya.
“Tenanglah. Aku berniat membatasi hak untuk mendapatkan [The Death Eye of Balor] hanya pada salah satu dari kalian dari [Will-O'-Wisp] atau [No Name].”
“Kami…Kami juga kandidat untuk itu?”
“Ta…tapi Sala-sama. Seharusnya tidak ada siapapun dari antara rekan di sisi kami yang memiliki kecocokan elemental untuk itu, ‘kan?”
Melihat betapa kebingungannya tampang mereka, kali ini giliran Sala yang terkejut. Kemudian dia sepertinya tiba-tiba menyadari hal lain.
“Oh, salahku, maaf karena lupa hal tersebut. Sebenarnya, Shiroyasha-sama telah menitipkan padaku sebuah Gift batu yang ingin dia hadiahkan pada [No Name].”
“Eh?”
“Kurasa kalian sudah pernah mendengarnya, ‘kan? Itu adalah hadiah karena telah menyelesaikan [THE PIED PIPER of HAMELIN]. Dan dengan benda itu, kurasa kalian dapat menggunakan [The Death Eye of Balor] secara sepenuhnya juga.”
*PakPak!* Sala menepukkan tangannya untuk memanggil seorang pelayan.
Seorang pelayan kemudian membawa sebuah kotak kecil yang dipegang dengan kedua tangannya dan memiliki tutup yang terukit dengan lambang [Dua dewi yang saling menghadap satu sama lain].
Menerima kotak kecil tersebut yang berukiran dengan segel bendera [Thousand Eyes], Jim terlihat sedikit bingung…
“Apakah ini ‘Gift’ barunya?”
“Itu benar. Menghadapi game [The PIED PIPPER of HAMELIN] yang diadakan oleh [Black Death Demon Lord], kau telah memenuhi semua persyaratan kemenangannya. Benda ini adalah hadiah spesial untuk game tersebut. Kau dapat membukanya untuk melihatnya,”
Jin dengan sungguh-sungguh menganggukkan kepalanya saat membuka kotak kecil itu.
Tersimpan di dalam kotak kecil tersebut adalah sebuah cincin yang berukiran seorang badut yang meniup sebuah seruling—Cincin dengan bendera [Grim Grimoire Hamelin].

Bagian 5
[…Ini… di mana?]
Saat Yō sadar, dia menemukan dirinya berada di area yang dibuat menjadi tempat darurat berkumpulnya korban-korban luka. Pasien lainnya yang dibawa ke sini adalah mereka yang mengalami ceder dalam pertempuran.
Yō merasa sedikit malu bahwa kenyataan dia dibawa ke sini bukanlah karena akibat pertempuran dan meringkuk seperti sebuah bola di tempat tidur.
……Dia kemudian menyadari alasan kehilangan kesadarannya sebelum dibawa ke sini.
Rasa sakit samar yang datang dari belakang kepalanya pastilah diakibatkan terbentuknya luka memar. Dia dapat merasakan bengkaknya dari sentuhan jarinya. Akan tetapi, untuk mengalami luka seringan itu saat puing-puing dan akar-akar pohon yang seharusnya menghancurkannya… itu adalah kenyataan yang seharusnya menjadi fokus pertanyaan.
[……Aku……]
“Oh, kau bangun?”
Pada saat itulah, Asuka muncul dari balik tirai di tempat tidur pasien terdekat.
Melihat tangan yang dibalut perban, Yō mau tidak mau menarik napas tajam.
“Asuka! Tanganmu……”
“Oh, ini? Ini hanya luka gores ringan. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya.”
Asuka dengan santainya duduk di kursi sebelah tempat tidurnya. Sementara Yō berhasil menghubungkan petunjuknya.
Itu adalah Asuka yang telah melemparkan dirinya untuk menyelamatkan dirinya.
“……Asuka.”
“Kasukabe-san, ada hal lain yang lebih penting. Tentang ini bisakah kau menjelaskannya padaku?”
Benda yang Asuka serahkan dengan cepat padanya adalah logo lidah api.
Yang menunjukkan tanda dari headphone Izayoi. Karena Asuka memegangi benda semacam itu di tangannya, tidak diragukan lagi bahwa dia akan tahu tentang headphone yang hancur itu juga.
Yō menyimpulkan bahwa dia akan mendapat omelan dan membenamkan dirinya di bawah seprai, meringkukkan badannya menjadi lebih kecil.
“Kasukabe-san……Apakah kaulah orang yang mengambil headphone ini?”
“……”
“Atau itu bukan kau?”
“……Tidak.”
Yō sungguh-sungguh menjawabnya saat dia menyembulkan kepalanya keluar dari seprai.
Asuka melipat lengannya bersilangan di depan dadanya saat dia sepertinya merenungkan sesuatu yang mengganggu.
“Kalau begitu……Bisakah aku menyimpulkan bahwa ini tidak ada kaitannya dengan Kasukabe-san?”
“……Aku tidak tahu. Tapi itu ditemukan di dalam tasku.”
“Apakah kau yang menaruhnya?”
“Tidak.”
Yō menjawabnya dengan cepat. Itu adalah kebenaran karena dia tidak melihatnya di dalam tasnya saat dia mempersiapkan bawaannya untuk perjalanan.
Lalu, siapa yang telah menaruhnya di dalam tasnya?
“Nn……dengan mengumpulkan semua kenyaataan yang kita punya sekarang, seharusnya seperti ini bukan? Setelah Kasukabe-san mengemas bawaannya, si pelaku mencuri headphone Izayoi dan menyembunyikannya di dalam tas Kasukabe……siapa yang bisa melakukan hal-hal tersebut?”
“……Aku?”
“MAKSUDKU PIHAK LAIN SELAIN KASUKABE-SAN!”
Asuka menyunggingkan senyuman miris setelah menambahkan keterangan tersebut.
Mendengar bagaimana temannya mempercayai ketidakbersalahannya, Yō sedikit mendapatkan kembali dirinya dan duduk di tempat tidurnya.
“Walau…Walaupun kau bilang seperti itu… Aku tidak bisa memikirkan orang lain yang bisa melakukan hal itu—“
Pada saat itu, Yō tiba-tiba menelan perkataannya dan mulai berpikir.
Diikuti hal tersebut, dia memperlihatkan sebuah ekspresi seakan dia telah menelan sebuah teratai kuning4 saat berkata:
“……Asuka, pinjamkan aku logo tersebut sebentar.”
“Eh? Kenapa kau tiba-tiba menginginkannya?”
“Mungkin……masih ada aroma dari si pelakunya.”
Asuka menepukkan tangannya tanda mengerti. Dia hampir lup bahwa Yō memiliki indera yang setajam anjing pengendus.
Kelihatannya mereka berdua telah begitu terkejut sampai mereka melupakan sebuah tindakan sederhana. Gitf Yō adalah yang terbaik untuk dimanfaatkan potensinya sepenuhnya dalam situasi seperti ini.
“……”
“Bagaimana?”
“……Nn. Itu masih ada seperti yang kupikirkan.”
Akan tetapi……ekspresi Yō menjadi semakin rumit dan kebingungan. Dia tidak dapat mengerti kenapa si pelaku melakukan hal semacam itu saat dia tidak pernah bertingkah yang bisa membuat Yō kesulitan hingga hari ini.
Mungkin ada sesuatu yang terjadi di balik semua ini…… Tepat saat Yō mengkhawatirkannya, suara di luar tirai menyebabkan kepalanya menoleh tajam.
“Nn……Kasukabe-san dari [No Name]……Ya, dapat! Apakah tidak apa-apa aku hanya membawamu sampai ke sini, Kucing Calico Oji-san?”
“Terima kasih miaw, Onee-san berekor Kirin. Sudah sangat cukup kau membawaku kemari.”
“Tidak, tidak, menyadari situasinya yang menyusahkan, kalau aku hanya diam dan menyaksikan tanpa melakukan apapun, itu akan tidak menghormati Komunitas [Six Scar]ku. Sekalipun aku mengerti bahwa aku mungkin tidak akan begitu membantu di sini, aku bersedia membantu menjadi penengah antara kalian berdua.”
“Senang melihat kalian berdua pelangganku yang biasa~! Aku sudah membawa Kucing Calico Oji-san yang merasa sedih selama ini!”
“Meowwwwwww! Tidak perlu mengatakan semua itu juga!”
“Eh~? Tapi Oji-san benar-benar terlihat seperti seseorang yang sedang memikirkan akhir dunia yang sedang menghampirinya dan sangat cemas di pojokkan.”
“Onee, itu…itu karena berbagai alasan……”
“……Kucing Calico.”
Meow! Kucing Calico yang dipeluk oleh pelayan bertelinga kucing melompat ketakutan.
Kasukabe mengambil Kucing Calico dari tangan si pelayan dan menanyainya dengan tatapan sedih:
“Kenapa?”
“Itu……Itu……karena hatiku sakit melihat Oujo merasa begitu sedih……jadi aku memutuskan untuk membalas dendam……”
“……”
Karena itu diakibatkan oleh alasan semacam itu—pikiran-pikiran untuk memarahi Kucing Calico yang tadinya memuncak kini menghilang.
Yō menenangkan dirinya sendiri saat menutup matanya untuk mempertimbangkan dengan hati-hati.
—Jika dia begitu saja menyerahkan pelakunya, Kucing Calico, pada Izayoi, itu akan terlalu mudah.
Aka tetapi, apakah kesalahan tersebut sama sekali tidak jatuh pada dirinya juga?
Menelusuri akar permasalahannya, bukankah masalah sebenarnya adalah dirinya sendiri yang kurang kuat?
Terlebih lagi, sebagai majikan Kucing Calico, dia juga harus menerima sejumlah tanggung jawab tersebut. Kalau dia menyerahkan semuanya begitu saja untuk ditangani Izayoi, itu akan benar-benar menjadi akhir dari hubungan mereka.
“……Asuka.”
“Ada apa?”
“Seperti yang kupikirkan, hanya mengetahui siapa pelakunya tidaklah cukup. Aku harus menemukan cara memperbaiki headphone tersebut…… Maukah kau membantuku?”
“Nn. Dengan senang hati.”
Yō bangkit dari tempat tidur dan merasakan suasana hati yang baru.
Di dunia Little Garden, pasti ada sebuah cara ajaib untuk melakukannya. Kedua orang itu bergegas kembali ke asrama untuk mencari rencana.

Note
1.       Kota Air : sebuah istilah untuk menyebut kota Venice. Karena tertulis seperti itu di novelnya, maka tidak diterjemahkan sebagai Venice.
2.       Air Terjun Iguazu : tidak ada iblis di cerita sebenarnya walau begitu……itu hanyalah seorang dewa yang mengutuk seorang manusia wanita yang dicintainya untuk selamanya berada di bawah air terjun bersama kekasih manusianya yang diajaknya untuk sama-sama melarikan diri (http://en.wikipedia.org/wiki/Iguazu_Falls)

4.       Menelan teratai kuning : menelan sebuah teratai kuning adalah sebuah perumpamaan untuk menggambarkan seseorang yang tidak dapat menyuarakan kesedihannya karena seakan tersumbat sesuatu. Menderita dalam keheningan. Kuncup Teratai Kuning sebelum mekar sangat besar dan karena itulah kau bisa tercekik kalau kau benar-benar mencoba sesuatu seperti itu.

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo? Jilid 3 Bab 7 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.