24 Januari 2016

Hyouka Jilid 5 Bab 1 Bagian 2 Bahasa Indonesia



DULU: 42 HARI YANG LALU

Jumat yang jatuh pada hari terakhir masa orientasi siswa biasa disebut Festival Perekrutan. Alasan dinamakan seperti itu bukan karena ada yang menamainya, tapi karena lebih mudah menyebutnya begini.
Meski begitu, masa orientasi siswa berlangsung selama seminggu penuh.
Dari Senin sampai seterusnyamurid baru berkumpul di gedung olahraga sepulang sekolah untuk mengikuti beberapa orientasiDi hari Senin ada presentasi dari OSISSetelah itu giliran komite-komite penting di sekolahSelasa sampai seterusnya, berbagai macam klub tampil dipanggung untuk menunjukan kehebatan mereka pada anak kelas satu. Karena banyaknya jumlah kelompok, jadi orientasi klub diadakan selama empat hari.
Hal yang sama juga terjadi tahun kemarintapi aku tidak tertarik untuk mengikutinyajadi aku langsung pulangNamun tahun ini, aku menjadi bagian yang merekrutkupikir setidaknya aku harus melakukan sedikit pengintaian pada musuhDi hari Selasa, Chitanda membawaku dan kami melakukan sedikit pengintaian di gedung olahraga.
Setiap grup diberi waktu lima menit untuk tampilSaat ituKlub Teater menampilkan drama komediKlub Fashion menampilkanfashion showKlub Paduan Suara dan Klub Akapela mempertunjukan perbedaan musik keduanyadan Klub Atletik membawa matras untuk mendemonstrasikan lari lompat tinggi.
Ada juga klub yang sangat tidak diuntungkanWalaupun Klub Ramalan hanya punya satu anggotakelihatannya satu-satunya anggota mereka tidak suka tampil.Dengan suara pelandia memberikan penjelasan singkat tentang sejarah Kabalah dan langsung menaruh mic dan pergiKlub Memasak juga mengalami kesulitan yang serupaKarena mereka tidak mungkin langsung memasak sesuatu sesaat naik kepanggungMereka hanya bisa memberitahu anak kelas satu untuk datang mengunjungi meja mereka saatFestival Perekrutankarena mereka akan menyajikan masakan dari tanaman gunung untuk semuanya. Klub Igo memainkan sebuah pertandingan untuk para penontontapi dilihat darimanapun mereka benar-benar gagalMereka tidak punya papan demonstrasi yang besar,jadi para penonton tidak bisa melihat di mana mereka meletakkan batunyaSebenarnya itu bukan masalah jika saja ada seseorang yang membacakan jalannya pertandingantapi sepertinya di klub itu hanya ada dua orangSeolah-olah waktu sedang membeku.
Tapi sekarang bukan waktunya untuk kasihan pada Klub IgoLima menit ternyata adalah waktu yang lumayan lama.
Klub Sastra Klasik dijadwalkan tampil di hari KamisKarena mereka masih mengurus berbagai hal setelah naik ke kelas dua, Satoshi dan Ibara seringkali sibuk sehingga tidak bisa hadir ke ruang klubNamun di hari Rabusemuanya ternyata bisa hadir.
Apa yang akan kita lakukan?”
Bukan hanya aku yang memikirkan bagaimana cara kami mengisi lima menit waktu yang diberikan, tapi yang membuatku penasaran adalah apakah kami mampu melakukan hal semacam itu.
Untuk sekarang mari kita berjuang sekuat tenaga,” jawab Ibara dengan suara yang menunjukan kalau dia tidak akan berjuang sekuat tenaga.
Aku setujuayo berjuang sekuat tenaga,” aku membalas seperti itu.
Namun setelah aku mengatakan itudia menjawab, “Berjuang sekuat tenaga dalam hal apa?”
Mana kutahuKau yang bilang duluan.
Sebagai ketua klub, secara teknis akulah yang seharusnya memberikan pidato untuk menjelaskan apa hal menarik yang ada di Klub Sastra Klasik, tapi…”
Chitanda menjadi sedikit mengelakJika dilihat dari keraguannya saat mengatakan itutidak salah lagidia tidak bisa memikirkan hal apa yang menarikBukan hanya itu.
“Chitanda, meski kau mencoba mempromosikan Klub Sastra Klasik di atas panggungkupikir tidak akan ada yang datang.”
Apa kau seriusCoba berkaca dulu sebelum mengatakan hal seperti itu.”
Tidak apa-apa,” ucap Chitanda pada Ibara yang sedang mengamuk. “Aku tahu aku tidak hebat dalam meminta sesuatu pada orang lain.”
Chitanda punya kemauan yang kuat dan ketulusan yang tak terbatastapi di sisi lainkarena kemauannya yang hanya sepihakdia tidak tahu trik untuk hal semacam ituJika kita punya materi untuk meyakinkan mereka agar berkumpul di sinimungkin cara Chitanda melakukan hal itu bisa berhasiltapi sayangnya,tak ada satupun.
Kalau begituperkataan Ibara yang menyuruhku untuk berkaca memang benarJika aku yang tampil di hadapan anak kelas satuAku yakin kalimat yang mampu kukatakan hanyalah, “Sebenarnya kami tidak melakukan apapuntapi kami punya ruangan klubjadi jika kalian mau berkunjung, itu pasti menyenangkan.”
Namun, aku juga keberatan jika Ibara yang melakukan itu.
“Chi-chan, aku tidak pernah berpikir kau payah dalam hal ituJika aku yang melakukannyapasti aku hanya akan mengatakan hal yang tidak perlu.”
Sepertinya orang yang kubicarakan juga mengerti tentang hal ini.
Kalau beginihanya ada satu orang yang tersisa.
Wajah Satoshi terlihat keberatantapi matanya terlihat gembira.
Aku tidak yakin kalau aku orang yang tepat untuk hal iniNamun jika tidak ada saran lain dan kalian sangat membutuhkankumungkin aku bisa melakukannya untuk membuang waktu.”
Dengan initibalah saatnya Satoshi untuk bersinar.
Jika semua setuju dengan rencana kita di hari Kamiskalian harus mulai menentukan apa yang akan kalian lakukan di hari JumatKarenajika kalian ingin menggunakan api atau gaskalian harus menyerahkan surat permohonannya besok.”
Satoshi mengatakan itu dengan nada Komite Acara dan kemudian berdiriAku baru tahu kalau dia sudah terpilih menjadiWakil Ketua Komite Acara dan menjadi sibuk karena hal itudikemudian hari.
Waktu pulang sekolah di hari Kamis pun tiba. Fukube Satoshi berdiri di panggung gedung olahraga sebagai satu-satunya perwakilan dari Klub Sastra Klasikdia mengeluarkan berbagai lelucon cerdas, seperti,Saat kemariaku mendengar banyak suara dari Klub Konstruksitapi sekeras apapun kucobaaku tidak mendengar suara apapun dari Klub SastraYah, namanya juga Klub sastra.”[1] Dia membuat banyak anak kelas satu tertawa dengan lawakan yang tepat, dan dia berhasil menyampaikan pidato yang sempuna dalam waktu empat menit tiga puluh detik. Dia mendapatkan beberapa tepuk tangan dan kemudian turun dari panggung karena selanjutnya adalah giliran Klub Berhitung Sempoa.[2]
Bahkan saat iniaku masih mengaggumi anugerah yang dimiliki teman lamaku ini.
Secara keseluruhanpidato Satoshi hampir tidak ada hubungannya dengan Klub SastraMeskipun tidak ada yang bisa dibicarakandia berhasil mengisi waktu yang diberikan dengan baikItu adalah bakat spektakuleryang tak pernah kuharap untuk kumiliki.

Dan Jumat pun tibaDengan langit yang sangat cerah.
Di depan bangunan SMA Kamiyamadi taman atau jalan melingkar (terserah kau ingin menyebut yang mana), ada tempat yang dihiasi beberapa semakSelama istirahat makan siangsetiap klub dan komite-komite menyiapkan meja di sanaKarena semak yang tersebarsemua meja tidak bisa disusun segarisdan hasilnyameja di kedua sisi berderet melengkung dan bercabang.
Aku datang untuk menyiapkan Meja Klub Sastra KlasikKarena Satoshi sedang sibuk dengan pekerjaan Komite Acaradan sesuai dengan motoku, “Jika aku tidak harus melakukannyatidak akan kulakukan,” kurasa aku tidak harus menyerahkan pekerjaan kasar pada Ibara dan Chitanda. Setelah mengeluarkan meja dan kursi lipat istirahat makan siang pun berakhirSelama jam pelajaran siangaku bisa melihat tempat yang barusan kusiapkan dari jendela, tapi karena banyaknya meja yang berjejer membuat taman depan terlihat seperti labirin misterius.
Sebelum bel yang menandakan kelas berakhir berbunyikelasku, 2-A, mulai menjadi ramaiAku mendengar berbagai percakapan dari berbagai arah.
Bagaimana persiapannya?”
Sebelum itukita harus mulai dengan ini.”
dan berbagai hal semacam itu. Ada beberapa siswa yang tidak sabaran mulai memakai gelang bertuliskan "Pasti Berhasil" saat di kelas. Ada juga yang menaruh boneka beruang di atas mejanyaAku bahkan tidak bisa membayangkan klub apa yang mereka masuki, meski begitu, aku mengerti mengapa mereka tergesa-gesa. Jika kau terlambat mendapatkan anak kelas satu sebelum mereka pulangsemua persiapan itu akan sia-siaStart yang bagus juga penting.
Bel berbunyidan kelas pun berakhir. Semua teman sekelasku langsung keluar melewati pintu seperti aliran tanah longsor. Sepertinyapemandangan ini juga terjadi di semua kelas dua dan tiga. Meskipun agak enggan, pada akhirnya aku juga bergabung dalam longsoran itu.
Taman yang sebelumnya hanya ditempati oleh deretan meja kosong sekarang sudah dipenuhi dengan berbagai poster, papan nama, dan selebaran. Dalam sekilas, aku melihat sesuatu yang bertuliskan: “Kunjungi lah Klub Kimia! Semoga hubungan kita akan terbakar!”, “Ingin menghabiskan masa mudamu? Kalau begitu, Klub Basket cocok untukmu!”, “Nikmati saat membuatnya, dan bersenang-senanglah saat memakainya! Klub Fashion.”, “Dinasti Han sudah runtuh, dan Klub Sejarah akan berjaya”, “Satu orang lagi dan kita akan lengkap bersebelas! Bergabunglah dengan Klub Sepak Bola.” Klub Sorak Sorai membawa sekelompok bendera, Klub Cheerleader membentuk lingkaran besar, bau teh hitam mulai tercium dari Klub Penelitian Biskuit, Klub Upacara Minum Teh sudah menggelar tikar untuk luar ruangan, dan kerumunan orang dengan ikat kepala sudah berkumpul, kalau tidak salah, mereka dari Klub Siaran. Belum sepuluh menit sejak bel berbunyinamun keadaan sudah menjadi riuh seperti ini.
Semua ini dimulai pukul15:30, dandijadwalkan akan berakhir pada pukul18:00.
Kegilaan selama dua jam ini biasa dikenal dengan sebutan Festival Perekrutan. Kata "rekrut" bukan berarti "undangan hangat", tapi di sekolah ini lebih cocok diartikan "mengajak dengan segala cara".
Kebanyakan klub memakai satu meja biasa, tapi beberapa klub mendapat meja yang lebih besar, tergantung dari jumlah anggota, kepopuleran, dan beberapa unsur politik tak terlihat lainnya. Tentu sajasebelumnya itu sudah diputuskan klub mana saja yang mendapatkannyaKlub Sastramendapat meja nomer 17dan saat aku berkeliling mencarinya, Chitanda memanggilku, “Oreki-san, di sini.”
Aku tidak berharap banyaktapi seperti yang didugameja kami ditempatkan di lapak kecil di pojokanDi atasnya ada papan nama bertuliskan “Klub Sastra Klasik.” Tulisannya tidak hanya indah, tapi juga memberi kesan. Tanpa tandaorang-orang akan tahu klub macam apa yang mencoba merekrut mereka, tapi kami belum pernah membicarakan persiapan seperti iniMungkin karena membaca ekspresiku, Chitanda memberikan senyuman rumit.
Aku membuatnya saat istirahat makan siangSeharusnya aku membuatnya sedikit lebih imuttapi aku tidak memikirkannya saat itu.”
Itu berarti ini adalah tulisan tangan Chitanda. Awalnya kupikir gaya tulisan Chitanda seperti tulisan buku cetak, tapi sapuan penanya ternyata lebih bebas.Namun, seperti yang dia bilangini kurang terlihat imutMungkin akan lebih bagus jika Ibara menggambar tokoh kecil di situtapi jika dilihat lagi kuberi nilai20/20.
Chitanda memakai mantel hitam dan duduk di kursi lipat. Karena tidak dikancingi, sweater putih dan dasinya pun terlihat. Aku pun memakai mantel berwarna putih. Festival Perekrutan disekitar kami penuh dengan semangat membaratapi anehnya, meskipun sudah bulan April tapi cuacanya masih sangat dinginSaat kulihat sekelilinghampir semua perekrut dan yang direkrut memakai pakaian tebal.
Di sebelah Klub Sastra ada Klub Lukisan Cat dan Klub KarutaDi kedua klub itu hanya ada satu orang yang berjaga. Setelah memberi salam aku menyelip di antara mereka. Kemudian duduk di samping Chitanda, tepat di tengah tanda “Klub Sastra Klasik”.
Kali ini Satoshi tidak akan datangKarena dia sedang sibuk dengan pekerjaan Komite Acarajadi apa boleh buatKemudian Chitanda bicara.
Sepertinya Mayaka-san tidak akan datang.”
Klub Manga?”
Sepertinya begitutapi belum tentu juga dia akan ada di stan mereka.”
Aku hanya mengangguk diamKudengar keadaan Ibara di Klub Manga sudah agak rumitBahkan melihat wajah mereka saja mungkin sudah sulit baginya.Bagaimanapunakan ada masalah jika Ibara datang sekarang. Meskipun terasa sangat besar saat pertama aku membawanya, jika dilihat sekarangmeja ini jelas kalah besar dengan yang ukuran besar.
Lebih tepatnyasangat kecil.
Meski hanya kami berdua yang duduk bersebelahanrasanya sudah sulit untuk bernapas. Jika Chitanda sedikit lebih sadar dan memberiku sedikit ruang untuk bernapas aku pasti akan merasa lebih nyaman, tapi sayangnya, dia mempunyai pemahaman yang kurang tentang ruang pribadi, jadi meskipun pundak kami saling bersentuhan karena kami terlalu dekat, itu tidak mengganggunya sedikitpun.
Aku mengambil napas kecilTenanglahBukan hanya aku yang merasa sempitContohnya, dari pengelihatankuAku bisa melihat Klub Fotografi dan Klub Global Actionsaling berhimpitandan kami semua harus mempromosikan klub kami dalam keadaan kacau ini.
Pokoknyaaku harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan perhatian anak kelas satu yang lewat.
Dengan ekspresi tertarik yang kelihatan terintimidasi oleh keberadaan para seniordan dengan wajah yang masih terlihat seperti anak SMPanak kelas satu mulai berdatanganAku yakinbarusan mendengar suara orang menjilat bibirmereka pasti berpikir kalau mangsa mereka sudah datangSenyum palsu memenuhi arena Festival Perekrutan.
Klub Sastra juga tidak boleh kalahAyo, ayo, tuan-tuan dan nyonya-nyonyaSiapa saja yang punya waktu senggang, datanglah kemariJika kalian ingin bergabung dengan Klub Sastra yang fantastismeja pendaftaran ada di sebelah sini.

Setelah lima menitaku merasa bosan.
Tak ada satupun yang mengunjungi meja kami.
Meskipun aku bilang akan mendapatkan perhatian anak kelas satutapi bagaimana caranya aku melakukan itu?”
Aku menggerutu sambil melihat anak baru yang lewat. Chitanda duduk tegakdengan tangan ditaruh di atas pahanyadia menjawab tanpa melihat ke arahku.
Andai saja kita punya lem pulutini pasti akan lebih mudah.”[4]
Aku tahu apa itu lem puluttapi aku belum pernah melihatnyaMungkinitu adalah sesuatu yang mirip dengan jaring seranggabukan?
Bukankah lebih efektif menggunakan jaring burung?”
Mungkin benartapi itu dilarang.”
Kupikir tidak akan ada yang tahu.”
“Oreki-san, apa kau tipe orang yang mengabaikan lampu merah di malam hari?”
Aku adalah tipe orang yang tidak suka berjalan-jalan di luar saat malam hari.”
Percakapan ini tidak menghasilkan apapun bahkan hanya menambahkan kesengsaraanku.
Lalu bagaimana denganmu.”
Tidak ada lampu lalu lintas di tempatku biasa jalan malam.”
Benar-benar percakapan yang sia-sia.
Karena sudah menduga akan terjadi hal seperti iniaku mengeluarkan buku yang ada di dalam saku mantelAku mulai membaca koleksi cerpendan bicara pada Chitanda yang masih menghadap ke depan seperti resepsionis sungguhan.
Karena kita tidak melakukan apapunaku ingin membaca saja.”
Saat aku mengatakan itu, Chitanda memalingkan wajahnya ke arahkudan dengan senyuman lembut dia berkata, “Tidak boleh.”
Tapi tidak ada yang datang.”
Tidak bolehTolong duduk tenang di sini.”
Aku mengertiAku mengembalikan buku ke dalam sakuKalau dipikirjika aku membaca buku, aku terlihat seperti orang yang tidak tertarik dengan festivalnya,dan anak baru pasti akan canggung untuk mendekati meja kamiDi sisi lainjika aku hanya duduk diam seperti ini sampai soreaku hanya akan semakin kedinginanAku menyilangkan tanganku di belakang kepalaku.
Kelihatannya Chitanda juga tidak bisa berdiam diri terlalu lamaSebesar apapun rasa tanggung jawabnyadia bukan benda matijadi mungkin sebaiknya kita pulang saja jika tidak ada hal yang terjadiDia memalingkan wajahnya ke samping dan dia terlihat tertarik saat memperhatikan anak klub lain yang bersemangat.
Orang-orang terus berlalu lalang. Karena suatu alasan, saat melihat hal ini, aku bicara.
Ternyata tempat terkutuk benar-benar ada.”
“Yamemang ada.”
Dia langsung menjawabAku tidak tahu harus menjawab apa.
Beberapa saat kemudian, Chitanda menghadap ke arahku dan memiringkan kepalanya.
Kau tidak sedang membicarakan itu?”
Sebenarnya apa yang dia maksud dengan ‘itu’Kuputuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal itu dan bersandar ke kursi lipatku.
Kau tahumisalnyaDi suatu daerah perbelanjaan atau di pinggir jalanmeskipun lokasinya tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan toko lainpasti ada satu toko yang terus-menerus dihancurkan dan digantikan dengan yang baruSebelum kau menyadarinyatiba-tiba ada toko baru di sanadan tak peduli toko macam apa ituakan selalu sepi pengunjungAku baru memikirkan kalau tempat seperti itu benar-benar ada.”
“Ah, aku mengertiTempat yang terus menerus berganti pemilikDan anehnyasetelah mereka mengganti papan namanyasepertinya aku tak pernah ingat toko macam apa itu sebelumnya.”
BenarkanSaat itu menjadi tempat kosongpada akhirnya kau tidak akan ingat kalau sebelumnya ada toko di sana.”
Chitanda mengangguk dengan ekspresi yang memintaku untuk melanjutkannyaUntuk menghindari tatapannya aku langsung membuang mukaDan untuk mengalihkan perhatiannyaAku mengetuk-ngetuk pelan meja dengan jariku.
Aku merasakan hal yang sama di sini.”
Di ‘sini’, maksudmu tempat ini?”
“Ya.”
Salah satu barisan meja ditempatkan di area yang dikelilingi pagar tanamanBerdasarkan pernyataan resmi dari Komite AcaraKlub Sastra termasuk ke dalam salah satu klub yang ditempatkan di daerah itunamunaku sudah memperhatikan jalur yang dilewati para siswa sejak tadidan ini kelihatan tidak bagus.
Saat anak kelas satu memasuki daerah melingkarposisi mereka membelakangi kamiJika mereka tidak tertarik dan memutuskan untuk langsung menuju gerbang sekolahmereka tidak akan melihat kami sedikitpunnamunjika ada yang penasarandan memutuskan untuk sedikit melihat-lihatmereka pasti akan tepat menghadap meja kamiDilihat dari aliran lalu lalangtempat ini seharusnya tidak terlalu buruk.
Akan tetapientah kenapa tak ada satupun anak kelas satu yang berhenti di depan meja kamiBahkan mereka tidak melihat tanda Klub Sastra Klasik tulisan tangan Chitanda.
Bukankah orang-orang terlihat enggan untuk berhenti di area ini karena suatu alasan?”
Sambil melihat kelompok yang sedang lewat di depan kamidia menjawab pelan.
Kupikir masalahnya adalah kita tidak memanggil mereka.”
Suara kencang dari semua klub saling bersautan satu sama lain di taman depan. “Hey, terlihat seperti anak kuisAku yakin kau sedang mencari kuis bahkan saat kita sedang bicaraAku tahuKalau begitupertanyaan pertama!” “Kami juga mengadakan debat Bahasa InggrisNilai Bahasa Inggrismu pasti akan meningkat;biasanya begitu.” “Tidak tidakbiar kumulai dari peraturannyaAkan mudah jika kau mengingatnyaAsalkan kau memperhatikan di mana “jendral emas” dan “jendral perak” beradakau akan baik-baik saja!”[5] “Kau tidak pandai memasakBukan masalahKarena kau akan menjadi lebih hebat di kelas memasak.Datanglah ke ruang klub kami sekarang dan kami akan segera membuatkanmu sesuatu!” “Klub AstronomiKlub Astronomidi siniApa kau suka bintangSuka planetMeskipun kita tidak bisa melihatnya sekarang.” Aku baru sadarbahkan klub yang hanya dijaga satu orang sepertiKlub Lukisan Cat dan Klub Karutamemanggil siswa yang lewat.
Tentu sajahanya diam dan mengeluh karena ‘tidak ada yang mampir’ terlihat tidak masuk akal.
Namundi saat yang bersamaankemudian Chitanda mengatakan ini.
Akan tetapidengan ‘hal itu’ di depan kitaini terlihat tidak adil.”
Saat mengatakan inidia menunjukan apa yang dia bicarakan dengan matanya.
Hal itu’ menampilkan hal besar kepada siswa yang lewat di sepanjang jalanSpanduk besar bertuliskan “Waktunya Minum Teh.” Itu adalah spanduk indah yang dihiasi maskot kucing dan panda yang dibordir dihiasi manik-manikAroma teh hitam tercium dari sanaDi atas meja ada sebuah termosdua tumpukan gelas pelastikformulir pendaftaran klubdan sebuah pulpenDi salah satu ujung meja terdapat sebuah kompor gas portable dan sebuah teko berwarna emasjenis yang biasa digunakan tim olahraga untuk minum selama pertandinganTeko berkilau yang sangat besar itu kelihatannya mampu menampung 10 literSaat ini kompornya sedang tidak dinyalakan.
Dan hal yang paling mencolok adalah labu yang berada diujung meja yang sebaliknyaLabu yang benar-benar besar ini memiliki mata dan mulut hasil ukiran dan mengubahnya menjadi hiasan HalloweenMemangnya Halloween diadakan di bulan April?
Di belakang tengah meja ada dua orang anak perempuanKeduanya hanya memakai celemek untuk menutupi seragam sekolah merekaMeskipun begitu,mereka antusias sekali bahkan kelihatannya mereka tidak merasakan dingin sama sekaliDiapit oleh labu dan kompor gasmereka melambaikan tangan pada sekitar penuh semangat.
Datang dan rasakanKue yang pasti kalian akan sukaBaiklah, ini dia!”
Sebenarnyakami memasukan ramuan misterius ke dalam kuenyaSekarang kalian telah masuk perangkap kamiSekarang kalian merasa ingin bergabung dengan klub kamiIya kankalian ingin bergabung?Pasti kalian sudah tidak tahan lagi ingin bergabungLembar pendaftarannya ada di sebelah sini."
Yakuenya memang seperti ituAkan gawat kalau sampai tersedakjadi minumlah teh hitam ini.”
Sambil mengatakan itudia mengangkat termosnya dan menuangkan teh ke gelas plastik.
“Hey,kamuyang di sanaKelihatannya kau suka kue!”
“Ah, kau benarDia mempunyai wajah yang cocok untuk makan kueMakanlah sekarangSudahlah, tidak perlu tanya kenapamakan saja!”
Entah kenapa rasanya aku pernah bertemu mereka berdua sebelumnyaDi mana ya kira-kira?Sepertinya aku belum pernah melihat wajah mereka.
Sepertinya mereka sudah menyiapkan banyak kue.Mereka membagikannya tanpa hentiAku tidak tahu rencana mereka untuk mengajak orang-orang bergabung berhasil atau tidaktapi di sana benar-benar banyak orang yang berkunjung.
Klub Cemilanya?”
Mau tidak mau orang-orang pasti akan melihat ke sanadan melupakan tentang Klub Sastra.”
Menggunakan makanan untuk memancing anak barurencana yang licikLagipulamereka yang hatinya bisa diambil hanya dengan sesuatu seperti kuebiasanya orang-orang yang tidak niatOrang seperti mereka tidak akan membuat Klub Sastra jadi lebih baik. Selagi aku sedang bermain dengan pikiranku tentang tuduhan tak berdasar danretorika “kami adalah orang terpilih”aku menyadari kalau Chitanda terlihat agak anehDia terlihat sibuk memperhatikan meja Klub Cemilan sampai tak berkedip sedikitpun.
Tidak mungkin...,aku memanggilnya dengan suara agak ketakutan.
“Chitanda?”
Ah…, oh, ada apa?”
Chitanda yang terkejut menghadap ke arahkudan aku mulai bertanya.
Mungkinkah…”
“Ya?”
“…kau mau kue?”
Chitanda berpikir sebentar dan menjawab dengan wajah serius.
Jika aku jawab tidakaku pasti berbohong.”
Tidak apa jika kau ingin pergi mengambilnya.”
Terima kasihtapi tidak bisaKita punya prioritas yang lain.”
Dia memalingkan wajahnya lagi memperhatikan Klub Cemilan.
Sepertinya ada sesuatu yang aneh di sana, ya?”
Terjebak dalam perangkapnyaaku pun melihat sekali lagiSi duo yang energikTermosgelas plastikdan formulir pendaftaran klubKompor gas portablelabu,dan kue.
Yahhaku tidak bisa menyangkalnya, memang ada yang aneh dengan pilihan cara presentasi merekaMungkin yang paling aneh adalah betapa cerianya mereka.
Selain itumungkin ada satu atau dua hal aneh lainnya.
Sepertinya kau benarAda yang aneh.”
Betapa cerobohnya aku. Chitanda tiba-tiba menghadap padakuKarena mejanya sangat kecilsaat dia melakukan ituaku langsung melompat mundur karena aku bisa merasakan betapa dekatnya dia denganku.
BenarkahApanya yang aneh?”
Apa maksudmu dengan ‘apanya’? Kau yang mengatakan itu duluan, bukan?”
Atau mungkin dia sedang memainkan permainan pikiran tingkat tinggi dengankudengan mengatakan “Aneh dalam artian Klub Cemilan.”[6]
Chitanda melirik ke arah ramainya pembagian kue dan menjawab dengan berbisik.
Aku tahutapi meski begitu sebenarnya sejak tadi aku terus merasakan ada hal aneh yang sedang terjadiAku terus kepikirandan itu membuatku frustasi.”
“Oh, itu mungkin…”
Tunggu dulu!”
Aku berhenti bicara dan menelan kata-kataku yang hampir keluar.
Tolong jangan beritahu duluAku masih mencoba mencari tahu alasannya. Yasepertinya aku sudah mulai mengerti.”
Aku sudah seringkali dimintai mencari jawabantapi baru kali ini aku tidak boleh memberitahunyaSementara aku berpikir betapa langkanya iniaku memandang dari dekat sebagian wajah Chitanda sementara dia sedang memandangi Klub Cemilan.
Akhirnya, dia terlihat yakin.
LabunyaAku rasa itu karena labunya.”
Labu oranye itu memiliki dua mata segitiga dan mulut bergerigiDilihat darimanapunitu hanyalah labu Jack O’Lantern biasatapi aku bisa mengerti kenapa ini bisa menarik perhatian orang sampai seperti itu.
Namun, Chitanda, memiliki alur pemikiran yang berbeda.
Barang seperti itu masih belum diresmikan di Jepang——tidaksepertinya bukanItu hanya jenis labu biasa.”
Benarkah?”
Labu tumbuh di musim gugurtapi kukira jika disimpan dengan benartidak aneh jika itu belum busuk sampai sekarang.”
Jadi begitu.”
Mereka masih belum dijual luas sebagai tanaman komersilKupikir tidak ada keluarga petani di Kota Kamiyama yang menumbuhkannya.”
Aku terkejut.”
Tapi biasanya kau bisa membelinya di supermarketApa itu produk domestikAtau mungkin jenis impor.”
Kenapa kau melihatnya dari sudut pandang pertanian?!”
Masalahnya bukan soal ituKarena dia terus melewatkan poin pentingnyaaku mulai merasa bersalah jika hanya diam saja.
Chitanda membisikan beberapa hal pada dirinya sendiridan setelah itu menghela napas.
Sepertinya semua tebakanku salahAku tidak tahuAku menyerahKenapa aku sangat penasaran dengan labu itu?”
Dia menjadi canggungseolah dia menyesal dengan sikap keras kepalanya barusan.
Aku penasaran.”
Biasanya aku berpikir kalau hal semacam ini merepotkan.
Itu karenarasa penasaran tanpa batas Chitanda seringkali membuat repot bukan hanya Klub Sastra sajatapi juga pejuang hemat energi sepertikuJika dipikir secara rasionalbahkan jika saja aku tidak menyelesaikan beberapa kasus itukeadaannya tidak akan lebih buruk dari keadaanku sekarangdan jugabahkan aku tidak mengerti kenapa pada akhirnya aku tetap mengikuti sebagian besar kasus-kasus itu hingga selesaiKupikir mata besar Chitanda-lah yang harus disalahkan.
Namun hari inisaat ini dan ditempat ini, aku tidak merasa terganggu ketika Chitanda bilang kalau dia penasaranLagipuladibalik meja iniaku tidak bisa membaca buku ataupun pergi dari siniJika pada akhirnya aku hanya bisa duduk di sinikurasa mendiskusikan sesuatu tidak terlalu buruk.
Di saat yang bersamaanaku sudah mengerti sebagian besar penyebab hal yang membuat Chitanda merasa ‘ada yang janggal.’ Kelihatannya pembicaraan ini tidak akan lamaAku mulai bicara.
Labu itu lumayan besariya kan?”
Chitanda memiringkan kepalanya.
Itu termasuk jenis Cucurbita pepojadi sebenarnya itu tidak terlalu besar jika dibanding…”[7]
Nadanya tiba-tiba berubah.
“Bahkan mungkin tanganmu tidak akan mampu untuk merangkulnya, kanSetidaknyaitu lebih besar dari kertas karton yang digunakan untuk membuat papan nama Klub Sastra.”
Dia melihat ke papan namadan akhirnya mengangguk setuju.
Benar sekaliItu lebih besar.”
Labu itu diletakan di salah satu ujung mejadan diujung yang lain ada kompor gas portablebelum lagidan ditengahnya ada dua anggota Klub Cemilan yang sedang membagikan kue dengan bebasnyaSedangkan di meja kita, dengan hanya kita berdua duduk bersebelahan rasanya sudah sempit begini.”
BenarkahIni sempit?”
Seperti yang kudugadia tidak berpikir begitu sama sekali.
Mari kesampingkan itu duluKarena kami hanya bisa melihat meja mereka melalui celah dari banyaknya siswa yang lewatdan penempatannya agak diagonal dibanding meja kamimungkin membuatnya sulit untuk memperkirakan ukurannyaSebenarnya jawaban dari pertanyaan Chitanda sangat sederhana.
Meja Klub Cemilan lebih besar dari milik kitaSaat sebelumnya akau menyiapkan mejaaku menyadari ada beberapa klub yang memakai meja lebih besar.Mungkin yang menyebabkanmu merasa tidak nyamanKemungkinan karena kau tidak tahu kalau ukuran mejanya berbeda?”
“Ah…”
Chitanda mengeluarkan suaranya.
Tetapiwajahnya tidak cerah.
Jadi begitu.Meja mereka berukuran lebih besar. Kau bisa mengetahuinya dari jarak antara labu dan kompor gasSeperti yang kau katakanaku belum menyadari ituTapi aku merasa kalau itu adalah hal yang berbedaMisalnyakenapa ada labu di sana?”
Dan sampailah kita pada ‘kenapa’. Itu adalah pertanyaan yang sulit.
Apakah ada alasan kenapa mereka menggunakan dekorasiMembagikan kue dengan tema Halloween terdengar masuk akalbukan?”
Meskipun ini bukan musimnya.
Chitanda kembali melihat ke Klub Cemilan.
Biar kuubah sedikit kalimatkuJika tidak ada labu di sanaapa yang terjadi?”
Saat Chitanda kutanyai ituaku mencoba membayangkanApa yang terjadi jika labunya dihilangkandan di meja hanya ada kompor gas portable dan teko.
Permukaan mejanya akan terlihat lebih luas.”
Aku setuju.”
Dia kemudian menghadap ke arahku dan bicara pelanseolah menegaskan kalimatnya.
Jika labunya tidak adatidakkah kau pikir Klub Cemilan akan bisa melakukan lebih banyak hal dengan ruang yang ada?”
Sepertinya aku mengerti apa yang dia maksud.
Mengingat labu itu hanya digunakan sebagai hiasan sajaKlub Cemilan membatasi ruang yang mereka punyaNamunmeski begitumereka tidak terlihat kesempitan sama sekali.
Itu berarti meja mereka memiliki banyak ruang berlebihAku memikirkan kenapa mereka diberikan meja yang besar.
Jadi kau ingin bilang kalau memberikan meja besar pada mereka adalah hal sia-sia?”
Chitanda menggelengkan kepalanya sedikit.
Bukan itu yang ingin kukatakanHanya saja mereka kelihatannya hanya menggunakan ruang yang sama besarnya dengan meja kecil kitaKalau begitukenapa mereka diberikan meja yang lebih besar?”
Komite Acara lah yang bertugas membagikan tempatSudah pastimereka juga yang memutuskan klub mana yang mendapat meja besarMisalnyajika klub besar seperti Klub Orkes Tiup yang diberikan meja besarpasti mereka tidak akan berpikir lagiNamunKlub Cemilan tidak menghabiskan banyak ruangBahkan saat inihanya ada dua orang yang mempromosikannya.
Aku telah memikirkan beberapa alasannyatetapi yang ini mungkin bisa menjelaskan.
Kemungkinan pertamaAda banyak meja berukuran besardan semua klub yang paling membutuhkannya sudah mendapatkannyajadi ada sisa lebihHasilnya,membuat Klub Cemilan mendapatkan satu.”
Apa kau benar-benar berpikir begitu?”
Mendengar jawaban yang sangat jujur terhadap teori setengah-setengahku membuatku mati kutu.
Tidak juga...”
Aku juga tidak berpikir begituJika itu benarpasti sangat tidak adil bagi Klub Fotografi dan Klub Merangkai Bunga yang sedang kerepotan di sebelah sana.”
Aku bisa melihat Klub Fotografi yang tenggelam dalam foto mereka karena tidak ada cukup tempat untuk memajang semuanyatapi keadaan Klub Merangkai Bunga yang juga ditunjukan Chitanda bahkan lebih parahKarena mereka menjajarkan barisan rangkaian bunga di meja merekahasilnya malah terlihat mirip seperti hutan rimba yang tidak memperlihatkan koleksi bagian bunganyadan parahnya lagikau bahkan tidak bisa melihat wajah anggotanyaMungkin setiap anggota mereka membawa satu rangkaian bunga tanpa berpikir dulu sehingga mereka tidak punya cukup ruangDi samping itusejak awal aku sudah tau kalau tidak ada sisa meja lebih.
Meja besar dibagikan pada klub-klub yang memiliki banyak benda untuk dipertunjukansementara Klub Cemilan mendapat yang berukuran normalInilah yang seharusnya terjadiJadi, kenapa bisa begini?
Kemungkinan keduaKlub Cemilan membuat kesepakatan dengan Komite Acaradan mereka menyuap kenalan mereka di sana untuk mendapatkan meja besar.”
Untuk merekrut anak baru diperlukan usaha yang kerasjelas sekali kalau orang-orang yang sembarang mengikuti acaranya tanpa rencana untuk menyerang adalah orang bodohUntuk waktu yang singkatmata Chitanda terlihat sedihApa dia merasa putus asa karena kejamnya perhitungan dinginku iniTetapi,akhirnyadia menjawab.
Jadi setelah melakukan itu dan mendapat meja besarmereka berdua…”
Menaruh labu di atasnya.”
Tidakitu salahAda hal mendasar yang bertentanganJika mereka tidak punya cara untuk menggunakan ruang lebih itu secara efektiflalu kenapa mereka menginginkan meja yang besar?
Kalau mereka memang menginginkannya, berarti ada kemungkinan mereka menggunakan meja besar bukan karena mereka butuh, tapi untuk merugikan klub yang memang membutuhkannya. Berdasar hipotesis iniKlub Cemilan mengamankan meja besar hanya untuk mengacaukan klub lainItu belum tentu benar,tapi terkadang kemungkinan itu berbeda jauh dengan kenyataanAku tidak percaya kalau mereka melakukan sejauh itudan kupikir Chitanda juga tidak percaya.
Mari kesampingkan itu duluSaatnya kemungkinan ketiga.”
Jauh di dalam otakkukupikir inilah jawaban yang benarDan yang dua sebelumnya…,yah…,hanya untuk menghabiskan waktu saja.
Perlu sedikit waktu untuk menemukan kata yang tepat.
Klub Cemilan meminta izin menggunakan alat tertentudan akhirnya mereka diberikan meja besar karena mereka butuh ruang lebih untuk alasan keamanan.”
Alat yang seperti apa?”
Sesuatu yang membutuhkan izin khusus.
ApiKompor gas portable.”
Setelah mendengarnya, Chitanda membelokan kepalanya lagi ke arah Klub Cemilan.
Klub Cemilan mendapat meja besar agar bisa menggunakan ituItu karena, akan berbahaya jika menggunakan api di ruang yang sempitTapimejanya terlalu besar dengan hanya kompor gas di salah satu ujungnyaDan akhirnyamereka menambahkan labu di ujung meja yang lain sebagai penyeimbangBukankah ini kedengarannya benar?”
Dengan iniaku yakin aku telah menyelesaikan misteri labu ituTernyata itu memakan waktu lebih dari yang kukiratapi Chitanda pasti akan puas dengan ini.
Betapa naifnya aku. Chitanda masih serius memandang meja Klub Cemilanbegitu juga anggota klub yang membagikan kue dan teh hitam dengan enerjik.
Setelah momen diam yang membuat cemas, Chitanda perlahan berbalik ke arahku.
Jadi begituSebenarnya aku ingin bilang itu deduksi yang fantastistapi…”
Aku mulai melihat ke benda yang Chitanda terus perhatikanTermosGelas pelastikKompor gas dan teko.
Kompor gasnya tidak dipakai.”

Jelas sekaliapinya sedang tidak dinyalakanDengan melihat pun kau bisa tau.
Tapi kalau begituyang Chitanda maksud tidak masuk akal.
Apa maksudmuHanya karena mereka tidak sedang menggunakannya bukan berarti mereka tidak akan menggunakannya nanti.”
Saat inimereka menuangkan teh dari termosnamunjika mereka terus membagikannyapasti akan habisSaat itu terjadimereka pasti akan menggunakan kompor gas untuk membuatnya lagiBahkan anak TK mengerti tentang itu.
Chitanda tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajahkuAku melihatnya dan mata kami bertemuRasanya seperti pupil matanya menembus hingga ke dasar hatiku.
“Oreki-san, kau sedang berpikir kalau aku ini bodohkan.”
Aku tidak bilang…”
Laluapa kau berpikir aku ini idiot?”
Aku hanya berpikir secara logis bahkan anak TK akan mengerti.
Chitanda bersandar ke kursinya dan mulai bicara dengan nada jengkel.
Aku mengatakan ini bukan tanpa berpikir duluAku menyadarinya ketika memperhatikan mejanya dengan seksama.”
Chitanda memiliki indera pengelihatanpendengarandan penciuman yang mengagumkanIndera perasanya mungkin juga samaMungkin berkat kelima inderanya dia menemukan sesuatu yang tidak aku sadari.
Apa yang kau lihat?”
Hal yang juga bisa kau lihat.”
Sepertinya dia tidak kesalDia memberiku tantanganSialaku berpikir dan mataku konsentrasi mencari sesuatu.
Kurasa aku tidak bisa bilang kalau tidak ada yang mencurigakan.
Teko itu kelihatan masih baruKelihatannya itu masih belum pernah terkena api sekalipun.”
Namunmeski kubilang begitutidak mungkin aku bisa tau kalau itu sudah pernah digunakan atau belum hanya dengan mengobservasiAku melirik Chitandasebentardan aku bisa melihatnya tersenyum tanpa terlihat akan mengatakan apapun dalam waktu dekatBerarti mungkin bukan itu.
Klub Cemilan membagikan teh hitamMereka menuangnya dari termos ke gelas plastikSetelah habistentu sajamereka akan merebusnya lagi.”
Tunggu duluitu tidak benarTeh hitam tidak direbus.
Ah, jadi ituBahkan jika Klub Cemilan memasak air di sanaapa ada yang mereka bisa lakukan dengan itu?
Sekarang aku mengertiKau membicarakan tentang teh hitamnyabukan?”
Tepat sekali,” dia menjawabdan membusungkan dadanya dengan bangga. “Klub Cemilan membagikan kue dan teh hitamBahkan jika mereka memasak air,percuma saja kalau tidak ada daun tehnyadan jugaaku tidak melihat ada daun teh di meja merekaMereka pasti sudah merebusnya di suatu tempat dan memasukannya ke dalam termos.”
Meski aku sering mengakui kehebatan inderanyaada beberapa masa ketika aku berpikir kalau wawasan miliknya tidak biasaAku tidak merasa kecewa karena dikalahkan olehnyatapi aku tetap saja membantahnya.
Mungkin bahan teh hitamnya sudah ada di dalam termosJadi yang perlu mereka lakukan hanyalah menambahkan air panas dan jadilah teh hitamAtau mungkin daunnya sudah ada di dalam teko…”
Setelah aku selesai mengatakan inimata Chitanda melebar.
“Oreki-san…,jangan-jangan kau belum pernah menyeduh teh hitam?”
Aku hanya terdiam.
Itu memang benarAku lebih suka minum kopitapi ketika aku minum teh hitampasti itu dari mesin penjual otomatisDan hasilnyaaku belum pernah sekalipun harus menyeduhnya sendiriTapi itu seperti mengakui betapa payahnya kemampuan hidupkujadi aku tidak ingin mengatakannya dengan keras.
Kalau kau mengatakan itutehnya akan menjadi semakin dan semakin pahitItulah sebabnya itu dibuat menggunakan teko dengan saringan yang bisa dilepasdan kenapa bungkus daun teh menganjurkan hanya untuk sekali pemakaianContohnyameski kau menggunakan teh celuppasti kau akan mengeluarkan kantung tehnya setelah beberapa saat.”
Benarkah?”
Ya, memang begitu.”
Jadi begitu caranyaAku tidak punya pengetahuan sama sekali tentang initapi setidaknya aku bisa mengerti bahwa ada sesuatu yang salahkarena mereka tidak memiliki daun teh ataupun teko khusus untuk menyeduhnya.
Ini berarti teh hitam yang mereka miliki hanyalah yang sudah mereka siapkan dalam termosdan mereka tidak akan menggunakan kompor gas untuk membuat lagi.
Hal ini menjadi semakin aneh.
Kurasa ini berarti dari awal Klub Cemilan tidak berencana menggunakan kompor gas yang sudah mereka siapkanKalau begitu mungkin karena labunyayang sedang mereka gunakan untuk dekorasi.”
Aku berpikir sejenak.
Meskipun jika mereka tidak menggunakannyaaku tetap berpikir bahwa hipotesisku tentang mereka yang diberikan meja besar setelah mengajukan permintaan menggunakan kompor gas tidak salahHal yang paling aneh adalah kenapa mereka tidak kelihatan akan menggunakannyaLalu apa maksudnya?”
Apa, ya?”
Tak disangkaini mulai menjadi merepotkanAwalnya aku ikut karena ingin menghabiskan waktu sajatapi aku malah terseret hingga sejauh iniSecara kebetulansaat aku memalingkan mataku dari Chitandakarena dihantui rasa cemas iniDi saat yang bersamaan dia juga memalingkan matanya.
Barulah kami sadar kalau ada seseorang yang sedang berdiri di depan kami.
kulit kecoklatan di bawah langit mendung meskipun ini masih musim semi. Rambut pendek. Sebuah wajah dan paras yang menunjukan sifat yang ceria, dan berani. Sebuah jaket tebal yang akan menyembunyikan jenis kelamin pemakainya andai tidak dikancingi, menunjukan sweater dan dasi di baliknyaDi saat yang hampir bersamaan, Chitanda dan aku melihat seorang gadis yang berdiri di hadapan kamiBukannya aku lupa kalau kami sedang berada di tengah Festival Perekrutantapi aku tidak menyangka ada orang yang benar-benar datang ke meja kamiSudah berapa lama dia berdiri di sana?
Saat kami berdua duduk tercengang dan tak mampu bicara, gadis itu memasukan tangannya ke dalam kantung jaketnya dan sedikit menundukan kepalanya.
Hai.”
Kemudian dia mengeluarkan senyuman yang berkilau.
Yang pertama kali sadar adalah Chitanda.
“O…, oh, emmapa mungkin kau tertarik untuk bergabungNamaku ChitandaAku ketua klub ini.”
Gadis berjaket itu menjawabnya sambil terus tersenyum.
“Belum tentu, tapi saat aku sedang berjalan-jalan melihat klub, aku melihat kalian berdua sepertinya sedang membicarakan hal yang menarik di sini. Namaku Ohinata. Aku anak kelas satu.”
Itu pertama kalinya aku mendengar nama seperti ituMemang tidak selangka nama “Chitanda,” tapi tetap saja itu tidak biasadan membuatku merasa tidak akan melupakannyaIni hal yang tidak biasaKarena biasanya aku tidak pandai mengingat nama dan wajah orang.
Namunrasanya aku pernah melihat wajahnya di suatu tempatHanya ada satu kemungkinan yang membuatku mengenali wajah anak kelas satu.
SMP Kaburaya?”
Ohinata menatapku dan tersenyum kelihatan sangat senang.
Ya,” dia menganggukDia orang yang sangat terus terang.
Jadi begitu.”
Seperti yang kupikirkandia dulu adik kelaskuApakah aku harus menanyakan sesuatu tentang SMP Kaburayatapi tidak ada hal yang ingin kutanyakan atau kubicarakanjadi aku tetap diam.
Chitanda mulai bicara dari samping.
Kami sedang melakukan perekrutanJadi bagaimanat? Di Klub Sastra kami melakukan…,berbagai hal.”
Penjelasan yang bagus.
Aku tidak tahusepertinya agak rumitKalian membaca hal-hal seperti sastra China klasikbukanMaksudku mungkin aku memang suka pelajaran Jepang dan…”
Tidakkami tidak melakukan hal seperti ituTapi jika kau maukami tidak akan keberatan melakukannya.”
BenarkahTapi tetap saja…”
Aku tidak tahu Ohinata mendapat bisikan gaib dari manatapi dia tiba-tiba berhenti dan mendekatkan wajahnya ke Chitanda.
Temanku pernah mengatakan hal iniorang-orang harus menyelesaikan apa yang mereka mulaiJadiAda apa dengan labu itu?”
Ap—?”
Begitu, yaJadi dia menguping pembicaraan kami?
Dari bagian mana kau mulai mendengarkan?”
Emm,” dia berpikir sambil menggigit bibirnya dari kiri ke kanan, “Dari bagian kau memperbolehkannya meminta kue jika dia mau.”
Itu berarti sejak awal!”
Suara Chitanda hampir seperti berteriakPipinya terlihat memerah.
Kau mendengar semuanyaIni memalukan.”
Apa percakapan seperti itu bisa disebut memalukan?
Itu adalah reaksi yang sangat tidak terduga bahkan Ohinata sampai terkejut.
Em…, maafkan akuAku tidak bermaksud untuk mengupingHanya saja…, aku jadi penasaran tentang labu itu saat kalian membicarakannyajadi aku berhenti berkeliling dan begitulah mulainyaAku menjadi penasaran seberapa banyak kalian akan memikirkan tentang labunya.Hanya itu.”
Dengan cepat dia menundukan kepalanya.
Aku benar-benar minta maaf.”
Tidak…,tidak apa.”
Saat mengatakan itu, dia menutupi mulutnya dengan tangan seperti ingin batukEkspresi Ohinata juga terlihat malu untuk sesaattapi dia dengan cepat kembali menjadi dirinya.
JadiAda apa dengan labunya?”
Kesampingkan Chitanda, kenapa rasa penasaran anak kelas satu ini juga menggebu-gebu terhadap hal semacam iniNamunsaat memikirkan itulebih baik kulanjutkan saja dan tak usah memikirkan elemen baru iniAku mengingat-ngingat sampai di mana tadi.
Kalau tidak salahterakhir kita membicarakan tentang kompor yang tidak digunakan.
Alasan kenapa mereka punya ruang yang cukup untuk menggunakan labu sebagai dekorasi adalah karena mereka memiliki meja besar.
“Alasan kenapa mereka mendapatkan meja besar adalah karena mereka mengajukan izin untuk menggunakan kompor gas.
Tapikenyataannyamereka tidak menggunakan kompornyaMencurigakanItulah yang terakhir kita bicarakan.”
Aku melihat Chitanda sambil mengatakan itutapi dia hanya menunduk saja tanpa menjawabKelihatannya dia benar-benar merasa maluSejak Chitanda masuk ke dalam klubdia sudah berkali-kali membawa hal yang merepotkannamun ini pertama kalinya aku melihatnya seperti iniApa yang sangat dia pedulikan?
Jadi bagaimana kalau begini?” Ohinata bertanya dengan suara yang tak mau kalah dengan kebisingan sekitar. “Mereka sudah berencana menggunakan kompor gas untuk alasan yang tidak berhubungan dengan teh hitamtapi kemudian rencananya berubahdan akhirnya mereka tidak membutuhkannyaKarena itumeski mereka tidak menggunakannyamereka merasa lebih baik tetap meletakannya di meja walaupun tidak digunakan.”
Menarik.”
Dia pasti benar-benar memperhatikan percakapan kami jika dia sampai bisa membuat deduksi seperti iniWalaupunaku tidak bilang kalau itu benar.
Tetapi mereka pasti sudah memutuskan sejak lama kalau mereka akan membagikan teh hitam dan cemilanBagaimanapunmereka tidak bisa memutuskannya tiba-tiba pada hari iniBerarti mereka tidak konsisten jika anggap saja mereka sudah lama memutuskan akan membagikan teh dan cemilan sementara juga punya rencana menggunakan kompor untuk tujuan yang berbeda.”
Kita belum tahu jugakanJika mereka sudah punya bahan-bahan dan tehnyabukankah mereka bisa membuatnya tepat waktu meski baru memutuskannya hari iniJika mereka memulainya dari pagibukankah mereka bisa menyelesaikannya saat sore?”
Memang benar Klub Cemilan pasti punya bahan membuat kue siap pakai jika mereka membutuhkannyaMeskibukan itu masalahnyaKuangkat tanganku dan menunjuk ke benda yang ingin kutanyakan.
Mungkin benar kalau tentang kuenamun spanduk itu bukanlah hal yang bisa dibuat dengan jangka waktu yang sama.”
Spanduk besar bertuliskan “Waktunya Minum Teh” yang dibordir dengan banyak manik-manikPasti sangat sulit sekali jika menjahit semuanya di kelas.
Mereka sudah memutuskan tema 'waktunya tehsejak lamadan hasilnyamereka punya waktu cukup untuk membuatnya.”
Apaaaaa…!!”
Ohinata kelihatan tidak puas.
“Yaakurasa aku setuju denganmuIni sulit sekali.”
Saat melihat diarasanya aku telah membuat sebuah kesalahanAku tidak punya kewajiban untuk memberi tahu kebenarannya pada Ohinatajadi mungkin akan lebih mudah jika tadi aku hanya bilang ‘kau mungkin benar’. Sebagai pejuang hemat energiaku memilih pilihan yang salah.
Kalau begitumungkin…”
Dia mulai berpikir lagiMeski Ohinata bukan satu-satunya orang yang menganggap ada yang aneh dengan labunyadia terlihat sangat tertarik dengan hal iniDia mengatakan sesuatu tentang selalu menyelesaikan sesuatu yang kau mulaitapi mungkin itu adalah motonya sendiri.
Nampaknya karena tak bisa memikirkan apapun lagiOhinata mulai memelototi Klub Cemilan dengan serius dan mengatakan, “Pokoknyamereka pasti orang jahat.”
Kau kejam sekaliMeski kau bilang begitu, aku sudah pernah memakan kue mereka beberapa kali.”
Apa mereka datang kemari dan membagikannya?”
Mereka menjualnya padaku saat festival budayaNgomong-ngomongkenapa kau menganggap mereka orang jahat?”
Ohinata kembali melirik Klub Cemilan sebentardan bicara dengan membusungkan dadanya.
Temanku pernah mengatakan hal iniorang yang tidak menggunakan tanda pengenal biasanya selalu orang yang mencurigakan.”
Aku tidak yakin tentang ituAku lebih memilih tidak menggunakan tanda pengenal bertuliskan ‘Hōtarō Oreki’ di dadakutak peduli di manapun ituAtau itu hanya semacam metafora.
Saat aku sedang berpikir harus menjawab apa, Chitanda tiba-tiba mengangkat kepalanya.
Itu dia!”
Ap…,apanya?”
Seperti yang Ohinata-san bilangLuar biasaitulah masalahnya.”
Ohinata yang ketakutan mundur selangkah. Chitanda, cobalah untuk tidak menakuti anak kelas satu.
Apa yang kau bicarakan?”
Saat mendengarnya, Chitanda rasanya hampir seperti membuat lobang di kepalaku hanya dengan tatapannya.
Memang, keberadaan labu itu cukup aneh.”
Bukankah itu alasan kita memulai percakapan ini?”
Tidakbukan ituYang kumaksud adalah ini.”
Saat mengatakannyadia menunjuk satu-satunya benda yang ada di meja kamipapan nama bertuliskan “Klub Sastra Klasik”.
Aku tahu kupikir ada sesuatu yang anehDan faktanya Klub Cemilan kehilangan sesuatu.”
Disamping Chitanda yang antusiasOhinata mulai bertanya dengan agak takut.
Emm…,kalian berkali-kali membicarakan sesuatu yang kalian panggil Klub Cemilantapi sebenarnya itu apa?”[8]
Lihatlah?!”
Saat dia mengatakan ituaku akhirnya sadarKlub Cemilan kehilangan sesuatu yang seharusnya mereka punya.
Tak bisa dipercayaAku sudah terlalu terbiasa dengan SMA Kamiyama sehingga pikiranku dikaburkan terhadap fakta yang pentingHanya dengan melihat mereka berdua yang tidak bisa diamaku langsung tau kalau mereka dari Klub CemilanTetapi
Jadi begituMereka tidak mempunyai tanda. Kalimat Klub Cemilan’ tidak tertulis di manapuntidak di meja maupun di spanduk.”
Tepat sekaliMeskipun mereka merekrut anggota barumereka tidak menampilkan nama klub mereka di manapunpadahal itu adalah hal yang paling penting saat melakukan itudan melihat labu yang ada di sana malah membuatku semakin penasaran.”
Mengabaikan Ohinata yang mengangguk-angguk karena baru mengerti apa itu Klub CemilanAku mulai berpikir.
Apa itu memang kesalahan merekaTidakitu tidak mungkinUntuk klub yang sudah berusaha keras membuat spanduk mencolok untuk Festival Perekrutan,kesalahan semacam itu sangatlah mustahil.
Laluapa itu seperti yang Ohinata katakan sebelumnyaApa Klub Cemilan telah melakukan sesuatu yang mencurigakan yang mencegah mereka untuk menunjukan nama merekaSesuatu seperti apaDan juga, siapa yang akan diuntungkan oleh tindakan mencurigakan itu?
Apa ada hubungannya dengan kompor gas yang sudah mendapatkan izin tapi pada akhirnya mereka tidak gunakan?
Banyak sekali suara teriakan yang masuk ke kupingkuKlub KuisKlub DebatKlub FotografiKlub Merangkai BungaKlub MemasakKlub Astronomidan juga,Klub Cemilan.
“Oreki-san?”
Aku kembali menghadap Chitanda.
Sepertinya aku sudah tau sebagian besar yang terjadi.
Itu karena tempat di mana labu itu berada bukanlah milik Klub Cemilan.”
Aku langsung mengatakan kesimpulannya tanpa menjelaskan dulu.
Karena banyak langkah-langkah yang kuhilangkan agar langsung ke sanamembuat Chitanda menatapku dengan tatapan kosong.
Apa maksudmu itu bukan milik mereka?”
Yah…,mungkin lebih baik kujelaskan berurutan.”
Aku berdiam cukup lama untuk menyusun penjelasannya di kepalaku.
Dasarnya begini.
Jika ada klub yang meminta izin menggunakan kompor gasklub itu akan diberikan meja besarTetapidi hari acaranyaklub yang menggunakan meja ituKlub Cemilantidak membutuhkan kompor gasKenapa?
Karena klub yang meminta izin menggunakan kompor gas bukanlah Klub Cemilan.”
Itu berarti...” Chitanda menutupi mulutnya dengan tangannya. “Mereka mencuri mejanya?”
Si dua periang dari Klub Cemilan melakukan ituTidakbukan begitu.
Yang kumaksud adalah mereka bertukar meja, Klub Cemilan dan siapapun yang meminta izin menggunakan kompor gas.
Ini menjelaskan kenapa mereka meminta izin menggunakan kompor gas meskipun mereka tidak menggunakannyaKarena sejak awal mereka tidak berencana menggunakan meja besarmereka membawa labu untuk mengisi tempat kosongItu juga alasan kenapa mereka tidak punya papan namaMereka tidak menaruh papan nama mereka untuk mengelabuiKomite acarayang mungkin akan sadar kalau mereka mengabaikan pembagian mejanya.”
Ta…,tapi…”
Terlihat tak bisa percaya begitu saja, Chitanda menggelengkan kepalanya.
Kalau begituitu berarti klub yang sebenarnya menempati meja itu pasti tidak diuntungkanBukan begitu?”
Tanpa langsung menjawabnyaaku menunjuk ke arah kerumunan klub yang berbaris rapat satu sama lain di seluruh taman di sekitar kami.
Di suatu tempat di arena ini ada klub yang seharusnya menggunakan kompor gas tapi kenyatanya tidak.”
Kau tidak perlu bertele-tele begitu, kan?” protes Ohinata dari samping. “Jika kau membicarakan tentang klub yang menggunakan apidilihat darimanapun seharusnya tidak banyak klub yang melakukan itu.”
Ya ampundasar anak kelas satu yang naifKau meremehkan banyaknya jumlah dan jenis klub yang ada di SMA KamiyamaAku tidak tahu kau tinggal di bawah batu atau tidaktapi hanya dengan satu kesalahansaja bisa membuat Klub Sastra terpaksa menyajikan bekal tempura dan sup di acara iniini adalah sekolah semacam itu.
Meski berkata begitu, aku pasti tidak akan berdaya jika itu terjadi.
Chitanda mulai berbisik.
“Oh, betul jugaKenapa aku bisa lupa?”
Chitanda juga menonton orientasi di gedung olahragaKemampuan mengingatnya jauh melebihikujadi bukan hal aneh kalau dia ingat.
Klub Memasakiya kanBukankah mereka bilang akan melakukan demonstrasi masakan dari tanaman herbal gunung di meja mereka saat festival perekrutan?”
Aku mengangguk.
Aku bertanya-tanya apakah Klub Memasak membagikan makanan kepada anak baruTapi ternyata tidakMereka hanya memberitahu para siswa untuk datang ke ruang klub jika ingin mencicipi makanan.
Apa karena bahan-bahannya datang terlambat.”
Tanaman herbalnyaJika mereka sangat terpaksa bahkan harus memberi jaminan meja besar pada Klub Cemilansetidaknya mereka lebih baik berbohong dan membuat masakan palsu.”
Masakan palsu...,setidaknya kau bisa kan mengatakan mereka menggunakan bahan yang ada untuk membuat sesuatu yang lain?”
Mereka menggunakan bahan yang ada untuk membuat sesuatu yang lain.”
Chitanda melotot padakuAku mengatakan itu karena dia yang menyuruhku
Tapi bukan ituItu kesalahan yang lebih besarTerjadi sesuatu yang membuat mereka tidak bisa membagikan masakannya pada anak baru.”
Mungkin mereka tidak bisa menghilangkan rasa pahit tanamannyaKalau benar begitu tidak akan ada yang mau memakannya.”
Kalau begitu sama sajaYang perlu mereka lakukan adalah mulai lagi dengan bahan yang ada dan mereka akan amanPasti terjadi sesuatu yang lebih serius yang membuat mereka merelakan meja besar mereka begitu sajaDengan meja itumereka bisa menjajarkan peralatan memasak mereka dan tetap punya banyak ruangseperti yang sedang Klub Cemilan nikmati sekarang.”
Fakta kalau Klub Memasak bertukar meja dengan Klub Cemilan dan harus merahasiakannyaberarti mereka pasti telah melakukan kesalahan yang tidak bisa mereka laporkanMereka punya masalah yang sangat besarbahkan tidak membiarkan siapapun tahu mereka punya meja besar degan kompor gas tapi mereka tidak menggunakannya untuk membuat masakan apapunAku berani bertaruhnama Klub Memasak tidak terpampang di manapun.”
Seperti yang Ohinata bilangorang tanpa tanda pengenal mencurigakan.
Entah sejak kapansuaraku jadi semakin kecilMungkin karena sulit untuk mendengarku di tengah hiruk-pikuk ini, Chitanda mendekatkan wajahnya dengan wajahkuSecara kebetulanOhinata juga membungkuk mendekatkan wajah kecoklatannyaDialah yang pertama membisikan pertanyaan.
Apa kesalahan semacam itu mungkin terjadiMaaf sajaapa hal yang paling buruk yang sebuah klub lakukan pada masakan merekaTak peduli separah apapunkesalahan apa yang memaksa mereka tetap diam tentang itu?”
Jika dia sungguh berpikir begitumaka dia benar-benar naif.
Ini berhubungan dengan pengolahan makananBahkan sebuah toko akan dipaksa tutup sementara jika melakukan kesalahan ini.”
Tunggumaksudmu…”
Aku menganggukdan mengecilkan suaraku lagi.
Itu adalah keracunan makanan.”
Catatan dan Referensi dari Penerjemah
1.   Lawakan sudah disesuaikan (mungkin).
2.   Klub seperti ini betulan ada.
3. Permainan kataKalimat aslinya  berdasarkan Cerita Three Kingdom https://en.wikipedia.org/wiki/Yellow_Turban_Rebellion
4.   Alat yang diujungnya dikasih getah atau lem untuk menangkap burung.
5.   Yang dibicarakan tentang permainan Shogi, semacam catur versi jepang.
6. Dalam bahasa Jepangkata anehokashiiterdengar hampir sama dengan kata camilanokashi.
7.   Jenis labu yang paling umum.
8. Di versi jepang kalimat Klub Camilan seika-kenkyūkaidisingkat menjadi seikakenjadi itu terdengar agak membingungkan bagi orang jepang yang tidak tahu kalau itu singkatan apa.

Hyouka Jilid 5 Bab 1 Bagian 2 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.